P. 1
SKRIPSI BAB I-V

SKRIPSI BAB I-V

|Views: 7,429|Likes:
Published by Pocong Tampan

More info:

Published by: Pocong Tampan on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

Dengan dilaksanakannya restrukturisasi, maka struktur organisasi

Departemen Luar Negeri pun berubah. Departemen Luar Negeri yang sekarang

terdiri dari Sekretariat Jenderal (Sekjen) dan Insepektorat Jenderal (Irjen).

Berdasarkan Keputusan Menteri Luar Negeri RI Nomor SK.053/OT/II/2002/01

Tahun 2002, ditetapkan Susunan Organisasi Departemen Luar Negeri sebagai

berikut :

Menteri Luar Negeri RI, membawahi :

Staf Ahli:

Unit Pengendalian Krisis:

Inspektorat Jenderal:

Sekretariat Jenderal;

Badan Pengkajian Pengembangan Kebijakan;

Perwakilan RI.

Sekretariat Jenderal terdiri dari :

Biro Administrasi Menteri;

Biro Perencanaan dan Organisasi;

53

Biro Kepegawaian;

Biro Keuangan;

Biro Hukum;

Biro Tata Usaha dan Perlengkapan;

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai;

Pusat Komunikasi.

Dalam hal ini, Kepala Biro Administrasi Menteri sekaligus merangkap

sebagai Juru Bicara Departemen Luar Negeri.

II.

Sedangkan Inspektorat Jenderal dituangkan dalam empat wilayah, yaitu :

Inspektorat Wilayah I

Inspektorat Wilayah II

Inspektorat Wilayah III

Inspektorat Wilayah IV

Persoalan difokuskan pada masalah bilateral, regional, dan multilateral.

Bidang bilateral terdiri dari :

Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, yang diperkuat dengan lima

direktorat, yaitu:

Direktorat Asia Timur dan Pasifik;

Direktorat Asia Selatan dan Tengah;

Direktorat Afrika;

Direktorat Timur Tengah;

Direktorat Kerjasama Intra Kawasan.

Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa, juga terdiri dari lima Direktorat, yaitu :

54

Direktorat Amerika Utara dan Tengah;

Direktorat Amerika Selatan;

Direktorat Eropa Barat;

Direktorat Eropa Tengah dan Timur;

Direktorat Kerjasama Intra Kawasan.

Bidang regional terdiri dari:

Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, yang terdiri dari empat Direktorat :

Direktorat Politik Keamanan ASEAN;

Direktorat Kerjasama Ekonomi ASEAN;

Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN;

Direktorat Mitra Wicara dan Antar Kawasan.

Bidang multilateral terdiri dari:

Direktorat Jenderal Multilateral Politik, Sosial, dan Keamanan, terdiri dari empat

Direktorat, yaitu:

Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata;

Direktorat Politik Khusus;

Direktorat HAM, Kemanusiaan, dan Sosial Budaya;

Direktorat Organisasi Internasional Antar Pemerintah Non PBB dan Organisasi

Internasional Non Pemerintah.

Direktorat Jenderal Multilateral Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, yang

juga terdiri dari empat Direktorat:

Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup PBB;

Direktorat Perdagangan dan Perindustrian Multilateral;

55

Direktorat Komoditi dan Standarisasi;

Direktorat Kerjasama Ekonomi, dan Pembangunan Non PBB.

Lalu Direktorat Jenderal Informasi, Diplomasi Publik, Perjanjian

Internasional, terdiri dari lima Direktorat, yaitu :

Direktorat Informasi dan Media;

Direktorat Diplomasi Publik;

Direktorat Keamanan Diplomatik;

Direktorat Perjanjian Politik Keamanan dan Kewilayahan;

Direktorat Perjanjian Ekonomi dan Sosial Budaya.

Juga Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, yang diperkuat oleh empat

Direktorat, yaitu :

Direktorat Protokol;

Direktorat Konsuler;

Direktorat Fasilitas Diplomatik;

Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum

Indonesia.

Seluruh struktur itu diperkuat oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan

Kebijakan, yang terdiri dari :

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan

Afrika;

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa;

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan pada Organisasi Internasional.

56

Perwakilan RI

Gambar 3.1

57

3.2 Tinjauan Tentang Biro Administrasi Menteri

Biro administrasi Menteri merupakan salah satu struktur baru yang

terbentuk setelah diadakannya restrukturisasi Departemen Luar Negeri

pada akhir tahun 2001. Biro Administrasi Menteri merupakan salah satu

struktur yang kegiatannya sangat dekat dengan kegiatan Pimpinan

Departemen, yaitu Menteri Luar Negeri.

Pengangkatan dan pelantikan Kepala Biro Administrasi Menteri

sekaligus merangkap sebagai Juru Bicara Departemen Luar Negeri, baru

dilaksanakan secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda pada hari

Jum’at 1 Maret 2002.

Biro Administrasi Menteri dapat dikatakan sebagai terminal komunikasi

Departemen Luar Negeri, di mana segala atau seluruh kawat, facsimile, nota,

dari seluruh perwakilan RI di luar negeri, seluruh direktorat yang berada di

Jakarta, yang ditujukan pada Menteri Luar Negeri, ditangani oleh Biro

Administrasi Menteri tersebut. Kepala Biro Administrasi Menteri mensortir

mana yang patut untuk diberikan dan menjadi perhatian Menteri Luar Negeri dan

mana yang tidak. Mana yang klasifikasinya UDK (untuk diketahui), yaitu hanya

untuk dijadikan informasi saja, dan mana yang untuk didisposisikan oleh Menteri

Luar Negeri.

Maka sebagai Kepala Biro Administrasi Menteri, harus mengetahui arus

komunikasi yang masuk dan keluar dari Departemen Luar Negeri. Mulai dari

58

bidang politik, keamanan, ekonomi, diplomasi publik, perjanjian politik dan

internasional, sosial budaya, dan lain-lain. Pada intinya Kepala Biro

Administrasi Menteri merupakan filter dari Menteri Luar Negeri, dimana ia

harus menyeleksi hal-hal yang penting, yang patut menjadi perhatian, serta

menyampaikan instruksi-instruksi Menteri kepada jajaran pimpinan Departemen

Luar Negeri lainnya.

3.2.1 Tugas dan Fungsi Biro Administrasi Menteri

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->