P. 1
kesehatan reproduksi

kesehatan reproduksi

|Views: 125|Likes:
Published by Ria Silvia

More info:

Published by: Ria Silvia on May 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

OUT LOOK

M
Kesehatan Reproduksi Remaja: Membangun Perubahan yang Bermakna
asa Remaja* diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Kebutuhan akan peningkatan pelayanan kesehatan dan sosial terhadap remaja semakin menjadi perhatian di seluruh penjuru dunia. Dipacu rekomendasi dari hasil International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994 atau yang disebut dengan Konperensi Internasional mengenai Kependudukan dan Pembangunan (lihat kotak, halaman 2), banyak organisasi di berbagai negara telah menciptakan berbagai program agar dapat lebih memenuhi kebutuhan para remaja di bidang kesehatan reproduksi. Meskipun untuk memenuhi kebutuhan global, program remaja yang ada masih sangat sedikit dan terbatas serta evaluasinya masih belum memadai, namun ternyata banyak pelajaran yang dapat dipetik dari proyek perintis/percontohan dan upaya inovatif yang telah dilakukan di berbagai wilayah mengenai jenis kegiatan remaja, baik yang dapat menghasilkan perubahan yang bermakna maupun yang tidak. Sekitar 1 milyar manusia — hampir 1 di antara 6 manusia di bumi ini — adalah remaja; 85% di antaranya hidup di negara berkembang.1 Banyak sekali remaja yang sudah aktif secara seksual (meski tidak selalu atas pilihan sendiri), dan di berbagai daerah atau wilayah, kira-kira separuh dari mereka sudah menikah.2 Kegiatan seksual menempatkan remaja pada tantangan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Setiap tahun kira-kira 15 juta remaja berusia 15-19 tahun melahirkan, 4 juta melakukan aborsi, dan hampir 100 juta terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dapat disembuhkan. Secara global, 40% dari semua kasus infeksi HIV terjadi pada kaum muda yang berusia 15-24 tahun. Perkiraan terakhir adalah, setiap hari ada 7.000 remaja terinfeksi HIV.3 Risiko kesehatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, misalnya tuntutan untuk kawin muda dan hubungan seksual, akses terhadap pendidikan dan pekerjaan, ketidaksetaraan jender, kekerasan seksual dan pengaruh media massa maupun gaya hidup yang populer. Remaja seringkali kekurangan informasi dasar mengenai kesehatan reproduksi, keterampilan menegosiasikan hubungan seksual, dan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi yang terjangkau serta terjamin kerahasiaannya. Keprihatinan akan jaminan kerahasiaan (privacy) atau kemampuan membayar, dan kenyataan atau persepsi remaja terhadap sikap tidak senang yang ditunjukkan oleh pihak petugas kesehatan, semakin membatasi akses pelayanan lebih jauh, meski pelayanan itu ada. Di samping itu, terdapat pula hambatan legal yang berkaitan dengan pemberian pelayanan dan informasi kepada kelompok remaja. Banyak di antara remaja yang kurang atau tidak memiliki hubungan yang stabil dengan orangtuanya maupun dengan orang dewasa lainnya, dengan siapa seyogianya remaja dapat berbicara tentang masalah-masalah kesehatan reproduksi yang memprihatinkan atau yang menjadi perhatian mereka.

* Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja (adolescence) adalah mereka yang berusia 10-19 tahun. Sementara PBB menyebut anak muda (youth) untuk usia 15-24 tahun. Ini kemudian disatukan dalam terminologi kaum muda (young people) yang mencakup usia 10-24 tahun.

Volume 16

Januari 2000

4 Kehamilan. Remaja cenderung menunggu lebih lama sebelum mencari bantuan karena tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan. Banyak survei yang telah dilakukan di negara-negara berkembang menunjukkan bahwa hampir 60% kehamilan pada wanita di bawah usia 20 tahun adalah kehamilan yang tidak diinginkan atau salah waktu (mistimed). hambatan peraturan dan hambatan sosial atas informasi dan pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja. mahasiswi atau pelajar yang hamil seringkali mencari pelayanan aborsi agar mereka tidak dikeluarkan dari sekolah. 12 Penyakit Menular Seksual (PMS).OUTK LOO Meskipun dihadapkan pada tantangan-tantangan di atas. atau bahkan mungkin mereka tidak sadar atau tahu bahwa mereka hamil. Sekitar 333 juta kasus PMS yang dapat disembuhkan terjadi setiap tahunnya. wanita menikah dan melahirkan di masa remaja mereka (lihat Tabel 1).7 Di banyak negara berkembang. penyakit menular seksual (PMS). Remaja putri yang berusia kurang dari 18 tahun mempunyai 2 sampai 5 kali risiko kematian (maternal mortality) dibandingkan dengan wanita yang telah berusia 18-25 tahun akibat persalinan lama dan persalinan macet.ili pina dan Thailand. serta memberikan pelayanan klinis yang dapat menghormati dan menjaga kerahasiaan kliennya. misalnya tekanan darah tinggi (hipertensi) dan anemia (kurang darah) juga lebih sering terjadi pada ibu-ibu berusia remaja. dan • pencegahan dan perawatan terhadap penganiayaan seksual (sexual abuse) dan hubungan seksual sedarah (incest). Sebuah telaah yang dilaksanakan di sana selama 13 tahun. terutama pada daerah di mana kekurangan gizi merupakan endemis.10 Pelayanan dan kegiatan penting yang digaris bawahi. terutama di wilayah di mana pelayanan medis sangat langka atau tidak tersedia (lihat Outlook. serta meningkatkan risiko penularan HIV. dengan penekanan baru pada lingkungan program yang aman dan mendukung. yang mengakomodasikan pengaruh sosial terhadap perilaku. dan data yang ada menunjukkan bahwa sepertiga dari infeksi PMS di negara-negara berkembang terjadi pada mereka yang berusia 13-20 tahun. mengulas program-program yang telah dilakukan. Volume 16 Januari 1999 Edisi Khusus: Keselamatan lbu). serta mengevaluasi pelajaran (lessons learned) yang dapat di petik dari pengalaman program-program tersebut.6 Pada akhir tahun 1980-an di Kanada. Kesehatan reproduksi juga dipengaruhi oleh gizi. termasuk HIV. Berbagai kemajuan telah dihasilkan semenjak ICPD tersebut. Di berbagai belahan dunia. kesehatan psikologis. dan penyakit menular seksual. Perkiraan terakhir memperhitungkan bahwa 40% dari infeksi HIV terjadi pada kaum muda berusia 15-24 tahun. dan oleh sistem yang membatasi akses terhadap informasi dan pelayanan klinis. Di Nigeria misalnya. . 50 70% wanita yang masuk rumah sakit akibat komplikasi aborsi yang disengaja. Kehamilan dan persalinan membawa risiko morbiditas dan mortalitas yang lebih besar pada remaja dibandingkan pada wanita yang telah berusia 20 tahunan. terjadi pada wanita di bawah usia 19 tahun dan disebabkan oleh komplikasi akibat aborsi yang tidak aman. Berbagai negara juga direkomendasikan agar berupaya menghilangkan hambatan hukum. Inggris. termasuk: • informasi dan konseling KB. semakin banyak partisi pasi remaja dalam mengembangkan dan mengevaluasi program.11 Aborsi yang disengaja (induced abortion) seringkali berisiko lebih besar pada remaja putri dibandingkan pada wanita yang lebih tua.9 †† † Rekomendasi ICPD untuk Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja International Conference on Population and Development (ICPD) atau yang disebut Konperensi Internasional mengenai Kependudukan dan Pembangunan mendorong Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengembangkan program yang tanggap terhadap masalah seksual dan reproduksi remaja. 7. Dan telah lebih banyak program yang dikembangkan dengan pendekatan terintegrasi. perdarahan maupun faktor lain. 41% wanita berusia 15-24 tahun yang mengunjungi klinik Kesehatan lbu-Anak & KB (KIA/KB) terinfeksi PMS dibanding 16% dari seluruh wanita usia reproduksi. Sumber: AGI 1998. Sudah lebih banyak negara yang telah merumuskan kebijakan program yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.† menurut wilayah dan negara Cina Amerika Latin/Karibia Afrika Utara/Timur Tengah Sub-Sahara Afrika Asia Selatan Asia Tenggara†† Amerika Serikat Data dari tahun 1980-an dan 1990-an Data dari Indonesia. 13 Di pedesaan Kenya misalnya. dengan rasio 2 banding 1. kekerasan. program yang memenuhi kebutuhan remaja akan informasi dan pelayanan dapat membawa perubahan bermakna. 3 14% 27-50% 13-41% 25-75% 16-66% 21-33% 22% 2 OUTLOOK/Volume 16 .8 Tabel 1. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja sering kali berakhir dengan aborsi. menemukan bahwa 72% kematian ibu di sebuah rumah sakit universitas. aborsi. menghormati kebutuhan dan keprihatinan kaum muda.000 kasus infeksi baru yang terjadi setiap hari.5 Kegawat daruratan yang berkaitan dengan kehamilan. risiko ini menjadi berat di mana aborsi hanya tersedia dalam keadaan yang tidak aman. umumnya mereka yang berusia di bawah 20 tahun. ekonomi dan ketidak-setaraan jender yang menyulitkan remaja putri menghindari hubungan seks yang dipaksakan atau seks komersial. perilaku seksual yang bertanggung-jawab.000 dari 16. Selandia Baru dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa 50% lebih dari semua aborsi terjadi pada wanita di bawah usia 25 tahun.9 Risiko remaja untuk tertular HIV/AIDS juga meningkat. Aborsi yang tidak aman. Prosentase wanita berusia 20-24 tahun yang melahirkan pada usia 20 tahun. dapat melibatkan masyarakat dalam upaya mereka. • pelayanan klinis bagi remaja yang aktif secara seksual • pelayanan bagi remaja yang melahirkan dan remaja dengan anaknya. Infeksi baru pada kelompok wanita jauh lebih tinggi dibanding pada pria. Berbagai Risiko Kesehatan Reproduksi Kesehatan reproduksi remaja dipengaruhi oleh kehamilan. kekerasan seksual. Di berbagai negara. termasuk kemandulan dan rasa sakit kronis. Program-program yang berhasil dapat membantu remaja mengembangkan kemampuan perencanaan hidup mereka. Infeksi PMS dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup. • konseling yang berkaitan dengan hubungan antar jender. Artikel ini menelaah aspek-aspek yang mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja. Di samping itu.

Yang dimaksud dengan . petugas harus mempertimbangkan status penghapusan kebiasaan tersebut. merupakan hal yang Peter Piot berhubungan seks. 19 Sebagai contoh. terutama remaja putri seringkali dipaksa reproduksi. 4).000 pekerja seks komersial (PSK) maupun kontrasepsi lain. perkawinan si remaja. Beberapa di antara mereka tidak benar. kawinan yang “diatur” orangtua pada gadis di balingkungan yang bersahabat bagi “Membatasi akses terhadap pendidikan wah usia 14 tahun masih sangat umum.2 secara khusus serta pelayanan anak. 40% sangat penting bagi program jenis UNAIDS. Program harus dapat memberikan kelamin luar wanita maupun tindak perlukaan lainnya terhadap alat informasi dan pelayanan klinis yang tepat. .15 (Lihat faktor sosial budaya di bawah ini ). memiliki menunda hubungan seks pertama dan karena banyak pria dewasa mencari gadis muda sekomponen program konseling mempraktekkan seks aman adalah bagai pasangan seksual untuk melindungi diri yang kuat. sebuah survei di strategi efektif untuk menjangkau remaja (lihat kotak hal. Female Genital Mutilation (FGM) atau Pemotongan Tantangan Mengembangkan Program yang Efektif Kelamin Wanita. biaya sekolah. petugas yang terlatih pelanggaran terhadap hak anak. pengalaman hubungan demikian pula program yang berbasis di sekolah (lihat kotak hal. malu dan buku-buku sebagai imbalan atas jasa seks yang diberikan. demikian pula Remaja seringkali menyebutkan karakteristik berikut ini sebagai norma kultural yang berkaitan dengan jender dan hubungan seksual. 16 Lebih lanjut. lokasi dan _ Di berbagi negara. hal yang penting dalam memenuhi kebutuhan kesehatan mereka: Sebagai contoh : jaminan kerahasiaan.18 hal yang terpenting dalam upaya ini. Di Uganda misalnya. yang tidak terkontrol ataupun infeksi. dari siswi sekolah dasar yang di pilih secara apapun. perdarahan hebat dan shock. Walaupun hubungan seks dilakukan demi uang.15 belum matangnya sistem reproduksi mereka. jaminan keamanan maupun remaja (drop-in centers).GM atau pemotongan Program untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja alat kelamin wanita adalah pemotongan sebagian atau seluruh alat menghadapi beberapa tantangan. Faktor sosial budaya. Perdarahan pada remaja. termasuk Guatemala City menemukan bahwa 40% dari 143 anak jalanan HIV/AIDS karena berbagai sebab. pria muda diharapkan untuk klinis yang komprehensif. bila remaja mengutarakan minatnya untuk mengetahui hal-hal yang dan banyak di antara mereka yang terlibat dalam “seks demi berkaitan dengan seksualitas. infeksi radang panggul yang berulang-ulang dan konseling untuk remaja yang berkaitan dengan masalah reproduksi persalinan lama maupun macet.6). atau bahkan tidak setuju _ Di negara berkembang. OUTLOOK/Volume 16 3 .OUTK LOO Kaum muda cenderung lebih berisiko tertular PMS. sanggar untuk memperoleh makanan. sekitar 2 juta program yang mampu menjawab kebutuhan remaja. pengaruh teman sebaya dan media Kebanyakan perempuan yang telah menjalankan .GM adalah mereka massa. dan 93% pernah terinfeksi penyakit menular seksual (PMS). dan relevan tentang kesehatan dan orang lain dari HIV. dapat mengakibatkan kematian Penyediaan pelayanan klinis. Seringkali hubungan seksual yang disurvei melakukan hubungan seks pertama dengan orang yang tidak mereka kenal. . majalah. dapat membantu untuk mengambil kalinya dengan seorang pekerja seks komersial Memberikan informasi yang tepat tanggung jawab atas hidup mereka sendiri . dan mereka yang belum berpengalaman berusia di bawah 20 tahun dan dari jumlah ini. seperti India. membahas topik ini dengan anak mereka. Program juga harus kesehatan reproduksi remaja putri atau wanita. 200. serta kesulitan ekonomi) dan mengembangkan strategi yang tinggal di salah satu dari 28 negara di Afrika.” _ Remaja. seks meningkatkan risiko kesehatan pada remaja. sekaligus membantu kelamin wanita. uang.GM merupakan praktek tradisional yang sudah remaja mengembangkan kemampuan membuat keputusan maupun berurat-berakar yang berdampak sangat parah dan berat terhadap memperoleh keterampilan utama yang lain.17 Selain program juga harus mampu membangun masyarakat dan trauma psikologis yang dialami saat pemotongan. Anakmereka sendiri terhadap penularan PMS/HIV. terbuka bagi remaja putri kesehatan seksual yang ditujukan untuk _ Hubungan seksual terjadi pada gadis usia 9-12 tahun maupun putra. Pelayanan klinis kesehatan dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. Dalam .000 di berKB cenderung menggunakan alat kontrasepsi tersebut secara antaranya berusia di bawah 14 tahun. Penganiayaan seksual dan pemaksaan serta seberapa besar kuasa yang mereka miliki dalam hubungan seks. Beberapa bentuk reproduksi remaja paling baik dilakukan oleh petugas yang telah . Pendidikan dan konseling acak melaporkan telah dipaksa untuk berhubungan yang berbasis di klinik merupakan seks. _ Di Sub-Sahara Afrika. remaja (misalnya norma budaya. keadaan kesehatannya secara keseluruhan.21 perlu memahami bagaimana mereka memperoleh pengalaman hubungan seks pertama Pemberian I n f o r m a s i . Umumnya memperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi “pilihan” praktek semacam ini dilakukan di negara-negara Afrika. Jelas sekali bahwa orangtua adalah sumber utama informasi. Pendekatan gaya remaja seperti bertahan hidup” (survival sex) dimana mereka menukar seks program radio “on-air” di mana remaja dapat menelpon. seks pertama bagi beberapa remaja putri adalah dengan 5).14. jutaan anak hidup dan bekerja di jalanan. diperkirakan 800.untuk melindungi diri sendiri (PSK). “telepon hotline” juga merupakan obat-obat terlarang.GM dapat menyebabkan rasa sakit kronis setiap kali melakukan terlatih menghadapi masalah khas remaja dan mampu memberikan hubungan seks. praktek perwaktu/jam yang sesuai.GM merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan mendesak semua kegiatan intervensi. remaja. Selain itu remaja putri menjadi korban praktek ini setiap tahunnya. walau seringkali para orangtua merasa kurang punya informasi. baik perempuan maupun laki-laki _ Di beberapa budaya. remaja putri mempunyai risiko lebih “dijual” sebagai PSK oleh orangtuanya guna menghidupi tinggi terhadap infeksi dibandingkan wanita lebih tua karena anggota keluarga yang lain. ICPD menyatakan bahwa dan kontrasepsi yang dinilai sangat peka (lihat kotak hal. semua pernah berhubungan seks terjadi tanpa direncanakan atau tanpa diinginkan. Seringkali remaja tidak merencanakan lebih dahulu sehingga tidak siap dengan kondom _ Di Thailand. semua pernah dianiaya secara seksual.GM dapat menggalang dukungan politis bagi kegiatan-kegiatan yang berpusat mengakibatkan infeksi.20 atas keinginan bersama (“mau sama mau“). “Om Senang” yang memberikan mereka pakaian.

Metode yang hanya berisiprogestin (seperti pil. Beberapa organisasi Mempertimbangkan sisi kehidupan remaja.22 Contoh lain dari cara pendekatan ini adalah Kurikulum Keterampilan “Menerima kenyataan bahwa remaja program yang didasarkan pada perbedaan Perencanaan Hidup (Life Planning Skills juga adalah individu seksual tampak.wanita bagaimana merumuskan strategi perencanaan terhadap kesehatan. 1. jender yang mempengaruhi kesehatan dan mempromosikan Baru-baru ini. program tersebut jelas kelompok remaja yang bagaimana yang IPPF juga melatih “pendidik sebaya” untuk akan dilayani oleh programnya dan kemudian memberikan pendidikan AIDS berbasis melibatkan kelompok remaja tersebut dengan cara yang bermakna sekolah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai metode kontrasepsi dan kriteria WHO untuk penggunaannya.ederation (IPP. remaja tidak merencanakan hubungan seks terlebih dahulu serta juga tidak mengantisipasi akan adanya kesulitan dalam penggunaan kondom atau metode kontrasepsi lainnya. termasuk penduduk yang tersingkir atau menggunakan pelatihan. Perencana program pertama-tama harus mengidentifikasi secara Dr. • Pil kontrasepsi darurat (emergency contraception pills) tidak melindungi terhadap PMS.amily and Reproductive Health Improving Access to Quality Care in .amily Planning: Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use Geneva. serta publikasi WHO. Salah satu pendekatan untuk menghadapi mempengaruhi kesehatan dan perilaku remaja mencakup: tantangan ini adalah program “Pilihlah Sebuah Masa Depan” yang • Kemiskinan. termasuk bagaimana mencegah penyakit menular seksual (PMS). Namun demikian. atau mereka yang tidak terdidik. • Ketidaksetaraan jender dan eksploitasi seksual (lihat hal.tingkat pengalaman seksual remaja (lihat kotak Curriculum) yang sedang dilaksanakan di nya merupakan salah satu hal yang hal. Cara penggunaan yang benar serta konsisten dapat menjadi masalah bagi beberapa remaja putri. Mereka yang memilih kontrasepsi hormonal atau metode kontrasepsi lainnya disarankan untuk juga menggunakan kondom apabila mereka berhubungan seks dengan seseorang yang tidak diyakini bebas dari PMS. tidak menghakimi serta dalam suasana lingkungan yang nyaman dan menyenangkan. Berbagai faktor lain yang kesehatan mereka. Publikasi ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris. Di paling berat untuk diterima oleh samping memberikan informasi tentang PMS. termasuk penggunaan yang benar. terutama bila mereka mengalami efek samping hormonal seperti payudara nyeri dan naiknya berat badan. bersifat akurat. selayaknya mereka memahami atau mengetahui adanya berbagai pilihan metode di atas.) telah remaja atau kaum muda di seluruh dunia sebenarnya dibentuk oleh melakukan hal ini dengan membentuk Panel Penasehat Remaja situasi dimana mereka hidup. terutama yang belum menikah dan/atau mempunyai pasangan tetap (monogamis). 4. Bahkan mungkin. 5). mungkin akan melihat yang diprakarsai oleh Badan Kesehatan Dunia bidang Program untuk kawin muda dan melahirkan sebagai satu-satunya jalan hidup mereka 4 OUTLOOK/Volume 16 . baca edisi Outlook Vol. menginginkan konseling yang memberikan jaminan kerahasiaan. 7). kehamilan dan kontrasepsi. Umumnya.23 guna mengembangkan program tersebut. susuk KB dan KB suntik) lebih tepat bagi klien yang telah berusia di atas 16 tahun. 3). Dengan demikian. termasuk kekurangan gizi. Kurikulum tersebut juga membahas ketidaksetaraan (childbearing). Setiap klien yang meminta konseling kontrasepsi mempunyai hak untuk memperoleh informasi yang jelas dan akurat mengenai metode kontrasepsi. 1996. Namun penerimaan metode kontrasepsi tersebut dan cara penggunaannya dapat menjadi masalah. • Cara KB tradisional seperti sanggama terputus dan KB alamiah tidak dapat mencegah PMS. diafragma. Kondom jelas merupakan pilihan pertama bagi mereka yang telah aktif secara seksual. IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan sterilisasi umumnya tidak dianjurkan bagi remaja. Menjamin program yang cocok atau berbagai sekolah lanjutan pertama di Kenya. dan spermisida dapat juga menjadi pilihan serta dapat memberikan pelindungan tertentu terhadap PMS. Pramilla Senanayake. kunjungan masyarakat. merumuskan tujuan dan meningkatkan komunikasi dengan keluarga • Tuntutan masyarakat mengenai kehamilan dan melahirkan dan teman. • Tekanan kelompok sebaya dan pengaruh media. Division of .OUTK LOO Kontrasepsi Bagi Remaja yang Aktif Secara Seksual Remaja yang meminta konseling kontrasepsi. Program tersebut • Kekacauan politik. Penggunaannya 72 jam sesudah berhubungan seksual tanpa pelindung (unprotected intercourse). efek sampingnya dan bagaimana menghubungi petugas kesehatan yang punya kepedulian. sebuah artikel menelaah tanggung jawab bersama antara pria . 14. dilaksanakan di lima negara di Sub-Sahara Afrika. relevan untuk remaja. (lihat kotak hal. WHO. • Pil KB tidak dapat mencegah PMS. karena keprihatinan teoretis bahwa progestin bisa berpengaruh terhadap perkembangan tulang pada remaja putri. permainan peran. Pilihan kontrasepsi lain mencakup berikut ini: • . No. Remaja perlu mungkin merasa tidak ada gunanya merencanakan hari depan dan/ mengembangkan kemampuan praktis untuk meningkatkan atau melindungi kesehatan mereka. No. Proyek Anak Jalanan minim. sanggama terputus merupakan satu-satunya metode dalam situasi tertentu. namun tetap merupakan pilihan. Pantang berhubungan seks (abstinence) perlu dibahas sebagai salah satu pilihan bagi mereka yang belum aktif secara seksual maupun yang sudah. Pandangan misalnya International Planned Parenthood . kebanyakan lapisan masyarakat”. 1996. tetapi merupakan kontrasepsi populer di kalangan remaja putri di berbagai wilayah di dunia. namun merupakan metode penting.emale Barrier Methods termasuk kondom wanita. konseling menjadi penting sebelum menggunakan pil KB. 1995 dan Vol. Kondom mencegah penularan PMS dan HIV bila digunakan secara benar dan konsisten serta efek sampingnya sangat kecil. dan cara-cara lain guna meningkatkan keterampilan kesehatan. Remaja putri dengan pendidikan untuk membantu membentuk ide-ide program. terisolasi. 13. Anak-anak yang hidup dalam kemiskinan Mengembangkan kemampuan.

25 Di berbagai negara. Program untuk remaja seringkali menghadapi kesulitan untuk memperoleh penerimaan masyarakat karena orang dewasa takut atau kuatir bila remaja memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan reproduksi. • Mengajarkan remaja atau kaum muda cara menunda hubungan seksual dan cara menggunakan kontrasepsi. Di Meksiko. Program akan sangat efektif bila diperkenalkan pada remaja berusia lebih muda dimana mereka belum aktif secara seksual. pemuka agama dan tokoh masyarakat. • Membantu remaja memahami masyarakat dan pengaruh-pengaruh lainnya. Perkumpulan Keluarga Berencana Kenya membantu orangtua mendekati anak-anak mereka untuk berbagi informasi mengenai kesehatan reproduksi. 46% remaja putri dengan pendidikan dasar (7 tahun) melahirkan pada usia 20. menentukan program seperti apa yang paling efektif justru Poster dari Tanzania ini menekankan tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak-anak mereka mengenai kesehatan reproduksi. LSM. • Mengembangkan keterampilan berkomunikasi. pendidikan seksualitas menjadi bagian dari kurikulum sekolah untuk siswa-siswi yang lebih tua. serta mengundang mereka berdiskusi dengan remaja.24 Di Uganda.merupakan hal yang sangat penting bagi setiap upaya untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. • Mengembangkan model tentang cara menolak hubungan seksual yang tidak diinginkan dan mendukung perilaku seksual yang bertanggungjawab.OUTK LOO Penyalahgunaan Zat Adiktif. 28 OUTLOOK/Volume 16 5 . justru separuh dari program yang ditelaah memberikan bukti bahwa pendidikan seksual justru berdampak pada penundaan kegiatan seks dini. kaum muda dan lainnya di dalam program untuk meningkatkan kesadaran mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. dan bagi kalangan remaja yang sudah aktif secara seksual meningkatkan kegiatan pencegahan PMS dan penggunaan kontrasepsi. merekomendasikan agar organisasi atau kelompok yang bekerja dengan anak jalanan untuk terus memantau perubahan kebutuhan kelompok sasarannya dengan melakukan tiga atau empat seri diskusi kelompok terarah (focus group discussion) setiap tahunnya. Pendidikan sekolah membantu kaum muda mengembangkan keterampilan dan memperoleh informasi yang dapat membantu mereka bertahan dalam pasar kerja. Sebaliknya. wanita tanpa pendidikan dasar punya kemungkinan tiga kali lebih besar untuk melahirkan pada usia tidak lebih dari 20 tahun. Di Nyeri. Berbagai program telah membuktikan bahwa menjelaskan tujuan program kepada para orangtua. tetapi hanya 19% remaja putri dengan pendidikan di atas 7 tahun (setingkat SMP/SMU) yang melahirkan pada usia 20 tahun. dan di Mesir. kemungkinannya adalah lima kali lebih besar. Di Kolombia misalnya. Namun hanya sedikit program yang dievaluasi secara seksama berkaitan dengan dampak atau hasil akhirnya.dengan fokus utama pada remaja putri . mendorong terjadinya advokasi dan menyediakan pelayanan. dapat mengurangi tentangan atau keberatan mereka terhadap program. Program Pemantapan Kesehatan Reproduksi Remaja (Program for Enhancing Adolescent Reproductive Life/PEARL) melibatkan wakil pemerintah. remaja justru akan terdorong menjadi aktif secara seksual. masyarakat.amily Planning Association of Tanzania.1 Strategi Program Pengalaman menunjukkan bahwa kombinasi dari berbagai pendekatan seringkali paling efektif dalam menjangkau kelompok remaja. • Memberikan informasi dasar yang tepat dan akurat mengenai berbagai risiko berhubungan seks yang tidak terlindung/tidak aman.5 Menggalang dukungan masyarakat.26 Program yang mendukung penundaan kegiatan seks yang disertai dengan pemberian informasi mengenai seks aman dan kontrasepsi ternyata lebih efektif dibandingkan dengan program yang hanya mendukung abstinensi (tidak berhubungan seks). dan mendorong adanya diskusi seumur hidup mengenai kesehatan reproduksi. 1995 Pentingnya Pendidikan — Termasuk Pendidikan Seksualitas Membantu remaja agar tetap bersekolah . 27. penurunan kegiatan seks secara keseluruhan. Oleh karena itu. Dari . Penelaahan terhadap 35 penelitian yang dilakukan di negara maju maupun negara berkembang menyimpulkan bahwa pendidikan seksualitas berbasis sekolah tidak menyebabkan terjadinya hubungan seks lebih dini dan juga tidak mengakibatkan bertambahnya kegiatan seksual remaja atau kaum muda. Penelitian mengenai dampak program pendidikan seksualitas pada remaja di negara-negara maju menemukan bahwa program yang efektif: • Memfokuskan pada pengurangan perilaku yang berakibat pada penularan PMS/HIV serta kehamilan yang tidak diinginkan. • Mendiskusikan pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual. dan memberikan mereka keterampilan yang lebih baik untuk merawat kesehatan mereka sendiri dan kesehatan keluarga mereka. Bersekolah juga membantu remaja putri untuk menunda perkawinan dan kelahiran anak pertama. Namun hasil evaluasi berbagai program di berbagai negara membuktikan lain (lihat kotak di bawah ini).

dan melindungi kesehatan pribadi. Berikut ini adalah beberapa pendekatan yang umum dilakukan. Sebagai contoh. Salah satu program yang berhasil adalah Women’s Center for Pregnant Adolescents (Pusat Pelayanan Remaja Hamil) di Jamaica.3 menjadi tantangan tersendiri. dan mendorong para remaja untuk aktif dalam berbagai kegiatan seperti olahraga. Publikasi juga tersedia pada Website secara elektronik dan mendorong para perencana program untuk menggunakan materi-materi tersebut guna mengembangkan program serupa di daerah lainnya. Pelayanan klinik berorientasi remaja (Youth-oriented clinic services) adalah pelayanan yang cukup umum di Amerika. menghindari situasi yang berisiko dan menghindari orang dewasa yang ingin mengeksploitasi mereka. Sebagai contoh. Para pembaca majalah Straight Talk bertukar pikiran mengenai perasaan mereka dan menyampaikan banyak pertanyaan penting. 30 Klinik berbasis sekolah (School-based clinics) tersedia di beberapa negara maju dan negara berkembang. Eropa Barat dan Amerika Latin. Para dokter dan konselor menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan menekankan pentingnya menjaga harga diri. para anggota gang yang tertarik diundang untuk bergabung dalam kelompok teater untuk mementaskan pertunjukan di tempat umum maupun di sekolah. Majalah Straight Talk diterbitkan setiap bulan dan didistribusikan ke seluruh sekolah secara nasional dimana kelompok siswa-siswi mendiskusikan topik pada majalah tersebut. dan remaja putri yang memiliki kesempatan terbatas untuk keluar dari lingkungannya.oundation (Yayasan Bicara Secara Terbuka) di Uganda telah mempublikasikan sebuah majalah khusus bagi remaja untuk menjawab keprihatinan remaja mengenai kesehatan seksual dan reproduksi. majalah yang khusus ditujukan bagi anak-anak usia 10-12 tahun. Sesudah mengikuti sesi pendidikan. klinik berbasis sekolah menyediakan kondom dan konseling yang berkaitan dengan kehamilan dan pencegahan PMS. agar dapat memberikan informasi kepada kelompok sebaya mereka. di Kenya. Dengan penekanan pada “hak anak”. Di negara maju. Majalah Young Talk ini memberikan informasi bagi anak-anak tentang masalah-masalah yang akan mereka hadapi di kemudian hari yang berkaitan dengan masalah pertumbuhan/ perubahan tubuh dan pengaruh kelompok sebaya. Straight Talk . menerima informasi dan pelayanan KB. Pada tahun 1998. rumah sakit Maria Auxiliadora mulai memberikan pelayanan bagi satu juta remaja di daerah sekitar kota Lima.AM). majalah ini juga mendidik anak-anak mengenai cara menunda seks. Kedua majalah tersebut menekankan bahwa absen seks (abstinence) adalah perilaku yang paling aman bagi remaja. Salah satu masalah yang diangkat adalah kekerasan seksual. evaluasi terhadap program tersebut menunjukkan bahwa hanya 1. belajar keterampilan untuk merawat bayi/anak. kembali ke sekolah sesudah persalinan. pendidikan dan keamanan. Sebagai contoh. termasuk pendidikan. ditekankan penggunaan kondom dan tes PMS/HIV. sebagai cara sehat untuk berinteraksi dengan remaja lain. bekerjasama dengan Mexican Social Security Institute (IMMS) dan Perkumpulan Keluarga Berencana Meksiko (MEX. serta menjalin kerjasama dengan program radio yang disiarkan dalam 3 bahasa.oundation menerbitkan Young Talk. Proyek berbasis masyarakat seperti ini menggunakan berbagai cara untuk menjangkau remaja dimana mereka berkumpul untuk bekerja atau bermain.29 Straight Talk dan program pencegahan PMS/HIV didukung penuh di Uganda. Bagi remaja yang telah aktif secara seksual. Straight Talk melibatkan remaja dalam diskusi mengenai kesehatan dan membahas tekanan yang sering mereka hadapi atau rasakan sehingga memungkinkan terlibat di dalam perilaku berisiko. Rumah Sakit tersebut membentuk 10 klinik remaja untuk memberikan pelayanan dan konseling pencegahan di luar rumah sakit. remaja putri meneruskan pendidikan akademisnya. termasuk hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. serta rujukan untuk berbagai pelayanan lainnya sehubungan dengan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.5 Pusat multi pelayanan remaja (Youth Center) sering memberikan pelayanan kontrasepsi sebagai bagian program menyeluruh bagi kaum muda. rekreasi. di Meksiko. Keterkaitan antara PMS dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya tampaknya membuat klinik-klinik ini lebih bermanfaat bagi remaja.31 Baru-baru ini.OUTK LOO Bicara Secara Terbuka: Forum Tanya Jawab Remaja mengenai Masalah Kesehatan Seksual Sejak 1993. Straight Talk tersedia dalam bahasa setempat dan juga disebarluaskan kepada remaja putus sekolah. The Straight Talk . serta kurangnya jaringan kerja dengan sumber daya yang ada di luar sekolah. remaja jalanan. dan bahkan penularan HIV terus menurun terutama di kalangan remaja. kekurangan tenaga. serta menerima pelayanan perencanaan hidup. dan studi evaluasi baru-baru ini menunjukkan bahwa kaum muda di Uganda kini melakukan kegiatan seks yang aman dan cenderung menunda kegiatan seksual mereka dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. konseling pencegahan PMS dan pengetesan atau pemeriksaannya.30 Kelompok remaja seperti Pramuka dan perkumpulan olahraga juga terbukti bermanfaat dalam memberikan informasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari program yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan umum para anggotanya. Pelayanan klinik seperti ini seringkali mengundang kontroversi. kurangnya jaminan kerahasiaan untuk konseling. Di negara berkembang. Seperti diungkapkan salah seorang siswa dari Kampala “Bagi saya sangat menakutkan melihat begitu banyak remaja dewasa ini yang melakukan hubungan seks yang tidak aman”. Remaja lainnya mempertanyakan tentang rumor antara lain ”Saya dengar bahwa Pil KB dapat menyebabkan kanker atau cacat pada bayi”. tetapi minimum mencakup pemantauan kesehatan dasar dan pelayanan rujukan. klinik berbasis sekolah seringkali dibatasi oleh adanya pembatasan kebijakan.4 % remaja putri yang dijangkau program mengalami kehamilan untuk kedua kalinya sebelum lulus sekolah atau sebelum mulai bekerja. menghargai orang lain. Pelayanan yang diberikan bervariasi.1 Program penjangkauan berbasis masyarakat (Community-based outreach programs) adalah program penting. dan persiapan kerja. Peru. dan mencegah terulangnya kehamilan selama masa remajanya. para anggota “gang” dilatih untuk menjangkau kelompok remaja putus sekolah. Klinik-klinik ini memberikan berbagai pelayanan sosial dan klinis seperti kehamilan. pada tahun 1990. terutama bagi kelompok seperti remaja putus sekolah. Sejak tahun 1978. termasuk perkosaan oleh pacar (date rape) dan hubungan seks yang dipaksakan (coerced sex) serta memberikan nasehat pada korban-korban kekerasan seksual. program ini telah memungkinkan remaja putri untuk melanjutkan sekolah sekalipun sedang hamil. Persatuan Olahraga Remaja Mathare (MYSA) sejak tahun 1987 memulai proyek bantu-diri yang melibatkan remaja putra dan putri dalam kegiatan pengembangan masyarakat dan pada 6 OUTLOOK/Volume 16 . Program kunjungan ke sekolah memungkinkan para remaja bertanya langsung kepada konselor maupun dokter. Selama mengikuti program.

perawatan PMS dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. Sebuah artikel baru-baru ini menunjukkan bahwa. Gunakan kontrasepsi. konseling dan memperoleh kondom.000 remaja putri berusia 10-18 tahun terlibat dalam program sepakbola masyarakat.33 Implikasi dan Kesimpulan Kelompok kaum muda termasuk remaja menghadapi berbagai risiko yang berkaitan dengan kesehatan reproduksinya . b) mereka yang aktif secara seksual dan belum mengalami akibat buruk pada kesehatan reproduksi (misalnya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan atau PMS).aktor seperti. Sebagai contoh. aborsi yang tidak aman. menjadi faktor pertimbangan penting. sebuah program di Thailand memberikan informasi kesehatan reproduksi bagi pekerja wanita yang tinggal di asrama tempat kerja. ketidaksetaraan jender. pembatasan undangundang serta berbagai tuntutan budaya juga perlu diperhitungkan dalam merencanakan program kesehatan reproduksi remaja. Pelayanan klinik yang bersahabat dengan gaya remaja dapat dibuat untuk remaja yang membutuhkan perawatan kehamilan.OUTK LOO waktu yang bersamaan juga menyediakan kesempatan berolahraga. dievaluasi dan didokumentasikan untuk menjamin bahwa tantangan-tantangannya dipahami benar. serta tokoh agama untuk Poster yang diproduksi oleh Pusat Program Komunikasi John Hopkins University tahun 1996. merencanakan. buku novel dan diskusi kelompok sebaya. MYSA kemudian mengembangkan program tersebut dengan mencakup pelatihan kesadaran akan HlVdan bahkan telah memulai proyek kesetaraan jender. Program yang sukses.” memperoleh dukungan serta keterlibatan mereka dalam program. infeksi PMS/HIV. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan khusus seperti bernegosiasi. Teman sebaya yang telah dilatih memberikan penyuluhan menggunakan berbagai media populer seperti komik. Jangan bergantung pada kesempatan. Penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa remaja putri yang terlibat di dalam kegiatan olahraga yang terorganisir. masih sekolah.32 Program kesehatan di tempat kerja dapat menjadi satu sumber penting bagi kaum muda pria maupun wanita. punya pesan sederhana berbunyi: “Masa Muda sungguh indah. program harus terus dipantau. untuk Program Kesehatan Reproduksi Wanita Rusia.24 Kaum muda dapat digolongkan dalam 3 kategori untuk tujuan perencanaan: a) mereka yang belum aktif secara seksual. dapat memberikan pelayanan konseling dan klinis yang dibutuhkan remaja. dan mengetahui kesehatan seksual misalnya dalam hal penggunaan kondom. dan status perkawinan. Program seperti ini seyogianya menghormati kebutuhan. klinik kesehatan dan lain-lainnya. Dengan adanya kebutuhan pelayanan kesehatan remaja yang tumbuh begitu pesat. kelompok masyarakat. serta bertujuan membantu kaum muda mengembangkan keterampilan untuk membuat pilihan yang sehat. melibatkan dan bekerjasama dengan orangtua. usia. Perangkat Perencanaan untuk Meningkatkan Kesesuaian Antara Kebutuhan dan Program Berbagai studi menunjukkan adanya kesenjangan antara program yang ada dengan kebutuhan kesehatan kaum muda di negara berkembang. apakah sudah menikah. seperti misalnya jender. Dampak kemiskinan. dan kekerasan seksual. lokasi atau fasilitas rekreasi. Banyak remaja yang cenderung datang ke klinik sebagai jalan terakhir. Setiap kali dimungkinkan. c) mereka yang aktif secara seksual dan sudah punya pengalaman buruk dan mengalami konsekuensi yang tidak sehat. keprihatinan dan pemahaman kaum muda. dan mempunyai tingkat stres dan depresi yang lebih rendah. termasuk organisasi masyarakat. Program yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja perlu memahami risiko-risiko ini dan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kehidupan remaja. Penggolongan berdasarkan pengalaman ini akan membantu perencana program untuk menggunakan secara efektif sumber daya masyarakat dan sumber daya klinis yang tersedia. Semua faktor tersebut membantu mereka menjadi lebih matang dalam membuat keputusan. kepercayaan diri lebih baik. atau telah bekerja. dan tingkat putus sekolahnya lebih rendah.kehamilan dini dan kehamilan yang tidak diinginkan. perencana program perlu memulai dengan mengenal bahwa kaum muda berbeda dalam hal pengalaman seks. informasi kesehatan. Program yang berhasil. . selain mempertimbangkan perbedaan utama antara kaum muda. dengan melibatkan mereka dalam kegiatan perancangan dan pelaksanaan program. apakah remaja telah memulai aktivitas seksual. tetapi akan memanfaatkan program masyarakat yang menawarkan bantuan sehingga mereka dapat memperoleh keterampilan. maka sangat penting bagi program yang baru maupun pengembangan program dibuat berdasarkan pengalaman program yang sudah berhasil. OUTLOOK/Volume 16 7 . Saat ini hampir 3. secara mental dan fisik menjadi lebih sehat. dan keberhasilannya dapat direplikasikan secara luas.

html. M. DC.. PATH 4 Nickerson Street Seattle. Personal communication (December 1998). Why . H. Report of the WHO/UN. and Ki ppax. . L. J.. World Health Organization (1993). Director General. UN. HAK CIPTA DILINDUNGI. School based programs to reduce sexual risk behaviors: a review of effectiveness.A.C. DC. lnternationalJournalof STD andAIDS.: International Center for Research on Women (1995).who.html. New York: UN. Centre for Development and Population Activities. PATH adalah organisasi nirlaba internasional yang bergerak di bidang perbaikan kesehatan. Thailand • Louis Lasagna. E.A. • Lawrence Corey.ax: 206-285-6619 Email: outlook@path. Programming for Adolescent Health and Development dan laporan AGI berjudul “lnto a New World: Young Women’s Sexual and Reproductive Lives“ juga memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi edisi ini. • Willard Cates. Hughes. Chile • Judith A.casa-alianza. 24.S.S. MBBS. M. and Kiragu. Dan untuk edisi kali ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Washington 98109 ..P. New York: The Alan Guttmacher Institute (1990). 15. Adolescent Girls’ Health and Nutrition . National Institute of Child Health & Human Development. CATATAN EDITOR: Jurnal Studies in . PATH/Washington. Abortion-related mortality in Benin City. meeting the sexual health needs of adolescents. Research Triangle Park.path. nama-nama berikut ini ikut menelaah edisi ini: Dr.CM. • Melvin R. Virology Division.D. Edisi tersebut menelaah masalah-masalah yang mempengaruhi remaja dan menjajaki kejadian-kejadian sosial. . The Alan Guttmacher Institute (AGI). Staf penulis edisi ini adalah Maggie Kilbourne-Brook dengan asisten editor Paulette McKay.RCP. Tufts University. D.org/html/fgm/htm. juga tersedia dalam tiga bahasa di dalam Website . Redaksi Outlook sangat menghargai komentar dan saran-saran mereka. L.RCSE. Washington.A.PA/UNICE. dan Peggy Pratomo.. Sackler School of Graduate Biomedical Sciences. and Microbiology and Head. 10. 23.PA (1997). Studies in . and Anasuchatku.H. Professor. Battelle Pacific Northwest Labs..OCUS on Young Adults.D. • Pramilla Senanayake.1699 USA Phone: 206-285-3500. Women and AIDS Program Research Report Series..C. Laboratory Medicine. 29. Induced Abortion: A World Review 1990 Supplement. The Population Council. Hughes.unaids. Corporate Director for Scientific Affairs.oundation Program for Adolescent Mothers. http://www. Case Study of the Women’s Center of Jamaica .. 25. Report on the Round Table on Adolescent Sexual and Reproductive Health and Rights: Key .org URL: www. Ph. . khususnya kesehatan ibu dan anak.A. Population Policy Information Kit Number 9 (April 1994). Pathfinder International. A. 16. U.D. et al. Studies in .D. 2.A. U.PA expert group meeting for adolescent girls and their rights.und. Background paper for UN. Joyce Djaelani-Gordon. 7. WHO. Jr. Wilson. Assistant Secretary General.com/ ~strtalk/str8talk. 5. U. bagian yang membahas kelompok Dewasa Muda (http://www. UNAIDS.A. http://www.pathfind. M.emale Genital Mutilation Washington. 21. U. . Street Children and AIDS. Geneva: WHO (in press). U. Outlook diterbitkan oleh PATH dalam bahasa Inggris dan Perancis. et al.int/inf-fs/en/fact151. . • John Guillebaud.A. Dr.PA.fhi. U. 32. 11. 4. M. Ph. UN. Islam. MA: Pathfinder (1998). . • Martin P. Public Health Reports 109(3):339-360 (1994).ocus.: PATH (1997) Information also available at http://www.PA. • Atiqur Rahman Khan.D. STDs: the burden and the challenge. UN.amily Health International: (June 1996). U.org/en/wsp/wspubs/ wspubs.amily Planning 29 (2):210-232 (June 1998).A. Zabin. Washington.htm). Department of Public Health & Primary Care.. asisten produksi (versi bahasa Inggris Desember 1998).acts: .eedback 23(3):5 (1997). . Grunseit. U. Study Group on Programming for Adolescent Health.. International Conference on Population and Development (ICPD). New York: AGI. http://www.HTM.org © PATH (PROGRAM . Insights from Adolescent Project Experience: 19921997. Henshaw. AIDScaptions 3(l):4-7 (May 1996). University of Oxford.S.htm (accessed August 1998). ekonomi.htm (accessed August 1998). Editor : Jacqueline Sherris. Ph.path.. Italy • Gabriel Bialy. Clinical Professor OB/GYN. 19. Casa Alizanza.amily Health International. A. Youth at risk. 27. Country Support Team.oundation. OUT LOO K ISSN:0737-3732 DEWAN PENASEHAT • Giuseppe Benagiano.act Sheet N151. http://www.K. .. U. Senior Staff Scientist. A.. Margaret Pyke Centre for Study and Training in . A. University of Washington. Also available at http://www. • Horacio Croxatto. D. S. and McCauley.ebruary 1995). Outlook dapat terbit dengan bantuan antara lain United Nations Population .org/highband/document/epidemio/report97. 30. U. 26. .A.. Sikov.K. A. NewYork: AGI (. IPP.K.unfpa. Ph.. Adolescent and Gender Project for Suh-Saharan Africa.S. M.ocus on Young Adults? http://www.org/ ourwork. Senior Scientist. PATH.A. (May 1998). 1993. Spanyol. J.html (accessed November 1998). . 9. • Roberto Rivera.cedpa. M.OUTK LOO 1.. Experimental educational interventions for AIDS prevention among Northern Thai single female migratory adolescents.D. and Way. Into a New World: Young Women’s Sexual and Reproductive Lives.org/PUBLICAT/TECH/ADOLES. 8 OUTLOOK/Volume 16 . M. Programme of Action. Galen. Portugis dan Rusia. kumpulan berisi rumusan singkat tentang masalah kesehatan reproduksi remaja. Table 4.html (accessed December 1998). Corporate Director for International Medical Affairs. An operational study relating to sexuality and AIDS prevention among primary school students in Kabale District of Uganda. .A. M.org/trainprog/saharan/ subsahaf. Pembayaran harap ditujukan kepada PATH. Adolescents/youth reproductive health hazards. DC. DTPH.D. Sebagai tambahan. Effects of sex education on young people’s sexual behavior. .D. The Alan Guttmacher Institute (AGI). and Morrow. M. Straight Talk . In .org/focus/publicat.S. Chilean Institute of Reproductive Medicine. S. UN.. WHO: Geneva(1998). Outlook menyajikan berita tentang produk yang berkaitan dengan produk kesehatan reproduksi. 18. 13. U. M. Cash. serta Doug Swan. Medicine.PA. Developmental Toxicology. New York: UN. 8. 12.A. International Council on Management of Population Programmes (ICOMP). dan keputusan tentang penggunaan obat.K.D. Also available at http://www. et al. 3. contraceptive knowledge and use. Sexual behavior.. 19731985.ortney.: PATH (October 1997). et al. Isi dan pendapat yang disajikan dalam Outlook tidak harus merefleksikan pendapat penyandang dana Outlook. Professor.PA and Adolescents. Health consequences of adolescent sexuality and fertility behavior in sub-Saharan Africa. K.RCGP.pathfind. 6(1): 8-11 (January/.amily Health International. Medical Director. 33. 1998. Geneva: Global Programme on AIDS.D.PA (1994). Contraceptive Development. Sexual coercion and reproductive health: a focus on research. Programming for Adolescent Health and Development. University of Washington. dengan perhatian khusus kepada pembaca di negara berkembang. Population Council (1995). 17.swiftuganda. International Center for Research on Women (ICRW). A. Vulnerability and Opportunity: Adolescents and HIV/AIDS in the Developing World. • Richard Soderstrom. Substance Use Among Street Children and Other Children and Youth in EspeciallyDifficult Circumstances. Also available at http://www. biologis maupun demografis yang mempengaruhi kesehatan remaja di negara-negara berkembang. B. WHO. M. Blanc.OR APPROPRIATE TECHNOLOGY IN HEALTH). dan Dr.PA. Q.S. J..D.unfpa. B. President. 22. D. Bamett. Straight Talk Web site. Outlook dikirimkan tanpa pungutan biaya kepada pembaca di negara berkembang.ebruary 1997).: ICRW (1996).OCUS.D. Bagarukayo. Adolescent Girls and their Rights. M. Why do condoms break or slip off in use? An exploratory study. Kirby . K. Murphey. Studies in .S.D.D.org (accessed December 1998). as cited in Heise.S. Population Action International (PAI). International Journal of Gynecology and Obstetric 26:435-439 (1988).amily Health International.uture Actions. Studies in . 28. Brady. President. A. . http:// www. 14. Italian National Institute of Health.with ‘special emphasis on reproductive health. J. Laying the foundation for girls’ healthy futures: can sports play a role? Studies in . Washington. Report on the Global HIV/AIDS Epidemic: December 1997. M. Ph. Publikasi WHO.htm (accessed October 1998). Improving the fit: adolescents’ needs and future programs. MRCOG. Gage. Unuigbe. permintaan berlangganan dari perorangan yang berminat dari negara maju dikenakan biaya sebesar US$40 per tahun.amily Planning terbitan bulan Juni 1998 memberikan informasi latar belakang yang penting bagi artikel ini. Wilson. U. anggota Dewan Penasehat Outlook atau PATH.org/ICPD/ reportrtl.amily Planning 29(l):79-82 (March 1998).amily Planning 29(2):233-245 (June 1998). Decision making regarding sexual activity and contraceptive use. Nigeria:.amily Planning. 20.. • Irving Sivin. Edisi dalam bahasa Indonesia ini diterjemahkan dan ditelaah oleh: Yanti Triswan.S. Vessey. dan dapat di peroleh dalam bahasa Cina. Issues in Brief: Risks and Realities of Early Childbearing Worldwide.amily Planning 29(2):154-166 (June 1998). et al.amily Planning 29(2): 106-116 (June 1998). 31. Special Assistant. E. Entegge: Uganda. 6. PATH: The . UN. Richters.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->