P. 1
perkembangan siswa didik

perkembangan siswa didik

|Views: 3,190|Likes:
Published by fatahillah3358

More info:

Published by: fatahillah3358 on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

Belajar adalah proses pemanfaatan otak secara maksimal. Menurut
beberapa ahli, otak manuasia terdiri dari dua bagian, yaitu otak
kanan dan otak kiri. Masing-masing belahan otak memiliki
spesialisasi dalam kemampuan-kemampuan tertentu.
Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linier dan
rasional. Sisi ini sangat teratur. Walaupun berdasarkan realitas,
ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara
berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal,
menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan
fakta, fonetik, serta simbolis.
Cara kerja otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif,dan
holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk me-
ngetahui yang bersifat nonverbal seperti perasaan dan emosi,

39

Belajar dan Perubahan pada Siswa Didik

kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran
suatu benda atau orang), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan
pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.
Kedua belahan otak perlu dikembangkan secara optimal dan
seimbang. Belajar yang hanya cenderung memanfaatkan otak
kiri, misalnya dengan memaksa anak untuk berpikir logis dan
rasional akan membuat anak dalam posisi kering dan hampa .
Oleh karena itu, belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung
oleh pergerakan otak kanan, misalnya dengan memasukkan unsur-
unsur yang bisa memengaruhi emosi, yaitu unsur estetika melalui
proses belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.
Pendapat lain tentang otak adalah Teori Otak Triune. Triune
artinya Three in One (Dave Meier, 2002: 83). Menurut teori ini,
otak manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu otak reptil, sistem
limbik dan neokortek.
Otak yang paling sederhana dari ketiga bagian itu adalah otak
reptil. Tugas utamanya adalah mempertahankan diri. Otak ini
menguasai fungsi otomatis seperti degupan jantung dan sistem
peredaran darah. Dari otak inilah manusia sering berprilaku
secara naluriah, yang cenderung mengikuti contoh dan rutinitas
secara membuta. Otak reptil diyakini sebagai sisi hewani manusia
yang berfungsi mengejar kekuasaan. Ia akan berbuat apa saja
demi mencapai tujuan yang diinginkannya termasuk untuk
mempertahankan diri.
Sistem limbik merupakan otak bagian tengah yang memainkan
peran besar dalam hubungan manusia dan dalam emosi. Fungsi

40

Perkembangan Peserta Didik

otak ini bersifat sosial dan emosional. Di otak ini juga terkandung
sarana untuk mengingat dalam jangka panjang.
Sedangkan neokortek merupakan fungsi otak yang paling
tinggi tingkatannya. Otak ini memiliki fungsi tingkat tinggi,
misalnya mengembangkan kemampuan berbahasa, berpikir
abstrak, memecahkan masalah, merencanakan ke depan, dan
berkreasi. Otak inilah yang membuat seorang manusia berbeda
dengan makhluk lain ciptaan Tuhan.
Proses belajar seharusnya mampu mengembangkan setiap
bagian otak. Jika proses pembelajaran mampu mencapai
neokortek, maka sudah barang tentu otak reptil dan sistem limbik
akan terkembangkan. Sebaliknya, pembelajaran yang hanya
menyentuh otak limbik apalagi otak reptil saja, belum tentu dapat
mengembangkan neokortek. Dengan demikian, pembelajaran
yang benar adalah yang dapat mengembangkan fungsi neokortek,
yaitu melalui pengembangan berbahasa, memecahkan masalah
dan membangun kreasi.

C. BELAJAR ITU BERLANGSUNG SEPANJANG HAYAT

Manusia sepanjang hidupnya akan selalu dihadang oleh
masalah-masalah baru dalam mencapai tujuan hidupnya. Dalam
menghadapi masalah-masalah itu, berdasarkan kemampuan dan
pengalaman yang telah ada, manusia selalu berusaha menetapkan
pilihan-pilihan pemecahan masalah. Cara untuk menjelaskan
bagaimana seseorang membuat pilihan di antara sejumlah besar
rangkaian pilihan perilaku yang terbuka baginya, adalah dengan
mempergunakan penjelasan expectancy. Ini berdasarkan atas

41

Belajar dan Perubahan pada Siswa Didik

proposisi yang sederhana yakni bahwa seseorang memillih
bertindak sedemikian karena ia yakin dapat mengarahkan untuk
mendapatkan sesuatu hasil tertentu (misalnya mendapat pujian
atau nilai yang baik).
Jadi usaha-usaha yang dilakukan seseorang adalah berdasarkan
harapan (expectancy) bahwa ia akan memperoleh sesuatu dari
pelaksanaan usahanya itu. Ia percaya bahwa tingginya pencapaian
hasil yang ia peroleh akan bergantung pada usaha dan pelaksanaan
usahanya.

Ketika rintangan atau masalah itu sudah dilaluinya, maka manusia
akan dihadapkan pada rintangan atau masalah baru yang mungkin saja
lebih berat. Demikianlah terus-menerus sampai akhir hayatnya. Jika
sekolah berperan sebagai wahana untuk memberi latihan bagaimana
cara belajar, maka melalui kemampuan bagaimana cara belajar,
siswa akan mampu belajar untuk memecahkan masalah setiap kali
rintangan menghadangnya dalam pencapaian tujuan. Karena inilah,
maka belajar merupakan suatu proses yang terus-menerus, yang tidak
pernah berhenti dan tidak terbatas pada dinding kelas. Belajar akan
berlangsung sepanjang hayat manusia itu sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->