P. 1
laporan meflu pompa

laporan meflu pompa

|Views: 267|Likes:
Published by Anita R. Spica

More info:

Published by: Anita R. Spica on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

a. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum yang telah kami laksanakan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kecepatan aliran air dan besarnya bilangan Reynold yang terdapat di dalam pompa yang disusun secara seri maupun paralel, jika diketahui debit air yang mengalir di dalam pompa tersebut.

b. Dasar Teori Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu fluida dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut. Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan pengaliran. Hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan, perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Klasifikasi Pompa Secara umum pompa dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement pump) dan pompa kerja dinamis (non positive displacement pump). Salah satu jenis pompa Kerja Dinamis adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Pada Instalasi Pengolahan Air (IPA), sebagian besar pompa yang digunakan ialah pompa bertipe sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan lengkung (melingkar). Pompa sentrifugal merupakan pompa Kerja Dinamis yang paling banyak digunakan karena mempunyai bentuk yang sederhana dan harga yang relatif murah. Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan jenis pompa perpindahan positif adalah gerakan impeler yang kontinyu menyebabkan aliran tunak dan tidak berpulsa, keandalan operasi tinggi disebabkan gerakan elemen yang sederhana dan tidak adanya katup-katup, kemampuan untuk beroperasi pada putaran tinggi, yang dapat dikopel dengan motor listrik, motor bakar atau turbin uap, ukuran kecil sehingga hanya membutuhkan ruang yang kecil, lebih ringan dan biaya instalasi ringan, harga murah dan biaya perawatan murah.

1

 Prinsip -prinsip dasar pompa sentrifugal Prinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut:  gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat  kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute atau diffuser) menjadi tekanan atau head. 

Klasifikasi Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain: 1. Kapasitas : ‡ Kapasitas rendah : < 20 m3 / jam ‡ Kapasitas menengah : 20-60 m3 / jam ‡ Kapasitas tinggi : > 60 m3 / jam 2. Tekanan Discharge : ‡ Tekanan Rendah : < 5 Kg / cm2 ‡ Tekanan menengah : 5 - 50 Kg / cm2 ‡ Tekanan tinggi : > 50 Kg / cm2 3. Jumlah / Susunan Impeller dan Tingkat : ‡ Single stage : Terdiri dari satu impeller dan satu casing ‡ Multi stage : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam satu casing. ‡Multi Impeller : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun paralel dalam satu casing. ‡ Multi Impeller ± Multi stage : Kombinasi multi impeller dan multi stage. 4. Posisi Poros : ‡ Poros tegak ‡ Poros mendatar 5. Jumlah Suction : ‡ Single Suction ‡ Double Suction 6. Arah aliran keluar impeller : ‡ Radial flow ‡ Axial flow ‡ Mixed fllow

2

 Bagian-bagian Utama Pompa Sentrifugal Secara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat seperti gambar berikut:

Gambar 2.1 Rumah Pompa Sentrifugal 1. Stuffing Box Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros pompa menembus casing. 2. Packing Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon. 3. Shaft Shaft/poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya. 4. Shaft sleeve Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal bearing dan interstage atau distance sleever. 5. Vane Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.

3

Masalah utama yang muncul antara lain: 1. 11. Casing Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar. Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya. Wearing Ring Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller. 10. sehingga kerugian gesek menjadi kecil. hambatan tersebut diakibatkan oleh faktor. Terjadinya fluktuasi aliran akibat pemasangan belokan (elbow) dan pengecilan saluran mendadak (sudden contraction). Terjadinya gesekan pada dinding pipa. 7. inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single stage). Terjadinya turbulensi karena gerakan relatif dalam molekul fluida yang dipengaruhi oleh viskositas fluida. baik berupa beban radial maupun beban axial. Eye of Impeller Bagian sisi masuk pada arah isap impeller. Impeller Impeller Berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontiniu. tempat kedudukan diffuser (guide vane). Bearing Bearing (bantalan) Berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros agar dapat berputar. sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.faktor bentuk instalasi. tempat kedudukan diffuser (guide vane). 2. 8. Hambatan aliran akan menyebabkan turunnya energy dari fluida tersebut yang sering disebut dengan kerugian tinggi tekan (head loss) atau penurunan tekanan (pressure 4 . dengan cara memperkecil celah antara casing dengan impeller.  Pola Aliran Dalam berbagai industri sebagian besar fluidanya mengalir pada pipa-pipa saluran tertutup (closed conduit flow).6. 3. 9. Dalam suatu aliran yang melewati sistem atau instalasi pipa maka akan terjadi hambatan aliran. Casing Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar. kecepatan aliran dan bentuk pipa. inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single stage).

Laju Aliran Massa ( ) 5 . Bilangan Reynolds dapat mendefinisikan kedua aliran tersebut. maka fluida dalam pipa akan mengalami pulsasi atau perubahan pola aliran yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran meningkat dan tekanannya menurun.Re== Dimana: = Kerapatan massa fluida (kg/m3) V = Kecepatan karakteristik (m/s) d = Diameter saluran (m) = Viskositas dinamik (kg/m. Viskositas Fluida ( ) 4. Salah satu besaran non-dimensional yang menggambarkan pola aliran fluida adalah Bilangan Reynolds..s) 1. kecepatan (V). Pada tahun 1883 Osborne Reynolds menunjukkan bahwa penurunan tekanan tergantung pada parameter: kerapatan ( ). diameter (D) dan viskositas dinamik ( ) yang selanjutnya disebut dengan bilangan Reynolds. Masa Jenis Fluida ( ) 5. Kecepatan (V) 3. dimana sifat mekanis ini akan dihubungkan terhadap bilangan Reynolds Parameter yang berpengaruh dalam aliran adalah: 1. Faktor Geometrik : Diameter Pipa dan Kekasaran Permukaan Pipa. Kedua faktor ini merupakan pengaruh yang ditimbulkan karena pengaruh gesekan fluida (friction loss) dan perubahan pola aliran terjadi karena fluida harus mengikuti bentuk saluran dan dindingnya. Sifat Mekanis : Aliran Laminar. Diameter Pipa (D) 2. Ketika pipa utama dialiri fluida yang bersifat turbulen. 2. Aliran Transisi.. dengan persamaan : DVDV. Aliran fluida dalam pipa yang berbentuk lingkaran terbagi menjadi dua. debit dan massa jenisnya. Karakteristik antara kedua aliran tersebut berbeda-beda dari segi kecepatan. yaitu aliran laminar dan turbulen. dan Aliran Turbulen.drop).

Aliran tidak seragam (non uniform) : suatu aliran yang dalarn kondisi berubah baik kecepatan maupun penampang berubah. dengan kata lain tidak terjadi perubahan kecepatan dan penampang Iintasan 3. Deskripsi pola aliran menurut Collier (1980). aliran gas ada yang subsonik. aliran kantung gas atau sumbat cairan (Plug/Slug flow). Banyak kriteria pola aliran yang kita perhatikan baik dari literature dan penelitian-penelitian. Tidak tunak :suatu aliran dimana terjadi pembahan kecepatan terhadap waktu. ada efek kekuatan gravitasi untuk menggantikan cairan yang lebih berat mendekati pipa bagian bawah. Aliran tunak (steady) : suatu aliran dimana kecepatannya tidak terpengaruh oleh perubahan waktu.4 Besarnya massa yang masuk sama dengan yang keluar Klasifikasi Pola Aliran Banyak kriteria yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan fluida sebagai contoh aliran dapat digolongkan sebagai aliran steady atau unsteady. seragam atau tidak seragam. 4. sedangkan zat cair yang mengalir disaluran terbuka ada yang subkritis. Namun secara garis besar dapat dibedakan atau dikelompokkan jenis aliran adalah sebagai berikut: 1. aliran cincin (Annular flow). laminar atau turbulen dan dapat mampat atau tiduk dapat mampat. Pola aliran pada pipa horizontal. kritis atau superkritis. supersonik atau hipersonik. dua atau tiga dimensi. transonic. sehingga kecepatan konstan pada setiap titik (tidak mernpunyai percepatan) 2. Aliran seragam (uniform) : suatu aliran yang tidak terjadi perubahan baik besar maupun arah. Selain itu. aliran acak (Churn flow). Bentuk lain dari pola aliran dapat bertambah karena efek ini. aliran cicin kabut tetes cairan ( Wispy-Annular flow).Gambar 2. dimana aliran tersebut dibagi dua lapisan. satu.  6 . dengan arah aliran horizontal adalah aliran gelembung (Bubble flow). tetapi maksud dan tujuannya adalah sama.

7 Klasifikasi Pola aliran berdasarkan Reynolds Number ( Chi-2009) 7 .Gambar 2.

lapisan fluida pada dinding mempunyai kecepatan nol. Lapisan fluida pada jarak yang semakin jauh dari dinding pipa mempunyai  Gambar 2.katup) dan pompa-pompa atau turbin-turbin yang menambah energi atau mengambil energi dari fluida. jika nilai Re kecil.Aliran Fluida Aliran fluida (cairan atau gas) di dalam sebuah saluran tertutup atau pipa sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari. Aliran fluida mengikuti bentuknya. aliran ini disebut aliran turbulen. sedangkan jika partikel-partikel fluida bergerak secara acak (random) baik arahnya maupun kecepatannya tidak terdapat garis edar tertentu yang dapat dilihat. (b) Aliran turbulen 8 . Beberapa komponen dasar yang berkaitan dengan sistem perpipaan adalah meliputi pipa-pipa itu sendiri. Pada aliran fluida di dalam pipa.10 (a) Aliran laminer. peralatan pengatur laju aliran (katup. sambungan pipa (fitting) yang digunakan untuk menyambung masing-masing pipa guna membentuk sistem yang diinginkan. Dalam hal ini. Gambar 2.9 Daerah masuk aliran sedang berkembang dan aliran berkembang penuh di dalam sebuah sistem pipa. sewaktu mengalir aliran fluida membentuk suatu jenis/bentuk jenis dan bentuk dari pergerakan fluidanya. partikel-partikel fluida bergerak sepanjang lintasan-lintasan yang halus atau lapisan-lapisan dengan satu lapisan meluncur secara mulus pada lapisan yang bersebelahan yang dikenal sebagai aliran laminar.

Pengujian kapasitas pompa I Alat dan bahan yang digunakan dipersiapkan Katup 2. PD I. katup 2 dan katup 4 ditutup Katup 3 dan 5 dibuka 1/2 bagian atau sebesar 50%. PD 4 serta pengukur debit aliran bawah setiap satu menit dicatat Langkah diatas dilakukan sebanyak 5 kali b. Pengujian kapasitas Pompa II Alat dan bahan yang digunakan dipersiapkan Katup 1. katup 4 dan 5 dibuka 1/2 bagian atau sebesar 50% Nyalakan pompa I Nilai yang tertera pada PS I.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang kami gunakan dalam praktikum ini adalah :  Alat  Rangkaian alat prakm Pompa  Stopwatch  Alat pengukur Debit  Alat tulis kerja (ATK) 2. Nyalakan pompa II 9 .BAB II PELAKSANAAN PRAKTIKUM 2.2 Langkah Kerja  Bahan  Air a.

kecuali katup 1 Pompa I dan II dinyalakan Nilai yang tertera pada Ps 2. PD 4 serta pengukur debit aliran bawah dan atas setiap satu menit dicatat Langkah diatas dilakukan sebanyak 5 kali 10 . kecuali katup 3 Nyalakan pompa I dan 2 Nilai yang tertera pada PS I. PD 4 serta pengukur debit aliran bawah setiap satu menit dicatat Langkah diatas dilakukan sebanyak 5 kali d. Pengujian aliran pompa pada Rangkaian Pararel Alat dan bahan yang digunakan dipersiapkan Semua katup dibuka 1/2 bagian atau sebesar 50%. PD 2. PS 2. PD 4 serta pengukuran debit aliran bawah setiap satu menit dicatat Langkah diatas dilakukan sebanyak 5 kali - c. PD 3. Pengujian aliran pompa pada rangkaian seri Alat dan bahan yang digunakan dipersiapkan Semua katup dibuka 1/2 bagian atau sebesar 50%. PD 3.- Nilai yang tertera pada PS 2. PD 2. PD 2.PD I.

2. POMPA 1 PD 4 PD 3 ALIRAN ATAS KATUP 4 KATUP 1 KATUP 3 ALIRAN BAWAH PD 1 PD 2 KATUP 5 POMPA 1 PS 1 POMPA 2 PS 2 KATUP 2 11 .3 Diagram Alir a.

Pompa 2 PD 4 PD 3 ALIRAN BAWAH ALIRAN ATAS KATUP 3 KATUP 4 KATUP 1 PD 1 PD 2 KATUP 5 POMPA 1 PS 1 PS 2 KATUP 2 12 .b.

Pompa 3 PD 3 PD 4 ALIRAN BAWAH ALIRAN ATAS KATUP 3 KATUP 4 KATUP 1 PD 1 PD 2 KATUP 5 POMPA 1 POMPA 2 PS 1 PS 2 KATUP 2 13 .c.

d. Pompa 4 PD 4 PD 3 ALIRAN BAWAH ALIRAN KATUP 3 KATUP 4 PD 1 PD 2 KATUP 1 KATUP 5 POMPA PS 1 PS 2 POMPA KATUP 2 14 .

maka digunakan rumus sebagai berikut: a.S/m2 )     diameter penampang ( m ) b. Rumus Bilangan Reynolds  dengan: Re : : µ D : : bilangan Reynold massa jenis viskositas ( kg/m3 ) ( N.2.4 Analisa Perhitungan Dalam menganalisa perhitungan di dalam praktikum ini. Rumus Debit Aliran Air   dengan : V Q A : : : kecepatan aliran debit aliran luas penampang ( m/s ) ( m3/s ) ( m2 ) 15 .

1 Data Hasil Praktikum a.38 N s/m3 16 .00 PD 1 ( kg/m 3 ) >1 >1 >1 >1 >1 PD 4 ( kg/m3 ) 0.014 m3/s 0.012 0.05 0.05 0.012 m3/s 0.00 0.013 0.00 0.00635 m 1000 kg/m3 0.014 m3/s 0.0127 m 0.05 0.011 m3/s 0.05 Perhitungan : Diketahui : Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Ø r = = = = = = = = µ = 0.00 0.013 m3/s 0.014 0.BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.00 0.011 PS 1 ( kg/m3 ) 0.05 0.014 0. Tabel 1 Pengujian kapasitas pompa I No Debit aliran Q (m3/s ) 1 2 3 4 5 0.

Ditanyakan : a. Bilangan Reynold Dijawab : a. Luas penampang b. Luas penampang    „ Kecepatan aliran                                     17 . Kecepata aliran c.

Bilangan Reynold                                       3684.03 0.00 0.03 0.c.03 0.011 0.010 0.00 PD 2 ( kg/m 3 ) >1 >1 >1 >1 >1 PD 3 ( kg/m 3 ) 0 0 0 0 0 PD 4 ( kg/m3 ) 0.011 0.324          b.011 PS 2 ( kg/m3 ) 0.010 0.03 0.03 18 .00 0. Tabel 2 Pengujian kapasitas pompa II No Debit aliran Q (m3/s ) 1 2 3 4 5 0.00 0.00 0.

010 m3/s 0. Luas penampang    „ Kecepatan aliran               19 .011 m3/s 0.0127 m 0.38 N s/m3 Ditanyakan : a. Diketahui Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Ø r : = = = = = = = = µ = 0.010 m3/s 0.011 m3/s 0.011 m3/s 0. Luas penampang b. Bilangan Reynold Dijawab : a.00635 m 1000 kg/m3 0. Kecepata aliran c.Perhitungan.

                      c. Bilangan Reynold                                              c.Tabel III Pengujian kapasitas pompa pada rangkaian seri 20 .

018 0.018 m3/s 0.75 0.018 0.019 0.018 0.019 m3/s 0.75 0.78 0.00 0.14 0.018 m3/s 0.00 0. Bilangan Reynold Dijawab : a. Luas penampang    21 .00 0.75 0.38 N s/m3 Ditanyakan : a.78 3 PD 4 ( kg/m3 ) 1 2 3 4 5 0.No Debit aliran Q (m /s ) 3 PS 1 ( kg/m ) 3 PS 2 ( kg/m ) 3 PD 1 ( kg/m ) 3 PD 2 ( kg/m ) 0.14 0.78 0.75 0.00 0.00 0.018 m3/s 0.0127 m 0.00 0.14 0.00635 m 1000 kg/m3 0.00 0.78 0. Diketahui Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Ø r : = = = = = = = = µ = 0.14 Perhitungan.78 0.14 0. Luas penampang b.75 0.00 0. Kecepata aliran c.019 m3/s 0.00 0.019 0.00 0.

„ Kecepatan aliran                                   c. Bilangan Reynold                                        22 .

00 0.00 0.00 0.015 0.00 0.042 m3/s 0.00 0.38 N s/m3 23 .          d.074 0.00 >1 >1 >1 >1 >1 >1 >1 >1 >1 >1 0.033 m3/s 0.042 0.00 0.033 0.65 0.033 m3/s 0.015 0. Tabel IV Pengujian kapasitas pompa pada rangkaian paralel No Debit aliran bawah Q (m3/s ) 1 2 3 4 5 0.65 Ps 1 ( kg/m ) 3 Ps 2 ( kg/m ) 3 PD 1 ( kg/m ) 3 PD 2 ( kg/m ) 3 PD 3 ( kg/m ) 3 PD 4 ( kg/m3 ) 0.65 0.015 0.033 0.5 0.016 0.5 Perhitungan.00 0.0127 m 0.00 0.65 0.00635 m 1000 kg/m3 0.023 m3/s 0.033 Debit aliran atas Q (m3/s ) 0.00 0.5 0.5 0.65 0. Diketahui Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Ø r : = = = = = = = = µ = 0.033 m3/s 0.5 0.023 0.

Luas penampang b. Kecepatan aliran 1. Kecepatan aliran pada pengukur debit aliran bawah                        24 . Luas penampang    b.Ditanyakan : a. Kecepata aliran c. Bilangan Reynold Dijawab : a.

Kecepatan aliran pada pengukur debit aliran atas                              25 .              2.

Bilangan Reynold pada pengukur debit aliran air atas                26 .12                                     2.      c. Bilangan Reynold pada pangukur debit aliran air bawah             8684. Bilangan Reynold 1.

  394.2 Pembahasan Berdasarkan praktikum yang telah kami laksanakan. maka dapat disajikan pembahasan sebagai berikut .  Pada pompa 1dihidupkan PS1 menunjukkan angka nol hal ini karena pada saat pompa 1 dihidupkan.70                                3.  Rangkaian seri memiliki nilai kecepatan paling tinggi dibandingkan dengan pengujian kapasitas aliran pmpa pada tiap-tiap pompa secara pararel. air tidak dihisap oleh PS1.  Aliran yang terjadi pada pompa pararel dan seri yaitu aliran laminar dengan nilai Re kurang dari 2300. 27 .  Terjadinya gesekan pada dinding pipa akibat pemasangan pada pipa yang menyebabkan aliran air mengalami benturan. Pada saat mengalir karena lintasan yang dilalui tidak lurus ada elbow yang menyebabkan terjadi penurunan tekanan karena aliran air yang lewat harus mengalami benturan terlebih dahulu.

014 m3/s 0.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah kami laksanakan.011 m3/s 0.BAB IV PENUTUP 4.010 m3/s 0. Pompa 2 Q1 = Q2 Q3 Q4 Q5 = = = = 0.014 m3/s 0. Debit yang dihasilkan dari praktikum adalah.018 m3/s Q5 = 28 . maka kami dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1.011 m3/s c.012 m3/s 0.010 m3/s 0.019 m3/s 0. Pompa 1 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 = = = = = 0.013 m3/s 0.018 m3/s = = = 0.011 m3/s 0. Pompa 3 Q1 = Q2 Q3 Q4 0.018 m3/s 0.019 m3/s 0.011 m3/s b. a.

023 m3/s 0.033 m3/s 0.61 m/s c.48 m/s V3 = 102.24 m/s V5 = 86.61 m/s V2 = 78.73 m/s V3 = 149.74 m/s V3 = 86.81 m/s V3 = 11.81 m/s V5 = 12.81 m/s V4 = 11.84 m/s V2 = 259.73 m/s V2 = 141.73 m/s d.71 m/s V4 = 181.74 m/s V5 = 86.84 m/s Aliran atas V1 = 58.26 m/s V2 = 11. Pompa 1 V1 = 110.84 m/s V3 = 330. Pompa 2 VI = 86. a.36 m/s V4 = 110. Pompa 4 Aliran bawah V1 = 259.60 m/s V5 = 141.d.61 m/s V4 = 78.60 m/s V4 = 149. Pompa 3 V1 = 141. Pompa 4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 2 = 0.042 m3/s 0.10 m/s V5 = 259.59 m/s 29 .24 m/s V2 = 94.51 m/s b.033 m3/s = = = = 0.033 m3/s Kecepatan fluida pada pompa diperolah sebagai berikut.

12 Re3 =11052.70 Re4 =394. Pompa 1 Re1 = 3684.34 Re5 = 2894.57 Re5 = 2894.59 Re2 = 2631. Pompa 3 Re1 = 4736.3.76 d.59 b.57 Re3 = 2894.59 c. Pompa 4 Pompa aliran bawah Re1 = 8684.78 Re4 = 4999.62 Re3 = 3420.76 Re3 = 4999. a.98 Re4 = 3684.11 Re2 = 394.76 Re2 = 4736.70 Re3 = 394. Pompa 2 Re1 = 2894.67 Re4 = 6052.12 Re2 = 8684.70 Re5 = 420.77 30 .78 Re5 = 4736.59 Re4 = 2631.55 Re5 = 8684.12 Pompa aliran atas Re1 = 1947.34 Re2 = 3157. Berdasarkan perhitungan diperoleh bilangan Reynolds berikut.

2. sehingga kesalahan data praktikum dapat dihindari. maka kami dapat memberikan saran sebagai berikut : 1. Hal ini di karenakan dapat mengganggu penglihatan dalam pengukuran.4. Peralatan yang digunakan dalam praktikum seharusnya lengkap. sehingga akan diperoleh hasil yang maksimal. 3. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya dilakukan dengan teliti dan serius. Dalam praktikum di usahakan tidak menggunakan bak air yang berwarna hitam.2 Saran Berdasarkan praktikum yang telah kami laksanakan. 31 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->