P. 1
PKL gia UNY 2011

PKL gia UNY 2011

|Views: 13,359|Likes:

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Adinda Gia Ramadhani on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Selama pelaksanaan PKL praktikan mengamati beberapa hal di dalam

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates yang nantinya akan dijadikan bekal

untuk mengembangkan diri praktikan, antara lain sebagai berikut:

1. Pembukuan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

(SSB)

Pembukuan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan

Bangunan (SSB) yaitu membukukan hasil penelitian Surat Setoran Bea

Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB) ke dalam buku register

penelitian SSB yang mencakup nomor urut, nama wajib pajak, tanggal

penyetoran, besarnya SSB dan SSP, NTTPN yang terdapat pada lembar

bukti penerimaan negara jika ada, nomor pokok wajib pajak (NPWP),

nomor ketetapan, nomor objek pajak (NOP), nama pemotong pajak, dan

penerima pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

(BPHTB). Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

(SSB) yang akan dibukukan sangatlah banyak jumlahnya sehingga

diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam menyelesaikannya.

Pada awal melaksanakan pekerjaan, praktikan merasa grogi dan

takut melakukan sedikit kesalahan karena belum berpengalaman dan ini

merupakan pertama kalinya praktikan terjun di dunia kerja nyata.

37

Praktikan merasa senang karena selalu dibantu dan diberi pelajaran oleh

pegawai atau karyawan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates,

sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang tinggi dalam bekerja. Praktikan

selalu menikmati setiap pekerjaan yang diberikan dan hasilnyapun sangat

memuaskan. Praktikan merasa sangat percaya diri walaupun sebagai

praktikan tetapi sudah dipercaya dengan pekerjaan-pekerjaan perkantoran.

Pengalaman yang didapat praktikan ketika mengerjakan tugas yang

diberikan, praktikan menjadi lebih memahami pekerjaan yang ada di suatu

instansi dan bisa sedikit lebih mengerti dalam pembukuan hasil penelitian

SSB.

2. Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT)

Perekaman Surat Pemberitahuan (SPT) yaitu dengan menggunakan

aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pada

komputer dan memilih menu sesuai dengan jenis SPT yang akan direkam.

Setelah memilih menu SPT, praktikan memasukkan atau merekam SPT

induk dan lampiran-lampiran yang ada sesuai dengan yang tertera pada

lembar SPT tersebut. Setelah selesai praktikan melakukan validasi dan

apabila hasilnya sudah balance, klik selesai untuk mengakhiri proses

perekaman dan pada lembar SPT diberi tanda tangan sebagai bukti SPT

telah selesai direkam. Dalam kegiatan ini praktikan dirasa tidak terlalu

sulit tetapi didalam pengerjaannya praktikan butuh konsentrasi dan

ketelitian karena data yang dikerjakan sangat banyak dan terkadang data

tersebut tidak lengkap sehingga hasilnya tidak balance dan perlu

38

dilakukan pengecekan. Dengan adanya pelatihan ini praktikan

memperoleh pengalaman dan pengetahuan cukup banyak mulai dari ilmu

teknologi yang khususnya dalam perekaman SPT dan pengalaman lain

seperti kedisiplinan kerja dalam bekerja serta bersosialisasi antar

karyawan.

3. Membuat daftar pengiriman SPT

Pembuatan daftar pengiriman SPT yaitu dengan menggunakan

aplikasi Microsoft Office Excel yang telah terprogram dengan rumus pada

komputer. Praktikan membuka aplikasi Microsoft Office Excel yang telah

tersimpan arsip wajib pajak serta melakukan copy sheet yang sudah dibuat

untuk mempermudah pembuatan daftar pengiriman SPT. Setelah itu

praktikan memberikan nama jenis SPT di bagian atas dan memasukkan

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) wajib pajak pada kolom NPWP.

Setelah selesai daftar pengantar pengiriman SPT dicetak pada mesin

printer. Dalam kegiatan ini praktikan tidak merasa kesulitan tetapi didalam

pengerjaannya praktikan butuh ketelitian agar tidak salah dalam

pengerjaannya. Dengan adanya pelatihan ini praktikan memperoleh

pengetahuan cukup banyak pada aplikasi Microsoft Office Excel.

4. Pengecekan SPT (cross check)

Pengecekan SPT (cross check) yaitu dengan menggunakan aplikasi

Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pada komputer,

praktikan mencocokkan SPT yang ada pada perekaman Surat

Pemberitahuan (SPT) dan pada menu monitoring Surat Pemberitahuan

39

(SPT). Apabila SPT yang kurang bayar terdapat pada monitoring SPT

sesuai dengan jumlah kurang bayar dan nomor ketetapannya maka SPT

dianggap telah selesai direkam, akan tetapi jika SPT tersebut dapat di

unlock maka dilakukan perbaikan pada perekaman SPT tersebut sesuai

dengan yang ada pada lembar SPT. Pada kegiatan ini praktikan tidak

merasa terlalu kesulitan, akan tetapi diperlukan ketelitian dan konsentrasi

untuk mengerjakannya. Dengan adanya pelatihan ini praktikan

memperoleh pengalaman cukup banyak khususnya dalam kegiatan cross

check.

5. Entry data

Entry data yaitu dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi

Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pada komputer, praktikan membuka

menu laporan-laporan untuk melakukan entry daftar sisa tagihan pajak

Pajak Penghasilan dan PPN. Praktikan memasukkan NPWP ke dalam

kolom yang tersedia dan nama Kantor Pelayanan Pajak Pratama. Setelah

selesai daftar sisa tagihan pajak dicetak dengan mesin printer. Untuk

daftar sisa tagihan pajak yang kurang bayar dicocokkan dengan daftar

piutang pajak yang telah dibuat pada aplikasi Microsoft Office Excel.

Dalam melaksanakan pekerjaan ini praktikan merasa senang karena tidak

begitu sulit dan pekerjaan juga tidak terlalu banyak namun demikian

praktikan berusaha untuk tetap teliti dan tanggungjawab dalam

pengerjaannya.

40

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->