METODE PENDIDIKAN RASULULLAH TELADAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ISLAM BAGI PENDIDIK UMAT Oleh : ARIF FIRMANSYAH 1.

LATAR BELAKANG Era globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya memasuki setiap sudut negara dan menjadi sebuah keniscayaan. Era ini menghendaki setiap negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar negara maupun antar individu. Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi tak jarang memiliki pengaruh dan dampak yang negatif pula jika dicermati dengan seksama. Pengaruh yang ada dari globalisasi pada aspek kehidupan meskipun awal tujuannya diarahkan pada bidang ekonomi dan perdagangan serta memberikan dampak multidimensi. Globalisasi memang menjadi lokomotif perubahan tata dunia yang tentu saja akan menarik gerbong-gerbongnya yang berisi budaya, pemikiran maupun materi. Bidang pendidikan pun juga tidak luput dari efek yang ditimbulkan dari globalisasi. Isu yang digulirkan untuk pendidikan adalah kompetensi bagi setiap individu yang terlibat dalam proses pendidikan maupun keunggulan kompetitif yang harus dimiliki oleh institusi pendidikan. Jika dilihat sekilas, muatan nilai yang terdapat dalam agenda globalisasi nampak universal dan tidak memiliki dampak negatif. Namun jika ditelaah standard kompetensi dan keunggulan kompetitif yang seperti apa inilah yang perlu dicermati dengan seksama. Faktanya, standard tersebut tampak di permukaan ditentukan oleh dunia internasional melalui lembaga internasional semacam UNESCO atau yang sejenis dan menjadi sebuah kesepakatan dunia, akan tetapi ada sisi gelap yang belum terkuak yaitu pihak perumus standard tersebut adalah negara Eropa dan Amerika. Bagi kalangan masyarakat awam, kedua kawasan (Eropa dan Amerika) tersebut masih relevan menjadi kiblat peradaban modern dan mapan. Dikatakan demikian karena penampakan yang ada dan diopinikan dengan sistematis bahwa Amerika dan Eropa telah berhasil menjadi negara yang unggul dibandingkan negara lainnya dan menampakkan gambaran kesejahteran dan kemakmuran yang dirasakan oleh setiap orang yang berada di kawasan tersebut. Pandangan akan kemilau keberhasilan Amerika dan Eropa membangun peradaban modernnya yang didalamnya juga terdapat pola pendidikan diasumsikan terbaik tidak hanya bagi masyarakat awam. Negaranegara di dunia ketiga yang notabene banyak diantaranya adalah negeri-negeri muslim silau dengan keberhasilan pendidikan di kedua kawasan tersebut dan menjadikannya benchmark / patokan untuk pengembangan pendidikan di negaranya masing-masing. Perlu diketahui bersama, sisi gelap dalam pola pendidikan yang dirumuskan oleh Amerika dan Eropa yaitu tidak adanya muatan nilai ruhiyah, dan lebih mengedepankan logika materialisme serta memisahkan antara agama dengan kehidupan yang dalam hal ini sering disebut paham Sekulerisme. Implikasi yang bisa dirasakan namun jarang disadari adalah adanya degradasi moral yang dialami oleh anak bangsa. Banyak kasus buruk dunia pendidikan yang mencuat di permukaan dimuat oleh beberapa media massa cukup meresahkan semua pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan bangsa yang lebih baik. Ambillah contoh, baru-baru ini seluruh pelajar SMA di Indonesia melangsungkan Ujian Akhir Nasional. Standard kelulusan yang ditetapkan Mendiknas tiap tahunnya dinaikkan mulai dari 3,00 pada tahun 2003 hingga 5,25 pada 2008 ini. Penetapan standard ini sebagai implementasi penyetaraan kompetensi pelajar Indonesia dengan pelajar Internasional. Tapi di tataran praktik, banyak terjadi fenomena paradoks dan fakta yang ironis. Seperti anak yang dikenal pintar ternyata tidak lulus UAN dengan berbagai alasan, belum lagi variasi kecurangan selama UAN berlangsung yang ternyata tidak dominasi pelajar tapi juga sampai pada jajaran guru dan sekolah untuk mengelabui dan mengejar standard kelulusan.(JawaPos, 23/04/2008) Juga, Indonesia diketahui sebagai negara pada urutan ketujuh dunia sebagai negara pengakses situs-situs porno. Lebih jauh lagi, dibahas didalamnya ternyata sebagai pengakses situs porno dari Indonesia dari kalangan pelajar. Prosentase terbesar diduduki oleh pelajar SMA sejumlah 38% diikuti oleh mahasiswa sebesar 33,6% dan ternyata dari kalangan siswa SMP juga menjadi pengakses situs porno17,3% sisanya sebesar 11% ditempati oleh masyarakat non pelajar. (Times, 14/12/2006) Kasus parah lainnya yang tampak sebagai indicator degradasi moral dalam pandangan umum adalah tawuran yang sering dilakukan di kalangan pelajar ternyata juga merambah di kalangan mahasiswa. Padahal jika memandang secara idealnya, seharusnya semakin tinggi jenjang pendidikan yang dilalui oleh anak didik semestinya yang bersangkutan mengedepankan etika dan logika-rasional akademisi. Maksudnya mahasiswa sebagai insan pendidikan yang menjalani jenjang tertinggi tidak seharusnya terbawa emosi sehingga berujung pada tawuran. Peristiwa yang sering terjadi di kota Jakarta, maupun Makassar, Medan, Palu itu yang tampak, mungkin akan banyak lagi yang belum terjangkau liputan media massa sehingga tidak tampak di permukaan. Beberapa contoh kasus diatas merupakan efek negatif dari pola pendidikan yang diadopsi Indonesia dari negara acuannya yaitu Eropa dan Amerika. Dikatakan berefek negatif karena ditinjau secara kebijakan makro, pendidikan Barat tidak lepas dari kerangka berpikir pada ideologi kapitalisme. Padahal sudah banyak dikupas habis banyaknya kelemahan dan keburukan pada ideology kapitalisme sebagai buah tangan manusia. Sedangkan jika ditinjau secara mikro, permasalahan tidak adanya link and match antara materi yang didapatkan di bangku sekolah dengan realitas yang ada di lapangan. Sehingga anak didik sering mengalami kebingungan sesuai menyelesaikan masa studi dan mulai memasuki masyarakat. Lulusan institusi pendidikan belum sempat menentukan langkah sudah tenggelam dengan hiruk pikuknya tata kehidupan materialistic. Selain itu, esensi materi pendidikan yang distandardisasi (baca : ditiru) dari Barat bermuatan budaya dan pemikiran yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Indikasi yang bisa dijumpai, masih diajarkannya teori evolusi Darwin tanpa diimbangi dengan pemahaman Islam terhadapnya. Hukum kekekalan massa pada fisika yang juga semestinya dinilai secara kritis dalam pandangan Islam oleh gurunya. Belum lagi pelajaran yang berkaitan

1 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”, Bangkalan, 1 Mei 2008

Karena sungguh didalam Al-Qur’an Sunnah telah dijelaskan dengan mendalam segala aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan. Ibnu Batutah (bapak geografi). Ibnu Al-Bairar al-Nabati (bapak Biologi) dan masih banyak lagi lainnya. pola pendidikan tersebut menghasilkan output berpikir dan bersikap berdasarkan pada prinsip materialisme dengan menanggalkan prinsip syari’at Islam. Itupun materi ajarnya ‘menjenuhkan’ artinya dari mulai Sekolah Dasar hingga Pendidikan Tinggi pembahasannya berputar permasalahan ibadah mahdloh. Sehingga dampak yang bisa dirasakan. Maka dari itu jika ingin menyelesaikan masalah tanpa masalah termasuk pendidikan harus berujung pangkal pada Islam. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat. Bangkalan. Hai orang-orang yang beriman. 1 Mei 2008 . Pertanyaan ini akan mudah untuk dijawab jika kita memiliki pedoman yang jelas dan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ber-azzam (bertekad kuat) untuk menggali dan mengeksplorasi khazanah Islam sebagai fundamendal pendidikan generasi muda yang handal. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.dengan sosial-ekonomi yang bisa dikatakan sekitar 85% tidak sesuai dengan Syari’at Islam. Islam diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad tidak sekadar melakukan perbaikan akhlaq. sebagaimana telah disitir dalam ayat berikut ini “ Telah nyata kerusakan didaratan dan dilautan oleh karena tangan – tangan manusia “.” (Al(Baqoroh : 208 “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Serangan tersebut berakibat pada pengaruh dan peran pendidik umat (guru) menurun drastic sehingga pendidik umat secara perlahan-lahan kehilangan kewibawaan dan keteladanan di tengah-tengah anak didik. Islam menjelaskan aturan mulai dari masuk kamar mandi hingga masuk parlemen. Kerusakan tersebut timbul dikarenakan tidak adanya muatan ruhiyah dalam penelitian dan pengembangan sains dan teknologinya. masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan. Sebut saja tokoh Ibnu Sina sebagai sosok yang dikenal peletak dasar ilmu kedokteran dunia namun beliau juga faqih ad-diin terutama dalam hal ushul fiqh.Al-Ahzab : 36) “Hai orang-orang yang beriman. Demikian pula.Rum : 41). mulai dari menegakkan sholat hingga menegakkan Negara Islam. Mereka dikenal tidak sekadar paham terhadap sains dan teknologi namun diakui kepakarannya pula di bidang ilmu diniyyah. Maka dari itu penulis mencoba akan menguraikan pada penjelasan berikut ini. Segala urusan dunia jika solusinya diserahkan pada hasil pemikiran manusia tanpa melibatkan hukum-hukum Allah didalamnya. Ibnu Khawarizm (bapak matematika). Namun lebih jauh lagi. cinta mode. rakus. tutup lubang atas masalah yang ada. Factor paling menentukan atas kegemilangan Islam membangun peradaban dunia adalah keimanan dan keilmuannya. 2. Masih ada tokoh-tokoh dunia dengan perannya yang penting dan masih menjadi acuan perkembangan sains dan teknologi berasal dari kaum muslimin yaitu Ibnu Khaldun(bapak ekonomi). Sedangkan permasalahan interaksi manusia (muamalat) hampir tidak ada sama sekali. 2 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. AlBattani (Bapak Astronomi). janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Derasnya serangan tsaqofah Barat seperti sikap hedonistic dengan implikasinya berupa gaya hidup hurahura. Sehingga yang terjadi adalah fenomena tambal sulam ataupun gali lubang. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ARAH DAN PILAR PENDIDIKAN ISLAM Kerusakan yang lama ada pada pola pendidikan di negara Barat sepatutnya ditinggalkan oleh kaum muslimin. (Ar. Akhirnya kita dihadapkan pada perkara inti yaitu bagaimana gambaran pola pendidikan Islam ? bagaimana pula sosok pendidik umat yang dibutuhkan untuk membangun kepribadian Islam pada anak didik kaum muslimin?. Islam menjelaskan secara total bagaimana kaidah pendidikan sesuai dengan Khitab As-Syaari’. Dari sinilah problem sosial kemasyarakatan muncul dan kerusakan tatanan kehidupan. sesat yang nyata”(QS. Ditambah lagi mata pelajaran agama yang diajarkan di sekolah maupun pendidikan tinggi cuma +2 jam dalam seminggu. konsumeristik. Jabir bin Hayyan (Bapak Kimia). Al-Khazini dan Al-Biruni (Bapak Fisika). boros.An-Nisa’: ) Sepanjang sejarah dunia. maka solusi tersebut tidak bisa menuntaskan masalah. kebebasan yang salah arah dan lepas kendali serta tampilan pada anak didik sebagai generasi permisif dan anarkis yang telah disebutkan diatas secara eksplisit wujudnya. Jadi sangat disayangkan jika kaum muslimin berpaling dari Islam malah meniru total pendidikan ala Barat karena silau dengan kemajuannya. dan janganlah “ kamu turut langkah-langkah syaitan. individualistic. Sehingga generasi yang dihasilkan juga tidak diragukan kehandalannya hingga kini. Tidak ada pemisahan ataupun dikotomi atas kedua factor tersebut dalam pola pendidikan yang diterapkan. Islam telah terbukti mampu membangun peradaban manusia yang khas dan mampu menjadi pencerah serta penerang hampir seluruh dunia dari masa-masa kegelapan dan kejayaannya +13 abad lamanya. pergaulan bebas. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. turunnya Islam menjadi penyempurna dari semua agama yang ada dan memuat semua tata aturan kehidupan secara paripurna.

Ada beberapa peran yang bisa dimainkan masyarakat sebagai pilar penopang pendidikan generasi islami yaitu sebagai control penyelenggaraan pendidikan oleh negara dan laboratorium permasalahan kehidupan yang kompleks. pola pendidikan Islam tidak berhenti dan terbatas pada pendidikan formal (sekolah). baik ilmu diniyah (Ijtihad. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi. Keluarga Dalam pandangan Islam. Peradilan. Sedangkan dimasa modern saat ini pendidikan bisa dialihkan yang semula masjid ke tempat dengan fasilitas yang menunjang dalam proses pembelajaran lebih efektif baik itu sekolah maupun perguruan tinggi. h. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Singkatnya. ‫خذاالحكمة ممن سمعتموها فانه قديقول الحكمة غير الحكيم وتكون الرمية من غير‬ ‫رام‬ “Ambillah hikmah yang kamu dengan dari siapa saja. demikian juga kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan orang tua.” (HR. Karena itu. Kajian tsaqofah islam serta ilmu pengetahuan dan sarana penunjangnya menuntut peran aktif dari masyarakat pula. sebab puncak kesempurnaan itu hanyalah ada pada Allah dan kemaksuman Rasulullah SAW. fisika. Setelah diketahui hakikat pendidikan maka berikutnya bisa dirumuskan tujuan dari pendidikan Islam yang diinginkan yaitu : 1. Hal ini sah-sah saja dan tidak bisa dianggap sebagai upaya memisahkan anak didik dari masjid. sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Berikutnya. dll) maupun ilmu terapan dari sains dan teknologi (kimia. Oleh karena itu. pemikiran. Keluarga-lah yang memiliki andil besar dalam menanamkan prinsip-prinsip keimanan yang kokoh sebagai dasar bagi si anak untuk menjalani aktivitas hidupnya. namun justru pendidikan generasi Islami yang bersifat non formal di tengah masyarakat harus beratmosfer Islam pula. Fiqh. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “Setiap anak dilahirkan atas fitrah. Kedua tujuan dari pola pendidikan Islam bisa terlaksana jika ditopang dengan pilar yang akan menjaga keberlangsungan dari pendidikan Islam tersebut. 3 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. Hakekat pendidikan adalah proses manusia untuk menjadi sempurna yang diridhoi Allah SWT. atau Majusi.Al-Bukhori no. Bukhari) ّ ‫كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه‬ ّ ّ ‫رضى الرب في رضى الوالدوسخط الرب في سخط الولد‬ ّ ّ ّ ّ “Ridho Tuhan terletak pada ridho orang tua. Nasrani. keluarga merupakan gerbang utama dan pertama yang membukakan pengetahuan atas segala sesuatu yang dipahami oleh anak-anak. Jadi keluarga harus menyadari memiliki beban tanggung jawab yang pertama untuk membentuk pola akal dan jiwa yang Islami bagi anak.” (HR. dan perilaku Islami kedalam akal dan jiwa anak didik. Hakikat tersebut menunjukkan pendidikan sebagai proses menuju kesempurnaan dan bukannya puncak kesempurnaan. Rasulullah menjadikan masjid untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam. 2.62)) ‫العلم ضالة المؤمن حيث وجده أخذه‬ Hikmah laksana hak milik seorag mukmin yang hilang. masjid-masjid yang didirikan kaum muslimin menjadi lembaga pendidikan formal bagi semua manusia. tapi penyusunan strategi perang pun juga seringkali dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat didalam masjid. dll). Masyarakat Pendidikan generasi merupakan aktivitas yang berkelanjutan tanpa akhir dan sepanjang hayat manusia. Dimanapun ia mejumpainya. Didalamnya tidak sematamata membahas ilmu diniyah. Membangun kepribadian islami yang terdiri dari pola piker dan pola jiwa bagi umat yaitu dengan cara menanamkan tsaqofah Islam berupa Aqidah. kedokteran. mengantarkan dan mendampingi anak meraih dan mengamalkan ilmu setingggi-tingginya dalam koridor taqwa. Semasa Rasulullah SAW. keluarga sebagai cermin keteladanan bagi generasi baru. disana ia mengambilnya (HR. Bangkalan. Al-Askari dari Anas ra) 3. namun juga ilmu terapan. Sehingga output yang didapatkan mampu menjawab setiap perubahan dan tantangan zaman dengan berbekal ilmu yang berimbang baik diniyah maupun madiyah-nya. Pilar penopang pendidikan Islam yang dibutuhkan untuk bekerja sinergis terdiri dari : 1. 1 Mei 2008 . keberhasilan pendidikan hanya bisa dinilai dengan standar pencapaian kesempurnaan manusia pada tingkat yang paling maksimal. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II. Mempersiapkan generasi Islam untuk menjadi orang ‘alim dan faqih di setiap aspek kehidupan. Madrasah Tempat untuk mengkaji keilmuan lebih intensif dan sistematis terletak pada Madrasah.6521) 2. Karenanya harus disusun dan dilaksanakan kurikulum oleh Negara.Kalau begitu pola pendidikan seperti apa yang mampu mencetak generasi islam berkualitas sekaliber tokoh-tokoh dunia tersebut? Penting kiranya menyatukan persepsi tentang pendidikan sesuai kaidah Syara’.

Dari Bait Al-Hikmah inilah lahir tokoh-tokoh muslim ternama yang telah disebutkan sebelumnya. Perkembangan sikap dan pemahaman yang terdapat pada anak didik merupakan tanggung jawab terbesar pada para tenaga pendidik. Allah mengamanahkan penguasa negara untuk benar-benar memenuhi kebutuhan umat tanpa syarat termasuk pendidikan. Penetapan kualifikasi berupa ketinggian syakhsiyah islamiyah dan kapabilitas mengajar. Karena hakekat pendidikan adalah hak setiap manusia yang harus dipenuhi oleh Negara. Sistematika pendidikan islam yang bisa diterapkan dalam madrasah dikelompokkan secara berjenjang (marhalah) yang harus memperhatikan fakta anak didik di setiap tingkatan. Menyusun kurikulum berdasarkan aqidah islam untuk semua institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi). Seleksi dan kontrol ketat terhadap para tenaga pendidik. b. d.Peradaban Islam mengalami puncak kegemilangan pada saat Bani Abbasiyah memegang tampuk kekuasaan dalam system pemerintah Khilafah Islamiyah. Abu Dawud. perhatian sangat besar diberikan pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan pola pendidikan islami. efektif dan sempurna jika didukung dengan semua kebijakan yang dikeluarkan terhadap aspek kehidupan ini berlandaskan syari’at Islam. dari Ibnu Umar) NEGAR A PENDIDIKA N KELUAR GA MADRASA H MASYARAK AT 4 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. Negara Negara sebagai pilar penopang bisa mewujudkan pola pendidikan Islami akan lebih optimal. Peran yang bisa diambil oleh Negara dalam mewujudkan pola pendidikan Islami diantaranya : a.” (HR. 4. Juga Bait Al-Hikmah lah menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang didatangi oleh semua orang dari segala penjuru dunia termasuk Barat. Maka dari itu arti guru yaitu digugu dan ditiru benar-benar bisa terlaksana dan terjaga dengan baik. Menyajikan content pendidikan dengan prinsip Fikru lil Amal (Link and Match / ilmu yang bisa diamalkan). Sepanjang pemerintahan Khilafah Abbasiyah. Madrasah meletakkan harapan besar kepada para tenaga pendidik untuk memberikan proses yang tidak sekadar transfer of knowledge tapi juga cultivate of spirit and value. Sehingga harapannya tidak lagi masuk di materi sekolah tentang teori Darwin. c. Tidak membatasi proses pendidikan dengan batasan usia dan lamanya belajar. Artinya jangan sampai isi materi pendidikan tidak membumi (tidak bisa diterapkan) sehingga tidak berpengaruh dan tidak memotivasi anak didin untuk mendalaminya. dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya. Bait Al-Hikmah dibangun oleh Khalifah Al-Ma’mun yang dikenal sebagai khalifah pencinta ilmu pengetahuan. negara harus menjamin kesejahteraan hidup para tenaga pendidik agar mereka bisa focus dalam penelitian dan pengembangan ilmu bagi anak didik dan tidak disibukkan aktivitas mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. ekonomi ribawi. serta filsafat liberal-sekuler dan lainnya yang tidak sesuai dengan Aqidah Islam. Sejarah mencatat berdirinya Bait Al-Hikmah sebagai madrasah dengan jenjang pendidikannya yang sistematis. 1 Mei 2008 . Syaikhan. Jika sudah didapatkan tenaga pendidikan yang sesuai kualifikasi. syakhsiyah Islamiyah yang dicita-citakan pada anak didik menjadi sempurna apabila para tenaga pendidiknya lebih dahulu memiliki syakhsiyah islamiyah tersebut dan mampu meningkatkan secara berkelanjutan. ‫المام راع وهو مسؤول عن رعيته‬ “Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala. Tirmidzi. Dan munculnya Renaissance di Eropa terjadi setelah banyak orang Eropa menggali ilmu pengetahuan dari bait Al-Hikmah. Lebih dari itu. Tentunya bobot yang diberikan disetiap tingkatan memiliki komposisi yang berbeda namun proporsional. Bangkalan. Ahmad. Sedangkan keberhasilan sistematika pendidikan islami yang ada pada madrasah tergantung pada para tenaga pendidiknya. Filterisasi terhadap paham-paham sesat dan menyesatkan bisa dijalankan melalui standar kurikulum Islami.

2004) 5 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”.Arah Pendidikan SIKAP KEPRIBADI AN ISLAM KECERDAS AN INTELEKTU AL PENDIDIK AN KECERDAS AN SPIRITUAL PENGETAH UAN ISLAM TSAQOFAH ISLAMIYAH ILMU KECERDAS AN EMOSIONA L Generasi Cerdas peduli bangsa Pemimpin yang pu-nya kemampuan dan keahlian (kafa’ah). Bangkalan. dan ama nah PENGETAHU AN ILMU KEHIDUPAN SAINS. himmah. TEKNO LOGI. SENI KECERDAS AN POLITIK Sumber : (MR Kurnia. 1 Mei 2008 .

Artinya semua kaidah kehidupan yang ditetapkan islam melalui Al-Qur’an semuanya contoh sudah terdapat dan dijumpai dalam diri Rasulullah SAW. Kasih Sayang. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari 6 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Allah SWT sendiri telah memuji keluhuran pribadi Rasulullah SAW dalam ayat-Nya :       “               “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. dalam bukunya Muhammad. 1 Mei 2008 . Wajib dimiliki oleh setiap pendidik sehingga proses pembelajaran yang diberikan menyentuh hingga ke relung kalbu.” (QS. Wujud pendidik umat yang mampu membangun generasi islami dengan ciri yang melekat padanya berupa pola pikir dan pola jiwa yang islami sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah bisa ditinjau dari sifat seorang pendidik serta strategi pendidikan yang dimiliki pendidik. Gullick Jr. Terutama bagi anak didik yang lamban dalam memahami materi dibutuhkan kesabaran yang lebih dari pendidik untuk terus mencari cara agar si anak didik bisa setara pemahamannya dengan yang lainnya. Bekal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pendidik yang sukses. Bangkalan. Sabar. tetapi berkasih sayang sesama mereka…” (QS. Seorang pendidik harus mampu menganalisis setiap masalah yang muncul dan memberikan solusi yang tepat untuk mengembangkan anak didiknya merupakan wujud dari sifat cerdas. Tawadhu’. Selain itu jaminan keselamatan dan syafa’at saat hari kiamat akan diberikan Rasulullah. karena -dari sudut pragmatis. suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang… Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad diantara pendidikpendidik besar sepanjang masa.29. “Hai orang-orang yang beriman. Namun secara spesifik untuk seorang pendidik. Jadi tidak ada keraguan lagi dan tidak akan memilih cara lain termasuk dalam menerapkan pola pendidikan selain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Tabligh. Sosok Rasulullah SAW yang menjadi pendidik sukses bisa diakui tidak cuma kalangan dunia Islam namun juga dari komentar yang diberikan oleh kalangan Barat seperti Robert L. “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir.seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik”.Al-Fath : 29) b. Jika kedua hal ini dipahami dengan benar dan diimplementasikan dengan istiqomah. Cerdas. Beliau tidak cuma sekadar bapak tapi juga guru dengan teladan yang baik.Al-Ahzab : 21) Jaminan mardhatillah akan didapatkan oleh setiap orang yang bersungguh-sungguh menggali dan meneladani kepribadian Rasulullah. Sehingga tidak ada jarang yang renggang antara pendidik dengan anak didik dan akan memudahkan pembelajaran dan memperkuat pengaruh baik pendidik kepada anak didik karena penghormatan. tetapi berkasih sayang sesama mereka. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Fathonah. Bahkan sayyidah ‘Aisyah tatkala ditanya oleh beberapa sahabat mengenai pribadi Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Rasulullah itu adalah Al-Qur’an berjalan.3. tapi juga kepala negara.Al-Baqoroh : 153). The Educator menyatakan: “Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. prilaku. Implikasi dari sifat ini adalah pendidik menolak untuk tidak suka meringankan beban orang yang dididik. Sifat Rasulullah memang yang paling khas adalah Shiddiq. c. PERAN PENDIDIK DALAM ISLAMIC CHARACTER BUILDING Rasulullah SAW selaku penyampai risala Islam yang mulia merupakan cerminan yang komprehensif untuk mencapai kesempurnaan sikap. Beliau bukan hanya menjadi seorang nabi. d. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pantang bagi seorang pendidik memiliki sifat arogan (sombong) meski itu kepada anak didiknya. dan pola pikir. Keragaman sikap dan kemampuan memahami yang dimiliki oleh anak didik menjadi tantangan bagi pendidik. niscaya generasi islami akan terwujud. Rasulullah mencontohkan sifat tawadhu’ kepada siapa saja baik kepada yang tua maupun yang lebih muda dari beliau. dan Amanah. Kecerdasan yang dibutuhkan tidak cuma intelektual namun juga emosional dan spiritual. Selain itu Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh dunia meletakkan Rasulullah Muhammad di posisi pertama sebagai sosok paling berhasil dan tak tergantikan oleh sosok lainnya berkaitan dengan memimpin dan mendidik umat dalam kurun waktu singkat sehingga terwujud kehidupan yang mulia. bisa dijumpai sifat yang dicontohkan Rasulullah SAW berikut ini : a.

Muslim no. Sehingga secara otomatis bisa mencegah terjadinya banyak kesalahan dan mampu menanamkan keyakinan dalam diri anak h. Keragaman tersebut bisa diklasifikasi berdasarkan demografi. Applicable.Muslim) ّ ً ‫ما انت بمحدث قوم حديثا لتبلغه عقولهم إلكان لبعضهم فتنة‬ ً ّ 4. Karena.bekas sujud[1406]. dengki. Sesuai dengan hadits Qudsi bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Kepribadian yang Kuat. Maka berawal dari kenyataan ini. Yakin terhadap Tugas Pendidikan. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”(HR. Anak didik yang ditangani oleh pendidik umat tentunya tidak luput dari kesalahan maupun sikap-sikap yang tidak terpuji lainnya. maka tunaikanlah sesuai dengan kemampuan kalian (yang paling maksimal). pesimis. (HR. Priority & Thing First Thing. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Right Treatment for Diversity. Rasulullah dalam menjalankan tugas mengedukasi umat selalu optimis dan penuh keyakinan terhadap tugas yang diembannya. antara orang yang baru masuk islam dengan yang sudah lama memeluk islam. Sifat-sifat diatas menjadi bekal dan support bagi pendidik umat untuk berhasil dalam mengimplementasikan strategi yang disusunnya. Patutlah jika pendidik umat juga memiliki sifat ini yaitu yakin usaha sampai. maka apapun manifestasi pendidikan tersebut hanyalah manipulatiif. Karena jika pendidikan tidak dimulai dari dalam diri. sombong. bukannya apriori. g. Sebab akan bisa didapatkan manfaat hakiki yang lahir dari aplikasi praktis terhadap pengetahuan teoritis tersebut. tugas yang berlebihan akan menyebabkan seorang pendidik tersebut dijauhi dan tugasnya pun akan ditinggalkan. karena Allah SWT akan mempercepat pemberian terhadap manusia yang memiilki keyakinan tinggi terhadap keberhasilan setiap tugas yang dilakukan. Rasulullah memberi perlakuan berbeda dalam mendidik antara pria dengan wanita. kecuali ia akan menjadi fitnah bagi sebagian diantara mereka. Jika seseorang telah mampu mengeliminasi penyakit hati. Pembentukan mental islam yang kuat akan menghindarkan anak didik dari penyakit hati seperti benci. Rasulullah sebagai pendidik memiliki strategi pendidikan yang penting diketahui. dsb. 5. aksi. 1307) “ Kamu sekali-kali janganlah memberi penjelasan kepada suatu kaum. Bangkalan. buruk sangka. Bijaksana. Efektif artinya melakukan sesuatu yang benar sedangkan efisien berarti melakukan sesuatu dengan benar. Allah SWT tidak pernah memerintahkan keimanan kecuali disertai dengan tindakan nyata. Prioritas dan mendahulukan hal terpenting dalam proses pendidikan islami berarti menanamkan kebiasaan kepada anak didik bertindak efektif dan efisien. Metode yang dilakukan Rasulullah meliputi : 1. Pendidikan Islami memerlukan tindakan tepat terhadap keragaman anak didik. Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya. Strategi tersebut terdiri dari metode. bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik” (QS. Sehingga jika tepat dalam memberi perlakuan terhadap keragaman anak didik. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. maka orang tersebut berpotensi besar untuk sukses. dan tidak diragukan kemampuannya) sehingga memunculkan apresiasi dari anak didik. Spiritual-Mentality Building. Kemampuan untuk membuat prioritas dan memilah yang terpenting daripada yang penting sangat diperlukan untuk dimiliki oleh pendidik. Maka dari itu pendidik umat dituntut untuk mudah memberikan maaf meskipun ada sanksi yang diberikan kepada anak didik yang menjadi pelaku kesalahan sebagai bagian dari edukasi. Rasulullah meletakkan pondasi mental berlandaskan aqidah yang kuat terhadap kaum muslimin semasa itu. penjelasan yang tidak bisa dijangkau oleh akan mereka.Ar-Ra’d : 29) 3. Rasulullah SWT melakukan penguatan pengetahuan teoritis dengan aplikasi praktis. antara orang badui dengan orang kota. Seorang pendidik umat tidak boleh mudah terpengaruh dengan kesalahan bahkan oleh keburukan yang dihadapinya dengan bijaksana dan lapang dada sehingga akan mempermudah baginya memecahkan sebab-sebab permasalahan tersebut f. bohong. Artinya sebagai seorang pendidik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah memberikan penugasan dan menjelaskan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pemahaman yang dimiliki oleh anak didik. 1 Mei 2008 . tidak cacat moral. Pemberi Maaf. 2.Bukhori e. Metode ini sesuai dengan hadits Rasulullah ‫فاذا أمرتكم بشيء فاتوامنه مااستطعتم‬ “jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian. )‫يفعله‬ ّ ّ ‫عن أنس بن مالك رض الله عنه مر صبيان فسلم عليهم وقال كان النبي صلى الله عيه وسلم‬ ّ ٍ ّ (HR. apa yang disebut adil akan terwujud dari pendidik kepada anak didik. Sanksi bisa jadi tidak diperlukan dalam mengedukasi anak didik jika seorang pendidik umat memiliki kepribadian yang kuat (kewibawaan. Balance in Capacity. 7 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. dan teknik yang diperlukan dalam mendapatkan hasil yang maksimal untuk pendidikan islami. “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Lantas. maka bisa kemudian diberi nasehat yang selanjutnya dan lebih berbobot. Achievement Motivation. tentulah itu lebih baik bagi mereka. Sebenarnya masih sangat luas sekali-hingga tak terhitung jumlahnya-. Tapi sekali lagi. Bangkalan. Penjelasan singkat mengenai keteladanan Rasulullah SAW bagi pendidik umat bisa menjadi bekal untuk melakukan perbaikan mutu sikap dan pikir anak didik sesuai dengan syari’at Islam. Sedangkan Rasulullah SAW mencontohkan mengedepankan penghargaan ketimbang sanksi karena Allah SWT mengutamakan menerima karena suka daripada karena takut. 10.Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.(QS.” (GR. Proses pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah juga berjalan dalam jangka waktu yang tidak singkat. Menerima karena suka akan memunculkan kerinduan untuk melakukan apa yang diperintahkan dengan lapang dada. Good Advice for Good Time.Sanksi dan Penghargaan bisa dianggap sebagai upaya memotivasi anak didik. menyuruh kepada yang ma'ruf. Sehingga kebajikan lebih dominan dan mampu melenyapkan keburukan sesuai dengan ayat Al-Qur’an : “…. mengenai waktu/timing penyampaian nasihat harus tepat. Pendidikan islami mampu membuktikan janji Allah SWT dengan munculnya umat terbaik sesuai dengan ayat al-Qur’an :                                    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. 1 Mei 2008 . Self-Evaluation. masa mudamu sebelum (datang) masa tuamu. Dengan dihasilkannya generasi islami juga akan didapati peradaban mulia seperti yang sudah tercatat dalam sejarah dunia tentang kegemilangan peradaban islam mengubah dunia dari kegelapan menuju pencerahan hakiki. Kuantitas maksudnya nasihat yang diberikan tidak banyak namun terkontrol dalam pelaksanaan pada anak didiknya. masa senggangmu sebelum (datang) masa sempitmu. Rasulullah mengajarkan kepada kaum muslimin waktu itu dalam metode pendidikan yang beliau jalankan adalah evaluasi diri (muhasabah). Butuh kesinambungan proses baik transfer maupun control terhadap hasilnya. dan masa kayamu sebelum (datang) masa miskinmu. dan beriman kepada Allah. Ali Imron : 110) ‫خير كم قرني ثمالذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم‬ ّ ّ ّ 8 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. tabi’in. tabi’in-tabi’at dan ulama-ulama kenamaan merupakan bukti keberhasilan pola pendidikan islami. Anak didik yang selalu diajak untuk melakukan evaluasi diri dalam keterlibatannya pada proses pendidikan islami akan memacu diri anak didik untuk melakukan perbaikan sehingga akan didapatkan peningkatan performance (kinerja) yang lebih baik lagi. Ada yang perlu diperhatikan dalam pemberian nasehat/advice kepada anak didik yaitu kuantitas dan timing.”. masa sehatmu sebelum (datang) masa sakitmu. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Waktu 13 tahun dihabiskan selama di Makkah dan dilanjutkan di Madinah di sisa usia beliau hingga kembali ke haribaan tidak pernah berhenti untuk terus dan terus mendidik umat. dan mencegah dari yang munkar.Pendidikan islami merupakan pembentukan diri dan prilaku yang tidak bisa didapatkan dalam waktu sekejap. Pola pendidikan islami sudah ada semenjak Rasulullah SAW hidup dan beliaulah yang meletakkan pondasinya dengan banyak keteladanan yang bisa diambil. 4. Pemilihan waktu yang tepat saat memberikan nasehat akan memberikan dampak perubahan yang luar biasa kepada anak didik. di antara mereka ada yang beriman.keteladanan yang diberikan Rasulullah SAW. insya Allah akan menghasilkan kualitas anak didik yang tidak diragukan lagi kehandalannya. Jika terjadi pengabaian pada nasihat pertama. KHATIMAH Pembangunan dan pembentukan generasi islam berkualitas sebagaimana para sahabat.. Sekiranya ahli kitab beriman. Coercive and Reward.Motivasi berprestasi penting artinya dimasukkan dalam proses pendidikan islami karena mengandung dorongan positif yang kuat dari dalam diri manusia berefek pada sikap dan tindakannya mengarah pada hal yang positif pula. 9. Sustainable Transfer.‫إغتنم خمسا قبل خمس حياتك قبل موتك وصحتك قبل سقمك وفراغك قبل شغلك وشبابك‬ ّ ً ‫قبل هرمك وغناك قبل فقرك‬ “Manfaatkan lima perkara sebelum (datang) lima perkara : masa hidupmu sebelum (datang) matimu.(QS. 7. jika kita mau dan bertekad keras untuk memulai dari yang sedikit dulu namun istiqomah dan ada peningkatan bertahap kelak kemudian hari dari apa-apa yang telah dicontohkan Rasulullah. Tirmidzi) 6.Huud:114) 8. Ada kalanya anak didik berbuat baik karena takut dihukum dan ada yang memang menginginkan mendapat pujian dari gurunya. Generasi islam dinilai berkualitas apabila terbentuk pola pikir dan pola jiwa berlandaskan pada aqidah Islam yang kuat sehingga mampu mengintegrasikan keimanan dan kompetensi pada diri anak didik. Pendidik umat harus mampu memberikan konseling kepada anak didik yang sedang dilanda masalah ataupun berbuat kesalahan fatal tanpa disadarinya.

HIZBUT TAHRIR INDONESIA (Lajnah Mashlahiyah . Penerbit Al-Izzah.Hizbut Tahrir Indonesia. TRAINER. Strategi Pendidikan Negara Khilafah. Auckland University of Technology. IAIN SURABAYA PENELITI. Bangkalan.Al-Baghdadi. Generasi Cerdas.WONOCOLO-PABRIK KULIT 7 / 20 A SURABAYA : 08993389031 / 08885151253 / 031-8473437 : arif_unair@yahoo. H. Islam dan Ilmu Pengetahuan.com S-1 MANAJEMEN. (HR. NEW ZEALAND PROFESI : .icmimuda.ekonomiislam. Hasan.org. 2008 Ahmed. setelah itu orang yang hidup selepas mereka”. Abdul Satar. Abdurrahman.ISEI (IKATAN SARJANA EKONOMI INDONESIA) . WADI Press.multiply. FAKULTAS DAKWAH.com / www.com : www.Asari.Hizbut Tahrir Indonesia..co.uk / arif. 1 Mei 2008 . Menyingkap Zaman Keemasan Islam : Kajian Atas Lembaga-Lembaga Pendidikan. UNIVERSITAS AIRLANGGA S-2 MANAJEMEN. www. UNIVERSITAS BRAWIJAYA TEACHING COURSE WORK & INTERNSHIP. 2006 . 1996 .“Sesungguhnya yang terbaik dari kalangan kamu ialah sezaman denganku. kemudian orang yang hidup selepas zaman aku. SURABAYA DOSEN LUAR BIASA. 2003 . 1994 ..DOSEN TETAP UNIVERSITAS AIRLANGGA. Anas Abdul Muntaqim. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. Penerbit Al-Izzah. Membangun Kepribadian Pendidik Umat. Fahmy. 2004 . Abu.Lukman. Generasi Peduli Bangsa : Solusi Tuntas Krisis Kepemimpinan.. Syariat Islam dalam Kebijakan Pendidikan. Proceedings Lokakarya Pendidikan Nasional. 1999 .managementbiz. Shabir.com / arif_firmansyah@hotmail..Yasin. Pustaka Thariqul Izzah. 2004 PROFIL SINGKAT NAMA ALAMAT KONTAK EMAIL SITE PENDIDIKAN : : ARIF FIRMANSYAH : JL. SURABAYA DOSEN LUAR BIASA. STIE-SYARI’AH. 1496) DAFTAR PUSTAKA - Abdurrahman.multiply....firmansyah9@gmail. Membangun Generasi Berkualitas Dengan Perspektif Islam. Al-Bukhori no. Hafidz. Mizan.Surabaya ) MOTTO : HIDUP SEKALI HARUS BERARTI DISISI ILAHI 9 Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan “ Membangun Kepribadian Umat”. KONSULTAN INDEPENDEN ORGANISASI : . Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful