PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T..………………………………………………………………….... Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian ……………………………………………………. Laporan Laba Rugi Konsolidasian …………………………………………………………………. Laporan Arus Kas Konsolidasian. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Keuangan Konsolidasian Neraca Konsolidasian ………………………………………………………………………………. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………. 1-3 4 5-6 7-8 9-122 ..

163 juta di tahun 2008 2c.10.491 78.547 juta di tahun 2009 dan Rp58.474 85.6.954 juta di tahun 2008 2h.594.785 10.280.43 Persediaan .530.802.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.811.13.8.299 juta di tahun 2009 dan Rp11.060.729 2f.2j.47 449.9 2k.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp9.11.36 Beban dibayar di muka 2c.802 72.2k.584 21.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp67.14.12.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.831 juta di tahun 2008 Pensiun dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp6.789 62.52 165.673 2.217 16.231 juta di tahun 2009 dan Rp1.338. 1 .52 Pajak dibayar di muka 37.2l.163 449.3.232 94.055 256 2.168 281.43 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Penyertaan jangka panjang .151.900 24.110.33.464 408.888 631.43 Penyertaan sementara 2c.276.bersih Aset tetap .22.135.4.836 222.setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp70.359 189.2f.7.442 1.504 295.736 3.932.52 2c.858 juta di tahun 2008 Rekening escrow Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 8.45 2i.011 96.2i.488 398 1.2g.061.544 809.373 juta di tahun 2009 dan Rp5.2e.361. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c.829 182.942.422 juta di tahun 2008 Aset tetap Pola Bagi Hasil .746 42.166 48. 18.439 juta di tahun 2009 dan Rp57.859 69.768.2g.465 juta di tahun 2009 dan Rp148.940 juta di tahun 2009 dan Rp540.52 Aset lancar lainnya 2c.170.2o.40 2c.244 16.36.200.T.173 2.36.778.43 Piutang usaha 2c.2r.43 Piutang restitusi pajak 37.43 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp105.3.959.913.773 juta di tahun 2008 Piutang lain-lain .685 779.306 2d. 28.688.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp254.43 2.797 juta di tahun 2008 Pihak ketiga .849 536.930.5.19.875 2m.235 2.587 137.43.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.072 56.780.

pihak yang mempunyai hubungan istimewa Wesel Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang HAK MINORITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 2c.19.203.896.15.142.655 2.705 2.495.19.43 2q.082 1.388 35.311 225.43 3.247.401 11.431 114.23 251.058.236.883 121.897.447.184 877.675 31.539.660 3.43 19.215 2.646.043 18.279 773.37 2c.281.170 3.483.751.000 7.604 32.2l.074 1.801 392.957 1.43 2.583 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.43 2c.19 2c.548 24.595 2.764 3.41.18.494 53.175.bersih Pendapatan Pola Bagi Hasil ditangguhkan Kewajiban penghargaan masa kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Hutang jangka panjang .286. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Hutang dividen Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban pajak tangguhan .871 2s.393.984 5.691 27.16.37.339 6.setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban sewa pembiayaan Pinjaman penerusan .42.20.177 1.19.17 2c.43 2c.2r.52 2m.389 16.102 7.614.666.689 6.T.086 2.165.051.21 2c.43 2s. 2 .914.503.701.40.172 1.516 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.398.43 19.074 3.559 7.45 2c.882.719.002 70.34.847.10.203 9.43 2c.572 2l.372 943.11.057.2r.898.2r.52 8.503 17.22.450 228.647 79.

000 1.999.574.25 2u. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan EKUITAS Modal saham .000 385.159.073.981 228.017 (437.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.2d (4.595 6.290.984 16.170.914 10. 3 .nilai nominal Rp250 per saham untuk saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B Modal dasar .500 lembar saham di tahun 2008 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 1c.930.119 30.333 5.736 (3.386.T.1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.073.171 244.620.264.557.333 2u.322 34.290) 15.999.798.27 2d.26 5.595 8.162) 360.999.999 saham Seri B Modal ditempatkan dan disetor penuh 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.279 saham Seri B Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali 490.500 lembar saham di tahun 2009 dan 426.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.746 16.366.701) 270.225 85.732 94.040.336.040.110.000 1.28 2f 2f 2f 1d.000 385.

30.525.211. dan jasa teknologi informatika Jaringan Pola Bagi Hasil Jasa telekomunikasi lainnya Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Penyusutan Karyawan Operasi.29 4.52 2m.724 6.60 317.939. internet.537.893) 2q.801 1.630 2c.147.159 27.34.382) 2c.930.776 236.433.002) 4. 40.390) (573.454 120.192 24 (2.197 (39.bersih (Beban) penghasilan lain-lain .678 465.9 2c.495.319 951.2q.574 8.577) (3.454 4.543 7.951 5. 4 .853 890.11. pemeliharaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.078 5.117 12.613 12. 10.176.43 5.43.864.097 231.38 306.093) 550.779 288. 6.906 19.577.202.873 (1.975 (1.2q.bersih Lain-lain .988 529.545 (1.713. kecuali data per saham dan per ADS) Catatan PENDAPATAN USAHA Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Pendapatan Beban Bersih Data.206 184.bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 2w.049.743. dan jasa telekomunikasi Umum dan administrasi Pemasaran Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN Pendapatan bunga Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Beban bunga Keuntungan selisih kurs .894) (488.265 (2.36.32.2h.969) (938.43 2f.297.45 2q.667) 6.35.874.13.767.610 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.027 3.732 5.241.065) (3.41.2q.52 2c.43 2c.961 330.467.12.43 2p 2k.43 2g.246.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.258.20 (3.42.813 (2.401.31.33.11.167 17.582) 6.16.449.556.842 5.805) 35.264.293.471) LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI .635 11.52 2q 2q.686 12.2m.618 30.862.bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan 2s.082 7.T.651 13.52 3.146) 11.83 12.054 30.37 (2.2q.04 12.2r.2l.568 2009 2008 6.095.802.321.468.611 486.260.317) (77.291.5.643.659 1.672.043.770.716 82.853.480 8.463.52 2c.

harga perolehan Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 12 Juni 2009 Pembagian dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Laba bersih periode berjalan Saldo.2d - - - - - - - (437.319 Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya 20.000 1.000 Tambahan modal disetor 1.708) (4.2b.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.978 Ditentukan penggunaannya 10. 5 .071 2f - - - - - 25.322 (5.595 6.9 - - - - - - 5.27 - - (89) - - - - - - - (89) 2v.39 39 5.941.985 Jumlah ekuitas 34.366.290) - - (437.778.840.698 - - - 5.336.746 (5.264.333 (4.043.237 - - - - 25.333 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali (4.066) Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan - Uraian Saldo.813 16.043.073) 360.761) 6.557.040.264.290 ) 4.162) 360.073.314.000 Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi 385.110.708) 6.237 1d. 1 Januari 2009 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan dan perusahaan asosiasi Akuisisi 49% kepemilikan Infomedia Modal saham yang diperoleh kembali .017 (437.040.T.290) 2u.778.2f.698 1d. 30 Juni 2009 Catatan Modal saham 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual (19.761 15.171 244.732 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.840.000 385.073.813 34.595 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 238.

857.879 - 22.748.914 3.984 (8.040.27 - - (1.595 8.harga perolehan 2f 5.386.073.214. 6 .000 385.610 16.579 (2.333 - (2.040.39 Penentuan penyisihan cadangan umum 39 Laba bersih periode berjalan Saldo.611 ) - 270.090) Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 20 Juni 2008 Pembagian dividen kas 2v.090) - - - - - - (1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.622. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Uraian Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo.129 - 33.515 ) (3.297.333 (3.000 - 385.981 228.9 - - - - - - (1. 30 Juni 2008 5.000 1.119 (8.103 ) - - (1.176.256) 230.T.622.595 - 11.105 ) 6.237 (2.017 - 6. 1 Januari 2008 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Modal saham yang diperoleh kembali .103) 2u.225 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.034.073.034.557.105 10.610 30.515) 6.297.701) 270.256) 2f.798.000 - 1.857.620.700.

074 4.563.592 11.153.892) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.337.555 324.236) 5.135) 822 61.969.790) (4.638) (28.801.892) (9.673) 13.653) 17.787) 41.066) (958.978 (1.776) (20.606.468) 72. internet.234) (326. dan jasa teknologi informatika Jasa lainnya Jumlah penerimaan kas dari pendapatan usaha Pembayaran kas untuk beban usaha Pengembalian kas kepada pelanggan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil dari penjualan penyertaan sementara dan pencairan deposito berjangka yang jatuh tempo Pembelian penyertaan sementara dan penempatan deposito berjangka Hasil dari penjualan aset tetap Pembelian aset tetap Kenaikan uang muka pembelian aset tetap Penurunan uang muka dan aset lainnya Kas bersih dibayar untuk transaksi penggabungan usaha Pembelian aset tidak berwujud Pembelian penyertaan jangka panjang Penerimaan dividen kas Uang muka pembelian investasi jangka panjang Penurunan (kenaikan) rekening escrow Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 2008 3.890 (22.556) 12.298.757 247.785.993.472) 2.541) (12.178.984 (11.903.424 31.323.631) 15.075 7.299 (7.579 4.433.022 607 7.460 (10.967 (21.296 29.596) 16.354) (1.501.048 (323.024.635.848.505.549 (10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.179.556 (5.245 (14.727 13.190.467 1.000.888 1.249) 645 (674) (41.269.992. 7 .708 4.bersih Kerja Sama Operasi Data.030.T.044.902 30. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan usaha Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi .215 (569.571) (8.

276.T.667 22.000 (3.183 598.210 (538.634 48.945 8. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan Hasil dari pinjaman jangka pendek Pembayaran pinjaman jangka pendek Hasil dari pinjaman jangka panjang Pembayaran pinjaman jangka panjang Pembayaran untuk pembelian kembali saham yang telah diterbitkan Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang sewa pembiayaan Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: Akuisisi aset tetap yang dibiayai dengan hutang usaha Akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan melalui hutang Akuisisi aset tetap melalui sewa pembiayaan 7.000 2.072 (28.690 6.448.865) 779.889.371 10.269) 37.927) (146.942.121 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.090) (101.924) (123.791 10.449 (2.355) (19.484.140.829 5.429) (3.237.824) 1.296 (16. 8 .533 171.568) (1.168 2008 19.225.939.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.388) 1.826) (1.772) 2.530.622.015.476.214.

C2-6870. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan menjalankan kegiatan yang meliputi: Merencanakan. memasarkan atau menjual.46312. Partomuan Pohan. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan. iv.Th. dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku.AH. 27 tanggal 15 Juli 2008 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No. ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. Bandung. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah.01. menyediakan. berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991. dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. iii.20155. 9 . 210. Pendirian dan informasi umum Perusahaan Perseroan (Persero) P. mengoperasikan. i. 52 tanggal 3 April 1884. antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak.T. fasilitas pendidikan dan pelatihan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. menyediakan. status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”).HT.01. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas. Merencanakan.1.H.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik serta dalam rangka penambahan maksud dan tujuan Perusahaan. 128 tanggal 24 September 1991. 5 tanggal 17 Januari 1992. dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. serta optimalisasi sumber daya Perusahaan. No. yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika. informatika.. dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (“BAPEPAM-LK”) No. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. mengembangkan. perubahan terakhir dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No. S. menyewakan. AHU. berdasarkan akta notaris A. LLM. IX.02. No. ii. membangun.Tahun 2008 tanggal 31 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. UMUM a. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perusahaan. Pada tahun 1991.T. Undang-Undang No. Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”.J.H.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No.01. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. kecuali dinyatakan lain) 1. Tambahan No. 84 tanggal 17 Oktober 2008. Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. fasilitas sistem informasi. mengembangkan. Jawa Barat. memasarkan atau menjual. S. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

dan pengoperasian sarana telekomunikasi di lima dari tujuh divisi regional (“Divre”) melalui pola Kerja Sama Operasi (“KSO”). Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) menerbitkan Undang-Undang No. kerja sama operasi. Pos. Pada mulanya. dan jasa komunikasi bergerak dan seluler. pengelolaan. telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. Pada tahun 1995. dan meningkatkan teknologi. Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan para mitra usaha dalam pembangunan. 8 tahun 1993 mengenai penyelenggaraan telekomunikasi mengatur lebih lanjut bahwa kerja sama penyelenggaraan jasa telekomunikasi dasar tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sebuah perusahaan patungan. telegram. 3 tahun 1989 mengenai Telekomunikasi. kecuali dinyatakan lain) 1. pengetahuan. meliputi telepon. Jika jaringan telekomunikasi tersebut tidak tersedia. atau kontrak manajemen dan bahwa badan usaha yang bekerja sama dengan badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri harus menggunakan jaringan telekomunikasi badan penyelenggara tersebut. Instansi Pemerintah. Perusahaan memperoleh hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa jaringan tetap lokal dan jaringan tetap nirkabel (local wireline dan fixed wireless) untuk jangka waktu minimum 15 tahun dan hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh dalam negeri (“SLJJ”) untuk jangka waktu minimum 10 tahun. Pada tahun 1999. yang berlaku efektif pada bulan September 2000. Badan Usaha Swasta. Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”). dalam rangka: (1) (2) (3) mempercepat pembangunan sarana telekomunikasi. 52 tahun 2000 yang mengatur mengenai pembebanan biaya interkoneksi kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi asal sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui dua penyelenggara jaringan telekomunikasi atau lebih. Pemberian hak tersebut tidak mempengaruhi hak Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri lainnya. terhitung sejak tanggal 1 Januari 1996. Hak eksklusif tersebut juga termasuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi untuk dan atas nama Perusahaan melalui KSO. dan keahlian para karyawannya. 36 mengenai Telekomunikasi. dan diharapkan dapat membuka jalan menuju liberalisasi pasar. Undang-Undang Telekomunikasi ini melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. serta Telekomunikasi khusus. Jasa telekomunikasi. menjadikan Perusahaan sebagai operator bertaraf internasional. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Badan Usaha Milik Daerah. menegaskan kembali status Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. Peraturan Pemerintah No. yang berlaku sejak tanggal 1 April 1989. UMUM (lanjutan) a. Menteri Pariwisata. Kegiatan Perusahaan dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri. Sehubungan dengan Undang-Undang ini. sirkit langganan. surat elektronik. Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan. Undang-Undang ini menyatakan bahwa kegiatan telekomunikasi meliputi: (1) (2) (3) Jaringan telekomunikasi. 10 . teleks. dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. badan usaha Indonesia diizinkan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar dalam bentuk kerja sama dengan Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. satelit. Peraturan Pemerintah tersebut mengharuskan kerja sama dilakukan dalam bentuk perusahaan patungan yang dapat membangun jaringan telekomunikasi yang diperlukan. dan Telekomunikasi Republik Indonesia (“MPPT”) melalui dua surat keputusan yang keduanya tertanggal 14 Agustus 1995. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan Undang-Undang No.

PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (“Indosat”) diberikan lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi lokal dan SLJJ. Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan keputusan-keputusan yang dibuat pada pada (i) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. masa hak eksklusif yang diberikan kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan tetap lokal dan SLJJ telah dipersingkat masing-masing dari masa berakhir periode pada Desember 2010 menjadi Agustus 2002 dan dari Desember 2005 menjadi Agustus 2003. Pemerintah diharuskan membayar kompensasi kepada Perusahaan (Catatan 12 dan 28). ditetapkan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2002.A.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Direksi. 05/HMS/JP/VIII/2000 tanggal 1 Agustus 2000 dan ralat atas siaran pers tersebut.. Pada tanggal 1 Agustus 2002. 16 tanggal 19 September 2008 oleh notaris yang sama. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 16 tanggal 28 Februari 2007 yang diubah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. No. Pemerintah mengakhiri hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara jaringan jasa lokal dan SLJJ. No. b. LLM. Partomuan Pohan.H. kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan) a. dan (iii) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. Dewan Komisaris. 58 tanggal 29 Juni 2007 oleh notaris yang sama. dan karyawan Perusahaan 1. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”) No. (ii) RUPSLB Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. S.T. KP. Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah *(lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam 2008 Tanri Abeng Anggito Abimanyu Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam * ** Direktur Jaringan dan Solusi juga merangkap sebagai COO di tahun 2009 Jabatan tidak terisi di tahun 2008 11 . 162 tahun 2004 pada tanggal 13 Mei 2004. 1718/UM/VIII/2000 tanggal 2 Agustus 2000. Perusahaan telah memperoleh izin komersial untuk menyelenggarakan jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (“Menhub”) No. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebagai berikut: 2009 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Wakil Direktur Utama/Chief Operating Officer (“COO”) Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Solusi Direktur Enterprise dan Wholesale Direktur Konsumer Direktur Compliance dan Risk Management Direktur Teknologi Informasi Direktur Human Capital dan General Affairs Tanri Abeng Bobby A. Sebagai gantinya. Sesuai siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002. 215 tanggal 12 Juni 2009 oleh notaris yang sama.

Dewan Komisaris setuju untuk melakukan penunjukkan COO. Berdasarkan Surat Dewan Komisaris kepada Direktur Utama No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan RUPSLB Perusahaan.999. yang terdiri dari 8. dan Petrus Sartono sampai dengan RUPSLB Perusahaan berikutnya.T.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”). pada tanggal 12 Juni 2009. Penawaran umum efek Perusahaan Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (“Initial Public Offering” atau “IPO”) adalah 8. Pemerintah menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933. UMUM (lanjutan) b. Berdasarkan Surat No. Pada bulan Desember 1996. di samping tugas dalam jabatannya sebagai Direktur Jaringan dan Solusi.000 saham Seri B. Direksi.181 orang dan 33.400. 125/SRT/DK/2008/RHS tanggal 25 Juli 2008.000.333. dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700. Terdapat 35.399. Pemerintah kembali menjual 898.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah.000. Pada bulan Mei 1999. kecuali dinyatakan lain) 1.000.580 orang.000. Pada tanggal 14 November 1995.000. Berdasarkan RUPST Perusahaan. dan karyawan Perusahaan (lanjutan) 1. Anggito Abimanyu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan yang berlaku efektif sejak tanggal 20 Agustus 2008. 12 . 2. Karyawan Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan per tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah 29. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris tanggal 15 Februari 2008.000 ADS dan masingmasing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu. S-584/KF/2008 tanggal 20 Juni 2008. Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.334. pada tanggal 19 September 2008.670. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk mengangkat Bobby A.300 saham Seri B sebagai insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun terhitung sejak tanggal IPO. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa jabatan Tanri Abeng.000. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Arif Arryman.000 saham Seri B milik Pemerintah melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya). Dewan Komisaris setuju untuk melakukan pergantian jabatan Ermady Dahlan sebagai Direktur Jaringan dan Solusi dan I Nyoman Gede Wiryanata sebagai Direktur Konsumer yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2008. Nazief sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan untuk mengisi jabatan yang kosong dengan masa jabatan 5 (lima) tahun dan untuk memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat berdasarkan RUPSLB pada tanggal 10 Maret 2004. yang seharusnya berakhir pada tanggal 10 Maret 2009 menjadi berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2009.000 saham Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997. Pemerintah membagikan 2.A. Dewan Komisaris. c.000 saham baru Seri B dan 233.

setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250.999 saham Seri B. pada RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999.999.9% dari jumlah saham Seri B yang beredar. Pada tanggal 16 Agustus 2007.000. para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.000 saham atau 3. 13 . Pada bulan Juli 2002. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. II. Setelah pemecahan saham. No. Pemerintah kembali menjual 312. Pembagian saham bonus kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999.640 lembar saham. LLM. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-Undang tersebut.999. para pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I. 26 tanggal 30 Juli 2004. kecuali dinyatakan lain) 1. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. dan III untuk pembelian kembali saham Seri B (Catatan 27).999. 40 tahun 2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Pemerintah menjual 1.666. Pemberlakuan Undang-Undang No.000 saham atau 11. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 49.279 saham Seri B.200.079. Pada bulan Desember 2001. UMUM (lanjutan) c.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79. Partomuan Pohan. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. dan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008. Undang-Undang No.T.999. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Pada tanggal 30 Juni 2009.1% dari jumlah saham Seri B yang beredar. RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. S. dan jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 10.H.. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.858. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.159.000.912 ADS telah dicatatkan pada NYSE dan LSE.999.999.

218.99 173. Jakarta.25% kepemilikan oleh Metra) 65 98.99 99. Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International (”TII”) (dahulu PT Aria West International (”AWI”)).719 Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”)/26 Mei 1995 1995 65 54.404 Anak perusahaan/ domisili PT Pramindo Ikat Nusantara (”Pramindo”).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.080.370 14 . Indonesia Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Jasa dan pembangunan telekomunikasi/ 15 Agustus 2002 Tanggal operasi komersial 1995 Telekomunikasi/ 31 Juli 2003 1995 100 100 708. Jakarta. Indonesia PT Telekomunikasi Selular (”Telkomsel”).324 947.221 50. UMUM (lanjutan) d.102. Jakarta. Indonesia PT Multimedia Nusantara (”Metra”). Medan. Perusahaan mengkonsolidasi laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan kepemilikan mayoritas (Catatan 2b dan 2d): (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: Persentase hak kepemilikan 2009 100 2008 100 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1.479 2008 1. konsultan sipil.926 426. Jakarta.764 163. kecuali dinyatakan lain) 1.T. Jakarta. Indonesia 1995 100 100 400. Indonesia PT Indonusa Telemedia (”Indonusa”). Indonesia PT Graha Sarana Duta (”GSD”). dan pengembang/ 25 April 2001 Telekomunikasi/ 17 Mei 2001 1982 99.825 Jasa telekomunikasi multimedia/ 9 Mei 2003 1998 100 100 2.167 Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan.75 175. Anak perusahaan Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.400.275 TV berlangganan dan jasa konten/ 7 Mei 1997 1997 100 (termasuk melalui 1.486 PT Dayamitra Telekomunikasi (”Dayamitra”).058 127.869 715. Jakarta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.849.

706 (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Didirikan untuk memberikan jasa di bidang perdagangan dan keuangan/ 3 Juni 1996 Keuangan didirikan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan bisnis Telkomsel melalui penerbitan saham debenture. Mauritius Tanggal operasi komersial 1996. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.910 Anak perusahaan/ domisili Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Tanggal operasi komersial PT Napsindo Telekomunikasi 1999. kecuali dinyatakan lain) 1. The Netherlands Telekomunikasi Selular Finance Limited (“TSFL”). Anak perusahaan (lanjutan) (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: (lanjutan) Persentase hak kepemilikan 2009 60 2008 60 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 4.542 2008 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Indonesia dan jasa terkait 13 Januari lainnya/ 2006 29 Desember 1998 PT Infomedia Jasa data dan Nusantara informasi menyediakan (“Infomedia”). Indonesia 2000 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 33.849 Anak perusahaan/ domisili Aria West International Finance B. UMUM (lanjutan) d.15 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 81. hipotek. beroperasi (“Napsindo”).T. dan jasa call center/ 22 September 1999 1984 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 51 557.247 552. atau surat berharga lainnya/22 April 2002 Percetakan/ 1 Oktober 2003 Persentase hak kepemilikan 2009 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 2008 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1.910 2008 4. pada tanggal Jakarta. Voice Over Data (VOD). (“AWI BV”).V. Jakarta.472 82. Indonesia jasa informasi telekomunikasi dan jasa informasi lainnya dalam bentuk cetak dan media elektronik. berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli 2003 2002 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 25 114 PT Balebat Dedikasi Prima (“Balebat”). Primatel menyediakan Network berhenti Internasional Access Point (NAP). obligasi. Bogor.061 15 .

04-TH. 20/III/PMDN/2007 tanggal 1 Maret 2007. Ltd. Indonesia 2006 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 36. W8-00573.402 2008 8. Tangerang.01. outsourcing dan pemeliharaan lisensi dan peranti lunak/ 1 Mei 1987 1988 392. Jakarta. The Netherlands Tanggal operasi komersial 2005 PT Finnet Indonesia (”Finnet”). UMUM (lanjutan) d. (”TFBV”).429 - Jasa teknologi informatika implementasi dan integrasi sistem.748 Anak perusahaan/ domisili Telkomsel Finance B.696 21. Amsterdam. nama PT Aria West International telah diubah menjadi PT Telekomunikasi Indonesia International termasuk penambahan bidang usaha dalam bisnis internasional. termasuk menerbitkan obligasi. sesuai dengan hasil Amandemen Ketiga Perjanjian Kerja Sama Perusahaan dengan TII No. Pada tanggal 31 Desember 2008.HT. Perusahaan menyetujui penyesuaian atas pengalihan bisnis telekomunikasi internasional dari Perusahaan kepada TII menjadi pengelolaan dan pengembangan bisnis internasional berupa pola kemitraan jasa pelaksana pelayanan.Tel. K. Anak perusahaan (lanjutan) (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: (lanjutan) Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Keuangan .820/UTA-00/2008 tentang Pengelolaan dan Pengembangan Bisnis Internasional. Indonesia Telekomunikasi/ 6 Desember 2007 2008 173. No.H.didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meminjam.665/HK. Singapura PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”).156 (a) TII Pada tanggal 6 Maret 2007 berdasarkan akta notaris Titien Suwartini. 3.2007 tanggal 14 Maret 2007 serta Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam Surat Keputusan No. kecuali dinyatakan lain) 1. wesel bayar.. 16 .T. atau instrumen hutang/ 7 Februari 2005 Data dan komunikasi perbankan/ 31 Oktober 2005 Persentase hak kepemilikan 2009 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 2008 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 9. dan disetujui oleh Menkumham dalam Surat Keputusan No.V. meminjamkan..210 PT Telekomunikasi Indonesia International Pte. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan mengumpulkan dana.806 330.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. S.

No. M. Metra memperoleh dana untuk keperluan pembelian tersebut melalui equity call yang berasal dari penambahan modal ditempatkan Metra dari semula Rp412. dengan kepemilikan sampai dengan 80%. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.000.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. No. UMUM (lanjutan) d.000 juta yang diperuntukkan bagi pendanaan akuisisi Sigma dan maksimal sebesar Rp15.679 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. para pemegang saham Metra menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp418. Metra melakukan transaksi jual beli saham tersebut (Catatan 1d.Kn.Kn.000 lembar saham baru.000 lembar saham Indonusa atau 1.000 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. Dari modal dasar tersebut Rp34.. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 23 Maret 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. No.000 juta sesuai dengan keputusan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.000 per saham.H.000 juta menjadi Rp1.25% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp6. Pada tanggal 17 Juli 2008. Metra telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (“Conditional Sales and Purchase Agreement” atau “CSPA”) dengan para pemegang saham Sigma untuk transaksi akuisisi tersebut (Catatan 3). berdasarkan akta notaris Sutjipto.000.T. berdasarkan akta notaris Wahyu Nurani. S. Pada tanggal 3 Juli 2008.250 juta menjadi Rp412. S. kecuali dinyatakan lain) 1. M. Pada tanggal 18 Desember 2007. Pada tanggal 17 Juli 2008.850 juta. 17 . Metra telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) untuk melakukan pembelian 6. (4) menyetujui pengeluaran keseluruhan saham baru sebanyak 35. S.c). 133 tanggal 17 Juli 2008. Perusahaan melakukan tambahan setoran modal kepada Metra sebesar Rp350.Kn. 6 tanggal 3 Juli 2008. (3) untuk membatasi penambahan modal ditempatkan maksimal sebesar Rp335. Akuisisi Sigma telah diselesaikan dengan penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham pada tanggal 21 Februari 2008 yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”)..250 juta menjadi Rp418.H. M.000. (5) menyetujui akuisisi saham Sigma.000 juta yang diperuntukkan sebagai biaya akuisisi serta memperkuat pengembangan bisnis Metra. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp200.600 juta dari PT Datakom Asia (“Datakom”). 64 tanggal 16 April 2009.829 juta disetor dengan cara konversi dari piutang Perusahaan kepada Metra. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.850 juta menjadi Rp485. 134 tanggal 17 Juli 2008.000 per saham. sebuah perusahaan dalam bidang layanan sistem informasi.H. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp62.000 lembar yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan..H. No.000. S.250 juta dengan mengeluarkan 35. Pada tanggal 21 Januari 2008. berdasarkan akta notaris Sutjipto.

S.400.000.000 juta dari Elnusa (Catatan 50a). 18 . hutang Indonusa kepada Perusahaan sebesar Rp82. UMUM (lanjutan) d.000 lembar saham. No.68% menjadi 98. (c) Indonusa Berdasarkan RUPSLB Indonusa pada tanggal 9 Mei 2007. sehingga transaksi ini merupakan akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan.000 lembar saham. Metra telah menandatangani CSPA dengan PT Elnusa Tbk (“Elnusa”) untuk transaksi akuisisi 49% saham Infomedia dari Elnusa (Catatan 1d. 25 tanggal 30 Juni 2009. Perubahan tersebut meningkatkan tambahan modal disetor Perusahaan dari Rp66. No.179 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. Pada tanggal 19 Desember 2007. Perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas Infomedia.75%.3 juta.000. Pada tanggal 30 Juni 2009. 8 tanggal 24 Juli 2009. para pemegang saham Indonusa menyetujui: (1) pemecahan nilai nominal saham Indonusa dari Rp10.986 juta. S.627 juta telah dikonversi menjadi kepemilikan saham dalam ekuitas Indonusa.290 juta dicatat sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” pada akun ekuitas (Catatan 2d).000 juta yang terbagi atas 200. Pembayaran peningkatan modal tahap II telah dilakukan pada tanggal 26 November 2007 sebesar Rp65.000 juta terbagi atas 1. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Pada tanggal 29 Mei 2009.000 juta menjadi Rp2.084.000.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Metra.T.000. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 24 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Wahyu Nurani. sebagai berikut: - Perusahaan telah melakukan pembayaran untuk peningkatan modal tahap I kepada Indonusa pada tanggal 5 Juni 2007 dan 13 Agustus 2007 masing-masing sebesar Rp21.H.e).713 juta melalui penyetoran dan konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap). Selisih antara nilai pembelian dengan nilai kepemilikan minoritas sebesar Rp437.500 juta menjadi Rp237. - Sehubungan dengan transaksi peningkatan modal dan konversi hutang menjadi penyertaan saham (debt to equity swap) kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat dari 95. dan (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp485.000 juta terbagi atas 20.679 juta menjadi Rp1.H.000 lembar saham Infomedia atau 49% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp598. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp200.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.624 juta dan Rp976. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1. yang kemudian ditegaskan kembali melalui Keputusan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 28 Desember 2007.000 lembar saham menjadi Rp700. kecuali dinyatakan lain) 1.800. berdasarkan akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.000 per lembar saham menjadi Rp500 per lembar saham. Metra telah menandatangani Akta Jual Beli (“AJB”) Saham untuk melakukan pembelian 205. Pada tanggal transaksi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000.

S. Anak perusahaan (lanjutan) (c) Indonusa (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 17 Juli 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Dr.000 lembar saham.H.H. No. 19/KEP/M.25% kepemilikan Metra). lisensi operasi Telkomsel diperbaharui dengan memberikan hak kepada Telkomsel untuk menyediakan: (i) Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 900 Megahertz (“MHz”) dan 1800 MHz.1 GHz (3G). 10 tanggal 5 Juni 2009.KOMINFO/10/2006 tanggal 11 Oktober 2006. 25 tanggal 30 Juni 2009.000.b) Sehubungan dengan pemindahan hak atas saham tersebut kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat menjadi 100% (termasuk melalui 1.KOMINFO/2/2006. (d) Telkomsel Pada tanggal 14 Februari 2006. (e) Infomedia Berdasarkan RUPS Sirkuler Infomedia pada tanggal 5 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. Telkomsel mendapatkan lisensi International Mobile Telecommunications-2000 (“IMT-2000”) atau 3rd Generation Technology (“3G”) pada pita frekuensi 2.T. (ii) Layanan telekomunikasi bergerak IMT-2000 dengan pita frekuensi radio di 2.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d.000.000. pada tanggal 12 Agustus 2008 Telkomsel terdaftar sebagai penyedia jasa pengiriman uang dengan nomor registrasi 10/12/DASP/10 untuk menyediakan jasa pengiriman uang. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.ii). S. para pemegang saham Infomedia menyetujui: (1) kapitalisasi bagian saldo laba ditahan perseroan dalam bentuk pembagian dividen saham. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Depkominfo”) melalui DJPT memberikan Telkomsel izin prinsip untuk menyediakan Jasa Teleponi Internet (Voice over Internet Protocol atau “VoIP”).000 juta menjadi Rp210. 101/KEP/M. Penyediaan layanan 3G secara komersial telah dimulai sejak September 2006. dengan masa berlaku satu tahun bergantung pada uji layak operasi. 213/DIRJEN//2008 tanggal 4 Agustus 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 lembar saham. UMUM (lanjutan) d.000. Wiratni Ahmadi. para pihak menyetujui pemindahan hak atas saham milik Elnusa sejumlah 205. (2) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100. (3) peningkatan modal disetor perseroan dari Rp40.800. Kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Juli 2009.000 juta yang terbagi atas 1.b). 19 .000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d. kecuali dinyatakan lain) 1.000 juta yang terbagi atas 420.H. No. 10/632/DASP tanggal 12 Agustus 2008. e. Berdasarkan Surat Bank Indonesia (“BI”) No. S.000 juta menjadi Rp500.1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Menkominfo”) No. 64 tanggal 25 Agustus 2008. dan (iii) Layanan telekomunikasi dasar. Berdasarkan AJB Saham antara Elnusa dan Metra pada tanggal 30 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. Lisensi dapat diperpanjang setelah melalui proses evaluasi (Catatan 13 dan 47c. para pemegang saham Indonusa menyetujui pemindahan hak atas saham milik Datakom sejumlah 6. No.

Jika terdapat indikasi impairment. dan pendanaan. nilai aset tidak berwujud dan goodwill yang dapat terpulihkan (recoverable) ditentukan berdasarkan nilai diskonto dari estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terhadap nilai waktu dari uang (time value of money) dan risiko spesifik dari aset terkait.T. Seluruh saldo dan transaksi antar-perusahaan yang signifikan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian. dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun. Perusahaan secara berkesinambungan mengevaluasi apakah terdapat suatu kejadian atau telah terjadi perubahan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan terhadap estimasi sisa masa manfaat aset tidak berwujud dan goodwill. baik secara langsung ataupun tidak langsung. kecuali dinyatakan lain. kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. b. investasi. Harga perolehan akuisisi dialokasikan ke dalam aset dan kewajiban yang teridentifikasi dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal transaksi. Akuisisi anak perusahaan Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. Selisih harga perolehan dari bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang teridentifikasi dicatat sebagai goodwill. a. kecuali dinyatakan lain) 2. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan. d. c. atau adanya indikasi penurunan nilai (“impairment”). disusun dengan dasar akrual. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal pelepasannya. atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun penyertaan sahamnya lebih kecil atau sama dengan 50%.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. memiliki kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50%. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (“GAAP Indonesia”). Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi jutaan Rupiah (“Rp”). Prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaannya dimana Perusahaan. kecuali beberapa akun tertentu yang dicatat berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Definisi pihak yang memiliki hubungan istimewa yang digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7. mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. 20 . Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari dua puluh tahun apabila terdapat dasar yang tepat. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian.

Berdasarkan metode ini. Berdasarkan PSAK 38R. “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” (“PSAK 38R”). Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai penyertaan sementara. Penyertaan pada perusahaan asosiasi Penyertaan pada perusahaan-perusahaan di mana Perusahaan memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara. dan semua deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya. iii. transaksi akuisisi dengan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan nilai buku seperti metode penyatuan kepemilikan (carryover basis). setelah memperhitungkan dampak pajak penghasilan (“PPh”) yang berlaku. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank. Keuntungan atau kerugian yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian dan dihitung berdasarkan metode identifikasi khusus.T. dan dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan keuangan dan operasi.b). diakui secara langsung di eukitas dan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” (Catatan 1d. Penyertaan i. 21 . Ketika bagian Perusahaan atas rugi melebihi nilai tercatat dari perusahaan asosiasi. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” pada bagian ekuitas. Selisih harga pengalihan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait. Perusahaan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi secara proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh signifikan tersebut. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual tidak diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Penurunan nilai efek yang tersedia untuk dijual di bawah harga perolehannya yang bersifat non-temporer dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. Saldo “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian ketika tidak terdapat lagi hubungan sepengendali antara pihakpihak yang bertransaksi. dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Selisih yang timbul dari jumlah bayar dengan nilai tercatat hak minoritas yang didebitkan. e. kecuali dinyatakan lain) 2. f. Akuisisi anak perusahaan (lanjutan) Pada bulan Juli 2004. yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan. tetapi dilaporkan sebagai komponen terpisah pada bagian ekuitas hingga terealisasi. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. ii.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“DSAK”) mengeluarkan PSAK 38 (Revisi 2004). nilai tercatat penyertaan diturunkan hingga nihil dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan kecuali apabila Perusahaan menjamin kewajiban perusahaan asosiasi atau mempunyai komitmen untuk menyediakan dukungan keuangan kepada perusahaan asosiasi. Penyertaan pada efek Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dinyatakan sebesar nilai wajarnya.

g. Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan adanya indikasi penurunan nilai selain penurunan nilai sementara adalah pencapaian tujuan dan tahapan rencana usaha termasuk proyeksi arus kas dan hasil dari aktivitas pendanaan yang direncanakan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Mata uang fungsional PT Pasifik Satelit Nusantara (“PSN”) dan PT Citra Sari Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar A. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai terendah antara harga pasar (jika ada) dan nilai diskonto arus kas. kondisi keuangan dan prospek bisnis dari setiap perusahaan asosiasi. dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian saat penyertaan dijual sesuai persentase kepemilikan yang dijual. Penyertaan pada perusahaan asosiasi (lanjutan) Secara berkesinambungan.S. sekurang-kurangnya di setiap akhir tahun. 22 . kecuali dinyatakan lain) 2. lamanya nilai wajar penyertaan berada di bawah nilai tercatat penyertaan. dan faktor-faktor relevan lainnya. Penyertaan (lanjutan) iii. nilai wajar penyertaan dibandingkan dengan nilai tercatat penyertaan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f. Selisih yang sebelumnya langsung dikreditkan ke ekuitas sebagai dampak transaksi ekuitas di perusahaan asosiasi. Penurunan nilai tersebut langsung dibebankan ke laporan laba rugi periode berjalan. atau teknik penilaian lain yang tepat. Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas.T. aset dan kewajiban kedua perusahaan ini pada tanggal neraca masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu yang ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap tingkat ketertagihan saldo piutang. Penyertaan lainnya Penyertaan pada perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar harga perolehannya dan hanya disesuaikan untuk penurunan nilai yang bersifat non-temporer atas setiap penyertaan. iv. Penurunan nilai yang harus diakui diukur berdasarkan selisih lebih antara nilai tercatat penyertaan dengan nilai wajarnya. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama tahun tersebut. Piutang ragu-ragu dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi nilai tercatat penyertaannya pada perusahaan asosiasi terhadap kemungkinan penurunan nilai.”).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perubahan nilai penyertaan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan asosiasi yang timbul dari transaksi ekuitas antara perusahaan asosiasi dengan pihak lain diakui sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi”. Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut dengan metode ekuitas.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. yang dibebankan atau dialihkan ke aset tetap pada saat pemakaian. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk komponen. Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”). Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada masa depan. Saldo piutang dihapuskan dari neraca setelah semua cara penagihan dilakukan namun kemungkinan tertagihnya sangat kecil.T. Persediaan Sejak 1 Januari 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Beban penyisihan tersebut dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan keuangan konsolidasian. Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. kecuali dinyatakan lain) 2. i. Perusahaan dan anak perusahaan menentukan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penghapusan pada masa lampau. kartu Removable User Identity Module (“RUIM”). h. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi penyisihan piutang ragu-ragunya secara bulanan. 23 . Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realiasasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode tejadinya penurunan atau kerugian tersebut. Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan) Penyisihan piutang ragu-ragu mencerminkan estimasi terbaik Perusahaan dan anak perusahaan atas jumlah kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. “Persediaan” yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008). harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. dan vaucer prabayar dan metode identifikasi khusus untuk persediaan modul. kartu SIM. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih. dan piutang yang telah jatuh tempo untuk pelanggan non-retail yang melebihi jumlah tertentu dievaluasi tingkat ketertagihannya secara individual. dan vaucer prabayar yang dibebankan pada saat penjualan. Persediaan terdiri dari komponen dan modul. Piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk pelanggan retail sepenuhnya disisihkan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. kartu RUIM.

Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan estimasi masa manfaat. lisensi tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa iuran tahunan BHP. Telkomsel mengakui iuran tahunan BHP sebagai beban pada saat terjadinya. Nilai residu dan masa manfaat aset tetap harus direview minimum setiap akhir tahun buku. Berdasarkan PSAK 16R. Selanjutnya. “Aset Tetap” (“PSAK 16R”) yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008 dan diterapkan secara prospektif. Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan lisensi tersebut setiap tahun. Telkomsel diharuskan membayar uang muka (up-front fee) dan iuran tahunan biaya hak penggunaan (“BHP”) selama sepuluh tahun (Catatan 47c.T.perolehan langsung Sejak 1 Januari 2008. Aset tidak berwujud diakui jika Perusahaan dan anak perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tidak berwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. jika ada. suatu entitas harus memilih model biaya atau model revaluasi untuk mengukur biaya perolehan aset tetap. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) j.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset tidak berwujud Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang berasal dari akuisisi anak perusahaan/bisnis. Aset tetap . dan peranti lunak komputer.ii). Perusahaan telah memutuskan untuk menggunakan model biaya. sejak aset terkait dengan pengoperasian tersebut tersedia untuk digunakan. biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan.iii). Oleh karena itu. (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya. 24 . lisensi. Setiap bagian aset tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Perusahaan dan anak perusahaan harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tidak berwujud. dan (c) estimasi biaya awal pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. kecuali dinyatakan lain) 2. Uang muka (up-front fee) dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (10 tahun). Amortisasi dimulai pada tahun 2006. Apabila nilai tercatat aset tidak berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Aset tidak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. k. Pada tahun 2006. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 16 (Revisi 2007). Aset tetap yang diperoleh secara langsung diakui berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Telkomsel diberikan lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (Catatan 13. Berdasarkan interpretasi manajemen terhadap ketentuan lisensi tersebut dan konfirmasi tertulis dari DJPT. maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali.

dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.perolehan langsung (lanjutan) Aset tetap. biaya pinjaman. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual. Peralatan yang untuk sementara tidak digunakan direklasifikasi sebagai peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaatnya. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan 20 Prasarana bangunan 3-7 Peralatan sentral telepon 5-15 Peralatan telegraf. yang kemudian direklasifikasi secara spesifik menjadi aset tetap yang terkait. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. kecuali dinyatakan lain) 2. peranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari peranti keras komputer.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan peralatannya 3-15 Jaringan kabel 5-25 Catu daya 3-10 Peralatan pengolahan data 3-10 Peralatan telekomunikasi lainnya 5 Peralatan kantor 2-5 Kendaraan 5-8 Peralatan lainnya 5 Terkait dengan PSAK 16R. 25 .T. Jika peranti lunak komputer berdiri sendiri dari peranti keras komputernya. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat serat optik (merupakan bagian dari jaringan kabel) dari 15 tahun menjadi 25 tahun. Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari 12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. Selama masa pembangunan. Perusahaan membebankan pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan keuangan konsolidasian periode berjalan oleh karena dianggap tidak material Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. dan komunikasi data 5-15 Peralatan dan instalasi transmisi 5-20 Satelit. kecuali tanah. dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode tersebut. Peranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan peranti lunak komputer tertentu. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. stasiun bumi. Aset tetap . Dalam kondisi tersebut. teleks. nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. peranti lunak komputer tersebut harus dicatat sebagai bagian dari aset tidak berwujud. pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi. Aset dalam pembangunan diakui sebesar harga perolehan hingga pembangunan selesai. Suku cadang dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan dan diakui sebagai bagian dari laba atau rugi pada saat dikonsumsi. yang termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul untuk membiayai pembangunan aset. sejak 1 Januari 2008.

Pendapatan ditangguhkan yang berkaitan dengan perolehan aset tetap PBH diamortisasi selama masa bagi hasil dengan menggunakan metode garis lurus. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan memutuskan untuk melakukan penerapan prospektif. nilai kini pembayaran sewa minimum. Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas.T. 26 . klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk kontraknya. Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Pada akhir masa bagi hasil. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Perjanjian Pola Bagi Hasil (“PBH”) Pendapatan PBH diakui sesuai dengan bagian yang menjadi hak Perusahaan sebagaimana diatur dalam perjanjian. “Penentuan Apakah suatu Perjanjian Mengandung suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi PSAK 30 (Revisi 2007)”. Oleh karena dampak dari penerapan standar tersebut terhadap tahun 2007 dan 2006 tidak signifikan. diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa manfaat yang akan diperoleh. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l. m. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Aset tetap tersebut disusutkan berdasarkan estimasi masa manfaat masing-masing aset dengan menggunakan metode garis lurus (Catatan 2k). Perusahaan mencatat aset PBH sebagai “Aset tetap PBH” (dengan mengkredit akun “Pendapatan PBH ditangguhkan” yang disajikan pada bagian kewajiban di neraca konsolidasian) sebesar biaya yang dikeluarkan mitra usaha sebagaimana disetujui dalam perjanjian antara Perusahaan dan mitra usaha.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. “Sewa” (“PSAK 30R”) yang efektif berlaku untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. Biaya langsung awal yang dikeluarkan perusahaan dan anak perusahaan ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. Perusahaan membebankan efek kumulatif pada laporan keuangan tahun 2008. Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) 8. Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau jika lebih rendah. mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30R secara retrospektif terhadap semua transaksi sewa sejak tanggal mulainya perjanjian terkait atau secara prospektif seolah-olah PSAK 30R berlaku sejak awal periode pelaporan. Aset tetap sewa pembiayaan Sejak 1 Januari 2008. Aset sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat ekonomisnya. aset tetap PBH yang bersangkutan direklasifikasi ke akun “Aset tetap”. Berdasarkan PSAK 30R. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30 (Revisi 2007). kecuali dinyatakan lain) 2.

Beban tangguhan .72 Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul.03 Beli 9.215 14. aset yang dibangun oleh mitra KSO dalam rangka KSO dicatat dalam pembukuan mitra KSO yang mengoperasikan aset tersebut dan akan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa KSO atau saat penghentian perjanjian KSO. KSO Pendapatan dari KSO mencakup amortisasi pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. “Akuntansi Kerja Sama Operasi” yang menggantikan paragraf 14 PSAK 35. p.603 87.T. 27 .225 14. sesuai dengan perjanjian KSO. MTR diakui setiap bulan berdasarkan perhitungan jumlah MTR yang diperjanjikan untuk periode berjalan.399 107. o.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) n.584 87. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan. baik yang telah maupun yang belum direalisasi. Pada tanggal neraca konsolidasian. dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap pembangunan aset tersebut (Catatan 2k).60 2008 Jual 9. aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal neraca konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan dan anak perusahaan 2009 Beli Dolar Amerika Serikat (“US$”) 1 Euro1 Yen1 10.215 14.hak atas tanah Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan dan perpanjangan masa hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode hak atas tanah tersebut. setelah dikurangi dengan seluruh beban langsung yang berkaitan dengan perjanjian KSO dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan masa KSO yaitu 15 tahun sejak tanggal 1 Januari 1996.375 106. Penjabaran valuta asing Mata uang fungsional Perusahaan dan anak perusahaan adalah Rupiah dan pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah.86 Jual 10. dan bagian Perusahaan atas Pendapatan KSO yang Harus Dibagi (“Distributable KSO Revenues” atau “DKSOR”). “Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi”.200 14. Kompensasi yang diterima dari mitra KSO dicatat sebagai pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. Bagian Perusahaan atas DKSOR diakui berdasarkan persentase bagian Perusahaan atas pendapatan KSO. Berdasarkan PSAK 39. kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. kecuali dinyatakan lain) 2. Pendapatan Minimum Telkom (“Minimum Telkom Revenue” atau “MTR”). setelah dikurangi MTR dan beban operasi Unit KSO.

jasa pemasangan jaringan data komputer. iv. Pendapatan dari penjualan. iii. Pendapatan pulsa dan biaya pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan pelanggan. internet. penyalur. komunikasi data. dan instalasi diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. dan jasa teknologi informatika Pendapatan dari pemasangan (set-up) internet. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM untuk telepon seluler atau kartu RUIM untuk telepon nirkabel dan vaucer perdana) dan vaucer isi ulang diakui sebagai berikut: • • Penjualan kartu SIM dan RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat kartu perdana tersebut diserahkan kepada distributor. Pendapatan dari jasa prabayar. penggunaan. ii. instalasi dan implementasi peranti lunak dan perangkat keras komputer.T. atau langsung kepada pelanggan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penjualan vaucer pulsa isi ulang (baik digabungkan dalam paket perdana ataupun dijual secara terpisah) diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di muka dan secara proporsional diakui sebagai pendapatan berdasarkan jangka waktu dan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada vaucer prabayar telah habis masa berlakunya. dan biaya abonemen bulanan diakui sebagai berikut: • • • Pendapatan jasa penyambungan diakui pada saat penyambungan terjadi. v. Pendapatan interkoneksi Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan internasional diakui pada saat terjadinya berdasarkan perjanjian dan disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi beban interkoneksi. Pendapatan data. Pendapatan jaringan Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit. kecuali dinyatakan lain) 2. dan e-Business diakui pada saat pemasangan selesai. yang terdiri dari pendapatan jasa penyambungan. Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak Pendapatan dari pemasangan sambungan telepon tidak bergerak diakui pada saat pemasangan selesai dan siap dipakai. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. Pengakuan pendapatan dan beban i. Pendapatan telepon seluler dan jaringan tetap nirkabel Pendapatan dari jasa pasca bayar. Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian. Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. 28 . Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Pendapatan diakui berdasarkan harga yang ditetapkan dalam perjanjian.

Imbalan kerja i. Biaya jasa lalu diakui jika telah menjadi hak (vested) atau diamortisasi selama periode vesting. dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi konsolidasian selama sisa masa kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan. tergantung persetujuan manajemen. ii. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi dengan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban yang bersangkutan. Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi aktuaria. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu. vii. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Pendapatan diakui pada saat jasa diterima atau barang diserahkan kepada pelanggan. Penghargaan masa kerja (“Long Service Awards” atau “LSA”) ”) dan cuti masa kerja (“Long Service Leave” atau “LSL”) Perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. r.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 29 . Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) vi. Beban Beban diakui berdasarkan metode akrual.T. Beban program promosi yang belum digunakan disajikan sebagai pengurang pendapatan diterima di muka. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. Laba atau rugi aktuaria yang muncul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan asumsi aktuarial. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. dikurangi dengan nilai wajar dari aset program pensiun setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria yang tidak diakui. dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya bersih berkala untuk tahun iuran tersebut terutang dan dicatat sebagai biaya karyawan. yang melebihi nilai tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program. Untuk program iuran pasti. Kewajiban sehubungan dengan LSA dan LSL dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya terdiri dari penjualan jasa atau barang telekomunikasi lainnya.

T. v. Pensiun dini (“Pendi”) Beban Pendi diakui pada saat Perusahaan berkomitmen untuk memberi imbalan Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Perusahaan agar karyawan terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dalam hal mana PPh-nya juga dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. kecuali apabila pajak tersebut berkaitan dengan pos-pos yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. tetapi tidak terbatas pada gaji rutin. karyawan masih akan menerima manfaat yang diberikan kepada karyawan aktif. dan hanya jika. Selama masa MPP. dan tunjangan lainnya. Imbalan pasca kerja lainnya Karyawan memperoleh tunjangan persiapan pensiun dan tunjangan fasilitas perumahan terakhir pada saat memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. Perusahaan dan anak perusahaan juga mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan. Perusahaan dianggap berkomitmen untuk melakukan Pendi jika. Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program manfaat pasti. misalnya selisih nilai transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali dan efek penyesuaian penjabaran mata uang asing untuk penyertaan tertentu di perusahaan asosiasi. s. dimana karyawan mulai tidak aktif selama 6 bulan sebelum memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. termasuk. Masa persiapan pensiun (“MPP”) Karyawan Perusahaan memperoleh manfaat selama MPP. jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar (probable). Manfaat yang diberikan kepada karyawan yang memasuki MPP dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Imbalan kerja (lanjutan) iii. Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan tetap berlaku terhadap laba kena pajak untuk tahun-tahun dimana perbedaan temporer tersebut terpulihkan atau direalisasi. PPh dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. dimana bagian yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan. Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. seperti kompensasi rugi fiskal. bonus. PPh Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan telah memiliki rencana Pendi formal yang tidak dapat dibatalkan. atau memberikan imbalan yang lebih rendah. iv. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) r. 30 . fasilitas kesehatan. libur tahunan. Manfaat tersebut dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

yaitu jumlah saham per ADS. Harga pokok dari penjualan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode ratarata tertimbang. Instrumen derivatif Transaksi derivatif diakui sesuai dengan PSAK 55. u. aset atau kewajiban terkait harus disesuaikan nilainya. w. PSAK 55 mensyaratkan beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan pajak. kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s.T. termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai. Untuk dividen interim. t. Laba bersih per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 40. Perusahaan mengakui sebagai kewajiban berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Komisaris. 31 . Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat lindung nilai. atau apabila dilakukan banding. Modal saham yang diperoleh kembali Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang ekuitas pemegang saham. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” yang mensyaratkan bahwa semua instrumen derivatif diakui dalam laporan keuangan pada nilai wajarnya. v. PPh (lanjutan) Aset dan kewajiban pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diharapkan dapat diperoleh atau dibayar dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. ketika hasil banding sudah diputuskan. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif diakui pada laporan laba rugi konsolidasian atau laporan perubahan ekuitas konsolidasian tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari transaksi lindung nilai tersebut. Laba per saham dan laba per ADS Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan.

kecuali dinyatakan lain) 2. dan kewajiban yang berhubungan dengan imbalan karyawan. AKUISISI SIGMA Pada tanggal 21 Februari 2008. 3. mempunyai opsi jual (put option) yang mengharuskan Metra membeli saham minoritas. Informasi segmen usaha konsisten dengan informasi operasi yang secara rutin dilaporkan kepada tingkat pengambil keputusan operasional tertinggi di Perusahaan. Segmen usaha adalah unit yang dapat dibedakan (distinguishable unit) yang menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda dan dikelola secara terpisah. dan manufaktur.2 juta atau setara dengan Rp331. y. Perusahaan memulai untuk memperluas jasanya pada industri-industri sejenis terutama jasa teknologi informatika dengan menggabungkan pengalaman Sigma dan basis konsumen korporasi Perusahaan. nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud. Metra dan SCH setuju untuk mendukung Sigma melakukan IPO dalam periode 24 bulan dari tanggal penutupan. Penggunaan taksiran Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut.T. 32 . multi finance.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Opsi tersebut berlaku selama 24 bulan atau lebih cepat jika terjadi IPO. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli tersebut. Metra dan para pemegang saham Sigma. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Harga beli opsi tersebut yaitu nilai tertinggi antara harga per saham yang diperjualbelikan yang disesuaikan dengan tingkat bunga dan nilai wajar yang ditentukan oleh penilai independen. penyisihan untuk piutang. PT Sigma Citra Harmoni (“SCH”) dan Trozenin Management Plc menandatangani Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham dimana Metra mengakuisisi 80% saham Sigma dengan harga perolehan sebesar US$35. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) x.052 juta yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”) (Catatan 1d.b). Informasi segmen Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut segmen usaha. Sigma adalah perusahaan jasa teknologi informatika yang menyediakan peranti lunak untuk perusahaan perbankan. Melalui akuisisi ini. SCH sebagai pemegang 20% saham Sigma. Goodwill dalam kaitannya dengan akuisisi ini terdiri terutama dari nilai wajar dari keahlian dan pengalaman dari tenaga kerja perusahaan yang diakuisisi. Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain termasuk.

dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung. AKUISISI SIGMA (lanjutan) Akuisisi Sigma dicatat dengan menggunakan metode pembelian.108 99. kecuali dinyatakan lain) 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.777) 231.944 331. dan merek dagang (Catatan 13).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.886 29.T.570) (54.052 (43. sebagai tanggal neraca terdekat.649) 287.636) (57. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut: Rp Aset dan kewajiban yang berasal dari akuisisi adalah sebagai berikut: Aset lancar Aset tetap Aset tidak lancar lainnya Aset tidak berwujud Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Hak minoritas Nilai wajar aset bersih yang diakuisisi Goodwill Jumlah harga perolehan Dikurangi: Kas dan setara kas pada anak perusahaan yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akusisi 150. Aset tidak berwujud merupakan kontrak dan hubungan jangka panjang dengan konsumen. peranti lunak.686 189.461 86.405 (75.403 Metra memperoleh kendali atas Sigma pada tanggal 22 Februari 2008 dan penilaian dilakukan oleh penilai independen dengan menggunakan saldo 28 Februari 2008.347) (37. Hasil usaha konsolidasian Perusahaan meliputi hasil usaha Sigma terhitung sejak 1 Maret 2008 sebagai tanggal neraca terdekat. 33 .

N.285 6.250 250 20 247.530 1.948 813 25.566 2.609 3.594 Sub-jumlah Jumlah bank 227.337 1.880 2.115 665 75 87.722 121.095 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.359 1.679 57 5.013 16.864 63.367 61.217 158.495 2.601 17. kecuali dinyatakan lain) 4.426 514. (“HSBC”) DB Citibank.083.338 116.595 Mata uang asing The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. KAS DAN SETARA KAS 2009 Kas Bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Pos Nusantara PT Bank Tabungan Negara (Persero) (“BTN”) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) 95.463.680 115.168 Mata uang asing Bank Mandiri BNI BRI BSM 296.690.076 69.576 88.658 Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah ABN AMRO Bank (“AAB”) Deutsche Bank AG (“DB”) PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) (dahulu PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk) PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (”Bank Ekonomi”) PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara PT Bank DKI Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 1.449 23.304 335.100 8.566 31.A (”Citibank”) Bank CIMB Niaga Bank Ekonomi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 42.366 7 2.492 2008 36.577 95 16 8 1.334 8.610 153.622 10.884 213.675 34 .171 2.947 21.412 8.196 3.039 8.500 9.307 37 379.123 2.763 1.214 10.831 179.363 861.

100.900 3.000 5.000 216.725 6.272 89.000 20.000 29.275.813 6.255 78.650 40.000 9.257.000 1.000 25.468 262.450 300.000 45.627 327.945 267.181 1.983 2.000 149.279.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 37.000 2.623 35 .437.041 1.459.560 209.281 465. kecuali dinyatakan lain) 4.068.315 5.625 220.607.402 293.000 1.600 274.085 1.500 72.000 60.000 2.785 350.900 1.337.000 50.550 117.186 65.363.888 250.871 1.770 2.251.775 2.570 202.495.060 623.053 30.594 4.315 25.680 18. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah BNI BRI Bank Mandiri BTN Mata uang asing BNI BRI Bank Mandiri Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah BCA PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (“Bank Jabar”) Citibank Bank Bukopin PT Bank Muamalat Indonesia (“Bank Muamalat”) PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) Bank CIMB Niaga PT Bank Century Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk DB PT Bank Syariah Mega Indonesia (“Bank Syariah Mega”) PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank NISP Tbk PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk 2008 1.132. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.920 52.000 1.T.

KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing BCA Bank Muamalat DB HSBC Standard Chartered Bank (“SCB”) Bank Jabar Bank Bukopin Bank Mega Bank Ekonomi 2008 658.276.25% .50% 0.610 1.821 18.12.001 8.829 Sub-jumlah Jumlah deposito berjangka Jumlah 2.600 688.391.168 Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Mata uang asing 5.655 901. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan secara keuangan dianggap aman karena dimiliki oleh Pemerintah.13.824 156.584 151.532.226 6.490.75% 2008 2.25% .T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.052.50% 1.591 10.614 1.224 30.942.430 4.784.80% Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dimana Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara.25% .872 10. 36 . Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.4.410 296. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 4.4.844 1.968 3.00% .

(ii) Pihak ketiga 2009 Pelanggan individual dan bisnis Penyelenggara jasa telekomunikasi internasional luar negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih b. dengan rincian sebagai berikut: a.829.459 12.031 43.061.032 (148.749 18.495 3.465) 779.966 44. kecuali dinyatakan lain) 5.457 73.797) 536.776 28.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.404 (1.586 3.773) 2.149 13.235 3.849 2008 528.231) 2.314 (105.072 .173 2008 3.T.623 4.528 8.032 (148.206 885.797) 536. Berdasarkan pelanggan (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Instansi Pemerintah CSM Indosat PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) PSN PT Graha Informatika Nusantara (“Gratika”) Koperasi Pegawai Telkom (“Kopegtel”) Lain-lain Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 702.634 685.703 12.465) 779.326 67.208 9.849 2008 540.845 (1. Berdasarkan umur (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Sampai dengan 6 bulan 7 sampai dengan 12 bulan 13 sampai dengan 24 bulan Lebih dari 24 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 37 754.320.768.035 64.235 Piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu disajikan bersih setelah memperhitungkan kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak yang sama berdasarkan hak untuk melakukan saling hapus yang disepakati oleh kedua belah pihak.361. PIUTANG USAHA Piutang usaha timbul sehubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail.740.314 (105.961 133.350 3.254 55.194 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.843 166 4.301 685.268 885.978 9.564 4.350 89.781 378.941.959.

905 303.336 885.404 (1.203. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih (ii) Pihak ketiga 2009 Rupiah Dolar A. Berdasarkan umur (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2009 Sampai dengan 3 bulan Lebih dari 3 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih c. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.768.978 26.716 3.287.072 858.768.829.231) 2.617 18.404 (1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.991) 1. PIUTANG USAHA (lanjutan) b.696 2008 1. Berdasarkan mata uang (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Rupiah Dolar A.711.032.S.129 1.773) 2.415 685.105 (203.061.173 2008 2.568 4.836 608.361.421 4.797) 536.173 2008 3.320.314 (105.791 3.320.T.959.061.829.374) 1. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih d.773) 2.474.983 2.154.100.072 38 .845 (1.570 3.675.361.S. kecuali dinyatakan lain) 5.465) 779.845 (1.165 (40.032 (148.959.456 314.235 2.210.849 2008 666. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan piutang tak tertagih Saldo akhir 1.054 355.466.231) 2.

manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan atas piutang.701 4.954 201.363) (70.442 Komponen dan modul terdiri dari pesawat telepon. Kecuali untuk piutang dari Instansi Pemerintah.425 (172) 58.T. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu (lanjutan) Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang. kartu RUIM.547 2008 54.850 5. kabel. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.505 179. 39 . Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang.673 2008 137. dan vaucer prabayar Jumlah Penyisihan persediaan usang Modul Komponen Jumlah Jumlah bersih Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan Saldo akhir 64. dan persediaan suku cadang lainnya.244) (58.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PERSEDIAAN 2009 Modul Komponen Kartu SIM. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pada 30 Juni 2009. beberapa persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran.643 520.184) (6.125 354.396 (52. PIUTANG USAHA (lanjutan) d.436 148.954) 295. Piutang usaha tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22).220 (64. suku cadang instalasi transmisi.697 70.835 68.072 139. kecuali dinyatakan lain) 5. dan risiko lain.vii).710) (6.547) 449. pencurian. Total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp4. 6.878 juta (Catatan 43d. Perusahaan dan anak perusahaan tidak mempunyai risiko kredit atas piutang yang terkait dengan pelanggan yang tidak dicerminkan di neraca konsolidasian (off-balance sheet credit exposure).

200.854 1.052 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 6.015 449 4. 8.215 juta.338.836 2008 582.T. 7.158 20. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.424 5.630 82.039 360. BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2009 Izin penggunaan frekuensi Gaji Sewa Asuransi Biaya penerbitan buku petunjuk telepon Lain-lain Jumlah 1. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan tertentu yang mungkin dialami Perusahaan.217 2008 Mata uang asal (dalam jutaan) 0. terdiri dari deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebagai berikut: 2009 Mata uang BNI Perusahaan Bank Mandiri Perusahaan Infomedia TII Jumlah US$ Rp US$ Rp Rp US$ Mata uang asal (dalam jutaan) 0.928 307.284 92. 40 .376 21.498 4. PERSEDIAAN (lanjutan) Beberapa persediaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tertentu telah diasuransikan terhadap all industrial risk dan risiko kehilangan pada saat pengiriman dengan total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp6.569 Setara Rupiah 529 13.244 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka milik Perusahaan dan anak perusahaan yang dijadikan jaminan untuk garansi bank kepada beberapa Bank .523 10. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.703 312.326 8.90 Setara Rupiah 8.420 21.013 378.255 2.348.800 24.537 22.464 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. ASET LANCAR LAINNYA Aset lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.

107 169.780 - (697) 113.11 9.107 10.961 52.949 117.249 28. PENYERTAAN JANGKA PANJANG 2009 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (697) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: Bridge Mobile Pte Ltd.81 20.712 23.480 20.38 Saldo awal 84.107 10.249 28.800) 831 (2.695 20.103) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: BMPL BBT Bangtelindo Scicom 25.360 587 199 30.11 9.132 Penambahan 28.00 40.00 2.00 22.00 5.00 2. (“BMPL”) PT Batam Bintan Telekomunikasi (“BBT”) PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (“Bangtelindo”) Scicom (MSC) Berhad (“Scicom”) 25.961 52.103) 137.858 113.80 20. kecuali dinyatakan lain) 9.116 31.990 (1.T.146 Bagian (rugi) laba (3.00 40.969) Saldo akhir 79.892 90.253 (697) 165.969) (2.700 33.961 52.360 587 199 30.334) Saldo akhir 54.360 587 199 30.587 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.249 Bagian rugi (2.313) (3.360 587 199 2.021) (1.103) (1.00 5.240 32.00 22.334) (3.197 32.38 Saldo awal 57.802 41 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.579 85.

500.38%.000 saham dibatalkan. Bagian Perusahaan atas dividen tersebut sebesar Rp1.H. 42 . sehingga tambahan pemesanan 300. jasa aplikasi jaringan. M. diputuskan bahwa masing-masing para pemegang saham BMPL akan memesan 1. 235 tertanggal 30 April 2008. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di PSN terdilusi menjadi 22. dan jasa konsultasi mengenai teknologi telekomunikasi dan sarana lain yang terkait. para pemegang saham Patrakom menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp4.. tambahan pemesanan 300. oleh karena itu nilai penyertaannya telah menjadi Rp nihil. Selanjutnya. c..PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. CSM CSM bergerak dalam bidang penyediaan Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro (“Very Small Aperture Terminal” atau “VSAT”).000 saham tambahan di BMPL bergantung pada bergabungnya SK Telecom Co. (“SK Telecom”) sebagai pemegang saham BMPL. b. pada tanggal 7 Maret 2007.944 juta. jasa-jasa dan sarana terkait untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan. para pemegang saham PSN setuju untuk menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham baru. para pemegang saham BMPL menyetujui bergabungnya SK Telecom sebagai salah satu pemegang saham BMPL.859 juta dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp607 juta. Pada tanggal 20 Januari 2006. nilai tercatat penyertaan di CSM sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih CSM. Pada tanggal yang sama. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. kecuali dinyatakan lain) 9. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) a. Patrakom Patrakom bergerak dalam bidang penyediaan jasa sistem komunikasi satelit. Berdasarkan hasil RUPST Patrakom pada tanggal 30 April 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. Berdasarkan Accession Agreement tanggal 18 Juni 2007.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PSN PSN bergerak dalam bidang penyewaan transponder satelit dan penyelenggaraan jasa komunikasi berbasis satelit di wilayah Asia Pasifik. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.Kn. suatu perusahaan asosiasi dari Telkomsel. Ltd. Namun. S. bergerak dalam penyediaan jasa seluler regional di wilayah Asia Pasifik. Penambahan penyertaan pada Patrakom di tahun 2007 berasal dari penyesuaian atas selisih nilai buku dan penyertaan awal yang dilakukan pada tahun 2005. Bagian rugi Perusahaan dari PSN telah melebihi nilai penyertaannya sejak 2001. para pemegang saham BMPL juga menyetujui bergabungnya Advance Info Service Public Company Limited sebagai salah satu pemegang saham BMPL. nilai tercatat penyertaan di Patrakom kurang lebih sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih Patrakom. d.000 saham akan dibatalkan jika SK Telecom menjadi pemegang saham di BMPL. BMPL BMPL (Singapore). No.

85 tanggal 30 Juni 2008.000 juta dari pemegang saham PT Fokus Investama Mondial (“FIM”).42 juta (setara dengan Rp30.455 juta dan Rp5. Pada 30 Juni 2008.360 juta) mencerminkan 10% kepemilikan pada masing-masing periode.11%. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp2. 38 tanggal 19 Juli 2007.80%.81% total kepemilikan TII pada Scicom.H. Bangtelindo Bangtelindo terutama bergerak dalam bidang penyediaan jasa konsultasi untuk pemasangan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. e. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) d.200 juta dari pemegang saham FIM. kontribusi TII adalah sebesar US$3. Pada tanggal 5 Februari 2008. S. Wiratni Ahmadi. kontribusi Telkomsel masing-masing adalah US$2. BMPL (lanjutan) Pada bulan April dan November 2007. Pada tanggal 19 Juli 2007.H.000 lembar saham baru. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. S.961 juta) atau setara dengan 9. Telkomsel telah melakukan pembayaran untuk pemesanan tambahan saham masing-masing sebesar US$600. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. f. No.000 (Rp20.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan TII di Scicom terdilusi menjadi 9. serta di Bintan Beach International Resort dan Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan.T. No. Scicom menerbitkan 35. g. BBT BBT bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo di Muka Kuning.615 juta. Pada tanggal 31 Juli 2008.41%.) Pada 30 Juni 2009 dan 2008.200. kecuali dinyatakan lain) 9.000 (setara dengan Rp5. Pulau Batam. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. Wiratni Ahmadi. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp1. Scicom Scicom bergerak dalam bidang penyediaan jasa call center di Malaysia. 43 .

491 128.780.339) (94.100) (100) (144.079.744 139.804 460.636) 920 (1.767 545.240 295.535 593.236 (34.054 766.530 3.372 696.111.502.409.565 86.692 95.350 60.351.184.938 545.917.576 6.084 76.838.533 240.777 95.866 207.580.589.522 2. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.745.730 2.263 40.485) 4. teleks.149 (3.263 40.836 26.165 61.717 11.851 493.401 517.816) (47) (152.819 23.052 6.898) 57.698 110.898 207.698 284.626.560.843 (3.314 2.144) (20.978 236.620 21.583.303.212 658.190 353.506.386 60.198 (11.951 84.705 56.675.073) (1.073 108.641) (121) (511) (20.548 2.002 9.208 561. ASET TETAP 1 Januari 2009 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.830 384 13.761 1.334 135.635 206.721.574.T.629 22.469) 39. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.296 279.789 44 .552 20.554 22.053 4. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Jumlah Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2009 684.099 17.049 36. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.802.239 91.993.967.648 67.954 6.825 676.847 13.697 580.973 11.709 65.495 9.281 7.240 437.857.724 3.976 6. stasiun bumi.417.350) (112) (294) (3.049 94.910 15.998 23.198 21.482) (22) (577.709 1.815 1.261) (556.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.588.640 127.256.124 17.356.340) 123 156 47.155 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.307 140.039 7.440 2. teleks.172 139.685.627 119.072 1.307 132. stasiun bumi.131 427.194 678.258 7.732.321.581 458.816) (127) (153.628 24.493 236.589 323.350) (112) (293) (5.010 27.940 8.004 2.528 216.333.768 2.135 43.824 14.981 622.498 23.825) (54) (144.630 2.228 1.576.201 580.694 497.274 105. kecuali dinyatakan lain) 10.182 9.640 7.165 56.865) (5.923 24.898) (3. stasiun bumi.327 19.703 285.757 3.562 1.174 7.180.697 (3.982 5.162 290.969.913 86.989.829 61.131 1.229.191 1.216 5.323 60.432 61.572.590 68.233 2.683.612 2.900 (26.663 27.994 293 2.235) 45.439 72.877 462.258.456 421.335) (11.991 135.085 94.640 2.907.897 29.926 77.333 70.173. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.220.210.671 642.498) 59 (348) 28.892 29.354 5.926.506.463 2.

207.810.160 21.200 1.039 224.039) 58.816.931 65.523 2.498 24.279 22.808 - 63.886 32.520 12.681) (76.554 33.250 389.860.280.081.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.516) (554) (2.507) (3.801 161.642 26.871 13.834 60.999) (12.207.925) 495.515 2.784 86 83.427 16.560 57.710.036 44.292 1.420 724.057 211.758.557 152.952.196.511) (65.580.796 100.686) 1.676 86.443 6.139 156.055 100.176 36.270.503) (466) (6.603 3.348 2.229) (26.428.667 291.758.782 637.474.812 (37.216 257.106.437 188. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Nilai Buku Bersih Akuisisi Sigma Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2008*) 561.862 13.542) (25.879 545.178.958 4.562.205.440 1.046.137) 620.932.960 (8.693 120.747 3.345 202 8.422 62.598 4.186 1. teleks.227 14.041 37.637 613.625 110.316 4.529 4.228 37.444 6.452 458. teleks.515 400. kecuali dinyatakan lain) 10.011.386 5.993) (1.568 13.021.979.431. stasiun bumi.945 (2.669.979 31.253 13.140) (1.965 2.927 147.895. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.813 114.416.511) 105 (1.081.958 122. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.241) (4.374 626.525.020 706.573 2.458 584.301 4.154 14.494 188. stasiun bumi.091.501.030 3.253 124.485) (13.339 6.904 391. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.875 *) Disajikan kembali (Catatan 52) 45 .244 2.678 17.626 20.005 25.519 147.595.304 575.746 710.643.917.351 283.484 156.180) 3.796 (56) (466) (522) (103) (673) (9.646.560 5.557 381 37.094 54.864. ASET TETAP (lanjutan) 1 Januari 2008 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.557.275 2.430 1.935.192 109. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.724 16.077 5.563) (387.281 109.515 1.297 1.345 1.398 135.457 2.355 12.579 18.579) (211.054) (1.465 20.865.638 6.819 314.293.994 23. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.373.740 2.743) (202) (1.554 44.332 143.194) (7.869) (35.005.095 722.693 7.117 51.682 594.228) (524.199 13.935 (195.629 292.218 10.213.448 437 2.075.T.091 2. stasiun bumi.856 48.134 17.027 704.753 504.804 403.284) (674.557 162.793 2.

050) 46 . kecuali dinyatakan lain) 10. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (i) Pada triwulan pertama tahun 2005. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO IV yang telah diakuisisi tetap berada di MGTI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. Pemerintah menerbitkan beberapa peraturan dalam upayanya menata ulang spektrum frekuensi yang digunakan industri telekomunikasi.279 juta bersih setelah pajak). hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO VII yang telah diakuisisi tetap berada di BSI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. c.400) 1. Tindakan ini mengakibatkan Perusahaan tidak diperbolehkan lagi menggunakan spektrum frekuensi tertentu yang digunakan untuk mendukung jaringan kabel telepon tidak bergerak mulai akhir 2006. ASET TETAP (lanjutan) a.035 juta dan Rp663. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.299 (34. Perjanjian kepemilikan aset KSO (i) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO VII dengan BSI. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.420 juta dan Rp982. (ii) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (“MGTI”). 2.781 juta.460 (1. nilai buku aset tetap ini masing-masing sebesar Rp872.505 juta.349) (29. Oleh karena itu.T. Peraturan ini mengakibatkan fasilitas jaringan kabel tertentu milik Perusahaan yang termasuk dalam segmen sambungan telepon kabel tidak bergerak.060 2008 5. yang beroperasi pada spektrum frekuensi tersebut tidak bisa lagi digunakan mulai akhir tahun 2006. yang sebagian besar terdiri dari peralatan Wireless Local Loop (“WLL”) dan Approach Link. nilai buku bersih aset tetap ini masing-masing sebesar Rp361.398 juta (Rp168. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Perusahaan telah memperpendek sisa masa manfaat peralatan WLL dan Approach Link di kuartal pertama 2005 dan menyusutkan sisa nilai buku bersih aset terkait sampai dengan 31 Desember 2006 dan membebankan tambahan beban penyusutan pada tahun 2006 sebesar Rp240. Keuntungan (kerugian) dari pelepasan atau pertukaran aset 2009 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku bersih Keuntungan (kerugian) dari pelepasan b.

Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. Pada bulan Juni 2007. sedangkan untuk wilayah lain.KOMINFO/1/2006 yang menegaskan kembali keputusan Pemerintah bahwa jaringan tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi pada spektrum frekuensi 800 MHz dan spektrum frekuensi 1900 MHz dialokasikan untuk jaringan 3G. spektrum frekuensi 1900 MHz hanya akan digunakan untuk jaringan IMT-2000 atau 3G. 47 . perusahaan telah sepenuhnya menyusutkan aset-aset tersebut.678 juta bersih setelah pajak) pada tahun 2006. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Telkom-1 dan Telkom-2. Perusahaan mengakui penurunan nilai sebesar Rp616. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 1900 MHz untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (ii) Selanjutnya. Pada tanggal 13 Januari 2006.359 juta. Nilai yang dapat diperoleh kembali diestimasi dengan menggunakan nilai pakai yaitu nilai kini dari taksiran aliran kas masa depan yang diharapkan akan diterima dari unit penghasil kas dengan tarif diskonto sebelum pajak sebesar 16. terutama sebagai backbone hubungan transmisi untuk jaringan milik Perusahaan sendiri serta untuk penyediaan jasa up-linking dan down-linking satelit stasiun bumi untuk para pengguna domestik dan internasional. yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005. Sebagai akibat dari keputusan Pemerintah tersebut.Radiocommunication Sector (“ITU-R”). peralatan Base Station System (“BSS”) Perusahaan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel tidak dapat lagi digunakan mulai akhir tahun 2007 dengan total harga perolehan sebesar Rp1. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 800 MHz. Unit penghasil kas dari suatu aset. Dengan dikeluarkannya keputusan Pemerintah tersebut. Perusahaan juga mengubah estimasi sisa masa manfaat dari peralatan BSS di wilayah Jakarta dan Jawa Barat dan menyusutkan sisa nilai buku dari aset terkait sampai dengan 30 Juni 2007 dan mengakui tambahan beban penyusutan sebesar Rp173.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.330.818 juta. Menkominfo mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan bahwa untuk menyesuaikan dengan standar internasional dan sebagaimana direkomendasikan oleh International Telecommunications Union . Penggantian peralatan BSS ini dengan peralatan BSS yang beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz telah selesai pada akhir bulan Desember 2007. ASET TETAP (lanjutan) c. Di samping itu. Perusahaan mengoperasikan dua satelit. Perusahaan melakukan evaluasi atas nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas yang meliputi aset telepon tidak bergerak nirkabel tersebut dan pada tahun 2005. pada tanggal 31 Agustus 2005. kecuali dinyatakan lain) 10. ditentukan dengan mengelompokkan aset-aset ke dalam tingkat terkecil kelompok aset yang meliputi aset tersebut. yang menghasilkan aliran kas masuk tanpa tergantung pada aliran kas masuk dari aset-aset atau kelompok aset lain.T.768 juta untuk peralatan dan instalasi transmisi dari aset telepon tidak bergerak nirkabel.826 juta (Rp121. Menkominfo juga mengumumkan bahwa jaringan teknologi berbasis Code Division Multiple Access (“CDMA”) yang digunakan Perusahaan untuk layanan telepon tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz.89%. tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat satelit Perusahaan kemungkinan tidak dapat terpulihkan. Perusahaan juga mengakui rugi atas kontrak yang tidak bisa dibatalkan untuk pengadaan peralatan dan instalasi transmisi 1900 MHz di wilayah Jakarta dan Jawa Barat sebesar Rp79. 01/PER/M. Pada tanggal 30 Juni 2009. (iii) Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.

035. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.208 juta dan masa manfaat yang diharapkan sebelumnya lebih dari tahun 2010. direncanakan akan digunakan sampai tahun 2010. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat.588 juta dan penyusutan sebesar Rp47. Sehingga.260. Pengalihan hak kepemilikan secara hukum atas tanah tersebut kepada Perusahaan masih dalam proses. (vii) Perusahaan diberikan hak untuk menggunakan beberapa bidang tanah tertentu oleh Depkominfo (dahulu Departemen Pariwisata.013 juta dan sebesar Rp42.608 juta dibebankan pada laporan keuangan konsolidasi periode berjalan. wilayah Divre VI Kalimantan. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak tersebut. Lain-lain (i) Bunga yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. kecuali dinyatakan lain) 10. Perubahan masa manfaat tersebut memiliki dampak sebesar Rp71. penyusutan peralatan tersebut dipercepat sampai dengan tahun tersebut. Pada bulan Maret 2009. dan Telekomunikasi (“DPPT”)) dimana tanah-tanah tersebut tercatat atas nama DPPT dan Departemen Perhubungan Republik Indonesia. peralatan tertentu Telkomsel (bagian dari infrastuktur) dengan harga perolehan sebesar Rp797. Dampak dari penyesuaian tersebut adalah pengurangan terhadap aset tetap yang dikapitalisasi sebesar Rp1.648 juta yang masih dapat mengalami penyesuaian harga (Catatan 47a. Perusahaan melakukan reklasifikasi peranti lunak Perusahaan yang sebelumnya dicatat di aset tetap ke aset tidak berwujud (Catatan 13 dan 52). ASET TETAP (lanjutan) c. d.868 juta yang dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2008. terjadi banjir besar di Balikpapan dan sekitarnya. Pos.ii). Telkomsel mencatat aset tetap sebesar Rp8.05 juta. 48 . (iii) Pada tahun 2008. (v) Dari tanggal 1 Juli 2007 sampai dengan 31 Desember 2008. Telkomsel dan pemasok setuju untuk mengurangi harga sebelumnya sebesar US$ 107.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (iv) Pada tanggal 9 Juli 2008. (ii) Rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. (vi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 20-30 tahun yang akan habis masa berlakunya antara tahun 2009 hingga 2038. (iv) Pada tahun 2008. Secara berangsurangsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak Juli 2008.

609 110. Lain-lain (lanjutan) (viii)Pada tanggal 30 Juni 2009. PT Asuransi Ramayana Tbk.31 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.764 49 . aset tetap milik Perusahaan dan anak perusahaan kecuali tanah. PT Asuransi Tri Pakarta. pencurian.543 92. PT Asuransi Bintang Tbk.629 56.058 276 422.804 100. PT Asuransi Ekspor Indonesia.391.672 163.14 juta.939) 444.364 (142.335 11.196) 274.753 61.463 48. (ix) Pada tanggal 30 Juni 2009. kecuali dinyatakan lain) 10. Di samping itu. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. dan peralatan kantor dengan hak opsi untuk membeli aset-aset tersebut pada akhir masa sewa pembiayaan. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan PT Asuransi QBE POOL Indonesia terhadap risiko kebakaran.529.22 juta basis kerugian pertama Rp5.255) 251.473 juta dan US$4.198 10. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.301) 225. gempa bumi. PT Asuransi Central Asia. (x) Aset tetap tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22). dan Euro0.060 juta diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (“Jasindo”).123 juta. senilai Rp67.24% dari nilai kontrak dengan perkiraan tanggal penyelesaian antara 1 Agustus 2009 sampai dengan 28 Mei 2010. US$13. dan risiko lainnya dengan nilai maksimum klaim kerugian sebesar Rp839. PT Asuransi Sinar Mas. Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga Nilai kini bersih atas pembayaran minimum sewa pembiayaan Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 253.170 2008 100. peralatan pengolahan data.009 276 587.065 (48.00 juta termasuk pemulihan kegiatan usaha sebesar Rp324.000 juta dengan Automatic Reinstatement of Loss Clause.48 juta dan US$47. kendaraan. Telkom-1 dan Telkom-2 diasuransikan terpisah dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$28. ASET TETAP (lanjutan) d.425 (193.261 (148. tingkat penyelesaian aset dalam pembangunan sekitar 68. (xi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan dengan sewa pembiayaan untuk peralatan dan instalasi transmisi. PT Asuransi Wahana Tata.T.

060 20.203 27.390) 3.776 100.506 44.785 583.701) (63.786 502.521 52.282 116.108) (235.831 631.730) (48.478 Reklasifikasi (46) (3.313 338 152.982 286.172.335) 30 Juni 2008 4.418 53. ASET TETAP POLA BAGI HASIL (“PBH”) 1 Januari 2009 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 1.137 12.940 449.361 Penambahan Penyesuaian 3.267 96.654 Penambahan - Reklasifikasi (1.861) (260) (17.982 285.207.863 7.041 5.480 104.200 1.654 32 20 7.709 254.625 168.535 181.345 24.353 149.639) (47.899 53.488 Sesuai dengan perjanjian PBH.504) (46.097 55.935 2.881 64. 50 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 11.193) (34.643 24.138 (9) (2. hak kepemilikan atas aset tetap PBH secara legal tetap berada di mitra usaha sampai dengan berakhirnya masa bagi hasil.717 11.200 1.563 705.051 2.646 3.995 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 926 61 69.201 48.658 (269) (16.189) (274.646 3.234 9.756) (109.352 129.648) (51.315 10.054 252.162 123.412 703.660 92.769 462.536) (752) (35.072 461.091 116 100 11.435 169.376 2.688 179.601 149.T.883 540.547 726.663 90.707 476.055 1 Januari 2008 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 4.319 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 2.249 582.141 144.844) 30 Juni 2009 1.006 196.602) (102.829 82.049 32.748 21.718 60.281) 949 27.257 80.603 92.641 146.047) (33.305 249.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.ii) Kas yang dibatasi penggunaannya Biaya hak atas tanah ditangguhkan Setoran jaminan Peralatan yang tidak digunakan dalam operasi . Beban penyusutan Telkomsel yang dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp14.267 46.685 43.919 1.T. ASET TETAP PBH (lanjutan) Pendapatan PBH ditangguhkan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Nilai bruto Akumulasi amortisasi: Saldo awal Penambahan (Catatan 33) Pengurangan Saldo akhir Jumlah bersih 703.366 (475.672) 392.704 21.037) (70.888 159.bersih Lain-lain Jumlah 891.995 (427.135.809 juta dan Rp6.179 65.306 Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. yang ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu hak atas tanah (Catatan 10d.299 148.setelah dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) Uang muka pembelian aset tetap Beban ditangguhkan Hak Penggunaan yang Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”) (Catatan 43c.564) 228.727 813. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Uang muka dan aset tidak lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: 2009 Sewa dibayar di muka . kecuali dinyatakan lain) 11. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.085 62.269) (110.090 102. peralatan yang tidak digunakan dalam operasi merupakan Base Transceiver Station (BTS) dan peralatan lainnya milik Perusahaan dan Telkomsel yang untuk sementara tidak digunakan dalam operasi tetapi direncanakan akan dipasang kembali.vi).337 47.773 92. Biaya hak atas tanah ditangguhkan merupakan biaya untuk memperpanjang hak atas tanah.176 juta.172.647 12.028 11.319 (704.418 105.193 2008 804.811.335 (779.775 531.893) 22.431 2008 1. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan kas yang diterima dari Pemerintah sebagai pembayaran kompensasi terminasi dini hak eksklusif untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang telah ditentukan (Catatan 1a dan 28) dan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank. 51 . Pada tanggal 30 Juni 2009.715 2.738) 35.

349 112.436 7.884) (3.peranti lunak Perusahaan Saldo.969.050) 8.000 436. 31 Desember 2007 Akumulasi .373) 2.08 tahun Aset tidak berwujud lainnya (105.694) (13.092) (5.148 (6.900.peranti lunak Perusahaan Saldo.750) 354.688.603.419. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.557) (19.000 Jumlah 9.622 (80.691 7. 30 Juni 2009 Akumulasi amortisasi: Saldo.peranti lunak Perusahaan Saldo.224) 3.301) (13.393) (23.12 tahun (58.735 9.190) 4 38.995 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.022. 31 Desember 2008 Penambahan .peranti lunak Sigma Reklasifikasi .614 189. 31 Desember 2008 Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Reklasifikasi . GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (i) Perubahan nilai tercatat goodwill dan aset tidak berwujud lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Aset tidak berwujud lainnya 8.874 (50) 5.33 tahun (6.906 25.594.276) 4 38.180) (601.324.143 5.906 25. 30 Juni 2008*) Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi *) Disajikan kembali (Catatan 52) 99.000 Jumlah 8.000 436. 31 Desember 2007 Penambahan .944 Lisensi 436.536 9.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.080.747.304) 2.544 106.148 (6. kecuali dinyatakan lain) 12.735 8. 30 Juni 2008*) Akumulasi amortisasi: Saldo.765.605) 86.544 Lisensi 436.357) (81.akuisisi Sigma (Catatan 3) Penambahan .539 (17.135.250 9.lisensi peranti lunak Sigma Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Saldo.072) (567.050) 9.131 juta direklasifikasi sebagai aset tetap (Catatan 10).17 tahun (6. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.604 8.944 99.858) 3.357) (128. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) Pada tahun 2009 dan 2008 peralatan tertentu Telkomsel dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp nihil dan R1.851) (5.746 52 .peranti lunak GSD Penambahan .202.072) (595.060 20 tahun (5. 30 Juni 2009 Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106.614 289.33 tahun (5.599 5.405 112.512.lisensi peranti lunak Sigma Penambahan .874 (50) 5.660 (3.443.166 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.peranti lunak GSD Reklasifikasi .T.464) 307.884) 96.622 (80.855.144.048) (2.913.107) (23.939 19.335) (627. 13.peranti lunak Perusahaan Reklasifikasi .283.530.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pramindo.ii).689 5.T.388 7. dan jasa Hutang sehubungan dengan PBH Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Jumlah 1. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan) (ii) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma tahun 2008 (Catatan 3) dan Indonusa tahun 2008 (Catatan 1d. (iii)Beban dibayar di muka yang dibayar Telkomsel di bulan Februari 2006 untuk lisensi 3G sebesar Rp436. (iv)Estimasi beban amortisasi tahunan aset tidak berwujud lainnya untuk setiap tahun sejak 1 Juli 2009 adalah kurang lebih sebesar Rp1.410 74.418 258.119 70. dan jasa Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Pihak ketiga Pembelian peralatan. REKENING ESCROW Rekening escrow pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: Bank Mandiri Bank Danamon Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 2009 47. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun (Catatan 2d).194 1.iv).923 298.745 7.000 juta diakui sebagai aset tidak berwujud lainnya dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi 3G (Catatan 2j dan 43a.772 53.958 161.859 Rekening escrow pada Bank Mandiri dibentuk sehubungan dengan Perjanjian Konsorsium Konstruksi dan Pemeliharaan (Construction and Maintenance Agreement atau ”C&MA”) Palapa Ring sebagai setoran awal 5% dari nilai ikatan (Catatan 47c. dan merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO. barang. TII.639 59.914.457. dan KSO VII.571 1.503 9.965.086.058.051. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 13.491 2008 41. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.223 2.055 6.077 53 . KSO IV. Rekening escrow pada Bank Danamon dibentuk sehubungan dengan kerja sama bagi hasil dalam pengoperasian peralatan telekomunikasi di Divre VII Kawasan Timur Indonesia. HUTANG USAHA 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya hak penyelenggaraan Pembelian peralatan.b dan 1d.685.398. Aset tidak berwujud lainnya timbul dari akuisisi Dayamitra. 15.240 juta per tahun.c).180 108 42.605 2008 1.189 108 48.102 7. 14.784.293.921 657.231.499 1. barang.

361 70 9.521 550.307 36.175.289 638.151 2. Euro Dolar Singapura Lain-lain Jumlah 4. dan jasa telekomunikasi Gaji dan tunjangan Umum.231 2.517.S.802 89.856 4. 17.465 1.952.964 62.T.266.552 1.727 2.690 1.011 484. administrasi.614.678 141.530 204.605 2008 4.221.015.365 2.280.492.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.457.965.896.705 2008 1. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2009 Kartu pulsa prabayar Jasa telekomunikasi lainnya Lain-lain Jumlah 2.184 2008 1.077 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. HUTANG USAHA (lanjutan) Hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Dolar A.082 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.051 1. dan pemasaran Bunga dan beban bank Jumlah 1.784. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2009 Operasi. kecuali dinyatakan lain) 15.083 5. 16.626 472.882.454 35.083.652. pemeliharaan.883 54 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.978 774 7.

500 juta.50% per tahun sampai dengan 15.T.000. 55 . saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp7. Pada tanggal 30 Juni 2009. pinjaman tersebut telah dilunasi. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12.221 juta).500 juta. Fasilitas kredit ini dijamin dengan Purchase Orders (”PO”) atau Setter of Intent dari beberapa perusahaan. Pada tanggal 1 Juni 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$1. Bank Ekonomi Pada tanggal 11 Juni 2008. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp5.500 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009. Pada tanggal 23 Maret 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$380. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 5). Pada tanggal 22 Mei 2009.000 juta.339 2008 7. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.500 juta untuk keperluan modal kerja. kecuali dinyatakan lain) 18.000 untuk keperluan modal kerja. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 (setara dengan Rp5.1 juta (setara dengan Rp11. PT Sigma Solusi Integrasi. tanggal jatuh tempo diperpanjang menjadi 23 September 2009.839 23. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$550. salah satu anak perusahaan Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$2 juta untuk keperluan modal kerja. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 6% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2009. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5).984 70.618 juta).500 53. Pada tanggal 14 Oktober 2008. Pada tanggal 2 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp3. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$550. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7. Pada bulan September 2008. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 9% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak tanggal penarikan. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp14.50% per tahun dan dibayarkan selama 9 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 15 Juli 2009. HUTANG BANK JANGKA PENDEK 2009 Bank Ekonomi Bank CIMB Niaga Bank Syariah Mega Jumlah 29. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5).1 juta.000 35.000 juta .000 juta untuk keperluan modal kerja.984 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 28. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp5.500 juta untuk keperluan modal kerja. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 adalah sebesar Rp7. Pada tanggal 11 Februari 2009.50% per tahun dan dibayarkan selama 12 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 2 Desember 2009. a. Berdasarkan amandemen terakhir. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 12.50% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 11 September 2008. Pada tanggal 14 November 2008.

saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5.350 juta (Catatan 10). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan amandemen pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8). saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp15.000 juta dan Rp3.5% per tahun (Catatan 22f). kecuali dinyatakan lain) 18. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 23 Mei 2007 (amandemen perjanjian ke-4).5% per tahun dan 30 Mei 2007.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8).000 juta dengan suku bunga 13% per tahun untuk periode sampai dengan 29 Mei 2008.000 juta dan Rp5.50% per tahun. fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dijadikan satu dengan fasilitas pinjaman tetap jangka pendek sebesar Rp4. dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp15.T.5% per tahun menjadi 14% per tahun dan 14. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 29 Mei 2009. Balebat menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dengan tingkat suku bunga tetap 12% per tahun dan fasilitas kredit investasi sebesar Rp1.000 juta dan Rp500 juta dengan tingkat bunga masing-masing 11.000 juta dan Rp15. terakhir pada tanggal 3 November 2006 untuk perubahan tingkat bunga masing-masing dari 16. Pada tanggal 18 Oktober 2005. fasilitas kredit dinaikkan menjadi maksimum Rp15.000 juta. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan aset tetap milik GSD yang berlokasi di Jakarta (Catatan 10).50% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2009. dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2008.000 juta dengan tingkat bunga 11% per tahun. Pada tanggal 29 April 2008. Pada tanggal 26 Juli 2005.500 juta dan Rp15. Perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.5% per tahun dan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 18 Oktober 2007. pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2009 dan perubahan tingkat suku bunga dari 13% menjadi 11%. Pada tanggal 23 November 2007. Di samping itu. GSD menandatangani dua perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp12. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp3.000 juta.5% per tahun dan 30 Mei 2006 yang selanjutnya diubah pada tanggal 13 Juni 2006 menjadi masing-masing 16. Balebat mendapatkan tambahan Fasilitas Transaksi Khusus dan Fasilitas Rekening Koran masing-masing sebesar Rp5. Fasilitas kredit ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat dengan nilai sampai dengan Rp3.75% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2007. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas kredit sebesar Rp500 juta dengan suku bunga tetap 16.000 juta dengan tingkat bunga 15. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit yang dapat diperpanjang ini diubah masing-masing dari 12% per tahun menjadi 12. dan jatuh tempo masingmasing pada tanggal 18 Oktober 2006.600 juta dengan Bank CIMB Niaga. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) b.000 juta dengan tingkat bunga masing-masing 14. terakhir pada tanggal 23 Desember 2008 dengan penambahan fasilitas pinjaman menjadi Rp19. Bank CIMB Niaga Pada tanggal 25 April 2005. tingkat bunga diubah masing-masing dari 11.25% per tahun menjadi 15. Berdasarkan amandemen terakhir.5% per tahun serta tanggal jatuh tempo diubah menjadi 29 Mei 2010. Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali.000 juta (Catatan 22f). Pada tanggal 29 April 2008. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit ini diubah masing-masing menjadi 14% per tahun dan 29 Mei 2010. GSD menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga sebagai amandemen kedua perjanjian tersebut. 56 .

Berdasarkan amandemen pada tanggal 25 September 2008 (amandemen perjanjian ke-2). Pada tanggal 31 Maret 2008.811 193.812 juta untuk keperluan modal kerja. pinjaman telah dilunasi.271 1.637 juta dan pada tanggal 27 November 2008.637 juta untuk keperluan modal kerja. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. pinjaman telah dilunasi.622 48. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) c. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). kecuali dinyatakan lain) 18. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp10. pinjaman telah dilunasi.000 6.199.602. Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Catatan Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 23 20 10 21 2009 4. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp9.604 2008 3.255 3. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan jatuh tempo pada bulan September 2008.535 juta untuk keperluan modal kerja. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp9.833.675 57 .202. dilakukan perpanjangan kembali jatuh tempo menjadi tanggal 28 Desember 2008. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani. Bank Syariah Mega Pada tanggal 11 Desember 2007. Pada tanggal 28 September 2008.958 468. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 11 September 2008.535 juta dan pada tanggal 29 September 2008.812 juta dan pada tanggal 27 November 2008. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani.701. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp10.T. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG a.580 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.301 5.281. Berdasarkan amandemen pada tanggal 10 Juni 2008 (amandemen perjanjian ke-2). Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp8. Pada tanggal 5 Juni 2008. 19. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp8.481 431. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 28 Desember 2008.

6 2.0 206.2 - 11.2 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.2 21.604. Pinjaman penerusan adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah dari bank luar negeri.7 773.502 (468.8 2.986.4 10.160.T.10% .47% 2008 3.691 Saldo 2008 3.970.696 (431.9 659.4 3.1 42.0 342.976.646.4 75.447.622) 3.632. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) a.0 251.6 1.916. kecuali dinyatakan lain) 19.3 1.1 415. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) b.4 6. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.12.166.2 1.074 58 .2 0.483.6 123. yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan.447.27% 2009 3.0 417.811) 3. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terhutang dalam valuta asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994 dicatat dan terhutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman.1 113.0 20.539.214.11.1 7.066.1 1. Bagian jangka panjang (Dalam miliaran Rupiah) Catatan Hutang bank Pinjaman penerusan (two-step loans) Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 20 23 10 21 Jumlah 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya 565.4 3.982.2 27.513.3 2. Rincian pinjaman penerusan adalah sebagai berikut: Suku bunga Kreditur Bank luar negeri Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 3.10% .3 1.

Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam Rupiah dikenakan berbagai tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang berdasarkan rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”) berjangka waktu tiga bulan selama 6 bulan terakhir sebelum jatuh tempo pembayaran angsuran ditambah 1% per tahun.T. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan beban bunga) harus melebihi masing-masing 50% dan 20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman yang masing-masing berasal dari Bank Dunia dan ADB.S.11.00% . Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.696 4. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam valuta asing dikenakan tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 0. Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.502 Saldo 2008 1.119.916.522.693 1.915 3.47% 8. 59 .549.67% 4.440 3.12. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi masing-masing 1.27% 3. Rupiah Yen Jepang Jumlah 2009 2008 2009 1.5:1 dan 1. Rincian pinjaman penerusan yang diperoleh dari bank luar negeri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Suku bunga Valuta Dolar A. dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 5.894 1.753 1.7.2:1 untuk pinjaman penerusan yang berasal dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (“ADB”).6. Pada tanggal 30 Juni 2009.97% . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2009. b. Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: a.5% per tahun.39% 11.10% 3. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) (lanjutan) b.309.25% per tahun.503 1.970.00% .10% Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang telekomunikasi.273.39% .111. kecuali dinyatakan lain) 20.

5:1 (satu koma lima berbanding satu). untuk tahun kedua dan ketiga sebesar tingkat pengembalian rata-rata (yield) dari 3 (tiga) Surat Utang Negara (“SUN”) yang memiliki sisa jangka waktu yang sama yang sama dengan waktu MTN tahun kedua dan ketiga ditambah dengan premi sebesar 4. Metra mengadakan perjanjian dengan PT Bahana Securities (bertindak sebagai “Arranger”) dan PT Bank Mega Tbk (bertindak sebagai Wali Amanat) untuk menerbitkan wesel bayar jangka menengah (Medium Term Notes atau “MTN”) dengan total pokok hutang sebesar Rp50. dan ketiga Tanggal Penerbitan. MTN dilaksanakan secara bertahap sebanyak-banyaknya dalam 4 (empat) tahap penerbitan dengan jumlah total sebanyak-banyaknya Rp50. Tahap pertama telah diterbitkan sebesar Rp 30. Metra diharuskan untuk menaati semua pembatasan. Bunga MTN dihitung dengan menggunakan tingkat bunga mengambang.000) 27. untuk tahun pertama sebesar 15. Metra memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 juta. Maksimal 60% nilai pokok MTN yang masih terhutang. yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni 2012. Debt to Equity maksimal 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 Pada tanggal 9 Juni 2009. tidak dijamin dan setiap saat diperlakukan sama (pari passu) dengan kewajiban Metra lainnya yang tidak dijamin. 60 .000 juta dengan masing-masing tahapan akan berjangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Penerbitan. WESEL BAYAR 2009 Wesel bayar jangka menengah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 30.02%. termasuk mempertahankan rasio keuangan sebagi berikut: a.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 21. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.5. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha dan modal kerja. kedua. dan 70% pada ulang tahun pertama.05%. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. Bunga atas MTN terhutang setiap triwulan sejak Tanggal Penerbitan sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai Agen Pembayar dan Jasa Penitipan Kolektif (Kustodian). Pelunasan pokok masing-masing 10%. b. 20%.T. Metra memberikan jaminan dengan nilai minimal 40% dari nilai Pokok MTN yang masih terhutang.000 (3. Metra dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN.

247.747 1.580) 7.0 - (4.0 4.000 2.233 700.68% per tahun.338 2.000 50.411 1.000 1.800 5.000 600.316. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta.000 5.400 60. Korea Eximbank Pada tanggal 27 Agustus 2003.0 Setara Rupiah 650. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Korea Eximbank dengan fasilitas sebesar US$124 juta yang digunakan untuk membiayai pengadaan CDMA dari Konsorsium Samsung. pinjaman telah dilunasi.000 36.080. Pinjaman ini tidak dijamin dan dibayar dalam 10 kali angsuran semesteran setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember setiap tahunnya sejak Desember 2006.074 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp350. Bank Mandiri (i) Pada tanggal 20 Maret 2006.300 3.279 (3.859 2008 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 71.000 500.833. a. pinjaman telah dilunasi. Pinjaman tersebut dikenakan bunga.849.000 1.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000. dan biaya lainnya sebesar 5.690 2. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp240. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. komitmen. HUTANG BANK Rincian hutang bank jangka panjang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 2009 Saldo terhutang Setara Rupiah 480.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.540. b.250.000 juta dan pada tanggal 29 Maret 2009.100. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006. kecuali dinyatakan lain) 22.337 6. 61 .000 47.000 3.T.271) 3.750.000 31.000 24.345 Kreditur The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) Bank Mandiri BCA Citibank BNI Bank CIMB Niaga Bank Bukopin BRI Bank Ekonomi Sindikasi bank Jumlah Hutang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) Mata uang US$ Rp Rp US$ Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah Mata uang fasilitas asal (dalam jutaan) (dalam jutaan) 124 2.546 4.000 12.600.389 1.000 300.000 900. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.483.000 juta. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri untuk fasilitas sebesar Rp600.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.500.000 37.602.880.513 2.020. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 22.240.

000 juta dan Rp600. HUTANG BANK (lanjutan) b.000 juta.000 juta dan Rp560.300. Saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. (iv) Pada tanggal 24 Oktober 2007.000 juta.000.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. pinjaman telah dilunasi. BCA (i) Pada tanggal 16 Maret 2006. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 2. kecuali dinyatakan lain) 22. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 62 . Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta akan ditarik pada tanggal 30 Januari 2009.000 juta dan sisanya sebesar Rp300. Pada tanggal 24 Juli 2007 perjanjian kredit diamandemen dengan menambah fasilitas kredit sebesar Rp200.000 juta. Bank Mandiri (lanjutan) (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007.000 juta. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp1. c.T. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp750.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp160. (v) Pada tanggal 23 Desember 2008. Pada tanggal 30 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp1.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp500. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.300.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan BCA sebesar Rp400.000 juta. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp280.

4% dari seluruh fasilitas. BCA (lanjutan) (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006. 63 . kecuali dinyatakan lain) 22.4 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. konstruksi. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) Pada tanggal 10 April 2002. instalasi.000 juta. Kreditur berhak atas provisi sebesar 8.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000. dan uji coba jaringan high performance backbone di Sumatra sesuai dengan ”Perjanjian Kemitraan” tanggal 30 November 2001 dengan Pirelli Cables dan Siemens Indonesia untuk pembangunan dan pengadaan high performance backbone di Sumatra.T.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. Citibank 1. dengan jumlah fasilitas sebesar US$23.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. pinjaman telah dilunasi. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100.333 juta) dan pada tanggal 15 September 2008 pinjaman tersebut telah dilunasi. Pinjaman tersebut dilunasi dalam 10 kali angsuran semesteran yang dimulai pada bulan April 2004 dengan tingkat bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR) berjangka waktu enam bulan ditambah 0. Pada tanggal 30 Juni 2008. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 1. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. dimana 15% dibayar tunai dan 85% dimasukkan ke dalam jumlah pinjaman. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140.000 juta. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp1. d. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp350. (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007.75% per tahun.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Fasilitas tanpa jaminan tersebut diperoleh untuk mendanai hingga 85% biaya perlengkapan dan jasa yang terjadi di Jerman sehubungan dengan perancangan. produksi. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Citibank (“Arranger”) dan Citibank International plc (“Agent”) yang didukung dengan jaminan kredit ekspor dari Hermes Kreditversicherungs AG (“Lender” dan “Guarantor”). HUTANG BANK (lanjutan) c.000 juta dan Rp300. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp500. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp19.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.

900 juta).5:1 untuk periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2004 dan b.9 juta. Selain bunga. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc sehubungan dengan pemberian pinjaman oleh Perusahaan kepada anak perusahaan tertentu yang jumlah keseluruhannya melebihi 3% dari ekuitas.5:1. Rasio debt service coverage harus melebihi 1. Tidak ada Fasilitas yang ditarik pada tahun 2008. 3. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) (lanjutan) Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Bunga akan dibayarkan semesteran yang dimulai sejak tanggal Fasilitas digunakan (31 Juli 2003). Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi: a. Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. c. b.75:1 selama periode 2 Januari 2003 sampai dengan 1 Januari 2004. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.5 juta yang terbagi dalam beberapa tahapan penarikan. HUTANG BANK (lanjutan) d. Pada tanggal 21 Juni 2007.5:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan 1 Januari 2005. sebagai berikut: 1. Tingkat bunga per tahun atas Fasilitas tersebut ditentukan berdasarkan Commercial Interest Reference Rate (CIRR) sebesar 3. Pada tanggal 12 Mei 2006. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc terkait dengan pengabaian persyaratan untuk tidak memberikan pinjaman tersebut yang berlaku sampai dengan fasilitas pinjaman lunas. Pada tanggal 30 Juni 2008. 2. Telkomsel mengadakan perjanjian EKNBacked Facility (“Fasilitas”) dengan Citibank International plc (“Original Lender” dan “Agent”) dan Citibank.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan telah melanggar persyaratan dalam perjanjian pinjaman yang mensyaratkan Perusahaan untuk tidak memberikan pinjaman kepada pihak manapun dengan jumlah keseluruhan melebih 3% dari ekuitas. Pada tahun 2006. Pada tahun 2008. Perjanjian tersebut kemudian diubah pada tanggal 17 Desember 2004 untuk mengurangi jumlah Fasilitas menjadi US$68. 2:1 untuk periode 2 Januari 2005 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2008 dan sampai dengan tanggal pelunasan 15 September 2008. Pada tahun 2005. sesuai dengan perjanjian kemitraan dengan PT Ericsson Indonesia (“Ericsson Indonesia”) (Catatan 47a. 3:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. dimana 15% dari jumlah tersebut dibayar tunai dan sisanya diselesaikan melalui penggunaan fasilitas.T. Pada tanggal 30 Desember 2008. Rasio hutang terhadap EBITDA tidak boleh melebihi: a. 2. Citibank (lanjutan) 1. kecuali dinyatakan lain) 22. 3:1 selama periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2003.52% per tahun ditambah 0. 64 . 2. pinjaman telah dilunasi. 3.5% per tahun dan tanpa jaminan.ii). 2. EKN-Backed Facility Pada tanggal 2 Desember 2002. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp17. dan d. Telkomsel juga dikenakan premi asuransi jaminan yang diberikan oleh EKN kepada Telkomsel atas fasilitas pinjaman. cabang Jakarta (“Arranger”) berkaitan dengan penyediaan Fasilitas sejumlah US$70.

yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. pinjaman telah dilunasi.233) 300. Pinjaman jangka menengah (a) Pada tanggal 21 Maret 2006.000 juta dan Rp 500.233 (437. kecuali dinyatakan lain) 22. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp120. cabang Jakarta sebesar Rp500. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta. Citibank (lanjutan) 3. Tabel di bawah ini menyajikan jumlah pokok pinjaman dari Citibank yang terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 300.000) 100.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. pinjaman telah dilunasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. BNI (i) Pada tanggal 15 Agustus 2006.000 juta. (b) Pada tanggal 24 Oktober 2007. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.09% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 737.000 juta dan Rp300. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. HUTANG BANK (lanjutan) d.000 2008 Valuta asing (dalam jutaan) 2 2 Setara Rupiah 19.000 juta.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. (ii) Pada tanggal 15 Juni 2007. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp500. cabang Jakarta untuk fasilitas sebesar Rp500. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 Pinjaman HP Backbone US$ EKN-Backed Facility US$ Pinjaman jangka menengah Rp Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang e. 65 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 (200. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp200. Telkomsel menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp300.000 300. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.333 17.900 700. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.T. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.

400 juta termasuk fasilitas kredit investasi sebesar Rp1. perjanjian kredit di atas diperbaharui termasuk fasilitas kredit jangka pendek sebesar Rp4.000 juta. Pada tanggal 13 Juni 2006.5% per tahun dan Rp2.000 juta dengan jangka waktu pengembalian kredit sampai dengan tanggal 22 Desember 2006 dan tingkat bunga 12. Bank CIMB Niaga (i) Pada tanggal 28 Desember 2004. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. Fasilitas Transaksi Khusus dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan terhitung sejak tanggal 29 Juni 2005. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta untuk pembelian mesin cetak dan Rp500 juta untuk pembelian kendaraan operasional kantor dengan tingkat bunga 16.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. HUTANG BANK (lanjutan) e. pinjaman Fasilitas Investasi telah dilunasi. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap Balebat senilai Rp8. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp1. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp750.000 juta dan Rp600. Fasilitas ini masing-masing akan jatuh tempo 30 Oktober 2011 dan 28 November 2009. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000. BNI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 24 Oktober 2007.600 juta yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2009. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas sebesar Rp2.5% per tahun.000 juta. Pada tanggal 22 Desember 2005. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008. fasilitas ini dijadikan satu dengan fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta (Catatan 18b).200 juta untuk membiayai pembelian mesin (“Fasilitas Transaksi Khusus”) dengan tingkat bunga sebesar 12% per tahun. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp403 juta dan Rp880 juta. Pada tanggal 1 Maret 2008. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp135 juta dan Rp534 juta. Balebat mengadakan perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas sebesar Rp7.000 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. pinjaman telah dilunasi.000 juta untuk membiayai pembangunan pabrik (“Fasilitas Investasi”) dengan tingkat bunga sebesar 13. f. Kemudian melalui amandemen pada tanggal 1 Desember 2005.000 juta.600.T. Fasilitas Investasi dibayar dalam 36 kali angsuran bulanan.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp2.500 juta yang terdiri dari fasilitas sebesar Rp2. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat (Catatan 10). tingkat bunga dinaikkan menjadi 17% per tahun.095 juta dan Rp nihil dan pada tanggal 23 Juni 2009. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. 66 . pada tanggal 25 April 2005. Fasilitas kredit investasi dikenakan tingkat bunga pasar ditambah 2% per tahun. Fasilitas kredit investasi dibayar dalam 48 kali angsuran bulanan dengan jumlah yang tidak sama terhitung sejak November 2005 sampai dengan Oktober 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.5% per tahun.200 juta yang terdiri dari Rp5. Pada tanggal 13 Juni 2006. (ii) Sesuai penjelasan di Catatan 18b. Balebat menandatangani perjanjian kredit dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp2. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1.450 juta (Catatan 10). kecuali dinyatakan lain) 22. terhitung sejak 31 Maret 2005.

Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-2) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp20. HUTANG BANK (lanjutan) f.000 juta.00% per tahun dan 15.400 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. g. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik Infomedia (Catatan 10).300 juta untuk membiayai pembelian aset tetap.200.500 juta untuk keperluan pendanaan investasi proyek call center dengan Telkomsel. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 15. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp7. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp2. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 11% per tahun. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10).125 juta sampai dengan jatuh tempo pinjaman 36 bulan setelah pencairan (Catatan 5). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp18. pinjaman telah dilunasi. 67 . Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.400 juta dan Rp19.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Jangka waktu pinjaman 5 tahun diangsur dalam 60 kali angsuran bulanan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2012. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp80. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-3) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp8.360 juta dan pada tanggal 19 Juni 2009. BRI (i) Pada tanggal 15 Juni 2007.200 juta akan jatuh tempo pada bulan Juni 2010 dan sisanya sebesar Rp1. Bank Bukopin Pada tanggal 11 Mei 2005.069 juta. kecuali dinyatakan lain) 22. yakni sebesar Rp4.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 13% per tahun.000 juta.5% per tahun dan dijamin dengan piutang dari kontrak call center dengan Telkomsel senilai Rp23.473 juta dan Rp7. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp1.100 juta akan jatuh tempo pada bulan Desember 2010. (v) Pada tanggal 23 November 2007. h.000. Pinjaman dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan dan dikenakan tingkat bunga 15. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000. Sebagian dari fasilitas ini. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp400. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta. Jangka waktu pinjaman 8 tahun diangsur dalam 33 kali angsuran triwulanan dan jatuh tempo pada bulan Mei 2015.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.75% per tahun pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. (ii) Pada tanggal 24 Oktober 2007. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10). Bank CIMB Niaga (lanjutan) (iii) Pada tanggal 29 Mei 2006.T. Infomedia menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Bukopin untuk beberapa fasilitas kredit maksimum sebesar Rp5.000 juta dan Rp240. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta dan Rp2.000 juta. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp18. (iv) Pada bulan Maret 2007.

dan Bank Jabar (sindikasi bank) sebesar Rp2. BRI.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan. dan membayar piutang pemegang saham.917 juta.000 juta. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2013.188 juta dan Rp9. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI.50% per tahun sampai dengan 15.50% per tahun yang dibayar dalam 63 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 September 2007 dan berakhir 12 Desember 2012. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2. Sigma memenuhi persyaratan tersebut di atas. 2. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Sindikasi Bank (i) Pada tanggal 29 Juli 2008. membayar atau menyatakan dividen. sebagai berikut: 1. j.000 juta. menyewakan tanah tersebut ke pihak ketiga. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 sebesar Rp32.255 juta dan Rp12.50% per tahun yang dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 Desember 2007 dan berakhir 12 Desember 2012.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. (iii) Pada tanggal 10 September 2008. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9.000 juta. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1. 68 . yang bertindak sebagai agen fasilitas. menarik dana fasilitas kredit melebih batas maksimum. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp33. Pada tanggal 30 Juni 2009.400. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9.50% per tahun sampai dengan 15.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%. HUTANG BANK (lanjutan) h.420 juta. i.000 juta. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800.400. kecuali dinyatakan lain) 22. mengubah status hukum Sigma.000. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009.000 juta. Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Sigma yang berlokasi di Surabaya (Catatan 10) dan piutang usaha Sigma (Catatan 5) dan juga memuat beberapa pembatasan tertentu yang mewajibkan Sigma untuk mendapatkan izin tertulis dari Bank Ekonomi sebelum menjadi penjamin atas hutang pihak ketiga.50% per tahun yang dibayar dalam 78 kali angsuran bulanan sejak tanggal 11 Maret 2009 dan berakhir 11 Maret 2015. menjaminkan tanah tersebut ke bank lain atau pihak ketiga.103 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. (ii) Pada tanggal 9 Maret 2007.50% per tahun sampai dengan 15. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp1. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp13.2% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. saldo pokok pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp10.T. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp14. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. BRI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 28 Juli 2008. Bank Ekonomi (i) Pada tanggal 7 Desember 2006. saldo pokok pinjaman pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp8. Bank BNI.

131.445 (2.159 70.001 (1. Sindikasi Bank (lanjutan) (ii) Pada tanggal 16 Juni 2009. Bank BNI. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 2. Dikurangi diskonto wesel bayar Transaksi KSO IV MGTI Dikurangi diskonto 1. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2014.305) 1.291 3.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan.000 juta.976.234 (187.428) 744.870 (1. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%.576 (87.357.929 1.650 1. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1.958) 773. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI dan BRI (sindikasi bank) sebesar Rp2.043 2008 105.setelah dikurangi diskonto (Catatan 19b) 1. yang bertindak sebagai agen fasilitas.669 25.700. sebagai berikut: 1. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian.310. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN Nilai perolehan yang ditangguhkan merupakan kewajiban Perusahaan kepada para Pemegang Saham Penjual TII atas akuisisi Perusahaan terhadap 100% saham TII.917 (79. ke MGTI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO IV.716. dengan penjelasan sebagai berikut: 2009 Transaksi TII PT Aria Infotek The Asian Infrastructure Fund MediaOne International I B.V. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009.904.481) 1.847. HUTANG BANK (lanjutan) j.064) 1.803 (226. 2.200.148 Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah dikurangi diskonto (Catatan 19a) Bagian jangka panjang .512) 1.45% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. 23. dan ke BSI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO VII. kecuali dinyatakan lain) 22.202.623) 198.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.046.389 69 .T.199.853 Transaksi KSO VII BSI Dikurangi diskonto 831.231.

230 juta).1 juta). kecuali dinyatakan lain) 23. wesel bayar telah dilunasi. Wesel bayar tersebut akan dibayarkan dalam 10 kali angsuran semesteran dalam jumlah tetap terhitung mulai tanggal 31 Juli 2004. Wesel bayar ini memiliki nilai nominal sebesar US$109. b.310.770. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. Transaksi KSO VII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO VII merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO VII oleh Perusahaan.234 juta). 70 . Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO IV. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.904. sebelum diskonto yang belum diamortisasi.7 juta (setara dengan Rp3.576 juta dan Rp1. wesel bayar yang masih terhutang.3%. yang harus dibayar kepada MGTI sejak Februari 2004 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 8. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan BSI pada tanggal 19 Oktober 2006. c. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.359.3 juta (setara dengan Rp1. masing-masing sebesar Rp831.322 juta) pada tingkat diskonto sebesar 5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.803 juta. dan pada tanggal 30 Januari 2009. Transaksi KSO IV Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO IV merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO IV oleh Perusahaan.925 juta yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar Rp2. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha.1 juta (setara dengan Rp927. Berdasarkan perjanjian. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO VII. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Berdasarkan perjanjian.7 juta (setara dengan Rp788.362 juta) yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar US$517.357. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada BSI. Pada tanggal 30 Juni 2008. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.917 juta) dan US$206. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha. masing-masing sebesar US$128.273 juta).4 juta (setara dengan Rp1.16%.8 juta (setara dengan Rp201. sebesar US$21. yang harus dibayar kepada BSI sejak Oktober 2006 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 15%. Perusahaan menyetujui untuk membayar BSI dengan nilai total pembelian berkisar Rp1.272 juta) dan nilai kini pada tanggal penutupan sebesar US$92.T. Transaksi TII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi TII merupakan wesel bayar tanpa bunga yang menjadi bagian dari harga perolehan atas akuisisi 100% saham TII (sebelumnya adalah mitra KSO Perusahaan di KSO III) pada tanggal 31 Juli 2003. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN (lanjutan) a.285. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada MGTI. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan MGTI pada tanggal 20 Januari 2004. Perusahaan menyetujui untuk membayar MGTI dengan nilai total pembelian berkisar US$390.

320.935 36.100 17.T.937 3.667 2.071.711 1.732 7.917.190 63.287.999.856 19.258.508 8.604 5.521 68.13 100.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.548 8.358 143.221.685.280 Persentase kepemilikan 52.470.420 4 1 2.780 490.516 2009 Hak minoritas atas laba (rugi) anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah 2008 2.040.00 100. MODAL SAHAM 2009 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.252.897.594 8.47 5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.669.678.00 Jumlah modal disetor 2.500 20. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 24.582 25.030 2.118 265.702 4.424.159.813 4.424.658 2.669 7.580.202.644 5. HAK MINORITAS 2009 Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2008*) 7.987 32.161.40 42.356 122.000 71 .574.061.495.

280 Persentase kepemilikan 52. para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana pembelian kembali tahap I modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.32 100. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.604 5.00 Jumlah modal disetor 2.711 1.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.333.496.250.494 492.040.640 saham Seri B pada tahun 1999 Jumlah 27.) The Bank of New York Mellon Corporation (dahulu The Bank of New York Company.573 5.39 9. dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.000 Perusahaan hanya menerbitkan 1 Saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun.073.500 20.333 72 .459 19.427 106. TAMBAHAN MODAL DISETOR 2009 Hasil penjualan 933.320.733.T.001 1.99 30.333) 1.333 2008 1.999. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sebesar 5% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih Rp5.181. 26.446. Inc.30 7.764 4 1 1.470. MODAL SAHAM (lanjutan) 2008 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007).00 100.496 17.118 364.000 juta.984.780 426.976.666 (373. 1.333) 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.457.446.290.580.508 5.933.666.971.666 (373.000 saham di atas nilai nominal melalui IPO pada tahun 1995 Kapitalisasi menjadi 746.159.073.046 4. kecuali dinyatakan lain) 25. Saham Seri B memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal kepada seluruh pemegang Saham Seri B.708.057.

000 juta. XI.43% dan 2. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sejumlah 215.798.000 426. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap II saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap III saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.622.000 juta.162 Rp 2.500 dan 426. dengan total pembelian masing-masing sebesar Rp4. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (29 Juni 2007 sampai dengan 28 Desember 2008).740.290.574.073 89 4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.500 2008 Rp 4. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008. kecuali dinyatakan lain) 27. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap I saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap II modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.611 1. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. Pada tanggal 13 Oktober 2008. masing-masing setara dengan 2.11% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.798.000.500 Jumlah saham 244.574. yang akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 3 bulan (13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009). Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham seri B adalah 339.264.574.500 181. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (20 Juni 2008 sampai dengan 20 Desember 2009).313 lembar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3.B.B.550.000. berdasarkan Ketentuan BAPEPAM-LK No. XI. Kep-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis.500 saham dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. menjual.000 juta.T.090 3.000.443. Perusahaan mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham Perusahaan yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI maksimum sebesar 20% dari modal disetor dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3.000.500 490.264.264. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Perusahaan telah membeli kembali 490. Mutasi saham yang dibeli kembali yang berasal dari program pembelian kembali saham adalah sebagai berikut: 2009 Jumlah saham Saldo awal Jumlah saham yang dibeli kembali/ penambahan Saldo akhir 490.701 juta hingga 30 Juni 2008 (sudah termasuk biaya jasa perantara dan kustodian).290. atau menggunakan saham yang diperoleh kembali untuk tujuan lain sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK No.000 lembar saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp2.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.701 73 .162 juta hingga 30 Juni 2009 dan Rp3. Perusahaan merencanakan untuk mempertahankan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.176.2 dan UU No.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Selama periode dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham, sehingga harga beli per lembar untuk saham yang dibeli kembali untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:

Rp 2009 Rata-rata tertimbang Minimum Maksimum 2008 8.934 7.504 10.155

Harga beli per lembar saham sudah termasuk biaya jasa perantara. Sampai dengan tanggal neraca konsolidasian, tidak ada satupun saham yang dibeli, kemudian dijual kembali. Sampai dengan tanggal 30 Juli 2009, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali 490.574.500 lembar saham, setara dengan 2,43% saham Seri B yang ditempatkan dan beredar, dengan total pembelian sebesar Rp4.264.178 juta, termasuk biaya jasa perantara dan kustodian (Catatan 1c).

28. SELISIH TRANSAKSI SEPENGENDALI

RESTRUKTURISASI

DAN

TRANSAKSI

LAINNYA

ENTITAS

Saldo akun ini berjumlah Rp360.000 juta berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri. Seperti dijelaskan pada Catatan 1a, pada tanggal 15 Desember 2005, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Kompensasi Terminasi Dini Hak Eksklusifitas dengan Menkominfo - DJPT dan amandemennya pada tanggal 18 Oktober 2006. Berdasarkan perjanjian ini, Pemerintah menyetujui untuk membayar sebesar Rp478.000 juta, bersih setelah pajak, kepada Perusahaan secara bertahap selama lima tahun dimana pembayaran sebesar Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2005, Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2006 dan sisanya sebesar Rp298.000 juta akan dibayarkan secara bertahap atau sekaligus sesuai dengan kondisi keuangan negara. Selain itu, Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp416.773 juta dan Rp190.997 juta. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, Perusahaan telah menerima pembayaran dengan total masing-masing sejumlah Rp360.000 juta dan Rp270.000 juta terkait dengan kompensasi atas terminasi dini dan hak eksklusif yang dibayarkan oleh Pemerintah pada tanggal 30 Desember 2005, 28 Desember 2006, 13 Desember 2007, dan 12 November 2008 masing-masing sebesar Rp90.000 juta. Perusahaan mencatat jumlah ini sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas. Jumlah ini dicatat sebagai bagian dari ekuitas karena Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali atas Perusahaan. Perusahaan akan mencatat jumlah sisanya sebesar Rp118.000 juta pada saat diterima.

74

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. PENDAPATAN TELEPON 2009 Tidak bergerak Percakapan lokal dan SLJJ Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan pasang baru Kartu telepon Lain-lain Jumlah Seluler Pendapatan pemakaian Pendapatan abonemen bulanan Fitur Pendapatan jasa penyambungan Jumlah Jumlah Pendapatan Telepon 2.233.900 1.835.449 58.570 3.524 133.208 4.264.651 11.772.303 932.504 705.938 114.885 13.525.630 17.790.281 2008 3.299.598 1.839.933 58.335 4.788 58.032 5.260.686 11.569.584 179.673 319.993 107.318 12.176.568 17.437.254

30. PENDAPATAN INTERKONEKSI 2009 Pendapatan Beban Jumlah - Bersih 5.321.975 (1.468.893) 3.853.082 2008 5.864.545 (1.463.002) 4.401.543

Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 08/Per/M.KOMINFO/02/2006, menetapkan bahwa implementasi tarif interkoneksi berbasis alokasi biaya mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2007 (Catatan 46). Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 31. PENDAPATAN DATA, INTERNET, DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA 2009 Short Messaging Service (“SMS”) Internet Komunikasi data dan jasa teknologi informatika VoIP e-Business Jumlah 5.421.169 1.510.895 889.122 91.142 18.660 7.930.988 2008 5.139.420 986.722 1.224.205 69.832 13.499 7.433.678

75

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. PENDAPATAN JARINGAN 2009 Sewa sirkit Sewa transponder satelit Jumlah 373.139 156.577 529.716 2008 299.495 165.711 465.206

Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

33. PENDAPATAN POLA BAGI HASIL (“PBH”) 2009 Pendapatan PBH Amortisasi pendapatan ditangguhkan (Catatan 11) Jumlah 11.718 70.893 82.611 2008 74.041 110.738 184.779

34. BEBAN USAHA - KARYAWAN 2009 Gaji dan tunjangan Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya PPh karyawan Beban pensiun berkala bersih (Catatan 40a) Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih (Catatan 42) Perumahan Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) Beban LSA dan terminasi LSA (Catatan 41) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 40c) Pengobatan Lain-lain Jumlah 1.490.112 1.267.724 367.699 264.024 165.652 104.093 40.734 13.711 7.364 4.385 45.226 3.770.724 2008 1.444.948 1.341.399 488.149 353.734 450.660 136.902 41.785 9.955 7.083 4.089 15.138 4.293.842

76

367 25.OPERASI.076 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.319 2008 595.088.822 54.874.024 75.170.781 27.T.643. gas. kartu SIM.385 105.919 37.659 2008 2.520 88.049 14. PEMELIHARAAN. kecuali dinyatakan lain) 35.165 42.838 31.858 539.853 77 .898 182.977 1.862 132. dan RUIM Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal (”KPU”) Listrik.092 48.449.537 114.149 33. kartu telepon. BEBAN USAHA .611 29.172 5. BEBAN USAHA . dan rekruitmen Sumbangan sosial dan umum Jasa profesional Sewa kendaraan Rapat Alat tulis dan cetakan Penelitian dan pengembangan Lain-lain Jumlah 627.009 2.346 236.801 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.083 94.652 569.982 29.530 127.782 4.583 318.792 332.289 40.092 289.819 1.464 308.720 306.UMUM DAN ADMINISTRASI 2009 Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13) Beban penagihan Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang (Catatan 5d dan 6) Keamanan dan screening Perjalanan Pelatihan.v) Beban pokok penjualan pesawat telepon. pendidikan.222 337.767.893.894 159.570 6. dan air Sewa sirkit dan CPE Asuransi Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung Beban pokok jasa teknologi informatika Perjalanan Lain-lain Jumlah 3.067 165.272 527.394 226.469 102.050 93. 36.177 113.148.205 129. DAN JASA TELEKOMUNIKASI 2009 Operasi dan pemeliharaan Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 47c.837 34.433 43.520 35.277 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

270 398.Penyerahan jasa 255.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.Penyerahan jasa Pasal 25 .203 249.732 809.032 4.PPh pribadi Pasal 23 .840 96.PPh pribadi luar negeri Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) .232 6.646.719 83.335 807. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 . kecuali dinyatakan lain) 37.484 388 216. PERPAJAKAN a. Klaim atas restitusi pajak 2009 Anak perusahaan PPh badan PPh .Pajak final Pasal 21 .556 554.Kurang bayar PPh badan PPN 2008 9.Angsuran PPh badan Pasal 26 .PPh pribadi Pasal 22 .305 23. Hutang pajak 2009 Perusahaan PPh Pasal 4(2) .318 423.390 25.303 2 15.Angsuran PPh badan Pasal 26 .932 318.484 1.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .561 2.800 330 460.584 96.203.203 3.016 804.230 22.751 15.termasuk bunga Pasal 21 .011 b.464 6.565 75.T.550 7.331 5.765 17.814 16.168 255.584 c.185 203.751 7.900 2008 66.712 25.termasuk bunga 5.401 78 .190 35.681 320.930 86.891 38.Kurang bayar PPh badan PPN Anak perusahaan PPh Pasal 4(2) .Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .Penyerahan jasa Pasal 26 .069 1.Penyerahan jasa Pasal 25 .425 838.168 533.650 1.587 265.672 222.Pajak final Pasal 21 .PPh pribadi Pasal 22 .326 408.934 327.165 1 28.544 2008 72. Pajak dibayar di muka 2009 Perusahaan PPh badan Anak perusahaan PPh badan PPN PPh Pasal 23 .529 99.411 3.

537.862. PPh badan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai entitas yang terpisah (laporan keuangan konsolidasian tidak berlaku untuk perhitungan PPh badan di Indonesia).471 2008 12.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Komponen beban (manfaat) pajak adalah sebagai berikut: 2009 Kini Perusahaan Anak perusahaan 529.326 41.705.382 3.420 (8.219.935 2.628 77.046 1.906 818.377.010 3.563) 153. kecuali dinyatakan lain) 37.622 2.028 Pajak dihitung dengan tarif progresif Penghasilan tidak kena pajak Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak Kewajiban (aset) pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan .080.bersih Beban PPh badan Beban PPh final Jumlah beban PPh .Perusahaan Beban PPh .443) 7.429) 6.054 16.382 79 .272 2.265.924.291. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan dan beban PPh konsolidasian adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak konsolidasian Penambahan kembali eliminasi konsolidasian Laba konsolidasian sebelum pajak dan eliminasi Dikurangi: laba sebelum pajak anak perusahaan Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 11. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.508.574 4.963) 6.034.394) 153.435.242 488.806 (913. PERPAJAKAN (lanjutan) d.995 36.539 2.939.704 1.317 (76.065 3.957 2.560.577 1.939.291.999.110.273.714.628 (9.495.982 (343.677 69.859.514 3.382 e.612.469 15.894 Tangguhan Perusahaan Anak perusahaan 326.336.039.537.471 2008 1.991 (364.372 2.335 162.299) 192.344 (1.962 855.T.anak perusahaan Jumlah beban PPh konsolidasian 1.951 3.156.577 3.802.646) 7.

317) 80 .466 165.659) (66.112 (1.658 (953) 4.545 258.994) (3.652 520 (3.664) 190.987) 232. kecuali dinyatakan lain) 37.963) 6.580) 44.311) 35.854) (161.296) 27.377.813) (7.991 (3.279) 501.840 (1.172 (4.980 263.721 (1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.971.463 6.861 (437.028 Perbedaan temporer: Amortisasi aset tidak berwujud Penyusutan aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan beban karyawan Penyusutan aset tetap PBH Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Amortisasi hak atas tanah Laba atas penjualan aset tetap Amortisasi pendapatan PBH ditangguhkan Penghapusan piutang Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih LSA Pembayaran nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Rugi atas komitmen pembelian Penyisihan lain-lain Jumlah perbedaan temporer Perbedaan tetap: Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar Bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan anak perusahaan Lain-lain Jumlah perbedaan tetap 491.T.626 55.539 491.034.547) (60.559) (600.417 162.712 (3.910) 2008 7.622) (174.303.217.376 (15.888) (199.991 (364.081) (55. (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Perusahaan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 6.560.114.656 (49.989 (926.173) 260.982 (343.442) 5.282) (98. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.184) (67.924.575.116) 445. PERPAJAKAN (lanjutan) e.443) 7.

Jumlah tagihan yang tidak diterima sebesar Rp52 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008.894 2008 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keberatan PPN yang tidak disetujui sebesar Rp215 miliar. 81 2.115. Telkomsel telah mengajukan keberatan atas kekurangan bayar PPh dan PPN termasuk denda sebesar Rp408 miliar. Kekurangan bayar tersebut telah dilunasi dengan mengkompensasi pembayaran PPh tahun fiskal 2006 sebesar Rp25 miliar dan pembayaran kas sebesar Rp453 miliar. Pada tanggal 23 Februari 2009. keberatan yang diajukan Telkomsel disetujui untuk dikembalikan sebesar Rp115 miliar termasuk bunga sebesar Rp52 miliar.962 529.273. Berdasarkan hasil keputusan Pengadilan Pajak pada bulan Desember 2008.935 2. Selisih antara hasil pemeriksaan pajak dengan pengajuan keberatan sebesar Rp70 miliar dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007.705.689 1. pada 31 Desember 2008. (ii) Telkomsel Pada tahun 2007.719. oleh karena itu dicatat sebagai kalim atas restitusi pajak pada tanggal 31 Desember 2008. Telkomsel mengakui sebagai tagihan pajak termasuk bunga sebesar Rp39 miliar pada tanggal 31 Desember 2008. diterima pada Februari 2009.anak perusahaan Jumlah pajak kini f. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Perusahaan Pajak kini . dan PPh badan termasuk denda untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 sebesar Rp478 miliar. Penyelesaian atas kurang bayar tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2006.272 2.363 juta. Telkomsel diperiksa oleh Otoritas Pajak dengan hasil kurang bayar PPh. Otoritas Pajak dapat mengajukan masalah yang sama untuk transaksi yang terjadi di tahun fiskal berikutnya.T. (lanjutan) 2009 Laba kena pajak Beban PPh badan kini Beban Pajak final Jumlah pajak kini . PPN. Telkomsel mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Pajak atas penolakan Otoritas Pajak terhadap keberatan yang diajukan Telkomsel terhadap SKPKB PPh pasal 23 dan 26 untuk tahun fiskal 2002 sebesar Rp21 miliar. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dari Kantor Pajak atas PPh Badan untuk tahun fiskal 2004 sebesar Rp4.802. setelah dikurangi kurang bayar berbagai tagihan pajak. Selanjutnya. kecuali dinyatakan lain) 37.660 36.889 41.862.317 .142. Pada tanggal 2 Oktober 2007.156. Pemeriksaan pajak (i) Perusahaan Pada tahun 2006.382 3. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Otoritas pajak menerima keberatan yang diajukan Telkomsel sebesar Rp141 miliar.001 492. Nilai Rp 21 miliar tersebut telah tercatat sebagai tagihan restitusi pajak yang telah dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007.046 1. Telkomsel berkeyakinan bahwa nilai tersebut dapat diterima kembali.622 2. Pada tanggal 3 Januari 2008.

863 38.582) 511.201 1.021) (916.195 275.350 219.745) (4.625) 137.494) (436. Telkomsel mengajukan tanggapan (kontra memori) ke MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.869) (573.598.710 17.149 327.290 17. Oleh karena itu.603 (430.904.479) (62.439) (2.324) 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.676) (3.741 31.877 220.155 (55.242) (488.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .393. Telkomsel berkeyakinan bahwa keputusan Pengadilan telah ditetapkan secara tepat.bersih 30 Juni 2009 698. kecuali dinyatakan lain) 37.698) (38.081 54. Otoritas Pajak mengajukan uji materiil kepada Mahkamah Agung (“MA”).bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .899) 68.450) 82 .048 259.804 1. PERPAJAKAN (lanjutan) f.922) (57.698 93.616. atas keputusan Pengadilan Pajak untuk menerima pengajuan banding Telkomsel untuk pengembalian sebesar Rp115 miliar.570.577) (1.186.254) (2.314. Pemeriksaan pajak (lanjutan) Pada tanggal 25 Februari 2009.235) (557) (4.774) (2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.335) (162. belum terdapat keputusan atas kontra memori tersebut.559) (4.476.207.103.247 (1. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2008 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .035 22.873) (28.434) (2. g.878) 6.T.664 104.247 (326.829 (186.034 16. pada tanggal 3 April 2009.918) (2.204 (220.794) (5.268) (590.

063 1.bersih Akuisisi Sigma 30 Juni 2008*) 1.592) (59. Penolakan tersebut menyebabkan PPh badan Telkomsel tahun 2006 menjadi lebih bayar Rp12.527) 48.100) 101.801) (54.889 17.114 76.636) *) Disajikan kembali (Catatan 52) Realisasi dari aset pajak tangguhan tersebut tergantung kepada kemampuan menghasilkan laba di masa depan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.031) (2.071 40.168) 1.994 76.746.063 (147.684 (35. menetapkan.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .213 332.506) (3.512 (1.543) (748.dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang.628) (77. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia.T.209.686 172.563 (153. Perusahaan dan anak perusahaan yakin bahwa kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba fiskal masa depan.720) (2.065) - (1.013 340. namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari pada yang diestimasikan.034.5 miliar yang merupakan bagian dari pajak dibayar di muka. h. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut.551) - 862.965) 122.997.316 52.821.594) (2.329 375.824) (786. Aset dan kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) (Dibebankan) ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2007 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .863) (5.657) (824.165. 83 . mana yang lebih awal.861. PERPAJAKAN (lanjutan) g.035 306.678) (24.159 220. Perusahaan dan tiap anak perusahaan menghitung.788 (3. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut dipertimbangkan dapat direalisasi.338 (544) (10.891 1. kecuali dinyatakan lain) 37.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .172 (135.285 212.201) (4.848. sehingga Telkomsel melakukan pembalikan sebagian klaim terhadap kewajiban pajak tangguhannya.859 36. Klaim kelebihan pembayaran PPh badan untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 atas perhitungan ulang penyusutan aset tetap pada tahun 2006 sebesar Rp338 miliar tidak disetujui oleh Otoritas Pajak.859) (909.010.005) (2.136) (70. Direktorat Jenderal Pajak (“Dirjen Pajak”) dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.636) (54. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun fiskal 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa Dirjen Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.057 15. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.417.770) (3. atau akhir tahun 2013.609.822) 25.

GSD sampai dengan tahun fiskal 2002 dan 2007. 38. kecuali jika ditemukan bukti baru yang mengharuskan Otoritas Pajak melakukan pemeriksaan dan penyidikan. Perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar masing-masing sejumlah 19. Perusahaan dan anak perusahaan telah menghitung efek dari pemberlakuan tarif 28% dan 25% atas perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhannya sesuai dengan estimasi realisasinya. 36 tahun 2008 juga diatur pengurangan tarif sebesar 5% dari tarif tertinggi diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat. Pada tahun 2008. dan PIN untuk 2007. Peraturan ini mengatur pengenaan tarif tunggal untuk perhitungan Pajak Badan sebesar 28% di tahun 2009 (dimana sebelumnya dihitung dengan tarif progresif dari 10% sampai 30%). sehingga berhak memperoleh insentif pengurangan tarif pajak tersebut dan telah diimplementasikan dalam penghitungan PPh badan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Rp2. Selain itu. dan 25% di tahun 2010. Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilusi.T.254 dan 19. kecuali untuk tahun fiskal 2003. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Ke Empat atas Undang-Undang Pajak No. kecuali dinyatakan lain) 37. Kantor Pajak telah melakukan pemeriksaan atas pajak Perusahaan sampai dengan tahun fiskal 2004. Perusahaan menggunakan tarif pajak setelah memperhitungkan penurunan tarif pajak.814. dalam Undang-Undang Pajak No. Pada tanggal 31 Desember 2008. Administrasi (lanjutan) Pada tanggal 23 September 2008. Selain perubahan tarif. maka untuk perhitungan beban dan kewajiban pajak penghasilan untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan periode 30 Juni 2009.934 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. 7 tahun 1983 tentang PPh. Perusahaan mendapatkan sertifikat dari Dirjen Pajak berupa pembebasan pemeriksaan pajak untuk tahun fiskal 2007.9 miliar. 84 . kecuali untuk tahun fiskal 2003. Laba bersih per saham dasar masing-masing sejumlah 306. Sehubungan dengan hal tersebut. dan 2006 masingmasing sebesar Rp1. Presiden Republik Indonesia dan Menkumham telah menandatangani dan mengundangkan Undang-Undang Pajak No. Telkomsel saat ini sedang dalam pemeriksaan Kantor Pajak untuk tahun fiskal 2006 dan 2008.04 dan Rp317. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu 1 tahun fiskal. yang tercatat dan memperdagangkan sahamnya di BEI yang memenuhi persyaratan bahwa paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor dan diperdagangkan di BEI dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya masing-masing tidak boleh melebihi dari 5%. dan Rp2.8 miliar. Perusahaan menyetor pajak kurang bayar untuk tahun fiskal 2003. Telkomsel sampai dengan tahun fiskal 2005.4 miliar. 2005. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.574.9 miliar. dan Telkomsel untuk tahun fiskal 2003 sebesar Rp1.432. Infomedia sampai dengan tahun fiskal 2003. Otoritas Pajak telah mengeluarkan program sunset policy berupa pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan SPT Tahunan tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang bayar dengan imbalan dibebaskan dari sanksi administrasi dan tidak dilakukan pemeriksaan atas tahun fiskal tersebut. Perusahaan dan Telkomsel telah memanfaatkan program sunset policy tersebut melalui pembetulan SPT.83 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. PERPAJAKAN (lanjutan) h.748.

098 222.083 85 .080 1.106 juta.018 95. No.539 31. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp7.T. S. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. S.492 638.140 909.553 juta.085 86. Partomuan Pohan.660 256 236.004.024 40.94 per lembar saham dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp4. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.943 70.734 7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.734 41.922 59.674 27. No. kecuali dinyatakan lain) 39.286.347 3 264.87 per lembar saham (Rp965. LLM.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 215 tertanggal 12 Juni 2009. 40...761 juta. 41 tertanggal 20 Juni 2008.360 juta atau Rp357. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 2009 Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pensiun Perusahaan Telkomsel Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar Imbalan pasca kerja lainnya Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban manfaat pensiun dibayar di muka Beban pensiun berkala bersih Perusahaan Telkomsel Infomedia Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 34) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 34) 2008 552.45 per lembar saham dibagikan sebagai dividen kas interim di bulan November 2007).708 juta atau Rp296.364 1.840. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2008 sebesar Rp5.H.010 185 353.928. pembagian spesial dividen kas sebesar Rp1.857.H. Partomuan Pohan.572 398 322.778. LLM.071.398 juta atau Rp48.577 234.552 943.785 7. dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp3.

411.713.059 (3.415 444.484 22.282 juta. Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan yang untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp1.370 557. kecuali dinyatakan lain) 40. Program pensiun manfaat pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Perusahaan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002.240) (909.516.616) 10.531 22.904.642) 11.852 juta dan Rp1.080.387. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”). Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8.083 319.280 (1. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.760 (205.134) (220.356 (1.870) 1.275 1.529.904) 10.018) . status pendanaan program pensiun dan nilai bersih yang tercatat pada neraca konsolidasian Perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 untuk program pensiun manfaat pasti: 2009 Perubahan kewajiban manfaat pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program pensiun (Laba) rugi aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada akhir periode Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Perkiraan pengembalian atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program pensiun Laba aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada akhir periode Status pendanaan Beban jasa lalu yang belum diakui Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar 86 9.531 juta dan Rp444. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.346 (222. Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa kerja karyawan.418 444. perubahan aset program pensiun.418 515.991 (202.419) (552.356 822. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban manfaat pensiun.316.392 465.516.531 22.820 2008 10.067 538.034.085) 9.095 1.975 112.150 8.727.4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.083 390. Program ini dikelola oleh suatu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).531 juta.350. Pensiun 1.787 22.092 (921.534) 8. Pembayaran kontribusi Perusahaan dan anak perusahaan ke dana pensiun untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp444.812 141.597.084.T.

674 367 (444. Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) dilakukan berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.00% dari keseluruhan aset program Dapen.539 (444. Perusahaan memberlakukan uniformulation manfaat pensiun yang sama bagi peserta sebelum 20 April 1992 dengan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung 1 Februari 2009. Hasil aktual aset program adalah Rp1. kecuali dinyatakan lain) 40.531) (16. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp698.25% 10% 8% 87 . aset program pensiun sebagian besar terdiri dari obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.5% 8% 2007 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 12% 11.261 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009. aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide (“WWW”). Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2007.407. Mutasi beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada akhir periode 775. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.097 236. pada laporan tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh PT Watson Wyatt Purbajaga (“WWP”).657 2008 1. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar Rp308.583 juta yang akan diamortisasi selama 9. Pada tanggal 30 Juni 2009.T.531) (23. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.054.018 Pada tanggal 30 Juni 2009. Pensiun (lanjutan) 1.082) 552.087) 909.085 322.9 tahun hingga 2016.999 juta yang merupakan 3.

041 (367) 2008 141. Telkomsel Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Mulai tahun 2005. kecuali dinyatakan lain) 40.967) 2008 (325. di bawah suatu kontrak asuransi anuitas.373 (155.283) 107.740 (95. Rekonsiliasi antara program pensiun yang tidak didanai dan jumlah kewajiban yang disajikan di neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Yang tidak dilakukan pendanaan Komponen yang tidak diakui di neraca konsolidasian: Beban jasa lalu yang belum diakui Rugi aktuaria bersih yang belum diakui Kewajiban bersih yang belum diakui pada tanggal penerapan awal PSAK 24 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar (318.370 557.080) 88 . Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (“Jiwasraya”).340) 162.067 538.660 (28.660 (2.674 322. perusahaan asuransi jiwa milik negara. kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel. Berdasarkan program ini. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.415) 110.562 (86.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel.418) 110.797 1.484 (465.539 (751) 68.492) (814) 121.787 (515. Pensiun (lanjutan) 1.254) 322.803) 112.361) 237.539 - 236.664 1.T. Sampai dengan tahun 2004.480 (217. para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan. Perusahaan (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset atas program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Laba aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 2.

89 .647 15.002 89 27.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.287 (5.T.974 17. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW. Infomedia Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya.634) (31) 2.042 (7.652 89 31.271 398 398 12% 12% 9% 2007 10.911 256 256 2008 (5.347 2008 18. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Rekonsiliasi antara status pendanaan program pensiun dengan jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Status pendanaan Beban manfaat pensiun dibayar di muka (5. Telkomsel (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban bersih pada tanggal Penerapan awal PSAK 24 Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) 16. Asumsi dasar aktuaris independen berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 3.873) 6.5% 10. kecuali dinyatakan lain) 40.655) 5.010 Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dengan laporan tertanggal masingmasing 12 Februari 2009 dan 25 Maret 2008 yang dilakukan oleh WWP.728) (32) 1.5% 8% Beban pensiun berkala bersih Infomedia adalah sebesar Rp3 juta dan Rp185 juta masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. Pensiun (lanjutan) 2.

785 Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang No.140 juta dan Rp59.943 2008 195. kecuali dinyatakan lain) 40.922 Komponen beban imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 2008 Beban jasa Beban bunga Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Total beban imbalan pasca kerja lainnya . Mutasi imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan pasca kerja lainnya Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Total beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada akhir periode 210. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar Rp7.734 (16.080 3.785 (13.313 20.136) 234.092 41.552 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.734 11. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”). Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum. Pada tahun 2006. Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp70. 90 . PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) b.413 6. kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.bersih (Catatan 34) c.083 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). transaksi ini disajikan sebagai bagian dari LSA.375 40.345 40.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.865 23.T.364 juta dan Rp7.061 41.414 3. 10.924) 222. Imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja.967 3.

328 3.059.870 (2.978.168) 4.168) 4.955 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34).384 (1. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”) Telkomsel Telkomsel memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal 1 November 1995. Ketentuan untuk masa kerja selama 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun.018.749 800.991 451. tergantung persetujuan manajemen. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom.138 386.189 500.855. sebesar Rp114.120.693 205. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. LSA diberikan saat karyawan mencapai masa kerja tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja.139.711 juta dan Rp9. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar Rp13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.433 500.172 169.612 71.376.372) 8.998) 4.224 36.925.400.T.i). Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja.000 84.719.936) (132.911) (2.195 (132.974 (110.154.583) 91 . kecuali dinyatakan lain) 41. Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.947.453) 3. dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat.004 343.655 juta masing-masing pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 43).875 (6. termasuk LSA dan LSL (Catatan 47c.539 (3. perubahan aset program imbalan kesehatan pasca kerja. status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja.018.508 4.236. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan jumlah bersih yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Perubahan kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada akhir periode Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Perkiraan pengembalian aset program Kontribusi pemberi kerja Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Nilai wajar aset program pada akhir periode Status pendanaan (Laba) rugi aktuaria bersih yang belum diakui Total beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar 2008 5.268 (110. 42.998) 10.047 823.215 juta dan Rp79.

138) 2.189) (8.236.T.652 450.25% 9% 14% 8% 2011 92 . Mutasi beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) Jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada akhir periode 2.372 450.004 343. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW.603 450. pada laporan masing-masing tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh WWP.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Hasil aktual aset program adalah Rp168.790 (138) 2008 71.923 165.570.768.991 451.672 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.652 138 (500.720 2008 2. Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian atas aset program (Laba) rugi aktuaria yang diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke Unit KSO dan anak perusahan berdasarkan perjanjian Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 36.683) 98.583 Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. kecuali dinyatakan lain) 42.409) 165.660 - 165.384 (205. Asumsi dasar yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 12% 9. aset program meliputi saham Seri B yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar sebesar Rp66.719.116 juta.660 (500.000) 2.660 Pada tanggal 30 Juni 2009.749 (171.25% 12% 8% 2011 2007 10.

Remunerasi Komisaris dan Direktur i. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha yang normal. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp27. 15/Per/M. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Direksi.079 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). dan 0. Telkomsel membayar up front fee untuk lisensi 3G sebesar Rp436. dan 1. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Depkominfo (sebelumnya DPPT). yang mencerminkan 6.000 juta dan mencatat sebagai aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13iii). kecuali dinyatakan lain) 43. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 15.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. 93 . yang mencerminkan 0.088.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah. Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp1. Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp155. b.42% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode.8% dan 1.1%. Pemerintah i. yang mencerminkan 0. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp73.581 juta dan Rp36.180 juta dan Rp225.7% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.792 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). dan 6. Berikut adalah perjanjian/transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a.7%.2% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. ii. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.222 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.416 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.0%.741 juta dan Rp1.390 juta dan Rp29.T.833 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp147.148.540 juta dan Rp302.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Beban KPU adalah sebesar Rp384. dan 6.895 juta dan Rp78. Mulai tahun 2005. pemegang saham mayoritas Perusahaan (Catatan 20). ii.0%. yang mencerminkan 0. iii.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.267 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35) yang mencerminkan 2. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban KPU kepada Depkominfo sesuai dengan Peraturan Menkominfo No.

Kesepakatan ini berlaku efektif mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2008. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan telekomunikasi internasional kepada masyarakat. hotline. Pada tanggal 28 Desember 2006. 94 . Jasa telekomunikasi internasional mencakup telepon. Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan STBS milik Indosat dengan PSTN Perusahaan. Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan SLI. besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi tagihan dan penagihan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. iv. yang memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan STBS Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Perusahaan menerima kompensasi untuk jasa yang disebutkan dalam butir pertama di atas berdasarkan tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh Menhub. Pada tanggal 28 Agustus 2008. Indosat menyediakan jaringan internasional bagi pelanggan. kecuali pelanggan di daerah perbatasan tertentu. dilakukan oleh Perusahaan. telegram. 8 tahun 2006 (Catatan 46). dan teleconferencing. Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan Sentra Telepon Bergerak Seluler (“STBS”) Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan kewajiban interkoneksi terkait. teleprinter. Indosat Perusahaan memperlakukan Indosat sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena Pemerintah masih memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan keuangan dan operasi Indosat terkait dengan hak untuk menunjuk satu Direktur dan satu Komisaris. Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. Perusahaan dan Indosat bertanggung jawab atas sarana telekomunikasi masing-masing. Alternate Voice/Data Telecommunications (AVD). SLJJ. Indosat untuk menyelenggarakan jasa Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung. kecuali untuk sirkit langganan dan telepon umum yang berada di sentral gerbang internasional. Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995. Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada pelanggan untuk Indosat. teleks. Pembuatan kuitansi tagihan dan penagihan kepada pelanggan. televisi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. iii. kecuali dinyatakan lain) 43. ii. serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan dengan menekan “007”.T. Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP). ditambah dengan beban pemrosesan tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). Perusahaan dan Indosat akan melakukan evaluasi untuk menentukan besaran tarif biaya layanan SLI yang akan diberlakukan pada tahun 2009. Perusahaan menyediakan jaringan lokal bagi pelanggan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon internasional.

Perjanjian Pembangunan dan Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta-Surabaya (“J-S Cable System”) Pada tanggal 10 Oktober 1996. dan Indosat (“Pihak-pihak”) mengadakan perjanjian pembangunan dan pemeliharaan Sistem Kabel J-S. Beban operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan formula yang telah disetujui bersama. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dan milik Indosat telah dihubungkan untuk memungkinkan komunikasi antar jaringan oleh pelanggan dari kedua belah pihak. Pendapatan (beban) interkoneksi bersih Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp34. Telkomsel menanggung 19.11%.05% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode.348 juta. Berdasarkan perjanjian. pemasangan dan pemeliharaan ditanggung oleh Telkomsel. Beban atas penggunaan fasilitas tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp7. Pembangunan sistem kabel selesai pada tahun 1998. dan 0. PT Satelit Palapa Indonesia (“Satelindo”).06% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. kecuali dinyatakan lain) 43. iii. yang mencerminkan masing-masing 0.921 juta dan Rp11. dan 0. yang mencerminkan 0. ii. Lintasarta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pihak-pihak telah membentuk komite manajemen yang terdiri atas seorang ketua dan seorang perwakilan dari setiap pihak yang terkait untuk mengarahkan pembangunan dan operasional sistem kabel. Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Bagian Telkomsel dalam beban operasi dan pemeliharaan adalah sebesar Rp1. dapat diubah berdasarkan tinjauan tahunan dan kesepakatan bersama kedua belah pihak.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Indosat berhak atas sebagian pendapatan Telkomsel sebagai kompensasi atas jasa interkoneksi.T. Perjanjian lainnya antara Telkomsel dan Indosat adalah sebagai berikut: i.04%. Perjanjian yang dibuat tahun 1997 dan berlaku selama sebelas tahun tersebut. Atas interkoneksi ini.803 juta dan Rp14. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dihubungkan dengan gerbang pertukaran internasional milik Indosat agar dapat melakukan atau menerima panggilan internasional. Peralatan interkoneksi yang dipasang oleh salah satu pihak di lokasi milik pihak lain tetap merupakan milik pihak pemasang peralatan tersebut. 95 .481 juta. Telkomsel juga mengadakan perjanjian atas penggunaan fasilitas telekomunikasi Indosat.325% dari jumlah biaya pembangunan. Telkomsel.015 juta dan Rp187 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Beban yang timbul sehubungan dengan pengadaan peralatan. iv. Indosat (lanjutan) Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan seluler bergerak GSM. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c.

Hak kepemilikan atas tanah tersebut tetap berada pada Perusahaan. Pada tahun 2000. dan PT Sistelindo Mitralintas. Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon. Pada tahun 2001. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. pembayaran di muka dari Satelindo ini disajikan di neraca konsolidasian sebagai “Uang muka pelanggan dan pemasok”.612 juta dan Rp17.997 juta yang mencerminkan 0. Perusahaan dan Satelindo menyetujui alternatif penyelesaian dengan memperhitungkan pembayaran Satelindo di atas sebagai beban sewa sampai tahun 2006. Perusahaan mengalihkan hak penggunaan sebidang tanah di Jakarta yang dimiliki Perusahaan kepada Satelindo.023 juta dan Rp82. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c.7 juta (Catatan 12). faksimili. Perjanjian IRU (IRU Agreement) Pada tanggal 21 September 2000.860 juta sebagai beban sewa sampai tahun 2024. Lintasarta. yang sebelumnya disewakan kepada Telekomindo. Satelindo diberi hak untuk menggunakan tanah tersebut selama 30 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh hak mendirikan bangunan di atasnya. Berdasarkan perjanjian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.1 juta. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. Satelindo melakukan pembayaran tambahan sejumlah Rp59. Satelindo telah membayar sejumlah Rp17. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Lintasarta (berlaku sampai dengan 31 Oktober 2010) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) (berlaku sampai dengan bulan Mei 2008) (39.813 juta belum dibayar karena Hak Pengelolaan Lahan (“HPL”) tidak dapat diperoleh sebagaimana disebutkan dalam perjanjian. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Indosat mengenai penggunaan SEA-ME-WE 3 dan tail link di Jakarta dan Medan. Satelindo setuju untuk membayar sejumlah Rp43.8% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Indosat) untuk pemakaian sistem jaringan komunikasi data. 96 .929 juta yang mencerminkan kurang dari 0.210 juta pada tahun 1994 sementara sisanya sebesar Rp25.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode.476 juta yang mencerminkan 0. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp12. Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan anak perusahaan. Indosat (lanjutan) ii. Telkomsel juga dikenakan beban operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar US$0.023 juta kepada Perusahaan untuk hak penggunaan tanah tersebut selama 30 tahun. Lintasarta menggunakan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. dan 0.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Beban pemakaian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp17.T.981 juta dan Rp9. data. Pada tahun 1994.2%. kecuali dinyatakan lain) 43. telegraf.3% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. teleks. Telkomsel diberikan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan kapasitas tertentu dari jaringan tersebut mulai tanggal 21 September 2000 hingga 20 September 2015 sebagai imbalan atas pembayaran di muka sejumlah US$2. atau jasa telekomunikasi lainnya. Berdasarkan perjanjian pengalihan. yaitu Indosat Mega Media.

dan jasa telekomunikasi lainnya.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.8%. Sirkit langganan ini dapat digunakan perusahaan asosiasi tersebut untuk hubungan telepon. jangka waktu sewa minimum adalah 2 tahun sejak pengoperasian jaringan transmisi dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode.350 juta dan Rp30. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. telegraf. 97 . data.6%. Pembelian yang dilakukan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp92.460 juta dan Rp208.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. (ii) (iii) Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada perusahaan asosiasi. yang mencerminkan 1. yang mencerminkan 0.686 juta.2% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode.292 juta. Lain-lain Transaksi dengan seluruh BUMN diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. yang diperlakukan sebagaimana layaknya transaksi dengan pihak ketiga. (iv) Perusahaan membeli aset tetap termasuk jasa pembangunan dan pemasangan sarana dari sejumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa meliputi. PT Asuransi Tenaga Kerja. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp22. dan 0.7% dari jumlah pembelian aset tetap pada masingmasing periode. dan Gratika. INTI juga merupakan kontraktor dan pemasok utama yang menyediakan peralatan. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp110. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Instansi Pemerintah dan perusahaan asosiasi yaitu CSM. dan PSN untuk penggunaan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan.378 juta dan Rp168. Patrakom. Patrakom.385 juta. faksimili.134 juta dan Rp18. diantaranya. Perjanjian ini telah diperpanjang hingga 13 Maret 2011. dan menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya pada Jasindo. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. dan Jiwasraya yang merupakan perusahaan asuransi milik negara.122 juta. yang mencerminkan 0. dan 2.298 juta yang mencerminkan 0.9% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. persediaan. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tanggal 14 Maret 2001. yaitu CSM.1%. yang mencerminkan 0. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. dan 0. yang mencerminkan 1. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PSN untuk sewa jaringan transmisi PSN.T. termasuk jasa konstruksi dan instalasi bagi Telkomsel.389 juta dan Rp51.8%. kecuali dinyatakan lain) 43. yaitu: (i) Perusahaan menyediakan jasa telekomunikasi kepada Instansi Pemerintah di Indonesia. (v) (vi) (vii) Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan aset tetap.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (“INTI”) dan Kopegtel. dan 0. Premi asuransi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp158.851 juta dan Rp66.585 juta. teleks. Pembelian dari INTI untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp54. PSN.

0%. yang mencerminkan 0.7%.189 juta dan Rp115. penagihan. (xiv) Koperasi Pegawai Telkomsel (“Kisel”) adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel.575 juta dan Rp244.606 juta dan Rp72.839 juta dan Rp976. bergerak dalam jasa penyewaan mobil. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. dan 0. dan reksa dana masing-masing berjumlah Rp6. yang mencerminkan 0. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penyaluran dengan Kisel untuk pendistribusian kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang.6%. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp122.726 juta dan Rp177.5% dari jumlah aset pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. sehubungan PBH.927 juta. dan 41. dan menggunakan jasa pemeliharaan dan kebersihan dari Kopegtel dan PT Sandhy Putra Makmur (“SPM”).003 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.281.361.355 juta dan Rp236. (xiii) Telkomsel mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Patrakom dan CSM sehubungan dengan penggunaan jaringan transmisi mereka untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang. yang mencerminkan 1.2% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode.132 juta dan Rp7. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp104 juta dan Rp1.237 juta. Beban yang timbul dari transaksi tersebut berjumlah Rp178. dan 8.T.049.118 juta dan Rp7. menyewa mobil.6%. dan 0. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban interkoneksi bersih dari PSN. kecuali dinyatakan lain) 43.4%. dan 3.02% dari jumlah pendapatan usaha pada masingmasing periode. dan 1. (ix) Perusahaan dan anak perusahaan melakukan pinjaman dari beberapa bank milik negara. yang mencerminkan kurang dari 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. membeli barang dan jasa pembangunan. dan 0.0% dari jumlah pendapatan bunga pada masingmasing periode.950 juta pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.380 juta. Perusahaan menyewa bangunan.001%. Beban bunga dari pinjaman tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp489. Untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. yang mencerminkan 3. (x) (xi) (xii) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Kopegtel. bagian dari pendapatan yang harus dibagikan kepada Kopegtel adalah masing-masing sebesar Rp3. yang mencerminkan 42. pencetakan dan distribusi tagihan pelanggan. Pendapatan bunga yang diakui untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp97. yang mencerminkan 52. dan jasa-jasa lainnya yang bermanfaat bagi Telkomsel.2%.yayasan yang dikelola oleh Dharma Wanita Telkom. Jumlah kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang yang dijual ke Kisel sebesar Rp1.657 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. yang masing-masing mencerminkan 6. 98 . yang mencerminkan 0. Lain-lain (lanjutan) (viii) Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai rekening giro dan deposito berjangka pada beberapa bank milik negara.4% dari beban usaha pada masing-masing periode. Untuk jasa-jasa ini.9%.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Jumlah penempatan Perusahaan pada bank milik negara dalam bentuk rekening giro dan deposito berjangka. beberapa bank tersebut ditunjuk sebagai agen penagihan Perusahaan. dan 1.468 juta. Di samping itu. anak perusahaan dari Yayasan Sandikara Putra Telkom .2% dari pendapatan usaha pada masing-masing periode.279 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.01%.610 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Kisel membebankan Telkomsel masing-masing Rp312.004% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. dan 35.0% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.

139 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.188 1.685 536.000 41.62 0. Penyertaan sementara c. Di samping itu. Piutang usaha .27 0.084 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.244 21. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.05 99 .864 juta dan Rp23.098 813 94.70 0. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya (Catatan 12) BNI Bank Mandiri Kisel Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) BRI Jumlah h. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.01 2008 % terhadap jumlah aset 8. yang merupakan anak perusahaan dari Dapen untuk pemasangan dan pemeliharaan peralatan.51 0. Rekening escrow (Catatan 14) 5.420.05 565 91.071 21.673 24.03 0. Kas dan setara kas (Catatan 4) b.04 0.02 Jumlah a.T.163 1.bersih (Catatan 5) d.194 0. Jumlah pengadaan untuk pemeliharaan peralatan sebesar Rp17.417 404 39.08 0. Aset lancar lainnya (Catatan 8) BNI Bank Mandiri Jumlah g.571 0.251 1. yang mencerminkan 0.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.01 0.662 47. kecuali dinyatakan lain) 43.544 10.304 28.244 104.901.258 376 11.257 13. dan 0. Saldo akun dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2009 % terhadap jumlah aset 6.524 1.727 3. (xvi) Telkomsel mengadakan perjanjian pengadaan dengan Gratika.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.8%.11 0.02 0.248 juta dan Rp31.82 1.827 2.11 0.849 4. Piutang lain-lain Patrakom Kopegtel Instansi Pemerintah Bank milik negara (bunga) Lainnya Jumlah e. yang mencerminkan 0.4% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode.30 0.933 779.449 182.713 3. Beban dibayar di muka (Catatan 7) f.11 0.217 Jumlah 6.942.113 280.235 4.664 603.01 0.21 0.11 0.088 813 347 107.826 2. Lain-lain (lanjutan) (xv) Perusahaan juga memperbantukan sejumlah karyawannya kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk membantu mereka menjalankan kegiatan usahanya. Perusahaan juga memberikan hak kepada pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa untuk menggunakan bangunan Perusahaan tanpa dikenakan biaya. Jumlah pengadaan untuk pemasangan peralatan sebesar Rp38.

T.240.372 4.12 0.020.31 0.03 0.23 6.098.394 14.84 8.000 1.997 4.356.093 4.94 Jumlah i.000 4. Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40) 1.119 68.57 0.051.000 1. Beban yang masih harus dibayar (Catatan 16) Karyawan Instansi Pemerintah dan bank milik negara PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Jasindo Jumlah k.102 Jumlah 1.96 3.17 5.573 94.42 2008 % terhadap jumlah kewajiban 2.719.14 0.18 3.012 3. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) 2009 % terhadap jumlah kewajiban 2.866 21.266.539 3.660 114.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.20 2.006 6.880.06 0.012 708.400.236.400 4.07 m.610 3.088 25.502 943.403 744.04 2. Pinjaman penerusan (Catatan 20) l.286.19 0.888 59. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.19 3.02 0.33 5.916.932 1.01 0.696 1.025 93 1. Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja (Catatan 42) o.583 1.04 1.000 9.01 0.802 89.66 0.572 79.000 2.01 1.11 0.580. Hutang usaha (Catatan 15) Instansi Pemerintah Kopegtel Indosat Yakes SPM INTI Gratika Jasindo CSM PSN Lain-lain Jumlah j.000 3.06 0.128 5.626 68.561 2.302 28.14 4.215 2.01 0.13 0.13 16.860.236.01 0.01 0.148 9. Hutang bank jangka panjang (Catatan 22) BNI BRI Bank Mandiri Jumlah 100 .540.521 80.970.800.70 0.093 12.70 3.23 10.72 7.689 638.000 2. Kewajiban LSA (Catatan 41) n.000 1. kecuali dinyatakan lain) 43.02 0.804 1.06 0.52 1.42 1.33 2.71 2.398.655 2.

650 116.667) 6.896) (8.538.149 165.340 Jumlah konsolidasian 30. khususnya jasa telekomunikasi seluler bergerak.824) (637.538. 2009 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs . dan seluler.506.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.005. Segmen usaha yang secara individu tidak melebihi 10% dari pendapatan usaha Perusahaan disajikan sebagai “Lain-lain”.635) 11. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tiga segmen usaha utama yang seluruhnya beroperasi di Indonesia.938) (380.202.421.383.862) 8.862) 101 .T.129 (9. Segmen sambungan kabel tidak bergerak menyediakan jasa telepon lokal.617.038.209) (3.625 (19.095.228 7.222) (308.226 1.285) 11.197 (3.706 145.058.771) 421.302) (1.051.989.bersih Penghasilan lain-lain .645.969) 8.995) 12.460. yaitu sambungan kabel tidak bergerak. yang terdiri dari usaha buku petunjuk telepon dan pengelolaan gedung.420.635) (1.564.471) (2.288.195.538. Segmen seluler menyediakan jasa telekomunikasi dasar.747.153) - 94.149) (6.206) (31. teleks.329.672.046.520.962 38.170.662 10.598 - 55.635) (19.685) 8.189.771) (1.195.161.578.474 19.444 Lain-lain 243.970) (54.480 (2.291.709. SLJJ.577.494 (353.488) (8.039.732 (19.095.111.252) (627.058.532.814 (8.794) (19.045.834) 2.980 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.735) (1.265 550.246.993.302 165.139. serta jasa pendukungnya.188 (1.043.652) (1.222) (308. kecuali dinyatakan lain) 44.732 30.945) (28.456 20.149) (6.655 53.813 Seluler 19.274) (18. Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang menawarkan pelanggannya kemampuan untuk menggunakan pesawat telepon nirkabel dengan area terbatas (dalam kode wilayah lokal). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. sambungan nirkabel tidak bergerak.963 140.736 (51.663) (287.241) (2.094. dan VSAT).499 Eliminasi (1.732 1.531 384.893) (1.462) (42.174.111.958) (59. dan jasa telekomunikasi lainnya (termasuk di antaranya sirkit langganan.359 698.757 38.421.634.251) (31) (1.454 120.093) 231.893 32. satelit.721) (371. dan internasional.729) (264.587 (8.033) (10.825) (572. Pendapatan dan beban segmen meliputi transaksi antar segmen usaha dan dinilai sebesar nilai pasar.620) (8.893) 1.542 - 102.260) (292. transponder.650 1.587 94.095.460.672.121.417 Jumlah sebelum eliminasi 30.132 9.700) (5.672.bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.737.645.650) (20.609. Goodwill dialokasikan pada segmen sambungan kabel tidak bergerak.421.252) (627.097 (938.152 1.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

44. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2008 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs - bersih Penghasilan lain-lain - bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.559.879) (1.396.838) (1.745.128) (571.735) (290.582) (1.507.788) (210.369) (176.165) (28.754.375) (6.234.077) (3.225.909) (23.357) (27.931) (343.434) (19.661) (26.331) (17) (57.165.476) (7.860.945) (5.173.533) (595.092) (318.530) 9.519.046 15.995 10.001.964 661.836 10.663.800 (8.388.163) (169.532) (8.557.695) 2.106.105 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.638.808 (34.538) 1.604.270 (618.979) (618.979) 985.291 Jumlah sebelum eliminasi 30.211.078 1.067.686 31.278.764 (17.743.117) (1.149.266) (18.892.383) 12.386.381 Jumlah konsolidasian 30.211.078 30.211.078 (17.743.117) (17.743.117) 12.467.961 (573.805) 330.873 35.776 236.159 (3.939.382) (1.390) 8.556.192 (2.258.582) 6.297.610

Seluler 18.329.311 298.523 18.627.834 (8.442.962) (960.765) (9.403.727) 9.224.107

Lain-lain 240.995 141.865 382.860 (293.013) (18.969) (311.982) 70.878

Eliminasi (1.067.686) (1.067.686) 1.149.266 1.149.266 81.580

36.010.086 1.331.159

7.890.983 -

50.694.415 (1.193.357)

715.963 -

95.311.447 137.802

(9.519.046) -

85.792.401 137.802 85.930.203 (47.646.430) (7.860.945) (5.157.538) (595.092) (318.530)

45. POLA BAGI HASIL (“PBH”) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa mitra usaha secara terpisah berdasarkan perjanjian PBH yang dimaksudkan untuk membangun sambungan tidak bergerak, instalasi telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya), data, dan jaringan internet, dan fasilitas pendukung telekomunikasi terkait. Pada tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan memiliki 34 perjanjian PBH dengan 29 mitra usaha. Lokasi PBH paling banyak berada di Pekanbaru, Jawa Timur, Kalimantan, Makassar, Pare-pare, Manado, Denpasar, Mataram, dan Kupang dengan periode penyelenggaraan antara 48 sampai dengan 120 bulan.

102

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

45. PBH (lanjutan) Berdasarkan perjanjian PBH, mitra usaha menanggung biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan sarana telekomunikasi. Setelah pembangunan selesai, Perusahaan mengelola dan mengoperasikan sarana telekomunikasi tersebut dan menanggung beban perbaikan dan pemeliharaan selama periode bagi hasil. Secara hukum, mitra usaha berhak atas aset tetap yang dibangun mitra usaha selama periode bagi hasil. Pada akhir setiap masa bagi hasil, mitra usaha akan mengalihkan kepemilikan atas sarana telekomunikasi tersebut kepada Perusahaan pada harga nominal tertentu. Pada umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan untuk biaya pemasangan sambungan telepon menjadi hak mitra usaha sepenuhnya. Pendapatan dari pulsa telepon outgoing dan biaya bulanan pelanggan dibagi antara mitra usaha dan Perusahaan berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati. Nilai buku bersih aset tetap PBH yang telah dialihkan menjadi aset tetap yang dimiliki sendiri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp39.563 juta dan Rp17.945 juta (Catatan 11). Pendapatan yang menjadi bagian mitra usaha adalah sebesar Rp82.573 juta dan Rp158.022 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi ditentukan oleh penyelenggara berdasarkan kategori tarif, struktur dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi tidak bergerak yang ditentukan oleh Pemerintah. a. Tarif telepon tidak bergerak Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 15/Per/M.KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Jasa Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap. Berdasarkan Peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan Berdasarkan Peraturan tersebut, Perusahaan menyesuaikan tarif yang berlaku sejak 1 Agustus 2008 sebagai berikut: • Tarif lokal mengalami penurunan berkisar dari 2,5% hingga kenaikan 8,9%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SLJJ mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 36,9% hingga kenaikan rata-rata 13,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SMS mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 42,8% hingga 49,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan

103

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) b. Tarif telepon seluler Berdasarkan Keputusan Menkominfo No. 28 Februari 2006 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan 12/Per/M.KOMINFO/02/2006 tanggal

Tarif ditetapkan berdasarkan formula tertentu dengan batas bawah (floor price). Untuk biaya penggunaan seluler, batas bawah adalah biaya originasi ditambah biaya terminasi (biaya interkoneksi total), sedangkan untuk biaya aktivasi dan biaya berlangganan bulanan, batas bawah tergantung pada struktur biaya dari masing-masing penyelenggara jasa seluler. Pelaksanaan atas tarif baru oleh penyelenggara dominan wajib mendapatkan persetujuan dari Pemerintah. Penyelenggara dominan adalah penyelenggara yang memiliki pendapatan usaha (operating revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. Pada tanggal 7 April 2008, Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Tarif jasa teleponi dasar • Tarif jelajah • Tarif jasa multimedia, dengan struktur sebagai berikut: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaan • Biaya fasilitas tambahan. Tarif dihitung berdasarkan jenis formula yang terdiri dari : • Perhitungan biaya elemen jaringan (network element cost); • Perhitungan biaya aktivitas layanan retail ditambah margin (retail services activity cost plus margin). Biaya elemen jaringan dihitung dengan menggunakan Metode Long Run Incremental Cost (LRIC) Bottom Up. Penyelenggara dapat melakukan de-average biaya pengunaan jasa teleponi dasar dan menerapkan sistem pentarifan bundling, tidak melebihi jumlah dari tarif pungut dihitung dengan menggunakan metode tersebut di atas.

104

dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. SLJJ.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan jarak jauh) sebesar Rp203/menit. 105 .Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp204/menit. Pada tanggal 28 Desember 2006.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp626/menit.Tarif layanan terminasi domestik dari jaringan internasional sebesar Rp612/menit. 10. adalah sebagai berikut : (a) Sambungan tidak bergerak 1. Tarif layanan originasi lokal untuk panggilan jarak jauh dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp203/menit.KOMINFO/02/2006.Tarif layanan transit internasional sebesar Rp316/menit. 3. 12. Tanggal berlaku efektif keputusan tersebut kemudian ditunda menjadi tanggal 1 Januari 2007 berdasarkan Peraturan Menkominfo No. berdasarkan DPI terbaru yang telah ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. yang berlaku untuk periode satu tahun. 5. 13.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp613/menit. 32 tahun 2004 tanggal 11 Maret 2004 yang menetapkan bahwa beban interkoneksi berbasis biaya akan mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2005.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan lokal) sebesar Rp73/menit. 08/Per/M. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c.KOMINFO/02/2006 tanggal 8 Februari 2006. 8. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. 14.Tarif layanan transit jarak jauh sebesar Rp295/menit.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap lokal sebesar Rp73/menit. Tarif layanan originasi internasional dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jaringan tetap internasional sebesar Rp612/menit 11. 08/Per/M. 9.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp203/menit. Perusahaan dan seluruh penyelenggara jaringan menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 2. tentang persetujuan terhadap DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (Operating Revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggaraan telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. 4. 7.Tarif layanan transit lokal sebesar Rp69/menit. Tarif interkoneksi Menhub menerbitkan Keputusan No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 46.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap domestik sebesar Rp560/menit.T. 205 tahun 2008 tanggal 11 April 2008. 6. Tarif interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan yang berlaku saat ini.

berdasarkan Keputusan Menhub No.000 tergantung pada kecepatan.400. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan masih akan tetap menerima jumlah per menit yang telah disepakati untuk panggilan yang berasal dari atau diakhiri di jaringan sambungan tidak bergerak milik Perusahaan. Besaran Tarif sewa Jaringan. maka Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui Kepdirjen Postel No. kecuali dinyatakan lain) 46. 10. 3.100.T.Tarif layanan terminasi internasional dari penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit.Tarif layanan terminasi lokal dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit. jenis.000 tergantung pada kecepatan dan untuk pemakaian bulanan pemakaian jarak jauh (di atas 25 km) mulai Rp5.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang Sewa Jaringan. 106 . Tarif interkoneksi (lanjutan) (b) Seluler 1. Saat ini. Tarif sewa jaringan Melalui Peraturan Menteri No.600.893. Kualitas Layanan Sewa Jaringan. Menkominfo belum menetapkan tarif beban interkoneksi VoIP yang baru. Sampai dengan ditetapkannya tarif yang baru tersebut.650. 03/PER/M. 4. 6. pemerintah mengatur bentuk.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan satelit sebesar Rp261/menit. struktur tarif. 12. Besaran biaya aktivasi sewa jaringan mulai Rp2.Tarif layanan originasi internasional ke penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit. Besaran tarif pemakaian bulanan untuk lokal (di bawah 25 km) bervariasi mulai Rp1. dan formula tarif layanan untuk sewa jaringan. 11. 7. Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp493/menit.000 hingga Rp3. KM.Tarif layanan originasi jarak jauh ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. 31 tahun 2004 yang menentukan bahwa tarif beban interkoneksi untuk VoIP akan ditetapkan oleh Menhub. 5. e. 23 tahun 2002. 8.750.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan satelit sebesar Rp501/menit. Menhub menerbitkan Keputusan No. Pada tanggal 2 Maret 2009. 9. Tarif interkoneksi VoIP Sebelumnya.000 hingga Rp88. 12 penyelenggara telekomunikasi dan PT Pratama Jaringan Nusantara (“PJN”) menandatangani perjanjian pengoperasian Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”) yang menunjuk PJN untuk mengadakan proses kliring interkoneksi suara.Tarif layanan originasi lokal ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit. dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp261/menit. beban akses dan beban sewa jaringan untuk penyediaan layanan VoIP harus disepakati antara operator jaringan dan operator VoIP.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tanggal 11 Maret 2004.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap sebesar Rp261/menit.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit.000. 2.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap sebesar Rp380/menit. sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan. 115/Dirjen/2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan. d. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri tersebut.

Tarif jasa lainnya Tarif sewa satelit dan jasa teleponi dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. dan Papua.KOMINFO/10/2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Telkomsel juga akan mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal dan hak untuk menggunakan frekuensi radio pada pita frekuensi 2.25% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban koneksi). 38/Per/M.T. Tarif warung telekomunikasi (“wartel”) Menhub menerbitkan Keputusan Menteri No. KPU Menkominfo menerbitkan Peraturan No. Maluku. 11/PER/M. Pada tanggal 18 Februari 2009 dan 16 Maret 2009. 15/PER/M. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.75% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan beban interkoneksi) untuk pengembangan KPU. Menkominfo memberikan Telkomsel izin prinsip untuk mengoperasikan jaringan tidak bergerak di bawah Program KPU dengan masa berlaku 6 bulan bergantung pada uji layak operasi. 7 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. 107 . yang antara lain mengatur bahwa. g. 88/KEP/M.05/PER/M. KM. penyelenggara ditentukan melalui serangkaian proses seleksi oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan No. besaran kontribusi diubah menjadi 1. Pemerintah hanya menetapkan formula tarif untuk layanan teleponi dasar.390 MHz-2.KOMINFO/9/2007 tanggal 20 September 2007. h. kecuali dinyatakan lain) 46. Pada tanggal 16 Januari 2009 dan 23 Januari 2009. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasajasa lainnya. Perusahaan menurunkan tarif internet rata-rata 20% tergantung paket berlangganan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. yang meliputi seluruh wilayah Indonesia kecuali Sulawesi. 46 tahun 2002 tanggal 7 Agustus 2002 mengenai penyelenggaraan wartel yang digantikan oleh Peraturan Menkominfo No.KOMINFO/04/2007 tanggal 13 April 2007 yang telah diamandemen dengan Surat Keputusan Menkominfo No.66 triliun.400 MHz. untuk menyediakan serta mengoperasikan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU) senilai Rp1. 32/PER/M. Pada tanggal 1 April 2009.KOMINFO/11/2006 tanggal 30 November 2006. Telkomsel ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP. 35/PER/M. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) f. yang mengatur kebijakan program KPU dan mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 0.KOMINFO/02/2009 tanggal 18 Februari 2009 dan Keputusan No. 62/KEP/M. PM.KOMINFO/I/2006 tanggal 30 Januari 2006 dimana Perusahaan berhak memperoleh maksimum 70% dari tarif dasar wartel atas percakapan dalam negeri dan maksimum 92% dari tarif dasar wartel atas percakapan internasional. Izin ini dapat diperpanjang untuk tiga bulan berdasarkan evaluasi dari DJPT Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No.KOMINFO/02/2009 tanggal 16 Maret 2009. dalam menyediakan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU). berdasarkan pada Keputusan No. Keputusan ini juga menentukan bahwa airtime dari operator seluler harus memberikan minimum 10% untuk pendapatan wartel.

4 juta dan Rp113.9 juta dan Rp9.5 juta dan Rp159. peralatan transmisi.237 juta US$6.7 juta dan Rp41.T.770.049 juta US$20.9 juta dan Rp12. dan Papua) US$21.578 juta US$23. BSS. dan PDN di : 28 November 2006 10 Juli 2007 a.569 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$1.2 juta dan Rp145. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.724. c.332 159.5 juta dan Rp63.218 juta US$5. Divre V (Jawa Timur) US$90.442 10. b. dan PDN FWA CDMA: a.05 juta dan Rp315. Pembelian barang modal Pada tanggal 30 Juni 2009. dan jaringan kabel.389 juta 6 Januari 2006 US$58. Divre VI (Kalimantan) Divre VII (Sulawesi.790 juta 8 Desember 2006 8 Desember 2006 b.262 juta US$11.769 Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: (i) Perusahaan Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 16 September 2005 Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-1 di Divre II Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.503 juta US$2.018 juta US$10.6 juta dan Rp28.S. BSS. jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak.7 juta dan Rp57. US$42.5 juta dan Rp18. BSS.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.840 juta US$22.557 juta US$3. Euro Jumlah Setara Rupiah 3.983 juta Perusahaan Konsorsium Samsung dan Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.7 juta dan Rp26. IKATAN a. terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi peralatan sentral telepon. dan PDN FWA CDMA di : 13 Oktober 2006 a.7 juta dan Rp210. Maluku.9 juta dan Rp249.955 6.1 juta dan Rp99.654. Divre VII Tenggara) (Bali-Nusa Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.326 juta 108 .168 juta US$16. kecuali dinyatakan lain) 47. Divre I (Sumatra) dan IV (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) Divre II (Jakarta) Divre III (Jawa Barat dan Banten) Jumlah nilai kontrak US$5.441 juta 10 Juli 2007 b.7 juta dan Rp41. adalah sebagai berikut: Jumlah dalam mata uang asing (dalam jutaan) 663 11 Mata uang Rupiah Dolar A.

Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 28 September 2007 28 September 2007 Perusahaan dan PT ZTE Indonesia (“ZTE”) Perusahaan Huawei dan 18 Desember 2007 a.796 juta Perusahaan dan PT Brimbun Raya Indah (“Brimbun”) Perusahaan INTI dan 18 April 2008 Rp134.100 juta Rp78.218 juta b.100 juta 109 .263 juta Rp38.7 juta dan Rp77.T.739 juta Rp68.132 juta Rp4.350 juta Rp53. Maluku.3 juta dan Rp121.681 juta Perusahaan dan PT Lintas Teknologi Indonesia Perusahaan dan PT Sansaine Exindo Perusahaan dan PT Datacraft Indonesia 26 September 2008 Rp88.558 juta Perusahaan dan PT Nokia Siemens Networks 5 Desember 2008 Rp78. Divre II.097 juta Rp78.597 juta 18 April 2008 Rp70. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.587 juta US$0.593 juta US$19.367 juta 15 Oktober 2008 Rp97.980 juta Rp16. dan Papua) 31 Maret 2008 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Metro Ethernet paket-3 di Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-6 Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-8 Divre VII Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-9 Netre Sumbagut Area Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-11 Netre Sumbagsel Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik paket-12 Netre Jakarta dan Jawa Barat Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-13 di Netre Jawa Tengah dan Jawa Timur Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Inside Plan Backbone KalimantanSulawesi Perjanjian Pengadaan TENOSS Fase-4 Domain FWN Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Tera Router 2008 di Divre I.525 juta Perusahaan dan PT Horison Komunikasi 18 April 2008 Rp63. dan Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Softswitch dan MSAN Modernisasi Divre V dan lokasi trial Bali dan Timika Rp108. kecuali dinyatakan lain) 47.988 juta Rp60.3 juta dan Rp130. IKATAN (lanjutan) a.174 juta 18 April 2008 Rp120.174 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$0.783 juta Rp39.966 juta Rp104.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.957 juta Perusahaan dan PT Konsorsium JemboKarteksi-Tridayasa Perusahaan Telekomindo dan 18 April 2008 Rp156.334 juta Perusahaan dan Konsorsium G-Pas 18 April 2008 Rp111.925 juta Rp5.575 juta Rp42.248 juta Rp80.5 juta dan Rp62.086 juta 4 Desember 2008 Rp94. Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-2 Jumlah nilai kontrak US$24. Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-3 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy di Divre VII (Sulawesi.

untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan serta jasa terkait yang terdiri dari: • • • • Perjanjian Perencanaan dan Pengerjaan Bersama (Joint Planning and Process Agreement) Perjanjian Penyediaan Peralatan (“Equipment Supply Agreement” atau “ESA”) Perjanjian Jasa Teknik (“Technical Service Agreement” atau “TSA”) Perjanjian Pengadaan Lokasi dan Rekayasa.497 juta (ii) Telkomsel Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Motorola. Inc.4 juta Perusahaan dan ISS Reshetnev Perusahaan dan APT Satellite Company Limited Perusahaan dan Sansaine Huawei Consortium US$179.6 juta dan Rp56.4 juta Perusahaan Konsorsium Fujitsu dan NSW- 30 Desember 2008 3 Maret 2009 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Kapasitas Ring Proyek JaKa2LaDeMa Perjanjian Pengadaan Satelit Telkom-3 Perjanjian Kerjasama Posisi Orbit 142E Derajat (142E Degree Orbital Position Cooperation Agreement) a.054 juta 15 Juni 2006 US$3 juta dan Rp40. Nokia Corporation dan PT Nokia Network (“Nokia Network”).054 juta US$3.2 juta 23 Maret 2009 US$18. Ericsson AB dan Ericsson Indonesia.T. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-1 US$115. IKATAN (lanjutan) a.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.6 juta dan Rp56. Mekanik dan Sipil (“Site Acquisition and Civil.497 juta US$3 juta dan Rp40. kecuali dinyatakan lain) 47.3 juta 27 Mei 2009 US$3. dan PT Motorola Indonesia.4 juta US$170. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-3 b.5 juta US$13. Mechanical and Engineering Agreement” atau “SITAC” dan “CME”) 110 . dan Siemens AG sejak Agustus 2004. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai kontrak Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$115.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Perjanjian tersebut berisi daftar harga yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan kewajiban Telkomsel untuk seluruh peralatan dan jasa-jasa terkait selama masa perjanjian, berdasarkan penerbitan PO. Perjanjian tersebut berlaku valid dan efektif untuk 3 tahun sejak penandatanganan, dengan ketentuan bahwa para pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Bila para pemasok gagal memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, Telkomsel dapat memutuskan perjanjian secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak juga setuju bahwa biaya yang disebutkan dalam daftar harga juga akan berlaku untuk pengadaan peralatan dan jasa (ESA dan TSA) dan jasa (SITAC dan CME) yang diperoleh dari para pemasok antara tanggal 26 Mei 2004 dan tanggal efektif, kecuali untuk peralatan dan jasa yang diperoleh dari Siemens dengan TSA terkait dengan peralatan dan jasa pemeliharaan Switching Sub System (“SSS”) dan BSS Telkomsel yang diperoleh antara tanggal 1 Juli 2004 sampai dengan tanggal efektif. Harga akan ditinjau ulang secara kuartalan. Pada bulan Agustus 2007, disebabkan oleh telah berakhirnya masa berlaku perjanjian tersebut di atas, berdasarkan surat dari Ericsson AB dan Ericsson Indonesia dan Nokia Siemens Network (yang saat ini mewakili Nokia Corporation, Nokia Network, dan Siemens AG), perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui untuk: • memperpanjang masa berlakunya perjanjian tersebut di atas sampai dengan perjanjian yang baru antara Telkomsel dan perusahaan-perusahaan lainnya ini telah dibuat dan • sebelum tanggal berlakunya perjanjian yang baru secara efektif, secara retroaktif berlaku harga berdasarkan perjanjian yang baru (penyesuaian harga retroaktif) terhadap PO untuk pengadaan peralatan dan jasa BSS yang dikeluarkan oleh perusahaan setelah 1 Juli 2007 dengan menggunakan daftar harga sebelumnya (Catatan 10d.v).

Selanjutnya, pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Networks, Nokia Siemens Networks Oy, dan Nokia Siemens Network GmbH & Co. KG menandatangani perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network Rollout Agreements). Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya (17 April 2008, kecuali untuk PO tertentu yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2007 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2007); atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Untuk penyediaan jasa telekomunikasi berteknologi 3G, pada bulan September dan Oktober 2006, Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Nokia Corporation dan Nokia Network, Ericsson AB dan Ericsson Indonesia; serta Siemens Network GmbH & Co. KG, untuk pembangunan jaringan (Rollout Agreement) dan Nokia Network, Ericsson Indonesia dan Siemens Network GmbH & Co. KG untuk perawatan dan pengoperasian jaringan (Managed Operations Agreement and Technical Support Agreement). Perjanjian tersebut berlaku efektif pada saat tanggal pelaksanaan oleh semua pihak terkait (tanggal efektif) sampai dengan tanggal yang paling akhir antara 31 Desember 2008 atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum 31 Desember 2008, dengan ketentuan bahwa pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Berdasarkan surat dari Telkomsel, Perjanjian Perawatan dan Pengoperasian dengan perusahaan-perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 31 Maret 2008. 111

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, dan PT Nokia Siemens Networks menandatangani TSA untuk dukungan teknik untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network). Perjanjian ini dimulai pada saat: • • • • berkaitan hanya dengan proyek bulan Agustus 2007 saja, pada tanggal jasa pengalihan (transition-out) telah diselesaikan sesuai dengan Perjanjian Pengoperasian Jaringan 3G (3G Managed Operations Agreement) untuk proyek-proyek yang lain, pada Tanggal Efektif. dan berlanjut sampai dengan tanggal yang paling akhir antara: tiga tahun setelah tanggal efektifnya; dan tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Pada bulan Juli dan Agustus 2008, Telkomsel mengadakan perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia, ZTE, dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) sebagai peserta uji-coba (“Trial Participants”). Selanjutnya, pada September 2008, perjanjian dengan ZTE dan Huawei Tech telah diperpanjang. Perjanjian tersebut antara lain berisi: • Penyediaan rancangan, pasokan, pengiriman, pemasangan, integrasi, dan pengawasan pelaksanaan dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network dan jasa teknik untuk penyediaan sub-sistem dan jaringan tersebut oleh oleh peserta uji-coba melalui proses uji coba selama 9 bulan. Berdasarkan keputusan Telkomsel, peserta uji-coba harus mengalihkan kepemilikan kepada Telkomsel atas 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access networks tertentu (kecuali peranti lunak).

Pada tanggal 3 Maret 2009 dan 13 Maret 2009, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Indonesia, Nokia Siemens Networks Oy, Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment menandatangani perjanjian pembangunan jaringan 2G BSS dan 3G UTRAN (2G BSS and 3G UTRAN Rollout Agreements) sebagai provisi dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network). Selama berlakunya perjanjian tersebut, pemasok (kecuali Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment) setuju untuk menyediakan vaucer, peralatan gratis, dan insentif komersial lainnya pada Telkomsel. Sebagian dari vaucer sebesar US$107,5 juta, disediakan pemasok sebagai penyesuaian harga yang tercantum dalam PO yang terbit sejak 1 Juli 2007 (Catatan 10d.v) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (i) Telkomsel memiliki fasilitas obligasi dan bank garansi, fasilitas standby letter of credit, dan fasilitas untuk menukar mata uang asing sebesar US$3 juta dari SCB, Jakarta. Fasilitasfasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2009. Atas fasilitas-fasilitas ini, sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Telkomsel telah menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp20.000 juta (setara dengan US$1,96 juta) untuk jaminan lisensi 3G (Catatan 47c.ii). Pinjaman yang berasal dari fasilitas ini dikenakan tingkat bunga Singapore Interbank Offered Rate (“SIBOR”) ditambah 1,25% per tahun (US$). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, tidak ada saldo pinjaman terutang atas fasilitas tersebut.

112

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan) (ii) Telkomsel tidak menjaminkan asetnya untuk pinjaman bank atau fasilitas kredit lainnya, kecuali deposito berjangka (Catatan 8 dan 46h). Persyaratan dari berbagai pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Manajemen berpendapat tidak ada pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan tidak melihat akan terjadi pelanggaran di masa depan. c. Lainnya (i) Imbalan kerja Pada tanggal 26 Mei 2008, Telkomsel dan Serikat Pekerja Telkomsel menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (”PKB”) yang berlaku sampai dengan 25 Mei 2010. Perjanjian tersebut menggantikan perjanjian sebelumnya yang telah berakhir pada tanggal 23 Maret 2008. Berdasarkan perjanjian tersebut, Telkomsel harus memberikan LSL kepada seluruh karyawannya (Catatan 41). (ii) Lisensi 3G Mengacu pada Surat Keputusan Menkominfo No. 07/Per/M.KOMINFO/2/2006, sebagai pemenang tender (Catatan 1d dan 2j), Telkomsel diharuskan antara lain untuk: 1. Membayar iuran tahunan BHP yang dihitung berdasarkan formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun). BHP untuk tahun keempat dan ketiga dibayar pada bulan Maret 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009, komitmen yang timbul dari BHP sampai dengan masa kadaluarsa lisensi dengan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan adalah sebagai berikut:
Tarif penggunaan frekuensi radio 20% x HL 40% x I1 x HL 60% x I2 x HL 100% x I3 x HL 130% x I4 x HL 130% x I5 x HL 130% x I6 x HL 130% x I7 x HL 130% x I8 x HL 130% x I9 x HL

Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Catatan: Ri Harga Lelang (HL) Indeks

Kurs BI (%) R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9

Indeks (pengali) I1 = (1 + R1) I2 = I1(1 + R2) I3 = I2(1 + R3) I4 = I3(1 + R4) I5 = I4(1 + R5) I6 = I5(1 + R6) I7 = I6(1 + R7) I8 = I7(1 + R8) I9 = I8(1 + R9)

= tingkat bunga rata-rata BI tahun sebelumnya = Rp160.000 juta = penyesuaian atas harga tender untuk periode berjalan

BHP terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. 2. Menyediakan akses roaming untuk operator 3G lainnya. 3. Berkontribusi pada pengembangan KPU.

113

Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$34 juta (setara dengan Rp326. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan akan memperoleh bandwidth internasional sebesar 40 Gbps pada akhir tahun 2008 dalam konfigurasi AAG yang membentang dari Malaysia hingga Amerika Serikat.44 lambda (Catatan 14). Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. Perusahaan masuk kedalam Konsorsium Palapa Ring dengan menandatangi C&MA dengan 5 perusahaan lainnya. satu blok frekuensi radio ( 2 x 5 MHz FDD) pada pita frekuensi 2. Melalui konsorsium ini Perusahaan akan memperoleh bandwidth sebesar 4 lambda dari total kapasitas sebesar 8.005 juta (setara dengan Rp48 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12). Perusahaan masuk ke dalam keanggotaan Konsorsium AAG.KOMINFO/12/2008 tanggal 30 Desember 2008.T. atau jika Telkomsel memutuskan untuk mengembalikan lisensi secara sukarela.070. mempertimbangkan bahwa Telkomsel telah memenuhi komitmen-komitmennya. Membangun jaringan 3G yang meliputi setidaknya sejumlah propinsi berikut: Tahun 1 2 3 4 5 6 Jumlah minimum propinsi 2 5 8 10 12 14 5. (iv) Konsorsium Palapa Ring Pada tanggal 10 November 2007. Berdasarkan surat Menkominfo No. Berdasarkan surat tersebut. 320/M. Konsorsium ini dibuat untuk membangun jaringan serat optik di 32 kota di kawasan Indonesia Timur dengan total investasi awal sekitar Rp2.000 juta.336 juta.164 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12). Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. Melalui keanggotaan tersebut. kecuali dinyatakan lain) 47. Telkomsel telah menyampaikan tanggapannya bahwa Telkomsel menerima penawaran tersebut dengan syarat bahwa harga tersebut diterapkan kepada semua operator secara merata (Catatan 50e). Menerbitkan performance bond setiap tahun dengan jumlah mana yang lebih tinggi antara Rp20.1 GHz ditawarkan pada Telkomsel dengan harga Rp160. Performance bond ini akan dicairkan oleh Pemerintah jika Telkomsel tidak mampu untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan tersebut di atas atau saat lisensi dibatalkan atau berakhir. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$0. konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan. 114 . (iii) Konsorsium Asia-America Gateway (”AAG”) Pada tanggal 27 April 2007. dengan menandatangani C&MA dan Cable Network Supply Contract AAG serta mengeluarkan dana sebesar US$40 juta.000 juta atau 5% dari biaya tahunan untuk dibayarkan pada tahun berikutnya. IKATAN (lanjutan) c. Lainnya (lanjutan) (ii) Lisensi 3G (lanjutan) 4.

praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Inc Pada tanggal 9 Januari 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.942 TRXs dalam operasi pada tanggal 30 Juni 2009. (vii) Sewa Operasi Jumlah Pembayaran sewa minimum Kurang dari 1-5 1 tahun tahun 341. 115 . serta penyediaan layanan jaringannya. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Tinggi tersebut. 2010. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Jawa Barat terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. dengan beban berkisar dari Rp0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.1 GHz (Catatan 47c.533 Sewa operasi Sewa operasi merupakan perjanjian sewa kantor beberapa anak perusahaan yang tidak dapat dibatalkan. b.442 juta pada tanggal 30 Juni 2009. Berdasarkan estimasi manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian dari kasus-kasus tersebut. Perusahaan dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan tanah. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. kecuali dinyatakan lain) 47. Pengadilan Tinggi Jawa Barat menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Telkomsel menandatangani perjanjian dengan Apple. Pada tanggal 3 Oktober 2007. belum terdapat keputusan atas pengajuan kasasi tersebut. dan praktik kartel SMS. IKATAN (lanjutan) c. dan 500. Mantan Direktur Sumber Daya Manusia dan seorang karyawan Perusahaan telah didakwa melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Bandung sehubungan dengan penyalahgunaan wewenang dalam penyediaan jasa konsultasi yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sebesar Rp789 juta.409 Lebih dari 5 tahun 27. Beban ditentukan berdasarkan jumlah transceivers (“TRXs”) terdaftar dari stasiun radio.000. Lainnya (lanjutan) (v) Beban pemakaian frekuensi radio Sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan telekomunikasi yang berlaku.000 unit. Pengadilan Negeri Bandung menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan setiap tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp50 juta.T.9 juta untuk tiap TRX.319 63. Inc untuk pembelian produk iPhone dan pemasaran kepada para pelanggan bekerjasama dengan pihak ketiga (PT Trikomsel OKE). Perusahaan dan anak perusahaan mencadangkan sebesar Rp86.377 250. KONTINJENSI a. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya. kecuali stasiun radio yang menggunakan pita frekuensi 2. 48. Beban untuk tahun 2009 akan ditentukan berdasarkan 288.000. Pada tanggal 2 Mei 2007. Beban pemakaian frekuensi radio tersebut terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. (vi) Apple. Jumlah minimum kumulatif iPhone yang harus dibeli pada 31 Desember 2009. operator diwajibkan untuk mendaftarkan stasiun radionya kepada DJPT untuk mendapatkan lisensi penggunaan frekuensi. 300. dan 2011 masing-masing sebesar 125.035 juta hingga Rp15.ii).

memberitahukan Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus No. dimana satu mantan karyawan dan empat karyawan Perusahaan di KSO VII dijadikan tersangka. kecuali dinyatakan lain) 48. Pada tanggal 3 Maret 2008. d. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. KONTINJENSI (lanjutan) c. Pada tanggal 5 November 2008. sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai pelanggaran Undang-Undang No.1. Pada tanggal 9 Mei 2008. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp15 miliar.1 Undang-Undang tersebut.1 Undang-Undang tersebut. Pengadilan Negeri Makassar telah menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. belum terdapat keputusan atas pengajuan kedua kasasi tersebut. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui suratnya tanggal 5 Desember 2007.T. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. 116 . Pengadilan Negeri telah mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara lain sebagai berikut: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp25. dan dua karyawan lainnya didakwa di Pengadilan Negeri Denpasar untuk pelanggaran korupsi yang mereka lakukan di KSO VII. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. Hasil dari pemeriksaan tersebut. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November 2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh Telkomsel.b Undang-Undang tersebut.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari tarif yang berlaku. Kantor Kejaksaan Agung mengadakan suatu pemeriksaan terhadap pelanggaran atas penyalahgunaan fasilitas telekomunikasi dalam hubungannya dengan penyediaan jasa VoIP. Pengadilan Tinggi Bali menyatakan bahwa para terdakwa bersalah. Pada tanggal 16 Januari 2009. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan masing-masing tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun enam bulan dan satu tahun serta denda masing-masing Rp50 juta. Pada tanggal 29 Januari 2008. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada masing-masing perusahaan dalam batas waktu dua belas bulan dari tanggal keputusan ini telah menjadi final dan mengikat secara hukum syaratsyarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 10%.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. • Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tarif tersebut. salah seorang terdakwa di Pengadilan Tinggi Bali mengajukan kasasi ke MA.1.b Undang-Undang tersebut. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 5%. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Bali terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. Pada tanggal 2 Januari 2006. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. menyatakan antara lain: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. satu mantan karyawan dan dua karyawan Perusahaan didakwa di Pengadilan Negeri Makassar. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings.

Pada tanggal 9 September 2008. belum terdapat keputusan atas pengajuan keberatan tersebut. Para pihak digugat melakukan praktik pengenaan tarif tinggi yang berpotensi merugikan para pelanggan tersebut. KONTINJENSI (lanjutan) d. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp18. Perusahaan dan Telkomsel telah mengajukan keberatan masing-masing ke Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada tanggal 14 Agustus 2008. e. Sehubungan dengan Keputusan KPPU tanggal 17 Juni 2008. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. sehingga gugatan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. Perusahaan. Perusahaan. dalam keputusannya. yang diwakili oleh Penasehat Hukum. dan PT Excelcomindo Pratama (“Excelcomindo”) yang berdomisili di Bekasi. MA mencabut keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa dampak material terhadap keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. (lanjutan) Pada tanggal 22 Mei 2008. Indosat. manajemen telah mengajukan keberatan hukum kepada MA. Telkomsel. Pelanggan tertentu Telkomsel.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 48. gugatan perwakilan kelompok (class-action) diproses secara terpisah pada masing-masing pengadilan. dan berbagai wilayah lainnya. dan perusahaanperusahaan afiliasinya (”Para Pihak”). MA menyetujui tuntutan para pelanggan. KPPU menyatakan bahwa Perusahaan. Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel telah mengenakan tarif sesuai dengan peraturan. oleh karena itu. Temasek Holdings. Pada tanggal 21 Januari 2009. Telkomsel. Tangerang. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T. 117 . gugatan perwakilan kelompok (class-action) di Tangerang dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus. dan beberapa operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Bekasi untuk menggugat Telkomsel oleh beberapa pelanggan tertentu. Pemerintah. berdasarkan keputusan pengadilan. f.000 juta dan Rp25. masing-masing pada tanggal 14 Juli 2008 dan 11 Juli 2008. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. beserta tujuh operator telekomunikasi domestik lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan melakukan praktik kartel SMS. mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke pengadilan untuk menggugat Telkomsel. Telkomsel sedang meninjau hasil keputusan tersebut untuk menentukan tindakan pembelaan selanjutnya termasuk opsi untuk uji materiil oleh MA. Indosat. Pada tanggal 8 Juli 2008. Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan hukum ke MA. Hasil dari pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada praktik kartel yang dilakukan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku. Atas kasus-kasus tersebut di atas.

00 0.866.794 72 8 1.S Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 182.63 26.S.591 79.S.358 55 15 1. Dolar Singapura Piutang lain-lain Euro Pound sterling Inggris Dolar A.84 0.568 4 272 209 184 5 6.72 0.02 0.272.S.03 3.00 5.16 53.51 0.280.81 - 52.329 26.00 38.276 2.00 0.S.401 21.006 96 276 1. Dolar Singapura Pound sterling Inggris Biaya yang masih harus dibayar Dolar A.59 4. Dolar Singapura Euro Pihak ketiga Dolar A.791 93 227 1 49.194 3. Euro Dolar Singapura Yen Jepang Franc Swiss Pound sterling Inggris Hutang lain-lain Dolar A.642 356 126.00 433.59 0.495 47. kecuali dinyatakan lain) 49.59 33.00 173.336 608.906 45 729 13.02 0.307 36.665. Euro Rinngit Malaysia Yen Jepang Dolar Singapura Investasi sementara Dolar A.46 0.01 0.S.96 - 1.20 0.415 355.64 220.51 0.758 1.571 2.54 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.00 0.231 41.617 19.02 13.20 29.04 1.S.58 59.599.03 0.17 0.15 9.S. Euro Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Dolar A. Yen Jepang Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A. Dolar Singapura Aset lancar lainnya Dolar A.06 42.01 0.092 2.965 434.S. Rekening escrow Dolar A.154 - 118 .255 484.136 5.947 781.544 16.432.048 699 3.21 7.185 - 129.572 4.S. Dolar Singapura Yen Jepang Euro Hutang bank jangka pendek Dolar A.00 0. Pihak ketiga Dolar A.500 97.S.256 608.79 42.01 0.63 0.10 45.S.839 5.S.39 0.87 0.00 51.15 0. Jumlah aset Kewajiban Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Aset Kas dan setara kas Dolar A.46 1.51 18.62 2.01 0.42 87.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.70 4.04 1.63 0.56 5.15 0.482 11 2 472.24 8.65 59.90 0.756 3 4.075 5.190.T.933 100 22 81.

785.188 2. Pada tanggal 1 Juli 2009. Program manajemen risiko Perusahaan dan anak perusahaan secara keseluruhan memberikan perhatian pada sifat pasar uang yang tidak terduga dan berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi buruk terhadap kinerja Perusahaan dan anak perusahaan. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a.S.55 11.41 1. dari keseluruhan fasilitas telah ditarik sebesar Rp4. Pinjaman dari BCA dan Mandiri tersebut masing-masing dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.191. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar A.27 12.360 3.275.076 1.52 1.431 124. kecuali dinyatakan lain) 49. 50.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.681 (6.T.080 9. Jika Perusahaan melaporkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2009 menggunakan kurs tanggal 30 Juli 2009. Mandiri dan BNI masing-masing sebesar Rp2.545) Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan membuka kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga pasar surat hutang dan efek.25% per tahun.200 miliar (Rp2. rugi selisih kurs yang belum terealisasi berkurang sebesar Rp134.552 67.477. Pinjaman dari BNI dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.56 14. Rp2.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Kewajiban (lanjutan) Uang muka pelanggan dan pemasok Dolar A.510 1. Rp2.75 11. Yen Jepang Hutang jangka panjang Dolar A.000 miliar.90 202.84 767.953 1.611 juta.902. dan Rp750 miliar.023. 119 . Metra melakukan pembayaran transaksi pembelian 49% saham Infomedia sebesar Rp598 miliar kepada Elnusa (Catatan 1d.805) 122. dan Rp200 miliar dari BNI).000 miliar dari BCA.000 miliar.897 (6.90 327.44 767. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA.000 miliar dari Mandiri. Pada tanggal 9 Juli 2009.00% per tahun. Pada tanggal 3 Juli 2009.S. nilai tukar mata uang asing dan tingkat bunga.044.b) b.727 9. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan.129.513.134.069. Yen Jepang Jumlah kewajiban Kewajiban bersih Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 1.348 82.142.

1 GHz kepada Telkomsel (Catatan 47c. berdasarkan surat DJPT No. 51. Pemerintah akan memberikan lisensi kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jaringan tetap lokal yang menggunakan pita frekuensi radio 2. g. Pada tanggal 16 Juli 2009.T. dividen. PSAK 50 (Revisi 2006) melengkapi ketentuan pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan yang diatur pada PSAK 55 (Revisi 2006). Papua. dan Sulawesi bagian utara. pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga. Pada tanggal 7 Juli 2009. Pada tanggal 27 Juli 2009. berdasarkan surat Menkominfo. f.296 juta. berdasarkan Surat Keputusan Menkumham No. PSAK 50 (Revisi 2006) memberikan pedoman bagaimana mengungkapkan dan menyajikan instrumen keuangan pada laporan keuangan dan menentukan apakah instrumen keuangan adalah instrumen kewajiban atau ekuitas.02 tahun 2009 kepada PIN tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah dilakukan perubahan penetapan kedudukan PIN yang semula berada di Medan menjadi di Jakarta Selatan.3 Ghz/7/2009. Pada tanggal 27 Juli 2009. DSAK mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006).3 Ghz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) untuk wilayah Jawa bagian tengah. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 50 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No.ii). kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tanggal 9 Rp4. “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. 138/TIMSEL-BWA 2. kerugian dan keuntungan.397. e. kecuali dinyatakan lain) 50. Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas sebesar Rp4. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA Standar Akuntansi Baru di Indonesia yang relevan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (i) PSAK 50 (Revisi 2006). 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” yang menggantikan PSAK 50. Maluku dan Maluku Utara. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) c.616 juta. Juli 2009. 120 . AHU-32154. dalam aset keuangan.AH.01.196. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. Jawa bagian timur. Telkomsel melakuan pembayaran dividen kas sebesar d. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” Pada bulan Desember 2006. Standar ini digunakan untuk klasifikasi atas instrumen keuangan dari prespektif penerbitnya. Pemerintah mengizinkan tambahan pita frekuensi 2.

“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” yang menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999). 121 . konstruksi atau produksi suatu aset kualifikasian sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol”. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 26 (Revisi 2008) terhadap laporan keuangan konsolidasian. (iv) Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (“PPSAK”) 1. “Biaya Pinjaman” yang menggantikan PSAK 26. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol” Pada bulan Juni 2009. dan penghentian pengakuan aset keuangan dan kewajiban keuangan termasuk instrumen derivatif. PSAK 35. pengukuran. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Standar tersebut juga memberikan pedoman pengakuan dan pengukuran kontrak penjualan dan pembelian item non-keuangan. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 55 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 55 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. kecuali dinyatakan lain) 51. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. DSAK mengeluarkan PPSAK 1. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” Pada bulan Desember 2006. Penerapan dini PPSAK 1 diperkenankan. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara PSAK 26 (Revisi 2008) dan PSAK 26. DSAK mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006). “Biaya Pinjaman” Pada bulan September 2008.T. (iii) PSAK 26 (Revisi 2008). “Biaya Pinjaman”.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. PPSAK 1 berlaku efektif sejak 1 Januari 2010 dan harus diterapkan secara prosepektif. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (ii) PSAK 55 (Revisi 2006). PSAK 26 (Revisi 2008) efektif berlaku sejak 1 Januari 2010. PSAK 55 (Revisi 2006) memberikan pedoman pengakuan. PPSAK 1 menghapus ketentuan yang ada pada PSAK 33. PSAK 26 (Revisi 2008) memberikan pedoman terkait dengan permulaan. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. PSAK 26 (Revisi 2008) mengharuskan biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. DSAK mengeluarkan PSAK 26 (Revisi 2008). 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PPSAK 1 terhadap laporan keuangan konsolidasian. dan PSAK 37. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. penghentian sementara dan penghentian pengkapitalisasian biaya pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan suatu aset. Untuk meningkatkan daya banding laporan keuangan. DSAK menganjurkan penyajian kembali laporan keuangan untuk periode yang berakhir sebelum periode sajian.

165.875 8.872 - 118.530 37.858) 3.775.619 ) 56.harga perolehan Akumulasi penyusutan Aset tetap . PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN REKLASIFIKASI AKUN Pada tahun 2008.688.539 (929.555 ) 408.718 (5. Perusahaan melakukan penelaahan kembali atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang berasal dari transaksi akuisisi Sigma dan memutuskan untuk menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2008 sehubungan dengan koreksi pencatatan tersebut.433.794 (495.jaringan Pendapatan usaha .092 (59.539 ) 12.239 ) 9.T.297. dan jasa teknologi informatika Pendapatan usaha .400) 929.191 (57. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.661 ) 63.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.092 56.594.283.315.241 ) (66.329.629 (35.863. internet. kecuali dinyatakan lain) 52.718 1.099 (3.746 (3.801) (7.900 37.264 288.104.584 120.932.049 500.264 ) 66.148 ) 434.280.206 338.550 84.213.239 (434.767.618 5.jasa telekomunikasi lainnya Beban usaha .853 122 .045 121.data.900 (12.592) (34.setelah dikurangi akumulasi amortisasi Kewajiban pajak tangguhan .105.213. Beberapa akun tertentu dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.011 96.604 (5.bersih Hak minoritas Laporan laba rugi konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008: Pendapatan usaha .umum dan administrasi Setelah penyajian kembali dan reklasifikasi Penyajian kembali Reklasifikasi 420.794 ) 495.859 5.422) 62.548) 7. Ikhtisar saldo akun yang dilaporkan sebelumnya dan setelah disajikan kembali dan direklasifikasi pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut: Sebelum penyajian kembali dan reklasifikasi Neraca konsolidasian 30 Juni 2008: Piutang restitusi pajak Pajak dibayar di muka Aset tetap .555 - 3.678 465.666 ) 7.setelah dikurangi akumulasi penyusutan Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .147.297 (57.454 1.589 - - (50.nilai tercatat bruto Akumulasi amortisasi Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .701.106.193.penyusutan Beban usaha .209 ) (7.897.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful