Ketrampilan Klinik Menyuntik Intramuskuler Agustus 24, 2008 oleh agungrakhmawan Menyuntik merupakan prosedur dasar yang wajib diketahui

oleh setiap dokter dan paramedis, menyuntik dapat dilakunan dengan cara, intramuskuler, subkutan, intracutan, intravena. Pada pembahasan berikut akan dibahas prosedur menyuntik Intramuskuler dan seluruh persiapan peralatan yang diperlukan serta informconsent kepada pasien. Alat dan bahan (injection kit) :
• • • • • • • •

Kran air Sabun (jika mungkin sabun cair/sabun antiseptik) Handuk bersih dan kering Sepasang sarung tangan Baki instrument Instrument basin dengan tutup Jarum suntik steril : Untuk penyuntikan IM terdiri dari :

Jarum ukuran #23 G ½ #25 G ½ (semakin besar nomor jarum ukuran lubang jarum semakin kecil) Syringe : tergantung pada volume obat yang akan diberikan, tersedia mulai ukuran 50,20,10,5,3,2,5,1 cc.
• • • • • • •

Kapas kering Kassa steril (ukuran 2×2 cm) Alkohol (70-90%) Obat injeksi (dalam bentuk vital, ampule, bubuk kering+pelarutnya) Jarum suntik Pinset sirurgis Larutan dekointaminasi, isi lar. Chloride 0,5%

” Tanyakan identitas pasien dan lakukan cross cek dengan catatan medik pasien. kolaps vena. obat. infeksi : abses. Shinta. dan cara pemberian. bapak memerlukan pengobatan dengan cara melakukan penyuntikan dibagian bokong Bapak”. “Selamat siang Pak. Pendahuluan Perkenalkan diri anda . emboli) I. Katakan pada pasien : nama obat. II. dosis. Cek data pada catatan medik pasien untuk mengidentifikasi pengobatan yang akan diberikan pada pasien ini. saya dr. saya akan melakukan penyuntikan” “Silahkan Bapak berbaring di tempat periksa”. cara pemberian.” Berikan kesempatan diskusi/kesempatan bertanya pada pasien : “ apakah ada yang Bapak ingin tanyakan lagi ?” “Jika tidak. komplikasi lain a. Lakukan Informed Consent Katakan pada pasien bahwa kita akan melakukan proses penyuntikan : “Pak. yang akan memeriksa Bapak. Persiapan 1.1 : luka. III. . Nilai apakah pada proses penyuntikan ini perlu asisten/tidak (terutama pada pasien yang tidak kooperatif). saya akan memberi obat delladryl. sebanyak 1cc dan akan terasa sakit sedikit. dan efek akibat pemberian obat : “Pak. berdasarkan hasil pemeriksaan saya.• • • Basin kidney/nierbecken Tempat jarum bekas Tempat pembuangan sampah Siapkan antidotum : adrenalin (ingat komplikasi segera dan fatal proses penyuntikan reaksi anafilaktik. dengan cara melakukan penyuntikan di bagian bokong. nama.

Lakukan pengecekan dan konfirmasi ulang pada pasien seluruh informasi yang berkaitan dengan proses penyuntikan yang akan dilakukan. Dari Vial 1. Periksa ulang volume yang sesuai yang diperlukan untuk pengobatan 10. melalui 5 tahap pencucian : telapak tangan. cara pemberian. 9. . sela jari. termasuk nama obat. tangan bagian atas. Lepaskan penutup metal pada bagian atas vial (dengan menggunakan pinset) dan letakkan pada kidney basin. 5. 3. Buang kapas alkohol kedalam instrumen basin. Lakukan pemeriksaan tekanan darah (bila belum dilakukan) 3. jenis. 8. Cuci tangan (secara simple hand washing. buku-buku) kemudian keringkan dengan handuk bersih kering atau handdrier. letakkan kedalam instrumen basin steril. dan ukuran jarum suntik yang akan digunakan untuk menyuntik. 7. Lakukan pengecekan apakah seluruh peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia.2. Lepaskan jarum dari vial. dosis. 5. Letakkan penutup jarum pada instrumen basin. Bersihkan bagian atas vial dengan kapas dan alkohol. 6. Buka jarum suntik dan jarumnya. Ambil vial dengan tangan kiri (tangan yang tidak dominan) dan ambil volume yang sesuai untuk pengobatan. sela jempol. 4. Tusuk jarum pada vial. 6. IV Pelaksanaan Penyuntikan a. Campur dengan rata obat yang terdapat pada vial. larutan dan pelarutnya. 4. 2. biarkan mengering. Ambil jarum suntik dan lepaskan penutup jarum dengan teknik satu tangan. Periksa ada tidaknya gelembung udara pada jarum suntik dan dikeluarkan gelembung udara tersebut.

Prosesdur Menyuntik 1. Ambil jarum suntik dan lepaskan penutup jarum dengan teknik satu tangan. 11. 7. Letakkan penutup jarum pada instrumen basin. 8. 10. Keluarkan gelembung udara dalam syringe. Patahkan leher ampul dengan cara sbb : 3. Ganti jarum dengan yang baru dan letakkan jarum yang telah dipergunakan sebelumnya (untuk mengambil obat dari vial) pada instrumen basin. 3. Jelaskan sekali lagi bahwa kita akan melakukan penyuntikan. Lepaskan jarum dari syringe dengan teknik satu tangan. 13. Pegang ampul dengan tangan kiri (tangan yang tidak dominan) jika memungkinkan. Secara santun konfirmasi ulang kepada pasien/bantu pasien menyingkirkan tempat ynag akan dilakukan penyuntikan. 6. 4. Masukkan jarum kedalam ampul dan ambil volume obat sesuai. Tentukan daerah penyuntikan dengan tepat. 12. 12. Cek ulang secara tepat volume obat yang diberikan. Dari Ampul 1. Untuk penyuntikan intramuskular : . 5. Arahkan jarum secara vertikal dan masukkan kedalam penutupnya. Tarik kembali jarum dari dalam ampul. b. Potong leher ampul dengan kassa steril dan patahkan dengan menekan jari jempol. 2. 2. Pastikan bahwa isi cairan obat dalam ampul terletak di bagian bawah dari leher ampul.11. Masukkan jarum pada penutupnya dengan teknik satu tangan. Periksa kembali vial atau ampul untuk mengecek label obat yang akan diberikan (untuk ketiga kalinya) dan lakukan penghitungan kembali dosis yang diperlukan. 4. V. 5. Letakkan syringe dan jarumnya pada instrument basin. Menggunakan pisau pemotong botol yang biasa dipergunakan oleh bagian farmasi. 9.

VI. Katakan pada pasien bahwa prosedur penyuntikan telah selesai. Biarkan mengering. 15. 10. Suntikkan jarum membentuk 90% pada daerah yang telah diidentifikasi untuk dilakukan penyuntikan. letakkan penutupnya pada instrument basin. untuk melihat tanda ada tidaknya efek samping yang ditimbulkan. 9. Identifikasi daerah penyuntikan secara anatomis dengan tangan kiri (tangan yang tidak dominan). Lakukan aspirasi dengan cara menarik pendorong jarum suntik (plunger). usap dan lakukan massage (jika diperlukan) pada area penyuntikan dengan kapas alkohol.6. 16. Setelah Penyuntikan . 14. bersihkan dan lakukan penekanan dengan gentle daerah penyuntikan dengan kapas dan alkohol. 11. 8. Jika darah mengisi syringe. 7. Yakin bahwa ujung jarum tidak mengenai pembuluh darah dengan melakukan prosedur sbb : 13. Evaluasi keadaan pasien selama beberapa saat. Biarkan pasien kembali kebangku periksa. Lepaskan penutup jarum. Observasi : Jika darah keluar dari tempat penyuntikan. Jika terdapat darah pada syringe maka dapat dilanjutkan prosedur berikutnya. 12. lakukan langkah berikutnya. Jika tidak. 17. Lakukan peregangan pada area tersebut dengan gentle. Bersihkan area tersebut dengan kapas dan alkohol. Dampingi dan bantu pasien untuk mengenakan kembali pakaiannya. Kemudian lakukan aspirasi kembali (tarik kembali plunge). atur kembali kedalaman invasi jarum. Tarik jarum suntik kembali keluar dengan cepat. Dorong plunge secara perlahan untuk mengalirkan seluruh obat dalam syringe.

Persilahkan pasien kembali ke meja periksa. Isi jarum suntik bekas pakai dengan lar. glove to glove. Rendam kedua tangan kedalam lar. b.5% dan potong jarum. kemudian lepaskan kedua sarung tangan dengan cara skin to skin. Cuci tangan. 5. 4. 3. d. c. Chloride 0. kassa steril) kedalam lar. Isi tanggal dan waktu pengobatan.5% selama beberapa menit.1. untuk melengkapi data pada catatan medik pasien a. masukkan kedalam tempat jarum bekas. Chloride 0. Masukkan peralatan lainnya (termasuk kapas. Chloride 0. Nama dan tanda tangan dokter. Dosis dan cara penyuntikan. .5%. Keringkan dengan handuk. Respons khusus yang mungkin timbul pada pasien setelah dilakukan penyuntikan. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful