Budiman Rosady, S.Ag.

Sejarah Kebudayaan Islam

SKI
1

Untuk Kelas III Madrasah Ibtidaiyah

PT INTIMEDIA CIPTANUSANTARA

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM 1
Untuk Kelas III Madrasah Ibtidaiyah ISBN : 979-742-186-4 979-742-187-2 Editor : Endah Rukmini W., S.Pd.

Penerbit PT INTIMEDIA CIPTANUSANTARA (Anggota IKAPI Nomor: 059/DKI/97) Jl. Pule No. 30 Centex Raya Ciracas Jakarta Timur 13740 (021) 87780462, 87780463 Faks. (021) 8412022 e-mail: imcn_office@yahoo.co.id Nomor Penerbitan Ukuran Buku Font/Size Ilustrasi Isi Setter/Layout Design Cover : : : : : : 30/IMCN/MI/II/09 15,5 cm x 23 cm Helvetica/14 point Aat Iswatana Tjipto Sutandi Irwan Kuswandi

Dicetak oleh: PT NUSANTARALESTARI CERIAPRATAMA Jl. Hos Cokroaminoto Kav. 57-58 (D/H. Jl. Ciledug Raya) Ciledug - Tangerang 15157 Isi di luar tanggung jawab percetakan

Hak pengarang dan penerbit dilindungi undang-undang Dilarang memproduksi sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari penerbit

Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari proses perubahan dan keberlanjutan dalam dimensi waktu. Sejarah dapat mengajarkan pada kita tentang adanya keragaman pengalaman hidup pada masing-masing masyarakat, serta adanya cara pandang yang berbeda terhadap masa lampau untuk memahami masa kini dan membangun masa yang akan datang. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan bagian integral dari Pendidikan Agama, yang memiliki tujuan sebagai berikut. 1. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam yang telah dibangun oleh Rasullah saw dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam. 2. Membangun kesadaran pesertan didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan. 3. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah. 4. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), serta meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni, dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

SKI 1 untuk MI Kelas III

iii

Ruang lingkup pelajaran SKI di MI secara spesifik dituangkan ke dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dimiliki siswa. Secara umum mata pelajaran SKI di MI membahas dan mengkaji materi-materi pokok tentang: keadaan di Arab sebelum Islam, kehidupan dan kepribadian Nabi Muhammad saw, peristiwa kerasulan, dakwah, Isra dan Miraj, peristiwa hijrah, dan perjuangan menegakkan Islam. Harapan kami buku Sejarah Kebudayaan Islam 1 untuk kelas III MI ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa dalam menggali nilai, makna, aksioma, ibrah/hikmah, dalil, dan teori dari fakta sejarah yang ada. Akhirnya di atas segala upaya penyusunan buku ini, kami sadar masih banyak kekurangan di sana-sini. Untuk itu segala kritik dan saran demi perbaikan buku ini sangat kami nantikan.

iv

SKI 1 untuk MI Kelas III

Kata Pengantar .................................................. Daftar Isi ...................................................................... Bab 1 Keadaan di Arab
A. Kondisi Alam Jazirah Arab ........................ B. Kondisi Sosial di Arab ............................... C. Keadaan Perekonomian di Arab ............... Evaluasi..........................................................

iii v

2 5 8 11

Bab 2

Adat Istiadat di Arab
A. Adat Istiadat Masyarakat Arab Sebelum Islam ......................................................... B. Kepercayaan Masyarakat Arab Sebelum Islam ......................................................... C. Hikmah Perilaku di Arab Sebelum Islam ......................................................... Evaluasi.......................................................... 16 23 28 30

Bab 3

Kelahiran Nabi Muhammad
A. Peristiwa Penyerangan Pasukan Gajah ke Mekah ........................................ B. Menghindari Sifat-sifat Tercela dari Pasukan Abrahah ..................................... C. Sekitar Kelahiran Nabi Muhammad saw ... D. Silsilah Keluarga Nabi Muhammad saw ... Evaluasi.......................................................... 36 38 40 42 44

SKI 1 untuk MI Kelas III

v

Bab 4

Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad saw
A. Kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai Anak Yatim Piatu ....................................... B. Kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai Penggembala .............................. C. Kebiasaan Nabi Muhammad saw sebagai Al-Amin ..................................................... Evaluasi.......................................................... 50 53 55 58

Bab 5

Masa Remaja Nabi Muhammad saw
A. Kisah Nabi Muhammad saw dalam Berdagang ................................................ B. Tata Cara Nabi Muhammad saw Berdagang ................................................ C. Pertemuan Nabi Muhammad saw dengan Pendeta Bukhaira ..................................... D. Meneladani Nabi Muhammad saw Ketika Berdagang .............................. E. Kemandirian Nabi Muhammad saw .......... F. Peristiwa Peletakkan Hajar Aswad ........... Evaluasi.......................................................... 64 66 68 71 73 75 78

Bab 6

Peristiwa Kerasulan
A. Peristiwa Gua Hira .................................... B. Tanda-Tanda Awal..................................... Evaluasi.......................................................... 84 89 91 95

Daftar Pustaka ...........................................................

vi

SKI 1 untuk MI Kelas III

1
Keadaan di Arab
Standar Kompetensi
Mengenal sejarah masyarakat Arab pra-Islam

Kompetensi Dasar
1. Menceritakan kondisi alam, sosial, dan perekonomian masyarakat Arab pra-Islam. 2. Mengambil ibrah dari sejarah masyarakat Arab pra Islam.

Tujuan
Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan kamu dapat: 1. menjelaskan kondisi alam Arab; 2. menjelaskan keadaan sosial masyarakat Arab sebelum Islam; 3. menjelaskan perekonomian masyarakat Arab sebelum Islam; 4. mengambil contoh dari perilaku sehari-hari masyarakat Arab sebelum Islam

SKI 1 untuk MI Kelas III

1

Seperti apakah masyarakat Arab sebelum agama Islam ada? Apakah sama seperti setelah agama Islam ada? Untuk mengetahui keadaan masyarakat Arab sebelum Islam kita harus mengetahui kondisi alam, keadaan sosial dan kegiatan perekonomian marayarakat yang tinggal di Jazirah Arab. Dengan mengetahui keadaan alam dan masyarakat di Jazirah Arab kita akan dapat memahami betapa besar pengaruh agama Islam terhadap kehidupan bermasyarakat di Arab.

A

Kondisi Alam Jazirah Arab

Agama Islam diturunkan di wilayah Arab. Untuk mengetahui keadaan lingkungan Jazirah pada masa sebelum Islam kita harus dapat mengetahui keadaan alam Jazirah Arab itu sendiri. Adakah yang tahu di mana letak Jazirah Arab dan Kota Mekah berada? Jazirah Arab terletak di Benua Asia bagian barat. Jazirah Arab merupakan wilayah yang luas dan terdiri atas dataran gurun pasir yang sangat panas dan kering. Hanya pada beberapa tempat saja memiliki sumber air hingga dapat ditempati oleh manusia. Jazirah Arab berbatasan dengan Laut Merah di barat, Samudera Hindia di selatan, dan Teluk Persia di selatan. Sedangkan di utara berbatasan dengan wilayah negeri Turki. Kota Mekah berada di Jazirah Arab yang merupakan gurun pasir tersebut. Iklim gurun yang kering dan keras membuat masyarakat di Jazirah Arab tidak hidup dari pertanian. Hal ini karena pada siang hari, wilayah Arab sangat panas, sedangkan di malam hari sangat dingin. Dengan keadaan seperti ini,

2

SKI 1 untuk MI Kelas III

hanya beberapa jenis tanaman dan hewan yang dapat menyesuaikan diri bertahan hidup di wilayah Arab yang keras. Hanya beberapa wilayah saja yang dapat ditanami, yaitu wilayah yang berada di sekitar oasis. Pekerjaan penduduk Jazirah Arab terutama adalah perdagangan karena tumbuhan yang dapat bertahan hidup di gurun hanya kaktus dan kurma. Dengan sendirinya masyarakat di yang tinggal di Arab harus dapat menyesuaikan diri dengan iklim kering tersebut. Mereka hidup berkelompok dan sering kali harus berpindah tempat yang memiliki sumber air. Tempat-tempat yang memiliki sumber air berupa oasis besar menjadi kotakota kecil dan penduduk dapat menetap. Apa yang dimaksud dengan oasis? Oasis adalah sumber mata air dari dalam tanah yang muncul di daerah gurun. Oasis timbul karena air hujan yang terserap di dalam gurun berkumpul dan airnya muncul di dataran rendah di gurun yang memiliki lapisan tanah keras. Sumber air oasis berasala dari wilayah-wiayah yang jauh yang mengalir di bawah lapisan batu karang di dalam Bumi. Air kemudian muncul di permukaan ketika sampai pada wilayah yang cukup rendah dan berkumpul. Oasis juga dapat menghilang ketika tidak ada air yang mengalir atau diambil terlalu banyak. Akibatnya gurun pasir menelan semua tanaman di daerah oasis. Dengan keadaan alam yang demikian, makanan kering dan tahan lama merupakan makan sehari-hari yang dapat dinikmati. Pakaian yang mereka gunakan juga harus dapat melindungi tubuh dari panas yang menyengat di siang hari dan dingin yang menusuk di malam hari. Pakaian yang mereka kenakan harus dapat melindungi tubuh mereka hingga tidak banyak cairan tubuh dan keringat keluar. Namun, meski kondisi alam yang keras ini ternyata
SKI 1 untuk MI Kelas III

3

Jazirah Arab memiliki kekayaan lain. Logam mulia dan mineral banyak ditemukan di daerah gurun yang gersang. Dengan adanya kekayaan alam tersebut bangsa Arab memiliki berbagai barang kerajinan untuk dijual ke wilayah lain. Keadaan alam yang keras dan tidak mendukung untuk pertanian, membuat bangsa Arab berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berdagang. Untuk itu hewan seperti unta dan kuda menjadi sangat penting karena merupakan sarana penting untuk menjalin hubungan dengan dunia luar. Air menjadi hal yang sangat penting dan berharga. Untuk memenuhi kebutuhan akan air, masyarakat yang tinggal di Arab berpindah-pindah tempat untuk mencari wilayah yang memiliki sumber air. Untuk menjaga keamanan, masyarakat Arab melakukan perjalanan dengan berkelompok-kelompok. Tenda menjadi tempat tinggal mereka. Meski ada penduduk Arab yang menetap di suatu wilayah, mereka tidak dapat tinggal jauh dari sumber-sumber air, seperti sumur dan oasis, yang hanya di beberapa tempat saja. Air sulit dicari di luar wilayah oasis.

Pelatihan
Coba kerjakan di buku tugas! 1. Di manakah letak kota Mekah? 2. Bagaimana keadaan alam di Jazirah Arab? 3. Apa yang dimaksud dengan oasis? 4. Sebutkan tumbuhan yang dapat hidup di daerah gurun! 5. Mengapa air sangat berharga di daerah gurun?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

4

SKI 1 untuk MI Kelas III

B

Kondisi Sosial di Arab

Masyarakat Arab sebelum Islam berkembang merupakan masyarakat yang hidup dengan mengembara. Kota-kota yang berkembang adalah kota-kota kecil yang berada di tepi oasis. Kota-kota ini memiliki jumlah penduduk yang tidak banyak dan sangat bergantung pada oasis. Mekah merupakan kota penting di Jazirah Arab. Keberadaan Kabah sebagai tempat ibadah menjadikan Mekah pusat bagi banyak orang untuk berziarah. Keberadaan Mekah sebagai bangunan suci diakui oleh seluruh masyarakat dunia. Keberadaan sumur Zamzam membuat Mekah menjadi persinggahan penting bagi mereka yang melintasi Jazirah Arab untuk berdagang. Pada masa sebelum Islam berkembang, Mekah sudah menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan Jeddah dengan Bagdad, Suriah, dan Damsyik. Para pedagang dari Yaman yang hendak ke Bagdad, Suriah, Damsyik, Kairo melintasi jalur darat akan melewati Mekah. Dengan sendirinya penduduk Mekah pun bekerja sebagai pedagang untuk memenuhi kebutuhannya. Pertama, karena lingkungan yang tidak memungkinkan untuk pertanian dan kedua Mekah diuntungkan sebagai jalur lintas perdagangan di Jazirah Arab yang gersang. Keberadaan sumur Zamzam membawa keberuntungan bagi masyarakat yang tinggal di Mekah. Sebagai pusat perdagangan di tengah-tengah gurun pasir, kekayaan menjadi ukuran utama dalam kehidupan masyarakat di Mekah. Kepemilikan kuda, unta menjadi penting. Semakin banyak kuda dan unta yang dimiliki semakin besar kafilah perdagangan yang dapat keluarga tersebut lakukan.
SKI 1 untuk MI Kelas III

5

Pada masyarakat Arab, saudagar kaya akan mampu memiliki cukup kekayaan untuk memimpin kafilah yang terdiri atas 20 orang yang bekerja untuknya. Saudagar kaya juga mampu memiliki budak yang bekerja atas dirinya. Para budak ini menjadi benda milik si saudagar dan dapat diperjualbelikan dengan orang lain. Para budak di dalam masyarakat Arab diperoleh dari jual-beli atau tawanan perang. Budak bekerja di bawah perintah pemilik. Budak bekerja tanpa dibayar karena ia seperti benda yang dapat digunakan. Budak di mata pemilik adalah benda yang dapat diperlakukan sesukanya. Bahkan jika pemilik ingin membunuh budaknya, bukan merupakan hal yang melanggar hukum. Pada masyarakat Arab, kedudukan laki-laki sangat tinggi dan penting. Mereka pergi berdagang, memimpin kafilah, berperang. Dengan sendirinya anak laki-laki sangat berarti sebagai penerus keluarga. Sebelum agama Islam berkembang di Arab, bayi perempuan dianggap sebagai hal yang memalukan bagi keluarga. Setiap kepala keluarga berhak membunuh anak perempuannya karena dianggap sebagai hal yang tidak berguna bagi keluarga. Membunuh anak perempuan dianggap bukan dosa. Peranan perempuan yang paling penting dalam masyarakat Arab sebelum Islam berkembang adalah memberikan keturunan laki-laki bagi keluarga sehingga dapat membantu untuk berdagang dan berperang. Kedudukan perempuan akan tinggi jika ia mendapatkan suami seorang saudagar kaya, pemimpin kafilah, terpandang, dan memiliki putra yang mewarisi kepandaian berdagang dan keberanian berperang. Keadaan ini berubah setelah agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad saw.

6

SKI 1 untuk MI Kelas III

Masyarakat di Arab, khususnya Mekah terbagi dalam beberapa keluarga (bani). Ikatan keluarga terjalin karena hubungan darah dan pernikahan. Rasa kekeluargaan menjadi penting untuk tinggal di daerah yang keras seperti di Jazirah Arab. Hubungan kekeluargaan juga akan membuat kesatuan yang kuat dan mendapatkan bantuan jika terlibat dalam suatu masalah. Hal ini yang sering membuat beberapa bani di masyarakat Arab dapat berperang hingga puluhan tahun. Pada satu keluarga biasanya terbentuk kafilah, yaitu rombongan dagang. Kafilah ini akan melakukan perjalanan ke daerah lain untuk berdagang. Kafilah-kafilah juga dapat menjamin kebutuhan hidup keluarganya. Seseorang akan menjadi terpandang di masyarakat jika ia memiliki kemampuan dan keberanian dalam bertahan hidup di gurun pasir. Kehidupan di gurun pasir yang keras dan harus bertahan hidup membuat bangsa Arab mengormati mereka yang dianggap mampu hidup seorang di gurun pasir dan memiliki keberanian untuk berburu binatang agar dapat bertahan hidup. Salah satu tokoh Islam yang terkenal karena kemampuannya berburu adalah Hamzah, paman Nabi Muhammad saw.

Pelatihan
Coba kerjakan di buku tugas! 1. Mengapa unta dan kuda sangat penting bagi masyarakat Arab? 2. Apa yang dimaksud dengan budak? 3. Apa yang dimaksud dengan kafilah? 4. Bagaimana kedudukan perempuan di masyarakat Arab sebelum Islam?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

SKI 1 untuk MI Kelas III

7

C

Keadaan Perekonomian di Arab

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk penuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup manusia yang utama adalah pangan, sandang, dan papan. Manusia perlu makan dan minum untuk tetpa hidup, pakaian untuk lindungi dari cuaca, dan tempat tinggal yang lindungi dari alam dan serangan binatang. Keadaan alama di Jazirah Arab membuat masyarakat yang tinggal di sana harus belajar menyesuaikan diri dengan alam. Keadaan alam Jazirah Arab yang merupakan gurun pasir dengan beberapa oasis tidak sesuai untuk pertanian. Tumbuhan yang dapat ditemui daerah gurun sangat terbatas jumlahnya dan mereka akan tumbuh di sekitar sumber air. Pohon kurma dan rumput serta tanaman air dapat ditemui di sekitar oasis. Tidak ada tanaman lain yang dapat ditemui jika jauh dari oasis. Kehidupan masyarakat Arab sangat bergantung pada perdagangan dan peternakan. Peternakan tersebut pun terbatas jumlahnya karena menyangkut pemberian makan hewan ternak. Peternakan hanya dapat dilakukan di wilayah yang memiliki sumber air. Binatang yang dapat diternakan pun hanya berupa domba yang biasa hidup di alam yang keras. Unta dan kuda dipelihara oleh masyarakat Arab karena menyangkut transportasi. Tanpa adanya unta dan kuda, masyarakat Arab akan sulit menjalin hubungan dengan orang dari wilayah lain, juga akan kesulitan untuk penuhi kebutuhan. Masyarakat Arab memerlukan makanan dan pakaian untuk kehidupan sehari-hari. Semua itu dapat terpenuhi dengan mengadakan jual-beli dengan daerah lain.

8

SKI 1 untuk MI Kelas III

Untuk penuhi kebutuhan bangsa Arab, berdagang adalah pilihan yang ada. Bangsa Arab hanya memiliki sedikit wilayah yang dapat ditanami. Rumput untuk ternak seperti domba dan kuda. Kurma yang buahnya dapat dimakan hanya dapat tumbuh di sekitar oasis. Kemampuan berdagang, mengendarai unta dan kuda menjadi sangat penting bagi usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Arab.

Untuk berdagang ke wilayah lain, mereka membentuk kafilah dagang

Kegiatan masyarakat Arab pada masa itu untuk penuhi kebutuhan dapat dibagi dalam empat kelompok, sebagai berikut. 1. Petani, mereka tinggal di sekitar oasis. Hanya menanam kurma. Kurma merupakan tanaman dengan kandungan gizi berkonsentrasi tinggi. Kurma yang diawetkan merupakan persediaan makanan untuk waktu lama.
SKI 1 untuk MI Kelas III

9

2. Peternak, kelompok ini hidup sekitar oasis, ada juga yang berpindah pindah tempat. Hewan ternak yang dipelihara terutama adalah domba, unta, dan kuda. Dagingnya untuk makanan dan dikeringkan hingga menjadi persediaan, kulitnya dapat dijual ke wilayah lain. 3. Pengrajin, pekerjaan mereka terutama membuat berbagai perhiasan karena wilayah Arab kaya akan logam mulia dan batu berharga. Hasil kerajinan tersebut dapat dijual ke wilayah lain. 4. Pedagang, pekerjaan untuk penuhi kebutuhan adalah dengan berdagang ke Suriah, Yaman, dan Jeddah. Ini merupakan pekerjaan sebagian besar penduduk Arab, khususnya Mekah.

Pelatihan
Coba kerjakan di buku tugas! 1. Sebutkan hewan ternak yang dipelihara oleh masyarakat Arab! 2. Mengapa oasis penting bagi kehidupan masyarakat Arab? 3. Sebutkan hasil ternak yang dapat dijual oleh masyarakat Arab!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

10

SKI 1 untuk MI Kelas III

Tugas
1. Carilah gambar hewan dan tumbuhan yang dapat hidup di daerah Arab! 2. Tempelkan gambar tersebut di buku tugas dan beri keterangan!

Evaluasi
A. Pilihlah salah satu huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang benar! 1. Wilayah Jazirah Arab sebagian besar terdiri atas .... a. tanah subur b. batu karang c. gurun pasir d. oasis 2. Untuk memperoleh air masyarakat Arab biasa tinggal dekat sumur dan .... a. batu karang b. oasis c. pohon kurma d. gua
SKI 1 untuk MI Kelas III

11

3. Untuk penuhi kebutuhan hidup, masyarakat Arab lakukan ... ke daerah lain. a. perdagangan b. ziarah c. perjalanan d. berperang 4. Kekayaan alam yang dapat ditemukan di Jazirah Arab terutama adalah .... a. air b. emas c. batu d. tumbuhan 5. Hewan yang diberi kelebihan untuk dapat bertahan hidup di padang pasir adalah .... a. kuda b. unta c. kambing d. sapi 6. Tumbuhan yang banyak ditemukan di oasis Jazirah Arab dan sumber makanan adalah .... a. kaktus b. rumput c. kurma d. anggur

12

SKI 1 untuk MI Kelas III

7. Perempuan bagi masyarakat Arab sebelum Islam dianggap berkedudukan .... a. rendah b. tinggi c. dihormati d. dihargai 8. Budak dapat dijual oleh pemiliknya karena dianggap sebagai .... a. pelayan b. harta c. barang d. beban 9. Ikatan keluarga di masyarakat Arab disebut .... a. kabilah b. khalifah c. bani d. kafilah 10. Masyarakat di Kota Mekah mendapatkan sumber air dari .... a. sumur zamzam b. oasis c. gua d. Kabah

SKI 1 untuk MI Kelas III

13

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Bagaimana keadaan alam Jazirah Arab pada siang hari? 2. Apa yang dimaksud dengan oasis? 3. Mengapa anak perempuan bagi masyarakat Arab boleh dibunuh? 4. Apa pendapatmu tentang keadaan perempuan di masyarakat Arab sebelum Islam? 5. Mengapa unta dapat bertahan hidup di gurun pasir? 6. Mengapa kuda dan unta sangat penting bagi masyarakat Arab? 7. Mengapa anak laki-laki lebih diharapkan keluarga masyarakat Arab sebelum Islam? 8. Mengapa bangsa Arab kenakan pakaian yang dapat lindungi tubuh dari panas? 9. Mengapa dalam berdagang bangsa Arab lakukan berkelompok? 10. Apa pendapatmu tentang budak yang dapat dijual?

14

SKI 1 untuk MI Kelas III

2
Adat Istiadat di Arab
Standar Kompetensi
Mengenal sejarah masyarakat Arab pra-Islam

Kompetensi Dasar
1. Menjelaskan keadaan adat-istiadat dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam 2. Mengambil ibrah dari sejarah masyarakat Arab pra-Islam

Tujuan
Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan kamu dapat: 1. menjelaskan adat-istiadat yang berlaku di masyarakat Arab sebelum agama Islam ada; 2. menjelaskan kepercayaan yang berlaku di masyarakat Arab sebelum Islam ada; 3. mengambil hikmah terhadap adat-istiadat yang berlaku di masyarakat Arab sebelum Islam; 4. mengambil hikmah dari kepercayaan yang berlaku di masyarakat Arab sebelum Islam.
SKI 1 untuk MI Kelas III

15

A

Adat Istiadat Masyarakat Arab Sebelum Islam

Bagaimana adat istiadat masyarakat Arab sebelum lahirnya agama Islam? Adat istiadat bangsa Arab sebelum lahirnya agama Islam berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Kebiasaan bangsa Arab pada waktu itu ada yang tergolong kebiasaan baik dan ada yang tergolong kebiasaan buruk. Beberapa adat kebiasaan bangsa Arab yang baik atau tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam, di antaranya sebagai berikut.

1. Kebiasaan Bekerja Keras
Bangsa Arab mempunyai kebiasaan bekerja keras. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan letak geografis Jazirah Arab yang merupakan padang pasir yang tandus dan berbukit-bukit serta beriklim panas.

Bangsa Arab sedang berjalan di padang pasir untuk berdagang 16
SKI 1 untuk MI Kelas III

Oleh karena itu, bangsa Arab mempunyai kebiasaan bekerja keras dalam melakukan berbagai hal. Apabila mereka tidak mempunyai semangat seperti itu, maka mereka tidak akan bisa hidup di daerah Arab yang gersang.

2. Kebiasaan Menghormati Tamu
Kebiasaan bangsa Arab lainnya, yaitu suka menjamu tamunya yang datang. Sikap yang demikian merupakan sikap yang sangat baik. Menjamu seseorang yang datang kepada kita merupakan salah satu bentuk penghormatan yang dapat kita lakukan.

3. Kebiasaan Suka Menolong
Bangsa Arab mempunyai kebiasaan tolongmenolong dan setia kawan di antara sesamanya.

SKI 1 untuk MI Kelas III

17

Mereka selalu membantu temannya yang sedang mengalami musibah atau membutuhkan pertolongan.

4. Pemberani
Bangsa Arab terkenal sebagai bangsa yang pemberani. Bangsa Arab selain suka berdagang di negerinya sendiri, mereka juga suka berdagang ke negeri-negeri lain. Tidak jarang di antara mereka ketika di perjalanan bertemu perampok yang menghadang. Namun bangsa Arab tidak mudah menyerahkan harta benda begitu saja kepada para perampok.

Rombongan pedagang bangsa Arab yang sedang dihadang para perampok

Bangsa Arab terkenal dalam mempertahankan harta bendanya dari para perampok. Mereka menghadapinya dengan gagah berani.
18
SKI 1 untuk MI Kelas III

Bangsa Arab selain mempunyai adat kebiasaan yang baik, juga mempunyai kebiasaan buruk yang buruk. Kebiasaan tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Kebiasaan Menyembah Berhala
Kebiasaan buruk bangsa Arab sebelum lahirnya agama Islam, yaitu kebiasaan dalam menyembah berhala. Mereka meyakini bahwa berhala-berhala itu mempunyai kekuatan yang luar biasa. Mereka beranggapan berhala itu adalah tuhan mereka.

Contoh berhala yang disembah

Namun berhala-berhala itu mereka buat sendiri. Jadi, mana mungkin berhala itu mempunyai kekuatan yang melebihi manusia apalagi menjadi tuhan. Oleh karena itu, mereka hidup dalam kesesatan dan kebodohan atau jahiliyah.

SKI 1 untuk MI Kelas III

19

2. Kebiasaan Berperang
Pada masa itu bangsa Arab terdiri atas beberapa kelompok yang dinamakan dengan suku. Pada waktu itu sering terjadi peperangan antarsuku. Mereka suka mempertengkarkan bukan saja masalah-masalah besar, melainkan juga masalah kecil pun mereka pertengkarkan.

Ba ngsa Arab senang berperang

Oleh karena itu, suku-suku di negeri Arab hidupnya tidak pernah damai dan tentram. Kebudayaan mereka tidak berkembang dengan pesat.

3. Kebiasaan Mengubur Anak Perempuan
Kebiasaan bangsa Arab mengubur anak perempuannya. Hal ini karena waktu itu mereka suka

20

SKI 1 untuk MI Kelas III

berperang antarsuku. Anak perempuan dianggap mempunyai nilai rendah karena tak bisa ikut berperang seperti anak laki-laki. Jika ada keluarga bangsa Arab melahirkan anak perempuan, mereka sangat malu dan merupakan aib bagi keluarganya. Hal ini menjadi kebiasaan buruk bangsa Arab, yaitu membunuh atau mengubur hidup-hidup setiap bayi perempuan yang mereka lahirkan. Kebiasaan seperti ini tidak mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi. Mereka rela membunuh anak kandungnya sendiri karena rasa malu.

4. Kebiasaan Hidup Mabuk-mabukan dan Berfoyafoya
Kebiasaan buruk bangsa Arab lainnya, yaitu hidup bersenang-senang dengan mabuk-mabukan dan berfoya-foya.

Bangsa Arab sedang berpesta pora sambil mabuk-mabukan
SKI 1 untuk MI Kelas III

21

Mereka suka menghambur-hamburkan harta kekayaannya untuk kesenangan seperti itu. Walaupun saudara dan tetangganya sedang mengalami penderitaan, mereka tidak mau mempedulikan.

5. Kebiasaan Berjudi
Bangsa Arab suka pada permainan judi. Mereka mengadu nasib sampai mempertaruhkan harta benda miliknya. Bahkan bukan itu saja, mereka juga suka menjual kehormatan keluarga, istri, anak, dan juga dirinya sendiri untuk terus bermain judi.

6. Kebiasaan Mencuri dan Merampok
Bangsa Arab selain berjudi, mereka juga suka mencuri dan merampok. Banyak di antara mereka hidup dalam keadaan susah atau miskin. Pengangguran merajalela di masyarakat sehingga menghalalkan segala cara. Mencuri dan merampok menjadi jalan bagi mereka untuk dapat mempertahankan hidup.

Pelatihan
1. Jelaskan kebiasaan-kebiasaan baik bangsa Arab sebelum lahirnya agama Islam! 2. Jelaskan kebiasaan-kebiasaan buruk bangsa Arab sebelum lahirnya agama Islam! 3. Jelaskan pendapatmu mengenai kebiasaankebiasaan baik dan buruk bangsa Arab sebelum lahirnya agama Islam!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

22

SKI 1 untuk MI Kelas III

B

Kepercayaan Masyarakat Arab Sebelum Islam

Mekah merupakan salah satu kota besar yang berada di negeri Arab. Kota Mekah mempunyai peranan yang sangat penting, baik karena tradisinya maupun kedudukannya. Kota Mekah dilalui jalur perdagangan yang menghubungkan kota Yaman di sebelah selatan dengan kota Suriah di sebelah utara. Di kota Mekah terdapat Kabah. Kabah merupakan bangunan ibadah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as dan anaknya, Ismail as. Kabah terletak di tengah-tengah kota Mekah. Dengan adanya Kabah, kota Mekah menjadi pusat keagamaan di negeri Arab. Kabah banyak didatangi orang-orang yang bertujuan untuk beribadah dan berziarah.

Kabah di Kota Mekah
SKI 1 untuk MI Kelas III

23

Pada waktu itu masyarakat Arab hidup berdasarkan kesukuan. Wilayahnya kebanyakan terdiri dari padang pasir dan stepa. Mayoritas penduduknya adalah sukusuku Badui yang mempunyai gaya hidup pedesaan padang pasir dan nomadik. Mereka berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari air dan padang rumput bagi binatang gembalanya. Mata pencaharian masyarakat Arab kebanyakan penggembala, pedagang, dan petani. Salah satu daerah pertanian yang terpenting di negeri Arab, yaitu Yastrib. Kota Yastrib ini nantinya oleh Nabi Muhammad saw diganti namanya menjadi Madinah. Kepercayaan bangsa Arab sebelum Islam, yaitu menganut beberapa agama dan kepercayaan. Contohnya, suku Saba menganut kepercayaan Ash-Shabiah. Kepercayaan Ash-Shabiah, yaitu kepercayaan pada benda-benda langit, seperti bintang dan matahari, karena menganggap mempunyai kekuatan paling besar. Orangorang suku Saba menganggap bintang dan matahari sebagai Tuhan mereka. Setelah peristiwa bendungan Marib hancur, penduduk suku Saba berpencar. Mereka tidak lagi hidup dalam satu daerah lagi, kepercayaan mereka terpengaruh oleh sukusuku lainnya di mana mereka tinggal. Misalnya, suku Saba yang tinggal di Yaman berubah kepercayaannya jadi menganut agama Yahudi. Sedangkan suku Saba yang tinggal di Arabia utara menganut agama Nasrani. Daerah ini berdekatan dengan bangsa Romawi yang beragama Nasrani. Selain suku Saba, di negeri Arab juga terdapat masyarakat yang berasal dari keturunan Nabi Ismail. Kepercayaan mereka adalah agama Tauhid yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Agama tauhid
24
SKI 1 untuk MI Kelas III

adalah agama yang mengajarkan manusia untuk menyembah kepada Allah swt, serta melarang manusia untuk menyembah berhala. Suatu waktu Arab dikuasai oleh suku Khuzaah. Suku ini menguasai tempat-tempat penting di kota Mekah, seperti tempat suci Kabah. Akibat semua itu, kepercayaan penduduk Mekah yang tadinya menganut agama tauhid berubah menjadi penyembah berhala. Suku Khuzaah selain menguasai tempat itu juga menyebarkan kepercayaan untuk menyembah berhala. Suku Khuzaah menamakan berhala-berhala ini, seperti Al Mana, Al Lata, dan Al Uzah. Berhala-berhala tersebut mereka letakkan di sekitar Kabah. Selain itu, mereka juga membuat berhala lain dan meletakkan di sekitar Kabah. Selain di dekat Kabah, mereka juga meletakkan berhala di tempat-tempat lain, seperti di antara bukit Safa dan Marwah. Akibatnya, kota Mekah waktu itu menjadi kota pusat penyembahan berhala. Keadaan bangsa Arab sebelum lahirnya agama Islam menganut bermacam-macam kepercayaan. Setiap suku yang ada memiliki kepercayaan yang berbeda. Ada beberapa kepercayaan yang dianut bangsa Arab waktu itu, di antaranya berikut ini.

1. Menyembah Malaikat
Bangsa Arab pada waktu itu ada juga yang menyembah malaikat. Mereka menganggap malaikat sebagai Tuhannya. Anggapan mereka malaikat itu adalah puteri Tuhan.

SKI 1 untuk MI Kelas III

25

2. Menyembah Makhluk Gaib
Bangsa Arab selain ada yang menyembah malaikat ada juga yang menyembah makhluk gaib, seperti jin, setan, hantu, dan roh-roh nenek moyangnya. Bangsa Arab beranggapan bahwa makhluk gaib memiliki kekuatan untuk membuat manusia hidup senang dan sengsara. Supaya Tuhan mereka tidak marah, maka mereka selalu mempersembahkan sesaji kepada mahkluk gaib tersebut. Misalnya, sesaji yang selalu disediakan pada makhluk gaib sejenis jin yang bernama Darahim. Mereka lakukan semua itu untuk mendapatkan keselamatan dan terhindar dari berbagai macam bencana yang menimpanya.

3. Menyembah Berhala
Kepercayaan yang paling banyak dianut masyarakat Arab, yaitu kepercayaan menyembah berhala. Pada waktu itu dikatakan sebagai zaman Jahiliyah.

Masyarakat Arab sedang menyebah berhala 26
SKI 1 untuk MI Kelas III

Pada masa itu bahkan di sekitar Kabah terdapat banyak sekali berhala yang jumlahnya sekitar 360 buah. Di antara berhala-berhala itu ada yang sangat terkenal, seperti Lata, Uzza, Manah, dan Hubal. Mereka menyembah berhala setiap kali akan melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupannya. Misalnya mereka menyembah berhala apabila akan pergi berdagang atau berperang.

4. Menyembah Benda
Selain kepercayaan-kepercayaan seperti di atas, bangsa Arab juga ada yang menyembah benda-benda, seperti bintang, matahari, gunung, batu-batu besar, dan lain-lain.

Bangsa Arab sedang menyembah batu besar
SKI 1 untuk MI Kelas III

27

Mereka beranggapan benda-benda itu mempunyai kekuatan yang lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia. Oleh karena itu, manusia patut untuk menyembahnya dan menganggap Tuhannya. Begitulah bentuk-bentuk kepercayaan dan agama yang dianut masyarakat Arab sebelum lahirnya agama Islam.

Pelatihan
1. Jelaskan gaya hidup suku Badui! 2. Jelaskan yang dimaksud dengan kepercayaan Ash-Shabiah! 3. Sebutkan kepercayaan suku Badui yang tinggal di Yaman dan Arabia! 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan agama tauhid! 5. Sebutkan kepercayaan-kepercayaan bangsa Arab sebelum lahirnya agama Islam!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

C

Hikmah Perilaku Masyarakat Arab sebelum Islam

Kita harus tidak mencontoh perilaku tercela masyarakat Arab sebelum Islam disebarkan Mengapa kita harus menghindari kebiasaan tercela yang dilakukan masyarakat Arab sebelum lahirnya agama Islam? Kebiasaan-kebiasaan bangsa Arab ada yang baik dan ada juga yang tercela. Kebiasaan bangsa Arab yang ter28
SKI 1 untuk MI Kelas III

cela sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, setiap kebiasaan buruk yang dilakukan oleh bangsa Arab pra Islam harus kita hindari. Misalnya, menyembah berhala, membunuh, berjudi, mabukmabukan, berfoya-foya, mencuri, dan merampok. Sebab kebiasaan itu akan merugikan orang lain dan diri sendiri. Apalagi kalau kebiasaan itu kita lakukan, maka kita akan mendapatkan dosa. Bagaimana caranya kita menghindari kebiasaan tercela yang demikian? Caranya dapat kita lakukan seperti, berikut ini. 1. Memperbanyak beribadah kepada Allah swt. 2. Memperbanyak berbuat kebaikan kepada orang lain. 3. Menghindar dari pertikaian-pertikaian baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat 4. Hidup sederhana dan tidak suka berfoya-foya. 5. Menghindari kebiasaan mabuk-mabukan dan suka membantu sesama yang sedang menderita. Apabila kita dapat melakukan hal yang demikian, maka kita sudah menghindari kebiasaan-kebiasaan bangsa Arab sebelum datangnya agama Islam.

Pelatihan
1. Jelaskan kenapa kita harus menghindari kebiasaan tercela yang dilakukan bangsa Arab pra Islam! 2. Bagaimana caranya kita menghindari kebiasaan tercela seperti itu? 3. Buatlah satu contoh cara menghindari kebiasaan tercela di keluarga, sekolah, dan masyarakat!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

SKI 1 untuk MI Kelas III

29

Evaluasi
A. Pilihlah salah satu huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang benar! 1. Sebelum ada Islam, bangsa Arab biasa menyembah .... a. Allah swt b. berhala c. manusia d. raja 2. Pada mulanya bangsa Arab menganut agama tauhid yang disebarkan oleh .... a. Nabi Adam b. Nabi Daud c. Nabi Ibrahim d. Nabi Isa 3. Jin yang disembah bangsa Arab yang selalu diberi sesaji adalah .... a. Mana b. Latta c. Uzza d. Darahim

30

SKI 1 untuk MI Kelas III

4. Suku Khuzaah meletakkan berhala-hala di dekat .... a. sumur zamzam b. Kabah c. jalan utama d. bendungan Marib 5. Benda langit bintang dan Matahari disebah oleh .... a. suku Saba b. suku Khuzaah c. suku Badui d. suku ash-Shabiah 6. Jazirah Arab sangat gersang hingga mendorong masyarakat Arab untuk .... a. bersahabat b. bekerja keras c. suka minum d. menyembah berhala 7. Dengan banyaknya suku di Jazirah Arab menimbulkan sikap .... a. suka minum b. suka bertamu c. suka berperang d. suka bekerja

SKI 1 untuk MI Kelas III

31

8. Kehidupan di Arab yang keras membuat banyak yang ... anak perempuan. a. menjual b. mempertaruhkan c. membunuh d. menikahkan 9. Bangsa Arab tidak mau menyerahkan barang dagangannya pada perampok bukti sikap .... a. hormat b. pekerja keras c. pemberani d. suka berperang 10. Berhala Latta dan Uzza disembah oleh .... a. suku Saba b. suku Khuzaah c. suku Badui d. suku ash-Shabiah

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Apa yang maksud dengan zaman jahiliyah? 2. Apa saja kepercayaan bangsa Arab sebelum Islam datang?

32

SKI 1 untuk MI Kelas III

3. Berikan tiga perilaku bangsa Arab yang pantas dicontoh! 4. Sebutkan benda-benda yang disembah oleh bangsa Arab sebelum Islam datang! 5. Apa penyebab bangsa Arab menguburkan bayi perempuan? 6. Apa pendapatmu tentang sikap bangsa Arab yang mau berdagang hingga ke negeri yang jauh? 7. Apakah masih ada penganut agama tauhid di kalangan masyarakat Arab sebelum Islam datang? 8. Mengapa suku Saba menyembang bintang dan Matahari? 9. Apa pendapatmu tentang berhala yang diletakkan di dekat Kabah? 10. Apakah kebiasaan buruk bangsa Arab sebelum Islam ada di masyarakat Indonesia?

SKI 1 untuk MI Kelas III

33

Catatan Penting

34

SKI 1 untuk MI Kelas III

3
Kelahiran Nabi Muhammad
Standar Kompetensi
Mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad saw.

Kompetensi Dasar
Menceritakan kejadian luar biasa yang mengiringi lahirnya Nabi Muhammad saw.

Tujuan
Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan kamu dapat: 1. menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw; 2. menjelaskan peristiwa sekitar kelahiran Nabi Muhammad saw; 3. menjelaskan silsilah Nabi Muhammad saw; 4. mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi sekitar kelahiran Nabi Muhammad saw.

SKI 1 untuk MI Kelas III

35

A

Peristiwa Penyerangan Pasukan Gajah ke Mekah

Tahun kelahiran Nabi Muhammad saw dikenal dengan nama tahun Gajah. Pada tahun itu terjadi suatu peristiwa besar, yaitu datangnya pasukan Gajah yang menyerang kota Mekah. Tujuan pasukan gajah adalah ingin menghancurkan Kabah. Pasukan gajah itu dipimpin oleh seorang gubernur dari kerajaan Habsyi di kota Yaman yang bernama Abrahah. Latar belakang penyerangan itu ialah keinginan Abrahah untuk menguasai dan mengambil alih peranan Kota Mekah dengan Kabahnya. Pada waktu itu, kota Mekah dan Kabah adalah pusat perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Pada saat pasukan gajah itu tiba di kota Mekah, Abrahah mengutus pasukannya untuk menemui Abdul Muttalib. Utusan itu membawa pesan bahwa Abrahah dan pasukannya datang ke kota Mekah bukan untuk memerangi masyarakat Mekah melainkan hanya untuk meruntuhkan Kabah saja. Pasukan gajah akan memerangi masyarakat kota Mekah yang mengadakan perlawanan. Sebelumnya Abrahah sudah membangun tempat ibadah yang diberi nama Al-Qulles yang terletak di kota Sana, yaitu ibu kota Yaman. Al-Qulles dibuat untuk menggantikan Kabah sebagai tempat pusat peribadatan bangsa Arab. Mengingat Abrahah dan pasukannya yang sangat besar, Abdul Muttalib tidak berbuat apa-apa. Kemudian, Abdul Muttalib memerintahkan kepada seluruh masyarakat kota Mekah untuk segera mengungsi ke tempat yang aman.
36
SKI 1 untuk MI Kelas III

Ketika itu, Abdul Muttalib berdoa kepada Allah swt ”Ya, Tuhan, tak ada orang yang dapat kami harapkan kecuali Engkau. Selamatkanlah rumah-Mu dari serangan mereka. Musuh rumah-Mu adalah juga musuh-Mu”. Tiba-tiba saja datang ribuan burung dan melempari pasukan Abrahah dengan batu kerikil yang panas dan beracun. Akibatnya pasukan Abrahah terserang penyakit dan akhirnya mati. Sedangkan Abrahah sendiri berhasil melarikan diri dari serangan burung itu. Burung tersebut bernama burung Ababil dan merupakan kiriman dari Allah swt.

Pasukan gajah dilempari batu kerikil oleh ribuan orang

Sebuah kabar menceritakan bahwa Abrahah lari ke kota Yaman. Namun Abrahah juga terkena lemparan batu dari burung Ababil dan akhirnya meninggal dunia di kota Yaman.
SKI 1 untuk MI Kelas III

37

Peristiwa ini dikisahkan dalam Al-Quran Surat Al-Fill ayat 1–5.

Artinya: Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang terbakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daundaun yang dimakan (ulat). Dengan diserangnya pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah oleh burung-burung Ababil maka selamatlah kota Mekah dan Kabah. Hal ini menunjukkan kuasa Allah swt atas manusia.

B

Menghindari Sifat-sifat Tercela dari Pasukan Abrahah

Pasukan Abrahah yang menyerang Mekah memiliki sifat-sifat tersebut harus kita hindari. Mengapa kita harus menghindari sifat-sifat tercela dari pasukan Abrahah?
38
SKI 1 untuk MI Kelas III

Abrahah dan pasukannya mempunyai sifat-sifat serakah, sombong, dan lain-lain. Sifat-sifat yang demikian harus kita hindari. Apabila kita mempunyai sifat-sifat yang demikian akan membawa kerugian pada orang lain dan diri kita sendiri. Bagaimana caranya kita menghindari sifat-sifat tercela seperti pasukan Abrahah? Sifat-sifat yang demikian dapat kita hindari dengan membiasakan hidup seperti di bawah ini.

1. Biasakan Hidup Tidak Serakah
Kita dapat menghindari dari sifat serakah dengan cara mensyukuri segala sesuatu yang sudah ada. Tidak ingin mengambil atau menguasai sesuatu yang bukan miliknya dengan jalan memaksa atau melakukan yang tidak benar.

2. Biasakan Hidup Tidak Sombong dan Jahat
Kita dapat menghindari sifat sombong dan jahat dengan cara merasakan ada yang lebih kuat, kaya, dan lain-lain. Tidak merendahkan kelemahan orang lain, tidak suka berbuat jahat pada orang lain, walaupun orang tersebut berbuat jahat terhadap kita. Jika kita sudah dapat membiasakan hidup seperti di atas, maka sifat-sifat seperti sifat pasukan Abrahah dapat kita hindari. Dengan demikian kita telah jalankan perintah agama dalam kehidupan sehari-hari.

SKI 1 untuk MI Kelas III

39

Pelatihan
Kerjakan di buku tugas! 1. Mengapa pasukan Abrahah menyerang Mekah? 2. Apa yang dilakukan Abdul Muttalib ketika mendapat pesan dari Abrahah? 3. Apa yang terjadi ketika pasukan Abrahah berusaha menghancurkan Kabah? 4. Bagaimana cari kita untuk tidak mengikuti sifat tercela Abrahah? 5. Tuliskan kembali surat Al Fiil 1-5!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

C

Sekitar Kelahiran Nabi Muhammad saw

Beberapa bulan setelah penyerangan pasukan gajah Abrahah, di Kampung Bani Hasyim di kota Mekah, Aminah melahirkan seorang anak laki-laki. Ia lahir pada Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah yang bertepatan dengan 20 April 570 M. Muhammad lahir dalam keadaan yatim. Ayahnya Abdulah meninggal dunia setelah tiga bulan menikahi Aminah. Abdullah meninggal dunia ketika mengikuti rombongan kafilah ke negeri Suriah untuk mencari nafkah. Sepulang dari Suriah ia jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Abdullah meninggal dunia di kota Yastrib. Mendengar berita Aminah melahirkan, Abdul Muttalib yang sedang melaksanakan tawaf di dekat Kabah segera menjenguk Aminah. Kemudian ia memeluk, menciumi, dan menggendong cucunya itu dengan suka cita. Abdul
40
SKI 1 untuk MI Kelas III

Muttalib kemudian membawa cucunya berlari-lari mengelilingi Kabah. Seminggu kemudian Abdul Muttalib mengadakan selamatan. Ia mengundang orang-orang Quraisy. Semua orang-orang Quraisy turut gembira atas kelahiran cucunya Abdul Muttalib. Pada saat itulah Abdul Muttalib memberikan nama Muhammad kepada cucunya yang artinya orang yang terpuji. Kedengarannya nama itu agak ganjil di telinga orang-orang Quraisy. Oleh karena itu orang-orang Quraisy bertanya kepada Abdul Muttalib, ”Sesungguhnya di luar kebiasaan, keluarga tuan begitu besar, tetapi tak satu pun yang bernama demikian”. Kemudian Abdull Muttalib menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy, ”Saya mengerti. Dia ini memang lain dari yang lain. Dengan nama ini saya ingin agar seluruh dunia memujinya”. Nabi Muhammad saw berasal dari keturunan keluarga bangsawan Arab, yaitu Bani Hasyim dari suku Quraisy. Suku Quraisy merupakan suku yang dipercaya untuk menjaga Kabah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Nabi Muhammad saw berasal dari keluarga yang berpengaruh dan disegani oleh masyarakat kota Mekah dan seluruh masyarakat Jazirah Arab. Kakek Nabi Muhammad, Abdul Muttalib adalah seorang pemuka masyarakat yang berwibawa. Sedangkan ayah Nabi Muhammad saw yang bernama Abdullah, yaitu orang yang baik, jujur, dan berbudi pekerti luhur.

SKI 1 untuk MI Kelas III

41

Pelatihan 1. Sebutkan waktu dan tempat Nabi Muhammad saw dilahirkan! 2. Jelaskan nama yang diberikan Abdul Muttalib kepada cucunya! Bagaimana tanggapan kaum Quraisy yang mendengarnya? 3. Jelaskan pengertian nama Muhammad yang dikatakan oleh Abdul Muttalib! 4. Jelaskan keturunan keluarga Nabi Muhammad saw berasal! 5. Bagaimana pendapatmu mengenai kelahiran Nabi Muhammad saw?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

D

Silsilah Keluarga Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad saw berasal dari keturunan suku Quraisy. Leluhur Nabi Muhammad saw berasal dari Nabi Ibrahim as, kemudian Nabi Ismail as. Nabi Ismail adalah anak dari Nabi Ibrahim as. Dengan demikian Nabi Muhammad saw merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Leluhur Nabi Muhammad saw yang terkenal sebagai seorang Quraisy yang bernama Fihr. Dari keturunan inilah Nabi Muhammad saw dilahirkan. Fihr mempunyai keturunan yang bernama Galib. Dari Galib terlahir yang namanya Luay, dari Luay terlahir Kaba dan dari Kaba terlahir Murrah. Murrah adalah juga leluhur dari Abu Bakar Siddiq. Murrah mempunyai keturunan yang akan melahirkan
42
SKI 1 untuk MI Kelas III

ayah dan ibu Nabi Muhammad saw, yaitu keturunan dari Kilab. Kilab adalah anak dari Murrah. Kilab memiliki dua putra, Qushai dan Zuhrah. Qushai memiliki putra Abdul Manaf yang menurunkan Hasyim sehingga keturunannya disebut Bani Hasyim. Hasyim menurunkan empat anak, salah satunya Abdul Muttalib. Abdul Muttalib adalah kakek Nabi Muammad saw. Abdul Muttalib adalah putra Abdul Muttalib dan ayah dari Nabi Muhammad. Aminah, ibu Nabi Muhammad saw, merupakan juga keturunan Kilab dari Zuhrah. Dengan demikian masih ada hubungan darah. Untuk lebih jelasnya perhatikan silsilah Nabi Muhammad saw di bawah ini!
Ibrahim as Ismail as

Keturunan ke-23 Kilab

Qushai Abdi Manaf Hasyim Abdul Muttalib Abdullah

Zuhrah Abdi Manaf Wahab Aminah

Muhammad

SKI 1 untuk MI Kelas III

43

Evaluasi
A. Pilihlah salah satu huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang benar! 1. Surat dalam Alquran yang menjelaskan tentang penyerangan pasukan gajah adalah .... a. surat Al-Ikhlas b. surat Al-Fill c. surat Al-Fatihah d. surat Al-Baqarah 2. Nabi Muhammad saw kembali ke asuhan Halimah setelah berusia .... a. 2 tahun b. 4 tahun c. 6 tahun d. 8 tahun 3. Kakek Nabi Muhammad saw bernama .... a. Wahab b. Abdul Muttalib c. Abu Thalib d. Abdullah

44

SKI 1 untuk MI Kelas III

4. Ayah Nabi Muhammad saw meninggal di .... a. Mekah b. Syam c. Jeddah d. Yastrib 5. Aminah meninggal dunia di .... a. Syam b. Yastrib c. Abwa d. Saad 6. Kelahiran Nabi Muhammad saw terjadi pada Tahun Gajah karena a. pasukan gajah menolong Kabah b. pasukan gajah menyerang Kabah c. pasukan gajah memindahkan Hajar Aswad d. pasukan gajah membunuh keluarga Nabi Muhammad 7. Pasukan burung yang dikirim Allah swt untuk lindungi Kabah adalah .... a. Buraq b. Al Fill c. Ababil d. Al-Qulles

SKI 1 untuk MI Kelas III

45

8. Orang tua Nabi Muhammad saw berasal dari keturunan .... a. Qushai b. Hasyim c. Quhrah d. Kilab 9. Nama Muhammad diberikan oleh .... a. Wahab b. Abdul Muttalib c. Abu Thalib d. Abdullah 10. Nabi Muhammad saw berasal dari .... a. suku Saba b. suku Khuzaah c. suku Badui d. suku Quraisy

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Mengapa Abrahah menyerang Kabah? 2. Bagaimana penduduk Mekah menyelamatkan dari dari serangan pasukan gajah? 3. Apa yang tidak disukai Allah swt dari pasukan gajah?

46

SKI 1 untuk MI Kelas III

4. Bagaimana Allah swt menghadapi pasukan gajah? 5. Tuliskan surat dari Alquran yang berisi tentang pasukan gajah! 6. Apa yang dimaksud dengan Al-Qulles? 7. Apa harapan Abdul Muttalib dengan kelahiran cucunya, Muhammad? 8. Apakah ayah dan ibu Nabi Muhammad saw masih memiliki hubungan saudara? Jelaskan! 9. Apakah ada hubungan darah antara Nabi Muhammad saw dengan Nabi Ibrahim as? 10. Apa pendapatmu tentang keluarga Nabi Muhammad saw?

SKI 1 untuk MI Kelas III

47

Catatan Penting

48

SKI 1 untuk MI Kelas III

4
Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad saw
Standar Kompetensi
Mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad saw.

Kompetensi Dasar
Menceritakan kejadian luar biasa yang mengiringi lahirnya Nabi Muhammad saw.

Tujuan
Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan kamu dapat: 1. menceritakan masa kanak-kanak yang dilalui Nabi Muhammad saw; 2. mengetahui peristiwa penting yang dialami Nabi Muhammad saw; 3. mengambil ibrah dari masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw.

SKI 1 untuk MI Kelas III

49

A

Kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai Anak Yatim Piatu

Pada waktu Nabi Muhammad saw lahir, beliau sudah dalam keadaan yatim. Bangsa Arab mempunyai kebiasaan yaitu menyusui anak-anaknya yang baru lahir kepada ibuibu asuh yang berasal dari desa. Hal itu bertujuan supaya anak-anak mereka dapat menghirup udara segar dan bersih serta dapat bergaul dengan baik. Wilayah pedesaan dikelilingi oleh pegunungan. Hal inilah yang menjadikan udara di pedesaan sangat baik untuk anak-anak yang baru lahir. Selain itu, pergaulan di masyarakat desa sangat baik bagi pertumbuhan anak-anak. Anak-anak mereka nantinya dapat berbahasa Arab dengan fasih. Waktu itu, Mekah sudah menjadi kota besar yang terdapat di Jazirah Arab. Selain udaranya yang panas, juga penduduk kota Mekah waktu itu sudah semakin padat. Ibu-ibu asuh yang berasal dari desa merasa senang apabila mereka mendapatkan seorang bayi penduduk kota Mekah. Mereka akan mendapatkan upah yang tinggi, apalagi kalau anak asuhnya berasal dari orang kaya. Berita kelahiran Nabi Muhammad saw mengundang ibu-ibu asuh untuk pergi ke kota Mekah menawarkan sebagai ibu asuhnya. Ibu-ibu asuh tersebut berasal dari Desa Saad.

50

SKI 1 untuk MI Kelas III

Desa Saad terletak sekitar 60 km dari kota Mekah. Desa ini berdekatan dengan kota Taif. Kota Taif merupakan daerah pegunungan yang sangat baik udaranya, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Ketika itu Aminah sedang mengalami kesulitan ekonomi. Aminah tidak bisa membayar ibu asuhnya dengan mahal. Di antara ibu-ibu asuh tersebut hanya Halimah yang bersedia menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai anak asuhnya. Hal itu dikarenakan Halimah tertarik dengan bayi tersebut dan dorongan dari suaminya yang bernama Haris. Sekarang Nabi Muhammad saw menjadi anak asuh Halimah. Kehadiran Nabi Muhammad sebagai anak asuh keluarga Halimah membawa berkah. Keluarga Halimah yang tadinya miskin dan banyak sekali kesusahannya, sekarang menjadi keluarga yang bahagia meskipun tidak dengan harta. Nabi Muhammad saw tumbuh dengan cepat, badannya sehat. Pada usia Nabi Muhammad saw 5 bulan, beliau sudah pandai berjalan. Pada usia 9 bulan, beliau sudah pandai bicara. Beliau suka bermain dengan anakanak Halimah yang lainnya, menggembalakan domba milik ayah dan ibu asuhnya. Pada usia Nabi Muhammad saw 2 tahun, beliau diserahkan kembali ke ibu kandungnya. Kedatangan Nabi Muhammad saw oleh Aminah disambut dengan perasaan yang sangat gembira. Anaknya sudah pulang dalam keadaan sehat.
SKI 1 untuk MI Kelas III

51

Tidak lama kemudian kota Mekah terkena wabah penyakit, sehingga hal ini mengkhawatirkan Aminah pada kesehatan anaknya. Kekhawatiran Aminah dapat terobati, karena Halimah bersedia lagi menjadi ibu asuhnya. Untuk itu, Nabi Muhammad saw kembali lagi ke keluarga Halimah. Pada usia 4 tahun, keluarga Halimah mengalami kesulitan ekonomi. Halimah khawatir tidak bisa merawat Nabi Muhammad saw dengan baik. Oleh karena itu, Halimah kembali menyerahkan Nabi Muhammad saw kepada Aminah, ibu kandungnya. Pada usia ini, Aminah menceritakan kematiannya ayahnya, Abdullah, kepada Nabi Muhammad saw. Sehingga suatu hari, Aminah, Nabi Muhammad saw, dan ditemani oleh seorang pembantunya yaitu Ummu Aiman, berangkat untuk berziarah ke makam Abdullah yang terletak di kota Yastrib. Kota Yastrib jaraknya sangat jauh dari kota Mekah. Mereka harus melewati padang pasir yang sangat panas. Setibanya di sana mereka kemudian berziarah dan menemui beberapa kerabat. Ketika dalam perjalanan pulang, tiba-tiba saja Aminah sakit keras. Kemudian Aminah dibawa ke kampung terdekat. Kampung itu bernama Abwa yang jaraknya sekitar 37 km dari kota Mekah. Sakit Aminah tidak bisa tertolong lagi akhirnya Aminah meninggal dunia di kampung Abwa.

52

SKI 1 untuk MI Kelas III

Tidak lama kemudian Nabi Muhammad saw dengan ditemani pembantunya, Ummu Aima, melanjutkan perjalanan menuju kota Mekah. Nabi Muhammad saw menjadi anak yatim piatu pada usia 6 tahun. Beliau kemudian dirawat oleh kakeknya, Abdul Muttalib.

Pelatihan
1. Jelaskan kebiasaan bangsa Arab kepada anakanaknya yang baru lahir! 2. Jelaskan tujuan bangsa Arab menitipkan anakanaknya di desa! 3. Jelaskan oleh siapa Nabi Muhammad saw diasuh! 4. Jelaskan kenapa Nabi Muhammad saw menjadi anak yatim piatu! 5. Bagaimana pendapatmu mengenai kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai anak yatim piatu?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

B

Kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai Penggembala

Nabi Muhammad saw sejak kanak-kanak sudah belajar menjadi seorang penggembala. Awalnya beliau belajar menggembala ketika menjadi anak asuh Halimah. Beliau menggembala bersama anak-anak Halimah.
SKI 1 untuk MI Kelas III

53

Semenjak Nabi Muhammad saw menjadi anak yatim piatu, beliau dirawat oleh kakeknya, Abdul Muttalib. Kakeknya sangat menyayangi beliau, bahkan segala sesuatu yang beliau minta pasti akan dikabulkannya. Namun, beliau tidak suka bersikap yang demikian. Abdul Muttalib mempunyai banyak sekali biri-biri. Nabi Muhammad saw suka menggembalakan biri-biri milik kakeknya. Selain biri-biri milik kakeknya, beliau juga menggembalakan biri-biri milik pamannya, Abu Thalib. Nabi Muhammad dikenal sebagai anak yang mandiri, karena beliau tidak mau menyusahkan orang lain dalam segala hal. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai anak yang bertanggung jawab. Hal ini terlihat, ketika Nabi Muhammad saw sedang menggembalakan biri-biri kakeknya. Beliau suka merawatnya dengan penuh perhatian. Biri-biri tersebut diberi makan dan minum yang cukup. Biri-biri yang dipelihara oleh beliau tumbuh dengan subur. Badannya gemuk-gemuk dan susunya banyak. Nabi Muhammad saw hidup menjadi seorang penggembala, beliau tidak merasa malu atau kesal. Beliau menyukai pekerjaan itu dengan setulus hati dan penuh kesabaran. Beliau dapat mengambil hikmah dari semuanya itu. Beliau menjadi manusia yang mandiri, suka bekerja keras, ulet, penyabar, dan sebagainya.

54

SKI 1 untuk MI Kelas III

Pelatihan
1. Kenapa Nabi Muhammad saw dikatakan sebagai anak penggembala? 2. Jelaskan binatang milik siapa yang digembalakan Nabi Muhammad saw! 3. Jelaskan hikmah yang dapat diambil oleh Nabi Muhammad saw ketika bekerja menjadi penggembala! 4. Pada usia berapa tahun Nabi Muhammad saw menjadi penggembala! 5. Bagaimana pendapatmu mengenai kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai penggembala!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

C

Kebiasaan Nabi Muhammad saw sebagai Al-Amin

Ketika usia Nabi Muhammad saw 15 tahun, terjadi peristiwa yaitu perselisihan yang kemudian menjadi peperangan antarsuku. Suku yang berselisih yaitu suku Hawazin dan suku Quraisy. Dengan sangat terpaksa Nabi Muhammad mau tidak mau harus membela sukunya. Beliau tidak ikut bertempur secara langsung dan beliau tidak pernah membunuh satu orang sekali pun. Dalam pertempuran itu, beliau hanya bertugas menyediakan anak-anak panah untuk pamannya.
SKI 1 untuk MI Kelas III

55

Perang itu dinamakan Perang Fijar atau perang yang melanggar kesucian. Pada waktu itu suku Hawazin menyerang suku Quraisy pada bulan Zulkaidah, yakni salah satu bulan yang disebut bulan perdamaian. Akibat perselisihan itu, Kabah menjadi tidak ramai dikunjungi oleh orang-orang yang akan menunaikan ibadah haji. Hal itu secara ekonomi mengakibatkan pendapatan masyarakat Mekah menurun dan menderita bagi orang-orang miskin. Pada waktu itu Nabi Muhammad sudah mulai menginjak dewasa. Beliau suka membantu bekerja menyediakan air untuk minum orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah haji. Meskipun beliau sama sekali belum pernah mencoba ibadah seperti mereka. Penderitaan dan kemiskinan pun terjadi di kota Mekah, ketika Nabi Muhammad saw sudah berusia 20 tahun. Melihat penderitaan itu, beliau membuat sebuah lembaga kemanusiaan. Lembaga tersebut dinamakan Hiful-Fudul. Lembaga ini bertujuan untuk membantu orang-orang miskin dan menderita. Sejak saat itu, sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad saw sudah tampak. Dengan sikap dan perbuatannya, Nabi Muhammad saw banyak dikenal masyarakat kota Mekah bahkan sampai ke luar kota Mekah.

56

SKI 1 untuk MI Kelas III

Ketika itu Nabi Muhammad saw juga suka membantu pamannya berdagang. Dengan kejujuran dan kesopanannya, nama beliau semakin harum saja. Bahkan beliau diberi gelar Al-Amin oleh orang-orang. Al-Amin artinya orang yang terpercaya.

Pelatihan
1. Jelaskan peristiwa yang terjadi ketika Nabi Muhammad saw berusia 15 tahun! 2. Jelaskan yang dimaksud dengan Perang Fijar! 3. Jelaskan yang terjadi pada masyarakat kota Mekah ketika terjadinya Perang Fijar! 4. Mengapa Nabi Muhammad saw diberi gelar AlAmin! 5. Bagaimana pendapatmu mengenai kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai Al-Amin?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Tugas 1. Catatlah peristiwa-peristiwa yang penting pada materi di atas! 2. Buatlah dua contoh tentang perbuatan jujur yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat! 3. Bacakan hasilnya di depan kelas secara perorangan!

SKI 1 untuk MI Kelas III

57

Evaluasi
A. Pilihlah salah satu huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang benar! 1. Nabi Muhammad saw disusui oleh .... a. Aisyah b. Ummu Aima c. Halimah d. Aminah 2. Nabi Muhammad kembali ke ibu asuhnya karena di Mekah terjadi .... a. kelaparan b. perang c. wabah penyakit d. bencana alam 3. Nabi Muhammad kembali lagi ke Mekah pada usia .... a. 4 tahun b. 5 tahun c. 6 tahun d. 7 tahun

58

SKI 1 untuk MI Kelas III

4. Nabi .... a. 4 b. 5 c. 6 d. 7

Muhammad saw kehilangan ibunya pada usia tahun tahun tahun tahun

5. Aminah meninggal karena sakit di .... a. Desa Saab b. Mekah c. Desa Abwa d. Yastrib 6. Nabi Muhammad senang menggembala biri-biri milik .... a. Abdullah b. Abdul Muttalib c. Halimah d. Aminah 7. Suku yang terlibat perselisihan dengan suku Quraisy saat Nabi berusia 15 tahun adalah .... a. Hawazin b. Zulkaidah c. Badui d. Aus

SKI 1 untuk MI Kelas III

59

8. Nabi Muhammad suka membawakan air bagi mereka yang laksanakan .... a. perang b. ibadah haji c. sembah berhala d. perjalanan 9. Ketika membantu pamannya berdagang, Nabi Muhammad mendapatkan julukan .... a. Amanah b. Siddiq c. Al Amin d. Rasulullah 10. Nabi Muhammad terkenal di Mekah karena memiliki sifat .... a. berani b. pemarah c. lemah d. dapat dipercaya

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Mengapa Halimah mau menyusui Nabi Muhammad? 2. Mengapa Halimah mengembalikan Nabi Muhammad saat berumur empat tahun?
60
SKI 1 untuk MI Kelas III

3. Apa yang terjadi ketika Nabi Muhammad hendak ziarah ke makam ayahnya? 4. Mengapa Abdul Muttalib yang kemudian merawat Nabi Muhammad? 5. Siapa yang mengasuh Nabi Muhammad setelah Abdul Muttalib meninggal? 6. Apa yang dipelajari Nabi Muhammad saw dengan menggembala biri-biri? 7. Apa yang dimaksud dengan Perang Fijar? 8. Mengapa Nabi Muhammad mendapatkan julukan Al Amin? 9. Mengapa kejujuran sangat penting dalam hidup bermasyarakat? 10. Bagaimana perasaaanmu jika di sekitar tempat tinggalmu terjadi perkelahian antarsuku?

SKI 1 untuk MI Kelas III

61

Catatan Penting

62

SKI 1 untuk MI Kelas III

5
Masa Remaja Nabi Muhammad saw
Standar Kompetensi
Mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad saw

Kompetensi Dasar
Menceritakan kejadian luar biasa yang mengiringi lahirnya Nabi Muhammad saw.

Tujuan
Setelah mempelajari pokok bahasan ini kamu dapat: 1. menjelaskan peristiwa-peristiwa yang dialami Nabi Muhammad saw pada masa remaja; 2. mengambil ibrah berbagai peristiwa yang dialami Nabi Muhammad pada masa remaja.

SKI 1 untuk MI Kelas III

63

A

Kisah Nabi Muhammad saw dalam Berdagang

Sejak kecil Nabi Muhammad saw telah dikenal sebagai anak yang jujur. Ketika berusia 25 tahun, kejujuran Nabi Muhammad saw semakin dikenal oleh masyarakat Arab dan sekitarnya. Nabi Muhammad saw juga dikenal sebagai pemuda bijaksana dan berbudi pekerti luhur. Nabi Muhammad saw dipercaya oleh Khadijah untuk membawa barang-barang dagangannya ke negeri Syam. Khadijah adalah seorang bangsawan dan saudagar wanita kaya di Mekah. Ia dikenal sebagai dermawan yang sopan dan halus budi bahasanya. Barang-barang dagangan yang harus dibawa oleh Nabi Muhammad saw ke Negeri Syam sangat banyak dan bermacam-macam. Selama berdagang ke Negeri Syam. Nabi Muhammad saw disertai pembantu Khadijah yang bernama Maisarah. Nabi Muhammad saw dapat berdagang dengan baik sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama barangbarang dagangan itu habis terjual. Setelah barangnya habis, mereka segera kembali ke kota Mekah. Sesampainya di kota Mekah, Nabi Muhammad saw segera melaporkan hasil dagangannya kepada Khadijah. Semua keuntungan yang diperoleh Nabi Muhammad saw diserahkan kepada Khadijah. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengurangi hasil penjualannya sedikit pun.

64

SKI 1 untuk MI Kelas III

Maisarah juga melaporkan pengalamannya selama mengikuti Nabi Muhammad saw berdagang. Dia menceritakan kesopanan, kejujuran serta cara-cara yang dilakukan oleh Muhammad dalam berdagang. Selain itu, Maisarah juga menceritakan bahwa selama perjalanan mereka tidak pernah merasa panas karena selalu dilindungi awan. Keluhuran budi serta berbagai keistimewaan Nabi Muhammad saw itu membuat Khadijah semakin kagum. Rasa kagum Khadijah terhadap Nabi Muhammad saw semakin bertambah. Nabi Muhammad saw memang cukup pandai dalam berdagang, beliau sudah memiliki keterampilan dalam berdagang. Dengan keterampilan itulah Nabi Muhammad saw memanfaatkannya untuk berdagang. Beliau juga merupakan seseorang yang pintar dan bijaksana. Oleh karena itu, semakin kagum dan banggalah Khadijah.

Pelatihan
1. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw ketika berusia 25 tahun? 2. Siapa yang membantu Nabi Muhammad saw berdagang? 3. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw di negeri Syam?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

SKI 1 untuk MI Kelas III

65

4. Kenapa Khadijah kagum kepada Nabi Muhammad saw? 5. Bagaimana pendapatmu mengenai kisah Nabi Muhammad saw dalam berdagang!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

B

Tata Cara Nabi Muhammad saw Berdagang

Dalam kitab-kitab dilukiskan bahwa Nabi Muhammad saw adalah manusia yang paling baik budi pekertinya dan paling tampan rupanya. Beliau tampan dan memiliki kesempurnaan fisik. Meskipun begitu beliau tidak sombong dan berbangga hati. Kebersihan dan kehalusan rasa, serta ketaatan untuk memenuhi kewajibannya. Sifatnya yang lemah lembut, kesatria, ramah, dan otaknya cerdas. Dia pandai, alam pikirannya luas, sehingga orang-orang simpati dan menghormati. Nabi Muhammad saw dalam berdagang mempunyai cara yang sangat berbeda dengan pedagang lainnya. Selain ramah terhadap para pembeli, beliau juga sangat jujur dan bijaksana dalam menawarkan barang dan mencari keuntungan. Misalnya, ketika ada seseorang yang menanyakan harga barang dagangan yang dibawa, beliau selalu mengatakan harga pokok atau harga yang belum dilebihkan berdasarkan pembeliannya.
66
SKI 1 untuk MI Kelas III

Kemudian, orang tersebut memberikan keuntungan yang diperkirakan cukup untuk menutupi perjalanan Nabi Muhammad saw. Hal demikianlah yang menjadi kunci sukses Nabi Muhammad saw dalam berniaga atau berdagang. Selain itu Nabi Muhammad saw telah memiliki pengalaman berdagang ketika beliau masih bersama pamannya, Abu Thalib. Nabi Muhammad saw tidak pernah menjual barang dagangannya dengan harga mahal. Dalam menentukan harga, beliau selalu menyesuaikan dengan keadaan barang. Nabi Muhammad saw selalu bersikap ramah kepada para pembelinya. Orang-orang pun lebih suka berbelanja kepada Nabi Muhammad saw. Ketika barang dagangannya tidak terbeli. Beliau juga tidak marah kepada orang yang tidak membeli barang dagangannya. Rasa syukur itulah yang menjadikan Nabi Muhammad saw tidak sombong dan tidak berbangga hati jika barang dagangannya habis terjual. Para pembeli tidak khawatir tertipu oleh Nabi Muhammad saw. Mereka menganggapnya sebagai sosok yang jujur dan berperilaku baik. Beliau memberi penjelasan tentang barang dagangannya apa adanya, tidak dilebihlebihkan. Beliau sangat menghormati para pembeli dan berusaha melayani dengan baik dan sabar.

SKI 1 untuk MI Kelas III

67

Barang-barang yang dijual Nabi Muhammad saw lebih cepat dan mudah terjual. Keuntungan yang diperoleh pun besar.

Pelatihan
1. Mengapa orang-orang segan kepada Nabi Muhammad saw? 2. Bagaimana caranya Nabi Muhammad saw dalam berdagang? 3. Bagaimana sikap Nabi Muhammad saw kepada para pembeli ketika berdagang? 4. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw kepada calon pembeli yang tidak jadi membeli barang dagangannya? 5. Bagaimana pendapatmu mengenai tata cara Nabi Muhammad saw dalam berdagang?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

C

Pertemuan Nabi Muhammad saw dengan Pendeta Bukhaira

Ketika Nabi Muhammad saw berusia 12 tahun, beliau sudah tumbuh dengan sehat dan kuat. Pada suatu waktu Abu Thalib mengabulkan permintaan Nabi Muhammad saw untuk ikut bersama rombongan kafilah berdagang ke negeri Syam (Suriah).
68
SKI 1 untuk MI Kelas III

Waktu itu usia Nabi Muhammad saw memang terlalu kecil ikut dalam rombongan itu. Namun, beliau tetap saja memaksa untuk ikut dan akhirnya beliau bergabung bersama kafilah-kafilah lainnya. Pada usia itu telah terjadi keajaiban-keajaiban yang muncul dari dalam diri Nabi Muhammad saw. Misalnya, ketika Nabi Muhammad saw dalam perjalanan menuju kota Syam. Beliau berjalan di padang pasir yang sangat panas, tetapi beliau tidak merasakan kepanasan sedikit pun. Hal inilah yang berbeda dengan apa yang dirasakan oleh para kafilah lainnya. Pada waktu yang sama, seorang pendeta tengah memperhatikan rombongan orang yang sedang berjalan di padang pasir. Pendeta tersebut kaget ketika melihat ada seorang anak yang ikut dalam rombongan selalu diiringi segumpal awan yang melindunginya dari sengatan sinar matahari. Pendeta itu mengamati Nabi Muhammad saw karena dia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Tanda-tanda seperti yang dijelaskan dalam kitab Zabur, Taurat, dan Injil. Pendeta itu bernama Bukhaira. Dia yang pertama kali melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad saw ketika melihat Nabi Muhammad saw bersama anak yang lain. Nabi Muhammad saw memiliki cahaya yang terang benderang dan beliau terlindung dari sinar matahari dengan awan di atas kepalanya.

SKI 1 untuk MI Kelas III

69

Selain itu Pendeta Bukhaira bertanya pada kakeknya dan kakeknya itu menjelaskan tentang Nabi Muhammad saw. Bertambah yakinlah kalau Nabi Muhammad saw itu memiliki ciri-ciri kenabian. Kemudian pendeta Bukhaira pun mendatangi Nabi Muhammad saw dan mencoba berbincang-bincang dengan Nabi Muhammad saw. Di antaranya tanda-tanda kenabian tersebut, ada berupa stempel kenabian yang terletak di antara dua belikatnya yang mengkilat memancarkan cahaya terang. Pendeta Bukhaira lalu menjelaskan kepada Abu Thalib bahwa kelak anak tersebut akan menjadi seorang Nabi atau Rasul Allah swt, yang memimpin seluruh umat manusia. Pendeta Bukhaira pun berpesan agar Abu Thalib menjaga Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw adalah seorang yang dinanti-nanti sebagai nabi di akhir zaman. Pendeta itu mengatakan bahwa yang ia katakan sesuai dengan pengetahuannya dari kitab Injil. Hal itu membuat Abi Thalib mempercepat urusannya di Negeri Syam dan segera pulang ke kota Mekah.

Pelatihan
1. Apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw pada usia 12 tahun? 2. Jelaskan ciri-ciri keajaiban yang muncul dalam diri Nabi Muhammad saw pada usia 12 tahun!
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

70

SKI 1 untuk MI Kelas III

3. Apa yang dilakukan pendeta Bukhaira ketika melihat tanda-tanda kenabian muncul pada Nabi Muhammad saw? 4. Jelaskan pesan yang disampaikan pendeta Bukhaira kepada Abu Thalib! 5. Bagaimana menurut pendapatmu mengenai pertemuan antara Nabi Muhammad saw dengan pendeta Bukhaira?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

D

Meneladani Nabi Muhammad saw Ketika Berdagang

Selain sifatnya, sebagai umatnya kita pun hendaknya meneladani perilaku beliau dalam berbagai kegiatan. Misalnya saat berdagang. Nabi Muhammad saw merupakan sosok yang perlu kita teladani, karena memiliki nilai-nilai tauladan yang baik. Nabi Muhammad saw memiliki kejujuran yang tinggi, kebijaksanaan, dan sifat baik lainnya. Bahkan saat berdagang pun sifat jujurnya terus melekat dalam diri Nabi Muhammad saw. Apabila barang yang dijualnya jelek, maka ia pun akan berkata jelek. Apabila baik, maka ia pun akan berkata baik. Apakah ketika nanti kamu saat berdagang dapat berbuat seperti Nabi Muhammad saw?
SKI 1 untuk MI Kelas III

71

Tentu kamu harus dapat meneladani sifat-sifat baik Nabi Muhammad saw. Salah satunya adalah meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad saw saat berdagang. Sifat-sifat apakah yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw? Di antaranya, yaitu sifat jujur. Beliau pada saat berdagang selalu berkata dan berbuat jujur. Dengan kejujuran, orang akan percaya dan menjadi tidak khawatir apabila ia hendak menjual barang dagangannya. Mereka akan menganggap orang itu selalu jujur. Hasil dari kejujuran itu adalah munculnya kepercayaan orang lain terhadap diri kita sendiri. Oleh karena itu, sudah sepatutnya direnungkan tentang manfaat dari kejujuran itu. Nabi Muhammad saw adalah seorang pekerja yang tekun dan rajin. Beliau tidak pernah merasa bangga dan puas dengan keberhasilannya, senantiasa rendah hati. Dengan kerendahan hati itulah, ia selalu berusaha untuk lebih baik. Apabila seseorang mengalami nasib yang baik dalam berdagang, hendaklah ia bersyukur dan tetap rendah hati. Seperti meningkatnya barang dagangan yang terjual, meningkatnya keuntungan, dan sebagainya. Dengan terus meningkatkan cara berdagangnya, yakni dengan sikap rajin dan tekun tadi. Pada saat melayani para pembeli, Nabi Muhammad saw selalu ramah dan sabar. Sikap ramah itu menarik perhatian pembeli, sebab pembeli di mana pun tentu ingin yang melayaninya seseorang yang ramah dan sabar.
72
SKI 1 untuk MI Kelas III

Pelatihan
1. Kenapa kita harus meneladani kerja Nabi Muhammad saw ketika berdagang? 2. Bagaimana caranya kita meneladani kerja Nabi Muhammad saw ketika berdagang? 3. Bagaimana pendapatmu mengenai kerja Nabi Muhammad saw ketika berdagang?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

E

Kemandirian Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad saw sejak kecil sudah biasa untuk hidup mandiri. Kemandirian itu ditandai dengan keinginannya untuk ikut berdagang. Beliau bahkan dipercaya oleh Khadijah, seorang saudagar wanita yang kaya raya. Kemandiriannya diikuti oleh sifat-sifatnya yang terpuji. Beliau memiliki kecerdasan dan ketekunan sehingga membiasakan diri untuk melakukan sesuatu dengan baik. Beliau dapat melaksanakan setiap tugas yang diberikan kepada dirinya dengan baik. Nabi Muhammad saw tidak suka membiasakan diri untuk selalu tergantung pada orang lain. Meskipun Nabi

SKI 1 untuk MI Kelas III

73

Muhammad saw merupakan sosok yang cerdas, tetapi beliau memiliki rasa rendah hati dan mulia. Dengan kesucian hatinya beliau tidak ingin berburuk hati pada orang lain. Beliau selalu berusaha untuk membantu orang lain. Nabi Muhammad saw memiliki kesederhanaan hidup. Beliau membiasakan untuk selalu menjahit pakaiannya sendiri, memerah sendiri susu kambing peliharaannya, dan sebagainya. Beliau tidak suka apabila ada seseorang yang dicaci maki, tetapi saat orang Yahudi mencaci dan memakinya, ia menerimanya dengan penuh kesabaran. Segala tantangan beliau hadapi tanpa meminta bantuan pada orang lain. Beliau sangat menghargai wanita, mencintai anakanak, dan menyayangi orang miskin. Beliau menghormati orang, termasuk budak belian yang pada waktu itu dianggap dapat diperlakukan sekehendak hati. Nabi Muhammad saw malah membebaskan para budaknya. Padahal kalau beliau berniat, segala pekerjaan berat dapat diberikan pada budak belian itu. Hal itu dikarenakan Nabi Muhammad saw merupakan sosok yang lebih suka mengandalkan kemampuannya tanpa mau menyusahkan orang lain.

74

SKI 1 untuk MI Kelas III

Pelatihan
1. Bagaimana kemandirian Nabi Muhammad ketika berdagang? 2. Bagaimana cara Nabi Muhammad saw hidup dengan kemandirian! 3. Bagaimana pendapatmu mengenai kemandirian Nabi Muhammad saw ketika remaja?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

F

Peristiwa Peletakkan Hajar Aswad

Ketika Nabi Muhammad saw berusia 35 tahun, kota Mekah dilanda banjir besar. Akibat banjir tersebut Kabah menjadi rusak dan Hajar Aswad hanyut dari tempatnya. Orang-orang Mekah kemudian berusaha memperbaiki Kabah dan mengembalikan Hajar Aswad ke tempat semula. Setelah perbaikan Kabah selesai, terjadi perselisihan antara empat suku besar. Mereka berebut untuk meletakkan Hajar Aswad, karena masing-masing suku mengaku paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad. Perselisihan itu tidak dapat diselesaikan. Tidak lama kemudian datang seorang Quraisy bernama Abu Ummayyah bin Mughirah Al Makhzumi. Dia berusaha melerai pertikaian keempat suku tersebut, tetapi tidak berhasil.
SKI 1 untuk MI Kelas III

75

Kemudian Abu Ummayah mengusulkan agar perselisihan tersebut diselesaikan oleh seorang hakim. Orang yang berhak menjadi hakim adalah orang yang pertama kali masuk Masjidil Haram melalui pintu safa pada keesokan harinya. Usul tersebut disetujui oleh para pemuka suku Quraisy. Ternyata orang yang pertama masuk melalui pintu safa adalah Nabi Muhammad saw. Semua suku setuju bahwa yang menjadi hakim untuk menyelesaikan pertikaian mereka adalah Nabi Muhammad saw. Mereka juga percaya bahwa Nabi Muhammad saw dapat menyelesaikan masalah tersebut. Nabi Muhammad saw dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat memberikan keputusan yang adil, sehingga mereka percaya pada beliau. Nabi Muhammad saw kemudian membentangkan sorbannya di tanah dan meletakkan Hajar Aswad di tengahnya. Beliau meminta para kepala suku yang bertikai untuk memegang ujung sorban dan mengangkatnya bersama-sama. Kemudian Nabi Muhammad saw mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya di tempat semula. Dengan demikian perselisihan dapat diselesaikan dengan baik. Para kepala suku merasa puas dengan penyelesaian yang dilakukan Nabi Muhammad saw.

76

SKI 1 untuk MI Kelas III

Pelatihan
1. Apa yang terjadi di kota Mekah ketika Nabi Muhammad saw berusia 35 tahun? 2. Apa yang dilakukan oleh masyarakat kota Mekah setelah selesai peristiwa banjir? 3. Jelaskan usul Abu Umayyah dalam menyelesaikan pertikaian antarsuku! 4. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw dalam menyelesaikan pertikaian empat suku tersebut? 5. Bagaimana pendapatmu mengenai Nabi Muhammad saw dalam peristiwa peletakkan Hajar Aswad?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Tugas 1. Catatlah peristiwa-peristiwa penting pada materi di atas! 2. Buatlah rangkumannya dari materi di atas! 3. Buatlah satu contoh caramu hidup mandiri di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat! 4. Bacakanlah hasilnya di depan kelas secara bergiliran!

SKI 1 untuk MI Kelas III

77

Evaluasi
A. Pilihlah salah satu huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang benar! 1. Nabi Muhammad diajak Abu Thalib berdagang pertama kali ke .... a. Habsy b. Suriah c. Syam d. Yastrib 2. Saat mengikuti Abu Thalib pertama kali, Nabi Muhammad bertemu dengan .... a. Bukhaira b. Khadijah c. Abdullah d. Maisarah 3. Dalam berdagang Nabi Muhammad saw selalu berkata .... a. melebihkan b. mengurangkan c. jujur d. memaksa

78

SKI 1 untuk MI Kelas III

4. Nabi Muhammad berdagang dengna menjual barang yang diperoleh dari .... a. Bukhaira b. Khadijah c. Abdullah d. Maisarah 5. Nabi Muhammad selalu bersikap ... untuk menarik pembeli. a. ceria b. ramah c. senang d. berani 6. Tujuan Nabi Muhammad berdagang untuk menjual barang Khadijah adalah .... a. Habsy b. Suriah c. Syam d. Yastrib 7. Perselisihan yang diselesaikan Nabi Muhammad saat berusia 35 tahun adalah .... a. peletakkan Hajar Aswad b. perbaikan Kabah c. perang antarsuku d. serangan pasukan gajah

SKI 1 untuk MI Kelas III

79

8. Menyatakan harga barang lebih mahal dari sebenarnya berarti telah .... a. melebihkan b. mengurangkan c. jujur d. memaksa 9. Nabi Muhammad belajar berdagang dari .... a. Abu Thalib b. Abdul Muttalib c. Abdullah d. Khadijah 10. Nabi Muhammad dipercaya untuk menyelesaikan masalah Hajar Aswad karena ia memiliki .... a. sikap baik b. sikap pemberani c. sikap dapat dipercaya d. keturunan terhormat

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Mengapa Nabi Muhammad sangat dipercaya para pembeli? 2. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad dalam menjual barang?
80
SKI 1 untuk MI Kelas III

3. Siapa yang bertemu Nabi Muhammad saat ikut serta perjalanan Abu Thalib ke Negeri Syam? 4. Mengapa Pendeta Bukhaira tertarik pada Nabi Muhammad? 5. Mengapa Abu Thalib segera kembali ke Mekah setelah bicara dengan Pendeta Bukhaira? 6. Bagaimana pendapatmu tentang cara Nabi Muhammad dalam berdagang? 7. Apakah cara berdagang Nabi Muhammad membawa keuntungan kepada pembeli? 8. Sebutkan tiga contoh perilaku yang meneladani perilaku Nabi ketika berdagang? 9. Apa pendapat Khadijah tentang perilaku Nabi Muhammad? 10. Bagaimana perilaku sehari-hari Nabi Muhammad ketika remaja?

SKI 1 untuk MI Kelas III

81

Catatan Penting

82

SKI 1 untuk MI Kelas III

6
Peristiwa Kerasulan
Standar Kompetensi
Mengenal peristiwa kerasulan Muhammad saw.

Kompetensi Dasar
1. Mendeskripsikan peristiwa kersulan Muhammad saw. 2. Mengambil ibrah dari peristiwa kerasulan Muhammad saw

Tujuan
Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan kamu dapat: 1. menjelaskan tetang sikap Nabi Muhammmad saw yang senang bertafakur; 2. menjelaskan proses peritiwa kerasulan yang dialami Nabi Muhammad saw; 3. mengambil hikmah dari peristiwa kerasulan Nabi Muhammad saw.

SKI 1 untuk MI Kelas III

83

A

Peristiwa Gua Hira

Nabi Muhammad saw menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Nabi Muhammad saw tidak memandang usia Khadijah. Beliau mencintai Khadijah dengan setulus hatinya. Nabi Muhammad saw dan keluarganya sangat bahagia. Apalagi ditambah dengan kehadiran enam orang anak-anak, yaitu 2 orang putra dan 4 orang putri. Anak-anak Nabi Muhammad bernama Al-Asim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum, dan Fatimah. Namun, kedua putranya meninggal pada saat mereka masih kecil. Dalam membina keluarga, Nabi Muhammad saw belum pernah menyakiti istrinya. Sebaliknya Khadijah pun dengan ikhlas menyerahkan harta kekayaannya kepada Nabi Muhammad saw. Dengan harta kekayaan yang dimiliki oleh Khadijah, Nabi Muhammad saw suka membeli budak yang teraniaya oleh majikannya, kemudian dibebaskannya. Meskipun dengan harga yang sangat mahal. Di antara budak-budak yang dibebaskan oleh Nabi Muhammad saw ada yang menjadi anak angkat Nabi. Budak itu bernama Zaid bin Haritsah. Nabi Muhammad saw suka membantu menyediakan air minum untuk orang-orang yang sedang beribadah haji. Namun, beliau belum pernah sama sekali melakukan ibadah seperti mereka.
84
SKI 1 untuk MI Kelas III

Menjelang usianya yang ke-40, Nabi Muhammad saw sering memisahkan diri untuk lebih memusatkan pikirannya dalam beribadah. Nabi Muhammad berusaha mencari tempat yang cocok untuk bertafakur. Beliau ingin mencari penyelesaian untuk memecahkan masalah bangsa Arab yang menyembah berhala supaya mereka tidak melakukannya lagi. Akhirnya beliau mendapatkan sebuah tempat yang cocok untuk bertafakur. Tempat itu adalah Gua Hira. Gua Hira terletak 6 km di sebelah timur laut kota Mekah. Di lereng gunung itu, sekitar 20 m dari puncaknya terdapat sebuah gua yang sempit dan gelap. Namun, beliau tidak peduli dengan keadaan gua yang sempit dan gelap tersebut. Bukan fisik tempatnya yang ia cari, tetapi manfaatnya. Nabi Muhammad melakukan tafakur, dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama Ibrahim as. Beliau melakukan tafakur dan merenung selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Beliau memang merupakan sosok yang tekun dan rajin. Beliau begitu serius menghadapi permasalahan. Beliau terus berusaha untuk mendapatkan jalan keluar untuk permasalahan yang sedang dihadapi. Sebagai kepala keluarga, tentu beliau merindukan keluarganya. Namun beliau pun memiliki kepentingan untuk bertafakur.

SKI 1 untuk MI Kelas III

85

Oleh karena itu, apabila beliau merindukan keluarganya, beliau pun akan segera menjenguknya. Nabi Muhammad pun merupakan manusia normal yang memerlukan makan, minum, dan lain-lain. Ia pun akan pulang ke rumah apabila perbekalan sudah habis. Kegiatan Nabi Muhammad di Gua Hira tidak membuat Nabi Muhammad jemu dan jenuh. Bahkan beliau semakin gigih melakukan tafakur. Nabi Muhammad saw cukup lama bertafakur di Gua Hira akhirnya datanglah sesuatu keajaiban. Tepatnya tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 611. Beliau melihat cahaya terang benderang memenuhi ruangan gua. Tibatiba muncul Malaikat Jibril dan memperkenalkan nama dirinya kepada Nabi Muhammad saw. Kemudian menyampaikan wahyu Allah yang pertama yakni Al-Qur'an Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan pada manusia apa yang tidak diketahuinya.
86
SKI 1 untuk MI Kelas III

Dengan turunnya wahyu yang pertama itu, Nabi Muhammad saw yang telah berusia 40 tahun telah dipilih Allah swt sebagai Rasul. Setelah pengalaman tersebut, dengan rasa khawatir dia pulang ke rumah dan berkata kepada Khadijah: ”selimuti aku, selimuti aku”. Sekujur tubuhnya terasa panas dan dingin. Kemudian setelah merasa agak tenang, barulah ia bercerita kepada istrinya dengan tetap merasa cemas. Khadijah berusaha menenangkan hati suaminya. Untuk lebih menentramkan suaminya itu, Khadijah mengajak suaminya datang kepada saudara sepupunya, Waraqah bin Nawfal, yang banyak mengetahui kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Setelah Waraqah bin Nawfal mendengar cerita di Gua Hira, ia pun berkata: ”Aku bersumpah dengan nama Tuhan, yang dalam tangan-Nya terletak hidup Waraqah, Tuhan telah memilihmu menjadi kaum ini. An-Namus al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadamu, kaummu akan mengatakan bahwa engkau penipu, mereka akan memusuhimu, mereka akan membuangmu, dan mereka akan melawanmu. Sungguh jika aku akan dapat hidup sampai hari itu, aku akan berjuang membelamu.” Meskipun mengandung kekhawatiran Nabi Muhammad saw sudah mulai tenang kembali. Dengan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw di Gua Hira, merupakan bukti bahwa Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul Allah swt. Peristiwa di Gua Hira merupakan tonggak awal bagi Nabi Muhammad saw menjalankan
SKI 1 untuk MI Kelas III

87

tugasnya sebagai rasul Allah yang terakhir. Untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar dan sesuai dengan kehendak Allah swt. Beberapa minggu kemudian Malaikat Jibril datang lagi menyampaikan wahyu Allah swt yang kedua dalam Al-Qur'an yakni surat Al-Muddasir ayat 1-7.

Artinya: Wahai orang-orang yang Berkemul (berselimut)! bangunlah, lalu berilah peringatan! dan agungkanlah Tuhanmu. Dan bersihkanlah pakaianmu, (Muhammad) dan tinggalkanlah segala (perbuatan) dan janganlah engkau memberi (dengan maksud) memperoleh balasan yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah. Wahyu kedua dan ketiga dimaksudkan untuk memantapkan hati Nabi Muhammad saw. Barulah setelah kemantapannya menjadi kuat, turun wahyu yang memerintahkan Nabi saw untuk berdakwah, menyebarkan ajaran-ajaran Allah swt.

88

SKI 1 untuk MI Kelas III

B

Tanda-tanda Awal

Bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad saw sebenarnya sejak kecil pun sudah mulai kelihatan. Ini terbukti ketika Nabi Muhammad saw pada usia 4 tahun atau dalam asuhan Halimah. Ketika itu Nabi Muhammad saw sering didatangi oleh para malaikat dan mengucapkan salam kepadanya. Kemudian para malaikat tersebut membersihkan hati Nabi Muhammad saw sejak kecil. Beliau merupakan manusia pilihan Allah swt yang harus menjaga dengan benar segala sesuatu yang diperintahkan-Nya. Selanjutnya, ketika Nabi Muhammad saw berusia 12 tahun dan ikut bersama pamannya, yaitu Abu Thalib, dalam rombongan para kafilah untuk berdagang ke negeri Syam. Ketika rombongan para kafilah sedang berjalan di padang pasir yang panas, Nabi Muhammad saw tidak merasakan panas sinar matahari. Beliau selalu dilindungi oleh segumpalan awan di atasnya. Pada waktu itu juga sudah kelihatan bukti-bukti bahwa Nabi Muhammad saw akan menjadi seorang Rasul. Hal ini juga diakui oleh waqarah bin Naufah. Bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad juga dijelaskan oleh salah seorang pendeta yang bernama Bukhaira. Pendeta tersebut mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw kelak akan menjadi nabi di akhir zaman. Pendeta

SKI 1 untuk MI Kelas III

89

tersebut mengatakan hal itu berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari kitab Injil. Selain itu, Nabi Muhammad saw mempunyai tanda kerasulan yang memancarkan cahaya di tubuhnya. Tanda tersebut ditunjukkan oleh Pendeta Bukhaira. Puncak dari semua bukti-bukti tentang kerasulan Nabi Muhammad yakni ketika Nabi Muhammad saw sedang bertafakur di dalam Gua Hira. Beliau didatangi oleh Malaikat Jibril dan menyampaikan wahyu yang pertama. Beliau diangkat menjadi rasul Allah swt. Waktu itu, Nabi Muhammad berusia 40 tahun. Setelah mendapatkan wahyu yang pertama, Nabi Muhammad saw selalu didatangi oleh Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu-wahyu selanjutnya

Pelatihan
1. Sebutkan bukti kerasulan Nabi Muhammad saw ketika ia baru berusia 4 tahun! 2. Apa yang terjadi ketika Nabi Muhammad berusia 12 tahun? 3. Dari manakah Bukhaira memperoleh pengetahuan tentang bukti kerasulan Nabi Muhammad? 4. Bagaimana pendapatmu tentang perilaku seharihari Nabi Muhammad saw?
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

90

SKI 1 untuk MI Kelas III

Evaluasi
A. Pilihlah salah satu huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang benar! 1. Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah saat ia berusia .... a. 25 tahun b. 30 tahun c. 35 tahun d. 40 tahun 2. Pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah dikarunia .... a. 2 anak b. 4 anak c. 6 anak d. 8 anak 3. Nabi Muhammad saw senang melakukan tafakur di .... a. Gua Hira b. Gua Tsur c. Kabah d. Masjidil Haram

SKI 1 untuk MI Kelas III

91

4. Setelah menerima wahyu pertama Nabi Muhammad kembali ke .... a. Abu Thalib b. Bukhaira c. Waraqah bin Naufal d. Khadijah 5. Wahyu yang diterima pertama kali oleh Nabi Muhammad saw adalah surat .... a. Al Fill b. Al Baqarah c. Al Fatihah d. Al Alaq 6. Jumlah ayat yang diterima Nabi Muhammad saat peristiwa kerasulan adalah .... a. 4 b. 5 c. 7 d. 9 7. Untuk menenangkan hati Nabi Muhammad, Khadijah membawanya menemui .... a. Abu Thalib b. Bukhaira c. Waraqah bin Naufal d. Abu Bakar Siddiq

92

SKI 1 untuk MI Kelas III

8. Jumlah ayat surat Al Muddasir yang menjadi wahyu kedua adalah .... a. 1-4 b. 1-5 c. 1-7 d. 1-9 9. Nabi Muhammad saw menerima wqahyu pertama pada tanggal .... a. 27 Ramadan b. 27 Rajab c. 17 Ramadan d. 17 Rajab 10. Salah satu bukti kerasulan Nabi Muhammad saat masih kecil adalah .... a. dibersihkan hatinya oleh malaikat b. disapa oleh para malaikat c. mendapat perlindungan ketika dalam perjalanan d. semua benar

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad di Gua Hira? 2. Apa yang terjadi ketika Nabi Muhammad bertemu dengan Malaikat Jibril?
SKI 1 untuk MI Kelas III

93

3. Bagaimana Khadijah menenangkan Nabi Muhammad setelah pertama kali bertemu Malaikat Jibril? 4. Apa yang dikatakah Waraqah bin Naufal tentang Nabi Muhammad saw? 5. Tuliskan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw! 6. Bagaimana perasaaan Nabi Muhammad saw ketika menerima wahyu pertama? 7. Bagaimana Nabi Muhammad saw menerima wahyu kedua? 8. Tuliskan wahyu kedua yang diterima oleh Nabi Muhammad saw! 9. Apa yang dinyatakan Pendeta Bukhaira tentang Nabi Muhammad saw? 10. Apa pendapatmu tentang peristiwa kerasulan?

94

SKI 1 untuk MI Kelas III

Arnold, Thomas, Sejarah Dakwah Islam, Jakarta: Wijaya, 1983. Asman, Latief, A., Ringkasan Sejarah Islam, Jakarta: Wijaya, 1979. Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah, Bandung: Mizan, 1994. Chatibul, Umam, dkk, Sejarah Islam, Jakarta: Gunung Jati, 1979. Hamka, Prof. Dr., Sejarah Umat Islam I, II, III, dan IV, Jakarta: Bulan Bintang, 1976. Hasymy, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1973. Hasan, Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Yogyakarta: Kota Kembang, 1989. Syalabi, Ahmad, Sejarah Kebudayaan Islam I, Jakarta: Pustaka al-Huna, 1979. Umam, Chatibul, Prof. DR. H, dkk., Sejarah Kebudayaan Islam, Kudus: Menara Kudus, 2003 Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Raja Pressindo, 1993.

SKI 1 untuk MI Kelas III

95

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful