Anatomi dan Fisiologi pada wanita dan Pria

 Reproduksi Wanita

Organ reproduksi wanita terdiri dari dua bagian: 1.struktur lunak 2. struktur keras

1. Struktur lunak

Genetelia eksterna

- Mons pubis
Mons pubis atau mons veneris merupakan jaringan lemak subkutan berbentuk bulat yang lunak dan padat serta merupakan jaringan ikat di atas simfisis pubis. Mons pubis banyak mengandung kelenjar sebasea (minyak) dan ditumbuhi rambut berwarna hitam, kasar, dan ikal pada masa pubertas, yaitu sekitar satu sampai dua tahun sebelum awitan haid.

Mons berperan dalam sensualitas dan melindungi simfisis pubis selama koitus (hubungan seksual). Semakin bertambahnya usia, jumlah jaringan lemak di tubuh wanita berkurang dan rambut pubis menipis.

- Labia Mayora
Labia mayor adalah dua lipatan kulit panjang melengkung yang menutupi lemak dan jaringan ikat yang menyatu dengan mons pubis. Keduanya memanjang dari mons pubis ke arah bawah mengelilingi labia minor, berakhir di perineum pada garis tengah. Labia mayor memiliki panjang 7-8 cm, lebar 2-3 cm, dan tebal 1-1,5 cm dan agak meruncing pada ujung bawah. Labia mayor melindungi labia minor, meatus urinarius, dan introitus vagina (lubang vagina). Labia mayor sensitive terhadap nyeri, sentuhan, dan suhu tinggi. Hal ini diakibatkan adanya jaringan saraf yang menyebar luas, yang berfungsi sebagai rangsangan seksual.

- Labia Minora
Labia minor terletak di antara dua labia mayor dan merupakan lipatan kulit yang panjang, sempit, dan tidak berambut, yang memanjang ke arah bawah dari bawah klitoris dab menyatu dengan fourchette. Sementara bagian lateral dan anterior labia biasanya mengandung pigmen, permukaan medial labia minor sama dengan mukosa vagina merah muda dan basah. Pembuluh darah yang banyak membuat labia berwarna merah kemerahan dan memungkinkan labia minor membengkak, bila ada stimulus emosional dan stimulus fisik. Kelenjar di labia minor juga melumasi vulva. Suplai saraf yang banyak membuat labia minor menjadi sensitif.

- Klitoris
Klitoris adalah organ pendek berbentuk silinder dan erektil yang terletak di bawah arkus pubis. Dalam keadaan tidak terangsang, bagian yang terlihat sekitar 6×6 mm atau kurang. Ujung badan klitoris dinamakan glans dan lebih sensitive daripada badannya. Saat wanita secara seksual terangsang, glands dan badan klitoris membesar. Jumlah pembuluh darah dan persarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitive terhadap suhu, sentuhan, dan sensasi tekanan. Fungsi utama klitoris yaitu untuk menstimulasi dan meningkatkan ketegangan seksual.

- Vestibulum
Vestibulum adalah suatu daerah yang berbentuk lonjong, terletak antara labia minora, klitoris, dan fourchette. Vestibulum terdiri dari dua muara uretra, kelenjar parauretra (vetibulum minus atau Skene), vagina, dan kelenjar paravagina (vestibulum mayus, vulvovagina, atau Bartholin).

Permukaan vestibulum yang tipis dan agak berlendir mudah teritasi oleh bahan kimia (deodorant semprot, garam-garaman, busa sabun), panas, rabas, friksi (celana jins yang ketat).

- Meatus Uretra
Meatus uretra juga merupakan bagian dari reproduksi karena letaknya dekat dan menyatu dengan vulva. Meatus mempunyai muara dengan bentuk bervariasi dan berwarna merah muda atau kemerahan, dan sering disertai tepi yang agak berkerut. Meatus menandai bagian terminal atau distal uretra. Biasanya terletak sekitar 2,5 cm di bawah klitoris.

- Fourchette Merupakan lipatan jaringan transversal yang pipih dan tipis, terletak pada pertemuan ujung bawah labia mayor dan minor di garis tengah bawah orifisium vagina. Suatu cekungan kecil dan fosa navikularis terletak di antara fourchette dan hymen.

-

Hymen ( selaput dara)

Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid. Bentuk hymen tidak dapat digunakan untuk menilai apakah wanita bersangkutan telah memulai aktivitas seksual atau tidak. diameter pembukaannya juga bervariasi mulai dari yang sebesar ujung jarum hingga yang dapat dilewati dengan mudah oleh 2 jari orang dewasa. Saat melakukan koitus pertama sekali. - PERINEUM Struktur yang membatasi antara vagina dan anus.Terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastik. sementara pada wanita multipara atau yang sudah menopause. dinding dalam vagina dipenuhi oleh rugae vagina. Panjang dinding anterior vagina : 6 – 8 cm. Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani. ketebalan hymen sangat bervariasi dan individual. Penting diperhatikan ketika melakukan episiotomi • Genetelia interna . panjang dinding posterior vagina : 7 – 10 cm. Pada wanita dewasa. biasanya pada bagian posterior. Dibatasi oleh otototot muskulus levator ani dan muskulus coccygeus. - Vagina Merupakan suatu struktur muskulomembranosa yang memanjang mulai dari vulva dan berakhir di uterus. rugae menipis bahkan menghilang. Pada wanita nullipara. dapat terjadi robekan. untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).

dan lapisan mukosa di bagian dalam.Tuba fallopii (saluran telur) Sepasang tuba fallopii melekat pada fundus uterus. perkembangan. tuba ini memanjang ke arah lateral. Saat ovulasi.Tuba memiliki panjang sekitar 10 cm dengan diameter 0. satu atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi. di bawah dan di belakang tuba fallopi. Sebelum menarche. permukaan ovarium licin. Saat lahir ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum primordial (primitif). Setiap tuba mempunyai lapisan peritoneum bagian luar.- Ovarium (indung telur) Sebuah ovarium terletak di setiap sisi uterus. Ukuran dan bentuk setiap ovarium menyerupai sebuah almon berukuran besar. Ovarium juga merupakan tempat utama produksi hormone seks steroid (estrogen. ukuran ovarium dapat menjadi dua kali lipat untuk sementara. Dua fungsi dari ovarium adalah untuk ovulasi dan mmemproduksi hormone. ebberapa diantaranya bersilia dan beberapa yang lain mengeluarkan . dan fungsi wanita normal. progesterone. . lapisan otot tipis di bagian tengah. Diantara interval selama masa usia subur (umumnya setiap bulan).6 cm. Lapisan mukosa terdiri dari sel-sel kolumnar. mencapai ujung bebas ligament lebar dan berlekuk-lekuk mengelilingi setiap ovarium. Ovarium yang berbentuk oval ini memiliki konsistensi yang padat dan sedikit kenyal. Ovarium memiliki asal yang sama (homolog) dengan testis pria. dan adrogen) dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

dan lebih padat setelah menopause. tetapi terutama oleh peristaltic lapisan otot. Istmus. Estrogen dan prostaglandin mempengaruhi gerakan peristaltic. dan ostium uteri internum (dalam. lebih lunak selama masa hamil. nyeri bila ditekan. setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Tonjolan-tonjolan infundibulum yang menyerupai jari (fimbria) menarik ovum ke dalam tuba dengan gerakan seperti gelombang. . berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos. Intersitital. endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi.secret. menebal dan mengadakan sekresi. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar. licin. berat uterus matang sekitar 30-40 gr sedangkan pada wanita yang pernah melahirkan. terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Ovum didorong disepanjang tuba. - Endometrium Lapisan dalam dinding kavum uteri. Selama siklus haid. Jika ada pembuahan atau implantasi. jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Ampula. pipih. Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium. diantaranya uterus lebih banyak mengandung rongga selama fase sekresi siklus menstruasi.Uterus (rahim) Uterus merupakan organ brdinding tebal. Pada wanita yang belum melahirkan. Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil. Lapisan mukosa paling tipis saat menstruasi. sebagian oleh silia. arah cavum). endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah atau jaringan haid. Setiap tuba dan lapisan mukosanya menyatu dengan mukosa uterus dan vagina. cekung yang mirip buah pir terbalik yang terletak antara kandung kemih dan rectum pada pelvis wanita. muscular. Derajat kepadatan tergantung dari beberapa factor. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior. uterus normal memiliki bentuk simetris. berat uterusnya adalah 75-100 gr. diantaranya : Infundibulum. setinggi spina . kemudian jika tidak ada pembuahan atau implantasi. Tuba fallopii merupakan jalan bagi ovum. jaringan endometrium berproliferasi. arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks. - Serviks uteri Bagian terbawah uterus. Terdapat 4 segmen yang berubah di sepanjang struktur tuba fallopii. dan teraba padat.

panjang dinding anterior vagina hanya sekitar 7. Vagina merupakan suatu tuba berdinding tipis yang dapat melipat dan mampu meregang secara luas. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid. peptida dan air. Karena tonjolan serviks ke bagian atas vagina. . vagina condong ke arah belakang dank e atas. Dasar glans penis disebut korona.ischiadica. Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis. Badan (merupakan bagian tengah dari penis). kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis. Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari : Penis. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam.  Reproduksi Pria 1.5 cm. Saat wanita berdiri. terdiri dari : Akar (menempel pada didnding perut). Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).Vagina Vagina. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi). sedangkan panjang dinding posterior sekitar 9 cm. suatu struktur tubular yang terletak di depan rectum dan di belakng kandung kemih dan uretra yang memanjang dari introitus (muara eksterna di vestibulum di antara labia minor / vulva) sampai serviks. - skrotum (kantung zakar) .

Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius. Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan. - testis (buah zakar) Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum.Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis. Berfungsi sebagai tempat keluarnya sperma dari testis. - kelenjar prostat . - Uretra berfungsi 2 fungsi: Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih dan bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen. sebagai tempat pematangan motilitas dan fertilitas sperma. Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat). Struktur dalamnya terdiri dari : Epididimis Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter. Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma. karena agar sperma terbentuk secara normal. yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama). Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis. dan juga berfungsi untuk memekatkan sperma dan menyimpan sperma. - vas deferens Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis. 2. testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh. Testis memiliki 2 fungsi.

akan memperlambat aliran darahnya. sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar.Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens. yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis.Tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah. yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.Selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis. Kelenjar prostat berfungsi berfungsi untuk mengeluarkan cairan basa yang menetralkan sekresi vagina yang asam dan berfungsi untuk memicu pembekuan semen untuk menjaga sperma tetap berada di dalam vagina pada saat penis dikeluarkan. penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina). o Fungsi utama alat reproduksi pria Selama melakukan hubungan seksual. Menghasilkan sebagian besar cairan semen dan menyediakan prekursor untuk pembekuan semen.Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra. Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.Arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon. Ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf. hormon dan psikis. Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis. Arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini. Kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra. Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti). Mengeluarkan prostagladin yang merangsang motilitas saluran reproduksi pria dan wanita untuk membantu menyalurkan sperma. Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri .Leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih.Otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal mengalirkan darah dari penis. yaitu berdilatasi (melebar). vesikula seminalis dan prostat. Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. pembuluh darah. arteri mengencang dan vena mengendur. - vesikula seminalis. Menghasilkan fruktosa yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk sperma yang dikeluarkan.Rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak.

sebagai respons terhadap GnRH. Progesteron . Pada wanita pascamenopause. berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ). dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. kemudian dilepaskan. LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.Pelepasannya juga periodik / pulsatif. LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah. Selama fase luteal siklus. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. Pada tulang. dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti. Bersama FSH. kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus. Selama kehamilan. Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan atau regenerasi tulang. sehingga penis menjadi lunak. untuk pencegahan tulang keropos atau osteoporosis. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior.Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone) Diproduksi di hipotalamus. diproduksi juga oleh plasenta. melalui mekanisme feedback negatif. Pada pria.FSH (Follicle Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior. . diproduksi juga sebagian di testis. waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam). sering tidak ditemukan dalam darah.  Hormon-hormon dalam reproduksi . Estrogen Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium. Pelepasannya periodik / pulsatif. waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam).

kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10. sebagian diproduksi di kelenjar adrenal.Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus. Pada kehamilan. yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal.Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Perilaku dan respon ini tidak berhubungan dengan kontak psikologis erotik seperti pada masa pubertas atau masa dewasa tetapi lebih pada perilaku pembelajaran normal dalam membentuk rasa diri. Dengan bayi laki-laki berespon dengan ereksi penis dan bayi perempuan dengan lubrikasi vaginal. prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin Diproduksi di hipofisis anterior.Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini. Anak laki-laki juga mengalami ereksi noktural spontan tanpa stimulasi. sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel. dan kenyamanan dalam menghadapi seksual dirumah. Genitalia bayi sensitif terhadap sentuhan sejak lahir. dsb). Di ovarium. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta).  Perkembangan seksual Masa Bayi Baik bayi perempuan maupun laki-laki dilahirkan dengan kapasitas untuk kesenangan dan respon seksual. tes Pack. gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea. Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100. Respon orang tua terhadap perilaku eksploratori ini dapat membentuk arah dari perkembangan seksual. Masa Usia Bermain dan Prasekolah Anak dari usia 1 sampai 5 tahun menguatkan rasa identitas gender dan mulai membedakan perilaku sesuai gender yang didefinisikan secara sosial. Proses .Orang tua harus mau menerima perilaku eksploitasi bayi sebagai langkah perkembangan identitas diri yang positif. kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml).000 mU/ml). prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.000 mU/ml).Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus. memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. edukasi.Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium.

permainan yang dimainkan. Anak juga mengamati perilaku orang dewasa. Masa Usia Sekolah Bagi anak anak usia 6 sampai 10 tahun. dan rambut pubis dan aksila mulai tumbuh. Anak anak dalam kelompok usia ini akan terus mengajukan pertanyaan tentang seks dan menunjukan kemandirian mereka dengan menguji prilaku yang sesuai. Uterus mulai membesar. dan mempertahankan atau memodifikasi perilaku yang didasrakan pada umpan balik orang tua. dan respon yang dihargai. dan percobaan seksual lainya. Meskipun siklus menstruasi pada awalnya tidak teratur dan ovulasi mungkin tidak terjadi saat mentruasi pertama. Vagina memanjang. dan terjadi peningkiatan lubrikasi vaginal. Proses ini yang sebagian dikontrol oleh hereditas. Orang tua dan tenaga perawat kesehatan dapat mendorong prilaku yang diterima secara sosial tanpa menerapkan label maskulin dan peminim. Orang tua dapat menginterpretasi rasa keingintahuan yang dinyatakan sebagai suatu indikasi nenandakan bahwa anak telah siap untuk belajar tentang perbedaan dan anama nama yan sesuai untuk genetaria perempuan dan laki laki. Anak anak juga mempunyai keinginan dan kebutuhan prifasi. manipulasi genital. Kadar estrogen yang meningkat juga mulai mempengaruhi genital. Mereka membutuhkan informasi yang akurat dari rumah dan sekolah tentang perubahan tubuh selama periode ini. Permain dengan pasangan jenis kelamin dapan di tangani dengan cara seperti apa adanya. Menarke dapat terjadi secepatnya pada usia 8 tahun dan sampai usia 16 tahun atau lebih. hal tersebut dapat terjadi secara sepontan atau akibat perangsangan seksual. banyak anak gadis dan sebagian anak laki laki sudah mulai mengalami sebagian dari perubahan pubertas. Sementara mempelajari bahwa tubuh itu baik dan bahwa stimulasi tertentu itu menyenangkan. mulai untuk menirukan tindakan orang tua yang berjenis kelamin sama. memeluk boneka. fertilitas harus selalu diwaspadai kecuali dilakukan hal lain. Pengetahuan juga menurunkan ansietas tentang pubertas ketika seseorang anak yang tidak diinformasikan mungkin takut tentang menstruasi atau emisi noktural dan menganggap kejadian tersebut sebagai penyakit yang menakutkan. eksploitasi dapat mencakup mengelus diri sendiri.pembelajaran ini terjadi dalam perjalanan interaksi normal orang dewasa-anak dari boneka yang diberikan kepada anak. mulai pada paling muda usia 8 Tahun dan mungkin tidak komplit sampai akhir usia 10 tahunan. Anak harus juga diberi informasi untuk berhati hati terhadap potensial penganiayaan seksual. Masa pubertas dan masa remaja Awitan pubertas pada anak gadis biasanya ditandai dengan perkembangan payudara. anak dapat juga diajarkan tentang perbedaan perilaku yang bersifat pribadi versus publik. Sampai usia 10 tahun. Eksploitasi tubuh terus berlanjut dalam kelompok usia ini. edukasi dan penekanan tentang seksualitas datang dari orang tua dan gurunya tetapi lebih signifikan dari kelompok teman sebayanya. hewan peliharaan. Orang tua harus didorong untuk menelaah materi ini untuk mendapatkan kebenaranya dan memberikan tindakan lanjut. atau orang disekitar mereka. pakaian yang dikenakan. .

dan vesikula seminalis. Hal ini dapat secara efektif dipenuhi dengan mempertahankan aktifitas seksual secara teratur sepanjang hidup. Aktifitas seksual dapat menyebabkan nyeri dan ketidak nyamanan. dan tubuh mulai tumbuh. tetapi ejakulasi pada anak laki-laki tidak terjadi sampai organ seksnya matur yaitu sekitar usia 12 sampai 14 tahun. mencegah antropi. Masa Dewasa Tua ( Lansia) Seksualitas dalam usia tua beralih dari penekanan pada prokreasi menjadi penekanan dalam pertemanan. wajah. Ejakulasi mungkin terjadi pertama kaliselama tidur ( emisi nokturnal). Model ini menggambarkan sebagian besar orang dewasa. Lansia mungkain juga menghadapi kekuatiran kesehatan yang membuat sulit bagi mereka untuk melanjutkan aktifiras seksual. Tidak ada alasan bagi individu tidak dapat tetap aktif secara seksual sepanjang mereka memilihnya. Perubahan emosi selam pebertas dan masa remaja sama dramatisnya seperti perubahan fisik. Perubahan fisik yang terjadi bersama proses penuaan harus dijelaskan dengan klien lansia. dan mempertahankan kemampuan untuk lumbrikasi. mereka segera akan menjadi subur. rambut pubis. Terutama skali bagi wanita. Faktor Fisik Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik. Dewasa muda secara tradisional dipandang sebagai berperan dalam melahirkan anak atau membesarkan anak. nilai keluarga. Bahkan . Masa Dewasa Dewasa telah mencapai maturasi tetapi terus untuk mengeksplorasi dan menemukan maturasi emosional dalam hungbungan. Anak laki-laki harus mengetahui bahwa. hubungan senggama teratur membantu mempertahankan elastisitas vagina.Kadar testoteron yang meningkat pada anak laki-laki selama pubertas ditandai dengan peningkatan ukuran penis. Penyuluhan keagamaan.  Faktor yang mempengaruhi seksuallitas 1. Hal ini dapat di interpretasikan sebagai suatu episode mimpi basah dan bahkan bagi anak laki-laki yang berpengetahuan mungkin sangat memalukan. Orang dewasa dapat didorong untuk mengungkapkan kepada pasangan mereka tipe stimuli dan seksual atau kasih sayang yang dianggap memuaskan. Pada saatnya terjadi perkembangan genital. Masa ini adalah periode yang ditandai oleh mulainya tanggung jawab dan asimilasi pengharapan masyarakat. dan sikap keluarga mempengaruhi penerimaan terhadap sebagian bentuk stimulasi atau mungkin akan mempunyai efek emosional residual seperti rasa bersalah atau ansietas dan disfungsi seksual. Anak laki-laki dan anak gadis mungkin mengalami orgasmus sebelum masa pubertas. meski mereka tidak menghasilkan sperma saat pertama ejakulasi. testis. prostat.

Harga diri seksual dapat menurun dalam banyak cara. seperti penggunaan atau penyalahgunaan alkohol. Medikasi dapat mempengaruhi keinginan seksual. Dahulu perilaku seksual yang dikiatkan dengan. penyakit minor dan keletihan adalah alasan seseorang untuk tidak merasakan seksual. setelah kemesraan hubungan telah memudar. inses. Tingkat seberapa jauh mereka masih merasa dekat satu sama lain dan berinteraksi pada tingkat intim bergantung pada kemampuan mereka untung bernegosiasi dan berkompromi. Rendahnya harga diri seksual dapat juga di akibatkan oleh kuatnya adekuatnya pendidikan seks. 3. Citra tubuh yang buruk. Sebagai klien tidak mengetahui bagaimana menetapakn waktu bekerja dan dirumah untuk mencakupkan prilaku seksual. Pasangan yang bekerja. Ketrampilan seperti ini memainkan peran yang sangat penting ketika menghadapi keinginan seksual dalam hubungan.hanya membayangkan bahwa seks dapat menyakitkan sudah menurunkan keinginan seks. Klien seperti ini sering mengungkapkan bahwa mereka perlu eaktu umtuk menyendiri untuk berpikir dan istirahat sebagai hal yang lebih penting dari seks. dapat mempengaruhi keinginan seksual. dapat menyebabkan klien kehilangan perasaan secara seksual. dan penganiyaan fisik atau emosi meninggalkjan luka yang dalam. terutama ketika diperburuk oleh perasaan penolakan atau pembedahan yang mengubah bentuk tubuh. Penurunan minat dalam aktifitas seksual dapat mengakibatkan ansietas hanya karena harus mengatakan kepada pasangan perilaku seksual apa yang diterima atau menyenangkan. terutama dalam periklanan. model peran yang negatif. namun demikian. Jika harga diri seksual tidak pernah dipelihara dengan mengembangkan perasaan yang kuat tentang seksual diri dan dengan mempelajari ketrampilan seksual. Perkosaan. Faktor harga diri Tingkat harga diri klien juga dapat menyebabkan konflik yang menyebabkan seksualitas. dan upaya untuk hidup dalam pengharapan pribadi atau kultular yang tidak realistik. pasangan mungkin mendapati bahwa mereka dihadapkan pada perbedaan yang sangat besra dalam nilai atau gaya hidup mereka. banyak bukti sekarang ini menunjukan bahwa efek negatif alkohol terhadap seksualitas jauh melebihi euforia yang mingkin dihasilkan pada awalnya. alkohol dapat menyebebkan rasa sejahtera atau gairah palsu dalam tahapan awal seks. misalnya mungkin merasa terlalu terbeban sehingga mereka merasa cumbuan seksual dari pasangannya sebagai tuntutan tambahan bagi mereka. 4. seksualitas mungkain menyebabkan perasaan negatif atau menyebabkan tekanan perasaan seksual. Mungkin ada . atau tidak punya waktu untuk mecurahkan perasaan dalam berhubungan. Menemukan waktu yang tepat untuk aktifitas seksual adalah faktor gaya hidup yang lain. individu yang lain mungkin tidak memeiliki seksual. 2. Faktor Hubungan Masalah dalam berhubungan dapat mengalihkan perhatian seseorang dari keinginan seks. Faktor Gaya Hidup Faktor gaya hidup.

yang berhubungan dengan pertimbangan keputusan. dan harga diri secara lebih mendalam bergantung pada askep lain dari pengkajian. Mimin Emi Suhaemi. benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak ada undang-undang atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan. Etika bisa diartikan juga sebagai. ”model prilaku” atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan.baiknya untuk mengali faktor fisik. Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi prilaku. yang menurut Araskar dan David (1978) berarti ” kebiasaaan ”. Etika berhubungan dengan peraturan untuk perbuatan atau tidakan yang mempunyai prinsip benar dan salah. . hubungan. (Dra. 2002. Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia ( yang memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. menyimpang dari kode etik berarti tidak memiliki prilaku yang baik dan tidak memiliki moral yang baik. gaya hidup. Hj. Etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. yaitu Ethos. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan hal yang tidak baik dan dengan kewajiban moral. . 7) Etika adalah kode prilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu. serta prinsip moralitas karena etika mempunyai tanggung jawab moral. Profesi menyusun kode etik berdasarkan penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani.1 Pengertian Etika berasal dari bahasa yunani.

Definisi Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah. hak asasi. . Kadang-kadang perawat dihadapkan pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan. Organisasi profesi diharapkan mampu memelihara dan menghargai. Keperawatan adalah pelayanan vital terhadap manusia yang menggunakan manusia juga. hal yang diperlukan. Pelayanan kepada umat manusia merupakan fungsi utama perawat dan dasar adanya profesi keperawatan. mengembangkan nilai tersebut melalui kode etik yang disusunnya. Oleh karena manusia dalam interaksi bertingkah laku berbeda-beda maka diperlukan pedoman untuk mengarahkan bagaimana harus bertindak. Etik merupakan studi tentang perilaku. Kata seperti etika. keluarga dan masyarakat. Moral mendeskripsikan perilaku aktual. penelitian yang menggunakan subjek manusia) ini memerlukan pertimbangan yang menyangkut nilai. mudah didefinisikan. sehingga etik merefleksikan sifat. hak-hak asasi dan tanggung jawab profesi. prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan. serta meningkatkan kesehatan dengan penyuluhan kesehatan. Pelayanan ini berdasarkan kepercayaan bahwa perawat akan berbuat hal yang benar. terminologi etik dan moral adalah sama.Kode etik disusun dan disahkan oleh organisasi atau waah yang membina profesi tertentu baik secara nasional maupun internasional. warna kulit. pengetahuan biologi dan genetika. Secara umum. yaitu perawat. Pelayanan profesional berdasarkan kebutuhan manusiakarena itu tidak membedakan kebangsaan. kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu. Kode etik menerapkan konsep etis karena profesi bertanggung jawab pada manusia dan menghargai kepercayaan serta nilai individu. baik dan buruk dalam hubungan dengan orang lain. politik. Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup. sosia dan spiritual yang memungkinkan untuk penyembuhan dan menekankan pencegahan penyakit. Faktor teknologi yang meningkat. mengamalkan. tetapi kadang-kadang tidak jelas letak istilah tersebut diterapkan dalam suatu situasi. Contoh: benarkah di[andang dari segi etis. hak asasi dan tanggung jawab bila profesional kesehatan menghentikan upaya penyelamtan hidup pada pasien yang mengidap penyakit yang pasti mebawa kematian?. Kebutuhan pelayanan keperawatan adalah universal. legalisasi abortus. karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang. dan hal yang mnguntungkan pasien dan kesehatannya. pencangkokan organ manusia. menerima tanggung jawab untuk membuat keadaan lingkungan fisik. ilmu pengetahuan yang berkembang ( pemakaian mesin dan teknik memperpanjang usia. tanggung jawab. status sosial dan lain-lain. Etik memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Perawat memberi asuhan kepada klien.

Clinical ethics/Etik klinik Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama pemberian pelayanan pada klien. TEORI ETIK a. dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia). alokasi sumber-sumber. dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Otonomi (Autonomy) . Nursing ethics/Etik Perawatan Bagian dari bioetik. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan.Berdasarkan uraian diatas. Lebih lanjut. tetapi pada dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya. dan theology. apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain. bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri. informed consent. aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan b. c. nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat. PRINSIP-PRINSIP ETIK a. bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment atau inovasi teknologi. pengobatan. Deontologi Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik. dan euthanasia. hukum. b. bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan. pemberian pelayanan kesehatan Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan modern. Utilitarian Kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal yang tidak menyenangkan. dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku. yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik. Pada lingkup yang lebih luas. etika lingkungan. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy. TIPE-TIPE ETIK a. menyangkut masalah biologi dan pengobatan. politik. bioteknologi. Pada lingkup yang lebih sempit. Bioetik Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik.

Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Berbuat baik (Beneficience) Beneficience berarti. d. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya.Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum. Tidak merugikan (Nonmaleficience) Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. Informasi harus ada agar menjadi akurat. c. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri. penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi. mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Menepati janji (Fidelity) . Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. komprensensif. standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Walaupun demikian. f. terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi. memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada. legal dan kemanusiaan. dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Kejujuran (Veracity) Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. dalam situasi pelayanan kesehatan. e. atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral. Kebaikan. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang. b. hanya melakukan sesuatu yang baik. Terkadang. memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan.

memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan. h. adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. 2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya. Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia. KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan. g. Perawat dan Klien 1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia. b. Perawat dan praktek . adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien. Karahasiaan (Confidentiality) Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. Akuntabilitas (Accountability) Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali. dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. warna kulit. mencegah penyakit. kesetiaan.Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. kesukuan. 4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ketaatan. Kode etik keperawtan Indonesia : a. jenis kelamin. umur. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan. 3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Kesetiaan. menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan.

1) ETIKA PROFESI KEPERAWATAN Etika khusus yang mengatur tanggung jawab moral para perawat. 2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten. Perawat dan teman sejawat 1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya. . l Kesepakatan moralitas para perawat. tidak etis dan ilegal. 3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi. c.Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus 2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. Perawat dan masyarakat Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat. Perawat dan Profesi 1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan 2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan 3)Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain 4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. d. e.

Mengijinkan unsur mengakhiri penderitaan dan hidup pasien dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri. ad. adalah etika khusus dengan menerapkan nilai – nilai dalam bidang pemeliharaan / pelayanan kesehatan yang dilandasi oleh nilai – nilai individu dan masyarakat.Pemberian O2 -> diteruskan / di stop.3 Bioetika : . Etika kesehatan mencakup penilaian terhadap gejala kesehatan baik yang disetujui maupun tidak disetujui. Bioetika 4. Contoh penerapan : ad. dan infomrmed consent. 3. sterilisasi.Program pengobatan diteruskan / tidak .2.Status vegetatif . pemakaian obat yang harganya mahal dll.Pasien teriminal . Etika Profesi keperawatan dunia -> ICN. berdasarkan suatu sumber yang ada dilingkungan. tranplantasi . pembatasan kelahiran. Etika Kesehatan.pasien menghadapi tindakan medik -> operasi. Etika Kesehatan mencakup ruang lingkup minimal al : 1. serta mencakup rekomendasi bagaimana bersikap/ bertindak secara pantas dalam bidang kesehatan. Ad. .dalam kondisi MBO. . Sumber Etika Profesi keperawatan : 1.pembatasan perilaku. Etika umum yang berlaku di masyarakat. Mengijinkan unsur mengakhiri penderitaan dan hidup pasien dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri. Etika Kesehatan : Menurut Leenen Gozondeid Sethick. bayi tabung.Suport terapi ( RJP ) sampai kapan. tritmen pada pasien yang menghadapi ajal 2. .pasien mendapat terapi diet .pasien HIV /AID .1 Tritmen pada pasien yang menghadapi ajal : . dan infomrmed consent. Menurut Soeyono Soekamto (1986). 2.pembatasan perilaku. 3.Disusun oleh Organisasi profesi.aborsi. baik lingkungan kesehatan. lingkungan konsumen dan lingkungan Komunitas Keperawatan. Pengungkapan kebenaran dan kerahasiaan dalam bidang kedokteran.

Non-maleficence.Pembicaraan kasus pasien.Privasi pasien. Ada 8 prinsip utama dalam Etika Keperawatan ICN : 8 prinsip utama dalam Etika Keperawatan ICN : 1. Etika umum yang berlaku di masyarakat : . Otonomi 3. -> penerapan inforned consent = Perilaku perawat menghormati sejawat => Tindakan eksplisit maupun implisit -> simpatik. -> peduli terhadap lingkungan Etika Profesi keperawatan dunia -> ICN. ad. Kridensialitas ( kerahasiaan ) 7. kompetensi dan kewenangan. 5. Justice ( keadilan ) Ad.Catatan medik. ad. Veracity ( kejujuran ) 6. -> perlu pemahaman tindakan kolaborasi. Tetapi tidak sebebas – bebasnya -> ada keterbatasan dalam hukum. Respek 2.permintaan informasi data pasien.4 Pengungkapan kebenaran dan kerahasiaan dalam bidang kedokteran. impati kepada orang lain. -> hak – hak pasien.3 Beneficence ( kemurahan hati) : = berkaitan dengan kewajiban untuk . Fidelity ( kesetiaan ) 8. . Beneficence ( kemurahan hati) 4.1 Respek : = perilaku perawat yang menghormati / menghargai pasien /klien. Etika Keperawatan terkandung adanya nilai – nilai dan prinsip – prinsip yang berfokus bagi praktik Perawat. .2 Otonomi : = hak untuk mengatur dan membuat keputusannya sendiri. . ad.Sopan santun dalam pergaulan -> saling menghormati. Praktik perawat bermuara pada interaksi profesional dengan pasien serta menunjukan kepedulian perawat terhadap hubungan yang telah dilakukannya. . -> saling membantu.Menghargai harkat martabat pasien .organ dll.

Terutama dalam proses informed consent. . . .6 Kridensialitas ( kerahasiaan ) : Prinsip ini berkaitan dengan kepercayaan pasien terhadap perawat. lanjutan : Pada dasarnya seseorang diharapkan dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri .Jangan melukai perasaan Ad. Perawat memberi onfo kondisi kesehatan umum. Perawat tidak akan menyampaikan informasi tentang kesehatan pasien kepada orang yang tidak berhak. Perawat membatu pasien untuk memahami informasi dokter tentang rencana tindakan medik / pengobatan dengan jujur.4 Non-maleficence: Prinsip -> berkaitan dengan kewajiban perawat untuk tidak dengan sengaja menimbulkan kerugian / cidera pasien. Ad.jangan menyebabkan nyeri/ penderitaan lain.jangan membuat orang lain tidak berdaya.5 Veracity ( kejujuran ) : Kewajiban perawat untuk mengatakan suatu kebenaran. Prinsip -> Info diagnose medik diberikan oleh dokter.Jangan membunuh . -> bayi dan anak -> pasien koma -> keterbelakangan mental / kelainan kejiwaan. .7 Fidelity ( kesetiaan ) : Ini berkaitan dengan kewajiban perawat untuk selalu setia pada kesepakatan dan tanggung jawab yang telah dibuat.melakukan hal yang baik dan tidak membahayakan orang lain. Tidak bohong tidak menipu. Ad. kecuali bagi mereka yang tidak dapat melakukannya. Ad.

Diadakan revisi dalam Munas PPNI VI di Bandung tahun 2000. Bab I Perawat dan klien : 1.Tanggung jawab perawat dalam tim -> asuhan keperawatan kepada individu. . pemberi kerja .Berisi tanggung jawab Perawat terhadap .8 Justice ( keadilan ) : Berkenaan dengan kewajiban perawat untuk adil kepada semua orang . => Kebutuhan pasien klas Utama berbeda dengan kebutuhan pasien klas III. sehingga konsumen mendapatkan kepercayaan dari pelayanan keperawatan Fungsi khusus untuk : 1. Adil -> tidak memihak salah satu orang.Perawat dan teman sejawat dan perawat dengan profesi Teks Kode Etik Keperawatan Indonesia tahu 2000. Mengontrol / menentukan keputusan dalam sengketa praktik. perawat dan praktik. 2. Klien / pasien. Semua pasien harus mendapatkan pelayanan yang sama sesuai dengan kebutuhannya. termasuk dalam memberikan sanksinya. Ad. Mengatur tanggung jawab moral perawat didalam praktik. 3.disusun dan diputuskan dalam Munas I tahun 1976. Perawat dalam memberikan . perawat dan masyarakat. . Etika Profesi keperawatan disususun oleh Oragnisasi secara tertulis -> “ KODE ETIK KEPERAWATAN “ Fungsi Kode Etik : Umum : digunakan untuk mengontrol perilaku perawat dalam praktik dan dalam kehidupan berprofesi. Pedoman perawat dalam berperilaku dalam praktik dan dalam kehidupan berprofesi. oleh Oraganisasi profesi. pemerintah dan masyarakat. “ KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA “ .

Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang memebutuhkan asuhan keperawatan. on politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial warna kulit. Bab II Perawat dan Praktik 1. dan tidak terpengaruh kedudukan sosia. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.jenis kelamin. kesukuan.umur. alir .leh pertimbangan kebangsaan. 3. keunikan klien. alir kesukuan. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangakan kemampuan serta kualifikasi seseorang dalam melakukan konsultasi.klien. warna kulit. alir 2.leh pertimbangan kebangsaan. 2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia.jenis kelamin. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. adat istiadat dan kelangsungan hidupberagama dari klien.umur. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain. Bab I Perawat dan klien : 1. warna kulit. dan terpengaruh on politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai – nilai budaya. warna kulit. 3. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus menerus.umur. alir Teks Kode Etik Keperawatan Indonesia tahu 2000.jenis kelamin. kesukuan.jenis kelamin. 4. 4.umur. Bab III Perawat dan masyarakat : Perawat mengemban tugas tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan . Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukan perilaku profesional.

baik dan buruk dalam hubungan dengan orang lain. . 2.tidak boleh membedakan S A R A. pasien klas ataupun VIP. Etik merupakan studi tentang perilaku. Bab V Perawat dan Profesi : 1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya. Definisi Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah. Semuanya harus mendapat pelayanan yang optimal sesuai dengan kebutuhan pasien. kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu. tidak etis dan illegal. 3. terminologi etik dan moral adalah sama. karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang. dalam memelihar keserasian suasana lingkungan kerja maupun tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Moral mendeskripsikan perilaku aktual. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan. Etik memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu.memdukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. 2. Bab IV Perawat dan Teman sejawat : 1. Perawat berperan aktif dalam berbagai pengembangan profesi keperawatan. Justice Prinsip pemerataan. Secara umum. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujutnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

informed consent. etika lingkungan. dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas. hukum. tetapi pada dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya. TEORI ETIK a. pemberian pelayanan kesehatan Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan modern. dan euthanasia. nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat. b. Lebih lanjut. yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. dan theology. Berdasarkan uraian diatas. aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan b. menyangkut masalah biologi dan pengobatan. dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku.Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup. Pada lingkup yang lebih sempit. Nursing ethics/Etik Perawatan Bagian dari bioetik. bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment atau inovasi teknologi. Clinical ethics/Etik klinik Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama pemberian pelayanan pada klien. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan. bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri. TIPE-TIPE ETIK a. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan. dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia). Bioetik Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik. bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan. bioteknologi. sehingga etik merefleksikan sifat. pengobatan. c. Deontologi Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Utilitarian Kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal yang tidak menyenangkan. yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik. . Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik. prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain. politik. alokasi sumber-sumber. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy.

Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Otonomi (Autonomy) Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan. . f. dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya. kesetiaan. Kebaikan. atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. legal dan kemanusiaan. Informasi harus ada agar menjadi akurat. Walaupun demikian. Tidak merugikan (Nonmaleficience) Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan. Kejujuran (Veracity) Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang. Berbuat baik (Beneficience) Beneficience berarti. komprensensif. d. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri. Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral. dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. hanya melakukan sesuatu yang baik. penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang.PRINSIP-PRINSIP ETIK a. dalam situasi pelayanan kesehatan. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan. Menepati janji (Fidelity) Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. e. terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi. mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. b. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum. c.

keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. 4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karahasiaan (Confidentiality) Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan. adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien. h. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. g. warna kulit. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan. dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Perawat dan praktek 1) Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus 2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. 3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. 3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi. Kode etik keperawtan Indonesia : a. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. jenis kelamin. umur. 2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya. kesukuan. menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari. Akuntabilitas (Accountability) Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali. . b. mencegah penyakit. Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia.menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan. Perawat dan Klien 1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain 4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.

Perawat dan Profesi 1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan 2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan 3)Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi. Perawat dan masyarakat Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat. tidak etis dan ilegal. e.c. . Perawat dan teman sejawat 1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya. d. dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. 2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful