Makalah Industri Tuna

Ketiga. Banyak kendala dan masalah yang harus dihadapi untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan tuna secara optimal dan lestari.920.000 ton tuna segar untuk konsumsi sashimi.025. Tuntutan yang sangat mendesak tersebut mengingat potensi sumberdaya perikanan Indonesia yang saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal.865 Kg dengan nilai ekspor sebesar 110. Bahkan.984 Kg dengan nilai 213. Korea Selatan. Ekspor komoditi tuna Indonesia sebagian besar dalam bentuk beku. berkaitan dengan sistem perbankan yang kurang kondusif bagi investasi usaha perikanan. Latar Belakang Upaya memanfaatkan sumberdaya perikanan secara optimal dan lestari merupakan tuntutan yang sangat mendesak bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. potensi di perairan ZEE Indonesia khususnya tuna dan cakalang serta ikan pelagis besar lainnya masih lebih banyak dimanfaatkan oleh kapal ikan asing dengan berbagai akibat yang merugikan kepentingan nasional. 2005 sebesar 39. tentunya diperlukan kerja keras dan keberpihakkan semua sektor dalam mendukung infrastruktur dan permodalan yang memadai guna menciptakan bisnis yang kondusif khususnya di sentra-sentra produksi tuna di kawasan Timur Indonesia.178.000 ton permintaan terhadap produk tuna kaleng dan 580. segar dan tuna dalam kaleng.091. Sedangkan 1.841 US$. Tuna sebagai komoditas perikanan andalan Indonesia setelah udang mempunyai prospek cerah dalam pengusahaanya.1.684. mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2002 sebesar 92. Jepang merupakan sentral pasar tuna dunia. PENDAHULUAN 1. dan ekspor untuk menghasilkan devisa Negara. Eropa dan Thailand. Papua. dari peluang tersebut Indonesia baru mencapai pangsa pasar dunia sebesar 7. Amerika Serikat.796.52 %.438 US$. disamping memperluas lapangan kerja. Pada tahun 2003 sebesar 117. Negara–negara pesaing Indonesia di pasar internasional antara lain Australia. mengingat permintaan produk tersebut di pasar domestik dan ekspor cenderung meningkat. Peningkatan tersebut dipacu dengan kesadaran masyarakat khususnya di Eropa dan Amerika serta negara-negara di kawasan Timur Tengah yang mulai sadar akan sumber makanan yang sehat . Peluang pasar tuna dan cakalang dibeberapa negara importir utama masih terbuka lebar. kesempatan berusaha. mereka beralih dari daging ke ikan khususnya tuna.000 ton yang terdiri dari 80. Ekspor komoditi tuna Indonesia hingga bulan November 2004 berdasarkan data BPS. Sehubungan dengan itu ekspor tuna dan cakalang masih perlu ditingkatkan. ke lima kurang terpadunya rencana tata ruang di dalam wilayah laut dan pantai. Sulawesi dan Pantai Barat Sumatera. terutama untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan / petani ikan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. negara tersebut mendominasi permintaan tuna dengan total volume konsumsi sebesar 660.425. sehingga hal itu mengurangi kepastian hukum dalam berusaha dan menimbulkan .BAB I. mengingat luasnya wilayah ZEE Indonesia dengan sumberdaya ikan tersebut cukup besar dengan sentra sentra pengusahaanya yang perlu diintensifkan seperti di perairan Maluku. masih maraknya illegal fishing yang mempengaruhi produksi tangkapan kapal tuna nasional. ke empat pelayanan di pelabuhan perikanan yang mengakibatkan biaya ekonomi tinggi.3 juta ton berasal dari permintaan negara lain. Spanyol. pertama. Taiwan dan Guam. Negara tujuan utama ekspor produk tuna Indonesia adalah Jepang. kedua tuna tergolong hewan yang hight miggration sehingga pengeloaannya terkadang melewati batas-batas negara sementara Indonesia belum menjadi anggota dalam pengelolaan tuna dunia.612 Kg dengan nilai 212.

Mengetahui potensi dan tingkat pemanfaatannya. 3.2. ke enam. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Mengetahui kendala dan permasalahan yang dihadapi industri perikanan . Mengetahui perkembangan industri perikanan tuna Indonesia. 4. Melalui kerja keras dan kebersamaan dari berbagai sector diharapkan ke depan Indonesia menjadi sentral industri tuna dunia. kurang tegasnya tindakan terhadap pelanggaran peraturan. 1. Menyusun strategi dan kebijakan pengembangannya . disamping itu perlu adanya upaya peningkatan SDM dan relokasi nelayan dari wilayah padat tangkap seperti di perairan pantai Utara Jawa ke sentra usaha tuna di kawasan Timur Indonesia. 2.kesenjangan sosial. dan pengawasan keamanan.tuna Indonesia.

