P. 1
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah

|Views: 3,849|Likes:
Published by adee13
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: adee13 on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN I TAMBAKROMO KABUPATEN PATI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BERBASIS MASALAH

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang

Oleh Nama NIM Program Studi Jurusan : Henik Sugiyarti : 4101401032 : Pendidikan Matematika : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005
i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi.

Semarang, 7 Agustus 2005

Pembimbing I,

Pembimbing II,

Drs. Supriyono, M.Si. NIP 130815345

Drs. Wardono, M.Si NIP 131568905

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di dalam Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang pada hari : Kamis

tanggal : 18 Agustus 2005 Panitia Ujian:

Ketua,

Sekretaris,

Drs. Kasmadi I.S., M.S. NIP. 130781011 Pembimbing I

Drs. Supriyono, M.Si. NIP. 130815345 Penguji I

Drs. Supriyono, M.Si. NIP. 130815345 Pembimbing II

Dra. Kristina W., M.S. NIP. 13156830724370 Penguji II

Drs.Wardono, M.Si. NIP. 131568905

Drs. Supriyono, M.Si. NIP. 130815345 Penguji III

Drs.Wardono, M.Si. NIP. 131568905

iii

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang, 18 Agustus 2005

Henik Sugiyarti

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto : Menyesali apa yang sudah terjadi tak akan dapat mengubah segalanya, yang terpenting ambilah hikmah dari semua itu. Jangan pelit untuk berbagi kegembiraanmu. Berikan apa yang paling kau inginkan. Berbagilah wawasan dan kegembiraanmu kepada orang lain. Bukannya mengkhawatirkan semua itu akan hilang dan menyimpannya, berbagilah dengan orang lain (Pema Chodron).

Persembahan : 1. Untuk Bapak dan Ibu, terima kasih atas do’a, bimbingan serta limpahan kasih sayang yang telah diberikan. 2. Adik-adikku : Puput dan Risa. Aku menyayangi kalian. 3. Seseorang yang selalu mengerti dan menyayangiku. 4. Wiwied, Novie, Narsiti, Widie dan seluruh temanteman yang ada di Wisma Putri Sederhana I. 5. Dewi’, Yayuk, Minie, Ida, Diah, Eni dan seluruh kawan-kawan 2001. Tanpa mereka, aku dan karya ini takkan pernah ada. Pendidikan Matematika Angkatan akan selalu

v

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. Skripsi ini adalah laporan penelitian yang mengambil judul Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa SMPN I Tambakromo. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat: 1. Dr. H. A.T. Soegito, S.H., M.M. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberi kesempatan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Drs. Kasmadi I.S., M.S. selaku Dekan FMIPA yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi. 3. Drs. Supriyono, M.Si. selaku Ketua jurusan Matematika FMIPA UNNES sekaligus selaku Dosen Pembimbing I yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan selama pembuatan skripsi. 4. Drs. Wardono, M.Si. selaku pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan selama pembuatan skripsi. 5. Seluruh dosen yang mengajar di Jurusan Matematika.

vi

6.

Mulyadi Slamet Widodo, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo yang telah memberikan perijinan penelitian.

7.

Tumirah S.Pd dan Rusmi S.Pd. selaku guru SMPN I Tambakromo yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian.

8.

Mbak Tamie dan Perpustakaan Jurusan Matematika UNNES, yang telah memberikan pelayanan dan kesempatan dalam penulisan skripsi.

9.

Semua pihak yang terkait selama penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

10. Serta rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan bantuannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis hanya bisa berharap semoga skripsi ini dapat memberikan nilai tambah bagi pembaca, khususnya bagi mahasiswa Jurusan Matematika.

Semarang, 18 Agustus 2005

Penulis

vii

ABSTRAK Sugiyarti, Henik. 2005: Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah. Skripsi. Jurusan Matematika, Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: I. Drs. Supriyono, M.Si, II. Drs. Wardono, M.Si. Kata Kunci: Keterampilan berpikir kritis, hasil belajar, pembelajaran berbasis masalah. Aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati masih rendah. Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar siswa. Jika prinsip pemecahan masalah diterapkan dalam proses belajar mengajar maka siswa dapat berlatih dan membiasakan diri berpikir secara mandiri. Atas pertimbangan hal di atas maka diambil judul skripsi “Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah”. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban atas masalah tentang: 1. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, keterampilan berpikir kritis siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat? 2. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat? Untuk membahas permasalahan di atas, melalui penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dengan tahapan perencanaan,implementasi,observasi dan refleksi, diambil data hasil belajar dari hasil pretes dan postes dengan metode tes untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa dan data tentang keterampilan berpikir kritis diambil dari hasil tes keterampilan berpikir kritis dengan metode tes dengan penskoran. Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Tahun Pelajaran 2004/2005 yang berjumlah 46 siswa, terdiri atas 22 siswa putri dan 24 siswa putra. Indikator utama dalam penelitian ini adalah apabila siswa dapat mencapai ketuntasan hasil belajar individu ≥ 65% dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%, dan adanya peningkatan skor keterampilan berpikir kritis siswa untuk setiap siklus. Sedangkan indikator tambahannya adalah apabila diperoleh skor lembar observasi aktivitas siswa terhadap pembelajaran ≥ 16 dan skor kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah ≥ 27. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata evaluasi pada siklus I adalah pretest 53,51 dengan ketuntasan 28,89% dan postest 71,78 dengan ketuntasan 60,86%, rata-rata tes keterampilan berpikir kritis siswa 7,82 dari skor maksimal 30. Hasil pretes siklus II adalah 71,13 dengan ketuntasan 56,52% sedangkan hasil postest siklus II diperoleh nilai rata-rata 80 dengan ketuntasan 89,13%. Berarti indikator kinerja pada siklus II ini sudah tercapai. Rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa dalam siklus II ini juga sudah meningkat

viii

menjadi 17,87. Aktivitas siswa dalam pembelajaran tergolong baik, skor rata-rata pada siklus I adalah 17 dan pada siklus II adalah 20. Skor rata-rata kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah untuk siklus I adalah 25,75, untuk siklus II adalah 29,25 yang menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah sudah baik. Dari hasil penelitian dapat diambil simpulan yaitu pembelajaran matematika berbasis masalah yang telah dilaksanakan di kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dan melalui pembelajaran matematika berbasis masalah hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat. Sehingga disarankan pembelajaran matematika berbasis masalah perlu dilaksanakan oleh guru. Dalam pembelajaran, guru perlu melibatkan peran serta siswa secara langsung serta pembuatan hasil karya dan presentasi hasil karya sangat baik diterapkan.

ix

DAFTAR ISI

hlm HALAMAN JUDUL........................................................................................ PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................................................... PENGESAHAN KELULUSAN ...................................................................... PERNYATAAN............................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................... KATA PENGANTAR ..................................................................................... ABSTRAK ....................................................................................................... DAFTAR ISI.................................................................................................... DAFTAR TABEL............................................................................................ DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ A. Latar Belakang Masalah.............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Pemecahan Masalah .................................................................... D. Penegasan Istilah ......................................................................... 1. Berpikir Kritis ........................................................................ 2. Hasil Belajar........................................................................... 3. Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah......................... E. Tujuan dan Manfaat Penelitian.................................................... 1. Tujuan Penelitian ................................................................... i ii iii iv v vi viii x xiii xiv xv 1 1 5 5 6 6 6 7 7 7

x

2. Manfaat Penelitian ................................................................. a. Manfaat bagi Guru............................................................. b. Manfaat bagi Siswa ........................................................... c. Manfaat bagi Peneliti......................................................... F. Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................... BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ A. Pembelajaran Matematika ........................................................... B. Berpikir Kritis.............................................................................. C. Hasil Belajar ................................................................................ D. Pembelajaran Berbasis Masalah.................................................. E. Pokok Bahasan yang Terkait dengan Penelitian.......................... 1. Waktu ...................................................................................... a. Satuan Waktu ..................................................................... b. Menghitung Lama Waktu antara Dua Waktu .................... 2. Hubungan Jarak, Waktu, dan Kecepatan ................................ a. Satuan Jarak........................................................................ b. Menentukan Jarak, Waktu, dan Kecepatan ........................ c. Menggambar Grafik Jarak-Waktu...................................... F. Kerangka Berpikir........................................................................ G. Hipotesis Tindakan...................................................................... BAB III METODE PENELITIAN.................................................................. A. Subjek Penelitian......................................................................... B. Variabel Penelitian ......................................................................

7 7 8 8 8 10 10 12 14 17 20 20 20 21 22 22 23 25 29 30 31 31 31

xi

C. Indikator Kinerja ......................................................................... 1. Indikator Utama ..................................................................... 2. Indikator Tambahan ............................................................... D. Desain Penelitian......................................................................... E. Pengumpulan Data....................................................................... F. Analisis Data................................................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................ A. Hasil Penelitian ........................................................................... 1. Siklus I ................................................................................... 2. Siklus II .................................................................................. B. Pembahasan ................................................................................. BAB V PENUTUP......................................................................................... A. Simpulan ..................................................................................... B. Saran ............................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN...............................................................................

31 31 31 32 38 39 44 44 44 46 48 55 55 55 57 59

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah.......................................... Tabel 2. Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (1)...................... Tabel 3. Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (2)......................

19 26 27

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika Kecepatannya Tetap............................................................................................... Gambar 2. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika Kecepatannya Tidak Tetap .................................................................................... Gambar 3. Hubungan antara Jarak dan Waktu................................................ Gambar 4. Bagan Prosedur Kerja Penelitian Tindakan Kelas ........................ Gambar 5. Siswa Bekerja Kelompok .............................................................. Gambar 6. Guru Memberikan Bimbingan kepada Siswa................................ Gambar 7. Presentasi Hasil Diskusi oleh Siswa.............................................. Gambar 8. Siswa Lain Memperhatikan Siswa yang Presentasi ...................... 27 28 38 175 175 176 176 26

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5

Rencana Pembelajaran 1 (Siklus I)............................................ Lembar Kerja Siswa (RP 1)....................................................... Kartu Masalah (RP 1) ................................................................ Soal Tes Hasil Belajar Siklus I.................................................. Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah.............................

59 63 65 67

70 72 74

Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8

Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa ........................................ Daftar Nama Siswa dalam Kelompok pada Siklus I ................. Hasil Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Siklus I (Pertemuan Pertama)..................................................................

75

Lampiran 9

Hasil Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I (Pertemuan Pertama).................................................................. 79 83 84 87 89 91

Lampiran 10 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa ............................................... Lampiran 11 Rencana Pembelajaran 2 (Siklus I)............................................ Lampiran 12 Kartu Masalah (RP 2) ............................................................... Lampiran 13 Soal Keterampilan Berpikir Kritis Siklus I ............................... Lampiran 14 Angket Refleksi Siswa terhadap Pembelajaran ......................... Lampiran 15 Hasil Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Siklus I (Pertemuan Kedua).....................................................................

92

xv

Lampiran 16 Hasil Lembar Pengamatan Akltivitas Siswa Siklus I (Pertemuan Kedua)..................................................................... Lampiran 17 Hasil Tes Keterampilan Berpikir Kritis Siswa .......................... Lampiran 18 Rencana Pembelajaran 3 (Siklus II) .......................................... Lampiran 19 Lembar Kerja Siswa (RP 3)....................................................... Lampiran 20 Soal Tes Hasil Belajar Siklus II................................................. Lampiran 21 Daftar Nama Siswa dalam Kelompok pada Suklus II ............... Lampiran 22 Hasil Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Siklus II Pertemuan Pertama) ................................................................... Lampiran 23 Hasil Lembar Pengamatan Akltivitas Siswa Siklus II (Pertemuan Pertama).................................................................. Lampiran 24 Rencana Pembelajaran 4 (Siklus II) .......................................... Lampiran 25 Kartu Masalah(RP 4) ................................................................. Lampiran 26 Soal Keterampilan Berpikir Kritis Siklus II .............................. Lampiran 27 Hasil Lembar Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Siklus II (Pertemuan Kedua)......................... Lampiran 28 Hasil Lembar Pemgamatan Aktivitas Siswa Siklus II (Pertemuan Kedua)..................................................................... Lampiran 29 Grafik Frekuensi Jawaban Angket Refleksi Siswa terhadap Pembelajaran .............................................................................. Lampiran 30 Kisi-Kisi Tes Uji Coba Siklus I................................................. Lampiran 31 Soal Uji Coba Siklus I ............................................................... 135 138 139 131 126 114 118 121 125 110 96 100 101 105 108 109

xvi

Lampiran 32 Perubahan Nama Peserta Tes Uji Coba Siklus I........................ Lampiran 33 Analisis Validitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran dan Reliabilitas Instrumen Siklus I ............................................ Lampiran 34 Keterangan Soal yang Dipakai untuk Penelitian Siklus I.......... Lampiran 35 Kisi-Kisi Tes Uji Coba Siklus II ............................................... Lampiran 36 Soal Uji Coba Siklus II.............................................................. Lampiran 37 Perubahan Nama Peserta Tes Uji Coba Siklus II ...................... Lampiran 38 Analisis Validitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran dan Reliabilitas Instrumen Siklus II........................................... Lampiran 39 Keterangan Soal yang Dipakai untuk Penelitian Siklus II ........ Lampiran 40 Foto Kegiatan Pembelajaran...................................................... Lampiran 41 Usulan Pembimbing .................................................................. Lampiran 42 Permohonan Ijin Penelitian ....................................................... Lampiran 43 Surat Keterangan Penelitian ......................................................

145

146 147 148 149 150

152 153 154 156 157 158

xvii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan cabang ilmu pengetahuan eksak dan

terorganisir secara sistematik. Seperti halnya ilmu yang lain matematika memiliki aspek kreatif dan juga aspek terapan atau praktik. Sebagaimana tercantum dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) bahwa diberikannya matematika di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan umum antara lain untuk mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif, dan efisien serta mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Pembelajaran yang pada umumnya dilaksanakan oleh guru lebih banyak menekankan pada aspek pengetahuan dan pemahaman, sedangkan aspek aplikasi, analisis, sintesis, dan bahkan evaluasi hanya sebagian kecil dari pembelajaran yang dilakukan. Guru selama ini lebih banyak memberi ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal dengan cepat tanpa memahami konsep secara mendalam. Hal ini menyebabkan siswa kurang terlatih untuk mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan dan mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata

xviii

sehingga kemampuan berpikir kritis siswa kurang dapat berkembang dengan baik. Pola pembelajaran yang dikembangkan di Indonesia dewasa ini,

menuntut keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dan juga menuntut kreatifitas siswa untuk mengolah data yang diberikan guru. Agar terjadi pengkontruksian pengetahuan secara bermakna, guru haruslah melatih siswa agar berpikir secara kritis dalam menganalisis maupun dalam memecahkan suatu permasalahan. Siswa yang berpikir kritis adalah siswa yang mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengkontruksi argumen serta mampu memecahkan masalah dengan tepat (Spliter 1991, dalam Redhana 2003: 12-13). Siswa yang berpikir kritis akan mampu menolong dirinya atau orang lain dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Siswa harus mengevaluasi diri mereka dan berusaha. Mereka tidak boleh berdiam diri saja karena, para siswa ini kelak akan menjadi orang dewasa, akan menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan dan permasalahan. Pelajar hari ini yang akan menjadi pemimpin di masa depan, mesti dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan permasalahan hidup. (Hassoubah 2004: 12). Permasalahan yang timbul dilapangan adalah meskipun para siswa mendapatkan nilai-nilai yang tinggi dalam sejumlah mata pelajaran, namun mereka tampak kurang mampu menerapkan perolehannya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kedalam situasi yang lain. Seperti yang dikemukakan oleh Ketua Komite Reformasi Pendidikan Balitbang Depdiknas Prof. Suyanto, Med. PhD. dalam Kompas edisi 10 April 2002 “Artinya, pengembangan aspek akademis masih pada tingkat yang rendah dan belum sampai pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, apalagi kemampuan memecahkan masalah”.

xix

Aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati masih rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar siswa. Hasil diskusi peneliti dengan guru matematika yang mengajar di kelas II-C SMPN I Tambakromo diperoleh hasil bahwa:1) hasil belajar siswa masih rendah, yang terlihat dari belum tercapainya ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal dalam pembelajaran seperti yang diharapkan. Rata-rata ketuntasan individu siswa baru mencapai 55 sedangkan ketuntasan klasikalnya 30,43%, 2) siswa tidak banyak yang siap atau menyiapkan diri sebelum pembelajaran dimulai walaupun materi pelajaran yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya sudah diketahui, 3) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran masih rendah, dan 4) siswa belum mampu memecahkan suatu permasalahan dengan baik, yang mencerminkan keterampilan berpikir secara kritis masih rendah. Dengan pembelajaran matematika berbasis masalah, siswa dihadapkan pada masalah yang penuh dengan makna dan siswa diharapkan mampu menggunakan dan mengembangkan kemampuan dasar yang dimilikinya dan berpikir tingkat tinggi termasuk diantaranya adalah berpikir kritis serta dapat menggunakan berbagai macam strategi untuk memecahkan masalah tersebut. Melalui kegiatan ini aspek-aspek yang menunjukkan kemampuan matematika siswa seperti menghadapi masalah rutin maupun tidak, menemukan pola, menggeneralisasikan kesimpulan, komunikasi matematika, dll dapat

dikembangkan dengan baik yaitu dengan mempertimbangkan gagasan siswa dan melibatkan siswa secara aktif dalam memecahkan masalah matematika

xx

(Polya

2003:http://www.Learner.Prg/channel/cours/teachingmath/gradesh-

2/session-03/section-03-d.html). Seluruh kegiatan siswa akan terarah jika pembelajaran didorong untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Guna mencapai tujuan-tujuan, para siswa dihadapkan dengan situasi bermasalah agar mereka peka terhadap masalah. Kepekaan terhadap masalah dapat ditimbulkan jika para siswa dihadapkan kepada situasi yang memerlukan pemecahan. Para guru hendaknya mendorong siswa untuk melihat masalah, merumuskannya, dan berdaya upaya untuk memecahkannya sejauh taraf kemampuan. Jika prinsip pemecahan masalah ini diterapkan dalam proses belajar mengajar maka siswa dapat berlatih dan membiasakan diri berpikir secara mandiri. Dengan demikian, pemecahan masalah seyogyanya merupakan strategi belajar mengajar di sekolah-sekolah. Berangkat dari latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk meneliti tentang pembelajaran matematika berbasis masalah dengan judul

“MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN I TAMBAKROMO KABUPATEN PATI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH“.

xxi

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, keterampilan berpikir kritis siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat? 2. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat?

C. Pemecahan Masalah Dengan adanya rumusan masalah tersebut maka penulis mencoba melalui penelitian tindakan kelas (PTK) tentang pembelajaran matematika berbasis masalah, diharapkan hasilnya dapat mengatasi rendahnya

keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dengan tahapan sebagai berikut. 1. Tahap-1 (Orientasi siswa pada masalah) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, siswa terlibat pada aktivitas relevan masalah yang dipilihnya. 2. Tahap-2 (Mengorganisasikan siswa untuk belajar) Guru membantu siswa untuk mengidentifikasikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.

xxii

3. Tahap-3 (Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok) Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan. 4. Tahap-4 (Mengembangkan dan menyajikan hasil karya) Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Tahap-5 (Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

D. Penegasan Istilah 1. Berpikir Kritis Berpikir kritis didefinisikan sebagai suatu proses kompleks yang melibatkan penerimaan dan penguasaan data, analisis data, dan evaluasi data dengan mempertimbangkan aspek kualitatif serta melakukan seleksi atau membuat keputusan berdasarkan hasil evaluasi.(Gerhard 1971, dalam Redhana 2003: 14) 2. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil tes belajar aspek kognitif bidang matematika siswa kelas II-C semester I pokok bahasan “Waktu, Jarak, dan Kecepatan”, SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati tahun pelajaran 2004/2005.

xxiii

3. Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Pembelajaran matematika berbasis masalah yaitu pembelajaran matematika yang meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, kerjasama, dan menghasilkan karya atau peragaan.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa jika diterapkan pembelajaran matematika berbasis masalah pada siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati . 2. Manfaat Penelitian a. Manfaat bagi guru Mendapatkan pengalaman langsung melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan profesi guru serta mengubah pola dan sikap guru dalam mengajar yang semula berperan sebagai pemberi informasi menjadi berperan sebagai fasilitator dan mediator yang dinamis sehingga kegiatan belajar mengajar yang dirancang dan diimplementasikan menjadi lebih efektif, efisien, kreatif dan inovatif.

xxiv

b. Manfaat bagi siswa Menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah,

kemampuan bekerjasama dan kemampuan berkomunikasi yang dapat melatih dan merangsang siswa untuk mengembangkan daya nalarnya secara kritis. c. Manfaat bagi peneliti Akan diperoleh pemecahan permasalahan dalam penelitian ini dan diperoleh suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

F. Sistematika Penulisan Skripsi Sistematika Penulisan Skripsi ini secara garis besar terdiri dari tiga bagian utama , yaitu (i) bagian pendahuluan skripsi, (ii) bagian isi skripsi, dan (iii) bagian akhir skripsi. Komponen dari masing-masing bagian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bagian pendahuluan skripsi berisi: halaman judul, persetujuan

pembimbing, pengesahan kelulusan, pernyataan, motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran. 2. Bagian isi skripsi terdiri dari: BAB I. Pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, pemecahan masalah, penegasan istilah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

xxv

BAB II. Landasan Teori, dikemukakan tentang teori-teori yang mendukung penelitian sebagai acuan untuk mengajukan hipotesis. Dalam bab ini dituliskan pula kerangka berpikir dan hipotesis tindakan sebagai jawaban sementara atas

permasalahan yang diajukan dalam bab I. BAB III. Metode Penelitian, memuat metode-metode yang digunakan dalam penelitian yang meliputi sampel, variabel, indikator kinerja, desain penelitian, pengumpulan data dan analisis data yang digunakan dalam penelitian. BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi hasil penelitian dan pembahasannya. BAB V. Penutup, berisi simpulan dan saran. 3. Bagian akhir skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

xxvi

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pembelajaran Matematika Belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan hidup manusia. Belajar merupakan suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan atau pengalaman sehingga mampu mengubah tingkah laku manusia (Hudojo 1979: 107). Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar bila diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Di dalam matematika yang penalarannya bersifat deduktif aksiomatis yang berkenaan dengan ide-ide, konsep-konsep dan simbol-simbol yang abstrak serta tersusun secara hirarkis maka dalam belajar pembelajaran matematika diperlukan kegiatan mental yang tinggi. Mempelajari materi matematika tidak hanya cukup dipelajari dengan membahasnya saja tetapi perlu waktu dan ketekunan serta latihan-latihan. Menurut Bruner (dalam Hudojo 1979: 114) “belajar matematika merupakan belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan konsepkonsep dan struktur matematika itu”. Pembelajaran materi matematika perlu dikaitkan dengan logika, teori tentang jumlah probabilitas, menjadi kurikulum yang didiferensiasikan. Herberger dan Wheatley, Kitano & Kirby (dalam Semiawan 1997: 140) berpendapat, matematika untuk anak berbakat jangan menonjolkan keterampilan berhitung, melainkan bertujuan membangun: (a) basis konseptual yang baik untuk belajar matematika pada tingkat yang lebih tinggi, (b) keterampilan memecahkan masalah, xxvii

(c) keterampilan berpikir dan belajar bagaimana seyogyanya belajar, (d) keterampilan berhitung terbatas pada materi yang diperlukan untuk butir (a). Penyajian atau pengungkapan butir-butir matematika yang akan disampaikan dalam pengajaran harus disesuaikan dengan perkiraan perkembangan intelektual siswa. Pembelajaran matematika tidak hanya mengandung nilai edukasi yang bersifat mencerdaskan siswa tetapi juga nilai edukasi yang membentuk pribadi siswa. Melalui pembelajaran matematika diharapkan dengan sendirinya para siswa akan cermat dalam melakukan pekerjaan, akan kritis dan konsisten dalam bersikap, akan jujur dan lain sebagainya. Sehubungan dengan pembelajaran matematika guru perlu mengenal dan dapat melaksanakan dengan baik berbagai pedoman tentang (1) Strategi pembelajaran, (2) Pendekatan pembelajaran, (3) Metode pembelajaran, (4) Teknik Pembelajaran. (Soedjadi 2000: 101) Tujuan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis diantaranya : 1) mengembangkan kecakapan menganalisis, 2) mengembangkan kemampuan mengambil kesimpulan yang masuk akal dari pengamatan, 3) memperbaiki kecakapan menghafal, 4) mengembangkan kecakapan, strategi dan kebiasaan belajar, 5) belajar terma-terma/istilah-istilah dan fakta-fakta, 6) belajar konsep-konsep dan teori. (Zaini dkk 2002: 143). Hudojo (1979: 80) berpendapat bahwa pembelajaran matematika akan efektif apabila penyampaian materi disesuaikan dengan kemampuan berpikir dan kesiapan siswa dalam berpikir. Hal ini dikarenakan struktur kognitif siswa mengacu pada organisasi pengetahuan atau pengalaman yang telah dikuasai siswa yang memungkinkan siswa dapat menangkap ide-ide atau konsep-konsep baru.

xxviii

Tujuan pendidikan (behavioral) biasa digolongkan kedalam tiga domein atau ranah, yakni domein”kognitif”,”afektif” dan “psikomotor”. Domein kognitif menunjukkan tujuan pendidikan yang terarah kepada kemampuan-kemampuan intelektual, kemampuan berpikir maupun kecerdasan yang akan dipakai. Domein afektif menunjukkan tujuan pendidikan yang terarah kepada kemampuan-kemampuan bersikap dalam menghadapi realitas atau masalah-masalah yang muncul disekitarnya. Domein Psikomotor menunjukkan tujuan pendidikan yang terarah kepada keterampilan-keterampilan. Khusus untuk mata pelajaran matematika pengertian keterampilan dapat diartikan keterampilan yang bersifat fisik, misalnya melukis suatu bangun. Tetapi juga keterampilan melakukan algoritma-algoritma tertentu yang ada kalanya hanya terdapat dalam pikiran (Soedjadi 2000: 62-63). Pembelajaran matematika tidak hanya tertumpu pada pencapain tujuan kognitif, namun sekaligus harus meningkatkan pencapaian tujuan afektif dan psikomotor. Dalam GBPP Matematika yang khusus untuk pendidikan dasar yang dewasa ini dipakai, dikemukakan bahwa tujuan khusus pengajaran matematika di Sekolah Lanjutan Pertama adalah: 1. memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika, 2. memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah, 3. mempunyai keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, 4. mempunyai pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika. (Soedjadi 2000: 44)

B. Berpikir Kritis Berpikir kritis didefinisikan sebagai suatu proses kompleks yang melibatkan penerimaan dan penguasaan data, analisis data, dan evaluasi data dengan mempertimbangkan aspek kualitatif serta melakukan seleksi atau

xxix

membuat keputusan berdasarkan hasil evaluasi. (Gerhard 1971, dalam Redhana 2003: 14) Berpikir kritis menurut R. Swartz dan D. N. Perkins (1990, dalam Hassoubah 2004: 86-87) berarti bertujuan untuk mencapai penilaian yang kritis terhadap apa yang akan kita terima atau apa yang akan kita lakukan dengan alasan yang logis, memakai standar penilaian sebagai hasil dari berpikir kritis dalam membuat keputusan, menerapkan berbagai strategi yang tersusun dan memberikan alasan untuk menentukan dan menerapkan standar tersebut, mencari dan menghimpun informasi yang dapat dipercaya untuk dipakai sebagai bukti yang dapat mendukung suatu penilaian. Tyler (1949, dalam Redhana 2003: 13-14) berpendapat bahwa pengalaman atau pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah dapat merangsang keterampilan berpikir kritis siswa. Berpikir kritis merupakan suatu aktivitas evaluatif untuk menghasilkan suatu simpulan (Cabrera 1992, dalam Redhana 2003: 14). Pertukaran gagasan yang aktif didalam kelompok kecil tidak hanya menarik perhatian siswa tetapi juga dapat mempromosikan pemikiran kritis (Gokhale 2002: http://scholar.lib.vt.Edu/enjournals/JTE). Kerjasama dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam diskusi, bertanggung jawab terhadap pelajaran sehingga dengan begitu mereka menjadi pemikir yang kritis (Totten, Ambang, Digby, & Russ 1991, dalam Gokhale 2002: http://scholar.lib.vt.Edu/enjournals/ JTE) Materi tentang pemikiran kritis yaitu materi yang melibatkan analisa, sintesis, dan evaluasi konsep (Gokhale 2002: http://scholar.lib.vt.Edu/ enjournals/JTE).

xxx

Dalam penggolongan Taksonomi Bloom, pada tugas analisis ini siswa diminta untuk menganalisis suatu hubungan atau situasi yang kompeks atas konsep-konsep dasar. Pada sintesis siswa dapat menggabungkan atau menyusun kembali (reorganize) hal-hal yang spesifik agar dapat mengembangkan situasi baru. Sedangkan evaluasi konsep untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki untuk menilai sesuatu kasus yang diajukan oleh penyusun soal (Arikunto 2002: 119-120). Cara peningkatan keterampilan berpikir kritis Dari hasil penelitian Ian Wright dan C. L. Bar (1987), L. M. Sartorelli (1989) dan R. Swartz dan S. Parks (1992) dalam Hassoubah (2004: 96-110), beberapa cara meningkatkan keterampilan berpikir kritis diantaranya adalah dengan meningkatkan daya analisis dan mengembangkan kemampuan observasi/mengamati. Menurut Christensen dan Marthin (1992, dalam Redhana 2003: 21) bahwa strategi pemecahan masalah dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan siswa dalam mengadaptasi situasi

pembelajaran yang baru. Tyler (1949, dalam Redhana 2003: 21) berpendapat bahwa pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah akan meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

