PELAKSANAAN PUTUSAN / EKSEKUSI PENDAHULUAN Tujuan pihak-pihak yang berperkara menyerahkan perkara-perkaranya kepada pengadilan adalah

untuk menyelesaikan perkara mereka secara tuntas dengan putusan pengadilan.Tetapi dengan adanya putusan pengadilan bukan berarti sudah menyelesaikan perkara secara tuntas, akan tetapi perkara akan dianggap selesai apabila ada pelaksanaan putusan atau eksekusi. Dengan kata lain pencari keadilan mempunyai tujuan akhir yaitu agar segala hak-haknya yang dirugikan oleh pihak lain dapat dipulihkan melalui putusan pengadilan/hakim . Dan pemulihan tersebut akan tercapai apabila putusan dapat dilaksanakan. Dan dalam makalah singkat ini akan mengemukakan sedikit pembahasan mengenai pelaksanaan putusan/eksekusi. Pengertiannya, syarat putusan yang dapat dilaksanakan, beberapa jenisnya, dan lain-lain. PEMBAHASAN PELAKSANAAN PUTUSAN / EKSEKUSI A. Pengertian Pelaksanaan Putusan Pelaksanaan putusan / eksekusi adalah putusan pengadilan yang dapat dilaksanakan. Dan putusan pengadilan yang dapat dilaksanakan adalah putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde) . Putusan yang sudah berkekuatan tetap adalah putusan yang sudah tidak mungkin lagi dilawan dengan upaya hukum verzet, banding, dan kasasi. Pengadilan Agama sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman dapat melaksanakan segala putusan yang dijatuhkannya secara mandiri tanpa harus melalui bantuan Pengadilan Negeri. Hal ini berlaku setelah ditetapkannya UU No. 7/1989. Dan sebagai akibat dari ketentuan UU Peradilan Agama di atas adalah :

a. Ketentuan tentang eksekutoir verklaring dan pengukuhan oleh Pengadilan Negeri dihapuskan

Putusan tidak dijalankan oleh pihak terhukum secara sukarela meskipun ia telah diberi peringatan (aan maning) oleh Ketua Pengadilan Agama . Secara suka rela. kecuali dalam hal: a. Semua keputusan pengadilan mempunyai kekuatan eksekutorial. Keputusan pengadilan bersifat eksekutorial adalah karena pada bagian kepala keputusannya berbunyi : “ Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa ”. apabila pihak terhukum tidak mau melaksanakan secara suka rela. Pelaksanaan (eksekusi) Grose akta 2. Pelaksanaan Akta Perdamaian d. B. yaitu kekuatan untuk dilaksanakan secara paksa oleh alat-alat Negara . Pada setiap Pengadilan Agama diadakan Juru Sita untuk dapat melaksanakan putusan-putusannya Pelaksanaan putusan hakim dapat : a. putusan yang dapat dilaksanakan lebih dulu b. yaitu : Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.b. Putusan Yang Dapat Dieksekusi 1. Putusan yang dapat dieksekusi adalah yang memenuhi syarat-syarat untuk dieksekusi. Pelaksanaan putusan provisional c. atau b. Secara paksa dengan menggunakan alat Negara. Pelaksanaan putusan serta merta.

Bg mengatur tentang pelaksanaan putusan yang diakibatkan dari tindakan tergugat/enggan untuk secara suka rela melaksanakan isi putusan untuk membayar sejumlah uang. pasal 218 ayat (2) R. sehingga dapat dimintakan pemenuhan tersebut dinilai dalam bentuk uang. yang telah memenangkan pihak penggugat sebagai pemohon eksekusi. yaitu: 1. dan merupakan bagian dari putusan deklaratoir. .Bg berkaitan dengan pelaksanaan putusan untuk melakukan suatu perbuatan tertentu yang tidak ditaati. Putusan ini disebut juga Eksekusi Riil. Putusan yang menghukum salah satu untuk membayar sejumlah uang. Hal ini diatur dalam pasal 196 HIR. Eksekusi dilakukan atas perintah dan dibawah pimpinan Ketua Pengadilan Agama. Putusan hakim yang bersifat kondemnatoir.3.Bg 3. Hal ini diatur dalam pasal 200 ayat (1) HIR. Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk mengosongkan suatu benda tetap. karena sebelum bersifat menghukum terlebih dahulu ditetapkan suatu keadaan hukum . Jenis-jenis Pelaksanaan Putusan Terdapat beberapa macam pelaksanaan putusan.Bg Pasal 196 HIR/207 R. Hal ini diatur dalam pasal 1033 Rv. Pasal 225 HIR/259 R. Putusan kondemnatoir tidak mungkin berdiri sendiri. C. Eskekusi riil dalam bentuk penjualan lelang. Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk melakukan suatu perbuatan. 4. Hal ini diatur dalam pasal 225 HIR. Putusan yang bersifat deklaratoir atau konstitutif tidak diperlukan eksekusi. pasal 259 R.Bg 2. Maksud pelaksanaan putusan yang diatur dalam ketentuan ini adalah untuk menguangkan bagian tertentu dari harta kekayaan pihak tergugat sebagai pihak yang dikalahkan dengan tujuan guna memenuhi isi putusan sebagai termuat dalam amarnya. 4. sehingga pihak penggugat sebagai pihak yang dimenangkan mengajukan permohonan secara lisan atau tertulis kepada Ketua Pengadilan Agama agar putusan dapat dijalankan. pasal 208 R.

Jika jumlah yang harus dibayar menurut putusan da biaya pelaksanaan putusan dianggap telah tercapai. Jika yang dilelang menyangkut benda tidak bergerak lebih dari Rp. 5. 4. dengan menyerahkannya kepada Penggugat selaku pemohon eksekusi. 7. 6. untuk mengosongkan dan menyerahkan benda tidak bergerak tersebut kepada penggugat selaku pihak yang dimenangkan.. Ketentuan pokoknya antara lain berisi : 1. Penjualan dilakukan dengan pertolongan Kantor Lelang. Sebelum pelelangan. Urutan-urutan barang yang akan dilelang ditunjuk oleh yang terkena lelang jika ia mau 3. kalau perlu dengan bantuan alat negara (Polisi/ABRI) dengan paksa melakukan pengosongan terhadap tergugat dan keluarga serta segenap penghuni yang ada. maka Ketua Pengadilan Agama dengan penetapan akan memerintahkan Panitera atau Juru Sita. maka pelelangan segera dihentikan. Baran-barang selebihnya segera dikembalikan kepada yang terkena lelang. terlebih dahulu harus diumumkan menurut kebiasaan setempat dan baru dapat dilaksanakan 8 hari setelah penyitaan.harus diumumkan satu kali dalam surat kabar yang terbit di kota itu paling lambat 14 hari sebelum pelelangan. ataupun yang mendapat hak dari padanya. . Jika harga lelang telah dibayar. kepada pembeli diberikan kwitansi tanda lunas dan selain itu pula hak atas barang tidak bergerak tersebut beralih kepada pembeli. Adapun mengenai cara melakukan penjualan barang-barang yang disita dalam hal pelaksanaan eksekusi riil dalam bentuk penjualan lelang diatur dalam pasal 200 HIR. Jika yang dilelang terasuk benda yang tidak berberak maka harus diumumkan dalam dua kali dengan selang waktu 15 hari. Dalam praktek di pengadilan. 2.1000. tergugat yang dihukum untuk mengosongkan benda tidak bergerak tersebut setelah terlebih dahulu ditegur.Yang dimaksudkan eksekusi riil dalam ketentuan pasal 1033 Rv. adalah dilaksanakan putusan yang memerintahkan pengosongan atas benda tidak bergerak. Apabila tidak bersedia melaksanakan perintah tersebut secara sukarela.

Tatacara Sita Eksekusi 1. Membuat berita acara sita eksekusi Berita acara sita eksekusi tersebut memuat: a. Sita eksekusi dilakukan di tempat obyek eksekusi 7. Tergugat tidak mau memenuhi perintah dalam amar putusan selama masa peringatan 3. D.8. memiliki sifat jujur (dapat dipercaya) 6.Nama dan pekerjaan kedua saksi harus dicantumkan dalam Berita Acara Sita Eksekusi . Berdasar surat perintah Ketua Pengadilan Agama surat perintah ini dikeluarkan apabila: Tergugat tidak mau menghadiri panggilan peringatan tanpa alasan yang sah. berstatus penduduk Indonesia. Pelaksanaan sita eksekusi dibantu oleh dua orang saksi 5.Saksi-saksi tersebut harus memenuhi syarat: a.Dua orang saksi tersebut berfungsi sebagai pembantu sekaligus saksi sita eksekusi . pekerjaan dan tempat tinggal kedua orang saksi b. Orang yang terkena lelang dan keluarganya serta sanak saudaranya harus menyerahkan barang tidak bergerak itu secara kosong kepada pembeli. c. telah mencapai umur 21 tahun b. Dilaksanakan oleh Panitera atau Jurusita 4. Ada permohonan sita eksekusi dari pihak yang bersangkutan 2. Keharusan adanya dua orang saksi adalah syarat sah sita eksekusi . Nama. Merinci secara lengkap semua pekerjaan yang dilakukan .

Pihak tersita tetap bebas memakai sampai pada saat dilaksanakan penjualan lelang c. Sita eksekusi dapat dihadiri.c. menurut hukum. Penempatan barang sita eksekusi tetap diletakkan di tempat mana barang itu disita. eksekusi putusan dan penetapan Peradilan Agama akan lancar tergantung dari keterkaitan antara : 1. Penjagaan Yuridis barang yang disita diatur sebagai berikut: a. 2. Isi berita acara sita harus diberitahukan kepada pihak tersita. bahkan sebaiknya dihadiri pihak tereksekusi b. yaitu segera pada saat itu juga apabila ia hadir pada eks penyitaan tersebut. Penguasaan penjagaan tersebut harus disebutkan dalam berita acara sita e. Sebagai bagian akhir. Mengenai barang yang bisa habis dalam pemakaian. Ketidakhadiran tersita tidak menghalangi sita eksekusi a. Kepandaian penggugat/pemohon dalam menyusun petita dalam gugatan/permohonan Penelitian surat gugatan/permohonan sebelum terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Ketelitian pemeriksaan hakim di muka siding . 8. e. atau jika ia tidak hadir maka dalam jangka waktu yang secepatnya segera diberitahukan dengan jalan menyampaikan di tempat tinggalnya. Penjagaan dan penguasaan barang sita eksekusi tetap berada di tangan tersita b. 3. maka tidak boleh dipergunakan dan dinikmati oleh tersita 9. Pihak Tersita dan juga Kepada Desa tidak diharuskan. untuk ikut menandatangani Berita Acara Sita. Sita ekskekusi dapat dilaksanakan tanpa hadirnya pihak tersita (tergugat) asalkan pihak tersita tersebut telah diberitahukan dan diperintahkan untuk hadir pada hari dan tanggal pelaksanaan sita eksekusi tetapi yang bersangkutan tidak hadir. Berita acara ditandatangani pejabat pelaksana dan kedua orang saksi d. tanpa mengurangi kemungkinan memindahkannya ke tempat lain d.

dan kasasi. 1997. Putusan tidak dijalankan secara sukarela. Banjarmasin . Mukti. Pustaka Pelajar: Yogyakarta Sutantio. 1990.4. Roihan A. 6. Hukum Acara Perdata. banding. DAFTAR PUSTAKA Arto. Retnowulan. Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama. Hukum Acara Perdata Dalam Teori Dan Praktek. Eksekusi dilakukan atas perintah dan dibawah pimpinan Ketua Pengadilan Agama. Hukum Acara Peradilan Agama. Jurusita dan Penyitaan. Putusan yang sudah berkekuatan tetap adalah putusan yang sudah tidak mungkin lagi dilawan dengan upaya hukum verzet. 1994. Putusan dan Eksekusi pada Pengadilan Agama. 2004. Yaitu: Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. RajaGrafindo Persada: Jakarta Syahlani. Putusan hakim yang bersifat kondemnatoir. Mandar Maju: Bandung Rasyid. Hensyah. Putusan pengadilan yang dapat dilaksanakan adalah putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde). Melati: Jakarta Syahrani. 5. Beberapa syarat agar putusan dapat dilaksanakan. PENUTUP Benar dan jelas serta rincinya diktum putusan/penetapan Pelaksanaan di lapangan Biaya eksekusi. Oeripkartawinata. Iskandar. Riduan. 1987. Dalam Peradilan Agama dikenal 4 macam jenis putusan yang diatur oleh peraturan perundangundangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful