BAGIAN I LATAR BELAKANG

Pembangunan ekonomi kerakyatan usaha menengah mempunyai perananan yang penting dan strategis untuk mewujudkan struktur dunia usaha nasional yang kokoh. Untuk mewujudkan struktur dunia usaha nasional yang kokoh maka usaha menengah perlu ditingkatkan jumlahnya dan diberdayakan menjadi usaha yang tangguh, mandiri dan unggul, sehingga peranannya dalam penyerapan tenaga kerja, ekspor dan pembentukan produk

domestik bruto semakin meningkat; UKM memiliki potensi besar, ditunjukkan dengan kemampuannya bertahan dalam menghadapi badai krisis keuangan dan ekonomi yang menimpa Indonesia sejak medio tahun 1997. Hal ini juga membuktikan bahwa UKM merupakan salah satu pelaku ekonomi yang kuat dan ulet. Meskipun demikian UKM tidak terlepas dari dampak gejolak pasar dan keambrukan system perbankan nasional. Diperkirakan di masa depan UKM akan cukup berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan ekonomi yang cepat berubah dan dapat meningkatkan posisi daya saing bukan hanya dalam pasar lokal tetapi juga dalam mendorong aktivitas ekspor yang pada akhirnya akan lebih mendorong pengembangan perekonomian daerah. Pemulihan ekonomi dalam perekonomian daerah akan lebih cepat tercapai apabila peran UKM dapat lebih ditingkatkan dan berbagai kendala internal yang melilit UKM seperti perkreditan dan permodalan dapat dicarikan solusi yang pas dan akurat. Perkreditan dan permodalan bagi pengembangan UKM sering menjadi kendala, karena UKM sangat terbatas kemampuannya untuk mengakseskan terhadap lembaga perkreditan atau perbankan. Realitas menunjukkan bahwa UKM pada umumnya mengalami masalah dalam memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan kredit yang biasanya diukur dengan 5C, yaitu : character, capacity, capital, collateral, dan condition. Dari persyaratan 5C tersebut ada 2C yang sulit dipenuhi yaitu capital dan collaterall. Capital berkaitan dengan persyaratan untuk memenuhi capital adequacy ratio (CAR) bagi para peminjam. Kesulitan ini terutama sering dihadapi oleh para pemodal kecil. Sedangkan collateral berkaitan dengan penyediaan jaminan atau agunan tambahan bagi peminjam. Dalam rangka pemberdayaan koperasi dan UKM, pemerintah telah mengeluarkan

1

kebijaksanaan yang dituangkan ke dalam 17 skim kredit dengan persyaratan lunak. Dengan skim tersebut, maka tahun 1997/1998, telah dialokasikan dana sebesar Rp. 1,0 trilyun. Kemudian pada tahun 1998/1999 alokasi dana untuk koperasi dan UKM meningkat empat belas kali dari tahun sebelumnya dengan nilai Rp. 14,4 trilyun. Dalam pelaksanaannya, ternyata belum dapat berjalan secara optimal. Fenomena ini diduga terjadi karena penyelenggaraan kredit menghadapi banyak kesulitan, baik dalam penyaluran maupun dalam pengembalian pinjamannya. Selanjutnya data dari Asian Development Bank tahun 2001 menunjukkan bahwa perolehan kredit bagi UKM dari lembaga perkreditan seperti perbankan adalah sebagai berikut : a). UKM yang pernah memperoleh kredit dari bank hanya sebesar 21%, b). UKM yang telah mengajukan kredit tetapi belum memperoleh kredit sebesar 14%, c).UKM yang sangat membutuhkan kredit tetapi belum mengajukan kredit sebesar 33% dan d). sisanya sebesar 32% belum memerlukan kredit. Disebabkan besarnya potensi Usaha menengah dalam percaturan global umumnya dan dalam ekonomi Indonesia pada umumnya, maka penting bagi kita untuk memahami lebih jauh tentang masalah ini. Dan selanjutnya mencari solusi tepat untuk semua permasalah itu.

2

000.000. Menurut Keputusan Presiden RI no. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.00 (lima ratus juta rupiah) s/d Rp.000. Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.00.´ Kriteria usaha kecil menurut UU No. Kecil dan Menengah (UMKM) : Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri.000.000.Undang ini.10 tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteria kekayaan usaha bersih lebih besar dari Rp200.000. (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta dapat menerima kredit dari bank sebesar Rp.500.000. dikuasai. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: ³Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.BAGIAN II TINJAUAN PUSTAKA Sesuai dengan Undang.00 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak sebesar Rp10..(Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Dan usaha yang berdiri sendiri.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.5.000. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang.000. 200.000. yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang perusahaan atau cabang perusahaan yang bukan merupakan anak dimiliki.000.00 (lima milyar rupiah).000.000. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1.Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro.000. Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Inpres No.(Satu Miliar Rupiah) 3 . Usaha menengah merupakan usaha yang berpenghasilan bersih di atas 500 juta sampai 10 milyar..

dikuasai. Pemerintah Indonesia. y Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan. izin usaha. lebih teratur bahkan lebih modern. 4 . upaya pengelolaan lingkungan dll. y Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga.000. bagian keuangan.00 (lima milyar rupiah). atau badan usaha yang berbadan hukum.000. izin tempat.000. bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki.000.000.00. dengan pembagian tugas yang jelas antara lain.3. di masingmasing Provinsi atau Kabupaten/Kota.000.500. Ciri-ciri usaha menengah: y Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik.00 (lima ratus juta rupiah) s/d Rp. y Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur. membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM. jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42. termasuk koperasi. badan usaha yang tidak berbadan hukum. Berbentuk usaha orang perorangan . y Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan. Milik Warga Negara Indonesia 4. atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. NPWP. telah ada Jamsostek. Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Inpres No.10 tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteria kekayaan usaha bersih lebih besar dari Rp200.000. Di Indonesia.000.00 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak sebesar Rp10. sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan. Berdiri sendiri. bagian pemasaran dan bagian produksi.4 juta unit lebih.000.000.5. (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta dapat menerima kredit dari bank sebesar Rp. pemeliharaan kesehatan dll.

Untuk Departemen Perindustrian kriteria usaha kecil sama dengan Bank Indonesia. Kamar Dagang Industri Indonesia (KADIN). bila kita berbicara tentang UMKM perlu di ingat bahwa sebetulnya kebanyakan usaha yang kita bahas itu bersifat sangat kecil. 600 juta tidak termasuk rumah dan tanah yang ditempati. maupun menurut kamar dagang dan industri Indonesia (KADIN).9 juta usaha kecil di Indonesia. 300 juta atau yang mempunyai omset penjualannya maksimal Rp. Perbedaan kriteria tersebut adalah Bank Indonesia. Industri yang mempunyai total assets maksimal Rp. kehutanan skala menengah. Dengan demikian. Suatu badan usaha atau perorangan yang mempunyai assets setinggi-tingginya Rp.50 juta pengusaha sesungguhnya dikategorikan sebagai usaha mikro. Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan. lembaga terkait. Industri yang memiliki pabrik dan 5 . yaitu: y y y Usaha pertanian. Usaha perdagangan (grosir) termasuk expor dan impor. Usaha menengah mempunyai : 20-99 tenaga kerja. y y Usaha industri makanan dan minuman. Thailand dan Philipina. Koperasi pun hanya 80 ribu lebih. India. biro statistik (BPS). perkebunan. Departemen Keuangan. Suatu perusahaan atau perorangan yang mempunyai total assets maksimal Rp. lebih dari 47. Konsep Usaha Kecil itu sendiri sesungguhnya. perternakan. elektronik dan logam.y Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik. hanya 1 juta unit lebih yang benar-benar dapat di sebut sebagai pengusaha kecil. Usaha rumah tangga mempunyai : 1-5 tenaga kerja. Contoh usaha menengah: Jenis atau macam usaha menengah hampir menggarap komoditi dari hampir seluruh sektor mungkin hampir secara merata.600 juta termasuk rumah dan tanah yang ditempati dengan jumlah tenaga kerja dibawah 250 orang. garment dan jasa transportasi taxi dan bus antar proponsi. Sampai saat ini masih terdapat perbedaan mengenai kriteria pengusaha kecil baik yang ada dikalangan perbankan. Usaha kecil mempunyai : 619 tenaga kerja. Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut). Biro Pusat Statistik (BPS). dari 48. 300 juta per tahun. Sebagai permbandingan dikemukakan pula beberapa kriteria usaha kecil beberapa Negara berkembang seperti India.

6 . Sehubungan dengan kesulitan yang ditimbulkan di atas.000. diperlukan komponen atau karakteristik lain dalam melakukan penilaian ukuran usaha. kecil dan menengah dalam arti yang sempit seringkali dipahami sebagai suatu kegiatan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja dan atau assets yang relatif kecil. Philipina Usaha rumah tangga industri adalah yang nilai fixed assets kurang dari Pesos 100. Namun disadari pula bahwa dalam beberapa hal perbedaan tersebut dapat menimbulkan kesulitan bagi suatu lembaga peneliti terutama dalam pengambilan sample penelitian. Bila hanya komponen ini dijadikan sebagai patokan dalam menentukan besar kecilnya skala usaha maka banyak bias yang terjadi. 438.mesin-mesin beserta perlengkapannya dengan fixed assets maksimal Rupe 2. sehingga hasilnya dapat menimbulkan persepsi berbeda. padat karya dan lain sebagainya.000 atau sekitar Rp. sebagai contoh sebuah perusahaan yang memperkejakan 50 orang karyawan di Amerika Serikat di kategorikan sebagai perusahaa kecil (relatif terhadap ukuran ekonomi Amerika Serikat). Sementara itu untuk ukuran yang sama. 600 juta tidak termasuk rumah dan tanah yang ditempati.000 atau sekitar Rp. 496. Perbedaan beberapa kriteria tersebut dapat dimengerti karena alasan kepentingan pembinaan yang spesifik dari masing-masing sektor/kegiatan yang bersangkutan. yaitu suatu badan atau perorangan yang mempunyai total assets maksimal Rp. Usaha berskala mikro. tingkat kerumitan teknologi yang digunakan.000.500.1 juta.8 juta.000 s/d 1. Thailand Industri yang memiliki fixed assets maksimal Bath 2. 160.000 atau sekitar Rp. misalnya dengan melihat tingkat informalitas usaha dengan berdasarkan kepada dokumen-dokumen usaha yang dimiliki. sebuah perusahaan di Bolivia tidak lagi masuk dalam kategori usaha kecil. maka sejak tahun 1995 telah diadakan kesepakatan bersama antar instansi BUMN dan perbankan untuk menciptakan suatu kriteria usaha kecil. Dengan demikian. Small industry adalah yang nilai fixed assetsnya antara Pesos 100.000 atau sekitar Rp. 16 juta.4 juta.

(2) Perdagangan. Kehutanan dan Perikanan. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil. kiranya tidak berlebihan apabila pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM. Mengingat pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis. terlebih lagi unit usaha ini seringkali terabaikan hanya karena hasil produksinya dalam skala kecil dan belum mampu bersaing dengan unit usaha lainnya. (4) Pengangkutan dan Komunikasi. Kebijakan pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya. dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya. 7 . (3) Industri Pengolahan. sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.Jasa. oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. serta (5) Jasa . Peternakan. Hotel dan Restoran. Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya.BAGIAN III PEMBAHASAN Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Kondisi UKM di Indonesia Saat Ini Sektor ekonomi UKM yang memiliki proporsi unit usaha terbesar berdasarkan statistik UKM tahun 2004-2005 adalah sector: (1) Pertanian. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu.

UKM juga merupakan cikal bakal dari tumbuhnya usaha besar. Pengembangan Sektor UKM Pengembangan terhadap sektor swasta merupakan suatu hal yang tidak diragukan lagi perlu untuk dilakukan. Namun secara jumlah omset dan aset. Jika tidak. Satu hal yang perlu diingat dalam pengembangan UKM adalah bahwa langkah ini tidak semata-mata merupakan langkah yang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. hal ini didasarkan pada fakta bahwa sebagian besar usaha di Indonesia (lebih dari 99 %) berbentuk usaha skala kecil dan menengah (UKM). peran dari sektor Perbankan juga sangat penting terkait dengan segala hal mengenai pendanaan. Secara kuantitas. peningkatan tenaga kerja. serta (4) Listrik. ³Hampir semua usaha besar berawal dari UKM. 8 . UKM memiliki peran penting dalam pengembangan usaha di Indonesia. pengembangan sektor swasta. Pihak UKM sendiri sebagai pihak yang dikembangkan. mengembangkan dunia usaha. Data-data tersebut menunjukkan bahwa UKM berada di sebagian besar sektor usaha yang ada di Indonesia. apabila keseluruhan omset dan aset UKM di Indonesia digabungkan. (3) Keuangan. Gas dan Air Bersih. khususnya UKM. Apabila mau dicermati lebih jauh. perlu untuk dilakukan mengingat sektor ini memiliki potensi untuk menjaga kestabilan perekonomian. Persewaan dan Jasa Perusahaan. dan penambahan APBN dan APBD melalui perpajakan. meningkatkan PDB. (2) Bangunan.Sedangkan sektor ekonomi yang memiliki proporsi unit usaha terkecil secara berturutturut adalah sector: (1) Pertambangan dan Penggalian. dapat mengayunkan langkah bersama-sama dengan Pemerintah. Usaha kecil menengah (UKM) harus terus ditingkatkan (up grade) dan aktif agar dapat maju dan bersaing dengan perusahaan besar. UKM memang unggul. Selain Pemerintah dan UKM. UKM di Indonesia yang merupakan jantung perekonomian Indonesia tidak akan bisa maju dan berkembang. belum tentu jumlahnya dapat menyaingi satu perusahaan berskala nasional.

akses informasi. peran dari para investor baik itu dari dalam maupun luar negeri. terkait dengan ketersediaan dana atau modal.terutama dari sisi pemberian pinjaman atau penetapan kebijakan perbankan. Saat ini. tidak dapat pula kita kesampingkan. dan kompetisi. melainkan harus terintegrasi dengan pembangunan ekonomi nasional dan dilaksanakan secara berkesinambungan. promosi usaha baru. Kondisi ini membawa sisi positif sekaligus negatif bagi UKM. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berencana untuk menciptakan 20 juta usaha kecil menengah baru tahun 2020. Menjadi positif apabila produk dan jasa UKM mampu bersaing dengan produk dan jasa dari negara-negara ASEAN lainnya. yakni akses pasar. Kebijakan ekonomi (terutama pengembangan dunia usaha) yang ditempuh selama ini belum menjadikan ikatan kuat bagi terciptanya keterkaitan antara usaha besar dan UKM. Jadi. UKM berada dalam suatu lingkungan yang kompleks dan dinamis. Perlu disadari. antara lain kondisi kerja. dan teknologi yang selama ini kerap menjadi pembicaraan di seminar atau konferensi. Lebih jauh lagi. modal. peningkatan kualitas produk dan SDM. jaringan bisnis. kiranya penting bila pemerintah mendesain program yang jelas dan tepat sasaran serta mencanangkan penciptaan 20 juta UKM sebagai program nasional. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengembangan terhadap unit usaha UKM. 9 . Suatu komunitas ekonomi ASEAN. upaya mengembangkan UKM tidak banyak berarti bila tidak mempertimbangkan pembangunan (khususnya ekonomi) lebih luas. Untuk itu. akses pembiayaan. akan terwujud. namun akan menjadi negatif apabila sebaliknya. Pemerintah pada intinya memiliki kewajiban untuk turut memecahkan tiga hal masalah klasik yang kerap kali menerpa UKM. Tahun 2020 adalah masa yang menjanjikan begitu banyak peluang karena di tahun tersebut akan terwujud apa yang dimimpikan para pemimpin ASEAN yang tertuang dalam Bali Concord II. yang peredaran produk-produk barang dan jasanya tidak lagi dibatasi batas negara. akses pasar. pengembangan cluster. ketersediaan layanan pengembangan usaha. Secara keseluruhan. Konsep pembangunan yang dilaksanakan akan membentuk µaturan main¶ bagi pelaku usaha (termasuk UKM) sehingga upaya pengembangan UKM tidak hanya bisa dilaksanakan secara parsial.

Kurangnya Permodalan dan Terbatasnya Akses Pembiayaan Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. unit usaha tersebut relatif sulit untuk mengadopsi perkembangan teknologi baru untuk meningkatkandaya saing produk yang dihasilkannya. sebagian besar dari mereka belum memiliki akses untuk itu. Disamping itu dengan keterbatasan kualitas SDM-nya. antara lain meliputi: A. Persyaratan yang menjadi hambatan terbesar bagi UKM adalah adanya ketentuan mengenai agunan karena tidak semua UKM memiliki harta yang memadai dan cukup untuk dijadikan agunan. Dari sisi investasi sendiri. sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. 2. antara lain kebijakan. oleh karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup. yang mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas.Permasalahan yang Dihadapi UKM Pada umumnya. Faktor Internal 1. Terhadap akses pembiayaan lainnya seperti investasi. jangka waktu. Kurangnya permodalan UKM. Selama ini yang cukup familiar dengan mereka adalah mekanisme pembiayaan yang disediakan oleh bank dimana disyaratkan adanya agunan. dan iklim usaha. perlakuan. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sebagian besar usaha kecil tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun. UKM juga menjumpai kesulitan dalam hal akses terhadap sumber pembiayaan. sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi. Terkait dengan hal ini. 10 . peraturan. hak atas tanah. infrastruktur. masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila memang gerbang investasi hendak dibuka untuk UKM. Keterbatasan kualitas SDM usaha kecil baik dari segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya. permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM). pajak.

yaitu semangat entrepreneurship para pengusaha UKM itu sendiri. ekspor dan perkembangan pelaku usahanya serta keberadaan investasi usaha kecil dan menengah melalui pembentukan modal tetap brutto (investasi). ulet tanpa menyerah. Mentalitas Pengusaha UKM Hal penting yang seringkali pula terlupakan dalam setiap pembahasan mengenai UKM. Kurangnya Transparansi Kurangnya transparansi antara generasi awal pembangun UKM tersebut terhadap generasi selanjutnya. B. penyerapan tenaga kerja. mau berkorban serta semangat ingin mengambil risiko. Faktor Eksternal 1. Berbeda dengan usaha besar yang telah mempunyai jaringan yang sudah solid serta didukung dengan teknologi yang dapat menjangkau internasional dan promosi yang baik. ditambah lagi produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan mempunyai kualitas yang kurang kompetitif. antara lain kesediaan terus berinovasi. Lemahnya Jaringan Usaha dan Kemampuan Penetrasi Pasar Usaha kecil yang pada umumnya merupakan unit usaha keluarga. 5.[17] Semangat yang dimaksud disini. Banyak informasi dan jaringan yang disembunyikan dan tidak diberitahukan kepada pihak yang selanjutnya menjalankan usaha tersebut sehingga hal ini menimbulkan kesulitan bagi generasi penerus dalam mengembangkan usahanya.3. Sebagai contoh.[18] Suasana pedesaan yang menjadi latar belakang dari UKM seringkali memiliki andil juga dalam membentuk kinerja. 4. mempunyai jaringan usaha yang sangat terbatas dan kemampuan penetrasi pasar yang rendah. Iklim Usaha Belum Sepenuhnya Kondusif Upaya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari tahun ke tahun selalu dimonitor dan dievaluasi perkembangannya dalam hal kontribusinya terhadap penciptaan produk domestik brutto (PDB).[19] Keseluruhan indikator ekonomi makro tersebut selalu dijadikan acuan dalam 11 . ritme kerja UKM di daerah berjalan dengan santai dan kurang aktif sehingga seringkali menjadi penyebab hilangnya kesempatan-kesempatan yang ada.

ditambah lagi dengan jangka waktu yang lama. Jika kondisi ini tidak segera dibenahi maka akan menurunkan daya saing 12 . Terbatasnya Sarana dan Prasarana Usaha Kurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Implikasi Otonomi Daerah Dengan berlakunya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diubah dengan UU No. Kendala lain yang dihadapi oleh UKM adalah mendapatkan perijinan untuk menjalankan usaha mereka. Hal ini sedikit banyak terkait dengan kebijakan perekonomian Pemerintah yang dinilai tidak memihak pihak kecil seperti UKM tetapi lebih mengakomodir kepentingan dari para pengusaha besar. Pungutan Liar Praktek pungutan tidak resmi atau lebih dikenal dengan pungutan liar menjadi salah satu kendala juga bagi UKM karena menambah pengeluaran yang tidak sedikit. Hal ini tidak hanya terjadi sekali namun dapat berulang kali secara periodik. 2. namun dirasakan belum sepenuhnya kondusif. 4. meskipun dari tahun ke tahun terus disempurnakan. kewenangan daerah mempunyai otonomi untuk mengatur dan mengurus masyarakat setempat. menyebabkan sarana dan prasarana yang mereka miliki juga tidak cepat berkembang dan kurang mendukung kemajuan usahanya sebagaimana yang diharapkan. Perubahan sistem ini akan mempunyai implikasi terhadap pelaku bisnis kecil dan menengah berupa pungutan-pungutan baru yang dikenakan pada UKM. 3.[20] Kebijaksanaan Pemerintah untuk menumbuhkembangkan UKM. Keluhan yang seringkali terdengar mengenai banyaknya prosedur yang harus diikuti dengan biaya yang tidak murah. Selain itu. 32 Tahun 2004. misalnya setiap minggu atau setiap bulan. Hal ini terlihat antara lain masih terjadinya persaingan yang kurang sehat antara pengusaha-pengusaha kecil dan menengah dengan pengusaha-pengusaha besar. tak jarang UKM kesulitan dalam memperoleh tempat untuk menjalankan usahanya yang disebabkan karena mahalnya harga sewa atau tempat yang ada kurang strategis.penyusunan kebijakan pemberdayaan UKM serta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

000). mau tidak mau UKM dituntut untuk melakukan proses produksi dengan produktif dan efisien. Terbatasnya Akses Informasi Selain akses pembiayaan. pada akhirnya hanya beredar di pasar domestik. dan isu Hak Asasi Manusia (HAM) serta isu ketenagakerjaan. di sisi lain. Terbatasnya Akses Pasar Terbatasnya akses pasar akan menyebabkan produk yang dihasilkan tidak dapat dipasarkan secara kompetitif baik di pasar nasional maupun internasional. Implikasi Perdagangan Bebas Sebagaimana diketahui bahwa AFTA yang mulai berlaku Tahun 2003 dan APEC Tahun 2020 berimplikasi luas terhadap usaha kecil dan menengah untuk bersaing dalam perdagangan bebas. 7. Sifat Produk dengan Ketahanan Pendek Sebagian besar produk industri kecil memiliki ciri atau karakteristik sebagai produkproduk dan kerajinan-kerajian dengan ketahanan yang pendek. 8. semangat kedaerahan yang berlebihan. isu lingkungan (ISO 14. Efek dari hal ini adalah tidak mampunya produk dan jasa sebagai hasil dari UKM untuk menembus pasar ekspor. terdapat pula produk atau jasa yang berpotensial untuk bertarung di pasar internasional karena tidak memiliki jalur ataupun akses terhadap pasar tersebut. UKM perlu mempersiapkan diri agar mampu bersaing baik secara keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif. Namun. Disamping itu. UKM juga menemui kesulitan dalam hal akses terhadap informasi. Untuk itu. kadang menciptakan kondisi yang kurang menarik bagi pengusaha luar daerah untuk mengembangkan usahanya di daerah tersebut.UKM. Minimnya informasi yang diketahui oleh UKM. Dalam hal ini. Dengan kata lain. produk-produk yang dihasilkan UKM Indonesia mudah rusak dan tidak tahan lama. serta dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan frekuensi pasar global dengan standar kualitas seperti isu kualitas (ISO 9000). 5. sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap kompetisi dari produk ataupun jasa dari unit usaha UKM dengan produk lain dalam hal kualitas. 13 . Isu ini sering digunakan secara tidak fair oleh negara maju sebagai hambatan (Non Tariff Barrier for Trade). 6.

juga telah melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan UKM. yang dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori. lembaga swadaya masyarakat. perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut: 1. diganti dengan kredit bank komersial. dan Kredit Usaha Kecil dan Mikro yang disalurkan melalui koperasi dan bank perkreditan rakyat. kredit UKM dengan bunga bersubsidi secara berangsur dihentikan. dengan masa pelunasan hingga 10 tahun. Kredit program untuk pengembangan UKM bahkan dilakukan sejak 1974. Langkah yang Dapat Ditempuh Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh UKM dan langkah-langkah yang selama ini telah ditempuh. maka kedepannya. NPWP sebagai prasyarat pengajuan kredit di Perbankan juga telah dihapuskan. Selain itu. Tim ini telah melakukan survey. Selain peran dari Pemerintah. Kredit Pemilikan Rumah Sederhana/Sangat Sederhana (KPRS/SS). Salah satu diantaranya adalah program GTZ-RED yang diadakan atas dukungan GOPA/Swisscontact yang telah berjalan sejak tahun 2003. Tim TA ini dimotori oleh Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) Universitas Satya Wacana. Bank Indonesia mendanai berbagai kredit program dengan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI). yang menyediakan kredit investasi dan modal kerja permanen. dan lembaga penelitian. Program ini bergerak langsung ke daerah-daerah dengan menggunakan metode enabling environment dengan fokus pada Business Climate Survey (BCS) dan Regulatory Impact Assessment (RIA) yang dilakukan oleh Technical Assisstance (TA). Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif 14 . dimana hal ini memberikan peluang dan kesempatan yang lebih besar bagi kita untuk mengakses modal dari sisi perbankan. Setelah deregulasi perbankan pada 1988. Antara 1990 dan 2000. Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP). Selain itu. donor internasional juga menyusun kredit program investasi bagi UKM dalam mata uang rupiah. dunia akademisi. menciptakan jaringan dengan seluruh pihak terkait UKM termasuk Pemerintah Daerah. serta membuat daftar Peraturan Daerah yang perlu untuk diperbaiki. workshop terhadap UKM di daerah-daerah.Langkah yang Sudah Ditempuh Sesungguhnya pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan untuk pemberdayaan UKM. dan suku bunga bersubsidi. yaitu Kredit Usaha Tani (KUT). terutama lewat kredit bersubsidi dan bantuan teknis. Kredit program pertama UKM. pelatihan.

harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah. baik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan (win-win solution). Perlindungan Usaha Jenis-jenis usaha tertentu. terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah. 2. 4. baik dari dalam maupun luar negeri. atau antara UKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri. Pengembangan Kemitraan Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antar UKM. UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya. BRI memiliki sekitar 4. Selain itu. untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. 15 . Untuk itu perlu mendorong pengembangan LKM agar dapat berjalan dengan baik. leasing dan dana modal ventura. Bantuan Permodalan Pemerintah perlu memperluas skema kredit khusus dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi UKM. Dari kedua LKM ini sudah tercatat sebanyak 8. Dengan demikian. 3. skema penjaminan. untuk membantu peningkatan permodalannya.000 unit yang tersebar diseluruh Indonesia. sektor jasa finansial informal.500 unit yang melayani UKM. karena selama ini LKM non koperasi memilki kesulitan dalam legitimasi operasionalnya. Pembiayaan untuk UKM sebaiknya menggunakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada maupun non bank. Lembaga Keuangan Mikro bank antara Lain: BRI unit Desa dan BankPerkreditan Rakyat (BPR).Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha. baik itu melalui sektor jasa finansial formal. juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. keringanan pajak dan sebagainya. Sampai saat ini.

9. Pelatihan Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan. 6. Mengembangkan Sarana dan Prasarana Perlu adanya pengalokasian tempat usaha bagi UKM di tempat-tempat yang strategis sehingga dapat menambah potensi berkembang bagi UKM tersebut. Disamping itu. Membentuk Lembaga Khusus Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan UKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UKM. Mengembangkan Promosi Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Selain itu. 8. 10. manajemen. untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya. 7. Memantapkan Asosiasi Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat. Mengembangkan Kerjasama yang Setara Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha. juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.5. perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya. 16 . administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya.

Karena itu peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk merintis upaya tersebut. Apalagi saat ini. yang perlu dipikirkan apakah alokasi kredit UKM tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh UKM? Agar fasilitas kredit UKM itu secara optimal bisa menjadi µalat¶ emberdayaan UKM dan sekaligus dapat menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional maka bimbingan manajerial pun harus diberikan secara memadai. Pada tahun 2001 diperkirakan UKM memberi kontribusi terhadap PDB sebesar 54. tahun ini siap mengucurkan kredit ke UKM hingga Rp42. Namun demikian. Melihat tangguhnya kiprah UKM dalam perekonomian nasional tersebut membuat lembaga keuangan (perbankan) berlomba menyalurkan kreditnya ke sektor usaha tersebut. Indonesia bisa belajar ke Cina. Selain itu bimbingan manajerial juga perlu dilakukan sebagai upaya memperkecil risiko kredit macet akibat adanya mismanagement yang dilakukan UKM.74%.3 triliun atau lebih 50% dari total nilai ekspansi kredit perbankan 2003. sektor usaha kecil dan menegah (UKM) mampu bertahan bahkan menjadi penyelamat perekonomian nasional. tentunya usaha kecil menengah pun dituntut untuk siap menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.19 juta unit usha memberi kontribusi yang sangat signifikan terhadap Produk domestik bruto (PDB).Pemberdayaan usaha kecil menengah lewat inkubator bisnis Realitas membuktikan bahwa sejak terjadinya krisis ekonomi. UKM yang saat ini jumlahnya diperkirakan 40. Keberhasilan Negeri Tirai bambu itu dalam mengembangkan bisnis UKM tidak terlepas dari keberadaan inkubator 17 . Dalam hal pemberdayaan UKM. Perbankan nasional. Strategi ini perlu dilakukan mengingat masih banyak UKM yang dalam menjalankan aktivitas bisnisnya tidak menerapkan prinsip-prinsip manajemen. dengan berlakunya era Asean Free Trade Area (AFTA). Sementara Departemen Keuangan berjanji menyalurkan Rp3 triliun sedangkan Asian Development Bank (ADB) pun siap mengucurkan pinjaman US$85 juta pada tahun 2003 dan US$150 juta pada tahun 2004).

Dampak lain yang dapat dinikmati dengan berkembangnya inkubator bisnis di Cina adalah dengan terserapnya sejumlah tenaga kerja ke bidang tersebut. Pemerintah Cina mengeluarkan investasi yang besar untuk membangun inkubator bisnisnya. Cina memulai program inkubator bisnisnya pada 1987 dengan hanya membentuk tiga unit inkubator tapi saat ini negara itu memiliki lebih dari 40 inkubator yang tersebar merata hampir ke seluruh pelosok negeri. Inkubator bisnis di Cina terbilang sangat berkembang dan mendapat perhatian besar dari pemerintahnya. Salah satu bentuk komitmen pemerintah tersebut adalah dengan melakukan investasi untuk membangun inkubator bisnis internasional. Belum lagi sekitar 10. Inkubator ini merupakan lembaga di mana tenant yang berada di dalamnya berasal dari negara lain di mana biasanya sudah mempunyai produk tertentu yang akan dipasarkan di Cina. Inkubator internasional Pemerintah Cina mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pengembangan inkubator bisnis yang terbukti memang menguntungkan banyak pihak. omzet tersebut tidak sepenuhnya dirasakan pemerintah tapi pemasukan pajak dari program inkubator ini akan terus dinikmati tiap tahunnya. Memang. Kiprah ikubator tersebut tak pelak juga sukses menyumbang pajak. Pada 1994 saja tercatat US$155 juta mampu dihasilkan oleh para tenant (UKM binaan inkubator). Ciri khusus dari inkubator jenis ini adalah pada perangkat fasilitas yang digunakan. luas lahan yang disediakan mencapai hampir 10. di mana hampir keseluruhan menggunakan teknologi tinggi.bisnis. Selain itu dari setiap inkubator -baik skala kecil maupun besar-selalu dikelola oleh profesional yang secara total mengelola inkubator 18 . Mulai 1998 sampai saat ini tercatat ada delapan inkubator bisnis internasional yang dibangun oleh pemerintah Cina. pada 1994 tercatat hampir 900 TK terangkul menjadi karyawan inkubator. Dari data yang diperoleh. Untuk satu inkubator internasional.000 orang mampu terserap dalam perusahaan yang dikelola oleh para tenant binaan inkubator tersebut.000 m2 dengan nilai investasi mencapai US$1 juta-US$3 juta untuk sebuah inkubator internasional. padahal pada tahun tersebut pemerintah Cina hanya berinvestasi US$60 juta.

Hingga wajar bila tenant teladan (dari inkubator sekelas Pusat Inkubator Agrobisnis dan Agroindustri Di Indonesia sendiri sebenarnya antara 1995-1998. setiap masyarakat di daerah menghadapi tantangan yang berbeda dari lingkungan eksternal. Dalam kaitan ini. usaha kecil menengah tidak hanya mendapat bantuan modal melainkan juga bimbingan manajerial. Kebijakan dan strategi yang dikembangkan haruslah sesuai dengan spesifikasi atau kondisi yang dibutuhkan oleh daerah yang bersangkutan. Di saat adanya komitmen perbankan nasional untuk memajukan UKM.bersangkutan. Wewenang yang selama ini dipengang pemerintah pusat harus diberikan kepada pemerintah daerah untuk menangani masalah di daerahnya. Masalah daerah memerlukan solusi kedaerahan. strategi pembangunan daerah haruslah dilakukan dengan proses kolaborasi berbagai unsur terkait dengan masyarakat di daerah. adalah suatu langkah yang tepat bila pemerintah kembali melakukan program pengembangan UKM melalui inkubator bisnis. inkubator bisnis yang dimiliki beberapa perguruan tinggi terbilang mengalami perkembangan yang cukup baik tapi datangnya krisis menyebabkan program ini agak meredup. Namun demikian. belajar dari keberhasilan Cina. 19 . (PIAA) milik IPB) di Cina mampu meraup omzet sekitar lima miliar rupiah per tahunnya. Strategi Pembangunan Sadar atau tidak. Dalam kaitan ini. mengoptimalkan peran inkubator.inkubator bisnis yang bertebaran di berbagai penjuru tanah air adalah suatu langkah strategis. Kebijakan dan strategi yang dikembangakan harus menggunakan sumberdaya lokal yang efisien. dalam era desentralisasi dan globalisasi sekarang. pemecahan masalah tidak dapat dilakukan dengan kebijakan sama yang berlaku umum dari tingkat pusat. termasuk sumber daya alam. Untuk itu pemerintah bisa menjadi µjembatan penghubung¶ antara pihak perbankan (terutama bank BUMN) dengan inkubator.inkubator bisnis (yang mayoritas dimiliki perguruan tinggi negeri) agar terjalin kerja sama Dengan begitu nantinya.

maka pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan pembangunan harus lelalu mengintegrasikan semua lintas pelaku. termasuk berbagai unsur dalam pemerintah daerah. infrastruktur dan fasilitasnya. Lintas pelaku di masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan nilai sumberdaya setempat.sumber daya manusia. ketersediaan layanan bisnis. bisnis. pengembangan lembaga keuangan mikro. ketersediaan tenaga terampil. jaringan pengetahuan. dan kualitas pengelolaan sektor publik. identifikasi kesempatan bagi UMKM. Pemerintah dan entitas masyarakat setempat. dan sumber daya budaya. strategi dan pendekatan yang bisa dilakukan. Dalam pembangunan daerah ini. Pemerintah Daerah Untuk mempercepat pembangunan daerah. layanan pendidikan dan pelatihan. kesejahteraan dan peningkatan standar hidup masyarakat setempat. dan pemberian kesempatan lintas pelaku setempat untuk berpartisipasi dalam proses. lembaga lingkungan pendukung pembangunan daerah. investasi dibidang infrastruktur. penyediaan insentif bagi investasi bisnis. pengembangan kesempatan kerja. dan pendirian lembaga pembangunan daerah. Untuk itu. maka harus ada evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan masyarakat. pengembangan tanggung jawab sosial perusahaan. penguatan proteksi lingkungan. Fleksibilitas harus 20 . a. penyediaan layanan pelatihan dan konsultasi. Lintas pelaku harus bekerjasama untuk membuat kerangka kerja formal dan informal atau lembaga untuk mendorong interaksi dan mengatur hubungan antar lembaga. mendorong pengembangan investasi baru. organisasi nirlaba dan penduduk lainnya. Adapun unsur lingkungan bisnis kondusif yang perlu menjadi perhatian. pengembangan kemitraan. pengembangan klaster. meliputi ketersediaan modal. perlindungan terhadap warisan budaya. pengurangan hambatan bisnis. Pertumbuhan UMKM tergantung dari kondisi lingkungan bisnis yang dibuat sebagai usaha bersama antara UMKM. perlu diperhatikan bahwa peran UMKM strategis untuk menciptakan tenaga kerja.l. Sebagai persyaratan agar strategi pembangunan daerah bekerja dengan baik.

Entitas harus juga mempertimbangkan keberlanjutan pada semua tahapan perencanaan dan implementasi untuk menjamin suatu lingkungan yang sehat dan suatu kualitas hidup yang baik. Promosi Inovasi Seorang wirausaha secara umum mampu memanfaatkan kesempatan untuk pengembangan kapasitas ekonomi dan pengalokasian sumber daya secara efektif. yang bertanggungjawab dalam pengordinasian seluruh lintas pelaku dan berfungsi sebagai juru bicara rencana aksi atau platform yang ingin dituju. ilmu pengetahuan. modal. Percepatan pembangunan pemerintahan daerah mungkin memerlukan pendirian suatu organisasi pengembangan khusus. Otoritas pemerintah daerah harus menyediakan petunjuk dan bantuan untuk efektifitas dan efisiensi implementasi pengembangan strategi. Sejalan dengan tren desentralisasi.menjadi kunci dari kerangka kerja dan lembaga yang harus menyalurkan perhatian dan kepentingan yang relevan dalam proses dan mobilisasi sumber daya masyarakat. Strategi yang diterapkan haruslah dikembangkan dengan pembagian tenaga kerja antar pelaku sesuai dengan kekuatan dan sumberdaya mereka. Simplikasi dan deregulasi prosedur birokrasi harus dilakukan untuk mengurangi biaya bisnis. menghasilkan pertumbuhan ekonomi. penciptaan lapangan kerja dan perbaikan kesejahteraan masyarakat setempat. Sejalan dengan tren baru dalam pembangunan ekonomi. Sumber daya lokal harus dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan bisnis dengan memfasilitasi pengusaha untuk mengakses informasi. Proses ini harus dimulai dengan penetapan tujuan yang jelas dan memahami kondisi daerah setempat. Operasionalisasi dan pembiayaan organisasi ini harus didukung oleh lintas pelaku daerah. pembaharuan teknologi. teknologi. peran pemerintah daerah menjadi semakin penting dalam pembangunan. Organisasi ini harus membentuk jejaring untuk pembangunan daerah untuk peningkatan efisiensi pengalokasian sumberdaya serta berbagai pengetahuan dan informasi. dan 21 . Salah satu misi utama dari pemerintah daerah adalah menggambarkan dan mengimplementasikan seluruh strategi pembangunan. Pemerintah daerah harus menjembatani antara masyarakat dan otoritas pemerintah yang lebih tinggi. wirausaha juga harus mampu menghadapi kompetisi dan berinovasi.

Pengembangan inkubator akan meningkatkan diseminasi ilmu pengetahuan dalam sistem inovasi. Adapun aktor utama dalam sistem ini meliputi pemerintah setempat. Dalam kaitan ini pemerintah daerah perlu menumbuhkan iklim usaha yang kondusif sesuai dengan kondisi lokal untuk pengembangan industri klaster. pemerintah daerah perlu mengembangkan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dengan menyediakan insentif untuk pengembangan usaha patungan antara pengusaha daerah dan perguruan tinggi. Lebih penting lagi. yang juga harus membangun jejaring dengan layanan organisasi ekonomi dan sosial lain. industri. inovasi dan perbaikan teknologi dapat ditingkatkan. Pengembangan SDM. Pembentukan klaster akan mampu merangsang penumbuhan bisnis baru dan menarik perusahaan bisnis baru dari luar daerah. otoritas pemerintah daerah harus melibatkan mereka dalam setiap proses penyusunan dan implementasi kebijakan. Kebijakan tenaga kerja terkait erat dengan strategi pengembangan ekonomi dan kebijakan stabilitas sosial. Sistem inovasi lokal merupakan mekanisme fundamental untuk penguatan kapasitas inovasi ditingkat lokal. UMKM dan bisnis pemula menjadi penghela penciptaan tenaga kerja di tingkat lokal.sumber daya manusia yang dibutuhkan bagi keberhasilan bisnisnya. Melalui interaksi dan berbagai sumber daya dalam jejaring. dan bagaimana kondisi sosial dan ekonomi mempengaruhi fleksibilitas implementasinya. sehingga menigkatkan output industri dan menciptakan kesempatan kerja baru. lembaga riset dan perguruan tinggi. Untuk penguatan operasi sistem inovasi lokal. Unsur-unsur interaksi mempengaruhi keberhasilan kebijakan tenaga kerja meliputi seberapa baik kebijakan itu sejalan dengan seluruh strategi pengembangan ekonomi. Dan keberhasilan pada satu sisi suatu kebijakan tergantung pada keberhasilan yang lain. 22 . Agar kebijakan UMKM dan bisnis pemula berjalan dengan baik. Penumbuhan UMKM dan bisnis pemula mempunyai andil pending dalam penyusunan kebijakan tenaga kerja diberbagai wilayah. otoritas daerah harus mampu melakukan upaya penyederhanaan proses administrasi bagi usaha pemula (new business start-up).

termasuk koperasi. Lembaga jaminan kredit termasuk di tingkat lokal juga memadai untuk pasar lokal yang lebih kecil. disebabkan karena semakin besarnya pula peluang usaha yang dapat diakses. sebab selama ini perbankan tidak kondusif dalam memberikan pinjaman 23 . Di sinilah pentingnya lembaga pemberi modal memainkan peranannya. Bagi usaha pemula. Oleh karena itu sangat penting untuk mempercepat kapasitas pekerja untuk mempelajari keterampilan baru. membantu UMKM mengatasi keterbatasan agunan. Lembaga keuangan mikro bisa berbentuk bank atau non bank. keterampilan yang dibutuhkan pasar berubah cepat. dan alih keterampilan bagi industri yang lain. dan mendorong partisipasi dalam pelatihan. UMKM yang semakin berkembang. Tujuan pengembangan lembaga jaminan kredit untuk menjamin keamanan pembiayaan UMKM. Masukan dari pebisnis dapat membantu menjamin kandungan pelatihan dapat merefleksikan keterampilan yang sesuai dengan alam kebutuhan pasar tenaga kerja. sekaligus melalukan pendampingan. Dalam kondisi tersebut biasanya UMKM tidak dapat mengembangkan usahanya lebih jauh lagi. pengembangan jejaring lokal usaha malaikat (Business Angels) dapat mengatasi sebagian masalah mereka. Otoritas daerah dapat menawarkan insentif untuk mengembangkan pelatihan keterampilan. meningkatkan minat lembaga keuangan memberikan kredit kepada UMKM dan mendukung lembaga lain yang telah berusaha membantu UMKM. Tenaga kerja harus fleksibel mampu beradaptasi dengan perubahan. Dalam era globalisasi. Untuk pembiayaan usaha mikro biasanya memerlukan pengembangan lembaga keuangan mikro dan ketersediaan kredit yang dapat diakses mereka. tega ahli. Dukungan Financial Pengembangan Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) biasanya diiringi dengan kebutuhan modal. dan perguruan tinggi.Pendirian organisasi pelatihan lokal perlu koordinasi antar pembisnis. Sejumlah mekanisme dapat dilakukan sesuai dengan keragaman kondisi yang dihadapi UMKM berkaitan dengan akses finansial. karena kurangnya dukungan dana.

capacity. yakni character.kredit. tetapi dengan syarat lebih sederhana dalam aspek formal maupun agunan karena lebih mengedepankan kelayakan usaha. pola ventura juga menyediakan pendampingan sesuai kebutuhan UMKM. Keunggulan modal ventura. Faktor lain yang mendukung lembaga modal ventura menjadi alternatif. lembaga modal ventura memiliki beberapa kelebihan didalam mendukung usaha mikro. dan obligasi konversi kepada UMKM dalam jangka waktu tertentu dengan karakteristik mempunyai tingkat resiko atau modal yang ditanamkan karena bertindak sebagai investor. Ini yang menyebabkan pola modal ventura berbeda dengan perbankan. kecil dan menengah antara lain: Pertama. adalah akses jaringan di seluruh Indonesia. Modal ventura merupakan investasi aktif. condition of ecconomic. Karena itulah pemerintah mendukung peran serta lembaga keuangan lain seperti lembaga modal ventura sebagai alternatif solusi didalam pemberdayaan UMKM. 24 . and collateral. yakni jika dipandang perlu melibatkan diri dalam pengelolaan usaha UMKM investasi bersifat sementara dan mengharapkan hasil atas investasi yang ditanamkan. Pola pendampingan ini menjadi trdemark ventura. Akibatnya perbankan selalu menerapkan berbagai persyaratan jaminan keamanan kredit yang disalurkannya. lembaga modal venturamenyediakan modal seperti halnya perbankan. manajemen dan perluasan pasar bagi UMKM. Apalagi mereka juga sering kali tidak membedakan persyaratan kredit antara usaha mikro atau kecil dengan usaha besar. modal ventura adalah pembiayaan yang berbentuk penyertaan modal. konsultasi. sehingga dapat berjalan lebih efektif bagi kedua pihak. selain modal. karena kredit yang mereka kucurkan selalu berdasarkan 5 C. Kedua. Dibandingkan dengan perbankan. pola bagi hasil. capital. Pendampingan ini dapat berbentuk pembinaan atau Pelatihan.

upaya mengembangkan industri budaya lokal dengan pemasaran inovatif dan modern bisa membantu meraih kembali keuntungan pasar. Strategi Pemasaran. MAP ini merupakakan dana investasi untuk disalurkan kepada usaha kecil. memperkecil kesenjangan digital perlu dilakukan dan sekaligus pembangunan infrastruktur internet. Program MAP bertujuan melakukan pengembangan UMKMK terutama yang bernilai tambah tinggi. modal ventura telah menjadi mitra kementrian Koperasi dan UMKM untuk menggulirkan dana penguatan permodalan kepada usaha kecil. Pengembangan e-commerce merupakan strategi yang dapat membantu memasarkan produknya keluar negeri dengan biaya yang murah. Sebelum itu. sebagian dari industri ini adalah usaha mikro yang kesulitan pemasaran di luar negeri. menengah dan koperasi (UMKMK) melalui lembaga modal ventura untuk memulai atau mengembangkan bisnis UMKMK.Modal Awal Pendanaan Sejak tahun 2001. Kebijakan seperti ini dapat mencegah hilangnya nilai budaya dan sejarah karena dampak globalisasi. Industri budaya lokal yang tradisional mungkin masih menggunakan metode pemasaran kadaluarsa. masalah strategi pemasaran menjadi perhatian utama. Produk dari industri budaya lokal merupakan ekspresi budaya dan seni. Ini bisa membuat industri ini mengalami penurunan. Di banyak daerah. pembisnis budaya lokal dapat menerapkan strategi pembangunan kerjasama. serta merangsang pengembangan permodalan jangka panjang bagi UMKMK melalui penyediaan dana investasi (matching fund). seperti kerja sama pemasaran dengan pebisnis di 25 . mengengah dan koperasi melalui program modal awal pendanaan (MAP). Untuk mengatasi keterbatasan ukuran dan sumber daya. dengan mekanisme pengembalian pokok dana MAP oleh UMKMK dilakukan dengan diangsur atau sekaligus sesuai dengan jadwal investasi UMKMK yaitu maksimal 5 tahun. Tetapi. Walaupun secara umum. yang biasanya banyak menarik bagi pembeli asing dan memiliki potensi ekspor tinggi. khususnya untuk produk budaya lokal. menstimulasi dan menggalang partisipasi berbagai pihak dalam pengembangan basis permodalan UMKMK.

Konsep kemitaan untuk pembangunan daerah dekat hubungannya dengan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). perlindungan lingkungan dan berkontribusi dana untuk pembangunan daerah. Kemitraan ini memfasilitasi koordinasi dan kerja sama. kemitraan untuk pembangunan daerah kerap kurang berjalan dengan stabil. 26 . Oleh karena itu pemerintah daerah harus memimpin di depan dalam membangun mekanisme yang lebih stabil dan formal untuk membantu memberikan kemitraan sebagai basis pelembagaan dan kemampuan merancang dan menerapkan rencana pengembangan. Pasangan lokal darisektor swasta dapat membantu mengekspolitasi kesempatan daerah dalam mengembangkan kebijakan dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Kunci utama dari kemitraan ini adalah mekanisme untuk mengatur dan mengkoordinid secara benar sumber daya dan upaya-upaya yang berbeda dari para pelaku yang berbeda. yakni membentuk jejaring kerjasama dan mengembangkan rasa saling percaya. Sejalan dengan filosofi CSR. Membangun kesadaran ini merupakan bidang yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Perencanaan dan implementasinya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kekuatan masing-masing. Membangun Kemitraan Pembangunan daerah sebagian besar tergantung pada kemitraan antara pemerintah.industri budaya lokal dan bisnis lain yang saling menguntungkan. memperkuat kapasitas lokal. perusahaan ingin mendedikasikan dirinya untuk membangun kemitraan lokal. Selama dalam proses ini penting untuk diperhatikan. Para pasangan bisnis ini dapat bekerja sama untuk membangun asosiasi atau jejaring untuk mempromosikan produk. Karena keterbatasan institusionalisasi. pelaku bisnis dan lembaga non pemerintah. Kesadaran akan pentingnya CSR diantara para pebisnis menjadi prasyarat penting untuk melibatkan para pebisnis dalam kemitraan untuk pengembangan daerah.

Kurangnya permodalan 2. Iklim usaha yang masih kurang menguntungkan bagi Usaha Menengah 3. Memperbaiki sistem permodalan bagi usaha menengah. kita dapat mengelompokkannya ke dalam beberapa bagian utama : 1. 2. Dari sekian banyak factor. 27 .BAGIAN IV KESIMPULAN Perkembangan Usaha Menengah di Indonesia belum seperti yang kita harapkan masih banyak kendala yang membuat perkembangannya terhambat. baik oleh pihak swasta maupun pemerintah. 3. Baik melalui kredit lunak maupun bantuan pemerintah. Dengan member prioritas utama bagi pengusaha-pengusaha dalam bidang ini. Pemerintah melalui otoritasnya membuat aturan sudah saatnya membuat iklim kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan usaha menengah. Lemahnya sumberdaya manusia dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan secara berkesinambungan. Masih kurangnya kapasitas sumber daya manusia yang berkecimpung dalam usaha menengah Sehingga solusi bagi semuanya tentu saja dengan: 1.

tribunnews.ums.pdf http://inioke.com/doc/16176402/ pemberdayaan usaha menengah.ac.com/read/artikel/2011/3/28/80006/Sandinagndata http://www.pdf 28 .info/kendala dalam pengembangan usaha menengah.com/konten/5766/Kebijakan pemerintah dalam pembinaan usaha menengah .DAFTAR PUSTAKA - http://etd.id/2404/1/F100990135.pdf http://detikhots.html http://banjarmasin.scribd.eprints.