P. 1
SKRIPSI BAB I-V

SKRIPSI BAB I-V

|Views: 7,406|Likes:
Published by Pocong Tampan

More info:

Published by: Pocong Tampan on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

Biro Administrasi Menteri terdiri dari:

Bagian Penyajian Masalah Politik, Sosial, dan Keamanan, terdiri dari :

Subbagian Asia Pasifik dan Afrika;

Subbagian Amerika dan Eropa;

Subbagian Organisasi Regional;

Subbagian Organisasi Multilateral.

Bagian Penyajian Masalah Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, terdiri dari :

Subbagian Asia Pasifik dan Afrika;

Subbagian Amerika dan Eropa;

Subbagian Organisasi Regional;

Subbagian Organisasi Multilateral.

Bagian Informasi dan Media Massa, terdiri dari :

Subbagian Penterjemah dan Penerjemahan;

Subbagian Media Cetak;

Subbagian Media Elektronik.

Bagian Umum, terdiri dari :

Subbagian Protokol;

Subbagian Keamanan dan Rumah Tangga Menteri;

60

Subbagian Pelayanan Staf Ahli Menteri;

Subbagian Tata Usaha Biro.

Bagian Penyajian Masalah Politik, Sosial, dan Keamanan mempunyai

tugas melaksanakan dan menyelenggarakan fungsi penghimpunan dan penyajian

(naskah mengenai) soal-soal politik, sosial, dan keamanan serta soal-soal hukum

dan budaya di wilayah Asia Pasifik dan Afrika, Amerika dan Eropa, organisasi

regional, dan organisasi multilateral.

Bagian Penyajian Masalah Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan

mempunyai tugas melaksanakan dan menyelenggarakan fungsi penghimpunan

dan penyajian naskah yang berhubungan dengan soal-soal ekonomi, keuangan,

dan pembangunan di wilayah Asia Pasifik dan Afrika, Amerika dan Eropa,

organisasi regional, dan organisasi multilateral.

Bagian Informasi dan Media Massa mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan perumusan mengenai informasi dan media massa, serta

menyelenggarakan fungsi pelaksanaan penerjemahan, pelaksanaan pemberian

informasi kepada media massa, serta pelaksanaan pemantauan berita cetak dan

elektronik.

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan protokol,

keamanan dan rumah tangga Menteri, pelayanan Staf Ahli, serta urusan

pelayanan administrasi Biro dan Staf Ahli. Adapun fungsi dari Bagian Umum

adalah menyelenggarakan pelayanan keprotokolan Menteri, pengurusan

keamanan dan rumah tangga Menteri, Pelayanan administrasi staf Ahli Menteri

dan pelayanan tata usaha Biro.

61

3.3 Tinjauan Tentang Juru Bicara Departemen Luar Negeri

Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI adalah seseorang yang berbicara

atas nama Menteri Luar Negeri atau Departemen Luar Negeri. Juru Bicara

Departemen Luar Negeri telah ditunjuk oleh pimpinan Departemen (Menteri

Luar Negeri) untuk berbicara kepada publik dan masyarakat luas, yaitu termasuk

baik kepada masyarakat diplomatik maupun masyarakat pers.

Issu mengenai Juru Bicara kembali diangkat ketika diadakan acara

Foreign Policy Breakfast yang pertama, pada tanggal 16 Januari 2002 di Gedung

Pancasila, Departemen Luar Negeri. Pada Foreign Policy Breakfast yang

pertama ini, diundang para tokoh media massa. Beberapa masukan dari diskusi

ini ditindaklanjuti, diantaranya penunjukkan seorang Juru Bicara Departemen

Luar Negeri beserta perangkatnya, penyelenggaraan Press Briefing mingguan

yang dilakukan secara rutin, serta perbaikan pelayanan informasi kepada media

massa.

Juru Bicara merupakan jabatan baru yang dikomplikasikan dengan

Kepala Biro Administrasi Menteri, yang secara resmi dan struktural diangkat

Departemen Luar Negeri pada awal tahun 2002 bersamaan dengan pengangkatan

atau pelantikan sebagian dari pejabat Departemen Luar Negeri lainnya, setelah

diadakannya restrukturisasi pada akhir tahun 2001. Sebelumnya, jabatan atau

minimal sebutan ‘Juru Bicara’ setidaknya pernah dilekatkan kepada diplomat

senior seperti mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, Mantan Duta Besar Nana

Sutresna dan Irawan Abidin, namun pengangkatan Juru Bicara secara resmi dan

struktural baru dilakukan sekarang.

62

Memang sebelumnya tidak ada yang secara struktur disebut sebagai Juru

Bicara. Dalam struktur Departemen Luar Negeri yang lama, yang ada adalah

Direktur Penerangan. Yang membedakan diantara kedua tersebut adalah selain

istilahnya lebih tegas sebagai spoksman, yaitu Juru Bicara, juga dalam struktuk

Departemen Luar Negeri yang baru ini Juru Bicara dikombinasikan dengan tugas

Kepala Biro Administrasi Menteri, yang mana Biro Administrasi Menteri ini

juga merupakan struktur baru di Departemen Luar Negeri.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan agar salah satu kendala yang

dihadapi Departemen Luar Negeri di masa lalu, yaitu bahwa Direktur

Penerangan karena secara struktural jauh dari kegiatan Menteri jadi sukar untuk

menterjemahkan dan menyampaikan pandangan-pandangan Departemen Luar

Negeri dengan sebaik mungkin, karena kegiatan Direktorat Penerangan tidak

bisa mengikuti pemikiran-pemikiran dan kegiatan-kegiatan Menteri Luar Negeri

secara dekat.

Jadi dengan adanya struktur yang disatukannya Juru Bicara dengan

jabatan Kepala Biro Administrasi Menteri ini, maksudnya adalah supaya tidak

ada kesenjangan, dan supaya adanya pemahaman yang lebih mendalam dengan

apa yang menjadi perhatian dari Menteri Luar Negeri dan Departemen Luar

Negeri.

Sebelum menetapkan Juru Bicara, Departemen Luar Negeri melakukan

perbandingan terlebih dahulu dengan Departemen Luar Negeri lainnya atau di

negara lain, bagaimana mereka melakukannya dan pengalaman-pengalaman

negara tersebut. Ideal yang bisa dilihat sehari-hari adalah seperti di State

63

Department Amerika Serikat, karena sudah sangat mapan, seperti fungsi Juru

Bicaranya. Dengan melihat perbandingan itu, jelas masih sangat banyak yang

harus dilakukan Departemen Luar Negeri. Tetapi paling tidak Departemen Luar

Negeri sudah memulai pada perbaikan.

Bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya, misalnya di ASEAN,

yaitu Kementerian Luar Negeri Singapore dan Thailand, seandainya ada Juru

Bicara tidak dipersonifikasikan. Jadi hanya kantornya yang ada, yaitu kantor

penerangan (Penerangan Departemen Luar Negeri), tetapi tidak ada yang

bertanggungjawab sebagai Juru Bicara.

Setelah berjalan hampir satu tahun, Juru Bicara Departemen Luar Negeri

kini menjadi pintu utama informasi terkini dari Indonesia. Marty Natalegawa,

sebagai Juru Bicara Departemen Luar Negeri kini, menjadi orang yang diburu

wartawan tiap kali ada peristiwa tak mengenakkan yang dialami orang atau

warga Indonesia di luar negeri, juga kejadian-kejadian di Indonesia yang

menyangkut dengan hubungan dan politik luar negeri, termasuk terorisme,

terutama mengenai peristiwa Bom Bali.

Untuk Departemen Luar Negeri sendiri, dibentuknya lembaga Juru

Bicara merupakan bagian dari upaya pembenahan diri, baik dari aspek struktural

dan sikap. Mencoba agar psan-pesan dan langkah-langkah, juga kebijakan-

kebijakan Departemen Luar Negeri di upayakan dapat dipahami masyarakat luas.

Pesan tersebut bukan hanya informasi untuk ke luar ke masyarakat, baik

masyarakat nasional maupun internasional, tapi juga masukan dan kritik dari

64

masyarakat. Dengan adanya jabatan Juru Bicara, jika ada kritik pasti akan

diarahkan kepada yang bersangkutan.

3.3.1 Peranan dan Fungsi Juru Bicara Departemen Luar Negeri

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->