P. 1
Analisa Kualitas Udara

Analisa Kualitas Udara

|Views: 654|Likes:
Published by Agustina R Awalia

More info:

Published by: Agustina R Awalia on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

AIIIIeI Deptd Uruun Saranl PtDlleDdafian Dampa'k LIngkungan .....

1IidMg Pembinlu Sanna Teknis PengfJoJalD LiDgkungan HLdup KemeDterim LlngkUDgan Hjdup

2004

Tim Penga rah :

1. Drs. Imam Hendargo Abu Ismoyo, MA

2. Ir. Hari Wahyudi

3. Drs. Halimah Syafrul, MSc

Tim Penyusun & Editing

1 . Amelia Rachmatunisa, MAS

2. Endang Hidayat, S T

3. Luki Swyadiningrat

4. Fitria.

lndeks Standar Pem:f!11IlJT Udara (!SPU) 2003

BAB 1 BAH2

BAB3

DAFfARISI

Halaman

Pendah.uluan ' .. .. .. 1

Perhitungan Indeks Standar Pencemar

Udara 5

Analisa Kondisi Kualitas U dara

di daerah 13

111.1. Jakarta 15

1112. Bandung 16

III.3. Semarang 16

III.4. Surabaya... . . . . . . . . . . . . .. .. .. .. .. .. 17

Ill. 5. Pontianak.. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. 17

III. 6. Palangka Raya .. . . . . . .. .. .. .. .. .. .. .. .. 18

III. 7. Pekanbaru............................................. 18

111.8. Medan 18

III. 9. Denpasar.................... .. .. . 18

LAMPIRAN

I. KEP MENLH N0.45IMENLHllO 1997 _ viii

II. KEP KEPALA BAPEDAL : 107/KA

BAPEDAUII11997 _ , , , .. _._., , xviii

Ill. REKAPITULASI ISPU

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabe1.2.1 Alokasi penempatan stasiun pemantau

Kuaitas udara 10 kota............................ . . . . . . . . 6

Tabe1.2.2 Lokasi Penempatan Peralatan Pemantau

kualitas udara 10 kota 7

TabeI.3.1. Analisa data untuk masing-masing kota berdasarkan persentasi nilai ISPU dan

ketersediaan data (tahun 2003) 14

BAH I

1.1 Pendahuluan

Udara adalah unsur yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan manusia, binatang dan twnbuh-twnbuhan dimana semuanya ini membutuhkan udara untuk tetap dapat mempertahankan hidupnya. Udara ambien yang dihirup oleh makhluk hidup dikenal dengan kualitas udara ambien merupakan hal pokok yang harus tetap dijaga kualitasnya, agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Udara yang tercemar mempunyai tingkat konsentrasi bahan pencemar baik dalam bentuk gas maupun padat lebih tinggi dari yang umumnya terdapat di lingkungan alamo

Kualitas udara ambien banyak ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor meteorologi, demografi, cuaca dan sumber emisi. Tiga faktor pertarna adalah faktor aIarn yang tidak mungkin untuk dirubah kondisinya, sedangkan faktor buatan manusia yang terakhir yaitu sumber emisi dapat dirubah atau dalam arti dapat dikendalikan.

Pertumbuhan kegiatan ekonomi dan pembangunan yang masih terpusat pada daerah perkotaan (70 % industri diperkirakan berlokasi di kawasan perkotaan dan sekitamya), memacu arus

urbanisasi sehingga berpengaruh terhadap penyebaran penduduk. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan luas laban yang terbatas akan berakibat terhadap menurunnya kemampuan daya dukung dan claya tampung lingkungan. Masalah lain yang timbul akibat bertambahnya penduduk diantaranya adalah terjadinya penuninan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh limbah rumah tangga, dan seiring dengan meningkatnya pertwnbuhan ekonomi dan berakibat pada terjadinya penurunan kualitas lingkungan diantaranya adalah penurunan kualitas udara oleh adanya kegiatan industri dan transportasi.

Pengelolaan kualitas udara melibatkan kegiatan pence gahan, penanggulangan dan pemulihan di dalamnya terdapat unsur pemantauan kualitas udara yang cukup penting peranannya. Karena dengan didasarkan pada basil pemantauan kualitas udara akan dapat dikembangkan kebijakan atau tindakan dalam

Pada umumnya bahan pencemar udara yang terdapat di daerah perkotaan diantaranya berupa: S02, Nox, 03, CO, HC, debu, dan pb, serta bahan-bahan pencemar organik lainnya seperti :

VOC, PAH, dan aldehid. Di samping itu ada beberapa bahan pencemar yang dapat menyebabkan terjadinya keasarnan air hujan. Air hujan tersebut sebagai hujan asam (deposisi asam apabila PH hujan berada dibawah 5,6. Perubahan keasaman air hujan ini disebabkan adanya oksida-oksida (seperti : S02 dan NOx) yang bereaksi dengan uap air di udara membentuk asam pada air hujan.

pencegahan, penanggulangan atau pemuiihan, karena pentingnya data-data kualitas udara dalam program pengelolaan kualitas udara dalam program pengelolaan kualitas udara maka dalam buku ini akan dikemukakan beberapa data kualitas udara dan beberapa studi tentang kualitas udara. Data-data ini dirnaksud untuk membantu pihak-pihak yang bertugas dan bertanggung jawab dalam pengelolaan kualitas lingkungan khususnya kualitas udara.

Data-data kualitas udara yang disajikan dalam buku ini meliputi data-data untuk wilayah DKI Jakarta dan kota-kota besar di wilayah Indonesia, yang ditampilkan dalam bentuk ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) sebagai data yang sangat mudah untuk diketahui dan dipahami oleh masyarakat awam tentang kondisi kualitas udara.

I. Indeks Standar Pencemar Udara adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi kuaIitas udara ambient di lokasi dan waktu tertentu yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan mahluk hidup lainnya.

2. Data Indeks Standar Pencemar Udara diperoleh dari pengoperasian Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien Otomatis.

3. Parameter Indeks Pencemar Udara sebagaimana dimaksud dalam butir (1) meliputi :

a. Partikulat (PMIO)

b. Karbon Monoksida (CO)

c. Sulfur Dioksida (S02)

d. Nitrogen Dioksida (N02)

e. Ozon(03)

DAB II

LOKASI PEMANTAUAN KUALITAS UDARA

Pemantauan kualitas udara di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 1 997. akan tetapi pembangunan stasiun pemantauan kualitas udara kontinyu dan terintegrasi di 10 kota dimulai sejak tahun 1999 melalui kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Austria. Stasiun pemantauan kualitas udara ambien tersebut dapat mengukur 5 parameter pencemar yaitu :

1. Partikulat (PM-IO)

2. Carbon Monoksida (CO)

3. Nitrogen Dioksida (N02)

4. Ozon (03)

5. Sulfur Dioksida (S02)

Pada saat ini terdapat 33 stasiun pemantau tetap dan 9 stasiun pemantau bergerak yang tersebar di 10 kota di Indonesia yaitu : Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Palangka Raya, Pontianak, Medan, Jambi dan Denpasar.

Matriks Penempatan Stasiun Pemantau Kualitas Udara terintegrasi

Tabel : 2.1. Lokasi Penempatan Stasiun Pemantau Kualitas U dara 10 kota

No Lohsi stasiun Stasiun Bergerak Public Dala Display
Permanen
1 KUI - I 1
2 Jakarta 5 I 5
3 Bandung 5 I 5
4 Semarang 3 I 3
5 SUrabaya 5 5
6 Pekanbaru 3 I 2
7 Med8l1 4 1 3
8 Palengkaraya 3 1 1
9 DenpBSal" 3 1 5
10 Jamtli 1 - .
11 Pontianak 1 1 - Seluruh data hasil pemantauan kua1itas udara ditransfer ke Regional Center yang ada di masing-masing daerah, dan dimumkan pada Regional Data Display yang ada dimasingmasing daerah dalam bentuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Kota l daerah yang telah memiliki peralatan stasiun pemantau kualitas udara ambien kontinyu beserta dengan peralatan pendukungnya adalah :

Tabel : 2.2. Lokasi Penempatan Peralatan Pemantau Kualitas Udara lOkota

Oaerahl Alama! !nstansi Jumlah & Lo~a$1 JumlBh Main center
Kota Pengelola Fbi; stattoo Mobile (MC)lregional Lo~a~1 Display
Station Center (RC) PSIIiSFU
I Dh:! Jakarta llH,LC.! Panjaiten
Jakarta Tunur I unit I :-1. on Center II D I Par.jn!an
SPUIDD)';!. 5 unit: Kn Wilh~Ql'
II Casablanca J IIkt im, Kemsyoran, I unit I Regicnal Ceraer I Ktr, Walikota Jaktim
Kun,ngan J _kana Pdl.:lndah,Kr ~. n. Bul~"md Kelapa
Timor. Walikora Jak bar. Gading
3 JISlt. Iskandor Mud.
Komp Senayan 4. Crputra ~I.II
5. St. G,nt",
:c Bandung apUID Prop.Jawa I unit
B arai.J], Sernpurna 1 ~
Bandung
Bapedalda ~ unit: Ktr Aria I Regional Cemer 1 Jl Dr Sella B wi
Kota B.ndung. Grah a, Batu 2.n. Ciburu
11. Wastu Kencasa N unp. U jtmg 3. Alun-alun kota
Sondung Berung, Tina Lega, 4 . Jl.Moh Too.
DagoPakar :';lDrJ~
.. Sernarang B~aldaPr~pJawa 1 unit
Tengah /I MT.HaI)'OI1o
Sem"""'fl
Bapedalda Kota 3 uait:
Semarang, JI Tcgu Ba"y~ma";k I Regional Center I. db A.Rahrr.an Saleh
S= ....... .g :.11. Pemeda
Pedurungen, Desa 3. 11 Setia Budi
Wale.
-l Surabava Dill4S LingkllIlgU\ 5 uait:
Hidup Kota Surabaya. Taman Prestasi I Regional C' enter r. 11. Oubel"@ Poj ~I.:
]. Jimertc Surabay Depan GubmJ.lran. 211. Pahlswan
3. J]. Kertajaya
Perak Tirnur, ~. Jl !.layj en SungLono
GaytllWDI. Mesj id 5 Jt.Aomad Yani
Agoog. dh. Gebang
Putih Jumtah MainCentef
Daerahl A.la mat In stans i Jumlah & Lokasi Mobile (MC)lreglonal Lokas' Display
Mota Pengelola Fix station Statiora Cerrter (RC) PSlIlSPU
5 Palang BPLHD Prop I urut
karava Kal imantan Tengab
Bapedalda Kota 3 unit: I Regional C" enter I. B undaran Pusat
Pa'",,*"ralia. JI Tj il ik - B isms Palangkeraya
Tumenggung
Riwut P,Iang,:atay. Telung Mwjani
TJihkRiwut
6.PonilOnak Bapedalda Plop. - I umt -
Kalimantan Barat,
II. SI. A Yani
Poeuanek
Bapedalda Mta I unit -
Pontianak,
J1 StA-Raltm""
Pcnti .... k
1. Denpasar Dinas Ltngkungan 3 unit. - I Regional I 11 Teuku Umar
Hidup Kota Derpasar. Pegcl.:. Universitas Cent" " Jl.I3y P_ Ngurah.
I1.Sen~i- H:ndu. Sudio RAi
::Jenposar Sujani 3. n SudinnlUl
-I. JI. Gator Subroto
Asdep Wi I.yah J1 Niti Mandai. I uni, 5 Depen KtrWalikota
3al i dan NllS8 Renon
Tenrggan o~rah! Aiamallnstansl Jumlah & Lonsl Jumli!h Main Center
Kola PengeJoia Fix Station Mobile IMC)lreglon.1 Lot." [)i.play PSV
Station Center(RC) ISPU
8 Medzn Bape<!alda Prop.
Sumatera Ltara, 1 unu
11. Daud Medan
Dinas LiI1g1:UJIiiin ~ unil: 1 Regioeal t 0.101 Suhtolo
Hiwp Kota Medon, Kawasan Industri Center (Perempalan Golden
JI Kapt Maulana Medan (KIM), . T"8Il SIB)_
Lubis Medan Pinilrlg Baris, Kapt. 2. 11 Palang Utrah
Jamin Lubis 3.J1. Leijend, J amin
Taman~j. Gi~ting
9. Pekanbaru Bap«!.lda ;;'oo:a 3uni! I Regional 1.11 Nangka
Pekomaru. JI. A. 'I ani, dh Center 2_ n S udirmen
JI Sudirman Tampan (I:q>an Klr Walik"la
Pekanbaru d~.HangT"",
Cjur>g'Kuhm
Asdep Wila'-on n Raya 1 unit
Swnot<:ra Eengkinang
IP. Jembi tJ.aped.1lda Kola J arnbi, I unit:
JI. H Zainir Heviz JL H lainir
J>mbi Haviz
Jamb; Pemilihan lokasi penempatan stasiun pemantau kualitas udara ini didasarkan pada persyaratan sebagai berikut :

I. Lokasi harus berada pada daerah background (daerah pemukiman), hal ini diperlukan agar data yang dihasilkan adalah data kualitas udara ambien dan bukan udara emisi.

2. J arak minimum dari j alan raya (padat lalu lintas) 20 meter sampai dengan jarak 250 meter.

3. Tersedianya power supply (listrik) disekitar lokasi penempatan stasi un

4. Tersedianya jaringan komunikasi (telephone line) disekitar lokasi stasiun monitoring yang diperlukan sebagai sarana transfer data

5. Lokasi harus bebas banjir

6. Sistem keamanan yang terjamin di sekitar lokasi penempatan stasiun monitoring

7. Tidak adanya kabellistrik (tegangan tinggi) diatas lokasi stasiun monitoring, mengingat ketinggian sampling point untuk data meteorology mencapai sekitar 10 meter.

8. Tersedianya perlatan penangkal petir, hal ini mengingat sampling point yang cukup tinggi.

Jaringan Pemantau Kualitas Udara Ambien di Indonesia

~ ... \ . l

" " ,

~ lfilolSloiol lJ.loo,DiIpiIy 1_-

BABIII

ANALISA KONDISI KUALITAS UDARA DI DAERAH

Berdasarkan data hasil Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hasil pemantauan pada tahun 2003 di 10 kota besar tersebut, dapat disimpuikan bahwa kualitas udara di kota-kota tersebut dalam kondisi "baik" sampai "berbahaya", dengan parameter pencemar utama PM-IO dan Ozon. Hal ini disebabkan karena sumber pencemar utama di kota-kota besar adalah kendaraan berm 0 tor.

Peningkatan konsentrasi 03' selalu diiringi dengan peningkatan global radiasi, hal ini disebabkan karena 03 adalah merupakan secondary pollutan yang terbentuk akibat dari meningkatnya zat pencemar NOz' sebagai hasil dari pembakaran baik kendaraan bermotor rnaupun proses pembakaran lainnya (industri, nnnah tangga, dll) dan dengan bantuan sinar ultra violet, proses pembentukan 01' berdasarkan reaksi dibawah ini :

ROz + NO -4 RO + NOz (RO adalah organik radikal)

NOz + hv ---* NO + 0

0+ O, + M --+ 0] + M

Berdasarkan reaksi diatas, terlihat bahwa pembentukan ozon pada siang hari tergantung dan tingginya zat pencemar NO dan

NO~, sect a intensitas Uitra Violet, hal ini dapat terlihat .

..

pada grafik diatas, dimana penurunan konsentrasi N02 ...... .,.lCUlj

hari diikuti dengan meningkatnya °3,

Berikut adalah analisa data untuk masing-masing berdasarkan persentasi nilai ISPU dan ketersediaan data 2003 tersebut.

No Kota
Baik Tldak Seha!
(hari) (han) (hai)
Jakarta 18 223 67 0 0 57
2 Bandung 76 176 11 0 0 102
3 Denpasar 250 37 0 0 0 77
4 Medan 128 208 0 0 0 29
5 Pekanbaru 28 89 40 0 0 208
6 Pontianak 98 53 27 1 0 186
7 Palangka Raya 262 40 16 1 0 46
8 Semarang 82 227 0 0 0 56
9 Surabaya 49 208 2 0 a 106
Tabel.Ll Anahsa data untuk masing-masing kota berdasarkan
persentasi nilai lSPU dan ketersediaan data (tahun 2003) 100%

80%

l

60%

• Tidal Ada Data .Serbahaya

• 5angal Tidak Sehat

- OTidak Seha:

40%

20%

Gb. Persentase Indeks Standar Pencemar U dara 10 Kota Tabun 2003

IlLl. Jakarta

Data kualitas udara di Jakarta pada tahun 2003 dalam ketegori "baik" sampai "tidak sehat", dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM-10), Sulfur Dioksida (S02) dan Ozon (OJ Ketersediaan data ISPU pada tahun 2003 mencapai 84 % (308 hari). Pada bulan April 2003 kategori kualitas udara "sangat tidak sehat" dan pada bulan Mei, Juli, September, Oktober, November dan Desember 2003 terdapat kualitas udara dengan kategori "tidak sehat". Sumber utarna dari pencemar di DKI Jakarta ini adalah dari Kendaraan Bermotor.

Data kualitas udara di Bandung pada tahun 2003 dalam kategori "baik" sampai "tidak sehat" dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM-l 0) dan Ozon (03)' Pada bulan Agustus dan November 2003 terdapat kualitas udara dengan kategori "tidak sehat", Ketersediaan data ISPU pada tabun 2003 mencapai 72 % (263 hari) sumber utama dari pencemar ini diperkirakan dari kendaraan bennotor untuk PM-IO.

III 2 . Bandung

II13. Semarang

Data kualitas udara di Semarang pada tahun 2003 dalam kategori "baik" sampai "sedang", dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM-IO) dan Ozon (03).Sumber pencemar utama diperkirakan berasal dari kendaraan bermotor. Ketersediaan data pada tahun 2003 mencapai 84 ~o (309 hari).

III.4. Surabaya

Data kualitas udara di Surabaya pada taboo 2003 da1am kategori "baik" sampai "tidak sehat" dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM-l 0) dan Ozon (0..). Pada bulan Februari dan Juli 2003 terdapat kondisi "tidak sehat". Ketersediaan data ISPU pada tahun

2003 mencapai 71 % (259 hari). Sumber pencemar utama berasal dari kendaraan bennotor. Pada bulan Oktober 2003 terjadi kerusakan pada Server di Regional Center Surabaya sehingga pada bulan Oktober-Desember 2003 data kualitas udara tidak dapat diakses.

IlLS. Pontianak

Data kualitas udara di Pontianak pada tahun 2003 dalam kategori "baik" sampai "sangat tidak sehat" dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM- 10) dan Ozon (0]). Ketersediaan data ISPU pada tahun 2003 mencapai 49 % (179) rendahnya ketersediaan data disebabkan karena adanya trouble dijaringan.

111.6. Palangka Raya

Data kualitas udara di Palangka Raya pada tahun 2003 dalam kategori "baik' sampai "sangat tidak sehat", dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM-I 0) dan Ozon (03). Sumberpencemarutama pada kota Palangka Raya disebabkan oleh kebakaran hutan yang terjadi pada bulan September-Oktober 2003. Ketersediaan data [SPU pada tahun 2003 mencapai 87 0/0 (319 hari),

Ill.7. Pekanbaru

Data kualitas udara di Pekanbaru pada tahun 2003 dalam kategori "baik" sampai "tidak sehat" dengan parameter pancemar utama adalah Partikulat Matter (PM-IO), Carbon Monoksida (CO) dan Ozon (03)' Sumber pencemar utama berasal dari kendaraan bermotor. Ketersediaan data ISPU pada tahun 2003 mencapai 43 % (157 hari).

IlL8. Medan

Data kualitas udara di Medan pada tahun 2003 daIam kategori "baik" sampai "sedang" dengan parameter pencemar utama Partikulat Matter (PM-IO) dan Ozon (°3), Ketersediaan data ISPU pada tahun 2003 mencapai 92 % (336 hari) dan sumberpencemar utama berasal dari kendaraan bermotor,

III 9 . Denpasar

Data kualitas udara di Denpasar pada tahun 2003 dalam kategori "baik" sampai "sedang" dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM-IO):

Carbon Monoksida (CO) dan Ozon (03)' Sumber pencemar utama berasal dari kendaraan bennotor. Ketersediaan data lSPU tahun 2003 mencapai 79 % (28~ hari).

I1l7. Pekanbaru

Data kualitas udara di Pekanbaru pada tahun 2003 dalam kategori "baik" sampai "tidak sehat" den gao parameter pancemar utama adalah Partikulat Matter (PM-IO), Carbon Monoksida (CO) dan Ozon (03). Sumber pencemar utama berasal dari kendaraan bermotor. Ketersediaan data ISPU pada tahun 2003 mencapai 43 % (157 hari).

I1l8. Medan

Data kualitas udara di Medan pada talmo 2003 dalam kategori "baik" sampai "sedang" dengan parameter pencemar utama Partikulat Matter (PM-IO) dan Ozon (03). Ketersediaan data ISPU pada tahun 2003 mencapai 92 % (336 han) dan sumber pencemar utama berasal dari kendaraan bennotor.

I119. Denpasar

Data kualitas udara di Denpasar pada tahun 2003 dalam kategori "baik" sampai "sedang" dengan parameter pencemar utama adalah Partikulat Matter (PM-l D), Carbon Monoksida (CO) dan Ozon (03). Sumber pencemar utama berasal dari kendaraan bermotor. Ketersediaan data ISPU tahun 2003 mencapai 79 % (288 hOO).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->