METODE PENDIDIKAN RASULULLAH TELADAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ISLAM BAGI PENDIDIK UMAT Oleh : ARIF FIRMANSYAH 1.

LATAR BELAKANG Era globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya memasuki setiap sudut negara dan menjadi sebuah keniscayaan. Era ini menghendaki setiap negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar negara maupun antar individu. Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi tak jarang memiliki pengaruh dan dampak yang negatif pula jika dicermati dengan seksama. Pengaruh yang ada dari globalisasi pada aspek kehidupan meskipun awal tujuannya diarahkan pada bidang ekonomi dan perdagangan serta memberikan dampak multidimensi. Globalisasi memang menjadi lokomotif perubahan tata dunia yang tentu saja akan menarik gerbong-gerbongnya yang berisi budaya, pemikiran maupun materi. Bidang pendidikan pun juga tidak luput dari efek yang ditimbulkan dari globalisasi. Isu yang digulirkan untuk pendidikan adalah kompetensi bagi setiap individu yang terlibat dalam proses pendidikan maupun keunggulan kompetitif yang harus dimiliki oleh institusi pendidikan. Jika dilihat sekilas, muatan nilai yang terdapat dalam agenda globalisasi nampak universal dan tidak memiliki dampak negatif. Namun jika ditelaah standard kompetensi dan keunggulan kompetitif yang seperti apa inilah yang perlu dicermati dengan seksama. Faktanya, standard tersebut tampak di permukaan ditentukan oleh dunia internasional melalui lembaga internasional semacam UNESCO atau yang sejenis dan menjadi sebuah kesepakatan dunia, akan tetapi ada sisi gelap yang belum terkuak yaitu pihak perumus standard tersebut adalah negara Eropa dan Amerika. Bagi kalangan masyarakat awam, kedua kawasan (Eropa dan Amerika) tersebut masih relevan menjadi kiblat peradaban modern dan mapan. Dikatakan demikian karena penampakan yang ada dan diopinikan dengan sistematis bahwa Amerika dan Eropa telah berhasil menjadi negara yang unggul dibandingkan negara lainnya dan menampakkan gambaran kesejahteran dan kemakmuran yang dirasakan oleh setiap orang yang berada di kawasan tersebut. Pandangan akan kemilau keberhasilan Amerika dan Eropa membangun peradaban modernnya yang didalamnya juga terdapat pola pendidikan diasumsikan terbaik tidak hanya bagi masyarakat awam. Negaranegara di dunia ketiga yang notabene banyak diantaranya adalah negeri-negeri muslim silau dengan keberhasilan pendidikan di kedua kawasan tersebut dan menjadikannya benchmark / patokan untuk pengembangan pendidikan di negaranya masing-masing. Perlu diketahui bersama, sisi gelap dalam pola pendidikan yang dirumuskan oleh Amerika dan Eropa yaitu tidak adanya muatan nilai ruhiyah, dan lebih mengedepankan logika materialisme serta memisahkan antara agama dengan kehidupan yang dalam hal ini sering disebut paham Sekulerisme. Implikasi yang bisa dirasakan namun jarang disadari adalah adanya degradasi moral yang dialami oleh anak bangsa. Banyak kasus buruk dunia pendidikan yang mencuat di permukaan dimuat oleh beberapa media massa cukup meresahkan semua pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan bangsa yang lebih baik. Ambillah contoh, baru-baru ini seluruh pelajar SMA di Indonesia melangsungkan Ujian Akhir Nasional. Standard kelulusan yang ditetapkan Mendiknas tiap tahunnya dinaikkan mulai dari 3,00 pada tahun 2003 hingga 5,25 pada 2008 ini. Penetapan standard ini sebagai implementasi penyetaraan kompetensi pelajar Indonesia dengan pelajar Internasional. Tapi di tataran praktik, banyak terjadi fenomena paradoks dan fakta yang ironis. Seperti anak yang dikenal pintar ternyata tidak lulus UAN dengan berbagai alasan, belum lagi variasi kecurangan selama UAN berlangsung yang ternyata tidak dominasi pelajar tapi juga sampai pada jajaran guru dan sekolah untuk mengelabui dan mengejar standard kelulusan.(JawaPos, 23/04/2008) Juga, Indonesia diketahui sebagai negara pada urutan ketujuh dunia sebagai negara pengakses situs-situs porno. Lebih jauh lagi, dibahas didalamnya ternyata sebagai pengakses situs porno dari Indonesia dari kalangan pelajar. Prosentase terbesar diduduki oleh pelajar SMA sejumlah 38% diikuti oleh mahasiswa sebesar 33,6% dan ternyata dari kalangan siswa SMP juga menjadi pengakses situs porno17,3% sisanya sebesar 11% ditempati oleh masyarakat non pelajar. (Times, 14/12/2006) Kasus parah lainnya yang tampak sebagai indicator degradasi moral dalam pandangan umum adalah tawuran yang sering dilakukan di kalangan pelajar ternyata juga merambah di kalangan mahasiswa. Padahal jika memandang secara idealnya, seharusnya semakin tinggi jenjang pendidikan yang dilalui oleh anak didik semestinya yang bersangkutan mengedepankan etika dan logika-rasional akademisi. Maksudnya mahasiswa sebagai insan pendidikan yang menjalani jenjang tertinggi tidak seharusnya terbawa emosi sehingga berujung pada tawuran. Peristiwa yang sering terjadi di kota Jakarta, maupun Makassar, Medan, Palu itu yang tampak, mungkin akan banyak lagi yang belum terjangkau liputan media massa sehingga tidak tampak di permukaan. Beberapa contoh kasus diatas merupakan efek negatif dari pola pendidikan yang diadopsi Indonesia dari negara acuannya yaitu Eropa dan Amerika. Dikatakan berefek negatif karena ditinjau secara kebijakan makro, pendidikan Barat tidak lepas dari kerangka berpikir pada ideologi kapitalisme. Padahal sudah banyak dikupas habis banyaknya kelemahan dan keburukan pada ideology kapitalisme sebagai buah tangan manusia. Sedangkan jika ditinjau secara mikro, permasalahan tidak adanya link and match antara materi yang didapatkan di bangku sekolah dengan realitas yang ada di lapangan. Sehingga anak didik sering mengalami kebingungan sesuai menyelesaikan masa studi dan mulai memasuki masyarakat. Lulusan institusi pendidikan belum sempat menentukan langkah sudah tenggelam dengan hiruk pikuknya tata kehidupan materialistic. Selain itu, esensi materi pendidikan yang distandardisasi (baca : ditiru) dari Barat bermuatan budaya dan pemikiran yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Indikasi yang bisa dijumpai, masih diajarkannya teori evolusi Darwin tanpa diimbangi dengan pemahaman Islam terhadapnya. Hukum kekekalan massa pada fisika yang juga semestinya dinilai secara kritis dalam pandangan Islam oleh gurunya. Belum lagi pelajaran yang berkaitan

1 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”, Bangkalan, 1 Mei 2008

individualistic. kebebasan yang salah arah dan lepas kendali serta tampilan pada anak didik sebagai generasi permisif dan anarkis yang telah disebutkan diatas secara eksplisit wujudnya. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. sebagaimana telah disitir dalam ayat berikut ini “ Telah nyata kerusakan didaratan dan dilautan oleh karena tangan – tangan manusia “. Masih ada tokoh-tokoh dunia dengan perannya yang penting dan masih menjadi acuan perkembangan sains dan teknologi berasal dari kaum muslimin yaitu Ibnu Khaldun(bapak ekonomi). Sebut saja tokoh Ibnu Sina sebagai sosok yang dikenal peletak dasar ilmu kedokteran dunia namun beliau juga faqih ad-diin terutama dalam hal ushul fiqh. tutup lubang atas masalah yang ada. 2 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS. Mereka dikenal tidak sekadar paham terhadap sains dan teknologi namun diakui kepakarannya pula di bidang ilmu diniyyah. Itupun materi ajarnya ‘menjenuhkan’ artinya dari mulai Sekolah Dasar hingga Pendidikan Tinggi pembahasannya berputar permasalahan ibadah mahdloh.An-Nisa’: ) Sepanjang sejarah dunia. Factor paling menentukan atas kegemilangan Islam membangun peradaban dunia adalah keimanan dan keilmuannya.Rum : 41). dan janganlah “ kamu turut langkah-langkah syaitan. Derasnya serangan tsaqofah Barat seperti sikap hedonistic dengan implikasinya berupa gaya hidup hurahura. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat. Namun lebih jauh lagi. (Ar. Dari sinilah problem sosial kemasyarakatan muncul dan kerusakan tatanan kehidupan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 1 Mei 2008 . Sehingga dampak yang bisa dirasakan. Hai orang-orang yang beriman. Demikian pula. konsumeristik. masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan. maka solusi tersebut tidak bisa menuntaskan masalah. Jabir bin Hayyan (Bapak Kimia). cinta mode. Segala urusan dunia jika solusinya diserahkan pada hasil pemikiran manusia tanpa melibatkan hukum-hukum Allah didalamnya. pergaulan bebas.” (Al(Baqoroh : 208 “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Serangan tersebut berakibat pada pengaruh dan peran pendidik umat (guru) menurun drastic sehingga pendidik umat secara perlahan-lahan kehilangan kewibawaan dan keteladanan di tengah-tengah anak didik. Bangkalan. Maka dari itu penulis mencoba akan menguraikan pada penjelasan berikut ini. Al-Khazini dan Al-Biruni (Bapak Fisika).dengan sosial-ekonomi yang bisa dikatakan sekitar 85% tidak sesuai dengan Syari’at Islam. Ibnu Batutah (bapak geografi). Tidak ada pemisahan ataupun dikotomi atas kedua factor tersebut dalam pola pendidikan yang diterapkan. Jadi sangat disayangkan jika kaum muslimin berpaling dari Islam malah meniru total pendidikan ala Barat karena silau dengan kemajuannya. Sehingga generasi yang dihasilkan juga tidak diragukan kehandalannya hingga kini. turunnya Islam menjadi penyempurna dari semua agama yang ada dan memuat semua tata aturan kehidupan secara paripurna. ARAH DAN PILAR PENDIDIKAN ISLAM Kerusakan yang lama ada pada pola pendidikan di negara Barat sepatutnya ditinggalkan oleh kaum muslimin. 2. Karena sungguh didalam Al-Qur’an Sunnah telah dijelaskan dengan mendalam segala aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan.Al-Ahzab : 36) “Hai orang-orang yang beriman. Akhirnya kita dihadapkan pada perkara inti yaitu bagaimana gambaran pola pendidikan Islam ? bagaimana pula sosok pendidik umat yang dibutuhkan untuk membangun kepribadian Islam pada anak didik kaum muslimin?. Islam menjelaskan aturan mulai dari masuk kamar mandi hingga masuk parlemen. Ibnu Al-Bairar al-Nabati (bapak Biologi) dan masih banyak lagi lainnya. boros. pola pendidikan tersebut menghasilkan output berpikir dan bersikap berdasarkan pada prinsip materialisme dengan menanggalkan prinsip syari’at Islam. rakus. Ditambah lagi mata pelajaran agama yang diajarkan di sekolah maupun pendidikan tinggi cuma +2 jam dalam seminggu. mulai dari menegakkan sholat hingga menegakkan Negara Islam. Sehingga yang terjadi adalah fenomena tambal sulam ataupun gali lubang. Maka dari itu jika ingin menyelesaikan masalah tanpa masalah termasuk pendidikan harus berujung pangkal pada Islam. Pertanyaan ini akan mudah untuk dijawab jika kita memiliki pedoman yang jelas dan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ber-azzam (bertekad kuat) untuk menggali dan mengeksplorasi khazanah Islam sebagai fundamendal pendidikan generasi muda yang handal. Islam telah terbukti mampu membangun peradaban manusia yang khas dan mampu menjadi pencerah serta penerang hampir seluruh dunia dari masa-masa kegelapan dan kejayaannya +13 abad lamanya. AlBattani (Bapak Astronomi). sesat yang nyata”(QS. Kerusakan tersebut timbul dikarenakan tidak adanya muatan ruhiyah dalam penelitian dan pengembangan sains dan teknologinya. Sedangkan permasalahan interaksi manusia (muamalat) hampir tidak ada sama sekali. Islam menjelaskan secara total bagaimana kaidah pendidikan sesuai dengan Khitab As-Syaari’. janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Ibnu Khawarizm (bapak matematika). Islam diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad tidak sekadar melakukan perbaikan akhlaq.

Ada beberapa peran yang bisa dimainkan masyarakat sebagai pilar penopang pendidikan generasi islami yaitu sebagai control penyelenggaraan pendidikan oleh negara dan laboratorium permasalahan kehidupan yang kompleks. h. demikian juga kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan orang tua.” (HR.6521) 2. Singkatnya.Kalau begitu pola pendidikan seperti apa yang mampu mencetak generasi islam berkualitas sekaliber tokoh-tokoh dunia tersebut? Penting kiranya menyatukan persepsi tentang pendidikan sesuai kaidah Syara’. namun juga ilmu terapan. Kajian tsaqofah islam serta ilmu pengetahuan dan sarana penunjangnya menuntut peran aktif dari masyarakat pula. mengantarkan dan mendampingi anak meraih dan mengamalkan ilmu setingggi-tingginya dalam koridor taqwa. Kedua tujuan dari pola pendidikan Islam bisa terlaksana jika ditopang dengan pilar yang akan menjaga keberlangsungan dari pendidikan Islam tersebut. Al-Askari dari Anas ra) 3. Keluarga-lah yang memiliki andil besar dalam menanamkan prinsip-prinsip keimanan yang kokoh sebagai dasar bagi si anak untuk menjalani aktivitas hidupnya. disana ia mengambilnya (HR. Berikutnya. atau Majusi.Al-Bukhori no. 1 Mei 2008 . pola pendidikan Islam tidak berhenti dan terbatas pada pendidikan formal (sekolah). namun justru pendidikan generasi Islami yang bersifat non formal di tengah masyarakat harus beratmosfer Islam pula. 2. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “Setiap anak dilahirkan atas fitrah. Masyarakat Pendidikan generasi merupakan aktivitas yang berkelanjutan tanpa akhir dan sepanjang hayat manusia. baik ilmu diniyah (Ijtihad. Hakikat tersebut menunjukkan pendidikan sebagai proses menuju kesempurnaan dan bukannya puncak kesempurnaan. Fiqh. Mempersiapkan generasi Islam untuk menjadi orang ‘alim dan faqih di setiap aspek kehidupan. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi. keluarga sebagai cermin keteladanan bagi generasi baru. Oleh karena itu. dll). fisika. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Bukhari) ّ ‫كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه‬ ّ ّ ‫رضى الرب في رضى الوالدوسخط الرب في سخط الولد‬ ّ ّ ّ ّ “Ridho Tuhan terletak pada ridho orang tua. Membangun kepribadian islami yang terdiri dari pola piker dan pola jiwa bagi umat yaitu dengan cara menanamkan tsaqofah Islam berupa Aqidah.62)) ‫العلم ضالة المؤمن حيث وجده أخذه‬ Hikmah laksana hak milik seorag mukmin yang hilang. masjid-masjid yang didirikan kaum muslimin menjadi lembaga pendidikan formal bagi semua manusia. Karena itu. tapi penyusunan strategi perang pun juga seringkali dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat didalam masjid. Peradilan. 3 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. kedokteran. dan perilaku Islami kedalam akal dan jiwa anak didik. sebab puncak kesempurnaan itu hanyalah ada pada Allah dan kemaksuman Rasulullah SAW. Sedangkan dimasa modern saat ini pendidikan bisa dialihkan yang semula masjid ke tempat dengan fasilitas yang menunjang dalam proses pembelajaran lebih efektif baik itu sekolah maupun perguruan tinggi. Nasrani. Didalamnya tidak sematamata membahas ilmu diniyah. Jadi keluarga harus menyadari memiliki beban tanggung jawab yang pertama untuk membentuk pola akal dan jiwa yang Islami bagi anak. keberhasilan pendidikan hanya bisa dinilai dengan standar pencapaian kesempurnaan manusia pada tingkat yang paling maksimal. Karenanya harus disusun dan dilaksanakan kurikulum oleh Negara. keluarga merupakan gerbang utama dan pertama yang membukakan pengetahuan atas segala sesuatu yang dipahami oleh anak-anak. dll) maupun ilmu terapan dari sains dan teknologi (kimia. Semasa Rasulullah SAW. sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah.” (HR. Hal ini sah-sah saja dan tidak bisa dianggap sebagai upaya memisahkan anak didik dari masjid. ‫خذاالحكمة ممن سمعتموها فانه قديقول الحكمة غير الحكيم وتكون الرمية من غير‬ ‫رام‬ “Ambillah hikmah yang kamu dengan dari siapa saja. Rasulullah menjadikan masjid untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II. pemikiran. Keluarga Dalam pandangan Islam. Hakekat pendidikan adalah proses manusia untuk menjadi sempurna yang diridhoi Allah SWT. Pilar penopang pendidikan Islam yang dibutuhkan untuk bekerja sinergis terdiri dari : 1. Sehingga output yang didapatkan mampu menjawab setiap perubahan dan tantangan zaman dengan berbekal ilmu yang berimbang baik diniyah maupun madiyah-nya. Madrasah Tempat untuk mengkaji keilmuan lebih intensif dan sistematis terletak pada Madrasah. Dimanapun ia mejumpainya. Bangkalan. Setelah diketahui hakikat pendidikan maka berikutnya bisa dirumuskan tujuan dari pendidikan Islam yang diinginkan yaitu : 1.

‫المام راع وهو مسؤول عن رعيته‬ “Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala. perhatian sangat besar diberikan pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan pola pendidikan islami. 4. ekonomi ribawi. Bait Al-Hikmah dibangun oleh Khalifah Al-Ma’mun yang dikenal sebagai khalifah pencinta ilmu pengetahuan. c. Juga Bait Al-Hikmah lah menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang didatangi oleh semua orang dari segala penjuru dunia termasuk Barat. Abu Dawud. Lebih dari itu. Peran yang bisa diambil oleh Negara dalam mewujudkan pola pendidikan Islami diantaranya : a. Tentunya bobot yang diberikan disetiap tingkatan memiliki komposisi yang berbeda namun proporsional. Sistematika pendidikan islam yang bisa diterapkan dalam madrasah dikelompokkan secara berjenjang (marhalah) yang harus memperhatikan fakta anak didik di setiap tingkatan. Menyusun kurikulum berdasarkan aqidah islam untuk semua institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi). Dan munculnya Renaissance di Eropa terjadi setelah banyak orang Eropa menggali ilmu pengetahuan dari bait Al-Hikmah. d. Tidak membatasi proses pendidikan dengan batasan usia dan lamanya belajar. negara harus menjamin kesejahteraan hidup para tenaga pendidik agar mereka bisa focus dalam penelitian dan pengembangan ilmu bagi anak didik dan tidak disibukkan aktivitas mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. efektif dan sempurna jika didukung dengan semua kebijakan yang dikeluarkan terhadap aspek kehidupan ini berlandaskan syari’at Islam. Sehingga harapannya tidak lagi masuk di materi sekolah tentang teori Darwin. Sepanjang pemerintahan Khilafah Abbasiyah. Sedangkan keberhasilan sistematika pendidikan islami yang ada pada madrasah tergantung pada para tenaga pendidiknya. Allah mengamanahkan penguasa negara untuk benar-benar memenuhi kebutuhan umat tanpa syarat termasuk pendidikan. Artinya jangan sampai isi materi pendidikan tidak membumi (tidak bisa diterapkan) sehingga tidak berpengaruh dan tidak memotivasi anak didin untuk mendalaminya. Bangkalan. Karena hakekat pendidikan adalah hak setiap manusia yang harus dipenuhi oleh Negara. Penetapan kualifikasi berupa ketinggian syakhsiyah islamiyah dan kapabilitas mengajar. serta filsafat liberal-sekuler dan lainnya yang tidak sesuai dengan Aqidah Islam. Seleksi dan kontrol ketat terhadap para tenaga pendidik. Negara Negara sebagai pilar penopang bisa mewujudkan pola pendidikan Islami akan lebih optimal. Syaikhan. Maka dari itu arti guru yaitu digugu dan ditiru benar-benar bisa terlaksana dan terjaga dengan baik. dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya. Menyajikan content pendidikan dengan prinsip Fikru lil Amal (Link and Match / ilmu yang bisa diamalkan). b. Dari Bait Al-Hikmah inilah lahir tokoh-tokoh muslim ternama yang telah disebutkan sebelumnya. Jika sudah didapatkan tenaga pendidikan yang sesuai kualifikasi. Perkembangan sikap dan pemahaman yang terdapat pada anak didik merupakan tanggung jawab terbesar pada para tenaga pendidik. Sejarah mencatat berdirinya Bait Al-Hikmah sebagai madrasah dengan jenjang pendidikannya yang sistematis. Madrasah meletakkan harapan besar kepada para tenaga pendidik untuk memberikan proses yang tidak sekadar transfer of knowledge tapi juga cultivate of spirit and value. 1 Mei 2008 . Tirmidzi. Ahmad. dari Ibnu Umar) NEGAR A PENDIDIKA N KELUAR GA MADRASA H MASYARAK AT 4 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”.” (HR.Peradaban Islam mengalami puncak kegemilangan pada saat Bani Abbasiyah memegang tampuk kekuasaan dalam system pemerintah Khilafah Islamiyah. syakhsiyah Islamiyah yang dicita-citakan pada anak didik menjadi sempurna apabila para tenaga pendidiknya lebih dahulu memiliki syakhsiyah islamiyah tersebut dan mampu meningkatkan secara berkelanjutan. Filterisasi terhadap paham-paham sesat dan menyesatkan bisa dijalankan melalui standar kurikulum Islami.

Bangkalan. 1 Mei 2008 .Arah Pendidikan SIKAP KEPRIBADI AN ISLAM KECERDAS AN INTELEKTU AL PENDIDIK AN KECERDAS AN SPIRITUAL PENGETAH UAN ISLAM TSAQOFAH ISLAMIYAH ILMU KECERDAS AN EMOSIONA L Generasi Cerdas peduli bangsa Pemimpin yang pu-nya kemampuan dan keahlian (kafa’ah). TEKNO LOGI. himmah. dan ama nah PENGETAHU AN ILMU KEHIDUPAN SAINS. 2004) 5 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. SENI KECERDAS AN POLITIK Sumber : (MR Kurnia.

Sehingga tidak ada jarang yang renggang antara pendidik dengan anak didik dan akan memudahkan pembelajaran dan memperkuat pengaruh baik pendidik kepada anak didik karena penghormatan. tetapi berkasih sayang sesama mereka…” (QS. Terutama bagi anak didik yang lamban dalam memahami materi dibutuhkan kesabaran yang lebih dari pendidik untuk terus mencari cara agar si anak didik bisa setara pemahamannya dengan yang lainnya.Al-Baqoroh : 153). Artinya semua kaidah kehidupan yang ditetapkan islam melalui Al-Qur’an semuanya contoh sudah terdapat dan dijumpai dalam diri Rasulullah SAW. niscaya generasi islami akan terwujud. Kasih Sayang. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. dalam bukunya Muhammad. tetapi berkasih sayang sesama mereka. Implikasi dari sifat ini adalah pendidik menolak untuk tidak suka meringankan beban orang yang dididik. Sosok Rasulullah SAW yang menjadi pendidik sukses bisa diakui tidak cuma kalangan dunia Islam namun juga dari komentar yang diberikan oleh kalangan Barat seperti Robert L. Beliau tidak cuma sekadar bapak tapi juga guru dengan teladan yang baik.3. “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Sifat Rasulullah memang yang paling khas adalah Shiddiq. Fathonah.seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik”. prilaku. Bahkan sayyidah ‘Aisyah tatkala ditanya oleh beberapa sahabat mengenai pribadi Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Rasulullah itu adalah Al-Qur’an berjalan.29. Selain itu Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh dunia meletakkan Rasulullah Muhammad di posisi pertama sebagai sosok paling berhasil dan tak tergantikan oleh sosok lainnya berkaitan dengan memimpin dan mendidik umat dalam kurun waktu singkat sehingga terwujud kehidupan yang mulia. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari 6 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”.” (QS.Al-Fath : 29) b. tapi juga kepala negara. Keragaman sikap dan kemampuan memahami yang dimiliki oleh anak didik menjadi tantangan bagi pendidik.Al-Ahzab : 21) Jaminan mardhatillah akan didapatkan oleh setiap orang yang bersungguh-sungguh menggali dan meneladani kepribadian Rasulullah. Namun secara spesifik untuk seorang pendidik. Cerdas. Rasulullah mencontohkan sifat tawadhu’ kepada siapa saja baik kepada yang tua maupun yang lebih muda dari beliau. Tabligh. Gullick Jr. Beliau bukan hanya menjadi seorang nabi. The Educator menyatakan: “Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. karena -dari sudut pragmatis. Bangkalan. c. Wujud pendidik umat yang mampu membangun generasi islami dengan ciri yang melekat padanya berupa pola pikir dan pola jiwa yang islami sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah bisa ditinjau dari sifat seorang pendidik serta strategi pendidikan yang dimiliki pendidik. Sabar. dan Amanah. dan pola pikir. Seorang pendidik harus mampu menganalisis setiap masalah yang muncul dan memberikan solusi yang tepat untuk mengembangkan anak didiknya merupakan wujud dari sifat cerdas. Kecerdasan yang dibutuhkan tidak cuma intelektual namun juga emosional dan spiritual. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam. Allah SWT sendiri telah memuji keluhuran pribadi Rasulullah SAW dalam ayat-Nya :       “               “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. Jadi tidak ada keraguan lagi dan tidak akan memilih cara lain termasuk dalam menerapkan pola pendidikan selain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pantang bagi seorang pendidik memiliki sifat arogan (sombong) meski itu kepada anak didiknya. Selain itu jaminan keselamatan dan syafa’at saat hari kiamat akan diberikan Rasulullah. Jika kedua hal ini dipahami dengan benar dan diimplementasikan dengan istiqomah. PERAN PENDIDIK DALAM ISLAMIC CHARACTER BUILDING Rasulullah SAW selaku penyampai risala Islam yang mulia merupakan cerminan yang komprehensif untuk mencapai kesempurnaan sikap. bisa dijumpai sifat yang dicontohkan Rasulullah SAW berikut ini : a. Tawadhu’. suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang… Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad diantara pendidikpendidik besar sepanjang masa. 1 Mei 2008 . Bekal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pendidik yang sukses. “Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. d. Wajib dimiliki oleh setiap pendidik sehingga proses pembelajaran yang diberikan menyentuh hingga ke relung kalbu.

Jika seseorang telah mampu mengeliminasi penyakit hati. maka tunaikanlah sesuai dengan kemampuan kalian (yang paling maksimal). Maka berawal dari kenyataan ini. Balance in Capacity. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. maka apapun manifestasi pendidikan tersebut hanyalah manipulatiif. bukannya apriori. Maka dari itu pendidik umat dituntut untuk mudah memberikan maaf meskipun ada sanksi yang diberikan kepada anak didik yang menjadi pelaku kesalahan sebagai bagian dari edukasi. dan teknik yang diperlukan dalam mendapatkan hasil yang maksimal untuk pendidikan islami. )‫يفعله‬ ّ ّ ‫عن أنس بن مالك رض الله عنه مر صبيان فسلم عليهم وقال كان النبي صلى الله عيه وسلم‬ ّ ٍ ّ (HR. Karena jika pendidikan tidak dimulai dari dalam diri. 2. Bijaksana. Metode ini sesuai dengan hadits Rasulullah ‫فاذا أمرتكم بشيء فاتوامنه مااستطعتم‬ “jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian.bekas sujud[1406]. Pemberi Maaf. 7 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. Rasulullah sebagai pendidik memiliki strategi pendidikan yang penting diketahui. maka orang tersebut berpotensi besar untuk sukses. Karena.Muslim) ّ ً ‫ما انت بمحدث قوم حديثا لتبلغه عقولهم إلكان لبعضهم فتنة‬ ً ّ 4. Yakin terhadap Tugas Pendidikan. dengki. dsb. 5. Rasulullah memberi perlakuan berbeda dalam mendidik antara pria dengan wanita. dan tidak diragukan kemampuannya) sehingga memunculkan apresiasi dari anak didik. Pembentukan mental islam yang kuat akan menghindarkan anak didik dari penyakit hati seperti benci.Bukhori e. Sanksi bisa jadi tidak diperlukan dalam mengedukasi anak didik jika seorang pendidik umat memiliki kepribadian yang kuat (kewibawaan. sombong. Metode yang dilakukan Rasulullah meliputi : 1. (HR. Rasulullah dalam menjalankan tugas mengedukasi umat selalu optimis dan penuh keyakinan terhadap tugas yang diembannya. Spiritual-Mentality Building. bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik” (QS. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Bangkalan. Priority & Thing First Thing. bohong. Strategi tersebut terdiri dari metode. Prioritas dan mendahulukan hal terpenting dalam proses pendidikan islami berarti menanamkan kebiasaan kepada anak didik bertindak efektif dan efisien. karena Allah SWT akan mempercepat pemberian terhadap manusia yang memiilki keyakinan tinggi terhadap keberhasilan setiap tugas yang dilakukan. Artinya sebagai seorang pendidik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah memberikan penugasan dan menjelaskan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pemahaman yang dimiliki oleh anak didik. tidak cacat moral. Patutlah jika pendidik umat juga memiliki sifat ini yaitu yakin usaha sampai. 1307) “ Kamu sekali-kali janganlah memberi penjelasan kepada suatu kaum. antara orang badui dengan orang kota. Sesuai dengan hadits Qudsi bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Anak didik yang ditangani oleh pendidik umat tentunya tidak luput dari kesalahan maupun sikap-sikap yang tidak terpuji lainnya. 1 Mei 2008 . antara orang yang baru masuk islam dengan yang sudah lama memeluk islam.Ar-Ra’d : 29) 3. Allah SWT tidak pernah memerintahkan keimanan kecuali disertai dengan tindakan nyata. “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Applicable. penjelasan yang tidak bisa dijangkau oleh akan mereka. pesimis. Seorang pendidik umat tidak boleh mudah terpengaruh dengan kesalahan bahkan oleh keburukan yang dihadapinya dengan bijaksana dan lapang dada sehingga akan mempermudah baginya memecahkan sebab-sebab permasalahan tersebut f. buruk sangka. tugas yang berlebihan akan menyebabkan seorang pendidik tersebut dijauhi dan tugasnya pun akan ditinggalkan. Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya. Efektif artinya melakukan sesuatu yang benar sedangkan efisien berarti melakukan sesuatu dengan benar. Kemampuan untuk membuat prioritas dan memilah yang terpenting daripada yang penting sangat diperlukan untuk dimiliki oleh pendidik. aksi. Sifat-sifat diatas menjadi bekal dan support bagi pendidik umat untuk berhasil dalam mengimplementasikan strategi yang disusunnya. Sebab akan bisa didapatkan manfaat hakiki yang lahir dari aplikasi praktis terhadap pengetahuan teoritis tersebut. apa yang disebut adil akan terwujud dari pendidik kepada anak didik. kecuali ia akan menjadi fitnah bagi sebagian diantara mereka. Right Treatment for Diversity.”(HR. g. Sehingga jika tepat dalam memberi perlakuan terhadap keragaman anak didik. Rasulullah SWT melakukan penguatan pengetahuan teoritis dengan aplikasi praktis.Muslim no. Sehingga secara otomatis bisa mencegah terjadinya banyak kesalahan dan mampu menanamkan keyakinan dalam diri anak h. Kepribadian yang Kuat. Rasulullah meletakkan pondasi mental berlandaskan aqidah yang kuat terhadap kaum muslimin semasa itu. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Keragaman tersebut bisa diklasifikasi berdasarkan demografi. Pendidikan Islami memerlukan tindakan tepat terhadap keragaman anak didik.

”. Sedangkan Rasulullah SAW mencontohkan mengedepankan penghargaan ketimbang sanksi karena Allah SWT mengutamakan menerima karena suka daripada karena takut. dan masa kayamu sebelum (datang) masa miskinmu. 1 Mei 2008 . Coercive and Reward. Ada kalanya anak didik berbuat baik karena takut dihukum dan ada yang memang menginginkan mendapat pujian dari gurunya.keteladanan yang diberikan Rasulullah SAW. Sehingga kebajikan lebih dominan dan mampu melenyapkan keburukan sesuai dengan ayat Al-Qur’an : “…. Proses pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah juga berjalan dalam jangka waktu yang tidak singkat. masa mudamu sebelum (datang) masa tuamu. 9. Self-Evaluation.. menyuruh kepada yang ma'ruf. Good Advice for Good Time. Sebenarnya masih sangat luas sekali-hingga tak terhitung jumlahnya-. Tirmidzi) 6. Penjelasan singkat mengenai keteladanan Rasulullah SAW bagi pendidik umat bisa menjadi bekal untuk melakukan perbaikan mutu sikap dan pikir anak didik sesuai dengan syari’at Islam.Motivasi berprestasi penting artinya dimasukkan dalam proses pendidikan islami karena mengandung dorongan positif yang kuat dari dalam diri manusia berefek pada sikap dan tindakannya mengarah pada hal yang positif pula.Huud:114) 8. tabi’in-tabi’at dan ulama-ulama kenamaan merupakan bukti keberhasilan pola pendidikan islami. Lantas. Butuh kesinambungan proses baik transfer maupun control terhadap hasilnya. tabi’in. Pendidik umat harus mampu memberikan konseling kepada anak didik yang sedang dilanda masalah ataupun berbuat kesalahan fatal tanpa disadarinya. Sustainable Transfer.Pendidikan islami merupakan pembentukan diri dan prilaku yang tidak bisa didapatkan dalam waktu sekejap. maka bisa kemudian diberi nasehat yang selanjutnya dan lebih berbobot.(QS. Jika terjadi pengabaian pada nasihat pertama. Rasulullah mengajarkan kepada kaum muslimin waktu itu dalam metode pendidikan yang beliau jalankan adalah evaluasi diri (muhasabah). dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. KHATIMAH Pembangunan dan pembentukan generasi islam berkualitas sebagaimana para sahabat. mengenai waktu/timing penyampaian nasihat harus tepat. Ali Imron : 110) ‫خير كم قرني ثمالذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم‬ ّ ّ ّ 8 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. Pola pendidikan islami sudah ada semenjak Rasulullah SAW hidup dan beliaulah yang meletakkan pondasinya dengan banyak keteladanan yang bisa diambil.” (GR. masa senggangmu sebelum (datang) masa sempitmu. Ada yang perlu diperhatikan dalam pemberian nasehat/advice kepada anak didik yaitu kuantitas dan timing. masa sehatmu sebelum (datang) masa sakitmu.(QS. dan mencegah dari yang munkar. 4.‫إغتنم خمسا قبل خمس حياتك قبل موتك وصحتك قبل سقمك وفراغك قبل شغلك وشبابك‬ ّ ً ‫قبل هرمك وغناك قبل فقرك‬ “Manfaatkan lima perkara sebelum (datang) lima perkara : masa hidupmu sebelum (datang) matimu. jika kita mau dan bertekad keras untuk memulai dari yang sedikit dulu namun istiqomah dan ada peningkatan bertahap kelak kemudian hari dari apa-apa yang telah dicontohkan Rasulullah. 7. Pendidikan islami mampu membuktikan janji Allah SWT dengan munculnya umat terbaik sesuai dengan ayat al-Qur’an :                                    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Anak didik yang selalu diajak untuk melakukan evaluasi diri dalam keterlibatannya pada proses pendidikan islami akan memacu diri anak didik untuk melakukan perbaikan sehingga akan didapatkan peningkatan performance (kinerja) yang lebih baik lagi. 10. Generasi islam dinilai berkualitas apabila terbentuk pola pikir dan pola jiwa berlandaskan pada aqidah Islam yang kuat sehingga mampu mengintegrasikan keimanan dan kompetensi pada diri anak didik. Sekiranya ahli kitab beriman. di antara mereka ada yang beriman. insya Allah akan menghasilkan kualitas anak didik yang tidak diragukan lagi kehandalannya. Bangkalan. Menerima karena suka akan memunculkan kerinduan untuk melakukan apa yang diperintahkan dengan lapang dada. Tapi sekali lagi. Pemilihan waktu yang tepat saat memberikan nasehat akan memberikan dampak perubahan yang luar biasa kepada anak didik. tentulah itu lebih baik bagi mereka. Dengan dihasilkannya generasi islami juga akan didapati peradaban mulia seperti yang sudah tercatat dalam sejarah dunia tentang kegemilangan peradaban islam mengubah dunia dari kegelapan menuju pencerahan hakiki. dan beriman kepada Allah.Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Waktu 13 tahun dihabiskan selama di Makkah dan dilanjutkan di Madinah di sisa usia beliau hingga kembali ke haribaan tidak pernah berhenti untuk terus dan terus mendidik umat. Achievement Motivation.Sanksi dan Penghargaan bisa dianggap sebagai upaya memotivasi anak didik. Kuantitas maksudnya nasihat yang diberikan tidak banyak namun terkontrol dalam pelaksanaan pada anak didiknya.

multiply.ISEI (IKATAN SARJANA EKONOMI INDONESIA) . Bangkalan. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam.com / arif_firmansyah@hotmail.Al-Baghdadi. kemudian orang yang hidup selepas zaman aku. Abdurrahman. WADI Press.Surabaya ) MOTTO : HIDUP SEKALI HARUS BERARTI DISISI ILAHI 9 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”.com : www. NEW ZEALAND PROFESI : . UNIVERSITAS AIRLANGGA S-2 MANAJEMEN.HIZBUT TAHRIR INDONESIA (Lajnah Mashlahiyah .. 1994 . 2003 . 1496) DAFTAR PUSTAKA - Abdurrahman.Hizbut Tahrir Indonesia. Menyingkap Zaman Keemasan Islam : Kajian Atas Lembaga-Lembaga Pendidikan. Anas Abdul Muntaqim.com S-1 MANAJEMEN. Membangun Generasi Berkualitas Dengan Perspektif Islam.uk / arif. www. Auckland University of Technology. Hafidz. Proceedings Lokakarya Pendidikan Nasional. 2008 Ahmed. Mizan. Abu. TRAINER. Membangun Kepribadian Pendidik Umat.managementbiz. setelah itu orang yang hidup selepas mereka”.DOSEN TETAP UNIVERSITAS AIRLANGGA. UNIVERSITAS BRAWIJAYA TEACHING COURSE WORK & INTERNSHIP.. Shabir. Pustaka Thariqul Izzah. 2004 PROFIL SINGKAT NAMA ALAMAT KONTAK EMAIL SITE PENDIDIKAN : : ARIF FIRMANSYAH : JL. Generasi Peduli Bangsa : Solusi Tuntas Krisis Kepemimpinan.icmimuda. H.co. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Generasi Cerdas. SURABAYA DOSEN LUAR BIASA.org. Syariat Islam dalam Kebijakan Pendidikan.“Sesungguhnya yang terbaik dari kalangan kamu ialah sezaman denganku. SURABAYA DOSEN LUAR BIASA. Strategi Pendidikan Negara Khilafah. 2006 .multiply. Jakarta. Hasan.Lukman.. Abdul Satar.firmansyah9@gmail. Fahmy. KONSULTAN INDEPENDEN ORGANISASI : . 2004 . 1 Mei 2008 . 1996 . Penerbit Al-Izzah.com / www. (HR..Asari.Yasin. 1999 .Hizbut Tahrir Indonesia... IAIN SURABAYA PENELITI. Penerbit Al-Izzah.WONOCOLO-PABRIK KULIT 7 / 20 A SURABAYA : 08993389031 / 08885151253 / 031-8473437 : arif_unair@yahoo. FAKULTAS DAKWAH..ekonomiislam. Al-Bukhori no. STIE-SYARI’AH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful