P. 1
MENGANALISIS PASAR KONSUMEN

MENGANALISIS PASAR KONSUMEN

|Views: 2,096|Likes:
Published by megathink26

More info:

Published by: megathink26 on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

MENGANALISIS PASAR KONSUMEN DAN PRILAKU PEMBELIAN 1

Oleh : M. Husen Aziz (08510017)
2

Pemasaran mempunyai sebuah tujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan sasaran, untuk itu pemasar harus mengetahui karakteristik dan hal-hal yang dinutuhkan oleh konsumen.
Model Prilaku Konsumen Untuk mengetahui model prilaku konsumen Phillip Kotler dalam Buku “Manajemen Pemasaran” setidaknya kita bisa menggunakan kerangka 7o, yakni : Siapa yang membentuk pasar ? Oocupants (penghuni) Apa yang dibeli pasar ? Object (Objek) Mengapa Pasar Membeli ? Objectives (Tujuan) Siapa yang berpartisipasi dalam pembelian ? Organizations (Organisasi) Bagaiman pasar membeli ? Operations (operasi) Kapan pasar membeli ? Occasions (Peristiwa) Dimana Pasar membeli ? Outlets (Kios) Setelah kta menganalisis model prilaku konsumen menurut Phillip kotler di atas, selanjutnya kita analsis juga factor-faktor yang mempengaruhi pembelian. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian 1. Budaya a) Budaya, adalah penentu keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Contoh orang kota yang ingin membeli alat elektronik seperti HP karena kultur yang terbangun mengharuskan dia untuk membeli HP, beda dengan orang pedalaman. b) Sub-Kultur, terdiri dari bagian-bagian budaya, seperti bangsa, agama, ras, dll c) Kelas Sosial, contoh Orang kaya akan membeli kebutuhan yang bebeda dengan orang miskin. 2. Factor social a) Kelompok Acuan, setiap mansuia mememiliki kelompok yang dijadikan acuannya, kelompokkelompok tersebut mempengaruhi perilaku seseorang secara langsung maupun tidak langsung. Contoh yang langsung misalnya kelompok keanggotaan (kelompok primer) seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja. Kelompok Sekunder (tidak langsung) seperti keagamaan, professional b) Kelompok luar : kelompok Aspirasional (ingin dimasuki seseorang/terbuka), Kelompok Dissosiatif (ditolak oleh seseorang/tertutup). c) Keluarga, pola proguksi tradisional

• • •

Suami dominan : Asuransi jiwa, Mobil, TV. Istri dominan : mesin cuci, karpet, perabot, perangkat dapur Setara atau bersama : Liburan, rumah, hiburan di luar rumah.

d) Peran dan status, meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Contoh dirangkum dari bukusebuah keluarga Pemasaran” (Phillip Kotler)dan disumber-sumber seorang anak dalam “Manajemen berperan sebagai seorang anak dan perusahaan dia berperan sebagai tambahan lainnya manajer pemasaran. Setiap peran mempunyai status dan hal ini akan mempengaruhi pembelian contoh Direktur Utama mungkin akan membeli mobil sedangkan 2 pegawai biasa hanya Fakultas Teknik, Manajemen Informatika semester 5, UNPI Cianjur adalah Mahasisawa sepeda motor.
1

3. Factor pribadi a) Usia dan tahap siklus hidup b) Pekerjaan c) Keadaan ekonomi (penghasilan) d) Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang di ekspresikan dalam aktifitas, minat, dan opininya. e) Kepribadian dan konsep diri, kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berbeda dari seseorang yang menyebabkan tanggapan yang relative konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungannya. 4. Factor Psikologis a) Motivasi  Teori Sigmund Preud : kekuatan psikologis ril yang membentuk prilaku manusia sebagian besar tidak disadari, sehingga seseorang tidak dapat memahami motivasi dirinya secara menyeluruh.  Teori Abraham Maslow : kebutuhan manusia tersusun dalam sebuah hierarki dari yang mendesak sampai kurang mendesak.  Teori Motivasi Herzberg, teori motivasi 2 faktor yang membedakan yakni Dissatisfier (Ketidakpuasan) dan Satisfier (memuaskan). Contoh Laptop yang memiliki garansi akan memuaskan dari pada yang tidak memiliki garansi. Implikasinya penjual harus berusaha sebaik-baiknya untuk menghindari Dissatisfier dan harus mengidentifikasi Satisfier. b) Persepsi Adalah proses bagaimana seorang individu menginterpretasi masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang memilih arti, memandang situasi yang sama dengan cara yagn berbeda. Proseas persepsi :  Perhatian selektif, penyaringan proses-prose rangsangan banyak. Contoh kita tiap hari dijejali dengan ribuan iklan-iklan produk, tapi kita kan memilih barang yang sesuai.  Distorsi selektif, kecendrungan orang untuk mengibah informasi kedalam pengertian pribadi dan menginterpretasikan informasi dengan cara yang akan mendukung prakonsepsi mereka, bukannya yang akan menentang pra-konsepsi terssebut. Contoh. Benda ini jelek tapi karena punya pemahaman, akan mengabaikan omongan tersebut.  Ingatan selektif, melupakan banyak hal yang mereka pelajari tetapi cenderung ingat informasio yang menyokong pendangan dan keyakinan mereka.

c) Pembelajaran, perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. d) Keyakinan dan sikap Keyakinan adalah pemikiran deskriftif yang dianut seseorang tentang suatu hal. Sementara sikap adalah evaluasi pearasaan emosional dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntukngkan dan bertahan lama dari seseorang terhadap beberapa objek/gagasan. Proses Pembelian 1. Peran Pembelian a) Pencetus, yang pertama mengusulkan agasan untuk membeli produk b) Pengambil keputusan, membeli atau tidak c) Pemberi pengaruh d) Pembeli, merupakan orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. e) Pemakai. 2. Perilaku Pembelian a. Prilaku pembelian yang rumit  Pembeli mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut  Membangun pendirian tentang produk tersebut  Ia membuat pilihan pembelian yhang cermat b. Perilaku pembelian pengurang Disonansi, terlibat dalam pembelian tapi melihat sedikit perbedaan dalam merk-merk. Disonansi disini adalah ketidaksesuaian. c. Prilaku pembelian karena kebiasaan d. Perilaku pembelian yang mencari variasi, konsumen sering melakukan perpindahan merk. Tahap-tahap Pembelian 1. Pengenalan masalah Ketika keadaan kebutuhan seseorang mencapai pncaknya akan menjadi sebuah dorongan dan didukungan dengan factor eksternal yang merangsang keinginan atau kebutuhan tersebut. 2. Pencarian infornasi a) Pencarian yang menguatkan, contoh orang yang suka pada Gadget pada tingkat ini hanya peka terhadap informasi tentang Gadget . b) Perhatian aktif informasi. Orang yang suka Gadget akan mencari-cari informasi baik bacaanbacaan dan lain sebagainya. Sumber informasi konsumen digolongkan ke dalam : 1) Sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, kenalan) 2) Sumber komersial (iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan) 3) Sumber public (media masa, organisasi konsumen dll. 3. Evaluasi alternative Beberapa konsep dasar akan membantu kita memahami proses evaluasi konsumen : 1) Konsumen berusaha memenuhi kebutuhan 2) Konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk

3) Konsumen memandang setiap produk sebagai kumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuaskan kebutuhan ini 4. Keputusan pembelian Setelah melukan evaluasi, konsumen kemudian membentuk niat pembelian, ada dua factor yang dapat berada diantara niat pembelian dan keputusan pembelian. 1) Factor pendirian orang lain, dipengaruhi :  Intensitas pendirian negative orang lain terhadap alternative yang disukai konsumen  Motifasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain. 2) Situasi yang tidak diantisipasi, contoh si pembeli kehilangan penghasilan 5. Perilaku pasca pembelian 1) Kepuasaan pasca pembelian 2) Tindakan pasca pembelian, dipengaruhi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen 3) Pemakaian dan pembuangan pasca pembelian

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->