Laporan Keuangan Pt Telkom

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………..…………………………………………………………………. 1-3 4 5-6 7-8 9-122 ... Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian …………………………………………………….PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Keuangan Konsolidasian Neraca Konsolidasian ……………………………………………………………………………….. Laporan Laba Rugi Konsolidasian …………………………………………………………………..T. Laporan Arus Kas Konsolidasian.

28.829 182.338.2g.942.4.306 2d.173 2.200.52 Aset lancar lainnya 2c.43 2.422 juta di tahun 2008 Aset tetap Pola Bagi Hasil .33.673 2.587 137.849 536.2i.9 2k.43 Penyertaan sementara 2c.151.13.831 juta di tahun 2008 Pensiun dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp6.110.060.2o.584 21.22.45 2i.3.280.930.231 juta di tahun 2009 dan Rp1.19.359 189.785 10.594.373 juta di tahun 2009 dan Rp5.361.276.T.474 85.135.940 juta di tahun 2009 dan Rp540.36.52 Pajak dibayar di muka 37.746 42.5.442 1.055 256 2.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.47 449.061.688.2j.166 48.2l.729 2f.439 juta di tahun 2009 dan Rp57.811. 18.488 398 1.888 631.011 96.217 16.836 222.900 24.168 281.3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c.40 2c.2e.235 2.8.547 juta di tahun 2009 dan Rp58.232 94.802 72.685 779.244 16.736 3.491 78.43 Piutang usaha 2c.52 2c.43 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp105.778.2r.954 juta di tahun 2008 2h.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.43 Piutang restitusi pajak 37.43 Persediaan .setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp9.6.802.299 juta di tahun 2009 dan Rp11.36.959. 1 .14.163 juta di tahun 2008 2c.544 809.530.10.7.913.504 295.465 juta di tahun 2009 dan Rp148.932.43.789 62.163 449.797 juta di tahun 2008 Pihak ketiga .11.12.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp67.859 69.2g.768.2f.875 2m.858 juta di tahun 2008 Rekening escrow Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 8.52 165.170.2k.773 juta di tahun 2008 Piutang lain-lain .072 56.setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp70.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp254.464 408.43 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Penyertaan jangka panjang .780.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.bersih Aset tetap .36 Beban dibayar di muka 2c.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.393.074 3.559 7.279 773.086 2.2r.311 225.10.495.184 877.22.2l.548 24.074 1.389 16.882.142.43 3.43 19.2r.494 53.431 114.19 2c.34.43 2c.215 2.666.701.847.43 2c.647 79.646.165.177 1.bersih Pendapatan Pola Bagi Hasil ditangguhkan Kewajiban penghargaan masa kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Hutang jangka panjang .764 3.447.002 70.43 2.058.595 2.42.15.705 2.23 251.051.20.19.170 3.897.172 1.957 1.236.286.801 392.203 9.339 6.T.281.43 19.2r.52 8.19.896.388 35.503.583 1.483.719.572 2l.450 228.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Wesel Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang HAK MINORITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 2c.203.000 7.398.871 2s. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Hutang dividen Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban pajak tangguhan .689 6.539.604 32.984 5.675 31.057.18.660 3.40.setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban sewa pembiayaan Pinjaman penerusan .19.41.52 2m.17 2c.401 11.45 2c.883 121.175.247.21 2c.751.914.372 943.898.102 7.043 18.082 1.37.503 17.37 2c.16.655 2.11.43 2s.43 2c. 2 .691 27.516 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.614.43 2q.

595 8.500 lembar saham di tahun 2008 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 1c.159.290. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan EKUITAS Modal saham .930.000 385.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.290) 15.279 saham Seri B Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali 490.040.732 94.25 2u.T.000 1.162) 360.1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.170.2d (4.557.914 10.701) 270.500 lembar saham di tahun 2009 dan 426.171 244.574.27 2d.119 30.28 2f 2f 2f 1d.073.336. 3 .366.110.386.225 85.620.999.017 (437.322 34.981 228.999.040.333 5.26 5.333 2u.736 (3.984 16.000 385.798.264.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.595 6.073.999 saham Seri B Modal ditempatkan dan disetor penuh 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.000 1.999.746 16.nilai nominal Rp250 per saham untuk saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B Modal dasar .

893) 2q.265 (2.5. dan jasa telekomunikasi Umum dan administrasi Pemasaran Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN Pendapatan bunga Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Beban bunga Keuntungan selisih kurs .894) (488.770.686 12.2h.610 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.618 30. 6.291.743.bersih Lain-lain .049.779 288.525.42.873 (1.097 231.2q.672.939.20 (3.43 2f. internet.16.9 2c.667) 6.167 17.969) (938.2l.36.52 2m.874.32.bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan 2s.159 27.630 2c.468.13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.467.2m.83 12.147.543 7.34.093) 550. 40.713.45 2q.095.319 951.202.537.192 24 (2.2q.38 306.52 2c.613 12.853 890.197 (39.37 (2.29 4.321.390) (573.577.52 3.961 330.611 486.556.027 3.43 2p 2k.176.659 1. pemeliharaan.043.651 13.04 12.2q.401.862.43.082 7.002) 4.11.454 4.41.078 5. dan jasa teknologi informatika Jaringan Pola Bagi Hasil Jasa telekomunikasi lainnya Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Penyusutan Karyawan Operasi.43 2g.842 5.382) 2c.43 2c.988 529.52 2q 2q.480 8.11.643.864.12.065) (3.146) 11.635 11.853.813 (2.463.206 184.293.906 19.43 5.211.577) (3.2q.801 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.31.bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 2w.802.716 82.951 5.241.T.568 2009 2008 6.52 2c. 4 .471) LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI .2r.574 8.117 12.258.454 120.724 6.805) 35.433.264.260.35.30.297.930.545 (1.449.054 30.678 465.975 (1. 10.317) (77. kecuali data per saham dan per ADS) Catatan PENDAPATAN USAHA Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Pendapatan Beban Bersih Data.582) 6.60 317.776 236.246.33.495.767.bersih (Beban) penghasilan lain-lain .732 5.

708) (4.27 - - (89) - - - - - - - (89) 2v.066) Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan - Uraian Saldo.813 34.073.761 15. 5 .000 1.314.698 - - - 5.017 (437.043.746 (5.557.040.290) - - (437.333 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali (4.171 244.840.237 - - - - 25.290 ) 4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual (19.708) 6.941.761) 6.778.T.732 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.778.000 Tambahan modal disetor 1.264.073.595 6.366.000 Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi 385.000 385.813 16.978 Ditentukan penggunaannya 10.2f.322 (5.071 2f - - - - - 25. 30 Juni 2009 Catatan Modal saham 5.237 1d.162) 360.harga perolehan Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 12 Juni 2009 Pembagian dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Laba bersih periode berjalan Saldo.319 Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya 20.040.2b.336.39 39 5. 1 Januari 2009 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan dan perusahaan asosiasi Akuisisi 49% kepemilikan Infomedia Modal saham yang diperoleh kembali .9 - - - - - - 5.043.290) 2u.698 1d.985 Jumlah ekuitas 34.2d - - - - - - - (437.264.333 (4.073) 360.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.110.840.595 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 238.

103 ) - - (1.000 1.237 (2.595 - 11.225 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.611 ) - 270.256) 230.748.557.073.090) Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 20 Juni 2008 Pembagian dividen kas 2v.595 8.610 16.798.39 Penentuan penyisihan cadangan umum 39 Laba bersih periode berjalan Saldo.857.034.105 10.333 (3.622.034.105 ) 6.610 30.000 - 385.333 - (2.000 - 1.9 - - - - - - (1.256) 2f.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.515) 6.040.914 3.214. 6 .579 (2.119 (8.27 - - (1.090) - - - - - - (1.981 228.040.984 (8.harga perolehan 2f 5.297.129 - 33.T.620.701) 270.622.386. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Uraian Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo. 30 Juni 2008 5.017 - 6.103) 2u.700.879 - 22.515 ) (3.297.000 385. 1 Januari 2008 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Modal saham yang diperoleh kembali .176.857.073.

323.066) (958.433.556 (5.215 (569.888 1. internet.638) (28.bersih Kerja Sama Operasi Data.790) (4.501.135) 822 61.727 13.757 247.234) (326.556) 12.563.848.903.153.606.892) (9.978 (1.635.245 (14.472) 2.468) 72.890 (22.984 (11.776) (20.299 (7.074 4.787) 41.592 11.902 30.190. dan jasa teknologi informatika Jasa lainnya Jumlah penerimaan kas dari pendapatan usaha Pembayaran kas untuk beban usaha Pengembalian kas kepada pelanggan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil dari penjualan penyertaan sementara dan pencairan deposito berjangka yang jatuh tempo Pembelian penyertaan sementara dan penempatan deposito berjangka Hasil dari penjualan aset tetap Pembelian aset tetap Kenaikan uang muka pembelian aset tetap Penurunan uang muka dan aset lainnya Kas bersih dibayar untuk transaksi penggabungan usaha Pembelian aset tidak berwujud Pembelian penyertaan jangka panjang Penerimaan dividen kas Uang muka pembelian investasi jangka panjang Penurunan (kenaikan) rekening escrow Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 2008 3.236) 5.424 31.993.653) 17. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan usaha Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi .022 607 7.555 324.T.541) (12.075 7.179.992.337.467 1.673) 13.969.298.460 (10. 7 .044.579 4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.785.708 4.024.249) 645 (674) (41.354) (1.549 (10.000.048 (323.030.801.571) (8.967 (21.505.596) 16.269.178.892) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.631) 15.296 29.

276.168 2008 19.927) (146.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.829 5.667 22.371 10.772) 2.015.237.090) (101.T.429) (3.826) (1.072 (28.533 171.269) 37.634 48.939.530.484.183 598. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan Hasil dari pinjaman jangka pendek Pembayaran pinjaman jangka pendek Hasil dari pinjaman jangka panjang Pembayaran pinjaman jangka panjang Pembayaran untuk pembelian kembali saham yang telah diterbitkan Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang sewa pembiayaan Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: Akuisisi aset tetap yang dibiayai dengan hutang usaha Akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan melalui hutang Akuisisi aset tetap melalui sewa pembiayaan 7.000 2.690 6.121 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.945 8. 8 .225.889.210 (538.448.214.865) 779.296 (16.140.388) 1.942.449 (2.824) 1.000 (3.355) (19.568) (1.622.791 10.924) (123.476.

fasilitas sistem informasi. 128 tanggal 24 September 1991. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.H. dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. mengoperasikan. AHU. iii. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. IX. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah. status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). 9 . memasarkan atau menjual.HT. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perusahaan. berdasarkan akta notaris A. serta optimalisasi sumber daya Perusahaan.02.T.Tahun 2008 tanggal 31 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Perusahaan menjalankan kegiatan yang meliputi: Merencanakan. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan.1. yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. membangun. Merencanakan. 27 tanggal 15 Juli 2008 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No.01. S.H. 84 tanggal 17 Oktober 2008.J. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. mengembangkan.AH. Pada tahun 1991. antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak. Pendirian dan informasi umum Perusahaan Perseroan (Persero) P. C2-6870. No. berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 210. informatika. 52 tanggal 3 April 1884. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.01. i.20155. Jawa Barat. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Bandung. Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika. kecuali dinyatakan lain) 1. fasilitas pendidikan dan pelatihan.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik serta dalam rangka penambahan maksud dan tujuan Perusahaan. memasarkan atau menjual. ii.. No. Tambahan No. 25 tahun 1991. LLM. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”. UMUM a. menyediakan. dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku. 5 tanggal 17 Januari 1992. Undang-Undang No. menyewakan.46312.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. S. dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (“BAPEPAM-LK”) No.01. menyediakan.T. iv. ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. Partomuan Pohan. perubahan terakhir dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No. Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah.Th. mengembangkan.

sirkit langganan. pengelolaan. 3 tahun 1989 mengenai Telekomunikasi.T. teleks. dan diharapkan dapat membuka jalan menuju liberalisasi pasar. menegaskan kembali status Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. dan pengoperasian sarana telekomunikasi di lima dari tujuh divisi regional (“Divre”) melalui pola Kerja Sama Operasi (“KSO”). 52 tahun 2000 yang mengatur mengenai pembebanan biaya interkoneksi kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi asal sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui dua penyelenggara jaringan telekomunikasi atau lebih. Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan. Hak eksklusif tersebut juga termasuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi untuk dan atas nama Perusahaan melalui KSO. dan jasa komunikasi bergerak dan seluler. Pada tahun 1995. Kegiatan Perusahaan dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri. Badan Usaha Milik Daerah. yang berlaku efektif pada bulan September 2000. dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. yang berlaku sejak tanggal 1 April 1989. satelit. meliputi telepon. Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) menerbitkan Undang-Undang No. Undang-Undang ini menyatakan bahwa kegiatan telekomunikasi meliputi: (1) (2) (3) Jaringan telekomunikasi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. UMUM (lanjutan) a. serta Telekomunikasi khusus. surat elektronik. telegram. atau kontrak manajemen dan bahwa badan usaha yang bekerja sama dengan badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri harus menggunakan jaringan telekomunikasi badan penyelenggara tersebut. dan keahlian para karyawannya. kecuali dinyatakan lain) 1. Perusahaan memperoleh hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa jaringan tetap lokal dan jaringan tetap nirkabel (local wireline dan fixed wireless) untuk jangka waktu minimum 15 tahun dan hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh dalam negeri (“SLJJ”) untuk jangka waktu minimum 10 tahun. Instansi Pemerintah. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah tersebut mengharuskan kerja sama dilakukan dalam bentuk perusahaan patungan yang dapat membangun jaringan telekomunikasi yang diperlukan. Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan para mitra usaha dalam pembangunan. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan Undang-Undang No. Pada tahun 1999. Pemberian hak tersebut tidak mempengaruhi hak Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri lainnya. pengetahuan. Pada mulanya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. Pos. menjadikan Perusahaan sebagai operator bertaraf internasional. Sehubungan dengan Undang-Undang ini. Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”). Undang-Undang Telekomunikasi ini melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. 8 tahun 1993 mengenai penyelenggaraan telekomunikasi mengatur lebih lanjut bahwa kerja sama penyelenggaraan jasa telekomunikasi dasar tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sebuah perusahaan patungan. dalam rangka: (1) (2) (3) mempercepat pembangunan sarana telekomunikasi. Badan Usaha Swasta. terhitung sejak tanggal 1 Januari 1996. 36 mengenai Telekomunikasi. badan usaha Indonesia diizinkan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar dalam bentuk kerja sama dengan Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. dan meningkatkan teknologi. kerja sama operasi. Menteri Pariwisata. Jika jaringan telekomunikasi tersebut tidak tersedia. 10 . dan Telekomunikasi Republik Indonesia (“MPPT”) melalui dua surat keputusan yang keduanya tertanggal 14 Agustus 1995. Jasa telekomunikasi.

Dewan Komisaris. Direksi. b. 215 tanggal 12 Juni 2009 oleh notaris yang sama. 162 tahun 2004 pada tanggal 13 Mei 2004.A. ditetapkan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2002. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebagai berikut: 2009 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Wakil Direktur Utama/Chief Operating Officer (“COO”) Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Solusi Direktur Enterprise dan Wholesale Direktur Konsumer Direktur Compliance dan Risk Management Direktur Teknologi Informasi Direktur Human Capital dan General Affairs Tanri Abeng Bobby A. Pemerintah mengakhiri hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara jaringan jasa lokal dan SLJJ. Sebagai gantinya.H. 05/HMS/JP/VIII/2000 tanggal 1 Agustus 2000 dan ralat atas siaran pers tersebut. 1718/UM/VIII/2000 tanggal 2 Agustus 2000. dan (iii) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No.. No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. No. Pemerintah diharuskan membayar kompensasi kepada Perusahaan (Catatan 12 dan 28). kecuali dinyatakan lain) 1. PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (“Indosat”) diberikan lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi lokal dan SLJJ. Partomuan Pohan. 16 tanggal 19 September 2008 oleh notaris yang sama. Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan keputusan-keputusan yang dibuat pada pada (i) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. Sesuai siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002. Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah *(lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam 2008 Tanri Abeng Anggito Abimanyu Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam * ** Direktur Jaringan dan Solusi juga merangkap sebagai COO di tahun 2009 Jabatan tidak terisi di tahun 2008 11 . dan karyawan Perusahaan 1. masa hak eksklusif yang diberikan kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan tetap lokal dan SLJJ telah dipersingkat masing-masing dari masa berakhir periode pada Desember 2010 menjadi Agustus 2002 dan dari Desember 2005 menjadi Agustus 2003. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”) No. S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. LLM. 58 tanggal 29 Juni 2007 oleh notaris yang sama. (ii) RUPSLB Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No.T. UMUM (lanjutan) a. Pada tanggal 1 Agustus 2002. 16 tanggal 28 Februari 2007 yang diubah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. KP. Perusahaan telah memperoleh izin komersial untuk menyelenggarakan jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (“Menhub”) No.

999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700.T. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris tanggal 15 Februari 2008.000 ADS dan masingmasing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu. Anggito Abimanyu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan yang berlaku efektif sejak tanggal 20 Agustus 2008. Arif Arryman.000. Pada bulan Desember 1996.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”). UMUM (lanjutan) b. 125/SRT/DK/2008/RHS tanggal 25 Juli 2008. 2.000.000 saham Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997. c. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa jabatan Tanri Abeng. yang terdiri dari 8.181 orang dan 33.399. Pemerintah menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933. Nazief sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan untuk mengisi jabatan yang kosong dengan masa jabatan 5 (lima) tahun dan untuk memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat berdasarkan RUPSLB pada tanggal 10 Maret 2004. Pada bulan Mei 1999. 12 .333. pada tanggal 12 Juni 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan Surat Dewan Komisaris kepada Direktur Utama No. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk mengangkat Bobby A.000. S-584/KF/2008 tanggal 20 Juni 2008. Pemerintah membagikan 2.670. Karyawan Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan per tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah 29. dan Petrus Sartono sampai dengan RUPSLB Perusahaan berikutnya. Penawaran umum efek Perusahaan Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (“Initial Public Offering” atau “IPO”) adalah 8. yang seharusnya berakhir pada tanggal 10 Maret 2009 menjadi berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2009.334. pada tanggal 19 September 2008.300 saham Seri B sebagai insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun terhitung sejak tanggal IPO.580 orang. Berdasarkan RUPST Perusahaan. di samping tugas dalam jabatannya sebagai Direktur Jaringan dan Solusi. Berdasarkan RUPSLB Perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pemerintah kembali menjual 898. Dewan Komisaris.000.000. Direksi.000 saham Seri B. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan pergantian jabatan Ermady Dahlan sebagai Direktur Jaringan dan Solusi dan I Nyoman Gede Wiryanata sebagai Direktur Konsumer yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2008.999. Pada tanggal 14 November 1995.000.000 saham baru Seri B dan 233.400. kecuali dinyatakan lain) 1. Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan penunjukkan COO.A. dan karyawan Perusahaan (lanjutan) 1.000 saham Seri B milik Pemerintah melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya). Terdapat 35. Berdasarkan Surat No.

T. kecuali dinyatakan lain) 1. Pada tanggal 30 Juni 2009.999.1% dari jumlah saham Seri B yang beredar. para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.000 saham atau 3. LLM. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. II. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.000.200. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. Pada bulan Desember 2001. Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.. seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 49. para pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I.999 saham Seri B. RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. 13 . Pemerintah kembali menjual 312. Pembagian saham bonus kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. dan jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 10.999. No. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. S.999. Undang-Undang No. Partomuan Pohan. pada RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999. Setelah pemecahan saham.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.858. Pemberlakuan Undang-Undang No.666. Pemerintah menjual 1.9% dari jumlah saham Seri B yang beredar.999.999. setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. dan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008.H.640 lembar saham.079. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. 40 tahun 2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-Undang tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 16 Agustus 2007.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.279 saham Seri B. UMUM (lanjutan) c.159. 26 tanggal 30 Juli 2004.000 saham atau 11.912 ADS telah dicatatkan pada NYSE dan LSE. dan III untuk pembelian kembali saham Seri B (Catatan 27). Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Pada bulan Juli 2002.000. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.

Perusahaan mengkonsolidasi laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan kepemilikan mayoritas (Catatan 2b dan 2d): (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: Persentase hak kepemilikan 2009 100 2008 100 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1. Medan.324 947.75 175. Jakarta. Jakarta.99 99.080. Jakarta.926 426. Indonesia PT Multimedia Nusantara (”Metra”).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Indonesia 1995 100 100 400.479 2008 1. UMUM (lanjutan) d.058 127.T.102.849. kecuali dinyatakan lain) 1.719 Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”)/26 Mei 1995 1995 65 54. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Anak perusahaan Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Indonesia PT Indonusa Telemedia (”Indonusa”).218. dan pengembang/ 25 April 2001 Telekomunikasi/ 17 Mei 2001 1982 99. Indonesia PT Graha Sarana Duta (”GSD”).400. Jakarta.221 50.275 TV berlangganan dan jasa konten/ 7 Mei 1997 1997 100 (termasuk melalui 1.869 715. Jakarta. Indonesia PT Telekomunikasi Selular (”Telkomsel”).167 Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan. Indonesia Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Jasa dan pembangunan telekomunikasi/ 15 Agustus 2002 Tanggal operasi komersial 1995 Telekomunikasi/ 31 Juli 2003 1995 100 100 708.764 163.825 Jasa telekomunikasi multimedia/ 9 Mei 2003 1998 100 100 2.404 Anak perusahaan/ domisili PT Pramindo Ikat Nusantara (”Pramindo”). konsultan sipil.486 PT Dayamitra Telekomunikasi (”Dayamitra”).25% kepemilikan oleh Metra) 65 98.370 14 . Jakarta. Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International (”TII”) (dahulu PT Aria West International (”AWI”)).99 173.

910 2008 4.910 Anak perusahaan/ domisili Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Tanggal operasi komersial PT Napsindo Telekomunikasi 1999. pada tanggal Jakarta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.061 15 . Mauritius Tanggal operasi komersial 1996.V.706 (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Didirikan untuk memberikan jasa di bidang perdagangan dan keuangan/ 3 Juni 1996 Keuangan didirikan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan bisnis Telkomsel melalui penerbitan saham debenture. UMUM (lanjutan) d. Indonesia dan jasa terkait 13 Januari lainnya/ 2006 29 Desember 1998 PT Infomedia Jasa data dan Nusantara informasi menyediakan (“Infomedia”). atau surat berharga lainnya/22 April 2002 Percetakan/ 1 Oktober 2003 Persentase hak kepemilikan 2009 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 2008 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1. (“AWI BV”). Anak perusahaan (lanjutan) (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: (lanjutan) Persentase hak kepemilikan 2009 60 2008 60 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 4.T. hipotek.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. beroperasi (“Napsindo”).15 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 81. Indonesia jasa informasi telekomunikasi dan jasa informasi lainnya dalam bentuk cetak dan media elektronik. Voice Over Data (VOD). Bogor.247 552. Indonesia 2000 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 33. Jakarta. obligasi.472 82. berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli 2003 2002 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 25 114 PT Balebat Dedikasi Prima (“Balebat”). Primatel menyediakan Network berhenti Internasional Access Point (NAP).542 2008 1. dan jasa call center/ 22 September 1999 1984 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 51 557. kecuali dinyatakan lain) 1. The Netherlands Telekomunikasi Selular Finance Limited (“TSFL”).849 Anak perusahaan/ domisili Aria West International Finance B.

dan disetujui oleh Menkumham dalam Surat Keputusan No. atau instrumen hutang/ 7 Februari 2005 Data dan komunikasi perbankan/ 31 Oktober 2005 Persentase hak kepemilikan 2009 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 2008 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 9.. dan mengumpulkan dana. Jakarta.748 Anak perusahaan/ domisili Telkomsel Finance B. outsourcing dan pemeliharaan lisensi dan peranti lunak/ 1 Mei 1987 1988 392. Singapura PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”). W8-00573. Ltd. Tangerang.696 21. S.T.402 2008 8.04-TH. Anak perusahaan (lanjutan) (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: (lanjutan) Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Keuangan . K.156 (a) TII Pada tanggal 6 Maret 2007 berdasarkan akta notaris Titien Suwartini. kecuali dinyatakan lain) 1. termasuk menerbitkan obligasi.806 330. meminjamkan. Indonesia 2006 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 36. sesuai dengan hasil Amandemen Ketiga Perjanjian Kerja Sama Perusahaan dengan TII No. Pada tanggal 31 Desember 2008.665/HK. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.2007 tanggal 14 Maret 2007 serta Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam Surat Keputusan No. (”TFBV”).01.210 PT Telekomunikasi Indonesia International Pte. 20/III/PMDN/2007 tanggal 1 Maret 2007. Indonesia Telekomunikasi/ 6 Desember 2007 2008 173.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.Tel. 16 . Perusahaan menyetujui penyesuaian atas pengalihan bisnis telekomunikasi internasional dari Perusahaan kepada TII menjadi pengelolaan dan pengembangan bisnis internasional berupa pola kemitraan jasa pelaksana pelayanan.429 - Jasa teknologi informatika implementasi dan integrasi sistem.820/UTA-00/2008 tentang Pengelolaan dan Pengembangan Bisnis Internasional. wesel bayar. Amsterdam.H. UMUM (lanjutan) d. 3. No.V..HT. The Netherlands Tanggal operasi komersial 2005 PT Finnet Indonesia (”Finnet”).didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meminjam. nama PT Aria West International telah diubah menjadi PT Telekomunikasi Indonesia International termasuk penambahan bidang usaha dalam bisnis internasional.

Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.000.250 juta menjadi Rp418.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah..850 juta. 6 tanggal 3 Juli 2008.H. S.000 lembar saham Indonusa atau 1. No. para pemegang saham Metra menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp418. Pada tanggal 3 Juli 2008. S.000 juta yang diperuntukkan sebagai biaya akuisisi serta memperkuat pengembangan bisnis Metra.000 lembar saham baru.250 juta dengan mengeluarkan 35. M.829 juta disetor dengan cara konversi dari piutang Perusahaan kepada Metra. Pada tanggal 21 Januari 2008..250 juta menjadi Rp412.H. (4) menyetujui pengeluaran keseluruhan saham baru sebanyak 35.000 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. sebuah perusahaan dalam bidang layanan sistem informasi.Kn.000. Akuisisi Sigma telah diselesaikan dengan penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham pada tanggal 21 Februari 2008 yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”). berdasarkan akta notaris Sutjipto.000 lembar yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan.000 per saham.850 juta menjadi Rp485. Metra memperoleh dana untuk keperluan pembelian tersebut melalui equity call yang berasal dari penambahan modal ditempatkan Metra dari semula Rp412. S. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 23 Maret 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. 17 .Kn. Metra telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (“Conditional Sales and Purchase Agreement” atau “CSPA”) dengan para pemegang saham Sigma untuk transaksi akuisisi tersebut (Catatan 3). (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp62. dengan kepemilikan sampai dengan 80%. berdasarkan akta notaris Wahyu Nurani.000 per saham. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp200. Dari modal dasar tersebut Rp34. (3) untuk membatasi penambahan modal ditempatkan maksimal sebesar Rp335.000. kecuali dinyatakan lain) 1. M. Pada tanggal 17 Juli 2008.000 juta sesuai dengan keputusan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007. Metra telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) untuk melakukan pembelian 6. Pada tanggal 18 Desember 2007.. (5) menyetujui akuisisi saham Sigma. 133 tanggal 17 Juli 2008.H. 64 tanggal 16 April 2009. No.000. Metra melakukan transaksi jual beli saham tersebut (Catatan 1d.T. No.000 juta menjadi Rp1. Pada tanggal 17 Juli 2008. S.25% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp6. M.600 juta dari PT Datakom Asia (“Datakom”). No. Perusahaan melakukan tambahan setoran modal kepada Metra sebesar Rp350.H.000 juta yang diperuntukkan bagi pendanaan akuisisi Sigma dan maksimal sebesar Rp15. 134 tanggal 17 Juli 2008.679 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. UMUM (lanjutan) d.Kn.c). berdasarkan akta notaris Sutjipto.

yang kemudian ditegaskan kembali melalui Keputusan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 28 Desember 2007.624 juta dan Rp976. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp200. Pembayaran peningkatan modal tahap II telah dilakukan pada tanggal 26 November 2007 sebesar Rp65. UMUM (lanjutan) d. (c) Indonusa Berdasarkan RUPSLB Indonusa pada tanggal 9 Mei 2007.000.627 juta telah dikonversi menjadi kepemilikan saham dalam ekuitas Indonusa.290 juta dicatat sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” pada akun ekuitas (Catatan 2d).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. 18 . S.H.679 juta menjadi Rp1.3 juta.800. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Pada tanggal 29 Mei 2009.000. S.000 juta dari Elnusa (Catatan 50a). berdasarkan akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.400. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1. Metra telah menandatangani Akta Jual Beli (“AJB”) Saham untuk melakukan pembelian 205.000 per lembar saham menjadi Rp500 per lembar saham.000 juta menjadi Rp2. - Sehubungan dengan transaksi peningkatan modal dan konversi hutang menjadi penyertaan saham (debt to equity swap) kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat dari 95.500 juta menjadi Rp237.713 juta melalui penyetoran dan konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap).e).000 lembar saham.000 lembar saham menjadi Rp700.000 lembar saham. Pada tanggal 19 Desember 2007. sehingga transaksi ini merupakan akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan.000. Perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas Infomedia. kecuali dinyatakan lain) 1.68% menjadi 98. Metra telah menandatangani CSPA dengan PT Elnusa Tbk (“Elnusa”) untuk transaksi akuisisi 49% saham Infomedia dari Elnusa (Catatan 1d. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta terbagi atas 20.000.000 lembar saham Infomedia atau 49% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp598. No. Pada tanggal 30 Juni 2009. 25 tanggal 30 Juni 2009. 8 tanggal 24 Juli 2009. para pemegang saham Indonusa menyetujui: (1) pemecahan nilai nominal saham Indonusa dari Rp10.75%.084. dan (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp485. hutang Indonusa kepada Perusahaan sebesar Rp82. No. Perubahan tersebut meningkatkan tambahan modal disetor Perusahaan dari Rp66.986 juta.H.000 juta terbagi atas 1. Selisih antara nilai pembelian dengan nilai kepemilikan minoritas sebesar Rp437. Pada tanggal transaksi.000 juta yang terbagi atas 200.000.179 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. sebagai berikut: - Perusahaan telah melakukan pembayaran untuk peningkatan modal tahap I kepada Indonusa pada tanggal 5 Juni 2007 dan 13 Agustus 2007 masing-masing sebesar Rp21.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Metra. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 24 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Wahyu Nurani.

000.000 juta menjadi Rp500.000.T. No. (2) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100. para pemegang saham Infomedia menyetujui: (1) kapitalisasi bagian saldo laba ditahan perseroan dalam bentuk pembagian dividen saham. (d) Telkomsel Pada tanggal 14 Februari 2006. S.KOMINFO/2/2006. Telkomsel mendapatkan lisensi International Mobile Telecommunications-2000 (“IMT-2000”) atau 3rd Generation Technology (“3G”) pada pita frekuensi 2.000. No. Anak perusahaan (lanjutan) (c) Indonusa (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 17 Juli 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Dr.000 lembar saham. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. Berdasarkan Surat Bank Indonesia (“BI”) No. S.000 juta menjadi Rp210.b) Sehubungan dengan pemindahan hak atas saham tersebut kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat menjadi 100% (termasuk melalui 1. Kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Juli 2009. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 10/632/DASP tanggal 12 Agustus 2008. (e) Infomedia Berdasarkan RUPS Sirkuler Infomedia pada tanggal 5 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Menkominfo”) No. lisensi operasi Telkomsel diperbaharui dengan memberikan hak kepada Telkomsel untuk menyediakan: (i) Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 900 Megahertz (“MHz”) dan 1800 MHz. Berdasarkan AJB Saham antara Elnusa dan Metra pada tanggal 30 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.H. 19 . dengan masa berlaku satu tahun bergantung pada uji layak operasi.b).000 lembar saham.H.000. No. Penyediaan layanan 3G secara komersial telah dimulai sejak September 2006.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Wiratni Ahmadi. para pihak menyetujui pemindahan hak atas saham milik Elnusa sejumlah 205. (3) peningkatan modal disetor perseroan dari Rp40.H.800. kecuali dinyatakan lain) 1. 101/KEP/M. pada tanggal 12 Agustus 2008 Telkomsel terdaftar sebagai penyedia jasa pengiriman uang dengan nomor registrasi 10/12/DASP/10 untuk menyediakan jasa pengiriman uang. 25 tanggal 30 Juni 2009. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Depkominfo”) melalui DJPT memberikan Telkomsel izin prinsip untuk menyediakan Jasa Teleponi Internet (Voice over Internet Protocol atau “VoIP”). S. UMUM (lanjutan) d.25% kepemilikan Metra).1 GHz (3G).000 juta yang terbagi atas 420.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d. 10 tanggal 5 Juni 2009. 64 tanggal 25 Agustus 2008. para pemegang saham Indonusa menyetujui pemindahan hak atas saham milik Datakom sejumlah 6.ii). 19/KEP/M.000 juta yang terbagi atas 1. 213/DIRJEN//2008 tanggal 4 Agustus 2008. Lisensi dapat diperpanjang setelah melalui proses evaluasi (Catatan 13 dan 47c.KOMINFO/10/2006 tanggal 11 Oktober 2006.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d. (ii) Layanan telekomunikasi bergerak IMT-2000 dengan pita frekuensi radio di 2. dan (iii) Layanan telekomunikasi dasar. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. e.

kecuali dinyatakan lain. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian. Harga perolehan akuisisi dialokasikan ke dalam aset dan kewajiban yang teridentifikasi dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal transaksi. kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari dua puluh tahun apabila terdapat dasar yang tepat. atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun penyertaan sahamnya lebih kecil atau sama dengan 50%. Prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaannya dimana Perusahaan. dan pendanaan. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. atau adanya indikasi penurunan nilai (“impairment”). Selisih harga perolehan dari bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang teridentifikasi dicatat sebagai goodwill. investasi. kecuali beberapa akun tertentu yang dicatat berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (“GAAP Indonesia”). Jika terdapat indikasi impairment. Seluruh saldo dan transaksi antar-perusahaan yang signifikan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian. kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. d.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 2. Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi jutaan Rupiah (“Rp”). c. memiliki kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50%. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi. a. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan. nilai aset tidak berwujud dan goodwill yang dapat terpulihkan (recoverable) ditentukan berdasarkan nilai diskonto dari estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terhadap nilai waktu dari uang (time value of money) dan risiko spesifik dari aset terkait. Perusahaan secara berkesinambungan mengevaluasi apakah terdapat suatu kejadian atau telah terjadi perubahan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan terhadap estimasi sisa masa manfaat aset tidak berwujud dan goodwill. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal pelepasannya.T. Definisi pihak yang memiliki hubungan istimewa yang digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7. dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun. Akuisisi anak perusahaan Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. 20 . mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. disusun dengan dasar akrual. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. baik secara langsung ataupun tidak langsung. b.

Penurunan nilai efek yang tersedia untuk dijual di bawah harga perolehannya yang bersifat non-temporer dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual tidak diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. ii. iii. Berdasarkan PSAK 38R. Selisih harga pengalihan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait. Penyertaan pada efek Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dinyatakan sebesar nilai wajarnya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan keuangan dan operasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 21 . f. transaksi akuisisi dengan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan nilai buku seperti metode penyatuan kepemilikan (carryover basis). IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d.T.b). “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” (“PSAK 38R”). setelah memperhitungkan dampak pajak penghasilan (“PPh”) yang berlaku. Penyertaan i. Ketika bagian Perusahaan atas rugi melebihi nilai tercatat dari perusahaan asosiasi. Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“DSAK”) mengeluarkan PSAK 38 (Revisi 2004). Penyertaan pada perusahaan asosiasi Penyertaan pada perusahaan-perusahaan di mana Perusahaan memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara. yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan. Akuisisi anak perusahaan (lanjutan) Pada bulan Juli 2004. nilai tercatat penyertaan diturunkan hingga nihil dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan kecuali apabila Perusahaan menjamin kewajiban perusahaan asosiasi atau mempunyai komitmen untuk menyediakan dukungan keuangan kepada perusahaan asosiasi. Berdasarkan metode ini. e. Selisih yang timbul dari jumlah bayar dengan nilai tercatat hak minoritas yang didebitkan. Saldo “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian ketika tidak terdapat lagi hubungan sepengendali antara pihakpihak yang bertransaksi. Keuntungan atau kerugian yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian dan dihitung berdasarkan metode identifikasi khusus. dan semua deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya. kecuali dinyatakan lain) 2. diakui secara langsung di eukitas dan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” (Catatan 1d. Perusahaan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi secara proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh signifikan tersebut. dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. tetapi dilaporkan sebagai komponen terpisah pada bagian ekuitas hingga terealisasi. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank. Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai penyertaan sementara. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” pada bagian ekuitas.

Penurunan nilai yang harus diakui diukur berdasarkan selisih lebih antara nilai tercatat penyertaan dengan nilai wajarnya. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penyertaan pada perusahaan asosiasi (lanjutan) Secara berkesinambungan. Penyertaan lainnya Penyertaan pada perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar harga perolehannya dan hanya disesuaikan untuk penurunan nilai yang bersifat non-temporer atas setiap penyertaan. Mata uang fungsional PT Pasifik Satelit Nusantara (“PSN”) dan PT Citra Sari Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar A.S. Penyertaan (lanjutan) iii. g. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi nilai tercatat penyertaannya pada perusahaan asosiasi terhadap kemungkinan penurunan nilai. Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut dengan metode ekuitas. kecuali dinyatakan lain) 2. aset dan kewajiban kedua perusahaan ini pada tanggal neraca masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai terendah antara harga pasar (jika ada) dan nilai diskonto arus kas. sekurang-kurangnya di setiap akhir tahun. Penurunan nilai tersebut langsung dibebankan ke laporan laba rugi periode berjalan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. nilai wajar penyertaan dibandingkan dengan nilai tercatat penyertaan. dan faktor-faktor relevan lainnya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan adanya indikasi penurunan nilai selain penurunan nilai sementara adalah pencapaian tujuan dan tahapan rencana usaha termasuk proyeksi arus kas dan hasil dari aktivitas pendanaan yang direncanakan. Selisih yang sebelumnya langsung dikreditkan ke ekuitas sebagai dampak transaksi ekuitas di perusahaan asosiasi. kondisi keuangan dan prospek bisnis dari setiap perusahaan asosiasi. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama tahun tersebut. Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas. dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian saat penyertaan dijual sesuai persentase kepemilikan yang dijual. lamanya nilai wajar penyertaan berada di bawah nilai tercatat penyertaan. Piutang ragu-ragu dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih. Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu yang ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap tingkat ketertagihan saldo piutang. atau teknik penilaian lain yang tepat. Perubahan nilai penyertaan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan asosiasi yang timbul dari transaksi ekuitas antara perusahaan asosiasi dengan pihak lain diakui sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi”. 22 .T. iv.”).

Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. kartu Removable User Identity Module (“RUIM”). Persediaan Sejak 1 Januari 2009. Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”).T. Perusahaan dan anak perusahaan menentukan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penghapusan pada masa lampau.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan vaucer prabayar yang dibebankan pada saat penjualan. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008). Persediaan terdiri dari komponen dan modul. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan) Penyisihan piutang ragu-ragu mencerminkan estimasi terbaik Perusahaan dan anak perusahaan atas jumlah kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. “Persediaan” yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif. dan piutang yang telah jatuh tempo untuk pelanggan non-retail yang melebihi jumlah tertentu dievaluasi tingkat ketertagihannya secara individual. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. i. kecuali dinyatakan lain) 2. Saldo piutang dihapuskan dari neraca setelah semua cara penagihan dilakukan namun kemungkinan tertagihnya sangat kecil. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi penyisihan piutang ragu-ragunya secara bulanan. Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada masa depan. Piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk pelanggan retail sepenuhnya disisihkan. harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. dan vaucer prabayar dan metode identifikasi khusus untuk persediaan modul. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realiasasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode tejadinya penurunan atau kerugian tersebut. 23 . yang dibebankan atau dialihkan ke aset tetap pada saat pemakaian. Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. kartu RUIM. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih. kartu SIM. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk komponen. Beban penyisihan tersebut dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan keuangan konsolidasian. h.

dan peranti lunak komputer. k. “Aset Tetap” (“PSAK 16R”) yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008 dan diterapkan secara prospektif.iii). 24 . suatu entitas harus memilih model biaya atau model revaluasi untuk mengukur biaya perolehan aset tetap. Berdasarkan PSAK 16R. Telkomsel diberikan lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (Catatan 13.T. Setiap bagian aset tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Pada tahun 2006. maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. Telkomsel diharuskan membayar uang muka (up-front fee) dan iuran tahunan biaya hak penggunaan (“BHP”) selama sepuluh tahun (Catatan 47c. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) j. jika ada.ii). Aset tetap . Aset tidak berwujud Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang berasal dari akuisisi anak perusahaan/bisnis. lisensi tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa iuran tahunan BHP. Perusahaan dan anak perusahaan harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tidak berwujud.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan (c) estimasi biaya awal pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Amortisasi dimulai pada tahun 2006. Aset tidak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 16 (Revisi 2007). Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan estimasi masa manfaat. sejak aset terkait dengan pengoperasian tersebut tersedia untuk digunakan. Uang muka (up-front fee) dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (10 tahun). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Oleh karena itu. kecuali dinyatakan lain) 2. Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan lisensi tersebut setiap tahun. Apabila nilai tercatat aset tidak berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Aset tetap yang diperoleh secara langsung diakui berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya. Berdasarkan interpretasi manajemen terhadap ketentuan lisensi tersebut dan konfirmasi tertulis dari DJPT.perolehan langsung Sejak 1 Januari 2008. Nilai residu dan masa manfaat aset tetap harus direview minimum setiap akhir tahun buku. lisensi. Perusahaan telah memutuskan untuk menggunakan model biaya. Telkomsel mengakui iuran tahunan BHP sebagai beban pada saat terjadinya. Aset tidak berwujud diakui jika Perusahaan dan anak perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tidak berwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. Selanjutnya.

Aset dalam pembangunan diakui sebesar harga perolehan hingga pembangunan selesai. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat serat optik (merupakan bagian dari jaringan kabel) dari 15 tahun menjadi 25 tahun. stasiun bumi. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. Dalam kondisi tersebut. biaya pinjaman. yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. Suku cadang dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan dan diakui sebagai bagian dari laba atau rugi pada saat dikonsumsi. dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Jika peranti lunak komputer berdiri sendiri dari peranti keras komputernya. Perusahaan membebankan pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan keuangan konsolidasian periode berjalan oleh karena dianggap tidak material Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Peranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan peranti lunak komputer tertentu. yang termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul untuk membiayai pembangunan aset.perolehan langsung (lanjutan) Aset tetap. peranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari peranti keras komputer. kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. Selama masa pembangunan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T. Aset tetap . dan peralatannya 3-15 Jaringan kabel 5-25 Catu daya 3-10 Peralatan pengolahan data 3-10 Peralatan telekomunikasi lainnya 5 Peralatan kantor 2-5 Kendaraan 5-8 Peralatan lainnya 5 Terkait dengan PSAK 16R. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan. yang kemudian direklasifikasi secara spesifik menjadi aset tetap yang terkait. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan 20 Prasarana bangunan 3-7 Peralatan sentral telepon 5-15 Peralatan telegraf. peranti lunak komputer tersebut harus dicatat sebagai bagian dari aset tidak berwujud. sejak 1 Januari 2008. nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Peralatan yang untuk sementara tidak digunakan direklasifikasi sebagai peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaatnya. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan komunikasi data 5-15 Peralatan dan instalasi transmisi 5-20 Satelit. 25 . pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi. kecuali tanah. Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari 12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. teleks. dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode tersebut.

Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk kontraknya. Oleh karena dampak dari penerapan standar tersebut terhadap tahun 2007 dan 2006 tidak signifikan. Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) 8. “Penentuan Apakah suatu Perjanjian Mengandung suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi PSAK 30 (Revisi 2007)”. “Sewa” (“PSAK 30R”) yang efektif berlaku untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. Aset sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat ekonomisnya. Perusahaan memutuskan untuk melakukan penerapan prospektif.T. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l. Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas. Berdasarkan PSAK 30R. Perusahaan mencatat aset PBH sebagai “Aset tetap PBH” (dengan mengkredit akun “Pendapatan PBH ditangguhkan” yang disajikan pada bagian kewajiban di neraca konsolidasian) sebesar biaya yang dikeluarkan mitra usaha sebagaimana disetujui dalam perjanjian antara Perusahaan dan mitra usaha. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30 (Revisi 2007). Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Perusahaan membebankan efek kumulatif pada laporan keuangan tahun 2008. nilai kini pembayaran sewa minimum. aset tetap PBH yang bersangkutan direklasifikasi ke akun “Aset tetap”. diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa manfaat yang akan diperoleh. m. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30R secara retrospektif terhadap semua transaksi sewa sejak tanggal mulainya perjanjian terkait atau secara prospektif seolah-olah PSAK 30R berlaku sejak awal periode pelaporan. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Perjanjian Pola Bagi Hasil (“PBH”) Pendapatan PBH diakui sesuai dengan bagian yang menjadi hak Perusahaan sebagaimana diatur dalam perjanjian. Biaya langsung awal yang dikeluarkan perusahaan dan anak perusahaan ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. kecuali dinyatakan lain) 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pendapatan ditangguhkan yang berkaitan dengan perolehan aset tetap PBH diamortisasi selama masa bagi hasil dengan menggunakan metode garis lurus. Aset tetap tersebut disusutkan berdasarkan estimasi masa manfaat masing-masing aset dengan menggunakan metode garis lurus (Catatan 2k). Aset tetap sewa pembiayaan Sejak 1 Januari 2008. 26 . Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau jika lebih rendah. Pada akhir masa bagi hasil.

“Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi”. o.375 106.hak atas tanah Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan dan perpanjangan masa hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode hak atas tanah tersebut. Pada tanggal neraca konsolidasian. p. kecuali dinyatakan lain) 2. Pendapatan Minimum Telkom (“Minimum Telkom Revenue” atau “MTR”). IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) n. sesuai dengan perjanjian KSO.200 14. setelah dikurangi dengan seluruh beban langsung yang berkaitan dengan perjanjian KSO dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan masa KSO yaitu 15 tahun sejak tanggal 1 Januari 1996.T. Kompensasi yang diterima dari mitra KSO dicatat sebagai pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan.60 2008 Jual 9.584 87. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. MTR diakui setiap bulan berdasarkan perhitungan jumlah MTR yang diperjanjikan untuk periode berjalan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penjabaran valuta asing Mata uang fungsional Perusahaan dan anak perusahaan adalah Rupiah dan pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan. baik yang telah maupun yang belum direalisasi. aset yang dibangun oleh mitra KSO dalam rangka KSO dicatat dalam pembukuan mitra KSO yang mengoperasikan aset tersebut dan akan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa KSO atau saat penghentian perjanjian KSO. Bagian Perusahaan atas DKSOR diakui berdasarkan persentase bagian Perusahaan atas pendapatan KSO. Berdasarkan PSAK 39.03 Beli 9. Beban tangguhan .72 Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul. dan bagian Perusahaan atas Pendapatan KSO yang Harus Dibagi (“Distributable KSO Revenues” atau “DKSOR”). “Akuntansi Kerja Sama Operasi” yang menggantikan paragraf 14 PSAK 35. aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal neraca konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan dan anak perusahaan 2009 Beli Dolar Amerika Serikat (“US$”) 1 Euro1 Yen1 10. KSO Pendapatan dari KSO mencakup amortisasi pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan.215 14.399 107. Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.215 14. dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap pembangunan aset tersebut (Catatan 2k).225 14.86 Jual 10. kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. setelah dikurangi MTR dan beban operasi Unit KSO.603 87. 27 .

28 . Pendapatan dari jasa prabayar. yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM untuk telepon seluler atau kartu RUIM untuk telepon nirkabel dan vaucer perdana) dan vaucer isi ulang diakui sebagai berikut: • • Penjualan kartu SIM dan RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat kartu perdana tersebut diserahkan kepada distributor. penyalur. dan instalasi diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. yang terdiri dari pendapatan jasa penyambungan. Penjualan vaucer pulsa isi ulang (baik digabungkan dalam paket perdana ataupun dijual secara terpisah) diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di muka dan secara proporsional diakui sebagai pendapatan berdasarkan jangka waktu dan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada vaucer prabayar telah habis masa berlakunya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pendapatan interkoneksi Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan internasional diakui pada saat terjadinya berdasarkan perjanjian dan disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi beban interkoneksi. Pendapatan data. Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak Pendapatan dari pemasangan sambungan telepon tidak bergerak diakui pada saat pemasangan selesai dan siap dipakai. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. kecuali dinyatakan lain) 2. Pendapatan dari penjualan. Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. iii. Pendapatan telepon seluler dan jaringan tetap nirkabel Pendapatan dari jasa pasca bayar. ii. internet. iv. Pendapatan pulsa dan biaya pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan pelanggan. atau langsung kepada pelanggan. Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Pendapatan jaringan Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit. v. dan jasa teknologi informatika Pendapatan dari pemasangan (set-up) internet. penggunaan. dan biaya abonemen bulanan diakui sebagai berikut: • • • Pendapatan jasa penyambungan diakui pada saat penyambungan terjadi. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. komunikasi data. Pendapatan diakui berdasarkan harga yang ditetapkan dalam perjanjian. jasa pemasangan jaringan data komputer. Pengakuan pendapatan dan beban i.T. instalasi dan implementasi peranti lunak dan perangkat keras komputer. Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian. dan e-Business diakui pada saat pemasangan selesai.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu.T. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) vi. dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. tergantung persetujuan manajemen. Beban program promosi yang belum digunakan disajikan sebagai pengurang pendapatan diterima di muka. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. 29 . Pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu. Untuk program iuran pasti. r. dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi konsolidasian selama sisa masa kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan. ii. Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya bersih berkala untuk tahun iuran tersebut terutang dan dicatat sebagai biaya karyawan. Laba atau rugi aktuaria yang muncul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan asumsi aktuarial.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. vii. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Beban Beban diakui berdasarkan metode akrual. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. dikurangi dengan nilai wajar dari aset program pensiun setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria yang tidak diakui. Imbalan kerja i. Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi aktuaria. Kewajiban sehubungan dengan LSA dan LSL dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. yang melebihi nilai tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program. kecuali dinyatakan lain) 2. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi dengan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban yang bersangkutan. Biaya jasa lalu diakui jika telah menjadi hak (vested) atau diamortisasi selama periode vesting. Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya terdiri dari penjualan jasa atau barang telekomunikasi lainnya. Pendapatan diakui pada saat jasa diterima atau barang diserahkan kepada pelanggan. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Penghargaan masa kerja (“Long Service Awards” atau “LSA”) ”) dan cuti masa kerja (“Long Service Leave” atau “LSL”) Perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai.

dan hanya jika. Perusahaan telah memiliki rencana Pendi formal yang tidak dapat dibatalkan. bonus. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Manfaat yang diberikan kepada karyawan yang memasuki MPP dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Pensiun dini (“Pendi”) Beban Pendi diakui pada saat Perusahaan berkomitmen untuk memberi imbalan Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Perusahaan agar karyawan terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. libur tahunan. dimana karyawan mulai tidak aktif selama 6 bulan sebelum memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. fasilitas kesehatan. termasuk.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. seperti kompensasi rugi fiskal. Perusahaan dianggap berkomitmen untuk melakukan Pendi jika. Perusahaan dan anak perusahaan juga mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan. PPh dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. Imbalan kerja (lanjutan) iii. dalam hal mana PPh-nya juga dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. misalnya selisih nilai transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali dan efek penyesuaian penjabaran mata uang asing untuk penyertaan tertentu di perusahaan asosiasi. kecuali dinyatakan lain) 2. Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program manfaat pasti. jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar (probable). Manfaat tersebut dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. tetapi tidak terbatas pada gaji rutin. dan tunjangan lainnya. karyawan masih akan menerima manfaat yang diberikan kepada karyawan aktif. Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. kecuali apabila pajak tersebut berkaitan dengan pos-pos yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. 30 . Masa persiapan pensiun (“MPP”) Karyawan Perusahaan memperoleh manfaat selama MPP. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) r. s. iv. v. PPh Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak pada setiap tanggal pelaporan. dimana bagian yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan. Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan tetap berlaku terhadap laba kena pajak untuk tahun-tahun dimana perbedaan temporer tersebut terpulihkan atau direalisasi. Imbalan pasca kerja lainnya Karyawan memperoleh tunjangan persiapan pensiun dan tunjangan fasilitas perumahan terakhir pada saat memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. atau memberikan imbalan yang lebih rendah.T. Selama masa MPP.

Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat lindung nilai. termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai. w. PPh (lanjutan) Aset dan kewajiban pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diharapkan dapat diperoleh atau dibayar dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. v. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan pajak. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” yang mensyaratkan bahwa semua instrumen derivatif diakui dalam laporan keuangan pada nilai wajarnya. aset atau kewajiban terkait harus disesuaikan nilainya. yaitu jumlah saham per ADS. 31 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. t. Modal saham yang diperoleh kembali Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang ekuitas pemegang saham. PSAK 55 mensyaratkan beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi. ketika hasil banding sudah diputuskan. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”. Perusahaan mengakui sebagai kewajiban berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Komisaris. Harga pokok dari penjualan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode ratarata tertimbang. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif diakui pada laporan laba rugi konsolidasian atau laporan perubahan ekuitas konsolidasian tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari transaksi lindung nilai tersebut. kecuali dinyatakan lain) 2. Instrumen derivatif Transaksi derivatif diakui sesuai dengan PSAK 55. Laba bersih per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 40. Untuk dividen interim. Laba per saham dan laba per ADS Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode tersebut. atau apabila dilakukan banding. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. u.T.

Harga beli opsi tersebut yaitu nilai tertinggi antara harga per saham yang diperjualbelikan yang disesuaikan dengan tingkat bunga dan nilai wajar yang ditentukan oleh penilai independen. SCH sebagai pemegang 20% saham Sigma. y. AKUISISI SIGMA Pada tanggal 21 Februari 2008.2 juta atau setara dengan Rp331. 32 . Metra dan para pemegang saham Sigma. Sigma adalah perusahaan jasa teknologi informatika yang menyediakan peranti lunak untuk perusahaan perbankan. Melalui akuisisi ini. dan manufaktur. Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain termasuk. Perusahaan memulai untuk memperluas jasanya pada industri-industri sejenis terutama jasa teknologi informatika dengan menggabungkan pengalaman Sigma dan basis konsumen korporasi Perusahaan. Informasi segmen usaha konsisten dengan informasi operasi yang secara rutin dilaporkan kepada tingkat pengambil keputusan operasional tertinggi di Perusahaan. Goodwill dalam kaitannya dengan akuisisi ini terdiri terutama dari nilai wajar dari keahlian dan pengalaman dari tenaga kerja perusahaan yang diakuisisi. nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud. Penggunaan taksiran Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Segmen usaha adalah unit yang dapat dibedakan (distinguishable unit) yang menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda dan dikelola secara terpisah.052 juta yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”) (Catatan 1d. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli tersebut. penyisihan untuk piutang. kecuali dinyatakan lain) 2.b). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut. 3. mempunyai opsi jual (put option) yang mengharuskan Metra membeli saham minoritas. dan kewajiban yang berhubungan dengan imbalan karyawan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) x. Metra dan SCH setuju untuk mendukung Sigma melakukan IPO dalam periode 24 bulan dari tanggal penutupan. Opsi tersebut berlaku selama 24 bulan atau lebih cepat jika terjadi IPO.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PT Sigma Citra Harmoni (“SCH”) dan Trozenin Management Plc menandatangani Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham dimana Metra mengakuisisi 80% saham Sigma dengan harga perolehan sebesar US$35. Informasi segmen Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut segmen usaha.T. multi finance.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.461 86.347) (37. Aset tidak berwujud merupakan kontrak dan hubungan jangka panjang dengan konsumen. sebagai tanggal neraca terdekat.403 Metra memperoleh kendali atas Sigma pada tanggal 22 Februari 2008 dan penilaian dilakukan oleh penilai independen dengan menggunakan saldo 28 Februari 2008. kecuali dinyatakan lain) 3. Hasil usaha konsolidasian Perusahaan meliputi hasil usaha Sigma terhitung sejak 1 Maret 2008 sebagai tanggal neraca terdekat. 33 .777) 231.636) (57. peranti lunak.052 (43. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut: Rp Aset dan kewajiban yang berasal dari akuisisi adalah sebagai berikut: Aset lancar Aset tetap Aset tidak lancar lainnya Aset tidak berwujud Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Hak minoritas Nilai wajar aset bersih yang diakuisisi Goodwill Jumlah harga perolehan Dikurangi: Kas dan setara kas pada anak perusahaan yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akusisi 150. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung.T.108 99.570) (54.886 29.405 (75.649) 287. AKUISISI SIGMA (lanjutan) Akuisisi Sigma dicatat dengan menggunakan metode pembelian.686 189.944 331. dan merek dagang (Catatan 13).

884 213.039 8.168 Mata uang asing Bank Mandiri BNI BRI BSM 296.366 7 2.831 179.495 2.463.609 3.566 2.577 95 16 8 1.363 861.948 813 25.334 8.864 63. kecuali dinyatakan lain) 4.594 Sub-jumlah Jumlah bank 227.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.610 153.601 17.304 335.680 115.412 8.492 2008 36.566 31.100 8.076 69. KAS DAN SETARA KAS 2009 Kas Bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Pos Nusantara PT Bank Tabungan Negara (Persero) (“BTN”) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) 95.367 61.359 1.530 1.A (”Citibank”) Bank CIMB Niaga Bank Ekonomi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 42.307 37 379. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.426 514.T.095 10.285 6.115 665 75 87. N.250 250 20 247.196 3.763 1. (“HSBC”) DB Citibank.880 2.337 1.622 10.947 21.658 Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah ABN AMRO Bank (“AAB”) Deutsche Bank AG (“DB”) PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) (dahulu PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk) PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (”Bank Ekonomi”) PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara PT Bank DKI Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 1.675 34 .214 10.013 16.595 Mata uang asing The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.722 121.690.171 2.217 158.083.576 88.123 2.500 9.679 57 5.449 23.338 116.

888 250.000 216.983 2.053 30.500 72.255 78.000 50. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah BNI BRI Bank Mandiri BTN Mata uang asing BNI BRI Bank Mandiri Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah BCA PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (“Bank Jabar”) Citibank Bank Bukopin PT Bank Muamalat Indonesia (“Bank Muamalat”) PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) Bank CIMB Niaga PT Bank Century Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk DB PT Bank Syariah Mega Indonesia (“Bank Syariah Mega”) PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank NISP Tbk PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk 2008 1.550 117.000 60.275.000 5.437.920 52.000 9.900 1.000 25.315 5.402 293.T.363.680 18.041 1.450 300.570 202.871 1.315 25.000 45.785 350.281 465.770 2.650 40.625 220.000 20.000 37.900 3.000 1. kecuali dinyatakan lain) 4.000 2.000 29.085 1.725 6.100.068.600 274.000 1.060 623.132.186 65. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.251.813 6.000 149.459.775 2.279.181 1.560 209.257.000 1.594 4.945 267.495.627 327.623 35 .607.000 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.468 262.337.272 89.

T.25% .591 10.942. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing BCA Bank Muamalat DB HSBC Standard Chartered Bank (“SCB”) Bank Jabar Bank Bukopin Bank Mega Bank Ekonomi 2008 658.12.584 151.490.00% .13.4.784.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.655 901. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.50% 0.844 1.829 Sub-jumlah Jumlah deposito berjangka Jumlah 2.872 10. kecuali dinyatakan lain) 4.614 1.80% Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dimana Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara. 36 .391.50% 1.430 4.25% .610 1.824 156.410 296.532.168 Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Mata uang asing 5.224 30.276.968 3.001 8.600 688.052. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan secara keuangan dianggap aman karena dimiliki oleh Pemerintah. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.75% 2008 2.821 18.226 6.25% .4.

235 Piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu disajikan bersih setelah memperhitungkan kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak yang sama berdasarkan hak untuk melakukan saling hapus yang disepakati oleh kedua belah pihak.634 685. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.350 89.235 3. (ii) Pihak ketiga 2009 Pelanggan individual dan bisnis Penyelenggara jasa telekomunikasi internasional luar negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih b.231) 2.749 18.941.035 64. kecuali dinyatakan lain) 5. Berdasarkan pelanggan (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Instansi Pemerintah CSM Indosat PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) PSN PT Graha Informatika Nusantara (“Gratika”) Koperasi Pegawai Telkom (“Kopegtel”) Lain-lain Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 702.465) 779.564 4.768.781 378.586 3.959.268 885.314 (105.194 3.849 2008 540.703 12.773) 2.149 13. Berdasarkan umur (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Sampai dengan 6 bulan 7 sampai dengan 12 bulan 13 sampai dengan 24 bulan Lebih dari 24 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 37 754.032 (148.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.314 (105.843 166 4.T.320.361. PIUTANG USAHA Piutang usaha timbul sehubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail.849 2008 528.459 12.797) 536.776 28.072 .740.208 9.061.206 885. dengan rincian sebagai berikut: a.032 (148.961 133.404 (1.978 9.173 2008 3.495 3.845 (1.966 44.528 8.326 67.465) 779.350 3.829.797) 536.623 4.457 73.254 55.301 685.031 43.

231) 2.129 1.S.032 (148.959.320.210.173 2008 3.773) 2.173 2008 2.959.100.404 (1.474.845 (1.466. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan piutang tak tertagih Saldo akhir 1.716 3. Berdasarkan mata uang (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Rupiah Dolar A.991) 1.617 18.675.235 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.791 3.072 858.032.S.361.320.336 885.287.465) 779.773) 2.905 303.374) 1.415 685.568 4.845 (1.061.696 2008 1.768.203.978 26.829.404 (1.054 355. kecuali dinyatakan lain) 5. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih (ii) Pihak ketiga 2009 Rupiah Dolar A. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih d.849 2008 666.231) 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.456 314.421 4.314 (105.711.570 3.768.154.061.T.105 (203.361. PIUTANG USAHA (lanjutan) b.983 2.829. Berdasarkan umur (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2009 Sampai dengan 3 bulan Lebih dari 3 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih c.165 (40.072 38 .797) 536.836 608.

954) 295.697 70. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang. Piutang usaha tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22). 6.673 2008 137. Pada 30 Juni 2009.547) 449.710) (6.850 5.184) (6. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 5. Kecuali untuk piutang dari Instansi Pemerintah. pencurian. kartu RUIM.363) (70. beberapa persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran.220 (64. dan risiko lain.396 (52. dan persediaan suku cadang lainnya. dan vaucer prabayar Jumlah Penyisihan persediaan usang Modul Komponen Jumlah Jumlah bersih Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan Saldo akhir 64.T. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu (lanjutan) Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.835 68. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 39 . Total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp4.125 354.878 juta (Catatan 43d.954 201. kabel.701 4.425 (172) 58. PIUTANG USAHA (lanjutan) d.244) (58.436 148.442 Komponen dan modul terdiri dari pesawat telepon.547 2008 54. suku cadang instalasi transmisi.505 179. manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan atas piutang.072 139.vii). Perusahaan dan anak perusahaan tidak mempunyai risiko kredit atas piutang yang terkait dengan pelanggan yang tidak dicerminkan di neraca konsolidasian (off-balance sheet credit exposure).643 520. PERSEDIAAN 2009 Modul Komponen Kartu SIM.

284 92.013 378.255 2. ASET LANCAR LAINNYA Aset lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.928 307.T.217 2008 Mata uang asal (dalam jutaan) 0.836 2008 582.376 21. terdiri dari deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebagai berikut: 2009 Mata uang BNI Perusahaan Bank Mandiri Perusahaan Infomedia TII Jumlah US$ Rp US$ Rp Rp US$ Mata uang asal (dalam jutaan) 0. 8.215 juta.523 10.569 Setara Rupiah 529 13.338.039 360. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 40 .90 Setara Rupiah 8. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan tertentu yang mungkin dialami Perusahaan.630 82.244 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka milik Perusahaan dan anak perusahaan yang dijadikan jaminan untuk garansi bank kepada beberapa Bank . PERSEDIAAN (lanjutan) Beberapa persediaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tertentu telah diasuransikan terhadap all industrial risk dan risiko kehilangan pada saat pengiriman dengan total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp6. kecuali dinyatakan lain) 6.800 24.348.854 1.158 20.052 0.424 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.498 4.326 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.420 21. BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2009 Izin penggunaan frekuensi Gaji Sewa Asuransi Biaya penerbitan buku petunjuk telepon Lain-lain Jumlah 1.015 449 4.464 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.200. 7.537 22.703 312.

00 5.146 Bagian (rugi) laba (3.00 40.334) (3.961 52.990 (1.197 32.00 22. kecuali dinyatakan lain) 9.695 20.00 2.969) (2.360 587 199 30.858 113.00 22.780 - (697) 113.949 117.712 23.253 (697) 165.802 41 .892 90.11 9.249 28.587 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (1.107 10.132 Penambahan 28.80 20. (“BMPL”) PT Batam Bintan Telekomunikasi (“BBT”) PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (“Bangtelindo”) Scicom (MSC) Berhad (“Scicom”) 25.38 Saldo awal 57.360 587 199 30.961 52.579 85.334) Saldo akhir 54.103) 137.11 9.116 31.360 587 199 30.313) (3.800) 831 (2.961 52.81 20. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.249 28.360 587 199 2.700 33.480 20.00 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.103) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: BMPL BBT Bangtelindo Scicom 25.021) (1.00 40.107 169.969) Saldo akhir 79.T.240 32.38 Saldo awal 84.107 10.249 Bagian rugi (2. PENYERTAAN JANGKA PANJANG 2009 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (697) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: Bridge Mobile Pte Ltd.103) (1.00 5.

Pada tanggal yang sama. Bagian Perusahaan atas dividen tersebut sebesar Rp1.000 saham tambahan di BMPL bergantung pada bergabungnya SK Telecom Co.38%. PSN PSN bergerak dalam bidang penyewaan transponder satelit dan penyelenggaraan jasa komunikasi berbasis satelit di wilayah Asia Pasifik. diputuskan bahwa masing-masing para pemegang saham BMPL akan memesan 1. 235 tertanggal 30 April 2008. suatu perusahaan asosiasi dari Telkomsel. pada tanggal 7 Maret 2007..500. oleh karena itu nilai penyertaannya telah menjadi Rp nihil.H.. nilai tercatat penyertaan di CSM sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih CSM. Selanjutnya. para pemegang saham PSN setuju untuk menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham baru. Berdasarkan Accession Agreement tanggal 18 Juni 2007. sehingga tambahan pemesanan 300. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. kecuali dinyatakan lain) 9. Penambahan penyertaan pada Patrakom di tahun 2007 berasal dari penyesuaian atas selisih nilai buku dan penyertaan awal yang dilakukan pada tahun 2005. para pemegang saham Patrakom menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp4. para pemegang saham BMPL juga menyetujui bergabungnya Advance Info Service Public Company Limited sebagai salah satu pemegang saham BMPL. 42 . c. Berdasarkan hasil RUPST Patrakom pada tanggal 30 April 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. d. (“SK Telecom”) sebagai pemegang saham BMPL. CSM CSM bergerak dalam bidang penyediaan Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro (“Very Small Aperture Terminal” atau “VSAT”). nilai tercatat penyertaan di Patrakom kurang lebih sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih Patrakom. para pemegang saham BMPL menyetujui bergabungnya SK Telecom sebagai salah satu pemegang saham BMPL. M.000 saham akan dibatalkan jika SK Telecom menjadi pemegang saham di BMPL. jasa aplikasi jaringan. Bagian rugi Perusahaan dari PSN telah melebihi nilai penyertaannya sejak 2001.944 juta. tambahan pemesanan 300. BMPL BMPL (Singapore).T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. b. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di PSN terdilusi menjadi 22.Kn. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Ltd.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan jasa konsultasi mengenai teknologi telekomunikasi dan sarana lain yang terkait. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) a. Pada tanggal 20 Januari 2006.859 juta dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp607 juta. S. bergerak dalam penyediaan jasa seluler regional di wilayah Asia Pasifik. jasa-jasa dan sarana terkait untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan. Patrakom Patrakom bergerak dalam bidang penyediaan jasa sistem komunikasi satelit. No.000 saham dibatalkan. Namun.

000 lembar saham baru.41%. Telkomsel telah melakukan pembayaran untuk pemesanan tambahan saham masing-masing sebesar US$600. 43 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta dari pemegang saham PT Fokus Investama Mondial (“FIM”). BBT BBT bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo di Muka Kuning.42 juta (setara dengan Rp30. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan TII di Scicom terdilusi menjadi 9. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. Pada tanggal 19 Juli 2007.000 (Rp20.81% total kepemilikan TII pada Scicom. f. Pada 30 Juni 2008.11%. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. kontribusi Telkomsel masing-masing adalah US$2. Pada tanggal 31 Juli 2008.000 (setara dengan Rp5. S. BMPL (lanjutan) Pada bulan April dan November 2007. 38 tanggal 19 Juli 2007.H.200.80%. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) d. g.360 juta) mencerminkan 10% kepemilikan pada masing-masing periode. Bangtelindo Bangtelindo terutama bergerak dalam bidang penyediaan jasa konsultasi untuk pemasangan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. Wiratni Ahmadi. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp1. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr.455 juta dan Rp5. Pulau Batam. serta di Bintan Beach International Resort dan Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan. No. kontribusi TII adalah sebesar US$3.T. e.615 juta. 85 tanggal 30 Juni 2008. S. Scicom menerbitkan 35. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. No.) Pada 30 Juni 2009 dan 2008. Wiratni Ahmadi. Scicom Scicom bergerak dalam bidang penyediaan jasa call center di Malaysia.H.961 juta) atau setara dengan 9. Pada tanggal 5 Februari 2008. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp2. kecuali dinyatakan lain) 9.200 juta dari pemegang saham FIM.

768 2.495 9.804 460.671 642.263 40.897 29.877 462.052 6.085 94.926 77.240 295.258.636) 920 (1.761 1.698 284.982 5.685.053 4.847 13.838.002 9.825) (54) (144.498 23.967.333 70.528 216.350) (112) (293) (5.191 1.554 22.857.307 140.816) (47) (152.900 (26.843 (3.917.162 290. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.314 2.440 2.208 561.705 56.589.898 207.493 236.274 105.767 545.506.640 127.180.439 72.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.409.866 207.628 24.629 22.802.236 (34.004 2.825 676.777 95.144) (20.951 84.135 43.340) 123 156 47.256.212 658.049 36.220.334 135.198 21.350 60.229.581 458.184.552 20.469) 39.522 2.589 323.991 135.824 14.973 11.910 15.131 427.898) 57. stasiun bumi.697 580.124 17.998 23.692 95.560.327 19.155 1.630 2.641) (121) (511) (20.535 593.640 2.263 40.851 493.721.049 94.131 1.084 76.926.456 421.432 61.635 206.709 1.865) (5.923 24. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Jumlah Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2009 684. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.463 2.356.683.940 8.780.261) (556.190 353.530 3.321.172 139.730 2.588.281 7.111.235) 45.239 91.913 86.386 60.627 119.100) (100) (144.745.938 545. teleks.165 61.976 6.580.174 7.054 766.907.978 236.149 (3.039 7. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.576 6.258 7.072 1.351.709 65.892 29.576.010 27.333.836 26.648 67. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.562 1. ASET TETAP 1 Januari 2009 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.350) (112) (294) (3. teleks.210.898) (3.216 5.335) (11.626.620 21.307 132.744 139.401 517.498) 59 (348) 28.697 (3.819 23.548 2.339) (94.703 285.994 293 2.717 11.757 3.830 384 13.T.989.969.194 678. stasiun bumi.574.296 279.482) (22) (577.079.201 580.165 56.789 44 .323 60.572.491 128.675.583.073) (1.816) (127) (153.354 5.198 (11.233 2.502. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.724 3.981 622.698 110.815 1.182 9.173.954 6.663 27.694 497.590 68.228 1.073 108.993.372 696.417.533 240.506.732. stasiun bumi.612 2.303.565 86.485) 4. kecuali dinyatakan lain) 10.640 7.829 61.099 17.240 437.

250 389.979 31.994 23.194) (7.862 13.095 722.886 32.753 504.140) (1.200 1.667 291.275 2.228 37.154 14.958 122.304 575.625 110.253 124.011.507) (3.598 4.420 724.646.106.784 86 83.693 7.560 5.676 86.117 51.626 20.523 2.865. stasiun bumi.580.270.747 3.192 109.993) (1.T.077 5.856 48.965 2.629 292.603 3.557 381 37.642 26.218 10.682 594. stasiun bumi.091 2.816.999) (12.039 224.374 626.819 314.030 3.758.568 13.280.810.178.740 2.813 114.710. teleks.351 283.860.743) (202) (1.758.345 202 8.430 1.875 *) Disajikan kembali (Catatan 52) 45 .081.386 5.931 65.054) (1.484 156.332 143.229) (26.562.871 13.444 6.643.952.501.176 36.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.529 4.207.595.801 161.186 1.440 1.448 437 2.927 147.196.292 1.515 400.519 147. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.935 (195.979.431.724 16.485) (13.428.681) (76.437 188.316 4.520 12.422 62.227 14.525.457 2.746 710.560 57.005 25.207.812 (37.075.020 706.244 2.036 44. teleks.474.557 162.557.253 13.808 - 63.573 2.637 613.041 37.515 1. kecuali dinyatakan lain) 10.554 44.137) 620.494 188.465 20.297 1.094 54.216 257.160 21.579 18. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Nilai Buku Bersih Akuisisi Sigma Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2008*) 561.917.301 4.579) (211.180) 3.205.021.879 545.793 2.279 22. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.557 152.511) (65.563) (387.804 403.339 6. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.373.869) (35.443 6.498 24.678 17.284) (674.355 12.925) 495.542) (25.511) 105 (1.348 2.213.199 13.005.516) (554) (2.046.345 1.081.515 2.864.452 458.554 33.895.139 156. stasiun bumi.416.932.057 211.398 135.293. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.503) (466) (6.686) 1.669.945 (2.091.427 16.693 120. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.904 391.241) (4.228) (524.796 100.281 109.039) 58.782 637.834 60.027 704.958 4.796 (56) (466) (522) (103) (673) (9.134 17.935.960 (8.638 6. ASET TETAP (lanjutan) 1 Januari 2008 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.055 100.458 584.

Perjanjian kepemilikan aset KSO (i) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO VII dengan BSI.398 juta (Rp168.460 (1. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Tindakan ini mengakibatkan Perusahaan tidak diperbolehkan lagi menggunakan spektrum frekuensi tertentu yang digunakan untuk mendukung jaringan kabel telepon tidak bergerak mulai akhir 2006. Oleh karena itu. yang beroperasi pada spektrum frekuensi tersebut tidak bisa lagi digunakan mulai akhir tahun 2006. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.279 juta bersih setelah pajak). Peraturan ini mengakibatkan fasilitas jaringan kabel tertentu milik Perusahaan yang termasuk dalam segmen sambungan telepon kabel tidak bergerak. ASET TETAP (lanjutan) a.050) 46 . kecuali dinyatakan lain) 10. nilai buku bersih aset tetap ini masing-masing sebesar Rp361.060 2008 5. Perusahaan telah memperpendek sisa masa manfaat peralatan WLL dan Approach Link di kuartal pertama 2005 dan menyusutkan sisa nilai buku bersih aset terkait sampai dengan 31 Desember 2006 dan membebankan tambahan beban penyusutan pada tahun 2006 sebesar Rp240. Pemerintah menerbitkan beberapa peraturan dalam upayanya menata ulang spektrum frekuensi yang digunakan industri telekomunikasi.505 juta.299 (34.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.349) (29. 2. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO VII yang telah diakuisisi tetap berada di BSI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. c.T.781 juta. yang sebagian besar terdiri dari peralatan Wireless Local Loop (“WLL”) dan Approach Link. nilai buku aset tetap ini masing-masing sebesar Rp872. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.400) 1.420 juta dan Rp982. (ii) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (“MGTI”). Keuntungan (kerugian) dari pelepasan atau pertukaran aset 2009 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku bersih Keuntungan (kerugian) dari pelepasan b. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (i) Pada triwulan pertama tahun 2005.035 juta dan Rp663. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO IV yang telah diakuisisi tetap berada di MGTI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010.

Pada tanggal 30 Juni 2009. Telkom-1 dan Telkom-2. Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No.826 juta (Rp121.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. peralatan Base Station System (“BSS”) Perusahaan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel tidak dapat lagi digunakan mulai akhir tahun 2007 dengan total harga perolehan sebesar Rp1.KOMINFO/1/2006 yang menegaskan kembali keputusan Pemerintah bahwa jaringan tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi pada spektrum frekuensi 800 MHz dan spektrum frekuensi 1900 MHz dialokasikan untuk jaringan 3G. sedangkan untuk wilayah lain. Perusahaan melakukan evaluasi atas nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas yang meliputi aset telepon tidak bergerak nirkabel tersebut dan pada tahun 2005. spektrum frekuensi 1900 MHz hanya akan digunakan untuk jaringan IMT-2000 atau 3G. Dengan dikeluarkannya keputusan Pemerintah tersebut. Pada tanggal 13 Januari 2006. yang menghasilkan aliran kas masuk tanpa tergantung pada aliran kas masuk dari aset-aset atau kelompok aset lain. Penggantian peralatan BSS ini dengan peralatan BSS yang beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz telah selesai pada akhir bulan Desember 2007. Perusahaan mengakui penurunan nilai sebesar Rp616. Sebagai akibat dari keputusan Pemerintah tersebut. Perusahaan juga mengubah estimasi sisa masa manfaat dari peralatan BSS di wilayah Jakarta dan Jawa Barat dan menyusutkan sisa nilai buku dari aset terkait sampai dengan 30 Juni 2007 dan mengakui tambahan beban penyusutan sebesar Rp173. yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005.768 juta untuk peralatan dan instalasi transmisi dari aset telepon tidak bergerak nirkabel. kecuali dinyatakan lain) 10. 47 . tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat satelit Perusahaan kemungkinan tidak dapat terpulihkan. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 1900 MHz untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.Radiocommunication Sector (“ITU-R”). perusahaan telah sepenuhnya menyusutkan aset-aset tersebut. Unit penghasil kas dari suatu aset. Perusahaan juga mengakui rugi atas kontrak yang tidak bisa dibatalkan untuk pengadaan peralatan dan instalasi transmisi 1900 MHz di wilayah Jakarta dan Jawa Barat sebesar Rp79.359 juta.678 juta bersih setelah pajak) pada tahun 2006.330. Di samping itu. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (ii) Selanjutnya. Nilai yang dapat diperoleh kembali diestimasi dengan menggunakan nilai pakai yaitu nilai kini dari taksiran aliran kas masa depan yang diharapkan akan diterima dari unit penghasil kas dengan tarif diskonto sebelum pajak sebesar 16. 01/PER/M.T. terutama sebagai backbone hubungan transmisi untuk jaringan milik Perusahaan sendiri serta untuk penyediaan jasa up-linking dan down-linking satelit stasiun bumi untuk para pengguna domestik dan internasional. (iii) Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. ditentukan dengan mengelompokkan aset-aset ke dalam tingkat terkecil kelompok aset yang meliputi aset tersebut. Menkominfo mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan bahwa untuk menyesuaikan dengan standar internasional dan sebagaimana direkomendasikan oleh International Telecommunications Union . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada bulan Juni 2007. Menkominfo juga mengumumkan bahwa jaringan teknologi berbasis Code Division Multiple Access (“CDMA”) yang digunakan Perusahaan untuk layanan telepon tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz. Perusahaan mengoperasikan dua satelit. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 800 MHz. pada tanggal 31 Agustus 2005.818 juta. ASET TETAP (lanjutan) c.89%.

608 juta dibebankan pada laporan keuangan konsolidasi periode berjalan. direncanakan akan digunakan sampai tahun 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pos. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat. Pada bulan Maret 2009. ASET TETAP (lanjutan) c. Telkomsel dan pemasok setuju untuk mengurangi harga sebelumnya sebesar US$ 107. dan Telekomunikasi (“DPPT”)) dimana tanah-tanah tersebut tercatat atas nama DPPT dan Departemen Perhubungan Republik Indonesia.588 juta dan penyusutan sebesar Rp47. Pengalihan hak kepemilikan secara hukum atas tanah tersebut kepada Perusahaan masih dalam proses. peralatan tertentu Telkomsel (bagian dari infrastuktur) dengan harga perolehan sebesar Rp797. Telkomsel mencatat aset tetap sebesar Rp8.868 juta yang dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2008.260. 48 . (vii) Perusahaan diberikan hak untuk menggunakan beberapa bidang tanah tertentu oleh Depkominfo (dahulu Departemen Pariwisata. wilayah Divre VI Kalimantan. (ii) Rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Secara berangsurangsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak Juli 2008. (iv) Pada tahun 2008. Perusahaan melakukan reklasifikasi peranti lunak Perusahaan yang sebelumnya dicatat di aset tetap ke aset tidak berwujud (Catatan 13 dan 52).05 juta. (v) Dari tanggal 1 Juli 2007 sampai dengan 31 Desember 2008.T. (vi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 20-30 tahun yang akan habis masa berlakunya antara tahun 2009 hingga 2038. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak tersebut. penyusutan peralatan tersebut dipercepat sampai dengan tahun tersebut. Sehingga.035.648 juta yang masih dapat mengalami penyesuaian harga (Catatan 47a. (iii) Pada tahun 2008. terjadi banjir besar di Balikpapan dan sekitarnya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. d.208 juta dan masa manfaat yang diharapkan sebelumnya lebih dari tahun 2010. kecuali dinyatakan lain) 10. Perubahan masa manfaat tersebut memiliki dampak sebesar Rp71. Dampak dari penyesuaian tersebut adalah pengurangan terhadap aset tetap yang dikapitalisasi sebesar Rp1. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (iv) Pada tanggal 9 Juli 2008.ii).013 juta dan sebesar Rp42. Lain-lain (i) Bunga yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

14 juta. Di samping itu.48 juta dan US$47. (xi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan dengan sewa pembiayaan untuk peralatan dan instalasi transmisi.058 276 422. PT Asuransi Ekspor Indonesia.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. pencurian. dan peralatan kantor dengan hak opsi untuk membeli aset-aset tersebut pada akhir masa sewa pembiayaan. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. aset tetap milik Perusahaan dan anak perusahaan kecuali tanah. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. PT Asuransi Wahana Tata.364 (142. dan Euro0.335 11.00 juta termasuk pemulihan kegiatan usaha sebesar Rp324. kendaraan.196) 274.543 92.000 juta dengan Automatic Reinstatement of Loss Clause.065 (48.261 (148.629 56. Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga Nilai kini bersih atas pembayaran minimum sewa pembiayaan Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 253.391.301) 225. Telkom-1 dan Telkom-2 diasuransikan terpisah dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$28.529.764 49 .473 juta dan US$4.170 2008 100.009 276 587.T. peralatan pengolahan data. ASET TETAP (lanjutan) d. (ix) Pada tanggal 30 Juni 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PT Asuransi Tri Pakarta. senilai Rp67. dan risiko lainnya dengan nilai maksimum klaim kerugian sebesar Rp839.753 61.609 110. PT Asuransi Central Asia.123 juta. PT Asuransi Ramayana Tbk. PT Asuransi Sinar Mas.939) 444. PT Asuransi Bintang Tbk. dan PT Asuransi QBE POOL Indonesia terhadap risiko kebakaran.804 100. tingkat penyelesaian aset dalam pembangunan sekitar 68.060 juta diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (“Jasindo”).255) 251.31 juta.425 (193.672 163.463 48.198 10.24% dari nilai kontrak dengan perkiraan tanggal penyelesaian antara 1 Agustus 2009 sampai dengan 28 Mei 2010. (x) Aset tetap tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22). US$13.22 juta basis kerugian pertama Rp5. gempa bumi. kecuali dinyatakan lain) 10. Lain-lain (lanjutan) (viii)Pada tanggal 30 Juni 2009.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.786 502.305 249.097 55.T.730) (48. 50 .504) (46.418 53.654 32 20 7. kecuali dinyatakan lain) 11.072 461.883 540.137 12.769 462.756) (109.601 149.940 449.200 1.138 (9) (2.207.658 (269) (16. hak kepemilikan atas aset tetap PBH secara legal tetap berada di mitra usaha sampai dengan berakhirnya masa bagi hasil.361 Penambahan Penyesuaian 3.047) (33.257 80.055 1 Januari 2008 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 4.141 144.899 53.602) (102.352 129.234 9.995 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 926 61 69.563 705.982 285.646 3.267 96.718 60. ASET TETAP POLA BAGI HASIL (“PBH”) 1 Januari 2009 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 1.785 583.831 631.709 254.625 168.172.748 21.935 2.281) 949 27.660 92.435 169.646 3.193) (34.108) (235.776 100.478 Reklasifikasi (46) (3.536) (752) (35.654 Penambahan - Reklasifikasi (1.488 Sesuai dengan perjanjian PBH. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.412 703.535 181.162 123.313 338 152.315 10.861) (260) (17.701) (63.203 27.345 24.201 48.060 20.829 82.663 90.480 104.547 726.881 64.200 1.041 5.844) 30 Juni 2009 1.521 52.643 24.049 32.863 7.376 2.390) 3.335) 30 Juni 2008 4.982 286.353 149.006 196.054 252.189) (274.249 582.717 11.051 2.319 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 2.639) (47.603 92.091 116 100 11.506 44.648) (51.688 179.282 116.641 146.707 476.

809 juta dan Rp6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.715 2.727 813.672) 392.193 2008 804.431 2008 1.995 (427.ii) Kas yang dibatasi penggunaannya Biaya hak atas tanah ditangguhkan Setoran jaminan Peralatan yang tidak digunakan dalam operasi .773 92.319 (704. Pada tanggal 30 Juni 2009.135. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan kas yang diterima dari Pemerintah sebagai pembayaran kompensasi terminasi dini hak eksklusif untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang telah ditentukan (Catatan 1a dan 28) dan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank.888 159. Beban penyusutan Telkomsel yang dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp14.335 (779.306 Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. 51 .337 47.vi).176 juta.738) 35.037) (70.269) (110.564) 228.811.685 43.775 531. Biaya hak atas tanah ditangguhkan merupakan biaya untuk memperpanjang hak atas tanah.704 21.893) 22.085 62.919 1. ASET TETAP PBH (lanjutan) Pendapatan PBH ditangguhkan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Nilai bruto Akumulasi amortisasi: Saldo awal Penambahan (Catatan 33) Pengurangan Saldo akhir Jumlah bersih 703.299 148.setelah dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) Uang muka pembelian aset tetap Beban ditangguhkan Hak Penggunaan yang Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”) (Catatan 43c. yang ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu hak atas tanah (Catatan 10d.028 11.172. kecuali dinyatakan lain) 11.267 46.T.179 65.bersih Lain-lain Jumlah 891. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.090 102.366 (475. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Uang muka dan aset tidak lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: 2009 Sewa dibayar di muka . peralatan yang tidak digunakan dalam operasi merupakan Base Transceiver Station (BTS) dan peralatan lainnya milik Perusahaan dan Telkomsel yang untuk sementara tidak digunakan dalam operasi tetapi direncanakan akan dipasang kembali.418 105.647 12.

349 112.357) (81.33 tahun (6.419.373) 2.33 tahun (5.393) (23.000 Jumlah 9. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) Pada tahun 2009 dan 2008 peralatan tertentu Telkomsel dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp nihil dan R1. 30 Juni 2009 Akumulasi amortisasi: Saldo.peranti lunak GSD Reklasifikasi .614 289.143 5.lisensi peranti lunak Sigma Penambahan .884) (3.107) (23.944 99.148 (6.12 tahun (58.906 25.747.peranti lunak Perusahaan Reklasifikasi .603.660 (3.884) 96.443.539 (17.peranti lunak GSD Penambahan . 13.131 juta direklasifikasi sebagai aset tetap (Catatan 10).900.276) 4 38.092) (5.530.357) (128.050) 8.969.144. 31 Desember 2008 Penambahan .060 20 tahun (5.436 7.072) (567.995 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.604 8.536 9. 31 Desember 2007 Akumulasi .080.614 189.190) 4 38.939 19. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.akuisisi Sigma (Catatan 3) Penambahan . 30 Juni 2008*) Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi *) Disajikan kembali (Catatan 52) 99.050) 9.peranti lunak Perusahaan Saldo.224) 3.622 (80. 30 Juni 2009 Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106.048) (2.855.605) 86.peranti lunak Perusahaan Saldo.464) 307.166 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.283.324.691 7. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (i) Perubahan nilai tercatat goodwill dan aset tidak berwujud lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Aset tidak berwujud lainnya 8.694) (13.906 25.735 8.874 (50) 5.022.599 5.304) 2.180) (601.072) (595. 30 Juni 2008*) Akumulasi amortisasi: Saldo.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.913.746 52 . 31 Desember 2007 Penambahan .544 106. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.peranti lunak Sigma Reklasifikasi .08 tahun Aset tidak berwujud lainnya (105.544 Lisensi 436.765.250 9.T.735 9.944 Lisensi 436.148 (6.peranti lunak Perusahaan Saldo. 31 Desember 2008 Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Reklasifikasi .594.688.874 (50) 5.750) 354.17 tahun (6.851) (5.405 112.202.135. kecuali dinyatakan lain) 12.301) (13.lisensi peranti lunak Sigma Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Saldo.557) (19.000 436.858) 3.512.000 Jumlah 8.000 436.335) (627.622 (80.

c).058. HUTANG USAHA 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya hak penyelenggaraan Pembelian peralatan.055 6.914.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 14.223 2. TII.iv). KSO IV.119 70.077 53 .051.605 2008 1. Aset tidak berwujud lainnya timbul dari akuisisi Dayamitra.784.189 108 48.240 juta per tahun.194 1.503 9.410 74. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.639 59. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun (Catatan 2d). Pramindo.923 298.745 7.859 Rekening escrow pada Bank Mandiri dibentuk sehubungan dengan Perjanjian Konsorsium Konstruksi dan Pemeliharaan (Construction and Maintenance Agreement atau ”C&MA”) Palapa Ring sebagai setoran awal 5% dari nilai ikatan (Catatan 47c. 15. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. REKENING ESCROW Rekening escrow pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: Bank Mandiri Bank Danamon Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 2009 47.921 657.388 7.571 1. barang. dan jasa Hutang sehubungan dengan PBH Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Jumlah 1.772 53.965. kecuali dinyatakan lain) 13.499 1.293. dan KSO VII. (iii)Beban dibayar di muka yang dibayar Telkomsel di bulan Februari 2006 untuk lisensi 3G sebesar Rp436. Rekening escrow pada Bank Danamon dibentuk sehubungan dengan kerja sama bagi hasil dalam pengoperasian peralatan telekomunikasi di Divre VII Kawasan Timur Indonesia.689 5.457.b dan 1d. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan) (ii) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma tahun 2008 (Catatan 3) dan Indonusa tahun 2008 (Catatan 1d. dan jasa Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Pihak ketiga Pembelian peralatan.180 108 42.958 161.ii).T.418 258.685. dan merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO. barang.000 juta diakui sebagai aset tidak berwujud lainnya dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi 3G (Catatan 2j dan 43a.398.102 7.231. (iv)Estimasi beban amortisasi tahunan aset tidak berwujud lainnya untuk setiap tahun sejak 1 Juli 2009 adalah kurang lebih sebesar Rp1.086.491 2008 41.

S. 16. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.365 2. administrasi. Euro Dolar Singapura Lain-lain Jumlah 4.517.077 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.457.882.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2009 Operasi.151 2.083 5.051 1.454 35.883 54 .015.184 2008 1.465 1.614.175. kecuali dinyatakan lain) 15.521 550.626 472.280.856 4.952. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2009 Kartu pulsa prabayar Jasa telekomunikasi lainnya Lain-lain Jumlah 2.T.784.266.289 638.492. dan pemasaran Bunga dan beban bank Jumlah 1.965.082 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.896.530 204.705 2008 1.605 2008 4. pemeliharaan.307 36.964 62.690 1.361 70 9. dan jasa telekomunikasi Gaji dan tunjangan Umum.083. 17.678 141.652.221.802 89.011 484.231 2.552 1.727 2. HUTANG USAHA (lanjutan) Hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Dolar A.978 774 7.

1 juta (setara dengan Rp11. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp14. Berdasarkan amandemen terakhir.339 2008 7. 55 . Pada tanggal 30 Juni 2009. HUTANG BANK JANGKA PENDEK 2009 Bank Ekonomi Bank CIMB Niaga Bank Syariah Mega Jumlah 29.000 35. Pada tanggal 23 Maret 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$380. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$550. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7.000 untuk keperluan modal kerja. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 12.50% per tahun dan dibayarkan selama 12 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 2 Desember 2009. Fasilitas kredit ini dijamin dengan Purchase Orders (”PO”) atau Setter of Intent dari beberapa perusahaan.839 23.T.221 juta). Pada tanggal 1 Juni 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$1.50% per tahun dan dibayarkan selama 9 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 15 Juli 2009.000 juta untuk keperluan modal kerja. Pada tanggal 30 Juni 2009.000. pinjaman tersebut telah dilunasi. Pada tanggal 22 Mei 2009. Pada tanggal 14 November 2008.000 juta.500 juta untuk keperluan modal kerja. Pada tanggal 30 Juni 2009. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7.500 juta.000 28. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 9% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak tanggal penarikan.984 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 6% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2009. a.984 70. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 5). kecuali dinyatakan lain) 18. Pada bulan September 2008. tanggal jatuh tempo diperpanjang menjadi 23 September 2009.50% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 11 September 2008. Bank Ekonomi Pada tanggal 11 Juni 2008. PT Sigma Solusi Integrasi. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5).500 juta untuk keperluan modal kerja. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$1.500 53. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp5. Pada tanggal 14 Oktober 2008. salah satu anak perusahaan Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$2 juta untuk keperluan modal kerja.50% per tahun sampai dengan 15.500 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$550.500 juta. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp5. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12.000 juta . Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 adalah sebesar Rp7. Pada tanggal 2 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp3. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5). Pada tanggal 11 Februari 2009.1 juta.618 juta). Pada tanggal 30 Juni 2009.000 (setara dengan Rp5.

pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2009 dan perubahan tingkat suku bunga dari 13% menjadi 11%. Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) b. Perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali.5% per tahun serta tanggal jatuh tempo diubah menjadi 29 Mei 2010. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 29 Mei 2009.500 juta dan Rp15.000 juta dengan tingkat bunga masing-masing 14. Pada tanggal 29 April 2008. Pada tanggal 29 April 2008.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.600 juta dengan Bank CIMB Niaga. Pada tanggal 26 Juli 2005. terakhir pada tanggal 23 Desember 2008 dengan penambahan fasilitas pinjaman menjadi Rp19.000 juta dan Rp500 juta dengan tingkat bunga masing-masing 11. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit yang dapat diperpanjang ini diubah masing-masing dari 12% per tahun menjadi 12. Di samping itu. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan aset tetap milik GSD yang berlokasi di Jakarta (Catatan 10).5% per tahun (Catatan 22f).000 juta dengan tingkat bunga 15. tingkat bunga diubah masing-masing dari 11. terakhir pada tanggal 3 November 2006 untuk perubahan tingkat bunga masing-masing dari 16.000 juta dan Rp15. Balebat mendapatkan tambahan Fasilitas Transaksi Khusus dan Fasilitas Rekening Koran masing-masing sebesar Rp5. Pada tanggal 23 November 2007.000 juta dengan suku bunga 13% per tahun untuk periode sampai dengan 29 Mei 2008.5% per tahun menjadi 14% per tahun dan 14. Fasilitas kredit ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat dengan nilai sampai dengan Rp3. Berdasarkan amandemen pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. GSD menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga sebagai amandemen kedua perjanjian tersebut.000 juta.5% per tahun dan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 18 Oktober 2007. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas kredit sebesar Rp500 juta dengan suku bunga tetap 16. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2008. fasilitas kredit dinaikkan menjadi maksimum Rp15. dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp15.5% per tahun dan 30 Mei 2006 yang selanjutnya diubah pada tanggal 13 Juni 2006 menjadi masing-masing 16. Balebat menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dengan tingkat suku bunga tetap 12% per tahun dan fasilitas kredit investasi sebesar Rp1. 56 . Bank CIMB Niaga Pada tanggal 25 April 2005. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit ini diubah masing-masing menjadi 14% per tahun dan 29 Mei 2010. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp3. kecuali dinyatakan lain) 18. dan jatuh tempo masingmasing pada tanggal 18 Oktober 2006.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta dan Rp5. Pada tanggal 18 Oktober 2005.50% per tahun.000 juta dengan tingkat bunga 11% per tahun.75% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2007. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp15. GSD menandatangani dua perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp12. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5.350 juta (Catatan 10). fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dijadikan satu dengan fasilitas pinjaman tetap jangka pendek sebesar Rp4. Berdasarkan amandemen terakhir.000 juta (Catatan 22f).000 juta.25% per tahun menjadi 15. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 23 Mei 2007 (amandemen perjanjian ke-4).000 juta dan Rp3.50% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2009.5% per tahun dan 30 Mei 2007. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8).

pinjaman telah dilunasi.271 1. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani.675 57 .535 juta dan pada tanggal 29 September 2008.535 juta untuk keperluan modal kerja. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 11 September 2008. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG a.622 48. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp10.701.604 2008 3. Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Catatan Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 23 20 10 21 2009 4. Berdasarkan amandemen pada tanggal 10 Juni 2008 (amandemen perjanjian ke-2). pinjaman telah dilunasi.958 468. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). pinjaman telah dilunasi. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) c.481 431.812 juta dan pada tanggal 27 November 2008. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp8.637 juta dan pada tanggal 27 November 2008. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan jatuh tempo pada bulan September 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp9.000 6. 19. Pada tanggal 31 Maret 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5).602. dilakukan perpanjangan kembali jatuh tempo menjadi tanggal 28 Desember 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp8. kecuali dinyatakan lain) 18. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 28 Desember 2008.811 193. Pada tanggal 5 Juni 2008.281.199.255 3.202.580 1.637 juta untuk keperluan modal kerja. Bank Syariah Mega Pada tanggal 11 Desember 2007.T.301 5. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp9.812 juta untuk keperluan modal kerja. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp10. Berdasarkan amandemen pada tanggal 25 September 2008 (amandemen perjanjian ke-2). Pada tanggal 28 September 2008.833.

Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994 dicatat dan terhutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman.539. yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman penerusan adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah dari bank luar negeri.12.6 1. Bagian jangka panjang (Dalam miliaran Rupiah) Catatan Hutang bank Pinjaman penerusan (two-step loans) Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 20 23 10 21 Jumlah 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya 565.T.970.447.513.447.622) 3.1 113.3 1. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) a. kecuali dinyatakan lain) 19.0 206.1 42.160.2 21.2 - 11.2 2.0 342.27% 2009 3.214.3 1.11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.0 251.2 27.502 (468. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) b.4 75.166.696 (431.074 58 .1 415.976.2 1.646.47% 2008 3.691 Saldo 2008 3.8 2.811) 3. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terhutang dalam valuta asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan.632.916.0 20.4 6. Rincian pinjaman penerusan adalah sebagai berikut: Suku bunga Kreditur Bank luar negeri Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 3.483.1 7.1 1.066.0 417.10% .10% .604.4 10.7 773.4 3.982. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.6 2.4 3.9 659.986.2 0.6 123.3 2.

309.47% 8.696 4. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.25% per tahun.6. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi masing-masing 1. Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. 59 .970.39% 11. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.915 3.00% .39% .5% per tahun. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.549.753 1.502 Saldo 2008 1.111.522.11. kecuali dinyatakan lain) 20.693 1. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.67% 4. Pada tanggal 30 Juni 2009. Rincian pinjaman penerusan yang diperoleh dari bank luar negeri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Suku bunga Valuta Dolar A.T. dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 5.97% .S. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam valuta asing dikenakan tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 0. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam Rupiah dikenakan berbagai tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang berdasarkan rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”) berjangka waktu tiga bulan selama 6 bulan terakhir sebelum jatuh tempo pembayaran angsuran ditambah 1% per tahun.440 3.119.7.27% 3.273. Rupiah Yen Jepang Jumlah 2009 2008 2009 1.10% Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang telekomunikasi.00% . b.2:1 untuk pinjaman penerusan yang berasal dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (“ADB”).503 1.5:1 dan 1. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan beban bunga) harus melebihi masing-masing 50% dan 20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman yang masing-masing berasal dari Bank Dunia dan ADB.916. Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: a. Pada tanggal 30 Juni 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.894 1. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) (lanjutan) b.10% 3.12.

Metra diharuskan untuk menaati semua pembatasan. Bunga MTN dihitung dengan menggunakan tingkat bunga mengambang. Tahap pertama telah diterbitkan sebesar Rp 30. Metra dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN.000) 27. b. 60 .000 juta.5. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. Maksimal 60% nilai pokok MTN yang masih terhutang. 20%. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai Agen Pembayar dan Jasa Penitipan Kolektif (Kustodian). Metra memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Bunga atas MTN terhutang setiap triwulan sejak Tanggal Penerbitan sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok.000 juta dengan masing-masing tahapan akan berjangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Penerbitan. Metra memberikan jaminan dengan nilai minimal 40% dari nilai Pokok MTN yang masih terhutang. yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni 2012.000 (3.02%. MTN dilaksanakan secara bertahap sebanyak-banyaknya dalam 4 (empat) tahap penerbitan dengan jumlah total sebanyak-banyaknya Rp50. Pelunasan pokok masing-masing 10%. kedua. untuk tahun kedua dan ketiga sebesar tingkat pengembalian rata-rata (yield) dari 3 (tiga) Surat Utang Negara (“SUN”) yang memiliki sisa jangka waktu yang sama yang sama dengan waktu MTN tahun kedua dan ketiga ditambah dengan premi sebesar 4.000 juta. Metra mengadakan perjanjian dengan PT Bahana Securities (bertindak sebagai “Arranger”) dan PT Bank Mega Tbk (bertindak sebagai Wali Amanat) untuk menerbitkan wesel bayar jangka menengah (Medium Term Notes atau “MTN”) dengan total pokok hutang sebesar Rp50. tidak dijamin dan setiap saat diperlakukan sama (pari passu) dengan kewajiban Metra lainnya yang tidak dijamin.05%. WESEL BAYAR 2009 Wesel bayar jangka menengah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 30. Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha dan modal kerja.5:1 (satu koma lima berbanding satu).T. kecuali dinyatakan lain) 21. dan ketiga Tanggal Penerbitan. untuk tahun pertama sebesar 15.000 Pada tanggal 9 Juni 2009. termasuk mempertahankan rasio keuangan sebagi berikut: a. dan 70% pada ulang tahun pertama. Pada tanggal 30 Juni 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Debt to Equity maksimal 1.

000 50.337 6.000 5.000 300.513 2.074 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.338 2.000 12.080. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 36.0 Setara Rupiah 650.68% per tahun.000 2.000 24.580) 7.483. a. Pinjaman tersebut dikenakan bunga.602.000 3.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp240.000 juta.389 1.546 4.540. pinjaman telah dilunasi. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.0 - (4.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.279 (3.400 60.020. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.000 31.300 3.000 600.747 1. komitmen.859 2008 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 71.750. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 37.000 47.247.T.600.100.316.849.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.500.000. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 1. Bank Mandiri (i) Pada tanggal 20 Maret 2006.0 4.880.345 Kreditur The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) Bank Mandiri BCA Citibank BNI Bank CIMB Niaga Bank Bukopin BRI Bank Ekonomi Sindikasi bank Jumlah Hutang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) Mata uang US$ Rp Rp US$ Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah Mata uang fasilitas asal (dalam jutaan) (dalam jutaan) 124 2. (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006. kecuali dinyatakan lain) 22.800 5.000 1. 61 .250. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp350. dan biaya lainnya sebesar 5.000 900.000 juta.000 500.833.233 700. HUTANG BANK Rincian hutang bank jangka panjang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 2009 Saldo terhutang Setara Rupiah 480. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.240. Pinjaman ini tidak dijamin dan dibayar dalam 10 kali angsuran semesteran setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember setiap tahunnya sejak Desember 2006. b.271) 3. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Korea Eximbank dengan fasilitas sebesar US$124 juta yang digunakan untuk membiayai pengadaan CDMA dari Konsorsium Samsung.000 juta dan pada tanggal 29 Maret 2009.690 2. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri untuk fasilitas sebesar Rp600.411 1.000 22. Korea Eximbank Pada tanggal 27 Agustus 2003. pinjaman telah dilunasi.

Saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Bank Mandiri (lanjutan) (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007. (iv) Pada tanggal 24 Oktober 2007.000 juta. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta akan ditarik pada tanggal 30 Januari 2009. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan BCA sebesar Rp400.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta dan Rp560.000. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. 62 . Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp750. Pada tanggal 24 Juli 2007 perjanjian kredit diamandemen dengan menambah fasilitas kredit sebesar Rp200.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp280. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp500.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. HUTANG BANK (lanjutan) b.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300.300. Pada tanggal 30 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp1.000 juta dan Rp600. BCA (i) Pada tanggal 16 Maret 2006.000 juta.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 22. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp1.000 juta dan sisanya sebesar Rp300. c. pinjaman telah dilunasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 2.300.000 juta.000 juta.T. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. (v) Pada tanggal 23 Desember 2008.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp160. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.

4 juta.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta. instalasi.75% per tahun.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. 63 . Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp1. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) Pada tanggal 10 April 2002.000 juta. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. kecuali dinyatakan lain) 22.333 juta) dan pada tanggal 15 September 2008 pinjaman tersebut telah dilunasi. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. HUTANG BANK (lanjutan) c. dimana 15% dibayar tunai dan 85% dimasukkan ke dalam jumlah pinjaman. konstruksi. Kreditur berhak atas provisi sebesar 8. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Citibank 1. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Citibank (“Arranger”) dan Citibank International plc (“Agent”) yang didukung dengan jaminan kredit ekspor dari Hermes Kreditversicherungs AG (“Lender” dan “Guarantor”). BCA (lanjutan) (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp350.000. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta. Pada tanggal 30 Juni 2008.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. dan uji coba jaringan high performance backbone di Sumatra sesuai dengan ”Perjanjian Kemitraan” tanggal 30 November 2001 dengan Pirelli Cables dan Siemens Indonesia untuk pembangunan dan pengadaan high performance backbone di Sumatra. (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp19. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp500.T. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140. pinjaman telah dilunasi.4% dari seluruh fasilitas. d. Pinjaman tersebut dilunasi dalam 10 kali angsuran semesteran yang dimulai pada bulan April 2004 dengan tingkat bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR) berjangka waktu enam bulan ditambah 0. produksi. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 1. Fasilitas tanpa jaminan tersebut diperoleh untuk mendanai hingga 85% biaya perlengkapan dan jasa yang terjadi di Jerman sehubungan dengan perancangan. dengan jumlah fasilitas sebesar US$23.000 juta dan Rp300.

Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) (lanjutan) Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Selain bunga.T. 3. 2.5 juta yang terbagi dalam beberapa tahapan penarikan. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc terkait dengan pengabaian persyaratan untuk tidak memberikan pinjaman tersebut yang berlaku sampai dengan fasilitas pinjaman lunas.5:1 untuk periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2004 dan b. Perusahaan telah melanggar persyaratan dalam perjanjian pinjaman yang mensyaratkan Perusahaan untuk tidak memberikan pinjaman kepada pihak manapun dengan jumlah keseluruhan melebih 3% dari ekuitas.ii). Pada tanggal 12 Mei 2006. sesuai dengan perjanjian kemitraan dengan PT Ericsson Indonesia (“Ericsson Indonesia”) (Catatan 47a. Pada tanggal 21 Juni 2007. dimana 15% dari jumlah tersebut dibayar tunai dan sisanya diselesaikan melalui penggunaan fasilitas.900 juta). EKN-Backed Facility Pada tanggal 2 Desember 2002. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp17. kecuali dinyatakan lain) 22. Tingkat bunga per tahun atas Fasilitas tersebut ditentukan berdasarkan Commercial Interest Reference Rate (CIRR) sebesar 3. cabang Jakarta (“Arranger”) berkaitan dengan penyediaan Fasilitas sejumlah US$70. Bunga akan dibayarkan semesteran yang dimulai sejak tanggal Fasilitas digunakan (31 Juli 2003). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.9 juta. c. 2. Citibank (lanjutan) 1. Perjanjian tersebut kemudian diubah pada tanggal 17 Desember 2004 untuk mengurangi jumlah Fasilitas menjadi US$68. dan d. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc sehubungan dengan pemberian pinjaman oleh Perusahaan kepada anak perusahaan tertentu yang jumlah keseluruhannya melebihi 3% dari ekuitas. Tidak ada Fasilitas yang ditarik pada tahun 2008. Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2008 dan sampai dengan tanggal pelunasan 15 September 2008. 3:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. Telkomsel juga dikenakan premi asuransi jaminan yang diberikan oleh EKN kepada Telkomsel atas fasilitas pinjaman.5:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan 1 Januari 2005. 2:1 untuk periode 2 Januari 2005 sampai dengan tanggal pelunasan hutang.5% per tahun dan tanpa jaminan. Pada tanggal 30 Desember 2008. b. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi: a. Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas.75:1 selama periode 2 Januari 2003 sampai dengan 1 Januari 2004. Pada tahun 2006. sebagai berikut: 1. pinjaman telah dilunasi.52% per tahun ditambah 0. Pada tahun 2008.5:1. 64 . Telkomsel mengadakan perjanjian EKNBacked Facility (“Fasilitas”) dengan Citibank International plc (“Original Lender” dan “Agent”) dan Citibank. Pada tanggal 30 Juni 2008. Rasio hutang terhadap EBITDA tidak boleh melebihi: a.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tahun 2005. 3:1 selama periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2003. 3. HUTANG BANK (lanjutan) d. 2. Rasio debt service coverage harus melebihi 1. 2.

000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.000 2008 Valuta asing (dalam jutaan) 2 2 Setara Rupiah 19. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 Pinjaman HP Backbone US$ EKN-Backed Facility US$ Pinjaman jangka menengah Rp Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang e.000 juta.233) 300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300.900 700. pinjaman telah dilunasi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 65 .000 juta dan Rp 500. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000) 100. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp500.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. (ii) Pada tanggal 15 Juni 2007.000 (200. HUTANG BANK (lanjutan) d. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.233 (437.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.T. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp120.000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank. BNI (i) Pada tanggal 15 Agustus 2006. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp200. Pinjaman jangka menengah (a) Pada tanggal 21 Maret 2006. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Tabel di bawah ini menyajikan jumlah pokok pinjaman dari Citibank yang terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 737.000 juta. cabang Jakarta untuk fasilitas sebesar Rp500. kecuali dinyatakan lain) 22.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.333 17.000 juta. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta dan Rp300. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank.000 300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. pinjaman telah dilunasi. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100.000 juta. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Citibank (lanjutan) 3. cabang Jakarta sebesar Rp500.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. Telkomsel menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp300. (b) Pada tanggal 24 Oktober 2007. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.09% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.

000 juta untuk pembelian mesin cetak dan Rp500 juta untuk pembelian kendaraan operasional kantor dengan tingkat bunga 16.5% per tahun. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap Balebat senilai Rp8. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1. f. perjanjian kredit di atas diperbaharui termasuk fasilitas kredit jangka pendek sebesar Rp4.000 juta dan Rp600. pinjaman Fasilitas Investasi telah dilunasi. pinjaman telah dilunasi. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Kemudian melalui amandemen pada tanggal 1 Desember 2005. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta untuk membiayai pembangunan pabrik (“Fasilitas Investasi”) dengan tingkat bunga sebesar 13. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp2.000 juta. fasilitas ini dijadikan satu dengan fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta (Catatan 18b). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. pada tanggal 25 April 2005.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp1. Bank CIMB Niaga (i) Pada tanggal 28 Desember 2004. Balebat menandatangani perjanjian kredit dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp2. Fasilitas ini masing-masing akan jatuh tempo 30 Oktober 2011 dan 28 November 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. Pada tanggal 13 Juni 2006. Fasilitas Transaksi Khusus dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan terhitung sejak tanggal 29 Juni 2005.000 juta. BNI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 24 Oktober 2007. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Fasilitas kredit investasi dikenakan tingkat bunga pasar ditambah 2% per tahun. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp750. 66 .095 juta dan Rp nihil dan pada tanggal 23 Juni 2009. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. terhitung sejak 31 Maret 2005.200 juta yang terdiri dari Rp5.600 juta yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2009. Pada tanggal 13 Juni 2006. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300.000. HUTANG BANK (lanjutan) e.000 juta dengan jangka waktu pengembalian kredit sampai dengan tanggal 22 Desember 2006 dan tingkat bunga 12. Pada tanggal 22 Desember 2005. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp403 juta dan Rp880 juta.200 juta untuk membiayai pembelian mesin (“Fasilitas Transaksi Khusus”) dengan tingkat bunga sebesar 12% per tahun.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp135 juta dan Rp534 juta.5% per tahun. tingkat bunga dinaikkan menjadi 17% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.450 juta (Catatan 10).600. (ii) Sesuai penjelasan di Catatan 18b.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 22. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat (Catatan 10).5% per tahun dan Rp2.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Fasilitas Investasi dibayar dalam 36 kali angsuran bulanan. Fasilitas kredit investasi dibayar dalam 48 kali angsuran bulanan dengan jumlah yang tidak sama terhitung sejak November 2005 sampai dengan Oktober 2009.400 juta termasuk fasilitas kredit investasi sebesar Rp1.500 juta yang terdiri dari fasilitas sebesar Rp2. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas sebesar Rp2. Balebat mengadakan perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas sebesar Rp7. Pada tanggal 1 Maret 2008.

00% per tahun dan 15. Sebagian dari fasilitas ini. h.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp80.000 juta. pinjaman telah dilunasi. Jangka waktu pinjaman 8 tahun diangsur dalam 33 kali angsuran triwulanan dan jatuh tempo pada bulan Mei 2015. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp400.200.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 13% per tahun. Jangka waktu pinjaman 5 tahun diangsur dalam 60 kali angsuran bulanan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2012.000 juta dan Rp2. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Infomedia menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Bukopin untuk beberapa fasilitas kredit maksimum sebesar Rp5. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-2) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp20.300 juta untuk membiayai pembelian aset tetap.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp2.400 juta.75% per tahun pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 11% per tahun. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. g. (iv) Pada bulan Maret 2007.000 juta. 67 . (v) Pada tanggal 23 November 2007.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.200 juta akan jatuh tempo pada bulan Juni 2010 dan sisanya sebesar Rp1. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.125 juta sampai dengan jatuh tempo pinjaman 36 bulan setelah pencairan (Catatan 5). saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5. yakni sebesar Rp4.069 juta.100 juta akan jatuh tempo pada bulan Desember 2010.500 juta untuk keperluan pendanaan investasi proyek call center dengan Telkomsel.360 juta dan pada tanggal 19 Juni 2009. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp7. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp18. kecuali dinyatakan lain) 22. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp18. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp1.000.400 juta dan Rp19.000. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10). HUTANG BANK (lanjutan) f. Pinjaman dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan dan dikenakan tingkat bunga 15. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. BRI (i) Pada tanggal 15 Juni 2007. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10). Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik Infomedia (Catatan 10). Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.5% per tahun dan dijamin dengan piutang dari kontrak call center dengan Telkomsel senilai Rp23. (ii) Pada tanggal 24 Oktober 2007. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-3) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp8. Bank Bukopin Pada tanggal 11 Mei 2005.473 juta dan Rp7. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.T. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Bank CIMB Niaga (lanjutan) (iii) Pada tanggal 29 Mei 2006. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 15.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta dan Rp240.

dan Bank Jabar (sindikasi bank) sebesar Rp2. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1.400. mengubah status hukum Sigma.917 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.50% per tahun sampai dengan 15.103 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9. Bank BNI. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI.2% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2. (iii) Pada tanggal 10 September 2008. sebagai berikut: 1. Bank Ekonomi (i) Pada tanggal 7 Desember 2006. yang bertindak sebagai agen fasilitas. membayar atau menyatakan dividen. menyewakan tanah tersebut ke pihak ketiga. 2.255 juta dan Rp12.50% per tahun sampai dengan 15. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Sigma yang berlokasi di Surabaya (Catatan 10) dan piutang usaha Sigma (Catatan 5) dan juga memuat beberapa pembatasan tertentu yang mewajibkan Sigma untuk mendapatkan izin tertulis dari Bank Ekonomi sebelum menjadi penjamin atas hutang pihak ketiga.000 juta.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan.420 juta. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp14. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp1.T.50% per tahun yang dibayar dalam 78 kali angsuran bulanan sejak tanggal 11 Maret 2009 dan berakhir 11 Maret 2015. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp13. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.50% per tahun sampai dengan 15. saldo pokok pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp10. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009. dan membayar piutang pemegang saham. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2013. HUTANG BANK (lanjutan) h.000. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp33. Pada tanggal 30 Juni 2009. menjaminkan tanah tersebut ke bank lain atau pihak ketiga. Sigma memenuhi persyaratan tersebut di atas. BRI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 28 Juli 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 sebesar Rp32. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9. saldo pokok pinjaman pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp8.000 juta.000 juta. j.50% per tahun yang dibayar dalam 63 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 September 2007 dan berakhir 12 Desember 2012. Sindikasi Bank (i) Pada tanggal 29 Juli 2008. menarik dana fasilitas kredit melebih batas maksimum. 68 .50% per tahun yang dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 Desember 2007 dan berakhir 12 Desember 2012. kecuali dinyatakan lain) 22. i. BRI.000 juta.188 juta dan Rp9.400.000 juta. (ii) Pada tanggal 9 Maret 2007.

576 (87. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI dan BRI (sindikasi bank) sebesar Rp2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. yang bertindak sebagai agen fasilitas. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN Nilai perolehan yang ditangguhkan merupakan kewajiban Perusahaan kepada para Pemegang Saham Penjual TII atas akuisisi Perusahaan terhadap 100% saham TII.929 1.45% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2014.T.669 25. 23.428) 744. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2. Dikurangi diskonto wesel bayar Transaksi KSO IV MGTI Dikurangi diskonto 1.917 (79. dan ke BSI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO VII.043 2008 105. ke MGTI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO IV.870 (1.setelah dikurangi diskonto (Catatan 19b) 1.234 (187.148 Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah dikurangi diskonto (Catatan 19a) Bagian jangka panjang .000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan. kecuali dinyatakan lain) 22. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%.976.716.623) 198.481) 1. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1.445 (2.202.853 Transaksi KSO VII BSI Dikurangi diskonto 831.159 70. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 2.001 (1.389 69 .305) 1.231.357.200. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009. sebagai berikut: 1.V.958) 773.199.064) 1.291 3.904.803 (226. Sindikasi Bank (lanjutan) (ii) Pada tanggal 16 Juni 2009. Bank BNI.512) 1. dengan penjelasan sebagai berikut: 2009 Transaksi TII PT Aria Infotek The Asian Infrastructure Fund MediaOne International I B.310.046. 2.847.650 1.700. HUTANG BANK (lanjutan) j.131.

yang harus dibayar kepada BSI sejak Oktober 2006 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 15%. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada MGTI.16%.322 juta) pada tingkat diskonto sebesar 5. kecuali dinyatakan lain) 23.310.230 juta).362 juta) yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar US$517. dan pada tanggal 30 Januari 2009. c. Berdasarkan perjanjian. b.925 juta yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar Rp2. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan BSI pada tanggal 19 Oktober 2006. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. wesel bayar telah dilunasi. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO VII. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. Transaksi KSO VII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO VII merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO VII oleh Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2008. yang harus dibayar kepada MGTI sejak Februari 2004 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 8.7 juta (setara dengan Rp3.273 juta).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Transaksi TII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi TII merupakan wesel bayar tanpa bunga yang menjadi bagian dari harga perolehan atas akuisisi 100% saham TII (sebelumnya adalah mitra KSO Perusahaan di KSO III) pada tanggal 31 Juli 2003. Wesel bayar tersebut akan dibayarkan dalam 10 kali angsuran semesteran dalam jumlah tetap terhitung mulai tanggal 31 Juli 2004.904. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada BSI.3 juta (setara dengan Rp1. Berdasarkan perjanjian.359.576 juta dan Rp1.917 juta) dan US$206. Perusahaan menyetujui untuk membayar MGTI dengan nilai total pembelian berkisar US$390. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.8 juta (setara dengan Rp201.4 juta (setara dengan Rp1. sebesar US$21. masing-masing sebesar US$128. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN (lanjutan) a. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan MGTI pada tanggal 20 Januari 2004. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha. sebelum diskonto yang belum diamortisasi. masing-masing sebesar Rp831.803 juta. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO IV. Perusahaan menyetujui untuk membayar BSI dengan nilai total pembelian berkisar Rp1.1 juta (setara dengan Rp927. 70 . wesel bayar yang masih terhutang.3%.770.7 juta (setara dengan Rp788.234 juta).1 juta). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Wesel bayar ini memiliki nilai nominal sebesar US$109. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.272 juta) dan nilai kini pada tanggal penutupan sebesar US$92. Transaksi KSO IV Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO IV merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO IV oleh Perusahaan.285.T.357.

495.667 2. HAK MINORITAS 2009 Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2008*) 7. kecuali dinyatakan lain) 24.917.813 4.000 71 .678.47 5.030 2.320.424.516 2009 Hak minoritas atas laba (rugi) anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah 2008 2.594 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.669 7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.897.935 36.500 20.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.658 2.161.T.580.732 7.280 Persentase kepemilikan 52.420 4 1 2.252.356 122.702 4.548 8.287.258.00 100.604 5.100 17.582 25.999.00 Jumlah modal disetor 2.40 42.13 100.424.159.221.685.856 19.202.574.190 63.358 143.071.669.711 1.780 490.521 68.987 32.937 3.061.508 8.118 265.040. MODAL SAHAM 2009 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.470.644 5.

181.711 1.057.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.446. Saham Seri B memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal kepada seluruh pemegang Saham Seri B.118 364.333) 1.496.496 17. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.320.459 19. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007).500 20.457.333 2008 1.073.976.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.999.971.39 9.250.280 Persentase kepemilikan 52.290.040.666 (373.780 426.933.159.333) 1.573 5.733.32 100.333 72 . TAMBAHAN MODAL DISETOR 2009 Hasil penjualan 933.580.00 100.494 492. dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.666.00 Jumlah modal disetor 2. Inc.) The Bank of New York Mellon Corporation (dahulu The Bank of New York Company.446.001 1.T.666 (373.640 saham Seri B pada tahun 1999 Jumlah 27.604 5.30 7.000 saham di atas nilai nominal melalui IPO pada tahun 1995 Kapitalisasi menjadi 746. para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana pembelian kembali tahap I modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. 26. kecuali dinyatakan lain) 25. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sebesar 5% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih Rp5.427 106.000 juta.508 5.046 4.764 4 1 1.470.073.333. MODAL SAHAM (lanjutan) 2008 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.000 Perusahaan hanya menerbitkan 1 Saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun. 1.984. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.99 30.708.

Pada tanggal 13 Oktober 2008.798. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap II saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap III saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.500 Jumlah saham 244. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Mutasi saham yang dibeli kembali yang berasal dari program pembelian kembali saham adalah sebagai berikut: 2009 Jumlah saham Saldo awal Jumlah saham yang dibeli kembali/ penambahan Saldo akhir 490. yang akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 3 bulan (13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009). XI. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. berdasarkan Ketentuan BAPEPAM-LK No.B.574.290.740.500 2008 Rp 4. kecuali dinyatakan lain) 27.162 Rp 2. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham seri B adalah 339.11% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.264.264.T.000.162 juta hingga 30 Juni 2009 dan Rp3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta.090 3. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap I saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap II modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.500 181.611 1. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (29 Juni 2007 sampai dengan 28 Desember 2008).264.000.622.550. Perusahaan mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham Perusahaan yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI maksimum sebesar 20% dari modal disetor dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3.000 juta. XI.500 490.000.000.500 dan 426. Kep-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis.073 89 4.B.701 73 .574.2 dan UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. masing-masing setara dengan 2.313 lembar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3.000 426.574.443. menjual.701 juta hingga 30 Juni 2008 (sudah termasuk biaya jasa perantara dan kustodian).798. Perusahaan telah membeli kembali 490.000 lembar saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp2.43% dan 2. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (20 Juni 2008 sampai dengan 20 Desember 2009).176. atau menggunakan saham yang diperoleh kembali untuk tujuan lain sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK No.500 saham dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. Perusahaan merencanakan untuk mempertahankan.290.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dengan total pembelian masing-masing sebesar Rp4. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sejumlah 215.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.000 juta.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Selama periode dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham, sehingga harga beli per lembar untuk saham yang dibeli kembali untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:

Rp 2009 Rata-rata tertimbang Minimum Maksimum 2008 8.934 7.504 10.155

Harga beli per lembar saham sudah termasuk biaya jasa perantara. Sampai dengan tanggal neraca konsolidasian, tidak ada satupun saham yang dibeli, kemudian dijual kembali. Sampai dengan tanggal 30 Juli 2009, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali 490.574.500 lembar saham, setara dengan 2,43% saham Seri B yang ditempatkan dan beredar, dengan total pembelian sebesar Rp4.264.178 juta, termasuk biaya jasa perantara dan kustodian (Catatan 1c).

28. SELISIH TRANSAKSI SEPENGENDALI

RESTRUKTURISASI

DAN

TRANSAKSI

LAINNYA

ENTITAS

Saldo akun ini berjumlah Rp360.000 juta berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri. Seperti dijelaskan pada Catatan 1a, pada tanggal 15 Desember 2005, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Kompensasi Terminasi Dini Hak Eksklusifitas dengan Menkominfo - DJPT dan amandemennya pada tanggal 18 Oktober 2006. Berdasarkan perjanjian ini, Pemerintah menyetujui untuk membayar sebesar Rp478.000 juta, bersih setelah pajak, kepada Perusahaan secara bertahap selama lima tahun dimana pembayaran sebesar Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2005, Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2006 dan sisanya sebesar Rp298.000 juta akan dibayarkan secara bertahap atau sekaligus sesuai dengan kondisi keuangan negara. Selain itu, Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp416.773 juta dan Rp190.997 juta. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, Perusahaan telah menerima pembayaran dengan total masing-masing sejumlah Rp360.000 juta dan Rp270.000 juta terkait dengan kompensasi atas terminasi dini dan hak eksklusif yang dibayarkan oleh Pemerintah pada tanggal 30 Desember 2005, 28 Desember 2006, 13 Desember 2007, dan 12 November 2008 masing-masing sebesar Rp90.000 juta. Perusahaan mencatat jumlah ini sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas. Jumlah ini dicatat sebagai bagian dari ekuitas karena Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali atas Perusahaan. Perusahaan akan mencatat jumlah sisanya sebesar Rp118.000 juta pada saat diterima.

74

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. PENDAPATAN TELEPON 2009 Tidak bergerak Percakapan lokal dan SLJJ Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan pasang baru Kartu telepon Lain-lain Jumlah Seluler Pendapatan pemakaian Pendapatan abonemen bulanan Fitur Pendapatan jasa penyambungan Jumlah Jumlah Pendapatan Telepon 2.233.900 1.835.449 58.570 3.524 133.208 4.264.651 11.772.303 932.504 705.938 114.885 13.525.630 17.790.281 2008 3.299.598 1.839.933 58.335 4.788 58.032 5.260.686 11.569.584 179.673 319.993 107.318 12.176.568 17.437.254

30. PENDAPATAN INTERKONEKSI 2009 Pendapatan Beban Jumlah - Bersih 5.321.975 (1.468.893) 3.853.082 2008 5.864.545 (1.463.002) 4.401.543

Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 08/Per/M.KOMINFO/02/2006, menetapkan bahwa implementasi tarif interkoneksi berbasis alokasi biaya mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2007 (Catatan 46). Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 31. PENDAPATAN DATA, INTERNET, DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA 2009 Short Messaging Service (“SMS”) Internet Komunikasi data dan jasa teknologi informatika VoIP e-Business Jumlah 5.421.169 1.510.895 889.122 91.142 18.660 7.930.988 2008 5.139.420 986.722 1.224.205 69.832 13.499 7.433.678

75

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. PENDAPATAN JARINGAN 2009 Sewa sirkit Sewa transponder satelit Jumlah 373.139 156.577 529.716 2008 299.495 165.711 465.206

Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

33. PENDAPATAN POLA BAGI HASIL (“PBH”) 2009 Pendapatan PBH Amortisasi pendapatan ditangguhkan (Catatan 11) Jumlah 11.718 70.893 82.611 2008 74.041 110.738 184.779

34. BEBAN USAHA - KARYAWAN 2009 Gaji dan tunjangan Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya PPh karyawan Beban pensiun berkala bersih (Catatan 40a) Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih (Catatan 42) Perumahan Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) Beban LSA dan terminasi LSA (Catatan 41) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 40c) Pengobatan Lain-lain Jumlah 1.490.112 1.267.724 367.699 264.024 165.652 104.093 40.734 13.711 7.364 4.385 45.226 3.770.724 2008 1.444.948 1.341.399 488.149 353.734 450.660 136.902 41.785 9.955 7.083 4.089 15.138 4.293.842

76

367 25.222 337.982 29.272 527.919 37.837 34.076 1.583 318.088.177 113.170.319 2008 595. DAN JASA TELEKOMUNIKASI 2009 Operasi dan pemeliharaan Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 47c. dan RUIM Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal (”KPU”) Listrik.898 182.464 308.v) Beban pokok penjualan pesawat telepon.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.792 332.570 6. PEMELIHARAAN.469 102.092 48.449.893.346 236.643.611 29. BEBAN USAHA .977 1. dan air Sewa sirkit dan CPE Asuransi Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung Beban pokok jasa teknologi informatika Perjalanan Lain-lain Jumlah 3.537 114.520 35. kecuali dinyatakan lain) 35.530 127.801 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. gas.659 2008 2.858 539.165 42.172 5.UMUM DAN ADMINISTRASI 2009 Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13) Beban penagihan Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang (Catatan 5d dan 6) Keamanan dan screening Perjalanan Pelatihan.520 88.767.289 40.385 105.720 306.205 129.433 43.092 289. dan rekruitmen Sumbangan sosial dan umum Jasa profesional Sewa kendaraan Rapat Alat tulis dan cetakan Penelitian dan pengembangan Lain-lain Jumlah 627.050 93. pendidikan.083 94.862 132.782 4.781 27.394 226.894 159. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.277 1.T. kartu telepon.149 33.838 31.024 75.148.822 54. 36.067 165.OPERASI.652 569.009 2. BEBAN USAHA . kartu SIM.874.049 14.819 1.853 77 .

587 265.565 75.425 838.303 2 15.561 2.932 318.650 1.732 809.032 4.Pajak final Pasal 21 .930 86.Penyerahan jasa Pasal 26 .840 96.168 533. Hutang pajak 2009 Perusahaan PPh Pasal 4(2) .681 320.016 804.011 b.646.331 5.556 554.Pajak final Pasal 21 .Angsuran PPh badan Pasal 26 .Penyerahan jasa Pasal 25 .584 96.PPh pribadi Pasal 22 . PERPAJAKAN a.069 1.529 99.335 807.751 7.Penyerahan jasa 255.185 203.PPh pribadi luar negeri Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) .712 25. kecuali dinyatakan lain) 37.Kurang bayar PPh badan PPN 2008 9.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 . Pajak dibayar di muka 2009 Perusahaan PPh badan Anak perusahaan PPh badan PPN PPh Pasal 23 .318 423.544 2008 72.Angsuran PPh badan Pasal 26 .232 6.165 1 28.termasuk bunga Pasal 21 .PPh pribadi luar negeri Pasal 29 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.550 7.termasuk bunga 5.168 255.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .719 83.190 35.800 330 460.Kurang bayar PPh badan PPN Anak perusahaan PPh Pasal 4(2) .203 249.484 388 216.891 38.411 3.390 25.672 222.464 6.203 3.270 398.230 22.401 78 .T.326 408.203.305 23.765 17. Klaim atas restitusi pajak 2009 Anak perusahaan PPh badan PPh .751 15.814 16.PPh pribadi Pasal 23 .584 c.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.PPh pribadi Pasal 22 .934 327.Penyerahan jasa Pasal 25 .484 1.900 2008 66.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .

443) 7.242 488.991 (364.469 15.471 2008 1.317 (76.028 Pajak dihitung dengan tarif progresif Penghasilan tidak kena pajak Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak Kewajiban (aset) pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan . Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan dan beban PPh konsolidasian adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak konsolidasian Penambahan kembali eliminasi konsolidasian Laba konsolidasian sebelum pajak dan eliminasi Dikurangi: laba sebelum pajak anak perusahaan Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PPh badan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai entitas yang terpisah (laporan keuangan konsolidasian tidak berlaku untuk perhitungan PPh badan di Indonesia).714.963) 6.471 2008 12.962 855.951 3.646) 7.806 (913.T. PERPAJAKAN (lanjutan) d.677 69. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.628 77.bersih Beban PPh badan Beban PPh final Jumlah beban PPh .704 1.010 3.939.080.265.420 (8.382 3.335 162.537.382 79 .326 41.046 1.039.394) 153.344 (1.859. Komponen beban (manfaat) pajak adalah sebagai berikut: 2009 Kini Perusahaan Anak perusahaan 529.495.560.272 2.894 Tangguhan Perusahaan Anak perusahaan 326.957 2. kecuali dinyatakan lain) 37.514 3.537.924.219.508.539 2.802.435.156.982 (343.577 3.429) 6.377.628 (9.906 818.612.995 36.291.939.336.705.065 3.anak perusahaan Jumlah beban PPh konsolidasian 1.Perusahaan Beban PPh .299) 192.273.291.382 e.622 2.110.034.862.999.054 16.935 2.563) 153.574 4.577 1.372 2.

980 263.559) (600.081) (55.303.861 (437.547) (60.626 55.888) (199.443) 7.545 258. kecuali dinyatakan lain) 37.813) (7.971.172 (4.560.376 (15. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.622) (174.659) (66.311) 35.982 (343.116) 445.712 (3. PERPAJAKAN (lanjutan) e.987) 232.963) 6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.112 (1.114.034.656 (49.279) 501.989 (926.580) 44.721 (1.T.840 (1.991 (364.184) (67.539 491.463 6.924.994) (3.442) 5.664) 190.991 (3.282) (98.575.317) 80 .658 (953) 4.910) 2008 7.854) (161. (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Perusahaan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 6.028 Perbedaan temporer: Amortisasi aset tidak berwujud Penyusutan aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan beban karyawan Penyusutan aset tetap PBH Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Amortisasi hak atas tanah Laba atas penjualan aset tetap Amortisasi pendapatan PBH ditangguhkan Penghapusan piutang Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih LSA Pembayaran nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Rugi atas komitmen pembelian Penyisihan lain-lain Jumlah perbedaan temporer Perbedaan tetap: Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar Bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan anak perusahaan Lain-lain Jumlah perbedaan tetap 491.377.217.466 165.652 520 (3.296) 27.173) 260.417 162.

046 1. setelah dikurangi kurang bayar berbagai tagihan pajak. (lanjutan) 2009 Laba kena pajak Beban PPh badan kini Beban Pajak final Jumlah pajak kini . Telkomsel diperiksa oleh Otoritas Pajak dengan hasil kurang bayar PPh. Otoritas pajak menerima keberatan yang diajukan Telkomsel sebesar Rp141 miliar. dan PPh badan termasuk denda untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 sebesar Rp478 miliar.382 3.anak perusahaan Jumlah pajak kini f.273. oleh karena itu dicatat sebagai kalim atas restitusi pajak pada tanggal 31 Desember 2008. Nilai Rp 21 miliar tersebut telah tercatat sebagai tagihan restitusi pajak yang telah dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007.115. (ii) Telkomsel Pada tahun 2007.272 2.802. pada 31 Desember 2008. Pada tanggal 3 Januari 2008. Pemeriksaan pajak (i) Perusahaan Pada tahun 2006. Kekurangan bayar tersebut telah dilunasi dengan mengkompensasi pembayaran PPh tahun fiskal 2006 sebesar Rp25 miliar dan pembayaran kas sebesar Rp453 miliar.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keberatan PPN yang tidak disetujui sebesar Rp215 miliar. Otoritas Pajak dapat mengajukan masalah yang sama untuk transaksi yang terjadi di tahun fiskal berikutnya. Pada tanggal 23 Februari 2009.962 529.317 . diterima pada Februari 2009.Perusahaan Pajak kini .935 2.689 1.156.889 41.142. kecuali dinyatakan lain) 37. Jumlah tagihan yang tidak diterima sebesar Rp52 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008. Telkomsel berkeyakinan bahwa nilai tersebut dapat diterima kembali.894 2008 3.T. Selisih antara hasil pemeriksaan pajak dengan pengajuan keberatan sebesar Rp70 miliar dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007. Berdasarkan hasil keputusan Pengadilan Pajak pada bulan Desember 2008. Penyelesaian atas kurang bayar tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2006. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 2 Oktober 2007.719. Telkomsel mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Pajak atas penolakan Otoritas Pajak terhadap keberatan yang diajukan Telkomsel terhadap SKPKB PPh pasal 23 dan 26 untuk tahun fiskal 2002 sebesar Rp21 miliar. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dari Kantor Pajak atas PPh Badan untuk tahun fiskal 2004 sebesar Rp4.001 492.660 36. PPN. keberatan yang diajukan Telkomsel disetujui untuk dikembalikan sebesar Rp115 miliar termasuk bunga sebesar Rp52 miliar.363 juta.705.622 2. Telkomsel mengakui sebagai tagihan pajak termasuk bunga sebesar Rp39 miliar pada tanggal 31 Desember 2008. PERPAJAKAN (lanjutan) e. 81 2. Selanjutnya.862. Telkomsel telah mengajukan keberatan atas kekurangan bayar PPh dan PPN termasuk denda sebesar Rp408 miliar.

atas keputusan Pengadilan Pajak untuk menerima pengajuan banding Telkomsel untuk pengembalian sebesar Rp115 miliar.625) 137.829 (186.207.393.745) (4.155 (55.698 93.878) 6.877 220.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.247 (326.235) (557) (4.242) (488.794) (5. Telkomsel berkeyakinan bahwa keputusan Pengadilan telah ditetapkan secara tepat.bersih 30 Juni 2009 698. pada tanggal 3 April 2009.T.774) (2.494) (436.904.577) (1.314. belum terdapat keputusan atas kontra memori tersebut.616. PERPAJAKAN (lanjutan) f.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .869) (573.021) (916.048 259.570.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .450) 82 .918) (2.922) (57.254) (2.290 17.676) (3.034 16.741 31.863 38.434) (2.582) 511. Oleh karena itu.324) 1.559) (4.350 219. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.204 (220.247 (1.603 (430. Otoritas Pajak mengajukan uji materiil kepada Mahkamah Agung (“MA”).335) (162.598.081 54.195 275. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2008 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .201 1.899) 68.149 327. kecuali dinyatakan lain) 37. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.698) (38. g.804 1.035 22.103.186.268) (590.439) (2.873) (28.710 17.479) (62.476. Pemeriksaan pajak (lanjutan) Pada tanggal 25 Februari 2009.664 104. Telkomsel mengajukan tanggapan (kontra memori) ke MA.

T. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut dipertimbangkan dapat direalisasi.821.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan . atau akhir tahun 2013.159 220.994 76. Penolakan tersebut menyebabkan PPh badan Telkomsel tahun 2006 menjadi lebih bayar Rp12.512 (1.824) (786.065) - (1. h.801) (54.005) (2.417. mana yang lebih awal.165.bersih Akuisisi Sigma 30 Juni 2008*) 1.329 375.848.dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang.506) (3.889 17. Direktorat Jenderal Pajak (“Dirjen Pajak”) dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.594) (2.770) (3.746.285 212.013 340.338 (544) (10. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut. Aset dan kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) (Dibebankan) ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2007 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan dan tiap anak perusahaan menghitung.213 332. PERPAJAKAN (lanjutan) g.684 (35.136) (70.636) (54.031) (2. sehingga Telkomsel melakukan pembalikan sebagian klaim terhadap kewajiban pajak tangguhannya. Klaim kelebihan pembayaran PPh badan untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 atas perhitungan ulang penyusutan aset tetap pada tahun 2006 sebesar Rp338 miliar tidak disetujui oleh Otoritas Pajak.201) (4.114 76.527) 48.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .035 306.209.609.063 (147.997. kecuali dinyatakan lain) 37.657) (824.034.859) (909. menetapkan.636) *) Disajikan kembali (Catatan 52) Realisasi dari aset pajak tangguhan tersebut tergantung kepada kemampuan menghasilkan laba di masa depan.543) (748.172 (135. namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari pada yang diestimasikan.861.563 (153.863) (5.891 1.100) 101.678) (24.071 40.168) 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.5 miliar yang merupakan bagian dari pajak dibayar di muka.859 36.686 172.822) 25.965) 122.592) (59. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia.788 (3. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun fiskal 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa Dirjen Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.551) - 862.316 52.057 15.010. Perusahaan dan anak perusahaan yakin bahwa kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba fiskal masa depan.720) (2. 83 .063 1.628) (77.

Peraturan ini mengatur pengenaan tarif tunggal untuk perhitungan Pajak Badan sebesar 28% di tahun 2009 (dimana sebelumnya dihitung dengan tarif progresif dari 10% sampai 30%). Perusahaan menyetor pajak kurang bayar untuk tahun fiskal 2003. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu 1 tahun fiskal.8 miliar.814. Rp2. kecuali jika ditemukan bukti baru yang mengharuskan Otoritas Pajak melakukan pemeriksaan dan penyidikan. PERPAJAKAN (lanjutan) h.9 miliar.748. 2005. Laba bersih per saham dasar masing-masing sejumlah 306. dan PIN untuk 2007. Pada tanggal 31 Desember 2008. dan 25% di tahun 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 84 .254 dan 19. dan 2006 masingmasing sebesar Rp1.04 dan Rp317. Administrasi (lanjutan) Pada tanggal 23 September 2008. kecuali untuk tahun fiskal 2003.574. kecuali untuk tahun fiskal 2003.4 miliar. dan Rp2. Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilusi. dan Telkomsel untuk tahun fiskal 2003 sebesar Rp1. 7 tahun 1983 tentang PPh. Perusahaan mendapatkan sertifikat dari Dirjen Pajak berupa pembebasan pemeriksaan pajak untuk tahun fiskal 2007.934 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Selain itu.9 miliar. Perusahaan dan Telkomsel telah memanfaatkan program sunset policy tersebut melalui pembetulan SPT.83 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Ke Empat atas Undang-Undang Pajak No. yang tercatat dan memperdagangkan sahamnya di BEI yang memenuhi persyaratan bahwa paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor dan diperdagangkan di BEI dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya masing-masing tidak boleh melebihi dari 5%. Infomedia sampai dengan tahun fiskal 2003.432. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar masing-masing sejumlah 19.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Sehubungan dengan hal tersebut. Selain perubahan tarif. dalam Undang-Undang Pajak No. Telkomsel sampai dengan tahun fiskal 2005. Perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. sehingga berhak memperoleh insentif pengurangan tarif pajak tersebut dan telah diimplementasikan dalam penghitungan PPh badan. Pada tahun 2008. maka untuk perhitungan beban dan kewajiban pajak penghasilan untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan periode 30 Juni 2009. Perusahaan menggunakan tarif pajak setelah memperhitungkan penurunan tarif pajak. Presiden Republik Indonesia dan Menkumham telah menandatangani dan mengundangkan Undang-Undang Pajak No. Perusahaan dan anak perusahaan telah menghitung efek dari pemberlakuan tarif 28% dan 25% atas perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhannya sesuai dengan estimasi realisasinya. Kantor Pajak telah melakukan pemeriksaan atas pajak Perusahaan sampai dengan tahun fiskal 2004.T. kecuali dinyatakan lain) 37. Otoritas Pajak telah mengeluarkan program sunset policy berupa pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan SPT Tahunan tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang bayar dengan imbalan dibebaskan dari sanksi administrasi dan tidak dilakukan pemeriksaan atas tahun fiskal tersebut. 38. Telkomsel saat ini sedang dalam pemeriksaan Kantor Pajak untuk tahun fiskal 2006 dan 2008. 36 tahun 2008 juga diatur pengurangan tarif sebesar 5% dari tarif tertinggi diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat. GSD sampai dengan tahun fiskal 2002 dan 2007.

734 7. 40.539 31. kecuali dinyatakan lain) 39. dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp3.761 juta. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.364 1. S.004. S.553 juta.87 per lembar saham (Rp965.577 234. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2008 sebesar Rp5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.708 juta atau Rp296.785 7.098 222.H. LLM.552 943.083 85 . No.943 70.080 1. Partomuan Pohan. 41 tertanggal 20 Juni 2008..140 909.674 27.45 per lembar saham dibagikan sebagai dividen kas interim di bulan November 2007). 215 tertanggal 12 Juni 2009.106 juta.572 398 322.T.. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.360 juta atau Rp357.492 638.085 86.398 juta atau Rp48.778.857.928. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 2009 Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pensiun Perusahaan Telkomsel Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar Imbalan pasca kerja lainnya Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban manfaat pensiun dibayar di muka Beban pensiun berkala bersih Perusahaan Telkomsel Infomedia Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 34) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 34) 2008 552.734 41. pembagian spesial dividen kas sebesar Rp1.286. Partomuan Pohan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.840.024 40. LLM. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp7.94 per lembar saham dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp4.347 3 264.018 95.922 59.071.010 185 353.H.660 256 236. No.

531 juta dan Rp444. Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa kerja karyawan.346 (222. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.067 538.387.280 (1.418 515.018) .419) (552.870) 1.904.534) 8. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8.095 1.059 (3.516.084. kecuali dinyatakan lain) 40.516.T.642) 11. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban manfaat pensiun.975 112. status pendanaan program pensiun dan nilai bersih yang tercatat pada neraca konsolidasian Perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 untuk program pensiun manfaat pasti: 2009 Perubahan kewajiban manfaat pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program pensiun (Laba) rugi aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada akhir periode Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Perkiraan pengembalian atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program pensiun Laba aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada akhir periode Status pendanaan Beban jasa lalu yang belum diakui Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar 86 9.597.350.812 141.531 juta.820 2008 10.852 juta dan Rp1.411. Perusahaan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti.370 557.4%) dari gaji pokok ke dana pensiun. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”). Pembayaran kontribusi Perusahaan dan anak perusahaan ke dana pensiun untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp444.083 390.484 22. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002.356 (1.713.616) 10.991 (202.727. Program ini dikelola oleh suatu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).356 822. Pensiun 1.760 (205. Program pensiun manfaat pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002.282 juta. perubahan aset program pensiun.240) (909.531 22.531 22.085) 9.904) 10.787 22.034.134) (220.080.316.083 319.150 8.275 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.415 444. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.418 444.529.392 465.092 (921. Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan yang untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp1.

261 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp698. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.539 (444.097 236.999 juta yang merupakan 3.531) (23. kecuali dinyatakan lain) 40. Hasil aktual aset program adalah Rp1.085 322.5% 8% 2007 10. Pensiun (lanjutan) 1.T. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar Rp308.087) 909. Mutasi beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada akhir periode 775. Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2007.018 Pada tanggal 30 Juni 2009. Pada tanggal 30 Juni 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 12% 11. aset program pensiun sebagian besar terdiri dari obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.407.674 367 (444.583 juta yang akan diamortisasi selama 9.531) (16.657 2008 1.082) 552. Perusahaan memberlakukan uniformulation manfaat pensiun yang sama bagi peserta sebelum 20 April 1992 dengan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung 1 Februari 2009.25% 10% 8% 87 . aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide (“WWW”).9 tahun hingga 2016. pada laporan tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh PT Watson Wyatt Purbajaga (“WWP”).054. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) dilakukan berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.00% dari keseluruhan aset program Dapen.

254) 322.480 (217.373 (155.370 557. para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan. Pensiun (lanjutan) 1.283) 107. Berdasarkan program ini.041 (367) 2008 141.T.660 (28.415) 110. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.539 - 236.674 322. Perusahaan (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset atas program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Laba aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 2. kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel.967) 2008 (325. Mulai tahun 2005. Telkomsel Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya.340) 162. kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.664 1. di bawah suatu kontrak asuransi anuitas. Rekonsiliasi antara program pensiun yang tidak didanai dan jumlah kewajiban yang disajikan di neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Yang tidak dilakukan pendanaan Komponen yang tidak diakui di neraca konsolidasian: Beban jasa lalu yang belum diakui Rugi aktuaria bersih yang belum diakui Kewajiban bersih yang belum diakui pada tanggal penerapan awal PSAK 24 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar (318.660 (2. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (“Jiwasraya”).080) 88 .803) 112.361) 237.484 (465.418) 110.492) (814) 121. perusahaan asuransi jiwa milik negara.562 (86.539 (751) 68. Sampai dengan tahun 2004.067 538.797 1.787 (515.740 (95. kecuali dinyatakan lain) 40.

Pensiun (lanjutan) 2.271 398 398 12% 12% 9% 2007 10.T.911 256 256 2008 (5.042 (7. Infomedia Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya.002 89 27.010 Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dengan laporan tertanggal masingmasing 12 Februari 2009 dan 25 Maret 2008 yang dilakukan oleh WWP.647 15. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW. Asumsi dasar aktuaris independen berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 3.655) 5. 89 .873) 6.974 17.5% 8% Beban pensiun berkala bersih Infomedia adalah sebesar Rp3 juta dan Rp185 juta masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). kecuali dinyatakan lain) 40.652 89 31.287 (5. Telkomsel (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban bersih pada tanggal Penerapan awal PSAK 24 Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) 16.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.634) (31) 2. Rekonsiliasi antara status pendanaan program pensiun dengan jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Status pendanaan Beban manfaat pensiun dibayar di muka (5.5% 10.347 2008 18.728) (32) 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

414 3.313 20. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.413 6. Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum.092 41. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) b.083 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). Pada tahun 2006. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar Rp7.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.967 3.061 41.943 2008 195.785 (13.140 juta dan Rp59. 90 .865 23. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”).552 juta.734 11. 10. Imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja.375 40.922 Komponen beban imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 2008 Beban jasa Beban bunga Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Total beban imbalan pasca kerja lainnya .080 3.bersih (Catatan 34) c. jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan. kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun. Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp70. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.T.364 juta dan Rp7.345 40.136) 234.785 Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang No. Mutasi imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan pasca kerja lainnya Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Total beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada akhir periode 210. kecuali dinyatakan lain) 40.924) 222.734 (16. transaksi ini disajikan sebagai bagian dari LSA.

diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal 1 November 1995.693 205. 42. dan jumlah bersih yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Perubahan kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada akhir periode Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Perkiraan pengembalian aset program Kontribusi pemberi kerja Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Nilai wajar aset program pada akhir periode Status pendanaan (Laba) rugi aktuaria bersih yang belum diakui Total beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar 2008 5.i).991 451.018. termasuk LSA dan LSL (Catatan 47c.189 500.328 3.719.059.004 343.870 (2.612 71.583) 91 .655 juta masing-masing pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 43). status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja.453) 3.047 823.T.236. dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai.998) 10.947.168) 4.384 (1.508 4.875 (6. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”) Telkomsel Telkomsel memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu.936) (132.539 (3.154.433 500.120.978.172 169. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.372) 8.400. Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.215 juta dan Rp79.911) (2.711 juta dan Rp9.974 (110.376.998) 4. LSA diberikan saat karyawan mencapai masa kerja tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. tergantung persetujuan manajemen. sebesar Rp114.855.224 36.138 386.168) 4.268 (110.139.018.749 800. perubahan aset program imbalan kesehatan pasca kerja. Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun. kecuali dinyatakan lain) 41. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom.000 84. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar Rp13.955 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). Ketentuan untuk masa kerja selama 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.195 (132.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.925.

790 (138) 2008 71. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.652 450.672 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.189) (8. Mutasi beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) Jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada akhir periode 2.603 450.409) 165.138) 2.991 451.583 Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.652 138 (500.719.660 Pada tanggal 30 Juni 2009.T.384 (205. Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian atas aset program (Laba) rugi aktuaria yang diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke Unit KSO dan anak perusahan berdasarkan perjanjian Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 36.236.720 2008 2. pada laporan masing-masing tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh WWP. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Hasil aktual aset program adalah Rp168.749 (171. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW.372 450.25% 9% 14% 8% 2011 92 .768.25% 12% 8% 2011 2007 10.683) 98.923 165.116 juta.570.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.004 343.660 (500.000) 2. Asumsi dasar yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 12% 9. aset program meliputi saham Seri B yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar sebesar Rp66.660 - 165. kecuali dinyatakan lain) 42.

TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha yang normal. yang mencerminkan 0.0%.000 juta dan mencatat sebagai aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13iii).7% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 15. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga. Beban KPU adalah sebesar Rp384.833 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.2% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. b.581 juta dan Rp36.895 juta dan Rp78.079 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). pemegang saham mayoritas Perusahaan (Catatan 20). Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Direksi. yang mencerminkan 6. Pemerintah i. dan 0. kecuali dinyatakan lain) 43. dan 6. 15/Per/M.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.148.180 juta dan Rp225. 93 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. ii.741 juta dan Rp1.0%.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.222 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.7%. Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp1. Telkomsel membayar up front fee untuk lisensi 3G sebesar Rp436. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp27.416 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. yang mencerminkan 0.T.8% dan 1. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Remunerasi Komisaris dan Direktur i. yang mencerminkan 0. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah. Berikut adalah perjanjian/transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a. Mulai tahun 2005. iii. dan 6.42% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 1.540 juta dan Rp302. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Depkominfo (sebelumnya DPPT).792 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). ii.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp73. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban KPU kepada Depkominfo sesuai dengan Peraturan Menkominfo No.088.1%.390 juta dan Rp29. Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp155.267 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35) yang mencerminkan 2. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris. Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp147.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. teleks. Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995. 94 . Pada tanggal 28 Agustus 2008. iv. besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi tagihan dan penagihan.T. ditambah dengan beban pemrosesan tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). SLJJ. yang memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan STBS Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan. Pada tanggal 28 Desember 2006. dan teleconferencing. serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan dengan menekan “007”. Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP). Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan STBS milik Indosat dengan PSTN Perusahaan. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung. Indosat menyediakan jaringan internasional bagi pelanggan. Indosat untuk menyelenggarakan jasa Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. kecuali pelanggan di daerah perbatasan tertentu. Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada pelanggan untuk Indosat. Kesepakatan ini berlaku efektif mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2008. Perusahaan dan Indosat bertanggung jawab atas sarana telekomunikasi masing-masing. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. ii. dilakukan oleh Perusahaan. Perusahaan menerima kompensasi untuk jasa yang disebutkan dalam butir pertama di atas berdasarkan tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh Menhub. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan telekomunikasi internasional kepada masyarakat. telegram. televisi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Jasa telekomunikasi internasional mencakup telepon. Alternate Voice/Data Telecommunications (AVD). hotline. kecuali dinyatakan lain) 43. Perusahaan dan Indosat akan melakukan evaluasi untuk menentukan besaran tarif biaya layanan SLI yang akan diberlakukan pada tahun 2009. Perusahaan menyediakan jaringan lokal bagi pelanggan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon internasional. iii. sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. Indosat Perusahaan memperlakukan Indosat sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena Pemerintah masih memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan keuangan dan operasi Indosat terkait dengan hak untuk menunjuk satu Direktur dan satu Komisaris. Pembuatan kuitansi tagihan dan penagihan kepada pelanggan. Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan SLI. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. teleprinter. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. 8 tahun 2006 (Catatan 46). kecuali untuk sirkit langganan dan telepon umum yang berada di sentral gerbang internasional. Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan Sentra Telepon Bergerak Seluler (“STBS”) Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan kewajiban interkoneksi terkait.

PT Satelit Palapa Indonesia (“Satelindo”). 95 . dan Indosat (“Pihak-pihak”) mengadakan perjanjian pembangunan dan pemeliharaan Sistem Kabel J-S.05% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. yang mencerminkan masing-masing 0. dan 0. Telkomsel juga mengadakan perjanjian atas penggunaan fasilitas telekomunikasi Indosat. kecuali dinyatakan lain) 43.348 juta. Perjanjian yang dibuat tahun 1997 dan berlaku selama sebelas tahun tersebut. Telkomsel. dapat diubah berdasarkan tinjauan tahunan dan kesepakatan bersama kedua belah pihak. Indosat (lanjutan) Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan seluler bergerak GSM.015 juta dan Rp187 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Indosat berhak atas sebagian pendapatan Telkomsel sebagai kompensasi atas jasa interkoneksi. pemasangan dan pemeliharaan ditanggung oleh Telkomsel.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Beban atas penggunaan fasilitas tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp7.921 juta dan Rp11.481 juta. Perjanjian Pembangunan dan Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta-Surabaya (“J-S Cable System”) Pada tanggal 10 Oktober 1996. yang mencerminkan 0. Pembangunan sistem kabel selesai pada tahun 1998. Telkomsel menanggung 19.11%.325% dari jumlah biaya pembangunan. Pihak-pihak telah membentuk komite manajemen yang terdiri atas seorang ketua dan seorang perwakilan dari setiap pihak yang terkait untuk mengarahkan pembangunan dan operasional sistem kabel. Beban operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan formula yang telah disetujui bersama. Berdasarkan perjanjian.06% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. iv. ii. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perjanjian lainnya antara Telkomsel dan Indosat adalah sebagai berikut: i. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Beban yang timbul sehubungan dengan pengadaan peralatan.04%. Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Peralatan interkoneksi yang dipasang oleh salah satu pihak di lokasi milik pihak lain tetap merupakan milik pihak pemasang peralatan tersebut. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dihubungkan dengan gerbang pertukaran internasional milik Indosat agar dapat melakukan atau menerima panggilan internasional.803 juta dan Rp14. Pendapatan (beban) interkoneksi bersih Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp34. Lintasarta. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dan milik Indosat telah dihubungkan untuk memungkinkan komunikasi antar jaringan oleh pelanggan dari kedua belah pihak. Bagian Telkomsel dalam beban operasi dan pemeliharaan adalah sebesar Rp1. iii. dan 0. Atas interkoneksi ini.T.

Hak kepemilikan atas tanah tersebut tetap berada pada Perusahaan. teleks.997 juta yang mencerminkan 0.023 juta kepada Perusahaan untuk hak penggunaan tanah tersebut selama 30 tahun.7 juta (Catatan 12).981 juta dan Rp9.023 juta dan Rp82. 96 .813 juta belum dibayar karena Hak Pengelolaan Lahan (“HPL”) tidak dapat diperoleh sebagaimana disebutkan dalam perjanjian. Perusahaan dan Satelindo menyetujui alternatif penyelesaian dengan memperhitungkan pembayaran Satelindo di atas sebagai beban sewa sampai tahun 2006. Lintasarta. Berdasarkan perjanjian pengalihan.T. data. Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon. Perusahaan mengalihkan hak penggunaan sebidang tanah di Jakarta yang dimiliki Perusahaan kepada Satelindo. yaitu Indosat Mega Media. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp12. faksimili. Beban pemakaian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp17.612 juta dan Rp17. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Indosat mengenai penggunaan SEA-ME-WE 3 dan tail link di Jakarta dan Medan. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Lintasarta (berlaku sampai dengan 31 Oktober 2010) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) (berlaku sampai dengan bulan Mei 2008) (39. atau jasa telekomunikasi lainnya. Lintasarta menggunakan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. dan PT Sistelindo Mitralintas. telegraf. pembayaran di muka dari Satelindo ini disajikan di neraca konsolidasian sebagai “Uang muka pelanggan dan pemasok”. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Satelindo setuju untuk membayar sejumlah Rp43. dan 0.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.1 juta. Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan anak perusahaan.3% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. Satelindo diberi hak untuk menggunakan tanah tersebut selama 30 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh hak mendirikan bangunan di atasnya.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. yang sebelumnya disewakan kepada Telekomindo. Berdasarkan perjanjian. Satelindo telah membayar sejumlah Rp17. Pada tahun 1994. Indosat (lanjutan) ii.8% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Indosat) untuk pemakaian sistem jaringan komunikasi data.476 juta yang mencerminkan 0. Pada tahun 2001.210 juta pada tahun 1994 sementara sisanya sebesar Rp25.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Satelindo melakukan pembayaran tambahan sejumlah Rp59. Pada tahun 2000. Perjanjian IRU (IRU Agreement) Pada tanggal 21 September 2000. kecuali dinyatakan lain) 43. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c.2%. Telkomsel diberikan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan kapasitas tertentu dari jaringan tersebut mulai tanggal 21 September 2000 hingga 20 September 2015 sebagai imbalan atas pembayaran di muka sejumlah US$2. Telkomsel juga dikenakan beban operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar US$0.929 juta yang mencerminkan kurang dari 0.860 juta sebagai beban sewa sampai tahun 2024.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp22. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PSN untuk sewa jaringan transmisi PSN. (v) (vi) (vii) Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan aset tetap.686 juta. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (“INTI”) dan Kopegtel. dan jasa telekomunikasi lainnya.2% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode. kecuali dinyatakan lain) 43.6%. Pembelian dari INTI untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp54. yaitu CSM.385 juta. Lain-lain Transaksi dengan seluruh BUMN diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.134 juta dan Rp18. dan Jiwasraya yang merupakan perusahaan asuransi milik negara. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. (iv) Perusahaan membeli aset tetap termasuk jasa pembangunan dan pemasangan sarana dari sejumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa meliputi.9% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. diantaranya. dan PSN untuk penggunaan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. dan 2. termasuk jasa konstruksi dan instalasi bagi Telkomsel.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perjanjian ini telah diperpanjang hingga 13 Maret 2011.292 juta.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. yang diperlakukan sebagaimana layaknya transaksi dengan pihak ketiga. data. yang mencerminkan 0. telegraf. dan 0. faksimili. teleks. dan Gratika. dan 0.851 juta dan Rp66. jangka waktu sewa minimum adalah 2 tahun sejak pengoperasian jaringan transmisi dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. (ii) (iii) Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada perusahaan asosiasi. yaitu: (i) Perusahaan menyediakan jasa telekomunikasi kepada Instansi Pemerintah di Indonesia. PT Asuransi Tenaga Kerja. 97 .8%.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Sirkit langganan ini dapat digunakan perusahaan asosiasi tersebut untuk hubungan telepon. PSN. INTI juga merupakan kontraktor dan pemasok utama yang menyediakan peralatan. dan 0.7% dari jumlah pembelian aset tetap pada masingmasing periode.585 juta. yang mencerminkan 0.122 juta.T. Patrakom. yang mencerminkan 1. persediaan. Pembelian yang dilakukan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp92.389 juta dan Rp51. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Instansi Pemerintah dan perusahaan asosiasi yaitu CSM.1%.8%.378 juta dan Rp168. Premi asuransi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp158. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp110. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tanggal 14 Maret 2001.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode.298 juta yang mencerminkan 0. dan menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya pada Jasindo.460 juta dan Rp208. yang mencerminkan 0.350 juta dan Rp30. Patrakom. yang mencerminkan 1.

dan 0. pencetakan dan distribusi tagihan pelanggan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.380 juta. Untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.7%. dan reksa dana masing-masing berjumlah Rp6.657 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. dan 1. sehubungan PBH.001%.004% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. yang mencerminkan 52. Perusahaan menyewa bangunan. Jumlah penempatan Perusahaan pada bank milik negara dalam bentuk rekening giro dan deposito berjangka. Pendapatan bunga yang diakui untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp97. bergerak dalam jasa penyewaan mobil. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp104 juta dan Rp1. dan 41. dan menggunakan jasa pemeliharaan dan kebersihan dari Kopegtel dan PT Sandhy Putra Makmur (“SPM”). penagihan.01%.950 juta pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.118 juta dan Rp7. Beban bunga dari pinjaman tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp489.279 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. 98 . dan 1.281. yang mencerminkan 42.6%. anak perusahaan dari Yayasan Sandikara Putra Telkom .0% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penyaluran dengan Kisel untuk pendistribusian kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp122.468 juta. Di samping itu.2% dari pendapatan usaha pada masing-masing periode. dan jasa-jasa lainnya yang bermanfaat bagi Telkomsel. (xiii) Telkomsel mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Patrakom dan CSM sehubungan dengan penggunaan jaringan transmisi mereka untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang. bagian dari pendapatan yang harus dibagikan kepada Kopegtel adalah masing-masing sebesar Rp3.4%.003 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.575 juta dan Rp244. Jumlah kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang yang dijual ke Kisel sebesar Rp1.355 juta dan Rp236.6%. menyewa mobil.361.4% dari beban usaha pada masing-masing periode. (x) (xi) (xii) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Kopegtel. (ix) Perusahaan dan anak perusahaan melakukan pinjaman dari beberapa bank milik negara. kecuali dinyatakan lain) 43. Untuk jasa-jasa ini.0% dari jumlah pendapatan bunga pada masingmasing periode.606 juta dan Rp72.9%.2%. yang mencerminkan 0. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban interkoneksi bersih dari PSN.839 juta dan Rp976. membeli barang dan jasa pembangunan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.02% dari jumlah pendapatan usaha pada masingmasing periode. yang mencerminkan 0. yang mencerminkan kurang dari 0.237 juta.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.132 juta dan Rp7.T.049. yang mencerminkan 1. dan 0. dan 35.0%. yang masing-masing mencerminkan 6.yayasan yang dikelola oleh Dharma Wanita Telkom. dan 8. Beban yang timbul dari transaksi tersebut berjumlah Rp178. Kisel membebankan Telkomsel masing-masing Rp312.927 juta. dan 0. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. beberapa bank tersebut ditunjuk sebagai agen penagihan Perusahaan. Lain-lain (lanjutan) (viii) Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai rekening giro dan deposito berjangka pada beberapa bank milik negara.610 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. dan 3.2% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode.189 juta dan Rp115. (xiv) Koperasi Pegawai Telkomsel (“Kisel”) adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel. yang mencerminkan 0.5% dari jumlah aset pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. yang mencerminkan 3.726 juta dan Rp177.

4% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode.248 juta dan Rp31.685 536.T.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.713 3. kecuali dinyatakan lain) 43.70 0.139 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Rekening escrow (Catatan 14) 5.82 1. Aset lancar lainnya (Catatan 8) BNI Bank Mandiri Jumlah g. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.21 0.449 182.662 47.244 21. Jumlah pengadaan untuk pemeliharaan peralatan sebesar Rp17. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya (Catatan 12) BNI Bank Mandiri Kisel Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) BRI Jumlah h. yang mencerminkan 0.258 376 11. Saldo akun dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2009 % terhadap jumlah aset 6.071 21.11 0.51 0.420. (xvi) Telkomsel mengadakan perjanjian pengadaan dengan Gratika. Penyertaan sementara c.11 0.901.417 404 39.664 603.8%.088 813 347 107.933 779. yang merupakan anak perusahaan dari Dapen untuk pemasangan dan pemeliharaan peralatan. Piutang lain-lain Patrakom Kopegtel Instansi Pemerintah Bank milik negara (bunga) Lainnya Jumlah e.864 juta dan Rp23.217 Jumlah 6.11 0.827 2.235 4.bersih (Catatan 5) d.188 1.524 1.04 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.251 1.05 565 91. Piutang usaha .62 0.544 10. Di samping itu.163 1.257 13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.05 99 .30 0. Kas dan setara kas (Catatan 4) b.27 0.11 0.01 2008 % terhadap jumlah aset 8.084 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Jumlah pengadaan untuk pemasangan peralatan sebesar Rp38.02 0.02 Jumlah a. Lain-lain (lanjutan) (xv) Perusahaan juga memperbantukan sejumlah karyawannya kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk membantu mereka menjalankan kegiatan usahanya. dan 0.01 0.113 280.849 4.304 28.098 813 94.01 0.826 2.08 0.942.03 0. Perusahaan juga memberikan hak kepada pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa untuk menggunakan bangunan Perusahaan tanpa dikenakan biaya.000 41.194 0.727 3.673 24.244 104. yang mencerminkan 0. Beban dibayar di muka (Catatan 7) f.571 0.

12 0.04 1.000 1.580.96 3.051.66 0.561 2.000 3.240.372 4.01 1. Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40) 1.42 1.400 4.06 0.20 2.093 4.14 4.880.539 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.14 0.23 6. kecuali dinyatakan lain) 43.660 114.583 1.236.01 0.626 68.689 638.000 2.01 0.70 0.000 1.802 89.T.06 0.19 3.11 0.215 2.71 2.000 2.860.72 7.31 0.70 3.502 943.03 0.000 9.000 1. Hutang bank jangka panjang (Catatan 22) BNI BRI Bank Mandiri Jumlah 100 .84 8.006 6.02 0.19 0.610 3.33 2.13 0.57 0.521 80.970.888 59. Hutang usaha (Catatan 15) Instansi Pemerintah Kopegtel Indosat Yakes SPM INTI Gratika Jasindo CSM PSN Lain-lain Jumlah j.02 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.012 708.804 1.093 12.572 79.025 93 1.94 Jumlah i. Pinjaman penerusan (Catatan 20) l.540. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) 2009 % terhadap jumlah kewajiban 2.696 1.400.655 2. Beban yang masih harus dibayar (Catatan 16) Karyawan Instansi Pemerintah dan bank milik negara PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Jasindo Jumlah k. Kewajiban LSA (Catatan 41) n.128 5.302 28.573 94.18 3.012 3.23 10.719.916.266.119 68.000 4.286.398.997 4.01 0.42 2008 % terhadap jumlah kewajiban 2.01 0.236.403 744.088 25.07 m.52 1.01 0.148 9.102 Jumlah 1.932 1.06 0.866 21.098.800.04 2. Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja (Catatan 42) o.020.17 5.33 5.13 16.356.394 14.

260) (292.650 116.161.195.824) (637.709.685) 8.736 (51.480 (2.046.587 (8. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.771) 421.896) (8.945) (28.506.995) 12.153) - 94.732 (19. Goodwill dialokasikan pada segmen sambungan kabel tidak bergerak.672.043.460.814 (8.542 - 102.226 1.149) (6.494 (353.474 19.662 10.111.174.969) 8.058.252) (627.005.051.T. dan VSAT).655 53.149 165.620) (8.634.359 698.149) (6. transponder.893) (1.444 Lain-lain 243.bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.531 384.195.538.471) (2.241) (2.454 120. satelit.139.958) (59.735) (1.893 32.825) (572. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tiga segmen usaha utama yang seluruhnya beroperasi di Indonesia.129 (9.732 1.645. dan jasa telekomunikasi lainnya (termasuk di antaranya sirkit langganan.111.274) (18.747.420.421.970) (54.499 Eliminasi (1. yaitu sambungan kabel tidak bergerak. teleks.132 9.039.421.058.302) (1.246.652) (1.757 38.645.209) (3.383.729) (264. Segmen seluler menyediakan jasa telekomunikasi dasar.095.813 Seluler 19.938) (380.587 94. 2009 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .038.667) 6.170.329.706 145. Segmen usaha yang secara individu tidak melebihi 10% dari pendapatan usaha Perusahaan disajikan sebagai “Lain-lain”.732 30.538. serta jasa pendukungnya.650 1.222) (308.252) (627.189.206) (31.417 Jumlah sebelum eliminasi 30.421. Pendapatan dan beban segmen meliputi transaksi antar segmen usaha dan dinilai sebesar nilai pasar.285) 11. Segmen sambungan kabel tidak bergerak menyediakan jasa telepon lokal.222) (308.bersih Penghasilan lain-lain .197 (3.033) (10.095.721) (371.962 38.635) (19.862) 8.095.963 140.578.625 (19.862) 101 .577.663) (287.520.650) (20.993. SLJJ.462) (42.097 (938.340 Jumlah konsolidasian 30.202.532.121.291.265 550.737.617.094.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.564. khususnya jasa telekomunikasi seluler bergerak.460. kecuali dinyatakan lain) 44.302 165. sambungan nirkabel tidak bergerak.188 (1.672.893) 1. yang terdiri dari usaha buku petunjuk telepon dan pengelolaan gedung.980 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.700) (5.538.989.228 7.093) 231. dan seluler.672.635) 11.488) (8.288.771) (1. Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang menawarkan pelanggannya kemampuan untuk menggunakan pesawat telepon nirkabel dengan area terbatas (dalam kode wilayah lokal).045.598 - 55.635) (1.152 1.609.794) (19.834) 2.456 20. dan internasional.251) (31) (1.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

44. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2008 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs - bersih Penghasilan lain-lain - bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.559.879) (1.396.838) (1.745.128) (571.735) (290.582) (1.507.788) (210.369) (176.165) (28.754.375) (6.234.077) (3.225.909) (23.357) (27.931) (343.434) (19.661) (26.331) (17) (57.165.476) (7.860.945) (5.173.533) (595.092) (318.530) 9.519.046 15.995 10.001.964 661.836 10.663.800 (8.388.163) (169.532) (8.557.695) 2.106.105 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.638.808 (34.538) 1.604.270 (618.979) (618.979) 985.291 Jumlah sebelum eliminasi 30.211.078 1.067.686 31.278.764 (17.743.117) (1.149.266) (18.892.383) 12.386.381 Jumlah konsolidasian 30.211.078 30.211.078 (17.743.117) (17.743.117) 12.467.961 (573.805) 330.873 35.776 236.159 (3.939.382) (1.390) 8.556.192 (2.258.582) 6.297.610

Seluler 18.329.311 298.523 18.627.834 (8.442.962) (960.765) (9.403.727) 9.224.107

Lain-lain 240.995 141.865 382.860 (293.013) (18.969) (311.982) 70.878

Eliminasi (1.067.686) (1.067.686) 1.149.266 1.149.266 81.580

36.010.086 1.331.159

7.890.983 -

50.694.415 (1.193.357)

715.963 -

95.311.447 137.802

(9.519.046) -

85.792.401 137.802 85.930.203 (47.646.430) (7.860.945) (5.157.538) (595.092) (318.530)

45. POLA BAGI HASIL (“PBH”) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa mitra usaha secara terpisah berdasarkan perjanjian PBH yang dimaksudkan untuk membangun sambungan tidak bergerak, instalasi telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya), data, dan jaringan internet, dan fasilitas pendukung telekomunikasi terkait. Pada tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan memiliki 34 perjanjian PBH dengan 29 mitra usaha. Lokasi PBH paling banyak berada di Pekanbaru, Jawa Timur, Kalimantan, Makassar, Pare-pare, Manado, Denpasar, Mataram, dan Kupang dengan periode penyelenggaraan antara 48 sampai dengan 120 bulan.

102

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

45. PBH (lanjutan) Berdasarkan perjanjian PBH, mitra usaha menanggung biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan sarana telekomunikasi. Setelah pembangunan selesai, Perusahaan mengelola dan mengoperasikan sarana telekomunikasi tersebut dan menanggung beban perbaikan dan pemeliharaan selama periode bagi hasil. Secara hukum, mitra usaha berhak atas aset tetap yang dibangun mitra usaha selama periode bagi hasil. Pada akhir setiap masa bagi hasil, mitra usaha akan mengalihkan kepemilikan atas sarana telekomunikasi tersebut kepada Perusahaan pada harga nominal tertentu. Pada umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan untuk biaya pemasangan sambungan telepon menjadi hak mitra usaha sepenuhnya. Pendapatan dari pulsa telepon outgoing dan biaya bulanan pelanggan dibagi antara mitra usaha dan Perusahaan berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati. Nilai buku bersih aset tetap PBH yang telah dialihkan menjadi aset tetap yang dimiliki sendiri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp39.563 juta dan Rp17.945 juta (Catatan 11). Pendapatan yang menjadi bagian mitra usaha adalah sebesar Rp82.573 juta dan Rp158.022 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi ditentukan oleh penyelenggara berdasarkan kategori tarif, struktur dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi tidak bergerak yang ditentukan oleh Pemerintah. a. Tarif telepon tidak bergerak Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 15/Per/M.KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Jasa Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap. Berdasarkan Peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan Berdasarkan Peraturan tersebut, Perusahaan menyesuaikan tarif yang berlaku sejak 1 Agustus 2008 sebagai berikut: • Tarif lokal mengalami penurunan berkisar dari 2,5% hingga kenaikan 8,9%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SLJJ mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 36,9% hingga kenaikan rata-rata 13,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SMS mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 42,8% hingga 49,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan

103

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) b. Tarif telepon seluler Berdasarkan Keputusan Menkominfo No. 28 Februari 2006 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan 12/Per/M.KOMINFO/02/2006 tanggal

Tarif ditetapkan berdasarkan formula tertentu dengan batas bawah (floor price). Untuk biaya penggunaan seluler, batas bawah adalah biaya originasi ditambah biaya terminasi (biaya interkoneksi total), sedangkan untuk biaya aktivasi dan biaya berlangganan bulanan, batas bawah tergantung pada struktur biaya dari masing-masing penyelenggara jasa seluler. Pelaksanaan atas tarif baru oleh penyelenggara dominan wajib mendapatkan persetujuan dari Pemerintah. Penyelenggara dominan adalah penyelenggara yang memiliki pendapatan usaha (operating revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. Pada tanggal 7 April 2008, Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Tarif jasa teleponi dasar • Tarif jelajah • Tarif jasa multimedia, dengan struktur sebagai berikut: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaan • Biaya fasilitas tambahan. Tarif dihitung berdasarkan jenis formula yang terdiri dari : • Perhitungan biaya elemen jaringan (network element cost); • Perhitungan biaya aktivitas layanan retail ditambah margin (retail services activity cost plus margin). Biaya elemen jaringan dihitung dengan menggunakan Metode Long Run Incremental Cost (LRIC) Bottom Up. Penyelenggara dapat melakukan de-average biaya pengunaan jasa teleponi dasar dan menerapkan sistem pentarifan bundling, tidak melebihi jumlah dari tarif pungut dihitung dengan menggunakan metode tersebut di atas.

104

KOMINFO/02/2006 tanggal 8 Februari 2006.Tarif layanan transit internasional sebesar Rp316/menit.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp626/menit.Tarif layanan transit lokal sebesar Rp69/menit.T. tentang persetujuan terhadap DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (Operating Revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggaraan telekomunikasi dalam segmentasi layanannya.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan lokal) sebesar Rp73/menit.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 2. 3.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp204/menit. 08/Per/M. 6. 4. 32 tahun 2004 tanggal 11 Maret 2004 yang menetapkan bahwa beban interkoneksi berbasis biaya akan mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2005. Tarif interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan yang berlaku saat ini. Tanggal berlaku efektif keputusan tersebut kemudian ditunda menjadi tanggal 1 Januari 2007 berdasarkan Peraturan Menkominfo No. Tarif interkoneksi Menhub menerbitkan Keputusan No.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp203/menit. 205 tahun 2008 tanggal 11 April 2008. 12. 105 . 08/Per/M.Tarif layanan terminasi domestik dari jaringan internasional sebesar Rp612/menit. kecuali dinyatakan lain) 46.Tarif layanan transit jarak jauh sebesar Rp295/menit. 9. adalah sebagai berikut : (a) Sambungan tidak bergerak 1. Pada tanggal 28 Desember 2006.KOMINFO/02/2006. 14.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp613/menit. 8. 10. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. yang berlaku untuk periode satu tahun.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap domestik sebesar Rp560/menit. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan jarak jauh) sebesar Rp203/menit. 13. Tarif layanan originasi internasional dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jaringan tetap internasional sebesar Rp612/menit 11. SLJJ. 7.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap lokal sebesar Rp73/menit. Tarif layanan originasi lokal untuk panggilan jarak jauh dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp203/menit. berdasarkan DPI terbaru yang telah ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. Perusahaan dan seluruh penyelenggara jaringan menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. 5.

Kualitas Layanan Sewa Jaringan.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap sebesar Rp380/menit. Pada tanggal 11 Maret 2004.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. beban akses dan beban sewa jaringan untuk penyediaan layanan VoIP harus disepakati antara operator jaringan dan operator VoIP.Tarif layanan originasi lokal ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit.Tarif layanan terminasi lokal dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit. 23 tahun 2002. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. struktur tarif. 03/PER/M. 9.650.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang Sewa Jaringan. Besaran biaya aktivasi sewa jaringan mulai Rp2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 12 penyelenggara telekomunikasi dan PT Pratama Jaringan Nusantara (“PJN”) menandatangani perjanjian pengoperasian Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”) yang menunjuk PJN untuk mengadakan proses kliring interkoneksi suara. Saat ini. 6.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap sebesar Rp261/menit.000 hingga Rp88. e. Menhub menerbitkan Keputusan No. KM. Pada tanggal 2 Maret 2009.000 tergantung pada kecepatan. dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan.000.750. Tarif interkoneksi (lanjutan) (b) Seluler 1. 106 . 4.T. 31 tahun 2004 yang menentukan bahwa tarif beban interkoneksi untuk VoIP akan ditetapkan oleh Menhub. 11. maka Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui Kepdirjen Postel No. Tarif interkoneksi VoIP Sebelumnya. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri tersebut.400.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp261/menit.Tarif layanan originasi jarak jauh ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. 3.Tarif layanan originasi internasional ke penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit. 10. jenis.100.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 tergantung pada kecepatan dan untuk pemakaian bulanan pemakaian jarak jauh (di atas 25 km) mulai Rp5. sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan. pemerintah mengatur bentuk. Besaran Tarif sewa Jaringan. d. Menkominfo belum menetapkan tarif beban interkoneksi VoIP yang baru. Besaran tarif pemakaian bulanan untuk lokal (di bawah 25 km) bervariasi mulai Rp1. Perusahaan masih akan tetap menerima jumlah per menit yang telah disepakati untuk panggilan yang berasal dari atau diakhiri di jaringan sambungan tidak bergerak milik Perusahaan.893. 5. Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan. berdasarkan Keputusan Menhub No. 2.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan satelit sebesar Rp501/menit. 115/Dirjen/2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan.000 hingga Rp3.600. 8.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan satelit sebesar Rp261/menit. dan formula tarif layanan untuk sewa jaringan. Sampai dengan ditetapkannya tarif yang baru tersebut.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp493/menit. Tarif sewa jaringan Melalui Peraturan Menteri No. 7.Tarif layanan terminasi internasional dari penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit. kecuali dinyatakan lain) 46. 12.

untuk menyediakan serta mengoperasikan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU) senilai Rp1. Pada tanggal 18 Februari 2009 dan 16 Maret 2009. Izin ini dapat diperpanjang untuk tiga bulan berdasarkan evaluasi dari DJPT Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No.KOMINFO/11/2006 tanggal 30 November 2006.400 MHz. Pada tanggal 1 April 2009.75% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan beban interkoneksi) untuk pengembangan KPU. 38/Per/M.66 triliun. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. KPU Menkominfo menerbitkan Peraturan No. Telkomsel juga akan mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal dan hak untuk menggunakan frekuensi radio pada pita frekuensi 2.KOMINFO/02/2009 tanggal 16 Maret 2009. Tarif warung telekomunikasi (“wartel”) Menhub menerbitkan Keputusan Menteri No. besaran kontribusi diubah menjadi 1.05/PER/M. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) f. 32/PER/M. Perusahaan menurunkan tarif internet rata-rata 20% tergantung paket berlangganan. yang mengatur kebijakan program KPU dan mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 0.KOMINFO/10/2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No. 88/KEP/M. berdasarkan pada Keputusan No. 35/PER/M. penyelenggara ditentukan melalui serangkaian proses seleksi oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan No.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 15/PER/M. yang meliputi seluruh wilayah Indonesia kecuali Sulawesi. 46 tahun 2002 tanggal 7 Agustus 2002 mengenai penyelenggaraan wartel yang digantikan oleh Peraturan Menkominfo No. 62/KEP/M. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Telkomsel ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP. 7 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009.390 MHz-2. Menkominfo memberikan Telkomsel izin prinsip untuk mengoperasikan jaringan tidak bergerak di bawah Program KPU dengan masa berlaku 6 bulan bergantung pada uji layak operasi. Pemerintah hanya menetapkan formula tarif untuk layanan teleponi dasar.KOMINFO/02/2009 tanggal 18 Februari 2009 dan Keputusan No. kecuali dinyatakan lain) 46. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasajasa lainnya. PM.25% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban koneksi). 107 . Keputusan ini juga menentukan bahwa airtime dari operator seluler harus memberikan minimum 10% untuk pendapatan wartel. Tarif jasa lainnya Tarif sewa satelit dan jasa teleponi dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar.KOMINFO/04/2007 tanggal 13 April 2007 yang telah diamandemen dengan Surat Keputusan Menkominfo No. dan Papua. h. dalam menyediakan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU). yang antara lain mengatur bahwa. 11/PER/M. g. Pada tanggal 16 Januari 2009 dan 23 Januari 2009. KM.KOMINFO/I/2006 tanggal 30 Januari 2006 dimana Perusahaan berhak memperoleh maksimum 70% dari tarif dasar wartel atas percakapan dalam negeri dan maksimum 92% dari tarif dasar wartel atas percakapan internasional.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005.KOMINFO/9/2007 tanggal 20 September 2007. Maluku.

dan jaringan kabel. US$42.5 juta dan Rp18.326 juta 108 .389 juta 6 Januari 2006 US$58.557 juta US$3.5 juta dan Rp63.769 Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: (i) Perusahaan Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 16 September 2005 Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-1 di Divre II Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS. Maluku.9 juta dan Rp12.441 juta 10 Juli 2007 b. Divre VII Tenggara) (Bali-Nusa Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.7 juta dan Rp41.S.7 juta dan Rp41.168 juta US$16.6 juta dan Rp28. Divre VI (Kalimantan) Divre VII (Sulawesi.442 10. Pembelian barang modal Pada tanggal 30 Juni 2009.332 159.T. Euro Jumlah Setara Rupiah 3. kecuali dinyatakan lain) 47. jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak. dan PDN di : 28 November 2006 10 Juli 2007 a.955 6. dan Papua) US$21.237 juta US$6.503 juta US$2.983 juta Perusahaan Konsorsium Samsung dan Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.5 juta dan Rp159. terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi peralatan sentral telepon. b.4 juta dan Rp113. peralatan transmisi.2 juta dan Rp145.7 juta dan Rp57.05 juta dan Rp315. dan PDN FWA CDMA di : 13 Oktober 2006 a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. c. adalah sebagai berikut: Jumlah dalam mata uang asing (dalam jutaan) 663 11 Mata uang Rupiah Dolar A. BSS.1 juta dan Rp99. dan PDN FWA CDMA: a.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. IKATAN a.654. BSS.578 juta US$23. Divre I (Sumatra) dan IV (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) Divre II (Jakarta) Divre III (Jawa Barat dan Banten) Jumlah nilai kontrak US$5.840 juta US$22.569 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$1.770.790 juta 8 Desember 2006 8 Desember 2006 b.9 juta dan Rp249.9 juta dan Rp9.7 juta dan Rp210. Divre V (Jawa Timur) US$90.262 juta US$11.218 juta US$5. BSS.7 juta dan Rp26.049 juta US$20.018 juta US$10.724.

558 juta Perusahaan dan PT Nokia Siemens Networks 5 Desember 2008 Rp78. Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-2 Jumlah nilai kontrak US$24.100 juta Rp78. Divre II.086 juta 4 Desember 2008 Rp94.575 juta Rp42.100 juta 109 .796 juta Perusahaan dan PT Brimbun Raya Indah (“Brimbun”) Perusahaan INTI dan 18 April 2008 Rp134. Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-3 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy di Divre VII (Sulawesi.925 juta Rp5. dan Papua) 31 Maret 2008 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Metro Ethernet paket-3 di Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-6 Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-8 Divre VII Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-9 Netre Sumbagut Area Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-11 Netre Sumbagsel Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik paket-12 Netre Jakarta dan Jawa Barat Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-13 di Netre Jawa Tengah dan Jawa Timur Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Inside Plan Backbone KalimantanSulawesi Perjanjian Pengadaan TENOSS Fase-4 Domain FWN Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Tera Router 2008 di Divre I.263 juta Rp38.593 juta US$19.097 juta Rp78.681 juta Perusahaan dan PT Lintas Teknologi Indonesia Perusahaan dan PT Sansaine Exindo Perusahaan dan PT Datacraft Indonesia 26 September 2008 Rp88. IKATAN (lanjutan) a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.587 juta US$0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.739 juta Rp68.783 juta Rp39.350 juta Rp53.988 juta Rp60.218 juta b.957 juta Perusahaan dan PT Konsorsium JemboKarteksi-Tridayasa Perusahaan Telekomindo dan 18 April 2008 Rp156.334 juta Perusahaan dan Konsorsium G-Pas 18 April 2008 Rp111.174 juta 18 April 2008 Rp120. Maluku.966 juta Rp104.248 juta Rp80.597 juta 18 April 2008 Rp70.174 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$0. dan Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Softswitch dan MSAN Modernisasi Divre V dan lokasi trial Bali dan Timika Rp108.980 juta Rp16. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 28 September 2007 28 September 2007 Perusahaan dan PT ZTE Indonesia (“ZTE”) Perusahaan Huawei dan 18 Desember 2007 a.3 juta dan Rp121.525 juta Perusahaan dan PT Horison Komunikasi 18 April 2008 Rp63.5 juta dan Rp62. kecuali dinyatakan lain) 47.3 juta dan Rp130.132 juta Rp4.367 juta 15 Oktober 2008 Rp97.7 juta dan Rp77.

497 juta (ii) Telkomsel Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Motorola.497 juta US$3 juta dan Rp40. dan PT Motorola Indonesia.6 juta dan Rp56. kecuali dinyatakan lain) 47.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Mekanik dan Sipil (“Site Acquisition and Civil.054 juta US$3.T. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-1 US$115. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai kontrak Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$115. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-3 b.2 juta 23 Maret 2009 US$18.4 juta US$170. Mechanical and Engineering Agreement” atau “SITAC” dan “CME”) 110 .4 juta Perusahaan Konsorsium Fujitsu dan NSW- 30 Desember 2008 3 Maret 2009 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Kapasitas Ring Proyek JaKa2LaDeMa Perjanjian Pengadaan Satelit Telkom-3 Perjanjian Kerjasama Posisi Orbit 142E Derajat (142E Degree Orbital Position Cooperation Agreement) a.5 juta US$13.6 juta dan Rp56. dan Siemens AG sejak Agustus 2004. Ericsson AB dan Ericsson Indonesia.4 juta Perusahaan dan ISS Reshetnev Perusahaan dan APT Satellite Company Limited Perusahaan dan Sansaine Huawei Consortium US$179. Nokia Corporation dan PT Nokia Network (“Nokia Network”). Inc. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan serta jasa terkait yang terdiri dari: • • • • Perjanjian Perencanaan dan Pengerjaan Bersama (Joint Planning and Process Agreement) Perjanjian Penyediaan Peralatan (“Equipment Supply Agreement” atau “ESA”) Perjanjian Jasa Teknik (“Technical Service Agreement” atau “TSA”) Perjanjian Pengadaan Lokasi dan Rekayasa.054 juta 15 Juni 2006 US$3 juta dan Rp40.3 juta 27 Mei 2009 US$3.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Perjanjian tersebut berisi daftar harga yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan kewajiban Telkomsel untuk seluruh peralatan dan jasa-jasa terkait selama masa perjanjian, berdasarkan penerbitan PO. Perjanjian tersebut berlaku valid dan efektif untuk 3 tahun sejak penandatanganan, dengan ketentuan bahwa para pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Bila para pemasok gagal memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, Telkomsel dapat memutuskan perjanjian secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak juga setuju bahwa biaya yang disebutkan dalam daftar harga juga akan berlaku untuk pengadaan peralatan dan jasa (ESA dan TSA) dan jasa (SITAC dan CME) yang diperoleh dari para pemasok antara tanggal 26 Mei 2004 dan tanggal efektif, kecuali untuk peralatan dan jasa yang diperoleh dari Siemens dengan TSA terkait dengan peralatan dan jasa pemeliharaan Switching Sub System (“SSS”) dan BSS Telkomsel yang diperoleh antara tanggal 1 Juli 2004 sampai dengan tanggal efektif. Harga akan ditinjau ulang secara kuartalan. Pada bulan Agustus 2007, disebabkan oleh telah berakhirnya masa berlaku perjanjian tersebut di atas, berdasarkan surat dari Ericsson AB dan Ericsson Indonesia dan Nokia Siemens Network (yang saat ini mewakili Nokia Corporation, Nokia Network, dan Siemens AG), perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui untuk: • memperpanjang masa berlakunya perjanjian tersebut di atas sampai dengan perjanjian yang baru antara Telkomsel dan perusahaan-perusahaan lainnya ini telah dibuat dan • sebelum tanggal berlakunya perjanjian yang baru secara efektif, secara retroaktif berlaku harga berdasarkan perjanjian yang baru (penyesuaian harga retroaktif) terhadap PO untuk pengadaan peralatan dan jasa BSS yang dikeluarkan oleh perusahaan setelah 1 Juli 2007 dengan menggunakan daftar harga sebelumnya (Catatan 10d.v).

Selanjutnya, pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Networks, Nokia Siemens Networks Oy, dan Nokia Siemens Network GmbH & Co. KG menandatangani perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network Rollout Agreements). Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya (17 April 2008, kecuali untuk PO tertentu yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2007 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2007); atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Untuk penyediaan jasa telekomunikasi berteknologi 3G, pada bulan September dan Oktober 2006, Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Nokia Corporation dan Nokia Network, Ericsson AB dan Ericsson Indonesia; serta Siemens Network GmbH & Co. KG, untuk pembangunan jaringan (Rollout Agreement) dan Nokia Network, Ericsson Indonesia dan Siemens Network GmbH & Co. KG untuk perawatan dan pengoperasian jaringan (Managed Operations Agreement and Technical Support Agreement). Perjanjian tersebut berlaku efektif pada saat tanggal pelaksanaan oleh semua pihak terkait (tanggal efektif) sampai dengan tanggal yang paling akhir antara 31 Desember 2008 atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum 31 Desember 2008, dengan ketentuan bahwa pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Berdasarkan surat dari Telkomsel, Perjanjian Perawatan dan Pengoperasian dengan perusahaan-perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 31 Maret 2008. 111

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, dan PT Nokia Siemens Networks menandatangani TSA untuk dukungan teknik untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network). Perjanjian ini dimulai pada saat: • • • • berkaitan hanya dengan proyek bulan Agustus 2007 saja, pada tanggal jasa pengalihan (transition-out) telah diselesaikan sesuai dengan Perjanjian Pengoperasian Jaringan 3G (3G Managed Operations Agreement) untuk proyek-proyek yang lain, pada Tanggal Efektif. dan berlanjut sampai dengan tanggal yang paling akhir antara: tiga tahun setelah tanggal efektifnya; dan tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Pada bulan Juli dan Agustus 2008, Telkomsel mengadakan perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia, ZTE, dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) sebagai peserta uji-coba (“Trial Participants”). Selanjutnya, pada September 2008, perjanjian dengan ZTE dan Huawei Tech telah diperpanjang. Perjanjian tersebut antara lain berisi: • Penyediaan rancangan, pasokan, pengiriman, pemasangan, integrasi, dan pengawasan pelaksanaan dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network dan jasa teknik untuk penyediaan sub-sistem dan jaringan tersebut oleh oleh peserta uji-coba melalui proses uji coba selama 9 bulan. Berdasarkan keputusan Telkomsel, peserta uji-coba harus mengalihkan kepemilikan kepada Telkomsel atas 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access networks tertentu (kecuali peranti lunak).

Pada tanggal 3 Maret 2009 dan 13 Maret 2009, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Indonesia, Nokia Siemens Networks Oy, Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment menandatangani perjanjian pembangunan jaringan 2G BSS dan 3G UTRAN (2G BSS and 3G UTRAN Rollout Agreements) sebagai provisi dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network). Selama berlakunya perjanjian tersebut, pemasok (kecuali Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment) setuju untuk menyediakan vaucer, peralatan gratis, dan insentif komersial lainnya pada Telkomsel. Sebagian dari vaucer sebesar US$107,5 juta, disediakan pemasok sebagai penyesuaian harga yang tercantum dalam PO yang terbit sejak 1 Juli 2007 (Catatan 10d.v) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (i) Telkomsel memiliki fasilitas obligasi dan bank garansi, fasilitas standby letter of credit, dan fasilitas untuk menukar mata uang asing sebesar US$3 juta dari SCB, Jakarta. Fasilitasfasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2009. Atas fasilitas-fasilitas ini, sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Telkomsel telah menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp20.000 juta (setara dengan US$1,96 juta) untuk jaminan lisensi 3G (Catatan 47c.ii). Pinjaman yang berasal dari fasilitas ini dikenakan tingkat bunga Singapore Interbank Offered Rate (“SIBOR”) ditambah 1,25% per tahun (US$). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, tidak ada saldo pinjaman terutang atas fasilitas tersebut.

112

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan) (ii) Telkomsel tidak menjaminkan asetnya untuk pinjaman bank atau fasilitas kredit lainnya, kecuali deposito berjangka (Catatan 8 dan 46h). Persyaratan dari berbagai pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Manajemen berpendapat tidak ada pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan tidak melihat akan terjadi pelanggaran di masa depan. c. Lainnya (i) Imbalan kerja Pada tanggal 26 Mei 2008, Telkomsel dan Serikat Pekerja Telkomsel menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (”PKB”) yang berlaku sampai dengan 25 Mei 2010. Perjanjian tersebut menggantikan perjanjian sebelumnya yang telah berakhir pada tanggal 23 Maret 2008. Berdasarkan perjanjian tersebut, Telkomsel harus memberikan LSL kepada seluruh karyawannya (Catatan 41). (ii) Lisensi 3G Mengacu pada Surat Keputusan Menkominfo No. 07/Per/M.KOMINFO/2/2006, sebagai pemenang tender (Catatan 1d dan 2j), Telkomsel diharuskan antara lain untuk: 1. Membayar iuran tahunan BHP yang dihitung berdasarkan formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun). BHP untuk tahun keempat dan ketiga dibayar pada bulan Maret 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009, komitmen yang timbul dari BHP sampai dengan masa kadaluarsa lisensi dengan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan adalah sebagai berikut:
Tarif penggunaan frekuensi radio 20% x HL 40% x I1 x HL 60% x I2 x HL 100% x I3 x HL 130% x I4 x HL 130% x I5 x HL 130% x I6 x HL 130% x I7 x HL 130% x I8 x HL 130% x I9 x HL

Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Catatan: Ri Harga Lelang (HL) Indeks

Kurs BI (%) R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9

Indeks (pengali) I1 = (1 + R1) I2 = I1(1 + R2) I3 = I2(1 + R3) I4 = I3(1 + R4) I5 = I4(1 + R5) I6 = I5(1 + R6) I7 = I6(1 + R7) I8 = I7(1 + R8) I9 = I8(1 + R9)

= tingkat bunga rata-rata BI tahun sebelumnya = Rp160.000 juta = penyesuaian atas harga tender untuk periode berjalan

BHP terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. 2. Menyediakan akses roaming untuk operator 3G lainnya. 3. Berkontribusi pada pengembangan KPU.

113

KOMINFO/12/2008 tanggal 30 Desember 2008. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. atau jika Telkomsel memutuskan untuk mengembalikan lisensi secara sukarela.000 juta. kecuali dinyatakan lain) 47. Telkomsel telah menyampaikan tanggapannya bahwa Telkomsel menerima penawaran tersebut dengan syarat bahwa harga tersebut diterapkan kepada semua operator secara merata (Catatan 50e).000 juta atau 5% dari biaya tahunan untuk dibayarkan pada tahun berikutnya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan masuk ke dalam keanggotaan Konsorsium AAG. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.164 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12).005 juta (setara dengan Rp48 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12). Berdasarkan surat Menkominfo No.44 lambda (Catatan 14). Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. Menerbitkan performance bond setiap tahun dengan jumlah mana yang lebih tinggi antara Rp20. Melalui keanggotaan tersebut. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$34 juta (setara dengan Rp326. mempertimbangkan bahwa Telkomsel telah memenuhi komitmen-komitmennya.T. Performance bond ini akan dicairkan oleh Pemerintah jika Telkomsel tidak mampu untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan tersebut di atas atau saat lisensi dibatalkan atau berakhir. Berdasarkan surat tersebut. konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan. Perusahaan akan memperoleh bandwidth internasional sebesar 40 Gbps pada akhir tahun 2008 dalam konfigurasi AAG yang membentang dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Membangun jaringan 3G yang meliputi setidaknya sejumlah propinsi berikut: Tahun 1 2 3 4 5 6 Jumlah minimum propinsi 2 5 8 10 12 14 5. dengan menandatangani C&MA dan Cable Network Supply Contract AAG serta mengeluarkan dana sebesar US$40 juta. (iii) Konsorsium Asia-America Gateway (”AAG”) Pada tanggal 27 April 2007. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$0. IKATAN (lanjutan) c. Perusahaan masuk kedalam Konsorsium Palapa Ring dengan menandatangi C&MA dengan 5 perusahaan lainnya. 320/M. 114 .336 juta.1 GHz ditawarkan pada Telkomsel dengan harga Rp160.070. (iv) Konsorsium Palapa Ring Pada tanggal 10 November 2007. Lainnya (lanjutan) (ii) Lisensi 3G (lanjutan) 4. Konsorsium ini dibuat untuk membangun jaringan serat optik di 32 kota di kawasan Indonesia Timur dengan total investasi awal sekitar Rp2. Melalui konsorsium ini Perusahaan akan memperoleh bandwidth sebesar 4 lambda dari total kapasitas sebesar 8. satu blok frekuensi radio ( 2 x 5 MHz FDD) pada pita frekuensi 2.

Beban untuk tahun 2009 akan ditentukan berdasarkan 288. 300.942 TRXs dalam operasi pada tanggal 30 Juni 2009. Perusahaan dan anak perusahaan mencadangkan sebesar Rp86.9 juta untuk tiap TRX. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Tinggi tersebut. Pengadilan Tinggi Jawa Barat menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Inc Pada tanggal 9 Januari 2009. Berdasarkan estimasi manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian dari kasus-kasus tersebut. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Jawa Barat terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut.533 Sewa operasi Sewa operasi merupakan perjanjian sewa kantor beberapa anak perusahaan yang tidak dapat dibatalkan. dengan beban berkisar dari Rp0. (vii) Sewa Operasi Jumlah Pembayaran sewa minimum Kurang dari 1-5 1 tahun tahun 341. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.409 Lebih dari 5 tahun 27.442 juta pada tanggal 30 Juni 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. belum terdapat keputusan atas pengajuan kasasi tersebut. operator diwajibkan untuk mendaftarkan stasiun radionya kepada DJPT untuk mendapatkan lisensi penggunaan frekuensi. (vi) Apple. dan praktik kartel SMS. serta penyediaan layanan jaringannya. Perusahaan dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan tanah. 2010. Inc untuk pembelian produk iPhone dan pemasaran kepada para pelanggan bekerjasama dengan pihak ketiga (PT Trikomsel OKE). kecuali stasiun radio yang menggunakan pita frekuensi 2.377 250. IKATAN (lanjutan) c. Telkomsel menandatangani perjanjian dengan Apple. dan 500. 115 .ii).000. Beban ditentukan berdasarkan jumlah transceivers (“TRXs”) terdaftar dari stasiun radio. Pengadilan Negeri Bandung menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan setiap tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp50 juta.000 unit.319 63. 48. Pada tanggal 2 Mei 2007. Mantan Direktur Sumber Daya Manusia dan seorang karyawan Perusahaan telah didakwa melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Bandung sehubungan dengan penyalahgunaan wewenang dalam penyediaan jasa konsultasi yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sebesar Rp789 juta. Lainnya (lanjutan) (v) Beban pemakaian frekuensi radio Sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan telekomunikasi yang berlaku. dan 2011 masing-masing sebesar 125.035 juta hingga Rp15. Pada tanggal 3 Oktober 2007. praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Jumlah minimum kumulatif iPhone yang harus dibeli pada 31 Desember 2009. Beban pemakaian frekuensi radio tersebut terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. b.000. KONTINJENSI a. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya.1 GHz (Catatan 47c. kecuali dinyatakan lain) 47.

116 . Kantor Kejaksaan Agung mengadakan suatu pemeriksaan terhadap pelanggaran atas penyalahgunaan fasilitas telekomunikasi dalam hubungannya dengan penyediaan jasa VoIP. Pengadilan Tinggi Bali menyatakan bahwa para terdakwa bersalah.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari tarif yang berlaku. belum terdapat keputusan atas pengajuan kedua kasasi tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings.b Undang-Undang tersebut. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan masing-masing tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun enam bulan dan satu tahun serta denda masing-masing Rp50 juta. menyatakan antara lain: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. • Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tarif tersebut. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 5%. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada masing-masing perusahaan dalam batas waktu dua belas bulan dari tanggal keputusan ini telah menjadi final dan mengikat secara hukum syaratsyarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 10%. Pada tanggal 9 Mei 2008. Pada tanggal 2 Januari 2006. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Bali terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. kecuali dinyatakan lain) 48. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Hasil dari pemeriksaan tersebut. KONTINJENSI (lanjutan) c. dimana satu mantan karyawan dan empat karyawan Perusahaan di KSO VII dijadikan tersangka.1 Undang-Undang tersebut. Pada tanggal 29 Januari 2008. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.1 Undang-Undang tersebut. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp25.1.T. satu mantan karyawan dan dua karyawan Perusahaan didakwa di Pengadilan Negeri Makassar.1. Pengadilan Negeri telah mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara lain sebagai berikut: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November 2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh Telkomsel. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp15 miliar. Pada tanggal 5 November 2008. memberitahukan Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus No. Pada tanggal 3 Maret 2008. sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai pelanggaran Undang-Undang No. salah seorang terdakwa di Pengadilan Tinggi Bali mengajukan kasasi ke MA.b Undang-Undang tersebut. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pengadilan Negeri Makassar telah menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui suratnya tanggal 5 Desember 2007. dan dua karyawan lainnya didakwa di Pengadilan Negeri Denpasar untuk pelanggaran korupsi yang mereka lakukan di KSO VII. Pada tanggal 16 Januari 2009. d.

Perusahaan. sehingga gugatan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. masing-masing pada tanggal 14 Juli 2008 dan 11 Juli 2008.000 juta dan Rp25. (lanjutan) Pada tanggal 22 Mei 2008. Pada tanggal 21 Januari 2009. gugatan perwakilan kelompok (class-action) diproses secara terpisah pada masing-masing pengadilan. Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan hukum ke MA. berdasarkan keputusan pengadilan. MA menyetujui tuntutan para pelanggan. MA mencabut keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada praktik kartel yang dilakukan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku. Pada tanggal 9 September 2008. dan perusahaanperusahaan afiliasinya (”Para Pihak”). KPPU menyatakan bahwa Perusahaan. Indosat. Pemerintah. Pelanggan tertentu Telkomsel. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. dan PT Excelcomindo Pratama (“Excelcomindo”) yang berdomisili di Bekasi. KONTINJENSI (lanjutan) d. Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel telah mengenakan tarif sesuai dengan peraturan. Pada tanggal 14 Agustus 2008. Temasek Holdings. Pada tanggal 8 Juli 2008. manajemen telah mengajukan keberatan hukum kepada MA. Perusahaan dan Telkomsel telah mengajukan keberatan masing-masing ke Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. belum terdapat keputusan atas pengajuan keberatan tersebut. Telkomsel sedang meninjau hasil keputusan tersebut untuk menentukan tindakan pembelaan selanjutnya termasuk opsi untuk uji materiil oleh MA. dan berbagai wilayah lainnya. kecuali dinyatakan lain) 48. gugatan perwakilan kelompok (class-action) di Tangerang dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus.T. dalam keputusannya. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup.000 juta. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa dampak material terhadap keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Bekasi untuk menggugat Telkomsel oleh beberapa pelanggan tertentu. oleh karena itu. Tangerang. mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke pengadilan untuk menggugat Telkomsel. Perusahaan. Indosat. 117 . Atas kasus-kasus tersebut di atas. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp18. Para pihak digugat melakukan praktik pengenaan tarif tinggi yang berpotensi merugikan para pelanggan tersebut. Hasil dari pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008. Telkomsel. Telkomsel. Sehubungan dengan Keputusan KPPU tanggal 17 Juni 2008. e. f. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. yang diwakili oleh Penasehat Hukum. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. beserta tujuh operator telekomunikasi domestik lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan melakukan praktik kartel SMS. dan beberapa operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No.

63 0.87 0.17 0.358 55 15 1.194 3.839 5.58 59.00 0.599.231 41. Yen Jepang Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.24 8.65 59.906 45 729 13.00 0.665.01 0.544 16.16 53. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Aset Kas dan setara kas Dolar A.572 4.46 0.01 0.415 355.568 4 272 209 184 5 6.03 3.01 0.758 1.075 5.56 5.00 0.048 699 3.S. Dolar Singapura Pound sterling Inggris Biaya yang masih harus dibayar Dolar A.276 2.092 2.04 1.15 0.S.280.185 - 129.51 18.10 45.307 36. Dolar Singapura Aset lancar lainnya Dolar A.00 5.S.154 - 118 .21 7.39 0.866.S.59 33.329 26.495 47.S.62 2.59 0.20 0.59 4.46 1.00 51. Dolar Singapura Yen Jepang Euro Hutang bank jangka pendek Dolar A.63 0.02 0.617 19. Dolar Singapura Euro Pihak ketiga Dolar A.S.S.642 356 126.S.00 0.T.15 0.02 13. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.03 0.256 608.S.06 42.965 434.00 433.794 72 8 1.401 21.02 0.00 173.933 100 22 81. Euro Dolar Singapura Yen Jepang Franc Swiss Pound sterling Inggris Hutang lain-lain Dolar A.70 4.51 0.64 220.255 484.20 29.006 96 276 1.42 87.S.S.15 9.72 0.90 0.190.54 3.756 3 4.500 97.51 0.84 0. Euro Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Dolar A.571 2.00 38.432.S.96 - 1.01 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.136 5. Jumlah aset Kewajiban Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.272.591 79.791 93 227 1 49.79 42.947 781. kecuali dinyatakan lain) 49.81 - 52. Pihak ketiga Dolar A.04 1. Rekening escrow Dolar A. Euro Rinngit Malaysia Yen Jepang Dolar Singapura Investasi sementara Dolar A.63 26.336 608.S Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 182.482 11 2 472. Dolar Singapura Piutang lain-lain Euro Pound sterling Inggris Dolar A.

27 12. dan Rp750 miliar. Pada tanggal 9 Juli 2009.90 327.S. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar A.000 miliar dari BCA.611 juta. Pada tanggal 1 Juli 2009.55 11. Program manajemen risiko Perusahaan dan anak perusahaan secara keseluruhan memberikan perhatian pada sifat pasar uang yang tidak terduga dan berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi buruk terhadap kinerja Perusahaan dan anak perusahaan.681 (6.348 82.75 11.902.191. Pada tanggal 3 Juli 2009. Yen Jepang Jumlah kewajiban Kewajiban bersih Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 1.000 miliar. rugi selisih kurs yang belum terealisasi berkurang sebesar Rp134.200 miliar (Rp2.552 67. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan.142.805) 122. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a.477.080 9.000 miliar dari Mandiri. Metra melakukan pembayaran transaksi pembelian 49% saham Infomedia sebesar Rp598 miliar kepada Elnusa (Catatan 1d.785. dari keseluruhan fasilitas telah ditarik sebesar Rp4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.56 14.076 1.727 9. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA. Rp2.52 1.431 124. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pinjaman dari BCA dan Mandiri tersebut masing-masing dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.023.84 767.275.S.00% per tahun.b) b.44 767. kecuali dinyatakan lain) 49. Jika Perusahaan melaporkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2009 menggunakan kurs tanggal 30 Juli 2009.188 2. 50.069.129. 119 . Rp2.134.953 1. Yen Jepang Hutang jangka panjang Dolar A.000 miliar.510 1.545) Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan membuka kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga pasar surat hutang dan efek.S. Mandiri dan BNI masing-masing sebesar Rp2.513. dan Rp200 miliar dari BNI). ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Kewajiban (lanjutan) Uang muka pelanggan dan pemasok Dolar A.897 (6.90 202.044.25% per tahun.41 1. nilai tukar mata uang asing dan tingkat bunga.360 3.T. Pinjaman dari BNI dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.

Pada tanggal 7 Juli 2009. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” Pada bulan Desember 2006. Pemerintah mengizinkan tambahan pita frekuensi 2. Jawa bagian timur. dividen. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008.1 GHz kepada Telkomsel (Catatan 47c.196.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dalam aset keuangan. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. Pada tanggal 27 Juli 2009.AH. PSAK 50 (Revisi 2006) memberikan pedoman bagaimana mengungkapkan dan menyajikan instrumen keuangan pada laporan keuangan dan menentukan apakah instrumen keuangan adalah instrumen kewajiban atau ekuitas. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 50 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No.296 juta.3 Ghz/7/2009. berdasarkan surat Menkominfo. Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas sebesar Rp4. “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.397. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA Standar Akuntansi Baru di Indonesia yang relevan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (i) PSAK 50 (Revisi 2006). Pada tanggal 16 Juli 2009. 120 . pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga. kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. dan Sulawesi bagian utara. Juli 2009. 51. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No.3 Ghz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) untuk wilayah Jawa bagian tengah. Pemerintah akan memberikan lisensi kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jaringan tetap lokal yang menggunakan pita frekuensi radio 2.616 juta. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” yang menggantikan PSAK 50. g. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian.02 tahun 2009 kepada PIN tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah dilakukan perubahan penetapan kedudukan PIN yang semula berada di Medan menjadi di Jakarta Selatan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Maluku dan Maluku Utara. Pada tanggal 27 Juli 2009. Pada tanggal 9 Rp4. DSAK mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006). Telkomsel melakuan pembayaran dividen kas sebesar d. Papua. kecuali dinyatakan lain) 50.01. kerugian dan keuntungan. dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. AHU-32154. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) c. e. berdasarkan Surat Keputusan Menkumham No.T. 138/TIMSEL-BWA 2. Standar ini digunakan untuk klasifikasi atas instrumen keuangan dari prespektif penerbitnya. PSAK 50 (Revisi 2006) melengkapi ketentuan pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan yang diatur pada PSAK 55 (Revisi 2006). f. berdasarkan surat DJPT No.ii).

konstruksi atau produksi suatu aset kualifikasian sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. DSAK mengeluarkan PSAK 26 (Revisi 2008). penghentian sementara dan penghentian pengkapitalisasian biaya pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan suatu aset. “Biaya Pinjaman”. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” Pada bulan Desember 2006. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 55 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” yang menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999). Standar tersebut juga memberikan pedoman pengakuan dan pengukuran kontrak penjualan dan pembelian item non-keuangan. PSAK 26 (Revisi 2008) memberikan pedoman terkait dengan permulaan. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. DSAK mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006). STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (ii) PSAK 55 (Revisi 2006). “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. PSAK 26 (Revisi 2008) efektif berlaku sejak 1 Januari 2010. dan PSAK 37. (iii) PSAK 26 (Revisi 2008). PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. PSAK 55 (Revisi 2006) memberikan pedoman pengakuan. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. PSAK 26 (Revisi 2008) mengharuskan biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. dan penghentian pengakuan aset keuangan dan kewajiban keuangan termasuk instrumen derivatif. pengukuran. PPSAK 1 berlaku efektif sejak 1 Januari 2010 dan harus diterapkan secara prosepektif. (iv) Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (“PPSAK”) 1. 121 .T. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PPSAK 1 terhadap laporan keuangan konsolidasian. Untuk meningkatkan daya banding laporan keuangan. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol” Pada bulan Juni 2009. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara PSAK 26 (Revisi 2008) dan PSAK 26.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penerapan dini PPSAK 1 diperkenankan. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol”. kecuali dinyatakan lain) 51. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 55 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. DSAK menganjurkan penyajian kembali laporan keuangan untuk periode yang berakhir sebelum periode sajian. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. “Biaya Pinjaman” yang menggantikan PSAK 26. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. DSAK mengeluarkan PPSAK 1. PPSAK 1 menghapus ketentuan yang ada pada PSAK 33. PSAK 35. “Biaya Pinjaman” Pada bulan September 2008. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 26 (Revisi 2008) terhadap laporan keuangan konsolidasian.

619 ) 56.718 1. dan jasa teknologi informatika Pendapatan usaha . PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN REKLASIFIKASI AKUN Pada tahun 2008.297 (57.900 37.329.618 5.jaringan Pendapatan usaha .666 ) 7.209 ) (7.191 (57.859 5. Beberapa akun tertentu dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.049 500.550 84.661 ) 63. kecuali dinyatakan lain) 52.801) (7.data.539 (929. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.858) 3.539 ) 12.746 (3.283.592) (34.629 (35.241 ) (66. internet.nilai tercatat bruto Akumulasi amortisasi Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .092 56.555 - 3.875 8.213.400) 929.794 ) 495.863.775.011 96.bersih Hak minoritas Laporan laba rugi konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008: Pendapatan usaha .794 (495.193.688. Ikhtisar saldo akun yang dilaporkan sebelumnya dan setelah disajikan kembali dan direklasifikasi pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut: Sebelum penyajian kembali dan reklasifikasi Neraca konsolidasian 30 Juni 2008: Piutang restitusi pajak Pajak dibayar di muka Aset tetap .853 122 .422) 62.206 338.105.213.setelah dikurangi akumulasi penyusutan Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .264 288.harga perolehan Akumulasi penyusutan Aset tetap .jasa telekomunikasi lainnya Beban usaha .767.701.045 121.604 (5.315.165.setelah dikurangi akumulasi amortisasi Kewajiban pajak tangguhan .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.897.148 ) 434.555 ) 408.530 37.900 (12.T.678 465.433.594.104.penyusutan Beban usaha .297.584 120.718 (5.147.092 (59.239 ) 9.264 ) 66.454 1.099 (3.589 - - (50.106.872 - 118.umum dan administrasi Setelah penyajian kembali dan reklasifikasi Penyajian kembali Reklasifikasi 420.280.239 (434.548) 7.932. Perusahaan melakukan penelaahan kembali atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang berasal dari transaksi akuisisi Sigma dan memutuskan untuk menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2008 sehubungan dengan koreksi pencatatan tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful