BISNIS & MANAJEMEN

Jurnal Ilmiah Berkala Empat Bulanan, ISSN 1411 - 9366 Volume 2 No. 3 Mei 2006 Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra

Jurnal

JURNAL BISNIS dan MANAJEMEN

Vol. 2

No.3

Hal. 159 -256

Bandarlampung Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
TIM REDAKSI
Penanggung Jawab : Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. (Rektor Universitas Lampung) : Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum, M.Sc. (Pembantu Rektor I Universitas Lampung) : Dr. John Hendri, M.S. (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung) : Toto Gunarto, S.E., M.S. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung) : Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung

Pembina

Pemimpin Umum

Dewan Editor Ketua Anggota

: Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. : Dr. Irham Lihan, S.E., M.Si. : Dr. Wispandono, S.E.. S.Si. Iban Sofyan, S.E., M.Si. Mahrinasari M.S., S.E., M.P.M. Asep Unik, S.E., M.Si. M. Syatibi Ch., S.E.

Redaksi Pelaksana Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Tata Usaha dan Kearsipan Distribusi dan Sirkulasi Alamat Redaksi

: : : : : : :

Habibullah Djimat, S.E., M.Si. Rinaldi Bursan, S.E., M.Si. Muslimin, S.E. Aida Sari, S.E., M.Si. Nasir Teguh Gedung A Lantai 2, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro no. 1 Gedungmeneng - Bandarlampung, 35145 Telp. (0721)704622

Jumal Bisnis dan Manajemen merupakan media komunikasi ilmiah, diterbitkan tiga kali setahun oleh Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, berisikan ringkasan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN

DAFTAR ISI
Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty ………………………………………………………….. 159 Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan ……………………………………..………………………….. 173 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. …………………………….…………………………….. 189 Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid …………………………………………………………………….. 205 Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati ………………………………….………………………….. 213 Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra ……………………………….………………………….. 239

Number of respondent companies involved in this study is 21 branch offices.DAFTAR ISI Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Oleh : Ernie Hendrawaty1 ABSTRACT This research was aimed to develop TQM concept for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch by determining which elements stated important for developing TQM for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch and this study was willing to know the adoption of those elements at State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch.1 Latar Belakang Dalam era perdagangan bebas masalah daya saing merupakan isu kunci dan sekaligus sebagai tantangan yang tidak ringan. Universitas Lampung . Management Commitment and Quality Leadership. Customer Focus. Keywords : Total Quality Management. The respondents who participate in this study are branch managers and head of department from each of branch office. Fakultas Ekonomi. Mesurement and Benchmarking. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai suatu badan usaha yang bergerak hampir di seluruh aspek ekonomi juga tak terkecuali menghadapi tantangan ketatnya persaingan global. Manajemen Mutu Terpadu 1. The result from the survey is that the original of 72 elements of MMT is remain 45 elements which are grouped into 6 (six) factors. Those factors are Education and Analysis Tools Supporting. The validation TQM is done by conducting Factor Analysis. PENDAHULUAN 1. perkembangan teknologi yang cepat dan kondisi dinamis lainnya yang pada akhirnya menuntut BUMN untuk menjadi Badan Usaha berkarakteristik 1 Dosen Jurusan Manajemen. Facility Management. The study was conducted to determine the perception of respondent managers and head of departments as to the critical strategy that should define a particular MMT.

DAFTAR ISI

perusahaan kelas dunia, sehingga BUMN perlu melakukan reorientasi terhadap struktur dan strategi usahanya untuk mencapai sasaran menjadi Badan Usaha berkarakteristik perusahaan kelas dunia. Untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dalam Master Plan BUMN tersebut harus didukung oleh suatu sistim Manajemen yang handal. Manajemen Badan Usaha harus melakukan perubahan (transformasi) dari paradigma manajemen tradisional menuju paradigma Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Bagi BUMN, MMT telah menjadi suatu program yang harus dilaksanakan karena sesuai dengan amanat Menneg BUMN No. S-910/M-MBU/2003 tanggal 18 Februari 2003. MMT adalah suatu pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk dan pelayanan suatu organisasi. Manfaat bagi badan usaha dengan diterapkannya MMT adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri karyawan, peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan pelanggan. Namun demikian, di sisi lain sesungguhnya masih banyak para pelaku bisnis masih mengahadapi kesulitan dalam memahami kekuatan dan manfaat MMT dalam memenuhi kualitas dan kinerja usaha yang direncanakan. Penyebabnya adalah adalah sebagai suatu bidang ilmu belum ada suatu definisi standar atau tunggal dan menyeluruh tentang program-program MMT. MMT hanya merujuk pada sebuah pendekatan, sebuah sistem, sebuah alat, sebuah teknik dan atau atau filosofi yang ditujukan untuk mencapai target kualitas tertentu (V. Talavera, 2004, 356). 1.2 Rumusan Masalah Dengan demikian maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini adalah : “Elemen-elemen MMT mana sajakah yang dipersepsikan penting dalam Pengembangan Konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung ?” 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung. Konsep MMT bagi

160

DAFTAR ISI

1.4 Kerangka Penelitian 1.4.1. Penelitian Terdahulu Penelitian tentang MMT telah banyak dilakukan untuk menghasilkan suatu konsep untuk merumuskan komponen-komponen yang penting dalam MMT. Sebelumnya terdapat beberapa penelitian terdahulu yang mencoba untuk mengumpulkan dan mensintesa berbagai macam elemen MMT. Diantaranya seperti yang dikutip dari V. Talavera (2004, 357) adalah penelitian Saraph (1989); Powell (1995); Ahire (1996); Flynn (1996) dan Black dan Porter (1996). Masingmasing penelitian menghasilkan suatu konsep MMT yang memiliki elemenelemen yang tidak sama, mengingat penelitian yang dilakukan memiliki perbedaan dalam hal jenis industri, sampling frame dan uji kevalidan maupun kereliabelan. Penelitian V. Talavera (2004) dilakukan terhadap 347 orang manajer yang berasal dari 63 perusahaan responden yang meliputi industri elektronik, pengolahan makanan, otomotive, farmasi, semen dan lain-lain. Hasil analisis pada survey tahap pertama menunjukkan semula terdapat 12 elemen (72 item program MMT) yang dipersepsikan penting dalam system manajemen mutu. Namun sesudah dilakukan uji kevalidan dengan Analisis Faktor ternyata hanya terdapat 7 elemen ( terdiri dari 35 item pernyataan strategi ) yang dipersepsikan penting oleh responden, yaitu (1) Getting feedback in designing QM Strategies (2) Customer Focus (3) Employement of Kaizen and 5S (4) Quality Monitoring and Control (5) QM Technique Orientation (6) Employee Involvement dan (7) Incentive and Recognition System. 1.4.2 Landasan Teori 1.4.2.1 Mengapa Mutu itu Penting Mutu sangat penting. Dimulai pada tahun 1970an, perusahaan manufacture di Jepang dengan bantuan konsultan Amerika, yang bernama W. Edward Demming mulai menggunakan mutu sebagai daya saing perusahaan. Mutu menjadi salah satu faktor selain harga yang menentukan tingkat permintaan konsumen. Perusahaan yang mampu memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggannya akan menjadi perusahaan yang berhasil. Pada dasarnya mutu dapat mempengaruhi perusahaan dalam empat cara, yaitu : (1) Biaya dan Pangsa Pasar (2) Reputasi Perusahaan (3) Pertanggungjawaban produk dan (4) Implikasi internasional. Mutu yang baik dapat mengarah pada peningkatan pangsa pasar, produktivitas dan penghematan biaya. Perbaikan mutu juga berarti penurunan kerusakan produk 161

DAFTAR ISI

dan biaya jasa. Selanjutnya reputasi perusahaan akan ditentukan oleh reputasi mutu yang dihasilkan buruk atau baik. 1.4.2.2 Konsep Manajemen Mutu Terpadu a. Definisi Manajemen Mutu Terpadu Manajemen Mutu Terpadu mengambarkan penekanan mutu yang memacu seluruh organisasi, mulai dari pemasok sampai konsumen. Definisi MMT juga bermacam-macam. Definisi yang berbeda-beda akan menurunkan perbedaan pula dalam unsur atau prinsip pokok dalam MMT. Pengertian mutu yang diadopsi oleh American Society for Quality Control : bahwa Mutu adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tampak jelas maupun yang tersembunyi (Render dan Haizer, 2001 : 92). Meskipun demikian pendapat lain mengatakan bahwa definisi mutu menyangkut berbagai kategori. Beberapa dari definisi tersebut berorientasi pada pengguna dan berorientasi pada produk. Krajewski (1996, 14) menyatakan bahwa pelanggan mendefinisikan mutu dengan berbagai macam cara, yaitu (1) Conformance to Specifications atau kesesuain dengan spesifikasi (2) Value atau nilai/harga (3) Fitness of Use atau modelnya, keawetannya, pelayanannya (4) Support atau dukungan layanan (5) Psychological Impressions atau image, keindahan, kebersihan. Menurut Goetsch dan Davis (1997:3) Mutu adalah keadaan dinamik yang diasosiasikan dengan produk, jasa, orang, proses, lingkungan yang mencapai atau melebihi harapan. Definisi MMT menurut Ishikawa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4), MMT diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas dan kepuasan pelanggan. Santosa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4) menyatakan bahwa MMT adalah: MMT merupakan sistim yang mengangkat mutu sebagai strategi usaha dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan dan melibatkan seluruh anggota organisasi. Menurut Goetsch, dan Davis (1997:3) Manajemen Mutu Terpadu adalah : Suatu pendekatan untuk menjalankan bisnis yang berusaha untuk memaksimalkan persaingan sebuah organisasi melalui perbaikan yang terusmenerus atas mutu produk, jasa, orang, proses, dan lingkungannya. Hingga saat ini belum ada definisi mutu yang diterima secara universal, namun dari beberapa definisi mutu terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam elemenelemen sebagai berikut :

162

proses dan lingkungan Mutu merupakan suatu kondisi yang selalu berubah. 358-360) juga berhasil merumuskan konsep MMT hasil telaah pustaka yang terdiri dari 12 (dua belas) elemen MMT. 163 . Talavera (2004. Keterlibatan terpadu (total involvement) dimana ketiga sub sistem tersebut saling berkaitan. kesatuan tujuan. yaitu : (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement). obsesi terhadap mutu. Mutu meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan Mutu mencakup produk. Render dan Heizer (2001. Diagram Sebab Akibat dan pengendalian Proses secara statistik. yaitu customer satisfaction. kerja kelompok. b. Pendapat yang lain mengenai MMT dikemukakan oleh Tenner dan Detoro yang dikutip oleh Hamidah (2003. seperti Metode Taguchi. Variabel-varibel MMT menurut Goetsch. jasa. kebebasan melalui kontrol. pendekatan ilmiah. 98) mengembangkan lima konsep MMT yang efektif. peningkatan terus-menerus. manusia. 2. Diagram Pareto.DAFTAR ISI 1. employee involvement dan continous improvement. V. yaitu (1) Perbaikan yang terus menerus (2) Pemberdayaan karyawan (3) Perbandingan kinerja (Patok duga/Benchmark) (4) Penyediaan kebutuhan yang tepat waktu (Just In Time) dan (5) Pengetahuan mengenai peralatan MMT. Prinsip dan Unsur Pokok dalam Manajemen Mutu Terpadu Prinsip-prinsip dan unsur pokok dalam MMT menurut Krajewski (1996. dan Davis (1997:3) adalah : MMT didasarkan pada strategi. dan Keterlibatan dan pemberian wewenang kepada karyawan. 3. 140-141) adalah MMT menekankan tiga prinsip. focus kepada pelanggan. 276) yang menyatakan bahwa MMT dapat diuraikan menjadi tiga subsistem yaitu (1) Fokus pada pelanggan (customer focus) (2) Perbaikan proses berkesinambungan (continous process improvement) dan (3). komitmen jangka panjang.

2 Populasi dan Sample Populasi obyek penelitian adalah seluruh BUMN Jasa Keuangan yang beroperasi di Bandarlampung yang berasal dari kelompok usaha Perbankan. Asuransi dan Jasa Pembiayaan.5. 1. 1.5.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan menggunakan daftar pertanyaan (questioner) sebagai alat pengumpul data yang pokok. Data tentang populasi dan sample tersaji pada table berikut ini : 164 . yang berkedudukan sebagai kantor cabang utama.DAFTAR ISI Penelitian ini akan menggunakan prinsip dan unsur pokok atau variablevariabel MMT yang berasal dari konsep yang disusun oleh V. Populasi responden adalah kepala cabang masing-masing badan usaha dan kepala departemen atau setingkat dengannya dari departemen-departemen yang berbeda. Tabel 1 : BUMN Jasa Keuangan Kelompok Bank Badan Usaha BRI BTN BNI Bank Mandiri Jiwasraya Jasaraharja Taspen Jamsostek Askes Jasindo Pegadaian Jumlah KC 2 1 3 5 1 1 1 1 1 1 4 Asuransi Pembiayaan Penelitian ini akan mengumpulkan data dari seluruh populasi obyek penelitian. Talavera (2004) karena memiliki cakupan yang luas.5 Metode Penelitian 1. yaitu sebanyak 21 buah.

Sebelum dilakukan pengujian. Talavera (2004). Menurut Sekaran (1992: 173) Construct Validity testifies how well the result obtained from the use of measure fits theories around which the test is designed. 1. harus dilakukan uji kereliabelan (reliability) dan uji kevalidan (validity) daftar pertanyaan Penelitian ini menggunakan uji kevalidan internal menggunakan Teknik Alpha. yaitu data persepsi dari responden mengenai tingkat kepentingan (perception of importance) elemen MMT.DAFTAR ISI Tabel 2 : Populasi Obyek Penelitian dan Responden Tahap Pengujian MMT Pengujian dengan menggunakan ‘perception of importance’ sebagai dasar Target Ukuran Populasi 21 Badan Usaha 102 responden Teknik Sensus Realisasi 21 Badan Usaha 100 responden Pendapat responden dibutuhkan untuk melakukan validasi konsep MMT. 165 . Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10. Pada penelitian ini uji kevalidan yang digunakan adalah Construct Validity.4 Instrumen Penelitian Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan.5. 1.5.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian ini adalah elemen-elemen MMT hasil kajian pustaka V. Variabel tersebut adalah: (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) (12) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement).

Analisis Data 1. Dalam hal ini digunakan metode Principal Component Melakukan rotasi factor untuk memperjelas apakah factor yang terbentuk sudah secara signifikan berbeda dengan factor lain. Tabel 3 menunjukkan distribusi variable MMT pada ke-6 faktor. 3.5. 166 .DAFTAR ISI 1. variabel yang diproses dengan analisis factor sebanyak 72 variabel dengan jumlah populasi sebanyak 100 responden. 2.1 Pengujian Reliabilitas Alat Ukur Hasil Uji Reliabilitas menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas instrument daftar pertanyaan sebesar 0.5.52%. 2.2 Analisis Faktor Dalam penelitian ini. Untuk itu digunakan alat analisis Measure of Sampling Adequacy (MSA) atau Barlett’s test. Melakukan ekstrasi variable menjadi satu atau beberapa factor. Melakukan uji Anova untuk melihat apakah factor yang terbentuk berbeda nyata dengan factor lain. Tahap-tahap pada analisis faktor : 1. Uji construct validity dengan Analisis Faktor. Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10. Analisis factor berupaya mengelompokkan sejumlah variable. 5. Nilai ini memberi makna bahwa tingkat kepercayaan dan konsistensi pertanyaan maupun pernyataan bernilai tinggi yaitu sebesar 95. ANALISIS FAKTOR Analisis factor akan meringkas beberapa variable MMT menjadi beberapa faktor saja yang paling penting dalam mendukung keberhasilan MMT. HASIL DAN PEMBAHASAN 2. Faktor yang sebenarnya terbentuk adalah factor-faktor yang merupakan komponen MMT yang dipersepsikan sebagai factor yang penting oleh BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung. 4.9552. yang tersisa atau tereduksi hanya 45 variabel dengan rata-rata loading 0. Memilih variable yang layak dimasukkan dalam analisis faktor.733. Output Analisis Faktor dengan menggunakan SPSS adalah ternyata dari 72 variabel awal. 2.

605 IKC 4 0.766 167 .DAFTAR ISI Tabel 3 Distribusi variable MMT Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance 17.717 PTM 2 0.692 0. brainstorming. diagram Pareto.732 0. output dan customer Melakukan pengawasan kualitas dengan menggunakan survey kepuasan pelanggan metode statistik atau teknik lain untuk memonitor kualitas produk / jasa yang dihasilkan Menggunakan siklus PDCA (PlanDo-Check-Action) untuk melakukan perbaikan dan pengendalian proses secara berkesinambungan Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk mengurangi siklus waktu operasi perusahaan Item Loading 1 12.862 0. mulai dari tahap input.736 IKC 5 0.851 PTM 1 0. diagram sebab akibat) guna mendiagnosis masalah kualitas dan masalah kelemahan proses Pengendalian kinerja proses dilakukan pada setiap tahap .719 0. run chart dll) dan piranti data verbal (flow chart.864 SDM DIK 3 DIK 5 DIK 6 IKC 1 Nama Variabel Manajemen memberikan balas jasa (imbalan) kepada karyawan untuk usaha-usaha perbaikan kualitas Semua karyawan dilatih tentang Team Building / Group Dynamics Mengintegrasikan materi pelatihan pada proses pekerjaan sehari-hari Melakukan pelatihan karyawan secara berkala (rutin) Investasi dalam peralatan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas dalam operasi /proses Menggunakan piranti data numerik (check sheet.686 IKC 3 0.705 0. proses/transformasi.

286 MKP 1 MKP 2 MKP 3 0.849 0.859 0. pelayanan dan perancangan proses Menerapkan program evaluasi terhadap pemasok Manajemen bekerjasama dengan pemasok untuk meningkatkan kualitas Fasilitas yang nyaman.936 0.834 0.868 0.796 168 .926 0.902 MKP 4 MKP 5 MKP 6 RAP 1 RAP 2 RAP 3 RAP 4 0.286 14. finansial dan pendidikan bagi program manajemen kualitas perusahaan Memfasilitasi program pengembangan produk untuk dapat segera merespon kebutuhan pasar Kejelasan dan keformalan dalam menuliskan sasaran kualitas Manajemen memiliki rencana kualitas untuk pemasok Kualitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemasok Bekerjasama dengan tidak terlalu banyak pemasok namun dapat diandalkan Memasukkan umpan balik dari pemasok untuk memperbaiki produk.742 0.703 0. bersih dan teratur/rapi Adanya sistim manajemen pencatatan/arsip yang efektif Karyawan memiliki disiplin dan inisiatif untuk mematuhi peraturan dengan tertib Pemeliharaan fasilitas dilakukan secara berkala dan dilakukan monitoring serta evaluasi terhadapnya Penyediaan peralatan kantor.798 PTM 4 0.848 0. office supplies hanya yang benar-benar dibutuhkan saja Item Loading PTM 3 0.779 IKD 5 PKS 2 2 10.93 RAP 5 0.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk memikirkan berbagai cara untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan Manajemen puncak menyediakan bantuan teknis. dokumen.756 0.

118 IKC 6 0.139 KMP 1 0.851 0.762 FKP 5 0.703 0.876 SDM 5 DIK 1 DIK 2 MKI 4 MKI 5 PTM 6 0.626 5 4.905 3 7. departemen-departemen untuk keperluan identifikasi dan memudahkan mencari lokasi/letaknya.621 PKS 5 0.708 169 .392 IKD 2 0.714 0. pelayanan dan perancangan proses Mengumpulkan umpan balik dari para ahli dalam perancangan produk/jasa Pengkajian (review) sasaran dan tujuan departemen-departemen untuk menyelaraskan dengan rencana organisasi secara keseluruhan Melakukan tindakan pencegahan dan pemeliharaan secara berkala terhadap peralatan/perangkat sistim operasional perusahaan Item Loading RAP 6 0.762 9.405 6. Manajemen Puncak terlibat secara penuh dalam implementasi dan tindak lanjut program Manajemen Mutu Pemberian penghargaan kepada karyawan yang mencapai sasaran kualitas Semua karyawan dilatih tentang konsep Manajemen Mutu Terpadu Semua karyawan dilatih tentang Quality Control Menyediakan data kualitas yang terbaru dan lengkap dan dilaporkan pada semua departemen Seluruh karyawan dapat mengakses data kualitas Manajemen melakukan audit sistim manajemen kualitas secara periodic baik audit internal maupun eksternal Terdapat suatu proses efektif untuk memproses informasi tentang ekspektasinasabah Mempertimbangkan keinginan pelanggan dan umpan balik pemasok untuk memperbaiki produk.864 0.816 4 6.708 IKD 4 0.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Pemberian tanda/papan penunjuk/label terhadap assetasset.788 0.3 10.

2.621 PDG 3 0.765 PDG 2 0.781 5.626 6 3.634 PDG 6 0.683 PDG 5 0.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Adanya sistim database untuk mengumpulkan. Faktor 2 terdiri dari 12 item yang dinamakan Manajemen Fasilitas 170 . Faktor 1 terdiri dari 14 item yang dinamakan Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis.251 PDG 1 0. mengontrol dan menyimpan data kualitas kegiatan operasi untuk menyediakan informasi yang relevan yang dibutuhkan untuk mengukur kualitas dari output yang dihasilkan Menerapkan sertifikat ISO 9000 untuk memenuhi standar kualitas internasional Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang sama dan dari pesaing utama untuk mengembangkan sasaran kualitasdan untuk memperbaiki operasi perusahaan Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang berbeda untuk mengembangkan sasaran kualitas dan untuk memperbaiki operasi perusahaan Menganalisis.737 PDG 4 0. mengadopsi dan mengimplementasikan praktek terbaik strategi manajemen kualitas dari perusahaan mitra patok duga yang menjadi teladan patok duga Memastikan bahwa kegiatan patok duga yang dilakukan menghasilkan perbaikan kualitas yang signifikan Sepanjang waktu target patok duga dan metode-metode patok duga dievaluasi kembali Item Loading MKI 2 0.691 Nama ke-6 faktor tersebut adalah : 1.

Inc. Faktor 3 terdiri dari 8 item yang dinamakan Komitmen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas. 4. 6. Evi Silvana. Stanley B. 03. SIMPULAN DAN SARAN 3. 275-290. David L and Davis. Manajemen Mutu Total.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan. Th XXX. 2002.DAFTAR ISI 3. Lee J. maka bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung yang akan mengadopsi konsep MMT sebaiknya memprioritaskan keenam factor dari hasil analisis factor tersebut dalam program MMTnya. Addison-Wesley P:ublishing Company.1 Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan. Muchsinati. 3-8. 2001. Penerbit PT Prenhalindo. Jakarta Krajewski. Hamidah. Pengaruh Manajemen Mutu Terpadu terhadap Perilaku Produktif Karyawan Industri Tekstil Berskala Besar di Kota Bandung. Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen. September 2003. and Larry P. Edisi ke dua. DAFTAR PUSTAKA Goetssch. Maret 2001. Ritzman. 5. Usahawan No. 171 . Operations Management : Strategy and Analysis. 2003. Faktor 4 terdiri dari 3 item yang dinamakan Fokus Pelanggan Faktor 5 terdiri dari 3 item yang dinamakan Pengukuran Faktor 6 terdiri dari 5 item yang dinamakan Patok Duga 3. 1996. maka disimpulkan bahwa konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung adalah : (1) Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis (2) Faktor Manajemen Fasilitas (3) Faktor Komitemen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas (4) Faktor Fokus pada Pelanggan (5) Faktor Pengukuran dan (6) Faktor Patok Duga 3. Repositioning dan Perubahan Peran Fungsi Departemen Sumber Daya Manusia Sebagai Upaya Mencapai Keunggulan Kompetitif.

2004.2004. Manajemen Mutu Terpadu. Arah Privatisasi BUMN. 2001. __________BUMN On Line. Jakarta Sekaran. Inc.2004. Research Methods For Business: A Skill Building Approach. Umar. Barry dan Jay Haizer. Fandy dan Anastasia Diana. Uma.Jakarta. V. 172 . Bogor Selatan Render.2000. Jakarta. 3 September 2004: 355-380. Adig. Master Plan BUMN 2002-2006. Suwandi. 1992. Penerbit Andi Offset Yogyakarta. Supranto. Gramedia Pustaka Utama. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi.DAFTAR ISI Nasution. Penerbit Rineka Cipta. 5 Th XXX Mei 2001.M.2000. Ma Gloria. Development and Validation of TQM Construct. Usahawan No. J . The Philippine Experience.Gadjah Mada International Journal of Business Volume 6. Talavera. Husen. Analisis Multivariat. John Wiley & Sons. Penerbit Ghalia Indonesia. Second Edition. 3-6 Tjiptono. Total Quality Management. 2001. No. Edisi Pertama. Salemba Empat. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi.N.

.755. secara kuantitatif dapat dibuktikan dari pemerataan usaha dan peluasan lapangan kerja. (2) alternative strategic management from small business. secara persentase rata-rata kenaikan nilai ekspor usaha kecil meningkat dengan 30.600 orang tahun 1999. sementara jumlah tenaga kerja yang diserap juga meningkat dari 5. Banyak usaha besar pada saat ini mengalami keterpurukan sebagai akibat resesi ekonomi berkepanjangan.113.justru usaha kecil semakin bergairah untuk berkembang. I.8 juta dollar Amerika pada akhir tahun 2001. Lebih jauh lagi jika dilihat dari sumbangannya pada ekspor nonmigas yaitu dari 102 juta dollar Amerika tahun 1998 terus naik menjadi 136.5 persen per tahun ( Puji Wahono. (3) making commitment about business efficiency and competitiveness.800 orang tahun 1997 menjadi 10. The types of data are : (1) the secondary time series data which analyzed by financial models and (2) the primery data of owner from the small business which analyzed by description approach.2000) 2 Dosen Jurusan Manajemen. researcher is prepairing strategic standar and business commitment for the small business to enter global business. The result shows that the small business in Bandar lampung need to improve their working capital trough : (1) the increasing level of effectivities from their business. PENDAHULUAN Usaha kecil di Indonesia di era reformasi ini mempunyai peranan yang sangat berarti dalam menunjang perekonomian. (2) the creating of business innovation.308. Key words: Working Capital management.143. Based on the result of this reseach. Universitas Lampung.500 unit usaha pada tahun 1999.yang berkembang dari 1.DAFTAR ISI Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Oleh : Iban Sofyan2 ABTRACT The reseach aims to analyze : (1) the influencing factors of working capital from small business and determining alternative solution. Fakultas Ekonomi.000 unit usaha tahun 1997 menjadi 2.

Usaha kecil menurut Levi dan Sarnat (1989) justru membutuhkan tambahan modal kerja relatif lebih besar dari kebutuhan usaha menengah 174 . kerena didorong oleh kebutuhan hidup.termasuk dalam manajemen modal kerja( Suryadi Soedirdja. seyogyanyalah mendapat perhatian kita semua. Janji-janji untuk memberi kemudahan baik dalam perizinan. tetapi pada kenyataan sekjarang banyak hambatan dan pembinaan yang kurang serius baik dari pemerintah maupun pihak-pihak lain yang terkait termasuk perguruan tinggi.Taiwan. Apalagi jika penerapan pasar bebas AFTA ini benar.maupun pembinaan manajemen baru sebatas pernyataan atau retorika politik. jika kurang mendapat binaan yang serius di masa mendatang.DAFTAR ISI Peranan usaha kecil yang penting ini.permodalan.dan kelemahan dalam mengakses permodalan. masih banyak lagi produk-produk dari Negara jiran seperti Thailand. Penghambat lain yang juga dapat dikatakan secara structural usaha kecil umumnya di Indonesia menghadapi kendala-kndala bersifat internal. Malaysia.dewasa ini. dan Singapura yang sudah lama beroperasi di Negara kita. Situasi ini akan menjadi siutasi sulit bagi usaha-usaha kita khususnya usaha kecil jika dikaitkan dengan kelemahan usaha kecil kita yang telah diuangkapkan sebelumnya.dan mungkin juga akan dialami oleh perusahaan besar yang tidak efisien.yaitu kualitas sumberdaya manusia yang masih rendah.benar sudah direalisasikan. Bukti-bukti telah mununjukkan pada kita betapa kewalahannya usaha otomatif kita menghadapi serbuan produk –produk otomotif China. yaitu : (1) Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur usaha kecil. (2) masih lemahnya komitmen dalam pembinaan usaha kecil.khususnya dalam menghadapi pasar bebas versi AFTA ataupun versi Dunia nantinya akan berdampak serius bagi perkembangan usaha kecil di Indonesia umumnya dan secara khusus pada usaha kecil di Bandar Lampung. baik yang disuarakan oleh pemerintah maupun oleh pengusaha besar selaku mitra usaha. dimana kita tidak dapat lagi membantasi barang masuk dengan pembatasan tarif masuk antar negara-negara ASEAN. terutama yang berhabungan dengan modal khususnya modal kerja. sehingga dapat dikatakan bahwa usaha kecil itu ada dan berkembang sepenuhnya atas usaha mereka sendiri. Kondisi usaha kecil Indonesia yang demikian ini. Korea. Hasil pengamatan ada beberapa hal yang menghambat pembinaan usaha kecil di Indonesia ( Indra Ismawan.1998). Kenyataan di lapangan dapat kita lihat pada saat ini banyak usaha kecil kita kewalahan dalam menghadapi serbuan produk-produk dari luar negari yang sampai saat ini sudah meramba ke berbagai pelosok Indonesia.walaupun sekarang rancangan undang-undang (RUU) itu mungkin sudah disahkan menjadi undang-undang namun realisasinya dan sosialisasi sampai saat ini belum jelas adanya .sehingga semua kebijakan selalu tidak menyentu pengembangan usaha kecil. Kenyataan ini akan menambah beban berat bagi usaha kecil.1999). kelemahan dalam struktur permodalan.

Jumlah usaha kecil juga meningkat dari 12.1993). dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia. A. Perumusan Masalah Masalah yang dapat ditarik dari uraian sebelumnya adalah: (1) Apakah pengelolaan modal kerja usaha kecil yang telah dioperasikan oleh usaha kecil di Bandar Lampung telah dilakukan secara efektif atau secara optimal.terutama jika berhubungan degan pihak ketiga ( bank maupun mitra usaha lainnya yang sifatnya sangat selektif ). Hal ini terjadi kerena usaha kecil umumnya tidak mampu mengakses modal. Usaha kecil di Bandar Lampung umumnya lemah dalam permodalan. 175 . Kesulitan yang terbesar pada usaha kecil dalam modal kerja terletak pada usaha pemisahan antara kebutuhan modal kerja dengan kebutuhan hidup pengusaha dan keluarga sehari-hari.0 persen ekspor komoditi non migas yang dihasilkan oleh Lampung (BPS. apakah itu versi AFTA atau secara global.ini terlihat dari sumbangan industri kecilnya mampu memberi 21. ini jelas apabilah usaha kecil itu lemah dalam modal kerja akan berdampak serius pada keunggulan bersaing baik secara lokal apalagi dalam mengahadapi persaingan di pasar bebas. sementara perusahaan besar dan menengah justru mengalamai stagnan karena masih dipengaruhi oleh dampak resesi ekonomi yang sampai saat ini belum dikatakan membaik. Kondisi ini setelah ditelusuri lebih jauh merupakan suatu sistem dalam kegiatan manajemen.488 unit usaha kecil sampai tahun tahaun 1998( BPS). ini berarti bahwa manajemen usaha kecil itu merupakan suatu sistem.067 unit usaha kecil telah meningkat menjadi 18. Kelemahan ini tentunya berdampak luas pada daya saing dan kemantapan berusaha.Goerge(1985) justru terletak pada usaha inovatifnya.2001).sehinga salah satu dari sistem ini terganggu akan berdampak serius pada sistem secara keseluruhan ( Collins and Devana. Peranan usaha kecil di Lampung khususnya di Bandar Lampung tidak terlalu berbeda dengan peranan usaha kecil secara nasional. Dan diperkirakan jumlah ini akan naik lagi selama era reformasi ini. Kedala yang dihadapi dalam pengembangkan usaha kecil di Lampung khususnya usaha kecil di Bandar Lampung hampir sama dengan masalah yang dihadapi oleh usaha kecil secara nasional.kelemahan dalam manajemen. yaitu kesenjangan antara usaha menengah dan usaha besar semakin melebar. apalagi dihubungkan dengan inovatif. sulitnya mendapatkan modal termasuk modal kerja. Kunci keberhasilan usaha kecil menurut Steiner.DAFTAR ISI maupun usaha besar.

(2) Memberikan solusi manajemen dalam mengatasi masalah manajemen modal kerja setelah menganalisis modal kerja. (3) Strategi apa sebaiknya digunakan oleh usaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ancaman persaingan degan produk-produk luar sekarang dan di era pasar bebas. memperhitungan kebutuhan modal kerja.DAFTAR ISI (2) Teknik manajemen apa yang tepat yang harus diterapkan oleh pengusaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ketatnya persaingan di era basar bebas. (3) Merumuskan strategi bersaing yang sesuai dengan kekuatan . dan teknik mengakses modal khususnya modal kerja.kelemahan. peluang dan ancaman yang bakal dihadapi di masa yang akan datang. B. KERANGKA PENDEKATAN Kerangka pendekatan yang digunakan dalam pemecahan maslah ini dapat dilihat dari bagan alur berikut : 176 . Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi usaha kecil di Bandar Lampung terutama yang berhubungan dengan manajemen modal kerjanya. (4) Merumuskan teknik Pembinaan yang tepat dan fleksibel untuk usaha ecil di Bandar Lampung. II.

(c ) tahap menganalisis hasil yang telah dipisahkan secara jelas.DAFTAR ISI (a) Peneliti melakukan survey Usaha kecil yang telah ditentukan Mendapatkan data manajemen Modal kerja. Kenichi Ohmae(1996). yaitu : (a) tahap penelitian.(b) tahap pengolahan data dengan tabulasi. et al (2000). beberapa konsep dari David.katkan daya saing Gambar 1.yaitu berdasarkan konsep manajemen keuangan khususnya manajemen modal kerja dan konsep manajemen stratetegi bersaing. ini menujukkan bahwa penyelesaian masalah penelitian akan dilakukan melalui empat tahap. Konsep yang digunakan untuk mencari teknik bersaing. Fred. dan menumbuhkan inovatif digunakan konsep dari Glueck(1998).Levi and Sarnad ( 1983). menghitung. Memisah-misah hasil sesuai Dengan tujuan penelitian yang sudah di Tetapkan.perhitungan Dan analisis. Bagan Alur Pemecahan Masalah Penelitian Gambar 1. Vanhorn(2000). memisah-misah hasil sesuai dengan tujuan untuk analisis. (b) Pengolahan data : Tabulasi. Solusi berdasarkan Manajemen modal Kerja (c) Solusi berdasarkan manajemen strategi bersaing Penyusun Pedoman Manajemen usaha kecil Terutama yang berhubungan Manajemen modal kerja dan Teknik inovatif untuk mening. Weston and Copland (1987).R (1998). Pendekatan yang digunakan untuk penyelesaian masalah modal kerja digunakan pendekatan Keown.Konsep Collins and Devanna (1995). 177 .menggunakan metode penelitian yang sesuai sehingga didapatkan data yang valid dari respondenyang telah dipilih. (d) tahap penyusunan pedoman pembinaan mananjemen berdasarkan’manajemen modal kerja dan manajemen strategi bersaing. dan banyak sistesa yang dibuat oleh peneliti dan pengalaman mengajar manajemen strategi.

2 3 4 5 6. Penelitian ini telah dilakukan di Kotamadya Bandar Lampung. METODE PENELITIAN A. Responden No 1. pada bulan Mei 2006. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jenis Usaha Kerajinan Keripik Tanaman hias Tukang Jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Usaha bengkel Motor Usaha Bengkel mobil Usaha Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk Ikan Total Jumlah(unit) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 C. B.DAFTAR ISI III. 178 . Lokasi Penelitian. Metode Penarikan Sampel Metode penarik sampel adalah menggunakan metode Purposive random Sampling. yang diambil usaha kecil yang yang potensial yang ada di Kota Madya Bandar lampung. Hiptesis (1) (2) Pengololaan modal kerja usaha kecil di Bandar Lampung belum optimal. Strategi inovasi adalah pilihan yang tepat untuk usaha kecil untuk tetap bertahan hidup dan bersaing di era pasar bebas. yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Usaha kecil yang diambil satu unit berdasarkan jenisjenis usaha.

Alat analisis.dari data yang ada dikaji berdasarkan TOWS Matrix dari David. dibandingkan dengan realiasi modal kerja dan realisasi volume penjualan. Pengolahan Data Data yang sudah terkumpul diolah secara tabulasi. Alat analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diangkat adalah menggunakan : (1) Untuk membuktikan bahwa modal kerja usaha kecil belum optimal digunakan pendekatan manajemen keuangan konsep dari Weston and Copland (1998). HASIL DAN PEMBAHASAN A. H1 ≠ Nilai modal kerja yang optmal (2) Untuk membuktikan hipotesis keduadigunakan pendekatan manajemen strategi. dan dianalisis berdasarkan konsep manajemen modal kerja yaitu menghitung perputaran modal kerja.Fred (1998). Rumus hipotesisnya : Ho = Nilai modal yang terpakai. yaitu dengan cara membagikan volume penjualan yang dicapai dengan jumlah hari perputaran seruhan modal kerja yang digunakan dalam usaha kecil. IV.menghitung kebutuhan modal kerja optimal sesuai dengan perkembangan jumlah permintaan.kebutuhan modal kerja. Rumus hipotesisnya: Ho = usaha kecil tidak inovatif H1 ≠ Usaha kecil inovatif E.DAFTAR ISI D. Hasil Perhitungan Hasil perhitungan dimulai dari perputran modal kerja. dihitung. Modal kerja optmal bila Working Capitan (WC)≤ 0.dapat dilihat dari Tabel 2 berikut : 179 .sedangkan untuk memilih dan menerapkan konsep manajemen strategi.

586.112. Hasil Perhitungan Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Usaha Kecil No Jenis Usaha (1 unit) Modal KerjaYang dioperasikan /hr (Rp) 12.78 154.29 109.750. Perbandingan Modal Kerja Yang Diopersikan Dengan Kebutuhan Modal Kerja Seharusnya Berdasarkan Volume Penjualan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 12.79 +49.67 388.67 46.523.50 12.301. 56 23.72 195.95 16.90 77.893.953.21.502.448.291.80 158.43 169.35 37.96 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Keterangan +11.916.48 -118.26 480.666.38 12.611.DAFTAR ISI Tabel 2.666.76 390.95 283.916.360.877.11 113.448.11 26.68 443.67 60.67 20.11 26. 56 23.97 +25.540.288.666.96 36.434.826.87 +269.01 +86.96 180 .288.666.89 60.811.342.33 123.38 12.000.56 321.415.118.05 +91.78 599.53 Jumlah Kebutuhan Modal kerja seharusnya/hr (Rp) 24.23 +17.937.28 31.66 309.26 208.67 60.398.89 Volume Penjuan yang dicapai/hr (Rp) 45.00 56.301.74 109.363.67 366.398.664.548.44 Jumlah hari Perputaran modal kerja (satu tahun) 68.52 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Sumber : Data diolah (2006) Tabel 3.43 591.805.229.64 590.190.034.28 82.444.11 466.946.130.67 744.21 +96.44 291.45 236.034.826.130.87 338.50 12.35 37.875.875.190.28 31.89 142.811.58 80.67 36.00 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 24.16.44 45.112.888.90 77.33 123.28 189.833.360.471.77 328.69 73.67 223.44 113.43 591.500.126.288.66 309.540.45 104.26 480.14 70.320.78 599.502.56 321.444.611.405.715.805.953.126.299.42 223.95 283.76 557.715.55 -9.06 +141.67 223.666.194.33 68.69 73.937.89 142.488.95 16.665.29 109.291.711.

63 Sumber : Data Diolah (2006) Tabel 4.349.288.28 82.488.833.771.308.58 80.67 744.44 Biaya Variabel Harian(Rp) 32.DAFTAR ISI No 12 13 14 15 Jenis Usaha Kecil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 21.67 388.233.900.877.00 229.93 54.666.66 34.52 Keterangan +15.44 291.33 63.34 20.666.00 34.33 21.946.ini dibuktikan oleh adanya kelebihan ( bertanda +) dalam penggunaan modal kerja.99 43.299.30 58.89 60.210.34 310.183.72 195.421.750.900.78 31.) yang efektif dalam penggunaan modal kerjanya.33 11.415.14 70.920. Hasil ini menunjukkan bahwa hampir rata-rata perusahaan kecil atau 87% usaha kecil di Bandar Lampung umum belum optimal dalam penggunaan modal kerjanya.00 25.78 154.11 113.40 73.67 366.54 20.67 20.33 193.666.194.666.444.38 56.88 38.23 54.89 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 36.014.77 328.444.66 +214.67 46.45 104.711. Tingkat Pencapaian Margin Usaha Kesil Di Bandar Lampung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NamaJenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Pencapaian Volume Penjualan harian(Rp) 45.48 107.126. Ketentuan 181 .679.00 56.44 45.761.11.76 Persentase Kontribusi margin 28. Kajian Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Hasil dari riset terhadap lima belas jenis usaha kecil yang beroperasi di Bandar Lampung setelah diuji berdasarkan kebutuhan modal yang seharusnya berdasarkan rumusan yang membagi total penjualan dengan lamanya hari rata perputaran setiap item modal kerja maka didapatlah hasil lengkap seperti yang diperlihatkan oleh Tabel 1.44 +113.548.44 +10.666.77 61.70 21.405. dan hanya 13% (bertanda .24 44.33 68.91 Sumber : Data Diolah (2006) B.888.500.471.902.49 44.00 226.29 50.000. Pembahasan 1.235.020.14 42.16.50 13.44 113.066.

kelemahan. 2. Tabel 2. Kelemahan ini umumnya karena lemahnya manajemen modal kerja sebagai akibat dari banyaknya keterbatasan sumberdaya dari usaha kecil itu sendiri. karena kesulitan dalam mengakses modal kerja. KUK dari koperasi atau instansi pemerintah umumnya masih jarang. sehingga banyak usaha kecil memiliki tingkat perputuran persediaan yang rendah . Kemampuan menggunakan sumberdana dari bantuan bank. dan ancaman dari manajemen usaha kecil itu dituangkan dalam matrik TOWS sebagai berikut: Matrik TOWS Usaha Kecil Di Bandar Lampung 182 .Fred (1998) yang dikenal dengan TWOS Marix Analysis. dan Tabel 3.dan persyatan ini tidak dapat dipenuhi oleh banyak perusahaan kecil. peluang. Kajian Berdasarkan Manajemen Strategi Hasil perhitungan dimulai dari Tabel 1. Akibatnya banyak usaha kecil berjalan seadanya dan orientasi usaha hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. diantaranya banyak perusahaan harus menalang atau menggunakan persekot uang muka dalam pengadaan pesediaan untuk menjaga stabilitas produksi. Berdasarkan kajian ini kekuatan. Guna menyusun strategi pengembangan usaha kecil sekarang dan yang akan datang digunakan pendekatan David. adalah tercapai jika WC ≤ 0 .disisi lain kurang efektif dalam penagihan piutang. ditambah dengan fakta lingkungan yang ada pada usaha kecil sekarang dan prediksi di masa yang akan datang. Kondisi seperti ini tentukannya akan mempersulit usaha kecil untuk dapat eksis di era pasar bebas pada tingkat AFTA apalagi pada tingkat dunia.DAFTAR ISI penggunaan modal kerja yang optimal menurut Weston dan Copland (1998). dapat dijadikan dasar dalam kajian lingkungan usaha kecil. Kelemahan ini juga umumnya disebabkan adanya keterbatasan modal kerja secara umum.sehingga perputaran piutang rendah. Kalaupun ada pada umumnya mereka tidak begitu tertarik menggunakan sumberdana ini karena dipandang terlalu sulit dan sangat birokrasi. Sumber-sumber dana yang ada umumnya adalah bersifat individu dengan ratarata tingkat suku bunga yang tinggi.

Matriks TOWS. 2. Kontrak BB W. 2.. 6. jika biaya operasional rutin ini dapat diefisienkan maka usaha tersebut akan tetap eksis dan berkembang secara mandiri apalagi jika menggunkan dana binaan pemerintah atau yang disalurkan melalui Bank atau non Bank. kelemahan. dan jangka panjang terutama dikaitkan dengan persaingan secara bebas di era AFTA maupun era Global. Prospek pasar lokal Prospek pasar luar Binaan Pemerintah T= Ancaman 4. Pelatihan SDM 3. 2. (3) Selain itu kekuatan lain adalah hampir semua produk yang ditawarkan oleh usaha kecil dapat diterima pasar local karena itu sampai saat ini masalah penjualan tetap baik.T Penguatan Penguasaan pasar Antipasi Perubahan tek nologi 1. 1. Persaingan Teknologi Perubahan trand/mode 1. 183 . Kontribusi margin (ratarata ±41% ) pada bahan baku Keuletan berusaha Volume Penjualan Modal kerja Naik terus S-O Melakukan inovasi Pengembangan usaha Peningkatan mutu S. 3. 3. Usaha Kecil di Bandar Lampung S= Kekuatan KSF Internal 1. (2) Rata-rata pengusaha kecil ini memiliki keuletan dalam berusaha karena terdorong oleh motivasi untuk mempertahan hidup secara mandiri.jangka menengah. KSF O= Peluang 1. 5. 1.T Menambah wawasan SDM tentang Persaingan dan pening katan modal kerja Hasil kajian lingkungan berdasarkan TOWS ini secara umum menggambarkan peta kekuatan. dan ancaman dari keberadaan usaha kecil di masa yang akan datang . 2.O Memperbaiki manajemen modal kerja 2. W=Kelemahan Ketergantung Tinggi Manajemen Akses modal W. Kekuatan dari saha kecil di Bandar Lampung berdasarkan kajian hasil survei ada tiga pilar yaitu (1) setiap usaha kecil umumnya memiliki kontribusi margin yang tinggi yaitu berkisar rata-rata antara 41%. Masalahnya terletak pada kemampuan mengatur biaya operasional usaha. 3. peluang. 3.selain itu melalui matriks TOWS ini dapat dirancang strategi apa yang layak diterapkan dalam jangka pendek . 2. ini menunjukkan bahwa usaha kecil ini secara bisnis masih cukup potensial kalau dikelola dengan benar.DAFTAR ISI Gambar 1.

sehingga mereka belum sadar dan sungguh-sungguh mengatur penagihan piutang. (2) Tingginya dukukung pemerintah melalaui binaan manajemen ataupun bantuan modal yang dapat dimanfaat untuk mengembangkan usaha kecil. (3) Masalah pengadaan bahan baku belum diatur berdasarkan perkiraan kebutuhan produksi. 184 . (2) Melakukan peningkatan dengan suplier lokal sehingga terjalin harmonisasi hubungan dan kontinyuitas pemasokan dapat terjamin sesuai dengan kebutuhan. cara mengatur persediaan.DAFTAR ISI Kelemahan usaha kecil di Bandar Lampung umumnya (1) masih rendahnya pengetahuan mengena modal kerja. Ancaman usaha kecil kedepan antara lain (1) datang dari semakin ketatnya persaingan baik secara lokal maupun global .sehingga mereka banyak yang bertjaga-jaga secara berkelebihan pada pengaadaan bahan baku dan pelengkap. dengan cara meningkatkan pengetahuan mengenai modal kerja. cara mengatur seluruh kebutuhan operasional termasuk melakukan efisiensi usaha. Tindakan strategi yang harus diambail dalam jangka pendek adalah : (1) Memperbaiki modal kerja. (3) selain itu ancaman datang dari peningkatan mutu dan pe layanan sebagai akibat adanya perkembangan teknologi produksi yang baru. apakah itu di era pasar bebas AFTA atau pada era Global. (3) Melatih SDM agar mampu menguasai ketearampilan bisnis moderen dan mampu menyerap binaan atau bantuan modal kerja dari pemerintah yang disalurkan melalui Bank atau dana KUK. memgatur persediaan. (2 ) ancaman datang di era pasar bebas adalah semakin cepatnya trend/perubahan mode yang berpengaruh pada perubahan salera konsumen. (2) Kelemahan ini hampir dilakukan oleh setiap usaha kecil sebagai akibat masih rendahnya SDM yang ada.maupun bentuk pelayanan purna servis.dll.peningkatan daya kerja produk. (2) Menerapkan sistem pemasaran yang moderen dengan memperbaiki pelayanan. cara mengatur piutang. Peluang usaha kecil di Bandar Lampung diantaranya (1) masih terbukanya peluang untuk menggarap pasar local maupun non local. termasuk sulitnya memisahkan kebutuhan rumah tangga dengan kebutuhan usaha. dimulai dari perbaikan kemasan. yaitu keterampilan berbisnis secara profesional . Kajian –kajian TOWS inilah yang dijadikan dasar untuk menyusun langkah atau strategi usaha kecil ke depan agar dapat bertahan dan bekembang terutama di era pasar bebas. Tindakan jangka menengah adalah : (1) Meningkatkan mutu dan perbaikan sistem pelayanan kepada setiap konsumen baik secara lokal maupun untuk meningkatkan pelayanan di luar Bandar Lampung.tetapi lebih banyak didorong oleh adanya rasa takut kehabisan bahan baku.

maupun masyakat yang peduli seperti masyarakat kampus untuk melakukan binaan manajemen modal kerja dan teknik mengakses modal serta peningkatan wawasan SDM usaha kecil mengenai keterampilan bisnis moderen. Koperasi. KESIMPULAN DAN SARAN 5. sehingga mampu membaca kebutuhan pasar dengan cepat. hal ini dap.1 Kesimpulan Hasil perhitungan dan kajian yang telah dilakukankan meunjukkan bahwa secara umum hipotesis yang diungkapkan pada penelitian ini dapat dibuktikan. 2. Strategi itu adalah : 185 .DAFTAR ISI Tidakan strategi jangka panjang adalah (1) berusaha untuk mengganti teknologi yang ada dengan teknologi yang baru sesuai dengan kemajuan zaman . (b) Efek dari buruknya manajemen modal kerja ini juga berpengaruh pada kemampuan bersaing dari usaha kecil sehingga jika ini diteruskan tanpa dicari solusi tidak tertutup kemungkinannya akan berpengaruh pada keberadaan dan daya saing usaha kecil itu di masa yang akan datang terutama pada era AFTA ataupun era Global. V.( 2) strategi inovasi menjadi andalan utama. Saran a) Dianjurkan kepada semua pihak yang terkait dimulai dari Departemen atau dinas Perindustrian. Menurut ketentuan manajemen kerja yang diungkapkan oleh Weston dan Copland yang menyatakan bahwa modal kerja yang optimum adalah jika working of capital (WC) ≤0. dengan alasan sebagai berikut : (a) Hasil perhitungan kebutuhan modal kerja berdasarkan besaran pencapaian volume penjualan umumnya menunjukkan hampir ( 87% ) usaha kecil itu menggunakan modal kerjanya secara berkelebihan ( WC>0). Hal dapat dikembangkan berkat kesadaran mengenai pemahaman salera konsumen dan ketersediaan teknologi. sehingga dapat mengkuti perkembangan pasar dan perubahan salera konsumen secara tepat dan cepat b) Hasil penelitian ini harus disosialisasikan sehingga setiap usaha kecil mengetahui strategi apa yang harus mereka terapkan. dan UKM ataupun instansi pemerintah atau swasta yang terkait. agar tetap bertahan dan berkembang di masa yang akan datang .

Strategi jangkah menengah yang perlu diambil oleh usaha kecil adalah : (a) meningkatkan mutu dan sistem pelayanan kepada konsumen lokal maupun di luar Bandar Lampung.England: Wildwood House.Virginia 186 . 2. Managing in a borderless World.New York : John Wiley & Sons. Keown. Collin and Devana. Iban Sofyan.Inc.Jakarta.9th-ed Basic Financial Management.1997. Indra Ismawan.ed Bill Scott.p 153.. (c) Usaha kecil perlu mengikuti pelatihan SDM khususnya untuk menambah wawasan bisnis moderen.Bandar Kenoichi Ohmae. Intoduction to Management Science. (b) menerapkan sistem pemasaran moderen dengan memperbaiki pelayanan.1999.(b)Usaha kecil perlu meningkatkan hubungan baik dengan supliernya sehingga terjamin kontinyuitas produksi. :Prentioce-Hall.67. September 21.Taylor III. perbaikan kemasan.and Petty.2001.Martin. sehingga kedua item ini dapat efektif dimanfaatkan sebagai bagian dari modal kerja yang dapat memperbaiki kinerja modal kerja.1996.2000.Inc.David. 8th. Strategi jangka pendek : (a) Memperbaiki modal kerja. Menghapus Kesenjangan: Makalah Seminar Pembinaan Usaha Kecil. Konsep dan Aplikasi Lampung: Penerbit Lamda Sains.New York: Harvard University Review . sebagai keunggulan bersaing di era AFTA maupun era global. dengan memperhatikan lebih intensif pada item persediaan dan piutang. (b) mengembangkan inovasi produk. 3. Virginia: Pearson Education-Prentice Hall.DAFTAR ISI 1. Manajemen Keuangan. yang secara tidak lansung berpengaruhi terhadap efektivitas item persediaan. Daftar Pustaka Bernard W.2000. The Portable MBA. Strategi jangka panjang yang perlu diambil adalah : (a) berusaha mengganti teknologi dengan teknologi yang moderen sesuai dengan kemajuan zaman . daya kerja produk maupun pelayanan purna servis. The Skill of Communicating.

Dunia Vanhorn.Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.2001. Suryadi Soedirdja.Inc. Steiner. New York : Collier Macmilan Publishers. Capital Investment and Financial Decisions.PerbankanKomersil. Feinberg-Valeriana Kallap.2000.1989. Fundamentals of Financial Management.Philip.DAFTAR ISI Levi and Sarnat.1983.di Ketiga.Weston and Copland. Great Britain: Kogan Page Limited. Starting A Successful Small Business. George.Singapore: Prentice Hall International. Faktor Penghambat Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar Antar Instasi. 19 Juni.23 April. Kunci Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar-Kerja sama antar Lembaga. Jakata.1998. Richard E.1998. 187 . Punji Wahono. Copetitive Advantage.Jakarta.2000. .2000. New Yersey : Printice Hall.

5) Asociate the brand with the facilities and services. Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Oleh : Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek Mahrinasari MS. 12)Satisfied with additonal benefit. Brand Awareness. On-Line Technology. and Services offered by human Resources. Unila . 14) customers loyalty because of no brand swiching. 10) Satisfied with keeping in promise. Fakultas Ekonomi. 11) Satisfied with easily transaction. Key Words: Brand Equity. 8)Satisfied with fisical facilities.3 ABSTRACT The objective of this research is to explore what the brand equity factors especially study in the biggest three general is banking in Lampung Province. 9)Satisfied with office location.DAFTAR ISI (Studi Pada Produk Tabungan. 3)Aware the brand because of On Line Mareketng. These 14 factors are taken from the KMO’s and MSA’s values of The Factor Analysis more than 0. Pendahuluan Merek produk berkembang menjadi sumber aset terbesar dan merupakan faktor penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan. 4) Asociate the brand with the product function. as follows: 1) Top Of Mind of the saving account brand. hal. 13)CustomerLoyalty because of customers Liking and commits. Sedangkan 3 Dosen Jurusan Manajemen. 2) Aware the brand because of Advertising. 11) mengungkapkan bahwa merek merupakan indikator nilai (Value) suatu produk. dan Emosional. Manfaat fungsional adalah manfaat langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi yang diciptakan oleh suatu produk.50. determined by 67 indicators. Brand Asociation. 2004. Hermawan Kertajaya (On Brand. The research result shows that the determining factors of the equity brand value are 14 factors. Nilai bagi konsumen adalah perolehan Manfaat Fungsional. 6) Asociate the brand with the product atributes. 7) be Satisfied with supporting facilities. and Brand Loyalty. Brand Perceived Quality.

Persaingan di antara merek yang beroperasi di pasar semakin meningkat. yang mampu menambah atau mengurangi nilai sebuah produk atau jasa baik pada perusahaan maupun pada pelanggan. 3). nama. mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan. 2001. Sitinjak Tony (2001. hal. dan hanya produk yang memiliki ekuitas merek yang kuat akan tetap mampu bersaing. Sitinjak Tony. Ekuitas Merek menurut Darmadi Durianto. selebritis dan lainlain. Sitinjak Tony (2001. Elemen ekuitas merek yang kelima ini secara langsung dipengaruhi oleh kualitas dari empat elemen utama tersebut. beberapa atau semua aset dan liabilitas yang menjadi dasar ekuitas merek akan berubah pula. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Aaker (1998) yang dikutip oleh Darmadi Durianto. khususnya pada 190 . merebut dan menguasai pasar (Durianto.4). adalah Seperangkat aset dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek. Agar aset dan liabilitas mendasari ekuitas merek. Kesadaran Merek (Brand Awareness). manfaat. atribut produk. d. Asosiasi Merek (Brand Association). ekuitas merek memiliki beberapa elemen. Perbankan nasional di Indonesia saat ini memperlihatkan persaingan yang ketat dalam merebut konsumen dan mengembangkan pangsa pasar. Darmadi. yaitu : a. hal. simbol. mencerminkan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas/keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan. 4). b. harga pesaing. Loyalitas Merek (Brand Loyalty).DAFTAR ISI manfaat emosional adalah manfaat yang diperoleh berupa stimulasi terhadap emosi dan perasaannya. Sugiarto. Menurut David A. Aset-aset Merek Lainnya (Other Proprietary Brand Assets). hal. e. c. Sugiarto. maka aset dan liabilitas merek harus berhubungan dengan nama atau sebuah simbol sehingga jika dilakukan perubahan terhadap nama dan simbol merek. sehingga menciptakan kepuasan pelanggan. geografis. mencerminkan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk. menunjukkan kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Sugiarto. gaya hidup.

dan Lippo. Di Propinsi Lampung eksistensi ke tiga perbankan tersebut menunjukkan suatu bank yang besar baik dari jumlah aset. Posisi dana demikian berdampak terhadap perolehan pangsa pasar bank atas produk simpanannya. kemudian menyusul PT Bank Mandiri.550. Juli – Agustus 2005.842 Juta menawarkan program iklan “Berburu Hadiah. dan PT Bank Mandiri (Sumber: Mark Plus dan Biro Riset Info Bank. Desember 2005. SWA. 14) Hasil survey MARS tahun 2005 (Siti Sumaryati dalam artikel Sajian Utama. XXI. dimana pangsa pasar produk tabungan selama tiga tahun terakhir tertinggi dimiliki oleh PT BCA. maupun perolehan dana pihak III. PT BCA memiliki pangsa pasar tabungan tertinggi dibandingkan dengan PT BNI. dan peringkat berikutnya diikuti oleh BRI. 36. yaitu Bank mandiri dengan aset Rp256. dan hal. XXVII. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tawaran promosi yang begitu agresif dan menarik dalam bentuk iklan di media elektronik. terdapat 3 bank Indonesia yang memiliki aset terbesar posisi september 2005. dalam InfoBank. dan bahkan nilai pengendapan dana cukup lama dibandingkan dengan giro dan deposito. dan pemberian hadiah. Secara Nasional. iklan di media cetak. Vol.783. dan tawaran hadiah beberapa mobil mewah BMW dan Mercy. Sebagai contoh. 44) menunjukkan bahwa BCA memiliki peringkat pertama sebagai “The Best Corporate Brand”. 14). serta Bank Negara Indonesia dengan aset Rp147. 15. Faktor – faktor apakah yang menentukan nilai ekuitas merek ?. Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Volume XXVII. hal.675. 191 . begitupun pada Bank BCA dengan aset Rp148.083 Juta menawarkan program tayangan “Layar BNI dan Undian Berhadiah menarik” dengan produk tabungan “Taplus BNI” (Info Bank. dengan produk tabungan Mandiri Fiesta. No. hal. SKEM. Vol. Mandiri. dengan produk tabungan Tahapan BCA.DAFTAR ISI produk tabungan. hal. dan PT BNI (persero) Tbk di Provinsi Lampung (Sumber: Bank Indonesia Bandarlampung. September 2005).297 Juta menawarkan beberapa ratus hadiah mobil mewah dan intensitas iklan melalui program tayangan di Indosiar TV “Gebyar BCA” . BNI. Tabungan merupakan sumber dana pihak III yang masih menjadi primadona sebab biaya dana yang dikeluarkan berada pada nilai tengah dan relatif stabil.

kualitas produk. 1989. Merek memegang peranan sangat penting. Tinjauan Teori Merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo.9) Merek menurut bahasa kamus dalam menyebutkan: Encyclopedia Americana. 2. Defenisi tersebut di atas juga menunjukkan bahwa begitu pentingnya arti dan keberadaan sebuah merek. aid promotional efforts. Dengan demikian dapat diketahui adanya ikatan emosional yang tercipta antara 192 . and maintain a corporate image. Brand is a word. and sometime the prestige. For the owner it helps to stimulate buying.Aaker. maintain prices. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk: 1. it helps to assure him of Quality. 438. 1997 hal. thus differentiating the product or service from others. Pengembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen pemasaran perusahaan. associated with the Brand of the product or service and its owne. khususnya pada perusahaan perbankan. salah satunya adalah menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada konsumen. and offer him the security. term. Suatu merek pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut. atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual tertentu.DAFTAR ISI Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: • • Untuk mengetahui fator-faktor yang menentukan ekuitas merek. dan melindungi konsumen maupun produsen dari para pesaing yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik. Sebagai bahan informasi bagi pengambil keputusan yang terkait dengan produk perbankan pada umumnya. kelebihan-kelebihan produk. Sebagai bahan informasi bagi manajemen bank dalam mengeksekusi atau merencanakan program pemasaran produk Tabungan pada masa depan. cap.(David A. symbol or design or a combination of two or more of these. hal. used to identify a product or service of a seller. dengan demikian membedakannya dari barangbarang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor. For the consumer. differentiate products or services. A Brand name has value to both the owner of the name and the consumer.

konsumen dapat dengan mudah membedakan produk yang akan dibelinya dengan produk lain sehubungan dengan kualitas. Ekuitas merek menurut Aaker. kebanggaan ataupun atribut lain yang melekat pada merek tersebut. tapi mereka tidak mungkin menawarkan janji emosional yang sama. Merek memudahkan proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. 6. makin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak Asosiasi Merek yang terbentuk dalam merek tersebut.DAFTAR ISI konsumen dengan perusahaan penghasil produk melalui merek. 2. kepuasan. 4. Aset yang dikandungnya dapat membantu pelanggan dalam 193 . Merek mampu menembus setiap pagar budaya dan pasar. Dengan adanya merek. 3. karena beberapa faktor seperti: 1. Bisa dilihat bahwa suatu merek yang kuat mampu diterima diseluruh dunia dan budaya. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen. Merek mampu membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil. Merek menjadi sangat penting saat ini. Semakin kuat suatu merek. diterima dimana saja dan kapan saja di seluruh dunia. Merek berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan. (1997: 22) adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek. David A. Contoh yang paling fenomenal adalah Coca Cola yang berhasil menjadi “Global Brand”. potensi ini akan meningkatkan Citra Merek. Merek yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen. Emosi konsumen terkadang turun naik. 5. Merek mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen. nama dan simbol yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan. Jika Asosiasi Merek yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat. Pesaing bisa saja menawarkan produk yang mirip. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa Coca Cola Company yang memiliki Stock Market Value (SMV) yang besar ternyata 97 % dari SMV tersebut merupakan nilai merek. Ekuitas Merek merupakan aset yang dapat memberikan nilai tersendiri dimata pelanggannya.

dan mengurangi ketergantungan pada promosi sehingga dapat diperoleh laba yang lebih tinggi. Kualitas yang dipersepsikan atas merek. Ekuitas Merek dapat mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam pengambilkan keputusan pembelian atas dasar pengalaman masa lalu dalam penggunaan atau kedekatan asosiasi dengan berbagai karakteristik merek. dan menyimpan informasi yang terkait dengan produk dan merek tersebut. 6. Ekuitas Merek yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama.Tony Sitinjak. Ekuitas Merek yang kuat dapat digunakan sebagai dasar untuk pertumbuhan dan perluasan merek kepada produk lainnya atau menciptakan bidang bisnis baru yang terkait yang biayanya akan jauh lebih mahal untuk dimasuki tanpa merek yang memiliki Ekuitas Merek tersebut. memproses. dan loyalitas merek dapat mempengaruhi alasan pembelian konsumen. Empat dimensi Ekuitas Merek: Kesadaran merek. Asosiasi Merek juga sangat penting sebagai dasar penciptaan Kesan Merek yang kuat dan strategi perluasan produk. Salah satu cara memperkuat Ekuitas Merek adalah dengan melakukan promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya besar. Loyalitas merek adalah salah satu elemen Ekuitas Merek yang dipengaruhi oleh elemen ekuitas merek lainnya. 3.DAFTAR ISI menafsirkan. Asosiasi-asosiasi merek.Sugiarto . 2. Menurut Durianto Darmadi . Loyalitas merek yang telah diperkuat merupakan hal penting dalam merespon inovasi yang dilakukan para pesaing. 2001 hal. Kualitas yang dipersepsikan atas merek. Ekuitas Merek yang kuat memungkinkan perusahaan memperoleh imbuhan nilai yang lebih tinggi dengan menerapkan harga premium. 194 . Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merek dikenal. 4. 7) disamping memberi nilai bagi konsumen. Ekuitas Merek yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas merek. Ekuitas Merek juga memberikan nilai bagi perusahaan dalam bentuk : 1. ketiganya tetap dapat mengurangi keinginan atau rangsangan konsumen untuk mencoba merek-merek lain. 5. dan Asosiasi-asosiasi merek tidak begitu penting diperhatikan dalam proses pemilihan merek. Bahkan jika Kesadaran merek.

DAFTAR ISI

7.

Ekuitas Merek yang kuat dapat meningkatkan nilai penjualan karena mampu menciptakan loyalitas saluran distribusi. Produk dengan Ekuitas Merek yang kuat akan dicari oleh pedagang karena mereka yakin bahwa produk dengan merek tersebut akan memberikan keuntungan bagi mereka. Dengan Ekuitas Merek yang kuat, saluran distribusi dapat berkembang sehingga semakin banyak tempat penjualan yang pada akhirnya akan memperbesar nilai/volume penjualan produk tersebut, dan mempertinggi perolehan pangsa pasar. Aset-aset Ekutias Merek lainnya dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan dengan memanfaatkan celah-celah yang tidak dimiliki pesaing. Biasanya, bila empat faktor penentu utama dari Ekuitas Merek yaitu Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek sudah sangat kuat, secara otomatis aset Ekuitas Merek lainnya juga akan kuat.

8.

Dengan demikian, perusahaan yang ingin tetap bertahan dan melangkah lebih maju untuk memenangkan persaingan, sangat perlu mengetahui kondisi Ekuitas Merek produknya melalui penelitian faktor-faktor penentu elemen Ekuitas Merek (Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek). Metode Penelitian Objek penelitian pada produk Tabungan Bank Umum PT. Bank Mandiri Tbk, PT BCA Tbk, dan PT BNI Tbk (Persero) di Provinsi Lampung. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dengan pengambilan data melalui survey lapangan pada bulan September 2005 hingga bulan Desember 2005. Jumlah sampel terpilih menggunakan pendapat Slovin (Husein Umar, 1997, hal. 59-60) dengan mengasumsikan populasi berdistibusi normal dan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 10%. Populasi nasabah tabungan pada ketiga bank masing-masing sebanyak di atas 50.000, sehingga besarnya jumlah sampel diperoleh minimal sebesar 100. Dengan demikian jumlah sampel keseluruhan adalah 300 responden. Responden terpilih disurvey pada kantor cabang utama, dan kantor cabang pembantu dengan lokasi kantor di kota/kota kabupaten terpadat atau terbanyak respondennya melebihi 5000 nasabah, sehingga jumlah sampel pada masing-masing kantor cabang dan cabang pembantu dipilih secara proporsional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non -probability sampling, khususnya dengan jugjemen sampling atau sampling pertimbangan (Moh. Nasir, 1999, hal.332). Pendekatan 195

DAFTAR ISI

ini dilakukan karena karakteristik populasi nasabah bank responden tidak dapat diketahui dengan pasti dan nasabah diperkirakan homogen. Oleh karena itu, penulis menentukan pertimbangan yang menjadi responden adalah nasabah aktif yang berarti nasabah melakukan transaksi menabung minimal satu kali dalam satu bulan pada bank responden dan pernah menjadi dan atau sedang menjadi nasabah pada produk tabungan bank lainnya. Hasil Dan Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil pengujian validitas dengan metode analisis Korelasi Pearson yang dapat dilihat pada Tabel 1. berdasarkan aplikasi komputer Software SPSS Versi 11.5, dan mengunakan 30 sampel responden pada peubah Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kepentingan, Kepuasan, dan Loyalitas menunjukkan nilai tingkat signifikansi P lebih kecil (<) dari 0.05. Dengan demikian, alat ukur yang digunakan dalam pengukuran Ekuitas Merek dapat diyakini kevalidannya/keakuratannya. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan metode statistik “Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,9468 atau 95%. Nilai Cronbach’s Alpha ini masuk dalam kategori tingkat kereliabelan sangat tinggi. Dengan demikian, skala pengukuran dikatakan reliabel atau tepat untuk digunakan pada penelitian selanjutnya. Tabel 1. No Hasil Pengujian Validitas Pengukuran Ekuitas Merek Peubah Ekuitas Merek Nilai Korelasi Pearson 0,553 0,406 0,464 0,648 0,646 Hasil Signifikansi= < 0,05, Berarti Valid 0.002 0,026 0,010 0,000 0,000

1 Loyalitas pada Merek 2 Kesadaran pada merek 3 Asosiasi atas Merek 4 Kepentingan pada Merek 5 Kepuasan atas Merek Sumber: Data diolah, 2005 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek

Analisis faktor penentu ekuitas merek menggunakan model analisis faktor. Hasil Model analisis faktor I dilakukan tampa terjadi reduksi indikator menunjukkan bahwa angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin,) – MSA (Mesure of Sampling Adequacy) sebesar 0,874. Angka ini berarti bahwa pengukuran atas 196

DAFTAR ISI

peubah ekuitas merek dapat diproses dan digunakan dalam model selanjutnya. Nilai Bartlett’s Test yang dilihat pada angka Kai Kuadrat (Chi-Square) sebesar 10890,365 dengan signifikansi sebesar 0,000, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Namun, besaran MSA pada peubah Loyalitas, khususnya pada indikator Pembeli Kebiasaan sebagai bagian dari peubah ekuitas merek menunjukkan nilai di bawah 0,50. Hal ini berarti perhitungan analisis faktor I perlu diulang dengan cara menghilangkan peubah indikator “kebiasaan”. Model analisis faktor II setelah menghilangkan peubah kebiasaan menunjukkan bahwa nilai KMO- MSA (Kaiser-Meyer-Olkin, Measure of Sampling Adequacy) sebagai pengukuran ketepatan model dapat digunakan sebesar 0,876. Nilai Bartlett’sTest of Sphericity yang dilihat pada angka Kai Kuadrat sebesar 10823,739 dengan signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari nilai signifikansi kepercayaan 0,05, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Nilai MSA pada Model faktor II menunjukkan bahwa masing-masing peubah ekuitas merek memiliki nilai lebih tinggi dari 0,50. Kemudian nilai faktor komponen matrik korelasi terdiri 15 faktor. Penentuan masing-masing indikator yang masuk dalam suatu faktor komponen matrik korelasi yaitu dilihat dari nilai korelasi matrik terbesar pada masing-masing komponen. Namun, nilai komponen matrik korelasi pada faktor 13 yang terdiri dari indikator KPS 6 ( Lokasi Strategis dekat dengan tempat tinggal) serta faktor 12 yang terdiri dari indikator BA 13 (Asosiasi Penggunaan layanan Auto Debet) dan BA 14 (komunikasi Pemasaran On-Line)_memiliki 2 nilai faktor komponen matrik korelasi yang berdekatan hampir sama, maka peneliti mencoba menggabungkan faktor 13 nilai indikator KPS 6 ke dalam faktor 3 serta faktor 12 nilai indikator BA 13 ke dalam faktor 4, dan nilai indikator BA14 pada faktor komponen 12 ke dalam faktor komponen 14. Sehingga jumlah faktor penentu nilai ekuitas merek secara keseluruhan menjadi 14 faktor. 14 faktor ini adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind); 2) Pengenalan Merek karena Promosi Media Iklan Dalam dan Luar Ruangan; 3) Pengenalan Merek Karena Komunikasi Pemasaran On-Line; 4) Asosiasi yang dibentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah, suku bunga tinggi, dan aman; 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan aman dan nyaman; 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional, Layanan Simpati, dan Tanggung Jawab serta Integritas; 7) Kepuasan atas produk tabungan karena tawaran fasilitas teknologi on-line dan layanan oleh SDM tepat, cepat, dan aman; 8) Kepuasan atas tawaran fasilitas fisik yang melekat pada ruang kantor (Gedung mewah, ruang tunggu, dan halaman parkir luas); 9) Kepuasan Atas Lokasi Strategis, 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai fungsi inti produk berupa: suku bunga 197

Kapan Saja. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan. biaya administrasi rendah.742 0. nasabah akan cenderung berpindah walaupun nasabah harus mengeluarkan biaya perpindahan atas merek. yang berarti jika ada tawaran yang menarik dari bank lain. Fasilitas Antrian Nyaman 4. desain kartu ATM menarik. Fasilitas Transaksi penarikan Dana .303 0. Rekomendasi Teman 3 4 5 Pengenalan Merek karena Asosiasi Terbentuk Karena Fungsi Produk.689 2 198 .600 0. Majalah dan Luar 5.DAFTAR ISI tinggi. Bebas Pulsa 3. 6.769 0. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi. parkir gratis. Aman 1. berikut ini. Rekapitulasi Hasil Faktor Komponen Matrik Korelasi Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi I Nama Faktor Pengingatan Puncak Atas Merek Indikator Pikiran Puncak (Top of Mind) 1. Akses layanan Phone Banking 24 Jam. Tabel 1.465 0. Berupa.536). Pameran 7.418 0.676 0. Dimana Saja. Tampa Batasan Jumlah 5. dan komitmen nasabah terhadap merek produk tabungan pada ke tiga bank responden. Iklan Radio Pengenalan Merek 3. Iklan TV Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0.766 0. Pemasaran On-Line 1. Akses layanan cepat. Tabulasi hasil faktor komponen matrik korelasi terdiri dari 14 faktor dapat dilihat pada Tabel 1. kesukaan.504 0. Biaya Administrasi Rendah 2.765 0. Suku Bunga Tinggi 3. serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek.648 0. dan hadiah undian serta hadiah langsung menarik. Surat Kabar Karena Promosi Iklan Media Dalam 4. 12) Kepuasan atas manfaat tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik. Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai korelasi matrik antara indikator dan faktor menunjukkan rerata korelasi di atas 50% (0. Akses Jaringan Kantor Luas danj Akses ATM banyak 2. Tayangan “Bill Board” Ruangan.522 0.605 0. Nilai ini menunjukkan hubungan yang cukup erat.476 0.728 0. Berupa: 1. aman dan nyaman 2. Berupa: Asosiasi Terbentuk karena Pemanfaatan Fasilitas dan Akses Layanan.789 0.

817 0.780 0.547 0. Ruang Tunggu Bertransaksi Nyaman 1.412 0. Dilengkapi dengan Buku Transaksi 4. Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah 1.446 0. dan Air 8. Teknologi Informasi On-Line 3. FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung 9.692 0. Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah 12.607 0. Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah 7.832 0. Berupa: 8.832 0. Ruang Tunggu Bertransaksi Sejuk 5.343 0.533 0.465 0. Berupa: 199 . Telephone.754 0. Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang Melekat pada Ruang kantor. Ruang tunggu Bertransaksi Bersih 4. Layanan transaksi oleh karyawan cepat 7. Ruang Tunggu Bertransakasi Luas 3.633 0. Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah 13. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat 11. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah 8.573 0. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana 10. Teknologi dan Layanan SDM.780 6 Asosiasi Terbentuk Karena 2.629 0. Ruang antrian nyaman 2.717 0.678 0.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6. Layanan Simpati Atribut Produk Berkesan: 3.325 0. Pelayanan prima oleh Karyawan 14.683 0.573 0.607 0. Tanggung jawab dan Integritas 1. Gedung Mewah 2. Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. Profesional 7 Kepuasan Atas Fasilitas Pelengkap.757 0. Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik.481 0. kemampuan Karyawan dalam menjelaskan produk dan layanan denagn baik dan tepat 6. Profesionalisme karyawan dalam pelayanan 5.

494 0.784 0.775 0.387 0.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6. Memanfattkan fasilitas ATM sendiri yang banyak 7.604 0.403 0. Memanfaatkan Fasilitas Ruang Antrian Kantor 6.780 0.634 0.832 0. Tampilan fisik karyawan cantik/ ganteng. dan menarik 3.749 9 Kepuasan Atas Lokasi Strategis Kepuasan atas Kepastian dan Ketepatan Janji Sesuai Fungsi Inti Produk 1.799 0.663 0. tersebut memberikan makna bahwa nilai korelasi faktor matrik yang besar diperoleh dari nilai di atas 0. Halaman parkir gratis 2. Tidak Adanya Perpindahan Merek 12 Kepuasan atas Manfaat Tambahan. 200 Analisis faktor membuktikan ada 14 Faktor dari 67 Indikator Peubah . Berupa: Loyalitas Nasabah Terbentuk Karena: Loyalitas Nasabah Terbentuk . Memanfaatkan Jaringan ATM Bank Lain 5. Kesukaan 3. Simpulan a. Komitmen 1.691 menarik 0. Halaman Parkir Luas Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0.748 0.789 0. Sehingga penentu ekuitas merek yang kuat dari masing-masing indikator adalah nilai yang menghasilkan korelasi faktor di atas 0. Dekat dengan tempat tinggal/Usaha 2. Hadiah undian tabungan 4. Memanfaatkan fasilitas Auto Debit 1.526 0. Kepuasan 2. Fasilitas Call Center 10 11 Kepuasan atas Kemudahan Bertransaksi.768 0.Aplikasi SPSS Versi 11. Suku bunga tinggi dan menarik 2.5.497 0.396 0. Fasilitas SMS Banking 3.50. Fasilitas Internet Banking 2.50. Hadiah langsung menarik 1. Mudah Dijangkau dengan Alat Transportasi 1. Dengan: 4. Desain Kartu ATM menarik 1. Januari 2006 Tabel 1. Karena: 13 14 Sumber: Data Diolah dengan Metode Analisis Faktor .437 0. Biaya administrasi rendah 3.481 0.

Call Center.DAFTAR ISI penentu ekuitas merek dengan memiliki nilai KMO-MSA (Kayser-MeyerOlkin. 4) Asosiasi Terbentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah. 14 Faktor penentu Ekuitas Merek yang kuat dilihat dari hasil nilai korelasi faktor matrik rotasi indikator di atas 0. 7) Kepuasan atas Fasilitas Pendukung. Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana. 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai dengan fungsi inti produk berupa: Suku bunga tinggi dan menarik. dan Tampa Batasan Jumlah. Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah. serta Halaman Parkir Luas). Fasilitas Antrian Nyaman. Fasilitas Transaksi penarikan Dana. Strategis. 8) Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang melekat pada Ruang Kantor (Ruang tunggu Bertransaksi Bersih. 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan berupa: Akses Jaringan Kantor Luas dan Akses ATM banyak. Akses layanan Phone Banking 24 Jam dan Bebas Pulsa. serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek. dan suku bunga tinggi. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan. SMS banking. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah. Pelayanan prima oleh Karyawan. 2) Pengenalan Merek karena Promosi Iklan Media Dalam dan Luar Ruangan berupa: Iklan TV. kesukaan. dan Air. FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung.. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi: internet banking.5. Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah. 9) Kepuasan Atas Lokasi . 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional. 3) Pengenalan Merek Karena Pemasaran On-Line. yaitu nilai penentu kecukupan sampling sebagai penentu faktor model yang tepat untuk digunakan sebesar di atas 0. Akses layanan cepat. dan Nyaman. Telephone. dan Tanggung Jawab serta Integritas. Biaya administrasi rendah Hadiah undian tabungan menarik Hadiah langsung menarik. Measure of Sampling Adequacy). Layanan transaksi oleh karyawan cepat. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat. Majalah dan Bill Board . Dimana Saja. Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah.50 adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind). Surat Kabar. b. aman dan nyaman. Radio. Layanan Simpati. dan Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah. dan pemanfaatan Auto Debit. 201 . dan komitmen nasabah. 12) Kepuasan atas Manfaat Tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik. Teknologi on-line dan Layanan oleh SDM berupa: Profesionalisme karyawan. Kapan Saja. Sejuk. dan Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja.

d. Ed. Mizan Media Utama. 2001. Prentice Hall International. Toni. e. Manajemen Perbankan. Riset Strategi Pemasaran. Penguatan kesan pada merek dengan penciptaan asosiasi seperti merek memiliki makna profesional. DAFTAR PUSTAKA Aaker. David. 2000. layanan simpati. 2000. Gramedia Pustaka Utama. akses layanan 24 jam. 2000. Strategic Marketing. A. dan biaya administrasi rendah. Manajemen Ekuitas Merek: Memanfaatkan Nilai dari Suatu Merek. Kottler Phillip. Hermawan Kartajaya. Sugiarto. b. layanan cepat dan aman. Bandung Indonesia. Penerbit Gramedia Pustaka Utama.DAFTAR ISI Saran Ekuitas merek dapat ditingkatkan dengan memperbaiki beberapa aspek yaitu: a. dan layanan prima. c. Jakarta. Jakarta. DW. Peningkatan kepuasan nasabah dengan memberikan beban biaya administrasi rendah. Kasmir. Husein Umar. Strategi Menaklukkan Pasar. Aspek kesadaran ditingkatkan melalui pengenalan dan penyadaran merek untuk menciptakan Pikiran Puncak atas Merek produk (Top of Mind) melalui program promosi intensif. Sitinjak. Hermawan Kertajaya On Branding. dan agresif. 2000. Irwin. Alih Bahasa Ananda Aris. 6th. Spektrum Mitra UtamaPrentice Hall. Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. Darmadi. Chicago Durianto. 1997. The Millenium Edition. 2004. Marketing Management. 202 . Jakarta. Cravens. Menciptakan biaya peralihan tinggi sehingga menyulitkan nasabah untuk berpaling ke bank lain Menciptakan program relationship marketing terpadu. Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

2004. Suharsimi Arikunto. Inc. Sugiarto. Syaifudin Anwar. Jakarta. 1997. 2004. 1989. Jakarta -------------------. Hari. dikutif dalam “Jurnal Ilmiah – Entrepreneurship”. 1990. Yogyakarta. Jakarta. Moh. 2003. McGraw Hill. Valerie. cetakan kesebelas. Jakarta. edisi revisi. Paul. Interaksara. A. Volume 1. 1999. Gramedia Pustaka Utama. Manajemen Perbankan. Jakarta. Encyclopedia Americana. Patricia F. Mary Jo. 1997. ISSN 1693-1696. 1999.. Susanto. dan Wijarnako.. Penerbit Rineka Cipta. 2003. 3. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Agustus 2003. Edisi Volume XIX. L. 14. Penerbit: Quantum Bisnis dan Manajemen (PT Mizan Publika).. A. The Free Press A. Penerbit Pustaka Pelajar. Valerie. 203 . Brand Management. No. oleh Sugiri. Reliabilitas dan Validitas. 2001-2005. Jakarta Indonesia. 2001. Metode Penelitian.DAFTAR ISI Lukman Dendawijaya. Teknik Sampling. Penerbit Galia Indonesia. Rineka Cipta.. Nicolino. Zeithaml. 1996. Service Marketing. PT.B. Juli 2003. dkk. Zeithaml. Analsis Elemen Ekuitas Merek pada PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Indonesian Best Brand 2003. Journal Mandiri. A. Pahlawan Jauhari. Bitner. Penerbit: Prenada Media. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Division of Macmillan. Alih bahasa Suminto. International Edition. Jakarta Temporal. Himawan. Branding in Asia (Membangun Merek di Asia). Ghalia Indonesia. Majalah SWA. “Power Branding”. alih Bahasa. No. Jakarta. Nasir. 2001. _______________. Parasuraman and Leonard. Printed and Manufactured in the USA Buletin Mandiri. Berry. Jakarta. Delivering Quality Service: Balancing Customer Perception and Expectations. A. Untuk Menaikkan pangsa pasar.

No. No. Juli – Agustus 2004. September 2005. 15. 19. No. Juli 2003. Jakarta. No. Jakarta. Edisi Volume XXVI. Jakarta. No. Majalah SWA. Indonesian Best Brand 2005. -------------------. Majalah SWA. Majalah Info Bank. Majalah SWA. Desember 2005. -------------------. -------------------. Peringkat Merek Memuaskan. 15. Jakarta. 21 Juli – 3 Agustus 2005. Juni 2004. No. Peringkat Merek Memuaskan 2005. Edisi Volume XX. 321. -------------------. Edisi Volume XX. Nasabah Mulai Gelisah. Edisi Volume XXVII. -------------------. Rating 134 Bank. Majalah SWA. Edisi Volume XXI. 303. Jakarta. 19. Edisi Volume XXI. Majalah SWA. Indonesian Best Brand 2004.DAFTAR ISI -------------------. 204 .

0. The value of distribution from farmers.375) than that from others.453. dan 0. 0. regency traders 0.95. district traders. Bank Indonesia Cabang Bandar Lampung. Farming PENDAHULUAN Ekspor dari sektor pertanian dan kehutanan Propinsi Lampung memberikan devisa negara sebanyak 271.12% dari Kabupaten Lampung Utara. regency traders.98. district traders. and exporters is 0. and at distribution channel III 0. district traders 0.21% dari Kabupaten Tanggamus. and exporters is more effective (0. And the value of distribution from farmers. and farmers 0. Dan Kopi Biji menduduki tempat yang penting dalam devisa dimana luas dan hasil produksi kopi biji di Propinsi Lampung sekitar 41.69% dari Kabupaten Lampung Timur. While in efficiency and margin. Unila .83).345.94. Therefore.93. it is necessary to activate association to be involved in blocking marketing of coffee commodity in general and especially helping coffee farmers in carrying out their farming. Based on the conclusion. village traders.73% dari Kabupaten Way Kanan.DAFTAR ISI Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Oleh : Mustafid4 ABSTRACT The research analysis result shows that the distribution channel I form farmers. at distribution channel II 0.33% dari Kabupaten Tulang Bawang.97. 9.50% dari Kabupaten Lampung Selatan. it proves that exporters are more efficient than collecting traders and farmers (exporters 0. village traders 0. 2004. and it is better for exporters to help coffee commodity farmers to increase margin. it is suggested. and exporters is 0. 29. 0. 14. village traders. The average efficiency level at distribution channel I is 0. satu4 Dosen Jurusan Manajemen. 4.300. Exporters.79% dari Kabupaten Lampung Tengah.99. to use distribution from farmers district traders exporters. in marketing of coffee commodity. Keywords : Coffee.88 ton dengan nilai seharga US$ 250.333. Fakultas Ekonomi.14%.05% dari Kota Bandar Lampung. yaitu dari Kabupaten Lampung Barat.99 .617.

yaitu: 2. dan 4 dari Kabupaten Way Kanan. Ruang lingkup penelitian lapangan meliputi: 1. bahwa besarnya sampel produk hasil pertanian dapat di ambil antara 10% sampai dengan 20% dari populasi petani produsen komoditas kopi biji sebanyak 410 orang di sentra produksi komoditas kopi biji di Lampung yang terdiri dari 21 dari Kabupaten Lampung Barat. 2 dari Kabupaten Tanggamus. Pedagang desa sebanyak 17 pedagang. Jumlah sampel yang diambil dari petani produsen sebanyak 47 rensponden. yaitu Kabupaten Lampung Barat. 206 . Sedangkan Eksportir sebanyak 2 responden. 10 pedangang dari Kabupaten Lampung Barat. Pedagang kecamatan sebanyak 20 pedagang. khususnya dengan tata niaganya. Dalam menyusun penelitian ini akan digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang ada kaitannya dengan masalah yang terjadi. 7 dari Kabupaten Tanggamus. dan Kabupaten Way Kanan. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. METODE PENELITIAN Penelitian lapangan terdiri dari observasi dan mempelajari hal-hal yang ada hubungannya dengan penelitian ini. 2004). 9 dari Kabupaten Lampung Barat. Daerah penelitian adalah daerah Propinsi Lampung. Hal ini didasarkan pada proporsi hasil produksi di wilayah tersebut. 1. 3 dari Kabupaten Lampung Barat. 5 dari Kabupaten Tanggamus. Pedagang kabupaten sebanyak 7 pedagang. 16 dari Kabupaten Tanggamus. Dalam analisis kualitatif akan digunakan analisis berdasarkan teori pemasaran dengan membandingkannya. Kabupaten Tanggamus. Selain analisis kualitatif juga akan dilakukan analisis dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel tersebut di ambil secara proporsif (proporsive random sampling) atas dasar homogenitas (relatif sama) yang diharapkan dapat mewakili dari populasi yang ada.DAFTAR ISI satunya daerah yang tidak menghasilkan kopi biji adalah Kota Metro (Dinas Perkebunan Propinsi Lampung. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. 2. antara lain menganalisis tentang efektivitas dan efisiensi tata niaga pemasaran komoditas kopi biji di Propinsi Lampung. hal ini didasarkan dari pendapat Mubiarto (1993:95). 10 dari Kabupaten Way Kanan.

Untuk Mengetahui tingkat efisiensi tata niaga pada setiap lembaga menurut Noegroho Besar Koesnadi (1990:5) adalah dengan rumus sebagai berikut: e = Z + Zm .H.H.DAFTAR ISI a. 2.5). harga. Menggunakan skala jarak tertentu (0. dan Irawan 2000:314). Timbangan faktor tidak dapat dipisahkan dengan nilai faktornya. Faktor-faktor itu tidak dapat berdiri sendiri.. promosi.5 Kriteria penentuan efektif adalah jika Ni > 0. Produk. 4. bahwa ntuk mengukur tingkat efektivitas digunakan metode faktor tertimbang menurut Basu Swastha D.. 3. pada 0 ≤ Fij ≤ 0. = Timbangan pada faktorj.30 (Basu Swastha D. = 1. . b.Fij j=1 Keterangan: Ni Tj j n ∑ j Fij = Nilai total untuk kebijaksanaan saluran disrtibusi(I). n dan 0 ≤ Tj ≤ 1. 2. Untuk mengukur tingkat efisiensi pemasaran kopi biji di Lampung sehingga dapat diketahui margin yang diperoleh masing-masing lembaga yang terkait dalam pemasaran kopi biji termasuk margin yang diperoleh produsen. dan Irawan (2000:314) digunakan rumus: n Ni = ∑ Tj. C + Cm 207 . 3. Tj = 1 = 1 = Nilai kebijaksanaan I pada faktor j.1 sampai dengan 0. Asumsi-asumsi untuk metode ini adalah: 1. dan lingkungan dianggap tetap.

yang perubahannya relatif lambat. dengan demikian bersifat given. Kondisi perekonomian yang tidak dapat dipengaruhi secara parsial atauperubahannya berlaku umum. 208 . Pendapatan produsen dari hasil penjualan persatuan barang. karena peraturan pemerintah harus dipatuhi. Asumsi-asumsi yang dianggap konstan. 6. Teknologi. 5. 3. Keuntungan yang diterima oleh lembaga tata niaga persatuan barang.DAFTAR ISI Keterangan: e Z C Zm Cm = = = = = Efisiensi saluran perlembaga. 2. dengan alasan komoditas kopi biji sangat dipangaruhi olah faktor alam. Peraturan Pemerintah. yaitu: 1. Kebijaksanaan produk. Biaya penyaluran dan pemasaran yang dikeluarkan oleh produsen persatuan barang. Faktor kebudayaan. Biaya saluran persatuan barang. 4. Kebijaksanaan promosi yang dilaksanakan relatif terbatas. hal ini didasarkan berlakunya bersifat umum dan tidak setiap perubahan teknologi langsung dapat diikuti. Kriteria penentuan efisien adalah jika e > 1.

100 x 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran II No. 209 .4 0.050 4 x 0.30 x 0.060 0.15 0. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0.345 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.2 0.3 0.030 4 0.4 0.060 2 0.375 Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.30 x 0.20 x 0.1 x T j .3 0.075 3 0.5 Nilai Fakt or (Fij) 0.120 5 0.DAFTAR ISI HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Efektivitas Tabel 1.1 Tj .045 2 3 Efekt ivitas unt uk mencapai pembeli at au 0.20 Nilai T ot al x 0.10 perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah invest asi at au biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan unt uk menut upi kerugian 0.Fij 0.Fij 0.15 konsumen Laba yang diperoleh jika alt ernat if saluran 0.120 5 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran I No. Tabel 2.060 0.25 yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman 0.5 Nilai Faktor (Fij) 0.2 x 0. 1 Fakt or Tj 0.25 x 0.10 x 0.

1 Keterangan Saluran I Saluran II Saluran III 2 3 Petani 0. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0.25 x 0.5 x Nilai Faktor (Fij) 0.300.300 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.2 0.075 3 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran III No. 210 .94 Pedagang Kabupaten Eksportir Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.345 dan tata niaga III (Petani Produsen --->Pedagang Kabupaten --> Eksportir) dengan nilai 0.Fij 0.3 0. dan III Komoditas Kopi Biji Propinsi Lampung No.4 0. II.93 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0.DAFTAR ISI Tabel 3.10 x 0.15 0.375 dari bentuk tata niaga II (Petani Produsen ---> Pedagang Desa ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir} dengan nilai 0.040 0.95 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0.30 x 0.1 Tj .075 2 0. Berdasarkan analisis efektivitas tata niaga komoditas kopi biji Propinsi Lampung bahwa tata niaga I ( Petani Produsen ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir) lebih efektif dengan nilai 0. Analisis Efisiensi Tabel 4.020 4 0. Hasil Perhitungan Tingkat Efisiensi Tata Niaga I.090 5 0.20 x 0.

1. 2004. Basu dan Irawan.375. Philip. yaitu 0.94. Buletin Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan No. Eksportir juga dapat membantu petani komoditas kopi agar marjin yang diperolehnya meningkat. maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga I (petani. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung. terlihat adanya usaha untuk menyelenggarakan tata niaga komoditas kopi biji di Lampung seefektif dan seefisien mungkin terlihat dari angka perhitungannya yang lebih dari 70 %. 2004. 2000. jika lebih mengutamakan efektivitasnya. Lampung Dalam Angka. Siswoputranto. New York: Irwin McGraw – Hill. Kotler. pedagang kecamatan. pedagang kecamatan.Kotler. International Marketing. 1999. 2000. pedagang desa. eksportir) lebih efektif daripada bentuk saluran distibusi lainnya dengan nilai 0. Analisis efisiensi pada tata niaga II lebih tinggi daripada tata niaga yang lain. Efektivitas tata niaga I (petani. D. Craven. Untuk itu perlu diaktifkannya peran serta lembaga asosiasi untuk ikut serta meningkatkan pendapatan pada tata niaga kopi biji. Strategic Marketing International Edition.00. P.93. pedagang kecamatan. 1999. Philip. 2000.. Swastha D. tata niaga I rata-rata sebesar 0. eksportir). Jakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.W. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. eksportir). 07. Lampung: Bappeda Tingkat I Lampung dan Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung. Manajemen Pemasaran.35.H. Prentice Hall. Yogyakarta: LPFE UGM.S. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan. Marketing Management Millenium Edition. Indonesian Commodity Review.DAFTAR ISI KESIMPULAN Kesimpulan penelitian jika dilihat secara parsial. maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga II (petani. 211 . dan tata niaga III rata-rata sebesar 0. Sedangkan bila mengutamakan efisiensinya.95.

1999. Universitas Lampung Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.DAFTAR ISI Universitas Lampung. Lampung: 212 .

. Rumors might work well for short-term investment. varietes model I. . Kelangkaan bunga tulip yang disebabkan oleh hama telah menyebabkan harga bibit bunga tulip dalam bentuk siung (bulb) meningkat dengan cepat. Latar Belakang “The madness of crowds” itulah istilah yang digunakan oleh Burton G. but long-term investment based on rumors may not be profitable. Sejarah telah mencatat bagaimana misalnya masyarakat di Negeri Belanda pada abad ke enam belas beramai-ramai memborong bibit bunga tulip dalam rangka mendapatkan keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat. Gejala mi telah 5 Doctor of Finance. Keinginan manusia seperti itu adalah naluri manusia di mana saja.DAFTAR ISI Penilaian Saham. Management Dept. Faculty of Economy. Three varieties of the model are presented here. Lecturer of University of Lampung. Constant Growth Discounted Dividend Model. Constant Discounted Dividend Model. Keywords : Discounted divident. Long term investment in stocks based on a fundamental approach seems more promising. and Multi Stages Discounted Dividend Model.Malkiel dalam bukunya yang berjudul: “A Random Walk Down Wall Street”. untuk menggambarkan masyarakat yang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa dasar pemikiran yang rasional. earning growth. Memahami Cara Berinventasi Saham di Pasar Modal Oleh : Sri Hasnawati5 ABSTRACT This paper is to discuss the Discounted Dividend Model for investing in stocks. The Discounted Dividend Model is a fundamental approach to investment that looks into the earning growth of the companies in question. Stocks are one of the investment alternatives with both high expected return and high risk.

Pada tahun enampuluhan di Amerika Serikat. “The madness of crowds” juga terjadi di Indonesia. Kalau para profesional ikut-ikutan “mad” tentunya sudah sangat keterlaluan. Demiikianlah harga meningkat dari hari ke hari sampai pada suatu titik di mana harga sudah menjadi terlalu tinggi untuk bibit bunga tulip yang nilai intrinsiknya rendah. Vulcatron dan Transitron dan juga yang berbau “onics” seperti circuitronics. supronics. lalu terjun menjadi 398.DAFTAR ISI memberikan keuntungan yang tidak sedikit bagi mereka yang telah terlanjur membeli bibit tersebut. 214 . Harga saham yang berbau dua kata ajaib tersebut meningkat dengan cepat walaupun tanpa didukung oleh kinerja keuangan ( financial performance) perusahaan yang jelas. Akhir cenita sama dengan kejadian di Belanda. tambahan permintaan akan menyebabkan harga akan meningkat (ceteris paribus). Masyarakat membeli saham semata-mata karena meinbeli saham memberikan status simbol tertentu. Keuntungan yang dinikmati oleh segelintir orang ini telah mendorong yang lain untuk membeli bunga tulip lebih banyak lagi. masyarakat sangat menyenangi saham-saham yang namanya berbau “trons” seperti Astron.4 .0 ditahun 1998 karena situasi krisis. Nampaknya masyarakat di manapun tidak pernah mau belajar dan sejarah. Akibatnya banyak masyarakat yang menderita kerugian. Pada akhirnya tulip tetaplah tulip yang tidak dapat menghasilkan emas. Menyadari hal tersebut di atas masyarakat tidak lagi mau membeli tulip sehingga harga turun dengan cepat. Masyarakat lagi-lagi beramai-ramai membeli saham perusahaan pelayaran “The South Sea” yang tidak jelas benar kinerja keuangannya. syukur-syukur kalau yang menjadi korban adalah mereka orang lugu (the innocent). harga kembali turun juga dalam waktu yang singkat dan timbul korban. Kejadian seperti ini lagi-lagi membawa korban. sebagian inasyarakat mengalami kerugian karena perusahaan itu sendini tidak pernah mendatangkan dividen. Di abad keduapuluh sekarangpun masyarakat mengulangi kesalahan yang sama. Kejadian di Negeri Belanda terulang kembali di Inggris pada Abad ke delapan belas. Harga-harga saham meningkat dengan cepat dari indeks sebesar 68 menjadi sekitar 600 dalam waktu kurang dari tiga tahun. Kemudian seperti telah dapat diduga hargaharga saham meluncur ke indeks 240 pada bulan November 1991.Kemudian tahun 1992 IHSG meningkat dari 274. Dutron.3 menjadi 637. Akibatnya setelah meningkat dengan cepat. vicieotronics dan masih banyak lagi. Hukum ekonomi mengatakan bahwa dengan suplai yang tetap.

.. Selain itu juga akan dibahas asumsi-asumsi... Penilaian Aset Secara Umum Nilai intrinsik (intrinsic value) atau harga yang pantas suatu aset baik aset fisik (phisical assets) maupun aset keuangan adalah penjumlahan nilai sekarang (present value) dari arus uang (cash flow) yang diciptakan oleh aset yang bersangkutan selama umur ekonomis aset tersebut 6......... 215 .......(1) Po = Ʃ -----------t =l (l+r)t Ct adalah arus kas (cash flow) untuk peniode t.DAFTAR ISI Untuk nenghindari “madness” atau kegilaan tersebut... pokok pemikiran yang melandasi teori...... Secara matematis nilai intrinsik suatu aset (P0) adalah: C1 -----(1+r)1 C2 -------(1+r)2 C3 -------(l+r)3 Ct --------(l+r)t P 0= + + + N Ct . Ruang Lingkup dan Tujuan Penulisan Tulisan ini bertujuan untuk membahas teori......... r atau required rate of return atau risk adjusted discount rate atau “hurdle rate” adalah tingkat bunga yang dituntut oleh investor sehubungan dengan oppurtunity cost7 dan resiko yang 6 7 Yang dimaksud umur ekonomis dapat didefinisikan sebagai jangka waktu suatu aset dapat dimanfaatkan secara ekonomis ( man faat lebih besar dan biaya)....... Misal... t adalah periode (tahun. pendekatan yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya sari suatu aset khususnya saham.... metode dan formula yang digunakan untuk menghitung nilai intrinsik suatu aset tersebut.. 3.... Oppurtunity cost dapat didefinisikan sebagai pengorbanan yang timbul karena alternatif investasi tertentu dipilih. penulis merasa perlu untuk mencoba menjelaskan teori atau forsula yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya dari suatu aset atau saham. Penghitungan oppurtunity cost ini dimaksudkan agar investor mengetahui alternatif terbaik dari sumber dana yang terbatas...... seseorang memilih saham sebagai alternatif investasi maka oppurtunity costnya adalah nilai manfaat dan bunga yang dihasilkai~ oleh obligasi atau alternatif investasi lainnya seperti bunga deposito kalau investor berniat memegang (hold) saham dalam jangka pendek kurang dari satu tahun..... 2... bulanan atau harian). kuartalan..... tengah tahunan..

....... Besarnya resiko ini dapat dinyatakan oleh besarnya deviasi standar dari return dan koefisien ß yang akan dijelaskan kemudian. r1 = rf + rpi rf = risk free rate atau tingkat bunga bebas default risk.. Untuk saham maka cash flow yang dihasilkan adalah arus dividen yang akan diterima oleh investor di masa yang akan datang. harga saham akan turun seperti terjadi di Indonesia tatkala pemenintah memberlakukan TMP (Tight Money Policy)... Profit mempunyai kelemahan karena keuntungan diperoleh berdasarkan prinsip dan metode akuntansi yang menawarkan angka profit yang berbeda-beda tergantung pada pninsip dan metode akuntansi yang digunakan 216 .. Oleh karena itu Persamaan satu di atas dapat dirubah menjadi: N Po = Dt .... untuk peniode mana suatu biaya itu akan dibebankan (konsep accrual accounting dan defferral accounting)......... rpi= risk premium atau premium resiko adalah tambahan return yang dituntut oleh investor karena ia mau menanggung resiko... Menurut model ini nilai intrinsik dari saham akan sangat tergantung pada d!viden yang dibagikan dan required rate of return........(2) Ʃ ------------t=1 (l+r) di mana: r = required rate of return t = peniode Dt= dividen untuk peniode t P0= Nilai intrinsik atau harga saham pada saat sekarang..DAFTAR ISI melekat pada aset i. Menentukan Nilai Intrinsik Saham Seperti telah dijelaskan sebelumnya nilai intninsik suatu aset adalah penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang dihasilkan oleh aset yang bersangkutan......... return bagi akuntan adalah profit sementara return bagi ekonom adalah cash flow yang lebih mencerminkan return yang sesungguhnya ...... 4.. Oleh karena itu tidak aneh kalau tingkat bunga meningkat.... Semakin tinggi dividen yang dibagikan semakin tinggi harga saham dan sebaliknya.. Persamaan dua di atas disebut juga Discounted Dividen Model atau DDM.. Konsep oppurtunity cost inii diyakini oleh para ekonom yang berbeda dengan konsep biaya yang diyakini oleh para akuntan.... Akuntan di dalam melihat biaya lebih memperhatikan kapan biaya itu mulai benlaku (historic cost). Konsekuensi dari perbedaan ini ..... Semakin tinggi required rate of return semakin rendah harga atau nila! intrinsik saham....

Konsep arus kas (cash flow) merupakan konsep yang lebih baik bila d!bandingkan dengan konsep keuntungan (profit) kanena arus kas lebih mencerminkan final return dan lebih dapat dibandingkan (comparable). c. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang konstan akan menghasilkan Constant Growth Discounted Dividen Model. dapat ditarik kesimpulan bahwa dividen yang dihargai adalah dividen tunai sementara saham bonus atau Pay In Kind (P1K) dividen tidak dapat dimasukkan sebagai “final return”. Secana teoritis terdapat tiga kemungkinan pola perkembangan dividen di masa yang akan datang yang sekaligus pula akan memberikan model atau formula yang berbeda. Dividen tetap (saham preferen atau preferred stock sama dengan obligasi) akan menghasilkan Discounted Fixed Dividen Model. Konsep keuntungan adakalanya tidak dapat dibandingkan satu dengan yang lain kanena keuntungan merupakan definisi return yang diturunkan (derived) oleh akuntan yang dilandasi oleh metode dan prinsip akuntansi tententu. Pola tersebut adalah: a. b. Dari persamaan di atas. Keunggulan Discounted Dividen Model: Dari persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini diturunkan dani konsep nilai waktu dari uang (time value of money) dan konsep arus kas (cash flow). Metode dan prinsip yang berbeda akan menghas!lkan def inisi keuntungan atau kerugian yang berbeda. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang berbeda untuk berbagai tahap (stages) suatu penusahaan akan menghasilkan Multi Stages Growth Discounted Dividen Model. Penjelasan bagaimana kita dapat mengestimasi dividen dan required nate of return di masa yang akan datang akan dijelaskan kemudian. Konsep nilai waktu dari uang merupakan konsep yang memperhatikan oppurtunity cost dari sumber ekonomi (dana) yang tenbatas sehingga keputusan investasi yang dibuat secara otomatis mencerminkan keputusan yang optimal. Saham bonus baru merupakan potensi daya beli. Saham bonus dapat menjadi final return kalau saham tersebut 217 .DAFTAR ISI Dari persamaan di atas akhinnya kita dapat menyimpulkan bahwa estimasi harga saham akan sangat tergantung pada keakuratan kita mengestimasi dividen dan required rate of return di masa yang akan datang.

pengelola perusahaan merasa yakin bahwa tersedia peluang business yang bagus. Pembagian saham bonus dapat berarti positif kalau pembagian tersebut dilandasi oleh pemikiran bahwa pemilik perusahaan merasa yakin bahwa perusahaaan mempunyai “proyek” atau peluang investasi yang menawarkan ROE (return on equity) yang lebih besar dari required rate of return perusahaan. Pemilik perusahaan yakin bahwa dengan penundaan pembagian dividen tunai (perusahaan hanya membagikan saham bonus) dapat melaksanakan pengembangan usaha yang mendatangkan ROE sebesar 35 %. kekayaan pemegang saham akan bertambah secara riil.Sehingga Price Earning Ratio adalah 10 (diasums!kan pula bahwa PER =10 ini adalah ideal dalam arti sesuai denga PER ratarata industn). Pemilik perusahaan (pemegang saham) mempunyai required of return 27% (22 % merupakan balas jasa risk free rate dan 5% adalah premium resiko). 218 . Sebaliknya di Indonesia saham bonus diambilkan dari pos agio. Alasannya itu tadi. Dalam kasus yang terakhir ini investor hanya menunda sementara penerimaan uang tunai.8 Sesungguhnya pembagian saham bonus tidak selalu berarti negatif. Modus operandi pembagian saham bonus biasanya dikombinasikan dengan merger dan akuisis perusahaan lain. Dengan demikian untuk mempertahankan PER=l0.. Penundaan itu diberi imbalan. Di Amenika serikat bila suatu perusahaan membagikan stock dividen itu benarti berita baik investor. Earning per share saham perusahaan X adalah Rp 600 dan harga saham adalah Rp 6000. maka harga yang pantas adalah Rp 4000. Dalam kasus ini pembagian saham bonus sama sekali tidak merugikan investor karena mereka memperoleh kelebihan sebesar 5% (net) atas pengorbanan mereka menenima “kertas” atau saham bonus sebagai balas jasa. ini sudah keterlaluan atau istilah Kwik Kian Gie disebutnya sebagai brutal.DAFTAR ISI telah diuangkan.-. Idealnya saham bonus diambilkan dani pos retained earnings perusahaan dan ini lazim dilakukan di Amenika. Untuk labih jelasnya lihat contoh berikut. Dengan asumsi PER adalah tetap. Dengan perkataan lain para pengelola penusahaan merasa yakin bahwa dengan menunda pembagian dividen tunai. maka harga saham cenderung akan turun. 8 Saham bonus berdampak pada penambahan jumlah saham yang beredar yang pada akhirnya akan menurunkan earning pen share (EPS). Misal sebelum dibagikan saham bonus. Sekarang setelah saham bonus dibagikan Earning Per Share turun menjad! Rpi400. Merger dan akuisisi ini adalah cara yang digunakan untuk menarik kas yang ada diperusahaan di dalam pos tambahan modal disetor berupa agio.

DAFTAR ISI Kelemahan Discounted Dividen Model: Dani persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini secana tidak langsung mengasumsikan bahwa investor akan memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga dan mengabaikan capital gain. akan tetapi pada titik tertentu harga saham akan ditentukan oleh nilai intrinsik saham. Bisa saja harga saham ditentukan oleh faktor—faktor di luar faktor fundamental seperti earning dan deviden seperti dijelaskan oleh “The Castle In The Air Theory”9 ****.Yang penting bagi analis. Pada periode booming investor merasa optimistis terhadap masa depan. perusahaan akan mendatangkan keuntungan. Manusia tidak mungkin dapat menjelaskan seluruh fenomena yang ada di dunia ini. Kapas tetaplah kapas dan tidak pernah akan berubah menjadi emas. 9 Teori ini berdasarkan faktor-faktor psikis investor. Yang pasti kita ketahui (sejarah telah membuktikannya) saham-saham yang harganya sangat jauh di atas nilai intrinsiknya pada akhirnya akan jatuh. Adalah Lord Keynes (seorang investor yang sukses) yang menyatakan bahwa sesungguhnya tugas seorang analis adalah bagaimana ia dapat menangkap mood (suasana hati) investor khususnya pada saat perekonomian mengalami booming. dividen akan meningkat dan demikian juga harga saham akan meningkat 219 . masyarakat akan membentuk “The castle in the air” atau angan-angan mereka tentang masa depan bahwa perekonomian akan baik. meminjam istilah Bapak Charles Naibaho dan Dana Reksa dan Bapak DR Wahyudi Prakasa dari UI “janganlah menjadi ekstrimis atau terlalu fanatik pada konsep atau pandangan fundamentalis di satu pihak dan technical analysis di lain pihak”. Hanya “X” yang Maha mengetahui. Asumsi-asumsi ini jelas sangat tidak realistis karena investor sangat mementingkan capital gain dan jarang sekali atau mungkin tidak ada investor yang bersedia memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga. iklim investasi akan baik. Kemudian dengan model ini paling tidak kita mengetahui berapa nilai intrinsik suatu aset khususnya saham sebagai batas bawah atau standar. Adapun kelebihan dari nilal intrinsik tersebut merupakan hasil dari faktor-faktor di luar model seperti faktor psikologis investor. Dengan demikian akan timbul pentanyaan “Buat apa kita mempelajari model tensebut kalau kita ketahui model tensebut dilandasi oleh asums! yang tidak realistis ?“ Jawabnya pasti: “Tetap ada manfaat mempelajari model tersebut meskipun asumsinya tidak masuk akal” Asumsi yang tidak masuk akal tersebut dipilih sebagai cerminan kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan. Tidak ada salahnya kita menggunakan keduanya dengan bijaksana.

...........(1) t=l (l+r)t Karena D0=D1=D2= .....DAFTAR ISI 4....----------------(1 + r)t \P0= D0 x---------------------. .............. maka: 1 --------------------............................... Kelemahan: Penggunaannya relatif terbatas........ = Dt. hanya dapat digunakan untuk saham preferen dan atau obligasi... (3) r Rumus di atas tidak lain adalah rumus penghitungan nilai sekarang dari cash flow yang diterima di masa yang akan datang dalam jumlah yang sama untuk setiap periode atau anuitas (annuity)........ ........ Persamaan tersebut membantu kita untuk memahami model yang lebih rumit seperti model yang akan dijelaskan kemudian............ nilai intrinsiknya secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut: N Dt Po = Ʃ ______ ........................................... 220 .................................................1 Constant Discounted Deviden Model: Untuk saham yang menjanjikan deviden dalarn jumlah tetap....................... maka dapat disederhanakan menjadi: 1 1 ..........= 0 (l+r) nilai dari persamaan tiga (3) di atas dapat diubah menjadi: D0 P0= Do x 1/r = ----------.....................................(4) r Keunggulan: Persamaan empat tersebut di atas karena kesederhanaannya relatif mudah untuk diaplikasikan....................... Karena t inendekati tak terhingga......

........... Nilai intninsik kemudian dibandingkan dengan harga yang berlaku (current market price) .........................+ ----------......... jika harga yang berlaku lebih nendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka saham perusahaan adalah “over priced” atau terlalu mahal...... Decision rules: if current price > intrinsic value =>over priced => sell if current price < intrinsic value =>under pniced=> buy 221 ...... + ----------(l+r)1 (l+r)2 (1-r)3 (l+r)t . Dalam kasus ini berarti saham tersebut harus dijual...+ ---------.. Sebaliknya jika harga yang berlaku lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka berarti saham tersebut “under priced” dan harus dibeli.DAFTAR ISI Nilai Intrinsik Saham Yang Membagikan Dividen Yang Berkembang Pada Tingkat Pertumbuhan Yang Tetap (Constant Growth Discounted Dividen Model). Karena jangka waktu adalah tak terhingga maka persamaan 5 di atas dapat dirubah menjadi: D1 D0(1+g) --------..(5) Di mana: P0 = Harga saham sekarang r = required rate of return g =laju pertumbuhan deviden (cosntant untuk jangka waktu tak terhingga)....................= -----------(r-g) (r-g) P0= ....(6) Di mana: R = requiered rate of return g = laju pertumbuhan deviden Do = besarnya deviden terakhir yang dibagikan D1 = estimasi deviden untuk satu tahun yang akan datang.......+ ............. Secara matematis dapat dinyatakan sebagai benkut: D0(l+g)1 D0(1+g)2 D0(l-1-g)3 D0(1+g)t P0= ---------..

..... Pensamaan enam dapat digunakan untuk mengestiniasikan nilai intrinsik saham yang menawarkan pertumbuhan yang kosntan...(1) Persamaan di atas dapat dimodifikasi ke dalam berbagai fase atau tahap....... Kelemahan dua model terdahulu telah medorong para pakar untuk memodifikasinya lebih lanjut. 222 . 4...................... Kemungkinan pola perkembangan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang secara detail akan dibahas kemudian....DAFTAR ISI Keunggulan Persamaan enam (6): Secara umum persamaan enam jauh lebih baik bila dibandingkan dengan persamaan dua (3) di atas... Kelemahan: Persamaan tersebut secara langsung mengasumsikan bahwa pertumbuhan saham di masa yang akan datang adalah tetap (constant) .. Model ini pada dasarnya merupakan modifikasi dan rumus dasar pada persamaan 1 di atas.. Untuk memudahkan kita cantumkan lagi: N P 0= Ʃ t=1 Dt ------(l+r)t ..... Untuk memudahkan pembahasan berikut akan disajikan model dua tahap (Two Stages Model) Model Dua Tahap (Two Stages Model): Misal pola perkembangan perusahaan hanya ada dua yaitu fase pertumbuhan cepat dan fase pertumbuhan melambat (tidak tenlalu cepat bila dibandingkan fase sebelumnya).............3 Nilai Intrinsik Saham Yang Menawarkan Pertumbuhan Deviden Yang Berbeda Untuk Masing-Masing Periode/Tahap (Multi Stages Discounted Dividen Model).... Asumsi ini adalah terlalu naif karena di dalam dunia nyata tidak ada saham yangmenawarkan dividen yang berkembang secara terus menerus pada tingkat yang tetap.....

---------.+ ------.x P4 (l+r)1 (l+r)2 (1+r)3 (l+r)4 (1+r) 4 1 -------. -------------------------------------------1 2 3 4 -------->g2=10% Fase I Fase II n= 4 Langkah perhitungan: a) Menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 ---------r-g2 D4(1+g2) ---------------r-g2 P 4= = b) Menghitung D4: D4 = D0(l+g1)4 c) Hasil langkah a dan langkah b digabung: D0(1+g1)4(1+g2) P4= ------------------------r .+ t=l (l+r)t di mana: n < N n = jumlah periode tahap I 223 .DAFTAR ISI g1=15% <-------------------. ---------..g2 Menghitung harga saham sekarang (nilai intrinsik) P0 yaitu penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang akan diterima sampai dengan periode 4. D1 D2 D3 D4 1 -----+ --------+ -------..+ -------.X Pn (1+r)n Po = n Dt P0= Ʃ -----. --------.

08 0.= ------------------r — g2 0. Jawaban: a) menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 D5 D4(l+g2) = ----------------.+ ------------. D0(1+g1) -----------.0.12 P 4= b) menghitung deviden pada akhir tahun keempat: P4 = D0(1+g1)4 = Rp300 (14-0. Nilai intrinsik merupakan penjumlahan nilai sekarang (present value) dan cash flow yang diciptakan oleh saham Bank BNI berupa deviden selama empat periode berturut-turut dan harga saham pada periode keempat.959.= --------------.+ ----------x P4 (l+r)2 (1+r)3 (1+r)4 (1+ r)4 Po = 224 . Harga saham yang wajar adalah harga saham yang sama dengan nilal intrinsiknya. Deviden tahun terakhir (D0) =Rp 300.+ ----------.12 Rp439(1+0.= Rp 3.12 menghitung harga saham Bank BNI yang wajar. per lembar saham.= 0.DAFTAR ISI Contoh: Misal Bank BNI untuk peniode 4 tahun mendatang menjanjikan pentumbuhan deviden sebesar 10 % per tahun.- c) menggabungkan hasil perhitungan langkah a dan langkah b: D4(l+g2) P4= ---------.20—0.+ (l+r)1 D0(l+g1)2 D0(1+g1)3 D0(1+g1)4 1 ----------.08) -------------------. Untuk peniode setelahnya diperkirakan laju pertumbuhan deviden tunun menjadi 8%. Pertanyaan: Berapa harga saham Bank Duta yang pantas dengan asumsi pola pertumbuhan seperti di atas dan required rate of return 20 %.4641 = Rp439.10) Rp300xl.

Profit Margin dan Earnings.l.2)4 (1+0.20)1 Rp300(1+0. 5.34 =Rp2 .953.-.+ -------------x Rp3.0 +Rp 211. Dividen yang dapat diterima oleh pemegang saham akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan “earning”. Kelemahan: Dari contoh perhitungan di atas jelas model ini lebih rumit bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya.0 + Rp 250. Pola Umum Pertumbuhan Revenue. Decision Rules: If V0 = P0 = lntrinsic Value > current market prcie ==> Buy If V0= P0 =I ntrinsic Value < current market price ==>Sell Keunggulan: Model dua tahap ini dapat dikembangkan menjadi model tiga tahap dan seterusnya.1)1 -----------------. Oleh karena itu pemahaman tentang berbagai kemungkinan pola pertumbuhan devidem dan metode yang digunakan memperkinakan pertumbuhan deviden mutlak diperlukan 5. maka harga saham Bank BNI adalah “under priced ”.+ (1+0.20)2 Rp300(1+o.+ (1+0.l)4 1 +-----------------.1)2 ------------------(1+0.82 +Rpl906.855.20)4 Po = Rp275. —Jika hanga saham Bank BNI pada saat tententu adalah Rp 2600.DAFTAR ISI Po = Rp300(1+0. Hubungan ketiga komponen tersebut dapat digambarkan oleh siklus keuntungan perusahaan berikut ini: 225 .1)3 + -----------------.(1+0.20)3 Rp300(1+0. profit margin dan penerimaan dari hasil penjualan .0 + Rp210. Dengan demikian model ini (Multi Stages Dividen Growth Model) lebih realistis bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya. Memperkirakan Pola Perkembangan Pertumbuhan Dividen Suatu Perusahaan Dengan memperhatikan constant growth discounted dividend model maupun multi stages growth discounted dividend kita dapat melihat bahwa hasil perhitungan nilai intrinsik suatu saham sangat tergantung pada besarnya laju pertumbuhan deviden atau besarnya g.

Seperti digambarkan pada gamban 1 di atas. pada tahap ini perusahaan baru saja mengalami titik pulang pokok.Cohen. Zinbarg and Anthun Zeikel. Keuntungan yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan (profit margin) dan keuntungan bersih adalah positif dan memberikan trend yang positif. Edward D. Keterangan: Tahap I (Early Development): Fase pertumbuhan awal ditandai oleh peningkatan laju pertumbuhan penerimaan penjualan. margin keuntungan dan earning perusahaan. Bukan perusahaan yang untung karena akal-akalan akuntan yang menyajikan laporan keuangan. Jerome B. Perusahaan yang go public adalah perusahaan yang sungguh—sungghuh menawarkan keuntungan bagi investor dalam jangka panjang atau mempunyai prospek yang baik. 226 .DAFTAR ISI Gambar 1: Life Cycle of Profit: : : + + + * * * : : : : : : I : : + + + + : : : * : : : : : : + : * : + ? Revenue * : * : : : : : : : IV Profit Margin Earnings II : : III time Sumber: 1992 CFA Reading:Industry Analysis. Skenario seperti ini adalah skenario yang lazim terjadi di pasar modal yang telah maju.

Pertumbuhan revenue. Gejala ini sering juga disebut dengan “economic of scale”. Saham ini tidak memberikan “current dividend” dalam jumlah yang besar akan tetapi menjanjikan pertumbuhan dividen yang tinggi di masa yang akan datang. karena kalau terlambat harganya sudah terlanjur tinggi. profit margin dan earning yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya dan periode sesudahnya.DAFTAR ISI Saham perusahaan yang ada pada tahap ini lazim disebut saham pertumbuhan (growth stock). Tahap ini ditandai oleh laju pertumbuhan revenue. Dengan perkataan lain masalah “timing” sangat penting di dalam proses pengambilan keputusan investasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar fungsi biaya rata-rata berikut ini: Gambar 2: Fungsi Biaya Rata-rata Average Cost/Marginal Cost * * * : MC * : * : : * * II Quantity Produced 227 * AC I 0 . Tahap II (Rapid Expansion): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap satu. profit margin dan earning yang tinggi dimungkinkan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produksi sedemikian rupa sehingga biaya per unit menjadi minimum. Pertumbuhan deviden pada tahap ini belum akan begitu cepat karena perusahaan baru saja melewati batas kritis yaitu titik pulang pokok. Tugas analis adalah menernukan “growth stock” seperti ini dan jika telah menemukan jenis saham seperti itu segera melaksanakan pembelian.

Dari gambar 1 di atas kita dapat melihat gejala di mana revenue dan earning perusahaan secara absolut masih meningkat akan tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (rapid expansion). Apabila perusahaan memasuki tahap ini. Biaya produksi yang menurun memungkinkan perusahaan untuk menjual lebih banyak dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Perusahaan-perusahaan yang “higly geared” atau perusahaan yang terlalu banyak menggunakan hutang apapun bentuknya (termasuk Convertible Bonds) harus ditelaah secara hati-hati.DAFTAR ISI Kalau kita perhatikan tahap I dari gamban 2 di atas nampak biaya rata—rata per unit barang yang dihasilkan semakin lama menurun sampai pada titik minimum. Selain itu gejala yang nampak adalah penurunan margin keuntungan (profit margin) perusahaan. upaya pemasaran yang lebih efektif dan lain sebagainya. Penurunan biaya per unit tidak mungkin terjadi selamanya. Pada tahap ini laju pertumbuhan dividen mengalami penurunan bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan deviden pada tahap selanjutnya. Secara alamiah akan timbul masalah antara lain “span of control” berbagai aspek perusahaan seperti keuangan. Taflap III (Mature Growtfl): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya. pemilihan teknologi perusahaan. pimpinan/pemilik perusahaan harus berhati-hati. Kebijaksanaan mendasar seperti penggantian direksi dan pemilik lama (kelompok keluarga) ke kelompok profesional. Analis keuangan yang baik harus menghindari perusahaan yang memberikan gejala seperti di atas. Pada tingkat tertentu akan timbul ketidakefisienan di dalam pengelolaan perusahaan yang ditanda! oleh peningkatan biaya marjinal yang lebih cepat bila dibandingkan dengan peningkatan biaya ratarata. 228 . Kalau tidak ada upaya serius maka perusahaan akan memasuki tahap selanjutnya yaitu tahap penurunan yang merupakan gambaran kematian suatu perusahaan. Pada tahap ini perusahaan justru memasuki tahap “disenomic of scale”. produks!. harus segera dilaksanakan. Perusahaan-penusahaan keluarga yang sangat agnesif di dalam upaya pengembangannya harus dihindari. pemasaran dan lain sebagainya. Tambahan produksi justru meningkatkan biaya secara lebih cepat. Akibat dari semua gejala ini tentunya adalah penurunan keuntungan perusahaan. Gejala ini sejalan dengan pola perkembangan biaya perusahaan yang digambarkan oleh gambar 2 di atas. Pada tahap ini kemungkinan besar laju pertumbuhan deviden akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya.

. Perusahaan yang memasuki tahap IV ini akan diambil alih oleh pihak lain dan selalu akan terjadi penggantian pimpinan perusahaan............. Kita baru sampai pada tahap pengenalan kemungkinan pola pertumbuhan deviden di masa yang akan datang........DAFTAR ISI Tahap IV menurun (Decline): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap III kalau tidak ada upaya yang serius dan berhasil untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalam lingkungan perusahaan... Pada tahap ini kemungkinan besar perusahaan tidak akan membagikan deviden karena perusahaan mengalami kerugian.....................(9) Earning per Share R = required rate of return 229 .......................(7) (r-g) (n-g) b = Plow back ratio = (1 DividendPayOutRatio) ....... selera konsumen.... Kalau suatu perusahaan sampai pada tahap ini berarti terjadi kesalahan di dalam pengelolaan perusahaan yangterjadi pada periodeperiode sebelumnya.......= ------------------.......... Berikut ini kita akan melihat model yang dapat digunakan untuk memperkinakan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang....... 5......... Misal kesalahan pihak direksi di dalam mengantisipasi perubahan teknologi.......... Pola tersebut seperti telah dijelaskan pada bagian terdahulu sangat ditentukan oleh tahap-tahap yang dilewati oleh suatu perusahaan di dalam siklus pertumbuhan/perkembangan perusahaan............. Sekarang kita lihat rumus penentuan nilai intrinsik saham secara detail: E(D1) E(E1)x(1—b) P0 = V0 = -----------........2 Model Dupont: Sejauh ini k!ta belum lagi membahas bagaimana cara memperkirakan besarnya pertumbuhan deviden secara mendalam. Di dalam pasar modal yang telah maju selalu ada mekanisme yang mengatur kejadian seperti di atas... persaingan dengan perusahaan lain dan lain sebagainya...............(8) Dividend per Share Dividend Pay Out Ratio = --------------------------..

40 = ---------------------(0..... 25—0..- P0 = V0 = nilai intrinsik saham Benikut ini akan dilihat hubungan antara laju pertumbuhan dividen dengan Return On Equity dan Plowback Ratio.............x -------------------.. 10) = Rp2133...... required rate of return dan laju pertumbuhan dividen.........-..... Dividend Pay Out Ratio (DPR) sama dengan 40%.........x ------........... pertumbuhan dividen sama dengan 10 % maka besarnya nilai intrinsik Saham Bank BNI adalah: E(E1) x (1—b) = ---------------------(r-g) Rp800 x 0.....11) Catatan : EBIT= Earning Before Interest and Tax 230 ...x ------E0 E0 I ROE dapat diubah menjadi : Net Income Pretax Income EBIT Sales Total Assets ROE = -------------------..... required rate of return sama dengan 25%.... expected growth rate of earnings = perubahan earnings dibagi current earnings: ∆E I ∆E g = --------........DAFTAR ISI Dari persamaan tujuh di atas dapat dilihat bahwa nilai intrinsik saham akan ditentukan oleh expected dividen setahun yang akan datang.........x ----------------Pretax Income EBIT Sales Total Assets Equity (a) (b) ( c) (d) (e) ....... (10) 10 Untuk mendapatkan rumus g=ROEx(l-Dividen Pay Out Ratio) perhatikan penjelasan berikut: Per definisi...... Expected dividend itu sendiri ditentukan oleh perkalian expected earnings per share satu tahun yang akan datang dengan Dividend Payout Ratio..x -----------------............= ------... Contoh: Misal Saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menghasilkan Earning per Share sebesan Rp 800..... Hubungan tersebut dapat dinyatakan oleh persamaan berikut: g = ROE x (1-Dividen Pay Out Ratio) 10 ........

4)= 9% Persamaan 12 tesebut di atas kalau dilihat lebih jauh ternyata terdiri dari lima komponen utama yaitu: • • • • • komponen a merupakan Tax Burden komponen b merupakan Interest Burden komponen c merupakan Profit Margin (profit on sales) komponen d merupakan Assets Turn Over komponen e merupakan Financial Leverage Dengan memahami kelima komponen ROE di atas kita dapat dengan mudah memahami faktor—faktor apa yang menentukan besar kecilnya ROE yang juga menentukan besar kecilnya g atau pertumbuhan deviden. Semakin besar tax burden per definis! (ceteris paribus) ROE semakin kecil. Tax Burden: Semakin besar tax rate. Contoh perhitungan: ROE saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menjadi 15% dan Dividend Pay Out Ratio sama dengan 0. semakin besar tax burden .DAFTAR ISI dimana : Net Income ROE = Return On Equity = ----------------Equity Lebih lanjut dengan menggunakan Du pont Mode Dari persamaan 11 tersebut di atas pertumbuhan dividen dapat dihitung asalkan besarnya ROE dan besarnya retention ratio dan plowback ratio diketahui. 231 . Tax burden yang meningkat dinyatakan oleh rasio antara Net Income dan Pretax Income yang semakin keci1. Maka besarnya laju pertumbuhan dividen adalah: g= ROE x (1—b)= 15% x (1—0.4.

......(13) Equity Equity Profit Magin Per definii EBIT Profit Margin = ----------------------Sales 232 . Semakin tinggi interest burden ....= 1+ -------------... per definisi (ceteris paribus) ROE semakin kecil. Sebaliknya jika kita membedakan dua perusahaan yang berada pada tax bracket yang berbeda pajak dapat mempenganuhi hasil perhitungan ROE............ Interest Burden: Komponen Interest Burden (Pretax Prof it/EBIT) yang dirubah menjadi: Pretax Profit -----------------EBIT EBIT-Intenest Expense = --------------------------------------..... Tax Burden yang berbeda dapat pula disebabkan oleh kemampuan perusahaan memanipulasi pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah...= Equity Equity+ Debt Debt ---------------..DAFTAR ISI Hal ini disebabkan karena pajak selamanya akan mengurangi earning yang dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan atau pemegang saham. Rasio sama dengan satu adalah angka yang maksimum. . maka interest burden atau rasio antara pretax profit dengan EBIT sama dengan satu... maka rasio ini akan semakin kecil (kurang dan satu). Jika perusahaan banyak menggunakan pinjaman beranti interest expensenya besar.. Jika dua perusahaan berada pada tax bracket yang sama maka tax burden tidak terlalu berpengaruh pada hasil perhitungan ROE.. Interest burden mempunyai hubungan yang erat dengan financial leverage suatu perusahaan. Perlu diingat bahwa Interest burden yang tinggi dinyatakan oleh rendahnya rasio antara Pretax Income dan Earnings Before Interest and Tax Adapun hubungan financial leverage (Assets/Equity) dengan debt to equity ratio dapat dinyatakan oleh persamaan benikut: (Financial Leverage) Assets = -------------. Semakin tinggi financial leverage (semakin banyak debt digunakan) semakin tinggi interest burden..(12) EBIT Dari rumus interest burden di atas dapat dilihat bahwa jika suatu perusahaan sama sekali tidak menggunakan pinjaman atau interest expense sama dengan nol..

.... Dengan perkataan lain pemegang saham dirugikan... Financial Leverage: Per definisi: Financial Leverage = Assets -----------------.= 1.1 = Equity 67 ---------100 Debt to Equity Rat!o = Dan persamaan duabelas tersebut di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi financial leverage.(14) Dari pensamaan 15 di atas dapat dilihat bahwa jika ROA lebih kecil bila dibandingkan dengan interest rate maka ROE akan turun berarti akan terjadi dilusi (dilution) dari earning yang dapat diterima oleh pemegang saham.. Semakin efisien pemanfaatan aset suatu penusahaan (yang dicerminkan assets turn over yang tinggi) semakin tinggi ROE......DAFTAR ISI Semakin tinggi profit margin. semakin tinggi ROE suatu perusahaan. Financial Leverage dapat mem”boost” atau meningkatkan ROE dengan ketentuan bahwa ROA (Return On Assets) lebih besar bila dibandingkan dengan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Debt ----------.....= 1 + Equity Debt -----------Equity Jika Financial Leverage = l. semakin tinggi ROE.. Profit margin disebut juga sebagai return on sales menunjukkan keuntungan untuk setiap satu dollar atau rupiah penjualan.. 233 ..67.. Profit margin 10% berarti untuk set!ap dollar penjualan keuntungan sebesar 10 sen dollar.67 maka. Assets Turn Over Komponen ini menggambankan efisiensi pemanfaatan aset perusahaan.. Untuk jelasnya lihat modifikas! Persamaan dua belas di atas benikut ini: Debt ROE = (1-TaxRate) ⃒ ROA + (ROA-InterestRate) --------Equity ..

= EBIT 0. maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Financial Leverage setinggi mungkin. Dari uraian ini jelaslah bahwa salah satu motivasi perusahaan go public adalah dalam rangka menurunkan financial risk.75% Contoh Perhitungan ROE: Perusahaan A Ta x Burden Net Income = -------------------------.73 234 . KESIMPULAN: Jadi jelaslah dengan memahami berbagai komponen dari ROE kita lebih dapat memahami mengapa ROE suatu perusahaan lebih rendah bila dibandingkan oleh perusahaan lain yang sejenis. Kemungkinan besar hal itu disebabkan misalnya oleh perusahaan tensebut tidak efisien dalam memanfaatkan asetnya.7 Pretax Income Atau Tax Rate = 30% Perusahaan B 0. Dengan mengetahui ROE dan Dividen Pay Out Ratio kita dapat menentukan berapa besannya pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.DAFTAR ISI Dan persamaan 15 tersebut di atas dapat pula disimpulkan bahwa kalau pemilik perusahaan yang ada yakin bahwa ROA akan leb!h besar bila dibandingkan dengan interest rate yang akan dibayarkan.65 maka dengan mudah kita dapat memperkinakan benapa besarnya g atau laju pertumbuhan deviden di masa yang akan datang ya!tu 22. resiko keuangan (financial risk) suatu perusahaan menjadi tinggi dalam arti kalau terjadi sesuatu dengan hasil penjualan (misal menurun tajam) maka perusahaan kemungkinan besar tidak dapat memenuhi kewajibannya dan dapat dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi. Dividen Pay Out Ratio adalah 0.67 0.7 Pretax Income Interest Burden = ---------------------.= 0. Contoh Perhitungan Laju Pertumbuhan Deviden: Perusahaan metniliki ROE = 35 %. Masalahnya adalah kalau financial leverage terlalu tinggi.

1 ROE 0. dibandingkan dengan 1. Hal ini utamanya disebabkan oleh: a) Perusahaan A lebih efisien dalam menggunakan asetnya.2388 Dan contoh perhitungan ROE tersebut kita dapat melihat bahwa ROE Perusahaan A (0.DAFTAR ISI Profit Margin EBIT = -----------------.= Total Assets 3x 2. Seperti telah dijelaskan sebelumnya financial leverage dapat mem~boost” ROE aset ROA lebih besar bila dibandingkan dengan interest rate yang harus dibayarkan.5% 235 .1.= Sales 12% 17% Sales Assets Turn Over = ------------------.5 kali dibandingkan dengan 1.5 x ROA 36% 42.2532) lebih tinggi bila dibandingkan dengan ROE Perusahaan B (0.2532 0.5 x Leverage Financial Total Assets = ------------------------------Equity = 1.1 kali b) Financial Leverage perusahaan B lebih rendah bila dibandingkan dengan financial leverage perusahaan B yaitu 1. Hal ini terbukti dengan angka assets turnover yang lebih besar yaitu 1.5 1.5.2388). Benikut adalah perhitungan ROA untuk Perusahaan A dan Perusahaan B: ROA = Profit Margin x Assets Turn Over Perusahaan A Operating Margin EBIT = -------Sales Sales = ---------Total Assets 12% Perusahaan B 17% Assets Turn Ove 3x 2.

7) 136% + 0.07 interest rate = 32.2532=0.l interest rate l 0.l interest rate l 0.07 interes rate 0.725%-0.8% .18% — 0. 236 .0.238=0.5% interest rate Dan Contoh perhitungan di atas yang menjadi penyebab utama mengapa Perusahaari B memiliki ROE yang yang rendah bila dibandingkan dengan Perusahaan A walaupun Perusahaan B memiliki ROA yang lebih baik dan Financial Leverage yang tidak terlalu tinggi adalah kenyataan bahwa Perusahaan B memilih pembiayaan yang salah.35 interest rate 0.5%.2532 = 0.94% Interest rate Perusahaan B : ROE=(1—0.35 interes rate = 0.725% .7 x 0.5%+4.7146.5%—interes rate)x 0.5 interest rate l 0.3394 x 100 % = 33.8% = 0.11 0.25%—0.5%+(42.238=0.DAFTAR ISI Berikut ini adalah hasil perhitungan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh Perusahaan A dan Perusahaan B: Debt ROE(1-Tax Rate) ⃒ ROA + (ROA.1188 Interest rate = 0.238=32.3) 136% + ( 36%-interest rate) x 0.5%.Interest Rate) ----------Equity Interest rate Perusahaan A: ROE = (1-0.23.5 1 0.5 interest rate) = 37.7x 54% — 0.7J42.2532 = (0. Tingkat bunga yang dibayarkan oleh Perusahaan B terlalu tinggi yaitu 127.378—0.75%—0.008925 = 127. Tingkat bunga ini tidak sebanding dengan ROA yang dimiliki oleh Perusahaan B yaitu hanya 42.7) 142.

A Random Walk Down Wall Street. Karena earning akan menentukan besarnya dividen dan pertumbuhan dividen yang akan menentuakan nilai intrisik saham. KESIMPULAN Berdasarkan pada uraian tulisan di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang investor atau analis sekuritas khususnya saham di pasar modal apabila akan melakukan investasi pada saham tidak boleh hanya ikut-ikutan . Kedua yang tidak kalah penting adalah perlu memperhatikan laverage perusahaan. Irwin. Nilai intrinsik saham dapat digunakan sebagai cut of point untuk memutuskan belu atau menjual saham apabila sudah dimiliki saham tersebut. New York-London 1990 237 .DAFTAR ISI Kalau seandainya Perusahaan B menggunakan tingkat bunga yang tidak tenlalu tinggi maka ROE Perusahaan B kemungkinan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan Perusahaan A. 2006. Hal penting yang harus diperhatikan adalah earning perusahaan.Homewood Burton G.Malkiel. Investment. W.W Norton & Company. akan tetapi perlu menganalisa secara detail fundamental perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Bodie. Kane and Marcus. karena akan mempengaruhi tingkat suku bunga yang harus dibayarkan perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi ROE yang akan dihasilkan.

Dengan menunjukkan prospek yang baik. Sumber pembiayaan yang sudah sangat populer adalah bank yang digolongkan sebagai sumber pembiayaan tradisional. Hal ini sejalan dengan fungsi pasar modal yaitu meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan. jika memang perusahaan memperoleh untung. Keywords : faktor fundamental. dengan memanfaatkan dana dari pasar modal perusahaan tidak perlu menyediakan dana tiap bulan atau setiap tahun untuk membayar bunga. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. rasio A. Faktor-faktor fundamental seperti DER. Satu keunggulan penting yang dimiliki pasar modal dibandingkan bank adalah bahwa untuk mendapatkan dana sebuah perusahaan tidak perlu menyediakan agunan. PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal saat ini dipandang sebagai sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Zubaidi Indra11 ABSTRAK Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta. stakeholder. EPS. Melalui pasar modal dimungkinkan terciptanya usahawan yang dapat menggalang penyerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Di samping itu. Sebagai gantinya perusahaan harus membayar dividen pada investor. sebagaimana dituntut oleh bank. Kegiatan investasi yang dilakukan investor adalah kegiatan untuk menempatkan dana pada suatu atau lebih suatu aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham Oleh : A. ROE. Biasanya para pemodal 11 Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung . maka surat berharga perusahaan tersebut akan laku dijual di pasar modal.

DAFTAR ISI tidak akan menempatkan seluruh dana yang tersedianya pada satu jenis aset. Adanya kaitan antara saham individual dengan pasar membawa pemikiran bahwa besarnya risiko sistematis suatu saham seharusnya dapat diperkirakan dari aspek fundamental perusahaan dengan karakteristik pasar. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut : 1. 2. M. menunjukkan bahwa pengumuman laporan keuangan perusahaan emiten juga mempunyai pengaruh terhadap kegiatan perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan. the greater the riskiness of the security a β of the implies an averages riskiness” dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa beta atau risiko sistematis suatu saham merupakan indikator yang menunjukkan sensitivitas pergerakan return saham terhadap pergerakan return saham-saham lainnya di pasar. Dari latar belakang di atas maka permasahan yang diangkat adalah bagaimanakah pengaruh faktor-faktor fundamental keuangan perusahaan terhadap risiko saham. dan investor sudah sangat sadar untuk memperhatikan faktor fundamental perusahaan. Laporan keuangan Desember mempunyai dampak yang lebih besar dibanding dengan bulan Maret. Jika kaitan antara aspek fundamental tersebut diketahui maka akan sangat membantu investor dalam menganalisa kepekaan pergerakan return saham terhadap pergerakan saham. Faktor-faktor fundamental adalah merupakan data akuntansi berupa ratio-ratio yang dapat membantu investor untuk memprediksi risiko suatu saham. Dari hasil penelitian ini bisa dikatakan bahwa peranan laporan keuangan sudah sangat penting. Hanafi dan Ari Wibowo (Kelola. ini terlihat dari relatif tingginya perdagangan di hari pengumuman dibanding dengan kegiatan diluar hari pengumuman tersebut. Sumber risiko dapat dibagi atas 2 (dua) kelompok yaitu risiko sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi semua (banyak) perusahaan dan resiko tidak sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi atau (sekelompok kecil) perusahaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih 240 . Laporan keuangan yang diumumkan tampaknya dipergunakan oleh investor dalam kegiatan di bursa. Kettle dan Scholes (1970) : “A.. Mahduh. 3. 1997). Hasil penelitian Suad Husnan. 1997) yang tetap menyatakan bahwa pengumuman informasi laporan keuangan perusahaan emiten menunjukkan dampak yang besar terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia. the larger the value. systematic component reflects common movement of a single security’s return with the average return of all other securities in the market. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara perdagangan pada saat sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan. Risiko sistematis menurut Beaver. Penggunaan data akuntansi juga dapat menghasilkan peningkatan kualitas pengambilan keputusan pada setiap lini dari pembuat keputusan individu. Hal ini menunjukkan bahwa ada factor yang harus dipertimbangkan sebelum memilih jenis investasi yang akan dimasuki seperti risiko yang akan ditanggung. Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil penelitian lainnya oleh Hanafi (Kelola.

seberapa ekspansi investasi yang dilakukan dan kapan investasi seharusnya dilaksanakan. Pemilihan teknik yang benar dalam analisis akan mengurangi risiko investor dalam investasi. dan mendukung dengan risiko yang akurat. diperlukan satu analisis yang cermat. Hal penting dan mendasar dalam setiap proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dengan risiko suatu investasi. Investor terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana konsep dasar investasi yang menjadi dasar pijakan dalam setiap tahap pembuatan keputusan investasi yang akan dibuat. Formula CAPM dapat ditulis sebagai berikut : Ri = RF + (RM – RF) βi 241 . Salah satu analisis yang dapat digunakan oleh calon investor adalah analisis fundamental. Pendapat lain dari Jogiyanto (1998). Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut manager keuangan harus mampu memanfaatkan dana yang tersedia untuk investasi pada suatu investasi yang menguntungkan. TINJAUAN TEORITIS 1. sementara itu risiko tidak sistematis atau sering disebut risiko financial adalah risiko yang berhubungan dengan risiko usaha yang ditunjukkan oleh variabilitas ini akan semakin besar jika penggunaan hutang semakin besar yang pada akhirnya akan mempengaruhi risiko financial. teliti. B. Analisis ini sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan. Untuk dapat memilih investasi yang aman. Alat yang dipakai untuk melakukan analisis adalah rasio keuangan yang pada dasarnya melihat hubungan antar pos dalam laporan keuangan perusahaan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan. Konsep Model Security Market Line Seperti dijelaskan sebelumnya. Proses keputusan investasi berkenaan dengan bagaimana seharusnya seorang investor membuat keputusan mengenai pemilihan sekuritas. investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. Untuk mengukur nondiversifiable risk ini dapat menggunakan koefisien beta untuk mengukur Nondiversifiable risk.DAFTAR ISI memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. 2. Keputusan Investasi Dalam teori manajemen keuangan modern disebutkan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan para pemegang saham. Data yang dipakai sebenarnya adalah data historis yaitu risiko yang telah lewat. bahwa risiko total terdiri dari risiko dan risiko tidak sistematis.

0 br 1. dan sebaliknya semakin rendah risiko semakin rendah pula return yang diharapkan.0 Market Risk Premium 4% Asset Z’s Risk Premium (6%) Gambar di atas menunjukkan adanya hubungan yang linier antara return dan beta atau risiko.5 1.DAFTAR ISI Keterangan: = Tingkat return yang diucapkan Ri RF = Tingkat bunga bebas risiko βi = Koefisien beta saham RM = Tingkat Keuntungan portofolio pasar Dari formula di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi risiko. semakin tinggi return yang diharapkan.5 bz 2. Makin besar beta maka return yang diharapkan juga semakin besar. maka akan diperoleh gambar sebagai berikut : Gambar 1. Jika hubungan antara beta dan return digambarkan dalam sebuah gambar. Hubungan Antara Beta dengan Return yang Dinyatakan Sebagai Security Market Line Return 17 15 Rz =13 Rm=11 9 Rf = 7 5 3 1 Beta 0 brf . Garis yang menghubungkan return dan beta ini disebut sebagai Security Market Line. 242 .

Menurut William (1997) risiko didefinisikan sebagai berikut : “Risk can be defined as the chance of financial loss.DAFTAR ISI 3. Menurut Jogiyanto. Risk dan Return Pengertian risiko pada umumnya sering dikaitkan dengan memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.Dari definisi tersebut di atas risiko dipandang sebagai peluang menderita kerugian keuangan. Semakin besar risiko suatu sekuritas. Hubungan positif antara tingkat return yang diharapkan dengan risiko dapat digambarkan sebagai berikut. sebenarnya investor belum mengetahui tingkat return (rate of return) karena return yang diharapkan (expected return) memang belum terjadi. Assets with greater chances of loss are viewer as more risky than those with lesser chance of loss”. ataupun sebaliknya. maka tingkat return yang diharapkan juga semakin besar. Gambar 2. Hubungan Positif antara Return Ekspektasi dengan Risiko Return Ekspektasi opsi Saham Waran Obligasi Pemerintah RBR Obligasi Perusahaan Risiko 243 . Ketidakpastian tingkat return (rate of return) ini berkaitan dengan risiko. (1998): Dalam membuat keputusan investasi. sehingga belum diketahui dengan tepat berapa nilainya.

Risiko inflasi biasa disebut sebagai risiko daya beli.DAFTAR ISI Dari pengertian di atas dapat disebutkan bahwa risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return yang sebenarnya diterima dengan return yang diharapkan. 3. 6. ataupun perubahan politik. Risiko Negara atau country risk. Investasi saham akan memberikan keuntungan atau return dalam dua cara. Return atau hasil investasi merupakan tujuan utama bagi investor. artinya jika suku bunga meningkat maka harga saham akan turun. Risiko financial. Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu saham yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Risiko tidak sistematis bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi investasi pada setiap jenis saham. Risiko ini berkaitan dengan kondisi stabilitas politik suatu negara. 2. semakin cepat suatu saham bisa diperdagangkan maka semakin likuid saham tersebut. Risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap nilai mata uang Negara lain dan sering disebut sebagai currency risk atau exchange rate risk. Sedangkan risiko tidak sistematis merupakan risiko yang tidak terkait dengan perubahan pasar secara keseluruhan tetapi lebih terkait pada perubahan kondisi mikro perusahaan penerbit saham. yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Menurut Jogiyanto. Dalam manajemen investasi modern dikenal pembagian risiko total investasi ke dalam dua jenis risiko. Risiko inflasi. Risiko sistematis merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi secara keseluruhan dimana perubahan pasar tersebut akan mempengaruhi variabilitas return atas suatu investasi. Risiko pasar. Risiko likuiditas. Semakin besar proporsi utang yang digunakan. jika inflasi meningkat biasanya menuntut tambahan premium inflasi untuk mengkompensasikan penurunan daya beli yang dialaminya. ceteris paribus. yaitu bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. semakin besar risiko financial yang diahadapi perusahaan. 4. Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan pinjaman dalam pembiayaan modalnya. 5. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor serta munculnya resesi ekonomi. yaitu menjual saham hingga harganya menguat. Ada beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi menurut Tandelin (2001) yaitu : 1. 7. kerusuhan. Risiko suku bunga dimana perubahan suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik. Semakin besar kemungkinan perbedaannya berarti semakin besar risiko investasi tersebut. (1998) menyatakan bahwa: return total merupakan return keseluruhan dari suatu 244 . Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh berubahnya indeks pasar saham secara keseluruhan. Risiko nilai tukar mata uang. demikian sebaliknya jika suku bunga turun harga saham akan naik. sering disebut sebagai capital gain atau menunggu dividend.

DAFTAR ISI investasi dalam suatu periode tertentu. dan yield dianggap tidak diperhitungkan sehingga dengan demikian. Jika digunakan IHSG adalah : Rmt = IHSG t − IHSG IHSG t -1 t -1 Rmt IHSG t IHSG t-1 = Return pasar untuk periode t = merupakan indeks pasar periode t = merupakan indeks pasar periode t-1 Return ekspektasi (expected return) dapat dihitung dengan mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut. Banyak 245 . Risiko sebagai sisi lain dari return menunjukkan kemungkinan penyimpangan return yang diharapkan dari return actual yang diperoleh. tingkat pengembalian pasar (rate of market return). 1998). return ekspektasi dapat dirumuskan sebagai berikut (Jogiyanto. Return total terdiri dari Capital gain dan yield Return = Capital gain (loss) + Yield Capital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. secara matematik. return total dapat di nyatakan sebagai berikut : Return = Pt Pt-1 Pt − Pt −1 Pt −1 = Harga saham sekarang (periode t) = Harga saham periode lalu (periode t-1) Dengan cara yang sama. investor juga perlu menghitung berapa besarnya risiko yang terkait dengan investasi pada saham yang bersangkutan. E (Ri) = ∑R P i =t i n i Keterangan : E (Ri) = Perolehan diekspektasi suatu aktiva atau sekuritas Ri = Hasil masa depan ke-i Pi = Probabilitas hasil masa depan ke-i n = jumlah dari hasil masa depan Disamping mengestimasi return yang diharapkan dari suatu investasi saham. return total sering disebut return saja.

dan Scholes yaitu beberapa variabel fundamental dapat digunakan sebagai dugaan awal untuk penelitian tesis ini. Varians maupun standar deviasi merupakan besarnya penyebaran variabel random diantara rata-ratanya. tetapi secara umum risiko diukur dalam bentuk probabilistik atau dalam bentuk varians (standar deviasi). Kettler dan Scholes menyatakan jika data akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan risiko. dengan hanya membatasi variabel-variabel penelitian sebagai berikut : 1.1. we should know that the risk a firm should be determined by some combination on the firm’s fundamental of the firm’s stock. Kettler. pi ⎞⎟⎠ i =1 C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko pasar. Alat ukur yang paling umum digunakan untuk menjelaskan sejauh mana penyimpangan expected return dari actual return adalah dengan varians atau standard deviasi. Secara matematis rumus untuk menghitung varians atau standar deviasi adalah sebagai berikut : M Var R = i ( ) ∑ ⎛⎜⎝ [Ri − E (Ri)]2 . semakin besar varians atau standar deviasi investasi tersebut. however. Debt Equity Ratio (DER) Setiap sumber dana selalu mempunyai biaya masing-masing yang biasa disebut cost of funds. Meskipun tidak ada standar untuk menetapkan variabel-variabel mana yang diduga memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis (beta saham) namun variabel-variabel yang digunakan Beaver. akan timbul biaya yang tidak kelihatan yang merupakan opportunity cost dari modal tersebut. meskipun tidak ada metode yang standar. Kettler dan Scholes (Grubber:1995) menyatakan : “Beta is risk measure that arises from the relationship between the return on a stock and the return on the market. dana dari luar perusahaan dalam bentuk hutang atau obligasi dan biasanya akan timbul biaya-biaya (cost of debt) yang minimal harus ditanggung adalah sebesar biaya bunga. Pada saat akan digunakan. hal itu akan merupakan peningkatan dalam pengambilan keputusan bagi investor untuk keperluan analisis portofolio.DAFTAR ISI metode yang tersedia untuk mengukur risiko. Sementara jika dari modal sendiri (equity). Menurut Beaver. Faktor-faktor Fundamental Beta merupakan ukuran risiko yang dinyatakan dalam “Sensitivity to market” yaitu ukuran risiko yang didasarkan pada sensitivitas pergerakan return suatu saham terhadap market return. semakin besar penyebarannya. PEMBAHASAN C. Mengingat begitu bervariasinya biaya dari luar maupun dari dalam perusahaan. they would help us to understand betas and to better forecast betas”. maka 246 . If these relationship could be determined. Lebih lanjut Beaver.

ROE akan berubah jika EAT atau equity mengalami perubahan. 2. Dalam menentukan pilihannya. maka diperlukan perhitungan laba bersih yang sudah dikurangi dengan biaya bunga dari modal asing (cost of debt) dan pajak perseroan (income tax). Dengan penggunaan hutang yang semakin besar akan mengakibatkan semakin tingginya risiko untuk tidak mampu membayar hutang. Indikator ROE sangat penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diharapkan investor. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hubungan DER dengan beta saham adalah positif artinya semakin tinggi tingkat DER akan mengakibatkan semakin tinggi risiko pasar dan sebaliknya tingkat DER yang rendah akan mengakibatkan risiko sahamnya rendah. investor dapat melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Investor biasanya selalu menghindari risiko.DAFTAR ISI perlu dipertimbangkan dengan seksama sebaiknya dari sumber dana mana investasi yang harus dibiayai. Formulasi struktur modal itu sendiri adalah sebagai berikut : DER = Long Term Debt Equity DER yang semakin besar akan mengakibatkan risiko financial perusahaan yang semakin tinggi. Dengan mengetahui tingkat ROE. Sedangkan modal yang dihitung adalah modal sendiri yang bekerja dalam perusahaan. karena akan berpengaruh terhadap harga saham di bursa. Dengan mengetahui tingkat ROE. Bagi investor semakin tinggi ROE menunjukkan risiko investasi kecil. investor biasanya akan mempertimbangkan perusahaan yang mampu memberikan kontribusi ROE yang lebih besar. sehingga harga saham akan semakin rendah. Atau dengan kata lain dikatakan bahwa 247 . maka semakin tinggi DER akan mengakibatkan saham perusahaan tersebut semakin dihindari investor. Penggunaan hutang dalam valuta asing juga akan menimbulkan currency risk dimana risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap mata uang Negara lain. ROE bisa dihitung dengan formula sebagai berikut : Return On Equity (ROE) = Earnings after Tax and Interest equity Dari sudut pandang investor ROE merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Return On Equity (ROE) Return on equity menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang saham (earning available for common stockholder’s) agar bisa terlihat seberapa besar kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan laba. investor dapat menilai prospek perusahaan di masa mendatang.

yaitu : a.DAFTAR ISI semakin tinggi ROE akan mengakibatkan beta saham tersebut semakin rendah sebaliknya bila ROE rendah akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. Rumus untuk menghitung EPS suatu perusahaan adalah sebagai berikut : Earning Per Share (EPS) = Earning after Tax (EAT) and Interest Number of Share EPS = ROE X Book Value per Share EPS = Earning after Tax and Investment Equity x Number of share Equity 4. Meskipun tidak semua perusahaan mencantumkan besarnya EPS perusahaan bersangkutan dalam laporan keuangannya. ada tiga komponen untuk menghitung PER. PER menunjukkan besarnya harga setiap satu Rupiah earning perusahaan. Rumus PER juga dapat ditulis sebagai berikut : PER = D1 / E1 k−g Keterangan : D1/E1 = Tingkat dividend payout ratio yang diharapkan k = Tingkat return yang diharapkan g = Tingkat pertumbuhan yang diharapkan Dari persamaan di atas. Dividend payout ratio (DPR) yang diharapkan yang menunjukkan besarnya dividen yang akan dibayarkan perusahaan dari total earning yang diperoleh perusahaan 248 . Besarnya EPS suatu perusahaan bisa diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan. 3. Earning Per Share (EPS) Informasi earning per share suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. besarnya EPS dapat dihitung berdasarkan laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan. Price Earning Ratio Informasi PER mengindikasikan besarnya Rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu Rupiah earnings perusahaan atau dengan kata lain. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa PER juga merupakan ukuran harga relatif dari saham perusahaan.

DAFTAR ISI b. Oleh karena itu rasio ini sangat penting bagi investor untuk menilai masa depan perusahaan. Mengetahui beta masing-masing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk (Jogiyanto. Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari beta masing-masing sekuritas. yang merupakan fungsi dari besarnya ROE dan tingkat laba ditahan perusahaan. 249 . Tingkat return yang diisyaratkan (k) yang menunjukkan tingkat return yang diisyaratkan investor atas suatu saham. Beta Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. C. Operating Profit Margin (OPM) Operating profit margin mengukur presentase setiap penjualan setelah semua cost and expenses diluar biaya bunga dan pajak. 1998). Formula untuk menghitung operating profit margin sudah dikenal luas sebagai berikut : Operating Profit Margin = Operating Profit Sales OPM adalah salah satu alat untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan. sebaliknya semakin rendah OPM akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. perusahaan tidak akan menarik bagi investor. OPM menunjukkan laba murni (pure profit) yang diperoleh dari setiap penjualan. investor akan memilih perusahaan yang memiliki OPM yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memiliki OPM rendah. Untuk menghitung beta portofolio. sebagai kompesasi atas risiko yang harus ditanggung investor. Tanpa profit. Dapat dikatakan semakin tinggi OPM akan semakin rendah beta sahamnya. Bagi investor perusahaan yang memiliki tingkat OPM yang tinggi memberikan indikasi bahwa risiko pada perusahaan tersebut adalah rendah. maka beta masing-masing sekuritas perlu dihitung terlebih dahulu.Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistematiknya yang tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi.2. 5. Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (g). Bagi investor yang diinginkan tentunya adalah operating profit margin. Secara matematis tingkat return yang diisyaratkan adalah : k = R f + Rp Keterangan: K = tingkat return bebas risiko + premi risiko c. Dalam memilih investasi saham. Mengetahui beta suatu sekuritas atau beta suatu portofolio merupakan hal yang penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut.

Risiko total (total risk) merupakan penjumlahan dari diversifiable dan nondiversifiable risk sebagai berikut : Risiko total = Risiko dapat di-diversifikasi + Risiko tidak dapat di-diversifikasi = Risiko perusahaan + risiko pasar = Risiko tidak sistematik + risiko sistematik = Risiko spesifik (unik) + risiko umum Gambar 3. 2000). maka risiko ini dapat didiversifikasi di dalam portofolio. Karena risiko ini unik untuk suatu perusahaan. seperti inflasi. 3. Beta pasar Dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-nilai histories return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu. Beberapa beta historis berdasarkan jenis data yang akan digunakan yaitu: 1. resesi. misalnya 60 bulan untuk return bulanan atau 200 hari untuk return harian. penelitian yang berhasil atau tidak berhasil dan lain sebagainya. tuntutan dari pihak lain. dan lainnya) (Jogiyanto. leverage. dan lain sebagainya.DAFTAR ISI Beta sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data histories. Bagian dari risiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio yang well-diversified disebut dengan risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable risk) atau risiko perusahaan (company risk) atau risiko spesifik (specific risk) atau risiko unik (Unique risk) atau risiko yang tidak sistematik (unsystematic risk). 2. asset growth. risiko yang tidak dapat didiversifikasikan oleh portofolio disebut dengan nondiversifible risk atau risiko pasar (market risk) atau risiko umum (general risk) atau risiko sistematik (systematic risk). Contoh dari diversifiable risk adalah pemogokan buruh. Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa beta histories mampu menyediakan informasi tentang beta masa depan (Elton dan Gruber : 1994). Beta yang dihitung berdasarkan data historis ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi beta masa mendatang. (Jogiyanto. 2000). Sebaliknya. Beta fundamental Dapat diestimasi dengan menggunakan data histories berupa variabel-variabel fundamental perusahaan (Dividen pay out. 250 . Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan. Beta akuntansi Beta akuntansi dapat dihitung dengan menggunakan data histories yang berupa data akuntansi seperti laba perusahaan dan laba indeks pasar. berikut ini menunjukkan risiko total dan komponennya yang berupa risiko yang dapat di-diversifikasi dan risiko yang dapat didiversifikasi. yaitu hal yang buruk terjadi di suatu perusahaan dapat diimbangi dengan hal yang baik terjadi diperusahaan lain.

menunjukkan semakin peka pergerakan harga saham tersebut terhadap pergerakan haraga saham di pasar. Dengan menggunakan persamaan regresi dari single indeks model maka beta untuk tiap saham dapat dihitung seperti tampak pada Gambar 4. 251 . Risiko Total. Beta menunjukkan pergerakan vertikal (stock return) per unit pergerakan horizontal (market return). risiko yang dapat di-diversifikasi dan yang tidak dapat risiko fortofolio (%) Risiko dapat di-diversifikasi Atau risiko perusahaan Atau risiko spesifik Atau risiko unik Atau risiko tidak sistematik Risiko total Risiko tidak dapat di-diversikfikasi Atau risiko pasar atau risiko umum Atau risiko sistematik Jumlah saham Estimasi Nilai Beta Metode yang paling banyak digunakan untuk menetukan beta adalah cara penaksiran dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta masa itu.DAFTAR ISI Gambar 3. Semakin besar beta. yang kemudian dipergunakan sebagai taksiran beta masa datang. Beta saham tidak akan merupakan kemiringan (scope) garis regresi tersebut. sehingga semakin tinggi risikonya.

nilai alpha merepresentasikan return saham yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar pergerakan pasar atau dikenal sebagai independent component. negatif atau nol. Saham-saham dengan beta sama dengan satu. merupakan saham-saham netral karena pergerakan return saham sejalan dengan market return. Garis Regresi Untuk Mengukur Beta Saham Rit β α Rmt Alpha merupakan intersep dari garis regresi. Nilai alpha dan beta dapat bernilai positif.R mt )] N ∑ [(R N t =1 mt . Jerome (1987). Saham-saham dengan beta lebih besar dari satu (β > 1) digolongkan sebagai sahamsaham agresif (aggressive stock) karena saham melonjak lebih cepat daripada pasar dalam situasi boom (bull market) sebaliknya jatuh lebih tajam daripada pasar pada situasi lesu (bear market).R mt ) 2 ] 252 . Estimasi besarnya risiko sistematis (β) dihitung dengan menggunakan formula standar (Elton/Gruber: 1995) sebagai berikut : βi = σ im σ 2m t =1 = ∑ [(Rit − R it )(Rmt . Saham-saham dengan beta kurang dari satu (β < 1) digolongkan sebagai saham-saham defensive (defensive stocks). keuntungan saham ini berfluktuasi kurang dari kondisi pasar secara keseluruhan. saham-saham jenis ini lebih peka sehingga mempunyai risiko yang tinggi.DAFTAR ISI Gambar 4.

DAFTAR ISI Keterangan. beta memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio. Secara sistematis. : Resiko sistematis untuk saham i βi σ σ im 2 im : kovarian antara return saham Ri dengan market return RM. yaitu yang independent dari perubahan pasar dan yang dipengaruhi oleh pasar.Variance tingkat keuntungan. Cara lain adalah dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. : Rata-rata dari return on security : rata-rata dari market return Rit Rmt Penggunaan konsep model indeks tunggal dalam menaksir. E (Ri) = αi + βi E (Rm) . σi2 = βi2σm2 + σei2 Covariance tingkat keuntungan saham i dan j. deviasi standar tingkat keuntungan dan covariance antar saham sebagai berikut : Tingkat keuntungan yang diharapkan. σei = βiβjσm2 253 . model indeks tunggal adalah sebagai berikut : Ri =αi + βiRm + ei Keterangan: Ri : return saham i Rm : return indeks pasar : bagian return saham i yang tidak dipengaruhi kinerja pasar : ukuran kepekaan return saham i terhadap perubahan return saham : kesalahan residual αi βi ei Persamaan tersebut hanyalah memecah tingkat keuntungan suatu saham menjadi dua bagian. Penggunaan model indeks tunggal menghasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan. : varian market return. Persamaan di atas juga merupakan persamaan regresi linier sederhana yang dihitung dengan Ri sebagai variabel dependent dan Rm sebagai variabel independent.

KESIMPULAN DAN SARAN Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. Yaitu risiko yang unik (σei2) dan risiko yang berhubungan dengan pasar βi2σm2. Salah satu alasan penggunaan model indeks tunggal adalah untuk mengurangi jumlah variabel yang perlu ditaksir karena untuk portofolio model indeks tunggal mempunyai karakteristik yaitu bahwa beta portofolio (βp) merupakan rata-rata tertimbang dari beta saham-saham yang membentuk portofolio tersebut.DAFTAR ISI Model indeks tunggal menunjukkan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan terdiri dari dua komponen yaitu αi dan bagian yang berhubungan dengan pasar yaitu βiE(Rm). Demikian juga variance tingkat keuntungan terdiri dari dua bagian. maka risiko portofolio akan mendekati : σ p = β p 2σ m 2 = βpσm = σm [ ∑ X i β i ] D. βp = ∑ X i βi Demikian juga alpha portofolio (αp) adalah. EPS. Sehubungan dengan hal tersebut. α p = ∑ X iα i Untuk variance portofolio rumusnya adalah sebagai berikut: α p 2 = β p 2σ m 2 + ∑ X i 2σ ei 2 Resiko yang tidak bisa dihilangkan kalau bentuk portofolio merupakan risiko yang berkaitan dengan βp. maka penelitian ini menganalisis variabelvariabel yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental yang diperkirakan dapat menjelaskan risiko sistematis. Pada masa krisis juga diduga banyak perusahaan yang memiliki tingkat earning per share yang rendah karena kemampuan menghasilkan laba yang rendah. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta. 254 . kalau resiko residual dianggap nol. sebaliknya covariance semata-mata tergantung pada risiko pasar. ROE. Faktor-faktor fundamental seperti DER.

New York. Scholes. “Principles of Managerial Finance”. Berbagai alasan dikemukakan terhadap kurangnya penelitian yang menitikberatkan pada pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko sistematis (risiko pasar) diantaranya adalah masih dalam dugaan bahwa faktor-faktor tersebut kurang memberikan penjelasan yang berarti pada risiko sistematis suatu saham. Salno. Richard.” Modern Portfolio Theory and Investment Analysis”. USA.Steward C. Di lain pihak telah banyak studi dan penelitian yang dilakukan kurang meneliti hubungan faktor-faktor makro ekonomi terhadap risiko sistematis seperti perubuhan tingkat inflasi dan tingkat suku bunga terhadap risiko sistematis. “Fundmental of corporate Finance” Fifth Edition. Martin J. 2000. 1993. “Pengantar Pasar Modal”. Inc. and Gruber. and Ming Yu Shi. R.1997.S. Jhon Wiley & Sons.M. Brealey. Hargitay. Jakarta. 1995. Baridwan. Accounting Review 54. PT. London.A. Stephen E. Herman Wibowo. “Investment Decision – A Quantitative Approach”. Eskew.1 Ikantan Akuntan Indonesia. Indonesia. P. “The Association Between Market Determined and Accounting Determined Risk Measures”. “Teknik Analisis Keuangan”. dan M. J. 255 .DAFTAR ISI Alasan yang lain pada penggunaan variabel-variabel fundamental adalah karena dalam berbagai studi literatur menunjukkan masih kurangnya penelitian yang mengkaitkan antara risiko sistematis saham dengan faktor-faktor fundamental yang dapat menjelaskannya. A Erich. Alih Bahasa. (October 1970). 1995. Myers. “The Forecasting Ability of Accounting Risk Measure Some Additional Evidence”. Lawrence J. “Analisis Perataan Penghasilan (Income Smoothing) : Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia. Edwin J. Bildersee. Edisi Kedelapan. Penerbit Airlangga. .K. (Januari 1979). Zaki dan H. Gitman. Pandji dan Piji Pakarti. “The Association Between Market Determined Measure of Risk and Alternative Measure of risk” Accounting Review 50 (January 1975). 9th Edition. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. Hal 654-682. Mc Graw Hill. 2000. New York.Kettler. Rineka Cipta. DAFTAR PUSTAKA Anoraga. Helfert. 1998. Accounting Review 45. E&FN Spon. 5th Edition. Beaver.3 No. Jakarta. Elton.

Addison-Wesley Educational Publisher Inc. Edisi Keempat. “A Financial Management and Policy”. “Pengaruh Operating And Financial Leverage Terhadap Risiko Sistematis Pada Beberapa Perusahaan Unggulan di Bursa Efek Jakarta Periode 1998—2001” Tahun 2004. 1996. Yogyakarta. Eduardus. PT. Weston. Santoso. Edisi Pertama. Jones. BPFE-Yogyakarta. Jogiyanto. Edisi Pertama. Prasetio Utomo. “SPSS / Statistical Product and Service Solution” Elex Media Komputindo. Tandellilin.2001. Gramedia Pustaka Utama.. 2001. J. David F. “Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio”. “Manajemen Keuangan”. Teori Portfoliodan Analisis Investasi”. “Basic Financial Management” 7th New York. Scott. Thomas E. 1994. “Corporate Finance Theory”. Roy. 2003”. Targeting. “Analisa Laporan Keuangan”. Fred. UPP AMP YKPN. Charles P. James. Sixth Edition. “Berfikir Ekonomis di Masa Krisis”. S. Edisi kedua. “Investment”. Prentice Hall. 1996. BPFE. Jakarta. New York. “Dasar-dasar Teori Portfolio dan analisa sekuritas”. 2000. “Membidik Pasar Indonesia. 2001. Singgih. Po. Copeland. Munawir. Prentice Hall International. Kasali. William. Suad Husnan DR. MBA. Rhenald. Arthur J. Sembel. 256 . JR. Inc. 1st edition. Haryanto. J. Penerbit Erlangga. Segmentasi. “Indonesia Capital market Directory 2000. Edisi ke-2. Martin. Yogyakarta.”. Jakarta. Yogyakarta. John D. 7th edition.. Jakarta. 1986. L.William. Positioning. Van Horne.DAFTAR ISI Institude for Economic and Financial Research. Petty. Elex Media Komputindo. Yogyakarta. Keown. Edisi Kedelapan. Jakarta. Megginson. 1997. John Wiley & Sons. 1998. 1997. Penerbit Liberty.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful