PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008

..…………………………………………………………………. Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian …………………………………………………….. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………. Laporan Arus Kas Konsolidasian. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Keuangan Konsolidasian Neraca Konsolidasian ……………………………………………………………………………….. Laporan Laba Rugi Konsolidasian …………………………………………………………………. 1-3 4 5-6 7-8 9-122 .T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P..

151.587 137.055 256 2.361. 1 .011 96.T.40 2c.43 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Penyertaan jangka panjang .3.135.2f.930.688.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp9.773 juta di tahun 2008 Piutang lain-lain .442 1.168 281.797 juta di tahun 2008 Pihak ketiga .685 779.673 2.504 295.276.10.200.488 398 1.299 juta di tahun 2009 dan Rp11.2r.836 222.7.11.163 juta di tahun 2008 2c.729 2f.2e.778.235 2.3.474 85.913.940 juta di tahun 2009 dan Rp540.5.584 21.setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp70.959.439 juta di tahun 2009 dan Rp57.36.43 Persediaan .2i.594.2l.232 94.43 Piutang restitusi pajak 37.491 78.52 165.547 juta di tahun 2009 dan Rp58.2k.43 Piutang usaha 2c.785 10.811.888 631.359 189.422 juta di tahun 2008 Aset tetap Pola Bagi Hasil . 28.2j.12.2g.163 449.849 536.746 42.530.47 449.8.14.464 408.831 juta di tahun 2008 Pensiun dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp6.217 16.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.43 Penyertaan sementara 2c.52 Pajak dibayar di muka 37.173 2.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp254.544 809.900 24.45 2i.231 juta di tahun 2009 dan Rp1. 18.36.802.52 Aset lancar lainnya 2c.110.875 2m.465 juta di tahun 2009 dan Rp148.43 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp105.166 48.170.6.4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c.072 56.13.061.802 72.858 juta di tahun 2008 Rekening escrow Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 8.859 69.373 juta di tahun 2009 dan Rp5.829 182.060.43.306 2d.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.338.2g.36 Beban dibayar di muka 2c.43 2.244 16.bersih Aset tetap .280.942.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp67.780.932.954 juta di tahun 2008 2h.736 3.2o.9 2k.789 62.768.52 2c.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.33.19.22.

495.2l.339 6.614.281.701.655 2.177 1.057.431 114.52 2m.751.10.898.T.203.074 1.559 7.043 18.43 2.764 3.691 27.398.45 2c.142.388 35.43 3.19.957 1.175.43 2c.647 79.43 2c.43 2s.184 877.604 32.372 943.548 24.719.17 2c.43 19.286.41.595 2.16.689 6.170 3.40.43 2q.984 5.082 1.165.401 11.11.000 7.074 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Hutang dividen Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban pajak tangguhan .483.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Wesel Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang HAK MINORITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 2c.002 70.086 2.22.19 2c.172 1.279 773.914.21 2c.236.883 121.34.bersih Pendapatan Pola Bagi Hasil ditangguhkan Kewajiban penghargaan masa kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Hutang jangka panjang .516 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.311 225.20.37 2c.675 31.52 8.215 2.801 392.43 19.897.102 7.393.247.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.203 9.503 17.23 251.setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban sewa pembiayaan Pinjaman penerusan .646.43 2c.896.572 2l. 2 .583 1.19.051.447.15.666.42.389 16.37.2r.19.494 53.539.450 228.503.18.2r.871 2s.058.660 3.705 2.2r.882.847.

366.620.28 2f 2f 2f 1d.290.119 30.736 (3.999 saham Seri B Modal ditempatkan dan disetor penuh 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.290) 15.981 228.1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.701) 270.914 10.595 6.746 16.nilai nominal Rp250 per saham untuk saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B Modal dasar .T.333 5. 3 .999.073.040.336.017 (437.595 8.171 244.073.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.27 2d.984 16.26 5.000 385.2d (4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.110.162) 360.000 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan EKUITAS Modal saham .500 lembar saham di tahun 2009 dan 426.999.999.040.732 94.386.000 1.170.159.25 2u.225 85.930.798.322 34.557.500 lembar saham di tahun 2008 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 1c.264.279 saham Seri B Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali 490.333 2u.000 385.574.

495. 40.42.613 12.454 120.T.43 2p 2k.939.525.04 12.093) 550.31.60 317.241.078 5.401. dan jasa teknologi informatika Jaringan Pola Bagi Hasil Jasa telekomunikasi lainnya Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Penyusutan Karyawan Operasi.556.577.264.83 12.732 5.52 2c.467.716 82. internet.11.969) (938.34.176.43 5.16.842 5.159 27.988 529.36.35.906 19.bersih Lain-lain .5.291.724 6.117 12.147.813 (2.743.37 (2.537.2q.321.454 4.293.258.097 231.667) 6. 4 .43.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.049.651 13.192 24 (2.43 2f.779 288.260.873 (1.930.468. dan jasa telekomunikasi Umum dan administrasi Pemasaran Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN Pendapatan bunga Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Beban bunga Keuntungan selisih kurs .43 2g.776 236.577) (3.853 890.167 17.853.bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan 2s. kecuali data per saham dan per ADS) Catatan PENDAPATAN USAHA Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Pendapatan Beban Bersih Data.2m.146) 11.894) (488.862.52 2c.893) 2q.2q.319 951.265 (2.767.433.618 30.246.32.065) (3.027 3.805) 35.713.197 (39.975 (1.463.30.45 2q.bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 2w.568 2009 2008 6.471) LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI .390) (573. 10.202.2q.449.317) (77.582) 6.41.672.095.686 12.13.545 (1.961 330.2r.43 2c.2l.9 2c.33.611 486.574 8.480 8.043.802.082 7.951 5.382) 2c.864.2q.054 30.20 (3.211.630 2c.610 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.543 7. pemeliharaan.643.29 4.52 2m.659 1.770.52 3.2h.bersih (Beban) penghasilan lain-lain .297.874. 6.52 2q 2q.12.635 11.38 306.678 465.11.002) 4.801 1.206 184. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

066) Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan - Uraian Saldo.040.237 1d.336.043.073.595 6.708) 6. 30 Juni 2009 Catatan Modal saham 5.314.698 - - - 5.698 1d.778.171 244.366.071 2f - - - - - 25.39 39 5.264.708) (4.840.237 - - - - 25.319 Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya 20.941.harga perolehan Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 12 Juni 2009 Pembagian dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Laba bersih periode berjalan Saldo.2d - - - - - - - (437.813 34.746 (5.000 Tambahan modal disetor 1.017 (437.000 Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi 385.333 (4.264.778.732 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.9 - - - - - - 5.290 ) 4.073) 360.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.290) - - (437. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual (19.290) 2u.27 - - (89) - - - - - - - (89) 2v.813 16.040.978 Ditentukan penggunaannya 10.333 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali (4.2b.322 (5.043.T.557.073.761) 6.840.162) 360.000 1.761 15. 5 .595 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 238. 1 Januari 2009 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan dan perusahaan asosiasi Akuisisi 49% kepemilikan Infomedia Modal saham yang diperoleh kembali .985 Jumlah ekuitas 34.000 385.110.2f.

073.879 - 22.119 (8.701) 270.333 - (2.611 ) - 270. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Uraian Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo.090) - - - - - - (1.040.harga perolehan 2f 5.981 228.297.595 8.610 16.034.748.9 - - - - - - (1.105 ) 6.103) 2u.000 - 1.622.610 30.620.333 (3.798.622.700.27 - - (1.225 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.39 Penentuan penyisihan cadangan umum 39 Laba bersih periode berjalan Saldo.914 3.579 (2. 1 Januari 2008 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Modal saham yang diperoleh kembali . 30 Juni 2008 5.090) Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 20 Juni 2008 Pembagian dividen kas 2v.T.000 - 385.386.857.073.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.105 10.103 ) - - (1.256) 230.515) 6.000 1.297.857.256) 2f.017 - 6. 6 .040.984 (8.000 385.237 (2.557.176.515 ) (3.595 - 11.129 - 33.214.034.

internet.135) 822 61.673) 13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.298.727 13.708 4.468) 72.178.757 247.179.653) 17.215 (569.631) 15. 7 .579 4.888 1.024.785.236) 5.563.030.bersih Kerja Sama Operasi Data.848.153.978 (1.903.606.801.075 7.323. dan jasa teknologi informatika Jasa lainnya Jumlah penerimaan kas dari pendapatan usaha Pembayaran kas untuk beban usaha Pengembalian kas kepada pelanggan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil dari penjualan penyertaan sementara dan pencairan deposito berjangka yang jatuh tempo Pembelian penyertaan sementara dan penempatan deposito berjangka Hasil dari penjualan aset tetap Pembelian aset tetap Kenaikan uang muka pembelian aset tetap Penurunan uang muka dan aset lainnya Kas bersih dibayar untuk transaksi penggabungan usaha Pembelian aset tidak berwujud Pembelian penyertaan jangka panjang Penerimaan dividen kas Uang muka pembelian investasi jangka panjang Penurunan (kenaikan) rekening escrow Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 2008 3.993.190.234) (326.424 31.892) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.505.T.556 (5.467 1.000.541) (12.635.892) (9.354) (1.460 (10.992.501.048 (323.245 (14.596) 16.433.022 607 7.790) (4.571) (8.249) 645 (674) (41. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan usaha Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi .902 30.549 (10.074 4.066) (958.890 (22.556) 12.969.337.592 11.787) 41.269.967 (21.296 29.776) (20.472) 2.555 324.984 (11.299 (7.638) (28.044.

865) 779.168 2008 19.622.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.568) (1.924) (123.296 (16.237.090) (101. 8 .826) (1.355) (19.530.667 22.T.214.429) (3.824) 1.225.210 (538.945 8.072 (28.140.121 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.276.533 171.484.000 2.829 5.015.449 (2.942.476.927) (146.889.183 598.371 10.791 10.634 48.690 6.772) 2.388) 1.939.269) 37. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan Hasil dari pinjaman jangka pendek Pembayaran pinjaman jangka pendek Hasil dari pinjaman jangka panjang Pembayaran pinjaman jangka panjang Pembayaran untuk pembelian kembali saham yang telah diterbitkan Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang sewa pembiayaan Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: Akuisisi aset tetap yang dibiayai dengan hutang usaha Akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan melalui hutang Akuisisi aset tetap melalui sewa pembiayaan 7.000 (3.448.

dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bandung.T. Pada tahun 1991.02. menyediakan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 210.20155. 25 tahun 1991. yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. mengembangkan.H. Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. i.01.1. 5 tanggal 17 Januari 1992. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku. C2-6870. S. Merencanakan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. iii. UMUM a.46312. S.01. menyediakan. Partomuan Pohan. Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah. Undang-Undang No. 84 tanggal 17 Oktober 2008. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”. dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku.AH. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 9 . Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan. memasarkan atau menjual.Th. serta optimalisasi sumber daya Perusahaan. status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”).1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik serta dalam rangka penambahan maksud dan tujuan Perusahaan. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perusahaan. Perusahaan menjalankan kegiatan yang meliputi: Merencanakan. LLM. No. AHU. mengoperasikan. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. mengembangkan. IX. memasarkan atau menjual. No. ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi.J.. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. berdasarkan akta notaris A. antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak. Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika.T. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. fasilitas sistem informasi. membangun. berdasarkan Peraturan Pemerintah No.H. Pendirian dan informasi umum Perusahaan Perseroan (Persero) P.01.Tahun 2008 tanggal 31 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. ii. menyewakan. 128 tanggal 24 September 1991. fasilitas pendidikan dan pelatihan. 27 tanggal 15 Juli 2008 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No. 52 tanggal 3 April 1884. dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (“BAPEPAM-LK”) No. iv. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah. informatika. Jawa Barat. Tambahan No. perubahan terakhir dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No. kecuali dinyatakan lain) 1.HT.

Pemberian hak tersebut tidak mempengaruhi hak Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri lainnya. pengelolaan. Badan Usaha Milik Daerah. Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) menerbitkan Undang-Undang No. serta Telekomunikasi khusus. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan Undang-Undang No. menjadikan Perusahaan sebagai operator bertaraf internasional. dan meningkatkan teknologi. yang berlaku efektif pada bulan September 2000. dan pengoperasian sarana telekomunikasi di lima dari tujuh divisi regional (“Divre”) melalui pola Kerja Sama Operasi (“KSO”). sirkit langganan. Pada tahun 1995. meliputi telepon. Hak eksklusif tersebut juga termasuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi untuk dan atas nama Perusahaan melalui KSO. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. terhitung sejak tanggal 1 Januari 1996. UMUM (lanjutan) a. Undang-Undang Telekomunikasi ini melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. Perusahaan memperoleh hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa jaringan tetap lokal dan jaringan tetap nirkabel (local wireline dan fixed wireless) untuk jangka waktu minimum 15 tahun dan hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh dalam negeri (“SLJJ”) untuk jangka waktu minimum 10 tahun. yang berlaku sejak tanggal 1 April 1989. dan Telekomunikasi Republik Indonesia (“MPPT”) melalui dua surat keputusan yang keduanya tertanggal 14 Agustus 1995. menegaskan kembali status Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. dan keahlian para karyawannya. teleks.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Jasa telekomunikasi. Pada tahun 1999. pengetahuan. 52 tahun 2000 yang mengatur mengenai pembebanan biaya interkoneksi kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi asal sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui dua penyelenggara jaringan telekomunikasi atau lebih. Pada mulanya. 8 tahun 1993 mengenai penyelenggaraan telekomunikasi mengatur lebih lanjut bahwa kerja sama penyelenggaraan jasa telekomunikasi dasar tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sebuah perusahaan patungan. Pos. Jika jaringan telekomunikasi tersebut tidak tersedia. dan jasa komunikasi bergerak dan seluler. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah tersebut mengharuskan kerja sama dilakukan dalam bentuk perusahaan patungan yang dapat membangun jaringan telekomunikasi yang diperlukan. 36 mengenai Telekomunikasi. Undang-Undang ini menyatakan bahwa kegiatan telekomunikasi meliputi: (1) (2) (3) Jaringan telekomunikasi. kerja sama operasi. Kegiatan Perusahaan dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri. Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan. Instansi Pemerintah. surat elektronik.T. telegram. Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”). Menteri Pariwisata. dan diharapkan dapat membuka jalan menuju liberalisasi pasar. Badan Usaha Swasta. 10 . atau kontrak manajemen dan bahwa badan usaha yang bekerja sama dengan badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri harus menggunakan jaringan telekomunikasi badan penyelenggara tersebut. dalam rangka: (1) (2) (3) mempercepat pembangunan sarana telekomunikasi. Sehubungan dengan Undang-Undang ini. telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. badan usaha Indonesia diizinkan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar dalam bentuk kerja sama dengan Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. satelit. 3 tahun 1989 mengenai Telekomunikasi. Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan para mitra usaha dalam pembangunan. kecuali dinyatakan lain) 1. dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pemerintah mengakhiri hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara jaringan jasa lokal dan SLJJ. Pemerintah diharuskan membayar kompensasi kepada Perusahaan (Catatan 12 dan 28). Direksi. UMUM (lanjutan) a. kecuali dinyatakan lain) 1. 05/HMS/JP/VIII/2000 tanggal 1 Agustus 2000 dan ralat atas siaran pers tersebut. dan (iii) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. Perusahaan telah memperoleh izin komersial untuk menyelenggarakan jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (“Menhub”) No.H. PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (“Indosat”) diberikan lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi lokal dan SLJJ. 16 tanggal 19 September 2008 oleh notaris yang sama. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”) No. S. Dewan Komisaris.. KP. masa hak eksklusif yang diberikan kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan tetap lokal dan SLJJ telah dipersingkat masing-masing dari masa berakhir periode pada Desember 2010 menjadi Agustus 2002 dan dari Desember 2005 menjadi Agustus 2003. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebagai berikut: 2009 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Wakil Direktur Utama/Chief Operating Officer (“COO”) Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Solusi Direktur Enterprise dan Wholesale Direktur Konsumer Direktur Compliance dan Risk Management Direktur Teknologi Informasi Direktur Human Capital dan General Affairs Tanri Abeng Bobby A. 16 tanggal 28 Februari 2007 yang diubah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. 162 tahun 2004 pada tanggal 13 Mei 2004.T. 215 tanggal 12 Juni 2009 oleh notaris yang sama. (ii) RUPSLB Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. Sebagai gantinya. dan karyawan Perusahaan 1. Partomuan Pohan. Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan keputusan-keputusan yang dibuat pada pada (i) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. No. 58 tanggal 29 Juni 2007 oleh notaris yang sama. Pada tanggal 1 Agustus 2002.A. b. 1718/UM/VIII/2000 tanggal 2 Agustus 2000. ditetapkan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2002.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. No. Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah *(lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam 2008 Tanri Abeng Anggito Abimanyu Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam * ** Direktur Jaringan dan Solusi juga merangkap sebagai COO di tahun 2009 Jabatan tidak terisi di tahun 2008 11 . LLM. Sesuai siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002.

000. Pemerintah membagikan 2. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa jabatan Tanri Abeng. Pada tanggal 14 November 1995.000 saham Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997. Berdasarkan Surat No.399.000 saham Seri B.000.000.181 orang dan 33. c. Pemerintah kembali menjual 898.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”). Anggito Abimanyu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan yang berlaku efektif sejak tanggal 20 Agustus 2008. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris tanggal 15 Februari 2008.A.580 orang.000 ADS dan masingmasing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu. Terdapat 35.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan pergantian jabatan Ermady Dahlan sebagai Direktur Jaringan dan Solusi dan I Nyoman Gede Wiryanata sebagai Direktur Konsumer yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2008. Pada bulan Mei 1999.999.000 saham Seri B milik Pemerintah melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya). Berdasarkan RUPSLB Perusahaan. dan Petrus Sartono sampai dengan RUPSLB Perusahaan berikutnya.334.400. pada tanggal 12 Juni 2009. UMUM (lanjutan) b.000. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan penunjukkan COO. Arif Arryman. Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk mengangkat Bobby A.T. yang terdiri dari 8. Berdasarkan RUPST Perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000. 12 . Direksi.333.670.000. di samping tugas dalam jabatannya sebagai Direktur Jaringan dan Solusi. yang seharusnya berakhir pada tanggal 10 Maret 2009 menjadi berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2009. S-584/KF/2008 tanggal 20 Juni 2008. dan karyawan Perusahaan (lanjutan) 1. Pada bulan Desember 1996.000 saham baru Seri B dan 233. Dewan Komisaris. Penawaran umum efek Perusahaan Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (“Initial Public Offering” atau “IPO”) adalah 8. kecuali dinyatakan lain) 1. dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700. 125/SRT/DK/2008/RHS tanggal 25 Juli 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. pada tanggal 19 September 2008. Nazief sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan untuk mengisi jabatan yang kosong dengan masa jabatan 5 (lima) tahun dan untuk memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat berdasarkan RUPSLB pada tanggal 10 Maret 2004.300 saham Seri B sebagai insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun terhitung sejak tanggal IPO. 2. Karyawan Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan per tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah 29. Berdasarkan Surat Dewan Komisaris kepada Direktur Utama No. Pemerintah menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.

RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007.999 saham Seri B.000 saham atau 3. kecuali dinyatakan lain) 1. dan III untuk pembelian kembali saham Seri B (Catatan 27). Pada bulan Juli 2002. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-Undang tersebut. para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor melalui pembagian saham bonus sejumlah 746. 40 tahun 2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan.1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.999. No. Pada bulan Desember 2001.999. LLM. Pada tanggal 30 Juni 2009. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39. S. seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 49.000.079.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.200.999. Pemerintah menjual 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. 26 tanggal 30 Juli 2004. 13 . Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Pemberlakuan Undang-Undang No.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250.858. para pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I.999.T.640 lembar saham. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.912 ADS telah dicatatkan pada NYSE dan LSE. Pembagian saham bonus kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. dan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008.9% dari jumlah saham Seri B yang beredar.159. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. II. dan jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 10.000 saham atau 11. Pada tanggal 16 Agustus 2007.999. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.H.279 saham Seri B. Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005. Setelah pemecahan saham. Undang-Undang No. Pemerintah kembali menjual 312. Partomuan Pohan. UMUM (lanjutan) c. pada RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999.666..999.000.

Indonesia PT Indonusa Telemedia (”Indonusa”).25% kepemilikan oleh Metra) 65 98.400. Indonesia 1995 100 100 400. Jakarta. Indonesia PT Graha Sarana Duta (”GSD”).486 PT Dayamitra Telekomunikasi (”Dayamitra”). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.479 2008 1.167 Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan. kecuali dinyatakan lain) 1.324 947.849. Indonesia Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Jasa dan pembangunan telekomunikasi/ 15 Agustus 2002 Tanggal operasi komersial 1995 Telekomunikasi/ 31 Juli 2003 1995 100 100 708.825 Jasa telekomunikasi multimedia/ 9 Mei 2003 1998 100 100 2. Jakarta.080.404 Anak perusahaan/ domisili PT Pramindo Ikat Nusantara (”Pramindo”). Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International (”TII”) (dahulu PT Aria West International (”AWI”)).99 173. Jakarta. Anak perusahaan Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Indonesia PT Telekomunikasi Selular (”Telkomsel”).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan mengkonsolidasi laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan kepemilikan mayoritas (Catatan 2b dan 2d): (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: Persentase hak kepemilikan 2009 100 2008 100 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1. Medan. dan pengembang/ 25 April 2001 Telekomunikasi/ 17 Mei 2001 1982 99.058 127.869 715.102.99 99.275 TV berlangganan dan jasa konten/ 7 Mei 1997 1997 100 (termasuk melalui 1.926 426.T. konsultan sipil. Jakarta.719 Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”)/26 Mei 1995 1995 65 54.75 175.764 163.218.221 50. Indonesia PT Multimedia Nusantara (”Metra”). UMUM (lanjutan) d. Jakarta. Jakarta.370 14 .

910 Anak perusahaan/ domisili Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Tanggal operasi komersial PT Napsindo Telekomunikasi 1999. Indonesia jasa informasi telekomunikasi dan jasa informasi lainnya dalam bentuk cetak dan media elektronik. pada tanggal Jakarta. beroperasi (“Napsindo”). berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli 2003 2002 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 25 114 PT Balebat Dedikasi Prima (“Balebat”). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. hipotek. dan jasa call center/ 22 September 1999 1984 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 51 557.910 2008 4.V.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Indonesia 2000 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 33.15 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 81. kecuali dinyatakan lain) 1. Jakarta. Voice Over Data (VOD).061 15 . Indonesia dan jasa terkait 13 Januari lainnya/ 2006 29 Desember 1998 PT Infomedia Jasa data dan Nusantara informasi menyediakan (“Infomedia”).706 (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Didirikan untuk memberikan jasa di bidang perdagangan dan keuangan/ 3 Juni 1996 Keuangan didirikan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan bisnis Telkomsel melalui penerbitan saham debenture.472 82.T.247 552. Anak perusahaan (lanjutan) (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: (lanjutan) Persentase hak kepemilikan 2009 60 2008 60 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 4. atau surat berharga lainnya/22 April 2002 Percetakan/ 1 Oktober 2003 Persentase hak kepemilikan 2009 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 2008 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1. Primatel menyediakan Network berhenti Internasional Access Point (NAP). Bogor. UMUM (lanjutan) d. The Netherlands Telekomunikasi Selular Finance Limited (“TSFL”).542 2008 1.849 Anak perusahaan/ domisili Aria West International Finance B. obligasi. (“AWI BV”). Mauritius Tanggal operasi komersial 1996.

04-TH. dan mengumpulkan dana. W8-00573. Pada tanggal 31 Desember 2008. sesuai dengan hasil Amandemen Ketiga Perjanjian Kerja Sama Perusahaan dengan TII No.402 2008 8..didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meminjam.696 21.429 - Jasa teknologi informatika implementasi dan integrasi sistem.210 PT Telekomunikasi Indonesia International Pte. Perusahaan menyetujui penyesuaian atas pengalihan bisnis telekomunikasi internasional dari Perusahaan kepada TII menjadi pengelolaan dan pengembangan bisnis internasional berupa pola kemitraan jasa pelaksana pelayanan. Amsterdam.V. dan disetujui oleh Menkumham dalam Surat Keputusan No. 20/III/PMDN/2007 tanggal 1 Maret 2007. termasuk menerbitkan obligasi. UMUM (lanjutan) d. 16 .. meminjamkan.665/HK.T. atau instrumen hutang/ 7 Februari 2005 Data dan komunikasi perbankan/ 31 Oktober 2005 Persentase hak kepemilikan 2009 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 2008 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 9. nama PT Aria West International telah diubah menjadi PT Telekomunikasi Indonesia International termasuk penambahan bidang usaha dalam bisnis internasional. The Netherlands Tanggal operasi komersial 2005 PT Finnet Indonesia (”Finnet”). outsourcing dan pemeliharaan lisensi dan peranti lunak/ 1 Mei 1987 1988 392. 3.156 (a) TII Pada tanggal 6 Maret 2007 berdasarkan akta notaris Titien Suwartini. Indonesia 2006 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 36.806 330.01. wesel bayar. kecuali dinyatakan lain) 1. Singapura PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”).2007 tanggal 14 Maret 2007 serta Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam Surat Keputusan No.H. K. (”TFBV”). S.748 Anak perusahaan/ domisili Telkomsel Finance B. No.820/UTA-00/2008 tentang Pengelolaan dan Pengembangan Bisnis Internasional. Jakarta. Anak perusahaan (lanjutan) (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: (lanjutan) Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Keuangan . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Tel.HT. Tangerang.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Indonesia Telekomunikasi/ 6 Desember 2007 2008 173. Ltd.

M.000 juta yang diperuntukkan sebagai biaya akuisisi serta memperkuat pengembangan bisnis Metra. (3) untuk membatasi penambahan modal ditempatkan maksimal sebesar Rp335.H.850 juta.Kn. Pada tanggal 17 Juli 2008. Pada tanggal 18 Desember 2007. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 23 Maret 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto.000 per saham.000. S. 64 tanggal 16 April 2009. Pada tanggal 3 Juli 2008. Pada tanggal 17 Juli 2008.. Metra memperoleh dana untuk keperluan pembelian tersebut melalui equity call yang berasal dari penambahan modal ditempatkan Metra dari semula Rp412.000 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. 133 tanggal 17 Juli 2008.25% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp6. berdasarkan akta notaris Sutjipto. Perusahaan melakukan tambahan setoran modal kepada Metra sebesar Rp350.H. Pada tanggal 21 Januari 2008. para pemegang saham Metra menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp418.000. Akuisisi Sigma telah diselesaikan dengan penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham pada tanggal 21 Februari 2008 yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”). S. Metra melakukan transaksi jual beli saham tersebut (Catatan 1d. 134 tanggal 17 Juli 2008.000 juta menjadi Rp1.000 juta yang diperuntukkan bagi pendanaan akuisisi Sigma dan maksimal sebesar Rp15.679 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp200. M.Kn.000 lembar saham Indonusa atau 1. (5) menyetujui akuisisi saham Sigma. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp62. Metra telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) untuk melakukan pembelian 6.250 juta dengan mengeluarkan 35. (4) menyetujui pengeluaran keseluruhan saham baru sebanyak 35. UMUM (lanjutan) d.250 juta menjadi Rp412.H. M..c). S. S. 17 . Dari modal dasar tersebut Rp34. No. 6 tanggal 3 Juli 2008.850 juta menjadi Rp485. berdasarkan akta notaris Wahyu Nurani. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.H. No.250 juta menjadi Rp418.000 juta sesuai dengan keputusan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.000.Kn. dengan kepemilikan sampai dengan 80%. kecuali dinyatakan lain) 1.000 lembar saham baru.T. Metra telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (“Conditional Sales and Purchase Agreement” atau “CSPA”) dengan para pemegang saham Sigma untuk transaksi akuisisi tersebut (Catatan 3).. sebuah perusahaan dalam bidang layanan sistem informasi.000 lembar yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan. No.600 juta dari PT Datakom Asia (“Datakom”). No. berdasarkan akta notaris Sutjipto.000 per saham.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.829 juta disetor dengan cara konversi dari piutang Perusahaan kepada Metra.000.

3 juta.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Metra.500 juta menjadi Rp237.000. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 lembar saham menjadi Rp700. Selisih antara nilai pembelian dengan nilai kepemilikan minoritas sebesar Rp437. Metra telah menandatangani CSPA dengan PT Elnusa Tbk (“Elnusa”) untuk transaksi akuisisi 49% saham Infomedia dari Elnusa (Catatan 1d. No. Perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas Infomedia. kecuali dinyatakan lain) 1.000 juta dari Elnusa (Catatan 50a). yang kemudian ditegaskan kembali melalui Keputusan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 28 Desember 2007.000 juta terbagi atas 1.986 juta. 8 tanggal 24 Juli 2009. S.000.084.e). Metra telah menandatangani Akta Jual Beli (“AJB”) Saham untuk melakukan pembelian 205.000 juta terbagi atas 20.000. Pada tanggal transaksi.75%. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1. dan (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp485. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 24 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Wahyu Nurani. UMUM (lanjutan) d. (c) Indonusa Berdasarkan RUPSLB Indonusa pada tanggal 9 Mei 2007. berdasarkan akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp200. Pada tanggal 19 Desember 2007. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta menjadi Rp2.179 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 lembar saham. 25 tanggal 30 Juni 2009.H.800. 18 .713 juta melalui penyetoran dan konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap). Pembayaran peningkatan modal tahap II telah dilakukan pada tanggal 26 November 2007 sebesar Rp65. para pemegang saham Indonusa menyetujui: (1) pemecahan nilai nominal saham Indonusa dari Rp10.679 juta menjadi Rp1. Perubahan tersebut meningkatkan tambahan modal disetor Perusahaan dari Rp66. S.290 juta dicatat sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” pada akun ekuitas (Catatan 2d).400.000 lembar saham. sehingga transaksi ini merupakan akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan. No.627 juta telah dikonversi menjadi kepemilikan saham dalam ekuitas Indonusa.000 juta yang terbagi atas 200.68% menjadi 98.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 lembar saham Infomedia atau 49% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp598. sebagai berikut: - Perusahaan telah melakukan pembayaran untuk peningkatan modal tahap I kepada Indonusa pada tanggal 5 Juni 2007 dan 13 Agustus 2007 masing-masing sebesar Rp21. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Pada tanggal 29 Mei 2009.000.H. hutang Indonusa kepada Perusahaan sebesar Rp82.624 juta dan Rp976.000.000 per lembar saham menjadi Rp500 per lembar saham.T. - Sehubungan dengan transaksi peningkatan modal dan konversi hutang menjadi penyertaan saham (debt to equity swap) kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat dari 95.

000.H. Berdasarkan Surat Bank Indonesia (“BI”) No. (d) Telkomsel Pada tanggal 14 Februari 2006. 213/DIRJEN//2008 tanggal 4 Agustus 2008.000 juta menjadi Rp210. 10/632/DASP tanggal 12 Agustus 2008.25% kepemilikan Metra).000. Wiratni Ahmadi.800. S. lisensi operasi Telkomsel diperbaharui dengan memberikan hak kepada Telkomsel untuk menyediakan: (i) Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 900 Megahertz (“MHz”) dan 1800 MHz.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Telkomsel mendapatkan lisensi International Mobile Telecommunications-2000 (“IMT-2000”) atau 3rd Generation Technology (“3G”) pada pita frekuensi 2.KOMINFO/2/2006.T. 10 tanggal 5 Juni 2009.ii). No. Lisensi dapat diperpanjang setelah melalui proses evaluasi (Catatan 13 dan 47c.b) Sehubungan dengan pemindahan hak atas saham tersebut kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat menjadi 100% (termasuk melalui 1. (e) Infomedia Berdasarkan RUPS Sirkuler Infomedia pada tanggal 5 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.000 lembar saham.b).000.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d.H.1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Menkominfo”) No. S. 19/KEP/M. 25 tanggal 30 Juni 2009. Berdasarkan AJB Saham antara Elnusa dan Metra pada tanggal 30 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. pada tanggal 12 Agustus 2008 Telkomsel terdaftar sebagai penyedia jasa pengiriman uang dengan nomor registrasi 10/12/DASP/10 untuk menyediakan jasa pengiriman uang. para pihak menyetujui pemindahan hak atas saham milik Elnusa sejumlah 205. Penyediaan layanan 3G secara komersial telah dimulai sejak September 2006. e. (2) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100.000. S. Anak perusahaan (lanjutan) (c) Indonusa (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 17 Juli 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. (ii) Layanan telekomunikasi bergerak IMT-2000 dengan pita frekuensi radio di 2.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d. 101/KEP/M. dengan masa berlaku satu tahun bergantung pada uji layak operasi.000 juta menjadi Rp500. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Depkominfo”) melalui DJPT memberikan Telkomsel izin prinsip untuk menyediakan Jasa Teleponi Internet (Voice over Internet Protocol atau “VoIP”).000 juta yang terbagi atas 420. dan (iii) Layanan telekomunikasi dasar.KOMINFO/10/2006 tanggal 11 Oktober 2006. para pemegang saham Indonusa menyetujui pemindahan hak atas saham milik Datakom sejumlah 6. No. (3) peningkatan modal disetor perseroan dari Rp40. No. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. para pemegang saham Infomedia menyetujui: (1) kapitalisasi bagian saldo laba ditahan perseroan dalam bentuk pembagian dividen saham. 64 tanggal 25 Agustus 2008. kecuali dinyatakan lain) 1.000 juta yang terbagi atas 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.H. 19 . Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. UMUM (lanjutan) d.000 lembar saham.1 GHz (3G). Kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Juli 2009.

atau adanya indikasi penurunan nilai (“impairment”). c. kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari dua puluh tahun apabila terdapat dasar yang tepat. dan pendanaan. Akuisisi anak perusahaan Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal pelepasannya. a. Harga perolehan akuisisi dialokasikan ke dalam aset dan kewajiban yang teridentifikasi dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal transaksi. mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. disusun dengan dasar akrual. Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi jutaan Rupiah (“Rp”). Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. kecuali beberapa akun tertentu yang dicatat berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. 20 . investasi.T. dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian. Definisi pihak yang memiliki hubungan istimewa yang digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7. nilai aset tidak berwujud dan goodwill yang dapat terpulihkan (recoverable) ditentukan berdasarkan nilai diskonto dari estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terhadap nilai waktu dari uang (time value of money) dan risiko spesifik dari aset terkait. Perusahaan secara berkesinambungan mengevaluasi apakah terdapat suatu kejadian atau telah terjadi perubahan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan terhadap estimasi sisa masa manfaat aset tidak berwujud dan goodwill. Selisih harga perolehan dari bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang teridentifikasi dicatat sebagai goodwill. Jika terdapat indikasi impairment. atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun penyertaan sahamnya lebih kecil atau sama dengan 50%. d. kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. Prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaannya dimana Perusahaan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (“GAAP Indonesia”). kecuali dinyatakan lain. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan. memiliki kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50%. b. baik secara langsung ataupun tidak langsung. Seluruh saldo dan transaksi antar-perusahaan yang signifikan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 2.

Akuisisi anak perusahaan (lanjutan) Pada bulan Juli 2004. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” pada bagian ekuitas. dan dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan keuangan dan operasi. diakui secara langsung di eukitas dan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” (Catatan 1d.b). Berdasarkan PSAK 38R. Keuntungan atau kerugian yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian dan dihitung berdasarkan metode identifikasi khusus. nilai tercatat penyertaan diturunkan hingga nihil dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan kecuali apabila Perusahaan menjamin kewajiban perusahaan asosiasi atau mempunyai komitmen untuk menyediakan dukungan keuangan kepada perusahaan asosiasi. Penurunan nilai efek yang tersedia untuk dijual di bawah harga perolehannya yang bersifat non-temporer dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. Saldo “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian ketika tidak terdapat lagi hubungan sepengendali antara pihakpihak yang bertransaksi. Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai penyertaan sementara. Berdasarkan metode ini. Ketika bagian Perusahaan atas rugi melebihi nilai tercatat dari perusahaan asosiasi. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual tidak diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Penyertaan pada perusahaan asosiasi Penyertaan pada perusahaan-perusahaan di mana Perusahaan memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara. Perusahaan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi secara proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh signifikan tersebut. transaksi akuisisi dengan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan nilai buku seperti metode penyatuan kepemilikan (carryover basis). Selisih yang timbul dari jumlah bayar dengan nilai tercatat hak minoritas yang didebitkan. Penyertaan pada efek Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Penyertaan i. dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. ii.T. 21 . “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” (“PSAK 38R”). f.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Selisih harga pengalihan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“DSAK”) mengeluarkan PSAK 38 (Revisi 2004). IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan. tetapi dilaporkan sebagai komponen terpisah pada bagian ekuitas hingga terealisasi. dan semua deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya. e. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank. kecuali dinyatakan lain) 2. setelah memperhitungkan dampak pajak penghasilan (“PPh”) yang berlaku. iii.

Selisih yang sebelumnya langsung dikreditkan ke ekuitas sebagai dampak transaksi ekuitas di perusahaan asosiasi. iv.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.S. kondisi keuangan dan prospek bisnis dari setiap perusahaan asosiasi.”). aset dan kewajiban kedua perusahaan ini pada tanggal neraca masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. g. Piutang ragu-ragu dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih. nilai wajar penyertaan dibandingkan dengan nilai tercatat penyertaan. Penyertaan (lanjutan) iii. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai terendah antara harga pasar (jika ada) dan nilai diskonto arus kas. Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut dengan metode ekuitas. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama tahun tersebut. Mata uang fungsional PT Pasifik Satelit Nusantara (“PSN”) dan PT Citra Sari Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar A. Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu yang ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap tingkat ketertagihan saldo piutang. Perubahan nilai penyertaan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan asosiasi yang timbul dari transaksi ekuitas antara perusahaan asosiasi dengan pihak lain diakui sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi”. Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas. Penurunan nilai tersebut langsung dibebankan ke laporan laba rugi periode berjalan. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. atau teknik penilaian lain yang tepat. Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan adanya indikasi penurunan nilai selain penurunan nilai sementara adalah pencapaian tujuan dan tahapan rencana usaha termasuk proyeksi arus kas dan hasil dari aktivitas pendanaan yang direncanakan. 22 . dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian saat penyertaan dijual sesuai persentase kepemilikan yang dijual. Penyertaan lainnya Penyertaan pada perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar harga perolehannya dan hanya disesuaikan untuk penurunan nilai yang bersifat non-temporer atas setiap penyertaan. sekurang-kurangnya di setiap akhir tahun.T. lamanya nilai wajar penyertaan berada di bawah nilai tercatat penyertaan. Penurunan nilai yang harus diakui diukur berdasarkan selisih lebih antara nilai tercatat penyertaan dengan nilai wajarnya. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi nilai tercatat penyertaannya pada perusahaan asosiasi terhadap kemungkinan penurunan nilai. dan faktor-faktor relevan lainnya. Penyertaan pada perusahaan asosiasi (lanjutan) Secara berkesinambungan.

dan vaucer prabayar dan metode identifikasi khusus untuk persediaan modul.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Saldo piutang dihapuskan dari neraca setelah semua cara penagihan dilakukan namun kemungkinan tertagihnya sangat kecil. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. 23 . kartu RUIM. Persediaan Sejak 1 Januari 2009. Piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk pelanggan retail sepenuhnya disisihkan. harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. Persediaan terdiri dari komponen dan modul. Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”). yang dibebankan atau dialihkan ke aset tetap pada saat pemakaian. i. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk komponen. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008). Beban penyisihan tersebut dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan keuangan konsolidasian.T. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih. Perusahaan dan anak perusahaan menentukan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penghapusan pada masa lampau. Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada masa depan. kartu SIM. Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. dan piutang yang telah jatuh tempo untuk pelanggan non-retail yang melebihi jumlah tertentu dievaluasi tingkat ketertagihannya secara individual. kartu Removable User Identity Module (“RUIM”). Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi penyisihan piutang ragu-ragunya secara bulanan. kecuali dinyatakan lain) 2. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realiasasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode tejadinya penurunan atau kerugian tersebut. dan vaucer prabayar yang dibebankan pada saat penjualan. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan) Penyisihan piutang ragu-ragu mencerminkan estimasi terbaik Perusahaan dan anak perusahaan atas jumlah kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. “Persediaan” yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif. h. Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.

Berdasarkan PSAK 16R. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) j. Perusahaan telah memutuskan untuk menggunakan model biaya.perolehan langsung Sejak 1 Januari 2008. maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. Telkomsel diharuskan membayar uang muka (up-front fee) dan iuran tahunan biaya hak penggunaan (“BHP”) selama sepuluh tahun (Catatan 47c.T. lisensi tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa iuran tahunan BHP. Telkomsel mengakui iuran tahunan BHP sebagai beban pada saat terjadinya. Aset tidak berwujud Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang berasal dari akuisisi anak perusahaan/bisnis. Pada tahun 2006. (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya. suatu entitas harus memilih model biaya atau model revaluasi untuk mengukur biaya perolehan aset tetap. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. sejak aset terkait dengan pengoperasian tersebut tersedia untuk digunakan.iii). Selanjutnya. Perusahaan dan anak perusahaan harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tidak berwujud. lisensi.ii). 24 . Aset tidak berwujud diakui jika Perusahaan dan anak perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tidak berwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. Nilai residu dan masa manfaat aset tetap harus direview minimum setiap akhir tahun buku. k. dan peranti lunak komputer. Setiap bagian aset tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Telkomsel diberikan lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (Catatan 13. Apabila nilai tercatat aset tidak berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Aset tetap . Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan lisensi tersebut setiap tahun. Aset tetap yang diperoleh secara langsung diakui berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Uang muka (up-front fee) dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (10 tahun).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Oleh karena itu. Berdasarkan interpretasi manajemen terhadap ketentuan lisensi tersebut dan konfirmasi tertulis dari DJPT. Aset tidak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. Amortisasi dimulai pada tahun 2006. Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan estimasi masa manfaat. biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan. kecuali dinyatakan lain) 2. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 16 (Revisi 2007). jika ada. dan (c) estimasi biaya awal pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. “Aset Tetap” (“PSAK 16R”) yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008 dan diterapkan secara prospektif.

teleks. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat serat optik (merupakan bagian dari jaringan kabel) dari 15 tahun menjadi 25 tahun. dan peralatannya 3-15 Jaringan kabel 5-25 Catu daya 3-10 Peralatan pengolahan data 3-10 Peralatan telekomunikasi lainnya 5 Peralatan kantor 2-5 Kendaraan 5-8 Peralatan lainnya 5 Terkait dengan PSAK 16R. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan 20 Prasarana bangunan 3-7 Peralatan sentral telepon 5-15 Peralatan telegraf. 25 . yang termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul untuk membiayai pembangunan aset. nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. kecuali tanah. pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi. sejak 1 Januari 2008. stasiun bumi. dan komunikasi data 5-15 Peralatan dan instalasi transmisi 5-20 Satelit. Peralatan yang untuk sementara tidak digunakan direklasifikasi sebagai peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaatnya. Selama masa pembangunan. yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. Jika peranti lunak komputer berdiri sendiri dari peranti keras komputernya. peranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari peranti keras komputer. dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode tersebut. Perusahaan membebankan pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan keuangan konsolidasian periode berjalan oleh karena dianggap tidak material Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Suku cadang dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan dan diakui sebagai bagian dari laba atau rugi pada saat dikonsumsi. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Peranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan peranti lunak komputer tertentu. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. Dalam kondisi tersebut.T. yang kemudian direklasifikasi secara spesifik menjadi aset tetap yang terkait. peranti lunak komputer tersebut harus dicatat sebagai bagian dari aset tidak berwujud. kecuali dinyatakan lain) 2.perolehan langsung (lanjutan) Aset tetap. Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari 12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan. biaya pinjaman. dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Aset tetap . Aset dalam pembangunan diakui sebesar harga perolehan hingga pembangunan selesai.

kecuali dinyatakan lain) 2. Perusahaan memutuskan untuk melakukan penerapan prospektif. 26 . aset tetap PBH yang bersangkutan direklasifikasi ke akun “Aset tetap”. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Perusahaan mencatat aset PBH sebagai “Aset tetap PBH” (dengan mengkredit akun “Pendapatan PBH ditangguhkan” yang disajikan pada bagian kewajiban di neraca konsolidasian) sebesar biaya yang dikeluarkan mitra usaha sebagaimana disetujui dalam perjanjian antara Perusahaan dan mitra usaha. “Penentuan Apakah suatu Perjanjian Mengandung suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi PSAK 30 (Revisi 2007)”. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30R secara retrospektif terhadap semua transaksi sewa sejak tanggal mulainya perjanjian terkait atau secara prospektif seolah-olah PSAK 30R berlaku sejak awal periode pelaporan. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30 (Revisi 2007). Pada akhir masa bagi hasil. Aset tetap sewa pembiayaan Sejak 1 Januari 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. m. nilai kini pembayaran sewa minimum. Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Berdasarkan PSAK 30R. Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) 8.T. klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk kontraknya. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l. Pendapatan ditangguhkan yang berkaitan dengan perolehan aset tetap PBH diamortisasi selama masa bagi hasil dengan menggunakan metode garis lurus. Aset sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat ekonomisnya. Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas. Oleh karena dampak dari penerapan standar tersebut terhadap tahun 2007 dan 2006 tidak signifikan. Aset tetap tersebut disusutkan berdasarkan estimasi masa manfaat masing-masing aset dengan menggunakan metode garis lurus (Catatan 2k). Biaya langsung awal yang dikeluarkan perusahaan dan anak perusahaan ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. Perusahaan membebankan efek kumulatif pada laporan keuangan tahun 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa manfaat yang akan diperoleh. Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau jika lebih rendah. “Sewa” (“PSAK 30R”) yang efektif berlaku untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Perjanjian Pola Bagi Hasil (“PBH”) Pendapatan PBH diakui sesuai dengan bagian yang menjadi hak Perusahaan sebagaimana diatur dalam perjanjian.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. KSO Pendapatan dari KSO mencakup amortisasi pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. setelah dikurangi dengan seluruh beban langsung yang berkaitan dengan perjanjian KSO dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan masa KSO yaitu 15 tahun sejak tanggal 1 Januari 1996. Penjabaran valuta asing Mata uang fungsional Perusahaan dan anak perusahaan adalah Rupiah dan pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. setelah dikurangi MTR dan beban operasi Unit KSO.225 14.86 Jual 10. “Akuntansi Kerja Sama Operasi” yang menggantikan paragraf 14 PSAK 35.215 14. aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal neraca konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan dan anak perusahaan 2009 Beli Dolar Amerika Serikat (“US$”) 1 Euro1 Yen1 10. Pendapatan Minimum Telkom (“Minimum Telkom Revenue” atau “MTR”). baik yang telah maupun yang belum direalisasi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.hak atas tanah Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan dan perpanjangan masa hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode hak atas tanah tersebut. Berdasarkan PSAK 39. “Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi”.399 107.200 14. dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan.60 2008 Jual 9. MTR diakui setiap bulan berdasarkan perhitungan jumlah MTR yang diperjanjikan untuk periode berjalan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) n. kecuali dinyatakan lain) 2.584 87. dan bagian Perusahaan atas Pendapatan KSO yang Harus Dibagi (“Distributable KSO Revenues” atau “DKSOR”). Bagian Perusahaan atas DKSOR diakui berdasarkan persentase bagian Perusahaan atas pendapatan KSO. sesuai dengan perjanjian KSO.375 106. Beban tangguhan .T.215 14.603 87. 27 . dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap pembangunan aset tersebut (Catatan 2k). Pada tanggal neraca konsolidasian.72 Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul. Kompensasi yang diterima dari mitra KSO dicatat sebagai pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. p. kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. o.03 Beli 9. Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. aset yang dibangun oleh mitra KSO dalam rangka KSO dicatat dalam pembukuan mitra KSO yang mengoperasikan aset tersebut dan akan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa KSO atau saat penghentian perjanjian KSO.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan biaya abonemen bulanan diakui sebagai berikut: • • • Pendapatan jasa penyambungan diakui pada saat penyambungan terjadi. Pendapatan dari penjualan. Pendapatan pulsa dan biaya pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan pelanggan. instalasi dan implementasi peranti lunak dan perangkat keras komputer. penggunaan. Pengakuan pendapatan dan beban i. dan e-Business diakui pada saat pemasangan selesai. Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian. yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM untuk telepon seluler atau kartu RUIM untuk telepon nirkabel dan vaucer perdana) dan vaucer isi ulang diakui sebagai berikut: • • Penjualan kartu SIM dan RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat kartu perdana tersebut diserahkan kepada distributor. internet. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. Penjualan vaucer pulsa isi ulang (baik digabungkan dalam paket perdana ataupun dijual secara terpisah) diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di muka dan secara proporsional diakui sebagai pendapatan berdasarkan jangka waktu dan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada vaucer prabayar telah habis masa berlakunya. atau langsung kepada pelanggan. kecuali dinyatakan lain) 2. Pendapatan data.T. Pendapatan jaringan Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit. Pendapatan dari jasa prabayar. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. jasa pemasangan jaringan data komputer. iv. Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. 28 . Pendapatan interkoneksi Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan internasional diakui pada saat terjadinya berdasarkan perjanjian dan disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi beban interkoneksi. v. komunikasi data. dan jasa teknologi informatika Pendapatan dari pemasangan (set-up) internet. dan instalasi diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. ii. yang terdiri dari pendapatan jasa penyambungan. iii.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pendapatan telepon seluler dan jaringan tetap nirkabel Pendapatan dari jasa pasca bayar. Pendapatan diakui berdasarkan harga yang ditetapkan dalam perjanjian. penyalur. Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak Pendapatan dari pemasangan sambungan telepon tidak bergerak diakui pada saat pemasangan selesai dan siap dipakai.

Biaya jasa lalu diakui jika telah menjadi hak (vested) atau diamortisasi selama periode vesting. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) vi. kecuali dinyatakan lain) 2. Beban Beban diakui berdasarkan metode akrual. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi dengan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban yang bersangkutan. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. tergantung persetujuan manajemen. ii. r. Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya bersih berkala untuk tahun iuran tersebut terutang dan dicatat sebagai biaya karyawan. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. Untuk program iuran pasti.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dikurangi dengan nilai wajar dari aset program pensiun setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria yang tidak diakui. dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. yang melebihi nilai tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program. Kewajiban sehubungan dengan LSA dan LSL dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Imbalan kerja i. Pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu. Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi aktuaria. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Beban program promosi yang belum digunakan disajikan sebagai pengurang pendapatan diterima di muka. vii. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. Penghargaan masa kerja (“Long Service Awards” atau “LSA”) ”) dan cuti masa kerja (“Long Service Leave” atau “LSL”) Perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu.T. Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya terdiri dari penjualan jasa atau barang telekomunikasi lainnya. dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi konsolidasian selama sisa masa kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan. Pendapatan diakui pada saat jasa diterima atau barang diserahkan kepada pelanggan. 29 . Laba atau rugi aktuaria yang muncul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan asumsi aktuarial. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

Pensiun dini (“Pendi”) Beban Pendi diakui pada saat Perusahaan berkomitmen untuk memberi imbalan Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Perusahaan agar karyawan terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. Masa persiapan pensiun (“MPP”) Karyawan Perusahaan memperoleh manfaat selama MPP. Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. termasuk. tetapi tidak terbatas pada gaji rutin. PPh Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak pada setiap tanggal pelaporan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. s. Perusahaan dan anak perusahaan juga mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan.T. dimana bagian yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan. kecuali apabila pajak tersebut berkaitan dengan pos-pos yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. PPh dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. karyawan masih akan menerima manfaat yang diberikan kepada karyawan aktif. kecuali dinyatakan lain) 2. misalnya selisih nilai transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali dan efek penyesuaian penjabaran mata uang asing untuk penyertaan tertentu di perusahaan asosiasi. dimana karyawan mulai tidak aktif selama 6 bulan sebelum memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. dan tunjangan lainnya. seperti kompensasi rugi fiskal. v. fasilitas kesehatan. Selama masa MPP. Manfaat yang diberikan kepada karyawan yang memasuki MPP dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. dalam hal mana PPh-nya juga dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. iv. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) r. Perusahaan telah memiliki rencana Pendi formal yang tidak dapat dibatalkan. dan hanya jika. Imbalan pasca kerja lainnya Karyawan memperoleh tunjangan persiapan pensiun dan tunjangan fasilitas perumahan terakhir pada saat memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. libur tahunan. Manfaat tersebut dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program manfaat pasti.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 30 . bonus. atau memberikan imbalan yang lebih rendah. Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan tetap berlaku terhadap laba kena pajak untuk tahun-tahun dimana perbedaan temporer tersebut terpulihkan atau direalisasi. Imbalan kerja (lanjutan) iii. Perusahaan dianggap berkomitmen untuk melakukan Pendi jika. jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar (probable).

Laba per saham dan laba per ADS Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode tersebut. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. Modal saham yang diperoleh kembali Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang ekuitas pemegang saham. v. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. ketika hasil banding sudah diputuskan. Untuk dividen interim. Perusahaan mengakui sebagai kewajiban berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Komisaris. 31 . Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan pajak. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Instrumen derivatif Transaksi derivatif diakui sesuai dengan PSAK 55. atau apabila dilakukan banding. t. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. u. Harga pokok dari penjualan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode ratarata tertimbang. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai.T. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” yang mensyaratkan bahwa semua instrumen derivatif diakui dalam laporan keuangan pada nilai wajarnya. PPh (lanjutan) Aset dan kewajiban pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diharapkan dapat diperoleh atau dibayar dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Laba bersih per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 40. termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai. aset atau kewajiban terkait harus disesuaikan nilainya. PSAK 55 mensyaratkan beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi. yaitu jumlah saham per ADS. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif diakui pada laporan laba rugi konsolidasian atau laporan perubahan ekuitas konsolidasian tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari transaksi lindung nilai tersebut. w. Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat lindung nilai. kecuali dinyatakan lain) 2.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. y. kecuali dinyatakan lain) 2. Informasi segmen Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut segmen usaha. AKUISISI SIGMA Pada tanggal 21 Februari 2008. mempunyai opsi jual (put option) yang mengharuskan Metra membeli saham minoritas. Segmen usaha adalah unit yang dapat dibedakan (distinguishable unit) yang menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda dan dikelola secara terpisah. PT Sigma Citra Harmoni (“SCH”) dan Trozenin Management Plc menandatangani Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham dimana Metra mengakuisisi 80% saham Sigma dengan harga perolehan sebesar US$35. dan manufaktur. nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. SCH sebagai pemegang 20% saham Sigma. Melalui akuisisi ini. Goodwill dalam kaitannya dengan akuisisi ini terdiri terutama dari nilai wajar dari keahlian dan pengalaman dari tenaga kerja perusahaan yang diakuisisi. Informasi segmen usaha konsisten dengan informasi operasi yang secara rutin dilaporkan kepada tingkat pengambil keputusan operasional tertinggi di Perusahaan. Perusahaan memulai untuk memperluas jasanya pada industri-industri sejenis terutama jasa teknologi informatika dengan menggabungkan pengalaman Sigma dan basis konsumen korporasi Perusahaan. multi finance. dan kewajiban yang berhubungan dengan imbalan karyawan. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli tersebut. Metra dan SCH setuju untuk mendukung Sigma melakukan IPO dalam periode 24 bulan dari tanggal penutupan. penyisihan untuk piutang.b). Opsi tersebut berlaku selama 24 bulan atau lebih cepat jika terjadi IPO.2 juta atau setara dengan Rp331. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) x. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut. Harga beli opsi tersebut yaitu nilai tertinggi antara harga per saham yang diperjualbelikan yang disesuaikan dengan tingkat bunga dan nilai wajar yang ditentukan oleh penilai independen. Penggunaan taksiran Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan.T.052 juta yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”) (Catatan 1d. 32 . 3. Metra dan para pemegang saham Sigma. Sigma adalah perusahaan jasa teknologi informatika yang menyediakan peranti lunak untuk perusahaan perbankan. Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain termasuk.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. peranti lunak. Hasil usaha konsolidasian Perusahaan meliputi hasil usaha Sigma terhitung sejak 1 Maret 2008 sebagai tanggal neraca terdekat.636) (57. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut: Rp Aset dan kewajiban yang berasal dari akuisisi adalah sebagai berikut: Aset lancar Aset tetap Aset tidak lancar lainnya Aset tidak berwujud Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Hak minoritas Nilai wajar aset bersih yang diakuisisi Goodwill Jumlah harga perolehan Dikurangi: Kas dan setara kas pada anak perusahaan yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akusisi 150.347) (37.052 (43.461 86. kecuali dinyatakan lain) 3.944 331. dan merek dagang (Catatan 13).570) (54.777) 231. Aset tidak berwujud merupakan kontrak dan hubungan jangka panjang dengan konsumen. dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung.108 99. AKUISISI SIGMA (lanjutan) Akuisisi Sigma dicatat dengan menggunakan metode pembelian. 33 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.403 Metra memperoleh kendali atas Sigma pada tanggal 22 Februari 2008 dan penilaian dilakukan oleh penilai independen dengan menggunakan saldo 28 Februari 2008.686 189. sebagai tanggal neraca terdekat.649) 287.405 (75.886 29.T.

594 Sub-jumlah Jumlah bank 227.095 10.123 2. N.449 23.884 213.304 335.334 8. KAS DAN SETARA KAS 2009 Kas Bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Pos Nusantara PT Bank Tabungan Negara (Persero) (“BTN”) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) 95.214 10.530 1.566 31.947 21.083.363 861.285 6.864 63.577 95 16 8 1.338 116.366 7 2.675 34 .039 8.T.576 88.367 61.307 37 379.609 3.601 17. kecuali dinyatakan lain) 4.722 121.171 2.337 1.115 665 75 87.948 813 25.500 9.426 514.566 2.831 179.013 16.622 10.492 2008 36.595 Mata uang asing The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.076 69.412 8.679 57 5.495 2. (“HSBC”) DB Citibank.463.658 Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah ABN AMRO Bank (“AAB”) Deutsche Bank AG (“DB”) PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) (dahulu PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk) PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (”Bank Ekonomi”) PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara PT Bank DKI Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 1.250 250 20 247.690.217 158.196 3.680 115.100 8.168 Mata uang asing Bank Mandiri BNI BRI BSM 296. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.A (”Citibank”) Bank CIMB Niaga Bank Ekonomi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 42.610 153.359 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.763 1.880 2.

607.363.623 35 .594 4.000 1.945 267.132.775 2.041 1.495.000 20.625 220.000 5.900 3.785 350.000 37.000 45.281 465.181 1.437.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 29.000 50.888 250.000 60.650 40.000 1.560 209. kecuali dinyatakan lain) 4.053 30.000 2.550 117.000 25. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 216.813 6.000 2.983 2.272 89.275.060 623.279.468 262.186 65.600 274.257.T.000 149.570 202.450 300.000 9.627 327.251.100.920 52.402 293.255 78.900 1.725 6.459.000 1. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah BNI BRI Bank Mandiri BTN Mata uang asing BNI BRI Bank Mandiri Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah BCA PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (“Bank Jabar”) Citibank Bank Bukopin PT Bank Muamalat Indonesia (“Bank Muamalat”) PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) Bank CIMB Niaga PT Bank Century Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk DB PT Bank Syariah Mega Indonesia (“Bank Syariah Mega”) PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank NISP Tbk PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk 2008 1.337.680 18.500 72.770 2.085 1.871 1.068.315 25.315 5.

13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.001 8.25% . Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.824 156.591 10.490.430 4.821 18.872 10.75% 2008 2.655 901.25% .844 1.00% . kecuali dinyatakan lain) 4.50% 1. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing BCA Bank Muamalat DB HSBC Standard Chartered Bank (“SCB”) Bank Jabar Bank Bukopin Bank Mega Bank Ekonomi 2008 658.052.276.614 1.532.224 30.600 688.610 1.829 Sub-jumlah Jumlah deposito berjangka Jumlah 2.4.50% 0.784.4.25% . 36 .391.968 3.168 Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Mata uang asing 5.584 151.12. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan secara keuangan dianggap aman karena dimiliki oleh Pemerintah.410 296.80% Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dimana Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara.226 6.942.

564 4. (ii) Pihak ketiga 2009 Pelanggan individual dan bisnis Penyelenggara jasa telekomunikasi internasional luar negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih b.797) 536.032 (148.235 Piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu disajikan bersih setelah memperhitungkan kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak yang sama berdasarkan hak untuk melakukan saling hapus yang disepakati oleh kedua belah pihak.350 3.031 43.361.961 133.149 13.797) 536.032 (148.634 685.740.404 (1.035 64.845 (1.843 166 4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.781 378.208 9. PIUTANG USAHA Piutang usaha timbul sehubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail.849 2008 540.528 8.703 12.768. Berdasarkan umur (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Sampai dengan 6 bulan 7 sampai dengan 12 bulan 13 sampai dengan 24 bulan Lebih dari 24 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 37 754.314 (105.773) 2.776 28.326 67.495 3.231) 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.350 89.978 9.T.623 4.849 2008 528.959.966 44.941.465) 779.206 885. Berdasarkan pelanggan (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Instansi Pemerintah CSM Indosat PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) PSN PT Graha Informatika Nusantara (“Gratika”) Koperasi Pegawai Telkom (“Kopegtel”) Lain-lain Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 702.465) 779.061.173 2008 3.072 .268 885. kecuali dinyatakan lain) 5.194 3.829.301 685.235 3.749 18. dengan rincian sebagai berikut: a.459 12.314 (105.586 3.254 55.457 73.320.

456 314.474.959. Berdasarkan umur (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2009 Sampai dengan 3 bulan Lebih dari 3 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih c.845 (1.568 4.617 18.314 (105.072 858.773) 2.797) 536.129 1.032.570 3.361.991) 1.768.711.374) 1.421 4.T.154.S. Berdasarkan mata uang (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Rupiah Dolar A.165 (40.061.791 3.287.845 (1.404 (1.105 (203.905 303.829.675.983 2.231) 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.061.203. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan piutang tak tertagih Saldo akhir 1. PIUTANG USAHA (lanjutan) b.173 2008 3.768.100.320.072 38 . Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih d.032 (148.320.210.173 2008 2.404 (1.231) 2.336 885.415 685.773) 2.465) 779. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih (ii) Pihak ketiga 2009 Rupiah Dolar A.829.054 355. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 5.716 3.849 2008 666.959.S.978 26.235 2.466.696 2008 1.836 608.361.

Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang.547) 449. kartu RUIM. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.701 4. dan vaucer prabayar Jumlah Penyisihan persediaan usang Modul Komponen Jumlah Jumlah bersih Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan Saldo akhir 64.954) 295. dan risiko lain. PIUTANG USAHA (lanjutan) d.244) (58. kabel. dan persediaan suku cadang lainnya.643 520.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. suku cadang instalasi transmisi. kecuali dinyatakan lain) 5.850 5. Piutang usaha tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22).547 2008 54.442 Komponen dan modul terdiri dari pesawat telepon.835 68.436 148.425 (172) 58.954 201. 6.125 354. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu (lanjutan) Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang. 39 . Pada 30 Juni 2009.878 juta (Catatan 43d.363) (70.673 2008 137. Perusahaan dan anak perusahaan tidak mempunyai risiko kredit atas piutang yang terkait dengan pelanggan yang tidak dicerminkan di neraca konsolidasian (off-balance sheet credit exposure). manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan atas piutang.396 (52. PERSEDIAAN 2009 Modul Komponen Kartu SIM.697 70.vii).T. beberapa persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran. Total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp4.072 139.710) (6. Kecuali untuk piutang dari Instansi Pemerintah. pencurian.184) (6. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.505 179.220 (64.

703 312. BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2009 Izin penggunaan frekuensi Gaji Sewa Asuransi Biaya penerbitan buku petunjuk telepon Lain-lain Jumlah 1.215 juta. 40 . 8.630 82.052 0. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan tertentu yang mungkin dialami Perusahaan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.158 20.836 2008 582.338.244 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka milik Perusahaan dan anak perusahaan yang dijadikan jaminan untuk garansi bank kepada beberapa Bank .217 2008 Mata uang asal (dalam jutaan) 0.800 24.284 92. PERSEDIAAN (lanjutan) Beberapa persediaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tertentu telah diasuransikan terhadap all industrial risk dan risiko kehilangan pada saat pengiriman dengan total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp6.464 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.523 10. terdiri dari deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebagai berikut: 2009 Mata uang BNI Perusahaan Bank Mandiri Perusahaan Infomedia TII Jumlah US$ Rp US$ Rp Rp US$ Mata uang asal (dalam jutaan) 0.T.90 Setara Rupiah 8.013 378.039 360.376 21.537 22.255 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.348. ASET LANCAR LAINNYA Aset lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.200. 7.569 Setara Rupiah 529 13. kecuali dinyatakan lain) 6.326 8.854 1.424 5.420 21.498 4. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.015 449 4.928 307.

360 587 199 30.80 20.360 587 199 30.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. (“BMPL”) PT Batam Bintan Telekomunikasi (“BBT”) PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (“Bangtelindo”) Scicom (MSC) Berhad (“Scicom”) 25. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.11 9.240 32.800) 831 (2.579 85.969) Saldo akhir 79.990 (1.695 20.480 20.949 117.969) (2.107 10.00 40.360 587 199 30.38 Saldo awal 57.249 Bagian rugi (2.146 Bagian (rugi) laba (3.712 23.00 40.587 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (1.103) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: BMPL BBT Bangtelindo Scicom 25.249 28.116 31.334) (3.00 2.334) Saldo akhir 54.T.00 22.00 5.313) (3.00 22.107 169.021) (1.780 - (697) 113.132 Penambahan 28.892 90.802 41 .700 33.253 (697) 165.81 20. kecuali dinyatakan lain) 9.00 2.11 9.103) (1.107 10.00 5.858 113.249 28. PENYERTAAN JANGKA PANJANG 2009 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (697) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: Bridge Mobile Pte Ltd.38 Saldo awal 84.360 587 199 2.103) 137.961 52.961 52.197 32.961 52.

jasa-jasa dan sarana terkait untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan.000 saham tambahan di BMPL bergantung pada bergabungnya SK Telecom Co.. tambahan pemesanan 300. para pemegang saham PSN setuju untuk menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham baru. Ltd. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) a. Selanjutnya. 42 . Berdasarkan hasil RUPST Patrakom pada tanggal 30 April 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. PSN PSN bergerak dalam bidang penyewaan transponder satelit dan penyelenggaraan jasa komunikasi berbasis satelit di wilayah Asia Pasifik.H. M.000 saham dibatalkan. (“SK Telecom”) sebagai pemegang saham BMPL. para pemegang saham Patrakom menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp4. CSM CSM bergerak dalam bidang penyediaan Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro (“Very Small Aperture Terminal” atau “VSAT”). Namun. nilai tercatat penyertaan di Patrakom kurang lebih sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih Patrakom. No. Patrakom Patrakom bergerak dalam bidang penyediaan jasa sistem komunikasi satelit.. Pada tanggal 20 Januari 2006. 235 tertanggal 30 April 2008. bergerak dalam penyediaan jasa seluler regional di wilayah Asia Pasifik. para pemegang saham BMPL menyetujui bergabungnya SK Telecom sebagai salah satu pemegang saham BMPL.000 saham akan dibatalkan jika SK Telecom menjadi pemegang saham di BMPL.500. c.T. Bagian Perusahaan atas dividen tersebut sebesar Rp1. BMPL BMPL (Singapore). d. S. dan jasa konsultasi mengenai teknologi telekomunikasi dan sarana lain yang terkait. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. sehingga tambahan pemesanan 300.Kn.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di PSN terdilusi menjadi 22. nilai tercatat penyertaan di CSM sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih CSM. jasa aplikasi jaringan. Pada tanggal yang sama. para pemegang saham BMPL juga menyetujui bergabungnya Advance Info Service Public Company Limited sebagai salah satu pemegang saham BMPL. diputuskan bahwa masing-masing para pemegang saham BMPL akan memesan 1. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.38%.944 juta. Berdasarkan Accession Agreement tanggal 18 Juni 2007. kecuali dinyatakan lain) 9. suatu perusahaan asosiasi dari Telkomsel. b. Penambahan penyertaan pada Patrakom di tahun 2007 berasal dari penyesuaian atas selisih nilai buku dan penyertaan awal yang dilakukan pada tahun 2005.859 juta dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp607 juta. Bagian rugi Perusahaan dari PSN telah melebihi nilai penyertaannya sejak 2001. oleh karena itu nilai penyertaannya telah menjadi Rp nihil. pada tanggal 7 Maret 2007.

Scicom Scicom bergerak dalam bidang penyediaan jasa call center di Malaysia. BMPL (lanjutan) Pada bulan April dan November 2007. Wiratni Ahmadi. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. S. No. g.81% total kepemilikan TII pada Scicom. kontribusi Telkomsel masing-masing adalah US$2. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan TII di Scicom terdilusi menjadi 9.000 lembar saham baru. Bangtelindo Bangtelindo terutama bergerak dalam bidang penyediaan jasa konsultasi untuk pemasangan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi.H. No.41%.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.961 juta) atau setara dengan 9.200 juta dari pemegang saham FIM.615 juta. Wiratni Ahmadi. 85 tanggal 30 Juni 2008. Pada tanggal 31 Juli 2008.H. serta di Bintan Beach International Resort dan Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan. kecuali dinyatakan lain) 9.000 juta dari pemegang saham PT Fokus Investama Mondial (“FIM”).42 juta (setara dengan Rp30. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2.455 juta dan Rp5. Pulau Batam.) Pada 30 Juni 2009 dan 2008. f. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. Pada 30 Juni 2008. e. 43 . para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp1.000 (Rp20.80%. Pada tanggal 5 Februari 2008.200. S. 38 tanggal 19 Juli 2007. Pada tanggal 19 Juli 2007. Telkomsel telah melakukan pembayaran untuk pemesanan tambahan saham masing-masing sebesar US$600. BBT BBT bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo di Muka Kuning.360 juta) mencerminkan 10% kepemilikan pada masing-masing periode. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) d.000 (setara dengan Rp5. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp2. Scicom menerbitkan 35.T.11%. kontribusi TII adalah sebesar US$3. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr.

705 56.165 56.174 7.976 6. teleks.049 36.350 60.721.463 2.053 4.111.506.261) (556.641) (121) (511) (20.581 458.851 493.636) 920 (1.698 284.054 766.307 140.535 593.039 7.144) (20.182 9.554 22.565 86.913 86.628 24.892 29.761 1.165 61.991 135.877 462.198 21.432 61.802.843 (3.124 17.495 9.560.900 (26.194 678.084 76.334 135.004 2.898) 57. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.274 105.629 22.612 2.229.073) (1.296 279.485) 4.528 216.838.321.816) (127) (153.648 67.333 70.149 (3.456 421. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Jumlah Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2009 684.866 207.951 84.994 293 2.506.239 91.498) 59 (348) 28.173.789 44 .351.049 94.228 1.635 206.836 26.969.372 696.314 2.439 72.717 11.819 23.694 497.135 43.522 2.804 460.590 68.589 323.993.630 2.562 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.190 353.981 622.307 132.235) 45.533 240.350) (112) (293) (5.572.172 139.191 1.258. stasiun bumi. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.502.825 676.079.340) 123 156 47. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.745.409.698 110.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.627 119.732.847 13.085 94.940 8.767 545.926 77.356.469) 39.155 1.816) (47) (152.910 15.208 561.709 1.626.574.498 23.898 207.829 61.865) (5.350) (112) (294) (3.917.967.938 545.730 2.780.303.010 27.576 6.640 127.620 21.220.072 1.327 19.099 17.683.263 40. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.417.744 139.281 7.692 95.240 437.258 7.857.576.830 384 13.671 642.339) (94.210.491 128.768 2.263 40.131 1.825) (54) (144.675.548 2. kecuali dinyatakan lain) 10.233 2.685.002 9.663 27.703 285.323 60.989.180.757 3. stasiun bumi.530 3.640 7.697 (3.333.640 2.386 60.973 11.982 5.923 24.926. teleks.216 5.697 580.184.482) (22) (577.052 6.198 (11.824 14.897 29.998 23.240 295.162 290.583.401 517.335) (11.T.724 3.954 6.212 658.580.354 5.588. ASET TETAP 1 Januari 2009 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.236 (34.201 580.073 108.493 236. stasiun bumi.709 65.256.589.898) (3.552 20.100) (100) (144.777 95.907.440 2.978 236.131 427.815 1.

676 86.253 13.160 21.457 2.229) (26.095 722.646.351 283. kecuali dinyatakan lain) 10.345 1.520 12. teleks.686) 1. stasiun bumi.557 152.865.192 109.484 156.005 25.046.993) (1.637 613.515 2.856 48.834 60.284) (674.207.979.205.515 1.292 1.081.784 86 83.595.218 10.801 161.886 32.515 400.374 626.304 575.055 100.250 389.925) 495.498 24.057 211.782 637.808 - 63.494 188.560 57.638 6.693 7.194) (7.626 20.952.241) (4.979 31.140) (1.669.373.810.430 1.743) (202) (1.804 403.485) (13.196.228 37.562.199 13.753 504.557 162.681) (76.927 147.452 458.747 3.021.554 44.T.758.793 2.443 6. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.180) 3.154 14.386 5.348 2.629 292.030 3.228) (524.416.860.227 14.812 (37.280.213.275 2.875 *) Disajikan kembali (Catatan 52) 45 .796 (56) (466) (522) (103) (673) (9.444 6.339 6.643.525.041 37.137) 620.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.994 23.542) (25.724 16.186 1.279 22. stasiun bumi.200 1.796 100.580.931 65.529 4.428.935 (195. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.693 120.904 391.895.579 18.039) 58.603 3.422 62.465 20.516) (554) (2.054) (1.813 114.281 109.871 13. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.253 124.178.678 17.027 704.507) (3.420 724.398 135.523 2.106.519 147.557 381 37.958 122.440 1. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.965 2.091 2.503) (466) (6.864.560 5.557.293.879 545.932.917.134 17.036 44.573 2.625 110.075.297 1.958 4.458 584.563) (387.511) (65.554 33.011.355 12.960 (8.039 224.270.020 706.511) 105 (1.244 2.094 54.869) (35.332 143.091.207.176 36.316 4.710. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Nilai Buku Bersih Akuisisi Sigma Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2008*) 561.501. stasiun bumi.216 257.758.117 51.816.642 26.448 437 2.579) (211.431. teleks.746 710.935.667 291.474.862 13.005.345 202 8.945 (2.139 156. ASET TETAP (lanjutan) 1 Januari 2008 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.437 188.682 594.598 4.740 2.081.819 314.301 4.999) (12.077 5.568 13.427 16.

050) 46 . Perusahaan telah memperpendek sisa masa manfaat peralatan WLL dan Approach Link di kuartal pertama 2005 dan menyusutkan sisa nilai buku bersih aset terkait sampai dengan 31 Desember 2006 dan membebankan tambahan beban penyusutan pada tahun 2006 sebesar Rp240. Tindakan ini mengakibatkan Perusahaan tidak diperbolehkan lagi menggunakan spektrum frekuensi tertentu yang digunakan untuk mendukung jaringan kabel telepon tidak bergerak mulai akhir 2006. kecuali dinyatakan lain) 10. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. yang sebagian besar terdiri dari peralatan Wireless Local Loop (“WLL”) dan Approach Link.398 juta (Rp168.035 juta dan Rp663.505 juta.400) 1. 2.279 juta bersih setelah pajak). hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO IV yang telah diakuisisi tetap berada di MGTI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. c. ASET TETAP (lanjutan) a.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Keuntungan (kerugian) dari pelepasan atau pertukaran aset 2009 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku bersih Keuntungan (kerugian) dari pelepasan b. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. yang beroperasi pada spektrum frekuensi tersebut tidak bisa lagi digunakan mulai akhir tahun 2006. Pemerintah menerbitkan beberapa peraturan dalam upayanya menata ulang spektrum frekuensi yang digunakan industri telekomunikasi. nilai buku aset tetap ini masing-masing sebesar Rp872. nilai buku bersih aset tetap ini masing-masing sebesar Rp361. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (i) Pada triwulan pertama tahun 2005.299 (34.460 (1.781 juta.420 juta dan Rp982.060 2008 5. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO VII yang telah diakuisisi tetap berada di BSI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Peraturan ini mengakibatkan fasilitas jaringan kabel tertentu milik Perusahaan yang termasuk dalam segmen sambungan telepon kabel tidak bergerak.T.349) (29. Oleh karena itu. Perjanjian kepemilikan aset KSO (i) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO VII dengan BSI. (ii) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (“MGTI”).

Dengan dikeluarkannya keputusan Pemerintah tersebut. Sebagai akibat dari keputusan Pemerintah tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan mengoperasikan dua satelit. Perusahaan juga mengakui rugi atas kontrak yang tidak bisa dibatalkan untuk pengadaan peralatan dan instalasi transmisi 1900 MHz di wilayah Jakarta dan Jawa Barat sebesar Rp79. (iii) Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. peralatan Base Station System (“BSS”) Perusahaan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel tidak dapat lagi digunakan mulai akhir tahun 2007 dengan total harga perolehan sebesar Rp1. Di samping itu. Menkominfo juga mengumumkan bahwa jaringan teknologi berbasis Code Division Multiple Access (“CDMA”) yang digunakan Perusahaan untuk layanan telepon tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz.T. Penggantian peralatan BSS ini dengan peralatan BSS yang beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz telah selesai pada akhir bulan Desember 2007. Pada bulan Juni 2007. Perusahaan melakukan evaluasi atas nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas yang meliputi aset telepon tidak bergerak nirkabel tersebut dan pada tahun 2005.678 juta bersih setelah pajak) pada tahun 2006.KOMINFO/1/2006 yang menegaskan kembali keputusan Pemerintah bahwa jaringan tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi pada spektrum frekuensi 800 MHz dan spektrum frekuensi 1900 MHz dialokasikan untuk jaringan 3G.89%.359 juta. tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat satelit Perusahaan kemungkinan tidak dapat terpulihkan. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 800 MHz. 01/PER/M. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (ii) Selanjutnya. Pada tanggal 30 Juni 2009. kecuali dinyatakan lain) 10.826 juta (Rp121. pada tanggal 31 Agustus 2005.330. terutama sebagai backbone hubungan transmisi untuk jaringan milik Perusahaan sendiri serta untuk penyediaan jasa up-linking dan down-linking satelit stasiun bumi untuk para pengguna domestik dan internasional. sedangkan untuk wilayah lain. Menkominfo mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan bahwa untuk menyesuaikan dengan standar internasional dan sebagaimana direkomendasikan oleh International Telecommunications Union .Radiocommunication Sector (“ITU-R”).768 juta untuk peralatan dan instalasi transmisi dari aset telepon tidak bergerak nirkabel. Perusahaan juga mengubah estimasi sisa masa manfaat dari peralatan BSS di wilayah Jakarta dan Jawa Barat dan menyusutkan sisa nilai buku dari aset terkait sampai dengan 30 Juni 2007 dan mengakui tambahan beban penyusutan sebesar Rp173. spektrum frekuensi 1900 MHz hanya akan digunakan untuk jaringan IMT-2000 atau 3G. Pada tanggal 13 Januari 2006. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 47 . Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 1900 MHz untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Telkom-1 dan Telkom-2. Nilai yang dapat diperoleh kembali diestimasi dengan menggunakan nilai pakai yaitu nilai kini dari taksiran aliran kas masa depan yang diharapkan akan diterima dari unit penghasil kas dengan tarif diskonto sebelum pajak sebesar 16. yang menghasilkan aliran kas masuk tanpa tergantung pada aliran kas masuk dari aset-aset atau kelompok aset lain.818 juta. Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. ASET TETAP (lanjutan) c. perusahaan telah sepenuhnya menyusutkan aset-aset tersebut. Perusahaan mengakui penurunan nilai sebesar Rp616. Unit penghasil kas dari suatu aset. ditentukan dengan mengelompokkan aset-aset ke dalam tingkat terkecil kelompok aset yang meliputi aset tersebut. yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.013 juta dan sebesar Rp42. dan Telekomunikasi (“DPPT”)) dimana tanah-tanah tersebut tercatat atas nama DPPT dan Departemen Perhubungan Republik Indonesia. Telkomsel dan pemasok setuju untuk mengurangi harga sebelumnya sebesar US$ 107. penyusutan peralatan tersebut dipercepat sampai dengan tahun tersebut. kecuali dinyatakan lain) 10.T. d.035.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. terjadi banjir besar di Balikpapan dan sekitarnya.608 juta dibebankan pada laporan keuangan konsolidasi periode berjalan. ASET TETAP (lanjutan) c. Pada bulan Maret 2009. (vii) Perusahaan diberikan hak untuk menggunakan beberapa bidang tanah tertentu oleh Depkominfo (dahulu Departemen Pariwisata.260. Pos. wilayah Divre VI Kalimantan.208 juta dan masa manfaat yang diharapkan sebelumnya lebih dari tahun 2010. Telkomsel mencatat aset tetap sebesar Rp8. Pengalihan hak kepemilikan secara hukum atas tanah tersebut kepada Perusahaan masih dalam proses. Sehingga.588 juta dan penyusutan sebesar Rp47. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (iv) Pada tanggal 9 Juli 2008. Perusahaan melakukan reklasifikasi peranti lunak Perusahaan yang sebelumnya dicatat di aset tetap ke aset tidak berwujud (Catatan 13 dan 52).648 juta yang masih dapat mengalami penyesuaian harga (Catatan 47a. (vi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 20-30 tahun yang akan habis masa berlakunya antara tahun 2009 hingga 2038. peralatan tertentu Telkomsel (bagian dari infrastuktur) dengan harga perolehan sebesar Rp797. (iv) Pada tahun 2008. direncanakan akan digunakan sampai tahun 2010. Secara berangsurangsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak Juli 2008.868 juta yang dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2008.ii).05 juta. (iii) Pada tahun 2008. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak tersebut. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat. (ii) Rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Perubahan masa manfaat tersebut memiliki dampak sebesar Rp71. (v) Dari tanggal 1 Juli 2007 sampai dengan 31 Desember 2008. Lain-lain (i) Bunga yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Dampak dari penyesuaian tersebut adalah pengurangan terhadap aset tetap yang dikapitalisasi sebesar Rp1. 48 .

939) 444.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PT Asuransi Wahana Tata.301) 225.123 juta. PT Asuransi Central Asia. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. PT Asuransi Sinar Mas.14 juta. dan peralatan kantor dengan hak opsi untuk membeli aset-aset tersebut pada akhir masa sewa pembiayaan.00 juta termasuk pemulihan kegiatan usaha sebesar Rp324. PT Asuransi Ramayana Tbk. dan risiko lainnya dengan nilai maksimum klaim kerugian sebesar Rp839. (xi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan dengan sewa pembiayaan untuk peralatan dan instalasi transmisi. Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga Nilai kini bersih atas pembayaran minimum sewa pembiayaan Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 253.198 10. dan Euro0.629 56. PT Asuransi Bintang Tbk.609 110.255) 251. senilai Rp67.391. dan PT Asuransi QBE POOL Indonesia terhadap risiko kebakaran.473 juta dan US$4.425 (193.22 juta basis kerugian pertama Rp5.31 juta.672 163. peralatan pengolahan data.261 (148.009 276 587.804 100. PT Asuransi Tri Pakarta. gempa bumi.543 92.T.463 48.48 juta dan US$47.529. ASET TETAP (lanjutan) d.764 49 .753 61.065 (48.335 11. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.170 2008 100. Telkom-1 dan Telkom-2 diasuransikan terpisah dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$28. US$13. aset tetap milik Perusahaan dan anak perusahaan kecuali tanah.364 (142.058 276 422. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.196) 274.24% dari nilai kontrak dengan perkiraan tanggal penyelesaian antara 1 Agustus 2009 sampai dengan 28 Mei 2010. (x) Aset tetap tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22). tingkat penyelesaian aset dalam pembangunan sekitar 68. (ix) Pada tanggal 30 Juni 2009. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. Di samping itu. kecuali dinyatakan lain) 10. kendaraan. PT Asuransi Ekspor Indonesia. Lain-lain (lanjutan) (viii)Pada tanggal 30 Juni 2009. pencurian.000 juta dengan Automatic Reinstatement of Loss Clause.060 juta diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (“Jasindo”).

201 48.315 10.601 149.352 129.982 286.207. kecuali dinyatakan lain) 11.361 Penambahan Penyesuaian 3.776 100.162 123.054 252.899 53.940 449.353 149.654 Penambahan - Reklasifikasi (1.200 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.718 60.141 144.603 92.786 502.267 96.T.049 32.478 Reklasifikasi (46) (3.282 116.663 90.376 2.785 583.844) 30 Juni 2009 1.335) 30 Juni 2008 4.488 Sesuai dengan perjanjian PBH. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.480 104.730) (48.688 179.390) 3.108) (235. 50 .535 181.707 476.521 52.249 582.138 (9) (2.412 703.709 254.055 1 Januari 2008 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 4.625 168.660 92.641 146.658 (269) (16.006 196.506 44.504) (46.305 249.041 5.137 12.863 7.051 2.200 1.345 24.829 82. hak kepemilikan atas aset tetap PBH secara legal tetap berada di mitra usaha sampai dengan berakhirnya masa bagi hasil.831 631.319 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 2.563 705.881 64.547 726.097 55.701) (63.602) (102.643 24.536) (752) (35.861) (260) (17. ASET TETAP POLA BAGI HASIL (“PBH”) 1 Januari 2009 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 1.648) (51.717 11.418 53.072 461.281) 949 27.756) (109.193) (34.172.995 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 926 61 69.982 285.935 2.639) (47.769 462.883 540.646 3.189) (274.313 338 152.435 169.060 20.047) (33.748 21.203 27.257 80.646 3.654 32 20 7.234 9.091 116 100 11.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.809 juta dan Rp6.179 65.919 1.366 (475.267 46.811.647 12.995 (427.672) 392. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Uang muka dan aset tidak lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: 2009 Sewa dibayar di muka .564) 228. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.028 11. Biaya hak atas tanah ditangguhkan merupakan biaya untuk memperpanjang hak atas tanah. Pada tanggal 30 Juni 2009.306 Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.704 21.299 148.888 159.037) (70.715 2.418 105.090 102. yang ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu hak atas tanah (Catatan 10d.setelah dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) Uang muka pembelian aset tetap Beban ditangguhkan Hak Penggunaan yang Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”) (Catatan 43c. Beban penyusutan Telkomsel yang dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp14. peralatan yang tidak digunakan dalam operasi merupakan Base Transceiver Station (BTS) dan peralatan lainnya milik Perusahaan dan Telkomsel yang untuk sementara tidak digunakan dalam operasi tetapi direncanakan akan dipasang kembali.685 43.135.172.337 47.335 (779.893) 22.ii) Kas yang dibatasi penggunaannya Biaya hak atas tanah ditangguhkan Setoran jaminan Peralatan yang tidak digunakan dalam operasi .269) (110.738) 35.193 2008 804. kecuali dinyatakan lain) 11. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan kas yang diterima dari Pemerintah sebagai pembayaran kompensasi terminasi dini hak eksklusif untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang telah ditentukan (Catatan 1a dan 28) dan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank. ASET TETAP PBH (lanjutan) Pendapatan PBH ditangguhkan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Nilai bruto Akumulasi amortisasi: Saldo awal Penambahan (Catatan 33) Pengurangan Saldo akhir Jumlah bersih 703.775 531.773 92.T.431 2008 1. 51 .176 juta.727 813.085 62.319 (704.bersih Lain-lain Jumlah 891.vi).

536 9.858) 3.906 25.544 Lisensi 436.622 (80.599 5.604 8. 30 Juni 2008*) Akumulasi amortisasi: Saldo.884) (3.750) 354.072) (595.605) 86.913.131 juta direklasifikasi sebagai aset tetap (Catatan 10).000 436.akuisisi Sigma (Catatan 3) Penambahan .283.855.884) 96.190) 4 38. 31 Desember 2008 Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Reklasifikasi .107) (23.peranti lunak Sigma Reklasifikasi .539 (17.944 99.335) (627.276) 4 38.357) (81.33 tahun (6.092) (5.995 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.050) 9. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.443.050) 8.T.180) (601.419.072) (567.12 tahun (58.060 20 tahun (5.747.148 (6.660 (3. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (i) Perubahan nilai tercatat goodwill dan aset tidak berwujud lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Aset tidak berwujud lainnya 8.393) (23.peranti lunak Perusahaan Saldo.166 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo. 31 Desember 2007 Akumulasi . 13.614 289. 31 Desember 2007 Penambahan .080.765.048) (2.08 tahun Aset tidak berwujud lainnya (105.512. kecuali dinyatakan lain) 12.900.000 Jumlah 9.33 tahun (5.906 25.250 9.17 tahun (6.939 19.594.735 9.022.688.324.436 7.694) (13. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.135.622 (80.peranti lunak Perusahaan Saldo. 30 Juni 2008*) Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi *) Disajikan kembali (Catatan 52) 99.peranti lunak GSD Reklasifikasi . 30 Juni 2009 Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106.357) (128.735 8.202.349 112.143 5.000 Jumlah 8.148 (6.lisensi peranti lunak Sigma Penambahan .405 112.851) (5. 31 Desember 2008 Penambahan .874 (50) 5.301) (13.lisensi peranti lunak Sigma Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Saldo.373) 2.969.304) 2.691 7.464) 307.peranti lunak Perusahaan Saldo.614 189.746 52 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.557) (19. 30 Juni 2009 Akumulasi amortisasi: Saldo.530.144.peranti lunak Perusahaan Reklasifikasi . UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) Pada tahun 2009 dan 2008 peralatan tertentu Telkomsel dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp nihil dan R1.874 (50) 5.944 Lisensi 436.544 106.603.peranti lunak GSD Penambahan .224) 3.000 436.

499 1. REKENING ESCROW Rekening escrow pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: Bank Mandiri Bank Danamon Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 2009 47. dan merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO.491 2008 41.189 108 48.c). 15.457. (iv)Estimasi beban amortisasi tahunan aset tidak berwujud lainnya untuk setiap tahun sejak 1 Juli 2009 adalah kurang lebih sebesar Rp1.605 2008 1.000 juta diakui sebagai aset tidak berwujud lainnya dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi 3G (Catatan 2j dan 43a.240 juta per tahun.T.784.639 59.058.iv).102 7.051.923 298. barang.418 258.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.685.689 5.745 7.921 657.914. kecuali dinyatakan lain) 13.ii). Pramindo.388 7. Aset tidak berwujud lainnya timbul dari akuisisi Dayamitra. dan jasa Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Pihak ketiga Pembelian peralatan.194 1. 14. dan jasa Hutang sehubungan dengan PBH Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Jumlah 1. HUTANG USAHA 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya hak penyelenggaraan Pembelian peralatan.055 6.859 Rekening escrow pada Bank Mandiri dibentuk sehubungan dengan Perjanjian Konsorsium Konstruksi dan Pemeliharaan (Construction and Maintenance Agreement atau ”C&MA”) Palapa Ring sebagai setoran awal 5% dari nilai ikatan (Catatan 47c.086. TII.180 108 42. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.398.119 70.b dan 1d. (iii)Beban dibayar di muka yang dibayar Telkomsel di bulan Februari 2006 untuk lisensi 3G sebesar Rp436.503 9.231.293. dan KSO VII.223 2. KSO IV.772 53.958 161. barang.077 53 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Rekening escrow pada Bank Danamon dibentuk sehubungan dengan kerja sama bagi hasil dalam pengoperasian peralatan telekomunikasi di Divre VII Kawasan Timur Indonesia.410 74. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan) (ii) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma tahun 2008 (Catatan 3) dan Indonusa tahun 2008 (Catatan 1d.965. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun (Catatan 2d).571 1.

T.175.727 2. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2009 Kartu pulsa prabayar Jasa telekomunikasi lainnya Lain-lain Jumlah 2.896.802 89. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.856 4.361 70 9.454 35.521 550.978 774 7.964 62.151 2.652. Euro Dolar Singapura Lain-lain Jumlah 4.083.231 2.605 2008 4.289 638.465 1.077 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.517.083 5.626 472. kecuali dinyatakan lain) 15.307 36.015. pemeliharaan.552 1.051 1.882. 17.952. dan jasa telekomunikasi Gaji dan tunjangan Umum.690 1. 16.784.614.965.457. HUTANG USAHA (lanjutan) Hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Dolar A.678 141.S.280.266.184 2008 1.221. dan pemasaran Bunga dan beban bank Jumlah 1.705 2008 1.365 2. administrasi.011 484.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.492.530 204.883 54 .082 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2009 Operasi.

PT Sigma Solusi Integrasi. Pada tanggal 30 Juni 2009.221 juta). Pada tanggal 30 Juni 2009.000 juta . Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp5. pinjaman tersebut telah dilunasi. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 12.000 untuk keperluan modal kerja.500 53.000 28. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp7.000.500 juta untuk keperluan modal kerja.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5).984 70. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5). Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp5.000 35.1 juta (setara dengan Rp11.500 juta. Pada tanggal 1 Juni 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$1.50% per tahun dan dibayarkan selama 9 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 15 Juli 2009.500 juta untuk keperluan modal kerja. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 6% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2009.000 juta. HUTANG BANK JANGKA PENDEK 2009 Bank Ekonomi Bank CIMB Niaga Bank Syariah Mega Jumlah 29.000 (setara dengan Rp5. Pada tanggal 2 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp3.000 juta untuk keperluan modal kerja.500 juta. a. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 15.50% per tahun sampai dengan 15. Pada tanggal 14 Oktober 2008. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$550. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 adalah sebesar Rp7.50% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 11 September 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp14.984 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pada bulan September 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009. salah satu anak perusahaan Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$2 juta untuk keperluan modal kerja. Bank Ekonomi Pada tanggal 11 Juni 2008. tanggal jatuh tempo diperpanjang menjadi 23 September 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 9% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak tanggal penarikan. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$1. Fasilitas kredit ini dijamin dengan Purchase Orders (”PO”) atau Setter of Intent dari beberapa perusahaan.T. Pada tanggal 14 November 2008. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$550. Berdasarkan amandemen terakhir. 55 .1 juta. Pada tanggal 23 Maret 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$380. Pada tanggal 11 Februari 2009.618 juta). Pada tanggal 22 Mei 2009. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 5). kecuali dinyatakan lain) 18.339 2008 7.500 juta.50% per tahun dan dibayarkan selama 12 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 2 Desember 2009.839 23.

000 juta dengan suku bunga 13% per tahun untuk periode sampai dengan 29 Mei 2008.000 juta dan Rp15. Fasilitas kredit ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat dengan nilai sampai dengan Rp3. Bank CIMB Niaga Pada tanggal 25 April 2005.500 juta dan Rp15.5% per tahun dan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 18 Oktober 2007.000 juta (Catatan 22f). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta.5% per tahun menjadi 14% per tahun dan 14.25% per tahun menjadi 15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Balebat menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dengan tingkat suku bunga tetap 12% per tahun dan fasilitas kredit investasi sebesar Rp1. terakhir pada tanggal 23 Desember 2008 dengan penambahan fasilitas pinjaman menjadi Rp19. fasilitas kredit dinaikkan menjadi maksimum Rp15.5% per tahun dan 30 Mei 2007. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 23 Mei 2007 (amandemen perjanjian ke-4). tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit yang dapat diperpanjang ini diubah masing-masing dari 12% per tahun menjadi 12.600 juta dengan Bank CIMB Niaga.5% per tahun (Catatan 22f). Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas kredit sebesar Rp500 juta dengan suku bunga tetap 16. pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2009 dan perubahan tingkat suku bunga dari 13% menjadi 11%. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp3. GSD menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga sebagai amandemen kedua perjanjian tersebut. fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dijadikan satu dengan fasilitas pinjaman tetap jangka pendek sebesar Rp4. Perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali.000 juta.000 juta dan Rp3. Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali.000 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan amandemen pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8).T. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp15. Berdasarkan amandemen terakhir. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit ini diubah masing-masing menjadi 14% per tahun dan 29 Mei 2010. Balebat mendapatkan tambahan Fasilitas Transaksi Khusus dan Fasilitas Rekening Koran masing-masing sebesar Rp5. Pada tanggal 23 November 2007. GSD menandatangani dua perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp12. dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp15.50% per tahun. Pada tanggal 26 Juli 2005.000 juta dengan tingkat bunga 15. dan jatuh tempo masingmasing pada tanggal 18 Oktober 2006. 56 .50% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2009. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5.5% per tahun dan 30 Mei 2006 yang selanjutnya diubah pada tanggal 13 Juni 2006 menjadi masing-masing 16. Pada tanggal 29 April 2008. dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2008.5% per tahun serta tanggal jatuh tempo diubah menjadi 29 Mei 2010. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 29 Mei 2009. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. tingkat bunga diubah masing-masing dari 11. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan aset tetap milik GSD yang berlokasi di Jakarta (Catatan 10). HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) b.000 juta dengan tingkat bunga 11% per tahun. Pada tanggal 18 Oktober 2005. Pada tanggal 29 April 2008.75% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2007.000 juta dan Rp5. kecuali dinyatakan lain) 18.350 juta (Catatan 10).000 juta dan Rp500 juta dengan tingkat bunga masing-masing 11.000 juta dengan tingkat bunga masing-masing 14. terakhir pada tanggal 3 November 2006 untuk perubahan tingkat bunga masing-masing dari 16. Di samping itu.

pinjaman telah dilunasi.000 6.281.701. Berdasarkan amandemen pada tanggal 10 Juni 2008 (amandemen perjanjian ke-2).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 11 September 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp10.675 57 .812 juta dan pada tanggal 27 November 2008.811 193.535 juta dan pada tanggal 29 September 2008.958 468.604 2008 3. kecuali dinyatakan lain) 18.622 48. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center.202.271 1. Bank Syariah Mega Pada tanggal 11 Desember 2007. pinjaman telah dilunasi.812 juta untuk keperluan modal kerja. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani.301 5.481 431. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) c. Berdasarkan amandemen pada tanggal 25 September 2008 (amandemen perjanjian ke-2). Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp9.580 1.535 juta untuk keperluan modal kerja. dilakukan perpanjangan kembali jatuh tempo menjadi tanggal 28 Desember 2008.637 juta dan pada tanggal 27 November 2008. Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Catatan Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 23 20 10 21 2009 4. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). Pada tanggal 31 Maret 2008.T.199. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp8. pinjaman telah dilunasi.833. 19. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG a. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp9. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan jatuh tempo pada bulan September 2008. Pada tanggal 28 September 2008. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 28 Desember 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.602.255 3. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp10.637 juta untuk keperluan modal kerja. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp8. Pada tanggal 5 Juni 2008.

4 75.7 773.0 251.1 113. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terhutang dalam valuta asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.604.0 417. yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan.9 659.0 342.066.632.166.1 415.539.4 6.0 206.2 - 11.622) 3.1 7.10% .47% 2008 3.982.811) 3.3 1. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994 dicatat dan terhutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman.10% .2 27.4 10.160.27% 2009 3.074 58 .2 2.2 0.513. Pinjaman penerusan adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah dari bank luar negeri.2 1.970.1 42.11. Bagian jangka panjang (Dalam miliaran Rupiah) Catatan Hutang bank Pinjaman penerusan (two-step loans) Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 20 23 10 21 Jumlah 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya 565.976.3 2.447.1 1.12.3 1.691 Saldo 2008 3.916. Rincian pinjaman penerusan adalah sebagai berikut: Suku bunga Kreditur Bank luar negeri Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 3.8 2.502 (468.646.T.4 3.2 21.6 123.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.986.483.0 20. kecuali dinyatakan lain) 19.6 2.4 3. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) b.447.6 1.214.696 (431. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) a.

915 3.970.T. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi masing-masing 1.309. b. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2009.502 Saldo 2008 1.97% . 59 .10% Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang telekomunikasi. kecuali dinyatakan lain) 20.00% .693 1. Pada tanggal 30 Juni 2009. Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: a.440 3. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam Rupiah dikenakan berbagai tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang berdasarkan rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”) berjangka waktu tiga bulan selama 6 bulan terakhir sebelum jatuh tempo pembayaran angsuran ditambah 1% per tahun.549.522. dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 5.753 1. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam valuta asing dikenakan tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 0. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) (lanjutan) b. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.119. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024. Rupiah Yen Jepang Jumlah 2009 2008 2009 1.6.503 1.39% 11.12.39% .27% 3.7. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan beban bunga) harus melebihi masing-masing 50% dan 20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman yang masing-masing berasal dari Bank Dunia dan ADB.11.5% per tahun.916. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.696 4.25% per tahun.111.10% 3.00% .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.273.5:1 dan 1.47% 8. Rincian pinjaman penerusan yang diperoleh dari bank luar negeri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Suku bunga Valuta Dolar A.2:1 untuk pinjaman penerusan yang berasal dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (“ADB”).S. Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.67% 4.894 1.

Metra diharuskan untuk menaati semua pembatasan. kedua. MTN dilaksanakan secara bertahap sebanyak-banyaknya dalam 4 (empat) tahap penerbitan dengan jumlah total sebanyak-banyaknya Rp50. 60 . untuk tahun kedua dan ketiga sebesar tingkat pengembalian rata-rata (yield) dari 3 (tiga) Surat Utang Negara (“SUN”) yang memiliki sisa jangka waktu yang sama yang sama dengan waktu MTN tahun kedua dan ketiga ditambah dengan premi sebesar 4. kecuali dinyatakan lain) 21. tidak dijamin dan setiap saat diperlakukan sama (pari passu) dengan kewajiban Metra lainnya yang tidak dijamin. WESEL BAYAR 2009 Wesel bayar jangka menengah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 30.05%.T. Bunga atas MTN terhutang setiap triwulan sejak Tanggal Penerbitan sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok.000 Pada tanggal 9 Juni 2009. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. dan 70% pada ulang tahun pertama.000) 27.000 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 20%. Pada tanggal 30 Juni 2009. Maksimal 60% nilai pokok MTN yang masih terhutang. untuk tahun pertama sebesar 15. Bunga MTN dihitung dengan menggunakan tingkat bunga mengambang.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan ketiga Tanggal Penerbitan. Metra mengadakan perjanjian dengan PT Bahana Securities (bertindak sebagai “Arranger”) dan PT Bank Mega Tbk (bertindak sebagai Wali Amanat) untuk menerbitkan wesel bayar jangka menengah (Medium Term Notes atau “MTN”) dengan total pokok hutang sebesar Rp50. Tahap pertama telah diterbitkan sebesar Rp 30.02%.000 juta dengan masing-masing tahapan akan berjangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Penerbitan. Pelunasan pokok masing-masing 10%. b.000 (3. yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni 2012. Metra memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.000 juta. Metra memberikan jaminan dengan nilai minimal 40% dari nilai Pokok MTN yang masih terhutang. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. Debt to Equity maksimal 1. termasuk mempertahankan rasio keuangan sebagi berikut: a.5:1 (satu koma lima berbanding satu).5. Metra dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai Agen Pembayar dan Jasa Penitipan Kolektif (Kustodian). Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha dan modal kerja.

020. pinjaman telah dilunasi.000 1.100.000.000 juta.000 2. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Korea Eximbank dengan fasilitas sebesar US$124 juta yang digunakan untuk membiayai pengadaan CDMA dari Konsorsium Samsung.000 37.747 1.0 4.316.000 600.345 Kreditur The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) Bank Mandiri BCA Citibank BNI Bank CIMB Niaga Bank Bukopin BRI Bank Ekonomi Sindikasi bank Jumlah Hutang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) Mata uang US$ Rp Rp US$ Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah Mata uang fasilitas asal (dalam jutaan) (dalam jutaan) 124 2.600.602. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.247. (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp350. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140. 61 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.880. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.68% per tahun.411 1. Pinjaman ini tidak dijamin dan dibayar dalam 10 kali angsuran semesteran setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember setiap tahunnya sejak Desember 2006.080.000 24.833.859 2008 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 71.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. dan biaya lainnya sebesar 5.800 5.300 3.250.000 3.279 (3.000 12. komitmen.540.000 900.000 31. Bank Mandiri (i) Pada tanggal 20 Maret 2006.000 5. HUTANG BANK Rincian hutang bank jangka panjang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 2009 Saldo terhutang Setara Rupiah 480.000 500. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri untuk fasilitas sebesar Rp600.233 700.580) 7.074 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. b.000 47.849.0 Setara Rupiah 650. kecuali dinyatakan lain) 22.240. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.513 2.000 juta dan pada tanggal 29 Maret 2009. a.337 6.000 300. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp240.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.000 juta.750.000 22.500. Korea Eximbank Pada tanggal 27 Agustus 2003.338 2.000 36.000 1.271) 3.000 50.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.400 60.546 4. Pinjaman tersebut dikenakan bunga.690 2.483. pinjaman telah dilunasi.389 1. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.0 - (4.

Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 2. Pada tanggal 30 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp1.300. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp750.000 juta. (iv) Pada tanggal 24 Oktober 2007.000 juta dan Rp600.000 juta.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. c. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan BCA sebesar Rp400. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. 62 . Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300.000 juta dan sisanya sebesar Rp300.000. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. kecuali dinyatakan lain) 22.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.300.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. HUTANG BANK (lanjutan) b.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. (v) Pada tanggal 23 Desember 2008.000 juta.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp1.000 juta. Bank Mandiri (lanjutan) (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007.000 juta. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp160.000 juta dan Rp560.T. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp500.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. pinjaman telah dilunasi. Pada tanggal 24 Juli 2007 perjanjian kredit diamandemen dengan menambah fasilitas kredit sebesar Rp200. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp280.000 juta akan ditarik pada tanggal 30 Januari 2009. BCA (i) Pada tanggal 16 Maret 2006.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.

4 juta. dengan jumlah fasilitas sebesar US$23. produksi.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) Pada tanggal 10 April 2002. kecuali dinyatakan lain) 22.000 juta.333 juta) dan pada tanggal 15 September 2008 pinjaman tersebut telah dilunasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.T. instalasi. Kreditur berhak atas provisi sebesar 8. dan uji coba jaringan high performance backbone di Sumatra sesuai dengan ”Perjanjian Kemitraan” tanggal 30 November 2001 dengan Pirelli Cables dan Siemens Indonesia untuk pembangunan dan pengadaan high performance backbone di Sumatra. dimana 15% dibayar tunai dan 85% dimasukkan ke dalam jumlah pinjaman.000 juta dan Rp300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Pinjaman tersebut dilunasi dalam 10 kali angsuran semesteran yang dimulai pada bulan April 2004 dengan tingkat bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR) berjangka waktu enam bulan ditambah 0.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp1. Fasilitas tanpa jaminan tersebut diperoleh untuk mendanai hingga 85% biaya perlengkapan dan jasa yang terjadi di Jerman sehubungan dengan perancangan. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp350. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp19. d. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. pinjaman telah dilunasi. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800.75% per tahun. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 1. BCA (lanjutan) (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006. (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Citibank (“Arranger”) dan Citibank International plc (“Agent”) yang didukung dengan jaminan kredit ekspor dari Hermes Kreditversicherungs AG (“Lender” dan “Guarantor”). 63 .4% dari seluruh fasilitas. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp500. Pada tanggal 30 Juni 2008. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008. Citibank 1. konstruksi. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. HUTANG BANK (lanjutan) c.000 juta.000.000 juta. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100.

Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc terkait dengan pengabaian persyaratan untuk tidak memberikan pinjaman tersebut yang berlaku sampai dengan fasilitas pinjaman lunas. Pada tahun 2005. 2. 3. Tingkat bunga per tahun atas Fasilitas tersebut ditentukan berdasarkan Commercial Interest Reference Rate (CIRR) sebesar 3.5% per tahun dan tanpa jaminan. Pada tanggal 30 Desember 2008. 2:1 untuk periode 2 Januari 2005 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. c. Rasio debt service coverage harus melebihi 1. Pada tahun 2006. sesuai dengan perjanjian kemitraan dengan PT Ericsson Indonesia (“Ericsson Indonesia”) (Catatan 47a. kecuali dinyatakan lain) 22. Pada tahun 2008. dimana 15% dari jumlah tersebut dibayar tunai dan sisanya diselesaikan melalui penggunaan fasilitas. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) (lanjutan) Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Selain bunga. EKN-Backed Facility Pada tanggal 2 Desember 2002.900 juta). pinjaman telah dilunasi. 64 .9 juta.75:1 selama periode 2 Januari 2003 sampai dengan 1 Januari 2004. Perjanjian tersebut kemudian diubah pada tanggal 17 Desember 2004 untuk mengurangi jumlah Fasilitas menjadi US$68. 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Citibank (lanjutan) 1. 2. Pada tanggal 21 Juni 2007. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc sehubungan dengan pemberian pinjaman oleh Perusahaan kepada anak perusahaan tertentu yang jumlah keseluruhannya melebihi 3% dari ekuitas. Bunga akan dibayarkan semesteran yang dimulai sejak tanggal Fasilitas digunakan (31 Juli 2003). Pada tanggal 30 Juni 2008.5:1. Perusahaan telah melanggar persyaratan dalam perjanjian pinjaman yang mensyaratkan Perusahaan untuk tidak memberikan pinjaman kepada pihak manapun dengan jumlah keseluruhan melebih 3% dari ekuitas. Pada tanggal 12 Mei 2006. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp17. Telkomsel mengadakan perjanjian EKNBacked Facility (“Fasilitas”) dengan Citibank International plc (“Original Lender” dan “Agent”) dan Citibank.5 juta yang terbagi dalam beberapa tahapan penarikan. Rasio hutang terhadap EBITDA tidak boleh melebihi: a.5:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan 1 Januari 2005. Tidak ada Fasilitas yang ditarik pada tahun 2008. Telkomsel juga dikenakan premi asuransi jaminan yang diberikan oleh EKN kepada Telkomsel atas fasilitas pinjaman. b.ii). Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2008 dan sampai dengan tanggal pelunasan 15 September 2008. HUTANG BANK (lanjutan) d. Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. 3. 2. sebagai berikut: 1. 3:1 selama periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2003. dan d. cabang Jakarta (“Arranger”) berkaitan dengan penyediaan Fasilitas sejumlah US$70.52% per tahun ditambah 0. Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi: a. 3:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan tanggal pelunasan hutang.T.5:1 untuk periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2004 dan b.

333 17.000 juta.000 juta dan Rp 500.000 2008 Valuta asing (dalam jutaan) 2 2 Setara Rupiah 19. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp200. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100. (b) Pada tanggal 24 Oktober 2007. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta dan Rp300.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.T. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp500. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 737. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. kecuali dinyatakan lain) 22. pinjaman telah dilunasi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. BNI (i) Pada tanggal 15 Agustus 2006.233) 300.000 (200.000 juta. pinjaman telah dilunasi. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Citibank (lanjutan) 3. Telkomsel menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp300.000 Pinjaman HP Backbone US$ EKN-Backed Facility US$ Pinjaman jangka menengah Rp Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang e.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. (ii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp120. cabang Jakarta untuk fasilitas sebesar Rp500.09% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman jangka menengah (a) Pada tanggal 21 Maret 2006.233 (437.900 700.000 juta.000 juta. cabang Jakarta sebesar Rp500. Tabel di bawah ini menyajikan jumlah pokok pinjaman dari Citibank yang terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 300.000 300. 65 . yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000) 100. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. HUTANG BANK (lanjutan) d.

Pada tanggal 13 Juni 2006. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp750.200 juta untuk membiayai pembelian mesin (“Fasilitas Transaksi Khusus”) dengan tingkat bunga sebesar 12% per tahun. f.000 juta dan Rp600.500 juta yang terdiri dari fasilitas sebesar Rp2. pinjaman telah dilunasi.5% per tahun. Pada tanggal 22 Desember 2005. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. Bank CIMB Niaga (i) Pada tanggal 28 Desember 2004. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas sebesar Rp2. pada tanggal 25 April 2005. BNI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 24 Oktober 2007.5% per tahun. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat (Catatan 10). terhitung sejak 31 Maret 2005. Balebat menandatangani perjanjian kredit dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp2. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.T. Fasilitas Investasi dibayar dalam 36 kali angsuran bulanan.000 juta untuk pembelian mesin cetak dan Rp500 juta untuk pembelian kendaraan operasional kantor dengan tingkat bunga 16. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.400 juta termasuk fasilitas kredit investasi sebesar Rp1.000. Fasilitas kredit investasi dibayar dalam 48 kali angsuran bulanan dengan jumlah yang tidak sama terhitung sejak November 2005 sampai dengan Oktober 2009. HUTANG BANK (lanjutan) e. Fasilitas Transaksi Khusus dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan terhitung sejak tanggal 29 Juni 2005. Pada tanggal 1 Maret 2008. fasilitas ini dijadikan satu dengan fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta (Catatan 18b).000 juta. pinjaman Fasilitas Investasi telah dilunasi.200 juta yang terdiri dari Rp5.000 juta untuk membiayai pembangunan pabrik (“Fasilitas Investasi”) dengan tingkat bunga sebesar 13.450 juta (Catatan 10).5% per tahun dan Rp2. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap Balebat senilai Rp8.000 juta. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1.600. perjanjian kredit di atas diperbaharui termasuk fasilitas kredit jangka pendek sebesar Rp4. Kemudian melalui amandemen pada tanggal 1 Desember 2005. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp135 juta dan Rp534 juta. 66 . Fasilitas kredit investasi dikenakan tingkat bunga pasar ditambah 2% per tahun. Fasilitas ini masing-masing akan jatuh tempo 30 Oktober 2011 dan 28 November 2009.000 juta. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp403 juta dan Rp880 juta. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta dengan jangka waktu pengembalian kredit sampai dengan tanggal 22 Desember 2006 dan tingkat bunga 12.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp2. (ii) Sesuai penjelasan di Catatan 18b.000 juta. Balebat mengadakan perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas sebesar Rp7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 13 Juni 2006.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. kecuali dinyatakan lain) 22.095 juta dan Rp nihil dan pada tanggal 23 Juni 2009. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp1.600 juta yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2009. tingkat bunga dinaikkan menjadi 17% per tahun.

Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. BRI (i) Pada tanggal 15 Juni 2007. kecuali dinyatakan lain) 22.000 juta dan Rp240. (iv) Pada bulan Maret 2007.T. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta. Bank Bukopin Pada tanggal 11 Mei 2005.5% per tahun dan dijamin dengan piutang dari kontrak call center dengan Telkomsel senilai Rp23.000.400 juta dan Rp19. 67 . yakni sebesar Rp4. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp18.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5.000 juta.125 juta sampai dengan jatuh tempo pinjaman 36 bulan setelah pencairan (Catatan 5). Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp7. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp80. g. h.300 juta untuk membiayai pembelian aset tetap.75% per tahun pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp1. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp400. Infomedia menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Bukopin untuk beberapa fasilitas kredit maksimum sebesar Rp5. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 15. Jangka waktu pinjaman 8 tahun diangsur dalam 33 kali angsuran triwulanan dan jatuh tempo pada bulan Mei 2015. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. (v) Pada tanggal 23 November 2007. pinjaman telah dilunasi. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp18. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-3) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp8.200.000 juta dan Rp2.200 juta akan jatuh tempo pada bulan Juni 2010 dan sisanya sebesar Rp1. (ii) Pada tanggal 24 Oktober 2007. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10).000 juta. Sebagian dari fasilitas ini.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 11% per tahun. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.100 juta akan jatuh tempo pada bulan Desember 2010. HUTANG BANK (lanjutan) f. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10).000.473 juta dan Rp7.00% per tahun dan 15. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik Infomedia (Catatan 10). Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Jangka waktu pinjaman 5 tahun diangsur dalam 60 kali angsuran bulanan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2012.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.500 juta untuk keperluan pendanaan investasi proyek call center dengan Telkomsel. Bank CIMB Niaga (lanjutan) (iii) Pada tanggal 29 Mei 2006.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 13% per tahun. Pinjaman dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan dan dikenakan tingkat bunga 15.069 juta.000 juta.400 juta. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-2) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp20.360 juta dan pada tanggal 19 Juni 2009.

BRI. Sigma memenuhi persyaratan tersebut di atas. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2. saldo pokok pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp10.50% per tahun sampai dengan 15. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. BRI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 28 Juli 2008.50% per tahun yang dibayar dalam 63 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 September 2007 dan berakhir 12 Desember 2012.400.917 juta. Bank Ekonomi (i) Pada tanggal 7 Desember 2006. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 sebesar Rp32.000. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp1.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan. menjaminkan tanah tersebut ke bank lain atau pihak ketiga. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800.000 juta. HUTANG BANK (lanjutan) h. menarik dana fasilitas kredit melebih batas maksimum.420 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. j.000 juta.2% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. dan membayar piutang pemegang saham.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9. i.50% per tahun sampai dengan 15. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1. Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Sigma yang berlokasi di Surabaya (Catatan 10) dan piutang usaha Sigma (Catatan 5) dan juga memuat beberapa pembatasan tertentu yang mewajibkan Sigma untuk mendapatkan izin tertulis dari Bank Ekonomi sebelum menjadi penjamin atas hutang pihak ketiga. saldo pokok pinjaman pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp8. 68 . mengubah status hukum Sigma. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2013.000 juta. sebagai berikut: 1. 2. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.188 juta dan Rp9. Bank BNI. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12. Pada tanggal 30 Juni 2009. membayar atau menyatakan dividen. yang bertindak sebagai agen fasilitas. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp13.000 juta. dan Bank Jabar (sindikasi bank) sebesar Rp2.T.103 juta. menyewakan tanah tersebut ke pihak ketiga.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 22. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian.255 juta dan Rp12.50% per tahun sampai dengan 15.400.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1. Sindikasi Bank (i) Pada tanggal 29 Juli 2008. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp33. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp14. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%. (ii) Pada tanggal 9 Maret 2007.50% per tahun yang dibayar dalam 78 kali angsuran bulanan sejak tanggal 11 Maret 2009 dan berakhir 11 Maret 2015. (iii) Pada tanggal 10 September 2008.50% per tahun yang dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 Desember 2007 dan berakhir 12 Desember 2012.

159 70. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian.305) 1. sebagai berikut: 1.847.917 (79.000 juta.481) 1. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1. Dikurangi diskonto wesel bayar Transaksi KSO IV MGTI Dikurangi diskonto 1.046. dengan penjelasan sebagai berikut: 2009 Transaksi TII PT Aria Infotek The Asian Infrastructure Fund MediaOne International I B.623) 198.043 2008 105.716.512) 1. ke MGTI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO IV.T. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN Nilai perolehan yang ditangguhkan merupakan kewajiban Perusahaan kepada para Pemegang Saham Penjual TII atas akuisisi Perusahaan terhadap 100% saham TII.976. dan ke BSI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO VII.131.001 (1. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI dan BRI (sindikasi bank) sebesar Rp2.291 3.445 (2.202.148 Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah dikurangi diskonto (Catatan 19a) Bagian jangka panjang .setelah dikurangi diskonto (Catatan 19b) 1. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2014.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan.958) 773.234 (187.929 1.200. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2. HUTANG BANK (lanjutan) j. kecuali dinyatakan lain) 22. 2.428) 744. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%. yang bertindak sebagai agen fasilitas.870 (1. Sindikasi Bank (lanjutan) (ii) Pada tanggal 16 Juni 2009.45% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. 23.576 (87.V.853 Transaksi KSO VII BSI Dikurangi diskonto 831.310.199.357.389 69 .669 25. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009.231. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.904.650 1. Bank BNI.064) 1.700. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.803 (226.

Transaksi TII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi TII merupakan wesel bayar tanpa bunga yang menjadi bagian dari harga perolehan atas akuisisi 100% saham TII (sebelumnya adalah mitra KSO Perusahaan di KSO III) pada tanggal 31 Juli 2003. wesel bayar yang masih terhutang. Pada tanggal 30 Juni 2008. b. Transaksi KSO IV Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO IV merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO IV oleh Perusahaan. yang harus dibayar kepada MGTI sejak Februari 2004 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 8.285.925 juta yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar Rp2.3 juta (setara dengan Rp1.362 juta) yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar US$517.357. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.359. Perusahaan menyetujui untuk membayar MGTI dengan nilai total pembelian berkisar US$390. 70 . Wesel bayar ini memiliki nilai nominal sebesar US$109.917 juta) dan US$206.272 juta) dan nilai kini pada tanggal penutupan sebesar US$92.234 juta). masing-masing sebesar Rp831. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN (lanjutan) a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.770. Berdasarkan perjanjian. dan pada tanggal 30 Januari 2009. Perusahaan menyetujui untuk membayar BSI dengan nilai total pembelian berkisar Rp1. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada BSI. Berdasarkan perjanjian.230 juta).904.7 juta (setara dengan Rp3.3%. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. wesel bayar telah dilunasi. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan MGTI pada tanggal 20 Januari 2004.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan BSI pada tanggal 19 Oktober 2006. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada MGTI. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO VII. sebesar US$21.7 juta (setara dengan Rp788. c.803 juta.322 juta) pada tingkat diskonto sebesar 5.310.4 juta (setara dengan Rp1.1 juta). sebelum diskonto yang belum diamortisasi. masing-masing sebesar US$128.16%. Transaksi KSO VII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO VII merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO VII oleh Perusahaan. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO IV.1 juta (setara dengan Rp927. Wesel bayar tersebut akan dibayarkan dalam 10 kali angsuran semesteran dalam jumlah tetap terhitung mulai tanggal 31 Juli 2004. kecuali dinyatakan lain) 23. yang harus dibayar kepada BSI sejak Oktober 2006 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 15%.576 juta dan Rp1. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha.273 juta).8 juta (setara dengan Rp201. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha.

00 Jumlah modal disetor 2.T.258.100 17.202. HAK MINORITAS 2009 Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2008*) 7.508 8.669.280 Persentase kepemilikan 52.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.190 63.47 5.937 3.118 265.604 5.030 2.221.702 4.580.678.320.424.061.999.669 7.424.521 68.582 25.516 2009 Hak minoritas atas laba (rugi) anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah 2008 2.685.13 100.495.500 20.470. MODAL SAHAM 2009 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.159.780 490.897.356 122.548 8.287.667 2.987 32.856 19.711 1.644 5.161.071.252.732 7.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.00 100.574.040.000 71 .813 4.917.658 2.935 36.420 4 1 2. kecuali dinyatakan lain) 24. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.594 8.40 42.358 143.

971.T.000 Perusahaan hanya menerbitkan 1 Saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007).666 (373.496.508 5.040.976.666.580.001 1.496 17.32 100. Saham Seri B memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal kepada seluruh pemegang Saham Seri B.933.457.446. 26.250.290.733.333.046 4.159.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.604 5.427 106. dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.320. Inc.666 (373.470.057. TAMBAHAN MODAL DISETOR 2009 Hasil penjualan 933.280 Persentase kepemilikan 52.00 Jumlah modal disetor 2.459 19.00 100.446.494 492.) The Bank of New York Mellon Corporation (dahulu The Bank of New York Company. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.999.39 9.30 7.333) 1. MODAL SAHAM (lanjutan) 2008 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.000 juta.000 saham di atas nilai nominal melalui IPO pada tahun 1995 Kapitalisasi menjadi 746.708.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.711 1.073.984.181.573 5.780 426. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.99 30.333 2008 1.073.500 20.764 4 1 1.640 saham Seri B pada tahun 1999 Jumlah 27. 1.118 364.333 72 . Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sebesar 5% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih Rp5. para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana pembelian kembali tahap I modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.333) 1. kecuali dinyatakan lain) 25.

574.264. menjual.000 juta.073 89 4.000 lembar saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp2.701 73 .290.740. Perusahaan merencanakan untuk mempertahankan.176.500 Jumlah saham 244.B.500 saham dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. atau menggunakan saham yang diperoleh kembali untuk tujuan lain sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK No.574. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (29 Juni 2007 sampai dengan 28 Desember 2008).500 2008 Rp 4. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.550. masing-masing setara dengan 2.000.000. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. XI.T. dengan total pembelian masing-masing sebesar Rp4.43% dan 2.443. XI.264.798.000 juta.2 dan UU No.264. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sejumlah 215.000 juta.090 3.622.000. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap II saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap III saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.701 juta hingga 30 Juni 2008 (sudah termasuk biaya jasa perantara dan kustodian). MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. Perusahaan telah membeli kembali 490. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (20 Juni 2008 sampai dengan 20 Desember 2009). berdasarkan Ketentuan BAPEPAM-LK No.574. Mutasi saham yang dibeli kembali yang berasal dari program pembelian kembali saham adalah sebagai berikut: 2009 Jumlah saham Saldo awal Jumlah saham yang dibeli kembali/ penambahan Saldo akhir 490. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham seri B adalah 339.290.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.162 Rp 2.500 181.000 426.611 1. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008. yang akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 3 bulan (13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009). Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap I saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap II modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.000.500 dan 426.11% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.B.500 490. Pada tanggal 13 Oktober 2008.162 juta hingga 30 Juni 2009 dan Rp3.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. Perusahaan mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham Perusahaan yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI maksimum sebesar 20% dari modal disetor dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3. Kep-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis. kecuali dinyatakan lain) 27.798.313 lembar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Selama periode dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham, sehingga harga beli per lembar untuk saham yang dibeli kembali untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:

Rp 2009 Rata-rata tertimbang Minimum Maksimum 2008 8.934 7.504 10.155

Harga beli per lembar saham sudah termasuk biaya jasa perantara. Sampai dengan tanggal neraca konsolidasian, tidak ada satupun saham yang dibeli, kemudian dijual kembali. Sampai dengan tanggal 30 Juli 2009, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali 490.574.500 lembar saham, setara dengan 2,43% saham Seri B yang ditempatkan dan beredar, dengan total pembelian sebesar Rp4.264.178 juta, termasuk biaya jasa perantara dan kustodian (Catatan 1c).

28. SELISIH TRANSAKSI SEPENGENDALI

RESTRUKTURISASI

DAN

TRANSAKSI

LAINNYA

ENTITAS

Saldo akun ini berjumlah Rp360.000 juta berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri. Seperti dijelaskan pada Catatan 1a, pada tanggal 15 Desember 2005, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Kompensasi Terminasi Dini Hak Eksklusifitas dengan Menkominfo - DJPT dan amandemennya pada tanggal 18 Oktober 2006. Berdasarkan perjanjian ini, Pemerintah menyetujui untuk membayar sebesar Rp478.000 juta, bersih setelah pajak, kepada Perusahaan secara bertahap selama lima tahun dimana pembayaran sebesar Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2005, Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2006 dan sisanya sebesar Rp298.000 juta akan dibayarkan secara bertahap atau sekaligus sesuai dengan kondisi keuangan negara. Selain itu, Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp416.773 juta dan Rp190.997 juta. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, Perusahaan telah menerima pembayaran dengan total masing-masing sejumlah Rp360.000 juta dan Rp270.000 juta terkait dengan kompensasi atas terminasi dini dan hak eksklusif yang dibayarkan oleh Pemerintah pada tanggal 30 Desember 2005, 28 Desember 2006, 13 Desember 2007, dan 12 November 2008 masing-masing sebesar Rp90.000 juta. Perusahaan mencatat jumlah ini sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas. Jumlah ini dicatat sebagai bagian dari ekuitas karena Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali atas Perusahaan. Perusahaan akan mencatat jumlah sisanya sebesar Rp118.000 juta pada saat diterima.

74

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. PENDAPATAN TELEPON 2009 Tidak bergerak Percakapan lokal dan SLJJ Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan pasang baru Kartu telepon Lain-lain Jumlah Seluler Pendapatan pemakaian Pendapatan abonemen bulanan Fitur Pendapatan jasa penyambungan Jumlah Jumlah Pendapatan Telepon 2.233.900 1.835.449 58.570 3.524 133.208 4.264.651 11.772.303 932.504 705.938 114.885 13.525.630 17.790.281 2008 3.299.598 1.839.933 58.335 4.788 58.032 5.260.686 11.569.584 179.673 319.993 107.318 12.176.568 17.437.254

30. PENDAPATAN INTERKONEKSI 2009 Pendapatan Beban Jumlah - Bersih 5.321.975 (1.468.893) 3.853.082 2008 5.864.545 (1.463.002) 4.401.543

Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 08/Per/M.KOMINFO/02/2006, menetapkan bahwa implementasi tarif interkoneksi berbasis alokasi biaya mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2007 (Catatan 46). Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 31. PENDAPATAN DATA, INTERNET, DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA 2009 Short Messaging Service (“SMS”) Internet Komunikasi data dan jasa teknologi informatika VoIP e-Business Jumlah 5.421.169 1.510.895 889.122 91.142 18.660 7.930.988 2008 5.139.420 986.722 1.224.205 69.832 13.499 7.433.678

75

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. PENDAPATAN JARINGAN 2009 Sewa sirkit Sewa transponder satelit Jumlah 373.139 156.577 529.716 2008 299.495 165.711 465.206

Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

33. PENDAPATAN POLA BAGI HASIL (“PBH”) 2009 Pendapatan PBH Amortisasi pendapatan ditangguhkan (Catatan 11) Jumlah 11.718 70.893 82.611 2008 74.041 110.738 184.779

34. BEBAN USAHA - KARYAWAN 2009 Gaji dan tunjangan Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya PPh karyawan Beban pensiun berkala bersih (Catatan 40a) Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih (Catatan 42) Perumahan Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) Beban LSA dan terminasi LSA (Catatan 41) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 40c) Pengobatan Lain-lain Jumlah 1.490.112 1.267.724 367.699 264.024 165.652 104.093 40.734 13.711 7.364 4.385 45.226 3.770.724 2008 1.444.948 1.341.399 488.149 353.734 450.660 136.902 41.785 9.955 7.083 4.089 15.138 4.293.842

76

819 1.982 29.893. DAN JASA TELEKOMUNIKASI 2009 Operasi dan pemeliharaan Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 47c.UMUM DAN ADMINISTRASI 2009 Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13) Beban penagihan Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang (Catatan 5d dan 6) Keamanan dan screening Perjalanan Pelatihan.520 88.277 1.977 1.520 35.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.177 113.319 2008 595.165 42.449. kartu telepon.837 34.537 114.385 105.067 165.659 2008 2.289 40.076 1.894 159.083 94.170.OPERASI.792 332.583 318.464 308.862 132. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.367 25.838 31.433 43.822 54.652 569.643.172 5.782 4.092 289.088.853 77 .092 48. 36. dan rekruitmen Sumbangan sosial dan umum Jasa profesional Sewa kendaraan Rapat Alat tulis dan cetakan Penelitian dan pengembangan Lain-lain Jumlah 627. kartu SIM.205 129. kecuali dinyatakan lain) 35.394 226. PEMELIHARAAN.050 93.346 236.898 182.570 6.611 29.222 337.767.781 27.469 102.874.049 14.024 75. BEBAN USAHA .530 127. BEBAN USAHA . gas.T.148.272 527.720 306. dan air Sewa sirkit dan CPE Asuransi Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung Beban pokok jasa teknologi informatika Perjalanan Lain-lain Jumlah 3.009 2.801 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. pendidikan.149 33.919 37.v) Beban pokok penjualan pesawat telepon.858 539. dan RUIM Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal (”KPU”) Listrik.

168 255.PPh pribadi Pasal 22 .Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .203.termasuk bunga Pasal 21 .165 1 28.230 22.Kurang bayar PPh badan PPN Anak perusahaan PPh Pasal 4(2) .800 330 460.719 83.930 86.390 25.Angsuran PPh badan Pasal 26 .672 222.932 318.T.Pajak final Pasal 21 .650 1.425 838. Pajak dibayar di muka 2009 Perusahaan PPh badan Anak perusahaan PPh badan PPN PPh Pasal 23 .326 408.303 2 15.556 554.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .203 3.016 804.550 7.Penyerahan jasa Pasal 26 .840 96.Kurang bayar PPh badan PPN 2008 9.Penyerahan jasa Pasal 25 .464 6. Klaim atas restitusi pajak 2009 Anak perusahaan PPh badan PPh .318 423. PERPAJAKAN a.401 78 .203 249.529 99.561 2.751 15. kecuali dinyatakan lain) 37.232 6.032 4.331 5.168 533.934 327. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.305 23.411 3.900 2008 66.544 2008 72.587 265.814 16.646.Penyerahan jasa 255.termasuk bunga 5.335 807.270 398.Pajak final Pasal 21 .565 75.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .732 809.712 25.069 1.190 35.PPh pribadi luar negeri Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) .484 1.751 7.Angsuran PPh badan Pasal 26 .PPh pribadi Pasal 22 .PPh pribadi Pasal 23 .584 c.Penyerahan jasa Pasal 25 .765 17.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.484 388 216.011 b.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .185 203.891 38.584 96.681 320. Hutang pajak 2009 Perusahaan PPh Pasal 4(2) .

859.628 77.924.539 2.034.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.317 (76.612.982 (343.471 2008 1.714.646) 7.291. kecuali dinyatakan lain) 37.443) 7.957 2.563) 153. Komponen beban (manfaat) pajak adalah sebagai berikut: 2009 Kini Perusahaan Anak perusahaan 529.065 3.039.028 Pajak dihitung dengan tarif progresif Penghasilan tidak kena pajak Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak Kewajiban (aset) pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan .939. PPh badan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai entitas yang terpisah (laporan keuangan konsolidasian tidak berlaku untuk perhitungan PPh badan di Indonesia).537.010 3.991 (364.435.Perusahaan Beban PPh .299) 192. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan dan beban PPh konsolidasian adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak konsolidasian Penambahan kembali eliminasi konsolidasian Laba konsolidasian sebelum pajak dan eliminasi Dikurangi: laba sebelum pajak anak perusahaan Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 11.T.429) 6.906 818.537.054 16.806 (913.046 1.bersih Beban PPh badan Beban PPh final Jumlah beban PPh .951 3.577 3.894 Tangguhan Perusahaan Anak perusahaan 326.080.471 2008 12.273.326 41.560.420 (8.344 (1.265.677 69.469 15.705.anak perusahaan Jumlah beban PPh konsolidasian 1.963) 6.622 2.802.999.628 (9.862.574 4.514 3.291.962 855.382 e.156.336.377.219.382 79 .372 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.495.508.577 1.704 1.935 2.939. PERPAJAKAN (lanjutan) d.272 2.242 488.995 36.110.394) 153.382 3.335 162.

721 (1.840 (1.658 (953) 4.813) (7.559) (600.712 (3.539 491.991 (364.034.994) (3.173) 260. (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Perusahaan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 6.184) (67.991 (3.417 162.622) (174.282) (98.547) (60.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.924.116) 445.T.560.217.317) 80 .989 (926.575.626 55.112 (1. PERPAJAKAN (lanjutan) e.377.580) 44.296) 27.466 165.659) (66.910) 2008 7.114.172 (4.652 520 (3.656 (49.303.028 Perbedaan temporer: Amortisasi aset tidak berwujud Penyusutan aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan beban karyawan Penyusutan aset tetap PBH Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Amortisasi hak atas tanah Laba atas penjualan aset tetap Amortisasi pendapatan PBH ditangguhkan Penghapusan piutang Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih LSA Pembayaran nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Rugi atas komitmen pembelian Penyisihan lain-lain Jumlah perbedaan temporer Perbedaan tetap: Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar Bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan anak perusahaan Lain-lain Jumlah perbedaan tetap 491.442) 5.987) 232.376 (15.888) (199.980 263. kecuali dinyatakan lain) 37.963) 6.463 6.081) (55. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.311) 35.545 258.861 (437.854) (161.443) 7.664) 190.971.982 (343.279) 501.

Perusahaan Pajak kini . Otoritas Pajak dapat mengajukan masalah yang sama untuk transaksi yang terjadi di tahun fiskal berikutnya. Nilai Rp 21 miliar tersebut telah tercatat sebagai tagihan restitusi pajak yang telah dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007. diterima pada Februari 2009.894 2008 3.001 492. Otoritas pajak menerima keberatan yang diajukan Telkomsel sebesar Rp141 miliar. Pada tanggal 23 Februari 2009.317 . Selisih antara hasil pemeriksaan pajak dengan pengajuan keberatan sebesar Rp70 miliar dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007.anak perusahaan Jumlah pajak kini f. Pada tanggal 2 Oktober 2007.802. Telkomsel berkeyakinan bahwa nilai tersebut dapat diterima kembali. Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keberatan PPN yang tidak disetujui sebesar Rp215 miliar. Telkomsel mengakui sebagai tagihan pajak termasuk bunga sebesar Rp39 miliar pada tanggal 31 Desember 2008.382 3. Telkomsel telah mengajukan keberatan atas kekurangan bayar PPh dan PPN termasuk denda sebesar Rp408 miliar. (lanjutan) 2009 Laba kena pajak Beban PPh badan kini Beban Pajak final Jumlah pajak kini . kecuali dinyatakan lain) 37. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dari Kantor Pajak atas PPh Badan untuk tahun fiskal 2004 sebesar Rp4.705. PERPAJAKAN (lanjutan) e.889 41.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Selanjutnya. Telkomsel diperiksa oleh Otoritas Pajak dengan hasil kurang bayar PPh.660 36.689 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.156.935 2.T. PPN.272 2. dan PPh badan termasuk denda untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 sebesar Rp478 miliar. oleh karena itu dicatat sebagai kalim atas restitusi pajak pada tanggal 31 Desember 2008. Penyelesaian atas kurang bayar tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2006. Jumlah tagihan yang tidak diterima sebesar Rp52 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008. Telkomsel mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Pajak atas penolakan Otoritas Pajak terhadap keberatan yang diajukan Telkomsel terhadap SKPKB PPh pasal 23 dan 26 untuk tahun fiskal 2002 sebesar Rp21 miliar. Kekurangan bayar tersebut telah dilunasi dengan mengkompensasi pembayaran PPh tahun fiskal 2006 sebesar Rp25 miliar dan pembayaran kas sebesar Rp453 miliar.142. (ii) Telkomsel Pada tahun 2007. Berdasarkan hasil keputusan Pengadilan Pajak pada bulan Desember 2008. Pemeriksaan pajak (i) Perusahaan Pada tahun 2006. keberatan yang diajukan Telkomsel disetujui untuk dikembalikan sebesar Rp115 miliar termasuk bunga sebesar Rp52 miliar. 81 2.719. pada 31 Desember 2008.115.363 juta.962 529.046 1.273.622 2. setelah dikurangi kurang bayar berbagai tagihan pajak.862. Pada tanggal 3 Januari 2008.

570. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.804 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.155 (55.745) (4.439) (2.207.479) (62.450) 82 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .899) 68.794) (5.625) 137.T.021) (916. Oleh karena itu.698 93.922) (57.829 (186.149 327.048 259.616. kecuali dinyatakan lain) 37.494) (436. g.710 17.242) (488.774) (2. belum terdapat keputusan atas kontra memori tersebut. pada tanggal 3 April 2009.877 220. Otoritas Pajak mengajukan uji materiil kepada Mahkamah Agung (“MA”).904.350 219.676) (3.254) (2.582) 511.034 16. atas keputusan Pengadilan Pajak untuk menerima pengajuan banding Telkomsel untuk pengembalian sebesar Rp115 miliar. Pemeriksaan pajak (lanjutan) Pada tanggal 25 Februari 2009.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .598.035 22.247 (326.869) (573.878) 6.603 (430.324) 1.873) (28.577) (1.559) (4.698) (38.393.204 (220.918) (2.201 1.081 54.664 104.235) (557) (4.103.476.bersih 30 Juni 2009 698. PERPAJAKAN (lanjutan) f. Telkomsel mengajukan tanggapan (kontra memori) ke MA.335) (162. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2008 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .195 275.268) (590. Telkomsel berkeyakinan bahwa keputusan Pengadilan telah ditetapkan secara tepat.290 17.314.186.863 38.434) (2.741 31.247 (1.

861.891 1.801) (54.071 40.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset dan kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) (Dibebankan) ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2007 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .848. 83 .057 15.T.686 172.859 36.822) 25.788 (3. sehingga Telkomsel melakukan pembalikan sebagian klaim terhadap kewajiban pajak tangguhannya.338 (544) (10.636) *) Disajikan kembali (Catatan 52) Realisasi dari aset pajak tangguhan tersebut tergantung kepada kemampuan menghasilkan laba di masa depan.994 76.594) (2.5 miliar yang merupakan bagian dari pajak dibayar di muka. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut dipertimbangkan dapat direalisasi.172 (135. Penolakan tersebut menyebabkan PPh badan Telkomsel tahun 2006 menjadi lebih bayar Rp12.031) (2.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .213 332.512 (1.136) (70.063 (147.417. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.285 212.863) (5.201) (4.065) - (1. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun fiskal 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa Dirjen Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang.165.100) 101.506) (3. namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari pada yang diestimasikan. Klaim kelebihan pembayaran PPh badan untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 atas perhitungan ulang penyusutan aset tetap pada tahun 2006 sebesar Rp338 miliar tidak disetujui oleh Otoritas Pajak.684 (35.209.159 220. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia.527) 48. Perusahaan dan anak perusahaan yakin bahwa kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba fiskal masa depan.316 52.859) (909.035 306.770) (3. h.965) 122.636) (54. atau akhir tahun 2013.329 375.592) (59. PERPAJAKAN (lanjutan) g.563 (153. Direktorat Jenderal Pajak (“Dirjen Pajak”) dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak. menetapkan.013 340.005) (2. kecuali dinyatakan lain) 37.543) (748.010.824) (786. mana yang lebih awal.034.628) (77.657) (824.889 17.114 76.746.bersih Akuisisi Sigma 30 Juni 2008*) 1.168) 1.609. Perusahaan dan tiap anak perusahaan menghitung.821.678) (24.551) - 862.997.720) (2. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut.063 1.

dan PIN untuk 2007. Perusahaan dan anak perusahaan telah menghitung efek dari pemberlakuan tarif 28% dan 25% atas perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhannya sesuai dengan estimasi realisasinya. Administrasi (lanjutan) Pada tanggal 23 September 2008.9 miliar. Kantor Pajak telah melakukan pemeriksaan atas pajak Perusahaan sampai dengan tahun fiskal 2004. dan 25% di tahun 2010.9 miliar.574. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar masing-masing sejumlah 19. Selain itu. kecuali jika ditemukan bukti baru yang mengharuskan Otoritas Pajak melakukan pemeriksaan dan penyidikan. Perusahaan dan Telkomsel telah memanfaatkan program sunset policy tersebut melalui pembetulan SPT.934 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.83 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilusi. Telkomsel sampai dengan tahun fiskal 2005.254 dan 19. Rp2. Perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 37. Pada tanggal 31 Desember 2008. dan Rp2. Otoritas Pajak telah mengeluarkan program sunset policy berupa pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan SPT Tahunan tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang bayar dengan imbalan dibebaskan dari sanksi administrasi dan tidak dilakukan pemeriksaan atas tahun fiskal tersebut. yang tercatat dan memperdagangkan sahamnya di BEI yang memenuhi persyaratan bahwa paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor dan diperdagangkan di BEI dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya masing-masing tidak boleh melebihi dari 5%. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Ke Empat atas Undang-Undang Pajak No. Telkomsel saat ini sedang dalam pemeriksaan Kantor Pajak untuk tahun fiskal 2006 dan 2008. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu 1 tahun fiskal. Perusahaan menggunakan tarif pajak setelah memperhitungkan penurunan tarif pajak. 2005.04 dan Rp317. PERPAJAKAN (lanjutan) h. 84 . kecuali untuk tahun fiskal 2003.T. 36 tahun 2008 juga diatur pengurangan tarif sebesar 5% dari tarif tertinggi diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat.814. dan Telkomsel untuk tahun fiskal 2003 sebesar Rp1. Perusahaan menyetor pajak kurang bayar untuk tahun fiskal 2003. Peraturan ini mengatur pengenaan tarif tunggal untuk perhitungan Pajak Badan sebesar 28% di tahun 2009 (dimana sebelumnya dihitung dengan tarif progresif dari 10% sampai 30%).748. Perusahaan mendapatkan sertifikat dari Dirjen Pajak berupa pembebasan pemeriksaan pajak untuk tahun fiskal 2007. Pada tahun 2008. dan 2006 masingmasing sebesar Rp1. Infomedia sampai dengan tahun fiskal 2003.4 miliar. sehingga berhak memperoleh insentif pengurangan tarif pajak tersebut dan telah diimplementasikan dalam penghitungan PPh badan. maka untuk perhitungan beban dan kewajiban pajak penghasilan untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan periode 30 Juni 2009. Presiden Republik Indonesia dan Menkumham telah menandatangani dan mengundangkan Undang-Undang Pajak No. 38. Laba bersih per saham dasar masing-masing sejumlah 306. 7 tahun 1983 tentang PPh.432. kecuali untuk tahun fiskal 2003. Selain perubahan tarif. GSD sampai dengan tahun fiskal 2002 dan 2007. dalam Undang-Undang Pajak No.8 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut.

492 638.018 95.360 juta atau Rp357.577 234.660 256 236. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2008 sebesar Rp5.398 juta atau Rp48.286.071.010 185 353.785 7. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 2009 Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pensiun Perusahaan Telkomsel Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar Imbalan pasca kerja lainnya Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban manfaat pensiun dibayar di muka Beban pensiun berkala bersih Perusahaan Telkomsel Infomedia Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 34) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 34) 2008 552.94 per lembar saham dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp4.734 7. 41 tertanggal 20 Juni 2008. S.943 70. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp7.083 85 .347 3 264.004.140 909. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. pembagian spesial dividen kas sebesar Rp1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.H.778.708 juta atau Rp296. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah..922 59.674 27.080 1.T.552 943.734 41. LLM. 215 tertanggal 12 Juni 2009.87 per lembar saham (Rp965.098 222..553 juta.761 juta.857. Partomuan Pohan.928. No.840.45 per lembar saham dibagikan sebagai dividen kas interim di bulan November 2007). LLM. No.572 398 322. S. dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp3.H.024 40.106 juta.085 86.539 31. Partomuan Pohan.364 1. 40. kecuali dinyatakan lain) 39.

713.280 (1. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8.092 (921.095 1.346 (222.083 319. perubahan aset program pensiun.084. kecuali dinyatakan lain) 40.727. Pensiun 1. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. status pendanaan program pensiun dan nilai bersih yang tercatat pada neraca konsolidasian Perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 untuk program pensiun manfaat pasti: 2009 Perubahan kewajiban manfaat pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program pensiun (Laba) rugi aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada akhir periode Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Perkiraan pengembalian atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program pensiun Laba aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada akhir periode Status pendanaan Beban jasa lalu yang belum diakui Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar 86 9.415 444.083 390.820 2008 10.018) . Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002.597.085) 9.904) 10.150 8. Pembayaran kontribusi Perusahaan dan anak perusahaan ke dana pensiun untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp444. Program pensiun manfaat pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002.616) 10.282 juta.852 juta dan Rp1. Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa kerja karyawan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan yang untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp1.350.392 465. Perusahaan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti.812 141.418 515.275 1.531 22.411.356 (1.387.356 822.975 112.991 (202.418 444.516.240) (909.531 juta dan Rp444.419) (552.134) (220.067 538.059 (3.870) 1.370 557.T.080.034. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban manfaat pensiun.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Program ini dikelola oleh suatu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).316.534) 8.531 juta.642) 11.516.4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.760 (205. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).904.529.787 22.531 22.484 22.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.087) 909. Pada tanggal 30 Juni 2009. Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2007.407.261 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.5% 8% 2007 10.9 tahun hingga 2016.531) (16. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp698. aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide (“WWW”). kecuali dinyatakan lain) 40. Hasil aktual aset program adalah Rp1.25% 10% 8% 87 .054.00% dari keseluruhan aset program Dapen.T.657 2008 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Mutasi beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada akhir periode 775. Perusahaan memberlakukan uniformulation manfaat pensiun yang sama bagi peserta sebelum 20 April 1992 dengan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung 1 Februari 2009.085 322.539 (444.674 367 (444.018 Pada tanggal 30 Juni 2009. pada laporan tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh PT Watson Wyatt Purbajaga (“WWP”).999 juta yang merupakan 3. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar Rp308.097 236. Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) dilakukan berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. aset program pensiun sebagian besar terdiri dari obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 12% 11. Pensiun (lanjutan) 1.583 juta yang akan diamortisasi selama 9. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.082) 552.531) (23.

kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel.415) 110. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.283) 107.361) 237.067 538. Pensiun (lanjutan) 1. para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan.967) 2008 (325.660 (28. Mulai tahun 2005. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.370 557.T. di bawah suatu kontrak asuransi anuitas.539 (751) 68. Rekonsiliasi antara program pensiun yang tidak didanai dan jumlah kewajiban yang disajikan di neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Yang tidak dilakukan pendanaan Komponen yang tidak diakui di neraca konsolidasian: Beban jasa lalu yang belum diakui Rugi aktuaria bersih yang belum diakui Kewajiban bersih yang belum diakui pada tanggal penerapan awal PSAK 24 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar (318.797 1.492) (814) 121.080) 88 .484 (465. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (“Jiwasraya”).480 (217. perusahaan asuransi jiwa milik negara.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.340) 162. Berdasarkan program ini. Sampai dengan tahun 2004.418) 110.740 (95.041 (367) 2008 141. kecuali dinyatakan lain) 40.539 - 236.803) 112.373 (155.787 (515. Perusahaan (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset atas program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Laba aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 2.254) 322.660 (2. kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel. Telkomsel Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya.674 322.562 (86.664 1.

89 . PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.974 17. Infomedia Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya.911 256 256 2008 (5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.010 Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dengan laporan tertanggal masingmasing 12 Februari 2009 dan 25 Maret 2008 yang dilakukan oleh WWP.655) 5. kecuali dinyatakan lain) 40.873) 6.287 (5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.271 398 398 12% 12% 9% 2007 10. Asumsi dasar aktuaris independen berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 3. Telkomsel (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban bersih pada tanggal Penerapan awal PSAK 24 Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) 16.634) (31) 2.5% 8% Beban pensiun berkala bersih Infomedia adalah sebesar Rp3 juta dan Rp185 juta masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34).5% 10.728) (32) 1. Rekonsiliasi antara status pendanaan program pensiun dengan jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Status pendanaan Beban manfaat pensiun dibayar di muka (5.002 89 27.647 15.T.042 (7. Pensiun (lanjutan) 2.347 2008 18. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW.652 89 31.

Imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar Rp7.080 3.865 23.943 2008 195. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.552 juta.922 Komponen beban imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 2008 Beban jasa Beban bunga Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Total beban imbalan pasca kerja lainnya . Mutasi imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan pasca kerja lainnya Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Total beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada akhir periode 210.785 Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang No.345 40.924) 222. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”).bersih (Catatan 34) c.313 20.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.785 (13.061 41.414 3.734 11. Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp70.734 (16. jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan.092 41.413 6. 10.364 juta dan Rp7. kecuali dinyatakan lain) 40.375 40.T. kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun. 90 . Pada tahun 2006.083 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). transaksi ini disajikan sebagai bagian dari LSA. Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum.967 3.136) 234. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) b.140 juta dan Rp59.

sebesar Rp114.i).018.936) (132.120.384 (1. dan jumlah bersih yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Perubahan kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada akhir periode Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Perkiraan pengembalian aset program Kontribusi pemberi kerja Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Nilai wajar aset program pada akhir periode Status pendanaan (Laba) rugi aktuaria bersih yang belum diakui Total beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar 2008 5.870 (2. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”) Telkomsel Telkomsel memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu.433 500.059.004 343.719. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar Rp13.189 500.T.018. Ketentuan untuk masa kerja selama 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.268 (110.224 36.991 451. LSA diberikan saat karyawan mencapai masa kerja tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja.372) 8. kecuali dinyatakan lain) 41. Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.400. tergantung persetujuan manajemen. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom.998) 4.215 juta dan Rp79.539 (3.711 juta dan Rp9.236.955 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34).655 juta masing-masing pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 43). dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. 42. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu.000 84.453) 3.172 169.693 205.328 3.855.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal 1 November 1995.154.875 (6.195 (132.583) 91 .508 4. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun. termasuk LSA dan LSL (Catatan 47c.749 800.139. status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja.612 71.138 386.168) 4. perubahan aset program imbalan kesehatan pasca kerja.925.047 823.168) 4.998) 10. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai.911) (2.947. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.978.376.974 (110.

720 2008 2.116 juta. Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian atas aset program (Laba) rugi aktuaria yang diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke Unit KSO dan anak perusahan berdasarkan perjanjian Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 36.923 165.004 343.384 (205.660 Pada tanggal 30 Juni 2009.652 138 (500.768.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Mutasi beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) Jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada akhir periode 2.660 (500.000) 2.790 (138) 2008 71. pada laporan masing-masing tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh WWP.719. kecuali dinyatakan lain) 42.660 - 165.25% 9% 14% 8% 2011 92 .409) 165.749 (171.991 451.T.583 Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW.570.236. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.138) 2.372 450.603 450. aset program meliputi saham Seri B yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar sebesar Rp66.189) (8.25% 12% 8% 2011 2007 10.652 450. Asumsi dasar yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 12% 9. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Hasil aktual aset program adalah Rp168.672 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.683) 98.

895 juta dan Rp78. b.267 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35) yang mencerminkan 2. Beban KPU adalah sebesar Rp384. yang mencerminkan 0. iii. dan 6. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha yang normal.148. Mulai tahun 2005.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 93 . yang mencerminkan 0. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Depkominfo (sebelumnya DPPT).079 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). yang mencerminkan 0.741 juta dan Rp1.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah.416 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. dan 0.000 juta dan mencatat sebagai aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13iii).T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 43. dan 1. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban KPU kepada Depkominfo sesuai dengan Peraturan Menkominfo No. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.180 juta dan Rp225.42% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode. pemegang saham mayoritas Perusahaan (Catatan 20).088.833 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.7%.540 juta dan Rp302.0%.222 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 15. Berikut adalah perjanjian/transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a. yang mencerminkan 6. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp27. dan 6.8% dan 1. Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp1.390 juta dan Rp29.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.2% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp73.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Telkomsel membayar up front fee untuk lisensi 3G sebesar Rp436.792 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Direksi.1%.581 juta dan Rp36. Pemerintah i. 15/Per/M. ii. Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp147.0%. Remunerasi Komisaris dan Direktur i. Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp155. ii.7% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.

ditambah dengan beban pemrosesan tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). iv. teleprinter. Indosat untuk menyelenggarakan jasa Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. kecuali pelanggan di daerah perbatasan tertentu. Alternate Voice/Data Telecommunications (AVD). serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan dengan menekan “007”. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan telekomunikasi internasional kepada masyarakat. dan teleconferencing. iii. yang memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan STBS Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan. teleks. Perusahaan menyediakan jaringan lokal bagi pelanggan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon internasional. Pembuatan kuitansi tagihan dan penagihan kepada pelanggan. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung. SLJJ. Perusahaan dan Indosat bertanggung jawab atas sarana telekomunikasi masing-masing. Indosat menyediakan jaringan internasional bagi pelanggan. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. hotline. Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan Sentra Telepon Bergerak Seluler (“STBS”) Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan kewajiban interkoneksi terkait. 94 . sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. Perusahaan menerima kompensasi untuk jasa yang disebutkan dalam butir pertama di atas berdasarkan tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh Menhub. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 8 tahun 2006 (Catatan 46). Indosat Perusahaan memperlakukan Indosat sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena Pemerintah masih memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan keuangan dan operasi Indosat terkait dengan hak untuk menunjuk satu Direktur dan satu Komisaris. Pada tanggal 28 Desember 2006. Perusahaan dan Indosat akan melakukan evaluasi untuk menentukan besaran tarif biaya layanan SLI yang akan diberlakukan pada tahun 2009. Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP). dilakukan oleh Perusahaan. telegram. kecuali untuk sirkit langganan dan telepon umum yang berada di sentral gerbang internasional. Jasa telekomunikasi internasional mencakup telepon. ii. besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi tagihan dan penagihan.T. Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan STBS milik Indosat dengan PSTN Perusahaan. Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan SLI. televisi. Kesepakatan ini berlaku efektif mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2008. Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada pelanggan untuk Indosat. kecuali dinyatakan lain) 43. Pada tanggal 28 Agustus 2008. Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995.

Telkomsel menanggung 19.T. PT Satelit Palapa Indonesia (“Satelindo”). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 0.11%. yang mencerminkan masing-masing 0. Beban atas penggunaan fasilitas tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp7. Pendapatan (beban) interkoneksi bersih Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp34. Indosat berhak atas sebagian pendapatan Telkomsel sebagai kompensasi atas jasa interkoneksi. Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Telkomsel juga mengadakan perjanjian atas penggunaan fasilitas telekomunikasi Indosat. dapat diubah berdasarkan tinjauan tahunan dan kesepakatan bersama kedua belah pihak. dan 0. Lintasarta. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Atas interkoneksi ini. Beban operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan formula yang telah disetujui bersama. Telkomsel. Bagian Telkomsel dalam beban operasi dan pemeliharaan adalah sebesar Rp1.921 juta dan Rp11. ii.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Peralatan interkoneksi yang dipasang oleh salah satu pihak di lokasi milik pihak lain tetap merupakan milik pihak pemasang peralatan tersebut.05% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. Perjanjian Pembangunan dan Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta-Surabaya (“J-S Cable System”) Pada tanggal 10 Oktober 1996.015 juta dan Rp187 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. yang mencerminkan 0. pemasangan dan pemeliharaan ditanggung oleh Telkomsel. Perjanjian yang dibuat tahun 1997 dan berlaku selama sebelas tahun tersebut.803 juta dan Rp14. Perjanjian lainnya antara Telkomsel dan Indosat adalah sebagai berikut: i.481 juta. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dihubungkan dengan gerbang pertukaran internasional milik Indosat agar dapat melakukan atau menerima panggilan internasional.04%. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dan milik Indosat telah dihubungkan untuk memungkinkan komunikasi antar jaringan oleh pelanggan dari kedua belah pihak. Beban yang timbul sehubungan dengan pengadaan peralatan. dan Indosat (“Pihak-pihak”) mengadakan perjanjian pembangunan dan pemeliharaan Sistem Kabel J-S.348 juta. iv. Pembangunan sistem kabel selesai pada tahun 1998. 95 .325% dari jumlah biaya pembangunan. iii.06% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Pihak-pihak telah membentuk komite manajemen yang terdiri atas seorang ketua dan seorang perwakilan dari setiap pihak yang terkait untuk mengarahkan pembangunan dan operasional sistem kabel. Berdasarkan perjanjian. kecuali dinyatakan lain) 43. Indosat (lanjutan) Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan seluler bergerak GSM.

Telkomsel juga dikenakan beban operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar US$0. 96 .2%. dan PT Sistelindo Mitralintas.T. yang sebelumnya disewakan kepada Telekomindo. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Lintasarta (berlaku sampai dengan 31 Oktober 2010) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) (berlaku sampai dengan bulan Mei 2008) (39. Satelindo diberi hak untuk menggunakan tanah tersebut selama 30 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh hak mendirikan bangunan di atasnya. Satelindo melakukan pembayaran tambahan sejumlah Rp59. Lintasarta menggunakan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan.997 juta yang mencerminkan 0. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp12.8% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Indosat) untuk pemakaian sistem jaringan komunikasi data. Beban pemakaian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp17.981 juta dan Rp9. Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan anak perusahaan. Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon. atau jasa telekomunikasi lainnya.612 juta dan Rp17.210 juta pada tahun 1994 sementara sisanya sebesar Rp25. Berdasarkan perjanjian. telegraf. kecuali dinyatakan lain) 43. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tahun 2001.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74.929 juta yang mencerminkan kurang dari 0.3% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode.023 juta kepada Perusahaan untuk hak penggunaan tanah tersebut selama 30 tahun.813 juta belum dibayar karena Hak Pengelolaan Lahan (“HPL”) tidak dapat diperoleh sebagaimana disebutkan dalam perjanjian. teleks. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.476 juta yang mencerminkan 0. Perusahaan dan Satelindo menyetujui alternatif penyelesaian dengan memperhitungkan pembayaran Satelindo di atas sebagai beban sewa sampai tahun 2006. Satelindo setuju untuk membayar sejumlah Rp43. Lintasarta. Satelindo telah membayar sejumlah Rp17. Perjanjian IRU (IRU Agreement) Pada tanggal 21 September 2000. Berdasarkan perjanjian pengalihan. Indosat (lanjutan) ii. Pada tahun 2000. dan 0. Telkomsel diberikan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan kapasitas tertentu dari jaringan tersebut mulai tanggal 21 September 2000 hingga 20 September 2015 sebagai imbalan atas pembayaran di muka sejumlah US$2.860 juta sebagai beban sewa sampai tahun 2024. yaitu Indosat Mega Media. Hak kepemilikan atas tanah tersebut tetap berada pada Perusahaan.1 juta. Perusahaan mengalihkan hak penggunaan sebidang tanah di Jakarta yang dimiliki Perusahaan kepada Satelindo.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.7 juta (Catatan 12).1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. pembayaran di muka dari Satelindo ini disajikan di neraca konsolidasian sebagai “Uang muka pelanggan dan pemasok”.023 juta dan Rp82. faksimili. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Indosat mengenai penggunaan SEA-ME-WE 3 dan tail link di Jakarta dan Medan. data. Pada tahun 1994.

yaitu: (i) Perusahaan menyediakan jasa telekomunikasi kepada Instansi Pemerintah di Indonesia. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PSN untuk sewa jaringan transmisi PSN.389 juta dan Rp51. dan PSN untuk penggunaan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. Patrakom.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. (iv) Perusahaan membeli aset tetap termasuk jasa pembangunan dan pemasangan sarana dari sejumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa meliputi. Lain-lain Transaksi dengan seluruh BUMN diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tanggal 14 Maret 2001. Pembelian yang dilakukan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp92. Perjanjian ini telah diperpanjang hingga 13 Maret 2011. PSN. yaitu CSM. yang diperlakukan sebagaimana layaknya transaksi dengan pihak ketiga. yang mencerminkan 0.134 juta dan Rp18. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.9% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Sirkit langganan ini dapat digunakan perusahaan asosiasi tersebut untuk hubungan telepon. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp110. faksimili. yang mencerminkan 1. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. yang mencerminkan 0. dan jasa telekomunikasi lainnya.2% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode. persediaan. teleks. dan Jiwasraya yang merupakan perusahaan asuransi milik negara. dan 0.460 juta dan Rp208. telegraf.385 juta. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp22. kecuali dinyatakan lain) 43.6%.350 juta dan Rp30.7% dari jumlah pembelian aset tetap pada masingmasing periode. jangka waktu sewa minimum adalah 2 tahun sejak pengoperasian jaringan transmisi dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.298 juta yang mencerminkan 0.8%. dan 2.851 juta dan Rp66. 97 . data. dan menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya pada Jasindo.8%.292 juta.686 juta. Premi asuransi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp158. (v) (vi) (vii) Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan aset tetap. INTI juga merupakan kontraktor dan pemasok utama yang menyediakan peralatan. yang mencerminkan 1. Patrakom.122 juta.T. dan Gratika.585 juta. dan 0. yang mencerminkan 0. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. dan 0. PT Asuransi Tenaga Kerja.1%.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (“INTI”) dan Kopegtel.378 juta dan Rp168.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. termasuk jasa konstruksi dan instalasi bagi Telkomsel. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Instansi Pemerintah dan perusahaan asosiasi yaitu CSM. Pembelian dari INTI untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp54. diantaranya. (ii) (iii) Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada perusahaan asosiasi.

yang mencerminkan 0. dan menggunakan jasa pemeliharaan dan kebersihan dari Kopegtel dan PT Sandhy Putra Makmur (“SPM”). membeli barang dan jasa pembangunan.279 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.361. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pendapatan bunga yang diakui untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp97.355 juta dan Rp236.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. yang mencerminkan 0.0%.726 juta dan Rp177.5% dari jumlah aset pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.yayasan yang dikelola oleh Dharma Wanita Telkom.01%. (x) (xi) (xii) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Kopegtel.189 juta dan Rp115. dan 1. dan 35.2% dari pendapatan usaha pada masing-masing periode.4% dari beban usaha pada masing-masing periode. dan 0.468 juta. yang mencerminkan 1. dan 0. dan jasa-jasa lainnya yang bermanfaat bagi Telkomsel.237 juta. dan 8. anak perusahaan dari Yayasan Sandikara Putra Telkom . beberapa bank tersebut ditunjuk sebagai agen penagihan Perusahaan. dan 1.9%.575 juta dan Rp244. pencetakan dan distribusi tagihan pelanggan.950 juta pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.003 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.2%. yang mencerminkan kurang dari 0.049.606 juta dan Rp72. (ix) Perusahaan dan anak perusahaan melakukan pinjaman dari beberapa bank milik negara. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp104 juta dan Rp1. Untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. yang masing-masing mencerminkan 6.7%. bergerak dalam jasa penyewaan mobil.6%. Beban bunga dari pinjaman tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp489. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penyaluran dengan Kisel untuk pendistribusian kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang. Jumlah penempatan Perusahaan pada bank milik negara dalam bentuk rekening giro dan deposito berjangka. Kisel membebankan Telkomsel masing-masing Rp312.118 juta dan Rp7. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban interkoneksi bersih dari PSN.380 juta. Untuk jasa-jasa ini. (xiv) Koperasi Pegawai Telkomsel (“Kisel”) adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel.0% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. dan 0. bagian dari pendapatan yang harus dibagikan kepada Kopegtel adalah masing-masing sebesar Rp3.6%. yang mencerminkan 3. kecuali dinyatakan lain) 43.839 juta dan Rp976. dan 41.T.0% dari jumlah pendapatan bunga pada masingmasing periode.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Lain-lain (lanjutan) (viii) Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai rekening giro dan deposito berjangka pada beberapa bank milik negara. dan 3.281.657 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. dan reksa dana masing-masing berjumlah Rp6. menyewa mobil. penagihan. yang mencerminkan 42. Beban yang timbul dari transaksi tersebut berjumlah Rp178. Jumlah kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang yang dijual ke Kisel sebesar Rp1. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp122. Di samping itu. sehubungan PBH. yang mencerminkan 0.2% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode.610 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.132 juta dan Rp7. Perusahaan menyewa bangunan.004% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.4%. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.927 juta.02% dari jumlah pendapatan usaha pada masingmasing periode. (xiii) Telkomsel mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Patrakom dan CSM sehubungan dengan penggunaan jaringan transmisi mereka untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang.001%. yang mencerminkan 52. 98 .

827 2.05 99 .217 Jumlah 6.304 28. Aset lancar lainnya (Catatan 8) BNI Bank Mandiri Jumlah g. (xvi) Telkomsel mengadakan perjanjian pengadaan dengan Gratika.098 813 94.30 0.727 3.417 404 39. dan 0.01 0.8%.139 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Penyertaan sementara c.27 0.188 1.248 juta dan Rp31. Piutang lain-lain Patrakom Kopegtel Instansi Pemerintah Bank milik negara (bunga) Lainnya Jumlah e.01 2008 % terhadap jumlah aset 8.21 0.4% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode.713 3.11 0.257 13.662 47. Kas dan setara kas (Catatan 4) b.544 10. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya (Catatan 12) BNI Bank Mandiri Kisel Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) BRI Jumlah h.51 0. Di samping itu.04 0. kecuali dinyatakan lain) 43.03 0.571 0.05 565 91.62 0.T.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Rekening escrow (Catatan 14) 5. Jumlah pengadaan untuk pemeliharaan peralatan sebesar Rp17.420. Saldo akun dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2009 % terhadap jumlah aset 6.826 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.244 104.088 813 347 107.849 4. yang merupakan anak perusahaan dari Dapen untuk pemasangan dan pemeliharaan peralatan.071 21. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.02 0.11 0.901.235 4.02 Jumlah a.524 1.864 juta dan Rp23. Lain-lain (lanjutan) (xv) Perusahaan juga memperbantukan sejumlah karyawannya kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk membantu mereka menjalankan kegiatan usahanya.01 0.11 0.194 0.08 0. Beban dibayar di muka (Catatan 7) f.82 1.000 41.664 603.11 0. Perusahaan juga memberikan hak kepada pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa untuk menggunakan bangunan Perusahaan tanpa dikenakan biaya.084 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.bersih (Catatan 5) d.449 182. yang mencerminkan 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Jumlah pengadaan untuk pemasangan peralatan sebesar Rp38.942.673 24.244 21.685 536.258 376 11.933 779.113 280.163 1.70 0.251 1. yang mencerminkan 0. Piutang usaha .

01 0.866 21.23 6. Kewajiban LSA (Catatan 41) n.000 9. Beban yang masih harus dibayar (Catatan 16) Karyawan Instansi Pemerintah dan bank milik negara PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Jasindo Jumlah k.025 93 1.804 1.997 4.66 0.04 1.093 12.286.33 2.689 638.94 Jumlah i.72 7.696 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.719.06 0.561 2.19 3.266.583 1.000 1.000 2.655 2.573 94.236.01 0.96 3.000 2.051.33 5.42 1.01 1.42 2008 % terhadap jumlah kewajiban 2.17 5. Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja (Catatan 42) o.02 0.098.07 m.000 1.84 8.06 0.539 3.52 1.01 0.372 4.57 0.572 79.03 0.012 708.610 3.70 3.394 14.660 114. Hutang bank jangka panjang (Catatan 22) BNI BRI Bank Mandiri Jumlah 100 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.088 25.093 4.01 0.000 1.119 68. Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40) 1.000 3.502 943.04 2. Pinjaman penerusan (Catatan 20) l.01 0.012 3.215 2.888 59.13 0.400.240.71 2.14 0.880.802 89.000 4.14 4.800.626 68.128 5.398.19 0.932 1.12 0.020.970.148 9.860.540.356.02 0. kecuali dinyatakan lain) 43.102 Jumlah 1.13 16.400 4.580.18 3. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) 2009 % terhadap jumlah kewajiban 2.403 744.236.T.302 28.31 0.70 0. Hutang usaha (Catatan 15) Instansi Pemerintah Kopegtel Indosat Yakes SPM INTI Gratika Jasindo CSM PSN Lain-lain Jumlah j.521 80.006 6.23 10.06 0.916.11 0.20 2.

SLJJ.471) (2.685) 8. Goodwill dialokasikan pada segmen sambungan kabel tidak bergerak.456 20. kecuali dinyatakan lain) 44.252) (627.945) (28.005.732 30.635) 11.531 384. dan VSAT).620) (8.650) (20.095.617.538.587 (8.499 Eliminasi (1.153) - 94. Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang menawarkan pelanggannya kemampuan untuk menggunakan pesawat telepon nirkabel dengan area terbatas (dalam kode wilayah lokal). 2009 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .625 (19.038.139.645.587 94.813 Seluler 19. dan jasa telekomunikasi lainnya (termasuk di antaranya sirkit langganan.757 38.564.170.825) (572.794) (19.655 53.033) (10.149 165.672.962 38. khususnya jasa telekomunikasi seluler bergerak.958) (59.111.538.542 - 102. Segmen sambungan kabel tidak bergerak menyediakan jasa telepon lokal.161. Pendapatan dan beban segmen meliputi transaksi antar segmen usaha dan dinilai sebesar nilai pasar.302) (1.132 9.149) (6. serta jasa pendukungnya.650 1.732 1.989.051. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tiga segmen usaha utama yang seluruhnya beroperasi di Indonesia.834) 2.532.421.520.970) (54.288.121.265 550.645.862) 101 . dan seluler.241) (2.609.747.302 165.T.228 7.635) (19.421.735) (1.420.634.329.222) (308.252) (627.095.383.149) (6. satelit.980 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.340 Jumlah konsolidasian 30.046.706 145.095.045.700) (5.650 116.260) (292. yaitu sambungan kabel tidak bergerak.672.195.995) 12.111.058.993.421.043.577.474 19.291.195.454 120.274) (18.152 1.893 32. teleks.246. transponder.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.285) 11.039.058.672.462) (42.417 Jumlah sebelum eliminasi 30.893) 1.824) (637. Segmen seluler menyediakan jasa telekomunikasi dasar.729) (264.538.460.222) (308.189.737.129 (9.444 Lain-lain 243.bersih Penghasilan lain-lain .488) (8. sambungan nirkabel tidak bergerak. yang terdiri dari usaha buku petunjuk telepon dan pengelolaan gedung.598 - 55.896) (8.578.097 (938.771) 421.635) (1.251) (31) (1.494 (353.093) 231.174. dan internasional.460.506.094.662 10.652) (1.188 (1.893) (1. Segmen usaha yang secara individu tidak melebihi 10% dari pendapatan usaha Perusahaan disajikan sebagai “Lain-lain”.963 140.969) 8.814 (8.663) (287.736 (51.bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.226 1.206) (31.732 (19.480 (2.709.197 (3.209) (3.721) (371.202.771) (1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.938) (380.862) 8.359 698.667) 6.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

44. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2008 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs - bersih Penghasilan lain-lain - bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.559.879) (1.396.838) (1.745.128) (571.735) (290.582) (1.507.788) (210.369) (176.165) (28.754.375) (6.234.077) (3.225.909) (23.357) (27.931) (343.434) (19.661) (26.331) (17) (57.165.476) (7.860.945) (5.173.533) (595.092) (318.530) 9.519.046 15.995 10.001.964 661.836 10.663.800 (8.388.163) (169.532) (8.557.695) 2.106.105 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.638.808 (34.538) 1.604.270 (618.979) (618.979) 985.291 Jumlah sebelum eliminasi 30.211.078 1.067.686 31.278.764 (17.743.117) (1.149.266) (18.892.383) 12.386.381 Jumlah konsolidasian 30.211.078 30.211.078 (17.743.117) (17.743.117) 12.467.961 (573.805) 330.873 35.776 236.159 (3.939.382) (1.390) 8.556.192 (2.258.582) 6.297.610

Seluler 18.329.311 298.523 18.627.834 (8.442.962) (960.765) (9.403.727) 9.224.107

Lain-lain 240.995 141.865 382.860 (293.013) (18.969) (311.982) 70.878

Eliminasi (1.067.686) (1.067.686) 1.149.266 1.149.266 81.580

36.010.086 1.331.159

7.890.983 -

50.694.415 (1.193.357)

715.963 -

95.311.447 137.802

(9.519.046) -

85.792.401 137.802 85.930.203 (47.646.430) (7.860.945) (5.157.538) (595.092) (318.530)

45. POLA BAGI HASIL (“PBH”) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa mitra usaha secara terpisah berdasarkan perjanjian PBH yang dimaksudkan untuk membangun sambungan tidak bergerak, instalasi telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya), data, dan jaringan internet, dan fasilitas pendukung telekomunikasi terkait. Pada tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan memiliki 34 perjanjian PBH dengan 29 mitra usaha. Lokasi PBH paling banyak berada di Pekanbaru, Jawa Timur, Kalimantan, Makassar, Pare-pare, Manado, Denpasar, Mataram, dan Kupang dengan periode penyelenggaraan antara 48 sampai dengan 120 bulan.

102

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

45. PBH (lanjutan) Berdasarkan perjanjian PBH, mitra usaha menanggung biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan sarana telekomunikasi. Setelah pembangunan selesai, Perusahaan mengelola dan mengoperasikan sarana telekomunikasi tersebut dan menanggung beban perbaikan dan pemeliharaan selama periode bagi hasil. Secara hukum, mitra usaha berhak atas aset tetap yang dibangun mitra usaha selama periode bagi hasil. Pada akhir setiap masa bagi hasil, mitra usaha akan mengalihkan kepemilikan atas sarana telekomunikasi tersebut kepada Perusahaan pada harga nominal tertentu. Pada umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan untuk biaya pemasangan sambungan telepon menjadi hak mitra usaha sepenuhnya. Pendapatan dari pulsa telepon outgoing dan biaya bulanan pelanggan dibagi antara mitra usaha dan Perusahaan berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati. Nilai buku bersih aset tetap PBH yang telah dialihkan menjadi aset tetap yang dimiliki sendiri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp39.563 juta dan Rp17.945 juta (Catatan 11). Pendapatan yang menjadi bagian mitra usaha adalah sebesar Rp82.573 juta dan Rp158.022 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi ditentukan oleh penyelenggara berdasarkan kategori tarif, struktur dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi tidak bergerak yang ditentukan oleh Pemerintah. a. Tarif telepon tidak bergerak Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 15/Per/M.KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Jasa Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap. Berdasarkan Peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan Berdasarkan Peraturan tersebut, Perusahaan menyesuaikan tarif yang berlaku sejak 1 Agustus 2008 sebagai berikut: • Tarif lokal mengalami penurunan berkisar dari 2,5% hingga kenaikan 8,9%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SLJJ mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 36,9% hingga kenaikan rata-rata 13,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SMS mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 42,8% hingga 49,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan

103

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) b. Tarif telepon seluler Berdasarkan Keputusan Menkominfo No. 28 Februari 2006 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan 12/Per/M.KOMINFO/02/2006 tanggal

Tarif ditetapkan berdasarkan formula tertentu dengan batas bawah (floor price). Untuk biaya penggunaan seluler, batas bawah adalah biaya originasi ditambah biaya terminasi (biaya interkoneksi total), sedangkan untuk biaya aktivasi dan biaya berlangganan bulanan, batas bawah tergantung pada struktur biaya dari masing-masing penyelenggara jasa seluler. Pelaksanaan atas tarif baru oleh penyelenggara dominan wajib mendapatkan persetujuan dari Pemerintah. Penyelenggara dominan adalah penyelenggara yang memiliki pendapatan usaha (operating revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. Pada tanggal 7 April 2008, Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Tarif jasa teleponi dasar • Tarif jelajah • Tarif jasa multimedia, dengan struktur sebagai berikut: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaan • Biaya fasilitas tambahan. Tarif dihitung berdasarkan jenis formula yang terdiri dari : • Perhitungan biaya elemen jaringan (network element cost); • Perhitungan biaya aktivitas layanan retail ditambah margin (retail services activity cost plus margin). Biaya elemen jaringan dihitung dengan menggunakan Metode Long Run Incremental Cost (LRIC) Bottom Up. Penyelenggara dapat melakukan de-average biaya pengunaan jasa teleponi dasar dan menerapkan sistem pentarifan bundling, tidak melebihi jumlah dari tarif pungut dihitung dengan menggunakan metode tersebut di atas.

104

14. Tarif interkoneksi Menhub menerbitkan Keputusan No.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan jarak jauh) sebesar Rp203/menit. 4. 3. 9. 13. 105 .Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp203/menit. Tarif layanan originasi internasional dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jaringan tetap internasional sebesar Rp612/menit 11. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No.KOMINFO/02/2006. tentang persetujuan terhadap DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (Operating Revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggaraan telekomunikasi dalam segmentasi layanannya.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap lokal sebesar Rp73/menit. 6. 5. berdasarkan DPI terbaru yang telah ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.Tarif layanan transit internasional sebesar Rp316/menit. adalah sebagai berikut : (a) Sambungan tidak bergerak 1.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap domestik sebesar Rp560/menit.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp613/menit. 08/Per/M. Pada tanggal 28 Desember 2006. kecuali dinyatakan lain) 46. 10. Tanggal berlaku efektif keputusan tersebut kemudian ditunda menjadi tanggal 1 Januari 2007 berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 08/Per/M. 8.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp204/menit. 32 tahun 2004 tanggal 11 Maret 2004 yang menetapkan bahwa beban interkoneksi berbasis biaya akan mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2005. SLJJ. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. Perusahaan dan seluruh penyelenggara jaringan menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. 205 tahun 2008 tanggal 11 April 2008. 2. 12.Tarif layanan transit jarak jauh sebesar Rp295/menit.T. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c.Tarif layanan terminasi domestik dari jaringan internasional sebesar Rp612/menit. yang berlaku untuk periode satu tahun. 7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp626/menit.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan lokal) sebesar Rp73/menit.KOMINFO/02/2006 tanggal 8 Februari 2006.Tarif layanan transit lokal sebesar Rp69/menit. Tarif layanan originasi lokal untuk panggilan jarak jauh dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp203/menit. Tarif interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan yang berlaku saat ini.

berdasarkan Keputusan Menhub No.Tarif layanan originasi lokal ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit. beban akses dan beban sewa jaringan untuk penyediaan layanan VoIP harus disepakati antara operator jaringan dan operator VoIP. 11. 23 tahun 2002.Tarif layanan originasi internasional ke penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit.Tarif layanan originasi jarak jauh ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. maka Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui Kepdirjen Postel No. Menhub menerbitkan Keputusan No. Sampai dengan ditetapkannya tarif yang baru tersebut. 12 penyelenggara telekomunikasi dan PT Pratama Jaringan Nusantara (“PJN”) menandatangani perjanjian pengoperasian Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”) yang menunjuk PJN untuk mengadakan proses kliring interkoneksi suara.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap sebesar Rp380/menit.893.Tarif layanan terminasi internasional dari penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit. 12. Tarif interkoneksi (lanjutan) (b) Seluler 1. Menkominfo belum menetapkan tarif beban interkoneksi VoIP yang baru. pemerintah mengatur bentuk. Tarif sewa jaringan Melalui Peraturan Menteri No. 2.000 hingga Rp3. 31 tahun 2004 yang menentukan bahwa tarif beban interkoneksi untuk VoIP akan ditetapkan oleh Menhub.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp261/menit. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. 9. e. Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan. 7. 03/PER/M. struktur tarif. d. 10.000 tergantung pada kecepatan dan untuk pemakaian bulanan pemakaian jarak jauh (di atas 25 km) mulai Rp5.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan satelit sebesar Rp261/menit. Perusahaan masih akan tetap menerima jumlah per menit yang telah disepakati untuk panggilan yang berasal dari atau diakhiri di jaringan sambungan tidak bergerak milik Perusahaan. 8.000 tergantung pada kecepatan.600. Besaran Tarif sewa Jaringan. Besaran biaya aktivasi sewa jaringan mulai Rp2. Saat ini. dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan.000. Besaran tarif pemakaian bulanan untuk lokal (di bawah 25 km) bervariasi mulai Rp1.750.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan satelit sebesar Rp501/menit. 106 . 4. sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan. 115/Dirjen/2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan.Tarif layanan terminasi lokal dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit.100.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. 5. 6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang Sewa Jaringan.400. KM. Pada tanggal 11 Maret 2004. 3.T. Tarif interkoneksi VoIP Sebelumnya. Pada tanggal 2 Maret 2009. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri tersebut. Kualitas Layanan Sewa Jaringan.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap sebesar Rp261/menit.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp493/menit.650.000 hingga Rp88. jenis. kecuali dinyatakan lain) 46. dan formula tarif layanan untuk sewa jaringan.

h.25% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban koneksi). Menkominfo memberikan Telkomsel izin prinsip untuk mengoperasikan jaringan tidak bergerak di bawah Program KPU dengan masa berlaku 6 bulan bergantung pada uji layak operasi.KOMINFO/04/2007 tanggal 13 April 2007 yang telah diamandemen dengan Surat Keputusan Menkominfo No.KOMINFO/I/2006 tanggal 30 Januari 2006 dimana Perusahaan berhak memperoleh maksimum 70% dari tarif dasar wartel atas percakapan dalam negeri dan maksimum 92% dari tarif dasar wartel atas percakapan internasional. 107 .390 MHz-2. yang mengatur kebijakan program KPU dan mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 0. yang antara lain mengatur bahwa. 11/PER/M. besaran kontribusi diubah menjadi 1. Pada tanggal 16 Januari 2009 dan 23 Januari 2009. Tarif warung telekomunikasi (“wartel”) Menhub menerbitkan Keputusan Menteri No. PM. Perusahaan menurunkan tarif internet rata-rata 20% tergantung paket berlangganan. Keputusan ini juga menentukan bahwa airtime dari operator seluler harus memberikan minimum 10% untuk pendapatan wartel.75% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan beban interkoneksi) untuk pengembangan KPU.66 triliun. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) f. untuk menyediakan serta mengoperasikan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU) senilai Rp1. 46 tahun 2002 tanggal 7 Agustus 2002 mengenai penyelenggaraan wartel yang digantikan oleh Peraturan Menkominfo No.05/PER/M. 88/KEP/M. dan Papua. 32/PER/M. penyelenggara ditentukan melalui serangkaian proses seleksi oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan No.KOMINFO/10/2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No. berdasarkan pada Keputusan No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.KOMINFO/11/2006 tanggal 30 November 2006. 7 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009. KPU Menkominfo menerbitkan Peraturan No. Telkomsel ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP.KOMINFO/9/2007 tanggal 20 September 2007. dalam menyediakan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU). Tarif jasa lainnya Tarif sewa satelit dan jasa teleponi dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar.KOMINFO/02/2009 tanggal 18 Februari 2009 dan Keputusan No. Pada tanggal 18 Februari 2009 dan 16 Maret 2009. g. Pada tanggal 1 April 2009. Telkomsel juga akan mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal dan hak untuk menggunakan frekuensi radio pada pita frekuensi 2. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasajasa lainnya. KM. 38/Per/M.KOMINFO/02/2009 tanggal 16 Maret 2009.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. kecuali dinyatakan lain) 46. Izin ini dapat diperpanjang untuk tiga bulan berdasarkan evaluasi dari DJPT Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. Pemerintah hanya menetapkan formula tarif untuk layanan teleponi dasar. 62/KEP/M. Maluku. 35/PER/M. 15/PER/M.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.400 MHz. yang meliputi seluruh wilayah Indonesia kecuali Sulawesi.T. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.

389 juta 6 Januari 2006 US$58.790 juta 8 Desember 2006 8 Desember 2006 b.9 juta dan Rp9.557 juta US$3.983 juta Perusahaan Konsorsium Samsung dan Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS. adalah sebagai berikut: Jumlah dalam mata uang asing (dalam jutaan) 663 11 Mata uang Rupiah Dolar A. Divre I (Sumatra) dan IV (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) Divre II (Jakarta) Divre III (Jawa Barat dan Banten) Jumlah nilai kontrak US$5.05 juta dan Rp315. US$42. dan jaringan kabel.654. Euro Jumlah Setara Rupiah 3. jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak.442 10.9 juta dan Rp12.7 juta dan Rp41. Divre VI (Kalimantan) Divre VII (Sulawesi. peralatan transmisi. Divre VII Tenggara) (Bali-Nusa Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.262 juta US$11.955 6.503 juta US$2.T.218 juta US$5.441 juta 10 Juli 2007 b. dan PDN FWA CDMA: a.770. c.5 juta dan Rp18.4 juta dan Rp113.168 juta US$16.840 juta US$22.332 159.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.578 juta US$23. IKATAN a. dan Papua) US$21.769 Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: (i) Perusahaan Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 16 September 2005 Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-1 di Divre II Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.9 juta dan Rp249. b. dan PDN di : 28 November 2006 10 Juli 2007 a. BSS.7 juta dan Rp210. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi peralatan sentral telepon.6 juta dan Rp28. BSS.724.237 juta US$6.2 juta dan Rp145.5 juta dan Rp159.S. kecuali dinyatakan lain) 47. Maluku. dan PDN FWA CDMA di : 13 Oktober 2006 a.018 juta US$10.1 juta dan Rp99. Divre V (Jawa Timur) US$90. Pembelian barang modal Pada tanggal 30 Juni 2009.569 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$1.5 juta dan Rp63.7 juta dan Rp26. BSS.7 juta dan Rp57.7 juta dan Rp41.326 juta 108 .049 juta US$20.

Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-2 Jumlah nilai kontrak US$24.263 juta Rp38.587 juta US$0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.980 juta Rp16.796 juta Perusahaan dan PT Brimbun Raya Indah (“Brimbun”) Perusahaan INTI dan 18 April 2008 Rp134.350 juta Rp53.174 juta 18 April 2008 Rp120.558 juta Perusahaan dan PT Nokia Siemens Networks 5 Desember 2008 Rp78. Maluku.925 juta Rp5.3 juta dan Rp121.218 juta b.525 juta Perusahaan dan PT Horison Komunikasi 18 April 2008 Rp63.739 juta Rp68.248 juta Rp80. IKATAN (lanjutan) a.367 juta 15 Oktober 2008 Rp97.7 juta dan Rp77. Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-3 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy di Divre VII (Sulawesi.988 juta Rp60.681 juta Perusahaan dan PT Lintas Teknologi Indonesia Perusahaan dan PT Sansaine Exindo Perusahaan dan PT Datacraft Indonesia 26 September 2008 Rp88.966 juta Rp104.957 juta Perusahaan dan PT Konsorsium JemboKarteksi-Tridayasa Perusahaan Telekomindo dan 18 April 2008 Rp156.3 juta dan Rp130.100 juta 109 .086 juta 4 Desember 2008 Rp94.132 juta Rp4.100 juta Rp78.783 juta Rp39. dan Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Softswitch dan MSAN Modernisasi Divre V dan lokasi trial Bali dan Timika Rp108.T.097 juta Rp78.334 juta Perusahaan dan Konsorsium G-Pas 18 April 2008 Rp111.593 juta US$19.5 juta dan Rp62. Divre II.575 juta Rp42. dan Papua) 31 Maret 2008 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Metro Ethernet paket-3 di Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-6 Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-8 Divre VII Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-9 Netre Sumbagut Area Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-11 Netre Sumbagsel Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik paket-12 Netre Jakarta dan Jawa Barat Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-13 di Netre Jawa Tengah dan Jawa Timur Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Inside Plan Backbone KalimantanSulawesi Perjanjian Pengadaan TENOSS Fase-4 Domain FWN Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Tera Router 2008 di Divre I.174 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 28 September 2007 28 September 2007 Perusahaan dan PT ZTE Indonesia (“ZTE”) Perusahaan Huawei dan 18 Desember 2007 a.597 juta 18 April 2008 Rp70. kecuali dinyatakan lain) 47.

Inc. Nokia Corporation dan PT Nokia Network (“Nokia Network”).4 juta Perusahaan Konsorsium Fujitsu dan NSW- 30 Desember 2008 3 Maret 2009 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Kapasitas Ring Proyek JaKa2LaDeMa Perjanjian Pengadaan Satelit Telkom-3 Perjanjian Kerjasama Posisi Orbit 142E Derajat (142E Degree Orbital Position Cooperation Agreement) a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Ericsson AB dan Ericsson Indonesia.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.2 juta 23 Maret 2009 US$18.497 juta US$3 juta dan Rp40.6 juta dan Rp56. Mekanik dan Sipil (“Site Acquisition and Civil.4 juta Perusahaan dan ISS Reshetnev Perusahaan dan APT Satellite Company Limited Perusahaan dan Sansaine Huawei Consortium US$179.3 juta 27 Mei 2009 US$3. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai kontrak Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$115.6 juta dan Rp56.054 juta 15 Juni 2006 US$3 juta dan Rp40.T.4 juta US$170.5 juta US$13.054 juta US$3. Mechanical and Engineering Agreement” atau “SITAC” dan “CME”) 110 . untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan serta jasa terkait yang terdiri dari: • • • • Perjanjian Perencanaan dan Pengerjaan Bersama (Joint Planning and Process Agreement) Perjanjian Penyediaan Peralatan (“Equipment Supply Agreement” atau “ESA”) Perjanjian Jasa Teknik (“Technical Service Agreement” atau “TSA”) Perjanjian Pengadaan Lokasi dan Rekayasa. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-3 b. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-1 US$115. dan Siemens AG sejak Agustus 2004. IKATAN (lanjutan) a. kecuali dinyatakan lain) 47. dan PT Motorola Indonesia.497 juta (ii) Telkomsel Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Motorola.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Perjanjian tersebut berisi daftar harga yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan kewajiban Telkomsel untuk seluruh peralatan dan jasa-jasa terkait selama masa perjanjian, berdasarkan penerbitan PO. Perjanjian tersebut berlaku valid dan efektif untuk 3 tahun sejak penandatanganan, dengan ketentuan bahwa para pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Bila para pemasok gagal memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, Telkomsel dapat memutuskan perjanjian secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak juga setuju bahwa biaya yang disebutkan dalam daftar harga juga akan berlaku untuk pengadaan peralatan dan jasa (ESA dan TSA) dan jasa (SITAC dan CME) yang diperoleh dari para pemasok antara tanggal 26 Mei 2004 dan tanggal efektif, kecuali untuk peralatan dan jasa yang diperoleh dari Siemens dengan TSA terkait dengan peralatan dan jasa pemeliharaan Switching Sub System (“SSS”) dan BSS Telkomsel yang diperoleh antara tanggal 1 Juli 2004 sampai dengan tanggal efektif. Harga akan ditinjau ulang secara kuartalan. Pada bulan Agustus 2007, disebabkan oleh telah berakhirnya masa berlaku perjanjian tersebut di atas, berdasarkan surat dari Ericsson AB dan Ericsson Indonesia dan Nokia Siemens Network (yang saat ini mewakili Nokia Corporation, Nokia Network, dan Siemens AG), perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui untuk: • memperpanjang masa berlakunya perjanjian tersebut di atas sampai dengan perjanjian yang baru antara Telkomsel dan perusahaan-perusahaan lainnya ini telah dibuat dan • sebelum tanggal berlakunya perjanjian yang baru secara efektif, secara retroaktif berlaku harga berdasarkan perjanjian yang baru (penyesuaian harga retroaktif) terhadap PO untuk pengadaan peralatan dan jasa BSS yang dikeluarkan oleh perusahaan setelah 1 Juli 2007 dengan menggunakan daftar harga sebelumnya (Catatan 10d.v).

Selanjutnya, pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Networks, Nokia Siemens Networks Oy, dan Nokia Siemens Network GmbH & Co. KG menandatangani perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network Rollout Agreements). Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya (17 April 2008, kecuali untuk PO tertentu yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2007 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2007); atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Untuk penyediaan jasa telekomunikasi berteknologi 3G, pada bulan September dan Oktober 2006, Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Nokia Corporation dan Nokia Network, Ericsson AB dan Ericsson Indonesia; serta Siemens Network GmbH & Co. KG, untuk pembangunan jaringan (Rollout Agreement) dan Nokia Network, Ericsson Indonesia dan Siemens Network GmbH & Co. KG untuk perawatan dan pengoperasian jaringan (Managed Operations Agreement and Technical Support Agreement). Perjanjian tersebut berlaku efektif pada saat tanggal pelaksanaan oleh semua pihak terkait (tanggal efektif) sampai dengan tanggal yang paling akhir antara 31 Desember 2008 atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum 31 Desember 2008, dengan ketentuan bahwa pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Berdasarkan surat dari Telkomsel, Perjanjian Perawatan dan Pengoperasian dengan perusahaan-perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 31 Maret 2008. 111

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, dan PT Nokia Siemens Networks menandatangani TSA untuk dukungan teknik untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network). Perjanjian ini dimulai pada saat: • • • • berkaitan hanya dengan proyek bulan Agustus 2007 saja, pada tanggal jasa pengalihan (transition-out) telah diselesaikan sesuai dengan Perjanjian Pengoperasian Jaringan 3G (3G Managed Operations Agreement) untuk proyek-proyek yang lain, pada Tanggal Efektif. dan berlanjut sampai dengan tanggal yang paling akhir antara: tiga tahun setelah tanggal efektifnya; dan tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Pada bulan Juli dan Agustus 2008, Telkomsel mengadakan perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia, ZTE, dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) sebagai peserta uji-coba (“Trial Participants”). Selanjutnya, pada September 2008, perjanjian dengan ZTE dan Huawei Tech telah diperpanjang. Perjanjian tersebut antara lain berisi: • Penyediaan rancangan, pasokan, pengiriman, pemasangan, integrasi, dan pengawasan pelaksanaan dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network dan jasa teknik untuk penyediaan sub-sistem dan jaringan tersebut oleh oleh peserta uji-coba melalui proses uji coba selama 9 bulan. Berdasarkan keputusan Telkomsel, peserta uji-coba harus mengalihkan kepemilikan kepada Telkomsel atas 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access networks tertentu (kecuali peranti lunak).

Pada tanggal 3 Maret 2009 dan 13 Maret 2009, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Indonesia, Nokia Siemens Networks Oy, Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment menandatangani perjanjian pembangunan jaringan 2G BSS dan 3G UTRAN (2G BSS and 3G UTRAN Rollout Agreements) sebagai provisi dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network). Selama berlakunya perjanjian tersebut, pemasok (kecuali Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment) setuju untuk menyediakan vaucer, peralatan gratis, dan insentif komersial lainnya pada Telkomsel. Sebagian dari vaucer sebesar US$107,5 juta, disediakan pemasok sebagai penyesuaian harga yang tercantum dalam PO yang terbit sejak 1 Juli 2007 (Catatan 10d.v) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (i) Telkomsel memiliki fasilitas obligasi dan bank garansi, fasilitas standby letter of credit, dan fasilitas untuk menukar mata uang asing sebesar US$3 juta dari SCB, Jakarta. Fasilitasfasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2009. Atas fasilitas-fasilitas ini, sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Telkomsel telah menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp20.000 juta (setara dengan US$1,96 juta) untuk jaminan lisensi 3G (Catatan 47c.ii). Pinjaman yang berasal dari fasilitas ini dikenakan tingkat bunga Singapore Interbank Offered Rate (“SIBOR”) ditambah 1,25% per tahun (US$). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, tidak ada saldo pinjaman terutang atas fasilitas tersebut.

112

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan) (ii) Telkomsel tidak menjaminkan asetnya untuk pinjaman bank atau fasilitas kredit lainnya, kecuali deposito berjangka (Catatan 8 dan 46h). Persyaratan dari berbagai pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Manajemen berpendapat tidak ada pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan tidak melihat akan terjadi pelanggaran di masa depan. c. Lainnya (i) Imbalan kerja Pada tanggal 26 Mei 2008, Telkomsel dan Serikat Pekerja Telkomsel menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (”PKB”) yang berlaku sampai dengan 25 Mei 2010. Perjanjian tersebut menggantikan perjanjian sebelumnya yang telah berakhir pada tanggal 23 Maret 2008. Berdasarkan perjanjian tersebut, Telkomsel harus memberikan LSL kepada seluruh karyawannya (Catatan 41). (ii) Lisensi 3G Mengacu pada Surat Keputusan Menkominfo No. 07/Per/M.KOMINFO/2/2006, sebagai pemenang tender (Catatan 1d dan 2j), Telkomsel diharuskan antara lain untuk: 1. Membayar iuran tahunan BHP yang dihitung berdasarkan formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun). BHP untuk tahun keempat dan ketiga dibayar pada bulan Maret 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009, komitmen yang timbul dari BHP sampai dengan masa kadaluarsa lisensi dengan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan adalah sebagai berikut:
Tarif penggunaan frekuensi radio 20% x HL 40% x I1 x HL 60% x I2 x HL 100% x I3 x HL 130% x I4 x HL 130% x I5 x HL 130% x I6 x HL 130% x I7 x HL 130% x I8 x HL 130% x I9 x HL

Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Catatan: Ri Harga Lelang (HL) Indeks

Kurs BI (%) R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9

Indeks (pengali) I1 = (1 + R1) I2 = I1(1 + R2) I3 = I2(1 + R3) I4 = I3(1 + R4) I5 = I4(1 + R5) I6 = I5(1 + R6) I7 = I6(1 + R7) I8 = I7(1 + R8) I9 = I8(1 + R9)

= tingkat bunga rata-rata BI tahun sebelumnya = Rp160.000 juta = penyesuaian atas harga tender untuk periode berjalan

BHP terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. 2. Menyediakan akses roaming untuk operator 3G lainnya. 3. Berkontribusi pada pengembangan KPU.

113

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$0.005 juta (setara dengan Rp48 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12).T.KOMINFO/12/2008 tanggal 30 Desember 2008. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. satu blok frekuensi radio ( 2 x 5 MHz FDD) pada pita frekuensi 2. Melalui keanggotaan tersebut. mempertimbangkan bahwa Telkomsel telah memenuhi komitmen-komitmennya. Perusahaan akan memperoleh bandwidth internasional sebesar 40 Gbps pada akhir tahun 2008 dalam konfigurasi AAG yang membentang dari Malaysia hingga Amerika Serikat.164 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12). Performance bond ini akan dicairkan oleh Pemerintah jika Telkomsel tidak mampu untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan tersebut di atas atau saat lisensi dibatalkan atau berakhir. Membangun jaringan 3G yang meliputi setidaknya sejumlah propinsi berikut: Tahun 1 2 3 4 5 6 Jumlah minimum propinsi 2 5 8 10 12 14 5.336 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan surat tersebut. 114 . konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan. kecuali dinyatakan lain) 47.070. (iii) Konsorsium Asia-America Gateway (”AAG”) Pada tanggal 27 April 2007. Melalui konsorsium ini Perusahaan akan memperoleh bandwidth sebesar 4 lambda dari total kapasitas sebesar 8. Perusahaan masuk kedalam Konsorsium Palapa Ring dengan menandatangi C&MA dengan 5 perusahaan lainnya. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$34 juta (setara dengan Rp326. Berdasarkan surat Menkominfo No. IKATAN (lanjutan) c.000 juta. atau jika Telkomsel memutuskan untuk mengembalikan lisensi secara sukarela.000 juta atau 5% dari biaya tahunan untuk dibayarkan pada tahun berikutnya. Konsorsium ini dibuat untuk membangun jaringan serat optik di 32 kota di kawasan Indonesia Timur dengan total investasi awal sekitar Rp2. Telkomsel telah menyampaikan tanggapannya bahwa Telkomsel menerima penawaran tersebut dengan syarat bahwa harga tersebut diterapkan kepada semua operator secara merata (Catatan 50e). 320/M. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. Menerbitkan performance bond setiap tahun dengan jumlah mana yang lebih tinggi antara Rp20. Lainnya (lanjutan) (ii) Lisensi 3G (lanjutan) 4.1 GHz ditawarkan pada Telkomsel dengan harga Rp160.44 lambda (Catatan 14). (iv) Konsorsium Palapa Ring Pada tanggal 10 November 2007. Perusahaan masuk ke dalam keanggotaan Konsorsium AAG. dengan menandatangani C&MA dan Cable Network Supply Contract AAG serta mengeluarkan dana sebesar US$40 juta.

IKATAN (lanjutan) c. serta penyediaan layanan jaringannya. Beban ditentukan berdasarkan jumlah transceivers (“TRXs”) terdaftar dari stasiun radio. dan 500.9 juta untuk tiap TRX.T.533 Sewa operasi Sewa operasi merupakan perjanjian sewa kantor beberapa anak perusahaan yang tidak dapat dibatalkan.000. Beban untuk tahun 2009 akan ditentukan berdasarkan 288. praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Inc untuk pembelian produk iPhone dan pemasaran kepada para pelanggan bekerjasama dengan pihak ketiga (PT Trikomsel OKE). Telkomsel menandatangani perjanjian dengan Apple.319 63. Berdasarkan estimasi manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian dari kasus-kasus tersebut. dan praktik kartel SMS.942 TRXs dalam operasi pada tanggal 30 Juni 2009.000 unit. 48. 300. belum terdapat keputusan atas pengajuan kasasi tersebut. kecuali stasiun radio yang menggunakan pita frekuensi 2. Perusahaan dan anak perusahaan mencadangkan sebesar Rp86. Inc Pada tanggal 9 Januari 2009. Pada tanggal 2 Mei 2007. b. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Jawa Barat terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.409 Lebih dari 5 tahun 27. (vii) Sewa Operasi Jumlah Pembayaran sewa minimum Kurang dari 1-5 1 tahun tahun 341.1 GHz (Catatan 47c.000. Jumlah minimum kumulatif iPhone yang harus dibeli pada 31 Desember 2009. dengan beban berkisar dari Rp0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Lainnya (lanjutan) (v) Beban pemakaian frekuensi radio Sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan telekomunikasi yang berlaku. (vi) Apple. KONTINJENSI a.442 juta pada tanggal 30 Juni 2009. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. 115 . Pengadilan Tinggi Jawa Barat menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. dan 2011 masing-masing sebesar 125. Perusahaan dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan tanah. 2010. kecuali dinyatakan lain) 47.ii).035 juta hingga Rp15. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Tinggi tersebut. Pada tanggal 3 Oktober 2007. Pengadilan Negeri Bandung menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan setiap tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp50 juta.377 250. Mantan Direktur Sumber Daya Manusia dan seorang karyawan Perusahaan telah didakwa melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Bandung sehubungan dengan penyalahgunaan wewenang dalam penyediaan jasa konsultasi yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sebesar Rp789 juta. Beban pemakaian frekuensi radio tersebut terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. operator diwajibkan untuk mendaftarkan stasiun radionya kepada DJPT untuk mendapatkan lisensi penggunaan frekuensi. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

• Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 5%. Hasil dari pemeriksaan tersebut. Pada tanggal 9 Mei 2008. KONTINJENSI (lanjutan) c. Pada tanggal 3 Maret 2008. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp15 miliar.b Undang-Undang tersebut. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. belum terdapat keputusan atas pengajuan kedua kasasi tersebut.1. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Bali terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. salah seorang terdakwa di Pengadilan Tinggi Bali mengajukan kasasi ke MA. Pengadilan Tinggi Bali menyatakan bahwa para terdakwa bersalah. menyatakan antara lain: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. Kantor Kejaksaan Agung mengadakan suatu pemeriksaan terhadap pelanggaran atas penyalahgunaan fasilitas telekomunikasi dalam hubungannya dengan penyediaan jasa VoIP. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan masing-masing tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun enam bulan dan satu tahun serta denda masing-masing Rp50 juta. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui suratnya tanggal 5 Desember 2007. dan dua karyawan lainnya didakwa di Pengadilan Negeri Denpasar untuk pelanggaran korupsi yang mereka lakukan di KSO VII. dimana satu mantan karyawan dan empat karyawan Perusahaan di KSO VII dijadikan tersangka.T. kecuali dinyatakan lain) 48.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari tarif yang berlaku.b Undang-Undang tersebut. Pada tanggal 29 Januari 2008. memberitahukan Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus No. 116 . • Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tarif tersebut. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. Pengadilan Negeri telah mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara lain sebagai berikut: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.1 Undang-Undang tersebut. Pengadilan Negeri Makassar telah menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada masing-masing perusahaan dalam batas waktu dua belas bulan dari tanggal keputusan ini telah menjadi final dan mengikat secara hukum syaratsyarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 10%. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp25.1 Undang-Undang tersebut. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. satu mantan karyawan dan dua karyawan Perusahaan didakwa di Pengadilan Negeri Makassar. d. Pada tanggal 16 Januari 2009. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Pada tanggal 2 Januari 2006. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November 2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh Telkomsel. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pada tanggal 5 November 2008. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut.1. sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai pelanggaran Undang-Undang No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

Tangerang. Pemerintah. Perusahaan dan Telkomsel telah mengajukan keberatan masing-masing ke Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.000 juta. dan perusahaanperusahaan afiliasinya (”Para Pihak”). telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. Pada tanggal 21 Januari 2009. KONTINJENSI (lanjutan) d. Telkomsel. Temasek Holdings. f. (lanjutan) Pada tanggal 22 Mei 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta dan Rp25.T. sehingga gugatan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. gugatan perwakilan kelompok (class-action) di Tangerang dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus. MA mencabut keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel. Telkomsel. Pada tanggal 14 Agustus 2008. MA menyetujui tuntutan para pelanggan. Atas kasus-kasus tersebut di atas. gugatan perwakilan kelompok (class-action) diproses secara terpisah pada masing-masing pengadilan. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp18. e. Perusahaan. Sehubungan dengan Keputusan KPPU tanggal 17 Juni 2008. kecuali dinyatakan lain) 48. Pada tanggal 9 September 2008. belum terdapat keputusan atas pengajuan keberatan tersebut. berdasarkan keputusan pengadilan. Pelanggan tertentu Telkomsel. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan hukum ke MA. Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel telah mengenakan tarif sesuai dengan peraturan. beserta tujuh operator telekomunikasi domestik lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan melakukan praktik kartel SMS. Indosat. Perusahaan. dan berbagai wilayah lainnya. oleh karena itu. Hasil dari pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada praktik kartel yang dilakukan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku. manajemen telah mengajukan keberatan hukum kepada MA. dan PT Excelcomindo Pratama (“Excelcomindo”) yang berdomisili di Bekasi. Indosat. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. dalam keputusannya. KPPU menyatakan bahwa Perusahaan. dan beberapa operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No. masing-masing pada tanggal 14 Juli 2008 dan 11 Juli 2008. yang diwakili oleh Penasehat Hukum. Pada tanggal 8 Juli 2008. 117 . Telkomsel sedang meninjau hasil keputusan tersebut untuk menentukan tindakan pembelaan selanjutnya termasuk opsi untuk uji materiil oleh MA. mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke pengadilan untuk menggugat Telkomsel. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Bekasi untuk menggugat Telkomsel oleh beberapa pelanggan tertentu. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa dampak material terhadap keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. Para pihak digugat melakukan praktik pengenaan tarif tinggi yang berpotensi merugikan para pelanggan tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

Dolar Singapura Aset lancar lainnya Dolar A.231 41.51 0.839 5.642 356 126.42 87.51 0.965 434.01 0.00 5. Euro Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Dolar A.02 0.00 38.482 11 2 472.544 16.S.00 433.S.255 484.276 2.T. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Aset Kas dan setara kas Dolar A.947 781. Euro Dolar Singapura Yen Jepang Franc Swiss Pound sterling Inggris Hutang lain-lain Dolar A.16 53. Dolar Singapura Yen Jepang Euro Hutang bank jangka pendek Dolar A.02 0.00 0.500 97.63 0.81 - 52.S.256 608.758 1.04 1.136 5.01 0.791 93 227 1 49.70 4.06 42.272.S Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 182.24 8.756 3 4.20 0.075 5.01 0.185 - 129.15 0.194 3.S.63 0.329 26.617 19. Euro Rinngit Malaysia Yen Jepang Dolar Singapura Investasi sementara Dolar A.65 59.280.415 355.571 2.64 220.03 3.401 21.02 13.00 0.568 4 272 209 184 5 6. Dolar Singapura Piutang lain-lain Euro Pound sterling Inggris Dolar A.006 96 276 1. Pihak ketiga Dolar A.336 608. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.S.432.59 33.572 4.358 55 15 1.46 1.00 51.S.21 7.56 5.20 29. Yen Jepang Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.96 - 1. Rekening escrow Dolar A.87 0.190.17 0.54 3.307 36.51 18.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.62 2.90 0.39 0.04 1.15 0.S. Dolar Singapura Euro Pihak ketiga Dolar A. kecuali dinyatakan lain) 49.72 0.933 100 22 81.03 0.84 0.59 0.63 26.906 45 729 13.S.092 2.15 9.59 4.866.794 72 8 1. Jumlah aset Kewajiban Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.00 173.46 0.10 45.591 79.S.599. Dolar Singapura Pound sterling Inggris Biaya yang masih harus dibayar Dolar A.S.01 0.00 0.495 47.665.S.79 42.048 699 3.58 59.00 0.154 - 118 .

188 2.552 67.S.902.080 9.044.00% per tahun.076 1. dari keseluruhan fasilitas telah ditarik sebesar Rp4.44 767. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Kewajiban (lanjutan) Uang muka pelanggan dan pemasok Dolar A. 119 .545) Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan membuka kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga pasar surat hutang dan efek.25% per tahun. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.b) b.191.27 12.431 124.275. Pinjaman dari BCA dan Mandiri tersebut masing-masing dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3. Rp2. Program manajemen risiko Perusahaan dan anak perusahaan secara keseluruhan memberikan perhatian pada sifat pasar uang yang tidak terduga dan berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi buruk terhadap kinerja Perusahaan dan anak perusahaan.55 11.84 767. dan Rp750 miliar.727 9.023.142.510 1. Pinjaman dari BNI dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.T. Pada tanggal 1 Juli 2009.805) 122. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan. Yen Jepang Hutang jangka panjang Dolar A. dan Rp200 miliar dari BNI). Rp2.953 1.S.785.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.360 3.000 miliar dari Mandiri.681 (6. Yen Jepang Jumlah kewajiban Kewajiban bersih Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 1. Pada tanggal 9 Juli 2009. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a.000 miliar.611 juta.897 (6. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA.200 miliar (Rp2. nilai tukar mata uang asing dan tingkat bunga.90 202. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar A. Mandiri dan BNI masing-masing sebesar Rp2. rugi selisih kurs yang belum terealisasi berkurang sebesar Rp134. Jika Perusahaan melaporkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2009 menggunakan kurs tanggal 30 Juli 2009.S.75 11.41 1.90 327.129. 50.477.069.52 1.513. kecuali dinyatakan lain) 49.000 miliar dari BCA.000 miliar.56 14. Pada tanggal 3 Juli 2009.134. Metra melakukan pembayaran transaksi pembelian 49% saham Infomedia sebesar Rp598 miliar kepada Elnusa (Catatan 1d.348 82.

01. kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) c. Pemerintah mengizinkan tambahan pita frekuensi 2.397.3 Ghz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) untuk wilayah Jawa bagian tengah.296 juta. 138/TIMSEL-BWA 2. “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. AHU-32154.616 juta. Pada tanggal 27 Juli 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dalam aset keuangan. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 50 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Standar ini digunakan untuk klasifikasi atas instrumen keuangan dari prespektif penerbitnya.196. Pada tanggal 16 Juli 2009. berdasarkan Surat Keputusan Menkumham No. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” yang menggantikan PSAK 50. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. dan Sulawesi bagian utara. Telkomsel melakuan pembayaran dividen kas sebesar d. Pada tanggal 9 Rp4. pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” Pada bulan Desember 2006. DSAK mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006).1 GHz kepada Telkomsel (Catatan 47c. dividen.T. 120 .AH. Pemerintah akan memberikan lisensi kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jaringan tetap lokal yang menggunakan pita frekuensi radio 2. 51. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA Standar Akuntansi Baru di Indonesia yang relevan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (i) PSAK 50 (Revisi 2006). PSAK 50 (Revisi 2006) memberikan pedoman bagaimana mengungkapkan dan menyajikan instrumen keuangan pada laporan keuangan dan menentukan apakah instrumen keuangan adalah instrumen kewajiban atau ekuitas. Pada tanggal 27 Juli 2009.02 tahun 2009 kepada PIN tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah dilakukan perubahan penetapan kedudukan PIN yang semula berada di Medan menjadi di Jakarta Selatan. kerugian dan keuntungan. PSAK 50 (Revisi 2006) melengkapi ketentuan pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan yang diatur pada PSAK 55 (Revisi 2006). “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. g.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. f.ii). Papua. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. berdasarkan surat Menkominfo. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. Pada tanggal 7 Juli 2009. Maluku dan Maluku Utara. kecuali dinyatakan lain) 50. Jawa bagian timur.3 Ghz/7/2009. berdasarkan surat DJPT No. Juli 2009. Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas sebesar Rp4. e.

pengukuran. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. PPSAK 1 berlaku efektif sejak 1 Januari 2010 dan harus diterapkan secara prosepektif. 121 . “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. PSAK 35. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. PSAK 26 (Revisi 2008) memberikan pedoman terkait dengan permulaan. Untuk meningkatkan daya banding laporan keuangan. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” Pada bulan Desember 2006. konstruksi atau produksi suatu aset kualifikasian sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. (iv) Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (“PPSAK”) 1. kecuali dinyatakan lain) 51. “Biaya Pinjaman” yang menggantikan PSAK 26. Penerapan dini PPSAK 1 diperkenankan. DSAK mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006). Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 55 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. DSAK mengeluarkan PSAK 26 (Revisi 2008).T. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (ii) PSAK 55 (Revisi 2006). PSAK 26 (Revisi 2008) efektif berlaku sejak 1 Januari 2010. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol” Pada bulan Juni 2009. dan PSAK 37. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. PSAK 55 (Revisi 2006) memberikan pedoman pengakuan. dan penghentian pengakuan aset keuangan dan kewajiban keuangan termasuk instrumen derivatif. “Biaya Pinjaman” Pada bulan September 2008. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 55 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. “Biaya Pinjaman”. penghentian sementara dan penghentian pengkapitalisasian biaya pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan suatu aset. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. PPSAK 1 menghapus ketentuan yang ada pada PSAK 33. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol”. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” yang menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999). (iii) PSAK 26 (Revisi 2008).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DSAK menganjurkan penyajian kembali laporan keuangan untuk periode yang berakhir sebelum periode sajian. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PPSAK 1 terhadap laporan keuangan konsolidasian. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara PSAK 26 (Revisi 2008) dan PSAK 26. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. Standar tersebut juga memberikan pedoman pengakuan dan pengukuran kontrak penjualan dan pembelian item non-keuangan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. DSAK mengeluarkan PPSAK 1. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 26 (Revisi 2008) terhadap laporan keuangan konsolidasian. PSAK 26 (Revisi 2008) mengharuskan biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan.

875 8.umum dan administrasi Setelah penyajian kembali dan reklasifikasi Penyajian kembali Reklasifikasi 420.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.jasa telekomunikasi lainnya Beban usaha .239 ) 9.T.206 338. Perusahaan melakukan penelaahan kembali atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang berasal dari transaksi akuisisi Sigma dan memutuskan untuk menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2008 sehubungan dengan koreksi pencatatan tersebut.nilai tercatat bruto Akumulasi amortisasi Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .775.setelah dikurangi akumulasi penyusutan Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .661 ) 63.092 56.191 (57.209 ) (7.297.297 (57. kecuali dinyatakan lain) 52.594.604 (5.666 ) 7.jaringan Pendapatan usaha .315.193.555 - 3.104.900 (12. internet.932.539 ) 12.550 84.239 (434.592) (34.165.863.746 (3.629 (35.897.718 1.106.872 - 118.701.329.422) 62. Beberapa akun tertentu dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.801) (7.530 37.900 37.049 500.400) 929. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN REKLASIFIKASI AKUN Pada tahun 2008.688.penyusutan Beban usaha .213. Ikhtisar saldo akun yang dilaporkan sebelumnya dan setelah disajikan kembali dan direklasifikasi pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut: Sebelum penyajian kembali dan reklasifikasi Neraca konsolidasian 30 Juni 2008: Piutang restitusi pajak Pajak dibayar di muka Aset tetap .011 96. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan jasa teknologi informatika Pendapatan usaha .241 ) (66.853 122 .147.555 ) 408.859 5.718 (5.767.584 120.283.264 ) 66.data.148 ) 434.539 (929.harga perolehan Akumulasi penyusutan Aset tetap .264 288.678 465.548) 7.280.092 (59.213.454 1.858) 3.433.099 (3.setelah dikurangi akumulasi amortisasi Kewajiban pajak tangguhan .618 5.794 ) 495.619 ) 56.589 - - (50.bersih Hak minoritas Laporan laba rugi konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008: Pendapatan usaha .794 (495.105.045 121.