P. 1
PARTISIPASI MASYARAKAT

PARTISIPASI MASYARAKAT

|Views: 440|Likes:
Published by ajibrew

More info:

Published by: ajibrew on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

PARTISIPASI MASYARAKAT A.

Definisi Partisipasi Keith Davis menyatakan bahwa partisipasi merupakan keterlibatan mental, pikiran dan emosi atau perasaan seseorang didalam situasi kelompok yang mendorong untuk memberikan sumbangan kedalam kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta bertanggungjawab terhadap usaha yang telah dilakukan. Menurut Margono Slamet (1985:75) Adalah peran serta dalam pembangunan, ikut dalam kegiatan-kegiatan, dan ikut serta dalam memanfaatkan hasil serta menikmati hasil-hasil pembangunan yang nyata. Menurut Mubyarto (1985,35), adalah kesediaan untuk membantu berhasilnya setiap program sesuai kemampuan setiap orang tanpa berarti mengorbankan kepentingan diri sendiri. Partisipasi (Sastropoetro;1995) adalah keikutsertaan, peransert atau keterlibatan yang berkitan dengan keadaaan lahiriahnya Participation becomes, then, people¶s involvement in reflection and action, a process of empowerment and active involvement in decision making throughout a programme, and access and control over resources and institutions (Cristóvão, 1990). Menurut Awang (1999), partisipasi adalah keterlibatan aktif dan bermakna dari massa penduduk pada tingkatan berbeda seperti : a)Di dalam pembentukan keputusan untuk menentukan tujuan-tujuan tersebut b)Pelaksanaan program-program dan proyek-proyek secara sukarela dan pembagian yang merata, dan c)Pemanfaatan hasil-hasil dari suatu program atau suatu proyek. Dari beberapa definisi diatas, dapat dibuat kesimpulan bahwa partisipasi adalah keterlibatan aktif dari seseorang, atau sekelompok orang (masyarakat) secara sadar untuk berkontribusi secara sukarela dalam program pembangunan dan terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai pada tahap evaluasi. B. Bentuk ± Bentuk Partisipasi Menurut Holil Soelaiman, 1985, bentuk ± bentuk partisipasi sosial digolongkan ke dalam : a. Partisipasi langsung dalam kegiatan bersama secara fisik dan tatap muka.

b. Partisipasi dalam bentuk iuran uang atau barang dalam kegiatan partisipatori, dana dan sarana sebaiknya datang dari dalam masyarakat sendiri kalaupun terpaksa diperlukan dari luar hanya bersifat sementara dan sebagai umpan. c. Partisipasi dalam bentuk dukungan.

Menurut Taliziduhu Ndraha (1987 : 103-104) : 1.d. Informasi yang disampaikan hanya untuk orang-orang luar yang profesional. Orang dari luar mendefinisikan masalah-masalah dan proses pengumpulan informasi. Mungkin petani menyediakan lahan dan tenaga. khususnya mengurangi biaya. 5. tetapi mereka dilibatkan dalam proses percobaan-percobaan dan pembelajaran. Partisipasi dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan Partisipasi dalam pelaksanaan operasional pembangunan Partisipasi dalam menerima. organisasi kerja. misalnya tenaga kerja. Partisipasi dalam kontak dengan pihak lain sebagai titik awal perubahan sosial. Partisipasi dalam menilai pembangunan yaitu keterlibatan warga masyarakat dalam menilai pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana dan sejauhmana kebutuhan masyarakat. 4. baik dalam arti menerima. dukungan pangan. Partisipasi representatif dengan memberikan kepercayaan dan mandat kepada wakil-wakil yang duduk dalam organisasi atau panitia. dan pandanganpandangan rakyat tidak dipertimbangkan oleh orang luar. Proses konsultasi tersebut tidak ada pembagian dalam pengambilan keputusan. 3. 3) Partisipasi Melalui Konsultasi (Partisipation by Consultation) Partisipasi rakyat dengan berkonsultasi atau menjawab pertanyaan. informasi dari administrator tanpa mau mendengar respon dari rakyat tentang keputusan atau informasi tersebut. 2. Partisipasi dalam menyerap atau memberikan tanggapan terhadap informasi. 5) Partisipasi Fungsional (Functional Participation) Partisipasi dilihat dari lembaga eksternal sebagai suatu tujuan akhir untuk mencapai target proyek. pendapatan atau insentif material lainnya. memelihara dan mengembangkan hasil pembangunan 6. Partisipasi dalam proses pengambilan keputusan e. 2)Partisipasi Pasif (Passive Partisipation) Partisipasi rakyat dilihat dari apa yang telah diputuskan atau apa yang telah terjadi. Partisipasi Menurut (Hobley. 4) Partisipasi Untuk Insentif (Partisipation for Material Incentives) Partisipasi rakyat melalui dukungan berupa sumber daya. dan atau kelompok-kelompok. dan mengawasi analisa. Kelemahan dari model partisipasi ini adalah apabila insentif habis maka teknologi yang digunakan dalam program juga tidak akan berlanjut.1996) antara lain : 1) Partisipasi Manipulasi (Manipulative Participation) Karakteristik dari model partisipasi ini adalah keanggotaan bersifat keterwakilan pada suatu komisi kerja. Rakyat . Jadi tidak berbasis pada partisipasi individu. menerima dengan syarat atau menolaknya.

2007: 21. Keterlibatan seperti itu mungkin cukup menarik. tetapi cenderung keputusan tersebut diambil setelah keputusan utama ditetapkan oleh orang luar desa atau dari luar komunitas rakyat desa yang bersangkutan. Hal ini dapat dikembangkan jika pemerintah dan LSM menyiapkan satu kerangka pemikiran untuk mendukung suatu kegiatan. 1980: 81 &menyumbang harta benda. 2002: 43 &memperlancar usaha-usaha bagi pencapaian kebutuhan Holil. pendapat atau buah pikiran Simanjutak. 2007: 21. tetapi melibatkan multi-disiplin metodologi dan ada proses belajar terstruktur. tidak hanya berarti satu cara untuk mencapai target proyek saja. 2007: 21 &Partisipasi buah pikiran adalah partisipasi berupa Pasaribu dansumbangan berupa ide. tetapi juga mengawasi bagaimana sumber daya tersebut digunakan. (Hamijoyo. biasanya berupa alat-alat kerja Pasaribu danatau perkakas.Partisipasi uang adalah bentuk partisipasi untuk Chapin. 1980: 81) masyarakat yang memerlukan bantuan. Partisipasi dilihat sebagai suatu hak. Dengan maksud agar orang tersebut dapat melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan sosialnya. 2007: 21 &Partisipasi tenaga adalah partisipasi yang diberikan dalam Pasaribu danbentuk tenaga untuk pelaksanaan usaha-usaha yang dapat Simanjutak. 2005: 11) menunjang keberhasilan suatu program. baik untuk menyusun program maupun untuk memperlancar pelaksanaan program dan juga untuk mewujudkannya dengan memberikan pengalaman dan pengetahuan guna mengembangkan kegiatan yang diikutinya. Masyarakat mengembangkan hubungan dengan lembaga eksternal untuk advis mengenai sumber daya dan teknik yang mereka perlukan. sehingga kelompok tersebut memiliki kekuasaan untuk menjaga potensi yang ada di lingkungannya. Simanjutak. 6) Partisipasi interaktif (Interactive Participation) Partisipasi rakyat dalam analisis bersama mengenai pengembangan perencanaan aksi dan pembentukan atau penekanan lembaga lokal. Pengambilan keputusan bersifat lokal oleh kelompok dan kelompok menentukan bagaimana ketersediaan sumber daya yang digunakan. (Hamijoyo. 2005: 11) masyarakat lain yang membutuhkannya. 2005: 11) (Hamijoyo. . 7) Partisipasi inisiatif (Self-Mobilisation)Partisipasi rakyat melalui pengambilan inisiatif secara indenpenden dari lembaga luar untuk melakukan perubahan sistem. dan mereka juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.Partisipasi harta benda adalah partisipasi dalam bentuk Holil. Pemikiran Tentang Bentuk Partisipasi Nama Pakar Pemikiran Tentang Bentuk Partisipasi (Hamijoyo.mungkin berpartisipasi melalui pembentukan kelompok untuk menentukan tujuan yang terkait dengan proyek. yaitu memberikan dorongan Pasaribu danmelalui keterampilan yang dimilikinya kepada anggota Simanjutak. 2005: 11) konstruktif. (Hamijoyo. 2007: 21 &Partisipasi keterampilan.

2007: 21 &Partisipasi sosial. 1980: 81) Masyarakat terlibat dalam setiap diskusi/forum dalam rangka untuk mengambil keputusan yang terkait dengan kepentingan bersama. bukan hanya karena keterlibatan mereka yang begitu esensial dalam meraih komitmen. setiap program pembangunan masyarakat (termasuk pemanfaatan sumber daya lokal dan alokasi anggarannya) selalu ditetapkan sendiri oleh pemerintah pusat. Tahap partisipasi dalam perencanaan kegiatan Slamet (1993) membedakan ada tingkatan partisipasi yaitu : partisipasi dalam tahap perencanaan. (Chapin. sistem perencanaan harus didesain sesuai dengan respon masyarakat. C. 2). Tahap partisipasi dalam pengambilan keputusan Pada umumnya. lapisan yang ada di atasnya (yang umumnya terdiri atas orang kaya) yang lebih . maksud dan target. (Chapin. Holil. peranan masyarakat sendirilah akhirnya yang mau membuat pilihan akhir sebab mereka yang akan menanggung kehidupan mereka. 1993). tetapi karena masyarakatlah yang mempunyai informasi yang relevan yang tidak dapat dijangkau perencanaan teknis atasan (Slamet. 2001). Simanjutak. Karena itu. 2002: 43 &Partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Partisipasi dalam tahap perencanaan merupakan tahapan yang paling tinggi tingkatannya diukur dari derajat keterlibatannya. Tahap ± Tahap Partisipasi Tahap-Tahap Partisipasi Uraian dari masing-masing tahapan partisipasi adalah sebagai berikut : 1). Oleh sebab itu. 2002: 43 &Partisipasi representatif. partisipasi dalam tahap pemanfaatan. Misalnya arisan. Salah satu metodologi perencanaan pembangunan yang baru adalah mengakui adanya kemampuan yang berbeda dari setiap kelompok masyarakat dalam mengontrol dan ketergantungan mereka terhadap sumber-sumber yang dapat diraih di dalam sistem lingkungannya. seringkali diartikan sebagai partisipasi masyarakat banyak (yang umumnya lebih miskin) untuk secara sukarela menyumbangkan tenaganya di dalam kegiatan pembangunan. Pengetahuan para perencana teknis yang berasal dari atas umumnya amat mendalam. 2005: 11) menghadiri kematian. Dalam tahap perencanaan. Di lain pihak. yang dalam hal ini lebih mencerminkan sifat kebutuhan kelompok-kelompok elit yang berkuasa dan kurang mencerminkan keinginan dan kebutuhan masyarakat banyak. orang sekaligus diajak turut membuat keputusan yang mencakup merumusan tujuan. 1980: 81) cara memberikan kepercayaan/mandat kepada wakilnya yang duduk dalam organisasi atau panitia. dan lainnya dan dapat juga sumbangan perhatian atau tanda kedekatan dalam rangka memotivasi orang lain untuk berpartisipasi. Tahap partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan Partisipasi masyarakat dalam pembangunan. 3). partisipasi masyarakat dalam pembangunan perlu ditumbuhkan melalui dibukanya forum yang memungkinkan masyarakat banyak berpartisipasi langsung di dalam proses pengambilan keputusan tentang program-program pembangunan di wilayah setempat atau di tingkat lokal (Mardikanto. Partisipasi jenis ini diberikan oleh Pasaribu danpartisipan sebagai tanda paguyuban. Partisipasi yang dilakukan dengan Holil. partisipasi dalam tahap pelaksanaan.(Hamijoyo. Oleh karena keadaan ini.

partisipasi masyarakat mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan perkembangan kegiatan serta perilaku aparat pembangunan sangat diperlukan (Mardikanto. 2. Misalnya saja faktor usia. Dalam hal ini. pemanfaaatan hasil pembangunan akan merangsang kemauan dan kesukarelaan masyarakat untuk selalu berpartisipasi dalam setiap program pembangunan yang akan datang (Mardikanto. pendidikan. dan atau beragam bentuk korbanan lainnya yang sepadan dengan manfaat yang akan diterima oleh warga yang bersangkutan (Mardikanto.pengawasan yang berlebih dari pemerintah. pekerjaan dan penghasilan. . tetapi juga diperlukan untuk memperoleh umpan balik tentang masalah-masalah dan kendala yang muncul dalam pelaksanaan pembangunan yang bersangkutan. Salah konsep tentang partisipasi di kalangan masyarakat Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program. Tahap partisipasi dalam pemanfaatan hasil kegiatan Partisipasi dalam pemanfaatan hasil pembangunan. 7. D. 1. Tahap partisipasi dalam pemantauan dan evaluasi kegiatan Kegiatan pemantauan dan evaluasi program dan proyek pembangunan sangat diperlukan. 2001). laki-laki terhadap perempuan. 4. 2001). 4). Karena itu. Pengarahan. partisipasi masyarakat dalam tahap pelaksanaan pembangunan harus diartikan sebagai pemerataan sumbangan masyarakat dalam bentuk tenaga kerja. tidak dituntut sumbangannya secara proposional. 2001). 5). Sikap sosial yang telah terbentuk dan membudaya. Struktur pranata sosial yang berlapis-lapis. Sebab tujuan pembangunan adalah untuk memperbaiki mutu hidup masyarakat banyak sehingga pemerataan hasil pembangunan merupakan tujuan utama. 3.orang tua terhadap anak. feodalisme dan sebagainya. Sikap ketergantungan dan kepasrahan sebelum berusaha. 5. Bukan saja agar tujuannya dapat dicapai seperti yang diharapkan. seperti paternalistic.banyak memperoleh manfaat dari hasil pembangunan. Dominasi suami terhadap istri. Jurang sosial yang besar. sifat faktor-faktor tersebut dapat mendukung suatu keberhasilan program namun ada juga yang sifatnya dapat menghambat keberhasilan program. merupakan unsur terpenting yang sering terlupakan. terbatasnya harta benda. Di samping itu. pembinaan. 6. Faktor ± Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Berikut ini adalah sebagian faktor yang dapat menjadi hambatan yang potensial bagi pelaksanaan partisipasi sosial. uang tunai.

Lamanya tinggal Lamanya seseorang tinggal dalam lingkungan tertentu dan pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan tersebut akan berpengaruh pada partisipasi seseorang. 1967: 130) mengatakan partisipasi yang tumbuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Pengertiannya bahwa untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan. 4. Tanggungjawab sosial dan komitmen masyarakat. 1. Pendidikan dianggap dapat mempengaruhi sikap hidup seseorang terhadap lingkungannya. . 5. unsur-unsur dasar partisipasi sosial yang juga dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah: Kepercayaan diri masyarakat. Jenis kelamin Nilai yang cukup lama dominan dalam kultur berbagai bangsa mengatakan bahwa pada dasarnya tempat perempuan adalah ³di dapur´ yang berarti bahwa dalam banyak masyarakat peranan perempuan yang terutama adalah mengurus rumah tangga. akan tetapi semakin lama nilai peran perempuan tersebut telah bergeser dengan adanya gerakan emansipasi dan pendidikan perempuan yang semakin baik. yaitu: 1. Pekerjaan dan penghasilan Hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena pekerjaan seseorang akan menentukan berapa penghasilan yang akan diperolehnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang dalam berpartisipasi. Kemauan dan kemampuan untuk mengubah atau memperbaiki keadaan dan membangun atas kekuatan sendiri. Semakin lama ia tinggal dalam lingkungan tertentu. Mereka dari kelompok usia menengah ke atas dengan keterikatan moral kepada nilai dan norma masyarakat yang lebih mantap. maka rasa memiliki terhadap lingkungan cenderung lebih terlihat dalam partisipasinya yang besar dalam setiap kegiatan lingkungan tersebut. Usia Faktor usia merupakan faktor yang mempengaruhi sikap seseorang terhadap kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang ada. Pendidikan Dikatakan sebagai salah satu syarat mutlak untuk berpartisipasi. suatu sikap yang diperlukan bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat. Solidaritas dan integritas sosial masyarakat. harus didukung oleh suasana yang mapan perekonomian.Angell (dalam Ross. Sedangkan menurut Holil (1980: 9-10). Pekerjaan dan penghasilan yang baik dan mencukupi kebutuhan sehari-hari dapat mendorong seseorang untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. 3. cenderung lebih banyak yang berpartisipasi daripada mereka yang dari kelompok usia lainnya.

Partisipasi tertekan oleh kebiasaan. budaya yang memungkinkan dan mendorong timbul dan berkembangnya prakarsa. atau peranserta yang dilakukan untuk mematuhi kebiasaan. yaitu: 1. dalam pengertian bukan kepentingan umum yang semu karena penunggangan oleh kepentingan perseorangan atau sebagian kecil dari masyarakat. Musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan. 4. meskipun yang bersangkutan tetap memiliki kebebasan penuh untuk berpartisipasi. antara warga masyarakat dengan pimpinannya serta antara sistem sosial di dalam masyarakat dengan sistem di luarnya. ekonomi. setidak-tidaknya umum dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan. keputusan rasional dan efisiensi usaha. dan keyakinannya sendiri. politik dan budaya. perseorangan atau kelompok. 1. yaitu peranserta yang tumbuh karena motivasi intrinsik berupa pemahaman. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program juga dapat berasal dari unsur luar/lingkungan. 3. 4. 2). 1. Iklim sosial. 3. 2. Kebebasan untuk berprakarsa dan berkreasi. yaitu peranserta yang tumbuh karena adanya tekanan yang dirasakan sebagaimana layaknya warga masyarakat pada umumnya. Menurut Holil (1980: 10) ada 4 poin yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat yang berasal dari luar/lingkungan. Komunikasi yang intensif antara sesama warga masyarakat. gagasan.Prakarsa masyarakat atau prakarsa perseorangan yang diterima dan diakui sebagai/menjadi milik masyarakat. Kepentingan umum murni. baik dalam kehidupan keluarga. atau norma yang dianut oleh masyarakat setempat. Keadaan lingkungan serta proses dan struktur sosial. nilai-nilai. yaitu peranserta yang tumbuh karena terinduksi oleh adanya motivasi ekstrinsik (berupa bujukan. Kesempatan untuk berpartisipasi. kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umum masyarakat. Tingkat Kesukarelaan Partisipasi Dusseldorp (1981) membedakan adanya beberapa jenjang kesukarelaan sebagai berikut : 1). . pergaulan. sistem nilai dan norma-norma yang memungkinkan dan mendorong terjadinya partisipasi sosial. penghayatan. Partisipasi spontan. 3). Lingkungan di dalam keluarga masyarakat atau lingkungan politik. Jika tidak berperanserta. permainan. dorongan) dari luar. Partisipasi terinduksi. khawatir akan tersisih atau dikucilkan masyarakatnya. 2. sekolah maupun masyarakat dan bangsa yang menguntungkan bagi serta mendorong tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat. pengaruh. Organisasi. Kepekaan dan ketanggapan masyarakat terhadap masalah. sosial.

com . yaitu peranserta yang dilakukan karena takut akan kehilangan status sosial atau menderita kerugian/tidak memperoleh bagian manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan.4). yaitu peranserta yang dilakukan karena takut menerima hukuman dari peraturan/ketentuan-ketentuan yang sudah diberlakukan Sumber : Tugas Mata Kuliah Partisipasi Masyarakat semester V STKS Bandung & google. Partisipasi tertekan oleh peraturan. Partisipasi tertekan oleh alasan sosial-ekonomi. 5).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->