ANALISIS LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA DAN TINGKAT LIKUIDITAS PERUSAHAAN (Studi Perbandingan pada Perusahaan

Rokok yang Go Public
21 03 2008

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kebutuhan masyarakat yang semakin banyak merupakan akibat dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas yang diikuti dengan kecanggihan teknologi, sehingga perkembangan dunia usaha semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan timbul persaingan yang competitive. Perusahaan yang kuat akan bertahan hidup sebaliknya perusahaan yang tidak mampu bersaing kemungkinan akan dilikuidasi atau mengalami kebangkrutan. Oleh karena itu, untuk dapat menghadapi perubahan yang terjadi, perusahaan tentu saja perlu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yang diantaranya meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian secara baik sehingga sasaran utama perusahaan dapat tercapai. Disamping itu pula perusahaan perlu melakukan pengelolaan modal dengan baik agar tersedia modal yang cukup dalam melaksanakan peningkatan kegiatan operasi, seperti menambah tenaga kerja, mesin, dan lain-lain, ataupun dalam perluasan usaha. Untuk melihat kondisi dan perkembangan keuangan suatu perusahaan, biasanya pimpinan perusahaan menyusun laporan keuangan yang menggambarkan kejadian-kejadian atau segala transaksi yang terjadi di perusahaan yang kemudian digunakan untuk menginterpretasi atau menganalisis terhadap data keuangan perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan produk dari proses akuntansi yang tentunya memiliki karakteristik dan keterbatasan. Laporan keuangan dihasilkan untuk tujuan tertentu yang berdasarkan pada Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum. Interpretasi atau analisis terhadap laporan keuangan perusahaan sangat bermanfaat bagi penganalisa untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Salah satu analisis laporan keuangan adalah analisis laporan sumber dan penggunaan modal kerja yaitu suatu analisis tentang darimana sumber-sumber dan penggunaan modal kerja dalam suatu perusahaan. Modal kerja merupakan dana yang harus tersedia dalam perusahaan yang dapat digunakan untuk membelanjai kegiatan operasinya sehari-hari, misalnya untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai, dan sebagainya, dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produknya. Dari laporan sumber dan penggunaan modal kerja ini akan membantu manajer keuangan dalam melaksanakan kegiatan perusahaannya dalam hal menentukan jumlah dana yang harus tersedia dan untuk dapat melihat asal; sumber dana itu diperoleh. Selain itu, laporan tersebut dapat juga membantu manajer keuangan dalam merencanakan berapa penggunaan dana dengan sebaik-baiknya untuk dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan perusahaan sebab apabila perusahaan kekurangan dana tentu akan sulit berkembang. Kekurangan modal kerja terus-menerus yang tidak segera diatasi tentu akan menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Modal kerja yang akan digunakan sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar dapat memberikan keuntungan yang maksimal sehingga suatu perusahaan bisa beroperasi secara ekonomis dan juga modal kerja yang cukup dapat menekan biaya perusahaan menjadi rendah, menunjang segala kegiatan operasi perusahaan secara teratur. Selain itu pemilikan modal kerja yang cukup akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain memungkinkan perusahaan dapat membayar semua kewajibannya tepat pada waktunya, memungkinkan perusahaan tersebut untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani konsumen, dan memungkinkan perusahaan tersebut untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan. Penetapan besarnya modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, salah satunya bergantung pada jenis perusahaan. Kebijakan perusahaan dalam mengelola jumlah modal secara tepat akan mengakibatkan keuntungan, sedangkan akibat dari penanaman modal kerja yang kurang tepat akan mengakibatkan kerugian. Agar dapat menilai posisi keuangan suatu perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban-kewajibannya, maka perlu digunakan alat analisis yang dinamakan rasio likuiditas, artinya rasio yang memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Dari perhitungan rasio ini diharapkan dapat membantu para manajer untuk menilai efektivitas dan efisiensi modal kerja yang digunakan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Analisis rasio terhadap modal kerja perusahaan pun sangat perlu dilakukan untuk mengetahui dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek perusahaan serta meneliti efisiensi dan penggunaan modal kerja dalam perusahaan. Apabila jumlah aktiva lancar terlalu kecil, maka akan menimbulkan situasi illikuid, sedangkan apabila jumlah aktiva lancar yang terlalu besar akan berakibat timbulnya aktiva lancar atau dana yang menganggur. Semua ini akan berpengaruh kepada jalannya operasi perusahaan yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan atau laba yang seharusnya diperoleh perusahaan pada periode yang bersangkutan. Pengelolaan modal kerja yang baik selain akan lebih memperlancar aktivitas perusahaan juga dapat meningkatkan keberhasilan usaha untuk meraih keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, perusahaan harus hati-hati dalam menangani masalah keuangan dalam pengelolaan sumber dan penggunaan modal kerja. Laporan sumber dan penggunaan modal kerja ini merupakan suatu laporan yang berguna bagi pihak manajemen perusahaan, para kreditur, para pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya. Pihak manajemen dan para kreditur jangka pendek terutama akan tertarik kepada posisi keuangan jangka pendek (posisi modal kerja) suatu perusahaan termasuk perubahan-perubahan yang terjadi selama periode itu. Kenaikan dalam modal kerja mungkin ditunjukkan dalam kas, efek, piutang maupun dalam persediaan atau adanya penurunan atau berkurangnya hutang lancar, dan adanya kenaikan dalam modal kerja ini akan diinterpretasikan bergantung kepada sumber-sumber yang menyebabkan kenaikan tersebut. Apabila seluruh perubahan tersebut semuanya berasal dari hasil operasi perusahaan, maka hal ini akan dinilai sebagai hal yang amat baik atau menguntungkan dibandingkan dengan kenaikan modal kerja yang berasal dari pengeluaran hutang jangka panjang. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ³Analisis Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja dan Tingkat Likuiditas Perusahaan´ 1.2 Identifikasi Masalah Dalam penyusunan laporan keuangan ini, analisis terhadap laporan keuangan dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis yang penekanannya pada analisis sumber dan penggunaan modal kerja dan rasio likuiditas. Metode ini sangat membantu manajemen untuk mengetahui efisiensi modal kerja yang digunakan dalam perusahaan.

Dari uraian tersebut, penyusun mengidentifikasi masalah sebagai berikut: 1 Bagaimana analisis laporan sumber dan penggunaan modal kerja perusahaan pada perusahaan industri rokok yang go public . 2 Bagaimana analisis tingkat likuiditas perusahaan pada perusahaan industri rokok yang go public. 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud penelitian ini yaitu untuk menganalisis data atau keterangan yang diperlukan dalam penulisan karya ilmiah berbentuk skripsi guna memenuhi syarat dalam menempuh ujian sarjana. Selain itu maksud dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mengetahui sejauhmana penerapan ilmu yang penulis pelajari pada kenyataannya. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1 Untuk mengetahui hasil analisis laporan sumber dan penggunaan modal kerja perusahaan pada perusahaan industri rokok yang go public. 2 Untuk mengetahui hasil analisis tingkat likuiditas perusahaan pada perusahaan industri rokok yang go public. 1.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat berguna baik secara lan gsung maupun tidak langsung bagi pihak-pihak yang berkepentingan anatra lain: 1 Bagi penulis Diharapkan dapat diperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai konsep analisis sumber dan penggunaan modal kerja dan hubungannya dengan rasio likuiditas perusahaan. 2 Bagi perusahaan yang diteliti Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam melakukan perbaikan-perbaikan, merumuskan kebijakan serta tindakan-tindakan selanjutnya sehubungan dengan penggunaan analisis laporan keuangan. 3 Bagi rekan-rekan Diharapkan dapat dijadikan sebagai sumbangan bagi dunia ilmu pengetahuan agar dapat berguna bagi mereka yang memerlukannya terutama rekan-rekan mahasiswa. 1.5 Kerangka Pemikiran Struktur kekayaan suatu perusahaan erat hubungannya dengan struktur modalnya. Dengan membandingkan elemen-elemen aktiva dengan elemen-elemen pasiva, kita dapat memperoleh suatu gambaran tentang keadaan keuangan suatu perusahaan. Salah satunya adalah keadaan likuiditas suatu perusahaan pada saat tertentu. Dalam melaksanakan aktivitasnya, perusahaan harus melakukan evaluasi dan pengukuran terhadap apa yang telah dilakukannya sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa yang akan datang yang dapat dilihat dari perhitungan rasio. Namun demikian, untuk dapat membelanjai aktivitas operasi perusahaan sehari-hari tersebut perusahaan selalu membutuhkan modal kerja dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali masuk ke dalam perusahaan dalam jangka waktu yang relatif pendek melalui hasil penjualan produknya. Modal merupakan salah satu sumber daya yang terbatas, dan setiap badan usaha membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalnya untuk membeli bahan baku, membayar upah buruh, gaji pegawai, dan sebagainya. Perusahaan secara umum harus mempertahankan jumlah modal kerja yang menguntungkan yaitu jumlah aktiva lancar yang harus lebih besar daripada jumlah hutang lancar. Hal ini dimaksudkan sebagai jaminan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban jangka pendeknya.

Dengan melakukan analisis sumber dan penggunaan modal kerja selain dapat melihat perubahan modal kerja yang terjadi juga dapat berguna untuk mengetahui bagaimana cara perusahaan melunasi pinjamannya. Laporan perubahan modal kerja tersebut sangatlah penting karena beberapa ukuran kinerja perusahaan masih tetap menggunakan komponen modal kerja. berarti perusahaan tersebut dalam keadaan ³illikuid´. Apabila perusahaan mengalami kekurangan . Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan dinamakan ³likuiditas badan usaha´. Menurut Lukman Syamsuddin (2005. Mengenai penggunaan modal kerja. Likuiditas suatu badan usaha akan mengalami perubahan jika unsur-unsur yang mempengaruhinya juga mengalami perubahan. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja neto (net working capital). yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar di atas hutang lancar.´ Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa apabila perusahaan tidak dapat mempertahankan tingkat modal kerja yang memuaskan. maka diharapkan likuiditas perusahaan akan meningkat. Semakin besar net working capital. semakin besar aktiva lancar dapat menutup hutang lancar berarti semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya yang artinya perusahaan semakin likuid.227): ³Net working capital ini seringkali digunakan untuk mengukur risiko ³technical insolvency´ (ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban yang segera jatuh tempo). dimana kelebihan dana ini bukannya menguntungkan perusahaan tetapi malah merugikan. sebab dana tersebut tidak bisa menambah keuntungan. semakin likuid keadaan suatu perusahaan dan semakin kecil kemungkinan perusahaan untuk tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajiban yang segera jatuh tempo. artinya perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran ataupun aktiva lancar yang lebih besar daripada hutang lancar. ini berarti akan diperoleh modal kerja yang cukup. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangan tepat pada waktunya berarti perusahaan tersebut dalam keadaan ³likuid´. Sebaliknya. karena apabila terjadi kelebihan dana yang disebabkan oleh ketidakefektivan penggunaan dana ini menunjukkan adanya pengendapan dana yang disebut dengan idle money. Laporan tentang perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana manajemen perusahaan mengelola modal kerjanya yang dapat dilihat dari peningkatan atau penurunan modal kerja untuk dua periode atau lebih. Ada dua alat analisis yang digunakan untuk menganalisis penggunaan modal kerja yaitu analisis sumber dan penggunaan modal kerja dan analisis rasio keuangan.´ Untuk dapat mengendalikan net working capital tersebut maka dapat dilakukan dengan membuat laporan sumber dan penggunaan modal kerja. sedangkan apabila berhubungan dengan pihak dalam perusahaan atau proses produksi dinamakan ³likuiditas perusahaan´. Tingkat likuiditas perusahaan hendaknya diikuti oleh penggunaan dana secara efektif dan efisien.Pernyataan ini diperkuat oleh Bambang Riyanto (2001. maka kemungkinan sekali perusahaan akan berada dalam keadaan insolvent (tidak mampu membayar kewajiban-kewajiban yang sudah jatuh tempo) dan bahkan mungkin terpaksa harus dilikuidir (bangkrut). kalau perusahaan tidak dapat memenuhi pembayaran pada saat ditagih atau kewajibannya pada saat jatuh tempo. yaitu likuiditas perusahaan.58) tentang pendefinisian modal kerja berdasarkan konsep kualitatif: ³ Oleh karenanya maka modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasinya perusahaan tanpa menganggu likuiditasnya. Apabila perusahaan dapat mempertahankan suatu kondisi dimana sumber lebih besar daripada penggunaan modal kerjanya.

Penulis dalam mengumpulkan data sekunder meliputi teori-teori tentang Analisis Laporan Keuangan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. 1. 2.6 Metodologi Penelitian Teknik penelitian yang akan digunakan penulis bersifat studi komparatif. menyajikan dan menganalisisnya sehingga dapat memberikan perbandingan yang cukup jelas mengenai objek yang diteliti yang kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan. dan sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini yang akan membantu penulis dalam mengolah dan menginterpretasikan data-data keuangan perusahaan yang diperoleh. Adapun teknik pengumpulan data serta informasi yang dilakukan oleh penulis dalam penyusunan skripsi ini yaitu dengan cara sebagai berikut: 1. yaitu metode yang berusaha mengumpulkan data yang sesuai keadaan yang sebenarnya. Komentar : 13 Komentar » Kategori : Skripsi Akuntansi PERANAN RISIKO PENGENDALIAN TERHADAP LINGKUP PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PERSEDIAAN (Studi Kasus Pada KAP KBS di Bandung) . Berdasarkan uraian di atas. catatan-catatan kuliah. bahan tulisan lainnya yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti sehingga dapat dijadikan data sekunder.co. Sedangkan waktu penelitian dilakukan mulai bulan November 2005 sampai dengan Maret 2006. dimana dengan semakin lamanya waktu pinjaman tersebut maka beban bunga yang dipikul akan semakin besar pula sehingga bisa mengakibatkan mengurangi laba dan akhirnya akan mengurangi kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban yang harus segera dipenuhi. yaitu data-data yang diperoleh dari bahan-bahan yang tersedia di buku-buku. sumber data yang digunakan penulis adalah data sekunder.jsx. Dalam menyusun skripsi ini. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis dari literatur. Tujuan dari penelitian kepustakaan ini adalah untuk mendapatkan landasan teori dan berbagai pengertian mengenai masalah yang diteliti. Penelitian Lapangan (Field Research) Yaitu suatu metode penelitian yang digunakan dengan cara melakukan penelitian secara langsung terhadap masalah yang akan dibahas yang merupakan objek penelitian untuk mendapatkan data-data dan informasi yang diperlukan. keadaan ini akan mendorong perusahaan mengalami kredit pada bank.modal kerja. maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: ³Modal kerja perusahaan meningkat dapat meningkatkan likuiditas³ 1.id. yaitu tentang Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja dan Rasio Likuiditas. sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. yang diperoleh dari Bursa Efek Jakarta dan www.7 Lokasi dan Waktu Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Seperti pada saat negara kita tertimpa musibah kebanjiran. Karena seperti yang kita ketahui sistem pengendalian internal yang efektif akan mempengaruhi laporan keuangan yang akan diperiksa. Risiko yang ada antara lain risiko bawaan (inherent risk). Pertama. risiko temuan yang direncanakan (planned detection risk). Risiko ini ditentukan untuk memberikan pedoman pada auditor atas efektivitas sistem pengendalian internal itu sendiri. pengendalian internal ini selain dapat mempengaruhi keandalan informasi juga akan mempengaruhi luasnya lingkup pengujian yang akan dilakukan oleh akuntan publik khususnya pengujian substantif yang sangat tergantung pada pengendalian internal yang didesain dan diterapkan oleh klien. Pengendalian internal yang tercipta dalam perusahaan sangat penting bagi perusahaan yang laporan keuangannya harus diaudit oleh akuntan publik. persediaan seringkali pula tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan penghitungan dan pengendaliaan fisik. perusahaan-perusahaan berusaha merancang pengendalian internal yang efektif di dalam sistem persediaannya. Ketepatan pengantisipasian atas kerugian material yang mungkin ditimbulkan oleh musibah banjir atau hal lain yang bisa diprediksi memungkinkan perusahaan untuk tidak mengalami kerugian yang sangat besar. jika pengendalian internal yang dimiliki perusahaan tidak bisa mencegahnya. Hal ini akan berpengaruh pada jenis pengujian yang akan dilaksanakan oleh auditor. . Selain itu sistem pengendalian internal yang efektif akan sangat mempengaruhi risiko pengendalian yang ditetapkan oleh auditor dalam mengaudit laporan keuangan klien dan banyaknya bukti yang harus dikumpulkan serta prosedur pengujian substantif atas saldo persediaan klien.1 Latar Belakang Penelitian Akun persediaan merupakan akun yang kompleks dan memerlukan pengendalian yang kuat dengan beberapa alasan. Apalagi bagi perusahaan yang memiliki gudang persediaan di berbagai tempat dan memiliki persediaan yang merupakan barang konsinyasi dalam gudang penyimpanannya. Risiko pengendalian baru dapat ditentukan jika auditor mempunyai pemahaman yang cukup atas sistem pengendalian internal klien. Sehingga pada akun persediaan memerlukan pengendalian internal yang baik. Mengingat besarnya risiko yang dapat muncul dalam sistem persediaan. Persediaan bagi perusahaan manufaktur merupakan item yang sangat materiil karena sebagian besar modal kerjanya digunakan untuk memenuhi persediaan. Penilaian pun dipersulit oleh faktor keusangan dan perlunya mengalokasikan biaya manufaktur ke dalam persediaan.21 03 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. Selain itu dengan tersebarnya persediaan pada berbagai tempat memungkinkan terjadinya penggelapan persediaan. Kemudian. bisa saja perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar karena perusahaan tidak bisa mengantisipasinya. dan risiko audit yang dapat diterima (acceptable audit risk). Dalam melakukan audit atas suatu laporan keuangan terdapat risiko yang akan ditemukan oleh auditor. persediaan adalah salah satu bagian utama dalam neraca dan seringkali merupakan perkiraan yang terbesar yang melibatkan modal kerja. Sedemikian kompleksnya sistem persediaan membuat auditor harus paham atas sistem pengendalian internal yang diterapkan klien sehingga dalam menetapkan risiko pengendalian dapat secermat mungkin. risiko pengendalian (control risk).

Pengujian atas pengendalian 3. 2. Prosedur analitis 5. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian sarjana program studi S1 pada Jurusan Akuntansi Universitas Widyatama. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan sediaan. . Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan sediaan 3. 3. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang auditing khususnya pada risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan. Prosedur untuk memperoleh pemahaman atas struktur pengendalian intern 2. judul yang ingin penulis angkat adalah ³PERANAN RISIKO PENGENDALIAN TERHADAP LINGKUP PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PERSEDIAAN´ 1. Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang disajikan di neraca. Pengujian ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan pada auditor atas saldo yang tercantum dalam neraca.310) yaitu: 1. Auditor.5 Kerangka Pemikiran Dalam auditing terdapat 5 macam pengujian menurut Arens & Loebbecke yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf (1999. 1. penulis berharap dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan kinerja auditor.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah di atas tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan klien. Penulis a. 1. b. Dari kelima pengujian di atas pengujian atas substantif merupakan pengujian yang memerlukan biaya terbesar. Pengujian terinci atas saldo.Berdasarkan uraian di atas. Masyarakat. Menurut Mulyadi dalam buku auditing tujuan pengujian substantif atas saldo persediaan adalah: 1. 2. Pengujian substantif atas transaksi 4. hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk menambah wawasan dan dapat dijadikan referensi atau bahan penelitian lebih lanjut.4 Manfaat Penelitian Data dan informasi serta hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan bermanfaat terutama bagi : 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas permasalahan yang akan diangkat adalah´ ³Bagaimana peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan klien?´ 1. khususnya di lingkungan perguruan tinggi Universitas Widyatama.

kepatuhan terhadap hukum-hukum dan peraturan-peraturan. klien perlu menerapkan pengendalian internal yang baik dalam semua sistemnya termasuk sistem pengendalian internal persediaannya. 4. menurut Arens. yaitu: 1. Pada semua sistem yang terdapat dalam perusahaan. Tuanakotta. Secara umum aktivitas pengendalian terdiri atas: 1. ³Keandalan (reliabilitas dan integritas) informasi 2.´ Aktivitas pengendalian selain kebijakan dan prosedur juga meliputi: 1. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca. Setelah auditor mendapat pemahaman yang cukup ata s struktur pengendalian internal klien. 2. prosedur dan ketentuan perundang-undangan 3.´ Sistem pengendalian yang baik akan dapat menekan terjadinya kesalahan dan penyelewengan dalam batas-batas biaya yang layak dan kalaupun kesalahan dan penyelewengan terjadi hal ini dapat diketahui dan diatasi dengan cepat ( Theodorus M. manajemen dan personel lainnya dalam suatu entitas yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan yang terdiri dari keandalan laporan keuangan. yang dipengaruhi oleh dewan komisaris. . 1982:96 ) Persediaan menurut kamus istilah akuntansi adalah barang dagangan atau persediaan yang berada di tangan atau dalam perjalanan pada suatu waktu tertentu. Karenanya perlu dibuat suatu sistem pengendalian internal atas masing-masing siklus tersebut yang tepat. Memutuskan tingkat resiko pengendalian yang ditetapkan yang pantas untuk digunakan. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan. Dokumen dan catatan yang memadai. Membuktikan asersi penilaian sediaan yang tercantumkan di neraca. Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas. Menetapkan tingkat risiko pengendalian yang didukung oleh pemahaman yang diperoleh. Pemisahan tugas yang cukup. rencana.4. 3. Sedangkan tujuan utama pengendalian internal menurut Hiro Tugiman (1997:44) adalah untuk meyakinkan : 1. Menetapkan apakah diharapkan tingkat resiko pengendalian yang lebih rendah dapat didukung. et al yang diterjemahkan oleh Tim Dejacarta (2003:420) ada empat penilaian yang spesifik yang harus dibuat. Penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien 5. 5. Perlindungan terhadap harta organisasi 4. 4. serta efektivitas dan efisiensi operasi ( Boynton & Kell . Kebijakan-kebijakan 2. Prosedur-prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen keyakinan memadai bahwa tujuan dan sasaran dapat dicapai. manajemen perlu menetapkan sistem pengendalian yang efektif agar operasional sistem tersebut berjalan dengan baik dan terawasi. ³Menetapkan apakah laporan keuangan klien dapat di audit. 6. 5. Pengendalian internal merupakan suatu proses. Kesesuaian dengan berbagai kebijakan. Pengecekan independen atas pelaksanaan. 3. 1996:254 ) Agar tercapainya efektivitas Sistem Pengendalian Internal. 2. Tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang tercantum di neraca.

bahan pembantu dan suku cadang (spare part) Sedangkan yang dimaksud dengan siklus persediaan dan pergudangan menurut Arens & Loebbecke (1999. metode deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian. faktual dan akurat mengenai fakta-fakta. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian substantif dengan macam test detail of balance 1. Adapun hubungan antara pengujian pengendalian dan pengujian substantif adalah: 1. Barang dalam proses (Work in process) 3. penelitian ini hanya akan meneliti peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan klien saja. Bahan baku (Raw material ) 2. Gambar no. gambaran atau lukisan secara sistematis. Auditor dapat melaksanakan pengujian substantif disertai pengujian pengendalian jika pengendalian internal kuat. Pemeriksaan terhadap fungsi-fungsi yang membentuk siklus persediaan dan pergudangan akan membantu auditor memahami pengendalian dan bahan bukti yang harus dikumpulkan untuk menguji efektivitasnya.1 Kerangka Pemikiran Sumber : Adopsi dari beberapa buku Auditing (Mulyadi.Adapun perkiraan-perkiraan yang dapat digolongkan sebagai persediaan adalah : 1. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang yang bertujuan untuk membuat deskripsi. Nazir.1. harus ada pengendalian yang cukup baik atas pergerakan fisik maupun biaya-biaya terkait´. Sukrisno Agoes.620) adalah: ³Paduan dari dua sistem yang terpisah tapi erat berhubungan. Arens & Loebbecke.7 Metodologi Penelitian Dalam menyusun skripsi ini. sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi data dasar belaka. Auditor bisa melaksanakan pengujian substantif disertai dengan pengujian atas pengendalian dalam proporsi yang rendah jika pengendalian internal efektif. suatu set kondisi. Gambar 1. metode deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia. suatu objek. 2.6 Pembatasan Masalah 1. Menurut Moh. Guy dkk) Penjelasan : CR : Control Risk 1.54-55). sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Selama persediaan bergerak dalam perusahaan. Phd (2003. Perlengkapan (supplies). 3. Secara harfiah. Yang pertama adalah arus barang secara fisik dan yang kedua adalah biaya yang terkait. Barang jadi (Finish Good) 4. 2. Auditor dapat melaksanakan pengujian substantif yang berbiaya besar jika pengendalian internal lemah. Dan M. 1. .

Hal ini disebabkan karena kegagalan atau keberhasilan usaha hampir sebagian besar ditentukan oleh kualitas keputusan yang berkaitan dengan keuangan. Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat diperlukan suatu informasi mengenai keuangan perusahaan yang tersedia tepat waktu. Wawancara. Bagi kita di Indonesia fenomena ini mau tidak mau. suka tidak suka harus kita alami. Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) Penelitian kepustakaan dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder yaitu sumber informasi dari para ahli atau penulis yang kompeten dalam membahas masalah yang diteliti dengan mengumpulkan bahan-bahan teoritis agar diperoleh suatu pengertian yang mendalam dan menunjang proses pembahasan terhadap data faktual. Pelaksanaan penelitian ini akan dilakukan mulai bulan Juni 2005 sampai dengan bulan Oktober 2005. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data di mana penulis membuat pertanyaanpertanyaan mengenai peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan.8 Lokasi dan Waktu penelitian Penelitian akan dilakukan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) KOESBANDIJAH. persaingan antar perusahaan pun semakin meningkat. Dengan semakin majunya perkembangan dunia usaha. Penelitian Lapangan (Field research) Teknik penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh data primer dengan cara: a. KHP. 2.1 Latar Belakang Masalah Dalam era perdagangan bebas ini. yaitu tanya jawab dengan akuntan publik dan pihak-pihak lain yang bersangkutan dalam penelitian ini. lengkap. perubahan dan mobilitas keuangan internasional semakin cepat maka akan mempengaruhi semua aspek kehidupan termasuk Akuntansi dan Keuangan.58 Bandung.Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis meliputi: 1. BEDDY SAMSI & SETIASIH Jl. Agar dapat tetap bertahan dalam dunia bisnis setiap perusahaan harus berhati ± hati dalam mengambil keputusan terutama keputusan di bidang keuangan. Komentar : 1 Komentar » Kategori : Skripsi Akuntansi PENGARUH KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RETURN ON INVESTMENT DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP INVESTASI AKTIVA TETAP 21 03 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. dapat ditelusuri kebenarannya. dan akurat. 1. Hasan Mustofa no. . b. jelas.

Selain beberapa hal yang telah dijelaskan sebelumnya. .2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut : 1. Agar pihak ± pihak yang bersangkutan dapat memperoleh informasi yang memadai dan akurat maka perlu diadakan interpretasi terhadap laporan keuangan.3.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mempertinggi kinerja perusahaan secara keseluruhan. terutama investasi atas aktiva tetap. profitabilitas. Aktiva tetap seringkali disebut sebagai ³the earning asset´ yaitu aktiva yang sesungguhnya menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Hasil analisis tersebut sangat penting artinya bagi pimpinan perusahaan untuk mengontrol kebijakan ± kebijakan yang telah diambil baik kondisi keuangan yang lalu.Dalam hal ini perusahaan akan menyusun suatu laporan keuangan yang dapat menggambarkan seluruh hasil kegiatan perusahaan pada akhir periode pembukuan. Seberapa besar pengaruh kinerja keuangan berdasarkan Return On Investment dan Total Asset Turnover terhadap perubahan investasi Aktiva Tetap pada perusahaan 1. baik pihak intern maupun ekstern perusahaan. Namun demikian tidak menutup kemungkinan jumlah dan nilainya berkurang disebabkan oleh aktivitas perusahaan yang kurang baik atau kondisi lain yang kurang menguntungkan misalnya perekonomian nagara yang kurang kondusif. saat ini maupun yang akan datang dalam rangka menjalankan operasi perusahaan dan membantu dalam mengambil berbagai keputusan yang harus dilaksanakan secepat mungkin agar tujuan perusahaan itu dapat tercapai. hal lain yang menjadi perhatian penulis adalah aktiva tetap merupakan investasi yang menyerap bagian terbesar dari modal yang ditanamkan dalam perusahaan. Bagaimanakah tingkat perubahan investasi Aktiva Tetap perusahaan selama operasionalisasi perusahaan berjalan 3. bahkan dalam beberapa hal tertentu merupakan keharusan dalam perusahaan karena tanpa aktiva tersebut proses produksi tidak akan mungkin berjalan. Setiap tahun posisi keuangan perusahaan akan terus berubah sesuai dengan operasional perusahaan. yang pada dasarnya jumlah dan nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun. dan berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan posisi finansial kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan eksistensi perusahaan.1 Maksud Penelitian Adapun maksud penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah menganalisis laporan keuangan dan pengaruhnya terhadap penambahan investasi Aktiva Tetap. oleh karenanya melalui aktiva tetap inilah yang memberikan dasar bagi ³earning power´ perusahaan. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : ³PENGARUH KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RETURN ON INVESTMENT DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP INVESTASI AKTIVA TETAP´ 1. Bagaimanakah kondisi kinerja keuangan perusahaan melalui analisis Return On Investment dan Total Asset Turnover pada perusahaan 2. dan aktivitas. Pada umumnya dalam menganalisis laporan keuangan digunakan analisis rasio yang terdiri atas rasio likuiditas. Dalam menganalisis dan menginterpretasikan laporan keuangan yang bersangkutan. Laporan keuangan itu disusun dengan maksud untuk memberikan informasi tentang hasil usaha. begitu pula dengan aktiva yang digunakan. maka digunakan metode ± metode tertentu yang telah baku. posisi finansial. solvabilitas. Berdasarkan uraian di atas.

1. Sedangkan laporan rugi laba menyajikan pendapatan dan biaya ± biaya suatu perusahaan. 1.4.1.1 Kegunaan Praktis Adapun kegunaan dari hasil penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut : 1. utang. 2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh kinerja keuangan berdasarkan Return On Investment dan Total Asset Turnover terhadap perubahan investasi Aktiva Tetap pada perusahaan.4. Bagi penulis ‡ Untuk menambah wawasan pemikiran dalam hal akuntansi khususnya pengaruh analisis laporan keuangan terhadap penambahan Aktiva Tetap. dan modal perusahaan. Neraca adalah suatu laporan yang menunjukkan tentang perkiraan harta. 1. Dengan demikian laporan keuangan merupakan merupakan sumber informasi penting bagi para pemakai laporan keuangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi.5 Rerangka Pemikiran Pada pelaporan keuangan terdapat dua laporan penting yang harus disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. ‡ Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian sidang komprehensive S1 Akuntansi 2. Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Dengan mengolah lebih lanjut laporan keuangan melalui proses perbandingan. apabila dengan informasi laporan keuangan tersebut dapat diprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Kedua laporan tersebut adalah laporan neraca dan laporan rugi laba.3.2 Kegunaan bagi Pengembangan Ilmu Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan disiplin ilmu ekonomi khususnya akuntansi. Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan melalui analisis Return On Investment dan Total Asset Turnover pada perusahaan. . Untuk mengetahui tingkat perubahan investasi Aktiva Tetap pada perusahaan selama operasionalisasi perusahaan berjalan.4 Kegunaan Penelitian Penulis mengharapkan agar penelitian ini dapat berguna bagi pihak ± pihak yang bersangkutan.2 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Menurut Sofyan Syafri Harahap (1999:17) dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. kegunaan tersebut dapat berdampak praktis dan teoritis. Bagi perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta masukan yang berguna dalam menerapkan kebijakan perusahaan di bidang keuangan khususnya dalam menganalisis laporan keuangan. 1. mengemukakan pengguna laporan keuangan sebagai berikut: ³Investor memerlukan laporan keuangan untuk menilai kemungkinan akan menanamkan kembali (investasi) atau menarik dana (divestasi) dari perusahaan´ Laporan keuangan akan menjadi lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi. 3.

3. akan diperoleh prediksi tentang apa yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. juga dengan pengeluaran ± pengeluaran untuk menyelenggarakan perusahaan di lain pihak (likuiditas perusahaan) 2.Likuiditas dimaksudkan sebagai perbandingan antara jumlah uang tunai dan aktiva lain yang dapat dipersamakan dengan uang tunai di satu pihak dengan jumlah hutang di lain pihak (likuiditas badan usaha). 4. Rasio. Menurut Bernstein (1983) yang dikutip oleh Sofyan Syafri Harahap (2004:197) dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. tujuan analisa laporan keuangan adalah : ³Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger´ Definisi investasi menurut Mulyadi (1997: 248) dalam bukunya Akuntansi Manajemen adalah sebagai berikut: ³ Investasi didefinisikan sebagai pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang´ . Analisa laporan keuangan merupakan penelahaan tentang hubungan dan kecenderungan untuk mengetahui apakah keadaan keuangan hasil usaha dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak.rasio Likuiditas Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kemampuan jangka pendeknya. dan aktivitas dari perusahaan yang bersangkutan 1.evaluasi dan anlisis trend. Rasio. Rasio ± rasio Rentabilitas Rentabilitas menggambarkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. solvabilitas. rentabilitas.rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban ± kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio ± rasio Aktivitas Rasio aktivitas dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar efektivitas perusahaan mengerjakan sumber ± sumber dananya. Analisa dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur ± unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur ± unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangan. Analisis laporan keuangan menurut Bernstein (1983:3) yang dikutip oleh Sofyan Syafri Harahap dalam bukunya Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan adalah: ³Analisis laporan keuangan mencakup penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuran ± ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan´ Ar ti penting analisa rasio laporan keuangan menurut Bambang Riyanto (1995:327) dalam bukunya Dasar ±dasar Pembelanjaan Perusahaan adalah : ³Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan perlulah kita mengadakan interpretasi atau analisa terhadap data finansiil dari perusahaan yang bersangkutan´ Pada umumnya dalam menganalisa laporan keuangan digunakan analisis rasio yang biasanya terdiri dari rasio likuiditas.

penulis menggunakan metode deskriptif. penulis mencoba merumuskan hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara dari penelitian ini sebagai berikut: ³TERDAPAT PENGARUH YANG SIGNIFIKAN ANTARA KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RETURN ON INVESTMENT DAN ASSET TURNOVER TERHADAP INVESTASI AKTIVA TETAP´ 1.Demikian pula halnya apabila perusahaan mengadakan investasi dalam aktiva tetap. Bagi beberapa perusahaan aktivitas investasi merupakan unsur penting dari operasi perusahaan dan penilaian kinerja perusahaan mungkin sebagian besar. Pertimbangan lain yang menjadi dasar penulis dalam mengkaji aktiva tetap dibanding dengan aktiva finansial adalah seperti yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut: Lukman Samsudin (1994: 408) dalam buku Manajemen Keuangan Perusahaan sebagai berikut: ³Aktiva tetap adalah merupakan investasi yang menyerap bagian terbesar dari modal yang ditanamkan dalam perusahaan dan merupakan suatu keharusan dalam perusahaan karena tanpa aktiva tersebut proses produksi tidak akan mungkin berjalan. yaitu metode dalam meneliti sekelompok manusia.´ Selanjutnya dikemukakan bahwa: ³Aktiva tetap seringkali disebut sebagai ´The earning asset´ yaitu aktiva yang sesungguhnya menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap seperti halnya dana yang diinvestasikan dalam aktiva lancar juga mengalami proses perputaran. Pada umumnya investasi memiliki hak finansial. atau seluruhnya bergantung pada hasil yang dilaporkan mengenai aktivitas ini. Secara konsepsional sebenarnya tidak ada perbedaannya antara investasi dalam aktiva tetap dengan investasi dalam aktiva lancar. demikian pula tujuan yang harus dicapai dalam investasi jangka panjang ini adalah memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau memaksimumkan nilai perusahaan. berlian atau komoditi lain yang dapat dipasarkan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas adalah sebagai berikut: 1. suatu kondisi. dan dianalisis. Perusahaan mengadakan investasi jangka pendek adalah dengan harapan bahwa perusahaan akan dapat memperoleh kembali dana yang diinvestasikan dalam aktiva tersebut. oleh karenanya melalui aktiva tetap inilah yang memberikan dasar bagi ³Earning Power´ perusahaan. Berdasarkan pemikiran tersebut di atas.6 Metodologi Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini. Penelitian lapangan (Field Research) Yaitu cara pengumpulan data dengan mengadakan penelitian langsung pada perusahaan untuk kemudian dipelajari. Jumlah dana yang terikat dalam aktiva tetap akan berangsur-angsur berkurang sesuai dengan metode depresiasi yang digunakan. sebagian berwujud seperti investasi tanah.Perusahaan melakukan investasi dengan alasan yang berbeda-beda. adalah juga dengan harapan yang sama dengan investasi dalam aktiva lancar. yaitu bahwa perusahaan akan dapat memperoleh kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap tersebut. suatu system pemikiran ataupun suatu peristiwa. Jumlah dana yang diinvestasikan dalam aktiva tetap tidak sama jumlahnya selama periode akuntansi atau selama umur aktiva tetap tersebut. diolah.´ Tujuan umum perusahaan adalah memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. suatu objek. Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk . bangunan. emas.

. 2. Sesuai dengan pertimbangan keadaan ekonomi. tanpa mencantumkan tambahan PPN-nya. baik konsumsi barang maupun konsumsi jasa. atas barang yang tidak dikonsumsi di dalam daerah pabean (diekspor). tidak semua jenis barang dan jasa terutang PPN. makalah yang relevan dengan landasan teori atas masalah yang diteliti agar diperoleh suatu pemahaman yang mendalam serta menunjang proses pembahasan mengenai masalah-masalah yang telah diidentifikasikan. 50 tahun 1994 dan PP No. Pos Indonesia (Persero). Berdasarkan Pasal 9 angka 3 dan Pasal 12 angka 3 PP No. yang artinya belum melaksanakan ketentuan perpajakannya seperti yang tersebut di dalam peraturan pemerintah. yang hanya mencantumkan sejumlah beban uang yang harus dibayar oleh pengirim paket. sebesar 10% dari jumlah tagihan atau dari jumlah yang seharusnya ditagih.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang-barang dan jasa merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi di dalam negeri (di dalam daerah pabean). Oleh karena itu. Sebaliknya atas impor barang dikenakan pajak yang sama dengan produksi barang dalam negeri. Studi Kepustakaan (Library research) Yaitu pengumpulan data sekunder yang dilakukan untuk memperoleh keterangan dan data dari literatur yang berupa buku. 1.memperoleh data adalah dengan cara meminta data yang diperlukan. 144 tahun 2000 tentang barang dan jasa yang terutang PPN. majalah. menyatakan bahwa salah satu jasa yang terhutang PPN adalah Jasa Pengiriman Paket. Komentar : 7 Komentar » Kategori : Skripsi Akuntansi TINJAUAN PELAKSANAAN PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) ATAS JASA PENGIRIMAN PAKET PADA PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Jakarta Pusat tidak atau belum memungut PPN atas jasa layanan pengiriman paket. Oleh karena itu yang menjadi tujuan dari penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah bahwa PT. dikenakan pajak dengan tarif 0% (nol persen).7 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Perusahaan Tekstil di Kota Bandung pada bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2005. POS INDONESIA (PERSERO) KANTOR POS JAKARTA PUSAT 21 03 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. sosial dan budaya. Namun tidak demikian yang tercantum di dalam resi tanda terima pengiriman paket melalui PT.

Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemungutan atau pengenaan. POS INDONESIA (PERSERO) KANTOR POS JAKARTA PUSAT´.2 Identifikasi Masalah Mengingat luasnya kegiatan yang dilakukan oleh PT. Bagi penulis sendiri adalah untuk menambah wawasan Pengetahuan dan sebagai salah satu persyaratan dalam menempuh Ujian Akhir Jurusan Akuntansi Program Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama. 1.Atas dasar tujuan di atas penulis bermaksud untuk melakukan penelitian sebagai bahan membuat Laporan Tugas Akhir dengan mengambil judul ³TINJAUAN PELAKSANAAN PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) ATAS JASA PENGIRIMAN PAKET PADA PT. 2. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan pemungutan atau pengenaan. Apakah pelaksanaan pemungutan atau pengenaan. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Jakarta Pusat telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. penyetoran dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa pengiriman paket pada PT. 2. 3. yaitu suatu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan.3 Maksud dan Tujuan Laporan Tugas Akhir Adapun tujuan dari kerja praktik tersebut adalah: 1. 1. . Bagaimana Pelaksanaan Pemungutan atau Pengenaan.5 Metodologi Laporan Tugas Akhir Metode yang digunakan dalam penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif. Penelitian lapangan (Field Research). Penulis melakukan pengumpulan data yang diperlukan dengan cara: 1. seperti yang tersebut di dalam Peraturan Pemerintah. penulis membatasi kegiatan serta ruang lingkup penelitian yang dilaksanakan sebagai berikut : 1. penyetoran dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Jakarta Pusat. Sebagai bahan masukan bagi instansi terkait dalam rangka mengupayakan meningkatkan mutu dalam tata cara pelaksanaan Pajak Pertambahan Nilai. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Jakarta Pusat.4 Kegunaan Laporan Tugas Akhir Laporan tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan kegunaan bagi berbagai pihak antara lain: 1. 1. seperti yang tersebut di dalam peraturan pemerintah. Hasil penelitian ini kiranya dapat digunakan sebagai bahan referensi atau bahan bacaan bagi para peneliti lainnya. 2. 1. penyetoran dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di PT. Penyetoran dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Jasa Pengiriman Paket pada PT. menyajikan serta menganalisis data sehingga diperoleh gambaran yang cukup jelas mengenai masalah yang dihadapi. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Jakarta Pusat telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. kemudian ditarik suatu kesimpulan. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Jakarta Pusat dan keterbatasan waktu yang diberikan kepada penulis dalam melaksanakan penyusunan tugas akhir ini.

Jalan Lapangan Banteng No. Koperasi sebagai badan usaha senantiasa harus diarahkan dan didorong untuk ikut berperan secara nyata meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya agar mampu mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial. dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. masalah pembiayaan usaha. 2. serta cara memanfaatkan fasilitas dalam rangka pelaksanaan usahanya.1 Jakarta Pusat 10710. dan buku referensi yang berhubungan dengan topik pembahasan dalam laporan tugas akhir ini. Salah satu masalah yang umumnya menjadi penghambat adalah masalah permodalan usaha kecil dan menengah. masalah akumulasi modal. Koperasi dalam hal ini berperan dalam membantu permasalahan yang dihadapi usaha kecil dan menengah melalui penyaluran kredit atau membantu permodalan ke sektor usaha kecil dan menengah. Masalah permodalan yang dihadapi mencakup aspek-aspek permodalan. Komentar : 5 Komentar » Kategori : Skripsi Akuntansi PERANAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS SISTEM PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL DAN MENENGAH 21 03 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. Salah satu potensi yang mendapat perhatian pemerintah dan perlu dikembangkan adalah sektor usaha kecil dan menengah. sehingga lebih mampu berperan sebagai wadah kegiatan ekonomi rakyat. Dengan peran serta koperasi terhadap usaha kecil dan menengah dalam pemberian .6 Lokasi dan Waktu Kerja Praktik Kerja praktik ini dilakukan pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Jakarta Pusat. Penelitian Kepustakaan (Library Research). Kondisi ini mengharuskan setiap pengusaha baik usaha kecil maupun menengah melakukan upaya demi menstabilkan atau lebih meningkatkan eksistensi usahanya.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan perekonomian nasional dan perubahan lingkungan strategis yang dihadapi dunia usaha termasuk koperasi dan usaha kecil menengah saat ini sangat cepat dan dinamis. 1. Sedangkan waktu kerja praktik yang dilakukan penulis mulai tanggal 15 Desember 2003 sampai dengan 15 Januari 2003.Yaitu penelitian dengan melakukan peninjauan secara langsung ke perusahaan agar memperoleh data yang diperlukan. melalui wawancara dan observasi. Yaitu penelitian dengan mempelajari literatur-literatur.

Dengan terselenggaranya pengendalian intern yang memadai dalam bidang perkreditan. Dengan kata lain diperlukan suatu pengendalian intern yang dapat menunjang efektivitas sistem pemberian kredit. Masalah keamanan atas kredit yang diberikan merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh koperasi. Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan. Kegunaan bagi Pengembangan Ilmu . Salah satu unit usaha koperasi adalah memberikan kredit simpan pinjam. permasalahan yang penulis identifikasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ³Peranan Pengendalian Internal dalam Menunjang Efektivitas Sistem Pemberian Kredit Usaha Kecil dan Menengah´. maka usaha kecil dan menengah dapat meringankan masalah permodalannya dan dapat meningkatkan usahanya dengan kualitas yang baik dan bermutu sehingga usaha kecil dan menengah dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Menurut undang-undang Koperasi No. Berdasarkan uraian yang telah diuraikan di atas. Mengetahui efektivitas pengendalian internal yang diterapkan pada koperasi 2.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Jika diteliti lebih dalam.kredit. 1. kegagalan kredit terutama disebabkan oleh lemahnya pengendalian intern. maka koperasi perlu memberikan penilaian terhadap nasabah yang mengajukan kredit pinjaman serta merasa yakin bahwa nasabahnya tersebut mampu untuk mengembalikan kredit yang telah diterimanya. Apakah pengendalian internal yang diterapkan oleh koperasi telah efektif 2. berarti menunjukkan sikap kehati-hatian dalam tubuh koperasi tersebut. koperasi melalui usaha pemberian kreditnya harus mampu meningkatkan efektivitas sistem pemberian kredit dan berusaha sebaik mungkin mengurangi risiko kegagalan kredit. tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Untuk mampu berperan sebagai badan usaha yang tangguh dan mandiri. Bagaimana peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah 1. Apakah sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah pada koperasi telah efektif 3. Mengetahui peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah 1.25 Tahun 1992 Pasal 1: ³Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan´. Pemberian kredit merupakan suatu usaha koperasi yang paling pokok. karena adanya risiko yang timbul dalam sistem pemberian kredit.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk menggali atau mencari data dan informasi yang berhubungan dengan peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah. Mengetahui efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah pada koperasi 3.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk skripsi ini diharapkan dapat memberikan kegunaan dari segi: 1. Permasalahan ini bisa dihindari dengan adanya suatu pengendalian intern yang memadai dalam bidang perkreditan.

b. Selain itu penelitan ini berguna sebagai bahan penulisan skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk menempuh sidang Sarjana Strata-1 (S-1) Program Studi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama. Jadi pengendalian internal adalah proses yang dapat dipengaruhi manajemen dan karyawan dalam menyediakan secara layak suatu kepastian mengenai prestasi yang diperoleh secara objektif dalam penerapannya tentang bagian laporan keuangan yang dapat dipercaya.designed to provide reasonable assurance regarding achievement of objectives in the following categories: a. maka diharapkan seluruh aktivitas dapat berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagi Pihak Lain Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi yang bermanfaat dan masukan sesuai dengan kebutuhan. Bagi Penulis Penelitian ini dapat memberikan peluang untuk menambah wawasan berpikir memperluas pengetahuan. Oleh karena itu pengendalian internal diperlukan sebagai suatu alat yang dapat membantu pimpinan perusahaan dalam pengendalian aktivitas perkreditan yang akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Reliability of financial reporting b. Dalam praktek. 2. Pengertian pengendalian internal menurut The Committee of Sponsoring Organization (COSO) yang dikutip oleh Bodnar dan Hopwood (2001:182) adalah sebagai berikut: ³Internal control is process -effected by an entity¶s board of director. Adanya pengendalian di perusahaan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa tujuan pengendalian internal adalah: 1.5 Kerangka Pemikiran Pengendalian merupakan fungsi manajemen yang melaksanakan analisa atas seluruh aktivitas perusahaan. Effectiveness and efficiency of operation. Dalam teori berarti memperoleh pemahaman dan penghayatan yang diperoleh pada saat kuliah. management. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan 3. Fungsi ini sangat penting karena menghasilkan pertimbangan dan saran yang bermanfaat untuk perencanaan berikutnya. and c. and other personal. Compliance with applicable laws and regulations´. Mendorong dipatuhi undang-undang dan peraturan-peraturan yang ditetapkan manajemen Tujuan utama pengendalian internal pada kredit adalah untuk mengarahkan kegiatan pemberian . khususnya koperasi. 1. Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapakan dapat memberikan sumbangan atau informasi untuk kemajuan koperasi.Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan atau pengetahuan di bidang pengendalian internal khususnya menyangkut efektivitas sistem pemberian kredit. c. diterapkannya efisiensi dan efektivitas dalam kegiatan operasional perusahaan dan diterapkannya peraturan dan hukum yang berlaku agar ditaati oleh semua pihak. Kegunaan Operasional a. Keandalan laporan keuangan 2. diharapkan dapat menambah pengetahuan dan penerapan dalam kegiatan perusahaan. baik dalam teori maupun praktek.

Condition of Economic / Kondisi Ekonomi Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan untuk masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing. Adapun studi empirik terdahulu yang mendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan . Sehingga pada akhirnya akan terlihat kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang disalurkan. Collateral / Jaminan Collateral merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun nonfisik.kredit agar dapat mengurangi terjadinya kegagalan perkreditan dan mengurangi terjadinya kredit macet. yaitu dengan penilaian dari prinsip-prinsip dalam pemberian kredit. yang menurut Kasmir (2003:91) terdiri dari: 1.10 Tahun 1998: ³Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. Capacity / Kemampuan Capacity adalah kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis serta kemampuannya mencari laba. Jadi kredit adalah pemindahan dana kepada para peminjam untuk mendapatkan keuntungan atas jasa yang diberikan kepada peminjam. 5. Karena dalam pemberian kredit mengandung risiko. Character / Watak Character adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur. kredit diberikan berdasarkan kepercayaan orang yang memberikan terhadap kecakapan dan kejujuran si peminjam´. 3. 2. didasarkan pada kepercayaan kedua belah pihak dan berdasarkan persetujuan pinjam meminjam hutang atau pinjaman setelah jangka waktu tertentu bahkan dengan jumlah bunga yang telah ditetapkan atau disepakati. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga´. pihak koperasi harus aktif dalam memilih nasabah. risiko kemacetan kredit pada saat jatuh tempo dapat dikurangi dengan menjalankan pengendalian intern secara efektif. Efektivitas sistem pemberian kredit berarti menciptakan suatu sistem pemberian kredit yang sehat dan teratur sehingga memperkecil risiko yang dihadapi perusahaan atas kredit yang disalurkannya. Menurut Ensiklopedi umum. Adapun pengertian kredit menurut Undang-Undang Pokok Perbankan No. 4. Efektivitas adalah ukuran keberhasilan suatu kegiatan atau program yang dikaitkan dengan tujuan yang ditetapkan. Kredit mempunyai risiko yang cukup tinggi yakni terjadi kemacetan pada saat pemberian kredit. yang dikutip oleh Rachmat Firdaus (2004:2) pengertian kredit sebagai berikut: ³Kredit adalah sistem keuangan unt uk memudahkan pemindahan modal dari pemilik kepada pemakai dengan mengharapkan memperoleh keuntungan. Capital / Modal Capital adalah sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.

Hasil penelitiannya menyatakan bahwa penerapan pengendalian internal yang memadai atas persediaan barang dagangan akan dapat menunjang efektivitas pengelolaan persediaan barang dagangan. 1. penulis mengemukakan hipotesis sebagai berikut: ³Pengendalian internal yang memadai akan berperan dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah´. Penelitian yang akan dilakukan penulis menggunakan variabel independen yang sama dengan penelitian sebelumnya. Bentara Sinar Prima Bandung. Data diperoleh dari hasil penelitian. Diperoleh hasil penelitian bahwa pengendalian internal penjualan kredit berperan positif dalam menunjang peningkatan pendapatan perusahaan. Asia Paramita Indah Bandung. dan personil lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang . Perbedaan tersebut antara lain. Namun substansi dari penelitian yang akan penulis lakukan sangat berbeda dengan penelitian terdahulu. Variabel Independen (X) Variabel Independen adalah suatu variabel yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil penelitian membuktikan secara kuantitatif pengaruh pengendalian internal dalam rangka pencapaian kinerja organisasi. Lydia Ariessanta Wibowo (2004). Bondan Djatnika (2004).6. Pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja perusahaan menunjukkan angka yang paling besar bila dibandingkan dengan pengaruh manajer puncak. melakukan penelitian dengan metode studi kasus pada CV. Pengendalian internal menurut Mulyadi (2002:180) adalah: ³Pengendalian internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris. Mitra Usaha Abadi Bandung. auditor internal.6 Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. manajer produksi. maka pengujian dilakukan terhadap: 1. manajemen. melakukan studi kasus pada PT. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengendalian internal yang memadai berperan signifikan terhadap efektivitas upah dan gaji. yaitu penegendalian internal. Substansi penelitan menitik beratkan pada peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah 2. melakukan studi kasus pada PT. variabel independen ini merupakan faktor penyebab yang akan mempengaruhi variabel lain. Penelitian menggunakan metode studi kasus pada koperasi simpan pinjam Berdasarkan uraian di atas. Hiro Tugiman (2000). melakukan penelitian dengan menggunakan metode studi kasus pada Divisi Atelir PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.penulis antara lain: Mida Siti Hamidah (2003). 1. diproses kemudian dianalisis serta diinterpretasikan dengan menggunakan teori yang ada. Dalam penelitian ini yang berfungsi sebagai variabel bebas adalah peranan pengendalian internal. dan manajer keuangan. Mei Swan Marina (2004).1 Operasionalisasi Variabel Sesuai dengan judul penelitian ini. Berdasarkan penelitiannya diperoleh hasil bahwa melalui penerapan pengendalian internal yang efektif berperan dalam menunjang efektivitas pembayaran gaji. melakukan penelitian terhadap 102 BUMN/D. dalam penelitian penulis: 1.

Efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah diidentifikasikan sebagai variabel dependen. b. c. dan sumber-sumber bacaan lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk mendapatkan landasan teori. 2. Sistem pemberian kredit yang efektif diukur melalui tingkat kesesuaian pelaksanaan sistem pemberian kredit dengan indikator pelaksanaan sistem pemberian kredit yang efektif. 2. 1. 21 Jakarta Timur. (b) efektivitas dan efisiensi operasi dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku´. yang beralamat di Jalan Pondok Kelapa IX Blok D No.pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini (a) keandalan pelaporan keuangan. 1. Aspek yang diteliti dari peranan pengendalian internal adalah komponen pengendalian internal dan tujuan pengendalian internal. Penelitian Lapangan ( Field Research ) Dilakukan untuk memperoleh data primer dengan melakukan: a. Wawancara. Kuesioner. karya ilmiah. dilakukan dengan cara mengamati secara langsung pelaksanaan sistem pemberian kredit. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang diharapkan dijawab untuk mempermudah pengumpulan data dan efisiensi waktu. Adapun waktu penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Maret 2006 sampai dengan skripsi ini selesai.7 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Koperasi Simpan Pinjam Artha Jaya Sentosa Jakarta. Variable Dependen (Y) Variabel dependen adalah variabel terikat yang keberadaannya merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh variabel independen.2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1. Komentar : 21 Komentar » Kategori : Skripsi Akuntansi PERANAN ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMPRODUKSI SENDIRI ATAU MEMBELI PRODUK GARMEN UNTUK MEMENUHI SUATU PESANAN .6. Observasi. Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) Dilakukan untuk memperoleh data dengan meneliti dan mempelajari literatur. yaitu dengan mengadakan tanya jawab dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan gambaran umum mengenai perusahaan dan masalah yang berhubungan dengan sistem pemberian kredit.

Perusahaan juga harus mempertimbangkan faktor waktu sebagai salah satu hal yang juga menentukan kemampuan bersaing perusahaan. ³X´ adalah perusahaan yang bergerak di bidang garmen yang menghasilkan produk berupa kaos. maka perusahaan berusaha mencari bagaimana untuk bisa memenuhi pesanan dengan biaya serendah mungkin. baju. Arus globalisasi yang melanda dunia membuat perekonomian semakin terrbuka melewati jarak dan batas antar negara. kadangkala perusahaan menerima penawaran dari pihak ketiga untuk memenuhi pesanan tersebut dengan harga per unit yang iebih rendah dari biaya produksi per unit yang harus dikcluarkan perusahaan jika memproduksi sendiri. Inefisiensi yang membawa dampak negatif bagi daya saing perusahaan harus dihilangkan. Dalam memenuhi pesanan tersebut. celana kulot dan beberapa jenis pakaian anak.2 Identifikasi Masalah Sehubungan dengan hal-hal tersebut. Persaingan ini terjadi di dalam semua sektor perekonomian baik industri. juga datang dan Luar Negeri. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan analisis terhadap biaya diferensial dalam pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli produk garmen tertentu untuk memenuhi suatu pesanan dalam memperoleh laba yang memadai pada PT. pihak manajemen harus mengambil keputusan yang tepat dari berbagai alternatif-alternatif yang ada. Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam pcngambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli produk tertentu dan pihak ketiga untuk . setiap perusahaan dituntut untuk lebih efisien agar dapat bertahan. Penentuan produk garmen dan Indonesia selain datang dan Dalam Negeri. sebagai salah satu industri utama pemuas kebutuhan masyarakat akan sandang terus berkembang. Bergesernya alasan kebutuhan dan perhatian masyarakat baik kaum wanita maupun pria pada pakaian sekarang ini. Untuk mencapai tujuan tersebut. Industi garmen. baik dalam hal harga maupun kualitas. seperti industri garmen dan sepatu. Sehingga menuntut industri garmen untuk bisa menghasiikan produk yang berkualitas dan sesuai dengan perkembangan dunia mode yang berlaku. tidak hanya sebagai alat penutup tubuh. perdagangan maupun jasa. ³X´ di Bandung.1 Latar Belakang Penelitian Dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin ketatnya persaingan diantara perusahaanperusahaan yang ada.21 03 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. Di tengah situasi perekonomian yang tidak menentu sekarang ini. Agar dapat mempertahankan hidupnya dalam situasi resesi dewasa ini. Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi perusahaan adalah dengan memproduksi barang yang berkuaiitas. jaket. 1. PT. Pembuatan keputusan iiii harui diiakukan olch manajemen dengan dukungan berbagai infonnasi yang memadai agar dapat dihasilkan keputusan yang baik untuk memenuhi suatu pesanan. Jadi dalam hal ini ada dua altematif keputusan yaitu memproduksi sendiri pesanan yang diterima atau membeli dari pihak ketiga untuk memenuhi pesanan tersebut. Hal ini karena produk garmen Indonesia sudah bisa bersaing dengan produk garmen Luar Negeri. Terutama pada industri yang sangat bergantung pada mode yang perubahannya amat cepat. Tidak ada satu negarapun yang tidak terpengaruh oleh perkembangan perekonomian global. dapat diidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut }. tetapi juga sebagai alat pemberi prestise dan pemuas akan rasa seni.

harus mengambil keputusan yang tepat dari altematifalternatif yang ada misalnya apakah akan memproduksi sendiri atau membeii dari pihak ketiga untuk memenuhi suatu pesanan. Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva. 1. 1. Pengambilan keputusan ini merupakan salah satu aktivitas manajemen yang penting dan harus dapat dipertanggungjawabkan. penelitian ini akan menambah pengetahuan serta memperluas wawasan teori mengenai hal yang diteliti dan sekaligus memberikan pengetahuan praktis dari objek yang diteliti. 3.Bagaimana peranan analisis biaya diferensial untuk memperoleh laba yang memadai? 1. biaya dan aktiva diferensial terdapat pada akuntansi diferensial. pendapatan dan/ atau biaya dalam altematif tindakan tertentu dibandingkan dengan altematif tindakan yang lain.Bagi para pembaca. Raiborn dan Dalton (1991:34) mendefinisikan biaya diferensial sebagai berikut: ³Differential Cost is a cost that differs in amount among alternatives being considered. Dalam membuat keputusan mengenai masalah ini. Dalam hal ini informasi kualitatif maupun informasi kuantitatif sangat berpengaruhi dalam pengambilan keputusan ini. perusahaan menganalisis masalah ini. pihak manajemen akan melihat pada informasi kuantitatif. Informasi mengertai pendapatan.Bagi penulis.Bagi perusahaan. Biaya differensial memungkinkan manajemen perusahaan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan dalam hal pengambilan keputusan.5 Kerangka Pemikiran Situasi resesi yang dihadapi oleh dunia usaha dewasa ini. penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran mengenai masalah pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli dari pihak ketiga untuk memenuhi suatu pesanan. 3. Salah satu informasi kuantitatif yang dihasilkan oleh akuntansi biaya dan dapat membantu manajemen dalam memutuskan apakah akan memproduksi sendiri atau membeli dan pihak ketiga untuk memenuhi pesanan yang sudah diterima adalah biaya differensial.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan diadakannya peneiitian ini adalah untuk memperoieh gambaran yang lebih jeias mengenai: 1. Barfield.Merupakan salah satu syarat bagi penulis untuk menempuh ujian Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi di Universitas Widyatama. membuat perusahaan-perusahaan dalam mempertahankan hidupnya.4 Kegunaan Penelitian Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut: 1.Fungsi analisis biaya diferensial dalam membantu manajemen untuk memiiih aitematif terbaik. Salah satu sumber yang mcnghasilkan informasi kuantitatif adalah akuntansi biaya. manajer . karena biaya diferensial membandingkan informasi masa yang akan datang yang berbeda untuk setiap altematif.´ Dengan semakin meningkatnya persaingan dan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Namun karena informasi kualitatif lebih sukar untuk diprediksi maka untuk langkah awal dalam pengambilan keputusan. 2.Apakah analisis biaya diferensial berrfungsi sebagai salah satu alat yang dapat membantu manajemen dalam memilih alternatif terbaik? 3. penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan literatur dalam melakukan penelitian yang sejenis. 2. Dalam melakukan aktivitasnya. pihak manajemen harus dapat memutuskan bagaimana cara perusahaan memenuhi pesanan yang diterimanya. 4.Faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh manajemen dalam memutuskan memproduksi sendiri atau membeli produk dan pihak ketiga.Peranan analisis biaya diferensial untuk memperoleh laba yang memadai.memenuhi suatu pesanan? 2.

Indikator yang digunakan adalah: Biaya Diferensial Proses Pengambilan Keputusan Faktor Kualitatif dan Faktor Kuantitatif Non Finansial yang Berpengaruh terhadap Pengambilan Keputusan Konsep-konsep Biaya yang Lain yang Berpengaruh terhadap Pengambilan Keputusan . catatan-catatan kuliah serta bahan bacaan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.harus dapat menganalisis dan mempertimbangkan dengan matang antara harga beli per unit produk dengan biaya produksi per unit. terdapat dua variabel yang akan dianalisis hubungannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data primer. Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas. Hal itu dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku literatur. Anggaran juga haras ditetapkan kembali guna menunjukkan pengaruh pada total biaya dan total laba. memberikan kuesioner dan meneliti praktik serta prosedur pelaksanaan secara langsung. Data tersebut dapat berupa data primer maupun data sekunder. wawancara dengan pejabat yang berwenang. Berdasarkan hipotesis yang diajukan yaitu ³Analisis Biaya Diferensial dalam perusahaan yang berfungsi secara efektif dalam pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli produk tertentu untuk memenuhi suatu pesanan yang berperan untuk meningkatkan laba´. sehingga dapat diperoleh data-data yang men dukung penyusunan laporan penelitian. Data dikumpulkan dengan cara mempelajari data tertulis. yaitu: 1. Oleh karena itu alternatif untuk mcmproduksi atau mcmbeli dari luar merupakan faktor penentu utama atas profabilitas dan penting artinya bagi kesehatan keuangan perusahaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data sekunder yang akan mendukung penelitian.6 Metodologi Penelitian Dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus. Dalam metode ini akan diamati secara seksama aspek-aspek yang berkaitan erat dengan masalah yang diteliti. Variabel bebas (Independent Variable) Dalam skripsi ini variabel bebasnya adalah ³Analisis Biaya Diferensial dalam perusahaan yang bcrfungsi secara efektif dalam pcngambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeii produk tertentu untuk memenuhi suatupesanan´. penulis melakukan: 1 Penelitian lapangan {field research). Sehingga diperlukan data-data yang menyajikan biaya diferensial dari produk tersebut termasuk bagian biaya tetap yang ada dan angka laba yang menempatkan total biaya atas dasar yang sebanding. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. sehingga dapat memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti dan dari objek tersebut dapat ditarik kesimpulan mengenai masalah yang diteliti. maka penulis dalam penelitian ini mengemukakan hipotesis sebagai berikut: ³Analisis Biaya diferensial dalam perusahaan yang berfungsi secara efektif dalam pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli produk tertentu untuk memenuhi suatu pesanan yang berperan untuk mcningkatkan Iaba.´ 1. 2 Penelitian perpustakaan {Library research). Kemudian data-data tersebut diolah. dianalisis dan diproses lebih lanjut dengan mempergunakan alat bantu berupa dasar-dasar teori yang telah dipelajari sebelumnya.

kreditor. 1.1 Latar Belakang Penelitian Terjadinya krisis multi dimensi di Indonesia menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya etika untuk dilaksanakan. dan manajemen perusahaan itu sendiri. bank. investor. Laporan keuangan yang telah diaudit ini akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan oleh berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan seperti. Salah satunya adalah profesi akuntan yang dituntut untuk berperilaku etis dan juga untuk menjadi Information Professional. yang tidak hanya bertindak sesuai dengan moral dan nilai-nilai yang berlaku akan tetapi juga menghasilkan ³informasi´ yang berguna bagi pengambil keputusan. Etika menjadi kebutuhan penting bagi semua profesi yang ada agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari hukum. Dalam hal ini akuntan publik harus dapat menunjukkan bahwa jasa audit yang diberikan adalah berkualitas dan dapat dipercaya.2. Indikator yang digunakan adalah: ‡ Laba Sebelum dan Sesudah Menggunakan Biaya Diferensial dalam Pengambilan Keputusan Memproduksi Sendiri atau Membeli Produk Tertentu. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menghitung persentase yang menunjukkan bagaimana peranan biaya diferensial dalam pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli produk tertentu untuk memenuhi pesanan. Informasi-informasi yang dihasilkan oleh akuntan publik akan berguna jika akuntan pulik mampu mengendalikan mutu pemeriksaan. Akuntan publik akan raengaudit laporan keuangan yang diterbitkan oleh pemsahaan untuk menentukan kewajarannya. Komentar : Leave a Comment » Kategori : Skripsi Akuntansi PENERAPAN ATURAN ETIKA UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME AKUNTAN PUBLIK (Survei pada Kantor Akuntan Publik di Bandung) 21 03 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. dipercaya.7 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada PT. karyawan. karena profesi akuntan publik memiliki peran penting untuk memberikan informasi (financial maupun non financial) yang dapat diandalkan. Bapepam. dan memenuhi kebutuhan pengguna jasa akuntan publik dalam dunia usaha yang semakin kompetitif. Variabel tidak bebas (Dependent Variable) Dalam skripsi ini variabel tidak bebasnya adalah ³Meningkatkan laba´. dan memberikan jasa yang . pemerintah. bertindak profesional. ³X´ yang bergerak di bidang industri garmen yang berlokasi di jalan Belanak. Bandung.

1. Kekhawatiran ini apabita dikaji ulang memang sangat beralasan bila dilihat dari berbagai sudut. apalagi setelah krisis ekonomi melanda Indonesia sehingga akuntan publik perlu menunjukkan bahwa dirinya adalah akuntan publik yang profesional. knowledge atau ilmu pengetahuan di bidang akuntansi. dan dapat memenuhi komitmen profesionalnya. Hal yang paling tidak mengenakkan adalah adanya tudingan dari beberapa kalangan bahwa yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi ini adalah profesi akuntan publik. akuntan publik dari negara-negara ASEAN dapat melakukan usaha sendiri di negara kita dan begitu pula akuntan publik Indonesia dapat melakukan profesi akuntan publiknya di negara-negara ASEAN. akuntan publik adalah orang yang paling bertanggungjawab sehingga terjadinya krisis ekonomi ini. profesi akuntan publik dihadapkan pada sejumlah tantangan yang harus dijawab dengan nyata dan sedini mungkin. akuntan publik haras melakukan upaya untuk mempertahankan kualitas penugasan audit dengan meningkatkan profesionalisme kompartemen akuntan publik. Kondisi lingkungan dan dunia usaha saat ini sudah dan akan berubah. pelaksanaan kode etik atau aturan etika yang berlaku. dalam sidang KTT-IV ASEAN (Association South East of Asian Nation) di Singapura telah disepakati untuk mengefektifkan AFTA (ASEAN Free Trade Area) pada tahun 2003 dan diramalkan tahun 2020 sebagai era kebangkitan Asia baru. Saat ini profesionalisme akuntan publik memang banyak dipertanyakan oleh berbagai pihak. dan keahlian. dan menghayati serta mengamalkan kode etik profesional dalam setiap penugasan audit atau jasa lainnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri yang sangat berat. inti permasalahannya adalah telah hilangnya atau setidaknya telah berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap akuntan publik lokal. Saat ini akuntan publik asing pada kenyataannya lebih dipercaya daripada akuntan publik lokal. rekan seprofesi maupun dalam menghadapi persaingan ketat dalam era globalisasi. Namun. yang merupakan salah satu pusat kegiatan dunia. PLN. Bulog. pada saatnya nanti. Pada bulan Januari 1992 sebelum krisis ekonomi terjadi. Melihat kondisi scperti ini.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan di atas. penulis mengidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut: 1. akuntan publik dapat memberikan jasa yang berkualitas. Bank Lippo. Dengan demikian. Salah satu parameter yang dapat diambil adalah digunakannya akuntan publik asing dalam melakukan audit atas kasus-kasus penting. Dengan kata lain. Agar akuntan pubiik dapat memenuhi tanggungjawab profesional kepada masyarakat. antara lain : profesionalisme akuntan publik. klien. Akuntan publik adalah suatu profesi yang saat ini dihadapkan pada suatu lingkungan yang benarbenar baru. yaitu Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik. Oleh karena itu. Jasa akuntan publik termasuk salah satu yang disepakati.Bagaimana akuntan publik menerapkan aturan etikanya? 2.terbaik bagi kliennya. Artinya. Banyak pihak mengkhawatirkan bahkan memandang dengan sangat pesimis tentang keberhasilan akuntan lokal untuk bersaing dengan akuntan asing pada mas perdagangan bebas. Kimia Farma. penulis tertarik untuk melakukan suatu survei dengan pengambilan pokok bahasan: ³Penerapan Aturan Etika untuk Meningkatkan Profesionalisme Akuntan Publik´ Survei pada kantor akuntan publik di Bandung. mendapat kepercayaan publik. Dengan sejumlah peluang yang ada.Bagaimana akuntan publik menerapkan profesionalismenya? 3. akuntan publik hams menaati standar profesional. Pertamina. seperti skandal Bank Bali.Seberapa besar pengaruh penerapan aturan etika untuk meningkatkan profesionalisme akuntan publik di Bandung ? .

penting untuk menyakinkan pemakai atas kualitas jasa audit dan jasa atestasi lainnya. suatu abad yang diawali dengan globalisasi ekonomi dan jasa yang melanda semua negara di dunia. Kelangsungan hidup profesi akunta n publik sangat bergantung kepada kepercayaan masyarakat. penyebab kantor akuntan publik kurang diminati. diharapkan kantor akuntan publik dapat memperbaiki segala kekurangan dan kelemahannya akan mampu memenuhi tanggungjawab jabatannya kepada kliennya dan memperoleh kepercayaan dari publik. 2. Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas jasa profesional akan meningkat jika organisasi profesi mampu mewujudkan profesionalisme yang tinggi. memberikan tambahan pengetahuan untuk memperluas pandangan atau wawasan mengenai ³aturan etika´ baik secara teori maupun praktek dan untuk menambahkan wawasan mengenai aturan etika baru berlaku dan pengetahuan terapan. Dengan data yang diperoleh dari survei pada kantor akuntan publik di Bandung. serta memberikan informasi dan gambaran yang lebih jelas bagi peneliti lain yang ada hubungannya dengan penulisan makalah ini.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud penelitian ini adalah untuk mendapatkan jawaban atas masalah yang diteliti. Bagi profesi akuntan publik.Mengetahui akuntan publik menerapkan profesionalismenya.Bagi masyarakat khususnya di lingkungan perguruan tinggi. penelitian dapat mcmberi manfaat: 1. Meningkatnya tuntutan tersebut merupakan tantangan yang akan dihadapi oleh profesi akuntan publik dalam memberikan jasa yang bermutu tinggi secara konsisten untuk kepentingan masyarakat bisnis dan keuangan di masa yang akan datang. Perubahan dalam lingkungan bisnis telah menyebabkan perluasan (expansions) dan perubahan (change) muatan pengetahuan (knowledge content) yang diperlukan oleh seorang professional untuk dapat berfungsi secara efektif. 2.Mengetahui akuntan publik menerapkan aturan etikanya. penulis melakukan penelitian bertujuan untuk: 1. dan upaya-upaya akuntan publik di dalam mengingkatkan profesionalisme akuntan publik dan sebagai salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir sarjana (program SI) jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi di Universitas Widyatama.5 Kerangka Pemikiran Kita sekarang sedang mengarungi abad XXI. dan kendala yang dihadapi dalam meningkatkan profesionalisme akuntan publik. 3. Proses perubahan lingkungan yang cepat di masa yang akan datang diperkirakan akan menuntut perluasan dan perubahan muatan pengetahuan seorang profesional masa depan. 1. 1.4 Kegunaan Penelitian Penelitian atas pcnerapan aturan etika untuk meningkatkan profesionalisme akuntan publik di Bandung diharapkan dapat berguna bagi semua pihak yang bericq>entingan dan di samping itu. dapat diterapkannya dalam praktek mengenai aturan etika yang selama ini diterima dari teori dan diharapkan dapat berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan terutama mengenai penerapan aturan etika oleh akuntan publik lokal.1. 3.Bagi penulis. Lingkungan yang dilayani oleh profesi akuntan publik telah berubah dengan tingkat perubahan . oleh karena itu masyarakat akan menghargai organisasi profesi yang menetapkan standar kualitas yang tinggi dalam memberikan jasanya kepada masyarakat. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu masukan yang bermanfaat untuk mengetahui kekurangan.Mengetahui besamya pengaruh penerapan aturan etika untuk meningkatkan profesionalisme akuntan publik di Bandung. Bagi kantor akuntan publik. Dengan demikian. kelemahan.

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No: 423/KMK. Ancaman masuknya profesi akuntan publik asing ke Indonesia menjadi terwujud dengan ditandatanganinya perjanjian GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) dalam tahun 1994 yang lalu. peningkatan persaingan membuat para akuntan publik dan profesi lainnya menjadi lebih sulit untuk berperilaku secara profesional. Globalisasi telah menimbulkan ancaman sekaligus kesempatan bagi profesi akuntan publik. dan terhadap rekan seprofesi. Menurut Areas. Jika pemakai merasa bahwa kantor akuntan publik tidak memberi jasa yang berharga. Profesi akuntan publik dalam waktu dekat akan bersaing di pasar Indonesia berdasarkan mutu dan jenis jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pemakai informasi keuangan. Profesional berarti juga adalah seseorang yang mampu mengenal lingkungan. disiplin pribadi. profesionalisme dan jenis jasa profesi akuntan publik. Akuntan publik yang profesional adalah orang yang memiliki pendidikan dan pengalaman berpraktik sebagai auditor independen. termasuk untuk berperilaku terhormat. Kode etik mempengaruhi profesi. Pengertian Kode Etik Profesional menurut Chasin. 4-6) didefinisittan bahwa: ³Kode etik profesional adalah penuntun bagi perilaku akuntan dalam memenuhi kewajiban profesional dan dalam melaksanakan kegiatannya.dan perkembangan yang sangat pesat.78) istilah profesional berarti tanggungjawab untuk berperilaku yang lebih dari sekedar memenuhi tanggungjawab yang dibebankan kepadanya dan lebih dari sekedar mematubi undang-undang dan peraturan masyarakat. Sebagai profesional. Berdasarkan uraian terscbut. bisnis dan mampu memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan profcsinya. dkk (2003. Globalisasi mengakibatkan profesi akuntan publik semakin banyak dituntut untuk selalu mengembangkan diri dan tanggap terhadap kebutuhan jasa para klien yang semakin kompleks. Kondisi ini dapat menimbulkan kesempatan untuk meningkatkan mutu. ketentuan ini dikenakan oleh organisasi profesi terhadap para anggotanya yang dengan sukarela telah menerimanya lebih keras dari hukum atau . akuntan publik di dalam melaksanakan tugasnya wajib berpedoman pada SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik). dkk (1988. yang mcmpengaruhi pandangan publik mengenai profcsi akuntan´. akuntan publik mengakui tanggungjawab terhadap masyarakat. Di tahun-tahun terakhir. Globalisasi menajamkan persaingan produk dan jasa di pasar. dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. harus ada dorongan yang kuat bagi kantor yif^mtyn publik untuk memilliki profesionalisme yang tinggi. Oleh karena itu. Meningkatnya persaingan membuat banyak kantor akuntan lebih berkepentingan untuk mempertahankan klien dan laba yang besar. sekalipun ini berarti pengorbanan pribadi.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik menetapkan dalam bab V pasal 24 mengenai pembinaan akuntan publik. dapat disimpulkan bahwa kode etik profesional adalah pemyataanpernyataan yang berotorisasi yang digunakan sebagai pedoman pcrilaku dalam melaksanakan tanggungjawab profesional. nilai audit kantor akuntan publik dan laporan atestasi dari kantor akuntan publik tersebut akan berkurang. dan integritas moral orang yang profesional. Etika profesi beikaitan dengan independensi. Alasan yang mendasari diperlukannya perilaku profesional yang tinggi pada setiap profesi akuntan publik adalah kebutuhan akan kepercayaan publik terhadap kualitas yang diberikan profesi akuntan publik. Kode Etik Akuntan Indonesia. agar mampu memenuhi kebutuhan pemakai informasi keuangan yang semakin meningkat dan senantiasa berubah dengan tingkat perubahan yang sangat pesat. terhadap klien. Penting bagi para petnakai laporan untuk memandang kantor akuntan publik sebagai pihak yang kompeten dan tidak memihak.

bekerja dengan selalu berusaha untuk meningkatkan pengetahuan sesuai dengan profesinya.Standar Umum dan Prinsip Akuntansi. 1.5. dan akan mematuhi kode etik profesi. Hasil final sesuai dengan Rapat Anggota Luar Biasa tanggal 5 Mei 2000 mengenai Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang disahkan tanggal 24 Juli 2000.6 Metodologi Penelitian Dalam penyusunan skripsi ini penulis mclakukan pendckatan studi empirik dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. 1 ± Standar Umum dan Prinsip Akuntansi. yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan . Integritas. bahwa ia akan memegang teguh prinsip-prinsip. dan Objektivitas yang baik dan konsisten secara signifikan tidak meningkatkan profesionalisme akuntan publik. dan Objektivitas yang baik dan konsisten secara signifikan meningkatkan profesionalisme akuntan publik. serta norma-norma auditing.100 ± Independensi. Objektivitas. Integritas.1 Hipotesis Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis bahvva indikator-indikator sebagai berikut: 1. Kepentingan Umum (publik). Ho2= Penerapan Standar Umum Prinsip Akuntansi yang baik dan konsisten secara signifikan tidak meningkatkan profesionalisme akuntan publik.Tanggung Jawab kepada Rekan. 2. 1. signifikan meningkatkan profesionalisme akuntan publik. Seseorang yang masuk profesi akuntan harus menerima kewajiban. 4 ± Tanggung Jawab dan Praktik Lain¶.5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional. Integritas. dan Standar Teknis. HA4= Penerapan Tanggung Jawab kepada Rekan yang baik dan konsisten secara signifikan meningkatkan profesionalisme akuntan publik. HAi= Penerapan Independensi. Perilaku Profesional.Tanggung Jawab kepada Klien. IntegriU$. 2 ± Tanggung Jawab Fada Klien. Objektivitas.2 Hipotesis Statistik Hoi= Penerapan Independensi. 3 ± Tanggung Jawab Pada Rekan. HA2= Penerapan Standar Umum Prinsip Akuntansi yang baik dan konsisten secara signifikan meningkatkan profesionalisme akutan publik.dan Objektivitas. 4. Ho4= Penerapan Tanggung Jawab kepada Rekan yang baik dan konsisten secara signifikan tidak meningkatkan profesionalisme akuntan publik. HA3= Penerapan Tanggung Jawab kepada Klien yang baik dan konsisten secara signifikan meningkatkan profesionalisme akuntan publik.Tanggung Jawab dan Praktik Lain. terdapat delapan prinsip etika yaitu: Tanggung Jawab Profesi. Di sini juga memuat mengenai Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang terdiri dari: ³1.undang-undang. 8 HA5= Penerapan Tanggung Jawab dan Praktik Lain yang baik dan konsisten secara signifikan meningkatkan profcsionalisme akuntan publik. 3. 1. Integritas. Ho3= Penerapan Tanggung Jawab kepada Klien yang baik dan konsisten secara signifikan tidak meningkatkan profesionalisme akuntan publik.Independensi. 5. Kode etik akuntan merupakan bagian yang penting dari peraturan disiplin yang menyeluruh agar semua pihak yang berkepentingan pada jasa akuntan publik dapat dilindungi terhadap segala perbuatan akuntan secara individual yang tercela dan tidak bertanggungjawab. Ho5= Penerapan Tanggung Jawab dan Praktik Lain yang baik dan konsisten secara signifikan tidak meningkatkan profesionalisme akuntan publik. Kerahasian.

sifat. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder yang digunakan sebagai pedoman dan landasan teori dalam pembahasan masalah yang dihadapi. 1. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Penelitian kepustakaan yakni pencarian bahan dengan cara membaca dan mempelajari literatur berupa buku-buku. Wawancara Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab dengan pejabat berwenang yang berhubungan langsung dengan masalah penelitian. Kuesioner Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan objek yang sedang diteliti diserahkan kepada responden. hubungan antar fenomena yang diteliti. Teknik penelitian yang penulis gunakan untuk memperoleh data adalah: 1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian Untuk memperoleh data yang menunjang tersusunnya skripsi ini penulis melakukan survei pada kantor akuntan publik yang berlokasi di Bandung. Penelitian Lapangan {Field Research) Penelitian lapangan yaitu studi atau penelitian yang dilakukan penulis untuk mendapatkan data primer dengan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu. dengan berusaha mengumpulkan. mengklasifikasikan. kemudian menarik kesimpulan dari keadaan yang ada pada kantor akuntan publik yang diteliti. Penelitian ini tidak terlepas dari beberapa keterbatasan. majalah. Observ asi Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung pada objek yang sedang diteliti.untuk memberikan gambaran secara sistematik dan akurat mengenai fakta. a. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September. b. 2. catatan kuliah maupun tugas ilmiah Jainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. menyajikan serta mcnganalisis data. meskipun demikian keterbatasan tersebut diharapkan tidak akan mengurangi manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini. c. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful