Balance of Power Dalam teori hubungan internasional : realisme, konsep balance of power merupakan perkembangan ide dasar dari

sebuah konsep power. Thucydides menggunakan konsep tersebut untuk menjelaskan serangan Peloponnesian War pada abad 18. Sementara Ernst Haas mengemukakan bahwa ada 4 syarat badi eksistensi sistem ”balance of power”, yaitu : a. suatu multiplisitas aktor-aktor politik yang berdaulat yang muncul karena tidak adanya satu otoritas b. distribusi kekuatan yang relatif tidak seimbang (status, kekayaan, ukuran dan kapabilitas militer) di antara aktor-aktor politik yang membentuk sistem c. persaingan dan konflik yang berkesinambungan karena adanya persepsi dunia merupakan sumber langka d. pemahama implisit di antara para pemimpin negara besar bahwa kesinambungan distribusi kekuatan yang ada akan menguntungkan mereka. Terlepas dari perbedaan teori ”balance of power”, ada satu implikasi bahwa perubahan relatif kekuasaan politik dapat diamati dan diukur. (Wright, 1965: 743) Secara kondisional, sistem balance of power dianggap berada di antara keteraturan dunia (world order) dan kekacauan internasional (international chaos). Dalam tatanan dunia, membutuhkan suatu otoritas pusat yang mampu menetapkan suatu tata tertib bagi aktor politik. Ketidakteraturan dunia berarti aktor politik dapat survive berdasarkan hukum rimba, istilah yang terkuat berlaku di sini. Kurangnya lembaga global yang kuat bisa lebih meningkatkan perlindungan terhadap kedaulatan para partisipan sekaligus melemahkannya. Contoh konkrit : adanya bipolaritas perebutan kekuasaan antara AS dan Uni Soviet era perang dingin (1945) yang berakhir unsur unilateral AS sebagai pemenang. Namun, jika direlevansikan keadaan saat ini, balance of power yang terjadi cenderung multipolar di mana AS sudah tidak dianggap sebagai negara adikuasa atau negara penguasa tunggal. Adanya perkembangan teknologi nuklir di Iran, roket di Korea Utara, dan perkembangan ekonomi pesat Cina telah membuktikan bahwa setiap negara berusaha untuk bersaing ketat dan terus melangkah maju. Dari pihak lembaga internasional sendiri, PBB kurang menjangkau seluruh permasalahan negara karena adanya organisasi regional dan tumbuhnya regionalisme dalam merintangi era globalisasi. Dari serangkaian realita yang muncul, dapat disimpulkan bahwa adanya perkembangan teknologi mutakhir, globalisasi melalui arus internet yang kuat, weapons of mass destruction telah menggeser kekuasaan mutlak militer sehingga negara kecil ataupun nonstate actor mampu memiliki kekuasaan signifikan. Perubahan yang tak terduga ini telah menjadi kelemahan krusial bagi sistem balance of power. Konsep keseimbangan yang dihasilkan seringkali konseptual idealis dan mampu terhapus dengan mudah oleh adanya peristiwa mencekam layaknya serangan teroris tanggal 11 September 2001di gedung WTC, New York.

http://theamazing-grace.blogspot.com/2010/03/keterkaitan-power-balance-of-powerdan.html

MACHIAVELLINISME VS NEOREALISME

Pemikiran – pemikiran politik Machiavelli merupakan dasar dari tradisi politik realisme modern. Meski begitu, para pemikir neorealisme semakin melupakan bahwa paradigma mereka berasal dari pemikiran Machiavelli. Padahal, seperti yang diargumenkan Markus Fischer dalam artikel ini, doktrin Machiavelli tersebut merupakan pondasi dari perspektif realisme dalam ilmu hubungan internasional. Politik luar negeri memang menjadi pusat dari teori Machiavelli mengenai sifat dasar manusia dan kehidupan politik yang terjadi akibat sifat manusia tersebut.

merupakan hal yang sangat sulit terjadi. munculnya unit – unit politik eksklusif seperti negara dan pertanyaan – pertanyaan fundamental lain dapat dijelaskan.Dalam pandangan Machiavelli. Kedua sifat inilah yang akan membentuk unit – unit politik eksklusif seperti negara-kota. adalah pengembangan militer. termasuk upaya – upaya mensejahterakan kota – kota dan penduduknya. Machiavelli mengklaim bahwa negara seharusnya diorganisasikan untuk berperang. Kedua sifat ini pula yang akan mendorong unit – unit politik tersebut untuk saling berperang. Para pemikir realis juga menempatkan keamanan sebagai prioritas utama . serta sifat untuk bekerja sama atau sifat kedua. sebuah anarki. sedangkan aktor lain seperti perusahaan multinasional dan organisasi transnasional tidak begitu penting[1]. dan menaklukkan satu sama lain dalam kondisi tidak adanya satu otoritas sentral. Hal utama yang paling penting untuk mencapai tujuan itu adalah kekuatan. Hal yang sama juga dapat kita simpulkan dari pemikiran Machiavelli. ketika memang harus melakukan itu. dan hal utama yang harus dikembangkan adalah kekuatan militer. untuk bisa mengatur dan mengantar negaranya menuju kejayaan. ada dua sifat dasar manusia yang membentuk kehidupan politik seperti itu. dapat kita lihat bahwa pandangan – pandangan Machiavelli memang merupakan dasar dari pandangan neorealisme (realisme modern). Seperti yang dikemukakan Viotti dan Kauppi. dan kepercayaannya. sebuah hal yang tidak bisa dilakukan oleh para pemikir neorealisme murni. balance of power. Tujuan utama domestic order. membentuk aliansi. dan kemenangan. Secara umum. keagungan. seorang pemimpin. dan institusi – institusi antar pemerintah. yaitu sifat ambisius dan egois atau sifat pertama. Perbedaan lain yang cukup tajam antara para pemikir neorealisme dan Machiavelli mencakup masalah deterens. Tidak ada obligasi moral yang perlu dipertimbangkan dalam mencapai tujuan ini. kemanusiaan. Seorang pemimpin harus belajar untuk tidak menjadi baik. Teori Machiavelli tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar pada neorealisme. kehidupan manusia merupakan ”perjuangan untuk mendominasi satu sama lain” (struggle for domination). berekspansi. kerajaan. menurut Machiavelli. aktor utama dalam paham realis adalah negara. dikarenakan sifat pertama manusia tersebut. harus dapat bertindak melawan agama. Seperti klaim Machiavelli dalam bukunya yang kontroversial. Menurut Machiavelli. Pihak yang terbaik akan mendapatkan kekayaan. Institusi asing yang dapat mensubordinasikan unit – unit politik tersebut dalam beberapa kewenangan. Dia menerima kemungkinan itu hanya bagi negara – negara yang pemimpinnya memiliki sifat kedua sebagai sifat dominan. Melalui teori tersebut. dan negara. Il Principle.

suatu hal yang dijadikan konsep inti oleh para pemikir realisme modern. di mana paham Merkantilisme yang menekankan peran negara yang sangat besar dalam perekonomian. Hal yang berbeda dikemukakan dalam buku yang ditulis Viotti dan Kauppi. Machiavelli hidup di abad 14-an. Di antara para realis sendiri tidak ada kesepakatan mengenai definisi kekuatan. dan aspek – aspek lain untuk perjuangan mencapai dominasi di masa modern ini. Neorealisme sendiri muncul di masa kapitalisme berkembang pesat. Pengembangan kekuatan militer sendiri akhirnya bergantung juga pada kemampuan ekonomi dan teknologi. Sebagai akibat dari state of war dan struggle for domination ini pula. termasuk juga usaha – usaha untuk mensejahterakan masyarakat. Hal ini menyebabkan kekuatan (power) yang penting bukan lagi hanya militer. Seperti yang dijelaskan di atas. teknologi. egois. sehingga negara yang didominasi menjadi tergantung oleh negara kapital tersebut. maupun kekuatan relatif seperti anggapan segolongan realis. namun secara umum mereka berpendapat bahwa kekuatan tidak hanya terbatas pada kekuatan militer. the counsel and good soldiers of Sparta were worth more than the industry and the money of Athens” (Discourses 2. termasuk perekonomian. Logika yang menjelaskan hal itu dapat dilihat dari filosofi Machiavelli mengenai sifat dasar manusia. Filosofi tersebut berimplikasi pada kondisi kehidupan antar negara yang harus selalu bersiaga untuk perang. Machiavelli menekankan bahwa hal utama yang menjadi modal dalam perjuangan mencapai dominasi adalah kekuatan militer.10. Implikasi dari peran negara ini adalah penggunaan kekuatan militer untuk mendominasi negara lain demi mendatangkan kekayaan bagi negara induk sangat mendominasi negara Eropa.3). yaitu ambisius. . Kapitalisme sendiri sangat bergantung pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal pertama yang akan penulis tunjukkan adalah perbedaan mengenai sumber – sumber kekuatan. Machiavelli menganggap bahwa kekuatan (power) merupakan hal utama yang harus dimiliki masing – masing negara. dan berusaha mendominasi satu sama lain. Namun. Perekonomian tidak dimasukkan sebagai modal utama seperti yang dikemukakan Machiavelli terkait dengan perang Peloponnesia ”…. ada beberapa poin yang menjadi perbedaan penting antara Machiavellinian dan neorealis. teknologi.masing – masing negara dalam ketiadaannya sebuah otoritas tunggal[2]. Segala sesuatu dalam negara diorganisasikan untuk perang. tapi juga ekonomi.[3] Perbedaan ini dapat dianalisis dari perbedaan ideologi yang cukup mendasar antara Machiavelli dan neorealis. di mana dominasi di negara lain dilakukan melalui kekuatan ekonomi para pemilik modal. Hal ini disimpulkan mengingat negara yang diorganisasikan dari dan untuk memenuhi sifat dasar manusia tersebut. Hal utama yang mendatangkan kekayaan bagi negara induk adalah kekuatan militernya yang ditakuti.

sebuah kebijakan. Kontras dengan pendapat itu. Hal yang kontras dikemukakan oleh para neorealis.[7] Meskipun deterens dan balance of power merupakan 2 konsep yang berbeda. kekuatan militer. atau dalam kata lain sebuah deterens. Machiavelli berpendapat bahwa di suatu masa pastinya akan ada suatu negara yang akan menjadi sebuah encompassing empire. bahwa sumber – sumber kekuatan tidak pernah statis. seperti dikatakan di atas. yaitu distribusi kekuatan. sumber kekuatan Spanyol yang merupakan leading state saat itu adalah kekuatan militer. Hal yang berbeda terlihat pada leading state saat ini.Hal ini seperti yang dikemukakan Joseph S. Kalaupun bisa dilakukan. Menurut Waltz. suatu negara terkuat yang akan mendominasi kehidupan seluruh negara lain pada suatu masa. Machiavelli menegaskan bahwa suatu kondisi di mana suatu negara tidak akan menyerang negara lain karena kalkulasi kerugian yang didapat melebihi keuntungan yang didapatkan dari serangan tersebut. Nye. pada abad ke-16. budaya yang universal. di mana kekuatannya terletak pada economic scale. adalah nyaris tidak mungkin. Machiavelli. Kenneth Waltz. maka hal itu hanya akan membuat negara tersebut menjadi lebih rentan lagi terhadap negara yang semakin kuat di masa mendatang. namun juga tidak cukup besar untuk disadari sebagai sebuah ancaman. dan nilai – nilai demokrasi dan liberalisme. baik dalam bentuk dwipolar maupun multipolar. salah satunya. seperti Romawi pada masanya. Konsep balance of power ini dapat diartikan sebagai 3 hal yang berbeda. deterens dan balance of power. justru mengemukakan bahwa suatu negara harus mengambil jalan tengah itu. dalam konteks penggunaan senjata nuklir.[6] Perbedaan ini mengenai masalah deterens ini akan memicu perbedaan pendapat lain yaitubalance of power. namun kita dapat menganalisis hubungan antara pendapat Machiavellinian dan neorealis mengenai dua masalah ini. menolak sebuah ”jalan tengah” dengan menjadi tidak terlalu . agar tidak dianggap lemah maupun dianggap sebagai suatu ancaman. para neorealis selalu berpendapat bahwa persaingan untuk saling mendominasi dalam sistem internasional selalu akan memicu terjadinya suatu keseimbangan kekuatan. yaitu Amerika Serikat. dan juga sebuah sistem multipolar.[5] Perbedaaan penting lain terletak pada pendapat Machiavelli dan neorealis mengenai dilema keamanan. melainkan terus berubah sesuai perkembangan zaman. ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. Suatu negara hampir tidak mungkin mengatur kekuatan militernya sedemikian rupa sehingga cukup besar untuk menggertak negara lain agar tidak menyerangnya. ikatan kerajaan dan perdagangan kolonial. suatu negara tidak perlu mengembangkan suatu kekuatan militer konvensional yang sangat besar untuk meyakinkan penyerang bahwa biaya untuk menyerang negara tersebut sangat besar. yang diperlukan adalah untuk meyakinkan penyerang bahwa resiko untuk mendapatkan kehancuran yang besar secara cepat di wilayahnya terlalu beresiko.[4] Contoh dari perubahan sumber kekuatan ini.

di mana perang tidak terhindarkan. negara lain cenderung akan meningkatkan kekuatan militernya juga untuk menyeimbangkan kekuatan dan mengantisipasi serangan di masa depan. Menurut neorealis. Contoh dari balance of power ini adalah ketika Inggris membentuk aliansi dengan Prancis untuk menjadi penyeimbang bagi kekuatan Jerman di Eropa yang semakin meningkat pada tahun 1904. ed. dengan contoh yang sangat jelas yaitu kerajaan Romawi di masanya. ada beberapa konsep dan pemikiran yang harus direvisi lagi. Suatu negara tidak akan serta merta menyerang negara lain jika kalkulasi kerugian diperkirakan melebihi hasil yang didapatkan. 44 . Kondisi deterens inilah yang akan memicu balance of power. Konsekuensi dari pendapat ini adalah. terutama karena second strike capabilities yang dimiliki negara target. [1] Paul R. karena jika dia melakukannya dan memperoleh kemenangan. Kauppi. ke-2 ( ) . sebuah state of war yang sangat mendominasi kehidupan. jika suatu negara meningkatkan kekuatan militernya. sebagai sebuah strategi. 36 [3] Ibid. Logika yang sama juga dapat digunakan untuk menganalisis pendapat neorealis mengenai masalah ini. di antaranya dengan membentuk aliansi atau pakta pertahanan. Selanjutnya. 35 [2] Ibid. Ini menjelaskan mengenai adanya encompassing empire yang telah dijelaskan Machiavelli di atas. yaitu distribusi kekuatan. meskipun hal itu tidak menghilangkan dasar – dasar filosofis neorealisme yang diletakkan Machiavellinisme.lemah namun juga tidak dianggap sebagai ancaman. maka negara lain akan meningkatkan kewaspadaannya terhadap negara tersebut dengan meningkatkan kekuatan milternya sehingga negara tersebut akan lebih rawan diserang di masa mendatang. yang bersifat alami sesuai dengan definisi pertama balance of power. deterens dimungkinkan untuk dilakukan. Maka. International Relations Theory: Realism. Globalim. Viotti dan Mark V. Namun. seiring dengan perubahan zaman.[8] Dapat disimpulkan bahwa pemikiran – pemikiran Machiavelli memang merupakan pondasi yang dapat menjelaskan asumsi asumsi utama realisme modern. maka masing – masing negara akan mengembangkanbalance of power ini sebagai sebuah kebijakan. Pluralism.. Suatu negara juga akan menahan diri melakukan serangan.. dan yang terkuatlah yang akan mendominasi kehidupan seluruh negara.

Understanding International Conflicts: An Introduction To Theory And History. op. Nye. Sebagai tambahan. Pfaltzgraff. Jr. Dougherty dan Robert L. Contending Theories of International Relations: A Comprehensive Survey.. 61 http://blackswan313. . antara lain menyebutkan bahwa Balance of Power dalam konteks politik mencakup: (1)kondisi dan situasi terciptanya distribusi power (Inis Claude)*.. (2)kebijakan untuk menciptakan keseimbangan supaya tidak tercipta satu kekuatan tunggal di atas lainnya—as a policy (Michael Sheehan)* sekaligus mempelajari state system—Balance of Power as a system. Jr. Meskipun pengertian Balance of Power demikian luas. Ke-4 (Longman. [5] Viotti dan Kauppi. (3)proses membuat seimbang kekuatan yang ada pada beberapa kelompok negara dalam politik internasional. Balance of Power juga dimaksudkan sebagai pengertian dari upaya kolektif untuk mencegah adanya hegemoni berdasarkan pada politik internasional yang cenderung bipolar daripada unipolar. Cit. regional maupun bilateral bahkan secara global. 1993) .. op. 377 [7] Nye.. 53. 1997) . ed. 52 [6] James E. cit.wordpress. Balance of Power memiliki pengertian dengan aspek yang terlalu luas dan berisi banyak penjelasan dari beragam pandangan praktisi hubungan internasional. namun kesemuanya memiliki kesamaan dasar dengan prinsipel dan nilai-nilai tertentu yakniBalance of Power muncul karena adanya ancaman dan kebutuhan untuk mempertahankan state system yang stabil. (HyperCollins College Publishers.[4] Joseph S. 53-56 [8] Ibid.com/2009/07/14/machiavellinisme-vs-neorealisme/ “Balance Power in Cooperative Security Regimes” DEC 22 Posted by Renny Candradewi 1 Votes “Balance Power in Cooperative Security Regimes” Artikel yang ditulis oleh Ralf Emmers mendiskusikan konsep Balance of Power dalam politik internasional dan regional terutama berkaitan dengan momen berdirinya ASEAN sebagai organisasi regional yang mengusung konsep cooperative security.

untuk kemudian berusaha disesuaikan dengan konsep collective dan comprehensive security ASEAN dimana berdirinya ASEAN pertama kali berasal dari ide untuk menciptakan kemanan kawasan yang stabil dengan mengadakan kerjasama secara kolektif antarnegara sekawasan. Hal ini kali pertama dipromotori oleh Jepang. bukan berarti Balance of Power terus menerus berpotensi melahirkan kondisi nonkonflik.meski Balance of Power berkesempatan untuk menciptakan stabilitas (produk legitimasiBalance of Power[1]). Namun. teori Balance of Power mengandung sejumlah ketidakpastian yang mengakibatkan teori Balance of Power gagal menjadi barometer efektif untuk mengukur power yang dimiliki oleh negara. Sedangkan perbedaannya berpijak pada alasan dari kegiatan menyeimbangkan kebijakan tadi. Jika demikian.Teori Balance of Power sebagian besar muncul secara eksklusif dari pemikir Realis yang meyakini bahwa Balance of Power bersandar pada kapabilitas dan kuantitas power suatu negara. Namun adapula yang membuat persamaan konsep Balance of Power dengan konsep collective security. konsep Balance of Power telah tertuang dalam kesepakatan-kesepakatan politik. kelemahannya adalah sistem politik internasional yang selalu dinamis. terbukti PD II merupakan produk gagal ide Balance of Power. ekonomi. karena pada awal abad 19. Walaupun demikian. militer)—including intangible and tangible factors as well as hard power & soft power combined together. yang disimbolkan oleh aliansi-aliansi dan kooperasi dan untuk jangka waktu tertentu konsep Balance of Power terbukti menyediakan stabilitas regional bahkan internasional. Balance of Power & Comprehensive security Comprehensive security merupakan seperangkat usaha untuk menciptakan keamanan kolektif dengan memperluas area isu politik internasional. BALANCE POWER OF POLITICS: Balance of Power & Collective Security Balance of Power bukan merupakan ide yang sama sekali baru. collective security: berasal dari satu alasan untuk menghindari satu ancaman yang sama. maka konsep Balance of Power sebenarnya hanya berfungsi melahirkan opsi alternatif bagi terciptanya kerjasama keamanan yang lebih komprehensif. ekonomi dan permasalahan sosial pada semua level analisis dan kerjasama. Hal ini yang menciptakan perlunya suatu rezim keamanan untuk merealisasikan tujuan tersebut. . pasca perang dan konflik. sehingga Balance of Powermenjadi faktor relevan untuk mendukung rezim keamanan. Adapun kerjasama tersebut tidak terbatas pada isu militer dan keamanan secara fisik. dimana power diasumsikan sebagai akumulasi variabel (komponen-komponen politik. Balance of Power: berasal dari keyakinan bahwa setiap negara bertanggung jawab penuh dengan keamanan masing-masing. melainkan mencontohcomprehensive security Jepang yang mengusung ide: keamanan kawasan dapat dijaga dengan stabil dengan memperluas area isu politik regional kawasan. lebih dari sekedar aspek militer melainkan juga meliputi fokus pada politik. persamaan tersebut terletak pada keduanya yang merupakan usaha untuk menyeimbangkan kebijakan-kebijakan negara.

SUMBER Emmers. the nature of Balance of Power theory has shifted and evolved. Dengan demikian. definition [WEAKNESS AND ALTERNATIVES OF BALANCE OF POWER] *Perbedaan teori Balance of Power sebagai kebjikan—policy dan sistem *Asas-asas yang dianut oleh teori Balance of Power *Teori balance of power berasal dari pemikiran Realis *Power refers to? Sum of power components: realist and … mainstream? *Balance of Power dimaksudkan untuk menolak adanya hegemoni berdasarkan pada politik internasional yang cenderung bipolar daripada unipolar *Balance of power mengandung perngertian ketidakpastian dalam mengukur power *Balance of power: power balancing between groups of states nor in bilateral relationship . Sedangkan comprehensive security berkaitan dengan perluasan area isu politik regional untuk menjamin keamanan kawasan yang lebih komprehensif dari sekedar hanya memiliki militer dan hardpower. principles dan rules bagi anggotanya. Cooperative securityrezim keamanan Asean meliputi kewajiban untuk menjaga kestabilan keamanan masing-masing negara. Cooperative Security and Balance of Power in ASEAN and The ARF. bukan lagi untuk menciptakan distribusi power secara paralel antarnegara sebagaimana pengertian tentang Balance of Power sebelumnya. dengan cara menggunakan nilainilai keamanan yakni cooperative. 2004. sebagai rezim keamanan guna menjamin kestabilan kawasan terhadap ancaman luar. OPINI Akhirnya. collective dan comprehensive security.The Relevance of Balance of Power factor to Regime for Cooperative Security Rezim keamanan menyediakan norms. konsep Balance of Power ditujukan untuk menciptakan stabilitas keamanan. collective security rezim keamanan merupakan usaha secara kolektif menjaga kestabilan keamanan kawasan dengan mengembangkan kepercayaan sebagaimana nilai yang dianut Asean. Balance of Powerakan menjadi relevan selama komponen-komponen rezim keamanan di atas tidak mengungguli pertimbangan-pertimbangan Balance of Power. SIMPULAN Konsep Balance of Power menjelaskan pendirian ASEAN. Ralf. New York: Routledge Curzon *Teori Balance of Power.

salah satu tokoh pemikir realis. Menurut Nicholas J.com/2009/12/22/%E2%80%9Cbalance-power-in-cooperativesecurity-regimes%E2%80%9D/ MENGIDENTIFIKASI KONSEP POWER. kelompok. (Morgenthau. Morgenthau. Power terdiri dari segala sesuatu yang dimiliki manusia untuk menentukan dan memelihara kontrol atau kekuasaan atas orang lain dan dia (power) meliputi seluruh hubungan sosial. atau negara bangsa. Namun. Sedangkan Hans J. Spykman. lebih suka mendefinisikan power sebagai suatu hubungan antara dua aktor politik.*Kesamaan balance of power dengan cooperative security.wordpress. collective security and comprehensive security Relevansi Balance of Power faktor bagi rezim untuk cooperative security BALANCE OF POWER AND THE CREATION OF ASEAN http://frenndw. power didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggerakkan manusia agar mengikuti kebiasaan yang diinginkan pemilik power melalui cara persuasi dan paksaan. atau apakah power dianggap sebagai hubungan antara dua aktor politik yang memeiliki keinginan berbeda? Secara harfiah. 1973: 9) Sebagai unit multidimensional. Salah satu masalah yang diperdebatkan adalah apakah power dipandang sebagai sebuah atribut perseorangan. mulai dari kekerasan psikologis yang tidak kentara melaului mana seseorang bisa mengontrol orang lain. dimana aktor A memiliki kemampuan untuk mengontrol atau mengendalikan pemikiran serta tindakan aktor B. Dari pengertian ini. power dapat dilakukan dengan menggunakan cara kekerasan seperti paksaan dan dengan cara coorperative seperti persuasi. sampai sekarang definisi mengenai konsep power itu sendiri masih menjadi sebuah perdebatan. power berarti kekuatan atau kekuasaan. power memiliki lima dimensi utama. dimana Deutsch . BALANCE OF POWER DAN HEGEMONIC STABILITY Diposkan oleh Dinar Prisca Putri pada 00:35 Oleh: Dinar Prisca Putri Power merupakan sebuah konsep yang seringkali digunakan dalam ranah politik dan juga dalam lingkup hubungan internasional.

besar kecilnya biaya yang dianjurkan oleh salah satu pihak berbanding lurus dengan penentuan pengaruh yang dijalankan. meliputi scope (ruang lingkup). yaitu internal domain (wilayah dan populasi dalam batas-batas suatu negara) dan eksternal domain (wilayah dan populasi di luar batas suatu negara tetapi masih termasuk ke dalam “wilayah pengaruh”). range didefinisikan sebagai sebuah perbedaan antara imbalan yang tertinggi (keikutsertaan) dengan hukuman terburuk (pencabutan hak) yang bisa dilimpahkan atau dibebankan oleh si pemegang power kepada beberapa orang di dalam domainnya. range) yang spesifik dan bisa diukur. Deustch ingin menunjukkan suatu kumpulan atau koleksi semua perilaku kelas-kelas tertentu. maka perlu adanya suatu . yaitu domain membahas tentang kepada apa dan siapa power tersebut dilaksanakan. yaitu komponen internal (menggunakan statistik anggaran belanja pemerintah dan menentukan berapa banyak pengeluaran pemerintah untuk keamanan umum dan kesejahteraan sosial) dan komponen eksternal (secara logis mengikuti bahasan range internal power). Kemuadian. jalur ekonomis. (Ibid: 34) Kumpulan tersebut meliputi semua jenis aktivitas pemerintah dalam lingkup internal dan eksternal. (Deutch: 32) Range power sendiri juga dapat dibagi menjadi dua komponen. (Baldwin. ada beberapa kategori yang mampu mengklasifikasi jalur suatu pengaruh dalam hubungan internasional. Sedangkan yang dimaksud dengan costs adalah biaya yang dikeluarkan A dan B sama-sama relevan terhadap penilaian pengaruh. melalui dimensi scope (ruang lingkup). Deutsch membagi domain menjadi dua bagian. costs dan means. kelima dimensi power tersebut. teritorial. dan jalur diplomatis. Jadi. dan kekayaan. jalur militer. domain. yakni: jalur simbolik. Power tentunya biasa dilaksanakan terhadap rakyat.mengemukakan tiga dimensi power (scope. hubungan dan pergaulan yang secara efektif tunduk kepada power pemerintah. Pertama. domain.1989) Artinya. range. Oleh Baldwin (1985). Dimensi kedua. Dimensi kelima adalah means. Karena power yang dimiliki oleh tiap-tiap negara itu berbeda-beda.

balance of power ini muncul karena adanya suatu pengaruh besar dalam bidang militer dan teknologi oleh negara pemilik power yang besar. kontrol secara terus-menerus dari kompetisi akibat langkanya sumber daya atau nilai-nilai konflik. Asumsi dasar terbentuknya teori ini adalah adanya stabilitas sistem internasional yang membutuhkan . Anarki yang dimaksud ialah kompleksitas sistem kedaulatan negara yang memicu munculnya dilema keamanan (security dilemma). Pertama. keberagaman kedaulatan negara yang mucul haruslah tidak tunduk pada keterpaksaan dari salah satu legitimasi kedaulatan negara lain yang lebih berkuasa. (4) pemahaman implisit di antara para pemimpin negara yang besar bahwa kesinambungan distribusi kekuatan akan menguntungkan mereka. Sedangkan hegemonic stability menjelaskan tentang keberadaan rezim yang memiliki daya tarik nyata dan menjelaskan bahwa sistem ekonomi internasional sebagai bentuk power daripada sebuah rational exchange. Ketiga. yang muncul karena tidak adanya satu otoritas yang menguasai aktor-aktor tersebut. Kedua. dan potensi power diantara aktor politik yang masuk dalam suatu sistem. Walaupun pada kenyataannya. hegemoni suatu negara itu tidak dapat dihilangkan dengan menggunakan sistem perimbangan kekuatan (balance of power). yang kemudian disebut sebagai hegemoni. Dengan kata lain. Balance of power dalam sistem kekuasaan ini muncul untuk menghasilkan tiga kondisi. yaitu (1) multiplisitas aktor-aktor politik yang berdaulat. Konsep hegemoni dalam hubungan internasional dapat diartikan sebagai sebuah negara yang memimpin suatu kelompok negara. Adapun latar belakang dari teori hegemoni stabilitas ini karena adanya sistem anarki internasional yang sangat diagungkan oleh kaum neorealis.keseimbangan antara power yang dimiliki masing-masing negara. kekayaan. Ernst Hans mengasumsikan empat prasyarat bagi eksistensi sistem balance of power. yang disebut sebagai balance of power. balance of power digunakan untuk mencegah terjadinya sistem hegemoni yang didefinisikan sebagai sebuah dominasi suatu negara terhadap negara atau kelompok negara lain. Secara sistemik. Perimbangan kekuatan (balance of power) bukanlah konsep yang mudah diukur. menyamaratakan distribusi status. (2) distribusi kekuatan yang relatif tidak seimbang di antara aktor-aktor politik yang membentuk sistem tersebut (3) persaingan dan konflik yang berkesinambungan di antara aktor-aktor politik yang berdaulat.

Pengantar Hubungan Internasional: Keadilan dan Power..dominasi tunggal sebuah negara dengan tujuan memperkuat aturan interaksi antar anggota yang paling penting dalam sistem internasional. Routlage Key Guides: New York. DAFTAR PUSTAKA Burchill. International Relation: The Key Concept. Mc Keown. Scott.com . dan James H. International Organization:Hegemonic Stability Theory and 19th Century Tarrif Levels in Eourope. Theodore A. Wolfe. http://dinarprisca. Politics Among Nations: The Struggle for Power and Peace. Abardin: Bandung Griffiths. Columbis. dapat disimpulkan bahwa definisi dari konsep power yang beranekaragam dan masih menjadi perdebatan oleh para ilmuwan politik tersebut telah menimbulkan pemahaman yang kompleks tentang balance of power maupun hegemonic stability. Teori Stabilitas Hegemoni APR 26 Posted by Renny Candradewi 1 Votes Renny Candradewi 070810532 rennycandradewi@yahoo. Martin dan O’Callaghan. Menurut saya. 1973. Terry. 1983.com/2010/04/mengidentifikasi-konsep-power-balance. Namun.. di sini saya setuju dengan teori stabilitas hegemoni.blogspot. Balance of Power.html Power. Timothy J. 2006. 2005. Knopf: New York. Hans J. dimana hegemoni akan sulit untuk dihapuskan karena tiap negara yang mempunyai hegemoni pasti akan senantiasa memiliki kemampuan untuk mempengaruhi negara lain agar negara tersebut bisa dikendalikan oleh pemilik hegemoni. Palgrave Macmillan: New York. Morgenthau. 1990. Theories of International Relations Third Edition. MIT Press.

2008).40-41). sumber alam dan kapasitas industri. maka negara tersebut bisa diasumsikan negara kuat. Dan power merupakan subjek utama dalam hubungan internasional yang takkan pernah kehilangan pengaruhnya untuk menyediakan berbagai alasan maupun jawaban dalam konteks politik internasional. Robert Dahl (2002). p. p. dukungan luar negeri dan ketergantungan. Power menurut Marxisme ditentukan oleh dominasi kelas yang lebih tinggi kepemilikan faktor produksi untuk bisa menindas kelas marjinal. Definisi power suatu negara menurut liberal ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan industrialisasi. Kedua. Walaupun demikian tidak terdapat konsesus resmi definisi balance power secara tepat (Emmers. reputasi. Intangible power meliputi kepimimpinan dan kepribadian. Manakala mendefinisikan suatu power maka sebagian besar akan merujuk pada konsepsi pemikiran realis. 2004. dan negarawan—statesmen. kita mesti memahami perkembangan power di negara besar dan negara kecil. power menurut Robert Dahl adalah kemampuan suatu negara untuk membuat negara lain melakukan sesuatu yang semula tidak diinginkannya. 2008). jumlah sumber daya alam atau populasi (Mingst. tipe pemerintahan. efisiensi organisasi birokrasi. Menurut seorang realis. kekuatan militer dan mobilitas (Anonim. kapabilitas suatu negara banyak sekali ditentukan oleh sejuumlah power yang ia miliki.41 ). beragam pandangan definisi tersebut terletak pada pemahaman pada berbagai istilah yakni sebagai suatu simbol. Ditinjau dari segi pemikiran dan teori sistem internasional oleh Geopolitik. sehingga perilaku demikian membawa konsekuensi pada tingkat beragam pengertian pada setiap orang berbeda. 2004. . situasi. dan sistem (Emmers. Dalam bukunya. Power yang meliputi tangible dan intangible power (Anonim. Power secara alami muncul karena distribusi geografi yang tidak seimbang dari sudut luas wilayah. praktisi. Mendefinisikan esensi power tidaklah mudah. balance of power merupakan konsep yang telah dipegang sepanjang sejarah. Boleh jadi suatu negara tidak memiliki luas wilayah yang signifikan tetapi dilain sisi ia memiliki basis ekonomi dan industri kuat. Balance of power Pada beragam pengertian. 2009). kebijakan. Untuk bisa mengidenfikasikan dan menganalisa konsep awal power dalam hubungan internasional. kapasita pertanian. Robert Dahl mengulas dengan jelas apa yang dimaksud oleh power. Karen A Mingst juga menambah dimensi alami power muncul karena kepemilikan minyak. populasi. Perhatian terhada pwoer terus menerus menjadi kajian yang menarik dan seringkali menimbulkan beragam persoalan. Robert Dahl menamai power sebagai suatu atribut yang melekat secara langsung pada suatu negara ketika ia dibandingkan dengan negara lain. bahkan sampai sekrang masih sering diperdebatkan.Setiap penjelasan selalu dimulai dengan definisi yang tepat. Sedangkan tangible power meliputi wilayah. persatuan masyarakat.

. Balance of power sebagai kolektif reaksi untuk mencegah terbitnya satu kekuatan dominan yang berpotensi mendesak yang lemah. 1741). Balance of power merupakan strategi alternatif melakukan atau mempengaruhi distribusi power. Balance of power sebagai tool efektif untuk melakukan check and balance posisi dan pemetaan power yang dimiliki masing-masing negara.Pengertian yang demikian banyak dan luas sebagaimana diutarakan oleh Inis Claude (1962: 13) disebabkan konsepnya yang mudah dipahami serta banyaknya literatur antara lain sebagai berikut (Sheehan. p. 1996.1-2): 1. Suatu penyusunan hubungan sehingga tidak akan ada negara yang berada pada posisi lebih kuat di atas negara-negara lainnya (Vattel. Balance of power sebagai reaksi yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas keamanan regional antarnegara yang berdekatan. 1978). Balance of Power: merujuk pada hubungan aktual antarnegara dimana power terdistribusi secara paralel pada semua negara (Morgentahu. semakin intensnya kompetisi tersebut. Menjaga keseimbangan: yang lemah seharusnya tidak dihancurkan oleh negara yang lebih kuat → merupakan prinsip yang membentuk kesatuan pada peta politik sejarah Eropa Modern (Stubbs. Balance of power sebagai strategi untuk menciptakan stabilitator regional melalui keikutsertaan dalam aliansi maupun kelompok kerjasama keamanan yang kolektif. Europe’s Catechism. 1. Seperti halnya poin ketiga yang mana balance of power sebagai kolektif reaksi karena adanya kesadaran bersama untuk menghindari munculnya negara yang terkuat di antara yang lainnya. Balance of Power beroperasi melalui aliansi-aliansi yang tidak memberi peluang adanya satu dominan power yang tumbuh lebih kuat sehingga berpotensi mengancam keamanan yang lain (Palmer and Perkins. 1. 1886). makin intens pula adanya ancaman yang memicu kapabilitas ketenangan negara lain yang secara geografis berdekatan. Masa klasik: distribusi power yang sama di antara Princes of Europe → memungkinkan bagi salah satu dari mereka untuk mengganggu ketenangan yang lain (Anonymous. Pada Midieval Era di mana masing-masing kerajaan di Eropa berlomba untuk memperkuat diri. 1954). 1835). 1. 1. Aksi dari negara lain untuk menghambat negara tetangganya untuk menjadi lebih kuat dan menjaga keseimbangan dan kesejajaran antarnegara tetangganya— terdekatnya (Fenelon. 1. 1916). Balance of Power merujuk pada respon untuk melakukan ukuran (pemantauan dan pengawasan) yang ekivalen secara individual maupun kolektif guna meningkatkan power mereka (Claude. 1. 1962).

dimana ada bahaya potensi meletusnya perang. 1977). konsep politis sekaligus strategi kebijakan yang relevan terhadap kondisi empiris situasi politik internasional yang anarkis yang tertuang dalam beragam definisi dan pengertian berbeda. Bagi yang lainnya. tentunya menimbulkan permasalahan tentang bagaimana menggunakan konsep dan istilah balance of power dalam hubungan dan politik internasional. 2004. stabilitas. Salah satu permasalahan intelektual disebabkan oleh power sebagai suatu konsep dan istilah. menyatakan ekonomi dunia liberal yang terbuka memerlukan keberadaan seorang hegemoni atau kekuatan dominan. Dari berbagai pengertian di atas. sehingga dalam jangka absolut. Balance of power menurut sudut pandang realis: memandang masyarakat internasional sebagai aksi-reaksi yang tidak ekivalen—assymetris: power berhadapan dengan weakness. adalah interprestasi berbeda pada tiap orang yang berbeda pula. untuk menjamin bahwa yang kalah—lemah tidak tereliminasi dari sistem dan tidak terserap ke dalam kolosus yang sedang berkembang (Quester. Karena politik internasional yang anarkis perlawanan dengan keamanan dan stabilitas jangka panjang. maupun statesmen sebagai strategi untuk menyusun perjanjian—agreement dalam usaha membela kepentingan nasional. 132). Beberapa diantaranya mengasumsikan “power” tidak hanya mengandung arti kekuatan militer. yakni dengan cara setiap state bertindak saling mengawasi terhadap posisi masing-masing—check and balance.7. Balance of power merupakan efektif tool untuk mendispersi power guna mengurangi potensi konflik dan perang. Hegemoni dan stabilitas dalam ekonomi politik internasional menggunakan kerangka penjelasan yang dikemukakan oleh teori ini. makanation-states semestinya memotori terciptanya keseimbangan dalam sistem power. tetapi juga mengandung implikasi kekuatan politik dan ekonomi—oleh realis disebut tradisional power. OPINI Balance of power merupakan ide. Basis dasar asimetris antar-state tersebut dapat diseimbangkan. . ASEAN sebagai rezim regional menjadi ilustrasi adanya pengaruh faktor balance of power pada perilaku anggotanya yang secara politis saling berseberangan tetapi masih mempertahankan konsep sekuriti sebagai alasan mendasar mendirikan kelompok kerjasama kooperatif maupun satuan organisasi regional yang dijanjikan mampu menciptakan stabilitas dan keamanan kawasan. p. Robert Keohane seorang neo-realis strukturalis mengungkapkan hal serupa yang mana keadaan dunia dengan hegemoni menjamin kestabilan seperti semasa system dunia bipolar (Keohane 1980.1. Balance of Power merupakan prinsip dasar guna merenggangkan power yang sanggup mengintervensi pada satu sisi. p. tetapi juga kemampuan untuk mempengaruhi perilaku state lain (Sheehan. power tidak hanya menyangkut aktivitas spesifik seperti tersebut di atas. Secara khusus. Teori Stabilitas Hegemoni oleh Charles Kindleberg. kemudian dipelajari menjadi panduan kebijakan politik luar negeri baik oleh praktisi hubungan internasional—untuk memahami perilaku kolektif states.). keamanan.

Sumber kekuatan ekonomi menurut teori stabilitas hegemoni Kindleberg terdapat pada tiga hal. hingga pada level optimal mencegah potensi agresi perang.185) Dari pengertian di atas. Teori balance of power maka dari itu erat kaitannya dan kedudukannya selaras dengan pandangan tradisional realis mengenai hubungan internasional. p.secara tidak langsung dimaksudkan untuk menyediakan kondisi internasional yang stabil dan damai (Emmers. Kekuatan hegemoni harus mampu membuat dan menjaga keberlangsungan peraturan yang ia buat dipatuhi oleh seluruh negara. 2004. Menurut teori ini ekonomi pasar terbuka terdapat collective dan public good: adalah good yang setiap konsumsi oleh individual atau yang lainnya tidak mengurangi kuantitasnya atau akan selalu tersedia bagi konsumer yang lainnya. p. kesatuan. merupakan mekanisme penting untuk menstabilkan komunitas internasional (Sheehan.42). yakni hegemoni. Antonio Gramsci menyatakan memelihara sistem hegemoni haruslah didukung oleh kekuatan negara besar. Maka dari itu. Adalah tugas seorang negarawan—statesmen untuk mendemonstrasikan dan memprioritaskan kepentingan masing-masing berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi dengan membuat kebijakan dan penyesuaian berdasarkan tujuan menciptakan stabilitas yang kondusif. Hegemoni selain menanggung beban adanya free rider dan kecurangan (monopoli) mendapatkan keuntungan karena sphere of influence-nya meluas. .8. Namun. yang pada intinya untuk mencegah terbitnya hegemoni dengan mengijinkan semua state untuk memelihara identitas. di dalam balance of power terdapat konsep national interestdan objectives antara lain tujuan fundamentalnya adalah menolak adanya hegemoni secara regional maupun global. Balance of power sebagai suatu strategi umumnya diterapkan oleh hegemon untuk mencegah timbulnya satu kekuatan yang sanggup menyaingi sphere of influencenya. Berkaitan erat dengan power. Morgenthau berpendapat bahwa balance of power dan politik luar negeri yang diciptakan untuk diraih dan dipelihara bukanlah hal yang tidak mungkin. ia berhak menetapkan siapa yang berhak masuk dan siapa yang tidak. dan independensinya.). p. dan kepentingan sama. Singkatnya. konsumer dapat mengkonsumsi good tersebut tanpa harus membayarnya. norma liberal. 1955. sekaligus sebagai faktor penstabil dalam masyarakat negara-negara yang berdaulat Morgenthau. dan pengaruh dapat kemudian lebih potensial ditingkatkan.power. Jika tidak terdapat kekuatan negara-negara besar yang mendukungnya maka sistem hegemoni tersebut akan sangat mudah sekali kolaps. intinya teori balance of power sebenarnya merupakan konsep penting dalam menciptakan dan memelihara stabilitas komunitas internasional. Kekuatan hegemoni dalam menjaga kestabilan ekonomi terletak pada komitmen untuk mematuhi peraturan dan norma-norma internasional yang ia tetapkan misalnya norma yang dibentuk dalam rezim internasional. dan lain sebagainya. kendala yang muncul mengancam sistem hegemoni tersebut ialah adanya free rider dan kecurangan. 1996. lebih dari itu. Menjadi hegemoni dan mempertahankan sistem yang mendukung hegemoni bukanlah hal yang mudah.

Semakin sphere of global influenceterdispersi ke mana-mana. Jika tidak sanggup mempertahankan keeskistensiannya. Yang membuat integrasi ekonomi terjadi pada level yang sangat signifikan. Ketiganya saling komplementer dari pada kontradiktif. Jika kekuatan hegemoni tersebut tidak mampu bertahan dari ancaman-ancaman tersebut. karenanya hegemoni mesti fleksibel dalam melakukan berbagai penyesuaian. dan sementara ia sibuk memlihara sistem supaya stabil. dalam hal ini disebutkan oleh seorang hegemon. 2007). Fase yang menjelaskan turunnya pamor hegemoni adalah ketika (1) peraturan-peraturan yang dibuat sudah tidak ditaati oleh negara-negara lain. (3) adanya negara core baru yang muncul dari negara periphery maupun semiperiphery. maka ia cenderung akan mengalami diintegrasi (collaps) (Flint. hegemoni mengalami berbagai tantangan antara lain free rider. Teori stabilitas hegemoni. Pertanyaan berikutnya. maka kekuatan hegemoni perlahan akan menurun. makin sulit memelihara pengaruhnya supaya tetap stabil (Kindleberger. ketika faktor politik dan lingkungan dilibatkan. ekonomi internasional bergerak berdasarkan supply and demand aktoraktor ekonomi di luar state. Secara langsung keamanan dan politik menjadi lingkungan tempat berkembangnya ekonomi internasional. Artinya tidak ada faktor lain yang diikutsertakan dalam telaah dinamika ekonomi politik internasional. 1981. masingmasing aktor bergerak dengan memaksimalkan interest masing-masing.251). Hal ini seolah menyiratkan bahwa perekonomian itu bergerak sesuai dengan invisible hand-nya Adam Smith. jika lingkungan berubah maka ekonomi juga mengikutinya. 2007). Untuk alasan internal dan eksternal. Akan tetapi seolah teori ini menjadi ketinggalan jaman. Negara tetap menjadi aktor utama dan influensial dalam mempengaruhi dan mengarahkan tatanan dunia sesuai dengan yang diinginkan. teori manakah yang paling relevan? Secara pribadi saya ingin berpendapat bahwa tidak ada teori yang benar-benar 100% relevan terhadap tatanan ekonomi internasional sekarang. (2) hegemoni mendapat tantangan dari pergolakan ekonomi domestik dan perlawanan dari entitas yang tidak menyukainya.Norma liberal yang dianut dalam ekonomi politik internasional mendukung pernyataan bahwa sistem pasar terbuka beoperasi berdasarkan rasional yang berjalan dengan sendirinya dimana terdapat supply bertemu dengan demand (mekanisme pasar). negaranegara lain mendapatkan keuntungan lebih dari berjalannya sistem. Suatu hegemoni mutlak diperlukan untuk menjaga kestabilan politik dan keamanan. serta (Gilpin. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi satu sama lain dimana ekonomi internasional tidak bisa dipisahkan dari politik dan kebijakan suatu negara apalagi yang berkaitan dengan isu keamanan. 1987). Dalam hal tertentu. cheating. p. isu keamanan dan politik menjadi subjek utama yang mengakibatkan dinamika pada ekonomi internasional. Sehingga bisa juga ditarik kesimpulan ekonomi dan lingkungan saling berhubungan. Penurunan hegemoni dapat dijelaskan melalui empat fase hegemoni teori sistem dunia Modelsky (Flint. Pasar cenderung bersifat dinamis. Hegemon .

68-72. 2008. The Balance of Power: History and Theory. London: Palgrave Macmillan Emmers.. 10. 2004. maka dinamika itu merupakan suatu yang abadi. 2001..com/2010/04/26/power-balance-of-power-teori-stabilitashegemoni/ . John and Steve Smith. Michael. 2001. New York : Routledge Publishing.al. ins: Baylis. Burchill. Scott.berperan untuk menciptakan environment yang favorable buat ladang subur perekonomian. Hobden.wordpress. 3. The Essentials of International Relations. Power dan Kapabilitas Negara-Bangsa dalam Pengantar Hubungan Internasional. REFERENSI Mingst. 1-23. 1996. Cooperative Security and Balance of Power in ASEAN and The ARF. 2009. 40-60. Wallerstein. The Modern World-system. London: Oxford University Press. 53-96. Inilah yang membentuk sistem secara utuh dan dinamis. p. Surabaya: Universitas Airlangga http://frenndw. Teori sistem dunia modern memegang peran lainnya dalam menyediakan bukti bahwa perekonomian cenderung menciptakan sistem hierarki antara negara yang terklasifikasi dalam negara core dan negara periphery. Ralf. p. “Marxist Theories of International Relations”. New York: Norman Pub. Ch. ada yang tergantung dan ada yang menggantungkan diri. Manakala salah satu variabel diatas mengalami pergeseran dan perubahan either insignifacantly nor indisively. Immanuel. New York: Routledge Publishing. 2004. New York: Academic Press. et. p 200-226. 10-39. Menurutnya ini adalah hal yang terjadi secara natural. Sheehan. The Globalization of World Politics. Negara tetap secara politis berperan mengurangi batasan-batasan ekonomi yang mesti dicapai dalam suatu insitusi bersama dimana persaingan negatif akibat konflik kepentingan bisa dinegosiasikan. Theories of International Relations. Anonim. Stephen and Richard Wyn Jones. 1974. Karen. Ch.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful