BISNIS & MANAJEMEN

Jurnal Ilmiah Berkala Empat Bulanan, ISSN 1411 - 9366 Volume 2 No. 3 Mei 2006 Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra

Jurnal

JURNAL BISNIS dan MANAJEMEN

Vol. 2

No.3

Hal. 159 -256

Bandarlampung Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
TIM REDAKSI
Penanggung Jawab : Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. (Rektor Universitas Lampung) : Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum, M.Sc. (Pembantu Rektor I Universitas Lampung) : Dr. John Hendri, M.S. (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung) : Toto Gunarto, S.E., M.S. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung) : Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung

Pembina

Pemimpin Umum

Dewan Editor Ketua Anggota

: Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. : Dr. Irham Lihan, S.E., M.Si. : Dr. Wispandono, S.E.. S.Si. Iban Sofyan, S.E., M.Si. Mahrinasari M.S., S.E., M.P.M. Asep Unik, S.E., M.Si. M. Syatibi Ch., S.E.

Redaksi Pelaksana Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Tata Usaha dan Kearsipan Distribusi dan Sirkulasi Alamat Redaksi

: : : : : : :

Habibullah Djimat, S.E., M.Si. Rinaldi Bursan, S.E., M.Si. Muslimin, S.E. Aida Sari, S.E., M.Si. Nasir Teguh Gedung A Lantai 2, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro no. 1 Gedungmeneng - Bandarlampung, 35145 Telp. (0721)704622

Jumal Bisnis dan Manajemen merupakan media komunikasi ilmiah, diterbitkan tiga kali setahun oleh Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, berisikan ringkasan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN

DAFTAR ISI
Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty ………………………………………………………….. 159 Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan ……………………………………..………………………….. 173 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. …………………………….…………………………….. 189 Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid …………………………………………………………………….. 205 Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati ………………………………….………………………….. 213 Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra ……………………………….………………………….. 239

The respondents who participate in this study are branch managers and head of department from each of branch office. Those factors are Education and Analysis Tools Supporting.1 Latar Belakang Dalam era perdagangan bebas masalah daya saing merupakan isu kunci dan sekaligus sebagai tantangan yang tidak ringan. Keywords : Total Quality Management. PENDAHULUAN 1. The study was conducted to determine the perception of respondent managers and head of departments as to the critical strategy that should define a particular MMT.DAFTAR ISI Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Oleh : Ernie Hendrawaty1 ABSTRACT This research was aimed to develop TQM concept for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch by determining which elements stated important for developing TQM for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch and this study was willing to know the adoption of those elements at State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch. Mesurement and Benchmarking. Number of respondent companies involved in this study is 21 branch offices. Fakultas Ekonomi. Manajemen Mutu Terpadu 1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai suatu badan usaha yang bergerak hampir di seluruh aspek ekonomi juga tak terkecuali menghadapi tantangan ketatnya persaingan global. Customer Focus. The validation TQM is done by conducting Factor Analysis. Universitas Lampung . The result from the survey is that the original of 72 elements of MMT is remain 45 elements which are grouped into 6 (six) factors. Facility Management. Management Commitment and Quality Leadership. perkembangan teknologi yang cepat dan kondisi dinamis lainnya yang pada akhirnya menuntut BUMN untuk menjadi Badan Usaha berkarakteristik 1 Dosen Jurusan Manajemen.

DAFTAR ISI

perusahaan kelas dunia, sehingga BUMN perlu melakukan reorientasi terhadap struktur dan strategi usahanya untuk mencapai sasaran menjadi Badan Usaha berkarakteristik perusahaan kelas dunia. Untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dalam Master Plan BUMN tersebut harus didukung oleh suatu sistim Manajemen yang handal. Manajemen Badan Usaha harus melakukan perubahan (transformasi) dari paradigma manajemen tradisional menuju paradigma Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Bagi BUMN, MMT telah menjadi suatu program yang harus dilaksanakan karena sesuai dengan amanat Menneg BUMN No. S-910/M-MBU/2003 tanggal 18 Februari 2003. MMT adalah suatu pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk dan pelayanan suatu organisasi. Manfaat bagi badan usaha dengan diterapkannya MMT adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri karyawan, peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan pelanggan. Namun demikian, di sisi lain sesungguhnya masih banyak para pelaku bisnis masih mengahadapi kesulitan dalam memahami kekuatan dan manfaat MMT dalam memenuhi kualitas dan kinerja usaha yang direncanakan. Penyebabnya adalah adalah sebagai suatu bidang ilmu belum ada suatu definisi standar atau tunggal dan menyeluruh tentang program-program MMT. MMT hanya merujuk pada sebuah pendekatan, sebuah sistem, sebuah alat, sebuah teknik dan atau atau filosofi yang ditujukan untuk mencapai target kualitas tertentu (V. Talavera, 2004, 356). 1.2 Rumusan Masalah Dengan demikian maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini adalah : “Elemen-elemen MMT mana sajakah yang dipersepsikan penting dalam Pengembangan Konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung ?” 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung. Konsep MMT bagi

160

DAFTAR ISI

1.4 Kerangka Penelitian 1.4.1. Penelitian Terdahulu Penelitian tentang MMT telah banyak dilakukan untuk menghasilkan suatu konsep untuk merumuskan komponen-komponen yang penting dalam MMT. Sebelumnya terdapat beberapa penelitian terdahulu yang mencoba untuk mengumpulkan dan mensintesa berbagai macam elemen MMT. Diantaranya seperti yang dikutip dari V. Talavera (2004, 357) adalah penelitian Saraph (1989); Powell (1995); Ahire (1996); Flynn (1996) dan Black dan Porter (1996). Masingmasing penelitian menghasilkan suatu konsep MMT yang memiliki elemenelemen yang tidak sama, mengingat penelitian yang dilakukan memiliki perbedaan dalam hal jenis industri, sampling frame dan uji kevalidan maupun kereliabelan. Penelitian V. Talavera (2004) dilakukan terhadap 347 orang manajer yang berasal dari 63 perusahaan responden yang meliputi industri elektronik, pengolahan makanan, otomotive, farmasi, semen dan lain-lain. Hasil analisis pada survey tahap pertama menunjukkan semula terdapat 12 elemen (72 item program MMT) yang dipersepsikan penting dalam system manajemen mutu. Namun sesudah dilakukan uji kevalidan dengan Analisis Faktor ternyata hanya terdapat 7 elemen ( terdiri dari 35 item pernyataan strategi ) yang dipersepsikan penting oleh responden, yaitu (1) Getting feedback in designing QM Strategies (2) Customer Focus (3) Employement of Kaizen and 5S (4) Quality Monitoring and Control (5) QM Technique Orientation (6) Employee Involvement dan (7) Incentive and Recognition System. 1.4.2 Landasan Teori 1.4.2.1 Mengapa Mutu itu Penting Mutu sangat penting. Dimulai pada tahun 1970an, perusahaan manufacture di Jepang dengan bantuan konsultan Amerika, yang bernama W. Edward Demming mulai menggunakan mutu sebagai daya saing perusahaan. Mutu menjadi salah satu faktor selain harga yang menentukan tingkat permintaan konsumen. Perusahaan yang mampu memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggannya akan menjadi perusahaan yang berhasil. Pada dasarnya mutu dapat mempengaruhi perusahaan dalam empat cara, yaitu : (1) Biaya dan Pangsa Pasar (2) Reputasi Perusahaan (3) Pertanggungjawaban produk dan (4) Implikasi internasional. Mutu yang baik dapat mengarah pada peningkatan pangsa pasar, produktivitas dan penghematan biaya. Perbaikan mutu juga berarti penurunan kerusakan produk 161

DAFTAR ISI

dan biaya jasa. Selanjutnya reputasi perusahaan akan ditentukan oleh reputasi mutu yang dihasilkan buruk atau baik. 1.4.2.2 Konsep Manajemen Mutu Terpadu a. Definisi Manajemen Mutu Terpadu Manajemen Mutu Terpadu mengambarkan penekanan mutu yang memacu seluruh organisasi, mulai dari pemasok sampai konsumen. Definisi MMT juga bermacam-macam. Definisi yang berbeda-beda akan menurunkan perbedaan pula dalam unsur atau prinsip pokok dalam MMT. Pengertian mutu yang diadopsi oleh American Society for Quality Control : bahwa Mutu adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tampak jelas maupun yang tersembunyi (Render dan Haizer, 2001 : 92). Meskipun demikian pendapat lain mengatakan bahwa definisi mutu menyangkut berbagai kategori. Beberapa dari definisi tersebut berorientasi pada pengguna dan berorientasi pada produk. Krajewski (1996, 14) menyatakan bahwa pelanggan mendefinisikan mutu dengan berbagai macam cara, yaitu (1) Conformance to Specifications atau kesesuain dengan spesifikasi (2) Value atau nilai/harga (3) Fitness of Use atau modelnya, keawetannya, pelayanannya (4) Support atau dukungan layanan (5) Psychological Impressions atau image, keindahan, kebersihan. Menurut Goetsch dan Davis (1997:3) Mutu adalah keadaan dinamik yang diasosiasikan dengan produk, jasa, orang, proses, lingkungan yang mencapai atau melebihi harapan. Definisi MMT menurut Ishikawa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4), MMT diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas dan kepuasan pelanggan. Santosa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4) menyatakan bahwa MMT adalah: MMT merupakan sistim yang mengangkat mutu sebagai strategi usaha dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan dan melibatkan seluruh anggota organisasi. Menurut Goetsch, dan Davis (1997:3) Manajemen Mutu Terpadu adalah : Suatu pendekatan untuk menjalankan bisnis yang berusaha untuk memaksimalkan persaingan sebuah organisasi melalui perbaikan yang terusmenerus atas mutu produk, jasa, orang, proses, dan lingkungannya. Hingga saat ini belum ada definisi mutu yang diterima secara universal, namun dari beberapa definisi mutu terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam elemenelemen sebagai berikut :

162

Mutu meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan Mutu mencakup produk. kerja kelompok. Diagram Pareto. Pendapat yang lain mengenai MMT dikemukakan oleh Tenner dan Detoro yang dikutip oleh Hamidah (2003. 358-360) juga berhasil merumuskan konsep MMT hasil telaah pustaka yang terdiri dari 12 (dua belas) elemen MMT. 163 . komitmen jangka panjang. 276) yang menyatakan bahwa MMT dapat diuraikan menjadi tiga subsistem yaitu (1) Fokus pada pelanggan (customer focus) (2) Perbaikan proses berkesinambungan (continous process improvement) dan (3). Talavera (2004. yaitu (1) Perbaikan yang terus menerus (2) Pemberdayaan karyawan (3) Perbandingan kinerja (Patok duga/Benchmark) (4) Penyediaan kebutuhan yang tepat waktu (Just In Time) dan (5) Pengetahuan mengenai peralatan MMT. seperti Metode Taguchi. yaitu : (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement).DAFTAR ISI 1. pendekatan ilmiah. Variabel-varibel MMT menurut Goetsch. dan Keterlibatan dan pemberian wewenang kepada karyawan. Render dan Heizer (2001. manusia. Prinsip dan Unsur Pokok dalam Manajemen Mutu Terpadu Prinsip-prinsip dan unsur pokok dalam MMT menurut Krajewski (1996. yaitu customer satisfaction. obsesi terhadap mutu. kebebasan melalui kontrol. focus kepada pelanggan. employee involvement dan continous improvement. Keterlibatan terpadu (total involvement) dimana ketiga sub sistem tersebut saling berkaitan. 2. 98) mengembangkan lima konsep MMT yang efektif. b. kesatuan tujuan. dan Davis (1997:3) adalah : MMT didasarkan pada strategi. 140-141) adalah MMT menekankan tiga prinsip. V. jasa. 3. proses dan lingkungan Mutu merupakan suatu kondisi yang selalu berubah. Diagram Sebab Akibat dan pengendalian Proses secara statistik. peningkatan terus-menerus.

DAFTAR ISI Penelitian ini akan menggunakan prinsip dan unsur pokok atau variablevariabel MMT yang berasal dari konsep yang disusun oleh V.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Data tentang populasi dan sample tersaji pada table berikut ini : 164 . Talavera (2004) karena memiliki cakupan yang luas.5. Asuransi dan Jasa Pembiayaan. 1. yaitu sebanyak 21 buah. yang berkedudukan sebagai kantor cabang utama.5 Metode Penelitian 1. Populasi responden adalah kepala cabang masing-masing badan usaha dan kepala departemen atau setingkat dengannya dari departemen-departemen yang berbeda. Tabel 1 : BUMN Jasa Keuangan Kelompok Bank Badan Usaha BRI BTN BNI Bank Mandiri Jiwasraya Jasaraharja Taspen Jamsostek Askes Jasindo Pegadaian Jumlah KC 2 1 3 5 1 1 1 1 1 1 4 Asuransi Pembiayaan Penelitian ini akan mengumpulkan data dari seluruh populasi obyek penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan menggunakan daftar pertanyaan (questioner) sebagai alat pengumpul data yang pokok. 1.5.2 Populasi dan Sample Populasi obyek penelitian adalah seluruh BUMN Jasa Keuangan yang beroperasi di Bandarlampung yang berasal dari kelompok usaha Perbankan.

Menurut Sekaran (1992: 173) Construct Validity testifies how well the result obtained from the use of measure fits theories around which the test is designed.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian ini adalah elemen-elemen MMT hasil kajian pustaka V.5.5. Sebelum dilakukan pengujian. 165 . Talavera (2004). 1. 1. harus dilakukan uji kereliabelan (reliability) dan uji kevalidan (validity) daftar pertanyaan Penelitian ini menggunakan uji kevalidan internal menggunakan Teknik Alpha. yaitu data persepsi dari responden mengenai tingkat kepentingan (perception of importance) elemen MMT. Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10.DAFTAR ISI Tabel 2 : Populasi Obyek Penelitian dan Responden Tahap Pengujian MMT Pengujian dengan menggunakan ‘perception of importance’ sebagai dasar Target Ukuran Populasi 21 Badan Usaha 102 responden Teknik Sensus Realisasi 21 Badan Usaha 100 responden Pendapat responden dibutuhkan untuk melakukan validasi konsep MMT.4 Instrumen Penelitian Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan. Pada penelitian ini uji kevalidan yang digunakan adalah Construct Validity. Variabel tersebut adalah: (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) (12) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement).

Dalam hal ini digunakan metode Principal Component Melakukan rotasi factor untuk memperjelas apakah factor yang terbentuk sudah secara signifikan berbeda dengan factor lain. Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10. HASIL DAN PEMBAHASAN 2.2 Analisis Faktor Dalam penelitian ini. 2. yang tersisa atau tereduksi hanya 45 variabel dengan rata-rata loading 0. Uji construct validity dengan Analisis Faktor.52%. Analisis Data 1.9552. Faktor yang sebenarnya terbentuk adalah factor-faktor yang merupakan komponen MMT yang dipersepsikan sebagai factor yang penting oleh BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung.5.5. Memilih variable yang layak dimasukkan dalam analisis faktor. 166 . 2. 2. Tabel 3 menunjukkan distribusi variable MMT pada ke-6 faktor.733. Nilai ini memberi makna bahwa tingkat kepercayaan dan konsistensi pertanyaan maupun pernyataan bernilai tinggi yaitu sebesar 95. Output Analisis Faktor dengan menggunakan SPSS adalah ternyata dari 72 variabel awal.1 Pengujian Reliabilitas Alat Ukur Hasil Uji Reliabilitas menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas instrument daftar pertanyaan sebesar 0. Melakukan ekstrasi variable menjadi satu atau beberapa factor. 4. Untuk itu digunakan alat analisis Measure of Sampling Adequacy (MSA) atau Barlett’s test.DAFTAR ISI 1. Tahap-tahap pada analisis faktor : 1. ANALISIS FAKTOR Analisis factor akan meringkas beberapa variable MMT menjadi beberapa faktor saja yang paling penting dalam mendukung keberhasilan MMT. Melakukan uji Anova untuk melihat apakah factor yang terbentuk berbeda nyata dengan factor lain. 3. Analisis factor berupaya mengelompokkan sejumlah variable. 5. variabel yang diproses dengan analisis factor sebanyak 72 variabel dengan jumlah populasi sebanyak 100 responden.

output dan customer Melakukan pengawasan kualitas dengan menggunakan survey kepuasan pelanggan metode statistik atau teknik lain untuk memonitor kualitas produk / jasa yang dihasilkan Menggunakan siklus PDCA (PlanDo-Check-Action) untuk melakukan perbaikan dan pengendalian proses secara berkesinambungan Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk mengurangi siklus waktu operasi perusahaan Item Loading 1 12.766 167 . brainstorming.851 PTM 1 0. run chart dll) dan piranti data verbal (flow chart. diagram Pareto. proses/transformasi.864 SDM DIK 3 DIK 5 DIK 6 IKC 1 Nama Variabel Manajemen memberikan balas jasa (imbalan) kepada karyawan untuk usaha-usaha perbaikan kualitas Semua karyawan dilatih tentang Team Building / Group Dynamics Mengintegrasikan materi pelatihan pada proses pekerjaan sehari-hari Melakukan pelatihan karyawan secara berkala (rutin) Investasi dalam peralatan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas dalam operasi /proses Menggunakan piranti data numerik (check sheet.686 IKC 3 0.732 0. diagram sebab akibat) guna mendiagnosis masalah kualitas dan masalah kelemahan proses Pengendalian kinerja proses dilakukan pada setiap tahap .705 0.DAFTAR ISI Tabel 3 Distribusi variable MMT Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance 17.717 PTM 2 0. mulai dari tahap input.736 IKC 5 0.862 0.719 0.692 0.605 IKC 4 0.

703 0.779 IKD 5 PKS 2 2 10. bersih dan teratur/rapi Adanya sistim manajemen pencatatan/arsip yang efektif Karyawan memiliki disiplin dan inisiatif untuk mematuhi peraturan dengan tertib Pemeliharaan fasilitas dilakukan secara berkala dan dilakukan monitoring serta evaluasi terhadapnya Penyediaan peralatan kantor.849 0.798 PTM 4 0. finansial dan pendidikan bagi program manajemen kualitas perusahaan Memfasilitasi program pengembangan produk untuk dapat segera merespon kebutuhan pasar Kejelasan dan keformalan dalam menuliskan sasaran kualitas Manajemen memiliki rencana kualitas untuk pemasok Kualitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemasok Bekerjasama dengan tidak terlalu banyak pemasok namun dapat diandalkan Memasukkan umpan balik dari pemasok untuk memperbaiki produk.796 168 .286 MKP 1 MKP 2 MKP 3 0.868 0. dokumen. office supplies hanya yang benar-benar dibutuhkan saja Item Loading PTM 3 0.286 14.742 0. pelayanan dan perancangan proses Menerapkan program evaluasi terhadap pemasok Manajemen bekerjasama dengan pemasok untuk meningkatkan kualitas Fasilitas yang nyaman.848 0.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk memikirkan berbagai cara untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan Manajemen puncak menyediakan bantuan teknis.859 0.834 0.756 0.926 0.936 0.902 MKP 4 MKP 5 MKP 6 RAP 1 RAP 2 RAP 3 RAP 4 0.93 RAP 5 0.

762 9.708 169 .762 FKP 5 0.708 IKD 4 0.703 0.118 IKC 6 0. pelayanan dan perancangan proses Mengumpulkan umpan balik dari para ahli dalam perancangan produk/jasa Pengkajian (review) sasaran dan tujuan departemen-departemen untuk menyelaraskan dengan rencana organisasi secara keseluruhan Melakukan tindakan pencegahan dan pemeliharaan secara berkala terhadap peralatan/perangkat sistim operasional perusahaan Item Loading RAP 6 0. departemen-departemen untuk keperluan identifikasi dan memudahkan mencari lokasi/letaknya.851 0.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Pemberian tanda/papan penunjuk/label terhadap assetasset.876 SDM 5 DIK 1 DIK 2 MKI 4 MKI 5 PTM 6 0. Manajemen Puncak terlibat secara penuh dalam implementasi dan tindak lanjut program Manajemen Mutu Pemberian penghargaan kepada karyawan yang mencapai sasaran kualitas Semua karyawan dilatih tentang konsep Manajemen Mutu Terpadu Semua karyawan dilatih tentang Quality Control Menyediakan data kualitas yang terbaru dan lengkap dan dilaporkan pada semua departemen Seluruh karyawan dapat mengakses data kualitas Manajemen melakukan audit sistim manajemen kualitas secara periodic baik audit internal maupun eksternal Terdapat suatu proses efektif untuk memproses informasi tentang ekspektasinasabah Mempertimbangkan keinginan pelanggan dan umpan balik pemasok untuk memperbaiki produk.714 0.3 10.621 PKS 5 0.816 4 6.864 0.905 3 7.788 0.139 KMP 1 0.405 6.626 5 4.392 IKD 2 0.

mengadopsi dan mengimplementasikan praktek terbaik strategi manajemen kualitas dari perusahaan mitra patok duga yang menjadi teladan patok duga Memastikan bahwa kegiatan patok duga yang dilakukan menghasilkan perbaikan kualitas yang signifikan Sepanjang waktu target patok duga dan metode-metode patok duga dievaluasi kembali Item Loading MKI 2 0.683 PDG 5 0.737 PDG 4 0.626 6 3.621 PDG 3 0. mengontrol dan menyimpan data kualitas kegiatan operasi untuk menyediakan informasi yang relevan yang dibutuhkan untuk mengukur kualitas dari output yang dihasilkan Menerapkan sertifikat ISO 9000 untuk memenuhi standar kualitas internasional Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang sama dan dari pesaing utama untuk mengembangkan sasaran kualitasdan untuk memperbaiki operasi perusahaan Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang berbeda untuk mengembangkan sasaran kualitas dan untuk memperbaiki operasi perusahaan Menganalisis. 2.691 Nama ke-6 faktor tersebut adalah : 1.765 PDG 2 0.634 PDG 6 0.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Adanya sistim database untuk mengumpulkan.781 5. Faktor 2 terdiri dari 12 item yang dinamakan Manajemen Fasilitas 170 .251 PDG 1 0. Faktor 1 terdiri dari 14 item yang dinamakan Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis.

Operations Management : Strategy and Analysis. 275-290. Lee J. maka disimpulkan bahwa konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung adalah : (1) Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis (2) Faktor Manajemen Fasilitas (3) Faktor Komitemen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas (4) Faktor Fokus pada Pelanggan (5) Faktor Pengukuran dan (6) Faktor Patok Duga 3. DAFTAR PUSTAKA Goetssch.1 Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan. maka bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung yang akan mengadopsi konsep MMT sebaiknya memprioritaskan keenam factor dari hasil analisis factor tersebut dalam program MMTnya. Edisi ke dua. Faktor 3 terdiri dari 8 item yang dinamakan Komitmen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas. Evi Silvana. Usahawan No. Manajemen Mutu Total. Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen. and Larry P. David L and Davis. Pengaruh Manajemen Mutu Terpadu terhadap Perilaku Produktif Karyawan Industri Tekstil Berskala Besar di Kota Bandung. Addison-Wesley P:ublishing Company. Jakarta Krajewski. 1996. 6. Penerbit PT Prenhalindo. 4. 3-8. SIMPULAN DAN SARAN 3. 2003. Maret 2001. Th XXX.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan. Inc. Faktor 4 terdiri dari 3 item yang dinamakan Fokus Pelanggan Faktor 5 terdiri dari 3 item yang dinamakan Pengukuran Faktor 6 terdiri dari 5 item yang dinamakan Patok Duga 3.DAFTAR ISI 3. 2001. 5. 03. Ritzman. 2002. Repositioning dan Perubahan Peran Fungsi Departemen Sumber Daya Manusia Sebagai Upaya Mencapai Keunggulan Kompetitif. Muchsinati. Hamidah. Stanley B. 171 . September 2003.

Inc. Penerbit Andi Offset Yogyakarta. Jakarta Sekaran. Adig. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Supranto.2000. Edisi Pertama. Salemba Empat. Second Edition.2004. Development and Validation of TQM Construct. V. Umar.DAFTAR ISI Nasution. Arah Privatisasi BUMN. Usahawan No. Suwandi.Jakarta.N. The Philippine Experience. Bogor Selatan Render. Manajemen Mutu Terpadu.M. No. Master Plan BUMN 2002-2006. Ma Gloria. Jakarta. Total Quality Management. Uma. 3-6 Tjiptono.Gadjah Mada International Journal of Business Volume 6. Analisis Multivariat. Gramedia Pustaka Utama. Research Methods For Business: A Skill Building Approach.2004. 172 . Prinsip-prinsip Manajemen Operasi. 2001. J . __________BUMN On Line. Barry dan Jay Haizer. Penerbit Ghalia Indonesia. John Wiley & Sons. 5 Th XXX Mei 2001. 3 September 2004: 355-380. Fandy dan Anastasia Diana. Husen.2000. 2001. 1992. Penerbit Rineka Cipta. Talavera. 2004.

Fakultas Ekonomi. The types of data are : (1) the secondary time series data which analyzed by financial models and (2) the primery data of owner from the small business which analyzed by description approach. (2) the creating of business innovation. I.800 orang tahun 1997 menjadi 10. researcher is prepairing strategic standar and business commitment for the small business to enter global business.2000) 2 Dosen Jurusan Manajemen. Key words: Working Capital management.143.308. PENDAHULUAN Usaha kecil di Indonesia di era reformasi ini mempunyai peranan yang sangat berarti dalam menunjang perekonomian. secara kuantitatif dapat dibuktikan dari pemerataan usaha dan peluasan lapangan kerja. secara persentase rata-rata kenaikan nilai ekspor usaha kecil meningkat dengan 30.DAFTAR ISI Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Oleh : Iban Sofyan2 ABTRACT The reseach aims to analyze : (1) the influencing factors of working capital from small business and determining alternative solution.600 orang tahun 1999. Based on the result of this reseach.113.justru usaha kecil semakin bergairah untuk berkembang. Universitas Lampung.755. Lebih jauh lagi jika dilihat dari sumbangannya pada ekspor nonmigas yaitu dari 102 juta dollar Amerika tahun 1998 terus naik menjadi 136.000 unit usaha tahun 1997 menjadi 2. sementara jumlah tenaga kerja yang diserap juga meningkat dari 5. Banyak usaha besar pada saat ini mengalami keterpurukan sebagai akibat resesi ekonomi berkepanjangan. (3) making commitment about business efficiency and competitiveness.5 persen per tahun ( Puji Wahono.8 juta dollar Amerika pada akhir tahun 2001. (2) alternative strategic management from small business. .500 unit usaha pada tahun 1999.yang berkembang dari 1. The result shows that the small business in Bandar lampung need to improve their working capital trough : (1) the increasing level of effectivities from their business.

Kenyataan di lapangan dapat kita lihat pada saat ini banyak usaha kecil kita kewalahan dalam menghadapi serbuan produk-produk dari luar negari yang sampai saat ini sudah meramba ke berbagai pelosok Indonesia. Bukti-bukti telah mununjukkan pada kita betapa kewalahannya usaha otomatif kita menghadapi serbuan produk –produk otomotif China.yaitu kualitas sumberdaya manusia yang masih rendah.1999).permodalan.sehingga semua kebijakan selalu tidak menyentu pengembangan usaha kecil.DAFTAR ISI Peranan usaha kecil yang penting ini. seyogyanyalah mendapat perhatian kita semua. dimana kita tidak dapat lagi membantasi barang masuk dengan pembatasan tarif masuk antar negara-negara ASEAN.dan kelemahan dalam mengakses permodalan.maupun pembinaan manajemen baru sebatas pernyataan atau retorika politik.dewasa ini.termasuk dalam manajemen modal kerja( Suryadi Soedirdja. Apalagi jika penerapan pasar bebas AFTA ini benar.benar sudah direalisasikan.dan mungkin juga akan dialami oleh perusahaan besar yang tidak efisien. Janji-janji untuk memberi kemudahan baik dalam perizinan. terutama yang berhabungan dengan modal khususnya modal kerja.Taiwan. tetapi pada kenyataan sekjarang banyak hambatan dan pembinaan yang kurang serius baik dari pemerintah maupun pihak-pihak lain yang terkait termasuk perguruan tinggi. masih banyak lagi produk-produk dari Negara jiran seperti Thailand. dan Singapura yang sudah lama beroperasi di Negara kita.1998). Penghambat lain yang juga dapat dikatakan secara structural usaha kecil umumnya di Indonesia menghadapi kendala-kndala bersifat internal. Korea. Usaha kecil menurut Levi dan Sarnat (1989) justru membutuhkan tambahan modal kerja relatif lebih besar dari kebutuhan usaha menengah 174 . Situasi ini akan menjadi siutasi sulit bagi usaha-usaha kita khususnya usaha kecil jika dikaitkan dengan kelemahan usaha kecil kita yang telah diuangkapkan sebelumnya. Hasil pengamatan ada beberapa hal yang menghambat pembinaan usaha kecil di Indonesia ( Indra Ismawan. (2) masih lemahnya komitmen dalam pembinaan usaha kecil. baik yang disuarakan oleh pemerintah maupun oleh pengusaha besar selaku mitra usaha. kelemahan dalam struktur permodalan.walaupun sekarang rancangan undang-undang (RUU) itu mungkin sudah disahkan menjadi undang-undang namun realisasinya dan sosialisasi sampai saat ini belum jelas adanya . Kenyataan ini akan menambah beban berat bagi usaha kecil. Kondisi usaha kecil Indonesia yang demikian ini. jika kurang mendapat binaan yang serius di masa mendatang. sehingga dapat dikatakan bahwa usaha kecil itu ada dan berkembang sepenuhnya atas usaha mereka sendiri. Malaysia.khususnya dalam menghadapi pasar bebas versi AFTA ataupun versi Dunia nantinya akan berdampak serius bagi perkembangan usaha kecil di Indonesia umumnya dan secara khusus pada usaha kecil di Bandar Lampung. kerena didorong oleh kebutuhan hidup. yaitu : (1) Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur usaha kecil.

dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Dan diperkirakan jumlah ini akan naik lagi selama era reformasi ini. Jumlah usaha kecil juga meningkat dari 12. 175 .kelemahan dalam manajemen.067 unit usaha kecil telah meningkat menjadi 18. apakah itu versi AFTA atau secara global.1993). sulitnya mendapatkan modal termasuk modal kerja. Kunci keberhasilan usaha kecil menurut Steiner.DAFTAR ISI maupun usaha besar. Kelemahan ini tentunya berdampak luas pada daya saing dan kemantapan berusaha. ini jelas apabilah usaha kecil itu lemah dalam modal kerja akan berdampak serius pada keunggulan bersaing baik secara lokal apalagi dalam mengahadapi persaingan di pasar bebas.ini terlihat dari sumbangan industri kecilnya mampu memberi 21. A.488 unit usaha kecil sampai tahun tahaun 1998( BPS).terutama jika berhubungan degan pihak ketiga ( bank maupun mitra usaha lainnya yang sifatnya sangat selektif ). Kondisi ini setelah ditelusuri lebih jauh merupakan suatu sistem dalam kegiatan manajemen.0 persen ekspor komoditi non migas yang dihasilkan oleh Lampung (BPS. Kesulitan yang terbesar pada usaha kecil dalam modal kerja terletak pada usaha pemisahan antara kebutuhan modal kerja dengan kebutuhan hidup pengusaha dan keluarga sehari-hari. Kedala yang dihadapi dalam pengembangkan usaha kecil di Lampung khususnya usaha kecil di Bandar Lampung hampir sama dengan masalah yang dihadapi oleh usaha kecil secara nasional.2001). Perumusan Masalah Masalah yang dapat ditarik dari uraian sebelumnya adalah: (1) Apakah pengelolaan modal kerja usaha kecil yang telah dioperasikan oleh usaha kecil di Bandar Lampung telah dilakukan secara efektif atau secara optimal. apalagi dihubungkan dengan inovatif. Hal ini terjadi kerena usaha kecil umumnya tidak mampu mengakses modal. ini berarti bahwa manajemen usaha kecil itu merupakan suatu sistem. sementara perusahaan besar dan menengah justru mengalamai stagnan karena masih dipengaruhi oleh dampak resesi ekonomi yang sampai saat ini belum dikatakan membaik. Peranan usaha kecil di Lampung khususnya di Bandar Lampung tidak terlalu berbeda dengan peranan usaha kecil secara nasional.sehinga salah satu dari sistem ini terganggu akan berdampak serius pada sistem secara keseluruhan ( Collins and Devana. yaitu kesenjangan antara usaha menengah dan usaha besar semakin melebar. Usaha kecil di Bandar Lampung umumnya lemah dalam permodalan.Goerge(1985) justru terletak pada usaha inovatifnya.

(3) Strategi apa sebaiknya digunakan oleh usaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ancaman persaingan degan produk-produk luar sekarang dan di era pasar bebas. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi usaha kecil di Bandar Lampung terutama yang berhubungan dengan manajemen modal kerjanya. (2) Memberikan solusi manajemen dalam mengatasi masalah manajemen modal kerja setelah menganalisis modal kerja. KERANGKA PENDEKATAN Kerangka pendekatan yang digunakan dalam pemecahan maslah ini dapat dilihat dari bagan alur berikut : 176 . memperhitungan kebutuhan modal kerja. B. (4) Merumuskan teknik Pembinaan yang tepat dan fleksibel untuk usaha ecil di Bandar Lampung.DAFTAR ISI (2) Teknik manajemen apa yang tepat yang harus diterapkan oleh pengusaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ketatnya persaingan di era basar bebas. II. peluang dan ancaman yang bakal dihadapi di masa yang akan datang.kelemahan. (3) Merumuskan strategi bersaing yang sesuai dengan kekuatan . dan teknik mengakses modal khususnya modal kerja.

Kenichi Ohmae(1996). yaitu : (a) tahap penelitian. menghitung. Bagan Alur Pemecahan Masalah Penelitian Gambar 1.menggunakan metode penelitian yang sesuai sehingga didapatkan data yang valid dari respondenyang telah dipilih. dan menumbuhkan inovatif digunakan konsep dari Glueck(1998).(b) tahap pengolahan data dengan tabulasi.Levi and Sarnad ( 1983). (c ) tahap menganalisis hasil yang telah dipisahkan secara jelas. beberapa konsep dari David.yaitu berdasarkan konsep manajemen keuangan khususnya manajemen modal kerja dan konsep manajemen stratetegi bersaing. Konsep yang digunakan untuk mencari teknik bersaing.perhitungan Dan analisis. (d) tahap penyusunan pedoman pembinaan mananjemen berdasarkan’manajemen modal kerja dan manajemen strategi bersaing. memisah-misah hasil sesuai dengan tujuan untuk analisis. ini menujukkan bahwa penyelesaian masalah penelitian akan dilakukan melalui empat tahap.R (1998). Pendekatan yang digunakan untuk penyelesaian masalah modal kerja digunakan pendekatan Keown. et al (2000).Konsep Collins and Devanna (1995). 177 . dan banyak sistesa yang dibuat oleh peneliti dan pengalaman mengajar manajemen strategi. (b) Pengolahan data : Tabulasi. Solusi berdasarkan Manajemen modal Kerja (c) Solusi berdasarkan manajemen strategi bersaing Penyusun Pedoman Manajemen usaha kecil Terutama yang berhubungan Manajemen modal kerja dan Teknik inovatif untuk mening.DAFTAR ISI (a) Peneliti melakukan survey Usaha kecil yang telah ditentukan Mendapatkan data manajemen Modal kerja. Memisah-misah hasil sesuai Dengan tujuan penelitian yang sudah di Tetapkan.katkan daya saing Gambar 1. Weston and Copland (1987). Vanhorn(2000). Fred.

Strategi inovasi adalah pilihan yang tepat untuk usaha kecil untuk tetap bertahan hidup dan bersaing di era pasar bebas. B.DAFTAR ISI III. yaitu sebagai berikut: Tabel 1. yang diambil usaha kecil yang yang potensial yang ada di Kota Madya Bandar lampung. Hiptesis (1) (2) Pengololaan modal kerja usaha kecil di Bandar Lampung belum optimal. Usaha kecil yang diambil satu unit berdasarkan jenisjenis usaha. Penelitian ini telah dilakukan di Kotamadya Bandar Lampung. Responden No 1. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jenis Usaha Kerajinan Keripik Tanaman hias Tukang Jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Usaha bengkel Motor Usaha Bengkel mobil Usaha Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk Ikan Total Jumlah(unit) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 C. 178 . 2 3 4 5 6. pada bulan Mei 2006. METODE PENELITIAN A. Metode Penarikan Sampel Metode penarik sampel adalah menggunakan metode Purposive random Sampling. Lokasi Penelitian.

Hasil Perhitungan Hasil perhitungan dimulai dari perputran modal kerja.Fred (1998). Modal kerja optmal bila Working Capitan (WC)≤ 0. Pengolahan Data Data yang sudah terkumpul diolah secara tabulasi. H1 ≠ Nilai modal kerja yang optmal (2) Untuk membuktikan hipotesis keduadigunakan pendekatan manajemen strategi.dari data yang ada dikaji berdasarkan TOWS Matrix dari David.DAFTAR ISI D.kebutuhan modal kerja. Rumus hipotesisnya : Ho = Nilai modal yang terpakai. dan dianalisis berdasarkan konsep manajemen modal kerja yaitu menghitung perputaran modal kerja. IV. yaitu dengan cara membagikan volume penjualan yang dicapai dengan jumlah hari perputaran seruhan modal kerja yang digunakan dalam usaha kecil. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Alat analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diangkat adalah menggunakan : (1) Untuk membuktikan bahwa modal kerja usaha kecil belum optimal digunakan pendekatan manajemen keuangan konsep dari Weston and Copland (1998). dihitung.dapat dilihat dari Tabel 2 berikut : 179 . dibandingkan dengan realiasi modal kerja dan realisasi volume penjualan.menghitung kebutuhan modal kerja optimal sesuai dengan perkembangan jumlah permintaan.sedangkan untuk memilih dan menerapkan konsep manajemen strategi. Alat analisis. Rumus hipotesisnya: Ho = usaha kecil tidak inovatif H1 ≠ Usaha kecil inovatif E.

299.130.805.68 443.DAFTAR ISI Tabel 2.833.360.67 20.96 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Keterangan +11.112.76 390.750.034.67 60.90 77.11 466.126.45 236.28 82.000.58 80.540.66 309.67 60.42 223.74 109.444.112.97 +25.67 46.56 321.301.398.190.666.877.811.67 36.78 154.90 77.44 Jumlah hari Perputaran modal kerja (satu tahun) 68.79 +49.43 591.711.69 73.50 12. Hasil Perhitungan Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Usaha Kecil No Jenis Usaha (1 unit) Modal KerjaYang dioperasikan /hr (Rp) 12.95 16.875.23 +17.35 37.00 56.875.937.14 70.291.87 338.805.38 12.190.21 +96.034.126.665.33 68.48 -118.67 223.29 109.288.342.43 591.502.288.53 Jumlah Kebutuhan Modal kerja seharusnya/hr (Rp) 24.26 208.69 73.666.16.548.540.21.89 142.96 180 .52 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Sumber : Data diolah (2006) Tabel 3.826.01 +86.405.888.715.35 37.38 12.444.45 104.666.64 590.67 366.523.916.55 -9.11 113.194.946.77 328.87 +269.611.72 195.26 480.811.26 480.471.28 31. 56 23.44 113.301.29 109.95 283.288.611.95 16.229.78 599.96 36. Perbandingan Modal Kerja Yang Diopersikan Dengan Kebutuhan Modal Kerja Seharusnya Berdasarkan Volume Penjualan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 12.664.320.89 Volume Penjuan yang dicapai/hr (Rp) 45.118.434.50 12.33 123.893.33 123.500.76 557.360.06 +141.80 158.448.67 744.666.89 142.89 60.953.291.937.67 223.00 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 24.28 31.363.502.666.05 +91.916.715.44 45.11 26.11 26.130.953.95 283.43 169. 56 23.415.44 291.398.66 309.488.78 599.28 189.448.56 321.67 388.826.586.

33 68.14 70.ini dibuktikan oleh adanya kelebihan ( bertanda +) dalam penggunaan modal kerja.29 50.900.00 229.711.415.666.183.DAFTAR ISI No 12 13 14 15 Jenis Usaha Kecil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 21.444.44 113.67 744.33 11.91 Sumber : Data Diolah (2006) B.38 56.548.000.666. Pembahasan 1.34 20.67 366.28 82.666.45 104.666.194.44 45.44 291.900.77 61.89 60.00 25.299.66 34.44 +10.40 73.00 34.235. Ketentuan 181 .349. Tingkat Pencapaian Margin Usaha Kesil Di Bandar Lampung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NamaJenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Pencapaian Volume Penjualan harian(Rp) 45.14 42.58 80.210.72 195.30 58.761. Hasil ini menunjukkan bahwa hampir rata-rata perusahaan kecil atau 87% usaha kecil di Bandar Lampung umum belum optimal dalam penggunaan modal kerjanya.66 +214.288.233.500.902.77 328.877.308.78 31. dan hanya 13% (bertanda .67 388.920.78 154.750.888.34 310.76 Persentase Kontribusi margin 28.44 +113.33 63.126.23 54.48 107.00 56.679.00 226.) yang efektif dalam penggunaan modal kerjanya.33 21.88 38.11 113.49 44.50 13.89 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 36.666.99 43.52 Keterangan +15.833.67 46.63 Sumber : Data Diolah (2006) Tabel 4.33 193.771.93 54.946.488.11.020. Kajian Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Hasil dari riset terhadap lima belas jenis usaha kecil yang beroperasi di Bandar Lampung setelah diuji berdasarkan kebutuhan modal yang seharusnya berdasarkan rumusan yang membagi total penjualan dengan lamanya hari rata perputaran setiap item modal kerja maka didapatlah hasil lengkap seperti yang diperlihatkan oleh Tabel 1.444.421.014.67 20.54 20.70 21.44 Biaya Variabel Harian(Rp) 32.16.471.066.405.24 44.

Sumber-sumber dana yang ada umumnya adalah bersifat individu dengan ratarata tingkat suku bunga yang tinggi. KUK dari koperasi atau instansi pemerintah umumnya masih jarang.disisi lain kurang efektif dalam penagihan piutang. Akibatnya banyak usaha kecil berjalan seadanya dan orientasi usaha hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. dan Tabel 3. dan ancaman dari manajemen usaha kecil itu dituangkan dalam matrik TOWS sebagai berikut: Matrik TOWS Usaha Kecil Di Bandar Lampung 182 . Kalaupun ada pada umumnya mereka tidak begitu tertarik menggunakan sumberdana ini karena dipandang terlalu sulit dan sangat birokrasi. peluang.DAFTAR ISI penggunaan modal kerja yang optimal menurut Weston dan Copland (1998). sehingga banyak usaha kecil memiliki tingkat perputuran persediaan yang rendah .kelemahan. ditambah dengan fakta lingkungan yang ada pada usaha kecil sekarang dan prediksi di masa yang akan datang. adalah tercapai jika WC ≤ 0 . 2. diantaranya banyak perusahaan harus menalang atau menggunakan persekot uang muka dalam pengadaan pesediaan untuk menjaga stabilitas produksi. Kemampuan menggunakan sumberdana dari bantuan bank. Kondisi seperti ini tentukannya akan mempersulit usaha kecil untuk dapat eksis di era pasar bebas pada tingkat AFTA apalagi pada tingkat dunia.sehingga perputaran piutang rendah.dan persyatan ini tidak dapat dipenuhi oleh banyak perusahaan kecil. Guna menyusun strategi pengembangan usaha kecil sekarang dan yang akan datang digunakan pendekatan David. Berdasarkan kajian ini kekuatan. Tabel 2. Kelemahan ini juga umumnya disebabkan adanya keterbatasan modal kerja secara umum. karena kesulitan dalam mengakses modal kerja. dapat dijadikan dasar dalam kajian lingkungan usaha kecil.Fred (1998) yang dikenal dengan TWOS Marix Analysis. Kelemahan ini umumnya karena lemahnya manajemen modal kerja sebagai akibat dari banyaknya keterbatasan sumberdaya dari usaha kecil itu sendiri. Kajian Berdasarkan Manajemen Strategi Hasil perhitungan dimulai dari Tabel 1.

5. jika biaya operasional rutin ini dapat diefisienkan maka usaha tersebut akan tetap eksis dan berkembang secara mandiri apalagi jika menggunkan dana binaan pemerintah atau yang disalurkan melalui Bank atau non Bank. Kontrak BB W. 1.O Memperbaiki manajemen modal kerja 2.jangka menengah. kelemahan.. peluang. 3. 183 . Persaingan Teknologi Perubahan trand/mode 1.selain itu melalui matriks TOWS ini dapat dirancang strategi apa yang layak diterapkan dalam jangka pendek . 2. dan jangka panjang terutama dikaitkan dengan persaingan secara bebas di era AFTA maupun era Global. Kontribusi margin (ratarata ±41% ) pada bahan baku Keuletan berusaha Volume Penjualan Modal kerja Naik terus S-O Melakukan inovasi Pengembangan usaha Peningkatan mutu S. KSF O= Peluang 1. (3) Selain itu kekuatan lain adalah hampir semua produk yang ditawarkan oleh usaha kecil dapat diterima pasar local karena itu sampai saat ini masalah penjualan tetap baik.T Menambah wawasan SDM tentang Persaingan dan pening katan modal kerja Hasil kajian lingkungan berdasarkan TOWS ini secara umum menggambarkan peta kekuatan. 3. dan ancaman dari keberadaan usaha kecil di masa yang akan datang . 3. 1. W=Kelemahan Ketergantung Tinggi Manajemen Akses modal W. 6.DAFTAR ISI Gambar 1. Kekuatan dari saha kecil di Bandar Lampung berdasarkan kajian hasil survei ada tiga pilar yaitu (1) setiap usaha kecil umumnya memiliki kontribusi margin yang tinggi yaitu berkisar rata-rata antara 41%. 2. 2. Masalahnya terletak pada kemampuan mengatur biaya operasional usaha. Pelatihan SDM 3.T Penguatan Penguasaan pasar Antipasi Perubahan tek nologi 1. 3. Prospek pasar lokal Prospek pasar luar Binaan Pemerintah T= Ancaman 4. Matriks TOWS. ini menunjukkan bahwa usaha kecil ini secara bisnis masih cukup potensial kalau dikelola dengan benar. 2. 2. Usaha Kecil di Bandar Lampung S= Kekuatan KSF Internal 1. (2) Rata-rata pengusaha kecil ini memiliki keuletan dalam berusaha karena terdorong oleh motivasi untuk mempertahan hidup secara mandiri.

dimulai dari perbaikan kemasan. Peluang usaha kecil di Bandar Lampung diantaranya (1) masih terbukanya peluang untuk menggarap pasar local maupun non local. (3) selain itu ancaman datang dari peningkatan mutu dan pe layanan sebagai akibat adanya perkembangan teknologi produksi yang baru. memgatur persediaan. Kajian –kajian TOWS inilah yang dijadikan dasar untuk menyusun langkah atau strategi usaha kecil ke depan agar dapat bertahan dan bekembang terutama di era pasar bebas. (2) Kelemahan ini hampir dilakukan oleh setiap usaha kecil sebagai akibat masih rendahnya SDM yang ada. (2) Tingginya dukukung pemerintah melalaui binaan manajemen ataupun bantuan modal yang dapat dimanfaat untuk mengembangkan usaha kecil. cara mengatur persediaan. termasuk sulitnya memisahkan kebutuhan rumah tangga dengan kebutuhan usaha. (2) Melakukan peningkatan dengan suplier lokal sehingga terjalin harmonisasi hubungan dan kontinyuitas pemasokan dapat terjamin sesuai dengan kebutuhan.sehingga mereka banyak yang bertjaga-jaga secara berkelebihan pada pengaadaan bahan baku dan pelengkap. apakah itu di era pasar bebas AFTA atau pada era Global.tetapi lebih banyak didorong oleh adanya rasa takut kehabisan bahan baku. yaitu keterampilan berbisnis secara profesional . cara mengatur seluruh kebutuhan operasional termasuk melakukan efisiensi usaha. dengan cara meningkatkan pengetahuan mengenai modal kerja.maupun bentuk pelayanan purna servis. sehingga mereka belum sadar dan sungguh-sungguh mengatur penagihan piutang.peningkatan daya kerja produk. Ancaman usaha kecil kedepan antara lain (1) datang dari semakin ketatnya persaingan baik secara lokal maupun global .DAFTAR ISI Kelemahan usaha kecil di Bandar Lampung umumnya (1) masih rendahnya pengetahuan mengena modal kerja. (2 ) ancaman datang di era pasar bebas adalah semakin cepatnya trend/perubahan mode yang berpengaruh pada perubahan salera konsumen. Tindakan jangka menengah adalah : (1) Meningkatkan mutu dan perbaikan sistem pelayanan kepada setiap konsumen baik secara lokal maupun untuk meningkatkan pelayanan di luar Bandar Lampung. (2) Menerapkan sistem pemasaran yang moderen dengan memperbaiki pelayanan. (3) Masalah pengadaan bahan baku belum diatur berdasarkan perkiraan kebutuhan produksi.dll. 184 . Tindakan strategi yang harus diambail dalam jangka pendek adalah : (1) Memperbaiki modal kerja. cara mengatur piutang. (3) Melatih SDM agar mampu menguasai ketearampilan bisnis moderen dan mampu menyerap binaan atau bantuan modal kerja dari pemerintah yang disalurkan melalui Bank atau dana KUK.

2. dan UKM ataupun instansi pemerintah atau swasta yang terkait. Strategi itu adalah : 185 . V. maupun masyakat yang peduli seperti masyarakat kampus untuk melakukan binaan manajemen modal kerja dan teknik mengakses modal serta peningkatan wawasan SDM usaha kecil mengenai keterampilan bisnis moderen. Koperasi. sehingga mampu membaca kebutuhan pasar dengan cepat. Menurut ketentuan manajemen kerja yang diungkapkan oleh Weston dan Copland yang menyatakan bahwa modal kerja yang optimum adalah jika working of capital (WC) ≤0. dengan alasan sebagai berikut : (a) Hasil perhitungan kebutuhan modal kerja berdasarkan besaran pencapaian volume penjualan umumnya menunjukkan hampir ( 87% ) usaha kecil itu menggunakan modal kerjanya secara berkelebihan ( WC>0). Saran a) Dianjurkan kepada semua pihak yang terkait dimulai dari Departemen atau dinas Perindustrian. sehingga dapat mengkuti perkembangan pasar dan perubahan salera konsumen secara tepat dan cepat b) Hasil penelitian ini harus disosialisasikan sehingga setiap usaha kecil mengetahui strategi apa yang harus mereka terapkan. Hal dapat dikembangkan berkat kesadaran mengenai pemahaman salera konsumen dan ketersediaan teknologi. KESIMPULAN DAN SARAN 5. (b) Efek dari buruknya manajemen modal kerja ini juga berpengaruh pada kemampuan bersaing dari usaha kecil sehingga jika ini diteruskan tanpa dicari solusi tidak tertutup kemungkinannya akan berpengaruh pada keberadaan dan daya saing usaha kecil itu di masa yang akan datang terutama pada era AFTA ataupun era Global.( 2) strategi inovasi menjadi andalan utama.1 Kesimpulan Hasil perhitungan dan kajian yang telah dilakukankan meunjukkan bahwa secara umum hipotesis yang diungkapkan pada penelitian ini dapat dibuktikan.DAFTAR ISI Tidakan strategi jangka panjang adalah (1) berusaha untuk mengganti teknologi yang ada dengan teknologi yang baru sesuai dengan kemajuan zaman . hal ini dap. agar tetap bertahan dan berkembang di masa yang akan datang .

2.Bandar Kenoichi Ohmae.1997. sehingga kedua item ini dapat efektif dimanfaatkan sebagai bagian dari modal kerja yang dapat memperbaiki kinerja modal kerja.1996.England: Wildwood House. Intoduction to Management Science.9th-ed Basic Financial Management. Keown.New York: Harvard University Review .Virginia 186 ..2000. 3. Indra Ismawan.Martin.David. yang secara tidak lansung berpengaruhi terhadap efektivitas item persediaan.ed Bill Scott. The Portable MBA. (c) Usaha kecil perlu mengikuti pelatihan SDM khususnya untuk menambah wawasan bisnis moderen.Inc.(b)Usaha kecil perlu meningkatkan hubungan baik dengan supliernya sehingga terjamin kontinyuitas produksi. The Skill of Communicating. Strategi jangka panjang yang perlu diambil adalah : (a) berusaha mengganti teknologi dengan teknologi yang moderen sesuai dengan kemajuan zaman .New York : John Wiley & Sons. daya kerja produk maupun pelayanan purna servis. Strategi jangkah menengah yang perlu diambil oleh usaha kecil adalah : (a) meningkatkan mutu dan sistem pelayanan kepada konsumen lokal maupun di luar Bandar Lampung. :Prentioce-Hall.Inc.2001. Daftar Pustaka Bernard W.p 153. (b) mengembangkan inovasi produk. Iban Sofyan.DAFTAR ISI 1. perbaikan kemasan.1999. Strategi jangka pendek : (a) Memperbaiki modal kerja. (b) menerapkan sistem pemasaran moderen dengan memperbaiki pelayanan.Jakarta.and Petty.Taylor III. dengan memperhatikan lebih intensif pada item persediaan dan piutang. Konsep dan Aplikasi Lampung: Penerbit Lamda Sains. 8th.67. Manajemen Keuangan.2000. sebagai keunggulan bersaing di era AFTA maupun era global. Menghapus Kesenjangan: Makalah Seminar Pembinaan Usaha Kecil. Collin and Devana. Managing in a borderless World. Virginia: Pearson Education-Prentice Hall. September 21.

1983. Capital Investment and Financial Decisions.1998.2000. .Inc.Jakarta. New York : Collier Macmilan Publishers. Kunci Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar-Kerja sama antar Lembaga. Richard E.1989. Copetitive Advantage.2000. Fundamentals of Financial Management.di Ketiga. Great Britain: Kogan Page Limited. Steiner. George. 187 .2000.Weston and Copland.2001. Feinberg-Valeriana Kallap. Suryadi Soedirdja. Dunia Vanhorn. Faktor Penghambat Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar Antar Instasi.1998.Philip. Starting A Successful Small Business. Jakata.PerbankanKomersil. 19 Juni.23 April. New Yersey : Printice Hall.Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.DAFTAR ISI Levi and Sarnat.Singapore: Prentice Hall International. Punji Wahono.

14) customers loyalty because of no brand swiching. Pendahuluan Merek produk berkembang menjadi sumber aset terbesar dan merupakan faktor penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan. 9)Satisfied with office location.50.DAFTAR ISI (Studi Pada Produk Tabungan. Manfaat fungsional adalah manfaat langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi yang diciptakan oleh suatu produk. 11) Satisfied with easily transaction. 8)Satisfied with fisical facilities. Nilai bagi konsumen adalah perolehan Manfaat Fungsional. 3)Aware the brand because of On Line Mareketng. Brand Asociation. Brand Awareness. Key Words: Brand Equity. Unila . 6) Asociate the brand with the product atributes. 4) Asociate the brand with the product function. On-Line Technology. Fakultas Ekonomi. Hermawan Kertajaya (On Brand. hal. and Services offered by human Resources.3 ABSTRACT The objective of this research is to explore what the brand equity factors especially study in the biggest three general is banking in Lampung Province. Brand Perceived Quality. dan Emosional. 5) Asociate the brand with the facilities and services. 12)Satisfied with additonal benefit. Sedangkan 3 Dosen Jurusan Manajemen. Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Oleh : Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek Mahrinasari MS. The research result shows that the determining factors of the equity brand value are 14 factors. determined by 67 indicators. These 14 factors are taken from the KMO’s and MSA’s values of The Factor Analysis more than 0. and Brand Loyalty. 13)CustomerLoyalty because of customers Liking and commits. 10) Satisfied with keeping in promise. as follows: 1) Top Of Mind of the saving account brand. 7) be Satisfied with supporting facilities. 2) Aware the brand because of Advertising. 2004. 11) mengungkapkan bahwa merek merupakan indikator nilai (Value) suatu produk.

c. hal. Asosiasi Merek (Brand Association). yaitu : a. Ekuitas Merek menurut Darmadi Durianto. Sitinjak Tony. nama. Loyalitas Merek (Brand Loyalty). Agar aset dan liabilitas mendasari ekuitas merek. Aset-aset Merek Lainnya (Other Proprietary Brand Assets). 4). selebritis dan lainlain. Perbankan nasional di Indonesia saat ini memperlihatkan persaingan yang ketat dalam merebut konsumen dan mengembangkan pangsa pasar. Sugiarto. ekuitas merek memiliki beberapa elemen. Persaingan di antara merek yang beroperasi di pasar semakin meningkat. beberapa atau semua aset dan liabilitas yang menjadi dasar ekuitas merek akan berubah pula. adalah Seperangkat aset dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek.4). geografis. Darmadi. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Sitinjak Tony (2001. sehingga menciptakan kepuasan pelanggan. Aaker (1998) yang dikutip oleh Darmadi Durianto. gaya hidup. menunjukkan kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Sitinjak Tony (2001. atribut produk. harga pesaing. 2001. Menurut David A. b. hal. mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan.DAFTAR ISI manfaat emosional adalah manfaat yang diperoleh berupa stimulasi terhadap emosi dan perasaannya. hal. dan hanya produk yang memiliki ekuitas merek yang kuat akan tetap mampu bersaing. yang mampu menambah atau mengurangi nilai sebuah produk atau jasa baik pada perusahaan maupun pada pelanggan. khususnya pada 190 . Sugiarto. mencerminkan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk. 3). Kesadaran Merek (Brand Awareness). maka aset dan liabilitas merek harus berhubungan dengan nama atau sebuah simbol sehingga jika dilakukan perubahan terhadap nama dan simbol merek. d. merebut dan menguasai pasar (Durianto. Sugiarto. simbol. e. mencerminkan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas/keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan. manfaat. Elemen ekuitas merek yang kelima ini secara langsung dipengaruhi oleh kualitas dari empat elemen utama tersebut.

PT BCA memiliki pangsa pasar tabungan tertinggi dibandingkan dengan PT BNI. No. BNI. 44) menunjukkan bahwa BCA memiliki peringkat pertama sebagai “The Best Corporate Brand”. 191 . kemudian menyusul PT Bank Mandiri. September 2005). Juli – Agustus 2005. dan peringkat berikutnya diikuti oleh BRI. Posisi dana demikian berdampak terhadap perolehan pangsa pasar bank atas produk simpanannya. 14). hal. dan PT Bank Mandiri (Sumber: Mark Plus dan Biro Riset Info Bank. XXVII. dan bahkan nilai pengendapan dana cukup lama dibandingkan dengan giro dan deposito. 36. dengan produk tabungan Tahapan BCA.083 Juta menawarkan program tayangan “Layar BNI dan Undian Berhadiah menarik” dengan produk tabungan “Taplus BNI” (Info Bank. dengan produk tabungan Mandiri Fiesta. dan pemberian hadiah.783. dan hal. XXI. begitupun pada Bank BCA dengan aset Rp148. SKEM. Faktor – faktor apakah yang menentukan nilai ekuitas merek ?. SWA. iklan di media cetak. Desember 2005.297 Juta menawarkan beberapa ratus hadiah mobil mewah dan intensitas iklan melalui program tayangan di Indosiar TV “Gebyar BCA” . 14) Hasil survey MARS tahun 2005 (Siti Sumaryati dalam artikel Sajian Utama.842 Juta menawarkan program iklan “Berburu Hadiah. Volume XXVII.675. yaitu Bank mandiri dengan aset Rp256. dan PT BNI (persero) Tbk di Provinsi Lampung (Sumber: Bank Indonesia Bandarlampung. dalam InfoBank. Di Propinsi Lampung eksistensi ke tiga perbankan tersebut menunjukkan suatu bank yang besar baik dari jumlah aset. dimana pangsa pasar produk tabungan selama tiga tahun terakhir tertinggi dimiliki oleh PT BCA. maupun perolehan dana pihak III. Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tawaran promosi yang begitu agresif dan menarik dalam bentuk iklan di media elektronik. hal. Vol.550. dan tawaran hadiah beberapa mobil mewah BMW dan Mercy.DAFTAR ISI produk tabungan. Secara Nasional. hal. Sebagai contoh. 15. Tabungan merupakan sumber dana pihak III yang masih menjadi primadona sebab biaya dana yang dikeluarkan berada pada nilai tengah dan relatif stabil. terdapat 3 bank Indonesia yang memiliki aset terbesar posisi september 2005. dan Lippo. Mandiri. Vol. serta Bank Negara Indonesia dengan aset Rp147.

Suatu merek pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut. differentiate products or services. For the owner it helps to stimulate buying.Aaker. symbol or design or a combination of two or more of these. used to identify a product or service of a seller. associated with the Brand of the product or service and its owne. it helps to assure him of Quality. hal. For the consumer. dan melindungi konsumen maupun produsen dari para pesaing yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik. cap. salah satunya adalah menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada konsumen. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk: 1. thus differentiating the product or service from others.9) Merek menurut bahasa kamus dalam menyebutkan: Encyclopedia Americana. 1989. Brand is a word.(David A. atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual tertentu. aid promotional efforts. kelebihan-kelebihan produk. 1997 hal. and offer him the security. and maintain a corporate image. dengan demikian membedakannya dari barangbarang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor. term. khususnya pada perusahaan perbankan. kualitas produk. Tinjauan Teori Merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo. Sebagai bahan informasi bagi manajemen bank dalam mengeksekusi atau merencanakan program pemasaran produk Tabungan pada masa depan. Pengembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen pemasaran perusahaan. 438. A Brand name has value to both the owner of the name and the consumer. Merek memegang peranan sangat penting. Sebagai bahan informasi bagi pengambil keputusan yang terkait dengan produk perbankan pada umumnya. Defenisi tersebut di atas juga menunjukkan bahwa begitu pentingnya arti dan keberadaan sebuah merek. 2. maintain prices. Dengan demikian dapat diketahui adanya ikatan emosional yang tercipta antara 192 . and sometime the prestige.DAFTAR ISI Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: • • Untuk mengetahui fator-faktor yang menentukan ekuitas merek.

Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa Coca Cola Company yang memiliki Stock Market Value (SMV) yang besar ternyata 97 % dari SMV tersebut merupakan nilai merek. Merek memudahkan proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Contoh yang paling fenomenal adalah Coca Cola yang berhasil menjadi “Global Brand”. Ekuitas Merek merupakan aset yang dapat memberikan nilai tersendiri dimata pelanggannya. Ekuitas merek menurut Aaker. konsumen dapat dengan mudah membedakan produk yang akan dibelinya dengan produk lain sehubungan dengan kualitas. nama dan simbol yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan. Merek mampu membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil. Merek mampu menembus setiap pagar budaya dan pasar. Bisa dilihat bahwa suatu merek yang kuat mampu diterima diseluruh dunia dan budaya. 6. Pesaing bisa saja menawarkan produk yang mirip. 2. kepuasan. Merek menjadi sangat penting saat ini. Merek berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan. 3. (1997: 22) adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek. Jika Asosiasi Merek yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat. karena beberapa faktor seperti: 1. diterima dimana saja dan kapan saja di seluruh dunia. Semakin kuat suatu merek. makin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak Asosiasi Merek yang terbentuk dalam merek tersebut. 5. Aset yang dikandungnya dapat membantu pelanggan dalam 193 . tapi mereka tidak mungkin menawarkan janji emosional yang sama. David A. Emosi konsumen terkadang turun naik. potensi ini akan meningkatkan Citra Merek.DAFTAR ISI konsumen dengan perusahaan penghasil produk melalui merek. Merek mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen. 4. Merek yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen. Dengan adanya merek. kebanggaan ataupun atribut lain yang melekat pada merek tersebut.

Ekuitas Merek yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama. Loyalitas merek yang telah diperkuat merupakan hal penting dalam merespon inovasi yang dilakukan para pesaing. 3.DAFTAR ISI menafsirkan. Bahkan jika Kesadaran merek. 2001 hal. ketiganya tetap dapat mengurangi keinginan atau rangsangan konsumen untuk mencoba merek-merek lain. 5. Ekuitas Merek dapat mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam pengambilkan keputusan pembelian atas dasar pengalaman masa lalu dalam penggunaan atau kedekatan asosiasi dengan berbagai karakteristik merek. dan menyimpan informasi yang terkait dengan produk dan merek tersebut. 4. Ekuitas Merek yang kuat dapat digunakan sebagai dasar untuk pertumbuhan dan perluasan merek kepada produk lainnya atau menciptakan bidang bisnis baru yang terkait yang biayanya akan jauh lebih mahal untuk dimasuki tanpa merek yang memiliki Ekuitas Merek tersebut.Tony Sitinjak. 6.Sugiarto . 7) disamping memberi nilai bagi konsumen. Menurut Durianto Darmadi . 194 . 2. Salah satu cara memperkuat Ekuitas Merek adalah dengan melakukan promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya besar. Asosiasi Merek juga sangat penting sebagai dasar penciptaan Kesan Merek yang kuat dan strategi perluasan produk. dan loyalitas merek dapat mempengaruhi alasan pembelian konsumen. Empat dimensi Ekuitas Merek: Kesadaran merek. Kualitas yang dipersepsikan atas merek. dan Asosiasi-asosiasi merek tidak begitu penting diperhatikan dalam proses pemilihan merek. Ekuitas Merek yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas merek. Ekuitas Merek juga memberikan nilai bagi perusahaan dalam bentuk : 1. Kualitas yang dipersepsikan atas merek. dan mengurangi ketergantungan pada promosi sehingga dapat diperoleh laba yang lebih tinggi. memproses. Loyalitas merek adalah salah satu elemen Ekuitas Merek yang dipengaruhi oleh elemen ekuitas merek lainnya. Asosiasi-asosiasi merek. Ekuitas Merek yang kuat memungkinkan perusahaan memperoleh imbuhan nilai yang lebih tinggi dengan menerapkan harga premium. Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merek dikenal.

DAFTAR ISI

7.

Ekuitas Merek yang kuat dapat meningkatkan nilai penjualan karena mampu menciptakan loyalitas saluran distribusi. Produk dengan Ekuitas Merek yang kuat akan dicari oleh pedagang karena mereka yakin bahwa produk dengan merek tersebut akan memberikan keuntungan bagi mereka. Dengan Ekuitas Merek yang kuat, saluran distribusi dapat berkembang sehingga semakin banyak tempat penjualan yang pada akhirnya akan memperbesar nilai/volume penjualan produk tersebut, dan mempertinggi perolehan pangsa pasar. Aset-aset Ekutias Merek lainnya dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan dengan memanfaatkan celah-celah yang tidak dimiliki pesaing. Biasanya, bila empat faktor penentu utama dari Ekuitas Merek yaitu Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek sudah sangat kuat, secara otomatis aset Ekuitas Merek lainnya juga akan kuat.

8.

Dengan demikian, perusahaan yang ingin tetap bertahan dan melangkah lebih maju untuk memenangkan persaingan, sangat perlu mengetahui kondisi Ekuitas Merek produknya melalui penelitian faktor-faktor penentu elemen Ekuitas Merek (Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek). Metode Penelitian Objek penelitian pada produk Tabungan Bank Umum PT. Bank Mandiri Tbk, PT BCA Tbk, dan PT BNI Tbk (Persero) di Provinsi Lampung. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dengan pengambilan data melalui survey lapangan pada bulan September 2005 hingga bulan Desember 2005. Jumlah sampel terpilih menggunakan pendapat Slovin (Husein Umar, 1997, hal. 59-60) dengan mengasumsikan populasi berdistibusi normal dan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 10%. Populasi nasabah tabungan pada ketiga bank masing-masing sebanyak di atas 50.000, sehingga besarnya jumlah sampel diperoleh minimal sebesar 100. Dengan demikian jumlah sampel keseluruhan adalah 300 responden. Responden terpilih disurvey pada kantor cabang utama, dan kantor cabang pembantu dengan lokasi kantor di kota/kota kabupaten terpadat atau terbanyak respondennya melebihi 5000 nasabah, sehingga jumlah sampel pada masing-masing kantor cabang dan cabang pembantu dipilih secara proporsional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non -probability sampling, khususnya dengan jugjemen sampling atau sampling pertimbangan (Moh. Nasir, 1999, hal.332). Pendekatan 195

DAFTAR ISI

ini dilakukan karena karakteristik populasi nasabah bank responden tidak dapat diketahui dengan pasti dan nasabah diperkirakan homogen. Oleh karena itu, penulis menentukan pertimbangan yang menjadi responden adalah nasabah aktif yang berarti nasabah melakukan transaksi menabung minimal satu kali dalam satu bulan pada bank responden dan pernah menjadi dan atau sedang menjadi nasabah pada produk tabungan bank lainnya. Hasil Dan Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil pengujian validitas dengan metode analisis Korelasi Pearson yang dapat dilihat pada Tabel 1. berdasarkan aplikasi komputer Software SPSS Versi 11.5, dan mengunakan 30 sampel responden pada peubah Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kepentingan, Kepuasan, dan Loyalitas menunjukkan nilai tingkat signifikansi P lebih kecil (<) dari 0.05. Dengan demikian, alat ukur yang digunakan dalam pengukuran Ekuitas Merek dapat diyakini kevalidannya/keakuratannya. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan metode statistik “Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,9468 atau 95%. Nilai Cronbach’s Alpha ini masuk dalam kategori tingkat kereliabelan sangat tinggi. Dengan demikian, skala pengukuran dikatakan reliabel atau tepat untuk digunakan pada penelitian selanjutnya. Tabel 1. No Hasil Pengujian Validitas Pengukuran Ekuitas Merek Peubah Ekuitas Merek Nilai Korelasi Pearson 0,553 0,406 0,464 0,648 0,646 Hasil Signifikansi= < 0,05, Berarti Valid 0.002 0,026 0,010 0,000 0,000

1 Loyalitas pada Merek 2 Kesadaran pada merek 3 Asosiasi atas Merek 4 Kepentingan pada Merek 5 Kepuasan atas Merek Sumber: Data diolah, 2005 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek

Analisis faktor penentu ekuitas merek menggunakan model analisis faktor. Hasil Model analisis faktor I dilakukan tampa terjadi reduksi indikator menunjukkan bahwa angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin,) – MSA (Mesure of Sampling Adequacy) sebesar 0,874. Angka ini berarti bahwa pengukuran atas 196

DAFTAR ISI

peubah ekuitas merek dapat diproses dan digunakan dalam model selanjutnya. Nilai Bartlett’s Test yang dilihat pada angka Kai Kuadrat (Chi-Square) sebesar 10890,365 dengan signifikansi sebesar 0,000, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Namun, besaran MSA pada peubah Loyalitas, khususnya pada indikator Pembeli Kebiasaan sebagai bagian dari peubah ekuitas merek menunjukkan nilai di bawah 0,50. Hal ini berarti perhitungan analisis faktor I perlu diulang dengan cara menghilangkan peubah indikator “kebiasaan”. Model analisis faktor II setelah menghilangkan peubah kebiasaan menunjukkan bahwa nilai KMO- MSA (Kaiser-Meyer-Olkin, Measure of Sampling Adequacy) sebagai pengukuran ketepatan model dapat digunakan sebesar 0,876. Nilai Bartlett’sTest of Sphericity yang dilihat pada angka Kai Kuadrat sebesar 10823,739 dengan signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari nilai signifikansi kepercayaan 0,05, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Nilai MSA pada Model faktor II menunjukkan bahwa masing-masing peubah ekuitas merek memiliki nilai lebih tinggi dari 0,50. Kemudian nilai faktor komponen matrik korelasi terdiri 15 faktor. Penentuan masing-masing indikator yang masuk dalam suatu faktor komponen matrik korelasi yaitu dilihat dari nilai korelasi matrik terbesar pada masing-masing komponen. Namun, nilai komponen matrik korelasi pada faktor 13 yang terdiri dari indikator KPS 6 ( Lokasi Strategis dekat dengan tempat tinggal) serta faktor 12 yang terdiri dari indikator BA 13 (Asosiasi Penggunaan layanan Auto Debet) dan BA 14 (komunikasi Pemasaran On-Line)_memiliki 2 nilai faktor komponen matrik korelasi yang berdekatan hampir sama, maka peneliti mencoba menggabungkan faktor 13 nilai indikator KPS 6 ke dalam faktor 3 serta faktor 12 nilai indikator BA 13 ke dalam faktor 4, dan nilai indikator BA14 pada faktor komponen 12 ke dalam faktor komponen 14. Sehingga jumlah faktor penentu nilai ekuitas merek secara keseluruhan menjadi 14 faktor. 14 faktor ini adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind); 2) Pengenalan Merek karena Promosi Media Iklan Dalam dan Luar Ruangan; 3) Pengenalan Merek Karena Komunikasi Pemasaran On-Line; 4) Asosiasi yang dibentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah, suku bunga tinggi, dan aman; 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan aman dan nyaman; 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional, Layanan Simpati, dan Tanggung Jawab serta Integritas; 7) Kepuasan atas produk tabungan karena tawaran fasilitas teknologi on-line dan layanan oleh SDM tepat, cepat, dan aman; 8) Kepuasan atas tawaran fasilitas fisik yang melekat pada ruang kantor (Gedung mewah, ruang tunggu, dan halaman parkir luas); 9) Kepuasan Atas Lokasi Strategis, 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai fungsi inti produk berupa: suku bunga 197

serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek. parkir gratis.303 0. Nilai ini menunjukkan hubungan yang cukup erat. Berupa: Asosiasi Terbentuk karena Pemanfaatan Fasilitas dan Akses Layanan. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi. Iklan TV Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. desain kartu ATM menarik. berikut ini. dan hadiah undian serta hadiah langsung menarik.465 0. Aman 1. Pemasaran On-Line 1. kesukaan. Berupa. Akses layanan cepat.476 0. Berupa: 1. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan.DAFTAR ISI tinggi. Tampa Batasan Jumlah 5.676 0. 12) Kepuasan atas manfaat tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik. Iklan Radio Pengenalan Merek 3. Rekomendasi Teman 3 4 5 Pengenalan Merek karena Asosiasi Terbentuk Karena Fungsi Produk.766 0.765 0.728 0.536). Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai korelasi matrik antara indikator dan faktor menunjukkan rerata korelasi di atas 50% (0. Rekapitulasi Hasil Faktor Komponen Matrik Korelasi Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi I Nama Faktor Pengingatan Puncak Atas Merek Indikator Pikiran Puncak (Top of Mind) 1.742 0.689 2 198 . Tabel 1. Pameran 7. yang berarti jika ada tawaran yang menarik dari bank lain.418 0. 6. Akses Jaringan Kantor Luas danj Akses ATM banyak 2. Biaya Administrasi Rendah 2.504 0. aman dan nyaman 2. dan komitmen nasabah terhadap merek produk tabungan pada ke tiga bank responden. nasabah akan cenderung berpindah walaupun nasabah harus mengeluarkan biaya perpindahan atas merek. Suku Bunga Tinggi 3.789 0. Tabulasi hasil faktor komponen matrik korelasi terdiri dari 14 faktor dapat dilihat pada Tabel 1. Bebas Pulsa 3. Majalah dan Luar 5. Tayangan “Bill Board” Ruangan. Fasilitas Transaksi penarikan Dana .769 0.600 0. Fasilitas Antrian Nyaman 4.605 0.648 0. Kapan Saja. Akses layanan Phone Banking 24 Jam. biaya administrasi rendah. Surat Kabar Karena Promosi Iklan Media Dalam 4. Dimana Saja.522 0.

Berupa: 199 . Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0.633 0.780 0.412 0.683 0.343 0.573 0. Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah 1. Profesional 7 Kepuasan Atas Fasilitas Pelengkap. FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung 9. Layanan Simpati Atribut Produk Berkesan: 3. Telephone. Teknologi dan Layanan SDM.817 0. Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah 7. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat 11. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah 8.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6.465 0.757 0.717 0. Ruang tunggu Bertransaksi Bersih 4. dan Air 8. kemampuan Karyawan dalam menjelaskan produk dan layanan denagn baik dan tepat 6. Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik. Tanggung jawab dan Integritas 1.547 0.481 0.692 0.533 0. Berupa: 8. Dilengkapi dengan Buku Transaksi 4.832 0. Ruang Tunggu Bertransakasi Luas 3.754 0. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana 10. Profesionalisme karyawan dalam pelayanan 5. Gedung Mewah 2. Ruang Tunggu Bertransaksi Nyaman 1. Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah 13. Layanan transaksi oleh karyawan cepat 7.573 0.607 0. Pelayanan prima oleh Karyawan 14. Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang Melekat pada Ruang kantor.678 0.446 0. Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah 12. Ruang Tunggu Bertransaksi Sejuk 5.832 0.607 0. Ruang antrian nyaman 2.325 0.780 6 Asosiasi Terbentuk Karena 2.629 0. Teknologi Informasi On-Line 3.

799 0. Dengan: 4.50.749 9 Kepuasan Atas Lokasi Strategis Kepuasan atas Kepastian dan Ketepatan Janji Sesuai Fungsi Inti Produk 1. Fasilitas Call Center 10 11 Kepuasan atas Kemudahan Bertransaksi. Halaman Parkir Luas Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. Berupa: Loyalitas Nasabah Terbentuk Karena: Loyalitas Nasabah Terbentuk . Biaya administrasi rendah 3. Suku bunga tinggi dan menarik 2. Komitmen 1. Desain Kartu ATM menarik 1.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6. Memanfaatkan Jaringan ATM Bank Lain 5. Memanfaatkan fasilitas Auto Debit 1.634 0.768 0.5. tersebut memberikan makna bahwa nilai korelasi faktor matrik yang besar diperoleh dari nilai di atas 0. Karena: 13 14 Sumber: Data Diolah dengan Metode Analisis Faktor . Simpulan a.497 0.789 0.784 0.780 0. Dekat dengan tempat tinggal/Usaha 2. Tampilan fisik karyawan cantik/ ganteng. Tidak Adanya Perpindahan Merek 12 Kepuasan atas Manfaat Tambahan.832 0. 200 Analisis faktor membuktikan ada 14 Faktor dari 67 Indikator Peubah . Sehingga penentu ekuitas merek yang kuat dari masing-masing indikator adalah nilai yang menghasilkan korelasi faktor di atas 0. Kesukaan 3. Fasilitas SMS Banking 3.775 0.Aplikasi SPSS Versi 11. Memanfaatkan Fasilitas Ruang Antrian Kantor 6. Januari 2006 Tabel 1. Memanfattkan fasilitas ATM sendiri yang banyak 7. Hadiah undian tabungan 4. Mudah Dijangkau dengan Alat Transportasi 1.396 0.387 0. Kepuasan 2. Hadiah langsung menarik 1.691 menarik 0.50. dan menarik 3. Fasilitas Internet Banking 2.494 0.481 0.403 0.604 0. Halaman parkir gratis 2.748 0.526 0.437 0.663 0.

FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung. dan Tanggung Jawab serta Integritas. serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek. 2) Pengenalan Merek karena Promosi Iklan Media Dalam dan Luar Ruangan berupa: Iklan TV. dan Nyaman. 7) Kepuasan atas Fasilitas Pendukung. b. 201 . aman dan nyaman. Layanan Simpati. Strategis. SMS banking. 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional. yaitu nilai penentu kecukupan sampling sebagai penentu faktor model yang tepat untuk digunakan sebesar di atas 0. Fasilitas Transaksi penarikan Dana. dan komitmen nasabah.. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana. Majalah dan Bill Board . Kapan Saja. serta Halaman Parkir Luas). Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik. dan Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah. 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai dengan fungsi inti produk berupa: Suku bunga tinggi dan menarik. Teknologi on-line dan Layanan oleh SDM berupa: Profesionalisme karyawan. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah. 9) Kepuasan Atas Lokasi .50 adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind). dan Tampa Batasan Jumlah. Pelayanan prima oleh Karyawan. Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah. Measure of Sampling Adequacy). dan suku bunga tinggi. Akses layanan cepat. Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah. Surat Kabar. dan Air. 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan berupa: Akses Jaringan Kantor Luas dan Akses ATM banyak. Akses layanan Phone Banking 24 Jam dan Bebas Pulsa. Fasilitas Antrian Nyaman. 12) Kepuasan atas Manfaat Tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik. Telephone. Dimana Saja. dan pemanfaatan Auto Debit. Biaya administrasi rendah Hadiah undian tabungan menarik Hadiah langsung menarik. dan Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja. Sejuk. 4) Asosiasi Terbentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah. 14 Faktor penentu Ekuitas Merek yang kuat dilihat dari hasil nilai korelasi faktor matrik rotasi indikator di atas 0. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi: internet banking. Layanan transaksi oleh karyawan cepat. Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah. 3) Pengenalan Merek Karena Pemasaran On-Line. Radio. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan.5. kesukaan.DAFTAR ISI penentu ekuitas merek dengan memiliki nilai KMO-MSA (Kayser-MeyerOlkin. Call Center. 8) Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang melekat pada Ruang Kantor (Ruang tunggu Bertransaksi Bersih.

Jakarta. Peningkatan kepuasan nasabah dengan memberikan beban biaya administrasi rendah. c. Kottler Phillip. Spektrum Mitra UtamaPrentice Hall. 2000. The Millenium Edition. 6th. 2000. dan agresif. Husein Umar. 1997. A. 2004. Cravens. 202 . Hermawan Kertajaya On Branding. d. Penguatan kesan pada merek dengan penciptaan asosiasi seperti merek memiliki makna profesional. Strategi Menaklukkan Pasar. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Darmadi. Ed. DW. Aspek kesadaran ditingkatkan melalui pengenalan dan penyadaran merek untuk menciptakan Pikiran Puncak atas Merek produk (Top of Mind) melalui program promosi intensif. Manajemen Ekuitas Merek: Memanfaatkan Nilai dari Suatu Merek. David. 2000. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2001. dan biaya administrasi rendah. Hermawan Kartajaya. Marketing Management. Bandung Indonesia. dan layanan prima. Sugiarto. Strategic Marketing. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Toni. Menciptakan biaya peralihan tinggi sehingga menyulitkan nasabah untuk berpaling ke bank lain Menciptakan program relationship marketing terpadu.DAFTAR ISI Saran Ekuitas merek dapat ditingkatkan dengan memperbaiki beberapa aspek yaitu: a. Sitinjak. Jakarta. Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. b. e. layanan cepat dan aman. Riset Strategi Pemasaran. Mizan Media Utama. DAFTAR PUSTAKA Aaker. Kasmir. layanan simpati. akses layanan 24 jam. Manajemen Perbankan. Chicago Durianto. Irwin. 2000. Alih Bahasa Ananda Aris. Prentice Hall International.

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Interaksara. Jakarta. dikutif dalam “Jurnal Ilmiah – Entrepreneurship”.. Untuk Menaikkan pangsa pasar. 14. Juli 2003. Inc. No. ISSN 1693-1696. Penerbit Galia Indonesia. 1999. 2001. 2003. The Free Press A. Valerie. Jakarta. Penerbit Pustaka Pelajar. Jakarta. International Edition. Bitner. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Teknik Sampling. Zeithaml. Metode Penelitian. oleh Sugiri. L. Manajemen Perbankan. Pahlawan Jauhari.. Service Marketing. Jakarta Indonesia. Berry. 2001. Indonesian Best Brand 2003. Branding in Asia (Membangun Merek di Asia). PT. Hari. alih Bahasa. Moh. A. 2001-2005. A. dkk. Nasir. 1999. Nicolino. Jakarta.B. 3. Paul.DAFTAR ISI Lukman Dendawijaya. 2004. 1990. Sugiarto. Delivering Quality Service: Balancing Customer Perception and Expectations. Penerbit: Prenada Media. Brand Management. Ghalia Indonesia. Jakarta -------------------. Encyclopedia Americana. Valerie. No. Reliabilitas dan Validitas. Journal Mandiri. Syaifudin Anwar. Division of Macmillan. Jakarta. Jakarta. A. cetakan kesebelas. McGraw Hill. Printed and Manufactured in the USA Buletin Mandiri. Analsis Elemen Ekuitas Merek pada PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Penerbit Rineka Cipta. Himawan. Jakarta Temporal. A. Yogyakarta. _______________. 1997. Agustus 2003. 2003. Mary Jo. Majalah SWA. “Power Branding”. Gramedia Pustaka Utama. dan Wijarnako. Edisi Volume XIX. Alih bahasa Suminto. Patricia F. Rineka Cipta. 1996. Parasuraman and Leonard. Suharsimi Arikunto. Volume 1. Zeithaml. Susanto. 203 .. edisi revisi. 2004. Penerbit: Quantum Bisnis dan Manajemen (PT Mizan Publika). 1997.. 1989.

15. No. -------------------. 21 Juli – 3 Agustus 2005. Nasabah Mulai Gelisah. Edisi Volume XX. Jakarta. Edisi Volume XXVI. September 2005. No.DAFTAR ISI -------------------. Juli – Agustus 2004. -------------------. Indonesian Best Brand 2004. Majalah SWA. 19. -------------------. -------------------. Edisi Volume XXI. Edisi Volume XX. Juli 2003. No. Jakarta. 19. Majalah SWA. -------------------. No. Majalah Info Bank. No. Jakarta. Rating 134 Bank. Edisi Volume XXI. Majalah SWA. Majalah SWA. 15. 303. No. 204 . Juni 2004. Majalah SWA. Peringkat Merek Memuaskan. Edisi Volume XXVII. Indonesian Best Brand 2005. Jakarta. Jakarta. 321. Desember 2005. Peringkat Merek Memuaskan 2005.

2004.617.94. and exporters is more effective (0. it proves that exporters are more efficient than collecting traders and farmers (exporters 0. at distribution channel II 0.50% dari Kabupaten Lampung Selatan. 0. Dan Kopi Biji menduduki tempat yang penting dalam devisa dimana luas dan hasil produksi kopi biji di Propinsi Lampung sekitar 41. dan 0. village traders 0.21% dari Kabupaten Tanggamus. Keywords : Coffee. to use distribution from farmers district traders exporters. and at distribution channel III 0. regency traders.88 ton dengan nilai seharga US$ 250.99.98. Therefore.300. 4.97. yaitu dari Kabupaten Lampung Barat. satu4 Dosen Jurusan Manajemen. And the value of distribution from farmers.93.333.453. in marketing of coffee commodity. 14.05% dari Kota Bandar Lampung. and it is better for exporters to help coffee commodity farmers to increase margin. While in efficiency and margin. district traders 0. it is necessary to activate association to be involved in blocking marketing of coffee commodity in general and especially helping coffee farmers in carrying out their farming.DAFTAR ISI Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Oleh : Mustafid4 ABSTRACT The research analysis result shows that the distribution channel I form farmers.73% dari Kabupaten Way Kanan. 0. and exporters is 0.14%. and exporters is 0. Based on the conclusion. Fakultas Ekonomi. Exporters. regency traders 0. The value of distribution from farmers.99 . Bank Indonesia Cabang Bandar Lampung.83). district traders.345.69% dari Kabupaten Lampung Timur. Farming PENDAHULUAN Ekspor dari sektor pertanian dan kehutanan Propinsi Lampung memberikan devisa negara sebanyak 271.79% dari Kabupaten Lampung Tengah. 9. 0. village traders. village traders.33% dari Kabupaten Tulang Bawang.95. and farmers 0. it is suggested. district traders. 29.12% dari Kabupaten Lampung Utara. Unila . The average efficiency level at distribution channel I is 0.375) than that from others.

bahwa besarnya sampel produk hasil pertanian dapat di ambil antara 10% sampai dengan 20% dari populasi petani produsen komoditas kopi biji sebanyak 410 orang di sentra produksi komoditas kopi biji di Lampung yang terdiri dari 21 dari Kabupaten Lampung Barat. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. 2 dari Kabupaten Tanggamus. 2004). 1. Sedangkan Eksportir sebanyak 2 responden. khususnya dengan tata niaganya. 10 dari Kabupaten Way Kanan. antara lain menganalisis tentang efektivitas dan efisiensi tata niaga pemasaran komoditas kopi biji di Propinsi Lampung. Pedagang kabupaten sebanyak 7 pedagang. 3 dari Kabupaten Lampung Barat. Jumlah sampel yang diambil dari petani produsen sebanyak 47 rensponden. 9 dari Kabupaten Lampung Barat. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. 2. Kabupaten Tanggamus. Pedagang kecamatan sebanyak 20 pedagang. dan Kabupaten Way Kanan. yaitu: 2.DAFTAR ISI satunya daerah yang tidak menghasilkan kopi biji adalah Kota Metro (Dinas Perkebunan Propinsi Lampung. 10 pedangang dari Kabupaten Lampung Barat. 7 dari Kabupaten Tanggamus. METODE PENELITIAN Penelitian lapangan terdiri dari observasi dan mempelajari hal-hal yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Daerah penelitian adalah daerah Propinsi Lampung. dan 4 dari Kabupaten Way Kanan. Hal ini didasarkan pada proporsi hasil produksi di wilayah tersebut. Selain analisis kualitatif juga akan dilakukan analisis dengan pendekatan kuantitatif. Ruang lingkup penelitian lapangan meliputi: 1. Jumlah sampel tersebut di ambil secara proporsif (proporsive random sampling) atas dasar homogenitas (relatif sama) yang diharapkan dapat mewakili dari populasi yang ada. yaitu Kabupaten Lampung Barat. 206 . hal ini didasarkan dari pendapat Mubiarto (1993:95). Dalam menyusun penelitian ini akan digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang ada kaitannya dengan masalah yang terjadi. Pedagang desa sebanyak 17 pedagang. Dalam analisis kualitatif akan digunakan analisis berdasarkan teori pemasaran dengan membandingkannya. 5 dari Kabupaten Tanggamus. 16 dari Kabupaten Tanggamus.

harga.Fij j=1 Keterangan: Ni Tj j n ∑ j Fij = Nilai total untuk kebijaksanaan saluran disrtibusi(I). promosi. 3.. Menggunakan skala jarak tertentu (0. 2. n dan 0 ≤ Tj ≤ 1. dan Irawan (2000:314) digunakan rumus: n Ni = ∑ Tj. = Timbangan pada faktorj.30 (Basu Swastha D. Untuk Mengetahui tingkat efisiensi tata niaga pada setiap lembaga menurut Noegroho Besar Koesnadi (1990:5) adalah dengan rumus sebagai berikut: e = Z + Zm .DAFTAR ISI a. Untuk mengukur tingkat efisiensi pemasaran kopi biji di Lampung sehingga dapat diketahui margin yang diperoleh masing-masing lembaga yang terkait dalam pemasaran kopi biji termasuk margin yang diperoleh produsen. Faktor-faktor itu tidak dapat berdiri sendiri. . Tj = 1 = 1 = Nilai kebijaksanaan I pada faktor j.H. 4. Produk. dan lingkungan dianggap tetap. dan Irawan 2000:314).5).. 2. 3. bahwa ntuk mengukur tingkat efektivitas digunakan metode faktor tertimbang menurut Basu Swastha D. b. pada 0 ≤ Fij ≤ 0.5 Kriteria penentuan efektif adalah jika Ni > 0. Asumsi-asumsi untuk metode ini adalah: 1.H. Timbangan faktor tidak dapat dipisahkan dengan nilai faktornya. = 1.1 sampai dengan 0. C + Cm 207 .

Keuntungan yang diterima oleh lembaga tata niaga persatuan barang. Biaya penyaluran dan pemasaran yang dikeluarkan oleh produsen persatuan barang. Biaya saluran persatuan barang. 3.DAFTAR ISI Keterangan: e Z C Zm Cm = = = = = Efisiensi saluran perlembaga. Kondisi perekonomian yang tidak dapat dipengaruhi secara parsial atauperubahannya berlaku umum. 208 . Faktor kebudayaan. dengan demikian bersifat given. dengan alasan komoditas kopi biji sangat dipangaruhi olah faktor alam. karena peraturan pemerintah harus dipatuhi. 2. Asumsi-asumsi yang dianggap konstan. Kebijaksanaan promosi yang dilaksanakan relatif terbatas. 6. Kebijaksanaan produk. Kriteria penentuan efisien adalah jika e > 1.yang perubahannya relatif lambat. 4. Peraturan Pemerintah. hal ini didasarkan berlakunya bersifat umum dan tidak setiap perubahan teknologi langsung dapat diikuti. Pendapatan produsen dari hasil penjualan persatuan barang. 5. yaitu: 1. Teknologi.

5 Nilai Fakt or (Fij) 0.10 x 0.060 0.030 4 0.Fij 0.375 Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.Fij 0.15 0.060 2 0.4 0.045 2 3 Efekt ivitas unt uk mencapai pembeli at au 0.120 5 0. 209 .25 yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran II No.3 0.075 3 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran I No. 1 Fakt or Tj 0.10 perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah invest asi at au biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan unt uk menut upi kerugian 0.5 Nilai Faktor (Fij) 0.20 x 0.3 0.25 x 0.2 x 0.345 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.15 konsumen Laba yang diperoleh jika alt ernat if saluran 0.060 0.30 x 0.1 x T j .20 Nilai T ot al x 0.4 0.2 0.1 Tj . Tabel 2.050 4 x 0.DAFTAR ISI HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Efektivitas Tabel 1.120 5 0. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0.30 x 0.100 x 0.

dan III Komoditas Kopi Biji Propinsi Lampung No.300 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.3 0. 1 Keterangan Saluran I Saluran II Saluran III 2 3 Petani 0.94 Pedagang Kabupaten Eksportir Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.020 4 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran III No.2 0.20 x 0.090 5 0.10 x 0.93 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0.4 0. Hasil Perhitungan Tingkat Efisiensi Tata Niaga I.Fij 0. Analisis Efisiensi Tabel 4.15 0.DAFTAR ISI Tabel 3.5 x Nilai Faktor (Fij) 0.040 0.300.375 dari bentuk tata niaga II (Petani Produsen ---> Pedagang Desa ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir} dengan nilai 0.345 dan tata niaga III (Petani Produsen --->Pedagang Kabupaten --> Eksportir) dengan nilai 0.95 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0.25 x 0. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0. II.075 3 0. Berdasarkan analisis efektivitas tata niaga komoditas kopi biji Propinsi Lampung bahwa tata niaga I ( Petani Produsen ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir) lebih efektif dengan nilai 0. 210 .075 2 0.1 Tj .30 x 0.

Lampung: Bappeda Tingkat I Lampung dan Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung.93. 211 . Strategic Marketing International Edition. 2000. Jakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan. 2000. eksportir) lebih efektif daripada bentuk saluran distibusi lainnya dengan nilai 0. 2004. terlihat adanya usaha untuk menyelenggarakan tata niaga komoditas kopi biji di Lampung seefektif dan seefisien mungkin terlihat dari angka perhitungannya yang lebih dari 70 %.94.W. jika lebih mengutamakan efektivitasnya. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan. Prentice Hall. maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga II (petani. Untuk itu perlu diaktifkannya peran serta lembaga asosiasi untuk ikut serta meningkatkan pendapatan pada tata niaga kopi biji. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung. pedagang kecamatan. Lampung Dalam Angka. Manajemen Pemasaran. Marketing Management Millenium Edition.375. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia. Philip. 1999.H. Eksportir juga dapat membantu petani komoditas kopi agar marjin yang diperolehnya meningkat. Craven. maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga I (petani. 07. Departemen Perindustrian dan Perdagangan.35. Jakarta: Salemba Empat. Indonesian Commodity Review. Analisis efisiensi pada tata niaga II lebih tinggi daripada tata niaga yang lain. Sedangkan bila mengutamakan efisiensinya. Swastha D. tata niaga I rata-rata sebesar 0. Philip. 2004.S.95. International Marketing. eksportir). New York: Irwin McGraw – Hill. D. dan tata niaga III rata-rata sebesar 0.1.. P. Basu dan Irawan. pedagang kecamatan. pedagang kecamatan. Yogyakarta: LPFE UGM.00.Kotler. Buletin Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan No. Efektivitas tata niaga I (petani. pedagang desa. eksportir). Siswoputranto. 2000. Kotler.DAFTAR ISI KESIMPULAN Kesimpulan penelitian jika dilihat secara parsial. yaitu 0. 1999.

Lampung: 212 . 1999. Universitas Lampung Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.DAFTAR ISI Universitas Lampung.

. Rumors might work well for short-term investment. earning growth. Constant Discounted Dividend Model. Management Dept. Keywords : Discounted divident. Keinginan manusia seperti itu adalah naluri manusia di mana saja. Sejarah telah mencatat bagaimana misalnya masyarakat di Negeri Belanda pada abad ke enam belas beramai-ramai memborong bibit bunga tulip dalam rangka mendapatkan keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat. but long-term investment based on rumors may not be profitable. Long term investment in stocks based on a fundamental approach seems more promising. Three varieties of the model are presented here. Gejala mi telah 5 Doctor of Finance. The Discounted Dividend Model is a fundamental approach to investment that looks into the earning growth of the companies in question. Faculty of Economy. . untuk menggambarkan masyarakat yang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa dasar pemikiran yang rasional. Lecturer of University of Lampung. Latar Belakang “The madness of crowds” itulah istilah yang digunakan oleh Burton G. Stocks are one of the investment alternatives with both high expected return and high risk. varietes model I. and Multi Stages Discounted Dividend Model. Memahami Cara Berinventasi Saham di Pasar Modal Oleh : Sri Hasnawati5 ABSTRACT This paper is to discuss the Discounted Dividend Model for investing in stocks.DAFTAR ISI Penilaian Saham. Kelangkaan bunga tulip yang disebabkan oleh hama telah menyebabkan harga bibit bunga tulip dalam bentuk siung (bulb) meningkat dengan cepat. Constant Growth Discounted Dividend Model.Malkiel dalam bukunya yang berjudul: “A Random Walk Down Wall Street”.

Kalau para profesional ikut-ikutan “mad” tentunya sudah sangat keterlaluan. Masyarakat lagi-lagi beramai-ramai membeli saham perusahaan pelayaran “The South Sea” yang tidak jelas benar kinerja keuangannya. Pada tahun enampuluhan di Amerika Serikat. Akibatnya banyak masyarakat yang menderita kerugian.3 menjadi 637. Kemudian seperti telah dapat diduga hargaharga saham meluncur ke indeks 240 pada bulan November 1991.4 . Dutron.Kemudian tahun 1992 IHSG meningkat dari 274. Harga saham yang berbau dua kata ajaib tersebut meningkat dengan cepat walaupun tanpa didukung oleh kinerja keuangan ( financial performance) perusahaan yang jelas. Menyadari hal tersebut di atas masyarakat tidak lagi mau membeli tulip sehingga harga turun dengan cepat. sebagian inasyarakat mengalami kerugian karena perusahaan itu sendini tidak pernah mendatangkan dividen. harga kembali turun juga dalam waktu yang singkat dan timbul korban. masyarakat sangat menyenangi saham-saham yang namanya berbau “trons” seperti Astron. Pada akhirnya tulip tetaplah tulip yang tidak dapat menghasilkan emas.DAFTAR ISI memberikan keuntungan yang tidak sedikit bagi mereka yang telah terlanjur membeli bibit tersebut. Masyarakat membeli saham semata-mata karena meinbeli saham memberikan status simbol tertentu. Akibatnya setelah meningkat dengan cepat. Nampaknya masyarakat di manapun tidak pernah mau belajar dan sejarah. Kejadian di Negeri Belanda terulang kembali di Inggris pada Abad ke delapan belas. Harga-harga saham meningkat dengan cepat dari indeks sebesar 68 menjadi sekitar 600 dalam waktu kurang dari tiga tahun. Kejadian seperti ini lagi-lagi membawa korban. Vulcatron dan Transitron dan juga yang berbau “onics” seperti circuitronics. syukur-syukur kalau yang menjadi korban adalah mereka orang lugu (the innocent). “The madness of crowds” juga terjadi di Indonesia. Demiikianlah harga meningkat dari hari ke hari sampai pada suatu titik di mana harga sudah menjadi terlalu tinggi untuk bibit bunga tulip yang nilai intrinsiknya rendah. vicieotronics dan masih banyak lagi. Di abad keduapuluh sekarangpun masyarakat mengulangi kesalahan yang sama.0 ditahun 1998 karena situasi krisis. Akhir cenita sama dengan kejadian di Belanda. Keuntungan yang dinikmati oleh segelintir orang ini telah mendorong yang lain untuk membeli bunga tulip lebih banyak lagi. Hukum ekonomi mengatakan bahwa dengan suplai yang tetap. lalu terjun menjadi 398. 214 . supronics. tambahan permintaan akan menyebabkan harga akan meningkat (ceteris paribus).

... Penilaian Aset Secara Umum Nilai intrinsik (intrinsic value) atau harga yang pantas suatu aset baik aset fisik (phisical assets) maupun aset keuangan adalah penjumlahan nilai sekarang (present value) dari arus uang (cash flow) yang diciptakan oleh aset yang bersangkutan selama umur ekonomis aset tersebut 6. metode dan formula yang digunakan untuk menghitung nilai intrinsik suatu aset tersebut.... Oppurtunity cost dapat didefinisikan sebagai pengorbanan yang timbul karena alternatif investasi tertentu dipilih. Misal......... 215 ...... t adalah periode (tahun......... Ruang Lingkup dan Tujuan Penulisan Tulisan ini bertujuan untuk membahas teori...... pendekatan yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya sari suatu aset khususnya saham.... seseorang memilih saham sebagai alternatif investasi maka oppurtunity costnya adalah nilai manfaat dan bunga yang dihasilkai~ oleh obligasi atau alternatif investasi lainnya seperti bunga deposito kalau investor berniat memegang (hold) saham dalam jangka pendek kurang dari satu tahun... r atau required rate of return atau risk adjusted discount rate atau “hurdle rate” adalah tingkat bunga yang dituntut oleh investor sehubungan dengan oppurtunity cost7 dan resiko yang 6 7 Yang dimaksud umur ekonomis dapat didefinisikan sebagai jangka waktu suatu aset dapat dimanfaatkan secara ekonomis ( man faat lebih besar dan biaya).....(1) Po = Ʃ -----------t =l (l+r)t Ct adalah arus kas (cash flow) untuk peniode t... 3.. tengah tahunan... Penghitungan oppurtunity cost ini dimaksudkan agar investor mengetahui alternatif terbaik dari sumber dana yang terbatas.DAFTAR ISI Untuk nenghindari “madness” atau kegilaan tersebut. kuartalan. Selain itu juga akan dibahas asumsi-asumsi... bulanan atau harian).... Secara matematis nilai intrinsik suatu aset (P0) adalah: C1 -----(1+r)1 C2 -------(1+r)2 C3 -------(l+r)3 Ct --------(l+r)t P 0= + + + N Ct .... 2. pokok pemikiran yang melandasi teori....... penulis merasa perlu untuk mencoba menjelaskan teori atau forsula yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya dari suatu aset atau saham.....

........ r1 = rf + rpi rf = risk free rate atau tingkat bunga bebas default risk...... Semakin tinggi required rate of return semakin rendah harga atau nila! intrinsik saham... rpi= risk premium atau premium resiko adalah tambahan return yang dituntut oleh investor karena ia mau menanggung resiko..... Persamaan dua di atas disebut juga Discounted Dividen Model atau DDM. Konsep oppurtunity cost inii diyakini oleh para ekonom yang berbeda dengan konsep biaya yang diyakini oleh para akuntan........ Menentukan Nilai Intrinsik Saham Seperti telah dijelaskan sebelumnya nilai intninsik suatu aset adalah penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang dihasilkan oleh aset yang bersangkutan.. Oleh karena itu tidak aneh kalau tingkat bunga meningkat......... 4... Oleh karena itu Persamaan satu di atas dapat dirubah menjadi: N Po = Dt ..... Akuntan di dalam melihat biaya lebih memperhatikan kapan biaya itu mulai benlaku (historic cost). Besarnya resiko ini dapat dinyatakan oleh besarnya deviasi standar dari return dan koefisien ß yang akan dijelaskan kemudian..... untuk peniode mana suatu biaya itu akan dibebankan (konsep accrual accounting dan defferral accounting). harga saham akan turun seperti terjadi di Indonesia tatkala pemenintah memberlakukan TMP (Tight Money Policy)..(2) Ʃ ------------t=1 (l+r) di mana: r = required rate of return t = peniode Dt= dividen untuk peniode t P0= Nilai intrinsik atau harga saham pada saat sekarang.. Profit mempunyai kelemahan karena keuntungan diperoleh berdasarkan prinsip dan metode akuntansi yang menawarkan angka profit yang berbeda-beda tergantung pada pninsip dan metode akuntansi yang digunakan 216 .. return bagi akuntan adalah profit sementara return bagi ekonom adalah cash flow yang lebih mencerminkan return yang sesungguhnya .. Untuk saham maka cash flow yang dihasilkan adalah arus dividen yang akan diterima oleh investor di masa yang akan datang.... Menurut model ini nilai intrinsik dari saham akan sangat tergantung pada d!viden yang dibagikan dan required rate of return.....DAFTAR ISI melekat pada aset i. Semakin tinggi dividen yang dibagikan semakin tinggi harga saham dan sebaliknya...... Konsekuensi dari perbedaan ini .

Pola tersebut adalah: a. Dari persamaan di atas. Metode dan prinsip yang berbeda akan menghas!lkan def inisi keuntungan atau kerugian yang berbeda. dapat ditarik kesimpulan bahwa dividen yang dihargai adalah dividen tunai sementara saham bonus atau Pay In Kind (P1K) dividen tidak dapat dimasukkan sebagai “final return”. Saham bonus dapat menjadi final return kalau saham tersebut 217 . c. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang berbeda untuk berbagai tahap (stages) suatu penusahaan akan menghasilkan Multi Stages Growth Discounted Dividen Model. Konsep nilai waktu dari uang merupakan konsep yang memperhatikan oppurtunity cost dari sumber ekonomi (dana) yang tenbatas sehingga keputusan investasi yang dibuat secara otomatis mencerminkan keputusan yang optimal. Saham bonus baru merupakan potensi daya beli. Penjelasan bagaimana kita dapat mengestimasi dividen dan required nate of return di masa yang akan datang akan dijelaskan kemudian. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang konstan akan menghasilkan Constant Growth Discounted Dividen Model. Dividen tetap (saham preferen atau preferred stock sama dengan obligasi) akan menghasilkan Discounted Fixed Dividen Model. Keunggulan Discounted Dividen Model: Dari persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini diturunkan dani konsep nilai waktu dari uang (time value of money) dan konsep arus kas (cash flow). Konsep keuntungan adakalanya tidak dapat dibandingkan satu dengan yang lain kanena keuntungan merupakan definisi return yang diturunkan (derived) oleh akuntan yang dilandasi oleh metode dan prinsip akuntansi tententu. Konsep arus kas (cash flow) merupakan konsep yang lebih baik bila d!bandingkan dengan konsep keuntungan (profit) kanena arus kas lebih mencerminkan final return dan lebih dapat dibandingkan (comparable). Secana teoritis terdapat tiga kemungkinan pola perkembangan dividen di masa yang akan datang yang sekaligus pula akan memberikan model atau formula yang berbeda. b.DAFTAR ISI Dari persamaan di atas akhinnya kita dapat menyimpulkan bahwa estimasi harga saham akan sangat tergantung pada keakuratan kita mengestimasi dividen dan required rate of return di masa yang akan datang.

Sebaliknya di Indonesia saham bonus diambilkan dari pos agio. Di Amenika serikat bila suatu perusahaan membagikan stock dividen itu benarti berita baik investor. maka harga saham cenderung akan turun.8 Sesungguhnya pembagian saham bonus tidak selalu berarti negatif. Untuk labih jelasnya lihat contoh berikut. Modus operandi pembagian saham bonus biasanya dikombinasikan dengan merger dan akuisis perusahaan lain.Sehingga Price Earning Ratio adalah 10 (diasums!kan pula bahwa PER =10 ini adalah ideal dalam arti sesuai denga PER ratarata industn). Misal sebelum dibagikan saham bonus. Earning per share saham perusahaan X adalah Rp 600 dan harga saham adalah Rp 6000. pengelola perusahaan merasa yakin bahwa tersedia peluang business yang bagus. maka harga yang pantas adalah Rp 4000.DAFTAR ISI telah diuangkan. Dengan demikian untuk mempertahankan PER=l0. Dengan asumsi PER adalah tetap. Merger dan akuisisi ini adalah cara yang digunakan untuk menarik kas yang ada diperusahaan di dalam pos tambahan modal disetor berupa agio.-. Alasannya itu tadi. 218 . Pemilik perusahaan yakin bahwa dengan penundaan pembagian dividen tunai (perusahaan hanya membagikan saham bonus) dapat melaksanakan pengembangan usaha yang mendatangkan ROE sebesar 35 %. kekayaan pemegang saham akan bertambah secara riil. Pembagian saham bonus dapat berarti positif kalau pembagian tersebut dilandasi oleh pemikiran bahwa pemilik perusahaan merasa yakin bahwa perusahaaan mempunyai “proyek” atau peluang investasi yang menawarkan ROE (return on equity) yang lebih besar dari required rate of return perusahaan. Pemilik perusahaan (pemegang saham) mempunyai required of return 27% (22 % merupakan balas jasa risk free rate dan 5% adalah premium resiko). Idealnya saham bonus diambilkan dani pos retained earnings perusahaan dan ini lazim dilakukan di Amenika.. Dalam kasus ini pembagian saham bonus sama sekali tidak merugikan investor karena mereka memperoleh kelebihan sebesar 5% (net) atas pengorbanan mereka menenima “kertas” atau saham bonus sebagai balas jasa. ini sudah keterlaluan atau istilah Kwik Kian Gie disebutnya sebagai brutal. Dengan perkataan lain para pengelola penusahaan merasa yakin bahwa dengan menunda pembagian dividen tunai. Dalam kasus yang terakhir ini investor hanya menunda sementara penerimaan uang tunai. Sekarang setelah saham bonus dibagikan Earning Per Share turun menjad! Rpi400. Penundaan itu diberi imbalan. 8 Saham bonus berdampak pada penambahan jumlah saham yang beredar yang pada akhirnya akan menurunkan earning pen share (EPS).

perusahaan akan mendatangkan keuntungan. Bisa saja harga saham ditentukan oleh faktor—faktor di luar faktor fundamental seperti earning dan deviden seperti dijelaskan oleh “The Castle In The Air Theory”9 ****. Hanya “X” yang Maha mengetahui. iklim investasi akan baik. akan tetapi pada titik tertentu harga saham akan ditentukan oleh nilai intrinsik saham.Yang penting bagi analis. dividen akan meningkat dan demikian juga harga saham akan meningkat 219 .DAFTAR ISI Kelemahan Discounted Dividen Model: Dani persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini secana tidak langsung mengasumsikan bahwa investor akan memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga dan mengabaikan capital gain. Yang pasti kita ketahui (sejarah telah membuktikannya) saham-saham yang harganya sangat jauh di atas nilai intrinsiknya pada akhirnya akan jatuh. Pada periode booming investor merasa optimistis terhadap masa depan. Manusia tidak mungkin dapat menjelaskan seluruh fenomena yang ada di dunia ini. Adapun kelebihan dari nilal intrinsik tersebut merupakan hasil dari faktor-faktor di luar model seperti faktor psikologis investor. Tidak ada salahnya kita menggunakan keduanya dengan bijaksana. Adalah Lord Keynes (seorang investor yang sukses) yang menyatakan bahwa sesungguhnya tugas seorang analis adalah bagaimana ia dapat menangkap mood (suasana hati) investor khususnya pada saat perekonomian mengalami booming. Kapas tetaplah kapas dan tidak pernah akan berubah menjadi emas. meminjam istilah Bapak Charles Naibaho dan Dana Reksa dan Bapak DR Wahyudi Prakasa dari UI “janganlah menjadi ekstrimis atau terlalu fanatik pada konsep atau pandangan fundamentalis di satu pihak dan technical analysis di lain pihak”. Kemudian dengan model ini paling tidak kita mengetahui berapa nilai intrinsik suatu aset khususnya saham sebagai batas bawah atau standar. Asumsi-asumsi ini jelas sangat tidak realistis karena investor sangat mementingkan capital gain dan jarang sekali atau mungkin tidak ada investor yang bersedia memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga. 9 Teori ini berdasarkan faktor-faktor psikis investor. masyarakat akan membentuk “The castle in the air” atau angan-angan mereka tentang masa depan bahwa perekonomian akan baik. Dengan demikian akan timbul pentanyaan “Buat apa kita mempelajari model tensebut kalau kita ketahui model tensebut dilandasi oleh asums! yang tidak realistis ?“ Jawabnya pasti: “Tetap ada manfaat mempelajari model tersebut meskipun asumsinya tidak masuk akal” Asumsi yang tidak masuk akal tersebut dipilih sebagai cerminan kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan.

..................................................... Persamaan tersebut membantu kita untuk memahami model yang lebih rumit seperti model yang akan dijelaskan kemudian.. (3) r Rumus di atas tidak lain adalah rumus penghitungan nilai sekarang dari cash flow yang diterima di masa yang akan datang dalam jumlah yang sama untuk setiap periode atau anuitas (annuity)..= 0 (l+r) nilai dari persamaan tiga (3) di atas dapat diubah menjadi: D0 P0= Do x 1/r = ----------......... hanya dapat digunakan untuk saham preferen dan atau obligasi............................................................................(4) r Keunggulan: Persamaan empat tersebut di atas karena kesederhanaannya relatif mudah untuk diaplikasikan.....DAFTAR ISI 4........... ....----------------(1 + r)t \P0= D0 x---------------------......................................... = Dt......(1) t=l (l+r)t Karena D0=D1=D2= .......1 Constant Discounted Deviden Model: Untuk saham yang menjanjikan deviden dalarn jumlah tetap..... maka: 1 --------------------................. Kelemahan: Penggunaannya relatif terbatas.. .............................. Karena t inendekati tak terhingga.. nilai intrinsiknya secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut: N Dt Po = Ʃ ______ .................. 220 . maka dapat disederhanakan menjadi: 1 1 ......

Sebaliknya jika harga yang berlaku lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka berarti saham tersebut “under priced” dan harus dibeli.........+ ----------.........DAFTAR ISI Nilai Intrinsik Saham Yang Membagikan Dividen Yang Berkembang Pada Tingkat Pertumbuhan Yang Tetap (Constant Growth Discounted Dividen Model)........................+ ............ Secara matematis dapat dinyatakan sebagai benkut: D0(l+g)1 D0(1+g)2 D0(l-1-g)3 D0(1+g)t P0= ---------...= -----------(r-g) (r-g) P0= ...................+ ---------..... Dalam kasus ini berarti saham tersebut harus dijual. jika harga yang berlaku lebih nendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka saham perusahaan adalah “over priced” atau terlalu mahal.(6) Di mana: R = requiered rate of return g = laju pertumbuhan deviden Do = besarnya deviden terakhir yang dibagikan D1 = estimasi deviden untuk satu tahun yang akan datang.. Karena jangka waktu adalah tak terhingga maka persamaan 5 di atas dapat dirubah menjadi: D1 D0(1+g) --------...... Decision rules: if current price > intrinsic value =>over priced => sell if current price < intrinsic value =>under pniced=> buy 221 ......(5) Di mana: P0 = Harga saham sekarang r = required rate of return g =laju pertumbuhan deviden (cosntant untuk jangka waktu tak terhingga)........ Nilai intninsik kemudian dibandingkan dengan harga yang berlaku (current market price) . + ----------(l+r)1 (l+r)2 (1-r)3 (l+r)t .......

...... Asumsi ini adalah terlalu naif karena di dalam dunia nyata tidak ada saham yangmenawarkan dividen yang berkembang secara terus menerus pada tingkat yang tetap... Pensamaan enam dapat digunakan untuk mengestiniasikan nilai intrinsik saham yang menawarkan pertumbuhan yang kosntan.... 222 ..... Kemungkinan pola perkembangan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang secara detail akan dibahas kemudian....... Untuk memudahkan kita cantumkan lagi: N P 0= Ʃ t=1 Dt ------(l+r)t .DAFTAR ISI Keunggulan Persamaan enam (6): Secara umum persamaan enam jauh lebih baik bila dibandingkan dengan persamaan dua (3) di atas. Model ini pada dasarnya merupakan modifikasi dan rumus dasar pada persamaan 1 di atas............ Kelemahan dua model terdahulu telah medorong para pakar untuk memodifikasinya lebih lanjut....... Kelemahan: Persamaan tersebut secara langsung mengasumsikan bahwa pertumbuhan saham di masa yang akan datang adalah tetap (constant) ... 4......3 Nilai Intrinsik Saham Yang Menawarkan Pertumbuhan Deviden Yang Berbeda Untuk Masing-Masing Periode/Tahap (Multi Stages Discounted Dividen Model)..........(1) Persamaan di atas dapat dimodifikasi ke dalam berbagai fase atau tahap.... Untuk memudahkan pembahasan berikut akan disajikan model dua tahap (Two Stages Model) Model Dua Tahap (Two Stages Model): Misal pola perkembangan perusahaan hanya ada dua yaitu fase pertumbuhan cepat dan fase pertumbuhan melambat (tidak tenlalu cepat bila dibandingkan fase sebelumnya)........

---------.+ t=l (l+r)t di mana: n < N n = jumlah periode tahap I 223 . ---------.+ -------..+ ------. --------.X Pn (1+r)n Po = n Dt P0= Ʃ -----. D1 D2 D3 D4 1 -----+ --------+ -------.DAFTAR ISI g1=15% <-------------------.g2 Menghitung harga saham sekarang (nilai intrinsik) P0 yaitu penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang akan diterima sampai dengan periode 4.x P4 (l+r)1 (l+r)2 (1+r)3 (l+r)4 (1+r) 4 1 -------.. -------------------------------------------1 2 3 4 -------->g2=10% Fase I Fase II n= 4 Langkah perhitungan: a) Menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 ---------r-g2 D4(1+g2) ---------------r-g2 P 4= = b) Menghitung D4: D4 = D0(l+g1)4 c) Hasil langkah a dan langkah b digabung: D0(1+g1)4(1+g2) P4= ------------------------r .

08 0.0.- c) menggabungkan hasil perhitungan langkah a dan langkah b: D4(l+g2) P4= ---------.= Rp 3. Pertanyaan: Berapa harga saham Bank Duta yang pantas dengan asumsi pola pertumbuhan seperti di atas dan required rate of return 20 %. Harga saham yang wajar adalah harga saham yang sama dengan nilal intrinsiknya.12 menghitung harga saham Bank BNI yang wajar.+ ------------.DAFTAR ISI Contoh: Misal Bank BNI untuk peniode 4 tahun mendatang menjanjikan pentumbuhan deviden sebesar 10 % per tahun.+ ----------.10) Rp300xl.20—0.959.= ------------------r — g2 0.4641 = Rp439.12 Rp439(1+0.+ (l+r)1 D0(l+g1)2 D0(1+g1)3 D0(1+g1)4 1 ----------.+ ----------x P4 (l+r)2 (1+r)3 (1+r)4 (1+ r)4 Po = 224 . per lembar saham.= --------------. Nilai intrinsik merupakan penjumlahan nilai sekarang (present value) dan cash flow yang diciptakan oleh saham Bank BNI berupa deviden selama empat periode berturut-turut dan harga saham pada periode keempat. D0(1+g1) -----------.08) -------------------. Untuk peniode setelahnya diperkirakan laju pertumbuhan deviden tunun menjadi 8%.= 0. Deviden tahun terakhir (D0) =Rp 300. Jawaban: a) menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 D5 D4(l+g2) = ----------------.12 P 4= b) menghitung deviden pada akhir tahun keempat: P4 = D0(1+g1)4 = Rp300 (14-0.

Kelemahan: Dari contoh perhitungan di atas jelas model ini lebih rumit bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya.l.0 +Rp 211.20)4 Po = Rp275.953. —Jika hanga saham Bank BNI pada saat tententu adalah Rp 2600.0 + Rp 250.(1+0. Decision Rules: If V0 = P0 = lntrinsic Value > current market prcie ==> Buy If V0= P0 =I ntrinsic Value < current market price ==>Sell Keunggulan: Model dua tahap ini dapat dikembangkan menjadi model tiga tahap dan seterusnya. Dengan demikian model ini (Multi Stages Dividen Growth Model) lebih realistis bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya.1)1 -----------------.1)3 + -----------------.2)4 (1+0.82 +Rpl906.+ -------------x Rp3.l)4 1 +-----------------. Dividen yang dapat diterima oleh pemegang saham akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan “earning”. Pola Umum Pertumbuhan Revenue.20)3 Rp300(1+0. Memperkirakan Pola Perkembangan Pertumbuhan Dividen Suatu Perusahaan Dengan memperhatikan constant growth discounted dividend model maupun multi stages growth discounted dividend kita dapat melihat bahwa hasil perhitungan nilai intrinsik suatu saham sangat tergantung pada besarnya laju pertumbuhan deviden atau besarnya g. maka harga saham Bank BNI adalah “under priced ”.20)1 Rp300(1+0.1)2 ------------------(1+0.855.-. Profit Margin dan Earnings.+ (1+0.20)2 Rp300(1+o. Oleh karena itu pemahaman tentang berbagai kemungkinan pola pertumbuhan devidem dan metode yang digunakan memperkinakan pertumbuhan deviden mutlak diperlukan 5. 5.0 + Rp210.+ (1+0. profit margin dan penerimaan dari hasil penjualan . Hubungan ketiga komponen tersebut dapat digambarkan oleh siklus keuntungan perusahaan berikut ini: 225 .34 =Rp2 .DAFTAR ISI Po = Rp300(1+0.

pada tahap ini perusahaan baru saja mengalami titik pulang pokok. margin keuntungan dan earning perusahaan. Keuntungan yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan (profit margin) dan keuntungan bersih adalah positif dan memberikan trend yang positif. Keterangan: Tahap I (Early Development): Fase pertumbuhan awal ditandai oleh peningkatan laju pertumbuhan penerimaan penjualan. Zinbarg and Anthun Zeikel. Skenario seperti ini adalah skenario yang lazim terjadi di pasar modal yang telah maju. Seperti digambarkan pada gamban 1 di atas.Cohen.DAFTAR ISI Gambar 1: Life Cycle of Profit: : : + + + * * * : : : : : : I : : + + + + : : : * : : : : : : + : * : + ? Revenue * : * : : : : : : : IV Profit Margin Earnings II : : III time Sumber: 1992 CFA Reading:Industry Analysis. Bukan perusahaan yang untung karena akal-akalan akuntan yang menyajikan laporan keuangan. Perusahaan yang go public adalah perusahaan yang sungguh—sungghuh menawarkan keuntungan bagi investor dalam jangka panjang atau mempunyai prospek yang baik. Edward D. 226 . Jerome B.

Tahap ini ditandai oleh laju pertumbuhan revenue. Pertumbuhan deviden pada tahap ini belum akan begitu cepat karena perusahaan baru saja melewati batas kritis yaitu titik pulang pokok.DAFTAR ISI Saham perusahaan yang ada pada tahap ini lazim disebut saham pertumbuhan (growth stock). Tugas analis adalah menernukan “growth stock” seperti ini dan jika telah menemukan jenis saham seperti itu segera melaksanakan pembelian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar fungsi biaya rata-rata berikut ini: Gambar 2: Fungsi Biaya Rata-rata Average Cost/Marginal Cost * * * : MC * : * : : * * II Quantity Produced 227 * AC I 0 . Saham ini tidak memberikan “current dividend” dalam jumlah yang besar akan tetapi menjanjikan pertumbuhan dividen yang tinggi di masa yang akan datang. Pertumbuhan revenue. profit margin dan earning yang tinggi dimungkinkan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produksi sedemikian rupa sehingga biaya per unit menjadi minimum. profit margin dan earning yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya dan periode sesudahnya. Tahap II (Rapid Expansion): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap satu. Gejala ini sering juga disebut dengan “economic of scale”. Dengan perkataan lain masalah “timing” sangat penting di dalam proses pengambilan keputusan investasi. karena kalau terlambat harganya sudah terlanjur tinggi.

pemilihan teknologi perusahaan. Akibat dari semua gejala ini tentunya adalah penurunan keuntungan perusahaan. upaya pemasaran yang lebih efektif dan lain sebagainya. Apabila perusahaan memasuki tahap ini. Dari gambar 1 di atas kita dapat melihat gejala di mana revenue dan earning perusahaan secara absolut masih meningkat akan tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (rapid expansion). Penurunan biaya per unit tidak mungkin terjadi selamanya. 228 . Biaya produksi yang menurun memungkinkan perusahaan untuk menjual lebih banyak dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. pimpinan/pemilik perusahaan harus berhati-hati. produks!. Selain itu gejala yang nampak adalah penurunan margin keuntungan (profit margin) perusahaan. Kalau tidak ada upaya serius maka perusahaan akan memasuki tahap selanjutnya yaitu tahap penurunan yang merupakan gambaran kematian suatu perusahaan. Pada tingkat tertentu akan timbul ketidakefisienan di dalam pengelolaan perusahaan yang ditanda! oleh peningkatan biaya marjinal yang lebih cepat bila dibandingkan dengan peningkatan biaya ratarata. Secara alamiah akan timbul masalah antara lain “span of control” berbagai aspek perusahaan seperti keuangan. Analis keuangan yang baik harus menghindari perusahaan yang memberikan gejala seperti di atas. Pada tahap ini perusahaan justru memasuki tahap “disenomic of scale”. harus segera dilaksanakan.DAFTAR ISI Kalau kita perhatikan tahap I dari gamban 2 di atas nampak biaya rata—rata per unit barang yang dihasilkan semakin lama menurun sampai pada titik minimum. Pada tahap ini laju pertumbuhan dividen mengalami penurunan bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan deviden pada tahap selanjutnya. pemasaran dan lain sebagainya. Tambahan produksi justru meningkatkan biaya secara lebih cepat. Kebijaksanaan mendasar seperti penggantian direksi dan pemilik lama (kelompok keluarga) ke kelompok profesional. Taflap III (Mature Growtfl): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya. Gejala ini sejalan dengan pola perkembangan biaya perusahaan yang digambarkan oleh gambar 2 di atas. Pada tahap ini kemungkinan besar laju pertumbuhan deviden akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Perusahaan-penusahaan keluarga yang sangat agnesif di dalam upaya pengembangannya harus dihindari. Perusahaan-perusahaan yang “higly geared” atau perusahaan yang terlalu banyak menggunakan hutang apapun bentuknya (termasuk Convertible Bonds) harus ditelaah secara hati-hati.

............................... Perusahaan yang memasuki tahap IV ini akan diambil alih oleh pihak lain dan selalu akan terjadi penggantian pimpinan perusahaan..............(8) Dividend per Share Dividend Pay Out Ratio = --------------------------.......(9) Earning per Share R = required rate of return 229 .= ------------------......... Kita baru sampai pada tahap pengenalan kemungkinan pola pertumbuhan deviden di masa yang akan datang....... 5........ Kalau suatu perusahaan sampai pada tahap ini berarti terjadi kesalahan di dalam pengelolaan perusahaan yangterjadi pada periodeperiode sebelumnya..... Sekarang kita lihat rumus penentuan nilai intrinsik saham secara detail: E(D1) E(E1)x(1—b) P0 = V0 = -----------...... Pola tersebut seperti telah dijelaskan pada bagian terdahulu sangat ditentukan oleh tahap-tahap yang dilewati oleh suatu perusahaan di dalam siklus pertumbuhan/perkembangan perusahaan.... selera konsumen.....DAFTAR ISI Tahap IV menurun (Decline): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap III kalau tidak ada upaya yang serius dan berhasil untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalam lingkungan perusahaan.......2 Model Dupont: Sejauh ini k!ta belum lagi membahas bagaimana cara memperkirakan besarnya pertumbuhan deviden secara mendalam............... Pada tahap ini kemungkinan besar perusahaan tidak akan membagikan deviden karena perusahaan mengalami kerugian.....(7) (r-g) (n-g) b = Plow back ratio = (1 DividendPayOutRatio) ............ persaingan dengan perusahaan lain dan lain sebagainya...... Misal kesalahan pihak direksi di dalam mengantisipasi perubahan teknologi.............. Berikut ini kita akan melihat model yang dapat digunakan untuk memperkinakan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang..... Di dalam pasar modal yang telah maju selalu ada mekanisme yang mengatur kejadian seperti di atas....

Expected dividend itu sendiri ditentukan oleh perkalian expected earnings per share satu tahun yang akan datang dengan Dividend Payout Ratio...........- P0 = V0 = nilai intrinsik saham Benikut ini akan dilihat hubungan antara laju pertumbuhan dividen dengan Return On Equity dan Plowback Ratio.= ------... (10) 10 Untuk mendapatkan rumus g=ROEx(l-Dividen Pay Out Ratio) perhatikan penjelasan berikut: Per definisi......... expected growth rate of earnings = perubahan earnings dibagi current earnings: ∆E I ∆E g = --------.....x -------------------.. Contoh: Misal Saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menghasilkan Earning per Share sebesan Rp 800....x ------E0 E0 I ROE dapat diubah menjadi : Net Income Pretax Income EBIT Sales Total Assets ROE = -------------------......11) Catatan : EBIT= Earning Before Interest and Tax 230 .............. 25—0...........40 = ---------------------(0.. Hubungan tersebut dapat dinyatakan oleh persamaan berikut: g = ROE x (1-Dividen Pay Out Ratio) 10 . required rate of return sama dengan 25%.........x -----------------........ required rate of return dan laju pertumbuhan dividen.-........x ------...DAFTAR ISI Dari persamaan tujuh di atas dapat dilihat bahwa nilai intrinsik saham akan ditentukan oleh expected dividen setahun yang akan datang. 10) = Rp2133................... Dividend Pay Out Ratio (DPR) sama dengan 40%........ pertumbuhan dividen sama dengan 10 % maka besarnya nilai intrinsik Saham Bank BNI adalah: E(E1) x (1—b) = ---------------------(r-g) Rp800 x 0.........x ----------------Pretax Income EBIT Sales Total Assets Equity (a) (b) ( c) (d) (e) ....

Tax burden yang meningkat dinyatakan oleh rasio antara Net Income dan Pretax Income yang semakin keci1.DAFTAR ISI dimana : Net Income ROE = Return On Equity = ----------------Equity Lebih lanjut dengan menggunakan Du pont Mode Dari persamaan 11 tersebut di atas pertumbuhan dividen dapat dihitung asalkan besarnya ROE dan besarnya retention ratio dan plowback ratio diketahui. Tax Burden: Semakin besar tax rate. 231 .4)= 9% Persamaan 12 tesebut di atas kalau dilihat lebih jauh ternyata terdiri dari lima komponen utama yaitu: • • • • • komponen a merupakan Tax Burden komponen b merupakan Interest Burden komponen c merupakan Profit Margin (profit on sales) komponen d merupakan Assets Turn Over komponen e merupakan Financial Leverage Dengan memahami kelima komponen ROE di atas kita dapat dengan mudah memahami faktor—faktor apa yang menentukan besar kecilnya ROE yang juga menentukan besar kecilnya g atau pertumbuhan deviden. Semakin besar tax burden per definis! (ceteris paribus) ROE semakin kecil. Contoh perhitungan: ROE saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menjadi 15% dan Dividend Pay Out Ratio sama dengan 0. semakin besar tax burden .4. Maka besarnya laju pertumbuhan dividen adalah: g= ROE x (1—b)= 15% x (1—0.

(12) EBIT Dari rumus interest burden di atas dapat dilihat bahwa jika suatu perusahaan sama sekali tidak menggunakan pinjaman atau interest expense sama dengan nol... Tax Burden yang berbeda dapat pula disebabkan oleh kemampuan perusahaan memanipulasi pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah.. Semakin tinggi interest burden .= 1+ -------------....... Rasio sama dengan satu adalah angka yang maksimum.. maka interest burden atau rasio antara pretax profit dengan EBIT sama dengan satu. per definisi (ceteris paribus) ROE semakin kecil.... maka rasio ini akan semakin kecil (kurang dan satu).. Jika dua perusahaan berada pada tax bracket yang sama maka tax burden tidak terlalu berpengaruh pada hasil perhitungan ROE... Perlu diingat bahwa Interest burden yang tinggi dinyatakan oleh rendahnya rasio antara Pretax Income dan Earnings Before Interest and Tax Adapun hubungan financial leverage (Assets/Equity) dengan debt to equity ratio dapat dinyatakan oleh persamaan benikut: (Financial Leverage) Assets = -------------. Semakin tinggi financial leverage (semakin banyak debt digunakan) semakin tinggi interest burden.. Sebaliknya jika kita membedakan dua perusahaan yang berada pada tax bracket yang berbeda pajak dapat mempenganuhi hasil perhitungan ROE.= Equity Equity+ Debt Debt ---------------. Interest burden mempunyai hubungan yang erat dengan financial leverage suatu perusahaan.(13) Equity Equity Profit Magin Per definii EBIT Profit Margin = ----------------------Sales 232 ...DAFTAR ISI Hal ini disebabkan karena pajak selamanya akan mengurangi earning yang dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan atau pemegang saham......... Jika perusahaan banyak menggunakan pinjaman beranti interest expensenya besar... ...... Interest Burden: Komponen Interest Burden (Pretax Prof it/EBIT) yang dirubah menjadi: Pretax Profit -----------------EBIT EBIT-Intenest Expense = --------------------------------------..

. Dengan perkataan lain pemegang saham dirugikan.... Profit margin 10% berarti untuk set!ap dollar penjualan keuntungan sebesar 10 sen dollar. Financial Leverage dapat mem”boost” atau meningkatkan ROE dengan ketentuan bahwa ROA (Return On Assets) lebih besar bila dibandingkan dengan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Semakin efisien pemanfaatan aset suatu penusahaan (yang dicerminkan assets turn over yang tinggi) semakin tinggi ROE. 233 .. Untuk jelasnya lihat modifikas! Persamaan dua belas di atas benikut ini: Debt ROE = (1-TaxRate) ⃒ ROA + (ROA-InterestRate) --------Equity . semakin tinggi ROE suatu perusahaan.... Profit margin disebut juga sebagai return on sales menunjukkan keuntungan untuk setiap satu dollar atau rupiah penjualan.....67.= 1 + Equity Debt -----------Equity Jika Financial Leverage = l....67 maka.(14) Dari pensamaan 15 di atas dapat dilihat bahwa jika ROA lebih kecil bila dibandingkan dengan interest rate maka ROE akan turun berarti akan terjadi dilusi (dilution) dari earning yang dapat diterima oleh pemegang saham..1 = Equity 67 ---------100 Debt to Equity Rat!o = Dan persamaan duabelas tersebut di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi financial leverage... semakin tinggi ROE.. Financial Leverage: Per definisi: Financial Leverage = Assets -----------------.DAFTAR ISI Semakin tinggi profit margin.= 1... Debt ----------. Assets Turn Over Komponen ini menggambankan efisiensi pemanfaatan aset perusahaan..

DAFTAR ISI Dan persamaan 15 tersebut di atas dapat pula disimpulkan bahwa kalau pemilik perusahaan yang ada yakin bahwa ROA akan leb!h besar bila dibandingkan dengan interest rate yang akan dibayarkan. KESIMPULAN: Jadi jelaslah dengan memahami berbagai komponen dari ROE kita lebih dapat memahami mengapa ROE suatu perusahaan lebih rendah bila dibandingkan oleh perusahaan lain yang sejenis.75% Contoh Perhitungan ROE: Perusahaan A Ta x Burden Net Income = -------------------------. Kemungkinan besar hal itu disebabkan misalnya oleh perusahaan tensebut tidak efisien dalam memanfaatkan asetnya.= 0. resiko keuangan (financial risk) suatu perusahaan menjadi tinggi dalam arti kalau terjadi sesuatu dengan hasil penjualan (misal menurun tajam) maka perusahaan kemungkinan besar tidak dapat memenuhi kewajibannya dan dapat dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi. Contoh Perhitungan Laju Pertumbuhan Deviden: Perusahaan metniliki ROE = 35 %.67 0. Dari uraian ini jelaslah bahwa salah satu motivasi perusahaan go public adalah dalam rangka menurunkan financial risk.73 234 . Masalahnya adalah kalau financial leverage terlalu tinggi. maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Financial Leverage setinggi mungkin.65 maka dengan mudah kita dapat memperkinakan benapa besarnya g atau laju pertumbuhan deviden di masa yang akan datang ya!tu 22.7 Pretax Income Interest Burden = ---------------------. Dengan mengetahui ROE dan Dividen Pay Out Ratio kita dapat menentukan berapa besannya pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.7 Pretax Income Atau Tax Rate = 30% Perusahaan B 0.= EBIT 0. Dividen Pay Out Ratio adalah 0.

Hal ini utamanya disebabkan oleh: a) Perusahaan A lebih efisien dalam menggunakan asetnya.2532 0. Hal ini terbukti dengan angka assets turnover yang lebih besar yaitu 1. Seperti telah dijelaskan sebelumnya financial leverage dapat mem~boost” ROE aset ROA lebih besar bila dibandingkan dengan interest rate yang harus dibayarkan.1 ROE 0.5% 235 .5 x ROA 36% 42.5 1.2388).1 kali b) Financial Leverage perusahaan B lebih rendah bila dibandingkan dengan financial leverage perusahaan B yaitu 1.= Sales 12% 17% Sales Assets Turn Over = ------------------.5. Benikut adalah perhitungan ROA untuk Perusahaan A dan Perusahaan B: ROA = Profit Margin x Assets Turn Over Perusahaan A Operating Margin EBIT = -------Sales Sales = ---------Total Assets 12% Perusahaan B 17% Assets Turn Ove 3x 2.2532) lebih tinggi bila dibandingkan dengan ROE Perusahaan B (0.2388 Dan contoh perhitungan ROE tersebut kita dapat melihat bahwa ROE Perusahaan A (0.5 kali dibandingkan dengan 1. dibandingkan dengan 1.1.DAFTAR ISI Profit Margin EBIT = -----------------.5 x Leverage Financial Total Assets = ------------------------------Equity = 1.= Total Assets 3x 2.

Interest Rate) ----------Equity Interest rate Perusahaan A: ROE = (1-0.3394 x 100 % = 33. 236 .2532=0.35 interes rate = 0.5 interest rate) = 37.5%+4.75%—0.725%-0.5 interest rate l 0.5%—interes rate)x 0. Tingkat bunga ini tidak sebanding dengan ROA yang dimiliki oleh Perusahaan B yaitu hanya 42.7x 54% — 0.5 1 0.35 interest rate 0.5%.008925 = 127.5%+(42.7 x 0.94% Interest rate Perusahaan B : ROE=(1—0.07 interest rate = 32.2532 = (0.8% = 0.725% .1188 Interest rate = 0.11 0.2532 = 0.18% — 0.07 interes rate 0.5% interest rate Dan Contoh perhitungan di atas yang menjadi penyebab utama mengapa Perusahaari B memiliki ROE yang yang rendah bila dibandingkan dengan Perusahaan A walaupun Perusahaan B memiliki ROA yang lebih baik dan Financial Leverage yang tidak terlalu tinggi adalah kenyataan bahwa Perusahaan B memilih pembiayaan yang salah.l interest rate l 0.378—0.23. Tingkat bunga yang dibayarkan oleh Perusahaan B terlalu tinggi yaitu 127.l interest rate l 0.238=32.238=0.25%—0.0.7) 142.3) 136% + ( 36%-interest rate) x 0.5%.7146.8% .7J42.238=0.7) 136% + 0.DAFTAR ISI Berikut ini adalah hasil perhitungan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh Perusahaan A dan Perusahaan B: Debt ROE(1-Tax Rate) ⃒ ROA + (ROA.

W. 2006. Hal penting yang harus diperhatikan adalah earning perusahaan. Investment. DAFTAR PUSTAKA Bodie.Malkiel.DAFTAR ISI Kalau seandainya Perusahaan B menggunakan tingkat bunga yang tidak tenlalu tinggi maka ROE Perusahaan B kemungkinan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan Perusahaan A. KESIMPULAN Berdasarkan pada uraian tulisan di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang investor atau analis sekuritas khususnya saham di pasar modal apabila akan melakukan investasi pada saham tidak boleh hanya ikut-ikutan . Karena earning akan menentukan besarnya dividen dan pertumbuhan dividen yang akan menentuakan nilai intrisik saham. akan tetapi perlu menganalisa secara detail fundamental perusahaan. Irwin. A Random Walk Down Wall Street.W Norton & Company. Kane and Marcus. New York-London 1990 237 . Nilai intrinsik saham dapat digunakan sebagai cut of point untuk memutuskan belu atau menjual saham apabila sudah dimiliki saham tersebut. karena akan mempengaruhi tingkat suku bunga yang harus dibayarkan perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi ROE yang akan dihasilkan.Homewood Burton G. Kedua yang tidak kalah penting adalah perlu memperhatikan laverage perusahaan.

sebagaimana dituntut oleh bank. Hal ini sejalan dengan fungsi pasar modal yaitu meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan. stakeholder. Di samping itu. Zubaidi Indra11 ABSTRAK Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. dengan memanfaatkan dana dari pasar modal perusahaan tidak perlu menyediakan dana tiap bulan atau setiap tahun untuk membayar bunga. EPS. Keywords : faktor fundamental.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham Oleh : A. Melalui pasar modal dimungkinkan terciptanya usahawan yang dapat menggalang penyerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Sebagai gantinya perusahaan harus membayar dividen pada investor. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta. jika memang perusahaan memperoleh untung. Faktor-faktor fundamental seperti DER. Satu keunggulan penting yang dimiliki pasar modal dibandingkan bank adalah bahwa untuk mendapatkan dana sebuah perusahaan tidak perlu menyediakan agunan. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. Dengan menunjukkan prospek yang baik. ROE. Biasanya para pemodal 11 Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung . Sumber pembiayaan yang sudah sangat populer adalah bank yang digolongkan sebagai sumber pembiayaan tradisional. rasio A. Kegiatan investasi yang dilakukan investor adalah kegiatan untuk menempatkan dana pada suatu atau lebih suatu aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal saat ini dipandang sebagai sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. maka surat berharga perusahaan tersebut akan laku dijual di pasar modal.

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara perdagangan pada saat sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan. Dari latar belakang di atas maka permasahan yang diangkat adalah bagaimanakah pengaruh faktor-faktor fundamental keuangan perusahaan terhadap risiko saham. Hal ini menunjukkan bahwa ada factor yang harus dipertimbangkan sebelum memilih jenis investasi yang akan dimasuki seperti risiko yang akan ditanggung. Risiko sistematis menurut Beaver. 3. dan investor sudah sangat sadar untuk memperhatikan faktor fundamental perusahaan. Mahduh. systematic component reflects common movement of a single security’s return with the average return of all other securities in the market. Hanafi dan Ari Wibowo (Kelola.DAFTAR ISI tidak akan menempatkan seluruh dana yang tersedianya pada satu jenis aset. Faktor-faktor fundamental adalah merupakan data akuntansi berupa ratio-ratio yang dapat membantu investor untuk memprediksi risiko suatu saham. the greater the riskiness of the security a β of the implies an averages riskiness” dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa beta atau risiko sistematis suatu saham merupakan indikator yang menunjukkan sensitivitas pergerakan return saham terhadap pergerakan return saham-saham lainnya di pasar. Jika kaitan antara aspek fundamental tersebut diketahui maka akan sangat membantu investor dalam menganalisa kepekaan pergerakan return saham terhadap pergerakan saham. Adanya kaitan antara saham individual dengan pasar membawa pemikiran bahwa besarnya risiko sistematis suatu saham seharusnya dapat diperkirakan dari aspek fundamental perusahaan dengan karakteristik pasar. Hasil penelitian Suad Husnan. M. Sumber risiko dapat dibagi atas 2 (dua) kelompok yaitu risiko sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi semua (banyak) perusahaan dan resiko tidak sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi atau (sekelompok kecil) perusahaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih 240 . 1997) yang tetap menyatakan bahwa pengumuman informasi laporan keuangan perusahaan emiten menunjukkan dampak yang besar terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia. ini terlihat dari relatif tingginya perdagangan di hari pengumuman dibanding dengan kegiatan diluar hari pengumuman tersebut. 1997). 2. Laporan keuangan Desember mempunyai dampak yang lebih besar dibanding dengan bulan Maret. Penggunaan data akuntansi juga dapat menghasilkan peningkatan kualitas pengambilan keputusan pada setiap lini dari pembuat keputusan individu. Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil penelitian lainnya oleh Hanafi (Kelola. Kettle dan Scholes (1970) : “A. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut : 1.. the larger the value. menunjukkan bahwa pengumuman laporan keuangan perusahaan emiten juga mempunyai pengaruh terhadap kegiatan perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan. Dari hasil penelitian ini bisa dikatakan bahwa peranan laporan keuangan sudah sangat penting. Laporan keuangan yang diumumkan tampaknya dipergunakan oleh investor dalam kegiatan di bursa.

dan mendukung dengan risiko yang akurat. Keputusan Investasi Dalam teori manajemen keuangan modern disebutkan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan para pemegang saham. Data yang dipakai sebenarnya adalah data historis yaitu risiko yang telah lewat. seberapa ekspansi investasi yang dilakukan dan kapan investasi seharusnya dilaksanakan. Hal penting dan mendasar dalam setiap proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dengan risiko suatu investasi. sementara itu risiko tidak sistematis atau sering disebut risiko financial adalah risiko yang berhubungan dengan risiko usaha yang ditunjukkan oleh variabilitas ini akan semakin besar jika penggunaan hutang semakin besar yang pada akhirnya akan mempengaruhi risiko financial. Untuk mengukur nondiversifiable risk ini dapat menggunakan koefisien beta untuk mengukur Nondiversifiable risk. investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. Formula CAPM dapat ditulis sebagai berikut : Ri = RF + (RM – RF) βi 241 . B. teliti. diperlukan satu analisis yang cermat. Analisis ini sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan. Untuk dapat memilih investasi yang aman. bahwa risiko total terdiri dari risiko dan risiko tidak sistematis. 2. Investor terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana konsep dasar investasi yang menjadi dasar pijakan dalam setiap tahap pembuatan keputusan investasi yang akan dibuat. Salah satu analisis yang dapat digunakan oleh calon investor adalah analisis fundamental. Konsep Model Security Market Line Seperti dijelaskan sebelumnya. Pendapat lain dari Jogiyanto (1998).DAFTAR ISI memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut manager keuangan harus mampu memanfaatkan dana yang tersedia untuk investasi pada suatu investasi yang menguntungkan. Pemilihan teknik yang benar dalam analisis akan mengurangi risiko investor dalam investasi. Proses keputusan investasi berkenaan dengan bagaimana seharusnya seorang investor membuat keputusan mengenai pemilihan sekuritas. Alat yang dipakai untuk melakukan analisis adalah rasio keuangan yang pada dasarnya melihat hubungan antar pos dalam laporan keuangan perusahaan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan. TINJAUAN TEORITIS 1.

0 Market Risk Premium 4% Asset Z’s Risk Premium (6%) Gambar di atas menunjukkan adanya hubungan yang linier antara return dan beta atau risiko. maka akan diperoleh gambar sebagai berikut : Gambar 1.0 br 1. 242 . Makin besar beta maka return yang diharapkan juga semakin besar.5 bz 2. Jika hubungan antara beta dan return digambarkan dalam sebuah gambar.5 1. semakin tinggi return yang diharapkan. Garis yang menghubungkan return dan beta ini disebut sebagai Security Market Line.DAFTAR ISI Keterangan: = Tingkat return yang diucapkan Ri RF = Tingkat bunga bebas risiko βi = Koefisien beta saham RM = Tingkat Keuntungan portofolio pasar Dari formula di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi risiko. Hubungan Antara Beta dengan Return yang Dinyatakan Sebagai Security Market Line Return 17 15 Rz =13 Rm=11 9 Rf = 7 5 3 1 Beta 0 brf . dan sebaliknya semakin rendah risiko semakin rendah pula return yang diharapkan.

Gambar 2. Assets with greater chances of loss are viewer as more risky than those with lesser chance of loss”. Ketidakpastian tingkat return (rate of return) ini berkaitan dengan risiko. Menurut William (1997) risiko didefinisikan sebagai berikut : “Risk can be defined as the chance of financial loss. Semakin besar risiko suatu sekuritas. maka tingkat return yang diharapkan juga semakin besar. Risk dan Return Pengertian risiko pada umumnya sering dikaitkan dengan memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.DAFTAR ISI 3. Menurut Jogiyanto. sebenarnya investor belum mengetahui tingkat return (rate of return) karena return yang diharapkan (expected return) memang belum terjadi. (1998): Dalam membuat keputusan investasi. Hubungan positif antara tingkat return yang diharapkan dengan risiko dapat digambarkan sebagai berikut. ataupun sebaliknya. Hubungan Positif antara Return Ekspektasi dengan Risiko Return Ekspektasi opsi Saham Waran Obligasi Pemerintah RBR Obligasi Perusahaan Risiko 243 .Dari definisi tersebut di atas risiko dipandang sebagai peluang menderita kerugian keuangan. sehingga belum diketahui dengan tepat berapa nilainya.

yaitu menjual saham hingga harganya menguat. Return atau hasil investasi merupakan tujuan utama bagi investor. yaitu bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Risiko nilai tukar mata uang. Sedangkan risiko tidak sistematis merupakan risiko yang tidak terkait dengan perubahan pasar secara keseluruhan tetapi lebih terkait pada perubahan kondisi mikro perusahaan penerbit saham. Risiko tidak sistematis bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi investasi pada setiap jenis saham. 4. kerusuhan. Semakin besar kemungkinan perbedaannya berarti semakin besar risiko investasi tersebut. Risiko Negara atau country risk. yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Menurut Jogiyanto. ceteris paribus. Risiko inflasi biasa disebut sebagai risiko daya beli. jika inflasi meningkat biasanya menuntut tambahan premium inflasi untuk mengkompensasikan penurunan daya beli yang dialaminya. Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu saham yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. 3. 6. Semakin besar proporsi utang yang digunakan. sering disebut sebagai capital gain atau menunggu dividend. Risiko ini berkaitan dengan kondisi stabilitas politik suatu negara. 5. ataupun perubahan politik. semakin besar risiko financial yang diahadapi perusahaan. 2. Risiko likuiditas. Risiko financial. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh berubahnya indeks pasar saham secara keseluruhan. Ada beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi menurut Tandelin (2001) yaitu : 1. Risiko sistematis merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi secara keseluruhan dimana perubahan pasar tersebut akan mempengaruhi variabilitas return atas suatu investasi. semakin cepat suatu saham bisa diperdagangkan maka semakin likuid saham tersebut. (1998) menyatakan bahwa: return total merupakan return keseluruhan dari suatu 244 . Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan pinjaman dalam pembiayaan modalnya. demikian sebaliknya jika suku bunga turun harga saham akan naik. Risiko pasar.DAFTAR ISI Dari pengertian di atas dapat disebutkan bahwa risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return yang sebenarnya diterima dengan return yang diharapkan. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor serta munculnya resesi ekonomi. Risiko inflasi. Investasi saham akan memberikan keuntungan atau return dalam dua cara. Risiko suku bunga dimana perubahan suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik. 7. artinya jika suku bunga meningkat maka harga saham akan turun. Risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap nilai mata uang Negara lain dan sering disebut sebagai currency risk atau exchange rate risk. Dalam manajemen investasi modern dikenal pembagian risiko total investasi ke dalam dua jenis risiko.

Jika digunakan IHSG adalah : Rmt = IHSG t − IHSG IHSG t -1 t -1 Rmt IHSG t IHSG t-1 = Return pasar untuk periode t = merupakan indeks pasar periode t = merupakan indeks pasar periode t-1 Return ekspektasi (expected return) dapat dihitung dengan mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut. investor juga perlu menghitung berapa besarnya risiko yang terkait dengan investasi pada saham yang bersangkutan. secara matematik. return total sering disebut return saja. dan yield dianggap tidak diperhitungkan sehingga dengan demikian. Banyak 245 . return total dapat di nyatakan sebagai berikut : Return = Pt Pt-1 Pt − Pt −1 Pt −1 = Harga saham sekarang (periode t) = Harga saham periode lalu (periode t-1) Dengan cara yang sama.DAFTAR ISI investasi dalam suatu periode tertentu. Return total terdiri dari Capital gain dan yield Return = Capital gain (loss) + Yield Capital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. tingkat pengembalian pasar (rate of market return). Risiko sebagai sisi lain dari return menunjukkan kemungkinan penyimpangan return yang diharapkan dari return actual yang diperoleh. return ekspektasi dapat dirumuskan sebagai berikut (Jogiyanto. 1998). E (Ri) = ∑R P i =t i n i Keterangan : E (Ri) = Perolehan diekspektasi suatu aktiva atau sekuritas Ri = Hasil masa depan ke-i Pi = Probabilitas hasil masa depan ke-i n = jumlah dari hasil masa depan Disamping mengestimasi return yang diharapkan dari suatu investasi saham.

Kettler dan Scholes menyatakan jika data akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan risiko. dana dari luar perusahaan dalam bentuk hutang atau obligasi dan biasanya akan timbul biaya-biaya (cost of debt) yang minimal harus ditanggung adalah sebesar biaya bunga. Secara matematis rumus untuk menghitung varians atau standar deviasi adalah sebagai berikut : M Var R = i ( ) ∑ ⎛⎜⎝ [Ri − E (Ri)]2 . maka 246 . pi ⎞⎟⎠ i =1 C. Pada saat akan digunakan. however. akan timbul biaya yang tidak kelihatan yang merupakan opportunity cost dari modal tersebut. Meskipun tidak ada standar untuk menetapkan variabel-variabel mana yang diduga memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis (beta saham) namun variabel-variabel yang digunakan Beaver. If these relationship could be determined. Debt Equity Ratio (DER) Setiap sumber dana selalu mempunyai biaya masing-masing yang biasa disebut cost of funds. we should know that the risk a firm should be determined by some combination on the firm’s fundamental of the firm’s stock. semakin besar penyebarannya. Kettler dan Scholes (Grubber:1995) menyatakan : “Beta is risk measure that arises from the relationship between the return on a stock and the return on the market. Menurut Beaver. dan Scholes yaitu beberapa variabel fundamental dapat digunakan sebagai dugaan awal untuk penelitian tesis ini. Varians maupun standar deviasi merupakan besarnya penyebaran variabel random diantara rata-ratanya. PEMBAHASAN C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko pasar.DAFTAR ISI metode yang tersedia untuk mengukur risiko. semakin besar varians atau standar deviasi investasi tersebut.1. tetapi secara umum risiko diukur dalam bentuk probabilistik atau dalam bentuk varians (standar deviasi). dengan hanya membatasi variabel-variabel penelitian sebagai berikut : 1. Faktor-faktor Fundamental Beta merupakan ukuran risiko yang dinyatakan dalam “Sensitivity to market” yaitu ukuran risiko yang didasarkan pada sensitivitas pergerakan return suatu saham terhadap market return. Alat ukur yang paling umum digunakan untuk menjelaskan sejauh mana penyimpangan expected return dari actual return adalah dengan varians atau standard deviasi. meskipun tidak ada metode yang standar. hal itu akan merupakan peningkatan dalam pengambilan keputusan bagi investor untuk keperluan analisis portofolio. Sementara jika dari modal sendiri (equity). Kettler. Lebih lanjut Beaver. they would help us to understand betas and to better forecast betas”. Mengingat begitu bervariasinya biaya dari luar maupun dari dalam perusahaan.

Formulasi struktur modal itu sendiri adalah sebagai berikut : DER = Long Term Debt Equity DER yang semakin besar akan mengakibatkan risiko financial perusahaan yang semakin tinggi. Return On Equity (ROE) Return on equity menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang saham (earning available for common stockholder’s) agar bisa terlihat seberapa besar kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan laba. Indikator ROE sangat penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diharapkan investor. maka semakin tinggi DER akan mengakibatkan saham perusahaan tersebut semakin dihindari investor. Dengan mengetahui tingkat ROE.DAFTAR ISI perlu dipertimbangkan dengan seksama sebaiknya dari sumber dana mana investasi yang harus dibiayai. investor dapat menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Dengan penggunaan hutang yang semakin besar akan mengakibatkan semakin tingginya risiko untuk tidak mampu membayar hutang. Investor biasanya selalu menghindari risiko. ROE bisa dihitung dengan formula sebagai berikut : Return On Equity (ROE) = Earnings after Tax and Interest equity Dari sudut pandang investor ROE merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Bagi investor semakin tinggi ROE menunjukkan risiko investasi kecil. maka diperlukan perhitungan laba bersih yang sudah dikurangi dengan biaya bunga dari modal asing (cost of debt) dan pajak perseroan (income tax). investor dapat melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan. 2. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hubungan DER dengan beta saham adalah positif artinya semakin tinggi tingkat DER akan mengakibatkan semakin tinggi risiko pasar dan sebaliknya tingkat DER yang rendah akan mengakibatkan risiko sahamnya rendah. sehingga harga saham akan semakin rendah. Dengan mengetahui tingkat ROE. karena akan berpengaruh terhadap harga saham di bursa. Dalam menentukan pilihannya. ROE akan berubah jika EAT atau equity mengalami perubahan. Penggunaan hutang dalam valuta asing juga akan menimbulkan currency risk dimana risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap mata uang Negara lain. investor biasanya akan mempertimbangkan perusahaan yang mampu memberikan kontribusi ROE yang lebih besar. Atau dengan kata lain dikatakan bahwa 247 . Sedangkan modal yang dihitung adalah modal sendiri yang bekerja dalam perusahaan.

PER menunjukkan besarnya harga setiap satu Rupiah earning perusahaan. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa PER juga merupakan ukuran harga relatif dari saham perusahaan. 3.DAFTAR ISI semakin tinggi ROE akan mengakibatkan beta saham tersebut semakin rendah sebaliknya bila ROE rendah akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. ada tiga komponen untuk menghitung PER. Rumus untuk menghitung EPS suatu perusahaan adalah sebagai berikut : Earning Per Share (EPS) = Earning after Tax (EAT) and Interest Number of Share EPS = ROE X Book Value per Share EPS = Earning after Tax and Investment Equity x Number of share Equity 4. yaitu : a. Meskipun tidak semua perusahaan mencantumkan besarnya EPS perusahaan bersangkutan dalam laporan keuangannya. besarnya EPS dapat dihitung berdasarkan laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan. Earning Per Share (EPS) Informasi earning per share suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. Dividend payout ratio (DPR) yang diharapkan yang menunjukkan besarnya dividen yang akan dibayarkan perusahaan dari total earning yang diperoleh perusahaan 248 . Besarnya EPS suatu perusahaan bisa diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan. Price Earning Ratio Informasi PER mengindikasikan besarnya Rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu Rupiah earnings perusahaan atau dengan kata lain. Rumus PER juga dapat ditulis sebagai berikut : PER = D1 / E1 k−g Keterangan : D1/E1 = Tingkat dividend payout ratio yang diharapkan k = Tingkat return yang diharapkan g = Tingkat pertumbuhan yang diharapkan Dari persamaan di atas.

Beta Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. Tanpa profit. Mengetahui beta masing-masing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk (Jogiyanto.DAFTAR ISI b. Mengetahui beta suatu sekuritas atau beta suatu portofolio merupakan hal yang penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut. Dalam memilih investasi saham. yang merupakan fungsi dari besarnya ROE dan tingkat laba ditahan perusahaan. sebagai kompesasi atas risiko yang harus ditanggung investor.2. Secara matematis tingkat return yang diisyaratkan adalah : k = R f + Rp Keterangan: K = tingkat return bebas risiko + premi risiko c. Tingkat return yang diisyaratkan (k) yang menunjukkan tingkat return yang diisyaratkan investor atas suatu saham. Untuk menghitung beta portofolio. sebaliknya semakin rendah OPM akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari beta masing-masing sekuritas. investor akan memilih perusahaan yang memiliki OPM yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memiliki OPM rendah. Bagi investor perusahaan yang memiliki tingkat OPM yang tinggi memberikan indikasi bahwa risiko pada perusahaan tersebut adalah rendah. Bagi investor yang diinginkan tentunya adalah operating profit margin. Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (g). maka beta masing-masing sekuritas perlu dihitung terlebih dahulu. 1998). Operating Profit Margin (OPM) Operating profit margin mengukur presentase setiap penjualan setelah semua cost and expenses diluar biaya bunga dan pajak. 249 . Dapat dikatakan semakin tinggi OPM akan semakin rendah beta sahamnya. C. OPM menunjukkan laba murni (pure profit) yang diperoleh dari setiap penjualan.Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistematiknya yang tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi. Oleh karena itu rasio ini sangat penting bagi investor untuk menilai masa depan perusahaan. Formula untuk menghitung operating profit margin sudah dikenal luas sebagai berikut : Operating Profit Margin = Operating Profit Sales OPM adalah salah satu alat untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan. 5. perusahaan tidak akan menarik bagi investor.

Contoh dari diversifiable risk adalah pemogokan buruh.DAFTAR ISI Beta sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data histories. Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa beta histories mampu menyediakan informasi tentang beta masa depan (Elton dan Gruber : 1994). misalnya 60 bulan untuk return bulanan atau 200 hari untuk return harian. Beberapa beta historis berdasarkan jenis data yang akan digunakan yaitu: 1. yaitu hal yang buruk terjadi di suatu perusahaan dapat diimbangi dengan hal yang baik terjadi diperusahaan lain. maka risiko ini dapat didiversifikasi di dalam portofolio. Beta yang dihitung berdasarkan data historis ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi beta masa mendatang. penelitian yang berhasil atau tidak berhasil dan lain sebagainya. leverage. Karena risiko ini unik untuk suatu perusahaan. 2000). berikut ini menunjukkan risiko total dan komponennya yang berupa risiko yang dapat di-diversifikasi dan risiko yang dapat didiversifikasi. dan lainnya) (Jogiyanto. 3. asset growth. Beta fundamental Dapat diestimasi dengan menggunakan data histories berupa variabel-variabel fundamental perusahaan (Dividen pay out. Beta akuntansi Beta akuntansi dapat dihitung dengan menggunakan data histories yang berupa data akuntansi seperti laba perusahaan dan laba indeks pasar. Risiko total (total risk) merupakan penjumlahan dari diversifiable dan nondiversifiable risk sebagai berikut : Risiko total = Risiko dapat di-diversifikasi + Risiko tidak dapat di-diversifikasi = Risiko perusahaan + risiko pasar = Risiko tidak sistematik + risiko sistematik = Risiko spesifik (unik) + risiko umum Gambar 3. 2. risiko yang tidak dapat didiversifikasikan oleh portofolio disebut dengan nondiversifible risk atau risiko pasar (market risk) atau risiko umum (general risk) atau risiko sistematik (systematic risk). tuntutan dari pihak lain. 2000). Bagian dari risiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio yang well-diversified disebut dengan risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable risk) atau risiko perusahaan (company risk) atau risiko spesifik (specific risk) atau risiko unik (Unique risk) atau risiko yang tidak sistematik (unsystematic risk). 250 . (Jogiyanto. seperti inflasi. Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan. resesi. dan lain sebagainya. Beta pasar Dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-nilai histories return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu. Sebaliknya.

menunjukkan semakin peka pergerakan harga saham tersebut terhadap pergerakan haraga saham di pasar. Beta menunjukkan pergerakan vertikal (stock return) per unit pergerakan horizontal (market return). Risiko Total. Dengan menggunakan persamaan regresi dari single indeks model maka beta untuk tiap saham dapat dihitung seperti tampak pada Gambar 4. yang kemudian dipergunakan sebagai taksiran beta masa datang. 251 .DAFTAR ISI Gambar 3. sehingga semakin tinggi risikonya. Semakin besar beta. risiko yang dapat di-diversifikasi dan yang tidak dapat risiko fortofolio (%) Risiko dapat di-diversifikasi Atau risiko perusahaan Atau risiko spesifik Atau risiko unik Atau risiko tidak sistematik Risiko total Risiko tidak dapat di-diversikfikasi Atau risiko pasar atau risiko umum Atau risiko sistematik Jumlah saham Estimasi Nilai Beta Metode yang paling banyak digunakan untuk menetukan beta adalah cara penaksiran dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta masa itu. Beta saham tidak akan merupakan kemiringan (scope) garis regresi tersebut.

R mt ) 2 ] 252 . Jerome (1987). Nilai alpha dan beta dapat bernilai positif. Estimasi besarnya risiko sistematis (β) dihitung dengan menggunakan formula standar (Elton/Gruber: 1995) sebagai berikut : βi = σ im σ 2m t =1 = ∑ [(Rit − R it )(Rmt . merupakan saham-saham netral karena pergerakan return saham sejalan dengan market return. nilai alpha merepresentasikan return saham yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar pergerakan pasar atau dikenal sebagai independent component. Garis Regresi Untuk Mengukur Beta Saham Rit β α Rmt Alpha merupakan intersep dari garis regresi. Saham-saham dengan beta lebih besar dari satu (β > 1) digolongkan sebagai sahamsaham agresif (aggressive stock) karena saham melonjak lebih cepat daripada pasar dalam situasi boom (bull market) sebaliknya jatuh lebih tajam daripada pasar pada situasi lesu (bear market).DAFTAR ISI Gambar 4. keuntungan saham ini berfluktuasi kurang dari kondisi pasar secara keseluruhan. saham-saham jenis ini lebih peka sehingga mempunyai risiko yang tinggi.R mt )] N ∑ [(R N t =1 mt . Saham-saham dengan beta sama dengan satu. Saham-saham dengan beta kurang dari satu (β < 1) digolongkan sebagai saham-saham defensive (defensive stocks). negatif atau nol.

: Resiko sistematis untuk saham i βi σ σ im 2 im : kovarian antara return saham Ri dengan market return RM.DAFTAR ISI Keterangan. Cara lain adalah dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. yaitu yang independent dari perubahan pasar dan yang dipengaruhi oleh pasar. Persamaan di atas juga merupakan persamaan regresi linier sederhana yang dihitung dengan Ri sebagai variabel dependent dan Rm sebagai variabel independent. model indeks tunggal adalah sebagai berikut : Ri =αi + βiRm + ei Keterangan: Ri : return saham i Rm : return indeks pasar : bagian return saham i yang tidak dipengaruhi kinerja pasar : ukuran kepekaan return saham i terhadap perubahan return saham : kesalahan residual αi βi ei Persamaan tersebut hanyalah memecah tingkat keuntungan suatu saham menjadi dua bagian. E (Ri) = αi + βi E (Rm) . : Rata-rata dari return on security : rata-rata dari market return Rit Rmt Penggunaan konsep model indeks tunggal dalam menaksir. σi2 = βi2σm2 + σei2 Covariance tingkat keuntungan saham i dan j. Secara sistematis. deviasi standar tingkat keuntungan dan covariance antar saham sebagai berikut : Tingkat keuntungan yang diharapkan. beta memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio.Variance tingkat keuntungan. : varian market return. σei = βiβjσm2 253 . Penggunaan model indeks tunggal menghasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan.

ROE. Faktor-faktor fundamental seperti DER.DAFTAR ISI Model indeks tunggal menunjukkan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan terdiri dari dua komponen yaitu αi dan bagian yang berhubungan dengan pasar yaitu βiE(Rm). 254 . sebaliknya covariance semata-mata tergantung pada risiko pasar. Yaitu risiko yang unik (σei2) dan risiko yang berhubungan dengan pasar βi2σm2. Demikian juga variance tingkat keuntungan terdiri dari dua bagian. Sehubungan dengan hal tersebut. maka risiko portofolio akan mendekati : σ p = β p 2σ m 2 = βpσm = σm [ ∑ X i β i ] D. maka penelitian ini menganalisis variabelvariabel yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental yang diperkirakan dapat menjelaskan risiko sistematis. kalau resiko residual dianggap nol. Pada masa krisis juga diduga banyak perusahaan yang memiliki tingkat earning per share yang rendah karena kemampuan menghasilkan laba yang rendah. KESIMPULAN DAN SARAN Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. βp = ∑ X i βi Demikian juga alpha portofolio (αp) adalah. EPS. α p = ∑ X iα i Untuk variance portofolio rumusnya adalah sebagai berikut: α p 2 = β p 2σ m 2 + ∑ X i 2σ ei 2 Resiko yang tidak bisa dihilangkan kalau bentuk portofolio merupakan risiko yang berkaitan dengan βp. Salah satu alasan penggunaan model indeks tunggal adalah untuk mengurangi jumlah variabel yang perlu ditaksir karena untuk portofolio model indeks tunggal mempunyai karakteristik yaitu bahwa beta portofolio (βp) merupakan rata-rata tertimbang dari beta saham-saham yang membentuk portofolio tersebut. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta.

2000. Stephen E. Eskew.K. Inc. Zaki dan H. PT. Brealey. “The Association Between Market Determined Measure of Risk and Alternative Measure of risk” Accounting Review 50 (January 1975). Salno. USA.1997. E&FN Spon. Hargitay. 255 . and Gruber. Accounting Review 45. Penerbit Airlangga. “Pengantar Pasar Modal”. “Teknik Analisis Keuangan”. New York.3 No. Hal 654-682. P. Accounting Review 54. Gitman. Richard. Indonesia. “Fundmental of corporate Finance” Fifth Edition. Jakarta. Beaver.S. 1995.Steward C. “The Association Between Market Determined and Accounting Determined Risk Measures”. Martin J. Baridwan. (October 1970). Di lain pihak telah banyak studi dan penelitian yang dilakukan kurang meneliti hubungan faktor-faktor makro ekonomi terhadap risiko sistematis seperti perubuhan tingkat inflasi dan tingkat suku bunga terhadap risiko sistematis. dan M. New York. “Investment Decision – A Quantitative Approach”. Berbagai alasan dikemukakan terhadap kurangnya penelitian yang menitikberatkan pada pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko sistematis (risiko pasar) diantaranya adalah masih dalam dugaan bahwa faktor-faktor tersebut kurang memberikan penjelasan yang berarti pada risiko sistematis suatu saham. 1998. R. Alih Bahasa. Mc Graw Hill. Jakarta. J. 5th Edition. 1995. Helfert. “Principles of Managerial Finance”. Edisi Kedelapan. London. Elton. Myers. Bildersee.1 Ikantan Akuntan Indonesia. and Ming Yu Shi. Edwin J. 2000. “The Forecasting Ability of Accounting Risk Measure Some Additional Evidence”. A Erich. Scholes.M. (Januari 1979). 9th Edition. Pandji dan Piji Pakarti.” Modern Portfolio Theory and Investment Analysis”. Rineka Cipta. 1993. “Analisis Perataan Penghasilan (Income Smoothing) : Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia. Lawrence J. . Jhon Wiley & Sons.Kettler. DAFTAR PUSTAKA Anoraga.A. Herman Wibowo. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol.DAFTAR ISI Alasan yang lain pada penggunaan variabel-variabel fundamental adalah karena dalam berbagai studi literatur menunjukkan masih kurangnya penelitian yang mengkaitkan antara risiko sistematis saham dengan faktor-faktor fundamental yang dapat menjelaskannya.

Edisi Pertama. Jogiyanto. “Corporate Finance Theory”. Teori Portfoliodan Analisis Investasi”. Po. “Pengaruh Operating And Financial Leverage Terhadap Risiko Sistematis Pada Beberapa Perusahaan Unggulan di Bursa Efek Jakarta Periode 1998—2001” Tahun 2004. S. Yogyakarta. Tandellilin. BPFE-Yogyakarta. “Manajemen Keuangan”.. Yogyakarta. Van Horne. J. Fred. Prasetio Utomo.DAFTAR ISI Institude for Economic and Financial Research. “Dasar-dasar Teori Portfolio dan analisa sekuritas”. Megginson. John D. 1996. Suad Husnan DR. Targeting. “Basic Financial Management” 7th New York. Copeland. Sixth Edition. Yogyakarta. Jones. Elex Media Komputindo. Prentice Hall. “Berfikir Ekonomis di Masa Krisis”. 7th edition. 256 . “Analisa Laporan Keuangan”. Positioning. J. 2001. Santoso. “Membidik Pasar Indonesia. Jakarta. UPP AMP YKPN.2001. Jakarta. Penerbit Erlangga. Yogyakarta. Scott. 1st edition. Jakarta. Keown. Thomas E. Penerbit Liberty. Prentice Hall International. 1986. Eduardus. David F. 1997. 2001. Petty. MBA. 1994. Charles P.William. Kasali. 2003”. PT. Rhenald. “Indonesia Capital market Directory 2000. Munawir. BPFE. “Investment”. L. John Wiley & Sons. Edisi ke-2. Edisi Keempat. 1997. “SPSS / Statistical Product and Service Solution” Elex Media Komputindo. Jakarta. “A Financial Management and Policy”.. Segmentasi. Arthur J. Haryanto. 1998. Inc. James. Gramedia Pustaka Utama. Edisi Kedelapan. Roy.”. “Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio”. William. Sembel. Martin. Addison-Wesley Educational Publisher Inc. Edisi Pertama. Edisi kedua. Weston. Singgih. New York. 1996. JR. 2000.