Baru pada awal tahun 1970. dan terus dikembangkan hingga ke Sabang-Aceh. Maluku dan Irian Jaya. khususnya sebagai pemasok bahan baku industri tuna kaleng. Ukuran kapal hand line relatif kecil <10 GT. Perikanan Samudera Besar (PSB) berdiri. Perkembangan industri perikanan tuna nasional demikian pesat hal ini dikarenakan produk tersebut bernilai tinggi dan permintaannya di pasar dunia terus meningkat tidak hanya produk beku (frozen tuna).BAB II. jika dikelola dengan baik dan bijaksana. Di Indonesia perikanan tuna mulai diperkenalkan pada awal tahun 1960 dan baru 1 (satu) perusahaan yang mengusahakan secara komersial yaitu PN. PERKEMBANGAN ARMADA Pengusaha Perikanan Tuna. Pelabuhan Benoa-Bali dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. dengan lama operasi lebih dari 30 hari/tripnya. sebanyak 127 kapal. Sementara di NTT. Namun dewasa ini hanya sebahagian kecil dari tangkapan nelayan dengan hand line yang dapat menembus pasar tuna segar karena mutu. dikembangkan kapal-kapal yang berukuran lebih kecil (< 60 GT) dinilai lebih effesien dan ekonomis dengan lama operasi tidak lebih dari 2 minggu untuk menjaga mutu produk tersebut. daerah tersebut dipilih karena dekat dengan fishing ground tuna. Kapal tuna long liner yang beroperasai di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia saat ini diperkirakan berjumlah 1600 kapal berbagai ukuran dengan pangkalan utama Pelabuhan Perikanan Samudera Jakarta. NTB hingga ke kawasan timur Indonesa (Sulawesi.1. dikembangkan pole and liner. Perkembangannya diikuti oleh perusahaan-perusahaan Nasional dan Penanaman Modal Asing (PMA). khusus untuk industri tuna longliner skala besar. 2. dan Cilacap. Perikani dengan armada dan SDM yang sangat terbatas. setelah PT. Disamping ditangkap dengan rawai tuna dan pukat cincin. INDUSTRI PERIKANAN TUNA INDONESIA 2. yang memiliki armada tuna longliner dengan jumlah kapal sebanyak 485 kapal yang berpangkalan di Pelabuhan Nizam Zahman.2. tergabung dalam satu wadah yaitu Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin). tuna juga ditangkap oleh para nelayan dengan menggunakan jenis alat tangkap hand line. sekarang Papua). penanganan hasil tangkapan dan peralatan yang kurang memadai. dengan ukuran 60 – 100 GT. Pada tahun 1980 armada perikanan PSB beroperasi hampir diseluruh perairan Indonesia. Namun demikian penangkapan tuna dengan alat tangkap hand line ini cukup memberikan harapan untuk menopang industri tuna nasional. Gambaran Umum. sejalan dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana perikanan tangkap (Pelabuhan Perikanan) dan sarana penunjang lainnya. . Kapal yang digunakan pada saat ini berukuran > 100 Gross Tonage (GT) yang dilengkapi dengan unit refrigrasi hingga (-) 50 °C. Kapal Tuna Long Line yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Cilacap hingga tahun 2004. purseiner dan hand liner yang melibatkan nelayan dalam jumlah besar dengan pola kemitraan dengan pengusaha. Khusus untuk produk segar (fresh tuna). Basis perikanan tidak hanya terkonsentrasi di Bali tetapi sudah menyebar di sentra-sentara penangkapan tuna seperti di Jakarta. Jakarta. Basis perikanan terkonsentrasi di Benoa Bali. Penangkapan tuna biasanya dilakukan dengan alat bantu rumpon. segar (Fresh tuna) tetapi juga dalam bentuk tuna kaleng (canning tuna). usaha penangkapan tuna secara komersial benar-benar terealisasi.

