P. 1
Makalah Tentang Hama Dan Penyakit

Makalah Tentang Hama Dan Penyakit

4.0

|Views: 2,698|Likes:
Published by Shinobi Zōkage

More info:

Published by: Shinobi Zōkage on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2014

pdf

text

original

Makalah Tentang Hama dan Penyakit Pada Tanaman Coklat (Cocoa

)

Di susun oleh Anggota :

~ Desya Zakia Tri D. ~ Eka Fitrianda ~ Eka septiana ~ Lisa Aprilia

Tugas Biologi

SMP NEGERI 9 BANDARLAMPUNG
Kelas : 8 . E

Hama dan Penyakit pada Tanaman Kakao

GEJALA SERANGAN a. Salah satu kendala utamanya adalah adanya beberapa jenis hama /penyakit yang sering menyerang tanaman kakao. Phytophthora palmivora. c. b. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman. yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. dan (c) penyakit busuk buah. biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora) Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman. dengan gejala masak awal. permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. tetapi jika buah tumbuh terus. dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab. METODE PENGENDALIAN .Dan cara pangendalianya Usaha pengembangan kakao di Lampung sering mengalami berbagai hambatan terutama oleh hama dan penyakit. Penyakit ini disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan. biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. (b) kepik penghisap buah kakao. Kepik penghisap buah (Helopeltis spp) Buah kakao yang terserang tampak bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman dengan ukuran bercak relatif kecil (2-3 mm) dan letaknya cenderung di ujung buah. Selain itu buah jika digoyang tidak berbunyi. Jenis hama/penyakit yang sering menyerang tanaman kakao di Lampung antara lain: (a) hama penggerek buah kakao. Serangan pada buah muda menyebabkan buah kering dan mati. Helopeltis antonii Sign. gugur kemudian ranting layu mengering dan meranggas. Bila serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan daun layu. Penggerek buah kakao (PBK) Conopomorpha cramerella Buah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm.

Usaha pengendalian hama/penyakit tersebut terutama dilakukan dengan sistem PHT (pengendalian hama terpadu). dll. Selain itu hama helopeltis juga dapat dikendalikan secara biologis. Buldok 25 EC dengan volume semprot 250 l/ha dan frekuensi 10 hari sekali. Selain itu sistem ini dapat juga mencegah serangan hama helopeltis dan tikus. • Hama helopeltis Pengendalian yang efektif dan efisien sampai saat ini dengan insektisida pada areal yang terbatas yaitu bila serangan helopeltis <15>15% penyemprot-an dilakukan secara menyeluruh. mengatur cara panen.5 EC). yaitu dengan mencegah masuknya bahan tanaman kakao dari daerah terserang PBK. (5) cara kimiawi: dengan Deltametrin (Decis 2. Pengendaliannya dilakukan dengan : (1) (2) (3) karantina. dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm. yaitu dengan melakukan panen sesering mungkin (7 hari sekali) lalu buah dimasukkan dalam karung sedangkan kulit buah dan sisa-sisa panen dibenam. (2) kultur teknis. (3) cara kimia.. Dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu: (1) sanitasi kebun. pemangkasan bentuk dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m sehingga memudahkan saat pengendalian dan panen. • Penyakit busuk buah. Sihalotrin (Matador 25 EC). yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti :Sandoz. (4) penyelubungan buah (kondomisasi). Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali. caranya dengan mengguna-kan kantong plastik dan cara ini dapat menekan serangan 95-100 %. menggunakan semut hitam. cupravit Cobox. SYARAT PERTUMBUHAN . yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun. I. • Hama penggerek buah. Sarang semut dibuat dari daun kakao kering atau daun kelapa diletakkan di atas jorket dan diolesi gula.

Pembuatan teras pada lahan yang kemiringannya 8% dan 25% masingmasing dengan lebar minimal 1 m dan 1. kedalam air tanah diisyaratkan minimal 3 m.1. b) Tanaman cokelat dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki keasaman (pH) 6-7. Media Tanam a) Pertumbuhan bibit tanaman kakao terbaik diperoleh pada tanah yang didominasi oleh mineral liat smektit dan berturut-turut diikuti oleh tanah yang mengandung khlorit. Hal tersebut berkaitan dengan distribusi curah hujan dan jumlah penyinaran matahari sepanjang tahun. Iklim a) Ditinjau dari wilayah penanamannya. 1. Untuk itu.2. 1. d) Faktor kemiringan lahan sangat menentukan kedalaman air tanah. daun sempit dan tanaman relatif pendek. c) Suhu udara ideal bagi pertumbuhan cokelat adalah 30-32 derajat C (maksimum) dan 18-21 derajat C (minimum). d) Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman cokelat akan menyebabkan lilit batang kecil. Media Tanam Daerah yang cocok untuk penanaman cokelat adalah lahan yang berada pada ketinggian 200-700 m dpl.100-3. II. Sedangkan lahan yang kemiringannya lebih dari 40% sebaiknya tidak ditanami cokelat. kaolinit dan haloisit.5 m. Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia. tidak lebih tinggi dari 8 dan tidak lebih rendah dari 4.1. Karena itu. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA . c) Air tanah yang mempengaruhi aerasi dalam rangka pertumbuhan dan serapan hara.2. cokelat ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10 derajat LU sampai dengan 10 derajat LS.5. daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat. suhu udara 25–26 derajat C merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas.000 mm/tahun. b) Areal penanaman cokelat yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.

4 Pemeliharaan pembibitan . c) Berumur 4–6 bulan. 2. benih disiram.5% selama 10 menit.5 m panjang 10-15 m dan tinggi 10 cm arah utara-selatan. Bibit yang baik harus memenuhi persyaratan. 2.5 m dan di sisi Barat 1. Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali sehari dan disemprot insektisida jika perlu. Benih dibenamkan (mata benih diletakkan di bagian bawah) ke dalam lapisan pasir sedalam 1/3 bagian dengan jarak tanam 2. Sebelum disemai benih dicelup ke dalam formalin 2.2.1.5 x 5 cm. Bersihkan lendir buah dengan meremasremasnya dalam serbuk gergaji lalu dicuci dengan air dan direndam dengan fungisida.2 m. Benih dijemur di bawah sinar matahari.2 x 1. setelah dirapikan diberi lapisan pasir 5-10 cm dan tepi bedengan diberi dinding penahan dari kayu/batu bata. Keping biji terbuka tidak serentak sehingga perlu dibantu dengan tangan. lalu benih yang berada di bagian tengah diambil sebanyak 20-25.1. Bedengan diberi naungan dari anyaman daun alang-alang. Tanah bedengan dicangkul 30 cm.1. jika diguncang timbul suara dan jika diketuk dengan tangan timbul gema. Teknik Penyemaian Benih Lokasi bedengan persemaian dibersihkan dari pohon dan rumput serta batu dan kerikil. Benih yang baik memiliki daya kecambah sedikitnya 80%.1.3. 2.2. Ukuran bedengan 1.1. yaitu tidak kerdil dan tidak terlalu jagur. 2. b) Bebas hama dan penyakit serta kerusakan lainnya. Setelah 4-5 hari di persemaian benih sudah berkecambah dan siap dipindahtanamkan ke polybag.1. Pembibitan perbanyakan tanaman kakao lebih sering dilakukan dengan cara generatif karena bibit dihasilkan dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. Penyiapan Benih Buah dipotong membujur. antara lain: a) Pertumbuhan bibit normal. Persyaratan Benih Benih yang baik berasal dari buah berbentuk normal. sehat dan masak di pohon Buah tersebut berwarna kuning. Segera setelah penyemaian. kelapa/tebu dengan tinggi atap di sisi Timur 1.

2. tinggi 50-60 cm. Air siraman tidak boleh menggenangi permukaan media. Areal dengan kemiringan 25-60% harus dibuat teras individu 2. Supaya tidak bergerak. Pupuk diberikan pada jarak 5 cm melingkarai batang kecuali untuk urea yang diberikan dalam bentuk larutan. Polybag berisi kecambah disimpan di lokasi pembibitan dengan jarak 60 cm dalam pola segitiga sama sisi. 2. Pemindahan Bibit Setelah berumur 3 bulan. kebutuhan bibit untuk satu hektar adalah 1250 batang termasuk untuk penyulaman. Pengolahan Media Tanam 2. Pembibitan dinaungi oleh pohon pelindung atau dibuat atap dari anyaman bambu Pembibitan disiram dua kali sehari kecuali jika hujan.2. Bibit yang baik untuk ditanam di lapangan berumur 4-5 bulan.5. lalu lubang ditutup dengan media. 2. Satu kecambah kakao dimasukkan ke dalam lubang sedalam telunjuk. pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Pembukaan Lahan . polibag diletakkan di dalam alur sedalam 5 cm atau ditimbun dengan tanah secukupnya. diameter batang 8 mm dan sehat. berdaun 20-45 helai dengan sedikitnya 4 helai daun tua. Lahan yang miring harus dibuat teras-teras agar tidak terjadi erosi.1. Kecambah yang memenuhi syarat untuk dipindahkan ke dalam pembibitan berkecambah pada hari ke 4-5 dan akarnya lurus. Dengan jarak tanam 3 x 3 m.1. bekas tanaman perkebunan atau pekarangan.Media pembibitan berupa campuran tanah subur.2. hutan sekunder. Bibit dipupuk setiap 14 hari sampai berumur 3 bulan dengan ZA (2 gram/bibit) atau urea (1 gram/bibit) atau NPK (2 gram/bibit). bibit dalam polybag dipindahkan ke lapangan dan naungan dikurangi secara bertahap. tegalan. Pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida setiap 8 hari. Persiapan Lahan perkebunan coklat/kakao dapat berasal dari hutan asli.2. kemudian media ini diayak dan dimasukkan ke dalam polybag 20 x 30 cm sampai 1-2 cm di bawah tepi polybag.

3. Jarak tanam yang diajurkan . Terdapat dua macam pohon pelindung yaitu:a) Pohon pelindung sementara. Dadap (Erythrina sp. turi (Sesbania sp. Pemupukan Pemupukan sebelum bibit ditanam dapat dilakukan guna untuk merangsang pertumbuhan bibit cokelat. Saluran sekunder dan tersier dibangun sesuai dengan keadaan lapangan.Cara penyiapan lahan dapat dengan cara pemberihan selektif dan pembersihan total. Penentuan Pola Tanaman Tanaman kakao mutlak memerlukan pohon pelindung yang ditanam sebagai tanaman lorong diantara tanaman-tanaman kakao. Lubang-lubang tersebut perlu diberi pupuk dengan pupuk Agrophos sebanyak 300 gram/lubang atau pupuk urea sebanyak 200 gram/lubang.3.2. 2. Jenis pohon yang cocok adalah Lamtoro (Leucena sp.3.) dan Kelapa (Cocos nucifera).1. 2.).500 kg/ha. Alang-alang di tanah tegalan harus dibersihkan/dimusnahkan supaya tanaman kakao dan pohon naungan dapat tumbuh baik. Pohon ini diperlukan untuk melindungi tanaman kakao muda (belum berproduksi) dari tiupan angin dan sinar matahari. Untuk memperlancar pembuangan air.3. Flemingia congesta atau Clotaralia sp.b) Pohon pelindung tetapPohon ini harus dipertahankan sepanjang hidup tanaman kakao dan berfungsi sebagai melindungi tanaman kakao yang sudah produktif dari kerusakan sinar matahari dan menghambat kecepatan angin.).2. Pohon pelindung tetap ditanam dengan jarak tanam 6 x 3 m. kemudian lubang tersebut ditutup kembali dengan tanah atas yang dicampur dengan pupuk kandang/kompos. saluran drainase yang secara alami telah ada harus dipertahankan dan berfungsi sebagai saluran primer. 2. Pengapuran Tanah-tanah dengan pH di bawah 5 perlu diberi kapur berupa batu kapur sebanyak 2 ton/ha atau kapur tembok sebanyak 1. Jenis pohon yang dapat ditanam adalah pisang (Musa paradisiaca). Teknik Penanaman 2. Pupuk-pupuk tersebut diberikan 2 (dua) minggu sebelum penanaman bibit cokelat. pupuk TSP sebanyak 100 gram/lubang. Sengon Jawa (Albizia stipula).

4. Tutup kembali lubang tanam. 2. Dalam pemberantasan gulma harus dikaukan rutin minimal satu bulan . Jarak ini sangat ideal karena nantinya pohon akan membentuk tajuk yang seimbang sehingga tanaman tidak akan mudah tumbang.100 batang pohon/hektar. Pemeliharaan Tanaman 2. d) Topang batang bibit dengan dua potong kayu/bambu.2. b) Lubangi lubang tanam yang telah ditutup lagi tersebut selebar diameter polybag.4. e) Untuk mencegah gangguan hewan. 2. c) Masukkan kembali tanah galian dan padatkan tanah di sekeliling bibit.0 liter/ha yang dicampur dengan 500-600 liter air. keluarkan bibit dan media dalam keadaan utuh. tanaman kakao harus diberi pagar pengaman dari bambu 2.3.2.3. 2. untuk mencegah hama dan penyakit serta gulma yang merambat pada tanaman cokelat/kakao.Tujuan penyiangan/pengendalian gulma adalah untuk mencegah persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat 2-3 bulan sebelum tanam dengan ukuran:a) 40 x 40 x 40 cm untuk tanah bertekstur sedangb) 60 x 60 x 60 cm atau 80 x 80 x 80 cm untuk tanah bertekstur beratc) 30 x 30 x 30 cm untuk tanah bertekstur ringan Lubang dipupuk dengan Agrophos 300 gram/lubang atau campuran urea 200 gram/lubang dan Sp-36 100 gram/lubang.1. Penyiangan yang paling aman adalah dengan cara mencabut tanaman pengganggu. Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dapat dilakukan sampai tanaman berumur 10 tahun.52. Penyiangan Pengendalian gulma dilakukan dengan membabat tanaman pengganggu sekitar 50 cm dari pangkal batang atau dengan herbisida sebanyak 1.3. Letakkan bibit sehingga permukaan media sejajar dengan tanah. Cara Penanaman a) Polybag disayat pada bagian sisi dan bawah.adalah 3 X 3 m2 dengan kerapatan pohon 1.4.

4. KCl = 2 x 125 gram/pohon. TSP=50 gram/pohon. Urea = 2 x 125 gram/pohon. Dilakukan pada saat tanaman berumur 8-12 bulan dengan membuang cabang yang lemah dan mempertahankan 3-4 cabang yang letaknya merata ke segala arah untuk membentuk jorquette (percabangan)2. Pemupukan Dosis pemupukan tanaman yang belum berproduksi (gram/tanaman): a) Umur 2 bulan: ZA=50 gram/pohon. KCl=30 gram/pohon.b) Umur 4 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon. Kleserit=50 gram/pohon e) Umur 24 bulan: ZA=200 gram/pohon Dosis pemupukan tanaman berproduksi (gram/tanaman):a) Umur 3 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon. 2.sekali. KCl=70 gram/pohon. memelihara tanaman dan untuk memacu produksi. a) Pemangkasan bentuk1. Fase remaja. TSP= 2 x 125 gram/pohon.4.3. TSP=100 gram/pohon. Urea = 2 x 50 gram/pohon. Kleserit=25 gram/pohon c) Umur 12 bulan: ZA=100 gram/pohon d) Umur 18 bulan: ZA=150 gram/pohon. KCl = 2 x 50 gram/pohon.Membuang tunas yang tidak diinginkan. 2. membentuk pohon. KCl = 2 x 100 gram/pohon. Pemangkasan ini dilakukan untuk mengurangi kelebatan daun. Fase muda. Dilakukan pada saat tanaman berumur 18-24 bulan dengan membuang cabang primer sejauh 30-60 cm dari jorquette (percabangan) b) Pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan Tujuan pemangkasan adalah untuk menjaga/pencegahan serangan hama atau penyakit. c) Pemangkasan produksi. b) Umur 6 bulan: ZA=75 gram/pohon. Urea = 2 x 100 gram/pohon. cabang melintang dan ranting yang menyebabkan tanaman terlalu rimbun. yaitu dengan menggunakan cangkul. TSP = 2 x 50 gram/pohon. cabang kering. koret/dicabut dengan tangan. TSP = 2 x 100 gram/pohon. Bertujuan untuk mendorong tanaman agar memiliki kemampuan berproduksi secara maksimal. Pemupukan dilakukan .c) > 5 tahun: ZA = 2 x 250 gram/pohon.4.

tidak perlu banyak memerlukan air. Misal untuk pemberantasan digunakan insektisida berbahan aktif seperti Dekametrin (Decis 2. 2. Sihalotrin (Matador 25 EC). selain jenis juga kadarnya ditingkatkan. peningkatan persentase pembuahan dapat dilakukan dengan penyerbukan buatan. Waktu pemupukan di awal musim hujan dan akhir musim hujan.8. Penyerbukan Buatan Dari bunga yang muncul hanya 5% yang akan menjadi buah. Metomil Nudrin 24 WSC/Lannate 20 L) dan Fenitron (Karbation 50 EC). Penyiraman pohon cokelat dilakukan pada tanaman muda terutama tanaman yang tak diberi pohon pelindung. 2. Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan dengan dua tahapan. Sipermetrin (Cymbush 5 EC). murah dan lebih cepat berproduksi. Penyiraman Penyiraman tanaman cokelat yang tumbuh dengan kondisi tanah yang baik dan berpohon pelindung. Entres (bahan sambungan) diambil dari kebun entres atau produksi yang telah diseleksi.4. berupa cabang berwarna hijau. tetapi direhabilitasi dengan cara okulasi tanaman dewasa dan sambung samping tanaman dewasa. 2. Bagian bunga yang mekar digosok denga bunga jantan yang telah dipetik sebelumnya. 2. kemudian bunga ditutup dengan sungkup. Air yang berlebihan menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat lembab.4. Rehabilitasi Tanaman Dewasa Tanaman dewasa yang produktivitasnya mulai menurun tidak diremajakan (ditebang untuk diganti tanaman baru).5 EC).4. Cara yang kedua lebih unggul karena peremajaan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.dengan membuat alur sedalam 10 cm di sekeliling batang kakao dengan diameter kira-kira ½ tajuk. Kadar dan jenis pestisida disesuaikan.5.7. hijau .6. pertama bersifat untuk pencegahan sebelum diketahui ada hama yang benar-benar menyerang.4. Penggosokan dilakukan dengan jari tangan. Penyemprotan tahapan kedua adalah usaha pemberantasan hama.

Sambungan dapat dibuka setelah 3-4 minggu. . calon buah.15-0. e) Ulat kantong (Clania sp. karbaril.2%).)Bagian yang diserang adalah buah kakao. kuncup bunga. bunga. b) Kepik penghisap buah kakao (Helopeltis sp. Selain itu gunakan insektisida racun perut. Orthene 75 SP. Gejala: tanaman gundul dan kematian pucuk.50 cm dan panjang 40-50 cm. Lannate 25 WP. Pengendalian: membuang bagian yang terserang.5. Leboycid 50 EC. Dipterex dan Thuricide. f) Kutu jengkal (Hyposidra talaca. Gejala: bercak kakao kehitaman berbentuk cekung berukuran 3-4 mm. d) Kutu putih (Planococcus citri.kekakaoan atau kakao. Hama dan Penyakit 2. Selain itu terlihat pertumbuhan bunga dan calon buah tidak normal. menutupi buah dengan kantung plastik dengan lubang di bagian bawah.)Bagian yang diserang adalah tunas. 2. Gejala: timbul tunas tumbuh tidak normal (bengkok). c) Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella atau Cocoa Mot. Gejala: habisnya helaian daun. Gejala: cabang mati atau mudah patah.5. kepik predator. diameter 0.1. Pengendalian: membuang dan mengubur buah sisa panen dengan serempak. Tricholyga psychidarum . Selain itu gunakan insektisida Baytroid 50EC. Mahasena sp. Hama a) Penggerek cabang (Zeuzera coffeae)Bagian yang diserang adalah cabang berdiameter 3-5 cm.)Bagian yang diserang buah dan daun muda.. Predator: belalang sembah. Pengendalian: gunakan insektisida Ambush 2 EC.75-1. Gejala: daging buah busuk. Sherpa 5 EC (0. Sumithion 50 EC.)Bagian yang diserang adalah daun (muda dan tua). fosfamidon. Pengendalian: membuang cabang yang terserang.)Bagian yang diserang adalah daun dan tunas. Pengendalian: dengan parasit Exoresta uadrimaculata. Pengendalian: gunakan insektisida berbahan aktif monokrotofas. kemudian dengan predator alami: jamur Beauveria bassiana. tinggal tulang daun saja.

Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: bercak kekakaoan pada buah. kurangi kelembaban kebun dengan cara pemangkasan. c) Busuk buah diplodiaPenyebab: Botrydiplodia theobramae (jamur). Pengendalian: gunakan bibit bebas VSD.2. Gejala: bercak kakao di titik pertemuan tangkai buah dan buah atau ujung buah. Bagian yang diserang adalah buah. ranting/cabang. pucuk mati. tingkatkan intensitas cahaya matahari dan perbaiki drainase dan pemupukan. Pengendalian: buah yang sakit diambil. Kemudian gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Vitigran Blue. buah muda keriput kering (busuk kering). pemupukan . Gejala: bercak nekrotik pada daun.5. d) Vascular Steak Dieback (VSD)Penyebab: Oncobasidium theobromae (jamur).3% dengan interval 2 minggu. Bagian yang diserang adalah daun. mati ranting dan busuk buahPenyebab: Colletorichum sp.2. Pengendalian: cegah timbulnya luka. lalu buah menghitam menyeluruh . kurangi kelembaban kebun dengan cara pemangkasan. ranting. pucuk mati (dieback). Selain itu gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Cupravit 0. daun gugur.3% atau Cobox 0. Gejala: bintik-bintik kecil hijau pada daun terinfeksi dan terbentuk tiga bintik kekakaoan. buah. Cupravit OB pada konsentrasi 0. perhatikan anitasi tanaman. keluarnya cairan dari batang atau cabang yang akan mengering dan mengeras. Penyakit a) Busuk buah hitamPenyebab: Phytopthora palmivora .3%. Gejala pada serangan berat adalah buah diliputi miselium abu-abu keputihan. Trimiltox Forte. Gejala: bercak basah berwarna tua pada kulit batang atau cabang. Bagian yang diserang adalah batang. atau ungisida bahan aktif Mankozeb: Dithane M45 dan Manzate 200 0. e) Bercak daun. Selain itu gunakan insektisida dengan bahan aktif Cu: Cupravit 0.3% dengan interval 2 minggu. memotong ranting dan buah yang terserang. b) Kanker batangPenyebab: Phytopthora pal-mivora. Keroklah bagian yang sakit dan mengolesinya dengan ter/fungisida.3%. buah yang sakit dibuang. kulit ranting/cabang kasar. kurangi kelembaban. (jamur).3% atau Cobox 0.3% atau insektisida bahan aktif Mankozeb: Dithane M-45 dan Manzate 200 0. Pengendalian: dengan cara buah yang sakit diambil. Pengendalian: peningkatan sanitasi. Bagian yang diserang buah.

pada leher akar/pangkal batang terdapat miselium.b) Warna buah sebelum masak merah tua. f) Busuk buah moniliaPenyebab: Monilia roreri (jamur). jingga. Ciri dan Umur Panen Buah cokelat/kakao bisa dipenen apabila perubahan warna kulit dan setelah fase pembuahan sampai menjadi buah dan matang ± usia 5 bulan. biji seringkali telah berkecambah. warna buah setelah masak merah muda. Bagian yang diserang buah muda. 2. membuang buah rusak. Pemetikan buah dilakukan pada buah yang tepat masak. sebaliknya pada buah yang terlalu masak. Ingro Pasta. Shell Collar Protectant. kuning. warna kuning pada alur buah dan punggung alur buah.3 % selama 3-4 minggu. setelah masak alur buah menjadi kuning. Pengendalian: pembuatan parit isolasi di sekitar tanaman terserang. Buah akan masak pada waktu 5. . Bagian yang diserang adalah akar. Panen 2.6. dinding buah mengeras.3%. Ciri-ciri buah akan dipanen adalah warna kuning pada alur buah. warna kuning pada seluruh permukaan buah dan warna kuning tua pada seluruh permukaan buah. Gejala: benjolan dan warna belang pada buah berukuran 8-10 cm. pemusnahan tanaman sakit. Kemudian gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Cobox 0. Kadar gula buah kurang masak rendah sehingga hasil fermentasi kurang baik. Calixin Cp.5 bulan (di dataran rendah) atau 6 bulan (di dataran tinggi) setelah penyerbukan.berimbang dan perbaikan drainase. Kemudian gunakan fungisida sistemik Karbendazim 0. Kakao masak pohon dicirikan dengan perubahan warna buah:a) Warna buah sebelum masak hijau. Kemudian oleskan fungisida pada permukaan akar yang lapisan miseliumnya telah dibuang.6. penumpukan lendir di dalam rongga buah. Ganoderma pseudoerrum. Gejala: daun menguning dan layu. Fungisida dengan bahan aktif PNCB: Fomac 2. Rigidoporus liginosus. Fomes lamaoensis (jamur). pulp mengering dan aroma berkurang. Cupravit 0.1. g) Penyakit akarPenyebab: Rosellinia arcuata R bumnodes. Pengendalian: menurunkan kelembaban udara dan tanah.5% dengan interval 10 hari.

Cara Panen Untuk memanen cokelat digunakan pisau tajam. 2. 2.7.7 Penyimpanan 2.7.c) Aduk-aduk biji secara periodik (1 x 24 jam) agar suhu naik sampai 50 derajat C.1.6. Pemetikan cokelat hendaknya dilakukan hanya dengan memotong tangkai buah tepat dibatang/cabang yang ditumbuhi buah. Periode Panen Panen dilakukan 7-14 hari sekali. Jika kepadatan buah matang rendah. Cara pemetikannya. Prakiraan Produksi Tanaman kakao mencapai produksi maksimal pada umur 5-13 tahun. .6. Penyortiran/pengelompokkan Biji kakao kering dibersihkan dari kotoran dan dikelompokkan berdasarkan mutunya:a) Mutu A: dalam 100 gram biji terdapat 90-100 butir bijib) Mutu B: dalam 100 gram biji terdapat 100-110 butir bijic) Mutu C: dalam 100 gram biji terdapat 110-120 butir biji.500 buah per hari.4. Seorang pemetik dapat memetik buah kakao sebanyak 1.2. pisau disambung dengan bambu.7. Bila letak buah tinggi. Selama panen jangan melukai batang/cabang yang ditumbuhi buah karena bunga tidak dapat tumbuh labi di tempat tersebut pada periode berbunga selanjutnya. Setiap mandor mengawasi 20 orang per hari.b) Tutup dengan karung goni atau daun pisang. 2. dipanen dengan sistem 7/14. Penyimpanan Biji kakao basah diperam (difermentasi) selama 6 hari di dalam kotak kayu tebal yang dilapisi aluminium dan bagian bawahnya diberi lubanglubang kecil dengan cara sebagai berikut:a) Tumpukkan biji di dalam kotak dengan tinggi tumpukan tidak lebih dari 75.2.000 kg biji kakao kering.6. Pemetikan berada di bawah pengawasan mandor. Pengumpulan Buah yang telah dipanen biasanya dikumpulkan pada tempat tertentu dan dikelompokkan menurut kelas kematangan.3. Pemecahan kulit dilaksanakan dengan menggunakan kayu bulat yang keras. 2.2. 2.3. Buah matang dengan kepadatan cukup tinggi dipanen dengan sistem 6/7 artinya buah di areal tersebut dipetik enam hari dalam 7 hari. Hal tersebut agar tidak menghalangi pembungaan pada periode berikutnya. jangan sampai melukai batang yang ditumbuhi buah. Produksi per hektar dalam satu tahun adalah 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->