P. 1
Aksi Sepihak PKI

Aksi Sepihak PKI

|Views: 2,947|Likes:
Published by thobitkj

More info:

Published by: thobitkj on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

Aksi Sepihak PKI

PKI di bawah pimpinan D.N. Aidit, telah melakukan gerakan-gerakan utk memperkuat diri. Utk itu, PKI telah mengambil beberapa tindakan/kegiatan. a. PKI mendukung dan mengirim sukarelawan saat berkonfrontasi dgn malaysia. b. PKI telah melakukan aksi sepihak dgn membagi bagikan tanah kpd petani. c. Merekrut kekuatan ABRI dgn menanamkan ideologi komunis di kalangan anggota ABRI. d. Terus berusaha memojokan & menghancurkan lawan2 politiknya. e. Mengusulkan utk membntk angkatan ke-5 f. Melatih sekitar 3.000 anggota pemuda rakyat dan Gerwani. g. Menyebarkan isu adanya Dewan Jendral yg akan melakukan kudeta. Sejak semula PKI melancarkan kampanye pelaksanaan "land- reform", dengan penerangan, penelitian dan publikasi ( Setan Desa: tuan-tanah, lintahdarat, bandit-desa, tengkulak-idjon, petani kaya dan kapitalis-birokrat termasuk pamong desa ). Setelah pada tahun 1963 ada paceklik, maka µaksi sepihak' dilaksanakan yakni memimpin serta mendampingi tindakan-tindakan tani kecil danburuh tani untuk memaksakan pelaksanaan UUPA/UUBH, dengan menduduki tanah pertanian dan menahan sebagian hasil serta menuntut retooling pegawai pemerintah yang gagal. Aksi-aksi sepihak yang dijalankan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali dan sebagai akibat menimbulkan konflik-konflik sosial. Meskipun di banyak tempat pemerintah daerah mencoba menyejukkan keadaan, umumnya mereka memihak pemilik-pemilik tanah. Berawal dari gerakan aksi sepihak yang dicanangkan oleh PKI sejak tahun 1964 tersebut frekuensi dan intensitas kehidupan sosial-politik semakin cepat dan menunjukkan peningkatan suhu politik baik di tingkat nasional maupun lokal. Karena dalam praktek politik menjalankan aksi sepihak golongan komunis menggunakan analisa kelas, musuh dan kawan. Setidaknya ada tujuh musuh yang harus mereka ganyang, yang lebih dikenal dengan istilah tujuh setan desa, yaitu tuan tanah penghisap, lintah darat, tukang ijon, kapitalis birokrat (kabir), tengkulak jahat, bandit desa dan penguasa jahat. Mulailah mereka memobilisasi petani yang disertai janji manis guna menjalankan serangkaian aksinya. Menurut salah seorang aktifis Pemuda Rakyat wilayah Jember Kota yang saya wawancarai menyatakan dirinya sempat dikirim untuk melakukan aksi solidaritas dalam rangka menjalankan aksi sepihak di daerah perkebunan di Semboro, Jember bagian Utara. Aksi sepihak tersebut tidak saja dimaksudkan guna pelaksanaan agenda landreform sebagaimana diamanatkan oleh UUPA 1960. Akan tetapi pada tingkatan lain juga sebagai sarana perjuangan kelas sekaligus sebagai upaya peningkatan offensive revolusioner dalam rangka mempersiapkan perwujudan revolusi sosial. Di dahului dengan aksi demonstrasi para petani penggarapnya yang dibantu oleh aktifis dari daerah lain, kemudian memaksa pemilik untuk segera membagi. Tindakan semacam dengan sendirinya sangat menakutkan bagi kekuatan yang mapan di pedesaan. Karena yang melakukan aksi ini adalah rakyat dari golongan yang betul-betul miskin, sehingga dalam menjalankan aksinya terkadang liar dan agitatif. Mereka (kekuatan mapan) hampir setiap hari mereka mendengar teriakan, ganyang tuan tanah, haji ini antek Masyumi, ganyang tujuh setan desa dan teriakan lainnya.

PKI/BTI kemudian juga berada dibelakang apa yang disebut aksi sepihak oleh petani kecil dan buruh tani untuk merebut tanah milik petani bertanah luas atas dasar menghapuskan ketimpangan sosial dan ketidakadilan dalam distribusi tanah. Semboyan PKI/BTI untuk memprovokasi semangat rakyat sangat keras seperti istilah µganyang kabir¶ dan µsetan desa¶. Cara ini dianggap ampuh untuk melupakan ikatan primordial dan emosional petani kecil dan buruh tani dan menanamkan keberanian mereka untuk merebut tanah dari petani kaya. Aksi sepihak adalah penyerbuan tanah oleh petani maupun buruh tani. Hal ini seperti banyak terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Akan tetapi dari ketiga daerah tersebut, di Jawa Tengahlah yang sering diwarnai oleh aksi sepihak. Dalam Skripsi ini, akan dibahas tentang aksi sepihak yang dilakukan oleh buruh tani di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal Jawa Tengah pada tahun 1964. Karena aksi sepihak ini dilakukan oleh petani kecil dan buruh tani di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal tahun 1964 yang bertujuan mengambil alih penggarapan tanah sawah, dan jika dikaitkan adanya kesamaan pola dan relevansi keterlibatan BTI/PKI seperti di daerah lain, serta campur tangan dari pemerintah maka aksi sepihak ini dapat dipahami sebagai persoalan ekonomis, sosiologis dan politis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->