P. 1
Tumor Medulla Spinalis

Tumor Medulla Spinalis

|Views: 1,479|Likes:
Published by Tunggal Purwatisari

More info:

Published by: Tunggal Purwatisari on May 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

TUMOR MEDULA SPINALIS

PENDAHULUAN Jumlah tumor medula spinalis mencakup kira-kira 15 % dari seluruh neoplasma susunan saraf. Tumor-tumor intraspinal dapat berasal dari substansi medulla spinalis itu sendiri (intrameduler) atau menekan medulla spinalis dari luar (ekstrameduler). Tumor ekstrameduler dapat berada di dalam dura (intradural) atau di luar dura (ekstradural). Prevalensi tumor medulla spinalis lebih sedikit dibandingkan tumor intrakranial, dengan rasio 1:4. Sedangkan tumor primer di medulla spinalis sangat jarang, insidensinya hanya 1,3 per 100000 populasi. Terutama ditemukan pada dewasa muda atau usia pertengahan dan jarang pada usia anak atau usia tua. Berbeda dengan tumor intrakranial, umumnya tumor spinal adalah jinak dan gejala yang timbul teruatama akibat efek penekanan pada medulla spinalis bukan akibat invasi tumornya. Oleh karena itu sebagian tumor intraspinal dapat dilakukan tindakan eksisi sehingga deteksi dini adanya tumor dapat mencegah defisit neurologis yang lebih berat.1,2 Tipe pada tumor intra spinal hampir sama dengan tumor intrakranial. Dapat berasal dari sel parenkim medulla spinalis, serabut saraf, selaput myelin, jaringan vaskuler intraspinal, rantai simpatik, atau kolumna vertebralis. Segmen yang paling sering terkena adalah segmen torakal (50%), servikal (25%), dan lumbosakral (20%). Sedangkan frekwensi menurut lokasinya adalah 55% tumor epidural, 40% tumor intradural-ekstrameduler dan 5% tumor intrameduler.1,2,3 Satu hal yang harus diperhatikan bahwa berbagai bentuk tumor dapat terjadi pada spinal dan terdiri atas tumor leukemic, lymphoma, myeloma atau tumor lainnya. Tumor spinal yang terjadi pada medula spinalis sebagian besara adalah ependymoma atau glioma. Sebab terjadinya tumor medula spinalis masih belum diketahui. Pada beberapa kasus tumor dapat disebabkan oleh defek genetik.

Karena pertumbuhan tumor sendiri, sel, radiks saraf, pembuluh darah, meningea, bahkan tulang belakang dapat terkena.4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Anatomi Medula Spinalis Medulla Spinalis merupakan bagian dari Susunan Syaraf Pusat. Terbentang dari foramen magnum sampai dengan L1, di L1 melonjong dan agak melebar yang disebut conus terminalis atau conus medullaris. Terbentang dibawah conu terminalis serabut-serabut bukan syaraf yang disebut filum terminale yang merupakan jaringan ikat.

2

Gambar 1 Medulla Spinalis Tiga puluh satu pasang nervus spinal keluar dari medulla spinalis melalui foramen intervertebralis. Mereka meninggalkan sistem saraf pusat dan menandakan awal sistem saraf perifer. Tiga puluh satu pasang saraf ini diberi nama sesuai dengan tingkat kolom vertebra: * cervical (C) - 8 pasang saraf * thoracic (T) - 12 pasang saraf * lumbar (L) - 5 pasang saraf * sacral (S) - 5 pasang saraf * coccygeal - 1 sepasang saraf Nervus spinalis ini mengandung serabut eferen (motor) yang membawa impuls saraf dari medulla spinalis ke perifer seperti otot, dan serabut aferen (sensorik) yang membawa impuls sensorik dari perifer ke medulla spinalis. Medulla Spinalis adalah bagian dari sistem saraf pusat (SSP), yang memanjang kearah kaudal dan dilindungi oleh struktur vertebra. Medulla spinalis dibungkus oleh tiga lapisan sama seperti otak yakni duramater, arachnoidmater dan yang paling dalam piamater. Pada orang dewasa kebanyakan hanya menempati bagian atas dua-pertiga dari kanalis vertebralis sebagai pertumbuhan tulang yang menyusun tulang punggung secara proporsional lebih cepat dibandingkan dengan sumsum vertebra. Menurut lokasi rostrocaudalnya sumsum vertebra dapat dibagi menjadi empat bagian: cervical, toraks, lumbal dan sakral, dua di antaranya ditandai

3

1 Setiap pasangan nervus spinalis mempersarafi daerah tertentu dari tubuh dengan neuron sensorik dan motorik. Substansia nigra dapat dibagi menjadi cornu dorsalis. Di kedua sisi lateralnya. yang menghubungkan saraf aferen dan eferen. dimana terdapat fissura anterolateral dan posterolateral. cornu ventralis.3 Ramus komunikans substantia alba saraf yang bercabang dari saraf vertebra khusus di daerah dada dan bagian atas vertebra lumbar. dorsolateral. Serabut saraf sensorik dan stimulus dari daerah kulit yang dipersarafi disebut dermatom.2 Pusat urat saraf vertebra terdiri dari substantia nigra. dan bagian centromedial mengelilingi canalis medulla spinalis.oleh pelebaran bagian atas (servikal) dan pelebaran bagian bawah (lumbar). cornu intermedia. dimana radiks spinalis yang secara paralel membentuk cauda equine. yang terhubung oleh commisura anterior dan posterior. Substantia nigra medulla spinalis dikelilingi oleh upper dan lower neuron sensorik dan motorik yang terdiri dari materi putih bermielin. Substantia alba semakin berkurang sampai di akhiran medulla spinalis. Mereka adalah serabut preganglionik yang memanjang dari saraf vertebra ke ganglion 4 . disitu terdapat titik dimana radiks spinalis keluar yang akhirnya membentuk medulla spinalis. Substantia alba secara konvensional dibagi menjadi funikulus dorsal. cornu ventralis neuron motorik dan cornu lateral menginervasi sistem saraf simpatik. walaupun susunan dari substantia nigra dan substantia alba berbeda di setiap tingkatan rostrocaudal. Substantia tampah seperti gambaran kupu-kupu di sekitar kanal pusat dan dibagi menjadi tiga pasang cornu. dan bersatu dengan subtantia nigra membentuk membentuk conus terminalis. pada medulla spinalis substantia nigra dikelilingi substantia alba. sel body neuron dari akson tidak bermielin neuron motorik dan juga interneuron. Sepanjang median sagittal. lateral. fissure anterior dan posterior membagi medulla spinalis menjadi dua bagian simetris. ventral dan ventrolateral. Separuh dari tiap bagian berbentuk bulan sabit. Tidak seperti otak. Serabut saraf motorik dan otot-otot yang dipersarafi disebut myotomes. Cornu dorsalis neuron sensorik.

2. seperti neurofibromatosis dan tuberous sclerosis.osteoma dankondroma. Tumor dapat menyebar ke spinalis dari tempat lain (metastasis) yang disebut tumor spinalis sekunder. Neuroblastoma. Ependinoma. c) berasal dari selaput otak disebut Meningioma. 2) ganas yang berasal dari a) jaringan saraf seperti. b) serabut saraf disebut neurinoma (Schwannoma).6 Sebagian kecil tumor medulla spinalis terjadi di saraf medulla spinalis itu sendiri. Ramus komunikans substantia nigra adalah serabut postganglionik dari cranial kembali ke vertebra. Tumor Medulla spinalis adalah tumor di daerah spinal yang dapat terjadi pada daerah cervical pertama hingga sacral. Etiologi Pada sejumlah kecil individu. Astrocytoma. B. pelvis dan tumor payudara. Tumor Medula Spinalis Definisi Tumor medula spinalis adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya dan biasanya menimbulkan gejala-gejala karena keterlibatan medula spinalis atau akar-akar saraf. Kebanyakan adalah ependyoma dan glioma lainnya. perut. Glioma. Tumor spinalis umumnya lebih sedikit dibanding 5 . atau paparan radiasi. Beberapa tumor spinalis primer terjadi karena defek genetic. Penyebab tumor spinalis primer tidak diketahui. yang dapat dibedakan atas. d) jaringan otak. Tumor dapat berawal di jaringan spinalis yang disebut tumor spinalis primer. Tumor sekunder: merupakan anak sebar (metastase) dari tumor ganas di daerah rongga dada. b) sel muda seperti Kordoma.saraf simpatik. tumor SSP dapat disebabkan penyakit genetik tertentu. Tumor primer: 1) jinak yang berasal dari a) tulang. 1.

berdasarkan letak anatomi dari massa tumor.8 Faktor risiko lainnya yang menyebabkan tumor SSP primer termasuk ras (Kaukasian lebih sering didapatkan tumor SSP dari ras lain) dan penduduk. Riwayat genetik terlihat sangat berperan dalam peningkatan insiden pada keluarga tertentu atau syndromic group (neurofibromatosis). diklasifikasikan menjadi tumor intradural dan tumor ekstradural. yang merupakan kelainan pada kromosom 22. Tumor medula spinalis dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Astrositoma dan neuroependymoma merupakan jenis yang tersering pada pasien dengan neurofibromatosis tipe 2. kelompok ini dibagi dari hubungannya dengan selaput menings spinal.9 3. Kelompok yang dominan dari tumor medula spinalis adalah metastasis dari proses keganasan di tempat lain.tumor otak primer. tetapi kebanyakan muncul dari pertumbuhan sel normal pada tempat tersebut. Spinal hemangioblastoma dapat terjadi pada 30% pasien dengan von hippel-lindou syndrome sebelumnya. Pertama.yang merupakan abnormalitas dari kromosom 3. Selanjutnya. memiliki kesempatan lebih besar mengidap tumor otak. Tumor medulla spinalis dapat terjadi : Didalam medulla (intramedularis) Dalam membrane (mening) menutupi medulla spinalis (exramedularisintradural) Diantara meninges dan tulang spinalis (extradural) Atau tumor merupakan perluasan dari tempat lain.7 Patogenesis dari neoplasma medula spinalis belum diketahui. termasuk yang digunakan untuk memproduksi bahan bangunan atau plastik dan tekstil. Kebanyakan tumor spinalis adalah extradural.serta tumor yang tumbuh pada ruang 6 . Klasifikasi Tumor pada medulla spinalis dapat dibagi menjadi tumor primer dan tumor metastasis. tumor intradural sendiri dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu tumor yang tumbuh pada substansi dari medula spinalis itu sendiri – intramedullary tumours. Pekerja di tempat yang berhubungan dengan kontak radiasi pengion atau bahan kimia tertentu.

a. b. . dan lambung ◊ Tumor ekstradural pada umumnya berasal dari kolumna vertebralis atau dari dalam ruangan ekstradural. Tumor Ekstradural ◊ Tumor ekstradural terutama merupakan metastase dari lesi primer di payudara. sebagian besar tumor di daerah ini merupakan neurofibroma atau meningioma jinak . Neoplasma ekstradural dalam ruangan ekstradural biasanya karsinoma dan limfoma metastase.Tumor Intramedular Berasal dari dalam medula spinalis itu sendiri. Tumor Intradural Berbeda dengan tumor ekstradural tumor intradural pada umumnya jinak. Ekstradural Chondroblastoma Chondroma Hemangioma Lipoma Lymphoma Meningioma Metastasis Neuroblastoma Neurofibroma Osteoblastoma Osteochondroma Osteosarcoma Intradural ekstramedular Intradural intramedular Ependymoma. prostat.subarachnoid (extramedullary). ginjal.Tumor Ekstramedular Terletak diantara durameter dan medula spinalis. tiroid. tipe Astrocytoma myxopapillary Epidermoid Lipoma Meningioma Neurofibroma Paraganglioma Schwanoma Ependymoma Ganglioglioma Hemangioblastoma Hemangioma Lipoma Medulloblastoma Neuroblastoma Neurofibroma Oligodendroglioma Teratoma 7 . paru-paru.

kompresi.Sarcoma Vertebral hemangioma Tabel 1 distribusi anatomi dari tumor medulla spinalis berdasarkan gambaran histologisnya 4. Dengan tumor medulla spinalis intramedulla. Meskipun semuanya mengenai orang-orang dari segala usia. Patofisiologi Tumor intramedulla menyusup dan menghancurkan parenkim medula. Insidensi Insidensi tumor medulla spinalis terjadi 1. Bahkan secara histologi jinak-muncul ependymomas medulla spinalis dapat bermetastasis dengan cara ini.1 kasus per 100. bagaimanapun. Ependymomas biasanya lambat. dan lebih cenderung kambuh atau menyebar melalui ruang CSF.200 tumor sistem saraf pusat didiagnosis setiap tahun pada anak di bawah usia 20. fungsi neurologi pasien lebih memburuk. dan hasil reseksi visual anatomis yang besar dalam pengobatan. Hampir 3. tumor medulla spinalis paling sering terjadi pada usia dewasa muda dan paruh baya. impuls listrik yang dibawa dan dikirim untuk memfasilitasi gerakan dan sensasi.10 Tumor medulla spinalis umumnya lebih sedikit dibanding tumor otak. dan peregangan dari system serabut menyebabkan hilangnya fungsi motorik dan sensorik.10 5. Nyeri dan defisit neurologis timbul sebagai akibat dari peregangan progresif dan distorsi serat saraf. Sejalan pertumbuhan tumor. dapat meluas lebih dari beberapa segmen medulla spinalis atau menyebabkan suatu syrinx.9 8 .000 orang. Biasanya gambaran anatomi yang jelas terdapat saat operasi. tumor berkapsul yang secara histologis jinak.8 Patofisiologi tumor medulla spinalis intrameduler bervariasi sesuai dengan jenis tumor. Subtipe anaplastik yang langka dapat invasif. Medula spinalis terdiri dari banyak berkas saraf yang naik dari dan turun ke otak.

neoplasma melanositik). Dua per tiga dari ependydoma muncul pada daerah lumbosakral. lebih jarang hemangioblastoma dan tumor neuroektodermal primitif. Ependymoma merupakan tumor intramedular yang paling sering pada orang dewasa.2 Histologi Tumor sel glia Ependymoma Astrositoma Schwanoma Meningioma Lesi vascular Chondroma/chondrosarkoma Insiden 3% 13%-15% 7%-11% 22%-30% 25%-46% 6% 4% Jenis tumor yang lain 3%-4% Tabel 2 Distribusi insiden tumor primer medulla spinalis berdasarkan histology Tumor intradural intramedular yang tersering adalah ependymoma. 9 . akar saraf atau meningens. Tumor ini dapat muncul pada semua umur.Jumlah tumor medula spinalis mencakup kira-kira 15 % dari seluruh neoplasma susunan saraf.1.11 Diperkirakan 3% dari frekuensi astrositoma pada susunan saraf pusat tumbuh pada medula spinalis. astrositoma dan hemangioblastoma. Tumor ini lebih sering didapatkan pada orang dewasa pada usia pertengahan(30-39 tahun) dan lebih jarang terjadi pada usia anak-anak. Metastasis ke dalam kompartemen intradural kanalis spinalis jarang terjadi (paraganglioma. Tumor medula spinalis yang paling sering pada intrameduler adalah glioma. Tipe lainnya yang sering adalah astrositoma. servikal (20%). insidensi ependidoma kira-kira sama dengan astrositoma. Sebagian besar tumor-tumor intradural tumbuh dari konstituen seluler medula spinalis dan filum terminale. ependimoma. Lokasi tumor medula spinalis: Thorak (50%). lumbal (30%). dan ganglioglioma. Sebagian besar tumor primer medula spinalis tumbuh pada intradural.

kadang-kadang melebihi besar bagian tubuh. schwanoma merupakan jenis yang tersering (53.tetapi yang tersering pada tiga dekade pertama. Astrositoma juga merupakan tumor spinal intramedular yang tersering pada usia anak-anak. Tumor ini jarang ditemukan pada segmen torakal. lumbosakral atau pada conus medialis.7%) dengan insidensi laki-laki lebih sering dari pada perempuan.ekstramedullar tumor.8 : 1. Sekitar 80% dari spinal meningioma terlokasi pada segmen thorakal. tipe tumor. Tumor dapat menyebar ke spinalis dari bagian lain (metastasis) seringnya progresif cepat. dan 2% pada foramen magnum.9 Tumor medulla spinalis (intrameduler) biasanya memberikan gejala.7 Gejala umum dari tumor medulla spinalis termasuk rasa sakit. mati 10 . Diperkirakan 60% dari astrositoma spinalis berlokasi di segmen servikal dan servikotorakal. Tumor diluar medulla spinalis (extramedular) dapat tumbuh lama sebelum menyebabkan kerusakan saraf. Tumor primer seringnya progresif lambat lebih dari minggu sampai tahun. Rasio laki-laki dengan perempuan 1. Tumor intradural ekstramedular yang tersering adalah schwanoma.13 6.7 Umumnya gejala berkembang perlahan dan memburuk sesuai dengan pertumbuhan tumor. dan sekitar 60% pada remaja. pada usia 40-60 tahun dan tersering pada daerah lumbal. 3% pada daerah lumbal.12. Rata-rata terdapat pada usia 36 tahun. Berdasarkan table 2. tercatat sekitar 90% dari tumor intramedular pada anak-anak dibawah umur 10 tahun. dan meningioma.10 Meningioma merupakan tumor kedua tersering pada kelompok intradural. Gejala Klinis Gejala klinis bergantung pada tempat. namun pada pasien dengan von Hippel-Lindau syndrome (VHLS) biasanya muncul pada dekade awal dan mempunyai tumor yang multipel. 25% pada daerah servikal.12 Hemangioblastoma merupakan tumor vaskular yang tumbuh lambat dengan prevalensi 3% sampai 13% dari semua tumor intramedular medula spinalis. Meningioma menempati kira-kira 25% dari semua tumor spinal. dan keadaan umum.

Nyeri tulang belakang dapat meluas ke pinggul. Jika tidak diobati. gaya berjalan spastic. Setiap aktivitas yang meningkatkan tekanan intrakranial (misal. Mati rasa atau perubahan sensorik dapat mencakup penurunan sensitivitas kulit. Nyeri ini sering menetap dan bisa memberat. mual dan muntah. palsy N. penurunan kekuatan otot. spastik (dimana otot-otot berkontraksi tetap kaku). dan kelumpuhan. ritmejalan normal yang disebut ataksia. masalah Motorik dan hilangnya kontrol otot termasuk kelemahan otot.Gejala dapat menyebar di berbagai bagian tubuh ketika tumor satu atau lebih meluas ke beberapa bagian dari medulla spinalis. mengangkat barang atau bersin) dapat memperburuk nyeri. serta atrofi otot sternokleidomastiodeus dan trapezius. Hal ini sering progresif dan dapat terasa terbakar atau sakit. Gejala lainnya adalah pusing. dan gangguan kandung kemih dan atau kontrol buang air besar.IX sampai XI. Gejala klinik berdasarkan lokasi tumor 1) Tumor foramen magnum Gejala awal dan tersering adalah nyeri servikalis posterior yang disertai dengan hiperestesi dermatom daerah vertebra servikalis 2 (C2).rasa atau perubahan sensorik. disatria. mengedan. gejala dapat memperburuk termasuk disfungsi otot. dan lengan. terutama pada kaki. Gejala tambahan adalah gangguan sensorik dan motorik pada tangan dengan pasien yang melaporkan kesulitan menulis atau memasang kancing. Nyeri dapat merasa seolah-olah berasal dari berbagai bagian tubuh.14 2) Tumor daerah servikal 11 . nistagmus. batuk. kaki.7 Gambaran klinik pada tumor medulla spinalis sangat ditentukan oleh lokasi serta posisi pertumbuhan tumor dalam kanalis spinalis a. suhu dan progresif mati rasa atau kehilangan sensasi. rigiditas nuchal. dan masalah motorik dan hilangnya kontrol otot. dan kelemahan ekstremitas. Temuan neurologik tidak selalu timbul tetapi dapat mencakup hiperrefleksia. kesulitan bernafas. tungkai. Perluasan tumor menyebabkan kuadraplegia spastik dan hilangnya sensasi secara bermakna. disfagia.

Keterlibatan tangan pada lesi servikalis bagian atas diduga disebabkan oleh kompresi suplai darah ke kornu anterior melaui arteria spinalis anterior. C6. betis dan kaki. yang mungkin dikacaukan dengan nyeri akibat intrathorakal dan intraabdominal. Nyeri umumnya dialihkan ke selangkangan. C7) dapat menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas (biseps.14 5) Tumor kauda ekuina 12 . Juga terjadi kehilangan refleks lutut dan refleks pergelangan kaki dan tanda babynski bilateral. triseps). Pasien dapat mengeluh nyeri dan perasaan terjepit dan tertekan pada dada dan abdomen.Lesi daerah servikal menimbulkan gejala sensorik dan motorik mirip lesi radikular yang melibatkan bahu dan lengan dan mungkin juga melibatkan tangan. refleks perut bagian bawah dan tanda beevor dapat menghilang.14 4) Tumor daerah lumbosakral Kompresi segmen lumbal bagian atas tidak mempengaruhi refleks perut.14 3) Tumor daerah thorakal Penderita lesi daerah thorakal seringkali datang dengan kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstremitas bagian bawah dan kemudian mengalami parastesia. Pada umumnya terdapat kelemahan dan artrofi gelang bahu dan lengan. Tumor servikalis yang lebih rendah ( C5. Hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia yang disertai gangguan kontrol usus dan kandung kemih merupakan tanda khas lesi yang mengenai daerah sakral bagian bawah. Defisit sensorik membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan ibu jari pada kompresi C6. namun menghilangkan refleks kremaster dan mungkin menyebabkan kelemahan fleksi panggul dan spastisitas tungkai bawah. melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi C7. Lesi yang melibatkan lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum.brakhioradialis. Pada lesi thorakal bagian bawah. dan lesi C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah.

Refleks APR mungkin menghilang. kolaps kolumna vertebralis. muncul gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. maka dengan cepat fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali. Sindrom akibat kerusakan separuh medula spenalis ini ditandai dengan tanda-tanda disfungsi traktus kortikospinalis dan kolumna posterior ipsilateral di bawah tingkat lesi. gastrocnemius. dan paling berat terjadi pada malam hari. bersin atau mengedan. Begitu timbul gejala kompresi medula spinalis. atau perdarahan dari dalam metastasis.14 b.14 2) Lesi Intradural a) Intradural Ekstramedular Lesi medula spinalis ekstramedular menyebabkan kompresi medula spinalis dan radiks saraf pada segmen yang terkena.. Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar dan posisi sendi di bawah tingkat lesi merupakan tanda awal kompresi medula spinalis. kelemahan dan atrofi dari otot-otot termasuk gluteus. Perjalanan klinis tumor berdasarkan letak tumor dalam kanalis spinalis 1) Lesi Ekstradural Perjalanan klinis yang lazim dari tumor ektradural adalah kompresi cepat akibat invasi tumor pada medula spinalis. Seperti pada tumor ekstradural. yaitu sewaktu tulang belakang memanjang setelah hilangnya efek pemendekan dari gravitasi. Pasien mengeluh nyeri. mula-mula di punggung dan kemudian di sepanjang radiks spinal. Paralisis flaksid terjadi sesuai dengan radiks saraf yang terkena dan terkadang asimetris. dan otot anterior tibialis. otot perut. Tanda-tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum dan perineum yang kadangkadang menjalar ke tungkai. Nyeri yang menghebat pada malam hari disebabkan oleh traksi pada radiks saraf yang sakit. Defisit sensorik mula-mula tidak 13 . batuk. nyeri diperberat oleh traksi oleh gerakan.Lesi dapat menyebabkan nyeri radikular yang dalam. Sindrom Brown-Sequard mungkin disebabkan oleh kompresi lateral medula spinalis.

(sama)17 Mielograf selalu digabungkan dengan pemeriksaan CT. tumor 14 . Alt ini dapat menunjukkan gambaran ruang dan kontras pada struktur medula spinalis dimana gambaran ini tidak dapat dilihat denan pemeriksaan yang lain 17 Tumor pada pembungkus saraf dapat menyebabkan pembesaran foramen interverebralis. Tumor yang terletak anterior dapat menyebabkan defisit sensorik ringan tetapi dapat menyebabkan gangguan motorik yang hebat. Kerusakan serabut-serabut yang menyilang ini mengakibatkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas ke seluruh segmen yang terkena. Lesi intra medular yang memanjang dapat menyebabkan erosi atau tampak berlekuk lekuk (scalloping) pada bagian posterior korpus vertebra serta pelebaran jarak interpendilkular. yang menambahkan ataksia pada kelemahan. impotensi pada pria dan gangguan sfingter. Kelemahan yang disertai atrofi dan fasikulasi disebabkan oleh keterlibatan neuron-neuron motorik bagian bawah. Gejala dan tanda lainnya adalah nyeri tumpul sesuai dengan tinggi lesi.14 b) Intradural Intramedular Tumor-tumor intramedular tumbuh ke bagian tengah dari medula spinalis dan merusak serabut-serabut yang menyilang serta neuron-neuron substansia grisea. Defisit sensasi nyeri dan suhu dengan utuhnya modalitas sensasi yang lain dikenal sebagai defisit sensorik yang terdisosiasi. Perubahan fungsi refleks renggangan otot terjadi kerusakan pada sel-sel kornu anterior. Tumor pada sisi posterior dapat bermanifestasi sebagai parestesia dan selanjutnya defisit sensorik proprioseptif. Defisit ini berangsur-angsur naik hingga di bawah tingkat segmen medula spinalis. Pemeriksaan Penunjang Modalitas utama dalam pemeriksaan radiologis untuk mendiagnosa semua tipe tumor medulla spinalis adalah MRI. posisi dan getar umumnya utuh kecuali lesinya besar. Sensasi raba. gerak. yang pada gilirannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit perifer.14 7.jelas dan terjadi di bawah tingkat lesi (karena tumpah tindih dermaton).

intradular – ekstradular memberikan gambaran filling defect yang berbentuk bulat pada pemeriksaan myelogram. Lesi intramedular menyebabkan pelebaran fokal pada bayangan medula spinalis. Gambar 2 MRI Ekstradular 15 .

Gambar 3 MRI tumor medulla spinalis (intradural intramedular) Gambar 4 MRI tumor intradural ekstramedular 16 .

Gambar 5 myelogram normal Gambar 6 myelografi neurofibroma CSS 17 .

sebagian besar penderita tumor akan memperlihatkan gejala osteoporosis atau kerusakan nyata pada pedikulus dan korpus vertebra. bersin atau mengedan. Nyeri yang menghebat pada malam hari disebabkan oleh traksi pada radiks saraf yang sakit. gejala yang mendominasi adalah kompresi serabut saraf spinalis. nyeri diperberat oleh traksi oleh gerakan. pemeriksaan CSS dapat bermanfaat untuk differensial diagnosa ataupun untuk memonitor terapi. sehingga yang paling awal tampak adalah nyeri. Konsentrasi protein yang tinggi serta kadar glukosa dan sitologi yang normal didapatkan pada tumor tumor medulla spinalis. Adanya xanthocromic CSS dengan tidak terdapatnya eritrsit merupakan karakteristik dari tumor medulla spinalis yang menyumbat ruang subarachnoid dan menyebabkan CSS statis pada daerah kaudal tekal sac a. protein dan glukosa. Apabila terjadi obstruksi dari aliran CSS sebagai akibat dari ekspansi tumor.12 Pada tumor ekstramedular. dan paling berat terjadi pada malam hari. Walaupun apabila telah menyebar ke selaput otak. Tumor ekstradural mempunyai perjalanan klinis berupa fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali disertai Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar dan posisi sendi dibawah tingkat lesi yang berlangsung cepat. pasien dapat menderita hidrosefalus. batuk.Pada pasien dengan tumor spinal. yaitu sewaktu tulang belakang memanjang setelah hilangnya efek pemendekan dari gravitasi. mulamula di punggung dan kemudian di sepanjang radiks spinal. Diagnosa Diagnosis tumor medula spinalis diambil berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisis serta penunjang. Defisit sensorik berangsur-angsur naik hingga di bawah tingkat 18 . kadar glukosa didapatkan rendah dan sitologi menunjukkan malignansi. Myelogram dapat memastikan letak tumor. Seperti pada tumor ekstradural. Pada pemeriksaan radiogram tulang belakang. Punksi lumbal harus dipertimbangkan secara hati hati pada pasien tumor medulla spinalis dengan sakit kepala (terjadi peningkatan tekanan intracranial) Pemeriksaan CSS meliputi pemeriksaan sel-sel malignan (sitologi).

dan MRI. Transverse myelitis akut dapat menyebabkan pembesaran korda spinalis yang mungkin hampir sama dengan tumor intramedular.segmen medulla spinalis. Radiografi spinal dapat memperlihatkan pembesaran foramen dan penipisan pedikulus yang berdekatan. tampak pembesaran medulla spinalis. yang pada gilirannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit perifer. Kerusakan serabut-serabut yang menyilang pada substansia grisea mengakibatkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas ke seluruh segmen yang terkena.12 b.18 Diferensial diagnosis antara syringomielia dan tumor intramedular sangat rumit. Sensasi raba. rupture diskus intervertebralis.18 Multiple sklerosis dapat dibedakan dari tumor medula spinalis dari sifatnya yang mempunyai masa remisi dan relaps. adhesive arachnoiditis. Seperti pada tumor ekstradural. CT scan. Kombinasi antara atrofi otot-otot lengan dan kelemahan spastic pada kaki pada ALS mungkin dapat membingungkan kita dengan 19 . dan MRI sangat penting untuk menentukan letak yang tepat. CT scan. syphilis.amyotropik lateral sklerosis (ALS). Radiogram akan memperlihatkan pelebaran kanalis vertebralis dan erosi pedikulus. dan anomaly vascular. radiculitis cauda ekuina. gerak. Pada tomor ekstramedular. Defisit sensasi nyeri dan suhu dengan utuhnya modalitas senssi yang lain dikenal sebagai defisit sensorik yang terdisosiasi. myelogram. anomali pada vertebra servikal dan dasar tengkorak. syringomielia. Pada myelogram. Diagnosa banding Tumor medula spinalis harus dibedakan dari kelainan-kelainan lainnya pada medula spinalis. spondilosis. posisi dan getar umumnya utuh kecuali lesinya besar. karena kista intramedular pada umumnya berhubungan dengan tumor tersebut. kadar proteid CSS hampir selalu meningkat.12 Pada tumor intramedular. multiple sklerosis. arthritis hipertopik. Gejala klinis yang disebabkan oleh lesi yang multiple serta adanya oligoklonal CSS merujuk pada multiple sklerosis. Beberapa diferensial diagnosis meliputi : transverse myelitis.

onset yang tiba-tiba dengan defisit neurologis yang berat.18 8. akan terasa nyeri yang menjalar selama bertahun-tahun sebelum tumor ini menunjukkan gejala-gejala lainnya yang dikenali dan didiagnosis sebagai tumor.tumor servikal. terdapat peningkatan protein CSS yang sangat berarti. Dexametason (DMZ) (decadron) 20 . hampir selalu mengindikasikan suatu tumor ekstradural malignan. seperti karsinoma metastasis atau limfoma. Pada arakhnoiditis. adanya fasikulasi. dengan atau tanpa rupture diskus intervertebralis dapat menyebabkan gejala iritasi serabut saraf dan kompresi medulla spinalis. Apabila sebuah neurofibroma tumbuh pada radiks dorsalis.12 Terapi yang dapat dilakukan pada tumor medulla spinalis adalah : a. Osteoarthritis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan radiologi. Tumor-tumor yang mempunyai pola pertumbuhan yang cepat dan agresif secara histologist dan tidak secara total di hilangkan melalui operasi dapat diterapi dengan terapi radiasi post operasi.18 Anomali pada daerah servikal atau pada dasar tengkorak. Spondilosis servikal. dan atrofi pada otot-otot kaki. Penatalaksanaan Penatalaksanaan untuk sebagian besar tumor baik intramedular maupun ekstramedular adalah dengan pembedahan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan tumor secara total dengan menyelamatkan fungsi neurologis secara maksimal. dengan atau tanpa nyeri. Sebaliknya. Kadang kadang arakhnoiditis dapat memasuki sirkulasi dalam medulla spinalis yang dapat menunjukkan gejala seperti lesi langsung pada medulla spinalis. Tumor dapat disingkirkan apabila didapatkan fungsi sensorik yang normal.18 Tumor jinak pada medulla spinalis mempunyai ciri khas berupa pertumbuhan yang lambat namun progresif selama bertahun-tahun. seperti platybasia atau klippel-feil syndrome dapat didiagnosis melalui pemeriksaan radiologi. Kebanyakan tumor intradural-ekstramedular dapat direseksi secara total dengan gangguan neurologis yang minimal atau bahkan tidak ada post operatif.

21 . fraktur kompresi patologis. Hodgkin. perubahan osteoblastik (mungkin terjadi mieloma. penatalaksanaan sesegera mungkin (bila merawat dengan radiasi. diturunkan (tapering) selam perawatan sesuai toleransi. Selma 2 minggu. Evaluasi radiografi 1) Foto polos seluruh tulang belakang : 67-85% abnormal. sclerosis. 2) Bila lesi epidural.Dosis 100 mg (mengurangi rasa nyeri pada 85% kasus. 2) Bila < 80% blok . analgesik untuk nyeri. Penatalksanaan berdasar evaluasi radiografik : 1) Bila tidak ada massa epidural : rawat tumor primer (misalnya sistemik kemoterapi). teruskan DMZ keesok harinya dengan 24 mg IVP setiap 6 jam selama 2 hari. lalu diturunkan (tappering) selama radiasi. perawatan rutin (untuk radiasi lanjutkan DMZ 4 mg selam 6 jam. MRI dilakukan secepat mungkin. 1) Bila > 80% blok komplit atau perburukan yang cepat . kemungkinan temuan : erosi pedikel (defek pada “mata burung hantu” pada tulang belakang LS AP) atau pelebaran. Penatalaksanaan darurat (pembedahan/ radiasi) berdasarkan derajat blok dan kecepatan deteriosasi. radiasi biasanya seefektif seperti leminektomi dengan komplikasi yang lebih sedikit. adan vertebra scalloping. lakukan pembedahan atau radiasi (biasanya 3000-4000cGy pada 10 kali perawatan dengan perluasan dua level diatas dan dibawah lesi). Ca prostat. mungkin juga menghasilkan perbaikan neurologis) b. dan biasanya Ca payudara) 2) Bila tersedia dan pasien bersedia. terapi radiasi local (XRT) pada lesi bertulang .

dengan tujuan mengangkat tumor seluruhnya. hiperglikemia dan penekanan system imun dengan resiko cushing symdrome dikemudian hari. Kemoterapi Penatalaksanaan farmakologi pada tumor intramedular hanya mempunyai sedikit manfaat.c. Pada pengamatan kurang lebih 8. Walaupun steroid dapat menurunkan edema vasogenik. Kortikosteroid intravena dengan dosis tinggi dapat meningkatkan fungsi neurologis untuk sementara tetapi pengobatan ini tidak dilakukan untuk jangkawaktu yang lama.5 bulan. Terapi radiasi Tujuan dari terapi radiasi pada penatalaksanaan tumor medulla spinalis adalah untuk memperbaiki kontrol lokal. Pengangkatan yang lengkap dan defisit minimal post operasi. Pembedahan Pembedahan sejak dulu merupakan terapi utama pada tumor medulla spinalis. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya sawar darah otak yang membatasi masuknya agen kemotaksis pada CSS. e. Pembedahan juga merupakan penatalaksanaan terpilih untuk tumor ekstramedular. mayoritas pasien terbebas secara keseluruhan dari gejala dan dapat beraktifitas kembali. obat-obatan ini tidak dapat menanggulangi gejala akibat kondisi tersebut.18 d. serta dapat menyelamatkan dan memperbaiki fungsi neurologik. Regimen kemoterapi hanya meunjukkan angka keberhasilan yang kecil pada terapi tumor medulla spinalis. aman dan merupakan pilihan yang efektif. Penggunaan steroid dalam jangka waktu lama dapat menyababkan ulkus gaster. Pembedahan. Indiksi pembedahan • Tumor dan jaringan tidak dapat didiagnosis (pertimbangkan 22 . dapat mencapai 90% pada ependymoma. Tarapi radiasi juga digunakan pada reseksi tumor yang inkomplit yang dilakukan pada daerah yang terkena. 40% pada astrositoma dan 100% pada hemangioblastoma.

lesi seperti abses episural dapat terjadi pada pasien dengan riwayat tumor dan dapat disalahartikan sebagai metastase. 23 . • Setelah pembedahan tumor medulla spinalis pada servikal. Dapat IX. Prognosa Tumor dengan gambaran histopatologi dan klinik yang agresif mempunyai prognosis yang buruk terhadap terapi. kecuali signifikanatau terdapat deteriosasi yang cepat). biasanya terjadi dengan tumor yang radioresisten seperti karsinoma sel ginjal atau melanoma.18 terjadi obstruksi foramen luscchka sehingga menyebabkan hidrosefalus. Pengangkatan total dapat menyembuhkan atau setidaknya pasien dapat terkontrol dalam waktu yang lama. • • Medula spinalis yang tidak stabil (unstable spinal) Kegagalan radiasi (percobaan radiasi biasanya selama 48 jam. Prognosis semakin buruk seiring meningkatnya umur (>60 tahun). Deformitas pada tulang belakang post operasi lebih sering terjadi pada anak anak disbanding orang dewasa.biopsi bila lesi dapat dijangkau). Deformitas pada tulang belakang tersebut dapat menyebabkan kompresi medulla spinalis. Pembedahan radikal mungkin dilakukan pada kasus-kasus ini. Fungsi neurologis setelah pembedahan sangat bergantung pada status pre operatif pasien. • • • Rekurensi (kekambuhan kembali) setelah radiasi maksimal Komplikasi pembedahan Pasien dengan tumor yang gansa memiliki resiko defisit neurologis yang besar selama tindakan operasi.

kelompok ini dibagi dari hubungannya dengan selaput menings spinal. Selanjutnya. berdasarkan letak anatomi dari massa tumor. Insiden dari semua tumor prime medula spinalis sekitar 10% sampai 19% dari semua tumor primer susunan saraf pusat (SSP). Pertama. insidennya meningkat seiring dengan umur. diklasifikasikan menjadi tumor intradural dan tumor ekstradural. dan seperti semua tumor pada aksis saraf.BAB III SIMPULAN Tumor medulla spinalis adalah tumor di daerah spinal yang dapat terjadi pada daerah cervical pertama hingga sacral. tumor intradural sendiri dibagi 24 . Tumor medula spinalis dapat dibagi menjadi tiga kelompok.

vertebra batuk. Setiap aktivitas yang mengangkat barang. diatas C4) diduga disebabkan oleh 25 .IX Servikal dapat hingga mencakup N. bersin) dapat memperburuk nyeri. Lokasi Foramen Magnum Tanda dan Gejala Gejala awal dan tersering adalah nyeri servikal posterior yang disertai dengan hiperestesia meningkatkan mengedan. atau servikal kedua (C2).menjadi dua kelompok yaitu tumor yang tumbuh pada substansi dari medula spinalis itu sendiri –intramedullary tumours. serta atrofi dan otot sternokleidomastoideus tetapi N. menulis Perluasan atau tumor menyebabkan kuadriplegia spastik dan hilangnya sensasi secara bermakna. mual dan muntah. nistagmus. gaya berjalan spastik. dalam TTIK dermatom (misal .XI.serta tumo yang tumbuh pada ruang subarachnoid (extramedullary). kesulitan ernafas. disartria. Temuan neurologik tidak selalu timbul hiperrefleksia. trapezius. Gejala tambahan adalah gangguan sensorik dan motorik pada tangan dengan pasien yang melaporkan memasang kesulitan kancing. Gambaran klinik pada tumor medula spinalis sangat ditentukan oleh lokasi sera posisi pertumbuhan tumor dalam kanalis spinalis. Menimbulkan motorik mirip tanda-tandasensorik lesi radikular melibatkan bahu dan lengan dan mungkin jua menyerang tangan. Gejalagejala lainnya adalah pusing. disfagia. Keterlibatan tangan pada lesi servikalis bagian atas (misal. palsi dan ekstrimitas. kelemahan dan yang rigiditas nuchal.

Pada umumnya terdapat kelemahan dan atrofi gelang bahu dan lengan. Kompresi medula spinalis lumbal bagian atas tidak mempengaruhi refleks perut. melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi C7. Pada lesi torakal bagian bawah. hilangnya sensorik reflek tendon ekstrimitas atas (bisseps. Seringkali dengan kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstrimitas bagian bawah dan kemudian mengalami parestesia. C7) dapat menyebabkan triseps). brankioradialis. refleks perut bagian bawah dan tanda Beevor (umbilikus menonjol apabila penderita pada posisi telentang mengangkat kepala melawan Lumbosakral suatu tahanan) dapat menghilang Suatu situasi diagnostik yang rumit timbul pada kasus tumor yang melibatkan daerah lumbal dan sakral karena dekatnya letak segmen lumbal bagian bawah. yang mungkin dikacaukan dengan nyeri akibat gangguan intratorakal dan intraabdominal. Pasien dapat mengeluh nyeri dan perasaan terjepit dan tertekan pada dada dan abdomen. C6. dan lesi C7 menyebabkan hilangnya snsorik jari Torakal telunjuk dan jari tengah. segmen sakral. 26 . Defisit membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan bu jari pada kompresi C6. dan radiks saraf desendens dari tingkat medula spinalis yang lebih tinggi.kompresi suplai darah ke kornu anterior melalui arteria spinalis anterior. Tumor servikalis yang lebih rendah (C5.

27 . betis. yang kadang-kadang menjalar ke tungkai. Nyeri umumnya Lesi bagian yang atas keselagkangan. Menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. Tnada-tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sacrum atau perineum. Paralisis flaksid terjadi sesuai dengan radiks saraf yang terkena dan terkadang asimetris. serta kehilangan refleks pergelangan kaki. dan kaki.namun menghilangkan refleks kremaster dan mungkin menyebabkan kelemahan fleksi panggul dan spastisitas tungkai bawah. sakral melibatkan lumbal bagian bawah dan segmen-segmen menyebabkan kelemahan dan atrofi otototot perineum. Juga terjadi kehilangan refleks lutut dan refleks pergelangan aki dan tanda Babinski dialihkan bilateral. Hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia yang disertai gangguan kontrol usus dan kandung kemih merupakan tanda khas lesi yang mengenai daerah sakral Kauda Ekuina bagian bawah.

DAFTAR PUSTAKA 1. No. 5. 1991:1020-29 3. Baltimore:Williams & Wilkins. pp. 2001:12931341 4. 98. In: Adam’s & Victor’s Principles of Neurology. Primary and Secondary Tumors of The Nervous System. Spinal Tumors. Marsden CD. Victor M. Cohen ME. Schüz et. December 6. Neurology in Clinical Practice. Boston:Buttenworth-Heinemann. 2006. Hoch Daniel B. Diseases of The Spinal Cord Tumors. McCormick PC. 2008. Journal of the National Cancer Institute. Ropper AH. al. ed. Spinal Tumor. 23.. 1703-1713. 1995:405-16 2. Darof RB. Vol. 28 . In:Bradley WG. In:Merrit’s Textbook of Neurology. Cellular Phone Use and Cancer Risk: Update of a Danish Nationwide Cohort. Fenichel GM. New York: McGraw Hill.

Ching HT. Fundamental of Neurology. In: Wilkins RH.com/article/251133-overview.ninds.medscape. New York:McGraw Hill. http://www. Thorakalis. In: Handbook of Neurosurgery.htm#43233060.2001:480-505 16. november http://emedicine. Japardi Iskandar. Page 146-147 11. PC. Francavilla. McCormick Neurology.nih. 8.emedicine. 2002 13.emedicine.com/article/249306-overview. Spinal Cord Tumors .com. 2009. http://www. How are brain and spinal cord tumors in adults diagnosed?. Dina TS. Neurosurgery.com. Harrop James S. 12. 10. Imaging of Spinal Tumors. (1 Brain and spinal tumors: Hope through research.spineuniverse. Intradural Tumors: Radiology – Surgery. ed. George I. Thieme. Spine and Apinal Cord Tumors. 29 . In:Merrit’s http://www.com/professional/pathology/tumor/intraduraltumors-radiology-surgery 17. Vol-2.gov/medlineplus/ency/article/001403. 1995:405-16 14. 2006. (5 november 2010) 7. Tumors of the Conus and Cauda Equina. Baltimore:Williams & Wilkins. National Institute of Neurological Disorders and Stroke.Management of Intradural Intramedullary Neoplasms. L Thomas.USUTextbook of digitallibrary. Radikulopati Spinal Tumors. 2009. 2002.htm November 2010) 6.medscape. Shneiderman Amiran.nlm. MD. Intramedullary Spinal Cord Tumors. Jallo. http://www.http://www. Mumenthaler and Mattle. Ogden 2010) Alfred T.nih. New York:Thieme. 2006. http://www. 9. http://emedicine. 2009. Rengachary SS. Greenberg MS.gov/disorders/brainandspinaltumors/detail_brainands pinaltumors. Intramedulary Spinal Cord (5 Tumors. 1996:1758-80 15. (Anonim.com.

http : // www. fundamental of neurology. page 146-147) 19. 2006. tumor/ Causes and Symptoms of Spinal Cord Tumor .com/blog/causes-and-symptoms-of-spinal-cord- 30 . thieme.stbotanica. http://www. 2009. 2008) 18.org.cancer. mumenthaler and mattle.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->