C. Hasil Belajar Hasil adalah perolehan (Anonim 1987: 391). Dan belajar adalah berusaha untuk memperoleh pengetahuan. Hasil belajar adalah perolehan dalam berusaha untuk memperoleh pengetahuan. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Muhibbin

xxxi

(2001: 256), faktor-faktor yang mempengaruhi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni sebagai berikut. 1. Faktor internal (faktor dari dalam siswa) Faktor yang berasal dari dalam siswa meliputi dua aspek, yakni aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) dan aspek psikologis (yang bersifat rokhaniah). Faktor-faktor yang termasuk aspek fisiologis antara lain: penglihatan, pendengaran, struktur tubuh. Sedangkan faktor-faktor yang termasuk aspek psikologis antara lain: tingkat kecerdasan/intelegensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa dan motivasi siswa. 2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) Faktor dari luar siswa yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa meliputi lingkungan sosial dan lingkungan non sosial. Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, para staf administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar para siswa. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa juga dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. 3. Faktor pendekatan belajar (approach to learning) Pendekatan belajar merupakan jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Karena faktor-faktor tersebut diataslah maka prestasi belajar masingmasing siswa berbeda-beda, diantaranya adalah metode pembelajaran. Metode disini sangat terkait sekali dengan model pembelajaran. Menurut Arends (1997, dalam Abba 2000: 10) model pembelajaran terdiri dari model pembelajaran langsung (direct instruction), model pembelajaran kooperatif (cooperatif learning), model pembelajaran

berdasarkan masalah (problem based-instruction), model pembelajaran diskusi (discussion), dan model pembelajaran srategi (learning strategy). a. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Pembelajaran langsung (direct instruction) adalah pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural, yang disusun dengan baik dan diajarkan secara bertahap (step by step). Yang dimaksud dengan pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan untuk mengetahui tentang

xxxii

sesuatu, sedangkan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu (Arends 1997, dalam Abba 2000: 11). b. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Kauchak dan Eggen (1996, dalam Abba 2000: 11) mendefinisikan belajar kooperatif sebagai bagian dari strategi mengajar yang digunakan siswa untuk membantu satu dengan yang lain dalam mempelajari sesuatu. Belajar kooperatif juga dinamakan “pengajaran teman sebaya”. c. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem-Based Instruction) Pembelajaran berdasarkan masalah adalah pendekatan

pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun pengetahuan sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri sendiri (Arends 1997, dalam Abba 2000: 11). Permasalahan autentik diartikan sebagai masalah kehidupan nyata yang ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. d. Diskusi (Discussion). Arends (dalam Abba 2000: 11) mengatakan bahwa diskusi adalah suatu model pembelajaran yang memungkinkan berlangsungnya dialog antara guru dan siswa, serta antara siswa dengan siswa. e. Learning Strategies Menurut Weinstein dan Meyer (dalam Abba 2000: 11) bahwa pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa tentang bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri sendiri. Model pembelajaran seperti ini menurut Arends

xxxiii

(dalam Abba 2000: 11) disebut dengan strategi pembelajaran atau learning srategies. Peningkatan hasil belajar matematika dalam penelitian ini

dimaksudkan sebagai peningkatan hasil tes belajar aspek kognitif bidang matematika, siswa kelas II-C semester I pokok bahasan “Waktu, Jarak, dan Kecepatan”, SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati tahun pelajaran 2004/2005.

D. Pembelajaran Berbasis Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menghadapi banyak problem. Permasalahan-permasalahan itu tentu saja tidak semuanya merupakan permasalahan matematis, namun matematika mempunyai peranan yang sangat sentral dalam menjawab permasalahan keseharian itu. Oleh karena itu cukup beralasan jika pembelajaran berbasis masalah menjadi trend dalam pembelajaran matematika sekarang ini.

Ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, kerjasama dan menghasilkan karya atau hasil peragaan. Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berbasis masalah antara lain bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan pemecahan masalah (Ismail 2002: 2). Dalam pembelajaran berbasis masalah, perhatian pembelajaran tidak hanya pada perolehan deklaratif, tetapi juga perolehan pengetahuan prosedural. Oleh karena itu penilaian tidak cukup hanya tes. Penilaian dan

xxxiv

evaluasi yang sesuai dengan pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh siswa sebagai hasil penyelidikan mereka. Penilaian proses dapat digunakan untuk menilai pekerjaan siswa tersebut, penilaian itu antara lain asesmen kinerja, asesmen autentik dan asesmen portofolio. Penilaian proses bertujuan agar guru dapat melihat bagaimana siswa merencanakan pemecahan masalah, melihat bagaimana siswa

menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya. Kebanyakan problema dalam kehidupan nyata bersifat dinamis sesuai perkembangan jaman dalam konteks/lingkungannya, maka perlu

dikembangkan model pembelajaran yang memungkinkan siswa secara aktif mengembangkan kemampuan untuk belajar (learning how to learn). Dengan kemampuan atau kecakapan tersebut diharapkan siswa akan mudah beradaptasi. Dasar pemikiran pengembangan strategi pembelajaran tersebut sesuai dengan pandangan konstruktivisme yang menyatakan bahwa setiap individu secara aktif membangun pengetahuannya sendiri ketika berinteraksi dengan lingkungannya (Matlin 1994, dalam Redhana 2003: 22). Dengan demikian ketika siswa masuk kelas mereka tidak dalam keadaan kosong, melainkan mereka sudah memiliki pengetahuan awal. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka pembelajaran matematika perlu diawali dengan mengangkat

permasalahan yang sesuai dengan lingkungannya (kontekstual). Jadi konsep dibentuk atau ditanamkan melalui pembahasan masalah nyata.

xxxv

Sintaks pembelajaran berbasis masalah biasanya terdiri atas lima tahap (Ibrahim 2000: 13), yang secara rinci disajikan pada tabel 1.

Tabel 1 Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah Tahap Tingkah Laku Guru Tahap-1 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, Orientasi siswa kepada menjelaskan logistik yang dibutuhkan, siswa masalah terlibat pada aktivitas relevan masalah yang dipilihnya. Tahap-2 Guru membantu siswa untuk Mengorganisasikan siswa mengidentifikasikan dan mengorganisasikan untuk belajar tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Tahap-3 Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. Tahap-4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yng sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yng mereka gunakan.

Tahap-5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Sumber: Ibrahim 2000: 13

xxxvi

E. Pokok Bahasan yang Terkait dengan Penelitian Materi matematika kelas 2 semester 1 yang digunakan untuk penelitian adalah pokok bahasan Waktu, Jarak, dan Kecepatan (Adinawan, Sugijono 2003: 120-143). Adapun materinya adalah sebagai berikut. Waktu, Jarak, Dan Kecepatan 1. Waktu a) Satuan waktu Untuk mengetahui atau menghitung lama kegiatan-kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu ada satuan waktu, misalnya tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik. Sebagai dasar satuan waktu adalah sebagai berikut. 1 jam = 60 menit atau 1 menit =

1 jam 60 1 menit 60
1 jam 3600

1 menit = 60 detik atau 1 detik =

1 jam = 60 x 60 detik atau 1 detik =
= 3600 detik

Dengan demikian, satuan waktu dapat diubah dari satuan waktu yang satu ke satuan waktu yang lain. Contoh: Ubahlah menjadi satuan menit tiap ukuran waktu berikut ini: a. 2 jam b. 45 detik

xxxvii

Jawab: a. 2 jam = 2 x 60 menit b. 45 detik = 45 x

1 menit 60

2 jam = 120 menit

45 detik =

3 menit 4

b) Menghitung lama waktu antara dua waktu Lama waktu dalam satu hari adalah 24 jam. Pukul 00.00 atau 24.00 disebut awal/akhir hari dan pukul 12.00 disebut tengah hari. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan, misalnya: Pukul 03.45 berarti 3 jam 45 menit setelah tengah malam yaitu pukul 3 lebih 45 menit pagi atau pukul 4 kurang 15 menit pagi. Berikut ini adalah contoh untuk menghitung selang antara dua waktu. Contoh: Hitunglah lama perjalanan dari pukul 07.30 sampai pukul 18.40 pada hari yang sama ! Jawab: Cara 1. 18.40 07.30 11.10 Jadi , lama perjalanan=11 jam 10 menit.

xxxviii

Cara 2. Pukul 07.30 sampai 08.00, lamanya= 30 menit

Pukul 08.00 sampai 18.40, lamnya = 10 jam 40 menit + 10 jam 70 menit = 11 jam 10 menit Jadi , lama perjalanan=11 jam 10 menit. 2. Hubungan Jarak, Waktu, Dan Kecepatan a) Satuan Jarak Satuan untuk panjang atau jarak yang paling banyak digunakan adalah kilometer (km), hektometer (hm), dekameter (dam), meter (m), desimeter (dm), sentimeter (cm), dan milimeter (mm). 1 kilometer = 1.000 meter 1 hektometer = 100 meter 1 dekameter = 10 meter Satuan yang satu dapat diubah menjadi satuan yang lainnya. Contoh: 1) 2 km = 2 x 1.000 m = 2000 m 2) 4 m = 4 x 100 cm = 400 cm Besaran yang menggunakan satuan jarak dan satuan waktu sekaligus, yaitu besaran kecepatan. Satuan untuk kecepatan misalnya

xxxix

km/jam, m/jam, m/menit, cm/detik dan lain sebagainya. Satuan kecepatan yang satu juga bisa diubah ke satuan kecepatan yang lain. Contoh: 18 km / jam = .... m / menit jawab: 18 km / jam =

18.000m 60menit

= 300 m/ menit b) Menentukan jarak, waktu, dan kecepatan 1) Menentukan jarak, waktu, dan kecepatan dengan perbandingan Jarak dan waktu dapat ditentukan jika antara jarak dan waktu terdapat perbandingan senilai, atau dengan kata lain kecepatan harus tetap. Contoh: Waktu 1 jam 15 menit = 1 Waktu 1 jam 75 menit ==> ==>

15 1 jam = 1 jam 60 4
Jarak 80 km

75 5 x 80 km = x 80 km 60 4
= 100 km

Jadi, jarak yang ditempuh selama 1 jam 15 menit adalah 100 km.

xl

2) Menentukan jarak, waktu, dan kecepatan dengan menggunakan rumus Jarak yang ditempuh = waktu x kecepatan rata-rata Jika : s menyatakan jarak yang ditempuh, t menyatakan waktu yang diperlukan, dan v menyatakan kecepatan rata-rata, maka dapat dibuat rumus sebagai berikut ini: s= t x v s= tv atau s=vxt s = vt

Rumus di atas dapat digunakan untuk menghitung jarak, waktu, maupun kecepatan. Contoh: Hitunglah jarak yang ditempuh sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan 75 km / jam selama 4 jam 20 menit! Jawab: Kecepatan = 75 km / jam, maka v = 75 Waktu = 4 jam 20 menit =4

20 jam 60 1 1 jam, maka t = 4 3 3

=4

Jarak ≈ s = v . t = 75 x 4 1 3

xli

= 75 x

13 3

= 25 x 13 = 325 Jadi, jarak yang ditempuh adalah 325 km. c) Menggambar grafik jarak-waktu Grafik hubungan antara jarak dan waktu dapat ditunjukkan dengan dua cara, yaitu: 1) Jika kecepatannya tetap. 2) Jika kecepatannya tidak tetap. 1 ) Grafik jarak-waktu jika kecepatannya tetap. Contoh: 1. Jarak Jakarta dan Cirebon adalah 250 km. Dengan

menggunakan mobil, jarak tersebut dapat ditempuh dengan waktu 5 jam. Gambarlah grafiknya. Jawab: Untuk kecepatan tetap, berarti perbandingan jarak yang ditempuh dan perbandingan waktu yang diperlukan merupakan perbandingan senilai. Kecepatan rata-rata untuk menempuh jarak Jakarta dan Cirebon= Jadi, 1 jam dapat menempuh jarak 50 km.

250 =50 km / jam 5

xlii

2 jam dapat menempuh jarak = 2 x 50 km = 100 km dan seterusnya. Hasil tersebut dapat ditunjukkan pada tabel 2.

Tabel 2 Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (1)
Waktu dalam jam 0 1 50 2 100 3 150 4 200 5 250

Jarak yang ditempuh 0 dalam km

Grafiknya disajikan dalam gambar 1 berikut ini.

Gambar 1. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika Kecepatannya tetap
Jika pasangan-pasangan titik pada gambar diatas dihubungkan, maka didapat grafik hubungan waktu dan jarak untuk kecepatan tetap yang berbentuk garis lurus.

xliii

2 ) Grafik jarak-waktu jika kecepatannya tidak tetap. Contoh: 1. Jarak Jakarta dan Cirebon adalah 250 km. Waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak itu adalah 5 jam dengan kecepatan tidak tetap. Buatlah grafiknya, jika hubungan antara jarak dan waktu ditunjukkan oleh tabel 3 berikut ini.

Tabel 3 Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (2)
Waktu 1 0 1 dalam 1 1 2 2 jam Jarak 0 dalam 25 55 75 km 1 2 1 2 1 2

2

2

3

3

4

4

5

125 150 150 180 200 215 250

Grafiknya disajikan dalam gambar 2 berikut ini.

Gambar 2. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika Kecepatannya Tidak Tetap

xliv

d) Membaca grafik Contoh: 1. Grafik berikut menunjukkan perjalanan dengan mengendarai mobil yang kecepatan rata-ratanya tidak tetap. Berdasarkan gambar 3 tentukanlah: a. Lama perjalanan b. Jarak yang ditempuh oleh seluruh perjalanan.

Gambar 3. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu

Jawab: a) Dari titik terakhir pada grafik, buatlah garis vertikal (ke bawah) sehingga memotong garis skala waktu. Ternyata memotong pada angka 3. Jadi lama perjalanannya adalah 3 jam. xlv

b) Dari titik terakhir pada grafik, buatlah garis horisontal (ke kiri), sehingga memotong garis skala jarak. Ternyata memotong pada angka 130. Jadi, jarak yang ditempuh selama perjalanan adalah 130 km.

F. Kerangka Berpikir
Pada dasarnya proses belajar itu tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan dan pemahaman, tetapi aspek aplikasi, analisis, sintesis, bahkan evaluasi juga harus ditekankan. Hal ini sangat penting karena siswa akan dapat mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan dan mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang tidak hanya memberikan ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal dengan cepat tanpa memahami konsep secara mendalam. Salah satu alternatif yang tepat adalah dengan menerapkan

pembelajaran yang mampu mengkondisikan siswa sedemikian rupa sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran, memupuk kerjasama diantara siswa, serta melatih keterampilan berpikir siswa secara kritis sehingga

mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi yaitu pembelajaran berbasis masalah. Melalui kerjasama dan menghasilkan karya atau hasil peragaan yang terdapat dalam pembelajaran matematika berbasis masalah, maka siswa akan berbagi dengan temannya dalam mempelajari matematika sehingga hasil

xlvi

belajar matematika siswa akan meningkat sekaligus juga keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah yang dimiliki oleh siswa akan dapat berkembang.

G. Hipotesis Tindakan
Dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran matematika, maka; 1. keterampilan berpikir kritis siswa kelas II-C SMPN 1 Tambakromo dapat meningkat, 2. hasil belajar siswa kelas II-C SMPN 1 Tambakromo dapat meningkat.

xlvii

BAB III METODE PENELITIAN

A. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo tahun pelajaran 2004/2005 yang berjumlah 46 siswa, terdiri atas 22 siswa putri dan 24 siswa putra.

B. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat. Yang menjadi variabel bebas adalah pembelajaran matematika berbasis masalah, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati.

C. Indikator Kinerja
1. Indikator utama Apabila siswa dapat mencapai ketuntasan hasil belajar individu
≥ 65% dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%, dan adanya peningkatan

keterampilan berpikir kritis siswa yang diukur dengan melihat adanya peningkatan skor siswa dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung materi berpikir kritis untuk setiap siklus. 2. Indikator tambahan Indikator tambahan untuk mengukur keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila diperoleh skor lembar observasi aktivitas siswa terhadap pembelajaran ≥ 16 dan skor kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah ≥ 27.

xlviii

D. Desain Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dengan tahapan: “ Perencanaan-Implementasi-Observasi-Refleksi “, dan dilaksanakan dengan kolaborasi partisipatif antara peneliti dengan guru matematika. Masing-masing tahap dalam siklus dijabarkan sebagai berikut: a. Tahap perencanaan siklus I a.1. Pertemuan pertama 1) Peneliti dan Guru matematika yang mengajar di kelas II-C merencanakan pembelajaran matematika berbasis masalah dengan materi “waktu“ dengan membuat rencana pembelajaran (lampiran 1: halaman 59). 2) Menyiapkan permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa. Permasalahan yang disiapkan adalah permasalahan kontekstual yang berupa LKS (lampiran 2 halaman 63) dan kartu masalah yang akan diselesaikan oleh siswa (lampiran 3: halaman 65). 3) Menyiapkan soal pretest yang berjumlah 5 soal yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa (lampiran 4: halaman 67). 4) Menyiapkan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah (lampiran 5: halaman 70), dan lembar pengamatan aktivitas siswa (lampiran 6: halaman 72).

xlix

5) Membentuk

kelompok-kelompok

dengan

memperhatikan

penyebaran kemampuan siswa. Siswa dibagi dalam 8 kelompok dan tiap kelompok beranggotakan 5-6 siswa (lampiran 7: halaman 74). Kelompok-kelompok tersebut diberi nama: lingkaran, persegi, layang-layang, jajargenjang. 6) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran antara lain: papan nama kelompok, kertas manila, kartu penghargaan, dan spidol. a.2. Pertemuan kedua 1) Peneliti dan Guru merencanakan pembelajaran matematika berbasis masalah dengan materi “menyelesaikan pemasalahan sehari- hari yang berhubungan dengan waktu“ dengan membuat rencana pembelajaran (lampiran 11: halaman 84). 2) Menyiapkan soal postest yang berjumlah 5 soal yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Soal postest dibuat sama dengan soal pretest (lampiran 4: halaman 67 ). 3) Menyiapkan permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa. Permasalahan yang disiapkan adalah permasalahan kontekstual yang berupa kartu masalah yang akan diselesaikan oleh siswa (lampiran 12: halaman 87). 4) Menyiapkan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran segitiga, belah ketupat, trapesium, ellips,

l

berbasis masalah (lampiran 5: halaman 70), dan lembar pengamatan aktivitas siswa (lampiran 6: halaman 72). 5) Menyiapkan soal keterampilan berpikir kritis siklus I. (lampiran 13: halaman 89) 6) Menyiapkan angket untuk siswa yaitu angket refleksi siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis masalah yang telah dilaksanakan. (lampiran 14: halaman 91) 7) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran antara lain: papan nama kelompok, kertas manila, kartu penghargaan, dan spidol. b. Tahap perencanaan siklus II b.1. Pertemuan pertama 1) Peneliti dan guru merencanakan pembelajaran matematika berbasis masalah dengan materi “menghitung jarak, waktu, dan kecepatan jika dua diantaranya diketahui“(lampiran 18: halaman 101). 2) Menyiapkan permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa. Permasalahan yang disiapkan adalah permasalahan kontekstual yang berupa LKS (lampiran 19: halaman 105) 3) Menyiapkan soal pretest yang berjumlah 5 soal (lampiran 20: halaman 108). 4) Menyiapkan lembar observasi, yaitu lembar pengamatan

kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah (lampiran

li

5: halaman 70), dan lembar pengamatan aktivitas siswa (lampiran 6: halaman 72). 5) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran yaitu: papan nama kelompok, kertas manila, kartu penghargaan, dan spidol. b.2. Pertemuan kedua 1) Peneliti dan Guru merencanakan pembelajaran matematika berbasis masalah dengan materi “grafik jarak-waktu“ dengan membuat rencana pembelajaran (lampiran 24: halaman 118). 2) Menyiapkan permasalahan (lampiran 25: halaman 121) dan soal postest (lampiran 20: halaman 108) 3) Menyiapkan soal keterampilan berpikir kritis siklus II.(lampiran 26: halaman 125) 4) Menyiapkan angket untuk siswa, yaitu angket refleksi siswa terhadap pembelajaran (lampiran 14: halaman 91). 5) Menyiapkan lembar observasi, yaitu lembar pengamatan

kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah (lampiran 5: halaman 70), dan lembar pengamatan aktivitas siswa (lampiran 6: halaman 72). 6) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran, yaitu papan nama kelompok, kertas manila, kartu penghargaan, dan spidol

lii

b. Tahap Implementasi 1) Guru menyampaikan tujuan proses dan tujuan afektif pembelajaran matematika berbasis masalah dan memberikan pretes. 2) Guru menjelaskan materi sesuai dengan rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran berbasis masalah. 3) 4) 5) Guru mengorientasikan siswa pada masalah Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok Guru membagikan perangkat pembelajaran yang meliputi kartu masalah, lembar kerja siswa, papan nama kelompok, kertas karton, spidol 6) 7) Siswa menyelesaikan masalah yang diajukan secara berkelompok Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan 8) Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi dengan

kelompoknya 9) Guru membantu siswa dalam menyiapkan hasil pemecahan masalah dalam lembar presentasi 10) Guru meminta salah satu siswa sebagai wakil dari kelompoknya untuk mempresentasikan hasil karya 11) Guru melakukan evaluasi terhadap presentasi siswa dan

mempersilakan siswa melakukan refleksi terhadap hasil pemecahan masalah yang telah dilakukan kelompoknya

liii

12) Pada akhir siklus diadakan postes, tes keterampilan berpikir kritis dan dibagikan angket. c. Tahap Observasi Observasi dilakukan oleh peneliti sebagai kolaborator dengan bantuan seorang guru dari SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati. Untuk observasi terhadap siswa, observer mengamati aktivitas siswa dalam kelompok. Sedangkan untuk observasi terhadap guru, observer mengamati kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah. d. Tahap Refleksi Refleksi merupakan analisis hasil observasi, hasil angket, dan hasil pretes dan postes dari tahap-tahap dalam siklus. Refleksi dilaksanakan segera setelah implementasi dan observasi selesai.

liv

Prosedur kerja tersebut secara garis besar dapat peneliti jelaskan melalui gambar 4 dibawah ini:

Gambar 4. Bagan Prosedur Kerja Penelitian Tindakan Kelas
Revisi Perencanaan Perencanaan Awal Implementasi Implementasi Pemodelan (modeling) Observasi Observasi

Refleksi Refleksi Keterangan : Kegiatan awal (siklus I) Kegiatan ulang (siklus II)

D. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1. Data hasil belajar diambil dari hasil pretes dan postes dengan metode tes untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa. 2. Data tentang keterampilan berpikir kritis diambil dari hasil tes keterampilan berpikir kritis dengan metode tes. 3. Data tentang proses belajar mengajar pada saat dilaksanakannya tindakan diambil dengan lembar observasi dan hasil angket dengan metode observasi dan angket untuk mengamati kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga dapat diketahui apakah proses pembelajaran dapat

lv

meningkatkan cara berpikir kritis siswa beserta pendapat siswa tentang pembelajaran yang dilakukan. 4. Data tentang refleksi diri serta perubahan-perubahan yang terjadi dikelas diambil dari jurnal harian dan catatan peneliti.

E. Analisis Data
Analisis data dilaksanakan sejak awal, sebelum, selama dan setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan. 1. Soal pretes dan postes Sebelum soal pretes dan postes diberikan kepada siswa, diadakan uji coba soal pretes dan postes terlebih dahulu untuk diketahui daya pembeda, tingkat kesukaran, validitas dan reliabilitas tes. Kemudian dipilih soal yang mempunyai tingkat kesukaran dan daya beda yang baik. Adapun kriteria yang digunakan untuk mengetahui daya pembeda, tingkat kesukaran, validitas dan reliabilitas tes adalah sebagai berikut: a) Daya Pembeda Daya pembeda dari setiap soal ditentukan dengan rumus sebagai berikut: t=

MH − ML

∑X

2 1

+ ∑ X2

2

ni (ni − 1)
Keterangan: t MH ML : Uji t : Mean kelompok atas : Mean kelompok bawah

lvi

∑x

2

1
2 2

: Jumlah deviasi skor kelompok atas : Jumlah deviasi skor kelompok bawah : Jumlah responden pada kelompok atas atau bawah (27% x N) : Jumlah seluruh responden yang mengikuti tes

∑X
ni N

Kriteria: Butir soal mempunyai daya pembeda yang signifikan jika t > ttabel (Arifin 1991: 141) b) Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran ditentukan dengan rumus menurut Arifin (1991: 135) adalah sebagai berikut:

P=

Banyaknya Banyaknya

siswa

yang

gagal tes

x100%

siswa

yang

mengikuti

Dari data yang diperoleh, kriteria tingkat kesukaran adalah sebagai berikut: 0%
≤ P ≤ 27%

: Mudah : Sedang : Sukar

27% < P ≤ 72% 72% < P ≤ 100% c) Validitas

Validitas butir soal dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rxy =

N ∑ xy − (∑ x )(∑ y )

{N ∑ x

2

− (∑ x ) N ∑ y 2 − (∑ y )

2

}{

2

}

lvii

Keterangan: Rxy N x y = Koefisien validitas tiap item = Jumlah responden = Skor tiap item = Skor total Selanjutnya harga rxy dikonsultasikan dengan nilai r pada tabel product moment dengan taraf signifikan 0,05. Jika rhitung > rtabel maka item soal tersebut valid dan sebaliknya jika rhitung < rtabel maka item soal tersebut tidak valid. (Arikunto 1999: 73) d) Reliabilitas Untuk mencari reliabilitas digunakan rumus sebagai berikut : k ∑σ b ) r11= ( )(1k −1 σt2
2

dimana

σt =
2

∑Y 2 −

(∑ Y ) 2 N dan

N

∑X
σb =
2

2

(∑ X ) 2 N

N

Keterangan: r11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan N = Banyaknya responden k
2

= Banyaknya butir soal

σt = varians total

lviii

σ b = Varians butir
2

X = Skor tiap item Y = Skor total Untuk mengetahui bahwa butir soal termasuk reliabel, maka setelah diperoleh harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment. Apabila r (Arikunto 1999: 109) Tes uji coba diberikan kepada siswa kelas II-A dan kelas II-B. Setelah soal pretes dan postes diberikan kepada siswa kemudian hasilnya dihitung ketuntasan individu dan ketuntasan klasikalnya, sudah memenuhi indikator kinerja atau belum dan dilihat adanya peningkatan hasil pretes dan postes yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. 2. Soal keterampilan berpikir kritis siswa Soal ini berisi tentang materi untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa yang meliputi analisis, sintesis, dan evaluasi. Hasil dari tes ini berupa skor. Adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dilihat dari adanya peningkatan skor untuk tiap siklus. 3. Lembar pengamatan aktivitas siswa Setelah dilaksanakankan observasi aktivitas siswa pada masingmasing siklus, kemudian dihitung besarnya aktivitas siswa pada masingmasing siklus tersebut dan dibandingkan hasilnya antara siklus I dan siklus II apakah terjadi peningkatan aktivitas siswa atau tidak.
hitung

> rtabel maka item soal tersebut reliabel

lix

4. Lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah Setelah dilaksanakan observasi terhadap kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah, kemudian dari hasil skor yang diperoleh diketahui bagaimana kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah. 5. Angket refleksi siswa terhadap pembelajaran Dari hasil angket refleksi siswa terhadap pembelajaran untuk masing-masing siklus, dapat diketahui pendapat siswa mengenai pembelajaran yang sudah dilaksanakan.

lx

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini meliputi dua siklus. Dalam satu siklus terdiri atas tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Hasil masing-masing siklus adalah sebagai berikut. 1. Siklus I a. Pertemuan Pertama Pada pertemuan pertama yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2004 Skor rata-rata kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah berdasarkan hasil observasi (lampiran 8: halaman 75) adalah 20,5 (51,25%). Guru tidak menyampaikan model pemebelajaran yang akan digunakan, guru kurang memberikan motivasi kepada siswa, bimbingan guru terhadap siswa belum merata, pengelolaan waktu oleh guru belum baik, dan kesimpulan pembelajaran dilakukan oleh guru tanpa melibatkan siswa. Skor rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran berdasarkan hasil observasi (lampiran 9: halaman 79) adalah 13,5 (56,25%). Terdapat tiga kelompok yang dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan benar, diskusi dalam kelompok didominasi siswa yang pandai dan belum ada pembagian tugas secara merata. Dalam presentasi hasil karya, tulisan siswa kurang besar dan suara siswa kurang lantang.

lxi

Hasil pretest siklus I, diperoleh nilai rata-rata 53,51 dengan ketuntasan 28,89% (lampiran 10: halaman 83). b. Pertemuan Kedua Pada pertemuan kedua yang dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2004, skor rata-rata kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah berdasarkan hasil observasi (lampiran 15: halaman 92) adalah 31 (77,5%). Evaluasi dan penguatan jawaban siswa oleh guru dilakukan dengan cepat. Skor rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran berdasarkan hasil observasi (lampiran 16: halaman 96) adalah 20,5 (85,42%). Kerja sama antara siswa dalam kelompok sudah mulai terlihat. Hasil postest siklus I, diperoleh nilai rata-rata 71,78 dengan ketuntasan 60,86% (lampiran 10: halaman 83). Ini berarti indikator kinerja belum tercapai. Hasil tes keterampilan berpikir kritis diperoleh rata-rata skor 7,82 dari skor maksimal 15 (lampiran 17: halaman 100). Hasil angket refleksi siswa terhadap pembelajaran, diketahui bahwa siswa merasa pembelajaran berbasis masalah ini menyenangkan dan mudah diikuti. Mereka senang dengan model kerja kelompok dan penyajian hasil kerja kelompok. Evaluasi pembelajaran yang diberikan kepada mereka memotivasi mereka untuk terus maju. Mereka menjadi cukup berani dalam bertanya dan menyampaikan pendapat.(lampiran 29: halaman 135).

lxii

2. Siklus II a. Pertemuan Pertama Pelaksanaan tindakan (pembelajaran) pada siklus II untuk pertemuan pertama ini dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2004. Hasil pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah berdasarkan hasil observasi (lampiran 22: halaman 110) diperoleh skor rata-rata 28 (70%). Guru menyampaikan tujuan dan model pembelajaran yang akan digunakan, kesimpulan pembelajaran dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru Dari hasil observasi observer pada lembar pengamatan aktivitas siswa (lampiran 23: halaman 114) diperoleh skor rata-rata 19 (79,17%). Keberanian siswa dalam berpendapat juga meningkat, pembentukan kelompok dan perpindahan siswa kurang dilakukan dengan cepat, presentasi dilakukan oleh siswa dengan baik, enam kelompok sudah dapat menyelesaikan permasalahan dengan benar. Hasil pretest siklus II, diperoleh rata-rata 71,13 dengan ketuntasan 56,52% (lampiran 10: halaman 83). b. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2004. Hasil dari lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah, berdasarkan hasil observasi (lampiran 27: halaman 126) diperoleh skor rata-rata 30,5 (76,25%). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran khusus dan model pembelajaran,

lxiii

guru berkeliling dan memberikan bantuan individu secara proporsional dan merata, guru memberikan bimbingan kepada siswa dalam melaksanakan presentasi, pengelolaan waktu yang dilakukan guru sudah baik. Berdasarkan hasil observasi (lampiran 28: halaman 131) diperoleh skor rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran 21 (87,5%). Siswa bersedia mengacungkan tangan dan memberikan pendapat mereka. Kerjasama antara siswa dalam kelompok sudah baik, tulisan siswa dalam lembar presentasi dapat terbaca dari belakang, suara siswa juga sudah jelas terdengar. Berdasarkan hasil diskusi pemecahan masalah, enam kelompok sudah dapat menyelesaikan permasalahan dengan benar. Hasil postest siklus II, diperoleh nilai rata-rata 80 dengan ketuntasan 89,13% (lampiran 10: halaman 83). Dari hasil tes keterampilan berpikir kritis diperoleh skor rata-rata 17,87 dari skor maksimal 15 (lampiran 17: halaman 100). Berarti indikator kinerja sudah tercapai Hasil angket refleksi siswa terhadap pembelajaran, diketahui bahwa siswa merasa pembelajaran berbasis masalah ini menyenangkan dan mudah diikuti. Mereka senang dengan model kerja kelompok serta penyajian hasil kerja kelompok. Evaluasi pembelajaran yang diberikan memotivasi mereka untuk terus maju, menjadi cukup berani dalam bertanya dan menyampaikan pendapat.(lampiran 29: halaman 135).

lxiv

Data hasil penelitian untuk hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan kemampuan guru dalam

pembelajaran matematika berbasis masalah pada siklus I dan siklus II secara keseluruhan disajikan dalam tabel 4.

Tabel 4 Data Hasil Penelitian
Indikator Keterampilan Berpikir Kritis Hasil Belajar Siklus I Rata-rata skor 7,82 Pertemuan pertama: a. Rata-rata nilai 53,51 b. Ketuntasan klasikal 28,89% Pertemuan Kedua: a. Rata-rata nilai 71,68 b. Ketuntasan klasikal 60,86% Siklus II Rata-rata skor 17,87 Pertemuan pertama: a. Rata-rata nilai 71,13 b. Ketuntasan klasikal 56,52% Pertemuan Kedua: a. Rata-rata nilai 80 b. Ketuntasan klasikal 89,13%

Kemampuan Skor rata-rata Skor rata-rata Guru dalam 25,75(64,36%) 29,25(73,13%) Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Aktivitas Siswa Skor rata-rata 17(70,83%) Skor rata-rata 20(83,33%) dalam Pembelajaran

B. Pembahasan
Pembahasan hasil penelitian didasarkan atas hasil pengamatan yang dilanjutkan dengan refleksi pada setiap siklus tindakan. Dari refleksi pengamatan pada siklus 1 diperoleh hasil sebagai berikut.

lxv

Pembelajaran matematika berbasis masalah yang dilaksanakan guru sudah baik. Rata-rata skor yang diperoleh guru, menurut penilaian peneliti adalah 25,75 (64,38%) dari skor maksimal 40 (lampiran 8: halaman 96 dan lampiran 15: halaman 113). Namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pada siklus I ini, guru tidak menyampaikan model pembelajaran yang akan dilaksanakan. Penyampaian model pembelajaran yang akan dilaksanakan penting bagi siswa, karena dapat meningkatkan motivasi dan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Bimbingan yang diberikan oleh guru kurang merata, sehingga banyak kelompok yang tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Bimbingan individu juga masih kurang, sehingga ada siswa yang tidak aktif dalam diskusi. Guru tidak memberikan bimbingan kepada siswa ketika menuliskan hasil diskusi pemecahan masalah pada lembar presentasi, sehingga tulisan mereka terlalu kecil, jadi tidak dapat terbaca dengan baik oleh siswa yang duduk dibelakang. Suara siswa juga tidak lantang, sehingga hanya terdengar oleh siswa yang duduk di depan. Anak jelas bukan guru, berarti mereka tidak mengetahui teori tentang mengajar. Akibatnya mereka cenderung untuk mengajar sendiri. Karena itu dalam pembelajaran ada baiknya guru memberi informasi mengenai cara menyampaikan hasil pemecahan masalah. Kesimpulan materi pada akhir pembelajaran dilakukan oleh guru. Seharusnya siswalah yang menyimpulkan materi dengan dibimbing oleh guru.

lxvi

Pengelolaan waktu pada siklus ini masih belum baik. Waktu untuk mengerjakan kartu masalah terlalu lama. Tugas dari peneliti dan guru untuk merancang rencana pembelajaran yang lebih baik. Aktivitas belajar siswa sudah baik. Namun jumlah siswa yang bertanya maupun menjawab pertanyaan masih sedikit dan terbatas pada siswa yang pintar. Rata-rata skor aktivitas siswa pada siklus I ini adalah 17 (70,83%) dari skor maksimal 24 (lampiran 9: halaman 100 dan lampiran 16: halaman 117), menurut kriteria aktivitas belajar siswa sudah baik. Namun perlu upaya untuk meningkatkannya antara lain dengan pemberian motivasi oleh guru. Menurut peneliti, kerjasama siswa pada siklus I belum begitu baik. Siswa belum terbiasa bekerja kelompok. Dominasi siswa yang pandai masih menonjol sehingga diskusi kelompok belum dapat berlangsung dengan baik. Keterampilan berpikir kritis siswa dalam siklus I ini juga masih rendah. Ini terlihat dari hasil rata-rata tes keterampilan berpikir kritis siswa hanya mencapai 7,82 dari skor maksimal 30. (lampiran 17: halaman 121) Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah belum baik. Hanya satu kelompok dapat menyelesaikan ketiga permasalahan dengan baik, sedangkan empat kelompok yang lain belum dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Dalam hal ini faktor yang mempengaruhinya antara lain, kemampuan siswa itu sendiri yang memang tidak begitu baik, bimbingan guru yang kurang, dan bentuk soal berupa soal cerita. Rata-rata evaluasi pada siklus I adalah pretest 53,51 dengan ketuntasan 28,89% dan

lxvii

postest 71,78 dengan ketuntasan 60,86% (lampiran 10: halaman 104), berarti indikator kinerja belum tercapai. Menurut pendapat siswa, pembelajaran matematika pada siklus I, menyenangkan, dan guru menyampaikan materi dengan jelas. Siswa merasa senang bekerja kelompok, dan presentasi hasil karya yang dilaksanakan menyenangkan bagi mereka. Soal kartu masalah yang diajukan menarik dan mendorong mereka untuk terus belajar matematika. Pelaksanaan pembelajaran matematika berbasis masalah oleh guru pada siklus II, sudah baik. Guru sudah menyampaikan tujuan pembelajaran dengan lengkap, menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan, memunculkan masalah dengan baik, dan memberi motivasi yang sangat baik kepada siswa. Bimbingan yang diberikan guru dalam proses penyelesaian masalah sudah baik dan lebih merata dari siklus sebelumnya. Bimbingan individu yang diberikan guru sudah meningkat, meskipun masih ada siswa yang tidak aktif dalam pembelajaran namun jumlahnya relatif sedikit. Guru juga memberikan bimbingan yang baik kepada siswa pada saat presentasi, karena suara siswa cukup jelas. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memberi tanggapan atas presentasi yang dilaksanakan. Proses refleksi dilakukan dengan baik, meskipun waktunya terbatas. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengambil kesimpulan materi pelajaran. Ratarata skor yang diperoleh guru dalam lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran metematika berbasis masalah, menurut penilaian observer adalah 29,25 (73,13%) dari skor maksimal 40 (lampiran 22: halaman 131 dan

lxviii

lampiran 27: halaman 148). Berdasarkan kriteria, guru telah melaksanakan pembelajaran dengan baik dan sudah meningkat dari siklus sebelumnya. Aktivitas siswa pada siklus II juga baik. Semua aspek penilaian yang diamati peneliti terlaksana dalam siklus II ini. Partisipasi siswa di dalamnya menujukkan peningkatan. Dominasi siswa yang pandai sudah berkurang, jumlah siswa yang bertanya maupun menjawab pertanyaan lebih banyak dan lebih merata. Diskusi antar teman dalam kelompoknya terlaksana dengan baik, walau tentu masih ada siswa yang tidak melibatkan diri didalamnya. Selain diskusi dengan teman sekelompok, siswa juga terlihat berdiskusi dengan guru ketika guru memberi bimbingan kelompok. Berdasarkan hasil dalam lembar pengamatan aktivitas siswa, rata-rata skor yang diperoleh adalah 20 (83,33%) dari skor maksimal 24 (lampiran 23: halaman 135 dan lampiran 28: halaman 152). Meningkat dari siklus sebelumnya. Kerjasama siswa pada siklus II, menunjukkan peningkatan. Siswa sudah mempunyai pangalaman mengikuti pembelajaran matematika berbasis masalah pada siklus I dan mereka mulai terbiasa bekerja kelompok. Anggota kelompok yang ditentukan sendiri oleh siswa memungkinkan siswa dapat memilih anggota kelompok yang dapat diajak bekerjasama dan berbagi pendapat dalam kelompoknya sehingga kegiatan diskusi kelompok dapat berlangsung dengan baik. Keterampilan berpikir kritis siswa dalam siklus II ini juga sudah meningkat dari siklus sebelumnya. Ini terlihat dari hasil rata-rata tes keterampilan berpikir kritis siswa dari 7,82 menjadi 17,87 (lampiran 17:

lxix

halaman 121). Melalui pembelajaran matematika berbasis masalah ini siswa terlatih untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi permasalahan dengan cermat sehingga siswa dapat mengembangkan daya nalarnya secara kritis untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ini sejalan dengan Tyler (1949, dalam Redhana 2003: 21) yang berpendapat bahwa pengalaman atau pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah dapat merangsang keterampilan berpikir kritis siswa. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah terlihat lebih baik. Dari kartu masalah yang mereka selesaikan, dua kelompok dapat menyelesaikan dengan baik. Empat yang lain cukup baik, mereka melakukan sedikit kesalahan, dan dua kelompok belum baik dalam pemecahan masalah. Dari hasil postest, diperoleh nilai rata-rata siswa adalah 80 (lampiran 10: halaman 104). Meningkat dari siklus I dan indikator kinerja sudah tercapai. Pada saat presentasi, suara siswa cukup lantang. Siswa sebagai wakil dari kelompoknya membacakan hasil penyelesaian masalah. Bila ada siswa yang kurang lantang dalam presentasi, guru segera memberikan bimbingan. Siswa lain mendapat kesempatan untuk menanggapi presentasi. Berdasarkan angket refleksi siswa terhadap pembelajaran pada siklus II ini, respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran baik. Mereka menilai pembelajaran berbasis masalah yang telah dilaksanakan menyenangkan dan mudah diikuti. Kerja kelompok dan penyajian hasil kerja menyenangkan bagi mereka. Masalah yang diajukan sebagai evaluasi pembelajaran menarik dan

lxx

membuat mereka cukup berani. Ada sejumlah peningkatan respon positif dibandingkan pada siklus I yang dapat diamati pada grafik perbandingan refleksi pembelajaran siklus I, II.( lampiran 29: halaman 156 ) Menurut peneliti, indikator kinerja dalam penelitian sudah tercapai pada siklus II ini. Namun demikian, setelah penelitian ini guru masih perlu memberikan penguatan materi kepada siswa karena dalam siklus II ini materi yang mereka terima banyak, sementara waktu pelaksanaan sedikit. Melihat kemampuan siswa, jika tidak dilakukan pengulangan, mereka akan lupa terhadap apa yang mereka pelajari. Selain itu, siswa masih perlu mendapat latihan soal.

lxxi

BAB V PENUTUP

A. Simpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut: 1. Pembelajaran matematika berbasis masalah yang telah dilaksanakan di kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini terlihat dari skor rata- rata keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I adalah 7,82, sedangkan pada siklus II adalah 17,87. 2. Melalui pembelajaran matematika berbasis masalah hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat. Peningkatan ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah pretest 53,51 dengan ketuntasan 28,89% dan postest 71,78 dengan ketuntasan 60,86%, sedangkan pada siklus II adalah pretest 71,13 dengan ketuntasan 56,52% dan postest 80 dengan ketuntasan 89,13%.

B. Saran
Berdasarkan pengalaman peneliti selama melaksanakan penelitian tindakan kelas pada kelas II-C SMPN 1 Tambakromo, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut. 1. Pembelajaran matematika berbasis masalah perlu dilaksanakan oleh guru. Karena melalui pembelajaran matematika berbasis masalah siswa terlatih untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi permasalahan

lxxii

dengan cermat sehingga siswa dapat mengembangkan daya nalarnya secara kritis untuk memecahkan masalah yang dihadapi. 2. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, meningkatkan kerjasama siswa, sekaligus juga meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan juga membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan maka perlu diterapkan model pembelajaran matematika berbasis masalah. 3. Dalam pembelajaran, guru dituntut kreativitasnya agar siswa dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik. Guru perlu melibatkan peran serta siswa secara langsung dalam pembelajaran. 4. Pembuatan hasil karya dan presentasi hasil karya sangat baik diterapkan. Dalam pelaksanaannya guru perlu memberikan bimbingan agar siswa dapat melaksanakannya dengan baik.

lxxiii

DAFTAR PUSTAKA

Abba, Nurhayati. 2000. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berorientasi Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (ProblemBased Instruction). Makalah diajukan untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian komprehensif pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya. Adinawan, M Cholik. Sugijono. 2003. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 Semester 1. Jakarta: Erlangga. Arifin, Zaenal. 1991. Evaluasi Instruksional (Prinsip-Teknik-Prosedur). Jakarta: PT Remaja Rosda Karya. Arikunto, Suharsimi. 1999. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. ------- 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Gokhale. Anuradha A. 2002.Collaborative Learning Enhances Critical Thinking. http:// scholar. lib. vt. Edu/ enjournals/ JTE. Hassoubah, Zaleha Izhab. 2004. Developing Creative & Critical Thinking Skills. Terjemahan Bambang Suryadi. Bandung: Penerbit Nuansa. Hudojo, Herman. 1979. Pengembangan Kurikulum Matematika Pelaksanaannya di Depan Kelas. Surabaya: Usaha Nasional. Dan

Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran berdasarkan Masalah (buku ajar mahasiswa). Surabaya : UNESA - University Press. Ismail. 2000. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Instruction) : apa, bagaimana dan contoh pada sub pokok bahasan statistika. Makalah disajikan pada pelatihn TOT Pembelajaran Kontekstual (CTL) untuk Instruktur / guru dan dosen dari 24 propinsi di Bogor, Surabaya, dan Medan pada bulan September s/d November 2002 yang diselenggarakan oleh Direktorat lanjutan pertama melalui proyek peningkatn mutu SLTP Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Muhibbin, Syah. 2001. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu. Polya, George. 2003. Defining Problem Solving. http:// www. Learner. Prg/ channel/ cours/ teachingmath/ gradesh-2/ session-03/ section-03-d.html. lxxiv

Redhana, I Wayan. 2003. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Dengan Strategi Pemecahan Masalah. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran XXXVI. II: 11-21. Semiawan, Conny. 1997. Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta: PT Grasindo. Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia Konstalasi Kedaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Surabaya: Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. Zaini, Hisyam. dkk. 2002. Strategi Pembelajaran Aktif Di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: CTSD.

lxxv

Rencana Pengajaran 1 ( Siklus I )
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMPN I Tambakromo : Matematika : II / I : Waktu, Jarak dan Kecepatan : 2 x 45 menit

I.

TUJUAN
1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU ) Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan

kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah

2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK ) a. Tujuan Proses
(1) Siswa dapat mengetahui satuan-satuan waktu, (2) Siswa dapat menghitung lama antara selang dua waktu tertentu.

b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain, (2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif, (3) Siswa berani bertanya, (4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR
1. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs. Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 63-65. 2. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono: Erlangga), hal 120-143. 3. Kartu Masalah 4. Papan nama siswa 5. Papan nama kelompok
lxxvi

6. Kartu penghargaan 7. Kertas manila untuk presentasi 8. Alat Tulis

III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. Model Pembelajaran 2. Metode 3. Pelaksanaan Pembelajaran 3.1. Pendahuluan a. Guru memberikan soal pretes siklus I kepada siswa. Siswa diminta : Pembelajaran berbasis masalah : Ceramah, diskusi, penemuan terbimbing, dan pemberian tugas

mengerjakan

soal

tersebut

kemudian

soal

dan

jawaban

dikumpulkan kembali.
b. Guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang satuan waktu

yang telah mereka ketahui dengan metode tanya jawab dengan siswa.Guru menanyakan kepada siswa tentang satuan waktu yang sudah mereka kenal itu apa saja. Dan guru mengajukan beberapa satuan-satuan yang lain selain satuan waktu untuk mengetahui pemahaman siswa tentang satuan waktu.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

- Siswa dapat mengetahui satuan-satuan waktu,
- Siswa dapat menghitung lama antara selang dua waktu tertentu.

3.2. Kegiatan Inti

Tahap – 1

: Orientasi siswa pada masalah

a.Guru memberikan contoh salah satu masalah kontekstual yang berhubungan dengan waktu. Misalnya : - Kalian pasti tahu tentang satuan waktu itu apa saja. - Jika Ibu pergi ke pasar untuk belanja pukul 07.00, - kemudian ibu pulang dari pasar pukul 7.45. Maka lamanya waktu ibu pergi kepasar bisa kita hitung.

lxxvii

b. Kemudian guru menjelaskan bahwa itu merupakan salah satu contoh, dan masih banyak contoh-contoh lain. Beberapa

diantaranya akan kita diskusikan pada pertemuan kali ini. c. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa ( terlampir ) kepada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa tentang satuan waktu.

Tahap – 2

: Mengorganisasikan siswa untuk belajar

a. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok dan masing – masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Masing-masing kelompok diberi nama. b. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi kartu permasalahan, papan nama kelompok, kertas manila, spidol. ( kartu Masalah terlampir ). Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan melakukan pembagian tugas. c. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tahap – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.

13) Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. 14) Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan. 15) Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman dalam kelompoknya.

Tahap – 4

: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

a. Guru meminta salah satu wakil dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa mengalami kesulitan . c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi

Tahap–5

: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

a. Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil pemecahan masalah.
lxxviii

b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan masalah.

3.3. Penutup

a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran. b. Guru memberikan penghargaan kepada: kelompok yang paling kompak, paling banyak bertanya, paling bagus dalam menjawab pertanyaan, paling bagus dalam presentasi. c. Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk menerjakan soal pada buku matematika untuk SLTP kelas 2 hal. 124, no. 6,7,8,9,10. d. Guru meminta siswa belajar dirumah tentang menghitung lama waktu antara dua waktu tertentu dalam kehidupan sehari-hari untuk mempersiapkan diri pada pertemuan berikutnya.

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo

Pati, 10 Desember 2004 Guru Mata Pelajaran

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Tumirah, S. Pd

lxxix

KARTU MASALAH Bu Lisa mempunyai dua orang anak yaitu Winda dan Bondan. Winda sekolah di SMPN I Tambakromo, sedangkan Bondan sekolah di SDN Sinomwidodo 03. Setiap pagi Bu Lisa selalu mengantarkan Winda dan Bondan berangkat sekolah dengan sepeda motor. Bu Lisa bangun tidur pukul 05.00, kemudian beliau membuat sarapan pagi untuk keluarganya selama
1 1 jam. jam kemudian Bu Lisa mengantarkan Winda dan 2 4

Bondan berangkat sekolah. Setelah perjalanan 20 menit, Bondan sudah sampai di sekolahnya. Sedangkan Winda sampai di sekolah dengan selisih waktu 18 menit kemudian dari adiknya. a. Pukul berapakah Bu Lisa mengantar anak-anaknya ke sekolah? b. Pada pukul berapa Winda sampai di sekolah? !

lxxx

LEMBAR KERJA SISWA
Nama No. Absen :………………………. :……………..

Kerjakan soal berikut secara individu sesuai dengan yang kalian ketahui!

Dalam kegiatan sehari-hari, misalnya belajar, bekerja, bepergian, beristirahat, dan sebagainya, kita selalu berhubungan dengan waktu untuk menghitung atau mengetahui lama kegiatan-kegiatan tadi. Maka perlu adanya satuan waktu. Coba sebutkan minimal 7 satuan waktu yang kalian ketahui! ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Satuan waktu tertentu bias diubah kedalam satuan waktu yang lain. Isilah titik-titik berikut ini. a. 1 jam = ………. Menit 1 menit = ……… jam b. I menit = …… detik 1 detik = ………. menit c. 1 jam = 60 x ……detik 1 detik =……….. jam = …………..detik d. 1 hari = ………….jam 1 jam = ………….hari e. 1 bulan = …………hari 1 hari = ………….bulan f. 1 bulan = 30 x …….jam = ………….jam Jadi, kita dapat menghitung 1 i. 2 bulan = …………. X ………….. jam 2 = …………… jam ii. 45 detik = ………… . X ………….. menit = …………… menit 1 3. 3 bulan =………………hari 3

lxxxi

Rencana Pengajaran 2 ( Siklus I )
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMPN I Tambakromo : Matematika : II / I : Waktu, Jarak dan Kecepatan : 2 x 45 menit

I. TUJUAN 1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU ) Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah

2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK ) a. Tujuan Proses
Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan waktu jika disajikan dalam bentuk soal cerita.

b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain, (2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif, (3) Siswa berani bertanya, (4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR
1. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs. Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 63-65.

lxxxii

2. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono: Erlangga), hal 120-124. 3. Kartu Masalah 4. Papan nama siswa 5. Papan nama kelompok 6. Kartu penghargaan 7. Kertas manila untuk presentasi 8. Alat Tulis III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. Model Pembelajaran 2. Metode 3. Pelaksanaan Pembelajaran 3.1. Pendahuluan a. Guru bersama siswa membahas PR yang diberikan pada : Pembelajaran berbasis masalah : Ceramah, diskusi, penemuan terbimbing, dan pemberian tugas

pertemuan sebelumnya.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan waktu jika disajikan dalam bentuk soal cerita.

3.2. Kegiatan Inti

Tahap – 1

: Orientasi siswa pada masalah

a. Guru mengajukan permasalahan yang ada di kartu masalah ( terlampir ) dan meminta siswa mempelajari masalah tersebut.

Tahap – 2

: Mengorganisasikan siswa untuk belajar

1. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok dan masing – masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Masing-masing kelompok diberi nama. 2. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi kartu permasalahan, papan nama kelompok, kertas manila, spidol. 3. Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan melakukan pembagian tugas.

lxxxiii

4. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tahap – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.

16) Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. 17) Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan. 18) Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman dalam kelompoknya.

Tahap – 4

: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

a. Guru meminta wakil dari 3 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa mengalami kesulitan . c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi

Tahap–5

: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

a.

Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil

pemecahan masalah. b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan

masalah.

3.3. Penutup

a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran. b. Guru memberikan soal postes siklus I kepada siswa untuk dikerjakan. c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dirumah yaitu soal pada buku matematika untuk SLTP kelas 2 (Dedi Sunardi,dkk) hal 65 no. 1-5. d. Guru meminta siswa untuk mempelajari hubungan jarak, waktu dan kecepatan.

lxxxiv

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo

Pati, 14 Desember 2004 Guru Mata Pelajaran

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Tumirah, S. Pd

Rencana Pengajaran 3 ( Siklus II )
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMPN I Tambakromo : Matematika : II / I : Waktu, Jarak dan Kecepatan : 2 x 45 menit

I.

TUJUAN

1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU ) Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah

2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK ) a. Tujuan Proses
(1) Siswa dapat mengetahui satuan-satuan jarak, (2) Siswa dapat menghitung salah satu dari jarak, waktu, dan kecepatan jika dua diantaranya diketahui.

b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain, (2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif, (3) Siswa berani bertanya,

lxxxv

(4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR
5. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs. Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 65-66. 6. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono: Erlangga), hal 125-132. 7. Kartu Masalah 8. Papan nama siswa 9. Papan nama kelompok 10. Kartu penghargaan 11. Kertas manila untuk presentasi 12. Alat Tulis

III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. Model Pembelajaran 2. Metode 3. Pelaksanaan Pembelajaran 3.1. Pendahuluan a. Guru memberikan soal pretes siklus II kepada siswa. Siswa diminta : Pembelajaran berbasis masalah : Ceramah, diskusi, penemuan terbimbing, dan pemberian tugas

mengerjakan

soal

tersebut

kemudian

soal

dan

jawaban

dikumpulkan kembali.
b. Guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang hubungan

waktu dan jarak yang telah mereka pelajari pada pelajaran Fisika kelas 1.Guru menanyakan kepada siswa tentang hubungan waktu dan jarak yang menunjukkan hubungan kecepatan. Kecepatan=
jarak . waktu

Jika diketahui kecepatan (v), jarak (s), waktu (t),maka hubungan antar ketiganya adalah:

lxxxvi

V=

s t

s=vxt

t=

s v

c. Guru menanyakan kepada siswa tentang satuan-satuan jarak yang

mereka ketahui.
d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

- Siswa dapat mengetahui satuan-satuan jarak,
- Siswa dapat menghitung salah satu dari jarak, waktu, dan kecepatan jika dua diantaranya diketahui.

3.2 Kegiatan Inti

Tahap – 1

: Orientasi siswa pada masalah
berhubungan dengan jarak, waktu dan sekaligus kecepatan. “Jika kita pergi ke suatu tempat dengan menggunakan motor, maka jarak tempat, lamanya waktu perjalanan serta kecepatan perjalanan itu bisa kita hitung.”

1. Guru memberikan contoh salah satu masalah kontekstual yang

2. Guru mengajukan permasalahan yang ada di LKS dan meminta siswa mempelajari masalah tersebut.

Tahap – 2

: Mengorganisasikan siswa untuk belajar

1. Guru meminta siswa membentuk kelompok sendiri yang masingmasing terdiri dari 5-6 siswa, dengan catatan dalam satu kelompok minimal harus terdapat satu siswa yang pandai. Masing-masing kelompok diberi nama. 2. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi LKS, papan nama kelompok, kertas manila, spidol. (LKS terlampir ). Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan melakukan pembagian tugas.

lxxxvii

3. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tahap – 3

: Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.

a. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. b. Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan. c. Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman dalam kelompoknya.

Tahap – 4

: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

a. Guru meminta salah satu wakil dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa mengalami kesulitan . c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi.

Tahap–5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan

masalah

a.

Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil

pemecahan masalah. b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan masalah.

3.3. Penutup

a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran. b. Guru memberikan penghargaan kepada: kelompok yang paling kompak, paling banyak bertanya, paling bagus dalam menjawab pertanyaan, paling bagus dalam presentasi. c. Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk mengerjakan soal latihan 3 dan latihan 4 pada buku matematika untuk SLTP kelas 2 (Dedi Junaedi,dkk) hal:65-66. d. Guru meminta siswa belajar dirumah tentang grafik jarak dan waktu untuk mempersiapkan diri pada pelajaran berikutnya.

lxxxviii

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo

Pati, 16 Desember 2004 Guru Mata Pelajaran

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Tumirah, S. Pd

Rencana Pengajaran 4 ( Siklus II )
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMPN I Tambakromo : Matematika : II / I : Waktu, Jarak dan Kecepatan : 2 x 45 menit

I.

TUJUAN

1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU ) Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah

2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK ) a. Tujuan Proses
(1) Siswa dapat menggambar grafik jarak dan waktu (2) Siswa dapat membaca grafik jarak dan waktu

b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain,

lxxxix

(2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif, (3) Siswa berani bertanya, (4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR
4. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs. Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 63-65. 5. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono: Erlangga), hal 120-143. 6. Kartu Masalah 7. Papan nama siswa 8. Papan nama kelompok 9. Kartu penghargaan 10. Kertas manila untuk presentasi 11. Alat Tulis

III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. Model Pembelajaran 2. Metode 3. Pelaksanaan Pembelajaran 3.1. Pendahuluan a. Guru bersama siswa mendiskusikan hasil penyelesaian pekerjaan : Pembelajaran berbasis masalah : Ceramah, diskusi, penemuan terbimbing, dan pemberian tugas

rumah siswa.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

- Siswa dapat menggambar grafik jarak dan waktu
- Siswa dapat membaca grafik jarak dan waktu

3.2. Kegiatan Inti

xc

Tahap – 1

: Orientasi siswa pada masalah
hubungannya bisa diperlihatkan melalui grafik yang

a. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa jarak dan waktu,

menunjukkan grafik kecepatan. b. Guru mengajukan masalah yang ada di kartu masalah (kartu masalah 1 terlampir) dan meminta siswa menyelesaikan masalah tersebut secara individu.

Tahap – 2

: Mengorganisasikan siswa untuk belajar

1. Guru meminta siswa membentuk kelompok sendiri yang masingmasing terdiri dari 5-6 siswa, dengan catatan dalam satu kelompok minimal harus terdapat satu siswa yang pandai. Masing-masing kelompok diberi nama. 2. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi kartu permasalahan 2, papan nama kelompok, kertas manila, spidol. ( Kartu Masalah 2 terlampir ). Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan melakukan pembagian tugas. 3. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tahap – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.

a. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. b. Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan. c. Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman dalam kelompoknya.

Tahap – 4

: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

a. Guru meminta salah satu wakil dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa mengalami kesulitan . c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi

xci

Tahap–5

: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

a.

Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil

pemecahan masalah. b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan masalah.

3.3. Penutup

a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran. b. Guru memberikan penghargaan kepada: kelompok yang paling kompak, paling banyak bertanya, paling bagus dalam menjawab pertanyaan, paling bagus dalam presentasi. c. Guru memberikan postes siklus II kepada siswa

d. Guru meminta siswa belajar dirumah tentang materi yang akan dipelajari pada pelajaran berikutnya.

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo

Pati, 17 Desember 2004 Guru Mata Pelajaran

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Tumirah, S. Pd

xcii

KARTU MASALAH 2
Dengan naik sepeda , Syaiful menempuh jarak 40 km. Untuk menempuh jarak itu: > Mula-mula mengendarai sepeda dengan kecepatan rata-rata 8 km/jam selama 1 jam 1 > Kemudian dengan kecepatan 10 km/jam selama jam 2 > Setelah istirahat melanjutkan perjalanan dengan kecepatan rata-rata 8 1 km/jam selama 1 jam. 2 > Dan sisa perjalanannya ditempuh dengan kecepatan rata-rata 10km/jam. Buatlah grafik perjalanan Syaiful tersebut!

xciii

KARTU MASALAH 1
Sebuah helikopter tim SAR meninggalkan landasan pada pukul 08.20 dan sampai ditempat musibah pada pukul 10.45. Jika kecepatan rataratanya 180 km/jam, maka: a. Tentukan jarak yang ditempuh helikopter tersebut? b. Jika kembali dari tempat musibah pukul 12.15 dengan kecepatan rata-rata 200 km/jam, pukul berapakah tiba kembali di landasan?

KARTU MASALAH Agus tiba di rumah pada hari Senin pukul 05.15. Ia berangkat dari Yogyakarta naik bus dengan lama perjalanan 12 jam 10 menit. Pukul berapa dan hari apakah ia berangkat dari Yogyakarta?

xciv

LEMBAR KERJA SISWA ( LKS )
Pokok Bahasan Satuan Pendidikan Kelas/ Semester : Waktu, jarak, dan Kecepatan : SMP : II/ I

Tanyakan kepada minimal 2 orang teman sekelompokmu mengenai: a. Dengan apa ia berangkat sekolah hari ini? b. Pada pukul berapa ia berangkat sekolah dari rumah hari ini? c. Pada pukul berapa ia tiba disekolah hari ini?

Hasil wawancara adalah sebagai berikut. 1. Nama : …………….

Berangkat sekolah dengan ………… Berangkat dari rumah pukul ………..

xcv

Tiba di sekolah pukul ……………… 2
……………………………………………………………………………………… ………. ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………….

Kemudian hitung kecepatan rata-rata masing-masing perjalanan temanmu tersebut dari rumah sampai sekolah.
……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………

Urutkan waktu perjalanan temanmu tersebut dari waktu yang paling singkat.Siapa yang paling singkat waktu perjalanannya.Mengapa? Apakah kecepatan perjalanan mempengaruhi lamanya waktu perjalanan?
……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

xcvi

……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… …………………

LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester
Petunjuk :

: : : SMPN I Tambakromo :

Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai

Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran

1

Skor 2 3

4

xcvii

2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam mengorganisasi tugas-

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya Tahap3 Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / eksperimen 2. Merekam mengorganisasi data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja teman

Tahap4

Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa

siswa

menyajikan hasil kerja

Tahap5

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa

mengkaji cara-cara yang

xcviii

ditempuh selama proses penyelidikan Jumlah skor total Kriteria penskoran: Skor 0 – 1:Pembelajaran tidak baik Skor 1,1-2 :Pembelajaran cukup baik Skor 2,1-3 :Pembelajaran baik Skor 3,1-4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

( ..................................... ) NIP.

( ................................. )

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester Petunjuk :

: : : SMPN I Tambakromo :

Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas 1 Siswa melakukan kegiatan matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 Skor 2 3 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur,

xcix

menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat

mengamati, menggambar,

tabel,

membuat

memprediksi, kesimpulan /

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi @ Mengkomunikasikan gagasan ( tertulis) mengembangkan

@ Menyampaikan gagasan (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan untuk melakukan refleksi Jumlah Skor Total

Penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%

c

3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer

( .................................. ) NIP

(……………………....) Nama terang dan tanda tangan

LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 10 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

ci

Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai

Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas√ √ √

1

2

Skor 3

4

√ √ √

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya Tahap3 Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja Tahap4 Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa √ √ √ √ siswa √ √ √ √ teman

cii

menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 21 52,5%

Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik 4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 10 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

ciii

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 Skor 2 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur, menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat mengamati, menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan / √

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama √ lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi @ Mengkomunikasikan √ gagasan ( tertulis) √ √ mengembangkan

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja )/ hasil √

civ

@

Masalah

tanggapan √

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 13 54,17%

Keterangan penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50% 3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

LEMBAR PENGAMATAN

cv

KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas√ √ √ √ √ √ √ 1 2 Skor 3 4 : Tumirah, S.Pd : Selasa/ 14 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya Tahap3 Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ √ √ teman

cvi

data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja Tahap4 Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √ √ √ √ √ siswa √ √

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 31 77,5%

Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik 4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

cvii

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Selasa/ 14 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 Skor 2 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur, menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat mengamati, menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan / √

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama √ lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya

cviii

3.

Siswa komunikasi @

mengembangkan Mengkomunikasikan √ √ √

gagasan

( tertulis)

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil √ √

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 21 87,5% √

Keterangan penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50% 3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

cix

LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai Dilakukan Tahapa Aspek yang Diamati n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas√ √ √ √ √ √ √ 1 2 Skor 3 4 : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 10 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

tugas dan berbagi tugas

cx

dengan sekelompoknya Tahap3

teman

Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja √ √ √ √

Tahap4

Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa

siswa √ √ √ √

menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 20 50%

Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik

cxi

4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyarti

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 10 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 Skor 2 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur, menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat mengamati, menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan /

generalisasi, dan seterusnya.

cxii

2

Siswa berinteraksi satu sama √ lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi @ Mengkomunikasikan √ gagasan ( tertulis) √ √ mengembangkan

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil √ √

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 14 58,33% √

Keterangan penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50% 3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;

cxiii

Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo

Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyarti

LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah √ √ √ √ 1 2 Skor 3 4 : Tumirah, S.Pd : Selasa/ 14 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

cxiv

3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar

1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas-

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya Tahap3 Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja √ √ √ √ teman

Tahap4

Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa

siswa √ √

menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan

cxv

JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik 4 :Pembelajaran sangat baik

31 77,5%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyarti

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS I Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Selasa/ 14 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 2 Skor 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran

cxvi

matematika ) : mengukur, menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat mengamati, menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan / √

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama √ lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi @ Mengkomunikasikan √ gagasan ( tertulis) √ √ mengembangkan

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil √ √

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 20 83,33% √

Keterangan penskoran :

cxvii

1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50% 3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyarti

LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai : Tumirah, S.Pd : Kamis/ 16 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

cxviii

Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas√ √ √

1

2

Skor 3

4

√ √ √

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya Tahap3 Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja Tahap4 Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan √ √ √ √ siswa √ √ √ √ teman

cxix

mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 29 72,5%

Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik 4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

ANGKET REFLEKSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN

Petunjuk: Lingkarilah pilihan kamu dari setiap aspek berikut 1. Pembelajaran matematika yang telah dilaksanakan sebagai pembelajaran matematika berbasis masalah ini menurut saya .... a. Tidak menyenangkan b. Menyenangkan c. Sangat menyenangkan

cxx

2. Pembelajaran matematika yang telah dilaksanakan sebagai pembelajaran matematika berbasis masalah ini menurut saya .... a. Membuat saya menjadi bingung b. Mudah diikuti c. Sangat jelas 3. Pembelajaran yang dilakukan dengan kelompok menurut saya .... a. Tidak menyenangkan b. Menyenangkan c. Sangat menyenangkan 4. Penyajian hasil kerja kelompok menurut saya .... a. Tidak menyenangkan b. Menyenangkan c. Sangat menyenangkan 5. Masalah yang diselesaikan sebagai evaluasi pembelajaran menurut saya .... a. Sulit b. Menarik c. Memotivasi saya untuk terus belajar 6. Pembelajaran matematika yang telah dilaksanakan sebagai pembelajaran berbasis masalah ini membuat saya.... a. Biasa saja b. Cukup berani c. Sangat berani

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Kamis/ 16 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

cxxi

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 Skor 2 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur, menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat mengamati, menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan / √

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama √ lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi @ Mengkomunikasikan √ gagasan ( tertulis) √ √ mengembangkan

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil √

cxxii

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 19 79,17% √

Keterangan penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50% 3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

cxxiii

SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas√ √ √ √ √ √ √ 1 2 Skor 3 4 : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 17 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya Tahap3 Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ data 3. Menganalisis siswa √ √ √ √ teman

cxxiv

menyajikan hasil kerja Tahap4 Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √ √ √ √ √ siswa

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 30 75%

Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik 4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

cxxv

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 17 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 2 Skor 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur, menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat mengamati, menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan / √

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama √ lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi mengembangkan

cxxvi

@

Mengkomunikasikan √ gagasan ( tertulis) √

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil √

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 21 87,5% √

Keterangan penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50% 3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Rusmi, S. Pd

cxxvii

LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk Tahap2 memecahkan masalah Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas√ √ √ √ √ √ √ 1 2 Skor 3 4 : Tumirah, S.Pd : Kamis/ 16 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya teman

cxxviii

Tahap3

Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja √ √ √ √

Tahap4

Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa

siswa √ √ √ √

menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 27 67,5%

Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik 4 :Pembelajaran sangat baik

cxxix

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyati

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Kamis/ 16 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 2 Skor 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur, menghitung, mencatat, membuat grafik, membuat mengamati, menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan / √

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama √ lain

cxxx

@ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi @ Mengkomunikasikan √ gagasan ( tertulis) √ √ mengembangkan

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil √

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 19 79,17% √

Keterangan penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50% 3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

cxxxi

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyarti

LEMBAR PENGAMATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan n Ya Tidak Tahap- Mengorientasi siswa pada 1 masalah 1. Menjelaskan Tujuan pembelajaran 2. Memunculkan masalah 3. Memotivasi siswa untuk memecahkan masalah √ √ √ √ √ √ 1 2 Skor 3 4 : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 17 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

cxxxii

Tahap2

Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Membimbing siswa dalam √ mengorganisasi tugas√

tugas dan berbagi tugas dengan sekelompoknya Tahap3 Membimbing penyelidikan individual / kelompok 1. Melakukan pengamatan / √ eksperimen 2. Merekam mengorganisasi √ data 3. Menganalisis siswa menyajikan hasil kerja Tahap4 Membimbing menyajikan hasil kerja 1. Membimbing siswa membuat artefak 2. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja Tahap5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Membantu siswa √ √ √ √ √ √ siswa √ √ √ √ teman

mengkaji cara-cara yang ditempuh selama proses penyelidikan JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 31 77,5%

cxxxiii

Keterangan penskoran : 1 :Pembelajaran tidak baik 2 :Pembelajaran cukup baik 3 :Pembelajaran baik 4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyarti

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA SIKLUS II Nama Guru Hari / tanggal Sekolah Kelas/Semester : Tumirah, S.Pd : Jumat/ 17 Desember 2004 : SMPN I Tambakromo : II-C/ I

PETUNJUK : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang sesuai No. Aktivitas Siswa 1 Siswa melakukan kegiatan √ matematis(kegiatan yang Dilakukan Ya Tidak 1 2 Skor 3 √ 4

terkait dengan pembelajaran matematika ) : mengukur, menghitung, mengamati,

cxxxiv

mencatat, membuat grafik, membuat

menggambar, tabel, membuat

memprediksi, kesimpulan / √

generalisasi, dan seterusnya. 2 Siswa berinteraksi satu sama √ lain @ Saling bertanya @ Saling menjelaskan @ Saling bekerja sama, dan

saling

berdiskusi,

seterusnya 3. Siswa komunikasi @ Mengkomunikasikan √ gagasan ( tertulis) √ √ mengembangkan

@ Menyampaikan gagasan √ (lesan mempresentasikan kerja @ Masalah tanggapan )/ hasil √

(lesan) 4. Siswa mendapat kesempatan √ untuk melakukan refleksi JUMLAH SKOR PERSENTASE (%) 21 87,5% √

Keterangan penskoran : 1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25% 2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%

cxxxv

3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari 75% 4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui; Kepala Sekolah SMPN I Tambakromo Observer,

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd NIP 131099395

Henik Sugiyarti

SOAL UJI COBA SIKLUS I 1. a. Ubahlah ukuran waktu berikut ini menjadi satuan jam dan detik. i. 105 menit ii. 120 menit b. Isilah titik-titik berikut ini. 1 i. 4 jam = ....menit = ....detik 2 ii. .... jam = 150 menit = .... detik iii .... jam = .... menit = 3900 detik 2. Isilah titik-titik dibawah ini: a. 5 jam = ..... menit = ..... detik b. 1 bulan = ..... minggu = ..... hari c. 1 hari = ...... jam = ...... menit 3. Pak Rahman dan Budi berangkat dari Kayen pukul 09.00 menuju terminal Pati dengan mengendarai mobil. Pada pukul 10.00, Pak Rahman baru menanyakan kepada Budi pukul berapa mereka tiba di

cxxxvi

terminal. Dan Budi menjawab “ Kita tiba di terminal

1 jam yang 4 lalu Pak”. Jadi berapa lamanya perjalanan yang ditempuh Pak Rahman dan Budi dari Kayen ke terminal Pati?

4. Pada upacara bendera tanggal 17 Agustus, upacara dimulai pukul 06.55 dan berakhir pukul 07.49. Berapa lamakah upacara bendera tersebut berlangsung? 5. Bus “ Sari Mustika “ berangkat dari Pati menuju Jakarta. Bus tersebut berangkat dari Pati pukul 17.00. Setelah berjalan 5 jam 20 menit, bus itu mengisi bahan bakar dan istirahat selama 15 menit, kemudian berangkat lagi. Setelah berjalan 2 jam 10 menit dari tempat mengisi bahan bakar, ternyata bus tersebut bannya bocor. Waktu yang digunakan untuk mengganti ban yang bocor itu 20 menit. Setelah selesai mengganti ban, kemudian perjalanan dilanjutkan kembali sampai tiba di Jakarta dengan lancar selama 5 jam. Pukul berapakah bus tersebut tiba di Jakarta ? 6. Pak Camat berangkat dari Tambakromo menuju rumah orang tuannya di Blora pukul 13.00 dengan mengendarai mobil. 15 menit sebelum sampai ke tempat tujuan, Pak Camat tiba ke kios buahbuahan untuk membeli oleh-oleh. Lamanya waktu perjalanaan dari Tambakromo sampai ke kios buah-buahan itu adalah 48 menit. Jadi pukul berapakah pak Camat sampai di rumah orang tuanya? Rombongan ziarah wali songo berangkat dari Gabus menuju Menara Kudus dengan menggunakan bus pukul 07.00. Setelah berjalan 30 menit, bus mengisi bahan bakar di Pati selama 5 menit. Perjalanan dilanjutkan kembali dan rombongan sampai di menara Kudus 1 jam 10 menit kemudian. Pukul berapakah rombongan sampai di Menara Kudus? 8. Seorang tukang kayu sedang menyelesaikan pembuatan pintu pesanan Pak Lurah. Beliau menerima upah dari Pak Lurah untuk menyelesaikan pekerjaannya itu per jamnya Rp. 4000,-. Upah diberikan jika pekerjaan sudah selesai. Jika ia mengerjakan pekerjaannya tanpa istirahat mulai pukul 07.00 dan ia mendapatkan upah sebesar Rp. 18.000,- .Maka pukul berapa Tukang kayu itu selesai membuat pintu? 9. Bu Ruli sedang bekerja di sawah Pak Mali untuk menanam Padi. Upah yang diterima per jam nya Rp. 2000,-, beliau memulai pekerjaan pukul 06.00 dan menerima upah Rp. 5000,-. Jadi pukul berapa Bu Ruli selesai kerja di sawah Pak Mali? 7.

cxxxvii

10. Tukang ojek sedang mengantarkan penumpangnya dari Terminal menuju Rembang. Ongkos ojek per jam nya adalah Rp. 6000,-. Jika mereka berangakat dari terminal pukul 08.00 dan ongkos yang di berikan pada tukang ojek setelah sampai di Rembang adalah Rp. 9000,- maka mereka tiba di Rembang pukul berapa?

SOAL UJI COBA SIKLUS II 1. Sebuah truk bergerak dari arah Kayen menuju Tambakromo dengan kecepatan 60 km/jam, dan jarak yang ditempuh antara KayenTambakromo itu memerlukan waktu 25 menit. Jadi berapakah jarak antara Kayen dengan Tambakromo? 2. Wika dengan sepeda motornya berangkat ke sekolah dari rumahnya dengan kecepatan 40 km/jam selama 15 menit. Jadi berapakah jarak antara rumak Wika dengan sekolahannya? 3. Jarak Desa Sinomwidodo dan Desa Karangwono adalah 9 km. Jika lamanya perjalanan dari Desa Sinomwidodo ke Desa Karangwono

cxxxviii

1 jam, maka 4 berapa kecepatan sepeda motor untuk menempuh jarak dari Desa Sinomwidodo ke Desa Karangwono tersebut?
ditempuh dengan mengendarai sepeda motor selama 4. Jarak Toko Luwes dari Simpang Lima Pati adalah

1 km. Jika lama 2 perjalanan dengan sepeda motor dari Simpang Lima Pati ke Toko Luwes adalah 5 menit. Maka berapa kecepatan sepeda motor untuk menempuh jarak dari Simpang Lima Pati ke Toko Luwes itu?

5. Sopir bus malam melakukan perjalanan sejauh 6 km selama 45 menit. Berapakah kecepatan rata-rata perjalanan sopir bus malam tersebut? 6. Rendi mengendarai sepeda motornya selama 40 menit unutk menempuh jarak 20 km. Berapakah kecepatan rata-rata perjalanan Rendi tersebut? 7. Sebuah bus meninggalkan terminal Pati pada pukul 10.00 menuju Surabaya melewati Rembang. Kecepatan rata-rata bus dari Pati ke Rembang adalah 20 km/jam dan kecepatan rata-rata dari Rembang ke Surabaya adalah 22 km/ jam. Jarak antara Pati-Rembang adalah 25 km dan Jarak Rembang-Surabaya 60,5 km. a. Berapa waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari Pati ke Surabaya? b. Berapa kecepatan rata-rata seluruh perjalanan? c. Pada pukul bepapa bus tiba di Rembang? 8. Pada acara karnaval 17 Agustus, salah satu peserta karnaval menggunakan mobil hiasnya melaju dari pemberangkatan karnaval pukul 13.22 dengan kecepatan rata-rata 8 km/jam, kemudian setelah berjalan selama 1 jam 10 menit kecepatannya berubah menjadi 12 km/jam sampai di tempat finish. Jarak seluruh rute karnaval tersebut adalah 25 km. a. Berapa kecepatan rata-rata perjalanan mobil hias tersebut? b. Pada pukul berapa Mobil hias tiba di tempat finish? 9. Jarak Jakarta dan Cirebon adalah 250 km. Waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak itu adalah 5 jam dengan kecepatan tidak tetap. Buatlah grafiknya dan tentukan kecepatan rata-rata seluruh perjalanan, jika hubungan antara jarak dan waktu ditunjukkan oleh tabel berikut ini.
Waktu dalam jam

0

1 2

1

1

1 2

2

2

1 2

3

3

1 2

4

4

1 2

5

cxxxix

Jarak dalam km

0

25 55

75

125 150

150

180

200

215

250

10. Tabel berikut menunjukkan hubungan jarak dan waktu yang ditempuh seseorang yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rata-rata tidak tetap. Waktu dalam jam 1/2 1 1 1/2 2 2 3 3 4 1/2 1/2 120 150 150 160 200

Jarak dalam jam 20 50 70 a. Buatlah grafiknya b. Berapa kecepatan rata-rata seluruh perjalanan?

PERUBAHAN NAMA SISWA NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. NAMA Budiyanto Heni Fitriawati Susilowati Esti Pranitasia Purwati Ahmad Muddi Anssorri Rina.R.A
cxl

KODE R-01 R-02 R-03 R-04 R-05 R-06 R-07

8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40.

Ayun Hasyanah Dian Ari Prasetyo Eko Prastyawan Novicha D.A Eni Yustiana Sekar Arum Lupita Sari Akmat Yani Anggun Dyah D Ririn Wahyu S Anita Purnama Sari Tulus Dwi Pujianti Erina Maya Sita Supadi Dedi Irwanto Andi Irawan Aris Adianto Moh. Aris Anwar Bowo Sugiharto Sukesi Ressa Yakarim Lilin Suharlin Dewi Amini Endang Ernawati Sunarto Mulyono Ahmad Rifa’i Dwi Endah P Suwati Siti Murwatini Dewi Ambarwati Sulistyono Tri Sari Rinda Astuti

R-08 R-09 R-10 R-11 R-12 R-13 R-14 R-15 R-16 R-17 R-18 R-19 R-20 R-21 R-22 R-23 R-24 R-25 R-26 R-27 R-28 R-29 R-30 R-31 R-32 R-33 R-34 R-35 R-36 R-37 R-38 R-39 R-40

CONTOH PERHITUNGAN ANALISIS TES ULANGAN MATEMATIKA 1. Tingkat Kesukaran Rumus yang digunakan B P= P: Tingkat Kesukaran N B: Banyaknya Siswa yang menjawab benar N: Banyaknya siswa yang mengikuti ulangan

cxli

Untuk Soal no.1 Diketahui: B=17 N=40 Maka: 17 P= =0,425 40 Interval P Kriteria 0,00-0,30 Sulit 0,31-0,70 Sedang 0,71-1,00 Mudah Jadi soal no.1 tersebut termasuk kategori sedang 2. Daya Beda Soal Rumus yang digunakan; ,D= Daya beda soal D= Pa-Pb Pa=Tingkat kesukaran kelompok atas Pb=Tingkat kesukaran kelompok bawah Untuk Soal no.1 Diketahui: Pa=0,55 Pb=0,35 Maka: D=Pa-Pb=0,55-0,35=0,2 Interval D Kriteria 0,00-0,20 Jelek 0,21-0,40 Cukup 0,41-0,70 Baik 0,71-1,00 Baik Sekali Jadi soal no.1 daya bedanya cukup.

3. Validitas Item Rumus yang digunakan; N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) Rxy= N (∑ X 2 − (∑ X ) 2 )(( N ∑ Y 2 ) − (∑ Y ) 2 ) Rxy: Koefisien Korelasi antara variabel X dan Y N:banyaknya siswa yang mengikuti tes X:Skor butir yang dicari validitasnya Y:Skor total siswa yang mengikuti tes

cxlii

Untuk soal no.1: Diketahui: N=40 ΣX=17 ΣX2=17 ΣY=732 ΣY2=14352 ΣXY=3389 Maka:
40(339) − (17)(732) (40(17) − (17)(17)) − (40(14352) − (732)(732))

RXY=

=0,288553

Untuk α=5%, dengan N=40 diperoleh rtabel=0,312 Karena RXY<rtabel maka soal no.1 tidak valid. 4. Reliabilitas Rumus yang digunakan adalah rumus KR20, karena skor penilaiannya skor dikotomi N KR20(α)=(N/(N-1))((αx2- ∑i =1 Pi (1 − Pi ) /(αx2)) α=Reliabilitas tes yang dicari N=Banyaknya butir αx2=Variansi populasi x Pi= Tingkat kesukaran masing-masing butir Untuk Soal no.1: Diketahui: N=31 αx2=24,5230 N ∑i=1 Pi(1 − Pi) =5,71125

Maka: KR20(α)=(31/30)((24,5230-5,71125)/24,5230)=0,79266 Interval α Kriteria 0,00-0,20 Rendah sekali 0,21-0,40 Rendah 0,41-0,70 Sedang 0,71-0,90 Tinggi 0,91-1,00 Tinggi sekali

cxliii

Jadi soal tes ulangan matematika tersebut reliabilitasnya tinggi

KETERANGAN SOAL YANG DIPAKAI UNTUK PENELITIAN SIKLUS I No. TIK 1 2 No. Soal Terbaru Setelah Eliminasi 1 2 Tingkat Kesukaran Mudah (P=4,35%) Sedang (P=45,65%)
cxliv

Daya Pembeda Signifikan (t=3,237) Signifikan (t=7,328)

Validitas Valid (rxy=0,484) Valid (rxy=0,704)

Reliabilitas r11=0,869 (reliabel)

3 3 4 4 5

Sedang (P=56,52%) Sedang (P=34,78%) Mudah (P=26,09%)

signifikan (t=3,345) Signifikan (t=8,496) Signifikan (t=6,367)

Valid (rxy=0,350) Valid (rxy=0,797) Valid (rxy=0,484)

Soal no. 3, tingkat kesukarannya sedang mendekati sukar. Jadi pada soal yang dipakai untuk penelitian siklus I ini, soal no.3 dianggap soal yang memiliki tingkat kesukaran sukar.

KETERANGAN SOAL YANG DIPAKAI UNTUK PENELITIAN SIKLUS II No. TIK 1 2 No. Soal Terbaru Setelah Eliminasi 1 2 Tingkat Kesukaran Mudah (P=19,57%) Sedang
cxlv

Daya Pembeda Signifikan (t=2,658) Signifikan

Validitas Valid (rxy=0,476) Valid

Reliabilitas r11=0,652 (reliabel)

3 4 5

3 4 5

(P=39,13%) Sedang (P=39,13%) Sukar (P=76,09%) Mudah (P=26,09%)

(t=8,430) signifikan (t=4,845) Signifikan (t=2,094) Signifikan (t=3,137)

(rxy=0,731) Valid (rxy=0,546) Valid (rxy=0,332) Valid (rxy=0,479)

GRAFIK FREKUENSI JAWABAN ANGKET REFLEKSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Pada Siklus I dan Siklus II

cxlvi

a. Tidak Menyenangkan

b. Menyenangkan

c. Sangat Menyenangkan

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Yang Telah Dilaksanakan Pada Siklus I dan Siklus II

a. Membuat saya menjadi bingung b. Mudah diikuti c. Sangat Jelas Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Pembelajaran yang Dilakukan dengan Kelompok pada Siklus I dan Siklus II

cxlvii

a. Tidak menyenangkan

b. Menyenangkan

c. Sangat menyenangkan

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Penyampaian Hasi Kerja Kelompok pada Siklus I dan Siklus II

a. Tidak menyenangkan

b. Menyenangkan

c. Sangat menyenangkan

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Masalah yang Diselesaikan sebagai Evaluasi Pembelajaran pada Siklus I dan Siklus II

cxlviii

a. Sulit

b. Menarik

c. Memotivasi saya untuk terus belajar

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Akibat dari Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah yang Setelah Dilaksanakan pada Siklus I dan Siklus II

a. Biasa saja

b. Cukup berani

c. Sangat berani

FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN

cxlix

Gambar 5. Siswa bekerja kelompok

Gambar 6. Guru memberikan bimbingan kepada siswa

cl

Gambar 7. Presentasi hasil diskusi oleh siswa

Gambar 8. Siswa lain memperhatikan siswa yang presentasi

cli

clii

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->