Seychelles dan Philiphina (Tabel. ironis memang bila industri pengalengangan nasional mengalami kekurangan pasokan bahan baku. Kapasitas industri pengolahan yang ada sebesar 800 MT/ hari. Amerika Serikat. Philiphina dan Iran. Problem yang muncul ke permukaan pada industri pengalengan nasional adalah tidak dapat bersaing dengan industri pengalengan dari negara tetaga seperti Thailand dan Philiphina. Estimasi penerimaan devisa negara dari industri pengolahan nasional. bila permasalahan kelangkaan bahan baku dapat teratasi. 2. beku dan bentuk olahan (tuna kaleng. artinya baru 20 % kapasitas produksi yang dapat dimanfaatkan. Spanyol. melalui industri pengalengan maupun olahan tuna lainnya. 2.2 juta ton/ tahun. Perkembangan produksi dan ekspor komoditi tuna Indonesia hingga November. Jepang. untuk itulah Direktorat Kelembagaan Dunia Usaha.8 ribu ton (55. tuna beku dan produk olahan beku. Cote d´lvoire. Kemampuan produksi industri pengalengan nasional 24.2. sisanya sejumlah 857. Sementara itu bila dilihat dari produksi tuna kaleng negara produsen tuna kaleng dunia. Spanyol. Sementara selama lima . posisi Indonesia berada pada urutan ke 11 setelah Thailand.5 juta karton menjadi 5 juta karton.3 %) yang masuk pasar ekspor dunia atau setara dengan 2. produk tuna dunia juga dipasarkan dalam bentuk tuna kaleng. Tidak semua produksi tuna kaleng masuk ke pasar ekpor. steak. Ecuador. Selain dipasarkan (ekspor) dalam bentuk tuna segar. melalui Workshop Revitalisasi Industri Pengolahan Hasil Perikanan. awal September 2004. produksi tuna kalengnya 100 % untuk ekspor. setelah Thailand. Mexico. Cote d´lvoire.029. serta negara pengekspor tuna kaleng utama lainnya dikarenakan kurangnya pasokan bahan baku dari industri penangkapan tuna nasional yang lebih cenderung mengekspornya dalam bentuk segar atau beku karena harganya jauh lebih tinggi dan menguntungkan.1 ribu ton (Tabel. 2004. PRODUKSI DAN PERKEMBANGAN EKSPOR Dalam perdagangan tuna dunia.6).5 juta ton/ tahun dan perairan Indonesia sebesar 0. devisa yang didapat sebesar 490 juta US$ setiap tahunnya. dengan total produksi 253. Indonesia selain sebagai produsen tuna juga sebagai negara pengolah tuna. 5). apabila harga perkartonnya 18 US$. Bila dibandingkan dengan nilai ekspor tuna kaleng dari negara lainnya. tapi kenyataanya demikian.2 milyard US$. loin. Sejak tahun 1981 – 2000. Disamping itu industri pengalengan tuna nasioanal umumnya tidak memiliki armada penangkapan sendiri sehingga kontinuitas bahan baku kurang terjamin karena hanya mengandalkan pasokan dari nelayan tradisonal dengan hasil tangkapan yang kurang memadai dan kualitasnya rendah.5 Oz). membutuhkan bahan baku sebanyak 208. Sumber bahan baku dapat diperoleh dari perairan Pasifik Barat dengan produksi 1 – 1. Produksi dan ekspor tuna kaleng Indonesia tumbuh dari 0. tuna saku dll. Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat dicari jawabannya guna mengatasi permasalahan di atas. hal ini dikarenakan sebagian dikonsumsi di dalam negeri negara produsen tersebut. ikan tuna umumnya dipasarkan dalam bentuk segar.000 MT dalam 260 hari kerja/ tahunnya. posisi ekspor tuna kaleng Indonesia berada pada urutan ke 7.5 juta karton (48 x 6. Secara geografis Perairan Indonesia sebenarnya sangat menguntungkan bila ditinjau dari penyediaan bahan baku bagi industri pengolahan khususnya industri pengalengan tuna. sementara untuk Indonesia. Ecuador Italia.). Pada tahun 2001 Indonesia menempati urutan ke 3 sebagai negara produsen utama tuna dunia. Direktorat Jenderal Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran Departemen Kelautan dan Perikanan mencoba menjembatani dengan mempertemukan pelaku usaha (stakeholder ).3.

rendahnya kualitas produk. Keadaan tersebut menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai US $ 1. teritorial dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.3 ribu ton. tahun 2001 sebesar 84. 2. sedangkan yang termasuk tuna kecil adalah cakalang (skipjack – Katsuwonus pelamis). Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik.6 juta US$. Sumber daya ikan tuna menyebar tidak merata di seluruh wilayah perairan Indonesia demikian juga dengan tingkat pemanfaatannya. Taiwan dan RRC.dan tuna abu-abu (longtail tuna – Thunnus tonggol). PENCURIAN OLEH KAPAL ASING Sampai September 2001. adanya hambatan tarif dan non tarif serta kebijakan pemerintah tentang otonomi daerah. Pada wilayah perairan ZEE Indonesia. Tabel 3.2 juta US$. tahun 2000 sebesar 87. tahun 1999 sebesar 82.6 juta US$.2 menyajikan estimasi potensi.madidihang (yellowfin – Thunnus albacares). nilai ekspor sebesar 104.1. tuna albakora (albacore – thunnus alalunga). 2. Dalam pengembangan sektor perikanan terdapat berbagai masalah yang selain terkait juga berpengaruh cukup besar. tuna sirip biru Selatan (southern bluefin – Thunnus maccoyii).tahun berturut-turut dari hasil ekspor tuna kaleng indonesia cederung mengalami penurunan. Beberapa permasalahan tersebut akan dibahas sebagai berikut : IV. kondisi hidrooseanografi perairan. Pergerakan (migrasi) kelompok ikan tuna di wilayah perairan indonesia mencakup wilayah perairan pantai. Philipina. diduga sebagian besar (+. Dalam rangka pengembangan industri perikanan tuna Indonesia untuk tujuan peningkatan kesejahteraan rakyat maka diperlukan suatu konsep strategi optimalisasi pemanfaatan sumberdaya ikan tuna di Indonesia yang mengacu pada strategi potensi wilayah perairan dan strategi implementasi teknologi penangkapan.8 juta US$.70 %) dari sekitar 7.362 miliar per tahun dengan rincian (1) kerugian dari kehilangan devisa US $ 1 miliar. terutama Thailand. nilai ekspornya sebesar 82.1 juta US$ dan pada tahun 2002 dengan total ekspor 38. (Fishdap. 2004).000 kapal perikanan berbendera Indonesia yang memperoleh izin untuk beroperasi di perairan ZEE masih dimiliki pihak asing. Kelompok tuna merupakan jenis kelompok ikan pelagis besar. Berikut disajikan data produksi tuna di Samudera Hindia. Tahun 1998 dengan volume ekspor 39. yang secara komersial dibagi atas kelompok tuna besar dan tuna kecil. Tuna besar terdiri dari jenis ikan tuna mata besar (bigeye-Thunnus obesus). Keberadaan tuna di suatu perairan sangat bergantung pada beberapa hal yang terkait dengan spesies tuna. (2) Kerugian dari .5.4. dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan pelagis besar di wilayah penangkapan. produksi. migrasi jenis ikan tuna di perairan Indonesia merupakan bagian dari jalur migrasi tuna dunia karena wilayah Indonesia terletak pada lintasan perbatasan perairan antara samudera Hindia dan Samudera Pasifik. KENDALA DAN PERMASALAHAN INDUSTRI PERIKANAN TUNA. POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN TUNA Ikan tuna tergolong jenis scombrid yang sangat aktif dan umumnya menyebar di perairan yang oseanik sampai ke perairan dekat pantai.9 ribu ton. Permasalahanpermasalahan tersebut diantaranya adalah masalah pencurian oleh kapal asing.

Namun pengujian organoleptik masih lazim digunakan untuk menentukan kualitas dan penerimaan suatu produk di pelabuhan masuk. Standar Sanitasi. Uni Eropa mensyaratkan bahwa hanya approved packers (unit pengolah yang disetujui) dari negara harmonized country yang diizinkan mengekspor komoditas perikanannya. Untuk uji iji. Negara-negara maju mulai mempermasalahkan ikut tertangkapnya shark (cucut) dan burung laut dalam penangkapan tuna. Kerang-kerangan yang diimpor dari luar UE harus bebas bakteri E. IV. Sidang dispute settlement body menyatakan AS kalah dan harus mencabut embargo ekspor udang dari India. Rapid Alert System. yang dieksport negara berkembang (termasuk Indonesia) karena dianggap melanggar code of conduct for responsible fishing dan CITES. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut : Ekuivalensi. sertifikat ekspor. Suatu perusahaan perikanan akan dicabut dari detention list jika secara 3 kali berturut-turut mutunya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Isu Lingkungan. eksportir dikenakan biaya sebesar 10 % dari total nilai ekspor. Ecolabel. Setiap ekspor perikanan dimasukkan dalam detention list dan diperiksa secara acak. AS meniupkan dolphin issue untuk tuna longliner dan berkaitan dengan penggunaan TED / BED (turtle excluder device) untuk penangkapan udang. Standar mutu yang diterapkan negara pengimpor umumnya lebih lunak daripada standar sanitasi. Malaysia dan Thailand. Semua ekspor udang beku hanya bebas bakteri patogen. Standar Sanitasi yang tidak transparan atau standar ganda adalah masalah yang sering kita dengar. . dan sertifikat kesehatan (Health Certificate) dalam bahasa nasional negara tujuan. Pakistan. Setiap produk perikanan diwajibkan dilengkapi dengan serifikat mutu (quality certificate). Beberapa negara Eropa juga mulai mengeluhkan tentang ukuran ikan. Ecolabelling yang awalnya bersifat sukarela (Voluntary) diganti dengan pelabelan bersifat wajib (Compulsary) dan berlaku universal. Standar Mutu. dan (3) kerugian dari fee yang harus dibayar sekitar US $ 100 juta (Dahuri. Sertifikat Ekspor. isu lingkungan. 2001). Autamatic Detention. Untuk memblok ekspor tuna dan embargo udang. Selain sertifikat tersebut ditandatangani oleh inspektur yang terakreditasi dengan tinta yang warnanya sesuai. Penerapan RAS oleh UE sering menghambat ekspor hasil perikanan Indonesia karena hasil pengujian bersifat final dan merupakan hak prerogatif inspektur veteriner UE sehingga sulit dikaji ulang atau dibantah. Terhitung sejak tanggal 23 September 2000 terdapat 247 Approval Number dari Indonesia yang berhak mengekspor produk perikanan ke Uni Eropa. standar sanitasi. HAMBATAN-HAMBATAN EKSPOR NON TARIF Hambatan non tarif yang diberlakukan terhadap komoditas perikanan impor adalah ekuivalensi. Rapid Alert System dan Automatic Detention dan lain-lain. Coli sedangkan produk sejenis yang diproduksi di wilayah UE yang mengandung bakteri patogen pun tetap dapat dijual asal diberi label “B Area Product”. beberapa negara maju telah mendesak FAO untuk segera menyiapkan rancangan kriteria prosedur ecolabelling bagi produk perikanan yang diperdagangkan secara global. standar mutu. Banyak produk perikanan dari negara berkembang ditolak masuk karena tidak lolos uji organoleptik. Masalah by catch. Hal ini terlihat dari resolusi sidang PBB ke-55 pada mata acara 34 ocean and the law of the sea.selisih iuran DPKK US $ 22 juta. UE menerapkan sistem pengujian laboratorium secara acak (Random Sampling) atau dikenal dengan Rapid Alert System untuk mengatasi standar sanitasi dan mutu produk perikanan.2. Misalnya UE mensyaratkan bebas salmonella untuk udang beku (kecuali udang rebus beku) tetapi untuk anggota UE aturannya lebih lunak. Sistem yang diberlakukan di AS ini pada dasarnya sama dengan RAS di UE.

mengakibatkan banyak nelayan yang tidak bisa melaut karena mahalnya biaya operasional. Oleh karena itu pengelolaan ikan dimaksud di masa depan harus mengacu pada aturan-aturan internasional yang menjadi kesepakatan bersama.Kendala dan masalah yang dihadapi untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan secara optimal dan lestari. ada kekhawatiran kita dianggap ilegal walaupun menangkap diperairan sendiri. Eksportir harus menyampaikan dengan rinci pada USFDA tentang deskripsi produk. Australia dan Jepang memberikan toleransi terhadap teknik irradiasi sepanjang tidak disalah gunakan untuk mengganti sistem pembinaan mutu yang kurang baik. pergudangan. Dengan kata lain peraturan ini mewajibkan setiap eksportir untuk mendaftarkan diri ke USFDA. Pajak Ekspor Cakalang. merupakan sistem terbaru untuk setiap kargo yang akan masuk ke Amerika harus terlebih dahulu diinfeksi di pelabuhan-pelabuhan yang telah ditetapkan AS. Dengan sistem ini waktu pengapalan menjadi lebih lama dan beresiko bagi produk-produk yang tidak tahan lama. Tokyo dan Kobe. nama produsen . kuman dan virus melalui produk-produk yang diimpor. negara asal serta pelabuhan tujuan untuk selanjutnya diterbitkan prior of notice . Diperlukan pengawasan mutu yang ketat. Sementara UE kecuali Perancis. Sektor industri yang terkena peraturan tersebut khususnya adalah produk makanan dan minuman. Pemerintah AS menyatakan akan menanggung seluruh biaya pemeriksaan. namun hal tersebut tidak menjamin kerugian eksportir karena adanya opportunity cost lainnya. Amerika serikat.Irradiasi. Maldives. Hongkong. Keanggotaan tuna dunia. Permasalahan ini akhirnya dengan merevisi kenaikan harga BBM dan pendirian SPBU khususnya untuk solar di pusat-pusat penangkapan oleh DKP bekerja sama dengan Pertamina. sehingga tuduhan tersebut tidak mendasar dan diaragukan kebenarannya. Belgia dan Belanda menetang digunakannya teknik irradiasi untuk pengawetan produk perikanan. Berdasarkan data di atas sangatlah jelas. UU bio-terorisme merupakan bagian dari kebijakan keamanan nasional Amerika untuk mencegah masuknya teror berupa penyakit. mengingat tuna tergolong hewan yang high migration sehingga pengeloaannya melewati batas-batas negara sementara Indonesia belum menjadi anggota dalam pengelolaan tuna dunia seperti IOTC. kapal pengangkut. Pada saat ini hampir 75 % kapal tuna long line Indonesia beroperasi di luar ZEEI Saudera Hindia ke arah barat hingga Srilangka. Sebagai contoh di forum-forum internasional nelayan Indonesia sering menjadi pembicaraan karena dicurigai mengembangkan ”deep long line” untuk menangkap bluefin tuna dalam kondisi matang telur. CCSBT dan lainnya. Kenaikan harga BBM khususnya solar. Shanghai. Saat ini (Maret 2003) sedang dikaji penetapan pajak ekspor untuk cakalang . Industri pengalengan ikan cakalang mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku karena sebagian besar produksi cakalang diekspor dalam bentuk mentah. bahkan ada yang beroperasi di Samudera Atlantik untuk menangkap swordfish. kelemahan disektor pengawasan mutu terhadap produk ekspor khususnya tuna sehingga menempatkan posisi Indonesia pada urutan teratas dalam kasus RAS tersebut. Undang-Undang Bioterorisme atau The Bioterorisme Act telah disetujui Presiden Amerika Serikat dan dinyatakan berlaku mulai 12 Desember 2003. . disinilah kinerja laboratorium/ BPMHP/LPPMHP perlu ditingkatkan agar tingkat kepercayaan negara importir terhadap produk tuna Indonesia tidak terus merosot. Namun demikian bila diperhatikan alat tangkap tuna long line yang dikembangkan di Indonesia umumnya tidak terlalu dalam untuk menangkap yelowfin tuna. Cargo Securuty Inisiative (CSI). Kenaikan Harga BBM. Terdapat 20 pelabuhan yang telah ditetapkan dan untuk Indonesia pelabuhan yang terpilih adalah Singapura.

Kualitas sumberdaya manusia perikanan masih lemah : Kurangnya kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah akan kebutuhan sumberdaya manusia yang berkualitas. (c) penerimaan negara bukan pajak (PNBP) penangkapan ikan yang akan mencapai Rp. Permasalahan Dukungan yang diharapkan 1. Perikani) dengan dukungan dari Kantor Kementerian Negara BUMN. Sumberdaya manusia kelautan dan perikanan belum memenuhi standar internasional yang ditetapkan IMO yaitu STCW-F (Standar Training Sertification and Watchkeeping for Fisheries). Kota Agung-Lampung.54 juta orang. 2.1. 295 milyar serta PNBP penangkapan di ZEEI sebesar US$ 65 juta. Dukungan terhadap pembentukan sekolah-sekolah perikanan (saat ini sedang diproses : Akademi Perikanan di Nagroe Aceh Darussalam. Tirta Raya Mina. ESM dan Pertamina. V. 2. dari budidaya dan US$ 120 juta dari kegiatan penangkapan. Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Sikka NTT. Kinerja BUMN perikanan cenderung menurun karena mengalami krisis keuangan Perlu dilakukan revitalisasi BUMN perikanan (PT. V. Target dalam pertumbuhan ekonomi yaitu (a) pada tahun 2004 penerimaan devisa kelautan dan perikanan diharapkan mencapai US$ 5 Milyar.IV.93 kg/kapita/tahun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 6. Secara bertahap sedang dilakukan penyesuaian kurikulum dan masih diperlukan peningkatan kualitas tenaga pengajar dan penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan profesional perikanan. PT. (b) sumbangan terhadap PDB mencapai 10 % pada tahun 2004. PT. 1. Tanjung Pinang Riau dan pengembangan beberapa program studi di Pesantren dll). KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Pembangunan sektor kelautan dan perikanan memiliki target yang spesifik diantaranya . Target dalam peningkatan dan pemerataan kesejahteraan nelayan dan pembididaya ikan Target dalam pemeliharaan daya dukung dan kualitas lingkungan ekosistem laut dan perairan tawar Target dalam peningkatan budaya bahari bangsa dan menjadikan laut sebagai pemersatu bangsa . (d) sumbangan terhadap PAD sebesar US$ 53 juta. PERMASALAHAN INTERNAL No. Selain itu ditargetkan juga peningkatan konsumsi ikan per kapita sebesar 21. Pangkal Pinang – Bangka-Belitung.3. Usaha Mina. Samodra Besa. 4. Kebutuhan bahan bakar (BBM) untuk usaha perikanan tangkap belum mencukupi Perlu penyediaan sarana distribusi (SPBU/SPBB/Pool konsumen) di setiap pelabuhan perikanan atau pangkalan pendaratan ikan serta penambahan pasokan BBM untuk kapal-kapal perikanan sesuai kebutuhan yang sangat memerlukan dukungan dari Dep. Peningkatan Investasi bidang kelautan dan perikanan di daerah potensial Sangat diperlukan iklim kondusif untuk pengembangan usaha perikanan disamping terus dilakukan safari investasi 3. dan PT.

Potensi ekonomi kluster pengolahan dan pengalengan ikan sangat melimpah. beberapa hal yang diperlukan adalah : Memanfaatkan sumberdaya dan jasa kelautan secara optimal. Hukum-hukum tentang lingkungan dan peraturanperaturannya umumnya tidak diterapkan secara terbuka dan konsisten. Indonesia dianugerahi dengan garis pantai yang sangat panjang (81. Oleh karena itu praktek perusahaan-perusahaan multinasional dengan merk global (misalnya Bumble Bee. Hambatan lainya adalah semakin meningkatnya kompetisi global dalam pengalengan ikan sebagaimana diperlihatkan oleh kecenderungan menurunnya harga produk tersebut di dunia.7 juta ton / tahun). penerapan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan masih belum efektif. pemerintah mengambil beberapa langkah yang dinilai cukup strategis. Zona Ekonomi khusus di wilayah timur Indonesia misalnya Bitung dan Biak dapat dikembangkan menjadi sentra industri tuna modern.Dalam upaya meningkatkan ekspor komoditi perikanan Indonesia. Dalam rangka menjaga kelestarian sumberdaya alam Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang mengharuskan distribusi . Indonesia masih kurang kompetitif khususnya untuk produk kalengan (tuna. Di Indonesia. Dalam rangka mendukung hal tersebut di atas. keuntungan jangka panjang yang bisa diambil adalah murahnya tenaga kerja dan melimpahnya bahan baku dari negara-negara suplier (misalnya ASEAN). Komoditi perikanan merupakan komoditi yang dianggap sangat kompetitif di pasa dunia namun tingkat kompetitifnya masih belum optimal bahkan masih lemah.efisien dan berkelanjutan Meningkatkan pengawasan dan pengendalian SDKP Menerapkan IPTEK dan manajemen profesional pada setiap mata rantai usaha bidang kelautan dan perikanan Merehabilitasi ekosistem habitat pesisir dan laut Membangun dukungan fiskal dan moneter yang kondusif Memberdayakan sosial ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan Mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi Mengembangkan dan memperkuat sistem informasi kelautan dan perikanan Mengembangkan sistem dan mekanisme hukum dan kelembagaan Nasional dan Internasional Menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat. Komoditi perikanan menunjukkan rasio biaya pengolahan terhadap sumberdaya yang cukup baik dibandingkan Philipina. Kebijakan untuk mengembangkan potensi perikanan ini sangat tepat untuk mengentaskan kemiskinan dan melakukan pemerataan.000 Km) dan sumberdaya ikan yang sangat kaya (6. mackarell dan sardin). Hambatan utamanya adalah lemahnya keterkaitan industri pengalengan dengan suplier ikan segar dan ikan beku. Keterkaitan dengan supplier global selain mengurangi biaya juga akan dapat memfasilitasi alih teknologi pemrosesan yang efisien dan teknologi distribusi secara global. harga es yang murah dan sumberdaya ikan yang melimpah. Starkist dan Chicken of the Sea) yang sudah “mapan” mempunyai potensi yang sangat besar. Marjin keuntungan dari industri pengalengan ikan domestik tidak besar sehingga setiap ada perubahan kebijakan dan lingkungan bisnis yang kontraproduktif akan meningkatkan biaya proses dan biaya-biaya lainnya yang dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan pengalengan. Kluster ini sangat kompetitif dalam hal kualitas ekspor ikan segar dengan tujuan Jepang (misalnya tuna dalam bentuk sashimi dan katsoubochi) namun dalam segi biaya jika dibandingkan dengan produsen lain di dunia. Dengan memperhatikan struktur sumberdaya dan intensitas tenaga kerja global (dunia) dalam pemrosesan tuna kaleng. untuk penangkapan ikan dan pengalengan Indonesia lebih kompetitif karena adanya subsidi BBM.

· Mengembangkan handliner dan mengorganisasikan dalam suatu wadah armada nasional yang dilengkapi dengan mother boat dengan sstem prosesing yang memadai · Mengembangkan coolchain system di sentra-sentra penangkapan tuna khususnya kawasan Timur · Mengembangkan safe belt system melalui pengembangaan akses pulau terluar sebagai sentra perikanan tuna/cakalang dan berfungsi sebagai pagkalan kapal pengawas.meningkatkan akurasi data sumberdaya ikan ekonomis di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. misalnya bea masuk 24 % untuk tuna kalengan di Eropa. diferensiasi produk dan kualitas (didukung dengan industri downstream yang dinamis) dan penetrasi pasar yang proaktif misalnya melalui lobby perdagangan. · Menerapkan upstream dan downstream penelitian dan pengembangan. penolakan ekspor dan automatic detention di AS. Kedua. promosi. dan Eropa. Rekomendasi Kebijakan Pertama. Mengalokasikan investasi publik yang lebih besar pada fasilitas infrastruktur untuk meminimalkan biaya distribusi dan mengurangi waktu antrian dalam pengapalan barang. Keempat. Keenam. . · Melakukan pemasaran yang strategis dengan market intelligent. pengembangan dan pendidikan serta pengembangan sumberdaya manusia untuk meningkatkan produktivitas. Memulihkan pembiayaan jangka pendek sampai jangka panjang bagi usaha para produsen. Melakukan langkah-langkah progresif dalam perjanjian bilateral dan multilateral (ASEAN dan APEC) dengan menegosiasikan hambatan diskriminasi tarif dan non tarif yang tidak adil. Ketiga. India. mempertahankan kelestarian alam dan mengurangi biaya untuk teknologi. Mesir dan negara-negara ASEAN. Pakistan.2.penghentian ijin operasi ikan kapal asing di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia diikuti dengan peningkatan kemampuan penangkapan dan modernisasi armada penangkapan ikan/ memberdayakan industri perkapalan nasional . pajak dan pengembangan sumberdaya manusia serta insentif finansial untuk mengembangkan industri inti dan industri pendukung khususnya pada pengolahan dan sub sektor permesinan. kualitas produk. usaha pemrosesan dan aktivitas perdagangan internasional apabila cukup layak untuk dipulihkan. Sektor produksi . STRATEGI PERIKANAN REVITALISASI INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL a). perjanjian bilateral dan pasar potensial seperti China. mempercepat keanggataan Indonesia dalam organisasi tuna dunia dan ikut berperan aktif dalam forum-forum internasional mengenai strategi dan kebijakan pengeloalaan tuna. V. Untuk industri pengalengan dan pemrosesan ikan. · Mendorong keterkaitan usaha yang kompetitif dan marketing intelligent untuk meningkatkan pangsa pasar dunia.pendapatan negara dari pengumpulan ikan terhadap pemerintah daerah. Meningkatkan Investasi dalam bidang penelitian. Australia. Hal ini dilakukan untuk membiayai konservasi dan rehabilitasi alam. fokus pengembangannya adalah melalui : · Meningkatkan akses nelayan kecil dan menengah terhadap daerah penangkapan ikan yang lebih kaya (melalui kapal-kapal modern dan teknologi penangkapan ikan) dan teknologi pendinginan. ukuran persyaratan sanitasi dan phytosanitasi yang keras dari AS dan Jepang. Kelima. Memberikan kemudahan dalam hal investasi. memproduksi produk dengan nilai yang lebih tinggi (divefikasi).

pemberian ijin operasi kapal asing hanya diberikan bila mendirikan industri pengolahan dan menjual sebagian hasil tangkapannya di indonesia . misalnya melalui kebijakan harga. fasilitas.memperbaiki mutu produk olahan hasil perikanan.. b). .penempatan atase perdagangan perikanan di pasar utama produk hasil .mengatur kebijaksanaan perdagangan bahan baku ikan antar daerah. dan mencabut ijin (approval number) bagi unit pengolahan ikan yang tidak kontinyu melakukan ekspor ke UE. . rri. · Sektor Untuk konsumsi pengolahan.mendorong unit pengolahan ikan yang telah memenuhi syarat untuk melakukan ekspor.melakukan kampanye makan ikan secara intensif dengan metode kreatif dan edukatif secara luas. . surat kabar nasional sebagai iklan layanan sosial . Strategi pemasaran meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait penguasaan industri pendukung memberikan konsekuensi logis perbaikan peraturan dan persaingan usaha meningkatkan kampanye makan ikan . c). dengan meningkatkan produksi produk bernilai tambah .menerapkan sistem pengawasan jaminan mutu pada industri-industri dilakukan secara intensif oleh competent authority.meningkatkan keragaman produk olahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi . menteri informasi.menghilangkan image Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pemasok bahan baku industri perikanan di luar negeri. mempertimbangkan kecukupan pasokan bahan baku ikan pada industri dan pemenuhan gizi konsumen di daerah asal .menghapuskan biaya produksi tinggi untuk tingkatkan efisiensi dan daya saing produk · Untuk pasar .melakukan negosiasi secara intensif dengan negara importir untuk menurunkan tarrief dan non-tarrief barriers.sinkronisai/harmonisasi persepsi Pemerintah Pusat –Daerah . menteri pemuda.penghapusan PPN 10 % dan peningkatan pungutan ekspor bahan baku ikan. . .pembentukan regulasi pengadaan bahan baku ikan impor pada industri lokal . kemudahan regulasi dsb.meningkatkan aplikasi teknologi yang lebih tinggi dan mutakhir dalam pengolahan hasil perikanan. dengan pemberian kompensasi logis bagi industri pensuplai bahan baku ikan. lokal. dengan memperhatikan faktor keamanan konsumen .melakukan pengaturan ekspor bahan baku ikan. . bekerjasama dengan menteri perempuan. melalui pemberdayaan riset dan pengembangan maupun kerjasama riset dan pengembangan dengan lembaga riset/pendidikan .memperluas skala pendidikan informal teknik pengolahan ikan secara baik dan benar (sesuai GHP dan GMP) . tvri. menteri pendidikan.meningkatkan kesadaran dan pengetahuan aplikasi sistem HACCP serta HACCP PLUS (own check system) pada industri pengolahan berorientasi ekspor.melakukan harmonisasi standar mutu dengan negara-negara pengimpor dan standar internasional. menteri kesehatan.melakukan edukasi secara intensif dan kontinyu pada konsumen tentang bahaya mengkonsumsi food additive ilegal .

meningkatnya devisa dari sektor perikanan rata-rata 2 % pertahun b) Sasaran Jangka Panjang (2010-2024) . KERANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN a).Tercapainya 50% ekspor produk perikanan dalam bentuk olahan . Sasaran Jangka Menengah (2004-2009) . Penguatan pemberdayaan revitalisasi seluruh BUMN dan pembangunan klaster-klaster sentra distribusi pusat penjualan memperkuat basis dan struktur kelembagaan koperasi UPT Perikanan produk unggulan BBM nelayan industri perikanan V.mengundang investor yang punya visi pro poor dan pro job. d).Tercapainya angka kecukupan protein asal ikan bagi penduduk Indonesia seperti yang direkomendasikan oleh Widya Karya Pangan dan Gizi .meningkatnya penyerapan tenaga kerja di bidang industri pengolahan hasil perikanan sebanyak 36 ribu orang .0% per tahun .perikanan Indonesia meningkatkan market iteliegence .meningkatnya utilisasi kapasitas menjadi sekitar 60% dengan rata-rata peningkatan 5% per tahun meningkatnya ekspor rata-rata 5.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful