P. 1
Skripsi Peran Ayah

Skripsi Peran Ayah

|Views: 3,096|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2013

pdf

text

original

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh Ekasari (2007)

tentang pola komunikasi dan informasi kesehatan reproduksi antara

ayah dan remaja menunjukkan bahwa remajaputri yang berdiskusi

tentang kesehatan reproduksi dengan orang tuanya (49%), sedangkan

remaja putra hanya (13%).

Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional ini

dilakukan di kecamatan Soreang dan Banjaran, Kabupaten Bandung

dengan subjek penelitian adalah ayah yang mempunyai anak remaja

usia 10 – 19 tahun. Variabel yang diteliti meliputi faktor predisposisi,

faktor pemungkin dan faktor penguat. Faktor predisposisi meliputi

status pekerjaan ayah, status bekerja ibu, pendidikan ayah, jenis

kelamin anak pengetahuan kesehatan reproduksi. Faktor pemungkin

meliputi waktu kumpul ayah dan anak, pajanan dan media informasi.

Faktor penguat meliputi dukungan keluarga dan masyarakat.

Penelitian ini menemukan bahwa (51%) responden

memperlihatkan pola komunikasi dan pemberian informasi yang

kurang. Pada analisis multivariat ditemukan variabel independen yang

52

berhubungan secara bermakna adalah waktu kumpul, dukungan

keluarga dan masyarakat. (Ekasari, 2007)

Hasil penelitian yang dilakukan oleh SMA Negeri 2 Denpasar

April 2007 yang lalu, diperoleh informasi bahwa dari 766 responden

terdapat 526 responden yang menyatakan mereka telah melakukan

aktivitas seksual seperti pelukan, 458 responden sudah berciuman

bibir, 202 responden sudah pernah mencium leher (necking), disusul

138 responden sudah menggesek-gesekkan alat kelamin tanpa

berhubungan seks (petting), 103 responden sudah pernah hubungan

seksual, dan 159 menyatakan aktivitas seksual lain selain yang

disebutkan tadi.

Hasil penelitian Persatuan Keluarga Berencana Indonesia pada

tahun 2002 diperoleh informasi bahwa minimnya pengetahuan remaja

mengenahi kesehatan reproduksi remaja dapat menjerumuskan

remaja pada perilaku seks pra nikah dan sebaliknya, pengetahuan

tentang kesehatan reproduksi remaja dapat menunda prilaku seks pra

nikah dikalangan remaja. Sementara itu hasil penelitian Soetjiningsih

terhadap 398 siswa SMA di Yogyakarta menunjukkan bahwa 95% dari

mereka menyatakan pernah mendapat pendidikan yang berkaitan

dengan seksualitas dan mereka (94.80%) juga setuju dengan

pemberian pendidikan seks bagi kalangan remaja dan figure yang

dianggap cocok memberikan pendidikan seks adalah dokter, psikolog

dan seksolog. (http:h2dy.wordpress.com)

53

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->