P. 1
doktrin

doktrin

5.0

|Views: 18,365|Likes:
Published by Widya Setiabudi

More info:

Published by: Widya Setiabudi on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2015

pdf

text

original

Pertahanan negara berfungsi untuk mewujudkan satu kesatuan
pertahanan yang mampu melindungi kedaulatan negara, keutuhan
wilayah, serta keselamatan bangsa dari setiap ancaman, baik yang
datang dari luar maupun yang timbul di dalam negeri. Upaya mewujudkan
dan mempertahankan seluruh wilayah NKRI sebagai satu kesatuan
pertahanan diselenggarakan dalam fungsi penangkalan, penindakan,
dan pemulihan.

Fungsi penangkalan merupakan perwujudan usaha pertahanan
dari seluruh kekuatan nasional yang memiliki efek psikologis untuk
mencegah dan meniadakan setiap ancaman, baik dari luar maupun yang
timbul di dalam negeri, terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah NKRI,
dan keselamatan segenap bangsa. Karakter penangkalan adalah tidak
bersifat pasif, tetapi aktif melakukan upaya pertahanan melalui usaha
membangun dan membina kemampuan dan daya tangkal negara, baik
secara militer maupun nirmiliter. Fungsi penangkalan dilaksanakan dengan
strategi penangkalan yang bertumpu pada instrumen penangkalan
berupa instrumen politik, ekonomi, psikologi, sosial budaya, teknologi,
dan militer.

41

Dalam kerangka penangkalan, instrumen politik menyelenggarakan
pembangunan sistem politik yang sehat dan kuat serta usaha-usaha
diplomasi sebagai lini terdepan pertahanan negara untuk mencegah dan
meniadakan setiap potensi ancaman yang dapat mengancam kedaulatan
negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Instrumen ekonomi
menyelenggarakan pembangunan ekonomi dengan sistem ekonomi
yang jelas untuk mencapai pertumbuhan yang sehat dan cukup tinggi
bagi terwujudnya pencapaian tujuan nasional yakni masyarakat yang
sejahtera, berkeadilan, dan berdaya saing pada lingkup regional dan
global.

Instrumen psikologis yang diemban oleh semua komponen
bangsa, baik lembaga pemerintah maupun nonpemerintah, mewujudkan
upaya penangkalan melalui usaha memperkuat persatuan dan kesatuan
bangsa serta menumbuhkembangkan nasionalisme, patriotisme, dan
heroisme bangsa di segala bidang. Instrumen sosial menyelenggarakan
pembangunan dan pendayagunaan sistem nilai serta segenap pranata
sosial dalam mewujudkan kehidupan dan interaksi sosial yang harmonis
serta saling menghargai. Instrumen teknologi menyelenggarakan usaha
untuk memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mewujudkan
industri nasional yang kuat serta industri pertahanan dalam negeri yang
berdaya saing. Instrumen militer, yakni TNI, sebagai Komponen Utama
pertahanan negara menyelenggarakan usaha-usaha membangun dan
membina kekuatan dan kemampuan dengan mengembangkan strategi
militer yang memiliki efek daya tangkal yang tinggi serta profesional
dalam melaksanakan setiap tugas operasi, baik OMP maupun OMSP.

Fungsi penindakan merupakan keterpaduan usaha pertahanan dari
seluruh kekuatan nasional, baik secara militer maupun secara nirmiliter,

42

untuk menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman, baik dari
luar maupun yang timbul di dalam negeri, yang mengancam kedaulatan,
keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Fungsi penindakan
dilaksanakan dengan usaha pengerahan dan penggunaan kekuatan
pertahanan dalam sistem pertahanan semesta untuk melakukan tindakan
preemptive, penanggulangan, atau perlawanan yang pelaksanaannya
disesuaikan dengan jenis ancaman serta tingkat risiko yang ditimbulkan.

Fungsi penindakan dalam menghadapi ancaman militer
menempatkan TNI sebagai kekuatan utama pertahanan didukung oleh
seluruh kekuatan nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung,
dalam susunan Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung. Dalam
menghadapi ancaman militer yang berasal dari luar, penyelenggaraan
fungsi penindakan disesuaikan dengan bentuk ancaman untuk
menentukan jenis tindakan yang diambil serta kekuatan pertahanan
yang digunakan. Ancaman militer berupa agresi atau invasi dihadapi
dengan pendekatan perang, dan bagi Indonesia penyelenggaraan perang
dilaksanakan secara total dalam wujud perang semesta.

Fungsi penindakan dalam menghadapi ancaman nirmiliter
menempatkan lembaga pemerintah sebagai unsur utama sesuai dengan
bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi, didukung oleh unsur-unsur
lain dari kekuatan bangsa. Penindakan terhadap ancaman nirmiliter
dilakukan dengan pendekatan fungsional oleh lembaga pemerintah di
luar bidang pertahanan berdasarkan jenis dan sifat ancaman. Fungsi
penindakan diwujudkan dalam bentuk langkah-langkah penyelamatan
dengan mengerahkan segala kemampuan bangsa.

Bentuk-bentuk penindakan terhadap ancaman yang bersumber
dari dalam negeri disesuaikan dengan jenis ancaman dan tingkat risiko

43

yang ditimbulkan, serta dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai
hukum yang berlaku dalam negara demokrasi.

Tindakan preemptive merupakan bentuk penindakan yang
dilakukan terhadap pihak lawan atau terhadap ancaman, baik yang
bersifat militer maupun nirmiliter, yang nyata-nyata akan menyerang
Indonesia. Tindakan preemptive dilaksanakan melalui pengerahan
kekuatan pertahanan untuk mendahului pihak lawan yang sedang
dalam persiapan untuk menyerang Indonesia. Tindakan preemptive
dilaksanakan di wilayah pihak lawan atau di dalam perjalanan sebelum
memasuki wilayah Indonesia. Tindakan preemptive juga diterapkan
dalam menghadapi ancaman nirmiliter yang pelaksanaannya disesuaikan
dengan jenis dan sifat ancaman.

Tindakan perlawanan merupakan bentuk penindakan terhadap
pihak lawan yang sedang menyerang Indonesia atau telah menguasai
sebagai atau seluruh wilayah Indonesia dengan cara mengerahkan
seluruh kekuatan negara, baik secara militer maupun nirmiliter. Tindakan
perlawanan diselenggarakan dengan sistem pertahanan dan keamanan
rakyat semesta melalui pengerahan kekuatan pertahanan yang berintikan
TNI didukung oleh segenap kekuatan bangsa dalam susunan Komponen
Cadangan dan Komponen Pendukung.

Fungsi pemulihan memiliki cakupan ke dalam dan ke luar. Dalam
lingkup ke dalam, fungsi pemulihan merupakan keterpaduan usaha
pertahanan negara yang dilaksanakan secara nirmiliter dan militer untuk
mengembalikan kondisi keamanan negara yang telah terganggu akibat
kekacauan keamanan karena perang, pemberontakan atau serangan
separatis, konfik vertikal atau konfik horizontal, huru-hara, serangan
teroris, atau bencana alam atau akibat ancaman nirmiliter. TNI bersama

44

dengan instansi pemerintah lainnya serta masyarakat melaksanakan fungsi
pemulihan sebagai wujud pertahanan semesta yang utuh. Dalam lingkup
ke luar, fungsi pemulihan diwujudkan melalui pelibatan unsur kekuatan
pertahanan dalam mengambil bagian mewujudkan perdamaian dunia dan
stabilitas regional. Secara militer, hal ini diwujudkan antara lain dalam
bentuk pengiriman pasukan penjaga perdamaian atau pengamat penjaga
perdamaian. Secara nirmiliter hal ini diwujudkan dalam keikutsertaan
dalam berbagai usaha, antara lain melalui keanggotaan PBB dan
organisasi regional, serta dalam memfasilitasi usaha-usaha internasional
untuk mewujudkan perdamaian dunia dan stabilitas regional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->