Makalah Industri Tuna

Sedangkan 1. Tuna sebagai komoditas perikanan andalan Indonesia setelah udang mempunyai prospek cerah dalam pengusahaanya. Peningkatan tersebut dipacu dengan kesadaran masyarakat khususnya di Eropa dan Amerika serta negara-negara di kawasan Timur Tengah yang mulai sadar akan sumber makanan yang sehat . segar dan tuna dalam kaleng. Amerika Serikat. Pada tahun 2003 sebesar 117. disamping memperluas lapangan kerja.438 US$. kesempatan berusaha. Negara–negara pesaing Indonesia di pasar internasional antara lain Australia. pertama. kedua tuna tergolong hewan yang hight miggration sehingga pengeloaannya terkadang melewati batas-batas negara sementara Indonesia belum menjadi anggota dalam pengelolaan tuna dunia. mengingat permintaan produk tersebut di pasar domestik dan ekspor cenderung meningkat.865 Kg dengan nilai ekspor sebesar 110.684.1. sehingga hal itu mengurangi kepastian hukum dalam berusaha dan menimbulkan . tentunya diperlukan kerja keras dan keberpihakkan semua sektor dalam mendukung infrastruktur dan permodalan yang memadai guna menciptakan bisnis yang kondusif khususnya di sentra-sentra produksi tuna di kawasan Timur Indonesia. Ekspor komoditi tuna Indonesia sebagian besar dalam bentuk beku. Peluang pasar tuna dan cakalang dibeberapa negara importir utama masih terbuka lebar. mereka beralih dari daging ke ikan khususnya tuna. masih maraknya illegal fishing yang mempengaruhi produksi tangkapan kapal tuna nasional. potensi di perairan ZEE Indonesia khususnya tuna dan cakalang serta ikan pelagis besar lainnya masih lebih banyak dimanfaatkan oleh kapal ikan asing dengan berbagai akibat yang merugikan kepentingan nasional. Latar Belakang Upaya memanfaatkan sumberdaya perikanan secara optimal dan lestari merupakan tuntutan yang sangat mendesak bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Jepang merupakan sentral pasar tuna dunia.841 US$. Korea Selatan.796. 2005 sebesar 39.52 %.091. Ekspor komoditi tuna Indonesia hingga bulan November 2004 berdasarkan data BPS.3 juta ton berasal dari permintaan negara lain. Eropa dan Thailand.612 Kg dengan nilai 212.000 ton yang terdiri dari 80. Sehubungan dengan itu ekspor tuna dan cakalang masih perlu ditingkatkan. Spanyol.984 Kg dengan nilai 213. Negara tujuan utama ekspor produk tuna Indonesia adalah Jepang. dari peluang tersebut Indonesia baru mencapai pangsa pasar dunia sebesar 7. Bahkan. berkaitan dengan sistem perbankan yang kurang kondusif bagi investasi usaha perikanan.425. negara tersebut mendominasi permintaan tuna dengan total volume konsumsi sebesar 660. dan ekspor untuk menghasilkan devisa Negara. PENDAHULUAN 1. Papua. ke lima kurang terpadunya rencana tata ruang di dalam wilayah laut dan pantai. mengingat luasnya wilayah ZEE Indonesia dengan sumberdaya ikan tersebut cukup besar dengan sentra sentra pengusahaanya yang perlu diintensifkan seperti di perairan Maluku.BAB I.178.025. Banyak kendala dan masalah yang harus dihadapi untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan tuna secara optimal dan lestari.920.000 ton permintaan terhadap produk tuna kaleng dan 580. Tuntutan yang sangat mendesak tersebut mengingat potensi sumberdaya perikanan Indonesia yang saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. terutama untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan / petani ikan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.000 ton tuna segar untuk konsumsi sashimi. Taiwan dan Guam. mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2002 sebesar 92. Sulawesi dan Pantai Barat Sumatera. Ketiga. ke empat pelayanan di pelabuhan perikanan yang mengakibatkan biaya ekonomi tinggi.

3. Melalui kerja keras dan kebersamaan dari berbagai sector diharapkan ke depan Indonesia menjadi sentral industri tuna dunia. Mengetahui kendala dan permasalahan yang dihadapi industri perikanan . 2. 4.tuna Indonesia.2. kurang tegasnya tindakan terhadap pelanggaran peraturan. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Menyusun strategi dan kebijakan pengembangannya .kesenjangan sosial. ke enam. 1. Mengetahui perkembangan industri perikanan tuna Indonesia. disamping itu perlu adanya upaya peningkatan SDM dan relokasi nelayan dari wilayah padat tangkap seperti di perairan pantai Utara Jawa ke sentra usaha tuna di kawasan Timur Indonesia. Mengetahui potensi dan tingkat pemanfaatannya. dan pengawasan keamanan.

Ukuran kapal hand line relatif kecil <10 GT. Kapal yang digunakan pada saat ini berukuran > 100 Gross Tonage (GT) yang dilengkapi dengan unit refrigrasi hingga (-) 50 °C. khususnya sebagai pemasok bahan baku industri tuna kaleng. purseiner dan hand liner yang melibatkan nelayan dalam jumlah besar dengan pola kemitraan dengan pengusaha. khusus untuk industri tuna longliner skala besar. Kapal Tuna Long Line yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Cilacap hingga tahun 2004. Pelabuhan Benoa-Bali dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.BAB II. Pada tahun 1980 armada perikanan PSB beroperasi hampir diseluruh perairan Indonesia. dengan ukuran 60 – 100 GT. PERKEMBANGAN ARMADA Pengusaha Perikanan Tuna. . Jakarta. INDUSTRI PERIKANAN TUNA INDONESIA 2. Perikanan Samudera Besar (PSB) berdiri. Khusus untuk produk segar (fresh tuna). 2. usaha penangkapan tuna secara komersial benar-benar terealisasi. Kapal tuna long liner yang beroperasai di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia saat ini diperkirakan berjumlah 1600 kapal berbagai ukuran dengan pangkalan utama Pelabuhan Perikanan Samudera Jakarta.1. setelah PT. segar (Fresh tuna) tetapi juga dalam bentuk tuna kaleng (canning tuna). Gambaran Umum. Basis perikanan terkonsentrasi di Benoa Bali. Maluku dan Irian Jaya. Di Indonesia perikanan tuna mulai diperkenalkan pada awal tahun 1960 dan baru 1 (satu) perusahaan yang mengusahakan secara komersial yaitu PN. Penangkapan tuna biasanya dilakukan dengan alat bantu rumpon. Disamping ditangkap dengan rawai tuna dan pukat cincin. Perkembangan industri perikanan tuna nasional demikian pesat hal ini dikarenakan produk tersebut bernilai tinggi dan permintaannya di pasar dunia terus meningkat tidak hanya produk beku (frozen tuna). dikembangkan kapal-kapal yang berukuran lebih kecil (< 60 GT) dinilai lebih effesien dan ekonomis dengan lama operasi tidak lebih dari 2 minggu untuk menjaga mutu produk tersebut. dikembangkan pole and liner. Namun dewasa ini hanya sebahagian kecil dari tangkapan nelayan dengan hand line yang dapat menembus pasar tuna segar karena mutu. sekarang Papua). Namun demikian penangkapan tuna dengan alat tangkap hand line ini cukup memberikan harapan untuk menopang industri tuna nasional. dan terus dikembangkan hingga ke Sabang-Aceh. Basis perikanan tidak hanya terkonsentrasi di Bali tetapi sudah menyebar di sentra-sentara penangkapan tuna seperti di Jakarta. sejalan dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana perikanan tangkap (Pelabuhan Perikanan) dan sarana penunjang lainnya. dengan lama operasi lebih dari 30 hari/tripnya. Baru pada awal tahun 1970. dan Cilacap. jika dikelola dengan baik dan bijaksana.2. NTB hingga ke kawasan timur Indonesa (Sulawesi. yang memiliki armada tuna longliner dengan jumlah kapal sebanyak 485 kapal yang berpangkalan di Pelabuhan Nizam Zahman. Sementara di NTT. penanganan hasil tangkapan dan peralatan yang kurang memadai. tergabung dalam satu wadah yaitu Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin). sebanyak 127 kapal. tuna juga ditangkap oleh para nelayan dengan menggunakan jenis alat tangkap hand line. Perikani dengan armada dan SDM yang sangat terbatas. Perkembangannya diikuti oleh perusahaan-perusahaan Nasional dan Penanaman Modal Asing (PMA). daerah tersebut dipilih karena dekat dengan fishing ground tuna.

steak. Philiphina dan Iran. untuk itulah Direktorat Kelembagaan Dunia Usaha. Bila dibandingkan dengan nilai ekspor tuna kaleng dari negara lainnya. apabila harga perkartonnya 18 US$. Kapasitas industri pengolahan yang ada sebesar 800 MT/ hari. membutuhkan bahan baku sebanyak 208. Problem yang muncul ke permukaan pada industri pengalengan nasional adalah tidak dapat bersaing dengan industri pengalengan dari negara tetaga seperti Thailand dan Philiphina. Sejak tahun 1981 – 2000. produk tuna dunia juga dipasarkan dalam bentuk tuna kaleng. 2.5 juta karton (48 x 6.). Cote d´lvoire. Disamping itu industri pengalengan tuna nasioanal umumnya tidak memiliki armada penangkapan sendiri sehingga kontinuitas bahan baku kurang terjamin karena hanya mengandalkan pasokan dari nelayan tradisonal dengan hasil tangkapan yang kurang memadai dan kualitasnya rendah. Seychelles dan Philiphina (Tabel.6). Direktorat Jenderal Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran Departemen Kelautan dan Perikanan mencoba menjembatani dengan mempertemukan pelaku usaha (stakeholder ). Estimasi penerimaan devisa negara dari industri pengolahan nasional. bila permasalahan kelangkaan bahan baku dapat teratasi.8 ribu ton (55. Sumber bahan baku dapat diperoleh dari perairan Pasifik Barat dengan produksi 1 – 1.5 Oz). beku dan bentuk olahan (tuna kaleng. Cote d´lvoire. Produksi dan ekspor tuna kaleng Indonesia tumbuh dari 0. Pada tahun 2001 Indonesia menempati urutan ke 3 sebagai negara produsen utama tuna dunia. Indonesia selain sebagai produsen tuna juga sebagai negara pengolah tuna. setelah Thailand. tuna beku dan produk olahan beku. Spanyol. Spanyol. artinya baru 20 % kapasitas produksi yang dapat dimanfaatkan. Selain dipasarkan (ekspor) dalam bentuk tuna segar. hal ini dikarenakan sebagian dikonsumsi di dalam negeri negara produsen tersebut. ironis memang bila industri pengalengangan nasional mengalami kekurangan pasokan bahan baku. Mexico.029.3 %) yang masuk pasar ekspor dunia atau setara dengan 2. Jepang. Kemampuan produksi industri pengalengan nasional 24.5 juta ton/ tahun dan perairan Indonesia sebesar 0. 2004.000 MT dalam 260 hari kerja/ tahunnya. ikan tuna umumnya dipasarkan dalam bentuk segar. 2. Amerika Serikat.2. dengan total produksi 253. PRODUKSI DAN PERKEMBANGAN EKSPOR Dalam perdagangan tuna dunia. 5).5 juta karton menjadi 5 juta karton. devisa yang didapat sebesar 490 juta US$ setiap tahunnya.2 juta ton/ tahun. Tidak semua produksi tuna kaleng masuk ke pasar ekpor. tapi kenyataanya demikian. Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat dicari jawabannya guna mengatasi permasalahan di atas. loin. sisanya sejumlah 857. produksi tuna kalengnya 100 % untuk ekspor. Sementara selama lima . sementara untuk Indonesia. Ecuador Italia. awal September 2004.1 ribu ton (Tabel. posisi ekspor tuna kaleng Indonesia berada pada urutan ke 7. tuna saku dll. Ecuador. posisi Indonesia berada pada urutan ke 11 setelah Thailand.3. melalui Workshop Revitalisasi Industri Pengolahan Hasil Perikanan. Secara geografis Perairan Indonesia sebenarnya sangat menguntungkan bila ditinjau dari penyediaan bahan baku bagi industri pengolahan khususnya industri pengalengan tuna. serta negara pengekspor tuna kaleng utama lainnya dikarenakan kurangnya pasokan bahan baku dari industri penangkapan tuna nasional yang lebih cenderung mengekspornya dalam bentuk segar atau beku karena harganya jauh lebih tinggi dan menguntungkan.2 milyard US$. Perkembangan produksi dan ekspor komoditi tuna Indonesia hingga November. melalui industri pengalengan maupun olahan tuna lainnya. Sementara itu bila dilihat dari produksi tuna kaleng negara produsen tuna kaleng dunia.

6 juta US$. (2) Kerugian dari . Tabel 3. Tahun 1998 dengan volume ekspor 39. produksi. Dalam pengembangan sektor perikanan terdapat berbagai masalah yang selain terkait juga berpengaruh cukup besar.9 ribu ton.4. terutama Thailand.362 miliar per tahun dengan rincian (1) kerugian dari kehilangan devisa US $ 1 miliar.1. Berikut disajikan data produksi tuna di Samudera Hindia. dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan pelagis besar di wilayah penangkapan. tahun 2000 sebesar 87. diduga sebagian besar (+. 2.70 %) dari sekitar 7.dan tuna abu-abu (longtail tuna – Thunnus tonggol).madidihang (yellowfin – Thunnus albacares). Philipina. 2004). Pergerakan (migrasi) kelompok ikan tuna di wilayah perairan indonesia mencakup wilayah perairan pantai. Sumber daya ikan tuna menyebar tidak merata di seluruh wilayah perairan Indonesia demikian juga dengan tingkat pemanfaatannya.5. adanya hambatan tarif dan non tarif serta kebijakan pemerintah tentang otonomi daerah. sedangkan yang termasuk tuna kecil adalah cakalang (skipjack – Katsuwonus pelamis). Tuna besar terdiri dari jenis ikan tuna mata besar (bigeye-Thunnus obesus).6 juta US$.3 ribu ton. Kelompok tuna merupakan jenis kelompok ikan pelagis besar. tuna sirip biru Selatan (southern bluefin – Thunnus maccoyii). Taiwan dan RRC. Beberapa permasalahan tersebut akan dibahas sebagai berikut : IV.2 juta US$. kondisi hidrooseanografi perairan. tahun 2001 sebesar 84. rendahnya kualitas produk.tahun berturut-turut dari hasil ekspor tuna kaleng indonesia cederung mengalami penurunan. teritorial dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.2 menyajikan estimasi potensi. (Fishdap. tuna albakora (albacore – thunnus alalunga). 2.000 kapal perikanan berbendera Indonesia yang memperoleh izin untuk beroperasi di perairan ZEE masih dimiliki pihak asing. nilai ekspor sebesar 104. Dalam rangka pengembangan industri perikanan tuna Indonesia untuk tujuan peningkatan kesejahteraan rakyat maka diperlukan suatu konsep strategi optimalisasi pemanfaatan sumberdaya ikan tuna di Indonesia yang mengacu pada strategi potensi wilayah perairan dan strategi implementasi teknologi penangkapan.8 juta US$. KENDALA DAN PERMASALAHAN INDUSTRI PERIKANAN TUNA. Permasalahanpermasalahan tersebut diantaranya adalah masalah pencurian oleh kapal asing. tahun 1999 sebesar 82. nilai ekspornya sebesar 82. Pada wilayah perairan ZEE Indonesia. migrasi jenis ikan tuna di perairan Indonesia merupakan bagian dari jalur migrasi tuna dunia karena wilayah Indonesia terletak pada lintasan perbatasan perairan antara samudera Hindia dan Samudera Pasifik.1 juta US$ dan pada tahun 2002 dengan total ekspor 38. Keberadaan tuna di suatu perairan sangat bergantung pada beberapa hal yang terkait dengan spesies tuna. Keadaan tersebut menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai US $ 1. yang secara komersial dibagi atas kelompok tuna besar dan tuna kecil. PENCURIAN OLEH KAPAL ASING Sampai September 2001. Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik. POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN TUNA Ikan tuna tergolong jenis scombrid yang sangat aktif dan umumnya menyebar di perairan yang oseanik sampai ke perairan dekat pantai.

Standar mutu yang diterapkan negara pengimpor umumnya lebih lunak daripada standar sanitasi. Negara-negara maju mulai mempermasalahkan ikut tertangkapnya shark (cucut) dan burung laut dalam penangkapan tuna. Setiap produk perikanan diwajibkan dilengkapi dengan serifikat mutu (quality certificate). sertifikat ekspor. Autamatic Detention. standar mutu. isu lingkungan. Kerang-kerangan yang diimpor dari luar UE harus bebas bakteri E. .2. Ecolabelling yang awalnya bersifat sukarela (Voluntary) diganti dengan pelabelan bersifat wajib (Compulsary) dan berlaku universal. Beberapa negara Eropa juga mulai mengeluhkan tentang ukuran ikan. Malaysia dan Thailand. Misalnya UE mensyaratkan bebas salmonella untuk udang beku (kecuali udang rebus beku) tetapi untuk anggota UE aturannya lebih lunak. Namun pengujian organoleptik masih lazim digunakan untuk menentukan kualitas dan penerimaan suatu produk di pelabuhan masuk. Untuk uji iji. Coli sedangkan produk sejenis yang diproduksi di wilayah UE yang mengandung bakteri patogen pun tetap dapat dijual asal diberi label “B Area Product”. Hal ini terlihat dari resolusi sidang PBB ke-55 pada mata acara 34 ocean and the law of the sea. Ecolabel. Selain sertifikat tersebut ditandatangani oleh inspektur yang terakreditasi dengan tinta yang warnanya sesuai. Standar Mutu. yang dieksport negara berkembang (termasuk Indonesia) karena dianggap melanggar code of conduct for responsible fishing dan CITES. Sistem yang diberlakukan di AS ini pada dasarnya sama dengan RAS di UE. Penerapan RAS oleh UE sering menghambat ekspor hasil perikanan Indonesia karena hasil pengujian bersifat final dan merupakan hak prerogatif inspektur veteriner UE sehingga sulit dikaji ulang atau dibantah. AS meniupkan dolphin issue untuk tuna longliner dan berkaitan dengan penggunaan TED / BED (turtle excluder device) untuk penangkapan udang. Sidang dispute settlement body menyatakan AS kalah dan harus mencabut embargo ekspor udang dari India. Isu Lingkungan. standar sanitasi. Banyak produk perikanan dari negara berkembang ditolak masuk karena tidak lolos uji organoleptik. beberapa negara maju telah mendesak FAO untuk segera menyiapkan rancangan kriteria prosedur ecolabelling bagi produk perikanan yang diperdagangkan secara global. Standar Sanitasi yang tidak transparan atau standar ganda adalah masalah yang sering kita dengar. IV.selisih iuran DPKK US $ 22 juta. dan (3) kerugian dari fee yang harus dibayar sekitar US $ 100 juta (Dahuri. Pakistan. Masalah by catch. Rapid Alert System dan Automatic Detention dan lain-lain. Semua ekspor udang beku hanya bebas bakteri patogen. Rapid Alert System. eksportir dikenakan biaya sebesar 10 % dari total nilai ekspor. Setiap ekspor perikanan dimasukkan dalam detention list dan diperiksa secara acak. dan sertifikat kesehatan (Health Certificate) dalam bahasa nasional negara tujuan. Standar Sanitasi. Suatu perusahaan perikanan akan dicabut dari detention list jika secara 3 kali berturut-turut mutunya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Terhitung sejak tanggal 23 September 2000 terdapat 247 Approval Number dari Indonesia yang berhak mengekspor produk perikanan ke Uni Eropa. HAMBATAN-HAMBATAN EKSPOR NON TARIF Hambatan non tarif yang diberlakukan terhadap komoditas perikanan impor adalah ekuivalensi. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut : Ekuivalensi. Uni Eropa mensyaratkan bahwa hanya approved packers (unit pengolah yang disetujui) dari negara harmonized country yang diizinkan mengekspor komoditas perikanannya. Untuk memblok ekspor tuna dan embargo udang. UE menerapkan sistem pengujian laboratorium secara acak (Random Sampling) atau dikenal dengan Rapid Alert System untuk mengatasi standar sanitasi dan mutu produk perikanan. Sertifikat Ekspor. 2001).

negara asal serta pelabuhan tujuan untuk selanjutnya diterbitkan prior of notice .Irradiasi. Sebagai contoh di forum-forum internasional nelayan Indonesia sering menjadi pembicaraan karena dicurigai mengembangkan ”deep long line” untuk menangkap bluefin tuna dalam kondisi matang telur. kuman dan virus melalui produk-produk yang diimpor. Undang-Undang Bioterorisme atau The Bioterorisme Act telah disetujui Presiden Amerika Serikat dan dinyatakan berlaku mulai 12 Desember 2003. Sementara UE kecuali Perancis. Permasalahan ini akhirnya dengan merevisi kenaikan harga BBM dan pendirian SPBU khususnya untuk solar di pusat-pusat penangkapan oleh DKP bekerja sama dengan Pertamina. Kenaikan Harga BBM. Sektor industri yang terkena peraturan tersebut khususnya adalah produk makanan dan minuman. bahkan ada yang beroperasi di Samudera Atlantik untuk menangkap swordfish. sehingga tuduhan tersebut tidak mendasar dan diaragukan kebenarannya. CCSBT dan lainnya. Pada saat ini hampir 75 % kapal tuna long line Indonesia beroperasi di luar ZEEI Saudera Hindia ke arah barat hingga Srilangka. Eksportir harus menyampaikan dengan rinci pada USFDA tentang deskripsi produk. Kenaikan harga BBM khususnya solar. Maldives. Cargo Securuty Inisiative (CSI). . Oleh karena itu pengelolaan ikan dimaksud di masa depan harus mengacu pada aturan-aturan internasional yang menjadi kesepakatan bersama. Australia dan Jepang memberikan toleransi terhadap teknik irradiasi sepanjang tidak disalah gunakan untuk mengganti sistem pembinaan mutu yang kurang baik. UU bio-terorisme merupakan bagian dari kebijakan keamanan nasional Amerika untuk mencegah masuknya teror berupa penyakit. Belgia dan Belanda menetang digunakannya teknik irradiasi untuk pengawetan produk perikanan. Shanghai. Hongkong. merupakan sistem terbaru untuk setiap kargo yang akan masuk ke Amerika harus terlebih dahulu diinfeksi di pelabuhan-pelabuhan yang telah ditetapkan AS. Namun demikian bila diperhatikan alat tangkap tuna long line yang dikembangkan di Indonesia umumnya tidak terlalu dalam untuk menangkap yelowfin tuna. disinilah kinerja laboratorium/ BPMHP/LPPMHP perlu ditingkatkan agar tingkat kepercayaan negara importir terhadap produk tuna Indonesia tidak terus merosot. Dengan sistem ini waktu pengapalan menjadi lebih lama dan beresiko bagi produk-produk yang tidak tahan lama. Diperlukan pengawasan mutu yang ketat. mengingat tuna tergolong hewan yang high migration sehingga pengeloaannya melewati batas-batas negara sementara Indonesia belum menjadi anggota dalam pengelolaan tuna dunia seperti IOTC. Terdapat 20 pelabuhan yang telah ditetapkan dan untuk Indonesia pelabuhan yang terpilih adalah Singapura. Pajak Ekspor Cakalang. Keanggotaan tuna dunia. Amerika serikat. Industri pengalengan ikan cakalang mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku karena sebagian besar produksi cakalang diekspor dalam bentuk mentah. namun hal tersebut tidak menjamin kerugian eksportir karena adanya opportunity cost lainnya. Tokyo dan Kobe. mengakibatkan banyak nelayan yang tidak bisa melaut karena mahalnya biaya operasional. kelemahan disektor pengawasan mutu terhadap produk ekspor khususnya tuna sehingga menempatkan posisi Indonesia pada urutan teratas dalam kasus RAS tersebut. Dengan kata lain peraturan ini mewajibkan setiap eksportir untuk mendaftarkan diri ke USFDA. Saat ini (Maret 2003) sedang dikaji penetapan pajak ekspor untuk cakalang . Berdasarkan data di atas sangatlah jelas. pergudangan. ada kekhawatiran kita dianggap ilegal walaupun menangkap diperairan sendiri.Kendala dan masalah yang dihadapi untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan secara optimal dan lestari. nama produsen . kapal pengangkut. Pemerintah AS menyatakan akan menanggung seluruh biaya pemeriksaan.

Kualitas sumberdaya manusia perikanan masih lemah : Kurangnya kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah akan kebutuhan sumberdaya manusia yang berkualitas. Kota Agung-Lampung. 4. (b) sumbangan terhadap PDB mencapai 10 % pada tahun 2004.IV. PERMASALAHAN INTERNAL No. Kebutuhan bahan bakar (BBM) untuk usaha perikanan tangkap belum mencukupi Perlu penyediaan sarana distribusi (SPBU/SPBB/Pool konsumen) di setiap pelabuhan perikanan atau pangkalan pendaratan ikan serta penambahan pasokan BBM untuk kapal-kapal perikanan sesuai kebutuhan yang sangat memerlukan dukungan dari Dep. dari budidaya dan US$ 120 juta dari kegiatan penangkapan. PT. dan PT. Tanjung Pinang Riau dan pengembangan beberapa program studi di Pesantren dll). Secara bertahap sedang dilakukan penyesuaian kurikulum dan masih diperlukan peningkatan kualitas tenaga pengajar dan penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan profesional perikanan. Target dalam peningkatan dan pemerataan kesejahteraan nelayan dan pembididaya ikan Target dalam pemeliharaan daya dukung dan kualitas lingkungan ekosistem laut dan perairan tawar Target dalam peningkatan budaya bahari bangsa dan menjadikan laut sebagai pemersatu bangsa . KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Pembangunan sektor kelautan dan perikanan memiliki target yang spesifik diantaranya . Permasalahan Dukungan yang diharapkan 1. Perikani) dengan dukungan dari Kantor Kementerian Negara BUMN. PT. Dukungan terhadap pembentukan sekolah-sekolah perikanan (saat ini sedang diproses : Akademi Perikanan di Nagroe Aceh Darussalam. V. Samodra Besa. (c) penerimaan negara bukan pajak (PNBP) penangkapan ikan yang akan mencapai Rp. Target dalam pertumbuhan ekonomi yaitu (a) pada tahun 2004 penerimaan devisa kelautan dan perikanan diharapkan mencapai US$ 5 Milyar. Sumberdaya manusia kelautan dan perikanan belum memenuhi standar internasional yang ditetapkan IMO yaitu STCW-F (Standar Training Sertification and Watchkeeping for Fisheries). Peningkatan Investasi bidang kelautan dan perikanan di daerah potensial Sangat diperlukan iklim kondusif untuk pengembangan usaha perikanan disamping terus dilakukan safari investasi 3. 295 milyar serta PNBP penangkapan di ZEEI sebesar US$ 65 juta. (d) sumbangan terhadap PAD sebesar US$ 53 juta.3. Selain itu ditargetkan juga peningkatan konsumsi ikan per kapita sebesar 21. Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Sikka NTT.1. 2. Usaha Mina. 2. ESM dan Pertamina. Tirta Raya Mina. Pangkal Pinang – Bangka-Belitung.93 kg/kapita/tahun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 6. 1. V. Kinerja BUMN perikanan cenderung menurun karena mengalami krisis keuangan Perlu dilakukan revitalisasi BUMN perikanan (PT.54 juta orang.

harga es yang murah dan sumberdaya ikan yang melimpah. Dalam rangka mendukung hal tersebut di atas. penerapan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan masih belum efektif. Komoditi perikanan merupakan komoditi yang dianggap sangat kompetitif di pasa dunia namun tingkat kompetitifnya masih belum optimal bahkan masih lemah. Oleh karena itu praktek perusahaan-perusahaan multinasional dengan merk global (misalnya Bumble Bee.efisien dan berkelanjutan Meningkatkan pengawasan dan pengendalian SDKP Menerapkan IPTEK dan manajemen profesional pada setiap mata rantai usaha bidang kelautan dan perikanan Merehabilitasi ekosistem habitat pesisir dan laut Membangun dukungan fiskal dan moneter yang kondusif Memberdayakan sosial ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan Mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi Mengembangkan dan memperkuat sistem informasi kelautan dan perikanan Mengembangkan sistem dan mekanisme hukum dan kelembagaan Nasional dan Internasional Menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat. untuk penangkapan ikan dan pengalengan Indonesia lebih kompetitif karena adanya subsidi BBM. Potensi ekonomi kluster pengolahan dan pengalengan ikan sangat melimpah. Hambatan utamanya adalah lemahnya keterkaitan industri pengalengan dengan suplier ikan segar dan ikan beku. Hukum-hukum tentang lingkungan dan peraturanperaturannya umumnya tidak diterapkan secara terbuka dan konsisten. Zona Ekonomi khusus di wilayah timur Indonesia misalnya Bitung dan Biak dapat dikembangkan menjadi sentra industri tuna modern. Kluster ini sangat kompetitif dalam hal kualitas ekspor ikan segar dengan tujuan Jepang (misalnya tuna dalam bentuk sashimi dan katsoubochi) namun dalam segi biaya jika dibandingkan dengan produsen lain di dunia. Kebijakan untuk mengembangkan potensi perikanan ini sangat tepat untuk mengentaskan kemiskinan dan melakukan pemerataan. keuntungan jangka panjang yang bisa diambil adalah murahnya tenaga kerja dan melimpahnya bahan baku dari negara-negara suplier (misalnya ASEAN). Starkist dan Chicken of the Sea) yang sudah “mapan” mempunyai potensi yang sangat besar. Dengan memperhatikan struktur sumberdaya dan intensitas tenaga kerja global (dunia) dalam pemrosesan tuna kaleng. mackarell dan sardin). Marjin keuntungan dari industri pengalengan ikan domestik tidak besar sehingga setiap ada perubahan kebijakan dan lingkungan bisnis yang kontraproduktif akan meningkatkan biaya proses dan biaya-biaya lainnya yang dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan pengalengan. pemerintah mengambil beberapa langkah yang dinilai cukup strategis. Indonesia masih kurang kompetitif khususnya untuk produk kalengan (tuna. Di Indonesia. Dalam rangka menjaga kelestarian sumberdaya alam Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang mengharuskan distribusi . Keterkaitan dengan supplier global selain mengurangi biaya juga akan dapat memfasilitasi alih teknologi pemrosesan yang efisien dan teknologi distribusi secara global.000 Km) dan sumberdaya ikan yang sangat kaya (6. Komoditi perikanan menunjukkan rasio biaya pengolahan terhadap sumberdaya yang cukup baik dibandingkan Philipina.7 juta ton / tahun). beberapa hal yang diperlukan adalah : Memanfaatkan sumberdaya dan jasa kelautan secara optimal. Hambatan lainya adalah semakin meningkatnya kompetisi global dalam pengalengan ikan sebagaimana diperlihatkan oleh kecenderungan menurunnya harga produk tersebut di dunia.Dalam upaya meningkatkan ekspor komoditi perikanan Indonesia. Indonesia dianugerahi dengan garis pantai yang sangat panjang (81.

2. promosi. perjanjian bilateral dan pasar potensial seperti China. kualitas produk. · Mendorong keterkaitan usaha yang kompetitif dan marketing intelligent untuk meningkatkan pangsa pasar dunia. usaha pemrosesan dan aktivitas perdagangan internasional apabila cukup layak untuk dipulihkan.pendapatan negara dari pengumpulan ikan terhadap pemerintah daerah. Kelima. V. Mesir dan negara-negara ASEAN. Meningkatkan Investasi dalam bidang penelitian. Hal ini dilakukan untuk membiayai konservasi dan rehabilitasi alam. dan Eropa. misalnya bea masuk 24 % untuk tuna kalengan di Eropa. Memulihkan pembiayaan jangka pendek sampai jangka panjang bagi usaha para produsen.penghentian ijin operasi ikan kapal asing di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia diikuti dengan peningkatan kemampuan penangkapan dan modernisasi armada penangkapan ikan/ memberdayakan industri perkapalan nasional . India. Memberikan kemudahan dalam hal investasi. Sektor produksi . · Melakukan pemasaran yang strategis dengan market intelligent. STRATEGI PERIKANAN REVITALISASI INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL a). Kedua. Untuk industri pengalengan dan pemrosesan ikan. · Mengembangkan handliner dan mengorganisasikan dalam suatu wadah armada nasional yang dilengkapi dengan mother boat dengan sstem prosesing yang memadai · Mengembangkan coolchain system di sentra-sentra penangkapan tuna khususnya kawasan Timur · Mengembangkan safe belt system melalui pengembangaan akses pulau terluar sebagai sentra perikanan tuna/cakalang dan berfungsi sebagai pagkalan kapal pengawas. Ketiga. . mempercepat keanggataan Indonesia dalam organisasi tuna dunia dan ikut berperan aktif dalam forum-forum internasional mengenai strategi dan kebijakan pengeloalaan tuna. pajak dan pengembangan sumberdaya manusia serta insentif finansial untuk mengembangkan industri inti dan industri pendukung khususnya pada pengolahan dan sub sektor permesinan. mempertahankan kelestarian alam dan mengurangi biaya untuk teknologi. Keempat. diferensiasi produk dan kualitas (didukung dengan industri downstream yang dinamis) dan penetrasi pasar yang proaktif misalnya melalui lobby perdagangan. penolakan ekspor dan automatic detention di AS. Keenam. Australia. memproduksi produk dengan nilai yang lebih tinggi (divefikasi). pengembangan dan pendidikan serta pengembangan sumberdaya manusia untuk meningkatkan produktivitas. Mengalokasikan investasi publik yang lebih besar pada fasilitas infrastruktur untuk meminimalkan biaya distribusi dan mengurangi waktu antrian dalam pengapalan barang. Pakistan. Rekomendasi Kebijakan Pertama. Melakukan langkah-langkah progresif dalam perjanjian bilateral dan multilateral (ASEAN dan APEC) dengan menegosiasikan hambatan diskriminasi tarif dan non tarif yang tidak adil.meningkatkan akurasi data sumberdaya ikan ekonomis di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. · Menerapkan upstream dan downstream penelitian dan pengembangan. ukuran persyaratan sanitasi dan phytosanitasi yang keras dari AS dan Jepang. fokus pengembangannya adalah melalui : · Meningkatkan akses nelayan kecil dan menengah terhadap daerah penangkapan ikan yang lebih kaya (melalui kapal-kapal modern dan teknologi penangkapan ikan) dan teknologi pendinginan.

.menghapuskan biaya produksi tinggi untuk tingkatkan efisiensi dan daya saing produk · Untuk pasar . . menteri informasi.menghilangkan image Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pemasok bahan baku industri perikanan di luar negeri. menteri pendidikan. melalui pemberdayaan riset dan pengembangan maupun kerjasama riset dan pengembangan dengan lembaga riset/pendidikan .meningkatkan kesadaran dan pengetahuan aplikasi sistem HACCP serta HACCP PLUS (own check system) pada industri pengolahan berorientasi ekspor. b).pemberian ijin operasi kapal asing hanya diberikan bila mendirikan industri pengolahan dan menjual sebagian hasil tangkapannya di indonesia .meningkatkan aplikasi teknologi yang lebih tinggi dan mutakhir dalam pengolahan hasil perikanan. lokal.mengatur kebijaksanaan perdagangan bahan baku ikan antar daerah. surat kabar nasional sebagai iklan layanan sosial . . .memperluas skala pendidikan informal teknik pengolahan ikan secara baik dan benar (sesuai GHP dan GMP) . dengan meningkatkan produksi produk bernilai tambah . dengan memperhatikan faktor keamanan konsumen . mempertimbangkan kecukupan pasokan bahan baku ikan pada industri dan pemenuhan gizi konsumen di daerah asal . misalnya melalui kebijakan harga. menteri kesehatan.sinkronisai/harmonisasi persepsi Pemerintah Pusat –Daerah .memperbaiki mutu produk olahan hasil perikanan. · Sektor Untuk konsumsi pengolahan. .meningkatkan keragaman produk olahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi .melakukan harmonisasi standar mutu dengan negara-negara pengimpor dan standar internasional. . Strategi pemasaran meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait penguasaan industri pendukung memberikan konsekuensi logis perbaikan peraturan dan persaingan usaha meningkatkan kampanye makan ikan . tvri. bekerjasama dengan menteri perempuan. dan mencabut ijin (approval number) bagi unit pengolahan ikan yang tidak kontinyu melakukan ekspor ke UE.penempatan atase perdagangan perikanan di pasar utama produk hasil .melakukan pengaturan ekspor bahan baku ikan. c).melakukan kampanye makan ikan secara intensif dengan metode kreatif dan edukatif secara luas.penghapusan PPN 10 % dan peningkatan pungutan ekspor bahan baku ikan. rri.menerapkan sistem pengawasan jaminan mutu pada industri-industri dilakukan secara intensif oleh competent authority. kemudahan regulasi dsb.melakukan edukasi secara intensif dan kontinyu pada konsumen tentang bahaya mengkonsumsi food additive ilegal . dengan pemberian kompensasi logis bagi industri pensuplai bahan baku ikan.melakukan negosiasi secara intensif dengan negara importir untuk menurunkan tarrief dan non-tarrief barriers.mendorong unit pengolahan ikan yang telah memenuhi syarat untuk melakukan ekspor.pembentukan regulasi pengadaan bahan baku ikan impor pada industri lokal . fasilitas. menteri pemuda. .

0% per tahun .Tercapainya 50% ekspor produk perikanan dalam bentuk olahan .meningkatnya utilisasi kapasitas menjadi sekitar 60% dengan rata-rata peningkatan 5% per tahun meningkatnya ekspor rata-rata 5. KERANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN a).meningkatnya penyerapan tenaga kerja di bidang industri pengolahan hasil perikanan sebanyak 36 ribu orang . Sasaran Jangka Menengah (2004-2009) . Penguatan pemberdayaan revitalisasi seluruh BUMN dan pembangunan klaster-klaster sentra distribusi pusat penjualan memperkuat basis dan struktur kelembagaan koperasi UPT Perikanan produk unggulan BBM nelayan industri perikanan V. d).perikanan Indonesia meningkatkan market iteliegence .Tercapainya angka kecukupan protein asal ikan bagi penduduk Indonesia seperti yang direkomendasikan oleh Widya Karya Pangan dan Gizi .meningkatnya devisa dari sektor perikanan rata-rata 2 % pertahun b) Sasaran Jangka Panjang (2010-2024) .mengundang investor yang punya visi pro poor dan pro job.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful