PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008

Laporan Laba Rugi Konsolidasian ………………………………………………………………….. Laporan Arus Kas Konsolidasian. Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian ……………………………………………………. 1-3 4 5-6 7-8 9-122 . Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………..…………………………………………………………………...PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Keuangan Konsolidasian Neraca Konsolidasian ……………………………………………………………………………….T.

587 137.200.43 Piutang usaha 2c. 18.151.061.338.422 juta di tahun 2008 Aset tetap Pola Bagi Hasil .465 juta di tahun 2009 dan Rp148.40 2c.3.959.858 juta di tahun 2008 Rekening escrow Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 8.900 24.36 Beban dibayar di muka 2c.504 295.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.6.52 Aset lancar lainnya 2c.849 536.T.2e.33.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c.491 78.11.52 2c.072 56.802 72.45 2i.2j.913.135.685 779.9 2k. 1 .831 juta di tahun 2008 Pensiun dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp6.43 2.2g.785 10.110.594.43 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Penyertaan jangka panjang .10.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp70.954 juta di tahun 2008 2h.789 62.299 juta di tahun 2009 dan Rp11.011 96.36.166 48.43.932.3.36.780.2r.373 juta di tahun 2009 dan Rp5.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp254.811.773 juta di tahun 2008 Piutang lain-lain .168 281.688.bersih Aset tetap .729 2f.7. 28.2l.544 809.055 256 2.217 16.930.231 juta di tahun 2009 dan Rp1.235 2.888 631.673 2.859 69.232 94.778.5.19.530.474 85.244 16.442 1.280.464 408.170.439 juta di tahun 2009 dan Rp57.306 2d.2f.802.52 165.43 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp105.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp9.22.361.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp67.746 42.2k.173 2.547 juta di tahun 2009 dan Rp58.736 3.13.875 2m.836 222.060.797 juta di tahun 2008 Pihak ketiga .52 Pajak dibayar di muka 37.43 Penyertaan sementara 2c.276.8.163 juta di tahun 2008 2c.47 449.14.488 398 1.2i.768.942.12.829 182.584 21.43 Persediaan .2g.359 189.163 449.4.940 juta di tahun 2009 dan Rp540.2o.43 Piutang restitusi pajak 37.

503.2r.984 5.45 2c.247.11.bersih Pendapatan Pola Bagi Hasil ditangguhkan Kewajiban penghargaan masa kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Hutang jangka panjang .15.20.691 27.286.142.43 2s.21 2c.583 1.689 6.52 2m.389 16.882.431 114.666.572 2l.34.896.372 943.43 2q.074 1.172 1.595 2.19.074 3.18.398.655 2.646.42.801 392.604 32.184 877.898.957 1.764 3.614.494 53.177 1.483.559 7.43 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Hutang dividen Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban pajak tangguhan .43 19.043 18.10.002 70.339 6.175.082 1.236.647 79.215 2.701.203.203 9.311 225.T. 2 .914.000 7.37.2r.539.19 2c.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Wesel Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang HAK MINORITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 2c.548 24.102 7.43 2c.058.281.450 228.495.17 2c.516 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.43 2.447.871 2s.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.40.705 2.847.43 19.503 17.2l.057.23 251.086 2.43 2c.165.719.41.19.170 3.22.52 8.751.393.2r.883 121.897.43 2c.660 3.setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban sewa pembiayaan Pinjaman penerusan .279 773.051.37 2c.16.675 31.19.401 11.388 35.

595 8.500 lembar saham di tahun 2008 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 1c.040.732 94.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.999 saham Seri B Modal ditempatkan dan disetor penuh 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.040.981 228.746 16.170.322 34.500 lembar saham di tahun 2009 dan 426.225 85.999.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.914 10.574.2d (4.28 2f 2f 2f 1d.000 385.333 5.333 2u.264.1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.159.984 16.736 (3.T.595 6.017 (437. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan EKUITAS Modal saham .073.26 5.073.nilai nominal Rp250 per saham untuk saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B Modal dasar .999.119 30.000 385.171 244.930.557.000 1.279 saham Seri B Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali 490.999.162) 360.366.25 2u.798.110.386.290.336. 3 .000 1.290) 15.701) 270.620.27 2d.

13.52 2c.2l.611 486.38 306.776 236.678 465.463.52 2c.2q.52 3.095.767.197 (39.297.862.317) (77.258. kecuali data per saham dan per ADS) Catatan PENDAPATAN USAHA Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Pendapatan Beban Bersih Data.556.732 5.43 2p 2k.801 1.bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 2w.43 2f.716 82.45 2q.093) 550.159 27.988 529.568 2009 2008 6.802. 4 .002) 4.939.574 8.31.176.192 24 (2.961 330.097 231.2h.471) LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI .468.264.43 2g.382) 2c.805) 35. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.260.078 5.043.42.577.202.577) (3.bersih (Beban) penghasilan lain-lain .206 184.480 8.454 4.43.2q. internet.686 12.11.293.082 7.29 4.11.bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan 2s.842 5.667) 6.930.52 2q 2q.724 6.659 1.60 317.537.779 288.613 12.433.2m.241.065) (3.321.610 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.049.853.853 890.525.bersih Lain-lain . dan jasa teknologi informatika Jaringan Pola Bagi Hasil Jasa telekomunikasi lainnya Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Penyusutan Karyawan Operasi.813 (2.146) 11.291.401.495.635 11.30.43 2c.20 (3.2q.04 12. dan jasa telekomunikasi Umum dan administrasi Pemasaran Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN Pendapatan bunga Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Beban bunga Keuntungan selisih kurs . 6.211.651 13.35.545 (1.467.543 7.390) (573.36.582) 6.246.906 19.9 2c.874.52 2m.12.32.672.167 17.894) (488.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.054 30.630 2c.975 (1.770.951 5.2q.319 951.893) 2q.873 (1.454 120. 10.33.5.83 12.41.643.618 30.743.864. 40.2r.147.16.117 12.43 5. pemeliharaan.449.265 (2.37 (2.027 3.34.713.969) (938.

040.319 Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya 20.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.941.000 385.761) 6.840.595 6.073) 360.595 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 238.171 244.040.698 - - - 5. 5 .366.073.708) (4.985 Jumlah ekuitas 34.237 1d.290 ) 4.162) 360.000 1.778.813 16.27 - - (89) - - - - - - - (89) 2v.708) 6.290) 2u.336.110.698 1d.732 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.813 34. 1 Januari 2009 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan dan perusahaan asosiasi Akuisisi 49% kepemilikan Infomedia Modal saham yang diperoleh kembali .39 39 5.978 Ditentukan penggunaannya 10. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual (19.290) - - (437.harga perolehan Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 12 Juni 2009 Pembagian dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Laba bersih periode berjalan Saldo.T.778.9 - - - - - - 5.264.000 Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi 385.017 (437.322 (5.314. 30 Juni 2009 Catatan Modal saham 5.2d - - - - - - - (437.043.2b.071 2f - - - - - 25.066) Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan - Uraian Saldo.557.2f.000 Tambahan modal disetor 1.761 15.333 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali (4.840.746 (5.264.333 (4.043.073.237 - - - - 25.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Uraian Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.515) 6.256) 230.748.700.090) Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 20 Juni 2008 Pembagian dividen kas 2v. 30 Juni 2008 5.386. 6 .39 Penentuan penyisihan cadangan umum 39 Laba bersih periode berjalan Saldo.595 - 11.000 385.622.595 8.000 1.000 - 1.9 - - - - - - (1.622.176.T.27 - - (1.798.105 10.129 - 33.610 16.333 - (2.073.297.981 228.879 - 22.040.225 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.103) 2u.333 (3.000 - 385.090) - - - - - - (1.034.515 ) (3.256) 2f.034. 1 Januari 2008 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Modal saham yang diperoleh kembali .610 30.119 (8.914 3.073.237 (2.701) 270.040.579 (2.297.214.611 ) - 270.857.105 ) 6.557.103 ) - - (1.620.857.984 (8.017 - 6.harga perolehan 2f 5.

433.801.bersih Kerja Sama Operasi Data.635.T.992.892) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.075 7.978 (1.236) 5.888 1.785.555 324.579 4.727 13.296 29.969.044.708 4.993.215 (569.249) 645 (674) (41.790) (4.298.066) (958.179.022 607 7.460 (10.178.190. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan usaha Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi .890 (22.234) (326.048 (323.606.967 (21.074 4.024.596) 16.000.848.563.984 (11.631) 15.337.892) (9.556 (5.556) 12.501.549 (10.424 31.541) (12.030.153.571) (8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.354) (1. dan jasa teknologi informatika Jasa lainnya Jumlah penerimaan kas dari pendapatan usaha Pembayaran kas untuk beban usaha Pengembalian kas kepada pelanggan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil dari penjualan penyertaan sementara dan pencairan deposito berjangka yang jatuh tempo Pembelian penyertaan sementara dan penempatan deposito berjangka Hasil dari penjualan aset tetap Pembelian aset tetap Kenaikan uang muka pembelian aset tetap Penurunan uang muka dan aset lainnya Kas bersih dibayar untuk transaksi penggabungan usaha Pembelian aset tidak berwujud Pembelian penyertaan jangka panjang Penerimaan dividen kas Uang muka pembelian investasi jangka panjang Penurunan (kenaikan) rekening escrow Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 2008 3.245 (14.472) 2.467 1.505.299 (7.653) 17.673) 13.269. internet.323.468) 72.135) 822 61.776) (20.757 247.902 30.592 11. 7 .638) (28.787) 41.903.

225.449 (2.015.939.945 8.690 6.269) 37.183 598.484.168 2008 19.214.448.072 (28.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan Hasil dari pinjaman jangka pendek Pembayaran pinjaman jangka pendek Hasil dari pinjaman jangka panjang Pembayaran pinjaman jangka panjang Pembayaran untuk pembelian kembali saham yang telah diterbitkan Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang sewa pembiayaan Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: Akuisisi aset tetap yang dibiayai dengan hutang usaha Akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan melalui hutang Akuisisi aset tetap melalui sewa pembiayaan 7.210 (538.000 (3.388) 1.791 10.237.824) 1.927) (146.530.296 (16.121 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.568) (1.634 48.865) 779.924) (123.667 22. 8 .829 5.371 10.T.533 171.276.772) 2.622.889.355) (19.140.476.090) (101.826) (1.942.000 2.429) (3.

Jawa Barat. menyediakan. UMUM a..20155. Tambahan No. memasarkan atau menjual. membangun. Merencanakan. 9 . Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah. dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku. C2-6870. AHU. IX. informatika. S. dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.T. berdasarkan akta notaris A. memasarkan atau menjual.Th. Undang-Undang No. kecuali dinyatakan lain) 1. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah. Perusahaan menjalankan kegiatan yang meliputi: Merencanakan. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perusahaan.02. 27 tanggal 15 Juli 2008 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No. dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. berdasarkan Peraturan Pemerintah No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas.1. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. serta optimalisasi sumber daya Perusahaan.01. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. i. 52 tanggal 3 April 1884. status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”).1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik serta dalam rangka penambahan maksud dan tujuan Perusahaan. Partomuan Pohan. 84 tanggal 17 Oktober 2008. LLM. fasilitas sistem informasi. mengembangkan. perubahan terakhir dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No.H. 25 tahun 1991. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.J.Tahun 2008 tanggal 31 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Pendirian dan informasi umum Perusahaan Perseroan (Persero) P. menyediakan. dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.T. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”.AH. iv. yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No.H. antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak. 5 tanggal 17 Januari 1992. Bandung. No. Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika. S. Pada tahun 1991. 128 tanggal 24 September 1991. dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (“BAPEPAM-LK”) No.HT. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan. ii. No.46312.01. ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. menyewakan. mengoperasikan. mengembangkan. 210. fasilitas pendidikan dan pelatihan. iii.01. Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.

pengelolaan. badan usaha Indonesia diizinkan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar dalam bentuk kerja sama dengan Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. Undang-Undang Telekomunikasi ini melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan para mitra usaha dalam pembangunan. telegram. kerja sama operasi. Hak eksklusif tersebut juga termasuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi untuk dan atas nama Perusahaan melalui KSO. Instansi Pemerintah. Badan Usaha Milik Daerah. 52 tahun 2000 yang mengatur mengenai pembebanan biaya interkoneksi kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi asal sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui dua penyelenggara jaringan telekomunikasi atau lebih. menjadikan Perusahaan sebagai operator bertaraf internasional. menegaskan kembali status Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. Pemberian hak tersebut tidak mempengaruhi hak Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri lainnya. yang berlaku sejak tanggal 1 April 1989. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. sirkit langganan. Undang-Undang ini menyatakan bahwa kegiatan telekomunikasi meliputi: (1) (2) (3) Jaringan telekomunikasi. yang berlaku efektif pada bulan September 2000. 10 . Perusahaan memperoleh hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa jaringan tetap lokal dan jaringan tetap nirkabel (local wireline dan fixed wireless) untuk jangka waktu minimum 15 tahun dan hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh dalam negeri (“SLJJ”) untuk jangka waktu minimum 10 tahun. pengetahuan. Pada mulanya. Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) menerbitkan Undang-Undang No. dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. 8 tahun 1993 mengenai penyelenggaraan telekomunikasi mengatur lebih lanjut bahwa kerja sama penyelenggaraan jasa telekomunikasi dasar tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sebuah perusahaan patungan.T. dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. kecuali dinyatakan lain) 1. dan pengoperasian sarana telekomunikasi di lima dari tujuh divisi regional (“Divre”) melalui pola Kerja Sama Operasi (“KSO”). satelit. telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. dalam rangka: (1) (2) (3) mempercepat pembangunan sarana telekomunikasi. Sehubungan dengan Undang-Undang ini. Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”). teleks. atau kontrak manajemen dan bahwa badan usaha yang bekerja sama dengan badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri harus menggunakan jaringan telekomunikasi badan penyelenggara tersebut. terhitung sejak tanggal 1 Januari 1996. dan diharapkan dapat membuka jalan menuju liberalisasi pasar. Pos. Menteri Pariwisata. 3 tahun 1989 mengenai Telekomunikasi. dan keahlian para karyawannya. Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan. Jika jaringan telekomunikasi tersebut tidak tersedia. dan meningkatkan teknologi. Pada tahun 1995. Peraturan Pemerintah tersebut mengharuskan kerja sama dilakukan dalam bentuk perusahaan patungan yang dapat membangun jaringan telekomunikasi yang diperlukan. Pada tahun 1999. UMUM (lanjutan) a. dan jasa komunikasi bergerak dan seluler. 36 mengenai Telekomunikasi. Peraturan Pemerintah No. Jasa telekomunikasi. serta Telekomunikasi khusus. meliputi telepon. Badan Usaha Swasta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan Undang-Undang No. Kegiatan Perusahaan dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri. surat elektronik. dan Telekomunikasi Republik Indonesia (“MPPT”) melalui dua surat keputusan yang keduanya tertanggal 14 Agustus 1995.

. dan karyawan Perusahaan 1. 58 tanggal 29 Juni 2007 oleh notaris yang sama. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”) No. dan (iii) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. Pada tanggal 1 Agustus 2002. kecuali dinyatakan lain) 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. No. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebagai berikut: 2009 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Wakil Direktur Utama/Chief Operating Officer (“COO”) Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Solusi Direktur Enterprise dan Wholesale Direktur Konsumer Direktur Compliance dan Risk Management Direktur Teknologi Informasi Direktur Human Capital dan General Affairs Tanri Abeng Bobby A. (ii) RUPSLB Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. No. LLM. 16 tanggal 28 Februari 2007 yang diubah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. 1718/UM/VIII/2000 tanggal 2 Agustus 2000. ditetapkan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2002.H. PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (“Indosat”) diberikan lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi lokal dan SLJJ. b. Perusahaan telah memperoleh izin komersial untuk menyelenggarakan jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (“Menhub”) No. Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah *(lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam 2008 Tanri Abeng Anggito Abimanyu Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam * ** Direktur Jaringan dan Solusi juga merangkap sebagai COO di tahun 2009 Jabatan tidak terisi di tahun 2008 11 . 16 tanggal 19 September 2008 oleh notaris yang sama. Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan keputusan-keputusan yang dibuat pada pada (i) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. S. Sesuai siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002. 215 tanggal 12 Juni 2009 oleh notaris yang sama. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pemerintah mengakhiri hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara jaringan jasa lokal dan SLJJ. masa hak eksklusif yang diberikan kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan tetap lokal dan SLJJ telah dipersingkat masing-masing dari masa berakhir periode pada Desember 2010 menjadi Agustus 2002 dan dari Desember 2005 menjadi Agustus 2003.A. Pemerintah diharuskan membayar kompensasi kepada Perusahaan (Catatan 12 dan 28).T. UMUM (lanjutan) a. Partomuan Pohan. Direksi. 162 tahun 2004 pada tanggal 13 Mei 2004. Sebagai gantinya. 05/HMS/JP/VIII/2000 tanggal 1 Agustus 2000 dan ralat atas siaran pers tersebut. KP.

000 ADS dan masingmasing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.999.000 saham Seri B milik Pemerintah melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya).T. Pemerintah menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933. S-584/KF/2008 tanggal 20 Juni 2008. Dewan Komisaris.399. dan karyawan Perusahaan (lanjutan) 1.000.000. Pemerintah kembali menjual 898. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa jabatan Tanri Abeng.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. kecuali dinyatakan lain) 1. 2. Anggito Abimanyu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan yang berlaku efektif sejak tanggal 20 Agustus 2008. Karyawan Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan per tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah 29. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan pergantian jabatan Ermady Dahlan sebagai Direktur Jaringan dan Solusi dan I Nyoman Gede Wiryanata sebagai Direktur Konsumer yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2008.670. Penawaran umum efek Perusahaan Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (“Initial Public Offering” atau “IPO”) adalah 8. c. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk mengangkat Bobby A.000. Berdasarkan RUPSLB Perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Terdapat 35. Arif Arryman. yang terdiri dari 8. dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700.580 orang. dan Petrus Sartono sampai dengan RUPSLB Perusahaan berikutnya. Pada bulan Mei 1999. Berdasarkan Surat Dewan Komisaris kepada Direktur Utama No. Pemerintah membagikan 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan penunjukkan COO. 125/SRT/DK/2008/RHS tanggal 25 Juli 2008. Direksi. Pada bulan Desember 1996.334.000 saham Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997.000 saham baru Seri B dan 233. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris tanggal 15 Februari 2008. pada tanggal 19 September 2008.400.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”). UMUM (lanjutan) b.A. 12 .181 orang dan 33. Pada tanggal 14 November 1995. pada tanggal 12 Juni 2009.000.300 saham Seri B sebagai insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun terhitung sejak tanggal IPO.333. Nazief sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan untuk mengisi jabatan yang kosong dengan masa jabatan 5 (lima) tahun dan untuk memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat berdasarkan RUPSLB pada tanggal 10 Maret 2004.000. Berdasarkan RUPST Perusahaan. di samping tugas dalam jabatannya sebagai Direktur Jaringan dan Solusi.000.000 saham Seri B. yang seharusnya berakhir pada tanggal 10 Maret 2009 menjadi berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2009. Berdasarkan Surat No. Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.

Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Pada tanggal 30 Juni 2009. kecuali dinyatakan lain) 1. para pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I.999.912 ADS telah dicatatkan pada NYSE dan LSE. Undang-Undang No. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.9% dari jumlah saham Seri B yang beredar.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.000 saham atau 3. LLM.T.000 saham atau 11.999. pada RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999. Partomuan Pohan. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. Setelah pemecahan saham.666. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-Undang tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pemberlakuan Undang-Undang No.000.1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.H. RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. Pembagian saham bonus kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39. para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor melalui pembagian saham bonus sejumlah 746. dan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008.200. Pemerintah kembali menjual 312.999 saham Seri B. No. Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79. setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. II. Pada tanggal 16 Agustus 2007. 40 tahun 2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. S.159.999. dan III untuk pembelian kembali saham Seri B (Catatan 27).999. dan jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 10. seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 49.858.999. 13 . 26 tanggal 30 Juli 2004. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama.079.279 saham Seri B. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No.. UMUM (lanjutan) c.000.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20. Pada bulan Desember 2001.640 lembar saham.999. Pada bulan Juli 2002. Pemerintah menjual 1.

404 Anak perusahaan/ domisili PT Pramindo Ikat Nusantara (”Pramindo”). Indonesia Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Jasa dan pembangunan telekomunikasi/ 15 Agustus 2002 Tanggal operasi komersial 1995 Telekomunikasi/ 31 Juli 2003 1995 100 100 708. Jakarta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.080. Medan.221 50.825 Jasa telekomunikasi multimedia/ 9 Mei 2003 1998 100 100 2. UMUM (lanjutan) d. Indonesia 1995 100 100 400.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.479 2008 1.99 173. Jakarta. konsultan sipil.167 Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan.764 163. Indonesia PT Graha Sarana Duta (”GSD”).25% kepemilikan oleh Metra) 65 98.486 PT Dayamitra Telekomunikasi (”Dayamitra”).T.869 715.719 Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”)/26 Mei 1995 1995 65 54.99 99. Jakarta.058 127.324 947.275 TV berlangganan dan jasa konten/ 7 Mei 1997 1997 100 (termasuk melalui 1. Indonesia PT Indonusa Telemedia (”Indonusa”). Jakarta. Indonesia PT Multimedia Nusantara (”Metra”). Anak perusahaan Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Indonesia PT Telekomunikasi Selular (”Telkomsel”).849. kecuali dinyatakan lain) 1.370 14 .102. dan pengembang/ 25 April 2001 Telekomunikasi/ 17 Mei 2001 1982 99.400. Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International (”TII”) (dahulu PT Aria West International (”AWI”)). Jakarta. Perusahaan mengkonsolidasi laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan kepemilikan mayoritas (Catatan 2b dan 2d): (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: Persentase hak kepemilikan 2009 100 2008 100 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1.75 175. Jakarta.218.926 426.

Mauritius Tanggal operasi komersial 1996. Anak perusahaan (lanjutan) (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: (lanjutan) Persentase hak kepemilikan 2009 60 2008 60 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 4.T. pada tanggal Jakarta.061 15 . Jakarta. dan jasa call center/ 22 September 1999 1984 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 51 557. obligasi.V. (“AWI BV”). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Bogor. kecuali dinyatakan lain) 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.849 Anak perusahaan/ domisili Aria West International Finance B. berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli 2003 2002 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 25 114 PT Balebat Dedikasi Prima (“Balebat”).910 Anak perusahaan/ domisili Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Tanggal operasi komersial PT Napsindo Telekomunikasi 1999. Indonesia dan jasa terkait 13 Januari lainnya/ 2006 29 Desember 1998 PT Infomedia Jasa data dan Nusantara informasi menyediakan (“Infomedia”).15 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 81. Indonesia 2000 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 33. hipotek. The Netherlands Telekomunikasi Selular Finance Limited (“TSFL”).910 2008 4. beroperasi (“Napsindo”). atau surat berharga lainnya/22 April 2002 Percetakan/ 1 Oktober 2003 Persentase hak kepemilikan 2009 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 2008 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1.472 82. UMUM (lanjutan) d.706 (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Didirikan untuk memberikan jasa di bidang perdagangan dan keuangan/ 3 Juni 1996 Keuangan didirikan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan bisnis Telkomsel melalui penerbitan saham debenture.542 2008 1.247 552. Indonesia jasa informasi telekomunikasi dan jasa informasi lainnya dalam bentuk cetak dan media elektronik. Primatel menyediakan Network berhenti Internasional Access Point (NAP). Voice Over Data (VOD).

210 PT Telekomunikasi Indonesia International Pte. dan mengumpulkan dana.820/UTA-00/2008 tentang Pengelolaan dan Pengembangan Bisnis Internasional.. Ltd. Singapura PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”). Anak perusahaan (lanjutan) (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: (lanjutan) Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Keuangan .. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. meminjamkan.H. Perusahaan menyetujui penyesuaian atas pengalihan bisnis telekomunikasi internasional dari Perusahaan kepada TII menjadi pengelolaan dan pengembangan bisnis internasional berupa pola kemitraan jasa pelaksana pelayanan. Jakarta. The Netherlands Tanggal operasi komersial 2005 PT Finnet Indonesia (”Finnet”). Tangerang. 20/III/PMDN/2007 tanggal 1 Maret 2007. 3. kecuali dinyatakan lain) 1.HT.V.156 (a) TII Pada tanggal 6 Maret 2007 berdasarkan akta notaris Titien Suwartini.665/HK. (”TFBV”). S.2007 tanggal 14 Maret 2007 serta Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam Surat Keputusan No.402 2008 8.didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meminjam. K. dan disetujui oleh Menkumham dalam Surat Keputusan No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sesuai dengan hasil Amandemen Ketiga Perjanjian Kerja Sama Perusahaan dengan TII No.429 - Jasa teknologi informatika implementasi dan integrasi sistem. W8-00573. nama PT Aria West International telah diubah menjadi PT Telekomunikasi Indonesia International termasuk penambahan bidang usaha dalam bisnis internasional. Indonesia 2006 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 36. wesel bayar. atau instrumen hutang/ 7 Februari 2005 Data dan komunikasi perbankan/ 31 Oktober 2005 Persentase hak kepemilikan 2009 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 2008 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 9. termasuk menerbitkan obligasi. UMUM (lanjutan) d. Indonesia Telekomunikasi/ 6 Desember 2007 2008 173. Pada tanggal 31 Desember 2008.Tel.T.748 Anak perusahaan/ domisili Telkomsel Finance B. Amsterdam. 16 .01.696 21.04-TH. No.806 330. outsourcing dan pemeliharaan lisensi dan peranti lunak/ 1 Mei 1987 1988 392.

Kn. 17 . Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 23 Maret 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. M. Pada tanggal 21 Januari 2008. Metra memperoleh dana untuk keperluan pembelian tersebut melalui equity call yang berasal dari penambahan modal ditempatkan Metra dari semula Rp412.25% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp6.250 juta menjadi Rp412. S. Perusahaan melakukan tambahan setoran modal kepada Metra sebesar Rp350.. Pada tanggal 17 Juli 2008.000 per saham. 6 tanggal 3 Juli 2008.Kn. No.000 lembar saham baru.Kn. Pada tanggal 3 Juli 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. S.250 juta dengan mengeluarkan 35.600 juta dari PT Datakom Asia (“Datakom”).H.000. S. S. Metra melakukan transaksi jual beli saham tersebut (Catatan 1d.000 lembar saham Indonusa atau 1. (5) menyetujui akuisisi saham Sigma. No.000. 64 tanggal 16 April 2009. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp62. (3) untuk membatasi penambahan modal ditempatkan maksimal sebesar Rp335.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.679 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. (4) menyetujui pengeluaran keseluruhan saham baru sebanyak 35. No. sebuah perusahaan dalam bidang layanan sistem informasi. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.000 lembar yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan.000 per saham. Metra telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (“Conditional Sales and Purchase Agreement” atau “CSPA”) dengan para pemegang saham Sigma untuk transaksi akuisisi tersebut (Catatan 3).250 juta menjadi Rp418. dengan kepemilikan sampai dengan 80%.c).000 juta yang diperuntukkan sebagai biaya akuisisi serta memperkuat pengembangan bisnis Metra.000 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. Pada tanggal 17 Juli 2008. berdasarkan akta notaris Sutjipto. berdasarkan akta notaris Sutjipto.850 juta. para pemegang saham Metra menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp418. kecuali dinyatakan lain) 1. Dari modal dasar tersebut Rp34.000 juta menjadi Rp1.H.H.000 juta yang diperuntukkan bagi pendanaan akuisisi Sigma dan maksimal sebesar Rp15. UMUM (lanjutan) d. Pada tanggal 18 Desember 2007. No. 133 tanggal 17 Juli 2008. berdasarkan akta notaris Wahyu Nurani. Akuisisi Sigma telah diselesaikan dengan penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham pada tanggal 21 Februari 2008 yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”). Metra telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) untuk melakukan pembelian 6. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp200.H..000.000 juta sesuai dengan keputusan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.850 juta menjadi Rp485.000. M.829 juta disetor dengan cara konversi dari piutang Perusahaan kepada Metra.T. M.. 134 tanggal 17 Juli 2008.

000 juta terbagi atas 1. sehingga transaksi ini merupakan akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan.000 juta menjadi Rp2. Perubahan tersebut meningkatkan tambahan modal disetor Perusahaan dari Rp66.T. Selisih antara nilai pembelian dengan nilai kepemilikan minoritas sebesar Rp437.000 lembar saham. sebagai berikut: - Perusahaan telah melakukan pembayaran untuk peningkatan modal tahap I kepada Indonusa pada tanggal 5 Juni 2007 dan 13 Agustus 2007 masing-masing sebesar Rp21.000 lembar saham menjadi Rp700. Metra telah menandatangani CSPA dengan PT Elnusa Tbk (“Elnusa”) untuk transaksi akuisisi 49% saham Infomedia dari Elnusa (Catatan 1d.986 juta.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Metra.000. Metra telah menandatangani Akta Jual Beli (“AJB”) Saham untuk melakukan pembelian 205.000 juta dari Elnusa (Catatan 50a).679 juta menjadi Rp1.627 juta telah dikonversi menjadi kepemilikan saham dalam ekuitas Indonusa.084.H. - Sehubungan dengan transaksi peningkatan modal dan konversi hutang menjadi penyertaan saham (debt to equity swap) kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat dari 95. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.75%. Pada tanggal 30 Juni 2009. UMUM (lanjutan) d.500 juta menjadi Rp237. 18 . berdasarkan akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.624 juta dan Rp976. No. S. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 24 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Wahyu Nurani. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Pada tanggal 29 Mei 2009. kecuali dinyatakan lain) 1. 8 tanggal 24 Juli 2009.000 lembar saham.000 juta yang terbagi atas 200. 25 tanggal 30 Juni 2009. S. No.H. Pembayaran peningkatan modal tahap II telah dilakukan pada tanggal 26 November 2007 sebesar Rp65. hutang Indonusa kepada Perusahaan sebesar Rp82.000.000 lembar saham Infomedia atau 49% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp598.800.000 per lembar saham menjadi Rp500 per lembar saham. Pada tanggal transaksi.713 juta melalui penyetoran dan konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap).000.68% menjadi 98. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp200.179 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 juta terbagi atas 20. yang kemudian ditegaskan kembali melalui Keputusan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 28 Desember 2007. (c) Indonusa Berdasarkan RUPSLB Indonusa pada tanggal 9 Mei 2007. Perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas Infomedia.400. Pada tanggal 19 Desember 2007. para pemegang saham Indonusa menyetujui: (1) pemecahan nilai nominal saham Indonusa dari Rp10. dan (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp485.000.3 juta.e).290 juta dicatat sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” pada akun ekuitas (Catatan 2d).000.

Lisensi dapat diperpanjang setelah melalui proses evaluasi (Catatan 13 dan 47c. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dengan masa berlaku satu tahun bergantung pada uji layak operasi. 10 tanggal 5 Juni 2009.b) Sehubungan dengan pemindahan hak atas saham tersebut kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat menjadi 100% (termasuk melalui 1. 19 . 25 tanggal 30 Juni 2009. (d) Telkomsel Pada tanggal 14 Februari 2006.000 juta yang terbagi atas 1. S.T. (ii) Layanan telekomunikasi bergerak IMT-2000 dengan pita frekuensi radio di 2. Berdasarkan AJB Saham antara Elnusa dan Metra pada tanggal 30 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. Telkomsel mendapatkan lisensi International Mobile Telecommunications-2000 (“IMT-2000”) atau 3rd Generation Technology (“3G”) pada pita frekuensi 2.000. UMUM (lanjutan) d.000 juta yang terbagi atas 420.25% kepemilikan Metra).000 lembar saham. S.H. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. kecuali dinyatakan lain) 1. No.H.H.000 juta menjadi Rp210. 64 tanggal 25 Agustus 2008. 10/632/DASP tanggal 12 Agustus 2008. Wiratni Ahmadi. Berdasarkan Surat Bank Indonesia (“BI”) No. S. 101/KEP/M. pada tanggal 12 Agustus 2008 Telkomsel terdaftar sebagai penyedia jasa pengiriman uang dengan nomor registrasi 10/12/DASP/10 untuk menyediakan jasa pengiriman uang.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.KOMINFO/10/2006 tanggal 11 Oktober 2006.000 juta menjadi Rp500. (2) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100. No. para pemegang saham Indonusa menyetujui pemindahan hak atas saham milik Datakom sejumlah 6.KOMINFO/2/2006. para pihak menyetujui pemindahan hak atas saham milik Elnusa sejumlah 205. (3) peningkatan modal disetor perseroan dari Rp40.000. Kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Juli 2009.800.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d.000 lembar saham. dan (iii) Layanan telekomunikasi dasar.b). lisensi operasi Telkomsel diperbaharui dengan memberikan hak kepada Telkomsel untuk menyediakan: (i) Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 900 Megahertz (“MHz”) dan 1800 MHz. 213/DIRJEN//2008 tanggal 4 Agustus 2008.000.1 GHz (3G). para pemegang saham Infomedia menyetujui: (1) kapitalisasi bagian saldo laba ditahan perseroan dalam bentuk pembagian dividen saham. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Depkominfo”) melalui DJPT memberikan Telkomsel izin prinsip untuk menyediakan Jasa Teleponi Internet (Voice over Internet Protocol atau “VoIP”).1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Menkominfo”) No.ii).000. 19/KEP/M.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d. No. e. Anak perusahaan (lanjutan) (c) Indonusa (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 17 Juli 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. (e) Infomedia Berdasarkan RUPS Sirkuler Infomedia pada tanggal 5 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. Penyediaan layanan 3G secara komersial telah dimulai sejak September 2006.

Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun penyertaan sahamnya lebih kecil atau sama dengan 50%.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. atau adanya indikasi penurunan nilai (“impairment”). b. c. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (“GAAP Indonesia”). d. Definisi pihak yang memiliki hubungan istimewa yang digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7. dan pendanaan.T. Selisih harga perolehan dari bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang teridentifikasi dicatat sebagai goodwill. nilai aset tidak berwujud dan goodwill yang dapat terpulihkan (recoverable) ditentukan berdasarkan nilai diskonto dari estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terhadap nilai waktu dari uang (time value of money) dan risiko spesifik dari aset terkait. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan. Prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaannya dimana Perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. investasi. disusun dengan dasar akrual. kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun. kecuali beberapa akun tertentu yang dicatat berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari dua puluh tahun apabila terdapat dasar yang tepat. kecuali dinyatakan lain. memiliki kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50%. Perusahaan secara berkesinambungan mengevaluasi apakah terdapat suatu kejadian atau telah terjadi perubahan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan terhadap estimasi sisa masa manfaat aset tidak berwujud dan goodwill. Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi jutaan Rupiah (“Rp”). 20 . Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi. mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian. Jika terdapat indikasi impairment. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal pelepasannya. baik secara langsung ataupun tidak langsung. Akuisisi anak perusahaan Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. a. Harga perolehan akuisisi dialokasikan ke dalam aset dan kewajiban yang teridentifikasi dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal transaksi. kecuali dinyatakan lain) 2. Seluruh saldo dan transaksi antar-perusahaan yang signifikan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian.

Penyertaan i. 21 . tetapi dilaporkan sebagai komponen terpisah pada bagian ekuitas hingga terealisasi.b). Saldo “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian ketika tidak terdapat lagi hubungan sepengendali antara pihakpihak yang bertransaksi. e. iii. Berdasarkan PSAK 38R. f. Keuntungan atau kerugian yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian dan dihitung berdasarkan metode identifikasi khusus. Penyertaan pada perusahaan asosiasi Penyertaan pada perusahaan-perusahaan di mana Perusahaan memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara.T. Akuisisi anak perusahaan (lanjutan) Pada bulan Juli 2004. transaksi akuisisi dengan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan nilai buku seperti metode penyatuan kepemilikan (carryover basis). Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“DSAK”) mengeluarkan PSAK 38 (Revisi 2004). dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi secara proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh signifikan tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan keuangan dan operasi. Selisih harga pengalihan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait. Selisih yang timbul dari jumlah bayar dengan nilai tercatat hak minoritas yang didebitkan. Penyertaan pada efek Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dinyatakan sebesar nilai wajarnya. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Berdasarkan metode ini. dan semua deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” pada bagian ekuitas. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual tidak diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” (“PSAK 38R”). Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai penyertaan sementara. setelah memperhitungkan dampak pajak penghasilan (“PPh”) yang berlaku. nilai tercatat penyertaan diturunkan hingga nihil dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan kecuali apabila Perusahaan menjamin kewajiban perusahaan asosiasi atau mempunyai komitmen untuk menyediakan dukungan keuangan kepada perusahaan asosiasi. Ketika bagian Perusahaan atas rugi melebihi nilai tercatat dari perusahaan asosiasi. Penurunan nilai efek yang tersedia untuk dijual di bawah harga perolehannya yang bersifat non-temporer dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 2. diakui secara langsung di eukitas dan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” (Catatan 1d. ii. yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan adanya indikasi penurunan nilai selain penurunan nilai sementara adalah pencapaian tujuan dan tahapan rencana usaha termasuk proyeksi arus kas dan hasil dari aktivitas pendanaan yang direncanakan. kondisi keuangan dan prospek bisnis dari setiap perusahaan asosiasi. Penurunan nilai tersebut langsung dibebankan ke laporan laba rugi periode berjalan. atau teknik penilaian lain yang tepat. 22 . Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas. Perubahan nilai penyertaan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan asosiasi yang timbul dari transaksi ekuitas antara perusahaan asosiasi dengan pihak lain diakui sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi”. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai terendah antara harga pasar (jika ada) dan nilai diskonto arus kas. aset dan kewajiban kedua perusahaan ini pada tanggal neraca masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Mata uang fungsional PT Pasifik Satelit Nusantara (“PSN”) dan PT Citra Sari Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar A. lamanya nilai wajar penyertaan berada di bawah nilai tercatat penyertaan. Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut dengan metode ekuitas. dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian saat penyertaan dijual sesuai persentase kepemilikan yang dijual. Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu yang ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap tingkat ketertagihan saldo piutang. iv. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi nilai tercatat penyertaannya pada perusahaan asosiasi terhadap kemungkinan penurunan nilai. nilai wajar penyertaan dibandingkan dengan nilai tercatat penyertaan. sekurang-kurangnya di setiap akhir tahun. Penurunan nilai yang harus diakui diukur berdasarkan selisih lebih antara nilai tercatat penyertaan dengan nilai wajarnya.S.T.”). kecuali dinyatakan lain) 2. Penyertaan pada perusahaan asosiasi (lanjutan) Secara berkesinambungan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f. Penyertaan lainnya Penyertaan pada perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar harga perolehannya dan hanya disesuaikan untuk penurunan nilai yang bersifat non-temporer atas setiap penyertaan. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama tahun tersebut. g. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Selisih yang sebelumnya langsung dikreditkan ke ekuitas sebagai dampak transaksi ekuitas di perusahaan asosiasi. Penyertaan (lanjutan) iii.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Piutang ragu-ragu dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih. dan faktor-faktor relevan lainnya.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008). harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. Piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk pelanggan retail sepenuhnya disisihkan. Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”). IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi penyisihan piutang ragu-ragunya secara bulanan. Beban penyisihan tersebut dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan keuangan konsolidasian. Perusahaan dan anak perusahaan menentukan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penghapusan pada masa lampau. Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada masa depan. kartu RUIM. i. kecuali dinyatakan lain) 2. Saldo piutang dihapuskan dari neraca setelah semua cara penagihan dilakukan namun kemungkinan tertagihnya sangat kecil. 23 . Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih. Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realiasasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode tejadinya penurunan atau kerugian tersebut. yang dibebankan atau dialihkan ke aset tetap pada saat pemakaian. dan vaucer prabayar dan metode identifikasi khusus untuk persediaan modul. dan vaucer prabayar yang dibebankan pada saat penjualan. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk komponen. kartu SIM. Persediaan Sejak 1 Januari 2009. h. Persediaan terdiri dari komponen dan modul. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan) Penyisihan piutang ragu-ragu mencerminkan estimasi terbaik Perusahaan dan anak perusahaan atas jumlah kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. “Persediaan” yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kartu Removable User Identity Module (“RUIM”). dan piutang yang telah jatuh tempo untuk pelanggan non-retail yang melebihi jumlah tertentu dievaluasi tingkat ketertagihannya secara individual. Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.

Berdasarkan PSAK 16R. dan peranti lunak komputer.T. Aset tetap . Berdasarkan interpretasi manajemen terhadap ketentuan lisensi tersebut dan konfirmasi tertulis dari DJPT. Aset tidak berwujud diakui jika Perusahaan dan anak perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tidak berwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. Oleh karena itu. Setiap bagian aset tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. dan (c) estimasi biaya awal pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Telkomsel diharuskan membayar uang muka (up-front fee) dan iuran tahunan biaya hak penggunaan (“BHP”) selama sepuluh tahun (Catatan 47c. kecuali dinyatakan lain) 2.iii). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan anak perusahaan harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tidak berwujud. Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan estimasi masa manfaat. Selanjutnya. Perusahaan telah memutuskan untuk menggunakan model biaya. maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. suatu entitas harus memilih model biaya atau model revaluasi untuk mengukur biaya perolehan aset tetap.ii). biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 16 (Revisi 2007). “Aset Tetap” (“PSAK 16R”) yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008 dan diterapkan secara prospektif. (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya. k. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) j. Apabila nilai tercatat aset tidak berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. jika ada. lisensi tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa iuran tahunan BHP. Aset tidak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. Uang muka (up-front fee) dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (10 tahun). Nilai residu dan masa manfaat aset tetap harus direview minimum setiap akhir tahun buku. 24 .perolehan langsung Sejak 1 Januari 2008. Aset tetap yang diperoleh secara langsung diakui berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sejak aset terkait dengan pengoperasian tersebut tersedia untuk digunakan. Amortisasi dimulai pada tahun 2006. Pada tahun 2006. Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan lisensi tersebut setiap tahun. Telkomsel mengakui iuran tahunan BHP sebagai beban pada saat terjadinya. lisensi. Aset tidak berwujud Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang berasal dari akuisisi anak perusahaan/bisnis. Telkomsel diberikan lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (Catatan 13.

Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. Jika peranti lunak komputer berdiri sendiri dari peranti keras komputernya. biaya pinjaman. kecuali dinyatakan lain) 2. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan. dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. yang kemudian direklasifikasi secara spesifik menjadi aset tetap yang terkait. Selama masa pembangunan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sejak 1 Januari 2008.T. Suku cadang dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan dan diakui sebagai bagian dari laba atau rugi pada saat dikonsumsi. nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. dan komunikasi data 5-15 Peralatan dan instalasi transmisi 5-20 Satelit. yang termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul untuk membiayai pembangunan aset. Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari 12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. 25 . pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi. kecuali tanah. peranti lunak komputer tersebut harus dicatat sebagai bagian dari aset tidak berwujud. Peranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan peranti lunak komputer tertentu. stasiun bumi.perolehan langsung (lanjutan) Aset tetap. teleks. Dalam kondisi tersebut. Aset dalam pembangunan diakui sebesar harga perolehan hingga pembangunan selesai. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan 20 Prasarana bangunan 3-7 Peralatan sentral telepon 5-15 Peralatan telegraf. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat serat optik (merupakan bagian dari jaringan kabel) dari 15 tahun menjadi 25 tahun. dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode tersebut. Perusahaan membebankan pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan keuangan konsolidasian periode berjalan oleh karena dianggap tidak material Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. Aset tetap . Peralatan yang untuk sementara tidak digunakan direklasifikasi sebagai peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaatnya. dan peralatannya 3-15 Jaringan kabel 5-25 Catu daya 3-10 Peralatan pengolahan data 3-10 Peralatan telekomunikasi lainnya 5 Peralatan kantor 2-5 Kendaraan 5-8 Peralatan lainnya 5 Terkait dengan PSAK 16R. peranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari peranti keras komputer.

Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Perusahaan mencatat aset PBH sebagai “Aset tetap PBH” (dengan mengkredit akun “Pendapatan PBH ditangguhkan” yang disajikan pada bagian kewajiban di neraca konsolidasian) sebesar biaya yang dikeluarkan mitra usaha sebagaimana disetujui dalam perjanjian antara Perusahaan dan mitra usaha. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30 (Revisi 2007). Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. 26 . Oleh karena dampak dari penerapan standar tersebut terhadap tahun 2007 dan 2006 tidak signifikan. aset tetap PBH yang bersangkutan direklasifikasi ke akun “Aset tetap”.T. “Penentuan Apakah suatu Perjanjian Mengandung suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi PSAK 30 (Revisi 2007)”. Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. m. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l. mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30R secara retrospektif terhadap semua transaksi sewa sejak tanggal mulainya perjanjian terkait atau secara prospektif seolah-olah PSAK 30R berlaku sejak awal periode pelaporan. Biaya langsung awal yang dikeluarkan perusahaan dan anak perusahaan ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa manfaat yang akan diperoleh. Perusahaan memutuskan untuk melakukan penerapan prospektif. Aset sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat ekonomisnya. “Sewa” (“PSAK 30R”) yang efektif berlaku untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. Berdasarkan PSAK 30R. Perjanjian Pola Bagi Hasil (“PBH”) Pendapatan PBH diakui sesuai dengan bagian yang menjadi hak Perusahaan sebagaimana diatur dalam perjanjian. Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas. Aset tetap tersebut disusutkan berdasarkan estimasi masa manfaat masing-masing aset dengan menggunakan metode garis lurus (Catatan 2k). Pendapatan ditangguhkan yang berkaitan dengan perolehan aset tetap PBH diamortisasi selama masa bagi hasil dengan menggunakan metode garis lurus. Perusahaan membebankan efek kumulatif pada laporan keuangan tahun 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset tetap sewa pembiayaan Sejak 1 Januari 2008. Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau jika lebih rendah. kecuali dinyatakan lain) 2. nilai kini pembayaran sewa minimum. Pada akhir masa bagi hasil. Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) 8. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk kontraknya.

p.225 14. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.03 Beli 9.215 14.200 14. Beban tangguhan .hak atas tanah Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan dan perpanjangan masa hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode hak atas tanah tersebut. Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.584 87. “Akuntansi Kerja Sama Operasi” yang menggantikan paragraf 14 PSAK 35.399 107. setelah dikurangi MTR dan beban operasi Unit KSO. Penjabaran valuta asing Mata uang fungsional Perusahaan dan anak perusahaan adalah Rupiah dan pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. 27 . aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal neraca konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan dan anak perusahaan 2009 Beli Dolar Amerika Serikat (“US$”) 1 Euro1 Yen1 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. Kompensasi yang diterima dari mitra KSO dicatat sebagai pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. kecuali dinyatakan lain) 2.T. baik yang telah maupun yang belum direalisasi. KSO Pendapatan dari KSO mencakup amortisasi pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. sesuai dengan perjanjian KSO.60 2008 Jual 9. Pendapatan Minimum Telkom (“Minimum Telkom Revenue” atau “MTR”). dan bagian Perusahaan atas Pendapatan KSO yang Harus Dibagi (“Distributable KSO Revenues” atau “DKSOR”). “Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi”. o. aset yang dibangun oleh mitra KSO dalam rangka KSO dicatat dalam pembukuan mitra KSO yang mengoperasikan aset tersebut dan akan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa KSO atau saat penghentian perjanjian KSO. Pada tanggal neraca konsolidasian. Berdasarkan PSAK 39.72 Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul. Bagian Perusahaan atas DKSOR diakui berdasarkan persentase bagian Perusahaan atas pendapatan KSO.215 14.603 87. setelah dikurangi dengan seluruh beban langsung yang berkaitan dengan perjanjian KSO dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan masa KSO yaitu 15 tahun sejak tanggal 1 Januari 1996.375 106. MTR diakui setiap bulan berdasarkan perhitungan jumlah MTR yang diperjanjikan untuk periode berjalan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) n. dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap pembangunan aset tersebut (Catatan 2k). dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan.86 Jual 10.

penggunaan. dan jasa teknologi informatika Pendapatan dari pemasangan (set-up) internet. Pendapatan pulsa dan biaya pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan pelanggan. yang terdiri dari pendapatan jasa penyambungan. penyalur. ii. iv. 28 . Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. dan e-Business diakui pada saat pemasangan selesai. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian. Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak Pendapatan dari pemasangan sambungan telepon tidak bergerak diakui pada saat pemasangan selesai dan siap dipakai. internet. iii. Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. atau langsung kepada pelanggan. Pengakuan pendapatan dan beban i. Pendapatan telepon seluler dan jaringan tetap nirkabel Pendapatan dari jasa pasca bayar. instalasi dan implementasi peranti lunak dan perangkat keras komputer. dan instalasi diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. Pendapatan data. v. Pendapatan diakui berdasarkan harga yang ditetapkan dalam perjanjian. Pendapatan dari penjualan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM untuk telepon seluler atau kartu RUIM untuk telepon nirkabel dan vaucer perdana) dan vaucer isi ulang diakui sebagai berikut: • • Penjualan kartu SIM dan RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat kartu perdana tersebut diserahkan kepada distributor. Pendapatan jaringan Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit. dan biaya abonemen bulanan diakui sebagai berikut: • • • Pendapatan jasa penyambungan diakui pada saat penyambungan terjadi. jasa pemasangan jaringan data komputer. kecuali dinyatakan lain) 2. Pendapatan interkoneksi Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan internasional diakui pada saat terjadinya berdasarkan perjanjian dan disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi beban interkoneksi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. komunikasi data.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penjualan vaucer pulsa isi ulang (baik digabungkan dalam paket perdana ataupun dijual secara terpisah) diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di muka dan secara proporsional diakui sebagai pendapatan berdasarkan jangka waktu dan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada vaucer prabayar telah habis masa berlakunya. Pendapatan dari jasa prabayar.T.

Beban Beban diakui berdasarkan metode akrual. dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi konsolidasian selama sisa masa kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan. Kewajiban sehubungan dengan LSA dan LSL dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. tergantung persetujuan manajemen.T. ii. Pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu. vii. r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) vi. Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi aktuaria. Pendapatan diakui pada saat jasa diterima atau barang diserahkan kepada pelanggan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya bersih berkala untuk tahun iuran tersebut terutang dan dicatat sebagai biaya karyawan. Biaya jasa lalu diakui jika telah menjadi hak (vested) atau diamortisasi selama periode vesting. Penghargaan masa kerja (“Long Service Awards” atau “LSA”) ”) dan cuti masa kerja (“Long Service Leave” atau “LSL”) Perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. yang melebihi nilai tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program. Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya terdiri dari penjualan jasa atau barang telekomunikasi lainnya. 29 . Beban program promosi yang belum digunakan disajikan sebagai pengurang pendapatan diterima di muka. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. Imbalan kerja i.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Untuk program iuran pasti. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. dikurangi dengan nilai wajar dari aset program pensiun setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria yang tidak diakui. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi dengan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban yang bersangkutan. Laba atau rugi aktuaria yang muncul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan asumsi aktuarial. kecuali dinyatakan lain) 2.

jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar (probable). Selama masa MPP. termasuk. PPh Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan dianggap berkomitmen untuk melakukan Pendi jika. Masa persiapan pensiun (“MPP”) Karyawan Perusahaan memperoleh manfaat selama MPP. dan hanya jika. Imbalan pasca kerja lainnya Karyawan memperoleh tunjangan persiapan pensiun dan tunjangan fasilitas perumahan terakhir pada saat memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) r. seperti kompensasi rugi fiskal. Perusahaan telah memiliki rencana Pendi formal yang tidak dapat dibatalkan. misalnya selisih nilai transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali dan efek penyesuaian penjabaran mata uang asing untuk penyertaan tertentu di perusahaan asosiasi. atau memberikan imbalan yang lebih rendah. tetapi tidak terbatas pada gaji rutin. Pensiun dini (“Pendi”) Beban Pendi diakui pada saat Perusahaan berkomitmen untuk memberi imbalan Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Perusahaan agar karyawan terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Imbalan kerja (lanjutan) iii. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan tunjangan lainnya. Manfaat yang diberikan kepada karyawan yang memasuki MPP dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. kecuali apabila pajak tersebut berkaitan dengan pos-pos yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. v. bonus. libur tahunan. Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan tetap berlaku terhadap laba kena pajak untuk tahun-tahun dimana perbedaan temporer tersebut terpulihkan atau direalisasi. kecuali dinyatakan lain) 2. PPh dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. 30 . dimana karyawan mulai tidak aktif selama 6 bulan sebelum memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program manfaat pasti. fasilitas kesehatan. Manfaat tersebut dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. iv. dimana bagian yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan. dalam hal mana PPh-nya juga dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.T. Perusahaan dan anak perusahaan juga mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan. karyawan masih akan menerima manfaat yang diberikan kepada karyawan aktif. s.

Laba bersih per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 40. u. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. w. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan pajak. Untuk dividen interim. PSAK 55 mensyaratkan beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi. t. Harga pokok dari penjualan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode ratarata tertimbang. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. v. atau apabila dilakukan banding. Modal saham yang diperoleh kembali Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang ekuitas pemegang saham. kecuali dinyatakan lain) 2. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” yang mensyaratkan bahwa semua instrumen derivatif diakui dalam laporan keuangan pada nilai wajarnya. yaitu jumlah saham per ADS.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. ketika hasil banding sudah diputuskan. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai. 31 . Laba per saham dan laba per ADS Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode tersebut. aset atau kewajiban terkait harus disesuaikan nilainya. Perusahaan mengakui sebagai kewajiban berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Komisaris. Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat lindung nilai. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. PPh (lanjutan) Aset dan kewajiban pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diharapkan dapat diperoleh atau dibayar dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”. termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif diakui pada laporan laba rugi konsolidasian atau laporan perubahan ekuitas konsolidasian tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari transaksi lindung nilai tersebut.T. Instrumen derivatif Transaksi derivatif diakui sesuai dengan PSAK 55. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain termasuk. Informasi segmen usaha konsisten dengan informasi operasi yang secara rutin dilaporkan kepada tingkat pengambil keputusan operasional tertinggi di Perusahaan. Metra dan para pemegang saham Sigma. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut. Penggunaan taksiran Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. 32 . Segmen usaha adalah unit yang dapat dibedakan (distinguishable unit) yang menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda dan dikelola secara terpisah. multi finance.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) x. y. Informasi segmen Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut segmen usaha. kecuali dinyatakan lain) 2. Melalui akuisisi ini. Sigma adalah perusahaan jasa teknologi informatika yang menyediakan peranti lunak untuk perusahaan perbankan. 3.2 juta atau setara dengan Rp331. Harga beli opsi tersebut yaitu nilai tertinggi antara harga per saham yang diperjualbelikan yang disesuaikan dengan tingkat bunga dan nilai wajar yang ditentukan oleh penilai independen. Perusahaan memulai untuk memperluas jasanya pada industri-industri sejenis terutama jasa teknologi informatika dengan menggabungkan pengalaman Sigma dan basis konsumen korporasi Perusahaan. dan kewajiban yang berhubungan dengan imbalan karyawan. penyisihan untuk piutang.b).T. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli tersebut. nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud. Goodwill dalam kaitannya dengan akuisisi ini terdiri terutama dari nilai wajar dari keahlian dan pengalaman dari tenaga kerja perusahaan yang diakuisisi. PT Sigma Citra Harmoni (“SCH”) dan Trozenin Management Plc menandatangani Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham dimana Metra mengakuisisi 80% saham Sigma dengan harga perolehan sebesar US$35. Metra dan SCH setuju untuk mendukung Sigma melakukan IPO dalam periode 24 bulan dari tanggal penutupan.052 juta yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”) (Catatan 1d. SCH sebagai pemegang 20% saham Sigma. AKUISISI SIGMA Pada tanggal 21 Februari 2008. dan manufaktur. mempunyai opsi jual (put option) yang mengharuskan Metra membeli saham minoritas. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Opsi tersebut berlaku selama 24 bulan atau lebih cepat jika terjadi IPO.

33 . Aset tidak berwujud merupakan kontrak dan hubungan jangka panjang dengan konsumen. AKUISISI SIGMA (lanjutan) Akuisisi Sigma dicatat dengan menggunakan metode pembelian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sebagai tanggal neraca terdekat. dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung.T.777) 231. Hasil usaha konsolidasian Perusahaan meliputi hasil usaha Sigma terhitung sejak 1 Maret 2008 sebagai tanggal neraca terdekat.461 86.570) (54.347) (37.886 29. dan merek dagang (Catatan 13). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut: Rp Aset dan kewajiban yang berasal dari akuisisi adalah sebagai berikut: Aset lancar Aset tetap Aset tidak lancar lainnya Aset tidak berwujud Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Hak minoritas Nilai wajar aset bersih yang diakuisisi Goodwill Jumlah harga perolehan Dikurangi: Kas dan setara kas pada anak perusahaan yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akusisi 150.052 (43. peranti lunak.403 Metra memperoleh kendali atas Sigma pada tanggal 22 Februari 2008 dan penilaian dilakukan oleh penilai independen dengan menggunakan saldo 28 Februari 2008.686 189.108 99.405 (75.944 331.636) (57. kecuali dinyatakan lain) 3.649) 287.

831 179.196 3.338 116.367 61.250 250 20 247.500 9.100 8.594 Sub-jumlah Jumlah bank 227.168 Mata uang asing Bank Mandiri BNI BRI BSM 296.679 57 5.884 213.363 861.426 514.304 335.864 63.576 88.675 34 .337 1.609 3.076 69.334 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.690.412 8. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.359 1.171 2.658 Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah ABN AMRO Bank (“AAB”) Deutsche Bank AG (“DB”) PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) (dahulu PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk) PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (”Bank Ekonomi”) PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara PT Bank DKI Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 1. (“HSBC”) DB Citibank.449 23.763 1.577 95 16 8 1.595 Mata uang asing The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.492 2008 36.115 665 75 87.566 2.495 2. KAS DAN SETARA KAS 2009 Kas Bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Pos Nusantara PT Bank Tabungan Negara (Persero) (“BTN”) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) 95.880 2.A (”Citibank”) Bank CIMB Niaga Bank Ekonomi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 42.622 10.947 21.722 121.680 115.214 10.307 37 379.217 158.123 2.566 31. kecuali dinyatakan lain) 4.610 153.095 10.530 1.463.366 7 2.013 16.601 17.948 813 25.083.285 6.T. N.039 8.

315 25.785 350.775 2.725 6.000 37.560 209.000 45.437.871 1.945 267.281 465.272 89.181 1.275.100.068.000 216.000 29.085 1.000 1.888 250.402 293.900 3.770 2.251.607.053 30.900 1.650 40.594 4.000 9.132.627 327. kecuali dinyatakan lain) 4.600 274.450 300.000 60.000 50.000 5.920 52.186 65.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.279.570 202.060 623.363.983 2.000 1.468 262. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.041 1.000 149.000 20.000 25.000 2.255 78.459.625 220.000 2. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah BNI BRI Bank Mandiri BTN Mata uang asing BNI BRI Bank Mandiri Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah BCA PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (“Bank Jabar”) Citibank Bank Bukopin PT Bank Muamalat Indonesia (“Bank Muamalat”) PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) Bank CIMB Niaga PT Bank Century Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk DB PT Bank Syariah Mega Indonesia (“Bank Syariah Mega”) PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank NISP Tbk PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk 2008 1.257.680 18.T.813 6.337.495.315 5.500 72.550 117.000 1.623 35 .

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 4. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan secara keuangan dianggap aman karena dimiliki oleh Pemerintah.430 4.25% .614 1.50% 1.25% .276.T.872 10.532.942.829 Sub-jumlah Jumlah deposito berjangka Jumlah 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.824 156.610 1.80% Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dimana Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara.584 151.224 30.821 18.052.13.410 296. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing BCA Bank Muamalat DB HSBC Standard Chartered Bank (“SCB”) Bank Jabar Bank Bukopin Bank Mega Bank Ekonomi 2008 658.12.4. 36 . Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.168 Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Mata uang asing 5.600 688.490.25% .391.591 10.784.00% .50% 0.4.226 6.968 3.655 901.75% 2008 2.001 8.844 1.

749 18.776 28.564 4.703 12.231) 2.941.072 .301 685.314 (105.634 685.845 (1.361.235 Piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu disajikan bersih setelah memperhitungkan kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak yang sama berdasarkan hak untuk melakukan saling hapus yang disepakati oleh kedua belah pihak.849 2008 528.173 2008 3.843 166 4.740.350 89.314 (105.326 67.978 9.465) 779.465) 779.032 (148.254 55.T.768.061.459 12.495 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.586 3.404 (1.773) 2.849 2008 540.623 4.781 378.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.194 3.961 133.797) 536. dengan rincian sebagai berikut: a.035 64. PIUTANG USAHA Piutang usaha timbul sehubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail.268 885.032 (148.031 43.235 3.829.959.457 73.206 885.797) 536. (ii) Pihak ketiga 2009 Pelanggan individual dan bisnis Penyelenggara jasa telekomunikasi internasional luar negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih b. kecuali dinyatakan lain) 5. Berdasarkan pelanggan (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Instansi Pemerintah CSM Indosat PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) PSN PT Graha Informatika Nusantara (“Gratika”) Koperasi Pegawai Telkom (“Kopegtel”) Lain-lain Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 702.208 9.320.528 8. Berdasarkan umur (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Sampai dengan 6 bulan 7 sampai dengan 12 bulan 13 sampai dengan 24 bulan Lebih dari 24 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 37 754.149 13.350 3.966 44.

314 (105.320.466.032 (148.978 26.465) 779.415 685.845 (1.421 4.773) 2.404 (1.991) 1.768. Berdasarkan umur (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2009 Sampai dengan 3 bulan Lebih dari 3 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih c. Berdasarkan mata uang (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Rupiah Dolar A.336 885.959. PIUTANG USAHA (lanjutan) b.829.S.287.829. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.105 (203.129 1.320.100.231) 2.456 314.231) 2.474. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih (ii) Pihak ketiga 2009 Rupiah Dolar A.361.791 3.849 2008 666.173 2008 2.235 2.061.905 303.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.165 (40.061.696 2008 1.845 (1.173 2008 3.154.361.404 (1.768.716 3.959.570 3.T.054 355.836 608.675.797) 536.S.203. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih d.072 38 . kecuali dinyatakan lain) 5.617 18.568 4.032.374) 1.072 858. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan piutang tak tertagih Saldo akhir 1.983 2.210.711.773) 2.

vii). beberapa persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran. 39 . PIUTANG USAHA (lanjutan) d.850 5.072 139. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Piutang usaha tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22).363) (70.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Kecuali untuk piutang dari Instansi Pemerintah.954 201.835 68. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu (lanjutan) Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.125 354. 6. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.184) (6. Perusahaan dan anak perusahaan tidak mempunyai risiko kredit atas piutang yang terkait dengan pelanggan yang tidak dicerminkan di neraca konsolidasian (off-balance sheet credit exposure). Total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp4.547) 449. kecuali dinyatakan lain) 5.436 148.673 2008 137.710) (6.425 (172) 58.T.396 (52. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang.701 4. manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan atas piutang.547 2008 54. kabel.643 520.220 (64. Pada 30 Juni 2009. dan persediaan suku cadang lainnya. kartu RUIM. pencurian.878 juta (Catatan 43d. dan risiko lain.244) (58.697 70. PERSEDIAAN 2009 Modul Komponen Kartu SIM.954) 295.442 Komponen dan modul terdiri dari pesawat telepon.505 179. suku cadang instalasi transmisi. dan vaucer prabayar Jumlah Penyisihan persediaan usang Modul Komponen Jumlah Jumlah bersih Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan Saldo akhir 64.

8.244 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka milik Perusahaan dan anak perusahaan yang dijadikan jaminan untuk garansi bank kepada beberapa Bank .158 20. 7.420 21.217 2008 Mata uang asal (dalam jutaan) 0.015 449 4.348.703 312.215 juta.284 92.928 307.052 0.338.569 Setara Rupiah 529 13.537 22.854 1.200.498 4.464 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.90 Setara Rupiah 8.800 24.T.013 378. 40 .630 82.326 8.039 360. PERSEDIAAN (lanjutan) Beberapa persediaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tertentu telah diasuransikan terhadap all industrial risk dan risiko kehilangan pada saat pengiriman dengan total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp6. ASET LANCAR LAINNYA Aset lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.424 5. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan tertentu yang mungkin dialami Perusahaan. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. terdiri dari deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebagai berikut: 2009 Mata uang BNI Perusahaan Bank Mandiri Perusahaan Infomedia TII Jumlah US$ Rp US$ Rp Rp US$ Mata uang asal (dalam jutaan) 0. BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2009 Izin penggunaan frekuensi Gaji Sewa Asuransi Biaya penerbitan buku petunjuk telepon Lain-lain Jumlah 1.376 21.523 10.255 2.836 2008 582. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 6.

249 28.00 2.00 5.712 23.00 5.253 (697) 165. (“BMPL”) PT Batam Bintan Telekomunikasi (“BBT”) PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (“Bangtelindo”) Scicom (MSC) Berhad (“Scicom”) 25.579 85.107 10.11 9.780 - (697) 113.103) (1.360 587 199 30. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.990 (1.480 20.800) 831 (2.00 40.107 10.00 22.38 Saldo awal 84.T.700 33.313) (3.360 587 199 2.107 169.249 28.240 32.00 22.11 9.146 Bagian (rugi) laba (3.360 587 199 30.103) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: BMPL BBT Bangtelindo Scicom 25.334) (3. kecuali dinyatakan lain) 9.116 31.695 20.103) 137.360 587 199 30.00 40.961 52.197 32.249 Bagian rugi (2.021) (1.132 Penambahan 28.969) (2.80 20.969) Saldo akhir 79.892 90.587 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (1.38 Saldo awal 57.802 41 .00 2.334) Saldo akhir 54.961 52.961 52. PENYERTAAN JANGKA PANJANG 2009 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (697) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: Bridge Mobile Pte Ltd.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.858 113.81 20.949 117.

jasa aplikasi jaringan.. bergerak dalam penyediaan jasa seluler regional di wilayah Asia Pasifik. S. kecuali dinyatakan lain) 9. Selanjutnya. diputuskan bahwa masing-masing para pemegang saham BMPL akan memesan 1.H. dan jasa konsultasi mengenai teknologi telekomunikasi dan sarana lain yang terkait. PSN PSN bergerak dalam bidang penyewaan transponder satelit dan penyelenggaraan jasa komunikasi berbasis satelit di wilayah Asia Pasifik. Namun. nilai tercatat penyertaan di Patrakom kurang lebih sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih Patrakom. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. d. Pada tanggal yang sama. Patrakom Patrakom bergerak dalam bidang penyediaan jasa sistem komunikasi satelit.500. suatu perusahaan asosiasi dari Telkomsel. Berdasarkan hasil RUPST Patrakom pada tanggal 30 April 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. Bagian rugi Perusahaan dari PSN telah melebihi nilai penyertaannya sejak 2001. pada tanggal 7 Maret 2007. BMPL BMPL (Singapore). para pemegang saham BMPL juga menyetujui bergabungnya Advance Info Service Public Company Limited sebagai salah satu pemegang saham BMPL. 235 tertanggal 30 April 2008.Kn.000 saham dibatalkan. c. para pemegang saham BMPL menyetujui bergabungnya SK Telecom sebagai salah satu pemegang saham BMPL.859 juta dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp607 juta. Berdasarkan Accession Agreement tanggal 18 Juni 2007. 42 . Pada tanggal 20 Januari 2006. para pemegang saham Patrakom menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp4. Ltd. b. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) a. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di PSN terdilusi menjadi 22.. nilai tercatat penyertaan di CSM sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih CSM.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 saham akan dibatalkan jika SK Telecom menjadi pemegang saham di BMPL. Penambahan penyertaan pada Patrakom di tahun 2007 berasal dari penyesuaian atas selisih nilai buku dan penyertaan awal yang dilakukan pada tahun 2005. oleh karena itu nilai penyertaannya telah menjadi Rp nihil. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.38%. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Bagian Perusahaan atas dividen tersebut sebesar Rp1.000 saham tambahan di BMPL bergantung pada bergabungnya SK Telecom Co. CSM CSM bergerak dalam bidang penyediaan Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro (“Very Small Aperture Terminal” atau “VSAT”). (“SK Telecom”) sebagai pemegang saham BMPL. tambahan pemesanan 300. No.T. para pemegang saham PSN setuju untuk menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham baru. M. jasa-jasa dan sarana terkait untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan.944 juta. sehingga tambahan pemesanan 300.

T. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) d.42 juta (setara dengan Rp30. BBT BBT bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo di Muka Kuning. e. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr.H. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. S.000 (setara dengan Rp5.81% total kepemilikan TII pada Scicom. kecuali dinyatakan lain) 9.200. Pada tanggal 19 Juli 2007. S. BMPL (lanjutan) Pada bulan April dan November 2007. No.000 juta dari pemegang saham PT Fokus Investama Mondial (“FIM”). Scicom menerbitkan 35.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 43 .) Pada 30 Juni 2009 dan 2008.H.000 lembar saham baru.961 juta) atau setara dengan 9.455 juta dan Rp5. kontribusi TII adalah sebesar US$3. f. g.41%.000 (Rp20. Bangtelindo Bangtelindo terutama bergerak dalam bidang penyediaan jasa konsultasi untuk pemasangan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. kontribusi Telkomsel masing-masing adalah US$2. Wiratni Ahmadi. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan TII di Scicom terdilusi menjadi 9. Telkomsel telah melakukan pembayaran untuk pemesanan tambahan saham masing-masing sebesar US$600. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr.615 juta. Scicom Scicom bergerak dalam bidang penyediaan jasa call center di Malaysia. Pada 30 Juni 2008.360 juta) mencerminkan 10% kepemilikan pada masing-masing periode.11%. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp2. Wiratni Ahmadi. No. Pada tanggal 5 Februari 2008. 38 tanggal 19 Juli 2007.80%. Pulau Batam. Pada tanggal 31 Juli 2008. serta di Bintan Beach International Resort dan Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan. 85 tanggal 30 Juni 2008.200 juta dari pemegang saham FIM. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp1.

897 29.628 24.663 27.323 60.052 6.054 766. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.692 95.951 84.333.334 135. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.327 19.560. stasiun bumi.T.263 40.838.409.789 44 .640 2.432 61.989.761 1.892 29.135 43. kecuali dinyatakan lain) 10.491 128.401 517.339) (94.180.780.340) 123 156 47.274 105.967.589 323.836 26.877 462.898) 57.973 11.079.039 7.165 61.236 (34. ASET TETAP 1 Januari 2009 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.612 2.851 493.351.744 139.641) (121) (511) (20.212 658.685.998 23.350) (112) (294) (3.917.843 (3.356.590 68.131 1.049 94.482) (22) (577.072 1.216 5.111.172 139.565 86.982 5.498 23.976 6.191 1. teleks.768 2.530 3.721.210.630 2.201 580.386 60.533 240.819 23.162 290.554 22.010 27. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.485) 4.073 108.825 676.354 5.938 545.085 94.705 56.239 91.296 279.184.335) (11.829 61.131 427.073) (1.350) (112) (293) (5.698 110.745.502.528 216.910 15.816) (47) (152.576.969.194 678.581 458.235) 45.198 (11. stasiun bumi.816) (127) (153.926.258.576 6.830 384 13.562 1.144) (20.439 72.636) 920 (1.635 206.333 70.506.847 13.004 2.627 119.697 (3.717 11.857.208 561.456 421.697 580.994 293 2.671 642.535 593.940 8.053 4.469) 39.626.307 132.049 36.165 56.552 20.991 135.993.099 17.307 140.574.640 127.493 236.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.240 295.709 65. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.866 207.303.220.804 460.182 9.580.522 2.757 3.548 2.173.463 2.703 285.648 67.898) (3.350 60.002 9.767 545.954 6.124 17.417.978 236.698 284.321.694 497.498) 59 (348) 28.506.198 21.228 1. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.100) (100) (144.709 1.900 (26.724 3. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Jumlah Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2009 684.913 86.314 2.084 76.440 2.190 353.588.233 2.495 9.572.620 21.732.256.261) (556.589.629 22.372 696. stasiun bumi.675.640 7.281 7.258 7.174 7.981 622.865) (5.824 14.730 2.898 207.926 77.802.815 1.263 40.825) (54) (144. teleks.923 24.149 (3.229.777 95.155 1.907.240 437.583.683.

186 1.021.095 722.077 5.895.431.420 724.316 4.979.218 10.626 20.213.525.563) (387.638 6.598 4.554 44.758.945 (2.484 156.348 2.932.810.036 44.373.808 - 63.637 613.458 584.681) (76.993) (1. ASET TETAP (lanjutan) 1 Januari 2008 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.207.345 1.999) (12. stasiun bumi.139 156.154 14.693 7.428.710.965 2.227 14.875 *) Disajikan kembali (Catatan 52) 45 .864.398 135.869) (35.416.039 224.081.886 32.046.355 12.523 2.498 24.629 292.856 48. teleks. stasiun bumi.005.542) (25.027 704.562.813 114.280.075.862 13.055 100.241) (4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.515 2.595.816.625 110.603 3.474.994 23.801 161.117 51.081.494 188.160 21.351 283.804 403.457 2.386 5.580.747 3.005 25.676 86.250 389.229) (26.782 637.753 504.812 (37.207.041 37.834 60.039) 58.244 2.448 437 2.501.931 65.925) 495.284) (674.106.054) (1.758.292 1.020 706.228) (524.511) (65.140) (1.511) 105 (1.297 1.560 5.057 211.667 291.879 545.194) (7.952.529 4.293.443 6.669.960 (8.743) (202) (1.819 314.427 16.516) (554) (2.796 100.503) (466) (6.865. stasiun bumi.557.560 57. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.465 20.281 109.904 391.579) (211.304 575.T.422 62.176 36.345 202 8.693 120. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Nilai Buku Bersih Akuisisi Sigma Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2008*) 561.678 17.520 12.253 124.643.682 594.279 22.440 1.192 109.134 17.178.216 257.275 2.796 (56) (466) (522) (103) (673) (9.515 400.935 (195. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.642 26.430 1.205.557 152.253 13.444 6.686) 1.793 2.917.557 162.646.935.519 147.437 188.860.485) (13. kecuali dinyatakan lain) 10.228 37.301 4.746 710.784 86 83.332 143.958 4. teleks.091.030 3.573 2. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.515 1.270.200 1.374 626.180) 3.137) 620.011. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.568 13.554 33.507) (3.979 31.927 147.199 13.452 458.740 2.094 54.557 381 37.579 18.958 122.196.091 2.724 16.871 13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.339 6.

781 juta. ASET TETAP (lanjutan) a. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Keuntungan (kerugian) dari pelepasan atau pertukaran aset 2009 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku bersih Keuntungan (kerugian) dari pelepasan b. Tindakan ini mengakibatkan Perusahaan tidak diperbolehkan lagi menggunakan spektrum frekuensi tertentu yang digunakan untuk mendukung jaringan kabel telepon tidak bergerak mulai akhir 2006.060 2008 5. nilai buku bersih aset tetap ini masing-masing sebesar Rp361. 2.279 juta bersih setelah pajak). kecuali dinyatakan lain) 10.398 juta (Rp168. Oleh karena itu.050) 46 .349) (29.420 juta dan Rp982. nilai buku aset tetap ini masing-masing sebesar Rp872. yang sebagian besar terdiri dari peralatan Wireless Local Loop (“WLL”) dan Approach Link. c. Pemerintah menerbitkan beberapa peraturan dalam upayanya menata ulang spektrum frekuensi yang digunakan industri telekomunikasi.035 juta dan Rp663.299 (34.505 juta. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO IV yang telah diakuisisi tetap berada di MGTI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. (ii) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (“MGTI”). Perusahaan telah memperpendek sisa masa manfaat peralatan WLL dan Approach Link di kuartal pertama 2005 dan menyusutkan sisa nilai buku bersih aset terkait sampai dengan 31 Desember 2006 dan membebankan tambahan beban penyusutan pada tahun 2006 sebesar Rp240. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Peraturan ini mengakibatkan fasilitas jaringan kabel tertentu milik Perusahaan yang termasuk dalam segmen sambungan telepon kabel tidak bergerak. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (i) Pada triwulan pertama tahun 2005.400) 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. yang beroperasi pada spektrum frekuensi tersebut tidak bisa lagi digunakan mulai akhir tahun 2006.460 (1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO VII yang telah diakuisisi tetap berada di BSI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. Perjanjian kepemilikan aset KSO (i) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO VII dengan BSI.

47 . Nilai yang dapat diperoleh kembali diestimasi dengan menggunakan nilai pakai yaitu nilai kini dari taksiran aliran kas masa depan yang diharapkan akan diterima dari unit penghasil kas dengan tarif diskonto sebelum pajak sebesar 16. terutama sebagai backbone hubungan transmisi untuk jaringan milik Perusahaan sendiri serta untuk penyediaan jasa up-linking dan down-linking satelit stasiun bumi untuk para pengguna domestik dan internasional.359 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.330. sedangkan untuk wilayah lain. Penggantian peralatan BSS ini dengan peralatan BSS yang beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz telah selesai pada akhir bulan Desember 2007. Perusahaan juga mengubah estimasi sisa masa manfaat dari peralatan BSS di wilayah Jakarta dan Jawa Barat dan menyusutkan sisa nilai buku dari aset terkait sampai dengan 30 Juni 2007 dan mengakui tambahan beban penyusutan sebesar Rp173. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 1900 MHz untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. yang menghasilkan aliran kas masuk tanpa tergantung pada aliran kas masuk dari aset-aset atau kelompok aset lain.678 juta bersih setelah pajak) pada tahun 2006.T. Telkom-1 dan Telkom-2.89%. peralatan Base Station System (“BSS”) Perusahaan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel tidak dapat lagi digunakan mulai akhir tahun 2007 dengan total harga perolehan sebesar Rp1. (iii) Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No.Radiocommunication Sector (“ITU-R”). Sebagai akibat dari keputusan Pemerintah tersebut.818 juta. Di samping itu. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 800 MHz. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (ii) Selanjutnya. Pada bulan Juni 2007.KOMINFO/1/2006 yang menegaskan kembali keputusan Pemerintah bahwa jaringan tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi pada spektrum frekuensi 800 MHz dan spektrum frekuensi 1900 MHz dialokasikan untuk jaringan 3G. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan mengakui penurunan nilai sebesar Rp616.768 juta untuk peralatan dan instalasi transmisi dari aset telepon tidak bergerak nirkabel. Menkominfo juga mengumumkan bahwa jaringan teknologi berbasis Code Division Multiple Access (“CDMA”) yang digunakan Perusahaan untuk layanan telepon tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz. Perusahaan mengoperasikan dua satelit. kecuali dinyatakan lain) 10. 01/PER/M. Menkominfo mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan bahwa untuk menyesuaikan dengan standar internasional dan sebagaimana direkomendasikan oleh International Telecommunications Union . pada tanggal 31 Agustus 2005.826 juta (Rp121. Perusahaan juga mengakui rugi atas kontrak yang tidak bisa dibatalkan untuk pengadaan peralatan dan instalasi transmisi 1900 MHz di wilayah Jakarta dan Jawa Barat sebesar Rp79. Perusahaan melakukan evaluasi atas nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas yang meliputi aset telepon tidak bergerak nirkabel tersebut dan pada tahun 2005. spektrum frekuensi 1900 MHz hanya akan digunakan untuk jaringan IMT-2000 atau 3G. tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat satelit Perusahaan kemungkinan tidak dapat terpulihkan. Unit penghasil kas dari suatu aset. ASET TETAP (lanjutan) c. ditentukan dengan mengelompokkan aset-aset ke dalam tingkat terkecil kelompok aset yang meliputi aset tersebut. yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005. Dengan dikeluarkannya keputusan Pemerintah tersebut. Pada tanggal 13 Januari 2006. perusahaan telah sepenuhnya menyusutkan aset-aset tersebut.

ASET TETAP (lanjutan) c.868 juta yang dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2008. Perubahan masa manfaat tersebut memiliki dampak sebesar Rp71. kecuali dinyatakan lain) 10. Sehingga. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak tersebut. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (iv) Pada tanggal 9 Juli 2008. (vii) Perusahaan diberikan hak untuk menggunakan beberapa bidang tanah tertentu oleh Depkominfo (dahulu Departemen Pariwisata.588 juta dan penyusutan sebesar Rp47. (vi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 20-30 tahun yang akan habis masa berlakunya antara tahun 2009 hingga 2038. terjadi banjir besar di Balikpapan dan sekitarnya. (iii) Pada tahun 2008. peralatan tertentu Telkomsel (bagian dari infrastuktur) dengan harga perolehan sebesar Rp797. Secara berangsurangsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak Juli 2008. Dampak dari penyesuaian tersebut adalah pengurangan terhadap aset tetap yang dikapitalisasi sebesar Rp1.ii).608 juta dibebankan pada laporan keuangan konsolidasi periode berjalan.T. penyusutan peralatan tersebut dipercepat sampai dengan tahun tersebut. 48 . Telkomsel dan pemasok setuju untuk mengurangi harga sebelumnya sebesar US$ 107. (ii) Rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. direncanakan akan digunakan sampai tahun 2010. Pos. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. (iv) Pada tahun 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. wilayah Divre VI Kalimantan. Pada bulan Maret 2009.013 juta dan sebesar Rp42. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat.035. Pengalihan hak kepemilikan secara hukum atas tanah tersebut kepada Perusahaan masih dalam proses.648 juta yang masih dapat mengalami penyesuaian harga (Catatan 47a. Perusahaan melakukan reklasifikasi peranti lunak Perusahaan yang sebelumnya dicatat di aset tetap ke aset tidak berwujud (Catatan 13 dan 52).05 juta. Lain-lain (i) Bunga yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. dan Telekomunikasi (“DPPT”)) dimana tanah-tanah tersebut tercatat atas nama DPPT dan Departemen Perhubungan Republik Indonesia.208 juta dan masa manfaat yang diharapkan sebelumnya lebih dari tahun 2010. Telkomsel mencatat aset tetap sebesar Rp8.260. d. (v) Dari tanggal 1 Juli 2007 sampai dengan 31 Desember 2008.

dan PT Asuransi QBE POOL Indonesia terhadap risiko kebakaran.170 2008 100. US$13. ASET TETAP (lanjutan) d.804 100. (xi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan dengan sewa pembiayaan untuk peralatan dan instalasi transmisi. (ix) Pada tanggal 30 Juni 2009.48 juta dan US$47. (x) Aset tetap tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22). dan Euro0. Telkom-1 dan Telkom-2 diasuransikan terpisah dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$28.473 juta dan US$4.425 (193.060 juta diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (“Jasindo”). senilai Rp67. kendaraan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. aset tetap milik Perusahaan dan anak perusahaan kecuali tanah. Lain-lain (lanjutan) (viii)Pada tanggal 30 Juni 2009. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.14 juta. PT Asuransi Central Asia.196) 274. PT Asuransi Ekspor Indonesia.463 48.529.T. peralatan pengolahan data.22 juta basis kerugian pertama Rp5. gempa bumi. dan risiko lainnya dengan nilai maksimum klaim kerugian sebesar Rp839.753 61.261 (148.31 juta. pencurian.065 (48. Di samping itu.609 110. PT Asuransi Tri Pakarta.255) 251.672 163.543 92.939) 444.391.364 (142.24% dari nilai kontrak dengan perkiraan tanggal penyelesaian antara 1 Agustus 2009 sampai dengan 28 Mei 2010.009 276 587.058 276 422.301) 225. kecuali dinyatakan lain) 10.629 56. Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga Nilai kini bersih atas pembayaran minimum sewa pembiayaan Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 253.198 10. PT Asuransi Wahana Tata. PT Asuransi Ramayana Tbk. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. tingkat penyelesaian aset dalam pembangunan sekitar 68. PT Asuransi Bintang Tbk.000 juta dengan Automatic Reinstatement of Loss Clause. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PT Asuransi Sinar Mas.123 juta. dan peralatan kantor dengan hak opsi untuk membeli aset-aset tersebut pada akhir masa sewa pembiayaan.764 49 . PT Asuransi Allianz Utama Indonesia.335 11.00 juta termasuk pemulihan kegiatan usaha sebesar Rp324.

730) (48.639) (47. 50 .717 11.654 32 20 7.189) (274.643 24.352 129. ASET TETAP POLA BAGI HASIL (“PBH”) 1 Januari 2009 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 1.658 (269) (16.072 461.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.602) (102.899 53.646 3.756) (109.041 5.138 (9) (2.412 703.648) (51.982 285.718 60.060 20.313 338 152.785 583.091 116 100 11. kecuali dinyatakan lain) 11.305 249.786 502.282 116.844) 30 Juni 2009 1.861) (260) (17.390) 3.137 12.688 179.200 1.234 9.563 705.935 2.829 82.646 3.480 104.641 146.478 Reklasifikasi (46) (3.T.831 631.547 726.141 144.521 52.701) (63.162 123.536) (752) (35.863 7.881 64.193) (34. hak kepemilikan atas aset tetap PBH secara legal tetap berada di mitra usaha sampai dengan berakhirnya masa bagi hasil.506 44.054 252.353 149.654 Penambahan - Reklasifikasi (1.207.707 476.376 2.055 1 Januari 2008 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 4.049 32.051 2.006 196.940 449.257 80.108) (235.603 92.982 286.319 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 2.535 181.709 254.488 Sesuai dengan perjanjian PBH.748 21.200 1.345 24.172.776 100.267 96.361 Penambahan Penyesuaian 3.435 169.883 540.660 92.047) (33.201 48.315 10.504) (46.769 462.663 90.335) 30 Juni 2008 4.625 168. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.249 582.601 149.418 53.995 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 926 61 69.203 27.281) 949 27.097 55.

267 46.366 (475.773 92.811.809 juta dan Rp6.704 21. Biaya hak atas tanah ditangguhkan merupakan biaya untuk memperpanjang hak atas tanah.715 2.028 11.888 159.647 12.893) 22. peralatan yang tidak digunakan dalam operasi merupakan Base Transceiver Station (BTS) dan peralatan lainnya milik Perusahaan dan Telkomsel yang untuk sementara tidak digunakan dalam operasi tetapi direncanakan akan dipasang kembali.172.306 Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.085 62. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan kas yang diterima dari Pemerintah sebagai pembayaran kompensasi terminasi dini hak eksklusif untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang telah ditentukan (Catatan 1a dan 28) dan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank.T.269) (110.bersih Lain-lain Jumlah 891.919 1.738) 35.319 (704.176 juta.337 47.299 148.335 (779.727 813.ii) Kas yang dibatasi penggunaannya Biaya hak atas tanah ditangguhkan Setoran jaminan Peralatan yang tidak digunakan dalam operasi . Beban penyusutan Telkomsel yang dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp14.672) 392. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Uang muka dan aset tidak lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: 2009 Sewa dibayar di muka . ASET TETAP PBH (lanjutan) Pendapatan PBH ditangguhkan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Nilai bruto Akumulasi amortisasi: Saldo awal Penambahan (Catatan 33) Pengurangan Saldo akhir Jumlah bersih 703.vi).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 11.193 2008 804.135.090 102.037) (70.setelah dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) Uang muka pembelian aset tetap Beban ditangguhkan Hak Penggunaan yang Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”) (Catatan 43c. Pada tanggal 30 Juni 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.418 105. 51 .179 65.685 43.564) 228. yang ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu hak atas tanah (Catatan 10d.431 2008 1.995 (427.775 531.

13.180) (601.544 Lisensi 436.000 436.12 tahun (58.107) (23.603.512.694) (13.544 106.405 112. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.202.276) 4 38.304) 2. 30 Juni 2008*) Akumulasi amortisasi: Saldo.851) (5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 30 Juni 2009 Akumulasi amortisasi: Saldo.050) 9. 31 Desember 2008 Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Reklasifikasi .T.092) (5.08 tahun Aset tidak berwujud lainnya (105.283. kecuali dinyatakan lain) 12.17 tahun (6.301) (13.691 7.530.944 Lisensi 436.33 tahun (6.143 5.735 9.166 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.884) 96.913.747. 30 Juni 2008*) Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi *) Disajikan kembali (Catatan 52) 99.995 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.939 19.614 189.944 99.688.373) 2.594.072) (567.250 9.000 Jumlah 8.969.135.peranti lunak Perusahaan Saldo.peranti lunak Perusahaan Saldo.557) (19. 30 Juni 2009 Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106.144.746 52 .peranti lunak GSD Reklasifikasi .080.lisensi peranti lunak Sigma Penambahan .735 8.464) 307.148 (6.599 5.335) (627.peranti lunak Perusahaan Saldo.000 Jumlah 9.048) (2.050) 8. 31 Desember 2007 Akumulasi .622 (80.akuisisi Sigma (Catatan 3) Penambahan . 31 Desember 2008 Penambahan .022.000 436.539 (17.614 289.33 tahun (5. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) Pada tahun 2009 dan 2008 peralatan tertentu Telkomsel dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp nihil dan R1. 31 Desember 2007 Penambahan .419.855.324.436 7.131 juta direklasifikasi sebagai aset tetap (Catatan 10).393) (23.peranti lunak Sigma Reklasifikasi .874 (50) 5.357) (81.349 112.604 8.906 25.148 (6.884) (3.874 (50) 5.750) 354.605) 86. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (i) Perubahan nilai tercatat goodwill dan aset tidak berwujud lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Aset tidak berwujud lainnya 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.660 (3.622 (80.peranti lunak Perusahaan Reklasifikasi .536 9.858) 3.357) (128.060 20 tahun (5.443.lisensi peranti lunak Sigma Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Saldo.190) 4 38.224) 3.900.072) (595.906 25.peranti lunak GSD Penambahan .765.

772 53.231.958 161. dan merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO.223 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TII. Rekening escrow pada Bank Danamon dibentuk sehubungan dengan kerja sama bagi hasil dalam pengoperasian peralatan telekomunikasi di Divre VII Kawasan Timur Indonesia.859 Rekening escrow pada Bank Mandiri dibentuk sehubungan dengan Perjanjian Konsorsium Konstruksi dan Pemeliharaan (Construction and Maintenance Agreement atau ”C&MA”) Palapa Ring sebagai setoran awal 5% dari nilai ikatan (Catatan 47c.784.639 59. KSO IV.410 74. Aset tidak berwujud lainnya timbul dari akuisisi Dayamitra. REKENING ESCROW Rekening escrow pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: Bank Mandiri Bank Danamon Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 2009 47.077 53 . (iv)Estimasi beban amortisasi tahunan aset tidak berwujud lainnya untuk setiap tahun sejak 1 Juli 2009 adalah kurang lebih sebesar Rp1. (iii)Beban dibayar di muka yang dibayar Telkomsel di bulan Februari 2006 untuk lisensi 3G sebesar Rp436.605 2008 1. barang.499 1.503 9.058.571 1.051.119 70.iv).ii).194 1.745 7.000 juta diakui sebagai aset tidak berwujud lainnya dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi 3G (Catatan 2j dan 43a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.685.418 258.491 2008 41. dan jasa Hutang sehubungan dengan PBH Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Jumlah 1.b dan 1d. Pramindo.689 5.189 108 48. dan jasa Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Pihak ketiga Pembelian peralatan.086.293.457. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun (Catatan 2d).921 657.398.c). kecuali dinyatakan lain) 13.388 7.965.102 7. HUTANG USAHA 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya hak penyelenggaraan Pembelian peralatan. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan) (ii) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma tahun 2008 (Catatan 3) dan Indonusa tahun 2008 (Catatan 1d. 14.055 6.180 108 42.914. dan KSO VII. 15. barang.923 298.240 juta per tahun. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

530 204. administrasi.083 5.856 4.221. Euro Dolar Singapura Lain-lain Jumlah 4.175.083.454 35.365 2.280.784.492.151 2.964 62.896.361 70 9.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.652.465 1.184 2008 1. 16.307 36. HUTANG USAHA (lanjutan) Hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Dolar A.978 774 7.082 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2009 Operasi.605 2008 4. dan pemasaran Bunga dan beban bank Jumlah 1. kecuali dinyatakan lain) 15.952.521 550.051 1.965.705 2008 1.883 54 .882.S.517.077 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.802 89.552 1. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2009 Kartu pulsa prabayar Jasa telekomunikasi lainnya Lain-lain Jumlah 2.289 638. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. pemeliharaan.T. dan jasa telekomunikasi Gaji dan tunjangan Umum.614.015.678 141.457.626 472.231 2.727 2.266. 17.690 1.011 484.

Pada tanggal 14 Oktober 2008.000 untuk keperluan modal kerja.000 (setara dengan Rp5. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5). Pada tanggal 2 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp3. Pada tanggal 11 Februari 2009. pinjaman tersebut telah dilunasi. Pada tanggal 30 Juni 2009. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5). Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp14.T. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp5.500 juta.50% per tahun dan dibayarkan selama 12 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 2 Desember 2009. tanggal jatuh tempo diperpanjang menjadi 23 September 2009. Pada tanggal 14 November 2008. Bank Ekonomi Pada tanggal 11 Juni 2008. PT Sigma Solusi Integrasi.000 juta .500 juta untuk keperluan modal kerja. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7.500 53.50% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 11 September 2008. Pada tanggal 1 Juni 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$1. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 5).984 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.1 juta. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$1.000 35.1 juta (setara dengan Rp11. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp7. HUTANG BANK JANGKA PENDEK 2009 Bank Ekonomi Bank CIMB Niaga Bank Syariah Mega Jumlah 29. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$550. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp5.500 juta.500 juta.000 28. 55 . Pinjaman dikenakan tingkat bunga 12.50% per tahun sampai dengan 15. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 9% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak tanggal penarikan. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$550. Fasilitas kredit ini dijamin dengan Purchase Orders (”PO”) atau Setter of Intent dari beberapa perusahaan. kecuali dinyatakan lain) 18. Pada tanggal 22 Mei 2009. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 juta.618 juta).500 juta untuk keperluan modal kerja.221 juta).839 23. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 adalah sebesar Rp7. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 15. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 6% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2009.000 juta untuk keperluan modal kerja.000. Pada tanggal 30 Juni 2009. salah satu anak perusahaan Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$2 juta untuk keperluan modal kerja.50% per tahun dan dibayarkan selama 9 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 15 Juli 2009. a.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan amandemen terakhir. Pada tanggal 30 Juni 2009. Pada tanggal 23 Maret 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$380. Pada bulan September 2008.339 2008 7.984 70.

000 juta. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan aset tetap milik GSD yang berlokasi di Jakarta (Catatan 10). Fasilitas kredit ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat dengan nilai sampai dengan Rp3. Perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali. GSD menandatangani dua perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp12.5% per tahun dan 30 Mei 2007.5% per tahun dan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 18 Oktober 2007. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit ini diubah masing-masing menjadi 14% per tahun dan 29 Mei 2010. Pada tanggal 26 Juli 2005.000 juta dengan tingkat bunga 15. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8). dan jatuh tempo masingmasing pada tanggal 18 Oktober 2006.000 juta (Catatan 22f).000 juta dengan suku bunga 13% per tahun untuk periode sampai dengan 29 Mei 2008.350 juta (Catatan 10). Balebat mendapatkan tambahan Fasilitas Transaksi Khusus dan Fasilitas Rekening Koran masing-masing sebesar Rp5. fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dijadikan satu dengan fasilitas pinjaman tetap jangka pendek sebesar Rp4. Berdasarkan amandemen pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8). dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2008.000 juta dan Rp3.25% per tahun menjadi 15. fasilitas kredit dinaikkan menjadi maksimum Rp15. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 29 April 2008. Pada tanggal 18 Oktober 2005. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.T. Pada tanggal 29 April 2008.000 juta dengan tingkat bunga masing-masing 14.500 juta dan Rp15. Bank CIMB Niaga Pada tanggal 25 April 2005. Balebat menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dengan tingkat suku bunga tetap 12% per tahun dan fasilitas kredit investasi sebesar Rp1. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas kredit sebesar Rp500 juta dengan suku bunga tetap 16.5% per tahun (Catatan 22f).5% per tahun menjadi 14% per tahun dan 14. Di samping itu. GSD menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga sebagai amandemen kedua perjanjian tersebut. pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2009 dan perubahan tingkat suku bunga dari 13% menjadi 11%. terakhir pada tanggal 23 Desember 2008 dengan penambahan fasilitas pinjaman menjadi Rp19.000 juta dan Rp5.5% per tahun serta tanggal jatuh tempo diubah menjadi 29 Mei 2010. Pada tanggal 23 November 2007.5% per tahun dan 30 Mei 2006 yang selanjutnya diubah pada tanggal 13 Juni 2006 menjadi masing-masing 16. 56 . Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali.50% per tahun. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) b. kecuali dinyatakan lain) 18. Berdasarkan amandemen terakhir.50% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2009. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit yang dapat diperpanjang ini diubah masing-masing dari 12% per tahun menjadi 12.75% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2007. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 23 Mei 2007 (amandemen perjanjian ke-4).000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta dan Rp500 juta dengan tingkat bunga masing-masing 11. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp3. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp15. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 29 Mei 2009. terakhir pada tanggal 3 November 2006 untuk perubahan tingkat bunga masing-masing dari 16.600 juta dengan Bank CIMB Niaga.000 juta dan Rp15.000 juta dengan tingkat bunga 11% per tahun. tingkat bunga diubah masing-masing dari 11.

pinjaman telah dilunasi. pinjaman telah dilunasi.637 juta untuk keperluan modal kerja.580 1.811 193. Berdasarkan amandemen pada tanggal 25 September 2008 (amandemen perjanjian ke-2). Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp8. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp9.271 1.281.199.535 juta untuk keperluan modal kerja.958 468. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG a. Berdasarkan amandemen pada tanggal 10 Juni 2008 (amandemen perjanjian ke-2). 19.622 48.833.701.202.301 5. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 28 Desember 2008. Pada tanggal 31 Maret 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp10.T.481 431. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 11 September 2008. Pada tanggal 28 September 2008. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani.255 3. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) c.602. kecuali dinyatakan lain) 18. dilakukan perpanjangan kembali jatuh tempo menjadi tanggal 28 Desember 2008.637 juta dan pada tanggal 27 November 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.535 juta dan pada tanggal 29 September 2008. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center.812 juta untuk keperluan modal kerja.000 6. Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Catatan Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 23 20 10 21 2009 4.675 57 . Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp8. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan jatuh tempo pada bulan September 2008. pinjaman telah dilunasi. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp9.604 2008 3. Bank Syariah Mega Pada tanggal 11 Desember 2007. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp10. Pada tanggal 5 Juni 2008. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.812 juta dan pada tanggal 27 November 2008.

622) 3.12.916.2 1.2 - 11.4 3.2 0.2 21.0 251.074 58 .066.513.811) 3.0 417. kecuali dinyatakan lain) 19. Rincian pinjaman penerusan adalah sebagai berikut: Suku bunga Kreditur Bank luar negeri Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 3.6 123. Pinjaman penerusan adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah dari bank luar negeri. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) b.6 1.696 (431.1 7.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.632.4 3.11.10% .1 42.976.691 Saldo 2008 3.970.447. Bagian jangka panjang (Dalam miliaran Rupiah) Catatan Hutang bank Pinjaman penerusan (two-step loans) Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 20 23 10 21 Jumlah 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya 565.982.539.1 1.1 113.3 1.0 342.1 415.502 (468.447. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.7 773.0 20.3 2. yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan.6 2.T.986. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terhutang dalam valuta asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan.604.166.4 75.3 1.483.160.9 659.47% 2008 3. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) a. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994 dicatat dan terhutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman.10% .27% 2009 3.214.4 6.646.0 206.2 2.4 10.8 2.2 27.

Pada tanggal 30 Juni 2009.67% 4.00% .47% 8.6.00% .39% . Pada tanggal 30 Juni 2009.97% . Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.27% 3.502 Saldo 2008 1.11.273. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) (lanjutan) b. Rincian pinjaman penerusan yang diperoleh dari bank luar negeri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Suku bunga Valuta Dolar A.5:1 dan 1. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.916.503 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.693 1.522. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam valuta asing dikenakan tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 0.119.2:1 untuk pinjaman penerusan yang berasal dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (“ADB”). 59 .696 4. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan beban bunga) harus melebihi masing-masing 50% dan 20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman yang masing-masing berasal dari Bank Dunia dan ADB.39% 11. Rupiah Yen Jepang Jumlah 2009 2008 2009 1.10% Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang telekomunikasi.309.915 3.25% per tahun.549.111. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.12.T. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam Rupiah dikenakan berbagai tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang berdasarkan rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”) berjangka waktu tiga bulan selama 6 bulan terakhir sebelum jatuh tempo pembayaran angsuran ditambah 1% per tahun.753 1. Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: a. Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.S.970.5% per tahun. b.7. dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.440 3.10% 3. kecuali dinyatakan lain) 20. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi masing-masing 1.894 1.

000 juta.T. untuk tahun pertama sebesar 15. Metra dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN.000 (3. 60 . 20%.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. b. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai Agen Pembayar dan Jasa Penitipan Kolektif (Kustodian).05%.5:1 (satu koma lima berbanding satu). Bunga MTN dihitung dengan menggunakan tingkat bunga mengambang. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. Bunga atas MTN terhutang setiap triwulan sejak Tanggal Penerbitan sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok. Metra memberikan jaminan dengan nilai minimal 40% dari nilai Pokok MTN yang masih terhutang. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 juta dengan masing-masing tahapan akan berjangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Penerbitan.02%. dan 70% pada ulang tahun pertama. Tahap pertama telah diterbitkan sebesar Rp 30. Debt to Equity maksimal 1. termasuk mempertahankan rasio keuangan sebagi berikut: a. Metra mengadakan perjanjian dengan PT Bahana Securities (bertindak sebagai “Arranger”) dan PT Bank Mega Tbk (bertindak sebagai Wali Amanat) untuk menerbitkan wesel bayar jangka menengah (Medium Term Notes atau “MTN”) dengan total pokok hutang sebesar Rp50.000 Pada tanggal 9 Juni 2009. untuk tahun kedua dan ketiga sebesar tingkat pengembalian rata-rata (yield) dari 3 (tiga) Surat Utang Negara (“SUN”) yang memiliki sisa jangka waktu yang sama yang sama dengan waktu MTN tahun kedua dan ketiga ditambah dengan premi sebesar 4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. MTN dilaksanakan secara bertahap sebanyak-banyaknya dalam 4 (empat) tahap penerbitan dengan jumlah total sebanyak-banyaknya Rp50. tidak dijamin dan setiap saat diperlakukan sama (pari passu) dengan kewajiban Metra lainnya yang tidak dijamin. Metra diharuskan untuk menaati semua pembatasan. Metra memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. Maksimal 60% nilai pokok MTN yang masih terhutang.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 21. Pelunasan pokok masing-masing 10%. dan ketiga Tanggal Penerbitan. kedua.5. WESEL BAYAR 2009 Wesel bayar jangka menengah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 30. yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni 2012.000) 27. Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha dan modal kerja.

271) 3.0 - (4.411 1. Korea Eximbank Pada tanggal 27 Agustus 2003.000 50. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.100. Pinjaman ini tidak dijamin dan dibayar dalam 10 kali angsuran semesteran setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember setiap tahunnya sejak Desember 2006. pinjaman telah dilunasi.279 (3.000 36. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp240.000 600.000 3.000 juta dan pada tanggal 29 Maret 2009. kecuali dinyatakan lain) 22.T. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.0 4.546 4.000 1.000 juta.400 60.000 300. dan biaya lainnya sebesar 5.000 900.240. Pinjaman tersebut dikenakan bunga.345 Kreditur The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) Bank Mandiri BCA Citibank BNI Bank CIMB Niaga Bank Bukopin BRI Bank Ekonomi Sindikasi bank Jumlah Hutang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) Mata uang US$ Rp Rp US$ Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah Mata uang fasilitas asal (dalam jutaan) (dalam jutaan) 124 2.000 500.074 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. pinjaman telah dilunasi.800 5.000 37.750.833. 61 .483.500. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp350.747 1. b.000 47.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.247. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. komitmen.000 2.250. Bank Mandiri (i) Pada tanggal 20 Maret 2006.080. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Korea Eximbank dengan fasilitas sebesar US$124 juta yang digunakan untuk membiayai pengadaan CDMA dari Konsorsium Samsung.000 1.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.020.000 24. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140.602. a.233 700.600.000 juta.000 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.300 3. HUTANG BANK Rincian hutang bank jangka panjang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 2009 Saldo terhutang Setara Rupiah 480.316.000 12.859 2008 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 71.849.000 31.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 22.880.690 2.338 2.000. (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006.580) 7.337 6.389 1.68% per tahun.540. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri untuk fasilitas sebesar Rp600.513 2.0 Setara Rupiah 650.

c. 62 . pinjaman telah dilunasi. Saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp160.000 juta. BCA (i) Pada tanggal 16 Maret 2006.000 juta dan Rp600. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.300.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta. Pada tanggal 30 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300.000 juta dan sisanya sebesar Rp300.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. (v) Pada tanggal 23 Desember 2008.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta dan Rp560. (iv) Pada tanggal 24 Oktober 2007. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp280. Bank Mandiri (lanjutan) (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp750.000 juta.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp500.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.300. Pada tanggal 24 Juli 2007 perjanjian kredit diamandemen dengan menambah fasilitas kredit sebesar Rp200.000 juta akan ditarik pada tanggal 30 Januari 2009.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 2. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp1.000 juta. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.T. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan BCA sebesar Rp400. HUTANG BANK (lanjutan) b.000 juta.000.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. kecuali dinyatakan lain) 22.

63 .75% per tahun. d. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp19. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp500. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Kreditur berhak atas provisi sebesar 8. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 1. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Citibank (“Arranger”) dan Citibank International plc (“Agent”) yang didukung dengan jaminan kredit ekspor dari Hermes Kreditversicherungs AG (“Lender” dan “Guarantor”).000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. instalasi. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp350.000 juta. produksi. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Pada tanggal 30 Juni 2008.T.000 juta.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Fasilitas tanpa jaminan tersebut diperoleh untuk mendanai hingga 85% biaya perlengkapan dan jasa yang terjadi di Jerman sehubungan dengan perancangan.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.4% dari seluruh fasilitas. Pinjaman tersebut dilunasi dalam 10 kali angsuran semesteran yang dimulai pada bulan April 2004 dengan tingkat bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR) berjangka waktu enam bulan ditambah 0.000 juta dan Rp300.4 juta. HUTANG BANK (lanjutan) c. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) Pada tanggal 10 April 2002. dan uji coba jaringan high performance backbone di Sumatra sesuai dengan ”Perjanjian Kemitraan” tanggal 30 November 2001 dengan Pirelli Cables dan Siemens Indonesia untuk pembangunan dan pengadaan high performance backbone di Sumatra. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Citibank 1. dimana 15% dibayar tunai dan 85% dimasukkan ke dalam jumlah pinjaman. (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. dengan jumlah fasilitas sebesar US$23. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp1. kecuali dinyatakan lain) 22. BCA (lanjutan) (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006.000 juta.000.333 juta) dan pada tanggal 15 September 2008 pinjaman tersebut telah dilunasi. pinjaman telah dilunasi. konstruksi.

Rasio hutang terhadap EBITDA tidak boleh melebihi: a. pinjaman telah dilunasi. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2008 dan sampai dengan tanggal pelunasan 15 September 2008.5:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan 1 Januari 2005. Perjanjian tersebut kemudian diubah pada tanggal 17 Desember 2004 untuk mengurangi jumlah Fasilitas menjadi US$68.9 juta. Tidak ada Fasilitas yang ditarik pada tahun 2008. dimana 15% dari jumlah tersebut dibayar tunai dan sisanya diselesaikan melalui penggunaan fasilitas. 2. Pada tanggal 30 Juni 2008.T. c. Pada tanggal 21 Juni 2007. cabang Jakarta (“Arranger”) berkaitan dengan penyediaan Fasilitas sejumlah US$70.5:1. Pada tanggal 12 Mei 2006. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc terkait dengan pengabaian persyaratan untuk tidak memberikan pinjaman tersebut yang berlaku sampai dengan fasilitas pinjaman lunas. Citibank (lanjutan) 1. HUTANG BANK (lanjutan) d. b. Rasio debt service coverage harus melebihi 1. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi: a. EKN-Backed Facility Pada tanggal 2 Desember 2002. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc sehubungan dengan pemberian pinjaman oleh Perusahaan kepada anak perusahaan tertentu yang jumlah keseluruhannya melebihi 3% dari ekuitas. Telkomsel juga dikenakan premi asuransi jaminan yang diberikan oleh EKN kepada Telkomsel atas fasilitas pinjaman. Bunga akan dibayarkan semesteran yang dimulai sejak tanggal Fasilitas digunakan (31 Juli 2003). 2. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp17. Tingkat bunga per tahun atas Fasilitas tersebut ditentukan berdasarkan Commercial Interest Reference Rate (CIRR) sebesar 3.75:1 selama periode 2 Januari 2003 sampai dengan 1 Januari 2004. Selain bunga. Pada tahun 2005. sebagai berikut: 1. kecuali dinyatakan lain) 22. dan d. sesuai dengan perjanjian kemitraan dengan PT Ericsson Indonesia (“Ericsson Indonesia”) (Catatan 47a.5% per tahun dan tanpa jaminan. 3.5 juta yang terbagi dalam beberapa tahapan penarikan.900 juta). Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. 64 .52% per tahun ditambah 0. 3. Perusahaan telah melanggar persyaratan dalam perjanjian pinjaman yang mensyaratkan Perusahaan untuk tidak memberikan pinjaman kepada pihak manapun dengan jumlah keseluruhan melebih 3% dari ekuitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tahun 2006. 2.5:1 untuk periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2004 dan b. 3:1 selama periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2003. 2. Telkomsel mengadakan perjanjian EKNBacked Facility (“Fasilitas”) dengan Citibank International plc (“Original Lender” dan “Agent”) dan Citibank. Pada tahun 2008.ii). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. 3:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) (lanjutan) Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. 2:1 untuk periode 2 Januari 2005 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. Pada tanggal 30 Desember 2008.

(b) Pada tanggal 24 Oktober 2007.333 17. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta.000) 100. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp200. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank.000 juta.000 juta dan Rp300. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. 65 . Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp120.000 juta.000 2008 Valuta asing (dalam jutaan) 2 2 Setara Rupiah 19. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Tabel di bawah ini menyajikan jumlah pokok pinjaman dari Citibank yang terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 300.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. BNI (i) Pada tanggal 15 Agustus 2006.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Citibank (lanjutan) 3. (ii) Pada tanggal 15 Juni 2007. pinjaman telah dilunasi.000 juta. Pinjaman jangka menengah (a) Pada tanggal 21 Maret 2006.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 (200.09% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. HUTANG BANK (lanjutan) d. kecuali dinyatakan lain) 22.000 juta dan Rp 500. Telkomsel menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp300.000 juta. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.233 (437. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. cabang Jakarta untuk fasilitas sebesar Rp500. pinjaman telah dilunasi. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp500. cabang Jakarta sebesar Rp500.000 Pinjaman HP Backbone US$ EKN-Backed Facility US$ Pinjaman jangka menengah Rp Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang e.000 737.233) 300. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.900 700. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.

5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. HUTANG BANK (lanjutan) e. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap Balebat senilai Rp8. BNI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 24 Oktober 2007.000 juta untuk membiayai pembangunan pabrik (“Fasilitas Investasi”) dengan tingkat bunga sebesar 13.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.5% per tahun. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.200 juta yang terdiri dari Rp5. tingkat bunga dinaikkan menjadi 17% per tahun. Pada tanggal 13 Juni 2006. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1.600. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp135 juta dan Rp534 juta.200 juta untuk membiayai pembelian mesin (“Fasilitas Transaksi Khusus”) dengan tingkat bunga sebesar 12% per tahun.400 juta termasuk fasilitas kredit investasi sebesar Rp1. terhitung sejak 31 Maret 2005.000 juta dan Rp600.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Fasilitas Transaksi Khusus dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan terhitung sejak tanggal 29 Juni 2005. Fasilitas kredit investasi dikenakan tingkat bunga pasar ditambah 2% per tahun. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.T. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas sebesar Rp2. kecuali dinyatakan lain) 22. Fasilitas ini masing-masing akan jatuh tempo 30 Oktober 2011 dan 28 November 2009. Balebat mengadakan perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas sebesar Rp7.5% per tahun. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp750.095 juta dan Rp nihil dan pada tanggal 23 Juni 2009.450 juta (Catatan 10).000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp2. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.500 juta yang terdiri dari fasilitas sebesar Rp2. perjanjian kredit di atas diperbaharui termasuk fasilitas kredit jangka pendek sebesar Rp4. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp403 juta dan Rp880 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Balebat menandatangani perjanjian kredit dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp2. Fasilitas Investasi dibayar dalam 36 kali angsuran bulanan. fasilitas ini dijadikan satu dengan fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta (Catatan 18b). f. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. Fasilitas kredit investasi dibayar dalam 48 kali angsuran bulanan dengan jumlah yang tidak sama terhitung sejak November 2005 sampai dengan Oktober 2009. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat (Catatan 10). Pada tanggal 1 Maret 2008. pada tanggal 25 April 2005.600 juta yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2009.5% per tahun dan Rp2. Pada tanggal 22 Desember 2005. (ii) Sesuai penjelasan di Catatan 18b. 66 . Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1. Kemudian melalui amandemen pada tanggal 1 Desember 2005. Pada tanggal 13 Juni 2006. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp1. pinjaman telah dilunasi.000 juta untuk pembelian mesin cetak dan Rp500 juta untuk pembelian kendaraan operasional kantor dengan tingkat bunga 16. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta. pinjaman Fasilitas Investasi telah dilunasi. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000.000 juta dengan jangka waktu pengembalian kredit sampai dengan tanggal 22 Desember 2006 dan tingkat bunga 12. Bank CIMB Niaga (i) Pada tanggal 28 Desember 2004.

000 juta yang dikenakan tingkat bunga 13% per tahun. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5.200. 67 . Bank Bukopin Pada tanggal 11 Mei 2005.200 juta akan jatuh tempo pada bulan Juni 2010 dan sisanya sebesar Rp1.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 11% per tahun. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp400. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. kecuali dinyatakan lain) 22. pinjaman telah dilunasi. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10).000 juta.125 juta sampai dengan jatuh tempo pinjaman 36 bulan setelah pencairan (Catatan 5). BRI (i) Pada tanggal 15 Juni 2007.5% per tahun dan dijamin dengan piutang dari kontrak call center dengan Telkomsel senilai Rp23. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10).400 juta.500 juta untuk keperluan pendanaan investasi proyek call center dengan Telkomsel.000 juta.360 juta dan pada tanggal 19 Juni 2009. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 15. (iv) Pada bulan Maret 2007.400 juta dan Rp19. HUTANG BANK (lanjutan) f. h.300 juta untuk membiayai pembelian aset tetap. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp1. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp80.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Jangka waktu pinjaman 8 tahun diangsur dalam 33 kali angsuran triwulanan dan jatuh tempo pada bulan Mei 2015.473 juta dan Rp7. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000.00% per tahun dan 15.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp18.000 juta. Infomedia menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Bukopin untuk beberapa fasilitas kredit maksimum sebesar Rp5.000. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.069 juta. (ii) Pada tanggal 24 Oktober 2007.75% per tahun pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp7. Sebagian dari fasilitas ini.T. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp18. yakni sebesar Rp4.000 juta dan Rp240. Pinjaman dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan dan dikenakan tingkat bunga 15.100 juta akan jatuh tempo pada bulan Desember 2010. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. (v) Pada tanggal 23 November 2007. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp2. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-2) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp20.000 juta. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-3) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp8. Bank CIMB Niaga (lanjutan) (iii) Pada tanggal 29 Mei 2006. g.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta dan Rp2. Jangka waktu pinjaman 5 tahun diangsur dalam 60 kali angsuran bulanan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2012. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik Infomedia (Catatan 10).

Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.103 juta.000 juta.000 juta. Sindikasi Bank (i) Pada tanggal 29 Juli 2008.255 juta dan Rp12.000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp1.50% per tahun sampai dengan 15.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. mengubah status hukum Sigma.50% per tahun yang dibayar dalam 63 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 September 2007 dan berakhir 12 Desember 2012. BRI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 28 Juli 2008. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2013. j. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800.400.000. Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Sigma yang berlokasi di Surabaya (Catatan 10) dan piutang usaha Sigma (Catatan 5) dan juga memuat beberapa pembatasan tertentu yang mewajibkan Sigma untuk mendapatkan izin tertulis dari Bank Ekonomi sebelum menjadi penjamin atas hutang pihak ketiga. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp13.50% per tahun sampai dengan 15. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI. menarik dana fasilitas kredit melebih batas maksimum. (iii) Pada tanggal 10 September 2008. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 sebesar Rp32. yang bertindak sebagai agen fasilitas.188 juta dan Rp9. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp33. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%. dan membayar piutang pemegang saham. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009. Bank Ekonomi (i) Pada tanggal 7 Desember 2006.420 juta.917 juta. saldo pokok pinjaman pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp8. dan Bank Jabar (sindikasi bank) sebesar Rp2. i.000 juta. BRI. membayar atau menyatakan dividen. (ii) Pada tanggal 9 Maret 2007.50% per tahun yang dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 Desember 2007 dan berakhir 12 Desember 2012. HUTANG BANK (lanjutan) h. saldo pokok pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp10. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.2% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.50% per tahun sampai dengan 15. 2.000 juta. sebagai berikut: 1. Sigma memenuhi persyaratan tersebut di atas. Pada tanggal 30 Juni 2009. 68 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. menjaminkan tanah tersebut ke bank lain atau pihak ketiga. menyewakan tanah tersebut ke pihak ketiga.50% per tahun yang dibayar dalam 78 kali angsuran bulanan sejak tanggal 11 Maret 2009 dan berakhir 11 Maret 2015. Bank BNI. kecuali dinyatakan lain) 22. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp14. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12.000 juta.T.400.

234 (187. HUTANG BANK (lanjutan) j.001 (1.929 1.231. dengan penjelasan sebagai berikut: 2009 Transaksi TII PT Aria Infotek The Asian Infrastructure Fund MediaOne International I B.199.T.291 3. 2. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1.623) 198. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI dan BRI (sindikasi bank) sebesar Rp2. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 2.305) 1. Sindikasi Bank (lanjutan) (ii) Pada tanggal 16 Juni 2009.159 70. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2.976.847.650 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.904.148 Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah dikurangi diskonto (Catatan 19a) Bagian jangka panjang . Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%.200.064) 1.131.45% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.481) 1. Bank BNI.043 2008 105.389 69 .000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan. ke MGTI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO IV. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2014.000 juta.428) 744.V. 23. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN Nilai perolehan yang ditangguhkan merupakan kewajiban Perusahaan kepada para Pemegang Saham Penjual TII atas akuisisi Perusahaan terhadap 100% saham TII.803 (226.958) 773.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.700. kecuali dinyatakan lain) 22. sebagai berikut: 1.357.512) 1.576 (87.setelah dikurangi diskonto (Catatan 19b) 1. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Dikurangi diskonto wesel bayar Transaksi KSO IV MGTI Dikurangi diskonto 1. dan ke BSI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO VII.870 (1.716.669 25.046.310.917 (79.202. yang bertindak sebagai agen fasilitas.445 (2.853 Transaksi KSO VII BSI Dikurangi diskonto 831.

dan pada tanggal 30 Januari 2009. Transaksi KSO VII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO VII merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO VII oleh Perusahaan. wesel bayar yang masih terhutang. Perusahaan menyetujui untuk membayar BSI dengan nilai total pembelian berkisar Rp1.917 juta) dan US$206. b. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada MGTI.310.576 juta dan Rp1.7 juta (setara dengan Rp3.925 juta yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar Rp2. Perusahaan menyetujui untuk membayar MGTI dengan nilai total pembelian berkisar US$390. 70 . Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO IV.4 juta (setara dengan Rp1. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan MGTI pada tanggal 20 Januari 2004.234 juta). Wesel bayar tersebut akan dibayarkan dalam 10 kali angsuran semesteran dalam jumlah tetap terhitung mulai tanggal 31 Juli 2004.273 juta). yang harus dibayar kepada MGTI sejak Februari 2004 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 8.T. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha.357. sebesar US$21. kecuali dinyatakan lain) 23.16%.1 juta). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.3 juta (setara dengan Rp1.272 juta) dan nilai kini pada tanggal penutupan sebesar US$92.770. c. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.803 juta.1 juta (setara dengan Rp927.230 juta). saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada BSI. Wesel bayar ini memiliki nilai nominal sebesar US$109. Berdasarkan perjanjian.904. sebelum diskonto yang belum diamortisasi. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.7 juta (setara dengan Rp788. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.359. yang harus dibayar kepada BSI sejak Oktober 2006 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 15%. masing-masing sebesar US$128.285. Transaksi TII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi TII merupakan wesel bayar tanpa bunga yang menjadi bagian dari harga perolehan atas akuisisi 100% saham TII (sebelumnya adalah mitra KSO Perusahaan di KSO III) pada tanggal 31 Juli 2003. Berdasarkan perjanjian.8 juta (setara dengan Rp201. wesel bayar telah dilunasi. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO VII. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan BSI pada tanggal 19 Oktober 2006.362 juta) yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar US$517. Transaksi KSO IV Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO IV merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO IV oleh Perusahaan.3%. masing-masing sebesar Rp831. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN (lanjutan) a.322 juta) pada tingkat diskonto sebesar 5. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha.

711 1.658 2.678.358 143.159.202.604 5.061.00 100.574.47 5.500 20.495. kecuali dinyatakan lain) 24.856 19.516 2009 Hak minoritas atas laba (rugi) anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah 2008 2.320.280 Persentase kepemilikan 52.424.100 17.669 7.594 8.521 68.40 42.644 5.780 490. MODAL SAHAM 2009 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.935 36.582 25.732 7.287.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.040.221.470.071.252.420 4 1 2.190 63.987 32.937 3.669. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.00 Jumlah modal disetor 2.917.424.508 8.813 4.897.000 71 .258.T.580.356 122.999. HAK MINORITAS 2009 Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2008*) 7.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.118 265.667 2.13 100.702 4.161.685.030 2.548 8.

446.T. dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.00 Jumlah modal disetor 2.711 1.494 492.000 saham di atas nilai nominal melalui IPO pada tahun 1995 Kapitalisasi menjadi 746.604 5.057. TAMBAHAN MODAL DISETOR 2009 Hasil penjualan 933.470.496 17.666 (373.250.457.333 72 .073.933. kecuali dinyatakan lain) 25.333.00 100. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.) The Bank of New York Mellon Corporation (dahulu The Bank of New York Company.290.459 19.446.976.320.280 Persentase kepemilikan 52.181.99 30.580.001 1.666 (373.073.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.971.30 7.32 100.640 saham Seri B pada tahun 1999 Jumlah 27.500 20.040.780 426. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sebesar 5% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih Rp5. MODAL SAHAM (lanjutan) 2008 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.733.764 4 1 1.666.573 5.496.427 106. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 26.118 364.159.000 juta. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007). Saham Seri B memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal kepada seluruh pemegang Saham Seri B.046 4.333) 1. 1.708. Inc.333) 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.333 2008 1.000 Perusahaan hanya menerbitkan 1 Saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun.508 5.999.39 9. para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana pembelian kembali tahap I modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.984.

264.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.290. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sejumlah 215.090 3.500 2008 Rp 4.000 lembar saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp2. Perusahaan mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham Perusahaan yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI maksimum sebesar 20% dari modal disetor dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3.43% dan 2.550.2 dan UU No.162 juta hingga 30 Juni 2009 dan Rp3.B.000 juta.500 dan 426.000. masing-masing setara dengan 2.701 juta hingga 30 Juni 2008 (sudah termasuk biaya jasa perantara dan kustodian).176.500 181. Perusahaan telah membeli kembali 490.500 490.798.574. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham seri B adalah 339. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.500 Jumlah saham 244.290.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.000 juta. Kep-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis. dengan total pembelian masing-masing sebesar Rp4.740.500 saham dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. Mutasi saham yang dibeli kembali yang berasal dari program pembelian kembali saham adalah sebagai berikut: 2009 Jumlah saham Saldo awal Jumlah saham yang dibeli kembali/ penambahan Saldo akhir 490.574. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007.443. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan merencanakan untuk mempertahankan. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (20 Juni 2008 sampai dengan 20 Desember 2009).000. XI.000.000.B. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008.073 89 4.798. yang akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 3 bulan (13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009).11% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap II saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap III saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. XI.264.162 Rp 2.622. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap I saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap II modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.574.000 426.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 27. atau menggunakan saham yang diperoleh kembali untuk tujuan lain sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK No. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (29 Juni 2007 sampai dengan 28 Desember 2008).313 lembar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3. menjual. Pada tanggal 13 Oktober 2008. berdasarkan Ketentuan BAPEPAM-LK No. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.264.701 73 .611 1.T.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Selama periode dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham, sehingga harga beli per lembar untuk saham yang dibeli kembali untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:

Rp 2009 Rata-rata tertimbang Minimum Maksimum 2008 8.934 7.504 10.155

Harga beli per lembar saham sudah termasuk biaya jasa perantara. Sampai dengan tanggal neraca konsolidasian, tidak ada satupun saham yang dibeli, kemudian dijual kembali. Sampai dengan tanggal 30 Juli 2009, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali 490.574.500 lembar saham, setara dengan 2,43% saham Seri B yang ditempatkan dan beredar, dengan total pembelian sebesar Rp4.264.178 juta, termasuk biaya jasa perantara dan kustodian (Catatan 1c).

28. SELISIH TRANSAKSI SEPENGENDALI

RESTRUKTURISASI

DAN

TRANSAKSI

LAINNYA

ENTITAS

Saldo akun ini berjumlah Rp360.000 juta berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri. Seperti dijelaskan pada Catatan 1a, pada tanggal 15 Desember 2005, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Kompensasi Terminasi Dini Hak Eksklusifitas dengan Menkominfo - DJPT dan amandemennya pada tanggal 18 Oktober 2006. Berdasarkan perjanjian ini, Pemerintah menyetujui untuk membayar sebesar Rp478.000 juta, bersih setelah pajak, kepada Perusahaan secara bertahap selama lima tahun dimana pembayaran sebesar Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2005, Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2006 dan sisanya sebesar Rp298.000 juta akan dibayarkan secara bertahap atau sekaligus sesuai dengan kondisi keuangan negara. Selain itu, Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp416.773 juta dan Rp190.997 juta. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, Perusahaan telah menerima pembayaran dengan total masing-masing sejumlah Rp360.000 juta dan Rp270.000 juta terkait dengan kompensasi atas terminasi dini dan hak eksklusif yang dibayarkan oleh Pemerintah pada tanggal 30 Desember 2005, 28 Desember 2006, 13 Desember 2007, dan 12 November 2008 masing-masing sebesar Rp90.000 juta. Perusahaan mencatat jumlah ini sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas. Jumlah ini dicatat sebagai bagian dari ekuitas karena Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali atas Perusahaan. Perusahaan akan mencatat jumlah sisanya sebesar Rp118.000 juta pada saat diterima.

74

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. PENDAPATAN TELEPON 2009 Tidak bergerak Percakapan lokal dan SLJJ Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan pasang baru Kartu telepon Lain-lain Jumlah Seluler Pendapatan pemakaian Pendapatan abonemen bulanan Fitur Pendapatan jasa penyambungan Jumlah Jumlah Pendapatan Telepon 2.233.900 1.835.449 58.570 3.524 133.208 4.264.651 11.772.303 932.504 705.938 114.885 13.525.630 17.790.281 2008 3.299.598 1.839.933 58.335 4.788 58.032 5.260.686 11.569.584 179.673 319.993 107.318 12.176.568 17.437.254

30. PENDAPATAN INTERKONEKSI 2009 Pendapatan Beban Jumlah - Bersih 5.321.975 (1.468.893) 3.853.082 2008 5.864.545 (1.463.002) 4.401.543

Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 08/Per/M.KOMINFO/02/2006, menetapkan bahwa implementasi tarif interkoneksi berbasis alokasi biaya mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2007 (Catatan 46). Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 31. PENDAPATAN DATA, INTERNET, DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA 2009 Short Messaging Service (“SMS”) Internet Komunikasi data dan jasa teknologi informatika VoIP e-Business Jumlah 5.421.169 1.510.895 889.122 91.142 18.660 7.930.988 2008 5.139.420 986.722 1.224.205 69.832 13.499 7.433.678

75

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. PENDAPATAN JARINGAN 2009 Sewa sirkit Sewa transponder satelit Jumlah 373.139 156.577 529.716 2008 299.495 165.711 465.206

Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

33. PENDAPATAN POLA BAGI HASIL (“PBH”) 2009 Pendapatan PBH Amortisasi pendapatan ditangguhkan (Catatan 11) Jumlah 11.718 70.893 82.611 2008 74.041 110.738 184.779

34. BEBAN USAHA - KARYAWAN 2009 Gaji dan tunjangan Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya PPh karyawan Beban pensiun berkala bersih (Catatan 40a) Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih (Catatan 42) Perumahan Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) Beban LSA dan terminasi LSA (Catatan 41) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 40c) Pengobatan Lain-lain Jumlah 1.490.112 1.267.724 367.699 264.024 165.652 104.093 40.734 13.711 7.364 4.385 45.226 3.770.724 2008 1.444.948 1.341.399 488.149 353.734 450.660 136.902 41.785 9.955 7.083 4.089 15.138 4.293.842

76

853 77 . kartu SIM.092 289.838 31.UMUM DAN ADMINISTRASI 2009 Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13) Beban penagihan Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang (Catatan 5d dan 6) Keamanan dan screening Perjalanan Pelatihan.530 127.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.898 182.643. dan rekruitmen Sumbangan sosial dan umum Jasa profesional Sewa kendaraan Rapat Alat tulis dan cetakan Penelitian dan pengembangan Lain-lain Jumlah 627.782 4.801 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.205 129. pendidikan.822 54.050 93.858 539.083 94.537 114.792 332. PEMELIHARAAN.433 43.170. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.092 48. kartu telepon.v) Beban pokok penjualan pesawat telepon. 36.319 2008 595.385 105. dan air Sewa sirkit dan CPE Asuransi Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung Beban pokok jasa teknologi informatika Perjalanan Lain-lain Jumlah 3.449.272 527.172 5.149 33. gas.977 1.049 14.652 569.464 308. DAN JASA TELEKOMUNIKASI 2009 Operasi dan pemeliharaan Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 47c.767.469 102.781 27.076 1.874. kecuali dinyatakan lain) 35.367 25.611 29.819 1.346 236.894 159.862 132.T.520 88.OPERASI. BEBAN USAHA .024 75.659 2008 2.009 2.177 113.277 1.570 6.088.067 165.982 29.148.520 35.289 40.222 337.165 42.893.583 318. BEBAN USAHA . dan RUIM Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal (”KPU”) Listrik.837 34.720 306.919 37.394 226.

kecuali dinyatakan lain) 37.556 554.587 265.Penyerahan jasa Pasal 25 .185 203.751 15.934 327.PPh pribadi luar negeri Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) .646.650 1.712 25.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .Angsuran PPh badan Pasal 26 .Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .Penyerahan jasa Pasal 25 .203 249.814 16. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Hutang pajak 2009 Perusahaan PPh Pasal 4(2) .T.800 330 460.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .732 809.203.840 96.318 423.765 17.270 398.Pajak final Pasal 21 .930 86.165 1 28.Pajak final Pasal 21 .672 222.016 804.190 35.900 2008 66.390 25.565 75.230 22.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .932 318. Klaim atas restitusi pajak 2009 Anak perusahaan PPh badan PPh .Angsuran PPh badan Pasal 26 . Pajak dibayar di muka 2009 Perusahaan PPh badan Anak perusahaan PPh badan PPN PPh Pasal 23 .303 2 15. PERPAJAKAN a.PPh pribadi Pasal 22 .305 23.032 4.011 b.PPh pribadi Pasal 22 .Penyerahan jasa 255.751 7.425 838.484 388 216.termasuk bunga 5.Kurang bayar PPh badan PPN Anak perusahaan PPh Pasal 4(2) .584 c.069 1.termasuk bunga Pasal 21 .561 2.464 6.203 3.484 1.719 83.544 2008 72.PPh pribadi Pasal 23 .401 78 .168 533.326 408.411 3.529 99.335 807.891 38.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.168 255.681 320.550 7.Kurang bayar PPh badan PPN 2008 9.232 6.584 96.Penyerahan jasa Pasal 26 .331 5.

957 2.335 162.646) 7.anak perusahaan Jumlah beban PPh konsolidasian 1.537. PERPAJAKAN (lanjutan) d.471 2008 12.539 2.862.514 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.939.265.326 41.704 1.344 (1.560.991 (364.622 2.963) 6.336.382 79 . Komponen beban (manfaat) pajak adalah sebagai berikut: 2009 Kini Perusahaan Anak perusahaan 529.508.039.372 2.999.802.420 (8.471 2008 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.394) 153.080.628 77.299) 192.443) 7.382 3.291.046 1.859.110.677 69. kecuali dinyatakan lain) 37.714.563) 153.065 3.495.317 (76.705.806 (913.010 3.273.935 2.537.982 (343.219.034.156.577 1.962 855.574 4.028 Pajak dihitung dengan tarif progresif Penghasilan tidak kena pajak Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak Kewajiban (aset) pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan .995 36. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan dan beban PPh konsolidasian adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak konsolidasian Penambahan kembali eliminasi konsolidasian Laba konsolidasian sebelum pajak dan eliminasi Dikurangi: laba sebelum pajak anak perusahaan Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 11.377.T.939.612.924.Perusahaan Beban PPh .951 3. PPh badan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai entitas yang terpisah (laporan keuangan konsolidasian tidak berlaku untuk perhitungan PPh badan di Indonesia).054 16.906 818.272 2.628 (9.242 488.382 e.577 3.894 Tangguhan Perusahaan Anak perusahaan 326.429) 6.435.291.469 15.bersih Beban PPh badan Beban PPh final Jumlah beban PPh .

173) 260.989 (926.545 258.575. PERPAJAKAN (lanjutan) e.721 (1.980 263.311) 35.888) (199.971.622) (174.463 6.861 (437.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.443) 7.279) 501.317) 80 .580) 44.712 (3.116) 445.547) (60.982 (343.991 (3.658 (953) 4.539 491.114.303.034.854) (161.466 165.282) (98.664) 190.184) (67.377.924. kecuali dinyatakan lain) 37.659) (66.296) 27.217.656 (49.376 (15.991 (364.172 (4.994) (3.813) (7.T.626 55. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.112 (1.028 Perbedaan temporer: Amortisasi aset tidak berwujud Penyusutan aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan beban karyawan Penyusutan aset tetap PBH Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Amortisasi hak atas tanah Laba atas penjualan aset tetap Amortisasi pendapatan PBH ditangguhkan Penghapusan piutang Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih LSA Pembayaran nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Rugi atas komitmen pembelian Penyisihan lain-lain Jumlah perbedaan temporer Perbedaan tetap: Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar Bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan anak perusahaan Lain-lain Jumlah perbedaan tetap 491.081) (55.840 (1.417 162.560.963) 6. (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Perusahaan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 6.652 520 (3.910) 2008 7.987) 232.559) (600.442) 5.

689 1.T. Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keberatan PPN yang tidak disetujui sebesar Rp215 miliar. Selisih antara hasil pemeriksaan pajak dengan pengajuan keberatan sebesar Rp70 miliar dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007. Penyelesaian atas kurang bayar tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2006. (ii) Telkomsel Pada tahun 2007. Jumlah tagihan yang tidak diterima sebesar Rp52 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008.719.962 529.273. PPN. diterima pada Februari 2009.046 1. Otoritas Pajak dapat mengajukan masalah yang sama untuk transaksi yang terjadi di tahun fiskal berikutnya.889 41.Perusahaan Pajak kini . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.894 2008 3.363 juta. 81 2.115.317 . Telkomsel mengakui sebagai tagihan pajak termasuk bunga sebesar Rp39 miliar pada tanggal 31 Desember 2008. pada 31 Desember 2008. oleh karena itu dicatat sebagai kalim atas restitusi pajak pada tanggal 31 Desember 2008.802. Telkomsel diperiksa oleh Otoritas Pajak dengan hasil kurang bayar PPh.156. Berdasarkan hasil keputusan Pengadilan Pajak pada bulan Desember 2008.622 2. Selanjutnya. Kekurangan bayar tersebut telah dilunasi dengan mengkompensasi pembayaran PPh tahun fiskal 2006 sebesar Rp25 miliar dan pembayaran kas sebesar Rp453 miliar. Pada tanggal 23 Februari 2009.anak perusahaan Jumlah pajak kini f. Nilai Rp 21 miliar tersebut telah tercatat sebagai tagihan restitusi pajak yang telah dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007.382 3.001 492. Otoritas pajak menerima keberatan yang diajukan Telkomsel sebesar Rp141 miliar. PERPAJAKAN (lanjutan) e. dan PPh badan termasuk denda untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 sebesar Rp478 miliar. Telkomsel berkeyakinan bahwa nilai tersebut dapat diterima kembali. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dari Kantor Pajak atas PPh Badan untuk tahun fiskal 2004 sebesar Rp4.935 2. Telkomsel mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Pajak atas penolakan Otoritas Pajak terhadap keberatan yang diajukan Telkomsel terhadap SKPKB PPh pasal 23 dan 26 untuk tahun fiskal 2002 sebesar Rp21 miliar. Pemeriksaan pajak (i) Perusahaan Pada tahun 2006.705. Pada tanggal 2 Oktober 2007. Pada tanggal 3 Januari 2008. (lanjutan) 2009 Laba kena pajak Beban PPh badan kini Beban Pajak final Jumlah pajak kini . Telkomsel telah mengajukan keberatan atas kekurangan bayar PPh dan PPN termasuk denda sebesar Rp408 miliar. kecuali dinyatakan lain) 37.660 36. keberatan yang diajukan Telkomsel disetujui untuk dikembalikan sebesar Rp115 miliar termasuk bunga sebesar Rp52 miliar.272 2.862.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. setelah dikurangi kurang bayar berbagai tagihan pajak.142.

710 17. g. atas keputusan Pengadilan Pajak untuk menerima pengajuan banding Telkomsel untuk pengembalian sebesar Rp115 miliar.T.559) (4.207.869) (573.804 1. Telkomsel mengajukan tanggapan (kontra memori) ke MA.081 54. Pemeriksaan pajak (lanjutan) Pada tanggal 25 Februari 2009.829 (186. kecuali dinyatakan lain) 37.254) (2.664 104. PERPAJAKAN (lanjutan) f.450) 82 .873) (28.878) 6.598.034 16.570.439) (2.877 220.676) (3.479) (62.616.103.582) 511.603 (430. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2008 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .314.048 259.195 275. Otoritas Pajak mengajukan uji materiil kepada Mahkamah Agung (“MA”).bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .350 219.922) (57.324) 1.904.741 31.204 (220.021) (916.863 38.155 (55.918) (2.268) (590.393.bersih 30 Juni 2009 698.476.698 93.698) (38.247 (1.794) (5.242) (488.774) (2.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan . pada tanggal 3 April 2009.149 327.745) (4.247 (326. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.186.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.577) (1.494) (436.035 22. belum terdapat keputusan atas kontra memori tersebut.201 1. Telkomsel berkeyakinan bahwa keputusan Pengadilan telah ditetapkan secara tepat. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Oleh karena itu.899) 68.335) (162.235) (557) (4.625) 137.434) (2.290 17.

035 306.201) (4.788 (3. 83 .822) 25.678) (24.891 1. Penolakan tersebut menyebabkan PPh badan Telkomsel tahun 2006 menjadi lebih bayar Rp12.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan dan tiap anak perusahaan menghitung. namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari pada yang diestimasikan.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan . Aset dan kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) (Dibebankan) ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2007 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .543) (748.551) - 862.684 (35.031) (2.dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. menetapkan.859 36. kecuali dinyatakan lain) 37.965) 122.863) (5.034.063 1.417.165.100) 101. atau akhir tahun 2013.824) (786. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun fiskal 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa Dirjen Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.997.821.859) (909.010. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut.168) 1.5 miliar yang merupakan bagian dari pajak dibayar di muka.848.609.563 (153.013 340.994 76.005) (2.213 332.657) (824. sehingga Telkomsel melakukan pembalikan sebagian klaim terhadap kewajiban pajak tangguhannya.136) (70. Direktorat Jenderal Pajak (“Dirjen Pajak”) dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.071 40.527) 48. h.861.057 15. mana yang lebih awal. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut dipertimbangkan dapat direalisasi.063 (147. Klaim kelebihan pembayaran PPh badan untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 atas perhitungan ulang penyusutan aset tetap pada tahun 2006 sebesar Rp338 miliar tidak disetujui oleh Otoritas Pajak.172 (135. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia.159 220.329 375.636) *) Disajikan kembali (Catatan 52) Realisasi dari aset pajak tangguhan tersebut tergantung kepada kemampuan menghasilkan laba di masa depan.770) (3.316 52. Perusahaan dan anak perusahaan yakin bahwa kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba fiskal masa depan.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .636) (54.628) (77.114 76.594) (2.720) (2.bersih Akuisisi Sigma 30 Juni 2008*) 1.686 172.592) (59.506) (3. PERPAJAKAN (lanjutan) g.285 212.746.512 (1.T.801) (54.209.338 (544) (10.889 17.065) - (1.

38. Infomedia sampai dengan tahun fiskal 2003.04 dan Rp317.934 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Perusahaan mendapatkan sertifikat dari Dirjen Pajak berupa pembebasan pemeriksaan pajak untuk tahun fiskal 2007. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu 1 tahun fiskal. dan Telkomsel untuk tahun fiskal 2003 sebesar Rp1. 36 tahun 2008 juga diatur pengurangan tarif sebesar 5% dari tarif tertinggi diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat. Administrasi (lanjutan) Pada tanggal 23 September 2008. kecuali dinyatakan lain) 37.9 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2008. dalam Undang-Undang Pajak No.574.9 miliar. kecuali jika ditemukan bukti baru yang mengharuskan Otoritas Pajak melakukan pemeriksaan dan penyidikan. 7 tahun 1983 tentang PPh. yang tercatat dan memperdagangkan sahamnya di BEI yang memenuhi persyaratan bahwa paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor dan diperdagangkan di BEI dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya masing-masing tidak boleh melebihi dari 5%. PERPAJAKAN (lanjutan) h. Perusahaan dan Telkomsel telah memanfaatkan program sunset policy tersebut melalui pembetulan SPT. Selain itu. Rp2. Sehubungan dengan hal tersebut. Perusahaan menggunakan tarif pajak setelah memperhitungkan penurunan tarif pajak. sehingga berhak memperoleh insentif pengurangan tarif pajak tersebut dan telah diimplementasikan dalam penghitungan PPh badan. Peraturan ini mengatur pengenaan tarif tunggal untuk perhitungan Pajak Badan sebesar 28% di tahun 2009 (dimana sebelumnya dihitung dengan tarif progresif dari 10% sampai 30%). GSD sampai dengan tahun fiskal 2002 dan 2007. Pada tahun 2008. dan 2006 masingmasing sebesar Rp1. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Ke Empat atas Undang-Undang Pajak No. dan Rp2.814. Kantor Pajak telah melakukan pemeriksaan atas pajak Perusahaan sampai dengan tahun fiskal 2004. 84 . kecuali untuk tahun fiskal 2003. Telkomsel sampai dengan tahun fiskal 2005.748.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.254 dan 19. Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilusi. Perusahaan dan anak perusahaan telah menghitung efek dari pemberlakuan tarif 28% dan 25% atas perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhannya sesuai dengan estimasi realisasinya.83 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.4 miliar. Selain perubahan tarif. Presiden Republik Indonesia dan Menkumham telah menandatangani dan mengundangkan Undang-Undang Pajak No. Laba bersih per saham dasar masing-masing sejumlah 306.432. kecuali untuk tahun fiskal 2003. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan PIN untuk 2007. Perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. maka untuk perhitungan beban dan kewajiban pajak penghasilan untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan periode 30 Juni 2009. 2005. Perusahaan menyetor pajak kurang bayar untuk tahun fiskal 2003. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar masing-masing sejumlah 19. Otoritas Pajak telah mengeluarkan program sunset policy berupa pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan SPT Tahunan tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang bayar dengan imbalan dibebaskan dari sanksi administrasi dan tidak dilakukan pemeriksaan atas tahun fiskal tersebut.8 miliar. Telkomsel saat ini sedang dalam pemeriksaan Kantor Pajak untuk tahun fiskal 2006 dan 2008. dan 25% di tahun 2010.

734 7. 215 tertanggal 12 Juni 2009.085 86.943 70.347 3 264. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2008 sebesar Rp5. No. No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.577 234.024 40.098 222. Partomuan Pohan.T.778.H..360 juta atau Rp357.492 638.083 85 .364 1.857.572 398 322. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.94 per lembar saham dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp4.106 juta. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.H.286.708 juta atau Rp296. Partomuan Pohan. 40.660 256 236.45 per lembar saham dibagikan sebagai dividen kas interim di bulan November 2007). para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp7. S. 41 tertanggal 20 Juni 2008.071.539 31. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. pembagian spesial dividen kas sebesar Rp1.734 41.785 7. LLM. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 2009 Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pensiun Perusahaan Telkomsel Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar Imbalan pasca kerja lainnya Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban manfaat pensiun dibayar di muka Beban pensiun berkala bersih Perusahaan Telkomsel Infomedia Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 34) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 34) 2008 552.018 95.87 per lembar saham (Rp965.080 1.553 juta.010 185 353.761 juta. S. dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp3. kecuali dinyatakan lain) 39..140 909.398 juta atau Rp48. LLM.004.922 59.552 943.928.674 27.840.

642) 11.370 557.316. Program pensiun manfaat pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002.085) 9. Pensiun 1. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8.534) 8.870) 1.392 465.084.727.150 8.760 (205. kecuali dinyatakan lain) 40. Pembayaran kontribusi Perusahaan dan anak perusahaan ke dana pensiun untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp444. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.531 22.034. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban manfaat pensiun.240) (909.484 22.282 juta.083 390.812 141.387.531 juta dan Rp444.418 515. perubahan aset program pensiun.991 (202. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).095 1. Perusahaan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti.597.280 (1.4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.904) 10.531 juta.083 319.134) (220.787 22.852 juta dan Rp1.080.516.975 112. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan yang untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp1. Program ini dikelola oleh suatu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.356 822.350.531 22.820 2008 10.275 1.904.346 (222.411.415 444.356 (1.516.018) .418 444.092 (921. Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa kerja karyawan.529.059 (3.419) (552. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.067 538.T.616) 10.713. status pendanaan program pensiun dan nilai bersih yang tercatat pada neraca konsolidasian Perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 untuk program pensiun manfaat pasti: 2009 Perubahan kewajiban manfaat pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program pensiun (Laba) rugi aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada akhir periode Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Perkiraan pengembalian atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program pensiun Laba aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada akhir periode Status pendanaan Beban jasa lalu yang belum diakui Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar 86 9.

Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp698. Pada tanggal 30 Juni 2009.085 322. Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) dilakukan berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 12% 11.087) 909.539 (444.054.5% 8% 2007 10.9 tahun hingga 2016. Mutasi beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada akhir periode 775.018 Pada tanggal 30 Juni 2009.25% 10% 8% 87 . Hasil aktual aset program adalah Rp1.082) 552.T.00% dari keseluruhan aset program Dapen. aset program pensiun sebagian besar terdiri dari obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.407. pada laporan tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh PT Watson Wyatt Purbajaga (“WWP”).583 juta yang akan diamortisasi selama 9.674 367 (444.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.531) (23.097 236.531) (16. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar Rp308. kecuali dinyatakan lain) 40. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide (“WWW”).261 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009. Perusahaan memberlakukan uniformulation manfaat pensiun yang sama bagi peserta sebelum 20 April 1992 dengan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung 1 Februari 2009.999 juta yang merupakan 3. Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2007. Pensiun (lanjutan) 1.657 2008 1.

539 (751) 68. Pensiun (lanjutan) 1. Mulai tahun 2005. kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel.080) 88 .373 (155.967) 2008 (325.797 1.418) 110. kecuali dinyatakan lain) 40.T. perusahaan asuransi jiwa milik negara.415) 110. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.803) 112.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.562 (86. kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel. di bawah suatu kontrak asuransi anuitas.370 557. Sampai dengan tahun 2004.283) 107.067 538. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (“Jiwasraya”).660 (28. Perusahaan (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset atas program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Laba aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 2.340) 162.041 (367) 2008 141.740 (95.254) 322.361) 237.674 322. Telkomsel Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya.492) (814) 121.484 (465.660 (2.539 - 236. Berdasarkan program ini.664 1. Rekonsiliasi antara program pensiun yang tidak didanai dan jumlah kewajiban yang disajikan di neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Yang tidak dilakukan pendanaan Komponen yang tidak diakui di neraca konsolidasian: Beban jasa lalu yang belum diakui Rugi aktuaria bersih yang belum diakui Kewajiban bersih yang belum diakui pada tanggal penerapan awal PSAK 24 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar (318.787 (515.480 (217. para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan.

271 398 398 12% 12% 9% 2007 10. Rekonsiliasi antara status pendanaan program pensiun dengan jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Status pendanaan Beban manfaat pensiun dibayar di muka (5.002 89 27. Infomedia Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya.042 (7. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.911 256 256 2008 (5. Pensiun (lanjutan) 2.655) 5.728) (32) 1. 89 . kecuali dinyatakan lain) 40.647 15.652 89 31. Asumsi dasar aktuaris independen berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 3. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.634) (31) 2.974 17.5% 10.347 2008 18.010 Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dengan laporan tertanggal masingmasing 12 Februari 2009 dan 25 Maret 2008 yang dilakukan oleh WWP.T.5% 8% Beban pensiun berkala bersih Infomedia adalah sebesar Rp3 juta dan Rp185 juta masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.873) 6. Telkomsel (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban bersih pada tanggal Penerapan awal PSAK 24 Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) 16.287 (5.

PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) b. 90 .092 41. Mutasi imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan pasca kerja lainnya Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Total beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada akhir periode 210.T.865 23. kecuali dinyatakan lain) 40. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar Rp7. Pada tahun 2006. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.734 11. jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan.345 40.734 (16. 10. Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum.414 3.364 juta dan Rp7.924) 222.313 20.083 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34).080 3.967 3.136) 234.943 2008 195.140 juta dan Rp59.413 6.061 41. kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun. transaksi ini disajikan sebagai bagian dari LSA.375 40.552 juta.785 (13. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”).922 Komponen beban imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 2008 Beban jasa Beban bunga Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Total beban imbalan pasca kerja lainnya .bersih (Catatan 34) c. Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp70. Imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja.785 Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang No.

120.433 500. status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja. Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja. Ketentuan untuk masa kerja selama 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom.059.376.168) 4.978.139.936) (132.168) 4.400.268 (110.018. dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. 42.372) 8.855.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.018. tergantung persetujuan manajemen.384 (1.749 800.i).719. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar Rp13.508 4.991 451.138 386.T. dan jumlah bersih yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Perubahan kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada akhir periode Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Perkiraan pengembalian aset program Kontribusi pemberi kerja Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Nilai wajar aset program pada akhir periode Status pendanaan (Laba) rugi aktuaria bersih yang belum diakui Total beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar 2008 5.870 (2. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”) Telkomsel Telkomsel memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu.453) 3.224 36.998) 4.583) 91 .215 juta dan Rp79.955 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34).172 169.612 71. Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal 1 November 1995. Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.189 500. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.875 (6. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun.539 (3.947.328 3.655 juta masing-masing pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 43).998) 10.000 84. kecuali dinyatakan lain) 41. termasuk LSA dan LSL (Catatan 47c. LSA diberikan saat karyawan mencapai masa kerja tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja.004 343.974 (110.154. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai.693 205.236.925.195 (132.911) (2. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu.047 823. perubahan aset program imbalan kesehatan pasca kerja.711 juta dan Rp9. sebesar Rp114.

652 138 (500.660 (500.768.116 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.25% 9% 14% 8% 2011 92 . aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW.991 451.672 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.652 450.660 Pada tanggal 30 Juni 2009. aset program meliputi saham Seri B yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar sebesar Rp66.384 (205. Mutasi beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) Jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada akhir periode 2.790 (138) 2008 71.923 165.409) 165.719.004 343.749 (171.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.583 Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.720 2008 2.189) (8.236. pada laporan masing-masing tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh WWP.138) 2.25% 12% 8% 2011 2007 10. kecuali dinyatakan lain) 42. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Hasil aktual aset program adalah Rp168. Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian atas aset program (Laba) rugi aktuaria yang diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke Unit KSO dan anak perusahan berdasarkan perjanjian Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 36.603 450.372 450.660 - 165.000) 2.683) 98.570.T. Asumsi dasar yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 12% 9.

1%. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp27.2% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. dan 6.T.8% dan 1. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.148. Pemerintah i. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 15.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.7%. yang mencerminkan 0. Telkomsel membayar up front fee untuk lisensi 3G sebesar Rp436. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban KPU kepada Depkominfo sesuai dengan Peraturan Menkominfo No. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.741 juta dan Rp1. pemegang saham mayoritas Perusahaan (Catatan 20).7% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. b. Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp147.000 juta dan mencatat sebagai aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13iii). Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp155.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 15/Per/M.390 juta dan Rp29.222 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha yang normal. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah.088.0%. Mulai tahun 2005. Beban KPU adalah sebesar Rp384.895 juta dan Rp78. yang mencerminkan 0.180 juta dan Rp225. iii. dan 1. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Depkominfo (sebelumnya DPPT).792 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.267 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35) yang mencerminkan 2.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. dan 6.581 juta dan Rp36. Berikut adalah perjanjian/transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris. dan 0.540 juta dan Rp302. 93 .416 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. ii.833 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. yang mencerminkan 0. Remunerasi Komisaris dan Direktur i.0%.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. kecuali dinyatakan lain) 43.079 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp1.42% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode. ii. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Direksi. yang mencerminkan 6. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp73.

Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan STBS milik Indosat dengan PSTN Perusahaan. Indosat untuk menyelenggarakan jasa Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. telegram. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. Perusahaan dan Indosat bertanggung jawab atas sarana telekomunikasi masing-masing. serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan dengan menekan “007”. SLJJ. Alternate Voice/Data Telecommunications (AVD). dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. kecuali pelanggan di daerah perbatasan tertentu. yang memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan STBS Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan. Pada tanggal 28 Desember 2006. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung. hotline. Pada tanggal 28 Agustus 2008. kecuali untuk sirkit langganan dan telepon umum yang berada di sentral gerbang internasional. Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan SLI. 8 tahun 2006 (Catatan 46).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada pelanggan untuk Indosat. Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal.T. Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan telekomunikasi internasional kepada masyarakat. dilakukan oleh Perusahaan. teleks. ditambah dengan beban pemrosesan tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). teleprinter. iv. kecuali dinyatakan lain) 43. Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP). 94 . iii. Perusahaan menerima kompensasi untuk jasa yang disebutkan dalam butir pertama di atas berdasarkan tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh Menhub. Perusahaan dan Indosat akan melakukan evaluasi untuk menentukan besaran tarif biaya layanan SLI yang akan diberlakukan pada tahun 2009. Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan Sentra Telepon Bergerak Seluler (“STBS”) Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan kewajiban interkoneksi terkait. Perusahaan menyediakan jaringan lokal bagi pelanggan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon internasional. ii. dan teleconferencing. televisi. sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. Indosat Perusahaan memperlakukan Indosat sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena Pemerintah masih memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan keuangan dan operasi Indosat terkait dengan hak untuk menunjuk satu Direktur dan satu Komisaris. Pembuatan kuitansi tagihan dan penagihan kepada pelanggan. Indosat menyediakan jaringan internasional bagi pelanggan. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi tagihan dan penagihan. Kesepakatan ini berlaku efektif mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2008. Jasa telekomunikasi internasional mencakup telepon.

Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i.05% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. Pendapatan (beban) interkoneksi bersih Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp34. iv.11%. Indosat berhak atas sebagian pendapatan Telkomsel sebagai kompensasi atas jasa interkoneksi. ii. Beban atas penggunaan fasilitas tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp7. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dihubungkan dengan gerbang pertukaran internasional milik Indosat agar dapat melakukan atau menerima panggilan internasional. PT Satelit Palapa Indonesia (“Satelindo”). Telkomsel menanggung 19.T. dan 0. dapat diubah berdasarkan tinjauan tahunan dan kesepakatan bersama kedua belah pihak. yang mencerminkan masing-masing 0. Lintasarta. Pihak-pihak telah membentuk komite manajemen yang terdiri atas seorang ketua dan seorang perwakilan dari setiap pihak yang terkait untuk mengarahkan pembangunan dan operasional sistem kabel. Perjanjian lainnya antara Telkomsel dan Indosat adalah sebagai berikut: i.325% dari jumlah biaya pembangunan.803 juta dan Rp14. dan 0. kecuali dinyatakan lain) 43.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. yang mencerminkan 0. Perjanjian Pembangunan dan Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta-Surabaya (“J-S Cable System”) Pada tanggal 10 Oktober 1996. Perjanjian yang dibuat tahun 1997 dan berlaku selama sebelas tahun tersebut. Beban yang timbul sehubungan dengan pengadaan peralatan.481 juta.04%.921 juta dan Rp11. pemasangan dan pemeliharaan ditanggung oleh Telkomsel. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pembangunan sistem kabel selesai pada tahun 1998. 95 . TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Beban operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan formula yang telah disetujui bersama. Bagian Telkomsel dalam beban operasi dan pemeliharaan adalah sebesar Rp1. Telkomsel. Atas interkoneksi ini. dan Indosat (“Pihak-pihak”) mengadakan perjanjian pembangunan dan pemeliharaan Sistem Kabel J-S. Peralatan interkoneksi yang dipasang oleh salah satu pihak di lokasi milik pihak lain tetap merupakan milik pihak pemasang peralatan tersebut. Berdasarkan perjanjian. Telkomsel juga mengadakan perjanjian atas penggunaan fasilitas telekomunikasi Indosat. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dan milik Indosat telah dihubungkan untuk memungkinkan komunikasi antar jaringan oleh pelanggan dari kedua belah pihak.015 juta dan Rp187 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. iii.06% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.348 juta. Indosat (lanjutan) Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan seluler bergerak GSM.

faksimili. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon. telegraf. Satelindo setuju untuk membayar sejumlah Rp43.023 juta dan Rp82. Perusahaan mengalihkan hak penggunaan sebidang tanah di Jakarta yang dimiliki Perusahaan kepada Satelindo.8% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Indosat) untuk pemakaian sistem jaringan komunikasi data.210 juta pada tahun 1994 sementara sisanya sebesar Rp25.981 juta dan Rp9. yang sebelumnya disewakan kepada Telekomindo. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. atau jasa telekomunikasi lainnya. dan 0.929 juta yang mencerminkan kurang dari 0. Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan anak perusahaan. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Indosat mengenai penggunaan SEA-ME-WE 3 dan tail link di Jakarta dan Medan. Indosat (lanjutan) ii.997 juta yang mencerminkan 0. Pada tahun 2000. 96 .1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. Perusahaan dan Satelindo menyetujui alternatif penyelesaian dengan memperhitungkan pembayaran Satelindo di atas sebagai beban sewa sampai tahun 2006. Satelindo telah membayar sejumlah Rp17.2%.612 juta dan Rp17.7 juta (Catatan 12). Telkomsel diberikan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan kapasitas tertentu dari jaringan tersebut mulai tanggal 21 September 2000 hingga 20 September 2015 sebagai imbalan atas pembayaran di muka sejumlah US$2.1 juta.813 juta belum dibayar karena Hak Pengelolaan Lahan (“HPL”) tidak dapat diperoleh sebagaimana disebutkan dalam perjanjian. Berdasarkan perjanjian pengalihan.023 juta kepada Perusahaan untuk hak penggunaan tanah tersebut selama 30 tahun. Perjanjian IRU (IRU Agreement) Pada tanggal 21 September 2000. pembayaran di muka dari Satelindo ini disajikan di neraca konsolidasian sebagai “Uang muka pelanggan dan pemasok”. data. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. dan PT Sistelindo Mitralintas.860 juta sebagai beban sewa sampai tahun 2024. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Lintasarta (berlaku sampai dengan 31 Oktober 2010) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) (berlaku sampai dengan bulan Mei 2008) (39.T. Lintasarta. Pada tahun 2001.3% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. teleks.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Telkomsel juga dikenakan beban operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar US$0. Satelindo diberi hak untuk menggunakan tanah tersebut selama 30 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh hak mendirikan bangunan di atasnya. Berdasarkan perjanjian.476 juta yang mencerminkan 0. yaitu Indosat Mega Media. Beban pemakaian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp17. Satelindo melakukan pembayaran tambahan sejumlah Rp59. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp12. Lintasarta menggunakan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. kecuali dinyatakan lain) 43. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Hak kepemilikan atas tanah tersebut tetap berada pada Perusahaan. Pada tahun 1994.

(iv) Perusahaan membeli aset tetap termasuk jasa pembangunan dan pemasangan sarana dari sejumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa meliputi. yaitu: (i) Perusahaan menyediakan jasa telekomunikasi kepada Instansi Pemerintah di Indonesia. dan 0. dan PSN untuk penggunaan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. dan jasa telekomunikasi lainnya. (ii) (iii) Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada perusahaan asosiasi. Patrakom. dan Gratika.460 juta dan Rp208. dan menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya pada Jasindo. dan Jiwasraya yang merupakan perusahaan asuransi milik negara.8%. PT Asuransi Tenaga Kerja.350 juta dan Rp30. termasuk jasa konstruksi dan instalasi bagi Telkomsel. (v) (vi) (vii) Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan aset tetap.9% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. yang mencerminkan 1. dan 0. persediaan. Pembelian dari INTI untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp54. yang mencerminkan 1. Perjanjian ini telah diperpanjang hingga 13 Maret 2011. faksimili.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Patrakom. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (“INTI”) dan Kopegtel. dan 0.7% dari jumlah pembelian aset tetap pada masingmasing periode. telegraf. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tanggal 14 Maret 2001.134 juta dan Rp18. yaitu CSM. teleks. 97 . Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Instansi Pemerintah dan perusahaan asosiasi yaitu CSM. INTI juga merupakan kontraktor dan pemasok utama yang menyediakan peralatan. yang diperlakukan sebagaimana layaknya transaksi dengan pihak ketiga. yang mencerminkan 0.8%.122 juta. jangka waktu sewa minimum adalah 2 tahun sejak pengoperasian jaringan transmisi dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.1%.6%. Lain-lain Transaksi dengan seluruh BUMN diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. PSN.585 juta.686 juta.2% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode.298 juta yang mencerminkan 0.385 juta. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp22. yang mencerminkan 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.292 juta. Premi asuransi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp158. data.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp110. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PSN untuk sewa jaringan transmisi PSN. dan 2. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. Sirkit langganan ini dapat digunakan perusahaan asosiasi tersebut untuk hubungan telepon.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. diantaranya. Pembelian yang dilakukan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp92.389 juta dan Rp51. kecuali dinyatakan lain) 43.T. yang mencerminkan 0.851 juta dan Rp66.378 juta dan Rp168.

bergerak dalam jasa penyewaan mobil.2% dari pendapatan usaha pada masing-masing periode.468 juta. yang mencerminkan 0.189 juta dan Rp115.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. (xiv) Koperasi Pegawai Telkomsel (“Kisel”) adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel.0%.726 juta dan Rp177. kecuali dinyatakan lain) 43. dan reksa dana masing-masing berjumlah Rp6.6%.004% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.01%. yang mencerminkan kurang dari 0. beberapa bank tersebut ditunjuk sebagai agen penagihan Perusahaan. (ix) Perusahaan dan anak perusahaan melakukan pinjaman dari beberapa bank milik negara.02% dari jumlah pendapatan usaha pada masingmasing periode. yang masing-masing mencerminkan 6. sehubungan PBH.2%.7%.6%. membeli barang dan jasa pembangunan. Pendapatan bunga yang diakui untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp97.4%. yang mencerminkan 1. dan 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.361.003 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. (xiii) Telkomsel mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Patrakom dan CSM sehubungan dengan penggunaan jaringan transmisi mereka untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang. dan menggunakan jasa pemeliharaan dan kebersihan dari Kopegtel dan PT Sandhy Putra Makmur (“SPM”).657 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.yayasan yang dikelola oleh Dharma Wanita Telkom.237 juta. menyewa mobil. Lain-lain (lanjutan) (viii) Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai rekening giro dan deposito berjangka pada beberapa bank milik negara. yang mencerminkan 42. penagihan.118 juta dan Rp7.0% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.575 juta dan Rp244.132 juta dan Rp7. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban interkoneksi bersih dari PSN. Perusahaan menyewa bangunan. yang mencerminkan 0. bagian dari pendapatan yang harus dibagikan kepada Kopegtel adalah masing-masing sebesar Rp3. (x) (xi) (xii) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Kopegtel.950 juta pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.2% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode. anak perusahaan dari Yayasan Sandikara Putra Telkom . dan 0. Jumlah penempatan Perusahaan pada bank milik negara dalam bentuk rekening giro dan deposito berjangka.610 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.281. Kisel membebankan Telkomsel masing-masing Rp312. Untuk jasa-jasa ini.279 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. dan 0.049. dan 35. Untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.9%. Jumlah kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang yang dijual ke Kisel sebesar Rp1.4% dari beban usaha pada masing-masing periode. 98 . TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan jasa-jasa lainnya yang bermanfaat bagi Telkomsel. Di samping itu.001%. Beban bunga dari pinjaman tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp489. dan 41. dan 1.0% dari jumlah pendapatan bunga pada masingmasing periode. dan 3. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp122.5% dari jumlah aset pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. yang mencerminkan 0.380 juta. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penyaluran dengan Kisel untuk pendistribusian kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang. yang mencerminkan 3.355 juta dan Rp236. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp104 juta dan Rp1. pencetakan dan distribusi tagihan pelanggan.927 juta. dan 8. dan 1. Beban yang timbul dari transaksi tersebut berjumlah Rp178. yang mencerminkan 52.T.839 juta dan Rp976.606 juta dan Rp72.

571 0.82 1.11 0.827 2.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.163 1.662 47. (xvi) Telkomsel mengadakan perjanjian pengadaan dengan Gratika.826 2.248 juta dan Rp31.194 0.8%.01 0.08 0.21 0.685 536.27 0.139 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.02 Jumlah a.51 0.T. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya (Catatan 12) BNI Bank Mandiri Kisel Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) BRI Jumlah h. Beban dibayar di muka (Catatan 7) f.244 104.01 0. Jumlah pengadaan untuk pemeliharaan peralatan sebesar Rp17.03 0. Lain-lain (lanjutan) (xv) Perusahaan juga memperbantukan sejumlah karyawannya kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk membantu mereka menjalankan kegiatan usahanya.098 813 94.713 3.11 0. kecuali dinyatakan lain) 43.942. dan 0.664 603. Piutang lain-lain Patrakom Kopegtel Instansi Pemerintah Bank milik negara (bunga) Lainnya Jumlah e. Penyertaan sementara c. Saldo akun dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2009 % terhadap jumlah aset 6.251 1. Di samping itu.188 1.901. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.113 280.084 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.727 3.235 4. yang merupakan anak perusahaan dari Dapen untuk pemasangan dan pemeliharaan peralatan.02 0.05 99 . Rekening escrow (Catatan 14) 5.257 13. Jumlah pengadaan untuk pemasangan peralatan sebesar Rp38.304 28. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.01 2008 % terhadap jumlah aset 8. Perusahaan juga memberikan hak kepada pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa untuk menggunakan bangunan Perusahaan tanpa dikenakan biaya. Aset lancar lainnya (Catatan 8) BNI Bank Mandiri Jumlah g.544 10.4% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode.11 0.bersih (Catatan 5) d.071 21.05 565 91.449 182. yang mencerminkan 0.849 4.244 21. yang mencerminkan 0.417 404 39.933 779.62 0.673 24.088 813 347 107.420.04 0. Kas dan setara kas (Catatan 4) b.000 41.524 1.11 0.864 juta dan Rp23.70 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.217 Jumlah 6.30 0.258 376 11. Piutang usaha .

302 28. kecuali dinyatakan lain) 43.13 16.04 1.000 1.970.540.06 0.72 7.215 2.800.521 80.31 0.57 0.94 Jumlah i. Pinjaman penerusan (Catatan 20) l.888 59.70 3.000 2.098.916.102 Jumlah 1.932 1.01 0.006 6.T.000 1.025 93 1.997 4.19 3.01 0.18 3.14 0.572 79.20 2.000 1.128 5.093 4.236.52 1.266.502 943.051.696 1.236.802 89.240.689 638.020.42 1.372 4. Hutang usaha (Catatan 15) Instansi Pemerintah Kopegtel Indosat Yakes SPM INTI Gratika Jasindo CSM PSN Lain-lain Jumlah j.06 0.012 708.42 2008 % terhadap jumlah kewajiban 2.02 0.01 0.866 21.17 5.14 4.610 3.19 0.804 1.394 14. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.33 5. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) 2009 % terhadap jumlah kewajiban 2.400 4.000 4.02 0.33 2.860.23 6.01 0.719.626 68.539 3.07 m.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.400.000 3. Kewajiban LSA (Catatan 41) n.356.573 94.66 0.012 3.583 1.660 114.148 9.580.093 12.11 0.880.286. Hutang bank jangka panjang (Catatan 22) BNI BRI Bank Mandiri Jumlah 100 .96 3.01 0.000 2.84 8.119 68.088 25.398.12 0.04 2.70 0. Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40) 1.403 744.06 0.01 1.13 0.655 2.71 2.000 9.23 10. Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja (Catatan 42) o.561 2. Beban yang masih harus dibayar (Catatan 16) Karyawan Instansi Pemerintah dan bank milik negara PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Jasindo Jumlah k.03 0.

329.663) (287.454 120.538.149) (6.033) (10.862) 101 .285) 11.241) (2.609.732 30.359 698. satelit.039.577.963 140.662 10.962 38.444 Lain-lain 243.139. Segmen seluler menyediakan jasa telekomunikasi dasar.209) (3.149) (6.051.058.655 53.153) - 94.149 165.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.834) 2. SLJJ.995) 12. Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang menawarkan pelanggannya kemampuan untuk menggunakan pesawat telepon nirkabel dengan area terbatas (dalam kode wilayah lokal).771) 421.462) (42.989.862) 8.bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.189.111.958) (59.825) (572.499 Eliminasi (1.542 - 102.757 38.228 7.174.188 (1.095.635) (1.938) (380.421. yaitu sambungan kabel tidak bergerak. dan jasa telekomunikasi lainnya (termasuk di antaranya sirkit langganan.969) 8.587 (8.095.bersih Penghasilan lain-lain .620) (8.824) (637. Pendapatan dan beban segmen meliputi transaksi antar segmen usaha dan dinilai sebesar nilai pasar.771) (1.667) 6.206) (31. Goodwill dialokasikan pada segmen sambungan kabel tidak bergerak.587 94. 2009 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .471) (2.729) (264.097 (938. yang terdiri dari usaha buku petunjuk telepon dan pengelolaan gedung.195.121.222) (308.634.709.291.993.732 (19. dan seluler.598 - 55. khususnya jasa telekomunikasi seluler bergerak.421.226 1.635) 11.417 Jumlah sebelum eliminasi 30.T.896) (8. transponder.288.635) (19.302 165.488) (8.274) (18.747.893) (1.564. teleks.506.980 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.700) (5.460.706 145.043.650 1.195.456 20. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.737.532.161.265 550.494 (353.480 (2.383.058.420.252) (627.814 (8.813 Seluler 19.672.246.538.170.202.094.252) (627.893) 1. Segmen sambungan kabel tidak bergerak menyediakan jasa telepon lokal.152 1.650 116.260) (292.617.685) 8.732 1.625 (19. dan VSAT). INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tiga segmen usaha utama yang seluruhnya beroperasi di Indonesia.460.005.222) (308. Segmen usaha yang secara individu tidak melebihi 10% dari pendapatan usaha Perusahaan disajikan sebagai “Lain-lain”.197 (3.474 19.893 32.735) (1.111.045.672.421.129 (9.251) (31) (1.046.652) (1.736 (51.721) (371.794) (19.945) (28.302) (1.970) (54.645.132 9.340 Jumlah konsolidasian 30.038.095.650) (20.093) 231.672. sambungan nirkabel tidak bergerak.531 384.645. kecuali dinyatakan lain) 44.538.578.520. serta jasa pendukungnya. dan internasional.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

44. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2008 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs - bersih Penghasilan lain-lain - bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.559.879) (1.396.838) (1.745.128) (571.735) (290.582) (1.507.788) (210.369) (176.165) (28.754.375) (6.234.077) (3.225.909) (23.357) (27.931) (343.434) (19.661) (26.331) (17) (57.165.476) (7.860.945) (5.173.533) (595.092) (318.530) 9.519.046 15.995 10.001.964 661.836 10.663.800 (8.388.163) (169.532) (8.557.695) 2.106.105 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.638.808 (34.538) 1.604.270 (618.979) (618.979) 985.291 Jumlah sebelum eliminasi 30.211.078 1.067.686 31.278.764 (17.743.117) (1.149.266) (18.892.383) 12.386.381 Jumlah konsolidasian 30.211.078 30.211.078 (17.743.117) (17.743.117) 12.467.961 (573.805) 330.873 35.776 236.159 (3.939.382) (1.390) 8.556.192 (2.258.582) 6.297.610

Seluler 18.329.311 298.523 18.627.834 (8.442.962) (960.765) (9.403.727) 9.224.107

Lain-lain 240.995 141.865 382.860 (293.013) (18.969) (311.982) 70.878

Eliminasi (1.067.686) (1.067.686) 1.149.266 1.149.266 81.580

36.010.086 1.331.159

7.890.983 -

50.694.415 (1.193.357)

715.963 -

95.311.447 137.802

(9.519.046) -

85.792.401 137.802 85.930.203 (47.646.430) (7.860.945) (5.157.538) (595.092) (318.530)

45. POLA BAGI HASIL (“PBH”) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa mitra usaha secara terpisah berdasarkan perjanjian PBH yang dimaksudkan untuk membangun sambungan tidak bergerak, instalasi telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya), data, dan jaringan internet, dan fasilitas pendukung telekomunikasi terkait. Pada tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan memiliki 34 perjanjian PBH dengan 29 mitra usaha. Lokasi PBH paling banyak berada di Pekanbaru, Jawa Timur, Kalimantan, Makassar, Pare-pare, Manado, Denpasar, Mataram, dan Kupang dengan periode penyelenggaraan antara 48 sampai dengan 120 bulan.

102

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

45. PBH (lanjutan) Berdasarkan perjanjian PBH, mitra usaha menanggung biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan sarana telekomunikasi. Setelah pembangunan selesai, Perusahaan mengelola dan mengoperasikan sarana telekomunikasi tersebut dan menanggung beban perbaikan dan pemeliharaan selama periode bagi hasil. Secara hukum, mitra usaha berhak atas aset tetap yang dibangun mitra usaha selama periode bagi hasil. Pada akhir setiap masa bagi hasil, mitra usaha akan mengalihkan kepemilikan atas sarana telekomunikasi tersebut kepada Perusahaan pada harga nominal tertentu. Pada umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan untuk biaya pemasangan sambungan telepon menjadi hak mitra usaha sepenuhnya. Pendapatan dari pulsa telepon outgoing dan biaya bulanan pelanggan dibagi antara mitra usaha dan Perusahaan berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati. Nilai buku bersih aset tetap PBH yang telah dialihkan menjadi aset tetap yang dimiliki sendiri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp39.563 juta dan Rp17.945 juta (Catatan 11). Pendapatan yang menjadi bagian mitra usaha adalah sebesar Rp82.573 juta dan Rp158.022 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi ditentukan oleh penyelenggara berdasarkan kategori tarif, struktur dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi tidak bergerak yang ditentukan oleh Pemerintah. a. Tarif telepon tidak bergerak Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 15/Per/M.KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Jasa Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap. Berdasarkan Peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan Berdasarkan Peraturan tersebut, Perusahaan menyesuaikan tarif yang berlaku sejak 1 Agustus 2008 sebagai berikut: • Tarif lokal mengalami penurunan berkisar dari 2,5% hingga kenaikan 8,9%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SLJJ mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 36,9% hingga kenaikan rata-rata 13,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SMS mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 42,8% hingga 49,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan

103

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) b. Tarif telepon seluler Berdasarkan Keputusan Menkominfo No. 28 Februari 2006 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan 12/Per/M.KOMINFO/02/2006 tanggal

Tarif ditetapkan berdasarkan formula tertentu dengan batas bawah (floor price). Untuk biaya penggunaan seluler, batas bawah adalah biaya originasi ditambah biaya terminasi (biaya interkoneksi total), sedangkan untuk biaya aktivasi dan biaya berlangganan bulanan, batas bawah tergantung pada struktur biaya dari masing-masing penyelenggara jasa seluler. Pelaksanaan atas tarif baru oleh penyelenggara dominan wajib mendapatkan persetujuan dari Pemerintah. Penyelenggara dominan adalah penyelenggara yang memiliki pendapatan usaha (operating revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. Pada tanggal 7 April 2008, Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Tarif jasa teleponi dasar • Tarif jelajah • Tarif jasa multimedia, dengan struktur sebagai berikut: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaan • Biaya fasilitas tambahan. Tarif dihitung berdasarkan jenis formula yang terdiri dari : • Perhitungan biaya elemen jaringan (network element cost); • Perhitungan biaya aktivitas layanan retail ditambah margin (retail services activity cost plus margin). Biaya elemen jaringan dihitung dengan menggunakan Metode Long Run Incremental Cost (LRIC) Bottom Up. Penyelenggara dapat melakukan de-average biaya pengunaan jasa teleponi dasar dan menerapkan sistem pentarifan bundling, tidak melebihi jumlah dari tarif pungut dihitung dengan menggunakan metode tersebut di atas.

104

Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp613/menit. 08/Per/M. 4.KOMINFO/02/2006. 7. Tarif layanan originasi lokal untuk panggilan jarak jauh dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp203/menit.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan lokal) sebesar Rp73/menit.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan jarak jauh) sebesar Rp203/menit. Pada tanggal 28 Desember 2006. 2. 14. 105 . dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 6. 08/Per/M.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan dan seluruh penyelenggara jaringan menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap domestik sebesar Rp560/menit. Tarif interkoneksi Menhub menerbitkan Keputusan No. 3. 8. Tarif layanan originasi internasional dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jaringan tetap internasional sebesar Rp612/menit 11.Tarif layanan transit lokal sebesar Rp69/menit. 13. 9.Tarif layanan transit internasional sebesar Rp316/menit.T. kecuali dinyatakan lain) 46. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007.Tarif layanan transit jarak jauh sebesar Rp295/menit. adalah sebagai berikut : (a) Sambungan tidak bergerak 1. SLJJ. yang berlaku untuk periode satu tahun. Tanggal berlaku efektif keputusan tersebut kemudian ditunda menjadi tanggal 1 Januari 2007 berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 10.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap lokal sebesar Rp73/menit.Tarif layanan terminasi domestik dari jaringan internasional sebesar Rp612/menit. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 205 tahun 2008 tanggal 11 April 2008.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp204/menit.KOMINFO/02/2006 tanggal 8 Februari 2006. berdasarkan DPI terbaru yang telah ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp626/menit. tentang persetujuan terhadap DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (Operating Revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggaraan telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp203/menit. 12. Tarif interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan yang berlaku saat ini. 32 tahun 2004 tanggal 11 Maret 2004 yang menetapkan bahwa beban interkoneksi berbasis biaya akan mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2005. 5.

Pada tanggal 2 Maret 2009.Tarif layanan terminasi lokal dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit. dan formula tarif layanan untuk sewa jaringan. 2. Perusahaan masih akan tetap menerima jumlah per menit yang telah disepakati untuk panggilan yang berasal dari atau diakhiri di jaringan sambungan tidak bergerak milik Perusahaan. berdasarkan Keputusan Menhub No. struktur tarif. d.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan satelit sebesar Rp501/menit.000 tergantung pada kecepatan dan untuk pemakaian bulanan pemakaian jarak jauh (di atas 25 km) mulai Rp5. maka Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui Kepdirjen Postel No. Besaran tarif pemakaian bulanan untuk lokal (di bawah 25 km) bervariasi mulai Rp1. 03/PER/M.Tarif layanan terminasi internasional dari penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp493/menit. 11.T. Menkominfo belum menetapkan tarif beban interkoneksi VoIP yang baru. e. 12 penyelenggara telekomunikasi dan PT Pratama Jaringan Nusantara (“PJN”) menandatangani perjanjian pengoperasian Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”) yang menunjuk PJN untuk mengadakan proses kliring interkoneksi suara. Kualitas Layanan Sewa Jaringan. 4.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap sebesar Rp261/menit.000 hingga Rp88. 7. KM. Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan. 9. pemerintah mengatur bentuk.Tarif layanan originasi jarak jauh ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. jenis. Tarif interkoneksi (lanjutan) (b) Seluler 1.000. Menhub menerbitkan Keputusan No. 23 tahun 2002. 5.650. Besaran Tarif sewa Jaringan.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp261/menit. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri tersebut. 12.400. beban akses dan beban sewa jaringan untuk penyediaan layanan VoIP harus disepakati antara operator jaringan dan operator VoIP. 31 tahun 2004 yang menentukan bahwa tarif beban interkoneksi untuk VoIP akan ditetapkan oleh Menhub. 115/Dirjen/2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. Saat ini.000 tergantung pada kecepatan.Tarif layanan originasi lokal ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit. Besaran biaya aktivasi sewa jaringan mulai Rp2. 8.893.100.Tarif layanan originasi internasional ke penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit. Pada tanggal 11 Maret 2004. 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sampai dengan ditetapkannya tarif yang baru tersebut.000 hingga Rp3. 6. kecuali dinyatakan lain) 46. 106 .600. Tarif interkoneksi VoIP Sebelumnya. 10.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan satelit sebesar Rp261/menit. Tarif sewa jaringan Melalui Peraturan Menteri No. dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang Sewa Jaringan.750.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap sebesar Rp380/menit.

32/PER/M. 88/KEP/M. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2002 tanggal 7 Agustus 2002 mengenai penyelenggaraan wartel yang digantikan oleh Peraturan Menkominfo No. yang meliputi seluruh wilayah Indonesia kecuali Sulawesi. besaran kontribusi diubah menjadi 1.KOMINFO/02/2009 tanggal 16 Maret 2009.KOMINFO/9/2007 tanggal 20 September 2007.KOMINFO/11/2006 tanggal 30 November 2006. g.KOMINFO/02/2009 tanggal 18 Februari 2009 dan Keputusan No. dan Papua.KOMINFO/I/2006 tanggal 30 Januari 2006 dimana Perusahaan berhak memperoleh maksimum 70% dari tarif dasar wartel atas percakapan dalam negeri dan maksimum 92% dari tarif dasar wartel atas percakapan internasional.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PM. Perusahaan menurunkan tarif internet rata-rata 20% tergantung paket berlangganan. 62/KEP/M. Pemerintah hanya menetapkan formula tarif untuk layanan teleponi dasar. 35/PER/M. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Menkominfo memberikan Telkomsel izin prinsip untuk mengoperasikan jaringan tidak bergerak di bawah Program KPU dengan masa berlaku 6 bulan bergantung pada uji layak operasi.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) f.390 MHz-2.25% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban koneksi). Tarif warung telekomunikasi (“wartel”) Menhub menerbitkan Keputusan Menteri No. Pada tanggal 16 Januari 2009 dan 23 Januari 2009.75% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan beban interkoneksi) untuk pengembangan KPU. Keputusan ini juga menentukan bahwa airtime dari operator seluler harus memberikan minimum 10% untuk pendapatan wartel. Tarif jasa lainnya Tarif sewa satelit dan jasa teleponi dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar.400 MHz. h. Telkomsel ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP.KOMINFO/04/2007 tanggal 13 April 2007 yang telah diamandemen dengan Surat Keputusan Menkominfo No.KOMINFO/10/2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No. Telkomsel juga akan mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal dan hak untuk menggunakan frekuensi radio pada pita frekuensi 2. 38/Per/M. Maluku. KM. untuk menyediakan serta mengoperasikan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU) senilai Rp1. kecuali dinyatakan lain) 46. 15/PER/M. dalam menyediakan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU). yang mengatur kebijakan program KPU dan mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 0. 11/PER/M. berdasarkan pada Keputusan No. Pada tanggal 1 April 2009. Izin ini dapat diperpanjang untuk tiga bulan berdasarkan evaluasi dari DJPT Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. penyelenggara ditentukan melalui serangkaian proses seleksi oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan No. 7 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009.66 triliun. yang antara lain mengatur bahwa. KPU Menkominfo menerbitkan Peraturan No. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasajasa lainnya.05/PER/M. Pada tanggal 18 Februari 2009 dan 16 Maret 2009. 107 .T.

dan jaringan kabel. Divre VI (Kalimantan) Divre VII (Sulawesi.7 juta dan Rp57.218 juta US$5.6 juta dan Rp28. dan PDN FWA CDMA di : 13 Oktober 2006 a.7 juta dan Rp41. BSS. dan PDN FWA CDMA: a. dan PDN di : 28 November 2006 10 Juli 2007 a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.654. b.S.4 juta dan Rp113. c.724. adalah sebagai berikut: Jumlah dalam mata uang asing (dalam jutaan) 663 11 Mata uang Rupiah Dolar A. IKATAN a. Euro Jumlah Setara Rupiah 3.9 juta dan Rp249. US$42.2 juta dan Rp145. kecuali dinyatakan lain) 47. BSS.790 juta 8 Desember 2006 8 Desember 2006 b.442 10.T.1 juta dan Rp99.9 juta dan Rp9. dan Papua) US$21.569 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$1.5 juta dan Rp63.578 juta US$23.237 juta US$6.7 juta dan Rp210.503 juta US$2. Maluku.05 juta dan Rp315.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. peralatan transmisi.9 juta dan Rp12.770. BSS.389 juta 6 Januari 2006 US$58. Divre VII Tenggara) (Bali-Nusa Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS. terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi peralatan sentral telepon. Pembelian barang modal Pada tanggal 30 Juni 2009. Divre I (Sumatra) dan IV (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) Divre II (Jakarta) Divre III (Jawa Barat dan Banten) Jumlah nilai kontrak US$5.441 juta 10 Juli 2007 b.332 159.769 Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: (i) Perusahaan Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 16 September 2005 Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-1 di Divre II Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS. jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak.955 6.5 juta dan Rp159.049 juta US$20.7 juta dan Rp41.326 juta 108 .840 juta US$22. Divre V (Jawa Timur) US$90.018 juta US$10.983 juta Perusahaan Konsorsium Samsung dan Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.262 juta US$11.5 juta dan Rp18.168 juta US$16.557 juta US$3.7 juta dan Rp26.

218 juta b. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 28 September 2007 28 September 2007 Perusahaan dan PT ZTE Indonesia (“ZTE”) Perusahaan Huawei dan 18 Desember 2007 a. dan Papua) 31 Maret 2008 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Metro Ethernet paket-3 di Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-6 Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-8 Divre VII Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-9 Netre Sumbagut Area Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-11 Netre Sumbagsel Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik paket-12 Netre Jakarta dan Jawa Barat Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-13 di Netre Jawa Tengah dan Jawa Timur Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Inside Plan Backbone KalimantanSulawesi Perjanjian Pengadaan TENOSS Fase-4 Domain FWN Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Tera Router 2008 di Divre I.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.097 juta Rp78.558 juta Perusahaan dan PT Nokia Siemens Networks 5 Desember 2008 Rp78.575 juta Rp42.263 juta Rp38.3 juta dan Rp121.796 juta Perusahaan dan PT Brimbun Raya Indah (“Brimbun”) Perusahaan INTI dan 18 April 2008 Rp134.T. IKATAN (lanjutan) a.739 juta Rp68.3 juta dan Rp130. kecuali dinyatakan lain) 47.248 juta Rp80.783 juta Rp39.367 juta 15 Oktober 2008 Rp97.350 juta Rp53. dan Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Softswitch dan MSAN Modernisasi Divre V dan lokasi trial Bali dan Timika Rp108.100 juta 109 .086 juta 4 Desember 2008 Rp94.334 juta Perusahaan dan Konsorsium G-Pas 18 April 2008 Rp111. Divre II.525 juta Perusahaan dan PT Horison Komunikasi 18 April 2008 Rp63.597 juta 18 April 2008 Rp70.966 juta Rp104.5 juta dan Rp62.174 juta 18 April 2008 Rp120. Maluku. Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-3 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy di Divre VII (Sulawesi.988 juta Rp60. Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-2 Jumlah nilai kontrak US$24.980 juta Rp16. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.100 juta Rp78.593 juta US$19.681 juta Perusahaan dan PT Lintas Teknologi Indonesia Perusahaan dan PT Sansaine Exindo Perusahaan dan PT Datacraft Indonesia 26 September 2008 Rp88.7 juta dan Rp77.132 juta Rp4.957 juta Perusahaan dan PT Konsorsium JemboKarteksi-Tridayasa Perusahaan Telekomindo dan 18 April 2008 Rp156.925 juta Rp5.587 juta US$0.174 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$0.

Ericsson AB dan Ericsson Indonesia.054 juta US$3.3 juta 27 Mei 2009 US$3.T. kecuali dinyatakan lain) 47. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. IKATAN (lanjutan) a.2 juta 23 Maret 2009 US$18.497 juta (ii) Telkomsel Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Motorola. untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan serta jasa terkait yang terdiri dari: • • • • Perjanjian Perencanaan dan Pengerjaan Bersama (Joint Planning and Process Agreement) Perjanjian Penyediaan Peralatan (“Equipment Supply Agreement” atau “ESA”) Perjanjian Jasa Teknik (“Technical Service Agreement” atau “TSA”) Perjanjian Pengadaan Lokasi dan Rekayasa.054 juta 15 Juni 2006 US$3 juta dan Rp40.4 juta Perusahaan dan ISS Reshetnev Perusahaan dan APT Satellite Company Limited Perusahaan dan Sansaine Huawei Consortium US$179.6 juta dan Rp56.5 juta US$13.6 juta dan Rp56. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-1 US$115. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai kontrak Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$115. Inc. Mekanik dan Sipil (“Site Acquisition and Civil. dan Siemens AG sejak Agustus 2004.497 juta US$3 juta dan Rp40. Mechanical and Engineering Agreement” atau “SITAC” dan “CME”) 110 . Nokia Corporation dan PT Nokia Network (“Nokia Network”). dan PT Motorola Indonesia.4 juta US$170.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.4 juta Perusahaan Konsorsium Fujitsu dan NSW- 30 Desember 2008 3 Maret 2009 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Kapasitas Ring Proyek JaKa2LaDeMa Perjanjian Pengadaan Satelit Telkom-3 Perjanjian Kerjasama Posisi Orbit 142E Derajat (142E Degree Orbital Position Cooperation Agreement) a. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-3 b.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Perjanjian tersebut berisi daftar harga yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan kewajiban Telkomsel untuk seluruh peralatan dan jasa-jasa terkait selama masa perjanjian, berdasarkan penerbitan PO. Perjanjian tersebut berlaku valid dan efektif untuk 3 tahun sejak penandatanganan, dengan ketentuan bahwa para pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Bila para pemasok gagal memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, Telkomsel dapat memutuskan perjanjian secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak juga setuju bahwa biaya yang disebutkan dalam daftar harga juga akan berlaku untuk pengadaan peralatan dan jasa (ESA dan TSA) dan jasa (SITAC dan CME) yang diperoleh dari para pemasok antara tanggal 26 Mei 2004 dan tanggal efektif, kecuali untuk peralatan dan jasa yang diperoleh dari Siemens dengan TSA terkait dengan peralatan dan jasa pemeliharaan Switching Sub System (“SSS”) dan BSS Telkomsel yang diperoleh antara tanggal 1 Juli 2004 sampai dengan tanggal efektif. Harga akan ditinjau ulang secara kuartalan. Pada bulan Agustus 2007, disebabkan oleh telah berakhirnya masa berlaku perjanjian tersebut di atas, berdasarkan surat dari Ericsson AB dan Ericsson Indonesia dan Nokia Siemens Network (yang saat ini mewakili Nokia Corporation, Nokia Network, dan Siemens AG), perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui untuk: • memperpanjang masa berlakunya perjanjian tersebut di atas sampai dengan perjanjian yang baru antara Telkomsel dan perusahaan-perusahaan lainnya ini telah dibuat dan • sebelum tanggal berlakunya perjanjian yang baru secara efektif, secara retroaktif berlaku harga berdasarkan perjanjian yang baru (penyesuaian harga retroaktif) terhadap PO untuk pengadaan peralatan dan jasa BSS yang dikeluarkan oleh perusahaan setelah 1 Juli 2007 dengan menggunakan daftar harga sebelumnya (Catatan 10d.v).

Selanjutnya, pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Networks, Nokia Siemens Networks Oy, dan Nokia Siemens Network GmbH & Co. KG menandatangani perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network Rollout Agreements). Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya (17 April 2008, kecuali untuk PO tertentu yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2007 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2007); atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Untuk penyediaan jasa telekomunikasi berteknologi 3G, pada bulan September dan Oktober 2006, Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Nokia Corporation dan Nokia Network, Ericsson AB dan Ericsson Indonesia; serta Siemens Network GmbH & Co. KG, untuk pembangunan jaringan (Rollout Agreement) dan Nokia Network, Ericsson Indonesia dan Siemens Network GmbH & Co. KG untuk perawatan dan pengoperasian jaringan (Managed Operations Agreement and Technical Support Agreement). Perjanjian tersebut berlaku efektif pada saat tanggal pelaksanaan oleh semua pihak terkait (tanggal efektif) sampai dengan tanggal yang paling akhir antara 31 Desember 2008 atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum 31 Desember 2008, dengan ketentuan bahwa pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Berdasarkan surat dari Telkomsel, Perjanjian Perawatan dan Pengoperasian dengan perusahaan-perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 31 Maret 2008. 111

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, dan PT Nokia Siemens Networks menandatangani TSA untuk dukungan teknik untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network). Perjanjian ini dimulai pada saat: • • • • berkaitan hanya dengan proyek bulan Agustus 2007 saja, pada tanggal jasa pengalihan (transition-out) telah diselesaikan sesuai dengan Perjanjian Pengoperasian Jaringan 3G (3G Managed Operations Agreement) untuk proyek-proyek yang lain, pada Tanggal Efektif. dan berlanjut sampai dengan tanggal yang paling akhir antara: tiga tahun setelah tanggal efektifnya; dan tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Pada bulan Juli dan Agustus 2008, Telkomsel mengadakan perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia, ZTE, dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) sebagai peserta uji-coba (“Trial Participants”). Selanjutnya, pada September 2008, perjanjian dengan ZTE dan Huawei Tech telah diperpanjang. Perjanjian tersebut antara lain berisi: • Penyediaan rancangan, pasokan, pengiriman, pemasangan, integrasi, dan pengawasan pelaksanaan dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network dan jasa teknik untuk penyediaan sub-sistem dan jaringan tersebut oleh oleh peserta uji-coba melalui proses uji coba selama 9 bulan. Berdasarkan keputusan Telkomsel, peserta uji-coba harus mengalihkan kepemilikan kepada Telkomsel atas 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access networks tertentu (kecuali peranti lunak).

Pada tanggal 3 Maret 2009 dan 13 Maret 2009, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Indonesia, Nokia Siemens Networks Oy, Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment menandatangani perjanjian pembangunan jaringan 2G BSS dan 3G UTRAN (2G BSS and 3G UTRAN Rollout Agreements) sebagai provisi dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network). Selama berlakunya perjanjian tersebut, pemasok (kecuali Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment) setuju untuk menyediakan vaucer, peralatan gratis, dan insentif komersial lainnya pada Telkomsel. Sebagian dari vaucer sebesar US$107,5 juta, disediakan pemasok sebagai penyesuaian harga yang tercantum dalam PO yang terbit sejak 1 Juli 2007 (Catatan 10d.v) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (i) Telkomsel memiliki fasilitas obligasi dan bank garansi, fasilitas standby letter of credit, dan fasilitas untuk menukar mata uang asing sebesar US$3 juta dari SCB, Jakarta. Fasilitasfasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2009. Atas fasilitas-fasilitas ini, sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Telkomsel telah menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp20.000 juta (setara dengan US$1,96 juta) untuk jaminan lisensi 3G (Catatan 47c.ii). Pinjaman yang berasal dari fasilitas ini dikenakan tingkat bunga Singapore Interbank Offered Rate (“SIBOR”) ditambah 1,25% per tahun (US$). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, tidak ada saldo pinjaman terutang atas fasilitas tersebut.

112

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan) (ii) Telkomsel tidak menjaminkan asetnya untuk pinjaman bank atau fasilitas kredit lainnya, kecuali deposito berjangka (Catatan 8 dan 46h). Persyaratan dari berbagai pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Manajemen berpendapat tidak ada pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan tidak melihat akan terjadi pelanggaran di masa depan. c. Lainnya (i) Imbalan kerja Pada tanggal 26 Mei 2008, Telkomsel dan Serikat Pekerja Telkomsel menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (”PKB”) yang berlaku sampai dengan 25 Mei 2010. Perjanjian tersebut menggantikan perjanjian sebelumnya yang telah berakhir pada tanggal 23 Maret 2008. Berdasarkan perjanjian tersebut, Telkomsel harus memberikan LSL kepada seluruh karyawannya (Catatan 41). (ii) Lisensi 3G Mengacu pada Surat Keputusan Menkominfo No. 07/Per/M.KOMINFO/2/2006, sebagai pemenang tender (Catatan 1d dan 2j), Telkomsel diharuskan antara lain untuk: 1. Membayar iuran tahunan BHP yang dihitung berdasarkan formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun). BHP untuk tahun keempat dan ketiga dibayar pada bulan Maret 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009, komitmen yang timbul dari BHP sampai dengan masa kadaluarsa lisensi dengan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan adalah sebagai berikut:
Tarif penggunaan frekuensi radio 20% x HL 40% x I1 x HL 60% x I2 x HL 100% x I3 x HL 130% x I4 x HL 130% x I5 x HL 130% x I6 x HL 130% x I7 x HL 130% x I8 x HL 130% x I9 x HL

Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Catatan: Ri Harga Lelang (HL) Indeks

Kurs BI (%) R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9

Indeks (pengali) I1 = (1 + R1) I2 = I1(1 + R2) I3 = I2(1 + R3) I4 = I3(1 + R4) I5 = I4(1 + R5) I6 = I5(1 + R6) I7 = I6(1 + R7) I8 = I7(1 + R8) I9 = I8(1 + R9)

= tingkat bunga rata-rata BI tahun sebelumnya = Rp160.000 juta = penyesuaian atas harga tender untuk periode berjalan

BHP terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. 2. Menyediakan akses roaming untuk operator 3G lainnya. 3. Berkontribusi pada pengembangan KPU.

113

Lainnya (lanjutan) (ii) Lisensi 3G (lanjutan) 4. Perusahaan akan memperoleh bandwidth internasional sebesar 40 Gbps pada akhir tahun 2008 dalam konfigurasi AAG yang membentang dari Malaysia hingga Amerika Serikat.000 juta.336 juta.005 juta (setara dengan Rp48 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12). Konsorsium ini dibuat untuk membangun jaringan serat optik di 32 kota di kawasan Indonesia Timur dengan total investasi awal sekitar Rp2. kecuali dinyatakan lain) 47. Perusahaan masuk kedalam Konsorsium Palapa Ring dengan menandatangi C&MA dengan 5 perusahaan lainnya. Membangun jaringan 3G yang meliputi setidaknya sejumlah propinsi berikut: Tahun 1 2 3 4 5 6 Jumlah minimum propinsi 2 5 8 10 12 14 5. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. (iii) Konsorsium Asia-America Gateway (”AAG”) Pada tanggal 27 April 2007. mempertimbangkan bahwa Telkomsel telah memenuhi komitmen-komitmennya. Melalui konsorsium ini Perusahaan akan memperoleh bandwidth sebesar 4 lambda dari total kapasitas sebesar 8.KOMINFO/12/2008 tanggal 30 Desember 2008. (iv) Konsorsium Palapa Ring Pada tanggal 10 November 2007.1 GHz ditawarkan pada Telkomsel dengan harga Rp160. Berdasarkan surat Menkominfo No. Berdasarkan surat tersebut.44 lambda (Catatan 14).070. 114 . satu blok frekuensi radio ( 2 x 5 MHz FDD) pada pita frekuensi 2. atau jika Telkomsel memutuskan untuk mengembalikan lisensi secara sukarela. Melalui keanggotaan tersebut. IKATAN (lanjutan) c.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Performance bond ini akan dicairkan oleh Pemerintah jika Telkomsel tidak mampu untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan tersebut di atas atau saat lisensi dibatalkan atau berakhir.164 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12).000 juta atau 5% dari biaya tahunan untuk dibayarkan pada tahun berikutnya. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$34 juta (setara dengan Rp326. Telkomsel telah menyampaikan tanggapannya bahwa Telkomsel menerima penawaran tersebut dengan syarat bahwa harga tersebut diterapkan kepada semua operator secara merata (Catatan 50e). Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$0. konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Menerbitkan performance bond setiap tahun dengan jumlah mana yang lebih tinggi antara Rp20.T. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. Perusahaan masuk ke dalam keanggotaan Konsorsium AAG. dengan menandatangani C&MA dan Cable Network Supply Contract AAG serta mengeluarkan dana sebesar US$40 juta. 320/M.

Pengadilan Tinggi Jawa Barat menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. 300. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.000. dan 500. Pada tanggal 2 Mei 2007. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan praktik kartel SMS.9 juta untuk tiap TRX. Telkomsel menandatangani perjanjian dengan Apple. Beban pemakaian frekuensi radio tersebut terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT.000. IKATAN (lanjutan) c. dengan beban berkisar dari Rp0. operator diwajibkan untuk mendaftarkan stasiun radionya kepada DJPT untuk mendapatkan lisensi penggunaan frekuensi. 115 . b.319 63. Pada tanggal 3 Oktober 2007. Inc Pada tanggal 9 Januari 2009. 2010.942 TRXs dalam operasi pada tanggal 30 Juni 2009. Berdasarkan estimasi manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian dari kasus-kasus tersebut. Beban ditentukan berdasarkan jumlah transceivers (“TRXs”) terdaftar dari stasiun radio. belum terdapat keputusan atas pengajuan kasasi tersebut. kecuali dinyatakan lain) 47.ii).000 unit. Mantan Direktur Sumber Daya Manusia dan seorang karyawan Perusahaan telah didakwa melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Bandung sehubungan dengan penyalahgunaan wewenang dalam penyediaan jasa konsultasi yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sebesar Rp789 juta. 48. Inc untuk pembelian produk iPhone dan pemasaran kepada para pelanggan bekerjasama dengan pihak ketiga (PT Trikomsel OKE).T. Perusahaan dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan tanah. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Beban untuk tahun 2009 akan ditentukan berdasarkan 288.377 250. Perusahaan dan anak perusahaan mencadangkan sebesar Rp86.035 juta hingga Rp15. (vii) Sewa Operasi Jumlah Pembayaran sewa minimum Kurang dari 1-5 1 tahun tahun 341.1 GHz (Catatan 47c. (vi) Apple.533 Sewa operasi Sewa operasi merupakan perjanjian sewa kantor beberapa anak perusahaan yang tidak dapat dibatalkan. Lainnya (lanjutan) (v) Beban pemakaian frekuensi radio Sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan telekomunikasi yang berlaku. dan 2011 masing-masing sebesar 125. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Jawa Barat terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. Pengadilan Negeri Bandung menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan setiap tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp50 juta. kecuali stasiun radio yang menggunakan pita frekuensi 2. serta penyediaan layanan jaringannya. Jumlah minimum kumulatif iPhone yang harus dibeli pada 31 Desember 2009. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Tinggi tersebut.409 Lebih dari 5 tahun 27.442 juta pada tanggal 30 Juni 2009. KONTINJENSI a.

Pada tanggal 5 November 2008. satu mantan karyawan dan dua karyawan Perusahaan didakwa di Pengadilan Negeri Makassar. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 5%. Pada tanggal 16 Januari 2009. Pada tanggal 2 Januari 2006.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.b Undang-Undang tersebut. Pada tanggal 29 Januari 2008. d. Pada tanggal 9 Mei 2008. dimana satu mantan karyawan dan empat karyawan Perusahaan di KSO VII dijadikan tersangka. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November 2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh Telkomsel. • Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tarif tersebut.1. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui suratnya tanggal 5 Desember 2007. Pengadilan Negeri Makassar telah menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. 116 . • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp25. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan masing-masing tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun enam bulan dan satu tahun serta denda masing-masing Rp50 juta. menyatakan antara lain: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings.1 Undang-Undang tersebut. KONTINJENSI (lanjutan) c.1 Undang-Undang tersebut. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Bali terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut.b Undang-Undang tersebut. memberitahukan Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus No. salah seorang terdakwa di Pengadilan Tinggi Bali mengajukan kasasi ke MA. dan dua karyawan lainnya didakwa di Pengadilan Negeri Denpasar untuk pelanggaran korupsi yang mereka lakukan di KSO VII. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada masing-masing perusahaan dalam batas waktu dua belas bulan dari tanggal keputusan ini telah menjadi final dan mengikat secara hukum syaratsyarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 10%. kecuali dinyatakan lain) 48. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Kantor Kejaksaan Agung mengadakan suatu pemeriksaan terhadap pelanggaran atas penyalahgunaan fasilitas telekomunikasi dalam hubungannya dengan penyediaan jasa VoIP.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari tarif yang berlaku. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. Pada tanggal 3 Maret 2008. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp15 miliar. Pengadilan Negeri telah mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara lain sebagai berikut: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai pelanggaran Undang-Undang No. Pengadilan Tinggi Bali menyatakan bahwa para terdakwa bersalah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.1. belum terdapat keputusan atas pengajuan kedua kasasi tersebut. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. Hasil dari pemeriksaan tersebut.

Indosat. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp18. Pada tanggal 14 Agustus 2008. gugatan perwakilan kelompok (class-action) di Tangerang dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus. Telkomsel sedang meninjau hasil keputusan tersebut untuk menentukan tindakan pembelaan selanjutnya termasuk opsi untuk uji materiil oleh MA. Pada tanggal 21 Januari 2009. dan berbagai wilayah lainnya. masing-masing pada tanggal 14 Juli 2008 dan 11 Juli 2008. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Bekasi untuk menggugat Telkomsel oleh beberapa pelanggan tertentu. gugatan perwakilan kelompok (class-action) diproses secara terpisah pada masing-masing pengadilan. Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan hukum ke MA. Pemerintah. Temasek Holdings. Telkomsel. Atas kasus-kasus tersebut di atas.000 juta. KPPU menyatakan bahwa Perusahaan. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa dampak material terhadap keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. (lanjutan) Pada tanggal 22 Mei 2008. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. MA menyetujui tuntutan para pelanggan. Indosat. Pada tanggal 8 Juli 2008.000 juta dan Rp25. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan Telkomsel telah mengajukan keberatan masing-masing ke Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. dan perusahaanperusahaan afiliasinya (”Para Pihak”). Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Tangerang. Para pihak digugat melakukan praktik pengenaan tarif tinggi yang berpotensi merugikan para pelanggan tersebut. Perusahaan. Pada tanggal 9 September 2008. dan PT Excelcomindo Pratama (“Excelcomindo”) yang berdomisili di Bekasi. kecuali dinyatakan lain) 48. Hasil dari pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008. Pelanggan tertentu Telkomsel. mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke pengadilan untuk menggugat Telkomsel. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. dan beberapa operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada praktik kartel yang dilakukan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku. MA mencabut keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel. dalam keputusannya. Perusahaan.T. beserta tujuh operator telekomunikasi domestik lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan melakukan praktik kartel SMS. Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel telah mengenakan tarif sesuai dengan peraturan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. yang diwakili oleh Penasehat Hukum. oleh karena itu. f. 117 . Sehubungan dengan Keputusan KPPU tanggal 17 Juni 2008. sehingga gugatan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. manajemen telah mengajukan keberatan hukum kepada MA. berdasarkan keputusan pengadilan. belum terdapat keputusan atas pengajuan keberatan tersebut. e. Telkomsel. KONTINJENSI (lanjutan) d.

617 19.20 29.S.075 5.59 0.794 72 8 1.10 45.256 608.46 0. Yen Jepang Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.006 96 276 1.432. Rekening escrow Dolar A.S.42 87.00 0.81 - 52.415 355.947 781.00 433.15 0.194 3.571 2.51 0. Dolar Singapura Aset lancar lainnya Dolar A.S.90 0.04 1.S Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 182.63 0.03 3.591 79.15 0.84 0. Euro Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Dolar A.16 53.272.866. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.00 51.00 173.02 13.79 42.572 4.58 59.03 0.39 0.048 699 3.758 1.63 0.51 0. Euro Rinngit Malaysia Yen Jepang Dolar Singapura Investasi sementara Dolar A.21 7.01 0. Dolar Singapura Yen Jepang Euro Hutang bank jangka pendek Dolar A.00 0.T.01 0.544 16.S.092 2.599.185 - 129.136 5.24 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.336 608. kecuali dinyatakan lain) 49.280.906 45 729 13.307 36.46 1.96 - 1.965 434.568 4 272 209 184 5 6.665.642 356 126.S.72 0.190.56 5. Euro Dolar Singapura Yen Jepang Franc Swiss Pound sterling Inggris Hutang lain-lain Dolar A. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Aset Kas dan setara kas Dolar A. Dolar Singapura Euro Pihak ketiga Dolar A.756 3 4.70 4.62 2.63 26.S. Dolar Singapura Pound sterling Inggris Biaya yang masih harus dibayar Dolar A.65 59.02 0.S.59 33.01 0.64 220.59 4. Jumlah aset Kewajiban Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.495 47.06 42.02 0.54 3. Dolar Singapura Piutang lain-lain Euro Pound sterling Inggris Dolar A.S.00 5.20 0.87 0.S.231 41.04 1.S.500 97.15 9.01 0.00 0.358 55 15 1.401 21.276 2.00 38.839 5. Pihak ketiga Dolar A.255 484.933 100 22 81.51 18.482 11 2 472.154 - 118 .329 26.791 93 227 1 49.00 0.S.S.17 0.

Mandiri dan BNI masing-masing sebesar Rp2.52 1.142.545) Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan membuka kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga pasar surat hutang dan efek. dan Rp200 miliar dari BNI).56 14.611 juta.785. Yen Jepang Jumlah kewajiban Kewajiban bersih Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 1. Pinjaman dari BNI dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.41 1. Yen Jepang Hutang jangka panjang Dolar A.275. 50.348 82. Pada tanggal 3 Juli 2009.S. 119 . Pada tanggal 1 Juli 2009.90 327. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a.510 1.90 202.069. dari keseluruhan fasilitas telah ditarik sebesar Rp4. Rp2.000 miliar dari BCA.000 miliar. Rp2.044. Program manajemen risiko Perusahaan dan anak perusahaan secara keseluruhan memberikan perhatian pada sifat pasar uang yang tidak terduga dan berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi buruk terhadap kinerja Perusahaan dan anak perusahaan.805) 122. Jika Perusahaan melaporkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2009 menggunakan kurs tanggal 30 Juli 2009.129.b) b.T.477.27 12.84 767.S.44 767.431 124. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA.080 9.897 (6.55 11. nilai tukar mata uang asing dan tingkat bunga.188 2.727 9.953 1.25% per tahun.902.00% per tahun.000 miliar dari Mandiri.75 11. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar A. Metra melakukan pembayaran transaksi pembelian 49% saham Infomedia sebesar Rp598 miliar kepada Elnusa (Catatan 1d.681 (6.191. kecuali dinyatakan lain) 49. rugi selisih kurs yang belum terealisasi berkurang sebesar Rp134. dan Rp750 miliar.360 3.S. Pinjaman dari BCA dan Mandiri tersebut masing-masing dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.200 miliar (Rp2.552 67. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 9 Juli 2009. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan.023.134. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Kewajiban (lanjutan) Uang muka pelanggan dan pemasok Dolar A.076 1.000 miliar.513.

Papua.AH. Standar ini digunakan untuk klasifikasi atas instrumen keuangan dari prespektif penerbitnya. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” yang menggantikan PSAK 50. 51. Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas sebesar Rp4. Pada tanggal 27 Juli 2009.196. e. “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.296 juta. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. berdasarkan surat DJPT No. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 50 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. Maluku dan Maluku Utara. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” Pada bulan Desember 2006. berdasarkan surat Menkominfo. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. g. PSAK 50 (Revisi 2006) melengkapi ketentuan pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan yang diatur pada PSAK 55 (Revisi 2006). Pada tanggal 7 Juli 2009. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) c. Pada tanggal 9 Rp4. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA Standar Akuntansi Baru di Indonesia yang relevan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (i) PSAK 50 (Revisi 2006). Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 50. dalam aset keuangan. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 120 .3 Ghz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) untuk wilayah Jawa bagian tengah. Juli 2009. PSAK 50 (Revisi 2006) memberikan pedoman bagaimana mengungkapkan dan menyajikan instrumen keuangan pada laporan keuangan dan menentukan apakah instrumen keuangan adalah instrumen kewajiban atau ekuitas.1 GHz kepada Telkomsel (Catatan 47c. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas.616 juta. pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga. Pada tanggal 16 Juli 2009. Pemerintah akan memberikan lisensi kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jaringan tetap lokal yang menggunakan pita frekuensi radio 2. Telkomsel melakuan pembayaran dividen kas sebesar d. Jawa bagian timur. dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus.3 Ghz/7/2009. DSAK mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006). f.T. 138/TIMSEL-BWA 2.ii).397. berdasarkan Surat Keputusan Menkumham No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. AHU-32154. kerugian dan keuntungan. Pemerintah mengizinkan tambahan pita frekuensi 2.02 tahun 2009 kepada PIN tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah dilakukan perubahan penetapan kedudukan PIN yang semula berada di Medan menjadi di Jakarta Selatan. dan Sulawesi bagian utara. dividen.01. Pada tanggal 27 Juli 2009.

STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (ii) PSAK 55 (Revisi 2006). Untuk meningkatkan daya banding laporan keuangan. DSAK mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006).T. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 26 (Revisi 2008) terhadap laporan keuangan konsolidasian. “Biaya Pinjaman” yang menggantikan PSAK 26. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” Pada bulan Desember 2006. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PPSAK 1 terhadap laporan keuangan konsolidasian. pengukuran. dan penghentian pengakuan aset keuangan dan kewajiban keuangan termasuk instrumen derivatif. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 55 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. Penerapan dini PPSAK 1 diperkenankan. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. (iv) Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (“PPSAK”) 1. “Biaya Pinjaman” Pada bulan September 2008. PSAK 26 (Revisi 2008) memberikan pedoman terkait dengan permulaan. Standar tersebut juga memberikan pedoman pengakuan dan pengukuran kontrak penjualan dan pembelian item non-keuangan. 121 . DSAK menganjurkan penyajian kembali laporan keuangan untuk periode yang berakhir sebelum periode sajian. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” yang menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999). PPSAK 1 berlaku efektif sejak 1 Januari 2010 dan harus diterapkan secara prosepektif. penghentian sementara dan penghentian pengkapitalisasian biaya pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan suatu aset. “Biaya Pinjaman”. DSAK mengeluarkan PPSAK 1. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. (iii) PSAK 26 (Revisi 2008). PSAK 55 (Revisi 2006) memberikan pedoman pengakuan. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol” Pada bulan Juni 2009. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. DSAK mengeluarkan PSAK 26 (Revisi 2008). “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. PSAK 26 (Revisi 2008) mengharuskan biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan PSAK 37. PSAK 35. konstruksi atau produksi suatu aset kualifikasian sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. PPSAK 1 menghapus ketentuan yang ada pada PSAK 33. PSAK 26 (Revisi 2008) efektif berlaku sejak 1 Januari 2010. kecuali dinyatakan lain) 51. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol”. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 55 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara PSAK 26 (Revisi 2008) dan PSAK 26.

dan jasa teknologi informatika Pendapatan usaha .049 500.206 338.661 ) 63.746 (3.666 ) 7.bersih Hak minoritas Laporan laba rugi konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008: Pendapatan usaha .794 ) 495.092 (59.853 122 .147.penyusutan Beban usaha .629 (35.618 5.454 1.875 8.191 (57. internet.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.863.767.900 (12.106.193.umum dan administrasi Setelah penyajian kembali dan reklasifikasi Penyajian kembali Reklasifikasi 420.099 (3.harga perolehan Akumulasi penyusutan Aset tetap .283.264 ) 66.209 ) (7.104.897. kecuali dinyatakan lain) 52.604 (5.548) 7.801) (7.859 5. Perusahaan melakukan penelaahan kembali atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang berasal dari transaksi akuisisi Sigma dan memutuskan untuk menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2008 sehubungan dengan koreksi pencatatan tersebut. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN REKLASIFIKASI AKUN Pada tahun 2008. Ikhtisar saldo akun yang dilaporkan sebelumnya dan setelah disajikan kembali dan direklasifikasi pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut: Sebelum penyajian kembali dan reklasifikasi Neraca konsolidasian 30 Juni 2008: Piutang restitusi pajak Pajak dibayar di muka Aset tetap .T.105.858) 3.932.718 1.148 ) 434.688.718 (5.400) 929.297.539 (929.239 (434.619 ) 56.045 121.433.nilai tercatat bruto Akumulasi amortisasi Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .setelah dikurangi akumulasi penyusutan Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .280.589 - - (50. Beberapa akun tertentu dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.011 96.584 120.data.530 37.092 56.701.794 (495.872 - 118.jaringan Pendapatan usaha .592) (34.264 288.422) 62.555 - 3.315.297 (57.213.213.550 84.239 ) 9.678 465.165.594.555 ) 408.setelah dikurangi akumulasi amortisasi Kewajiban pajak tangguhan .775.jasa telekomunikasi lainnya Beban usaha . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.329.900 37.539 ) 12.241 ) (66.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful