P. 1
akuntansi

akuntansi

|Views: 356|Likes:

More info:

Published by: Poetry Engen Hermansyahfi on May 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................................... vii DAFTAR ISI ........................................................................................................

ix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ...................................................................... 3 C. Batasan Masalah .......................................................................... 4 D. Rumusan Masalah ........................................................................ 5 E. Tujuan Penelitian .......................................................................... 5 F. Manfaat Penelitian ....................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori ................................................................................. 8 1. Pengertian Sistem Pengendalian Intern ................................. 8 2. Tujuan Sistem Pengendalian Intern ....................................... 9 3. Unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern ............................... 11 4. Prinsip-prinsip Sistem Pengendalian Intern ............................ 11 5. Sistem Akuntansi Penggajian ................................................ 12 6. Prosedur Penggajian ............................................................. 15 7. Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem Penggajian .......... 27 8. Konsep Islam tentang Pembayaran Upah, Gaji ...................... 28 B. Hasil Penelitian Yang Relevan ..................................................... 32 10

BAB I . PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia sebagai sarana untuk mencapai tujuan perusahaan, merupakan salah satu faktor penentu yang mempunyai andil besar dalam kinerja ke depan suatu perusahaan. Sumber daya manusia tersebut diartikan sebagai karyawan pengelola dan pelaksana suatu perusahaan yang dipercaya oleh perusahan dalam melaksanakan tugas kegiatan. Perusahaan mempunyai kesempatan yang baik untuk bertahan dan maju jika mempunyai karyawan yang tepat, sehingga membutuhkan usaha yang terusmenerus untuk mencari, memilih, dan melatih calon atau karyawan. Sebaliknya,karyawanmembutuhkan perusahaan sebagai tempat untuk mencari nafkah. Karyawan harus bekerja untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karenanya karyawan berhak untuk mendapatkan gaji yang sesuai dengankualitasnya.Gaji yang diterima oleh karyawan seharusnya berupa gaji yang wajar. Masalah gaji mungkin merupakan masalah manajemen kepegawaian yang paling kompleks dan merupakan salah satu aspek yang paling berarti, baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan. Gaji merupakan kontra prestasi yang diberikan pemberi kerja pada karyawan berkenaan dengan penggunaan tenaga manusia pada kegiatan perusahaan. Gaji adalah bentuk kompensasi atas prestasi karyawan yang bersifat finansial yang menimbulkan kepuasan kerja. Menurut T. Hani Handoko kompensasi merupakan pemberian pembayaran kepada karyawan sebagai balas jasa 14untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivator pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang. Karyawan akan merasa puas apabila besarnya gaji yang diterimanya sesuai dengan keahlian dan jabatannya. Sehingga karyawan akan terdorong untuk semaksimal mungkin bekerja sesuai dengan kemampuannya. Gaji mempunyai arti penting bagi karyawan sebagai individu karena besarnya gaji mencerminkan ukuran nilai karya mereka diantara para karyawan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Tingkat pendapatan absolut karyawan akan menentukan skala kehidupannya, dan pendapatan relatif mereka menunjukkan status, martabat dan harganya. Akibatnya, apabila karyawan memandang gaji yang mereka terima tidak memadai, maka prestasi kerja, semangat, dan motivasi mereka bisa turun. Umumnya departemen kepegawaian (personalia) merancang dan mengadministrasikan gaji karyawan, sehingga perusahaan seharusnya mempunyai suatu sistem penggajian yang baik. Pengembangan sistem penggajian merupakan salah satu cara yang ditempuh dalam pengelolaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan.Penggajian seharusnya dikelola secara profesional untuk menghindari terjadinya manipulasi gaji oleh pihak-pihak tertentu. Pengelolaan gaji yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan akan mengakibatkan kekecewaan pada karyawan, hal ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas karyawan. Fakta yang kita temui atau yang sering kita lihat adalah demonstrasi para karyawan yang menuntut kenaikan gaji serta perbaikan kesejahteraan karyawan.

1.T. Hani Handoko, Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi 1, BPFE Yogyakarta, 1999, hal: 218 2.T. Hani Handoko, Manajemen, Edisi 2, BPFE Yogyakarta, 1999, hal: 245 15 Sistem pengendalian intern sangat diperlukan untuk melakukan pengecekan terhadap sistem akuntansi penggajia. Perkembangan Ns swalayan yang cukup pesat dengan memiliki beberapa kantor cabang sangat memerlukan suatu pengawasan yang baik. Ns swalyan seharusnya memiliki sistem pengendalian intern yang baik dalam sistem penggajian yang dimiliki agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Keharusan perusahaan untuk menerapkan sistem pengendalian intern untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan tindak kecurangan-kecurangan yang merugikan, serta penerapan sistem pengendalian intern secara baik diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan. Atas dasar pemikiran tersebut dan pentingnya sistem pengendalian intern dalam setiap kegiatan perusahaan, mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang sistem akuntansi penggajian dengan mengambil judul Analisis Sistem Pengendalian Intern Penggajian Karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta . B. Identifikasi Masalah Pimpinan perusahaan sangat berkepentingan dengan informasi yang dihasilkan dari sistem penggajian tersebut, misalnya informasi tentang jumlah biaya gaji yang menjadi tanggungan perusahaan. Penerapan sistem pengendalian intern penggajian yang memadai akan berguna bagi pimpinan sebagai dasar untuk mengambil kebijakan-kebijakan dalam penggajian karyawan, pengelolaan gaji yang sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan untuk menghindari timbulnya kecurangan-kecurangan. Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasikan masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem pengendalian intern penggajian karyawan sebagai berikut: 1. Adanya gaji yang diterima tidak memadai menyebabkan menurunnya prestasi kerja, semangat, motivasi dan mempengaruhi kepuasan karyawan. 2. Ketidaksesuaian pelaksanaan prosedur penggajian dengan prosedur yang telah ditetapkan dapat menyebabkan terjadinya manipulasi gaji dan kekecewaan pada karyawan. 3. Penerapan sistem pengendalian intern yang tidak memadai menyebabkan timbulnya penyelewengan dan tindak kecurangankecurangan dalam pengelolaan gaji karyawan.

BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai latar belakang masalah. 2. maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 1. Akademisi Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan khususnya wacana tentang sistem pengendalian intern dalam penggajian karyawan. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas. D. maka penelitian dibatasi pada pelaksanaan prosedur penggajian dan penerapan sistem pengendalian intern dalam penggajian karyawan pada Ns Swalayan. F.C. sistematika penulisan. manfaat penelitian. . tujuan penelitian. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: 1. permasalahan dan waktu serta keterbatasan dalam penelitian yang dilakukan berkaitan dengan sistem penggajian. batasan dan rumusan masalah. 2. Untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian intern dalam penggajian di BMT Al Ikhlas Yogyakarta. Untuk menganalisis prosedur penggajian karyawan di Ns swalayan sudah dilaksanakan dengan baik atau belum. Bagaimanakah penerapan sistem pengendalian intern dalam penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta ? E. Bagaimanakah prosedur penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta ? 2. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi: 1. Batasan Masalah Terkait dengan luasnya lingkup. Praktisi Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi manajemen Ns Swalayan dalam perbaikan sistem pengendalian intern penggajian karyawan.

Al Haryono Jusup. dapat dipahami bahwa pengendalian intern adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai unsur dan tidak terbatas pada metode pengendalian yang dianut oleh bagian akuntansi dan keuangan. Tujuan Sistem Pengendalian Intern Alasan perusahaan untuk menerapkan sistem pengendalian intern adalah untuk membantu pimpinan agar perusahaan dapat mencapai tujuan dengan efisien. hal: 16521 meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijakan perusahaan yang telah diterapkan. 2. Yogyakarta. semua metode dan ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi harta kekayaan. Auditing (Pengauditan). tetapi meliputi pengendalian anggaran. Sistem Akuntansi. 2001. Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas. Pengertian sistem pengendalian intern menurut AICPA ( AmericanInstitute of Certified Public Accountants ) yang dikutip oleh Bambang Hartadi menyebutkan. mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen. 5. 1. mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. dan peraturan yang berlaku. Pengertian Sistem Pengendalian Intern Pengendalian intern ialah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris. efektifitas dan efisiensi operasi.BAB II . sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi. LANDASAN TEORI A. Kajian Teori 1. efektifitas dan efisiensi operasi. 1997. Buku 1. Menurut Mulyadi tujuan pengendalian intern akuntansi adalah sebagai berikut: . yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal-hal berikut: keandalan pelaporan keuangan. biaya standar. Edisi 3. kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. manajemen. metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi. dan personil satuan usaha lainnya.program pelatihan pegawai dan staf pemeriksa intern. BP STIE YKPN. memeriksa ketelitian. dan seberapa jauh data akuntansi dapat dipercaya 3. hal: 252 4. 2. Yogyakarta.Mulyadi. kesesuaian dengan undang-undang. BP STIE YKPN. Tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan: keandalan informasi keuangan. Sedangkan Mulyadi menyebutkan bahwa sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi.

Auditing. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi: 1) Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan 2) Pencatatan transaksi yang telah terjadi dalam catatan akuntansi Tujuan tersebut dirinci lebih lanjut sebagai berikut: a. Salemba Empat.cit. Menjaga kekayaan perusahaan: 1) Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah diterapkan 2) Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada Bambang Hartadi. hal: 180 22 b. BPFE Yogyakarta. Edisi 1. Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan: 1) Pemberian otorisasi oleh pejabat yang berwenang 2) Pelaksanaan transaksi sesuai dengan otorisasi yang diberikan oleh pejabat yang berwenang d.a. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan: 1) Pembatasan akses langsung terhadap karyawan 2) Pembatasan akses tidak langsung terhadap karyawan b. Edisi 5. op. hal: 121 Mulyadi dan Kanaka Puradiredja. Jakarta. Auditing : Suatu Pedoman Pemeriksaan Akuntansi Tahap Pendahuluan. Pencatatan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi: 1) Pencatatan semua transaksi yang terjadi 2) Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjadi . 1987. hal:172 Mulyadi. Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada: 1) Pembandingan secara periodik antara catatan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada 2) Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan c. Buku 1. 1998.

d. Dalam artian tidak ada sistem pengendalian intern yang bersifat universal yang dapat dipakai oleh seluruh perusahaan. 4. b. Prosedur dan catatan akuntansi Tujuan pengendalian ini adalah agar dapat disiapkannya catatancatatan akuntansi yang yang teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan secara tepat waktu. . Prosedur dokumentasi Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif. c. Adanya pemisahan fungsi untuk dapat mencapai suatu efisiensi pelaksanaan tugas.3) Transaksi dicatat dalam jumlah yang benar 4) Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya 5) Transaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya 6) Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti 23 3. Unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern Menurut Mulyadi untuk menciptakan sistem pengendalian intern yang baik dalam perusahaan maka ada empat unsur pokok yang harus dipenuhi antara lain: a. suatu sistem harus memenuhi enam prinsip dasar pengendalian intern yang meliputi: a. Dokumentasi memberi dasar penetapan tanggungjawab untuk pelaksanaan dan pencatatan akuntansi. Prosedur pemberian wewenang Tujuan prinsip ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi telah diotorisir oleh orang yang berwenang. tergantung dari sifat serta keadaan masing-masing perusahaan. Prinsip-prinsip Sistem Pengendalian Intern Untuk dapat mencapai tujuan pengendalian akuntansi. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi d. Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas b. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya Sistem pengendalian intern yang memadai bagi perusahaan mempunyai persyaratan yang berbeda-beda. Pemisahan fungsi Tujuan utama pemisahan fungsi untuk menghindari danpengawasan segera atas kesalahan atau ketidakberesan. utang. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan. pendapatan dan biaya c.

menyelenggarakan rekening-rekening kontrol dan mengadakan perhitungan kembali gaji karyawan. Dokumen dan Catatan yang Digunakan Zaki Baridwan. Sistem Akuntansi: Penyusunan Prosedur dan Metode. Sistem Akuntansi Penggajian a. BPFE Yogyakarta. Stettler memberikan pengertian sistem akuntansi adalah formulir-formulir. Moscove seperti yang dikutip Zaki Baridwan mendefinisikan sistem adalah suatu kesatuan (entity) yang terdiri dari bagian-bagian (disebut subsistem) yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.e. biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih. hal: 3 Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian adalah: a. catatan-catatan. Prosedur. untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan. Edisi 5. dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kesatuan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya. Gerald Cole seperti yang dikutip oleh Zaki Baridwan yaitu sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh. Kartu jam hadir . kreditur. b. Selanjutnya Zaki Baridwan yang mengutip definisi Howard F. 2002. f. dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah b. Sedangkan Steven A. Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan klerikal. dan Sistem Akuntansi 25 Definisi sistem dan prosedur menurut W. prosedur-prosedur. Ini bertujuan untuk mengadakan pengawasan kebenaran data. disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi. 5. Pengawasan fisik Berhubungan dengan penggunaan alat-alat mekanis danelektronis dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi. dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham. Pemeriksaan intern secara bebas Menyangkut pembandingan antara catatan asset dengan asset yang betul-betul ada. Pengertian Sistem.

cit. Para manajer. Kartu harga pokok produk Digunakan untuk mencatat upah tenaga kerja langsung yang digunakan untuk pesanan tertentu. Surat pernyataan gaji dan surat pernyataan upah g. sedangkan upah merupakan pembayaran atas penyerahan jasa oleh karyawan pelaksana (buruh) yang dibayarkan berdasarkan hari kerja. . op. Kartu biaya Digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya tenaga kerja non produksi tiap departemen dalam perusahaan. c. Amplop gaji dan upah h. hal: 378 Mulyadi. c.c. atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan. Pengertian Gaji Gaji merupakan pembayaran atas penyerahan jasa olehkaryawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer dan dibayarkan tetap setiap bulan. b. jurnal umum digunakan untuk mencatat distribusi biaya tenaga kerja ke dalam tiap departemen dalam perusahaan. d. op. Daftar gaji dan daftar upah e.cit. Kartu jam kerja d. jam kerja. Kartu penghasilan karyawan Mulyadi. pegawai administrasi dan pegawai penjualan biasanya mendapat gaji dari perusahaan yang jumlahnya tetap. Jurnal umum Dalam pencatatan gaji. Bukti kas keluar Catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan gaji antara lain: a. hal: 386 27 Digunakan untuk mencatat penghasilan dan berbagai potongannya yang diterima oleh setiap karyawan. Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah f. Jadi dapat disimpulkan bahwa gaji pada dasarnya diterima oleh karyawan selain buruh (pelaksana) dan dibayarkan setiap bulan.

membuat surat keputusan tarif gaji karyawan. 4) Fungsi Akuntansi Bertanggungjawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji karyawan ( misalnya utang gaji dan upah karyawan. memutuskan penempatan karyawan baru. menyeleksi calon karyawan.cit. kenaikan pangkat dan golongan gaji. mutasi karyawan. Jilid 2. utang dana pensiun). 2) Fungsi Pencatat Waktu Bertanggungjawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. hal: 378 Al Haryono Jusup. Prosedur Penggajian a. utang pajak. selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak. Dasar-dasar Akuntansi. op. 1999. Jaringan Prosedur Sistem Akuntansi Penggajian 1) Prosedur pencatatan waktu hadir Uraian kegiatan yang dilakukan oleh bagian pencatat waktu adalah sebagai berikut: a) Bagian pencatat waktu mengawasi setiap karyawan yang memasukkan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu pada waktu masuk dan pulang b) Membuat daftar hadir karyawan berdasarkan kartu jam hadir c) Menyerahkan daftar hadir karyawan dan kartu hadir karyawan ke bagian gaji dan upah 29 . Edisi 5. Uang tunai tersebut kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji setiap karyawan. 3) Fungsi Pembuat Daftar Gaji Mulyadi. Fungsi Yang Terkait Dalam Sistem Akuntansi Penggajian 1) Fungsi Kepegawaian Bertanggungjawab untuk mencari karyawan baru. 5) Fungsi Keuangan Bertanggungjawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan menguangkan cek tersebut ke bank. BP STIE YKPN. dan pemberhentian karyawan. Yogyakarta. hal: 239 28 Bertanggungjawab untuk membuat daftar gaji yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji. b.6.

DG lembar ke-1. rekap gaji rangkap 2. dan kartu penghasilan karyawan ke bagian utang f) Bagian gaji dan upah menerima bukti kas keluar (BKK) lembar ke-3. Mencatat nomor cek pada register bukti kas keluar g) Menyerahkan bukti kas keluar lembar ke-1. rekap daftar gaji rangkap 2 . daftar gaji (DG) lembar ke-2.2) Prosedur pembuatan daftar gaji Uraian kegiatan yang dilakukan oleh bagian gaji dan upah adalah sebagai berikut: a) Bagian gaji dan upah menerima daftar hadir dan kartu jam hadir kemudian diarsipkan berdasarkan tanggal b) Membuat daftar gaji (DG) rangkap 2 berdasarkan dokumen daftar gaji dan kartu jam hadir c) Membuat rekap daftar gaji rangkap 2 dan surat pernyataan gaji d) Mencatat penghasilan karyawan pada kartu penghasilan karyawan berdasarkan daftar gaji rangkap 2. dan kartu penghasilan karyawan dari bagian kasa g) Mengarsipkan BKK lembar ke-3 dan DG lembar ke-2 berdasarkan tanggal serta kartu penghasilan karyawan berdasarkan abjad 3) Prosedur pembuatan bukti kas keluar Prosedur ini dilakukan oleh bagian utang dengan uraian kegiatan sebagai berikut: a) Bagian utang menerima daftar gaji rangkap 2. daftar gaji lembar ke-1. dan RDG lembar ke-2 dari bagian kasa. dan surat pernyataan gaji e) Menyerahkan daftar gaji rangkap 2. surat pernyataan gaji. dan rekap daftar gaji lembar ke-2 ke bagian jurnal . SPG dan KPK dari bagian gaji dan upah 30 b) Membuat bukti kas keluar rangkap 3 c) Mencatat kewajiban gaji ke dalam register bukti kas keluar (BKK) lembar ke-1 d) Menyerahkan bukti kas keluar (BKK) lembar ke-2 dan rekap daftar gaji (RDG) lembar ke-1 ke bagian jurnal e) Menyerahkan BKK lembar ke-2 dan rekap daftar gaji lembar ke-1 ke bagian jurnal f) Bagian utang menerima BKK lembar ke-1. rekap daftar gaji rangkap 2.

Berdasarkan dokumen bukti kas keluar lembar ke-2. dan rekap daftar gaji lembar ke-2 ke bagian utang g) Menyerahkan dokumen bukti kas keluar lembar ke-3.4) Prosedur pembayaran gaji Prosedur ini dilakukan oleh bagian kasa dengan uraian kegiatan sebagai berikut: a) Bagian kasa menerima bukti kas keluar lembar ke-1 dan ke-3. Berdasarkan bukti memorial. dicatat oleh bagian utang pada kewajiban gaji ke dalam bukti kas keluar sebagai berikut: Gaji dan upah Rp xxx Rp xxx 32 Bukti Kas Keluar yang Akan Dibayar Tahap kedua. daftar gaji lembar ke-1. daftar gaji rangkap 2. surat pernyataan gaji dan kartu penghasilan karyawan dari bagian utang b) Mengisi cek dan memintakan tanda tangan atas kepada kepala bagian keuangan c) Menguangkan cek ke bank dan memasukkan uang ke amplop gaji d) Membayarkan gaji kepada karyawan dan meminta tanda tangan atas kartu penghasilan karyawan 31 e) Membubuhkan cap lunas pada bukti dan dokumen pendukungnya f) Menyerahkan dokumen bukti kas keluar lembar ke-1. daftar gaji lembar ke-2. dan kartu penghasilan karyawan ke bagian gaji dan upah h) Surat pernyataan gaji dimasukkan ke dalam amplop gaji bersama dengan pemasukan uang gaji 5) Prosedur distribusi biaya gaji Prosedur ini dilakukan oleh bagian jurnal dan bagian kartu biaya dengan uraian kegiatan sebagai berikut: a) Bagian jurnal menerima dokumen bukti kas keluar lembar ke-2 dan rekap daftar gaji lembar ke-1 dari bagian utang b) Bagian jurnal membuat bukti memorial c) Bagian jurnal membuat jurnal umum berdasarkan dokumen bukti memorial. dan bukti kas keluar lembar ke-2 Jurnal untuk mencatat biaya gaji dibuat dalam tiga tahap yaitu: Tahap pertama. rekap daftar gaji lembar ke-2. bagian jurnal mencatat distribusi biaya gaji ke dalam jurnal umum sebagai berikut: . rekap daftar gaji lembar ke-1.

daftar gaji lembar ke-1. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir Bagian Pencatat Waktu Sumber : Mulyadi. 397 MulaiMencatat jam hadir karyawan Kartu jam hadirMembuat daftar hadir KJH Daftar hadir karyawan Prosedur Pembuatan Daftar Gaji Bagian Gaji dan Upah KJH = Kartu Jam Hadir KPK = Kartu Penghasilan Karyawan RDG = Rekap Daftar Gaji . Sistem Akuntansi. bagian jurnal mencatat pembayaran gaji ke dalam register cek sebagai berikut: Bukti Kas Keluar yang Akan Dibayar Rp xxx Kas Rp xxx d) Bagian kartu biaya menerima dokumen bukti memorial. dan rekap daftar gaji lembar ke-2 menurut nomor urut. daftar gaji lembar ke-1. hal. 1997.Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp xxx Biaya Administrasi dan Umum Rp xxx Biaya Pemasaran Rp xxx Gaji dan Upah Rp xxx Tahap ketiga. Berdasarkan dokumen bukti kas keluar yang telah dicap lunas oleh fungsi keuangan. dan bukti kas keluar lembar ke-2 dari bagian jurnal e) Bagian kartu biaya mencatat distribusi biaya tenaga kerja ke dalam kartu biaya berdasarkan dokumen bukti memorial yang dilampiri rekap daftar gaji lembar ke-1 f) Bagian kartu biaya mengarsipkan dokumen dari bagian jurnal berdasarkan nomor urut g) Bagian jurnal menerima bukti kas keluar lembar ke-1. dan rekap daftar gaji lembar ke-2 33 h) Mencatat pembayaran gaji ke dalam register cek berdasarkan bukti kas keluar lembar ke-1 yang telah dicap lunas oleh bagian kasa i) Mengarsipkan bukti kas keluar lembar ke-1. rekap daftar gaji lembar ke-1.

39 Daftar hadir Membuat daftar gaji Membuat rekap daftar gaji dan SPG Daftar Gaji 1 Kartu Penghasilan Karyawan 2 Daftar Gaji 2 Bukti Kas 3 Keluar Prosedur Pembuatan Bukti Kas Keluar Bagian Utang Mencatat nomor Cek pada register Bukti kas keluar DG = Daftar Gaji Sumber : Mulyadi. hal. Sistem Akuntansi. 399 Mengisi cek & memintakan ttd. 1997. 1997. atas cek . hal. hal.SPG = Surat Pernyataan Gaji T = Diarsipkan Menurut Tanggal A = Diarsipkan Menurut Abjad Sumber : Mulyadi. 398 Membuat Bukti Kas Keluar KPK SPG RDG Prosedur Pembayaran Gaji Bagian Kasa Sumber: Mulyadi. Sistem Akuntansi. 1997. Sistem Akuntansi.

perubahan tarif gaji dan upah. Yogyakarta. hal. 1997. Sistem Akuntansi. Aspek Prosedur Pencatatan 1) Perubahan dalam kartu penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan upah karyawan Mulyadi.400 7. tambahan keluarga harus didasarkan pada surat keputusan direksi 3) Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain dari pajak penghasilan karyawan harus didasarkan surat potongan gaji dan upah yang diotorisasi oleh kepala fungsi kepegawaian 4) Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu 5) Perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yang bersangkutan 6) Daftar gaji dan upah harus diotorisasi oleh kepala fungsi kepegawaian 7) Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi c.Menguangkan cek ke bank & memasukkan uang ke amplop gaji Membayarkan gaji kpd karyawan & meminta ttd. Edisi 3. 1990. Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem Penggajian a. Aspek Organisasi 1) Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi pengeluaran kas 2) Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi b. BP STIE YKPN. hal: 295 40 Bagian Kartu Biaya . atas kartu penghasilan karyawan Membubuhkan cap lunas pada bukti & dokumen pendukungnya Dimasukkan ke dalam amplop gaji bersama dengan pemasukan uang gaji 38 Prosedur Distribusi Biaya Gaji Bagian Jurnal BKK = Bukti Kas Keluar N = Diarsipkan Menurut Nomor Urut Sumber: Mulyadi. Pemeriksaan Akuntan. Aspek Sistem Otorisasi 1) Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang ditandatangani oleh direksi 2) Setiap perubahan gaji dan upah karyawan karena perubahan pangkat.

Konsep Manajemen Syariah Dalam Pengupahan Karyawan Perusahaan.uikabogor. Dari pengertian tersebut dapat diuraikan bahwa: 1) Islam melihat upah sangat besar kaitannya dengan konsep moral 2) Upah dalam konsep Islam tidak hanya sebatas materi ( kebendaan atau keduniaan ) tetapi menembus batas kehidupan. dengan syarat perusahaannya tidak memproduksi/ menjual atau mengusahakan barang-barang yang haram. maka seorang karyawan yang bekerja dengan benar akan menerima dua imbalan yaitu imbalan di dunia dan imbalan di akhirat.2) Tarif upah yang dicantumkan dalam kartu kerja diverifikasi ketelitiannyan oleh fungsi akuntansi d.ac. yakni berdimensi akhirat yang disebut dengan pahala Hendri Tanjung.htm. Konsep Islam tentang Pembayaran Upah. 2006 41 3) Upah diberikan berdasarkan prinsip keadilan ( justice ) dan prinsip kelayakan ( kecukupan ) Seseorang yang bekerja pada suatu badan usaha ( perusahaan ) dapat dikategorikan sebagai amal saleh. Aspek Praktik Yang Sehat 1) Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung 2) Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu 3) Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi pembuat bukti kas keluar sebelum dilakukan pembayaran 4) Penghitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan kartu penghasilan karyawan 5) Kartu penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah 8. Gaji Upah menurut Islam adalah imbalan yang diterima seseorang atas pekerjaannya dalam bentuk imbalan materi di dunia ( adil dan layak ) dan dalam bentuk imbalan pahala di akhirat ( imbalan yang lebih baik ). Al Kahfi: 30) .id/jur03. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah: Artinya: Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik . ( QS. www. Dengan demikian.

dan proporsional. transparan. Prinsip utama keadilan terletak pada kejelasan aqad ( transaksi ) dan komitmen melakukannya. Baihaqi ) . harus jelas dulu bagaimana upah yang akan diterima oleh pekerja.Ibnu Majah dan Imam Thabrani ) Nabi juga bersabda: . Faruq Nasution. Upah tersebut meliputi besarnya upah dan tata cara pembayaran upah. Hanafie Tamam. terhadap apa yang dikerjakan . Aqad dalam perburuhan merupakan aqad yang terjadi antara pekerja dengan pengusaha.Sari Agung. dan papan serta tidak jauh berada di bawah pasaran. maka konsep moral merupakan hal yang sangat penting agar pahala dapat diperoleh sebagai dimensi akhirat dari upah tersebut. Rasulullah saw. ( HR. Dalam hal cara pembayaran upah Rasulullah bersabda: : Artinya: Dari Abdillah bin Umar. yaitu adil dan layak. Al Qur an Terjemah Indonesia. Konsep moral Nazri Adlany. Bersabda: Berikanlah upah orang upahan sebelum kering keringatnya . Jakarta. hal: 557 42 diperlukan untuk menerapkan upah dimensi dunia agar upah dimensi akhirat dapat tercapai. Jika moral diabaikan maka dimensi akhirat tidak akan tercapai. Untuk menerapkan upah dalam dua dimensi dunia. dan beritahukan ketentuan gajinya. Konsep adil ini merupakan ciri-ciri organisasi yang bertaqwa. Sebelum pekerja dipekerjakan. sandang. ( HR. PT. Dimensi upah di dunia dicirikan oleh dua hal. Layak bermakna bahwa upah yang diberikan harus mencukupi kebutuhan pangan. Adil bermakna bahwa upah yang diberikan harus jelas. Artinya: Berikanlah gaji kepada pekerja sebelum kering keringatnya.Organisasi yang menerapkan prinsip keadilan dalam pengupahan mencerminkan organisasi yang dipimpin oleh orang-orang bertaqwa.

Keterlambatan pembayaran upah dikategorikan sebagai perbuatan zalim dan orang yang tidak membayar upah para pekerjanya termasuk orang yang dimusuhi Nabi saw. Islam tidak membenarkan seseorang merugikan orang lain. Kelayakan upah yang diterima oleh pekerja dilihat dari tiga aspek yaitu: pangan ( makanan ). hendaknya memperhatikan hadits-hadits yang telah disebutkan sebelumnya. maka gajinya dapat dipotong atau disesuaikan. pada hari kiamat. ujudnya. dan papan ( tempat tinggal ). karena umat Islam terikat dengan syaratsyarat antar mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. termasuk jumlahnya. dengan cara mengurangi hak-hak yang seharusnya diperolehnya. jika ia membolos bekerja tanpa alasan yang benar atau sengaja menunaikannya dengan tidak semestinya. Hal ini menjelaskan bahwa.Sebelum seseorang bekerja. dengan adanya pembatasan waktu atau jenis pekerjaan yang harus dilakukan. 3) Upah sebagai imbalan pekerjaan harus diketahui dengan jelas. agar ada kejelasan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jika pekerja tersebut tidak benar dalam bekerja. Secara tegas Allah berfirman: Artinya: Dan janganlah kamu merugikan manusia akan hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan . maka kewajibannya juga harus dipenuhi.Asy-Syu ara: 183) . Dalam hal ini Islam sangat menghargai waktu dan sangat menghargai tenaga seorang karyawan. Faktor layak. juga merupakan hak perusahaan untuk memperoleh hasil kerja dari karyawan dengan baik. hendaknya terlebih dahulu mengadakan perjanjian kerja. maka sepatutnya hal itu diperhitungkan atasnya ( dipotong upahnya ) karena setiap hak dibarengi dengan kewajiban. dalam konsep Islam menjadi pertimbangan dalam menentukan berapa upah yang akan diberikan. Namun. dan juga waktu pembayarannya Sesungguhnya seorang pekerja hanya berhak atas upahnya hanya jika ia telah menunaikan pekerjaannya dengan semestinya dan sesuai dengan kesepakatan. Adapun syarat sahnya perjanjian kerja antara lain: 1) Pekerjaan yang diperjanjikan termasuk jenis pekerjaan yang mubah atau halal menurut ketentuan syara . berguna bagi perorangan atau masyarakat 2) Manfaat kerja yang diperjanjikan dapat diketahui dengan jelas. Selama ia mendapatkan upah secara penuh. Gaji atau upah merupakan hak karyawan selama karyawan tersebut bekerja dengan baik. (QS. sandang ( pakaian ). Tentang waktu pembayaran upah. selain hak karyawan memperoleh upah atau gaji atas apa yang diusahakannya.

dari hasil penelitiannya tersebut menjelaskan bahwa sistem pengendalian terhadap prosedur penggajian di PT. surat pengembalian karyawan. Supersonic Chemical Industry dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan karyawan yang ada sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. KAI Daop VI Yogyakarta. Bahwasannya penelitian yang mengambil judul Analisis Sistem . Hasil Penelitian yang Relevan Hasil penelitian terdahulu dari beberapa karya tulis yang memuat tentang berbagai analisis sistem pengendalian intern terhadap sistem penggajian diantaranya adalah : 1.B. 3) Sedangkan menurut Agus Setyadi (2005) dalam skripsinya yang berjudul Analisis Penerapan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Prosedur Penggajian Studi Kasus Pada PT. 2. Namun terdapat kelemahan pada penggunaan dokumen pendukung perubahan gaji. memo penempatan tugas. sistem akuntansi penggajian dan pengupahan karyawan pada PT. surat penempatan karyawan. KAI Daop VI Yogyakarta yang menganalisis tentang kebijakan penerapan sistem pengendalian intern dan prosedur penggajian pada PT. Hali ini kurang kuat sebagai dasar pengeluaran biaya tenaga kerja yang disebabkan karena adanya kenaikan jabatan. Berdasarkan penelitian Mujiatun (2000) yang mengambil judul tentang Sistem Penggajian Karyawan pada PT. Dokumen pendukung perubahan gaji yang digunakan oleh PT. surat ketetapan tarif. Supersonic Chemical Industry Gunungkidul dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan karyawan sudah berjalan dengan baik. Penelitian dari Rani Pramawanti (2003) yang berjudul Analisis Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Karyawan pada PT. Pada waktu ada kenaikan jabatan untuk karyawan tertentu bagian personalia hanya memberikan paraf pada daftar gaji karyawan yang bersangkutan. Supersonic Chemical Industry juga menunjukkan bahwa perusahaan telah memisahkan setiap fungsi yang berhubungan dengan penggajian dan pengupahan karyawan. dan surat ketetapan tarif. Djitoe ITC menyatakan bahwasannya sistem penggajian di perusahaan tersebut sudah dapat dikatakan baik ditinjau dari prosedur dan pengendalian internnya. jaringan prosedur yang digunakan oleh PT. yang terlihat dari adanya perlakuan bentuk tanggungjawab di setiap departemen atau fungsi yang terkait pada pelaksanaan prosedur penggajian. Djitoe ITC antara lain. KAI Daop VI Yogyakarta telah diterapkan dengan baik ditunjukkan dengan adanya lingkungan pengendalian yang diciptakan seperti sistem akuntansi sebagai sarana infomasi dalam mengambil keputusan dan penerapan praktik yang sehat di dalam melaksanakan tugas pada setiap fungsi organisasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan . B. mencari fakta. Perbedaannya terletak pada lokasi penelitian yang mengambil tempat di BMT. dan penerapan sistem pengendalian intern ditunjukkan dengan prosentase 80 % yang berarti pengendalian internnya baik.Pengendalian Intern Penggajian Karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta ini berbeda dari penelitian-penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa jaringan prosedur sistem penggajian karyawan yang ada si BMT Al Ikhlas ternyata sangat sederhana dan simpel. kemudian menjelaskan dan menganalisis data yaitu dengan cara pengumpulan dan penyusunan data. selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan berdasarkan landasan teori yang ada. hal ini juga membedakan dengan penelitian terdahulu. Metode Penelitian Berdasarkan sifatnya penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian studi lapangan karena penelitian ini hanya mengumpulkan data. Sedangkan penelitian terdahulu kebanyakan mengambil lokasi di Perseroan Terbatas (PT) yang tidak berdasar prinsip syariah. yaitu lembaga keuangan syariah yang kegiatan operasionalnya berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Herman Yohanes 103 E Sagan Yogyakarta. Waktu dan Wilayah Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta Yang beralamatkan di Jalan Prof. sedangkan waktu penelitiannya pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2006. 47 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

sistem pengendalian intern penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta yang berkaitan dengan sistem. bukubuku teks literatur mengenai sistem pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian karyawan. catatan atau laporan historis baik yang dipublikasikan atau yang tidak dipublikasikan. dalam hal ini keterangan-keterangan dari pihak pelaksana penggajian BMT Al Ikhlas mengenai prosedur penggajian karyawan. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang gambaran umum perusahaan. Data Primer 48 Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli ( tidak melalui media perantara ). Data dan Sumber Data 1. b. Teknik Pengumpulan Data a. serta pengendalian internnya. Sumber Data a. dan sistem pengendalian intern penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas. C. Dari penelitian ini dapat diketahui apakah sistem penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku atau belum. sistem dan . 2. Data sekunder dapat berupa bukti. dokumen. Data Sekunder Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Teknik wawancara Yaitu mengadakan tanya jawab langsung kepada responden atau pihak yang terkait dalam perusahaan. dapat berupa opini subyek ( orang ) secara individual atau kelompok. hasil observasi. prosedur.

prosedur penggajian karyawan, serta unit-unit organisasi yang terkait dengan sistem penggajian. b. Teknik dokumentasi Yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari catatan-catatan yang dimiliki perusahaan. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang dokumen, catatan, prosedur, dan pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta. 49 c. Teknik kepustakaan Pengumpulan data dengan membaca buku, mencari literatur dan laporan-laporan yang berhubungan dengan penelitian. d. Teknik Kuisioner Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden dalam hal ini pelaksana penggajian supaya responden menjawab tentang pelaksanaan sistem penggajian, apakah sudah memadai atau belum. D. Teknik Analisis Data Pengolahan data hasil penelitian ini menggunakan alat analisis deskriptif kualitatif, yaitu analisis yang dilakukan melalui perhitungan dengan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan yang logis mengenai datadata yang dianalisis. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa analisis deskriptif ini dimaksudkan untuk menguraikan atau memaparkan hasil penelitian untuk kemudian diadakan interpretasi berdasarkan landasan teori yang telah disusun. Hal ini digunakan untuk mengetahui penerapan prosedur sistem akuntansi penggajian dan sistem pengendalian intern yang dilakukan, sehingga dapat diketahui apakah masih perlu atau tidak diadakan perbaikanperbaikan dalam meningkatkan sistem pengendalian intern penggajian

karyawan. Penilaian prosedur penggajian karyawan dilakukan dengan metode wawancara langsung dengan responden yaitu pihak pelaksana penggajian sehingga diperoleh jawaban berkaitan dengan pokok penelitian. Disamping itu proses dan analisa data menggunakan langkah editing, yang merupakan langkah meneliti ulang kelengkapan dan kebenaran jawaban yang diperoleh 50 dari responden melalui wawancara sehingga data yang diperoleh akan sesuai dengan pokok penelitian. Penilaian terhadap kondisi sistem pengendalian intern dalam sistem penggajian dilakukan dengan metode kuisioner. Metode ini dilakukan dengan membuat pertanyaan dengan menambah kata tanya apakah pada tiap elemen sistem pengendalian intern dalam sistem penggajian. Sehingga kemungkinan jawaban yang diperoleh adalah Ya dan Tidak . Jawaban Ya berarti sistem pengendalian intern adalah baik, jawaban Tidak berarti sebaliknya. Berdasarkan pertanyaan yang mendapat jawaban Ya selanjutnya dicari skornya dengan perhitungan sebagai berikut: Nilai Relatif =

butir yang diterapkan butir yang mendapat jawaban " ya" x 100 % %?= Selanjutnya, nilai relatif hasil dari perhitungan yang diperoleh melalui

skoring, dideskripsikan dengan berdasarkan kriteria penilaian sebagai berikut: 25 Skor 0 % - 39,99 % dikategorikan tidak memadai 40,00 % - 59,99% dikategorikan kurang memadai 60,00 % - 79,99% dikategorikan cukup memadai 80,00 % - 89,99% dikategorikan memadai 90,00 % - 100% dikategorikan sangat memadai

25 Jaka Mujihana, Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Dalam Penjualan Kredit Barang jadi, Skripsi, Yogyakarta, FPIPS UNY, 1998, hal. 39. 51 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Profil Obyek Penelitian 1. Sejarah dan Perkembangan BMT Al Ikhlas Yogyakarta Baitul Mal wat Tamwil (BMT) lahir sebagai salah satu solusi alternatif di kalangan masyarakat muslim karena adanya pertentangan mengenai bunga atau riba. Kehadiran BMT diharapkan mampu membantu masyarakat muslim terbebas dari praktik bunga atau riba yang dilakukan oleh bank-bank konvensional. Dalam operasinya BMT tidak menggunakan sistem bunga atau riba dalam pembagian keuntungannya tetapi menggunakan sistem bagi hasil yang berdasarkan keadilan. BMT Al Ikhlas adalah suatu lembaga keuangan syariah yang sistem

39 52 BMT Al Ikhlas didirikan pada tanggal 1 Februari 1995 oleh tim Yayasan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Umat (YP2SU) yang terdiri dari empat orang. Dengan dukungan beberapa orang teman yang punya ketertarikan yang sama. Tim inilah yang menjadi pendiri dan pengurus BMT Al Ikhlas. Tim tersebut tediri dari: 1. 2.000. 4. Bapak Abdul Aziz. Waktu itu diklat tersebut dihadiri oleh Bapak Sumiyanto. Pada awalnya BMT Al Ikhlas hanya . Bapak Sumiyanto. Menurut peraturan yang ada untuk mendirikan sebuah BMT yang ideal harus dimulai dengan modal awal sebanyak Rp 5. Ide untuk mendirikan BMT ini muncul setelah adanya pendidikan dan pelatihan (diklat) Manajemen Zakat dan Ekonomi Syariah (MZES) angkatan ke tiga yang diadakan oleh Dompet Dhuafa pada awal November 1994.000. Sementara BMT Al Ikhlas memulai usahanya dengan dukungan modal ala kadarnya dan semangat yang tinggi. Bapak Eko Novianto. akhirnya mereka sepakat untuk mendirikan BMT dengan persiapan yang sangat sederhana dan modal awal yang bisa dikatakan jauh dari cukup dan BMT tersebut mereka beri nama BMT Al Ikhlas.operasionalnya berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah Islam. Bapak Arief Budiman. Kepahaman akan sistem syariah dan tuntutan keadaan pada waktu itu membuat beliau mulai berfikir untuk merealisasikan semua ide yang baru sampai pada tahap pemikiran saja. 3.

Alasan pemilihan lokasi ini karena ingin memberikan pelayanan yang lebih baik bagi nasabah potensial mereka yaitu para mahasiswa terutama untuk nasabah tabungannya. Waktu itu BMT Al Ikhlas beralamatkan di Pogung Baru Blok A17 Yogyakarta. karena memang daerah ini dan sekitarnya mayoritas dihuni oleh para mahasiswa. Kemudian pada tanggal 21 April 1995 beserta 19 BMT lainnya BMT Al Ikhlas diresmikan secara kolektif oleh Prof. dan Forum Ekonomi Syariah Yogyakarta. Prof. dimana nasabah kalau ingin menyimpan uang tidak perlu jauhjauh datang ke BMT tetapi cukup dengan menelpon maka petugas akan datang untuk mengambil tabungan nasabah. pada bulan September 1995 setelah mengadakan studi kelayakan akhirnya BMT Al Ikhlas pindah ke Sagan tepatnya di Jl. Pada bulan April 1995 BMT Al Ikhlas mulai menginduk pada Dompet Dhuafa Republika lewat Forum Ekonomi Syariah Yogyakarta (FESY). Sedangkan bagi nasabah pembiayaan (kredit) disediakan pelayanan Jemput Bola atau door to door.mempunyai modal mandiri sebanyak Rp 500. DR. Tujuh bulan setelah beroperasi.. Ir. dimana apabila nasabah ingin membayar angsuran pinjamannya dan . Ing. tetapi bukan berarti BMT Al Ikhlas nasabahnya hanya para mahasiswa tapi masyarakat umum juga ada. Habibie 53 yang disponsori oleh Asosiasi BPR Syariah Indonesia. Berbeda dengan lokasi lama kawasan ini terhitung di tengah kota dengan fasillitas yang cukup layak. 103 E Yogyakarta. Sebagai suatu bentuk peningkatan pelayanan BMT Al Ikhlas menyediakan fasilitas Direct BMT Al Ikhlas bagi nasabah penabung.J. Herman Yohanes No.000 serta seperangkat alat komputer. Dompet Dhuafa Republika.000 ditambah dana dari Dompet Dhuafa Republika sebesar Rp 1. B.000.

000 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Jun-06 Tahun .000 6.000.000.000 4.000.000.000.000.000.000.000. DP3.000.mereka tidak punya waktu atau berhalangan maka petugas BMT akan datang ke rumah mereka untuk mengambil uang angsurannya.000.5 Kajor Sleman Yogyakarta.000.000 3. maka bisnis sebelumnya 54 Perkembangan ASSET.000. maka pihak BMT Al Ikhlas perlu dan sudah saatnya untuk melebarkan usahanya.000 5.000 9.000.000 2.000.000.000.000 7. tepat pada bulan Juni 1996 yang bermula dari seorang nasabah pembiayaan yang bernama Toni Suhartono yang mengalihkan bisnisnya ke rental komputer. Seiring dengan kemajuan BMT dan perkembangan masyarakat di sekitarnya.000.000.Outstanding BMT AL IKHLAS YOGYAKARTA 1. Godean KM 4. Dalam perjalanannya BMT Al Ikhlas mulai membentuk sektor riil Grosir Kaset bernuansa Islam yang diberi nama NADA NURANI dengan modal awal kurang lebih dari Rp 7. Akhirnya pada bulan Juni 1996 dibukalah kantor cabang BMT Al Ikhlas di Jl.000 8.000.

Raya Magelang km-5 no. Prambanan Telp. 0274. Kantor Bantul : Jl. Tahun demi tahun terus berjalan dan BMT Al Ikhlas telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Parangtritis km. 119. Sampai sekarang BMT Al Ikhlas masih terus beroperasi melayani para nasabahnya dan telah mengalami peningkatan aset yang cukup menggembirakan. 0274.625-945 Perkembangan Keuntungan Bersih BMT AL IKHLAS YOGYAKARTA .5 Kompleks Ruko Griya Perwita Regency B/4 Sewon Bantul Telp.748-4347 b. Kantor Sleman : Jl.411-830 c. Sleman Telp. 32 Tlogo. Gambar 6 Perkembangan Usaha BMT Al Ikhlas Sumber : BMT Al Ikhlas Yogyakarta 55 Gambar 7 Perkembangan Laba BMT Al Ikhlas Sumber : BMT Al Ikhlas Yogyakarta Saat ini BMT Al Ikhlas memiliki beberapa kantor cabang diantaranya : a. 3. 0274.R u p ia h Asset Dana Pihak Ke-3 Outstanding berupa distributor kaset dilimpahkan ke BMT Al Ikhlas untuk dikembangkan. Yogya Solo km-17 Kios Sidodadi No. Kantor Prambanan : Jl.

Kantor Godean Jl. 0274.000.000. Dewan Pendiri Saat didirikan.(80.000 140. Godean Km 7 Sidokarto Godean .000 80. Sleman Telp. Susunan Kepengurusan BMT Al Ikhlas Yogyakarta a.000.000 100. .000.000) (40.000. 1) Bapak Arief Budiman.000) 20.797-139 2.000.000.000.000 120.000.000) (60.000. 4) Bapak Abdul Aziz.000 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Jun-06 Tahun R u p ia h Keuntungan bersih56 d.000 60. 2) Bapak Eko Novianto.000 40. 3) Bapak Ahmad Sumiyanto.000.000) (20. BMT Al Ikhlas terdiri dari 4 orang pengurus yaitu.

ditetapkan Pengurus Koperasi BMT Al Ikhlas masa kerja 2006 2011 adalah sebagai berikut: Dewan Pengawas 1) Dr. SE 3) Bendahara : Muh. M. berdasarkan prinsip keadilan dan saling menguntungkan. Kami bertekad untuk mengembangkan diri agar dapat menjadi BMT unggulan dan menjadi uswah bagi lembaga keuangan syariah lain. Susunan Kepengurusan BMT Al Ikhlas berdasar hukum koperasi. SE 57 3. Berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan Koperasi BMT AL Ikhlas pada tanggal Januari 2006. sehingga berperan dalam peningkatan kualitas usaha kecil dan menengah dengan profesional. yang beroperasi di DIY dan sekitarnya. Lc. . Muhammad. MA 2) Dr.b. yang menjunjung tinggi citra BMT sebagai sebuah lembaga kepercayaan masyarakat. SE. Visi dan Misi BMT Al lkhlas Yogyakarta a. Yunahar Ilyas. Ag 3) Ir. Visi Memberikan layanan keuangan dengan pola syariah. MSI 2) Sekretaris : Edi Susilo. Beroperasi dengan badan hukum koperasi. Nurudin Susanto. serta pelayanan pengelolaan ziswaf kepada masyarakat. Arief Budiono Pengurus 1) Ketua : Ahmad Sumiyanto. jadi seluruh operasionalnya merujuk kepada undang-undang koperasi.

4) Melaksanakan bisnis dengan pendampingan dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah yang berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha. didukung penguasaan teknologi informasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Budaya Kerja yang Dikembangkan 1) Di dalam kantor Hal-hal yang harus mendapat perhatian meliputi: a) Tampilan bangunan kantor dari luar sampai dengan keleluasaan dan keamanan tempat parkir kendaraan. shodaqoh dan wakaf.b. kerapihan dan tata ruang kantor khususnya ruang pelayanan nasabah. sekaligus menjadi pengelolanya. 3) Mengembangkan sumber daya insani yang berkualitas dengan etos kerja dan integritas tinggi. Mulai dari ruang tunggu. 2) Secara sistematis dan berkesinambungan melakukan penyempurnaan dalam pengelolaan produk untuk pencapaian pelayanan yang berkualitas dan bernilai syariah. 58 5) Melaksanakan sosialisasi akan pentingnya zakat. disiplin. meja customer service hingga meja-meja lainnya yang terjangkau oleh pandangan nasabah. infak. intonasi suara . sapaan (bahasa. c. counter teller. Misi 1) Mensosialisasikan sistem lembaga keuangan syariah secara komprehensif. dinamis. dengan menawarkan produk-produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. c) Sikap para karyawan front liner. b) Kebersihan.

Pendidikan Unit Finance 1) S 1 : 72 % . intonasi suara dan cara berpakaian) sampai dengan pemberian penjelasan atas produk dan masalah yang dihadapi nasabah. e) Kualitas dan tampilan voucer. d) Menyusun. Bebas Riba. sapaan (bahasa. disampaikan dengan ringkas. 59 c) Slogan 5 keunggulan produk simpanan BMT Al Ikhlas terus menjadi pendorong semangat saat mencari nasabah: Aman. Ramah Bersahabat Cepat. inovatif dan visiner 4. 2) Di luar kantor Hal-hal yang diperhatikan meliputi: a) Sikap para karyawan lapangan. jelas dan padat hingga memberikan rasa puas nasabah. disampaikan dengan ringkas. Bagi Hasil Kompetitif. jelas dan padat hingga memberikan rasa puas nasabah. tiket dan dokumen transaksi lainnya serta kelengkapan informasi dari seluruh produk yang ditawarkan. d) Kecepatan dan ketepatan pelayanan. Jumlah Karyawan BMT AI Ikhlas saat ini terdiri dari : 1) Unit finance : 41 orang 2) Unit-unit afiliasi : 26 orang b. mempelajari dan menindaklanjuti SWOT e) Kreatif.dan cara berpakaian) sampai dengan pemberian penjelasan atas produk dan masalah yang dihadapi nasabah. Fasilitas Antar Jemput. b) Kecepatan dan ketepatan pelayanan. Sumber Daya Insani a.

Untuk playgroup. SDIT/SD. TPA.00 5. Simpanan Siswa Benpinter Adalah simpanan bagi siswa untuk menyiapkan dan merencanakan pendidikan sejak dini.000. kecuali untuk kepentingan pendidikan siswa selama berada dibangku sekolah. c. MI/ MTs/ SMP. Produk BMT Al Ikhlas a. 3.30 sampai dengan jam 15. TKIT/ TK. 6 dan 12 bulan 2) Setoran minimal Rp.00 60 3) Nisbah bagi hasil 30 % (1 bulan). 45% (3 bulan). 500. atau 55% (12 bulan) dari pendapatan BMT b. kemudian diserahkan sepenuhnya ke BMT Al Ikhlas sebagai Mudharib (pengelola) untuk diinvestasikan kepada hal-hal yang produktif dan tidak melanggar ketentuan syariah. Simpanan Haji Al Mabrur . Ketentuannya : 1) Simpanan Berjangka Deposito Muamalah Mizan memiliki jangka waktu 1. dan setiap hari mempunyai jam kerja mulai jam 07. Simpanan ini tidak diambil. 50% (6 bulan).2) Diploma : 20 % c. Nisbah bagi hasil yang diberikan sebesar 18% dari pendapatan rata-rata BMT. Simpanan Berjangka Deposito Muamalah Mizan Adalah simpanan yang penyetorannya dilakukan sekali dan penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan BMT Al Ikhlas. Jam kerja karyawan BMT Al Ikhlas adalah dari hari Senin sampai dengan Jum at. Transaksi kerja samanya adalah pihak sekolah yang menghimpun dana dari siswa .

300.Setoran awal minimal Rp.000.Simpanan Haji adalah simpanan bagi umat Islam yang berencana menunaikan ibadah haji atau umroh.Bebas biaya administrasi. d. nisbah bagi hasil yang diberikan sebesar 18% dari pendapatan rata-rata BMT. Simpanan Mudharabah Simpanan yang dikelola dengan prinsip syari ah mudharabah almuthlaqah. dan on-line antar cabang yaitu setoran tunai dapat dilakukan di semua cabang. yang dikelola berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah. Bentuk kerjasamanya adalah pihak lembaga mitra menghimpun dana kemudian menyerahkan sepenuhnya dana tersebut kepada BMT Al Ikhlas melalui satu rekening untuk diinvestasikan kepada usaha produktif yang tidak melanggar ketentuan syariah.000. Manajemen Renumerasi Karyawan Berbasis BMT Manajemen Renumerasi Karyawan adalah salah satu bentuk kerja antar lembaga (sekolah dan BMT) dalam hal pengelolaan keuangan lembaga mitra oleh BMT khususnya yang berkaitan dengan sistem dan 61 prosedur penggajian karyawan. semua karyawan terdaftar dalam keanggotaan yang selanjutnya mendapatkan nomor keanggotaan dan buku simpanan sebagai sarana transaksi. terdaftar di Departemen Agama. penabung akan terdaftar pada SISKOHAT sebagai kepastian memperoleh kursi. dimana dana yang disimpan oleh anggota akan digunakan BMT secara mutlak sepenuhnya untuk diinvestasikan pada usaha produktif dan halal... penarikan dana dapat dilakukan setiap saat dan . 100. Keunggulannya antara lain : dana yang disimpan dijamin keamanannya. Fasilitas yang diperoleh yaitu setoran ringan. e.dan setoran selanjutnya minimal Rp.

Pembayaran Gaji Pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta Upaya BMT Al Ikhlas Yogyakarta sebagai lembaga keuangan syariah untuk menegakkan prinsip-prinsip syariah ditunjukkan dengan : a) Adanya aqad perjanjian kerja atau surat pernyataan kesediaan. penyaluran dana untuk pengembangan usaha kecil dan menengah. Kemudian sejak tahun 2001 NADA NURANI mulai masuk pada penjualan dan persewaan VCD Islami. 6. Magelang No. Mulai . BMT juga melengkapinya dengan pengadaan usaha mandiri yang lebih sering disebut sektor riil. berdirilah sebuah percetakan dengan Debeta yang berlokasi di Jl. bebas biaya administrasi bulanan. 119 Yogyakarta. fasilitas antar jemput baik saat penyimpanan maupun penarikan. sebelum karyawan mulai bekerja mereka harus menandatangani aqad perjanjian kerja yang berkaitan dengan kejelasan pekerjaannya. Mulai akhir Desenber 2003. dengan nama NADA NURANI. bagi hasil kompetitif. Adapun sektor riil BMT adalah : 62 1) Distributor kaset dan VCD Islami. f. 2) Debeta (Percetakan dan Sablon) Dinamika kota Yogyakarta yang sedemikian komplek serta suasana dan nuansa pendidikan dan bisnis yang relatif dinamis menghajatkan BMT Al Ikhlas untuk mempunyai percetakan sendiri yang memiliki peluang bisnis prospektif.sewaktu-waktu serta di setiap kantor pelayanan BMT Al Ikhlas terdekat. Produk-produk Pada Sektor Riil Dalam menyebarkan produk-produknya. Berdiri sejak tahun 1997.

kemudian memuat pula lampiran gaji yang akan diterima oleh karyawan. BMT Al Ikhlas Yogyakarta menjadikan Upah Minimum Regional ( UMR ) sebagai standar gaji pokok.. b) Apabila jumlah gaji yang diberikan kepada karyawan ini telah mencapai batas nishab maka akan dikenakan zakat. sampai perekrutan ini ada SK yang di dalamnya memuat hak-hak apa saja dan kewajiban apa saja bagi karyawan. maka BMT Al Ikhlas mengambil kebijakan pembayaran gaji diundur atau diajukan. 1100000.sedangkan untuk gaji yang 63 belum mencapai batas nishab akan diberikan kelonggaran untuk berinfak saja. Batas nishab yang ditentukan kurang lebih Rp. B. Penggajian bagi para karyawan di BMT Al Ikhlas didasarkan pada . Pengujian dan Hasil Analisis Data. Artinya gaji yang diberikan tidak berada jauh di bawah pasaran. yaitu ditentukan setiap tanggal 1 karyawan memperoleh hak gaji mereka. c) BMT Al Ikhlas juga mempunyai kebijakan lain apabila ternyata didapati karyawan yang membolos kerja maka konsekuensinya adalah dilakukan pemotongan gaji. Kemudian dari gaji pokok tersebut ditambahkan dengan berbagai tunjangan yang penentuan besarnya tunjangan itu didasarkan atas masa kerja dan level jabatan karyawan. d) Mengenai standar gaji. e) Pembayaran gaji karyawan dilakukan secara tepat waktu. Apabila ternyata pada tanggal 1 tersebut merupakan hari libur. tidak ada ketentuan batas infak yang diberlakukan.dari karyawan training.

kemudian tunjangan tetap dan tunjangan variabel. Sewa dan pemeliharaan kendaraan f. Ketentuan besarnya tunjangan yang diberikan kepada karyawan ini diperhitungkan berdasar masa kerja karyawan serta level jabatan karyawan yang bersangkutan. Tunjangan makan b. Tunjangan transport d. Tunjangan jabatan b. selanjutnya dikurangi dengan potongan-potongan gaji. Tunjangan pengurus d. Tunjangan masa kerja c. Tunjangan istri e.Upah Minimum Regional ( UMR ) sebagai standar gaji pokoknya. Tunjangan kehadiran c. Adapun tunjangan yang diberikan adalah sebagai berikut: Tunjangan tetap yang terdiri dari : a. Dana taawun . Tunjangan anak f. Tunjangan pulsa e. THR Tunjangan variabel yang terdiri dari : a. BMT Al Ikhlas memberikan tunjangan atau jaminan sosial kepada karyawannya dalam rangka usaha pemeliharaan tenaga kerja. Tunjangan dana teknis Potongan yang dibebankan atas gaji karyawan antara lain : a. Sedangkan dalam hal fasilitas bagi karyawan seperti misalnya sepeda motor ini dasarnya adalah waktu dan 64 jabatan.

masa kerja karyawan. baik di kantor cabang maupun kantor pusat. Fungsi yang terkait dalam sistem penggajian 1) Fungsi pencatatan presensi Fungsi ini bertanggungjawab atas penyelenggaraan catatan waktu hadir bagi semua karyawan BMT Al Ikhlas. 1. apakah karyawan berhak mendapatkan gaji penuh atau harus dipotong akibat ketidakhadiran mereka. dan menit kerja. Prosedur Sistem Penggajian Karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta a. Penyelenggaraan pencatatan waktu hadir ini untuk menentukan gaji karyawan. jabatan karyawan dan level. presensi karyawan. tanggal. tetap ).b. waktu kepulangan. kontrak. Zakat 65 Dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas terdiri dari : SK ( Surat Keputusan ) pengangkatan karyawan ( training. Pencatatan waktu hadir diselenggarakan dengan menggunakan sistem software yang ditangani oleh bagian akunting. berisi catatan hari. Pajak penghasilan e. waktu kedatangan. Asuransi hari tua d. Asuransi kesehatan c. Angsuran pembiayaan g. Potongan hutang gaji f. sehubungan dengan . 2) Fungsi administrasi personalia Fungsi ini bertanggungjawab membuat rekap catatan presensi karyawan dari masing-masing kantor cabang. struktur gaji karyawan.

Teller melakukan entry gaji ke rekening tabungan masing-masing karyawan. karyawan ijin.catatan karyawan masuk. cuti dan sebagainya. level karyawan. Selanjutnya hasil rekap struktur gaji karyawan diteruskan ke kantor cabang. 66 3) Fungsi penggajian ( manajer SDM ) Fungsi ini bertanggungjawab untuk membuat daftar gaji yang berisi gaji kotor yang menjadi hak masing-masing karyawan serta potongan yang dibebankan pada setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji. Jaringan prosedur sistem akuntansi penggajian karyawan BMT Al Ikhlas Yogyakarta 1) Prosedur pencatatan presensi Prosedur ini dilakukan dengan sistem software yang dipegang oleh bagian akunting dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : a) Bagian pencatatan waktu mengawasi setiap karyawan yang mengisi presensi yang dicatat menggunakan sistem software . 4) Fungsi teller Fungsi ini bertanggungjawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji. berdasarkan laporan presensi dari manajer masing-masing kantor cabang. masa kerja karyawan. Data yang dipakai sebagai dasar untuk pembuatan daftar gaji karyawan adalah Surat Keputusan mengenai pengangkatan karyawan. b. oleh manajer cabang didistribusikan ke bagian keuangan dan teller. daftar presensi karyawan. Fungsi administrasi personalia ini berada di kantor pusat dan fungsi ini dihandle langsung oleh manajemen pusat. jabatan karyawan.

masa kerja karyawan. level karyawan c) Membuat rekap daftar gaji untuk masing-masing kantor cabang dan kantor pusat d) Mencatat penghasilan karyawan ke dalam struktur gaji karyawan . jabatan karyawan.pada waktu datang dan pulang b) Membuat presensi karyawan berdasarkan catatan yang ada dalam software67 c) Menyerahkan daftar presensi karyawan cabang ke bagian administrasi personalia kantor pusat 2) Prosedur administrasi personalia Prosedur ini dilakukan oleh bagian personalia kantor pusat dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : a) Bagian administrasi personalia kantor pusat menerima daftar presensi karyawan dari kantor cabang b) Membuat rekap daftar presensi berdasarkan catatan presensi karyawan dari masing-masing kantor cabang dan diarsipkan c) Menyerahkan rekap daftar presensi ke bagian penggajian ( manajer SDM ) 3) Prosedur penggajian ( manajer SDM ) Prosedur ini dilakukan oleh manajer SDM pusat dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : a) Manajer SDM menerima rekap daftar presensi karyawan dari bagian administrasi personalia b) Membuat daftar gaji berdasarkan dokumen SK pengangkatan karyawan.

e) Bagian akunting mencatat biaya gaji f) Membuat bukti kas keluar 68 g) Menyerahkan hasil rekap struktur gaji karyawan ke masingmasing manajer kantor cabang 4) Prosedur pembayaran gaji Prosedur ini dilakukan oleh bagian keuangan dan teller dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : a) Menerima hasil rekap struktur gaji karyawan dari manajer b) Bagian keuangan mengeluarkan gaji karyawan c) Entry gaji ke rekening masing-masing karyawan d) Strook gaji diserahkan ke karyawan sebagai bukti bahwa gaji telah masuk ke rekening tabungan masing-masing karyawan 69 Gambar 8 Prosedur Penggajian Karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta BAGIAN PENGGAJIAN ( MANAJER SDM ) KANTOR PUSAT TELLER KANTOR CABANG KARYAWAN PRESENSI KANTOR CABANG DAN PUSAT ADMINISTRASI PERSONALIA KANTOR PUSAT Sumber : BMT Al Ikhlas Yogyakarta 70 2. Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem Penggajian Karyawan Unsur-unsur pengendalian intern penggajian karyawan BMT Al .

fungsi keuangan dipegang oleh bagian keuangan. Fungsi pembuat daftar gaji dipegang oleh bagian penggajian yaitu manajer SDM pusat.Ikhlas Yogyakarta meliputi : a. Aspek sistem otorisasi Sistem otorisasi yang berlaku pada BMT Al lkhlas Yogyakarta adalah : 1) Presensi sebagai pedoman pembuatan daftar gaji diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu yang dipegang oleh bagian akunting 71 2) Dalam daftar gaji karyawan harus memiliki SK pengangkatan sebagai karyawan BMT Al Ikhlas. b. Aspek organisasi Struktur organisasi yang memisahkan tugas dan tanggungjawab fungsional secara tegas merupakan bagian penting perusahaan untuk melakukan kegiatan pokok perusahaan. Organisasi yang telah memisahkan tanggungjawab serta memberikan kewenangan terhadap masing-masing bagian terkait dengan proses pelaksanaan prosedur penggajian pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta ditunjukkan dengan adanya : 1) Pemisahan fungsi pembuat daftar gaji dari fungsi keuangan. 2) Pemisahan fungsi pencatatan waktu hadir dari fungsi pembuat daftar gaji. fungsi pencatatan waktu hadir yang menggunakan sistem software dipegang oleh bagian akunting. Pemisahan fungsi yang jelas pada masing-masing bagian bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan pasti sesuai dengan kedudukannya di dalam struktur organisasi. ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dalam hal ini ketua pengurus BMT Al Ikhlas Yogyakarta .

3) Setiap perubahan gaji karyawan atau perubahan unsur yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung penghasilan karyawan diotorisasi oleh yang berwenang dalam hal ini manajer SDM pusat 4) Setiap potongan gaji selain dari pajak penghasilan karyawan didasarkan atas surat potongan gaji dan diotorisasi oleh fungsi keuangan 5) Daftar gaji tidak diotorisasi oleh fungsi personalia 6) Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji diotorisasi oleh fungsi akuntansi c. Aspek prosedur pencatatan Prosedur pencatatan yang berlaku pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta adalah : 1) Adanya perubahan data yang tercantum dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji karyawan 2) Tarif gaji yang tercantum dalam kartu penghasilan diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi d. Aspek praktik yang sehat Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta ditunjukkan dengan : 1) Fungsi pencatatan waktu yang dipegang oleh bagian akunting mengawasi sistem software pencatatan presensi karyawan 72 2) Pembuatan daftar gaji diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akuntansi sebelum dilakukan pembayaran 3) Catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar .

Sistem software yang ada diawasi . Hal tersebut memudahkan manajer untuk melakukan kontrol terhadap masing-masing fungsi yang berkaitan dengan penggajian. Fungsi pencatatan presensi ini terpisah dari fungsi pembuat daftar gaji. Hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa BMT Al Ikhlas telah memisahkan tugas dan tanggungjawab fungsional pada masing-masing bagian. Secara sistem pengembangan. Penilaian terhadap Fungsi-fungsi yang Terkait dalam Sistem Penggajian Karyawan BMT Al Ikhlas Yogyakarta Fungsi-fungsi yang terkait dengan sistem penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas antara lain fungsi pencatatan presensi. waktu kepulangan. Sistem software yang digunakan dalam pencatatan presensi mempermudah bagian penggajian untuk melakukan pemantauan kehadiran yang akan mempermudah dalam menentukan perhitungan gaji karyawan yang akan diberikan. Pembahasan Hasil Analisis 1. fungsi personalia dihandle langsung oleh manajemen pusat. fungsi administrasi personalia. Fungsi pencatatan presensi Pencatatan atas kehadiran semua karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan sistem software.gaji yang dipegang oleh manajer SDM pusat C. waktu kedatangan. tanggal. Fungsi pencatatan presensi yang ada di 73 BMT Al Ikhlas Yogyakarta dinilai baik dan telah sesuai dengan prosedur. fungsi penggajian. Fungsi penggajian dipegang langsung oleh manajer SDM mengingat bentuk struktur organisasi BMT yang simpel. a. Pencatatan ini meliputi hari. dan fungsi teller. menit kerja.

karyawan yang cuti dan sebagainya yang dicatat untuk tiaptiap karyawan kantor cabang dan pusat. Fungsi penggajian Daftar gaji dibuat oleh bagian penggajian yang ditangani oleh manajer SDM kantor pusat dan pelaksana penggajian atas dasar surat keputusan pengangkatan karyawan. jabatan dan level karyawan. fungsi ini sudah baik. b. Penghasilan karyawan ini dihitung dalam satu periode pembayaran gaji. daftar presensi karyawan berdasarkan laporan dari manajer masingmasing kantor cabang yang digunakan sebagai acuan untuk penyusunan daftar gaji. dengan daftar gaji yang berisi jumlah penghasilan gaji kotor hak setiap karyawan dan perhitungan potongan . artinya fungsi administrasi personalia ini terpisah dari fungsi-fungsi pencatatan presensi dan fungsi penggajian yang ada. catatan masa kerja karyawan.oleh bagian akunting. c. tugas fungsi administrasi personalia adalah membuat rekap daftar presensi seluruh karyawan dari masing-masing kantor cabang. Fungsi administrasi personalia Fungsi administrasi personalia BMT Al Ikhlas Yogyakarta dihandle langsung oleh manajemen pusat. maupun peraturan-peraturan 74 penggajian. Melakukan pencatatan yang antara lain berkaitan dengan catatan karyawan masuk. adanya karyawan yang ijin. Secara prosedur. Setelah presensi karyawan yang tercatat dalam sistem software diketahui. dan dari pencatatan presensi ini akan diketahui catatan atas karyawan yang tidak hadir yang nantinya akan mempengaruhi potongan gaji karyawan. Fungsi pencatatan presensi merupakan kunci dari fungsi-fungsi selanjutnya karena dari fungsi ini akan menentukan berapa gaji yang seharusnya diperoleh karyawan .

bagian keuangan mengeluarkan gaji karyawan. Bagian akunting tinggal mengawasi setiap karyawan yang memasukkan passwordnya . a. mengisi cek guna pembayaran gaji. prosedur pembayaran gaji. Fungsi penggajian ini mempunyai hak untuk mengeluarkan gaji kemudian dibantu akunting untuk melakukan pencatatan kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji. Hasil analisis jaringan prosedur penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas 75 Yogyakarta menunjukkan bahwa prosedur penggajian yang ada sangat sederhana. prosedur administrasi personalia. 2. Fungsi teller Berdasarkan rekap struktur gaji karyawan dari manajer masing-masing kantor cabang. Selanjutnya bagian penggajian mencatat struktur gaji karyawan. dan menyerahkan hasil rekap struktur gaji karyawan ke manajer kantor cabang. dan teller melakukan entry gaji ke rekening tabungan masing-masing karyawan. Penilaian terhadap Jaringan Prosedur Sistem Penggajian Karyawan BMT Al Ikhlas Yogyakarta BMT Al Ikhlas Yogyakarta hanya menggunakan jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian. Prosedur pencatatan presensi Pencatatan daftar hadir karyawan menggunakan sistem software sangat menunjang proses pencatatan waktu hadir karyawan. d. Jaringan prosedur penggajiannya terdiri dari prosedur pencatatan presensi karyawan.atas gaji yang dibebankan ada masing-masing karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji. prosedur penggajian oleh manajer SDM.

b. Selanjutnya teller melakukan . jabatan. Prosedur penggajian Prosedur penggajian yang dipegang langsung oleh manajer SDM pusat ini bertugas untuk membuat daftar gaji karyawan berdasar dokumen SK karyawan. sesuai dengan urutan kegiatan proses penggajian. masa kerja. d. sehingga daftar hadir manual tidak diperlukan lagi . c. bagian keuangan mengeluarkan gaji karyawan. Prosedur pembayaran gaji Berdasar laporan dan rekap struktur gaji karyawan dari manajer. Secara manual manajer yang menyusun pembuatan daftar gaji dan membuat bukti kas keluar. Prosedurnya juga dinilai sesuai dengan sistem akuntansi yang baik. 76 kemudian secara teknis dibantu oleh akunting dilakukan posting dan pencatatan biaya gaji. level karyawan. dan prosedur pencatatan presensi di BMT Al Ikhlas sudah sesuai dengan sistem akuntansi yang baik karena mudah dipahami dan mempercepat proses presensi.ke dalam komputer sebagai tanda presensi. Prosedur ini terpisah dari prosedur penggajian dan prosedur administrasi personalia. mencatat penghasilan karyawan ke dalam struktur gaji karyawan. Prosedur administrasi personalia BMT Al Ikhlas Yogyakarta sudah sesuai dengan sistem akuntansi yang baik. Prosedur administrasi personalia Prosedur administrasi yang ditangani langsung oleh Support System Officer kantor pusat ini melakukan kegiatan pencatatan dan pengarsipan daftar presensi karyawan yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan daftar gaji oleh manajer SDM.

dilakukan dengan membandingkan antara kenyataan yang ada dengan teori. dan prosedur yang ada sesuai dengan sistem yang baik. Jawaban Ya menunjukkan sistem pengendalian intern adalah baik. Pembayaran gaji kepada karyawannya juga sudah melewati rekening bank. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dengan mengajukan daftar pertanyaan mengenai elemen-elemen unsur sistem pengendalian intern penggajian kepada pihak pelaksana penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta dengan format seperti dalam lampiran. sedangkan jawaban Tidak berarti . sehingga gaji yang diterima karyawan setiap bulannya tidak berupa uang kas tetapi dalam bentuk rekening. Prosedur pembayaran gaji ini tidak melalui proses yang panjang. mudah dipahami. Baik tidaknya pengendalian intern penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta dapat dilihat dalam jawaban kuisioner. Prosedur penggajian yang ada dinilai sesuai dengan sistem akuntansi yang baik. Penilaian terhadap Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem Penggajian Karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta Penilaian untuk mengetahui memadai atau tidaknya sistem pengendalian intern dalam sistem penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta.entry gaji. 77 Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan disusun sedemikian rupa sehingga kemungkinan jawaban yang diperoleh hanya terdiri dari Ya dan Tidak dengan butir-butir pertanyaan sebanyak 15 butir. 3. Prosedur penggajian di BMT Al Ikhlas juga sudah ditunjang dengan sistem informasi akuntansi yang memadai.

sebaliknya.89.79. Pertanyaan yang mendapat jawaban Ya selanjutnya dicari skornya dengan perhitungan : Nilai Relatif = butir yang diterapkan butir yang mendapat jawaban " ya" x 100 % = 15 12 x 100 % = 80 % Hasil perhitungan melalui skoring menunjukkan bahwa nilai relatif penerapan sistem pengendalian intern penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta sebesar 80 %.99% dikategorikan memadai 90.00 % .99% dikategorikan cukup memadai 80.00 % . Selanjutnya nilai relatif tersebut didiskripsikan berdasar kriteria penilaian : Skor 0 % .100% dikategorikan sangat memadai 78 Berdasar jawaban yang diperoleh atas pertanyaan yang diajukan .00 % .39.00 % . Berdasarkan pertanyaan yang diajukan terdapat 12 jawaban Ya dan untuk jawaban Tidak terdapat 3 buah jawaban.99% dikategorikan kurang memadai 60.59.99 % dikategorikan tidak memadai 40.

kepada BMT Al Ikhlas Yogyakarta dalam hal penerapan sistem pengendalian intern penggajian termasuk dalam kategori memadai. Artinya sudah ada pemisahan tugas dan tanggungjawab dalam struktur organisasinya. fungsifungsi yang berkaitan dengan prosedur penggajian telah memisahkan tanggungjawab dan tugas masing-masing. fungsi-fungsi personalia yang ada dihandle langsung oleh manajemen dan BMT Al Ikhlas sehingga struktur organisasi yang ada juga simpel. Jawaban Atas Pertanyaan dalam Perumusan Masalah 1. Bagaimanakah prosedur penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta ? Berdasarkan pelaksanaan prosedur penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta dapat diketahui bahwa dalam pelaksanaan pembayaran gaji ini dikatakan sesuai dengan prosedur dan sistem yang ada. Prosedur penggajian yang ada di BMT Al Ikhlas ini sederhana. BMT Al Ikhlas juga sudah memanfaatkan Koperasi Jasa Audit sebagai eksternal auditor untuk memeriksa data keuangan yang ada. dan praktik yang sehat dalam melaksanakan fungsi tiap unit organisasi. D. sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang baik. Keadaan ini mencerminkan sistem pengendalian intern penggajian BMT Al Ikhlas sudah berjalan dengan baik. Tahapan 79 prosedur penggajian karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta dapat dijelaskan dengan bagan alir sistem (flowchart) sebagai berikut : Gambar 9 . Pembayaran gaji karyawan di BMT Al Ikhlas tidak dilakukan dalam bentuk uang kas yang diberikan langsung kepada karyawan. melainkan gaji dibayarkan oleh bagian keuangan dan teller dengan entry gaji ke rekening masing-masing karyawan.

Prosedur Pencatatan Presensi Bagian Pencatatan Presensi Sumber : BMT Al Ikhlas Yogyakarta Mulai Mengawasi presensi Presensi dengan Sistem software Membut daftar presensi Daftar presensi karyawan 1 80 Gambar 10 Prosedur Administrasi Personalia Bagian Administrasi Personalia Sumber : BMT Al Ikhlas Yogyakarta 1 Daftar presensi karuyawan Membuat rekap Daftar pesensi Rekap daftar .

presensi 2 81 Gambar 11 Prosedur Penggajian Bagian Penggajian ( Manajer SDM ) Sumber : BMT Al Ikhlas Yogayarta 6 Mencatat Biaya gaji 2 rekap daftar presensi karyawan Membuat daftar gaji Membuat rekap daftar gaji untuk kantor cabang RDG Daftar gaji Mencatat penghasilan .

karyawan Strook gaji karyawan Membuat bukti kas keluar BKK 7 82 Gambar 12 Prosedur Pembayaran Gaji Bagian Keuangan dan Teller Sumber : BMT Al Ikhlas Yogyakarta 7 Rekap struktur gaji 4 Mengeluark an gaji karyawan Entry gaji ke rekening karyawan Strook gaji diserahkan ke karyawan selesai 83 a) Prosedur pencatatan presensi .

level ( . jabatan karyawan. masa kerja karyawan.Prosedur ini dilakukan dengan sistem software yang dipegang oleh bagian akunting dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : 1) Bagian pencatatan waktu mengawasi setiap karyawan yang mengisi presensi yang dicatat menggunakan sistem software pada waktu datang dan pulang 2) Membuat presensi karyawan berdasarkan catatan yang ada dalam software 3) Menyerahkan daftar presensi karyawan cabang ke bagian administrasi personalia kantor pusat b) Prosedur administrasi personalia Prosedur ini dilakukan oleh bagian personalia kantor pusat dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : 1) Bagian administrasi personalia kantor pusat menerima daftar presensi karyawan dari kantor cabang 2) Membuat rekap daftar presensi berdasarkan catatan presensi karyawan dari masing-masing kantor cabang dan diarsipkan 3) Menyerahkan rekap daftar presensi ke bagian penggajian manajer SDM ) c) Prosedur penggajian ( manajer SDM ) Prosedur ini dilakukan oleh manajer SDM pusat dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : 1) Manajer SDM menerima rekap daftar presensi karyawan dari bagian administrasi personalia 84 2) Membuat daftar gaji berdasarkan dokumen SK pengangkatan karyawan.

Aspek struktur organisasi Sudah ada pembagian tugas dan wewenang dari masing-masing unit organisasi sehingga penentuan proses tanggungjawab menjadi jelas. Organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional pada BMT Al . Bagaimanakah penerapan sistem pengendalian intern dalam penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta ? a. tiap kantor cabang 1 lembar 7) Menyerahkan hasil rekap struktur gaji karyawan ke masing-masing manajer kantor cabang d) Prosedur pembayaran gaji Prosedur ini dilakukan oleh bagian keuangan dan teller dengan uraian kegiatannya sebagai berikut : 1) Menerima hasil rekap struktur gaji karyawan dari manajer 2) Bagian keuangan mengeluarkan gaji karyawan 3) Entry gaji ke rekening masing-masing karyawan 4 )Strook gaji diserahkan ke karyawan sebagai bukti bahwa gaji telah masuk ke rekening tabungan masing-masing karyawan 2. BMT Al Ikhlas Yogyakarta mempunyai struktur organisasi yang 85 tidak terlalu rumit karena tidak melibatkan banyak bagian di dalamnya.karyawan 3) Membuat rekap daftar gaji untuk masing-masing kantor cabang dan kantor pusat 4) Mencatat penghasilan karyawan ke dalam struktur gaji karyawan 5) Bagian akunting mencatat biaya gaji hasil rancangan manajer SDM 6) Manajer membuat bukti kas keluar.

kontak. Sistem otorisasi ini 86 dikatakan memadai dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengendalian intern yang baik yang dapat memberikan perlindungan terhadap . BMT Al Ikhlas telah menyelenggarakan sistem otorisasi yang cukup baik. Bukti kas keluar atas pembayaran gaji diotorisasi fungsi akuntansi dengan persetujuan manajer SDM. Peraturan gaji yang dimuat dalam peraturan kepegawaian sebagai dasar perhitungan atas perubahan gaji karyawan diotorisasi oleh manajer SDM.Ikhlas Yogyakarta yaitu dengan adanya pemisahan fungsi : 1) Fungsi pencatatan presensi dipegang oleh bagian akunting 2) Fungsi administrasi personalia dihandle langsung oleh manajemen di kantor pusat 3) Fungsi penggajian dipegang oleh manajer SDM 4) Fungsi teller dipegang oleh bagian keuangan dan teller b. Setiap karyawan harus memiliki SK pengangkatan apakah dia training. Presensi sebagai dasar bagi manajemen untuk meneNtukan besarnya gaji karyawan diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu dalam hal ini di bawah pengawasan bagian akunting. Aspek sistem otorisasi Sistem wewenang dalam suatu organisasi merupakan alat bagi manajemen untuk mengadakan pengawasan terhadap kegiatan yang terjadi dan untuk menghindari tindak kecurangan yang mungkin bisa terjadi. Dengan adanya otorisasi tersebut dapat menghindarkan manipulasi presensi karyawan. tetap yang diotorisasi oleh Ketua Pengurus BMT Al Ikhlas setelah melalui proses musyawarah antara manajemen dan koordinator cabang.

Secara teknis. Dengan demikian unsur sistem pengendalian intern ini menjamin bukti kas keluar dibuat . Aspek prosedur pencatatan Prosedur pencatatan dilakukan oleh bagian-bagian yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab tiap bagian. Bagian akunting bertanggungjawab melakukan pengawasan pencatatan atas presensi karyawan dan mencatat adanya biaya gaji karyawan serta pembuatan bukti kas keluar. pencatatanpencatatan terkait pembayaran gaji dilakukan oleh akunting. Prosedur pencatatan di BMT Al Ikhlas sudah memadai artinya catatan-catatan akuntansi dapat disiapkan dan setiap saat dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan. Setiap perubahan data dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji karyawan. Catatan yang digunakan dalam penggajian karyawan adalah daftar presensi karyawan. Aspek praktik yang sehat Praktik yang sehat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tiap unit organisasi bertujuan agar pelaksanaan tugasnya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan seperti.kekayaan BMT. pembuatan daftar gaji harus 87 diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akuntansi keuangan sebelum dilakukan pembayaran. SK pengangkatan karyawan. Bagian administrasi personalia menyelenggarakan rekap daftar presensi karyawan yang selanjutnya dilaporkan kepada manajer SDM. struktur gaji karyawan. Hanya saja kekurangan yang ada yaitu daftar gaji tidak diotorisasi oleh fungsi personalia. d. c. Bagian keuangan dan teller mengeluarkan gaji karyawan.

prosedur penggajian dan prosedur pembayaran gaji. Manajemen pusat BMT Al Ikhlas menghandle langsung fungsi-fungsi personalia. hal ini berfungsi sebagai tanda telah diterimanya gaji oleh karyawan yang berhak. BMT Al Ikhlas Yogyakarta telah memisahkan tugas dan tanggungjawab fungsional pada masing-masing bagian yang berhubungan dengan penggajian karyawan. catatan penghasilan karyawan disimpan fungsi penggajian yang dipegang oleh manajer SDM. Jaringan prosedur sistem penggajian karyawan BMT Al Ikhlas Yogyakarta terdiri dari prosedur pencatatan presensi. Praktik yang sehat dalam penggajian di BMT Al Ikhlas ditunjukkan dengan fungsi pencatatan waktu dipegang oleh bagian akunting. 88 BAB V PENUTUP A.atas dasar dokumen pendukung yang andal. prosedur administrasi personalia. Meski jaringan prosedurnya sederhana prosedur tersebut dikatakan baik karena mudah dipahami dan dapat . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap sistem pengendalian intern penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. menciptakan sistem seada mungkin. pembuatan daftar gaji diverifikasi perhitungannya oleh fungsi akuntansi sebelum dilakukan pembayaran gaji. Prosedur sistem penggajian yang ada di BMT Al Ikhlas Yogyakarta sederhana. Kemudian catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji.

pertimbangan rahasia perusahaan. untuk kinerja ke depannya diharapkan dapat meminimalkan pencatatan dokumen secara manual agar kinerja menjadi lebih cepat. Contoh data yang belum diperoleh adalah data gaji karyawan. C. Saran-saran 1. . Keterbatasan Penelitian 1. bukti transaksi gaji. dan laporan keuangannya karena bersifat rahasia. 76 89 B. 2. Penelitian selanjutnya diharapkan agar menambah deskripsi teorinya. Oleh karena itu dalam melakukan analisis terhadap sistem penggajian hanya berdasarkan teori dan hasil jawaban kuesioner elemen pengendalian intern sistem penggajian. serta praktik yang sehat dalam melaksanakan fungsi tiap unit organisasi.memperlancar proses penggajian karyawan. Hasil analisis terhadap jawaban kuisioner pengendalian intern untuk menilai penerapan sistem pengendalian intern penggajian karyawan pada BMT Al Ikhlas Yogyakarta menunjukkan bahwa pengendalian internnya baik dan dikategorikan memadai. Perolehan data yang diinginkan peneliti belum maksimal. hal tersebut berkaitan dengan kebijakan perusahaan. sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang baik. Sudah ada pemisahan tugas dan tanggungjawab dalam struktur organisasinya. Penggunaan sistem software dalam pencatatan presensi karyawan di BMT Al Ikhlas Yogyakarta sudah baik. Dalam penelitian ini penulis tidak diijinkan untuk melihat secara langsung dokumen-dokumen gaji. 2. 2.

Handoko. Bambang.& Ashari. Sistem Akuntansi: Penyusunan Prosedur dan Metode. 1999. Edisi 2. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. 1998. PT. Penerbitan AA . Hani. Tarjamah Mukhtarul Ahaadits. BPFE Yogyakarta. Dasar-dasar Akuntansi. Zaki. Ahmad. Penerbitan STIE YKPN Yogyakarta.T. 1999. 2002. Baridwan. Edisi 5. ________. Buku 1. 1996. Hanafie & Nasution. Nur dan Supomo. Edisi 1. Bambang. Manajemen. dan mendapatkan hasil yang lebih valid. Maarif. 1999. Bandung. Edisi 1.1999. Auditing: Suatu Pedoman Pemeriksaan Akuntansi Tahap Pendahuluan. Edisi 1. BPFE Yogyakarta. Edisi 5. ________. PT. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Sidiq & Krismiaji. Sari Agung. 90 DAFTAR PUSTAKA Adlany. 1987. namun lebih baik menggunakan metode attribute sampling untuk menilai pengendalian intern perusahaan agar objektivitas hasil evaluasi terhadap objek yang diperiksa lebih terjamin. BP STIE YKPN Yogyakarta. Al Haryono. Jakarta. As-Sayyid Al-Hasyimiy. BPFE Yogyakarta. ________. BPFE Yogyakarta. Jusup. 2001. Praktik Auditing. Faruq. Nazri &Tamam. BPFE Yogyakarta.memilih bahasan dan cakupan penggajian karyawan yang lebih luas sehingga benar-benar memahami sistem pengendalian intern penggajian dan agar tidak memakai kuisioner pengendalian intern saja. Hartadi. Auditing ( Pengauditan ). Al Qur an Terjemah Indonesia. Indriantoro. Jilid 2.

Jakarta. 2000. BP STIE YKPN Yogyakarta. 17 Juni . PT. 2003.SEM Institute Yogyakarta. KAI Daop VI Yogyakarta . Sistem Akuntansi.uika-bogor. Mujiatun. Djitoe ITC . Setyadi. 1998. Analisis Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Karyawan pada PT.ac. Skripsi. Lubis. Auditing. Pemeriksaan Akuntan. UNS Solo. 2004. Skripsi. Kanaka.YKPN Yogyakarta. BP STIE YKPN Yogyakarta. Supersonic Chemical Industry Gunungkidul . Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Dalam Penjualan Kredit Barang Jadi . & Puradiredja. Dana Bhakti Wakaf Yogyakarta. Rani. JEI STAIN.htm. 1995. Tugas Akhir. FPIPS UNY Yogyakarta. 1997. Konsep Manajemen Syariah Dalam Pengupahan Karyawan Perusahaan. www. Jaka. Tanjung. 91 Pramawanti. ________. Skripsi. Pasaribu. Salemba Empat. Doktrin Ekonomi Islam ( Terjemahan ). Analisis Penerapan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Prosedur Penggajian Studi Kasus Pada PT. Jilid 1. Rahman. ________. Sistem Penggajian Karyawan Pada PT. Mulyadi.id/jur03. 1990. UNY Yogyakarta. Mujihana. Sinar Grafika Jakarta. Agus. Afzalur. Buku 1. Edisi 3. Edisi 5. Chairuman & K. Suhrawardi. Hendri. 1998. Edisi 3. Hukum Perjanjian Dalam Islam. 2005.

SE PROGRAM STUDI AKUTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUARA BUNGO TAHUN 2011 .SISTEM IN FORMASI MANAJEMEN OLEH : SUHESTI NPM : 08 DOSEN PEMBIMBING : LAULA DWI MARTIKA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->