Penelitian survei merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang

diajukan pada responden. Dalam penelitian survei, peneliti meneliti karakteristik atau hubungan sebab akibat antar variabel tanpa adanya intervensi peneliti. Terdapat enam langkah dasar dalam melakukan sebuah penelitian survei, yakni: 1. Langkah pertama, yaitu dengan membentuk hipotesis awal, menentukan jenis survei yang akan dilakukan akankah melalui surel (e-mail), wawancara (interview), atau telepon, membuat pertanyaan-pertanyaan, menentukan kategori dari responden, dan menentukan setting penelitian. 2. Langkah kedua, yaitu merencanakan cara untuk merekam data dan melakukan pengujian awal terhadap instrumen survei. 3. Langkah ketiga, yaitu menentukan target populasi responden yang akan di survei, membuat kerangka sampel survei, menentukan besarnya sampel, dan memilih sampel. 4. Langkah keempat, yaitu menentukan lokasi responden, melakukan wawancara (interview), dan mengumpulkan data. 5. Langkah kelima, yaitu memasukkan data ke komputer, mengecek ulang data yang telah dimasukkan, dan membuat analisis statistik data. 6. Langkah keenam, yaitu menjelaskan metode yang digunakan dan menjabarkan hasil penemuan untuk mendapatkan kritik, serta melakukan evaluasi.

Terdapat 3 jenis penelitian survei dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya masingmasing. 1. Melalui surat (mail-questionare) merupakan cara untuk menguji tanggapan responden melalui pengiriman kuesioner via pos. Kelebihan dari mail-questionare adalah hemat biaya, hemat waktu, responden bisa memilih waktu yang tepat baginya untuk mengisi kuesioner, ada jaminan kerahasiaan (anonymity) yang lebih besar, keseragaman kata (tidak dibacakan lagi), tidak ada bias pewawancara,

[2] Kelebihan dari telephone interview adalah tingkat respon (Respon rate) lebih tinggi dari mail atau self administered. Sedangkan. responden tidak bisa curang dan harus menjawab sendiri. serta dapat digunakan untuk kuesioner yang kompleks. bias pewawancara. hanya perilaku verbal yang tercatat. tidak dapat menggunakan format yang kompleks. Kelebihan dari penelitian face-to-face interview adalah fleksibilitas. bisa menyebabkan pertanyaanpertanyaan yang tidak terjawab. kendali atas lingkungan waktu menjawab. kelemhannnya adalah biayanya yang mahal. mengganggu responden. kesulitan untuk membedakan antara tidak menjawab (non-response) dengan salah alamat. memnungkinkan untuk menjangkau geografis yang luas/ jauh. memungkinkan bias . tidak ada kesempatan bagi responden untuk mengecek fakta. Metode wawancara tatap muka (face-to-face interview) merupakan cara untuk menguji tanggapan responden dengan bertemu muka atau berhadapan langsung. kurang menjamin kerahasiaan. tidak ada kendali atas urutan pertanyaan. Sedangakan. dan bisa mendapatkan sample yang bias. tidak ada kendali atas waktu pengembalian. idak ada kendali atas lingkungan (ribut. Wawancara telepon (telephone interview) merupakan cara menguji tanggapan respondenvia telepon. 2. tidak bisa merekam jawaban secara spontan. kekurangannya adalah biaya tinggi. adanya kendali atas waktu menjawab pertanyaan. terdapat kecenderungan rendahnya tanggapan (response rate). dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks. memungkinkan pencatatan perilaku non verbal. panjang wawancara terbatas. kekurangannya adalah tidak fleksibel. diganggu). dapat melakukan pertanyaan lanjutan probing. tingkat respon (response rate) yang baik. 3. waktu lebih singkat. kurangnya keseragaman pertanyaan. terbatas untuk responden yang memiliki telepon. mengurangi anonimitas. serta kurang bisa diandalkan untuk mencapai banyak responden.serta banyak responden yang dapat dicapai (dibandigkan dengan pengiriman pewawancara ke banyak tempat). terjaminnya kelengkapan jawaban dan pertanyaan yang dijawab. dapat mengontrol tahapan pengisian kuesioner. Sedangkan. kemampuan untuk mengikuti urutan pertanyaan dan pencatatan jawaban seecara spontan. waktu yang dibutuhkan untuk bertanya dan untuk berkunjung ke lokasi.

serta hanya dapat mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang suara atau intonasi suara. 8. 9. . dan penggunaan singkatan. membutuhkan bantuan visual. 10. 7. 4. Hindari pertanyaan yang mengarahkan jawaban responden (leading question). Dalam membuat pertanyaan untuk penelitian survei. seorang peneliti perlu memerhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Hindari bahasa yang emosional dan bias prestise (gelar) à gunakan bahasa yang netral. Hindari pertanyaan dengan kategori jawaban yang tumpang tindih. Hindari pertanyaan yang di luar kemampuan responden untuk menjawabnya. cupu. 2. sulit untuk pertanyaan terbuka. 5. Hindari pertanyaan yang menggunakan dua pernyataan negatif (double negative). demokrasi). geje) . kata-kata slank (contoh : gaptek. 6. Hindari pertanyaan mengenai masa depan.[2] 3.pewawancara. Hindari penggunaan jargon (contoh : sosialisasi. Hindari ambiguitas atau pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan dan pertanyaan yang kabur. Hindari pertanyaan yang di dalam satu kalimat terdapat 2 pertanyaan sekaligus (double barraled). Hindari pertanyaan yang dimulai dengan premis yang salah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful