P. 1
makalah perbankan

makalah perbankan

|Views: 453|Likes:
Published by Animaria Ajah

More info:

Published by: Animaria Ajah on May 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

MAKALAH ASPEK HUKUM BANK SYARI AKAD IJARAH WADI]AH DALAM SYSTEM PERBANKAN SYA]RIAH

DI SUSUN OLEH LIA KARMINI 152 091 001

JURUSAN MU]AMALAH FAKULTAS SYA]RIAH INSTITUTE AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM 2011

karena dengan adanya tugas makalah ini semoga khazanah keilmuan dan kepahaman kami menjadi luas dan bekembang .57) dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara merreka menurut apa yang diturunkan Allah . (al-Maidah..dan bila terdapat kelebihan semoga dapat di ambil manfaatnya kaena selalu datanya dari allah swt .adapun kalau terdapat kesalahan dalam tulisan di dalam makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya .akhir kata kami ucapkan wassalamualaikum warahmatuullahi wabarakatuh.Tuhan yang telah menegakkan bahwa hanyalah hak menetapkan hukum itu Allah (al-An am . . Rabb yang telah menciptakan manusia hukum untuk mereka .dan mencontohkan pelaksanaan hukum-hukum Allah diseluruh aspek kehidupan . segala puji hanya milik Allah SWT.dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.Dan semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sebagai penyusun dan juga kepada seluruh pembaca yang budiman .mengaplikasikan . yang telah mengimani .49) Shalawat beriringan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasullullah Muhammad saw.KATA PENGANTAR ALHAMDULILAH . Terima kasih tidak lupa kami ucapkan kepada bapak yang memberikan tugas makalah ini kepada kami.

yakni Rp x di campur dengan Rp x juga. c. Pada ijara tidak terjadi perpindahan kepemilikan objek ijara. Abdan 5. Objek ijara tetap menjadi milik yang menyewakan. Dalam syirkah muwafadhah. baik jasa atau barang ataupun jasa atas tenaga kerja. Sedangkan ju¶alah adalah akad ijarah yang pembayarannya didasarkan atas kinerjanya (performance) objek yang di sewa/ diupah. Muzara¶ah c. keuntungan dan kerugian di tanggung bersama. Musaqah d. Kontrak investasi ini secara ³ sunatullah´ (by their nature) tidak menawarkan return yang tetap dan pasti.AKAD IJARA WADI]AH DALAM SISTEM PERBANKAN SYA]RIAH pengertian ijara ijara adalah akad untuk memanfaatkan jasa. Dalam syirkah wujuh terjadi percampuran antara modal dengan reputasi nama baik seorang (wujuh.bila digunakan untuk mendapatkan manfaat barang maka di sebut sewa menyewa sedangkan jika di gunakan untuk mendapatkan manfaat tenaga kerja.misalnya Rp x di camp[ur dengan Rp y. baik dari segi jumlah (amount) maupun waktu (timing) nya yang termaksud dalam kontrak ini adalah kontrak-kontrak investasi. Natural uncertainty contracts ( NUC). muwafadhah. µinan. Contoh-contoh NUC adalah sebagai berikut: a. abdan. Dalam syirkah inan para pihak yang berserikat mencampurkan modal dalam jumlah yang tidak sama. Di sini. Namun demikian pada zaman modern ini muncul inovasi baru dalam ijara. pihak yang berintransaksi saling mencampurkan asetnya (baik real asset maupun financial assets) menjadi satu kesatuan. Dalam nuc. mudharabah) b. Inan 3. di mana si pemimjam di mungkinkan untuk memiliki objek ijarahnya di akhir priode peminjaman. dan kemudian menanggung resiko bersama-sama untuk mendapatkan keuntungan. Mudharabah a. para pihak yang bersrikat mencampurkan modal dalam jumlah yang sama. Jadi sifatnya tidak ³ fixed and fredetimed´. Ijara yang membuka kemungkinan perpindahan kepemilikan atas objek ijaranya ini di sebut sebagai ijarah muntahia bittamlik (IMBT). b. karena itu kontrak ini tidak memberikan kepastian pendapatan (return). Musyarakah (wujuh. berasal dari kata bahasa arab yang berate wajah= reputasi) . Wujuh 4. Mukhabarah akad musyarakah (disebut juga syirkah) mempunyai 5 variasi: 1. Mufawadhah 2.

Dalam semua bentuk syirkah tersebut berlaku ketentuan sebagai berikut:bila bisnis untung maka pembagian keuntungan di dasarkan menrut nisbah bagi hasil yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang bercampur.sedangkan bila terjadi kerugian maka kedua belah pihak akan samasama menanggungnya. Akad Ijarah Kontrak ijarah merupakan penggunaan manfaat atau jasa dengan ganti kompensasi. maka masing-masing pihak akan menanggung kerugian sebesar proporsi modal yang di tanamkan dalam syirkah tersebut. dalam syirkah bentuk ini tidak terjadi percampuran modal dalam arti uang tetapi yang terjadi adalah percampuran keahlian.dalam syirkah abdan demikian pula halnya bila terjadi laba maka laba itu akan di bagi menrut nisbah yang disepakati oleh pihak-pihak yang berserikat. Dalam syirkah wujuh bila terjadi laba. karena jumlah porsi modal yang di campurkan oleh masingmasing pihak berbeda jumlahnya maka jumlah keuntungan yang di terima berdasarkan kesepakatan nisbah sedangkan bila rugi. serta yang diambil manfaatnya disebut major dengan kompensasi atau balas jasa yang disebut ajran atau ujrah. sementara penyewa (nasabah) disebut mustajir. . musaqat= pertanian tanaman tahunan. Pemilik menyewakan manfaat disebut muajjir. Syirkah mudhraba dalam syirkah ini terjadi percampuran atra modal dengan jasa (keakhlian / keterampilan) dari pihak-pihak yang berserikat. maka besarnya jumlah keuntungan maupunkerugian yang di terima bagi masing-masing pihak jumlahnya sama pula. misalnya konsultan perbankan syari¶ah bergabung dengan konsultan information tecnologi untuk megerjakan proyek system informasi bank syari¶ah Z. Syirkah abdan di mana terjadi percampuran jasa-jasa antra orang yang berserikat. Sedangkan bila rugi. mukhabarah =bila biitnya berasal dari pemilik tanah. Dalam syirkah mudrabah bila terjadi keuntungan maka laba tersebut di bagi menurut nisbah bagi hasil yang di sepekati oleh kedua belah pihak. maka keuntungan pun di bagi berdasarkan kesepatan nisbah antara masing ±masing pihak sedangkan bila rugi. . e. .d. Dengan demikian nasabah akan memberikan jasa atau fee kepada murtahin. karena nasabah telah menitipkan barangnya yang dirawat oleh murtahin. yakni dalam bentuk hilngnya segala jasa yang telah mereka konstribusikan. maka penyandangnya modal (shahib almal) yang akan menanggung kerugian finansialnya. tidak perlu menanggung kerugian financial. karena ia tidak menyumbankan modal financial apapun.dengan demikian dalam syirkah muwafadah. Dalam syirkah inan. karena forsi modal pihak-pihak yang berserikat besarnya sama. Namun demikian pada dasarnya ia tetap menanggung kerugian pula.bila bisnis rugi maka pembagian kerugiannya di dasarkan menurut porsi modal masing-masing pihak yang bercampur.ketrampilan dari pihak-pihak yang berserikat :muzar¶ah =pertanian tanaman setahun. maka hanya pemilik modal saja yang akan menanggung kerugian financial yang terjadi. pihak menyumbangkan refutasi /nama baik.

 Wadiah juga bisa diartikan titipan Pengertian Wadiah Dari pengertian ini maka dapat dipahami bahwa apabila ada kerusakan pada benda titipan. Wadiah dikatakan bermakna amanah karena Allah menyebut wadiah dengan kata amanah dibeberapa ayat Al-Qur¶an  Secara Terminologi Hanafiayah : Memberikan wewenang kepada orang lain untuk menjaga hartanya Malikiyah. Sedangkan secara istilah adalah Memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga hartanya atau barangnya dengan secara terang-terangan atau dengan isyarat yang semakna dengan itu. padahal benda tersebut sudah dijaga sebagaimana layaknya. kepercayaan (trusty).Pengertian Wadiah  Secara Etimologi Al-Wadi¶ah berarti titipan murni (amanah). . Dengan demikian. bukan dhamanah Wadiah pada dasarnya akad tabarru¶. (tolong menolong). Syafi¶iyah.  Dalam Ensiklopedi Hukum Islam Wadiah secara bahasa bermakna meninggalkan atau meletakkan. tapi apabila kerusakan itu disebabkan karena kelalaiannya. yaitu meletakkan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara atau dijaga. prinsip dasar wadi¶ah adalah amanah. maka ia wajib menggantinya. Hanabilah : Mewakilkan orang lain untuk memelihara harta tertentu dengan cara tertentu. Wadiah bermakna amanah. maka si penerima titipan tidak wajib menggantinya. bukan akad tijari Hukum dan Dalil Wadiah Hukum wadiah adalah boleh dengan dalil-dalil sebagai berikut : Al-Qur¶an : .  Wadiah secara istilah adalah akad seseorang kepada pihak lain dengan menitipkan suatu barang untuk dijaga secara layak (menurut kebiasaan). Dengan demikian akad wadi¶ah ini mengandung unsur amanah.

 Barang titipan harus jelas dan bisa dipegang atau dikuasai. karena barang siapa menyembunyikannya. Yang dimaksud dengan wadiah disini adalah barang yang dititipkan. yaitu :  Wadiah. Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sedangkan menurut jumhur ulama rukun wadiah ada tiga. Rukun dan Syarat Wadiah  Sighat (akad). Sungguh.´ Rukun dan Syarat Wadiah  Menurut Imam Abu Hanafi. hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat ³ Al-Baqarah : 283 ³ Dan jika kamu dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapatkan seorang penulis. jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain. Hukum dan Dalil Wadiah Hadist :  Sabda Nabi Saw : ´Serahkanlah amanat kepada orang yang mempercayai anda dan janganlah anda mengkhianati orang yang mengkhianati anda´  Dari Abu Hurairah. Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. adapun syaratnya adalah : . Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian. diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : ³ Tunaikanlah amanat ( titipan ) kepada yang berhak menerimanya dan janganlah membalas khianat kepada orang yang telah mengkhianatimu. sungguh. Tuhannya. adapun syaratnya adalah :  Barang yang dititipkan harus dihormati (muhtaramah) dalam pandangan syariat. maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Sungguh. dan apabila kamu menetapkan hukum di anatara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. An-Nisa : 58 ³Sungguh. Maksudnya adalah barang yang dititipkan dapat diketahui identitasnya dan dapat dikuasai untuk dipelihara. rukun wadiah hanya ijab dan qabul. hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya(utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah. Tetapi. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan´.

wadiah dapat dibagi menjadi dua bentuk. Dan lafadz tersebut harus dikatakan di depan kedua belah pihak yang berakad (Mudi¶ dan wadii¶)  Orang yang berakad. jadi anak kecil yang dizinkan oleh walinya boleh untuk melakukan akad wadiah ini. Lafadz dari kedua belah pihak dan tidak ada penolakannya dari pihak lainnya.  Orang yang dititipi mencampurkan barang titipan dengan harta pribadinya sehingga sulit dipisahkan.  Orang yang dititipi wadiah mengingkari wadiah itu.  Wadiah yad dhamanah : Akad penitipan barang di mana pihak penerima titipan dengan atau tanpa izin pemilik barang dapat memanfaatkan barang titipan dan harus bertanggung jawab terhadap kehilangan atau kerusakan barang. yaitu :  Wadiah yad amanah : adalah akad penitipan barang di mana pihak penerima titipan tidak diperkenankan menggunakan barang uang yang dititipkan dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang titipan yang bukan diakibatkan perbuatan atau kelalaian penerima.  Barang titipan dimanfaatkan oleh orang yang dititipi. Macam-macam Wadiah  Berdasarkan sifat akadnya. yaitu : Orang yang menitipkan (Mudi¶) dan Orang yang dititipkan (Wadii¶).  Barang titipan itu dititipkan oleh pihak kedua kepada orang lain (pihak ketiga) yang bukan keluarganya atau tanggung jawabnya. tidak dipaksa. Adapun syarat dari orang yang berakad adalah :  Baligh  Berakal  Kemauan sendiri. Wadiah yad amanah berubah menjadi yad dhomanah Wadiah yad amanah dapat berubah menjadi yad dhomanah oleh sebab-sebab berikut :  Barang titipan tidak dipelihara oleh orang yang dititipi.  Dalam mazhab Hanafi baligh dan telah berakal tidak dijadikan syarat dari orang yang berakad. . Semua manfaat dan keuntungan yang diperoleh dalam penggunaan barang tersebut menjadi hak penerima titipan.

tidak boleh mengambil keuntungan atau bonus yang tidak disyaratkan diawal akad dari pemanfaatan barang yang dititipkan dan akadnya bisa gugur.  Sedangkan apabila imbalan yang diterima dari bank berupa bunga.  Meletakkan pada tempat yang tidak aman.  Pemindahan wadiah dari satu negara ke negara lain berbeda dengan pemindahan dari rumah ke rumah.  Barang titipan dibawa bepergian. Jaminan Wadiah Menurut Syafi¶iyah. maka ulama Hanafiah mengatakan keuntungan tersebut harus disedekahkan. sedangkan menurut ulama Maliki keuntungan tersebut harus diserahkan ke baitul mal (kas negara) Jaminan Wadiah Menurut Malikiyah.  Mencampurkan wadiah dengan sesuatu yang tidak bisa dibedakan.  Sedangkan menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah boleh menerima laba yang diberikan oleh orang yang dititipi.  Pemanfaatan wadiah. wadiah sudah hilang. yaitu :  Menurut ulama Syafi¶iyah. sebab-sebab adanya jaminan dalam wadiah adalah :  Meletakkan wadiah pada orang lain tanpa izin.  Melalaikan kewajiban menjaganya. Orang yang dititipi melanggar syarat-syarat yang telah ditentukan.  Menyalahi cara pemeliharaan.  Memindahkan ke tempat yang tidak aman. . sebab-sebab adanya jaminan wadiah adalah:  Menitipkan barang pada selain penerima titipan (wadi¶) tanpa ada uzur sehingga ketika minta dikembalikan.  Meletakkan titipan pada tempat yang memungkinkan untuk hilang atau rusak. Keuntungan (Laba) dalam Wadiah Ulama berbeda pendapat mengenai pengambilan laba atau bonusnya.

Aplikasi dalam LKS (Lembaga Keuangan Syariah) dan Fatwa DS  Wadi'ah yang sering dipraktekkan dan dikembangkan oleh bank syariah adalah wadi¶ah yad dhamana (titipan dengan resiko ganti rugi). Safe Deposit Box (SDB) dan deposito.  Wajib : Menerima amanah (wadiah) bisa berhukum wajib jika tidak ada orang yang jujur dan layak selain dirinya. seperti giro. sebab-sebab adanya jaminan dalam wadiah adalah :  Menitipkan pada orang lain tanpa uzur. Deposito memakai prinsip mudharabah.  Produk yang ditawarkan bank syariah yang menggunakan konsep wadiah biasanya berkaitan dengan penghimpunan dana (Fund). Jaminan Wadiah Menurut Hanabilah.  Pemanfaatan wadiah. karena orang yang akan dititipi yakin dirinya akan berkhiyanat. akan tetapi orang yang menitipkan tetap merasa yakin dan percaya bahwa orang tersebut layak dititipi.  Melalaikan pemeliharaan.  Menyalahi cara pemeliharaan seperti yang telah disepakati. sedangkan yang lainnya menggunakan bisa menggunakan prinsip wadiah. karena orang yang akan dititipi memiliki kekhawatiran akan berkhianat (was-was)  Mubah : Menerima titipan barang bisa berhukum mubah (boleh) bagi orang yang memiliki kekhawatiran akan ketidakmampuannya dan takut berkhiyanat lalu dia memberi tahu ke orang yang akan menitipkan akan hal tersebut. SWBI.  Makruh : Menerima titipan barang bisa berhukum makruh. maka hukumnya boleh. Hukum menerima barang wadiah  Haram : Menerima titipan barang bisa berhukum haram. . tabungan.  Mencampurnya dengan yang lain sehingga tidak dapat dibedakan. Berpaling dari penjagaan yang diperintahkan sehingga barang menjadi rusak.  Sunnah : Menerima titipan barang bisa berhukum sunnah apabila orang yang dititipi yakin dirinya amanah dan layak untuk dititipi.  Memanfaatkan wadiah.

Aplikasi dalam LKS (Lembaga Keuangan Syariah) dan Fatwa DS  Giro wadiah adalah giro yang dijalankan berdasarkan akad wadiah. Konsep yang dipakai adalah wadiah yad dhamanah yang mempunyai implikasi hukum yang sama seperti qardh. Wadiah yad dhamanah juga bisa dikatakan sebagai Qardhul Hasan. Dalam hal ini nasabah bertindak sebagai penititp yang memberikan hak kepada bank untuk menggunakan atau memanfaatkan uang atau barang titipan.  Dalam perbankan juga terdapat Save Deposit Box dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional NO : 24/DSN-MUI/III/2002 .  Fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Giro NO : 01/DSN-MUI/IV/2000  Tabungan wadiah adalah tabungan yang dijalankan berdasarkan akad wadiah. maka Bank Syariah diberi upah (ujrah) oleh BI sebesar SBI. misalnya 8. yaitu titipan murni yang setiap saat dapat diambil jika pemiliknya menghendaki. Bank Syariah yang menempatkan dana di BI telah berperan mendukung stabilitas moneter.78 %. yaitu titipan murni yang setiap saat dapat diambil jika pemiliknya menghendaki. Konsep yang dipakai adalah wadiah yad dhamanah. yaitu Sertifikat Wadiah Bank Indonesia dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional NO : 36/DSN-MUI/X/2002  Penghapusan SWBI menjadi IJARAH. dimana nasabah disebut sebagai orang yang meminjamkan uang dan bank adalah pihak yang dipinjami.  Fatwa Dewan Syariah Nasional NO : 02/DSN-MUI/IV/2000 Aplikasi dalam LKS (Lembaga Keuangan Syariah) dan Fatwa DSN  Dalam perbankan juga terdapat SWBI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->