PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.. 1-3 4 5-6 7-8 9-122 . Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Laba Rugi Konsolidasian …………………………………………………………………. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Keuangan Konsolidasian Neraca Konsolidasian ………………………………………………………………………………... Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian …………………………………………………….………………………………………………………………….. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………..T.

43 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp105.43 Piutang usaha 2c.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp67.217 16.859 69.3.6.43 Piutang restitusi pajak 37.170.151.235 2.836 222.280.061.055 256 2.2g.4.060.43.802 72.474 85.685 779.544 809.2f.504 295.T.464 408.811.36.bersih Aset tetap .2o.422 juta di tahun 2008 Aset tetap Pola Bagi Hasil .789 62.12.932.831 juta di tahun 2008 Pensiun dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp6.2e.888 631.33.797 juta di tahun 2008 Pihak ketiga .52 2c.491 78.14.361.45 2i.746 42.875 2m.110.43 Penyertaan sementara 2c.373 juta di tahun 2009 dan Rp5.276.3.19.231 juta di tahun 2009 dan Rp1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.584 21. 1 .465 juta di tahun 2009 dan Rp148.959.729 2f.9 2k.11.163 juta di tahun 2008 2c.8.688.166 48.785 10.829 182.52 Aset lancar lainnya 2c.773 juta di tahun 2008 Piutang lain-lain .780.359 189.173 2.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.135.36.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp254.587 137.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp9.232 94. 28.673 2.940 juta di tahun 2009 dan Rp540.802.2g.52 Pajak dibayar di muka 37.43 2.594.488 398 1.442 1.547 juta di tahun 2009 dan Rp58.930.338. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c. 18.736 3.858 juta di tahun 2008 Rekening escrow Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 8.43 Persediaan .200.2r.849 536.913.43 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Penyertaan jangka panjang .22.011 96.778.13.2l.954 juta di tahun 2008 2h.52 165.530.2j.setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp70.072 56.306 2d.2k.10.168 281.5.768.47 449.942.900 24.439 juta di tahun 2009 dan Rp57.244 16.7.2i.299 juta di tahun 2009 dan Rp11.36 Beban dibayar di muka 2c.40 2c.163 449.

43 2.897.572 2l.102 7.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.17 2c.40.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Wesel Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang HAK MINORITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 2c.914.43 2c.15.074 1.503.19.setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban sewa pembiayaan Pinjaman penerusan .801 392.43 19.215 2.719.896.52 2m.43 2c.2r.583 1. 2 .548 24.43 3.660 3.751.2r.058.604 32.279 773.082 1.388 35.655 2.43 2s.bersih Pendapatan Pola Bagi Hasil ditangguhkan Kewajiban penghargaan masa kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Hutang jangka panjang .16.882.559 7.21 2c.614.447.984 5.247.595 2.10.23 251.000 7.43 19.22.666.37 2c.281.52 8.19.393.431 114.37.142.175.689 6.177 1.203.495.898.847.165.871 2s.2l.086 2.372 943.401 11.286.450 228.002 70.11.236.45 2c.691 27.170 3.051.705 2.883 121.34.19 2c.483.339 6.203 9.503 17.764 3.43 2q.043 18.646.172 1.701.18.311 225.057.19.647 79.43 2c.957 1.074 3.42.20.516 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.2r.494 53.539.T.398.184 877. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Hutang dividen Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban pajak tangguhan .389 16.675 31.41.

225 85.914 10.000 385.073.500 lembar saham di tahun 2009 dan 426.701) 270.203 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.040.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.999.736 (3.040.366.290.171 244.333 5.500 lembar saham di tahun 2008 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2009 2008*) 1c.290) 15.279 saham Seri B Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali 490. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan EKUITAS Modal saham .595 6.798.170.nilai nominal Rp250 per saham untuk saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B Modal dasar .386.732 94.999 saham Seri B Modal ditempatkan dan disetor penuh 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.27 2d.746 16.264.017 (437.26 5.930.110.28 2f 2f 2f 1d.557.073.159.000 1.336.999.000 385.999.620.984 16.25 2u.000 1.119 30.333 2u.1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.322 34.981 228.2d (4.574. 3 .T.162) 360.595 8.

36.2l.667) 6.20 (3.2q. 40.988 529.260.672.743.716 82. internet.975 (1.321.43 2f.29 4.939.32.34.906 19.678 465.574 8.651 13. pemeliharaan.13.093) 550.433.643.894) (488.801 1.582) 6. dan jasa telekomunikasi Umum dan administrasi Pemasaran Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN Pendapatan bunga Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Beban bunga Keuntungan selisih kurs .43.04 12.767.246.43 5.002) 4.078 5.802.319 951.724 6.618 30.2m.635 11.577.732 5.065) (3.776 236.11.842 5.52 2c.317) (77.449.545 (1.291.713.471) LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI .bersih Lain-lain .bersih (Beban) penghasilan lain-lain .961 330. dan jasa teknologi informatika Jaringan Pola Bagi Hasil Jasa telekomunikasi lainnya Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Penyusutan Karyawan Operasi.568 2009 2008 6. 4 .659 1.770.095.054 30.480 8.297.241.082 7.893) 2q.43 2g.42. kecuali data per saham dan per ADS) Catatan PENDAPATAN USAHA Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Pendapatan Beban Bersih Data.2q.167 17.2q.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.097 231.610 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.543 7.37 (2.390) (573.495.951 5.577) (3.202.525.9 2c.38 306.468.454 120.556. 10.52 2m.463.2h.401. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.43 2c. 6.12.176.805) 35.16.454 4.bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 2w.258.264.83 12.5.027 3.117 12.33.293.bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan 2s.147.613 12.52 2q 2q.2q.T.382) 2c.537.41.206 184.211.2r.31.686 12.611 486.52 2c.853.159 27.930.874.853 890.35.862.969) (938.52 3.43 2p 2k.467.60 317.45 2q.146) 11.630 2c.265 (2.873 (1.11.043.192 24 (2.813 (2.864.049.30.779 288.197 (39.

698 - - - 5.040.557.941.333 (4.264.071 2f - - - - - 25. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual (19.000 Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi 385.237 1d.043.290) 2u.336.2b. 5 .073.978 Ditentukan penggunaannya 10.27 - - (89) - - - - - - - (89) 2v.746 (5.985 Jumlah ekuitas 34.595 6.761) 6.595 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 238.073.366.T.708) 6.319 Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya 20.698 1d.840.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.813 16.813 34.732 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.000 Tambahan modal disetor 1. 1 Januari 2009 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan dan perusahaan asosiasi Akuisisi 49% kepemilikan Infomedia Modal saham yang diperoleh kembali .314.9 - - - - - - 5.290) - - (437.171 244.333 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali (4.39 39 5.harga perolehan Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 12 Juni 2009 Pembagian dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Laba bersih periode berjalan Saldo.708) (4.322 (5.2d - - - - - - - (437.264. 30 Juni 2009 Catatan Modal saham 5.043.778.237 - - - - 25.840.000 1.110.162) 360.778.017 (437.000 385.290 ) 4.073) 360.761 15.066) Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan - Uraian Saldo.2f.040.

040.333 - (2. 1 Januari 2008 Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Modal saham yang diperoleh kembali .176.119 (8.579 (2.9 - - - - - - (1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Uraian Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo.034.harga perolehan 2f 5.297.39 Penentuan penyisihan cadangan umum 39 Laba bersih periode berjalan Saldo.610 16.595 8.622.034.611 ) - 270.701) 270.386.000 1.225 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.256) 230.798.090) - - - - - - (1.515 ) (3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.105 10.103 ) - - (1.T.557.981 228.256) 2f.000 - 1.700. 30 Juni 2008 5.103) 2u.515) 6.000 385.595 - 11.333 (3.622.914 3.27 - - (1.984 (8.748.879 - 22.610 30.857.620. 6 .105 ) 6.297.090) Diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 20 Juni 2008 Pembagian dividen kas 2v.237 (2.857.073.000 - 385.017 - 6.214.129 - 33.040.073.

433.234) (326.337.727 13.992. 7 .785.501.596) 16.179.075 7.978 (1.215 (569.468) 72. dan jasa teknologi informatika Jasa lainnya Jumlah penerimaan kas dari pendapatan usaha Pembayaran kas untuk beban usaha Pengembalian kas kepada pelanggan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil dari penjualan penyertaan sementara dan pencairan deposito berjangka yang jatuh tempo Pembelian penyertaan sementara dan penempatan deposito berjangka Hasil dari penjualan aset tetap Pembelian aset tetap Kenaikan uang muka pembelian aset tetap Penurunan uang muka dan aset lainnya Kas bersih dibayar untuk transaksi penggabungan usaha Pembelian aset tidak berwujud Pembelian penyertaan jangka panjang Penerimaan dividen kas Uang muka pembelian investasi jangka panjang Penurunan (kenaikan) rekening escrow Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 2008 3.178.bersih Kerja Sama Operasi Data.556 (5.460 (10.296 29.323.030.638) (28.T.673) 13.592 11.472) 2.776) (20.888 1. internet.249) 645 (674) (41.424 31.967 (21.298.044.467 1.631) 15.787) 41. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan usaha Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.505.000.022 607 7.066) (958.541) (12.801.048 (323.549 (10.556) 12.653) 17.635.299 (7.892) (9.245 (14.708 4.269.571) (8.153.993.074 4.354) (1.236) 5.190.606.024.790) (4.969.892) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.555 324.563.848.579 4.757 247.903.890 (22.984 (11.902 30.135) 822 61.

000 2.269) 37.449 (2.826) (1.533 171.927) (146.667 22.371 10.121 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.388) 1.276.530.355) (19.824) 1.476.772) 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.429) (3.214.865) 779.690 6.568) (1.090) (101.000 (3.T.015.448.140.484.829 5.168 2008 19.183 598.622.889.210 (538. 8 .924) (123.237.225. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2009 ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan Hasil dari pinjaman jangka pendek Pembayaran pinjaman jangka pendek Hasil dari pinjaman jangka panjang Pembayaran pinjaman jangka panjang Pembayaran untuk pembelian kembali saham yang telah diterbitkan Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang sewa pembiayaan Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: Akuisisi aset tetap yang dibiayai dengan hutang usaha Akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan melalui hutang Akuisisi aset tetap melalui sewa pembiayaan 7.634 48.791 10.296 (16.939.945 8.072 (28.942.

Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika. i. No. menyewakan. menyediakan. Bandung.1. AHU. dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. iii. Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas.J. menyediakan. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No.02. 27 tanggal 15 Juli 2008 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No. fasilitas pendidikan dan pelatihan.HT. IX. Pendirian dan informasi umum Perusahaan Perseroan (Persero) P. 84 tanggal 17 Oktober 2008. 52 tanggal 3 April 1884. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. UMUM a. informatika.Tahun 2008 tanggal 31 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. mengoperasikan.H. Merencanakan. berdasarkan Peraturan Pemerintah No.01. perubahan terakhir dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No. Partomuan Pohan. mengembangkan. kecuali dinyatakan lain) 1. dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. serta optimalisasi sumber daya Perusahaan. LLM. 9 . Tambahan No. Jawa Barat.T. dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (“BAPEPAM-LK”) No. S. 25 tahun 1991..01. memasarkan atau menjual.T.20155.AH. mengembangkan.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. ii. status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). C2-6870. iv.H. Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah. dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Undang-Undang No. dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. berdasarkan akta notaris A.46312. Perusahaan menjalankan kegiatan yang meliputi: Merencanakan. memasarkan atau menjual.01.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik serta dalam rangka penambahan maksud dan tujuan Perusahaan. No. 128 tanggal 24 September 1991. ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perusahaan. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”. S. 210. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.Th. 5 tanggal 17 Januari 1992. antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak. membangun. Pada tahun 1991. fasilitas sistem informasi. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.

36 mengenai Telekomunikasi. Pemberian hak tersebut tidak mempengaruhi hak Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri lainnya. Perusahaan memperoleh hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa jaringan tetap lokal dan jaringan tetap nirkabel (local wireline dan fixed wireless) untuk jangka waktu minimum 15 tahun dan hak eksklusif untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh dalam negeri (“SLJJ”) untuk jangka waktu minimum 10 tahun. Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”). yang berlaku sejak tanggal 1 April 1989. Undang-Undang Telekomunikasi ini melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. Jika jaringan telekomunikasi tersebut tidak tersedia. UMUM (lanjutan) a. serta Telekomunikasi khusus. atau kontrak manajemen dan bahwa badan usaha yang bekerja sama dengan badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri harus menggunakan jaringan telekomunikasi badan penyelenggara tersebut. telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. menegaskan kembali status Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. dan keahlian para karyawannya. kecuali dinyatakan lain) 1. teleks. dan jasa komunikasi bergerak dan seluler. Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan para mitra usaha dalam pembangunan. Pada mulanya. dan diharapkan dapat membuka jalan menuju liberalisasi pasar. Instansi Pemerintah. Hak eksklusif tersebut juga termasuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi untuk dan atas nama Perusahaan melalui KSO. Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) menerbitkan Undang-Undang No. 10 . meliputi telepon. 8 tahun 1993 mengenai penyelenggaraan telekomunikasi mengatur lebih lanjut bahwa kerja sama penyelenggaraan jasa telekomunikasi dasar tersebut dapat dilakukan dalam bentuk sebuah perusahaan patungan. menjadikan Perusahaan sebagai operator bertaraf internasional. 52 tahun 2000 yang mengatur mengenai pembebanan biaya interkoneksi kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi asal sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui dua penyelenggara jaringan telekomunikasi atau lebih. yang berlaku efektif pada bulan September 2000. dan Telekomunikasi Republik Indonesia (“MPPT”) melalui dua surat keputusan yang keduanya tertanggal 14 Agustus 1995. badan usaha Indonesia diizinkan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar dalam bentuk kerja sama dengan Perusahaan sebagai badan penyelenggara jasa telekomunikasi dalam negeri. dan meningkatkan teknologi. satelit.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tahun 1995. dalam rangka: (1) (2) (3) mempercepat pembangunan sarana telekomunikasi. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan Undang-Undang No. 3 tahun 1989 mengenai Telekomunikasi. telegram. pengelolaan. Peraturan Pemerintah No. pengetahuan. Badan Usaha Swasta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sehubungan dengan Undang-Undang ini. Kegiatan Perusahaan dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri. terhitung sejak tanggal 1 Januari 1996. surat elektronik. Undang-Undang ini menyatakan bahwa kegiatan telekomunikasi meliputi: (1) (2) (3) Jaringan telekomunikasi. Peraturan Pemerintah tersebut mengharuskan kerja sama dilakukan dalam bentuk perusahaan patungan yang dapat membangun jaringan telekomunikasi yang diperlukan. sirkit langganan.T. kerja sama operasi. Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan. dan pengoperasian sarana telekomunikasi di lima dari tujuh divisi regional (“Divre”) melalui pola Kerja Sama Operasi (“KSO”). Menteri Pariwisata. Pada tahun 1999. Jasa telekomunikasi. dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Badan Usaha Milik Daerah. Pos.

Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah *(lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam 2008 Tanri Abeng Anggito Abimanyu Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam * ** Direktur Jaringan dan Solusi juga merangkap sebagai COO di tahun 2009 Jabatan tidak terisi di tahun 2008 11 . (ii) RUPSLB Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. Sesuai siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002. ditetapkan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2002. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”) No. Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan keputusan-keputusan yang dibuat pada pada (i) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. UMUM (lanjutan) a. 16 tanggal 28 Februari 2007 yang diubah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. Partomuan Pohan. Pemerintah mengakhiri hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara jaringan jasa lokal dan SLJJ. Pemerintah diharuskan membayar kompensasi kepada Perusahaan (Catatan 12 dan 28). 58 tanggal 29 Juni 2007 oleh notaris yang sama. PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (“Indosat”) diberikan lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi lokal dan SLJJ. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebagai berikut: 2009 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Wakil Direktur Utama/Chief Operating Officer (“COO”) Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Solusi Direktur Enterprise dan Wholesale Direktur Konsumer Direktur Compliance dan Risk Management Direktur Teknologi Informasi Direktur Human Capital dan General Affairs Tanri Abeng Bobby A. 05/HMS/JP/VIII/2000 tanggal 1 Agustus 2000 dan ralat atas siaran pers tersebut. 16 tanggal 19 September 2008 oleh notaris yang sama. kecuali dinyatakan lain) 1.H. LLM. Sebagai gantinya. dan karyawan Perusahaan 1. KP.. dan (iii) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. Dewan Komisaris.A. 215 tanggal 12 Juni 2009 oleh notaris yang sama. Perusahaan telah memperoleh izin komersial untuk menyelenggarakan jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (“Menhub”) No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. Direksi. Pada tanggal 1 Agustus 2002. S. No. masa hak eksklusif yang diberikan kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan tetap lokal dan SLJJ telah dipersingkat masing-masing dari masa berakhir periode pada Desember 2010 menjadi Agustus 2002 dan dari Desember 2005 menjadi Agustus 2003. 162 tahun 2004 pada tanggal 13 Mei 2004. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 1718/UM/VIII/2000 tanggal 2 Agustus 2000. b. No.

000 saham baru Seri B dan 233. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan penunjukkan COO.A.399. Karyawan Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan per tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah 29. dan karyawan Perusahaan (lanjutan) 1. di samping tugas dalam jabatannya sebagai Direktur Jaringan dan Solusi.T.580 orang.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada bulan Desember 1996. Dewan Komisaris.000 saham Seri B. yang terdiri dari 8. Arif Arryman.999. Penawaran umum efek Perusahaan Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (“Initial Public Offering” atau “IPO”) adalah 8. Pada bulan Mei 1999.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”). Berdasarkan Surat Dewan Komisaris kepada Direktur Utama No.000 saham Seri B milik Pemerintah melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya). UMUM (lanjutan) b. Nazief sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan untuk mengisi jabatan yang kosong dengan masa jabatan 5 (lima) tahun dan untuk memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris yang diangkat berdasarkan RUPSLB pada tanggal 10 Maret 2004. pada tanggal 12 Juni 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. yang seharusnya berakhir pada tanggal 10 Maret 2009 menjadi berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2009.000. Terdapat 35. Pemerintah menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk mengangkat Bobby A. dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700. Direksi. kecuali dinyatakan lain) 1. Berdasarkan RUPSLB Perusahaan.000. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan Petrus Sartono sampai dengan RUPSLB Perusahaan berikutnya.334. S-584/KF/2008 tanggal 20 Juni 2008. pada tanggal 19 September 2008. 12 .000.400. 125/SRT/DK/2008/RHS tanggal 25 Juli 2008. Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris tanggal 15 Februari 2008.300 saham Seri B sebagai insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun terhitung sejak tanggal IPO. Berdasarkan Surat No.000 ADS dan masingmasing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.000. Pemerintah membagikan 2.000.333. c.181 orang dan 33. Anggito Abimanyu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan yang berlaku efektif sejak tanggal 20 Agustus 2008.670.000 saham Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997.000. 2. Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388. Dewan Komisaris setuju untuk melakukan pergantian jabatan Ermady Dahlan sebagai Direktur Jaringan dan Solusi dan I Nyoman Gede Wiryanata sebagai Direktur Konsumer yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2008. Pemerintah kembali menjual 898. Berdasarkan RUPST Perusahaan. Pada tanggal 14 November 1995. para pemegang saham Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa jabatan Tanri Abeng.

999 saham Seri B.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada bulan Desember 2001.000.279 saham Seri B.000. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39. Pemerintah menjual 1.858.T. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2.000 saham atau 11.999.640 lembar saham. Pada bulan Juli 2002.. S. Pada tanggal 30 Juni 2009. Undang-Undang No.079. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. 13 .999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. Setelah pemecahan saham. dan III untuk pembelian kembali saham Seri B (Catatan 27). Pemerintah kembali menjual 312.H. No. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250.999. para pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I.1% dari jumlah saham Seri B yang beredar. Pada tanggal 16 Agustus 2007. dan jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 10.159. Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.999. LLM. II.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20. pada RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999.9% dari jumlah saham Seri B yang beredar. UMUM (lanjutan) c. Partomuan Pohan. 40 tahun 2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan.666. para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.200. Pemberlakuan Undang-Undang No. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. 26 tanggal 30 Juli 2004. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.999. seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 49. Pembagian saham bonus kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-Undang tersebut.000 saham atau 3. kecuali dinyatakan lain) 1. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.912 ADS telah dicatatkan pada NYSE dan LSE.999.999. dan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008.

Jakarta.T.275 TV berlangganan dan jasa konten/ 7 Mei 1997 1997 100 (termasuk melalui 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.99 99. Jakarta.400.370 14 .764 163.479 2008 1. kecuali dinyatakan lain) 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.167 Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan.102.218. Jakarta. Indonesia PT Indonusa Telemedia (”Indonusa”). UMUM (lanjutan) d. Anak perusahaan Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.25% kepemilikan oleh Metra) 65 98.869 715. konsultan sipil.825 Jasa telekomunikasi multimedia/ 9 Mei 2003 1998 100 100 2. Jakarta. Indonesia PT Multimedia Nusantara (”Metra”). dan pengembang/ 25 April 2001 Telekomunikasi/ 17 Mei 2001 1982 99.926 426.486 PT Dayamitra Telekomunikasi (”Dayamitra”).058 127.75 175.99 173.849.221 50. Perusahaan mengkonsolidasi laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan kepemilikan mayoritas (Catatan 2b dan 2d): (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: Persentase hak kepemilikan 2009 100 2008 100 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1.719 Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”)/26 Mei 1995 1995 65 54. Indonesia 1995 100 100 400. Indonesia PT Telekomunikasi Selular (”Telkomsel”). Indonesia Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Jasa dan pembangunan telekomunikasi/ 15 Agustus 2002 Tanggal operasi komersial 1995 Telekomunikasi/ 31 Juli 2003 1995 100 100 708.324 947. Indonesia PT Graha Sarana Duta (”GSD”). Jakarta.080. Medan.404 Anak perusahaan/ domisili PT Pramindo Ikat Nusantara (”Pramindo”). Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International (”TII”) (dahulu PT Aria West International (”AWI”)). Jakarta.

542 2008 1. pada tanggal Jakarta. Bogor.849 Anak perusahaan/ domisili Aria West International Finance B.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. hipotek. UMUM (lanjutan) d.V.706 (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Didirikan untuk memberikan jasa di bidang perdagangan dan keuangan/ 3 Juni 1996 Keuangan didirikan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan bisnis Telkomsel melalui penerbitan saham debenture. dan jasa call center/ 22 September 1999 1984 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 51 557. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. The Netherlands Telekomunikasi Selular Finance Limited (“TSFL”). Primatel menyediakan Network berhenti Internasional Access Point (NAP). obligasi.247 552. berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli 2003 2002 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 25 114 PT Balebat Dedikasi Prima (“Balebat”). Jakarta.T. Mauritius Tanggal operasi komersial 1996. Voice Over Data (VOD).910 2008 4. (“AWI BV”). beroperasi (“Napsindo”). kecuali dinyatakan lain) 1. Anak perusahaan (lanjutan) (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: (lanjutan) Persentase hak kepemilikan 2009 60 2008 60 Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 4.910 Anak perusahaan/ domisili Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Tanggal operasi komersial PT Napsindo Telekomunikasi 1999.15 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 81.472 82. atau surat berharga lainnya/22 April 2002 Percetakan/ 1 Oktober 2003 Persentase hak kepemilikan 2009 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 2008 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 1. Indonesia jasa informasi telekomunikasi dan jasa informasi lainnya dalam bentuk cetak dan media elektronik. Indonesia dan jasa terkait 13 Januari lainnya/ 2006 29 Desember 1998 PT Infomedia Jasa data dan Nusantara informasi menyediakan (“Infomedia”).061 15 . Indonesia 2000 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 33.

Indonesia 2006 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) 36. Ltd. 20/III/PMDN/2007 tanggal 1 Maret 2007. Anak perusahaan (lanjutan) (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: (lanjutan) Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Keuangan .HT.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan menyetujui penyesuaian atas pengalihan bisnis telekomunikasi internasional dari Perusahaan kepada TII menjadi pengelolaan dan pengembangan bisnis internasional berupa pola kemitraan jasa pelaksana pelayanan. S. outsourcing dan pemeliharaan lisensi dan peranti lunak/ 1 Mei 1987 1988 392. dan mengumpulkan dana.didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meminjam.T. meminjamkan.429 - Jasa teknologi informatika implementasi dan integrasi sistem.. 16 . Tangerang. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 3. Amsterdam.2007 tanggal 14 Maret 2007 serta Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam Surat Keputusan No. No. (”TFBV”).01. wesel bayar. W8-00573. dan disetujui oleh Menkumham dalam Surat Keputusan No. Pada tanggal 31 Desember 2008.806 330.402 2008 8. kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (lanjutan) d.748 Anak perusahaan/ domisili Telkomsel Finance B. Singapura PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”)..210 PT Telekomunikasi Indonesia International Pte.696 21.820/UTA-00/2008 tentang Pengelolaan dan Pengembangan Bisnis Internasional. The Netherlands Tanggal operasi komersial 2005 PT Finnet Indonesia (”Finnet”). K. Indonesia Telekomunikasi/ 6 Desember 2007 2008 173.H.665/HK.Tel. sesuai dengan hasil Amandemen Ketiga Perjanjian Kerja Sama Perusahaan dengan TII No.156 (a) TII Pada tanggal 6 Maret 2007 berdasarkan akta notaris Titien Suwartini.V.04-TH. Jakarta. nama PT Aria West International telah diubah menjadi PT Telekomunikasi Indonesia International termasuk penambahan bidang usaha dalam bisnis internasional. termasuk menerbitkan obligasi. atau instrumen hutang/ 7 Februari 2005 Data dan komunikasi perbankan/ 31 Oktober 2005 Persentase hak kepemilikan 2009 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 2008 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) Jumlah aset sebelum eliminasi 2009 9.

25% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp6. No. Metra telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (“Conditional Sales and Purchase Agreement” atau “CSPA”) dengan para pemegang saham Sigma untuk transaksi akuisisi tersebut (Catatan 3).000 per saham. (4) menyetujui pengeluaran keseluruhan saham baru sebanyak 35.000.000.000 juta yang diperuntukkan bagi pendanaan akuisisi Sigma dan maksimal sebesar Rp15.679 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. 134 tanggal 17 Juli 2008. Perusahaan melakukan tambahan setoran modal kepada Metra sebesar Rp350. berdasarkan akta notaris Sutjipto. M.000 juta yang diperuntukkan sebagai biaya akuisisi serta memperkuat pengembangan bisnis Metra. 64 tanggal 16 April 2009.. Akuisisi Sigma telah diselesaikan dengan penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham pada tanggal 21 Februari 2008 yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”). No.000.Kn. para pemegang saham Metra menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp418.H.850 juta. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 23 Maret 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. M. UMUM (lanjutan) d. 17 . Pada tanggal 17 Juli 2008.829 juta disetor dengan cara konversi dari piutang Perusahaan kepada Metra.850 juta menjadi Rp485. No.H. Pada tanggal 18 Desember 2007.600 juta dari PT Datakom Asia (“Datakom”). Metra telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) untuk melakukan pembelian 6.000 lembar saham Indonusa atau 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp62. 6 tanggal 3 Juli 2008. S.Kn.T.. M.000 lembar saham baru. (5) menyetujui akuisisi saham Sigma. (3) untuk membatasi penambahan modal ditempatkan maksimal sebesar Rp335.H. S. 133 tanggal 17 Juli 2008.000 juta sesuai dengan keputusan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007. S.c). kecuali dinyatakan lain) 1. S.250 juta menjadi Rp412. Pada tanggal 17 Juli 2008.000 lembar yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan. dengan kepemilikan sampai dengan 80%.H. Dari modal dasar tersebut Rp34.000 per saham.000 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10.250 juta dengan mengeluarkan 35. Metra memperoleh dana untuk keperluan pembelian tersebut melalui equity call yang berasal dari penambahan modal ditempatkan Metra dari semula Rp412.000 juta menjadi Rp1. berdasarkan akta notaris Sutjipto.250 juta menjadi Rp418. Metra melakukan transaksi jual beli saham tersebut (Catatan 1d. Pada tanggal 3 Juli 2008.000. Pada tanggal 21 Januari 2008. No. sebuah perusahaan dalam bidang layanan sistem informasi. berdasarkan akta notaris Wahyu Nurani. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 13 Desember 2007.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.Kn. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp200.

679 juta menjadi Rp1. No.179 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. Pada tanggal 19 Desember 2007.290 juta dicatat sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” pada akun ekuitas (Catatan 2d). kecuali dinyatakan lain) 1.H.986 juta.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. S.75%. (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp200.000 juta terbagi atas 1. berdasarkan akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. 25 tanggal 30 Juni 2009.500 juta menjadi Rp237.000. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Pada tanggal 29 Mei 2009. S.000. dan (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp485. Perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas Infomedia.000. Metra telah menandatangani CSPA dengan PT Elnusa Tbk (“Elnusa”) untuk transaksi akuisisi 49% saham Infomedia dari Elnusa (Catatan 1d. sehingga transaksi ini merupakan akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan. - Sehubungan dengan transaksi peningkatan modal dan konversi hutang menjadi penyertaan saham (debt to equity swap) kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat dari 95.084. 18 .000 per lembar saham menjadi Rp500 per lembar saham. (c) Indonusa Berdasarkan RUPSLB Indonusa pada tanggal 9 Mei 2007. hutang Indonusa kepada Perusahaan sebesar Rp82.000 juta dari Elnusa (Catatan 50a). Selisih antara nilai pembelian dengan nilai kepemilikan minoritas sebesar Rp437.624 juta dan Rp976. sebagai berikut: - Perusahaan telah melakukan pembayaran untuk peningkatan modal tahap I kepada Indonusa pada tanggal 5 Juni 2007 dan 13 Agustus 2007 masing-masing sebesar Rp21.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Metra.400. No. 8 tanggal 24 Juli 2009. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1. Pada tanggal 30 Juni 2009.000.000 lembar saham menjadi Rp700.000 juta terbagi atas 20.713 juta melalui penyetoran dan konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta menjadi Rp2.800.000 juta yang terbagi atas 200.627 juta telah dikonversi menjadi kepemilikan saham dalam ekuitas Indonusa. UMUM (lanjutan) d.000 lembar saham.e). Pembayaran peningkatan modal tahap II telah dilakukan pada tanggal 26 November 2007 sebesar Rp65.000 lembar saham Infomedia atau 49% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp598. yang kemudian ditegaskan kembali melalui Keputusan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 28 Desember 2007.68% menjadi 98.H. Pada tanggal transaksi.000. para pemegang saham Indonusa menyetujui: (1) pemecahan nilai nominal saham Indonusa dari Rp10.000 lembar saham. Metra telah menandatangani Akta Jual Beli (“AJB”) Saham untuk melakukan pembelian 205. Perubahan tersebut meningkatkan tambahan modal disetor Perusahaan dari Rp66. Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 24 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Wahyu Nurani.3 juta.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. S. Lisensi dapat diperpanjang setelah melalui proses evaluasi (Catatan 13 dan 47c. 64 tanggal 25 Agustus 2008. No. para pemegang saham Indonusa menyetujui pemindahan hak atas saham milik Datakom sejumlah 6.000 juta menjadi Rp500. 19/KEP/M.H. Telkomsel mendapatkan lisensi International Mobile Telecommunications-2000 (“IMT-2000”) atau 3rd Generation Technology (“3G”) pada pita frekuensi 2. 101/KEP/M. lisensi operasi Telkomsel diperbaharui dengan memberikan hak kepada Telkomsel untuk menyediakan: (i) Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 900 Megahertz (“MHz”) dan 1800 MHz.000 lembar saham. Anak perusahaan (lanjutan) (c) Indonusa (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler Indonusa pada tanggal 17 Juli 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. dan (iii) Layanan telekomunikasi dasar.b). 213/DIRJEN//2008 tanggal 4 Agustus 2008.000.H. No. (2) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100. para pihak menyetujui pemindahan hak atas saham milik Elnusa sejumlah 205. dengan masa berlaku satu tahun bergantung pada uji layak operasi. 25 tanggal 30 Juni 2009. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Depkominfo”) melalui DJPT memberikan Telkomsel izin prinsip untuk menyediakan Jasa Teleponi Internet (Voice over Internet Protocol atau “VoIP”).000 juta yang terbagi atas 1. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No.T. UMUM (lanjutan) d.000.800.1 GHz (3G). S.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d. para pemegang saham Infomedia menyetujui: (1) kapitalisasi bagian saldo laba ditahan perseroan dalam bentuk pembagian dividen saham. Berdasarkan Surat Bank Indonesia (“BI”) No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000. (3) peningkatan modal disetor perseroan dari Rp40. Penyediaan layanan 3G secara komersial telah dimulai sejak September 2006.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. (e) Infomedia Berdasarkan RUPS Sirkuler Infomedia pada tanggal 5 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d. 10/632/DASP tanggal 12 Agustus 2008. S.ii). Wiratni Ahmadi. Kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Juli 2009.KOMINFO/10/2006 tanggal 11 Oktober 2006.KOMINFO/2/2006. (ii) Layanan telekomunikasi bergerak IMT-2000 dengan pita frekuensi radio di 2. (d) Telkomsel Pada tanggal 14 Februari 2006.000 juta menjadi Rp210. Berdasarkan AJB Saham antara Elnusa dan Metra pada tanggal 30 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.000 lembar saham. pada tanggal 12 Agustus 2008 Telkomsel terdaftar sebagai penyedia jasa pengiriman uang dengan nomor registrasi 10/12/DASP/10 untuk menyediakan jasa pengiriman uang.1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Menkominfo”) No.000 juta yang terbagi atas 420.000. kecuali dinyatakan lain) 1. 10 tanggal 5 Juni 2009. 19 . No. e.b) Sehubungan dengan pemindahan hak atas saham tersebut kepemilikan Perusahaan di Indonusa telah meningkat menjadi 100% (termasuk melalui 1.25% kepemilikan Metra).H.

kecuali dinyatakan lain) 2. a. memiliki kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50%.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Definisi pihak yang memiliki hubungan istimewa yang digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7. Akuisisi anak perusahaan Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi. Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi jutaan Rupiah (“Rp”). mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. d.T. kecuali dinyatakan lain. atau adanya indikasi penurunan nilai (“impairment”). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. baik secara langsung ataupun tidak langsung. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal pelepasannya. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan. c. kecuali beberapa akun tertentu yang dicatat berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Perusahaan secara berkesinambungan mengevaluasi apakah terdapat suatu kejadian atau telah terjadi perubahan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan terhadap estimasi sisa masa manfaat aset tidak berwujud dan goodwill. Selisih harga perolehan dari bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang teridentifikasi dicatat sebagai goodwill. 20 . kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari dua puluh tahun apabila terdapat dasar yang tepat. disusun dengan dasar akrual. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian. Jika terdapat indikasi impairment. Harga perolehan akuisisi dialokasikan ke dalam aset dan kewajiban yang teridentifikasi dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal transaksi. Seluruh saldo dan transaksi antar-perusahaan yang signifikan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian. kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun penyertaan sahamnya lebih kecil atau sama dengan 50%. investasi. Prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaannya dimana Perusahaan. dan pendanaan. b. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (“GAAP Indonesia”). dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun. nilai aset tidak berwujud dan goodwill yang dapat terpulihkan (recoverable) ditentukan berdasarkan nilai diskonto dari estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terhadap nilai waktu dari uang (time value of money) dan risiko spesifik dari aset terkait.

Keuntungan atau kerugian yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian dan dihitung berdasarkan metode identifikasi khusus. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi secara proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh signifikan tersebut. Selisih harga pengalihan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait. Akuisisi anak perusahaan (lanjutan) Pada bulan Juli 2004. ii. Penyertaan pada efek Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dinyatakan sebesar nilai wajarnya. nilai tercatat penyertaan diturunkan hingga nihil dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan kecuali apabila Perusahaan menjamin kewajiban perusahaan asosiasi atau mempunyai komitmen untuk menyediakan dukungan keuangan kepada perusahaan asosiasi. Saldo “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian ketika tidak terdapat lagi hubungan sepengendali antara pihakpihak yang bertransaksi.T. Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai penyertaan sementara. “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” (“PSAK 38R”). diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” pada bagian ekuitas. Penurunan nilai efek yang tersedia untuk dijual di bawah harga perolehannya yang bersifat non-temporer dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. 21 . dan dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan keuangan dan operasi. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual tidak diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“DSAK”) mengeluarkan PSAK 38 (Revisi 2004). f.b). Ketika bagian Perusahaan atas rugi melebihi nilai tercatat dari perusahaan asosiasi. Penyertaan i. Berdasarkan metode ini. transaksi akuisisi dengan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan nilai buku seperti metode penyatuan kepemilikan (carryover basis). Penyertaan pada perusahaan asosiasi Penyertaan pada perusahaan-perusahaan di mana Perusahaan memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara. yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Selisih yang timbul dari jumlah bayar dengan nilai tercatat hak minoritas yang didebitkan. diakui secara langsung di eukitas dan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” (Catatan 1d. e. kecuali dinyatakan lain) 2. tetapi dilaporkan sebagai komponen terpisah pada bagian ekuitas hingga terealisasi. Berdasarkan PSAK 38R. setelah memperhitungkan dampak pajak penghasilan (“PPh”) yang berlaku. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank. iii. dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. dan semua deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu yang ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap tingkat ketertagihan saldo piutang. 22 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas.T. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f. atau teknik penilaian lain yang tepat. Piutang ragu-ragu dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih. Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut dengan metode ekuitas. kondisi keuangan dan prospek bisnis dari setiap perusahaan asosiasi.”). Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai terendah antara harga pasar (jika ada) dan nilai diskonto arus kas.S. Penurunan nilai tersebut langsung dibebankan ke laporan laba rugi periode berjalan. Penurunan nilai yang harus diakui diukur berdasarkan selisih lebih antara nilai tercatat penyertaan dengan nilai wajarnya. sekurang-kurangnya di setiap akhir tahun. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi nilai tercatat penyertaannya pada perusahaan asosiasi terhadap kemungkinan penurunan nilai. nilai wajar penyertaan dibandingkan dengan nilai tercatat penyertaan. g. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama tahun tersebut. iv. Penyertaan (lanjutan) iii. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan adanya indikasi penurunan nilai selain penurunan nilai sementara adalah pencapaian tujuan dan tahapan rencana usaha termasuk proyeksi arus kas dan hasil dari aktivitas pendanaan yang direncanakan. lamanya nilai wajar penyertaan berada di bawah nilai tercatat penyertaan. Penyertaan lainnya Penyertaan pada perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar harga perolehannya dan hanya disesuaikan untuk penurunan nilai yang bersifat non-temporer atas setiap penyertaan. dan faktor-faktor relevan lainnya. Mata uang fungsional PT Pasifik Satelit Nusantara (“PSN”) dan PT Citra Sari Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar A. Penyertaan pada perusahaan asosiasi (lanjutan) Secara berkesinambungan. dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian saat penyertaan dijual sesuai persentase kepemilikan yang dijual. Selisih yang sebelumnya langsung dikreditkan ke ekuitas sebagai dampak transaksi ekuitas di perusahaan asosiasi. aset dan kewajiban kedua perusahaan ini pada tanggal neraca masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Perubahan nilai penyertaan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan asosiasi yang timbul dari transaksi ekuitas antara perusahaan asosiasi dengan pihak lain diakui sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi”.

Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008). Perusahaan dan anak perusahaan menentukan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penghapusan pada masa lampau. kecuali dinyatakan lain) 2.T. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. 23 . dan piutang yang telah jatuh tempo untuk pelanggan non-retail yang melebihi jumlah tertentu dievaluasi tingkat ketertagihannya secara individual. Persediaan terdiri dari komponen dan modul. kartu RUIM. h. Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada masa depan. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi penyisihan piutang ragu-ragunya secara bulanan. yang dibebankan atau dialihkan ke aset tetap pada saat pemakaian. Persediaan Sejak 1 Januari 2009. dan vaucer prabayar yang dibebankan pada saat penjualan. Beban penyisihan tersebut dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan keuangan konsolidasian. kartu Removable User Identity Module (“RUIM”). Piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk pelanggan retail sepenuhnya disisihkan. Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”). Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih. Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. dan vaucer prabayar dan metode identifikasi khusus untuk persediaan modul.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk komponen. harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realiasasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode tejadinya penurunan atau kerugian tersebut. “Persediaan” yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif. i. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Saldo piutang dihapuskan dari neraca setelah semua cara penagihan dilakukan namun kemungkinan tertagihnya sangat kecil. kartu SIM. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan) Penyisihan piutang ragu-ragu mencerminkan estimasi terbaik Perusahaan dan anak perusahaan atas jumlah kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang.

lisensi. maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. suatu entitas harus memilih model biaya atau model revaluasi untuk mengukur biaya perolehan aset tetap. Nilai residu dan masa manfaat aset tetap harus direview minimum setiap akhir tahun buku. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 16 (Revisi 2007).T. Uang muka (up-front fee) dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (10 tahun). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.ii). Berdasarkan PSAK 16R.iii). Berdasarkan interpretasi manajemen terhadap ketentuan lisensi tersebut dan konfirmasi tertulis dari DJPT. Pada tahun 2006. Perusahaan telah memutuskan untuk menggunakan model biaya. Aset tidak berwujud diakui jika Perusahaan dan anak perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tidak berwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. sejak aset terkait dengan pengoperasian tersebut tersedia untuk digunakan. biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan. Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan lisensi tersebut setiap tahun.perolehan langsung Sejak 1 Januari 2008. dan (c) estimasi biaya awal pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. k. Selanjutnya. lisensi tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa iuran tahunan BHP. Apabila nilai tercatat aset tidak berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Setiap bagian aset tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya. dan peranti lunak komputer. Telkomsel mengakui iuran tahunan BHP sebagai beban pada saat terjadinya. Aset tidak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. Amortisasi dimulai pada tahun 2006. Aset tetap . Telkomsel diharuskan membayar uang muka (up-front fee) dan iuran tahunan biaya hak penggunaan (“BHP”) selama sepuluh tahun (Catatan 47c. kecuali dinyatakan lain) 2. jika ada. Aset tidak berwujud Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang berasal dari akuisisi anak perusahaan/bisnis. Perusahaan dan anak perusahaan harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tidak berwujud. Aset tetap yang diperoleh secara langsung diakui berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. 24 . Oleh karena itu. “Aset Tetap” (“PSAK 16R”) yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008 dan diterapkan secara prospektif. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) j. Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan estimasi masa manfaat. Telkomsel diberikan lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (Catatan 13.

Dalam kondisi tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan peralatannya 3-15 Jaringan kabel 5-25 Catu daya 3-10 Peralatan pengolahan data 3-10 Peralatan telekomunikasi lainnya 5 Peralatan kantor 2-5 Kendaraan 5-8 Peralatan lainnya 5 Terkait dengan PSAK 16R. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan. nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. kecuali tanah.perolehan langsung (lanjutan) Aset tetap. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan 20 Prasarana bangunan 3-7 Peralatan sentral telepon 5-15 Peralatan telegraf. peranti lunak komputer tersebut harus dicatat sebagai bagian dari aset tidak berwujud. Perusahaan membebankan pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan keuangan konsolidasian periode berjalan oleh karena dianggap tidak material Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Selama masa pembangunan. peranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari peranti keras komputer. Suku cadang dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan dan diakui sebagai bagian dari laba atau rugi pada saat dikonsumsi. sejak 1 Januari 2008. Peranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan peranti lunak komputer tertentu. teleks. dan komunikasi data 5-15 Peralatan dan instalasi transmisi 5-20 Satelit. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual. Aset dalam pembangunan diakui sebesar harga perolehan hingga pembangunan selesai. Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari 12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. stasiun bumi. biaya pinjaman.T. Jika peranti lunak komputer berdiri sendiri dari peranti keras komputernya. dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 2. yang termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul untuk membiayai pembangunan aset. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat serat optik (merupakan bagian dari jaringan kabel) dari 15 tahun menjadi 25 tahun. dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi. Peralatan yang untuk sementara tidak digunakan direklasifikasi sebagai peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaatnya. yang kemudian direklasifikasi secara spesifik menjadi aset tetap yang terkait. Aset tetap . 25 .

aset tetap PBH yang bersangkutan direklasifikasi ke akun “Aset tetap”. 26 . mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30R secara retrospektif terhadap semua transaksi sewa sejak tanggal mulainya perjanjian terkait atau secara prospektif seolah-olah PSAK 30R berlaku sejak awal periode pelaporan. Oleh karena dampak dari penerapan standar tersebut terhadap tahun 2007 dan 2006 tidak signifikan. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. nilai kini pembayaran sewa minimum. Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau jika lebih rendah. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban.T. Berdasarkan PSAK 30R. Pada akhir masa bagi hasil. Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) 8. Pendapatan ditangguhkan yang berkaitan dengan perolehan aset tetap PBH diamortisasi selama masa bagi hasil dengan menggunakan metode garis lurus. klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk kontraknya. Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan memutuskan untuk melakukan penerapan prospektif. “Penentuan Apakah suatu Perjanjian Mengandung suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi PSAK 30 (Revisi 2007)”. Perjanjian Pola Bagi Hasil (“PBH”) Pendapatan PBH diakui sesuai dengan bagian yang menjadi hak Perusahaan sebagaimana diatur dalam perjanjian. Aset tetap tersebut disusutkan berdasarkan estimasi masa manfaat masing-masing aset dengan menggunakan metode garis lurus (Catatan 2k). Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Perusahaan mencatat aset PBH sebagai “Aset tetap PBH” (dengan mengkredit akun “Pendapatan PBH ditangguhkan” yang disajikan pada bagian kewajiban di neraca konsolidasian) sebesar biaya yang dikeluarkan mitra usaha sebagaimana disetujui dalam perjanjian antara Perusahaan dan mitra usaha. diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa manfaat yang akan diperoleh. Aset tetap sewa pembiayaan Sejak 1 Januari 2008. Aset sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat ekonomisnya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 30 (Revisi 2007). m. “Sewa” (“PSAK 30R”) yang efektif berlaku untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. Perusahaan membebankan efek kumulatif pada laporan keuangan tahun 2008. Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Biaya langsung awal yang dikeluarkan perusahaan dan anak perusahaan ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l.

60 2008 Jual 9. Penjabaran valuta asing Mata uang fungsional Perusahaan dan anak perusahaan adalah Rupiah dan pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. “Akuntansi Kerja Sama Operasi” yang menggantikan paragraf 14 PSAK 35. baik yang telah maupun yang belum direalisasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.86 Jual 10. p. Bagian Perusahaan atas DKSOR diakui berdasarkan persentase bagian Perusahaan atas pendapatan KSO. KSO Pendapatan dari KSO mencakup amortisasi pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) n.72 Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.T.375 106. aset yang dibangun oleh mitra KSO dalam rangka KSO dicatat dalam pembukuan mitra KSO yang mengoperasikan aset tersebut dan akan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa KSO atau saat penghentian perjanjian KSO.399 107. setelah dikurangi MTR dan beban operasi Unit KSO. Beban tangguhan . sesuai dengan perjanjian KSO. dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan. Pada tanggal neraca konsolidasian. 27 . Kompensasi yang diterima dari mitra KSO dicatat sebagai pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan.215 14. MTR diakui setiap bulan berdasarkan perhitungan jumlah MTR yang diperjanjikan untuk periode berjalan.03 Beli 9.603 87. kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. Berdasarkan PSAK 39.200 14. setelah dikurangi dengan seluruh beban langsung yang berkaitan dengan perjanjian KSO dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan masa KSO yaitu 15 tahun sejak tanggal 1 Januari 1996.hak atas tanah Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan dan perpanjangan masa hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode hak atas tanah tersebut.215 14.225 14. aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal neraca konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan dan anak perusahaan 2009 Beli Dolar Amerika Serikat (“US$”) 1 Euro1 Yen1 10. o. dan bagian Perusahaan atas Pendapatan KSO yang Harus Dibagi (“Distributable KSO Revenues” atau “DKSOR”). kecuali dinyatakan lain) 2. dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap pembangunan aset tersebut (Catatan 2k).584 87. “Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi”. Pendapatan Minimum Telkom (“Minimum Telkom Revenue” atau “MTR”).

internet. Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. penggunaan. atau langsung kepada pelanggan. Pendapatan interkoneksi Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan internasional diakui pada saat terjadinya berdasarkan perjanjian dan disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi beban interkoneksi. 28 . yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM untuk telepon seluler atau kartu RUIM untuk telepon nirkabel dan vaucer perdana) dan vaucer isi ulang diakui sebagai berikut: • • Penjualan kartu SIM dan RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat kartu perdana tersebut diserahkan kepada distributor. dan instalasi diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. instalasi dan implementasi peranti lunak dan perangkat keras komputer. Pengakuan pendapatan dan beban i. komunikasi data. dan jasa teknologi informatika Pendapatan dari pemasangan (set-up) internet. Pendapatan dari jasa prabayar. dan e-Business diakui pada saat pemasangan selesai. Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian. Penjualan vaucer pulsa isi ulang (baik digabungkan dalam paket perdana ataupun dijual secara terpisah) diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di muka dan secara proporsional diakui sebagai pendapatan berdasarkan jangka waktu dan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada vaucer prabayar telah habis masa berlakunya. Pendapatan data. penyalur. Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. yang terdiri dari pendapatan jasa penyambungan. iv. Pendapatan pulsa dan biaya pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan pelanggan. jasa pemasangan jaringan data komputer. Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak Pendapatan dari pemasangan sambungan telepon tidak bergerak diakui pada saat pemasangan selesai dan siap dipakai. Pendapatan dari penjualan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. iii. ii. Pendapatan telepon seluler dan jaringan tetap nirkabel Pendapatan dari jasa pasca bayar. Biaya abonemen bulanan ini diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan.T. v. Pendapatan diakui berdasarkan harga yang ditetapkan dalam perjanjian. dan biaya abonemen bulanan diakui sebagai berikut: • • • Pendapatan jasa penyambungan diakui pada saat penyambungan terjadi. kecuali dinyatakan lain) 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pendapatan jaringan Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q.

kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Pendapatan diakui pada saat jasa diterima atau barang diserahkan kepada pelanggan. Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi aktuaria. Untuk program iuran pasti. 29 . Beban program promosi yang belum digunakan disajikan sebagai pengurang pendapatan diterima di muka. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. Kewajiban sehubungan dengan LSA dan LSL dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. ii. r. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. Beban Beban diakui berdasarkan metode akrual. Pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu. vii. tergantung persetujuan manajemen. yang melebihi nilai tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program.T. Biaya jasa lalu diakui jika telah menjadi hak (vested) atau diamortisasi selama periode vesting. Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya terdiri dari penjualan jasa atau barang telekomunikasi lainnya. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) vi. Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya bersih berkala untuk tahun iuran tersebut terutang dan dicatat sebagai biaya karyawan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Laba atau rugi aktuaria yang muncul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan asumsi aktuarial. Penghargaan masa kerja (“Long Service Awards” atau “LSA”) ”) dan cuti masa kerja (“Long Service Leave” atau “LSL”) Perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. dikurangi dengan nilai wajar dari aset program pensiun setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria yang tidak diakui. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi dengan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban yang bersangkutan. dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi konsolidasian selama sisa masa kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan. Imbalan kerja i.

termasuk. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dimana karyawan mulai tidak aktif selama 6 bulan sebelum memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. seperti kompensasi rugi fiskal. 30 . Pensiun dini (“Pendi”) Beban Pendi diakui pada saat Perusahaan berkomitmen untuk memberi imbalan Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Perusahaan agar karyawan terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. Selama masa MPP. v. Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program manfaat pasti.T. fasilitas kesehatan. karyawan masih akan menerima manfaat yang diberikan kepada karyawan aktif. Perusahaan dan anak perusahaan juga mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan. Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan tetap berlaku terhadap laba kena pajak untuk tahun-tahun dimana perbedaan temporer tersebut terpulihkan atau direalisasi. kecuali dinyatakan lain) 2. s. Manfaat tersebut dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Imbalan pasca kerja lainnya Karyawan memperoleh tunjangan persiapan pensiun dan tunjangan fasilitas perumahan terakhir pada saat memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. kecuali apabila pajak tersebut berkaitan dengan pos-pos yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. PPh Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan dianggap berkomitmen untuk melakukan Pendi jika. bonus. Imbalan kerja (lanjutan) iii. dan tunjangan lainnya. misalnya selisih nilai transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali dan efek penyesuaian penjabaran mata uang asing untuk penyertaan tertentu di perusahaan asosiasi. iv. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) r.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dalam hal mana PPh-nya juga dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. Manfaat yang diberikan kepada karyawan yang memasuki MPP dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Perusahaan telah memiliki rencana Pendi formal yang tidak dapat dibatalkan. tetapi tidak terbatas pada gaji rutin. jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar (probable). dimana bagian yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan. PPh dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. Masa persiapan pensiun (“MPP”) Karyawan Perusahaan memperoleh manfaat selama MPP. dan hanya jika. atau memberikan imbalan yang lebih rendah. libur tahunan.

Laba bersih per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 40. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan pajak. aset atau kewajiban terkait harus disesuaikan nilainya. 31 . ketika hasil banding sudah diputuskan. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif diakui pada laporan laba rugi konsolidasian atau laporan perubahan ekuitas konsolidasian tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari transaksi lindung nilai tersebut. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” yang mensyaratkan bahwa semua instrumen derivatif diakui dalam laporan keuangan pada nilai wajarnya. PSAK 55 mensyaratkan beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”. Harga pokok dari penjualan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode ratarata tertimbang. Instrumen derivatif Transaksi derivatif diakui sesuai dengan PSAK 55. Laba per saham dan laba per ADS Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode tersebut.T. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. PPh (lanjutan) Aset dan kewajiban pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diharapkan dapat diperoleh atau dibayar dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan mengakui sebagai kewajiban berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Komisaris. termasuk adanya dokumentasi formal pada awal lindung nilai. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. v.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. u. kecuali dinyatakan lain) 2. Modal saham yang diperoleh kembali Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang ekuitas pemegang saham. atau apabila dilakukan banding. yaitu jumlah saham per ADS. Untuk dividen interim. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. w. Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat lindung nilai. t. Untuk memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai.

Metra dan SCH setuju untuk mendukung Sigma melakukan IPO dalam periode 24 bulan dari tanggal penutupan.2 juta atau setara dengan Rp331. Opsi tersebut berlaku selama 24 bulan atau lebih cepat jika terjadi IPO. 3. nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud.052 juta yang berlaku efektif sejak tanggal 22 Februari 2008 (“tanggal penutupan”) (Catatan 1d. Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain termasuk. dan manufaktur. PT Sigma Citra Harmoni (“SCH”) dan Trozenin Management Plc menandatangani Amandemen Perjanjian Jual Beli Saham dimana Metra mengakuisisi 80% saham Sigma dengan harga perolehan sebesar US$35. kecuali dinyatakan lain) 2. Melalui akuisisi ini. y. Segmen usaha adalah unit yang dapat dibedakan (distinguishable unit) yang menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda dan dikelola secara terpisah. penyisihan untuk piutang. Harga beli opsi tersebut yaitu nilai tertinggi antara harga per saham yang diperjualbelikan yang disesuaikan dengan tingkat bunga dan nilai wajar yang ditentukan oleh penilai independen. Penggunaan taksiran Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Perusahaan memulai untuk memperluas jasanya pada industri-industri sejenis terutama jasa teknologi informatika dengan menggabungkan pengalaman Sigma dan basis konsumen korporasi Perusahaan. Goodwill dalam kaitannya dengan akuisisi ini terdiri terutama dari nilai wajar dari keahlian dan pengalaman dari tenaga kerja perusahaan yang diakuisisi. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut. Informasi segmen usaha konsisten dengan informasi operasi yang secara rutin dilaporkan kepada tingkat pengambil keputusan operasional tertinggi di Perusahaan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) x. dan kewajiban yang berhubungan dengan imbalan karyawan.b). Informasi segmen Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut segmen usaha.T. AKUISISI SIGMA Pada tanggal 21 Februari 2008. SCH sebagai pemegang 20% saham Sigma. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli tersebut. Metra dan para pemegang saham Sigma. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. multi finance. Sigma adalah perusahaan jasa teknologi informatika yang menyediakan peranti lunak untuk perusahaan perbankan. 32 . mempunyai opsi jual (put option) yang mengharuskan Metra membeli saham minoritas.

886 29.686 189. dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung.649) 287. peranti lunak.T.461 86.405 (75. AKUISISI SIGMA (lanjutan) Akuisisi Sigma dicatat dengan menggunakan metode pembelian.636) (57. 33 . Aset tidak berwujud merupakan kontrak dan hubungan jangka panjang dengan konsumen. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut: Rp Aset dan kewajiban yang berasal dari akuisisi adalah sebagai berikut: Aset lancar Aset tetap Aset tidak lancar lainnya Aset tidak berwujud Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Hak minoritas Nilai wajar aset bersih yang diakuisisi Goodwill Jumlah harga perolehan Dikurangi: Kas dan setara kas pada anak perusahaan yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akusisi 150.052 (43. dan merek dagang (Catatan 13). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Hasil usaha konsolidasian Perusahaan meliputi hasil usaha Sigma terhitung sejak 1 Maret 2008 sebagai tanggal neraca terdekat. kecuali dinyatakan lain) 3.347) (37.777) 231.944 331.108 99.570) (54. sebagai tanggal neraca terdekat.403 Metra memperoleh kendali atas Sigma pada tanggal 22 Februari 2008 dan penilaian dilakukan oleh penilai independen dengan menggunakan saldo 28 Februari 2008.

566 31.609 3.566 2.463.363 861.763 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.250 250 20 247.880 2.530 1.680 115.307 37 379.285 6.083.338 116.171 2.864 63.123 2.675 34 .601 17.337 1.168 Mata uang asing Bank Mandiri BNI BRI BSM 296. N. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 4.595 Mata uang asing The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.884 213.690.658 Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah ABN AMRO Bank (“AAB”) Deutsche Bank AG (“DB”) PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) (dahulu PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk) PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (”Bank Ekonomi”) PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara PT Bank DKI Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 1. KAS DAN SETARA KAS 2009 Kas Bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Pos Nusantara PT Bank Tabungan Negara (Persero) (“BTN”) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) 95.115 665 75 87.610 153.426 514.367 61.359 1.412 8.304 335.500 9.196 3.679 57 5.948 813 25.A (”Citibank”) Bank CIMB Niaga Bank Ekonomi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 42.831 179.576 88.622 10.334 8.076 69.722 121.449 23.214 10.495 2.100 8. (“HSBC”) DB Citibank.217 158.366 7 2.095 10.577 95 16 8 1.039 8.492 2008 36.T.947 21.594 Sub-jumlah Jumlah bank 227.013 16.

888 250.000 216. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah BNI BRI Bank Mandiri BTN Mata uang asing BNI BRI Bank Mandiri Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah BCA PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (“Bank Jabar”) Citibank Bank Bukopin PT Bank Muamalat Indonesia (“Bank Muamalat”) PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) Bank CIMB Niaga PT Bank Century Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) PT Bank Permata Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk DB PT Bank Syariah Mega Indonesia (“Bank Syariah Mega”) PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank NISP Tbk PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk 2008 1.085 1.000 2.100.315 25.181 1.000 1.000 37.600 274.000 1.186 65.623 35 .041 1.945 267.000 9.000 20.900 1.813 6.257.132.607.000 149.594 4.625 220.068.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.900 3.495.437.785 350.000 2.T.650 40.281 465.337.275.983 2.363.468 262.775 2.060 623.570 202.871 1.053 30.000 45. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.680 18. kecuali dinyatakan lain) 4.000 50.000 60.725 6.000 1.315 5.279.560 209.550 117.500 72.000 29.627 327.920 52.402 293.000 25.450 300.255 78.459.272 89.251.770 2.000 5.

610 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.25% .829 Sub-jumlah Jumlah deposito berjangka Jumlah 2.00% .600 688.784.821 18. kecuali dinyatakan lain) 4.942.001 8.226 6.430 4.655 901.844 1.25% .25% . Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan secara keuangan dianggap aman karena dimiliki oleh Pemerintah.50% 0.052.591 10.75% 2008 2.872 10.276.50% 1.532.4.80% Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dimana Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara.168 Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Mata uang asing 5.410 296.968 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.614 1. 36 .391. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.224 30.584 151.4.12.490.824 156. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2009 Deposito berjangka (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing BCA Bank Muamalat DB HSBC Standard Chartered Bank (“SCB”) Bank Jabar Bank Bukopin Bank Mega Bank Ekonomi 2008 658.13.T.

dengan rincian sebagai berikut: a.528 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.703 12.586 3.173 2008 3.495 3.843 166 4.634 685. PIUTANG USAHA Piutang usaha timbul sehubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail.061.072 . Berdasarkan umur (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Sampai dengan 6 bulan 7 sampai dengan 12 bulan 13 sampai dengan 24 bulan Lebih dari 24 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 37 754.457 73. Berdasarkan pelanggan (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Instansi Pemerintah CSM Indosat PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) PSN PT Graha Informatika Nusantara (“Gratika”) Koperasi Pegawai Telkom (“Kopegtel”) Lain-lain Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 702.797) 536.350 89.773) 2.350 3.966 44.235 Piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu disajikan bersih setelah memperhitungkan kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak yang sama berdasarkan hak untuk melakukan saling hapus yang disepakati oleh kedua belah pihak.749 18. kecuali dinyatakan lain) 5.768.035 64.465) 779.032 (148.849 2008 540.301 685.961 133. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.031 43.465) 779.206 885.268 885. (ii) Pihak ketiga 2009 Pelanggan individual dan bisnis Penyelenggara jasa telekomunikasi internasional luar negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih b.740.314 (105.941.623 4.320.849 2008 528.T.149 13.776 28.459 12.254 55.845 (1.404 (1.314 (105.208 9.564 4.032 (148.781 378.235 3.194 3.829.959.231) 2.797) 536.978 9.361.326 67.

711.129 1.336 885.173 2008 3.173 2008 2.S.845 (1.991) 1.T.235 2. kecuali dinyatakan lain) 5.421 4.203.466.768.105 (203.404 (1.829.361.061.361.100.061.675.165 (40.768.032 (148.983 2.905 303.568 4.456 314.791 3.716 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.154.032.210.415 685. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih (ii) Pihak ketiga 2009 Rupiah Dolar A.836 608.474.617 18. Berdasarkan umur (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2009 Sampai dengan 3 bulan Lebih dari 3 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih c. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih d.072 858. Berdasarkan mata uang (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2009 Rupiah Dolar A.773) 2.374) 1.054 355. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan piutang tak tertagih Saldo akhir 1.845 (1.231) 2.S.404 (1.696 2008 1.773) 2.959.465) 779. PIUTANG USAHA (lanjutan) b.978 26.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.314 (105.320.797) 536.959.320.072 38 .570 3.829.287.849 2008 666.231) 2.

6.220 (64.954 201.436 148. dan risiko lain.878 juta (Catatan 43d.697 70.425 (172) 58. dan vaucer prabayar Jumlah Penyisihan persediaan usang Modul Komponen Jumlah Jumlah bersih Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2009 Saldo awal Penambahan (Catatan 36) Penghapusbukuan penyisihan Saldo akhir 64. 39 .710) (6.442 Komponen dan modul terdiri dari pesawat telepon. kabel. Perusahaan dan anak perusahaan tidak mempunyai risiko kredit atas piutang yang terkait dengan pelanggan yang tidak dicerminkan di neraca konsolidasian (off-balance sheet credit exposure).547) 449. manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan atas piutang.125 354.701 4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.954) 295. Kecuali untuk piutang dari Instansi Pemerintah. dan persediaan suku cadang lainnya. beberapa persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran.396 (52. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. kecuali dinyatakan lain) 5.643 520. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu (lanjutan) Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang. kartu RUIM.673 2008 137.547 2008 54. suku cadang instalasi transmisi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada 30 Juni 2009.072 139.835 68.363) (70. Total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp4. pencurian.850 5.T. PIUTANG USAHA (lanjutan) d.184) (6. PERSEDIAAN 2009 Modul Komponen Kartu SIM. Piutang usaha tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22). Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang.505 179.vii).244) (58.

498 4.158 20. 8. 40 . PERSEDIAAN (lanjutan) Beberapa persediaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tertentu telah diasuransikan terhadap all industrial risk dan risiko kehilangan pada saat pengiriman dengan total nilai pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar Rp6.424 5.217 2008 Mata uang asal (dalam jutaan) 0.326 8.800 24.537 22. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.255 2.039 360.338.703 312.90 Setara Rupiah 8.464 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.523 10.215 juta. terdiri dari deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebagai berikut: 2009 Mata uang BNI Perusahaan Bank Mandiri Perusahaan Infomedia TII Jumlah US$ Rp US$ Rp Rp US$ Mata uang asal (dalam jutaan) 0.013 378. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.015 449 4.244 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka milik Perusahaan dan anak perusahaan yang dijadikan jaminan untuk garansi bank kepada beberapa Bank . ASET LANCAR LAINNYA Aset lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.376 21. BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2009 Izin penggunaan frekuensi Gaji Sewa Asuransi Biaya penerbitan buku petunjuk telepon Lain-lain Jumlah 1.569 Setara Rupiah 529 13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.420 21.200. kecuali dinyatakan lain) 6.854 1.836 2008 582.052 0. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan tertentu yang mungkin dialami Perusahaan.630 82. 7.284 92.928 307.348.T.

587 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (1.961 52.579 85.103) (1.197 32.334) Saldo akhir 54.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.107 10.11 9.712 23.360 587 199 30.990 (1.38 Saldo awal 84.253 (697) 165.802 41 .313) (3.700 33.249 Bagian rugi (2.107 169.969) Saldo akhir 79.103) 137.00 5.240 32. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.81 20.T.00 40.858 113.949 117.360 587 199 30.11 9.00 22.961 52.249 28.961 52.480 20.00 40.38 Saldo awal 57.116 31.800) 831 (2.132 Penambahan 28.80 20.021) (1.360 587 199 2.249 28. (“BMPL”) PT Batam Bintan Telekomunikasi (“BBT”) PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (“Bangtelindo”) Scicom (MSC) Berhad (“Scicom”) 25.695 20.00 2. kecuali dinyatakan lain) 9.146 Bagian (rugi) laba (3.00 22.00 5.334) (3.00 2. PENYERTAAN JANGKA PANJANG 2009 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (697) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: Bridge Mobile Pte Ltd.107 10.780 - (697) 113.103) - Persentase kepemilikan Metode ekuitas: CSM Patrakom PSN Metode biaya: BMPL BBT Bangtelindo Scicom 25.892 90.360 587 199 30.969) (2.

jasa aplikasi jaringan. pada tanggal 7 Maret 2007. Pada tanggal 20 Januari 2006. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di PSN terdilusi menjadi 22. CSM CSM bergerak dalam bidang penyediaan Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro (“Very Small Aperture Terminal” atau “VSAT”).500. d.38%. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. para pemegang saham BMPL juga menyetujui bergabungnya Advance Info Service Public Company Limited sebagai salah satu pemegang saham BMPL. Bagian Perusahaan atas dividen tersebut sebesar Rp1. nilai tercatat penyertaan di Patrakom kurang lebih sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih Patrakom. Namun. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. para pemegang saham BMPL menyetujui bergabungnya SK Telecom sebagai salah satu pemegang saham BMPL.859 juta dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp607 juta.H.944 juta. Pada tanggal yang sama. para pemegang saham Patrakom menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp4. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) a. para pemegang saham PSN setuju untuk menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham baru. oleh karena itu nilai penyertaannya telah menjadi Rp nihil. suatu perusahaan asosiasi dari Telkomsel. Selanjutnya.. No. M.T. sehingga tambahan pemesanan 300. PSN PSN bergerak dalam bidang penyewaan transponder satelit dan penyelenggaraan jasa komunikasi berbasis satelit di wilayah Asia Pasifik. c. S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 235 tertanggal 30 April 2008. jasa-jasa dan sarana terkait untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan. (“SK Telecom”) sebagai pemegang saham BMPL.000 saham tambahan di BMPL bergantung pada bergabungnya SK Telecom Co. bergerak dalam penyediaan jasa seluler regional di wilayah Asia Pasifik. BMPL BMPL (Singapore). tambahan pemesanan 300. Berdasarkan Accession Agreement tanggal 18 Juni 2007. Berdasarkan hasil RUPST Patrakom pada tanggal 30 April 2008 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto.000 saham dibatalkan. nilai tercatat penyertaan di CSM sama dengan bagian Perusahaan dalam aset bersih CSM. Patrakom Patrakom bergerak dalam bidang penyediaan jasa sistem komunikasi satelit. Bagian rugi Perusahaan dari PSN telah melebihi nilai penyertaannya sejak 2001. dan jasa konsultasi mengenai teknologi telekomunikasi dan sarana lain yang terkait. kecuali dinyatakan lain) 9.000 saham akan dibatalkan jika SK Telecom menjadi pemegang saham di BMPL. Ltd. b. 42 .Kn.. Penambahan penyertaan pada Patrakom di tahun 2007 berasal dari penyesuaian atas selisih nilai buku dan penyertaan awal yang dilakukan pada tahun 2005. diputuskan bahwa masing-masing para pemegang saham BMPL akan memesan 1.

360 juta) mencerminkan 10% kepemilikan pada masing-masing periode. S. 38 tanggal 19 Juli 2007. serta di Bintan Beach International Resort dan Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan.000 juta dari pemegang saham PT Fokus Investama Mondial (“FIM”).200.80%. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. Scicom menerbitkan 35. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp1.11%. Pada tanggal 19 Juli 2007. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) d. BMPL (lanjutan) Pada bulan April dan November 2007. No.42 juta (setara dengan Rp30.H. f. g.) Pada 30 Juni 2009 dan 2008.81% total kepemilikan TII pada Scicom. Bangtelindo Bangtelindo terutama bergerak dalam bidang penyediaan jasa konsultasi untuk pemasangan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi.41%.000 (Rp20. kontribusi TII adalah sebesar US$3. Pada tanggal 5 Februari 2008.961 juta) atau setara dengan 9. Wiratni Ahmadi.455 juta dan Rp5. berdasarkan keputusan RUPSLB Bangtelindo yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. Pada tanggal 31 Juli 2008.000 (setara dengan Rp5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. para pemegang saham Bangtelindo menyetujui penambahan modal disetor sebesar Rp2. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2.H. 43 .200 juta dari pemegang saham FIM. Pulau Batam.615 juta. 85 tanggal 30 Juni 2008. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan kepemilikan TII di Scicom terdilusi menjadi 9. BBT BBT bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo di Muka Kuning.000 lembar saham baru. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan Perusahaan di Bangtelindo terdilusi menjadi 2. No. e. Wiratni Ahmadi.T. Telkomsel telah melakukan pembayaran untuk pemesanan tambahan saham masing-masing sebesar US$600.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 9. Scicom Scicom bergerak dalam bidang penyediaan jasa call center di Malaysia. S. Pada 30 Juni 2008. kontribusi Telkomsel masing-masing adalah US$2.

802.910 15.210.824 14.335) (11.675.039 7.907.198 21.989.100) (100) (144.900 (26.641) (121) (511) (20.705 56.730 2.333. ASET TETAP 1 Januari 2009 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.323 60.698 110.635 206.898) (3.350) (112) (294) (3.804 460.256.386 60.084 76.307 132. stasiun bumi.898) 57. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.073 108.409.589 323.321.149 (3.825 676.640 7.816) (127) (153.589.216 5.627 119.851 493.819 23.717 11.761 1.T.847 13. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.830 384 13.789 44 .339) (94.502.698 284.334 135.630 2.576.485) 4.562 1.401 517.815 1.174 7.581 458.588.694 497.010 27.131 427.307 140.692 95.165 61.314 2.220.590 68.732.998 23.072 1.709 65.085 94.917.816) (47) (152.926.697 (3.002 9.162 290.938 545.303.940 8.333 70.697 580.004 2.208 561. teleks.829 61.967.135 43.865) (5.198 (11.978 236.261) (556.744 139.685.054 766.165 56.583.560.506.724 3.636) 920 (1.628 24.144) (20.629 22. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Jumlah Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2009 684.491 128.327 19.535 593.640 2.296 279.482) (22) (577.533 240.973 11.626.417.780.745.522 2.923 24.825) (54) (144. kecuali dinyatakan lain) 10.263 40.663 27.049 36.124 17.172 139.548 2.671 642.053 4.982 5.229.073) (1.194 678.281 7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.530 3.498 23.182 9. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.969.190 353.439 72.552 20.721.993.506.079.258 7.155 1.099 17.351.173.233 2.235) 45.683.111.356.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.892 29.554 22.528 216.913 86.576 6.052 6.340) 123 156 47.469) 39.991 135.131 1.648 67.240 437. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.768 2. stasiun bumi.258.612 2.432 61.703 285.926 77.495 9.350 60.976 6.981 622.951 84.049 94.709 1.201 580.757 3.228 1.574.463 2.994 293 2.640 127. stasiun bumi.620 21.372 696.354 5.572.565 86.777 95.877 462.184.236 (34.954 6.350) (112) (293) (5. teleks.866 207.857.274 105.580.493 236.843 (3.456 421.836 26.897 29.838.212 658.240 295.239 91.498) 59 (348) 28.898 207.263 40.191 1.440 2.767 545.180.

808 - 63.205.904 391.244 2.498 24.485) (13.373.039) 58.420 724.041 37.816.444 6.005 25.437 188.199 13.931 65.297 1.293.819 314.810.743) (202) (1.573 2.793 2.834 60.994 23.228) (524.864.094 54.422 62.529 4.301 4.091 2.280.160 21.011.804 403.796 100. kecuali dinyatakan lain) 10.979. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.626 20.511) (65.196.054) (1.137) 620.860.782 637.958 122.117 51. stasiun bumi.784 86 83.139 156.216 257.525. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.091.925) 495. teleks.503) (466) (6.443 6.747 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.875 *) Disajikan kembali (Catatan 52) 45 .932.560 5.993) (1.516) (554) (2.241) (4.515 2.507) (3. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Nilai Buku Bersih Akuisisi Sigma Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2008*) 561.557 152.081.746 710.345 1.339 6.046.801 161.180) 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.284) (674.355 12.020 706.039 224.458 584.895.005.452 458.813 114.935.886 32. stasiun bumi.519 147.515 1.431.448 437 2.935 (195.865.638 6.542) (25.275 2.440 1. teleks.917.081.270.279 22. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.580.207.562.595.227 14.027 704.637 613.416.796 (56) (466) (522) (103) (673) (9.501.879 545.598 4.646.484 156.140) (1.603 3.229) (26.554 33.253 13.927 147.281 109.667 291.871 13.557 162.075.351 283.523 2.057 211.862 13.958 4.332 143.999) (12.386 5.568 13.186 1.030 3.465 20.154 14.348 2.520 12.642 26.316 4.345 202 8.669. stasiun bumi.869) (35.678 17.176 36.511) 105 (1.629 292.200 1. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Kendaraan Jumlah Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap yang diperoleh sendiri Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.960 (8.250 389.095 722.554 44.494 188.134 17.021.724 16.856 48.207.681) (76.077 5.676 86. ASET TETAP (lanjutan) 1 Januari 2008 Harga perolehan: Aset tetap yang diperoleh sendiri Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.563) (387.T.643.710.579) (211.965 2.036 44.457 2.579 18.292 1.228 37.945 (2.812 (37.055 100.374 626.398 135.682 594.693 120.560 57.253 124.192 109.758.178.515 400.952.557.758.218 10.428.430 1.557 381 37.106.693 7.979 31.194) (7.474.304 575.740 2.625 110.427 16.753 504.686) 1.213.

hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO IV yang telah diakuisisi tetap berada di MGTI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010.505 juta.T.279 juta bersih setelah pajak). Oleh karena itu. yang sebagian besar terdiri dari peralatan Wireless Local Loop (“WLL”) dan Approach Link.299 (34. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO VII yang telah diakuisisi tetap berada di BSI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010.460 (1. Perusahaan telah memperpendek sisa masa manfaat peralatan WLL dan Approach Link di kuartal pertama 2005 dan menyusutkan sisa nilai buku bersih aset terkait sampai dengan 31 Desember 2006 dan membebankan tambahan beban penyusutan pada tahun 2006 sebesar Rp240. ASET TETAP (lanjutan) a. Tindakan ini mengakibatkan Perusahaan tidak diperbolehkan lagi menggunakan spektrum frekuensi tertentu yang digunakan untuk mendukung jaringan kabel telepon tidak bergerak mulai akhir 2006. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pemerintah menerbitkan beberapa peraturan dalam upayanya menata ulang spektrum frekuensi yang digunakan industri telekomunikasi.420 juta dan Rp982. yang beroperasi pada spektrum frekuensi tersebut tidak bisa lagi digunakan mulai akhir tahun 2006.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. c. (ii) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (“MGTI”).050) 46 .781 juta.349) (29. kecuali dinyatakan lain) 10. nilai buku aset tetap ini masing-masing sebesar Rp872. Keuntungan (kerugian) dari pelepasan atau pertukaran aset 2009 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku bersih Keuntungan (kerugian) dari pelepasan b.060 2008 5. Peraturan ini mengakibatkan fasilitas jaringan kabel tertentu milik Perusahaan yang termasuk dalam segmen sambungan telepon kabel tidak bergerak. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (i) Pada triwulan pertama tahun 2005. 2. Perjanjian kepemilikan aset KSO (i) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO VII dengan BSI. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.398 juta (Rp168.035 juta dan Rp663. nilai buku bersih aset tetap ini masing-masing sebesar Rp361.400) 1.

330.T. Pada tanggal 30 Juni 2009. Pada bulan Juni 2007. Penggantian peralatan BSS ini dengan peralatan BSS yang beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz telah selesai pada akhir bulan Desember 2007. Nilai yang dapat diperoleh kembali diestimasi dengan menggunakan nilai pakai yaitu nilai kini dari taksiran aliran kas masa depan yang diharapkan akan diterima dari unit penghasil kas dengan tarif diskonto sebelum pajak sebesar 16.359 juta. Telkom-1 dan Telkom-2.KOMINFO/1/2006 yang menegaskan kembali keputusan Pemerintah bahwa jaringan tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi pada spektrum frekuensi 800 MHz dan spektrum frekuensi 1900 MHz dialokasikan untuk jaringan 3G.Radiocommunication Sector (“ITU-R”). terutama sebagai backbone hubungan transmisi untuk jaringan milik Perusahaan sendiri serta untuk penyediaan jasa up-linking dan down-linking satelit stasiun bumi untuk para pengguna domestik dan internasional. ditentukan dengan mengelompokkan aset-aset ke dalam tingkat terkecil kelompok aset yang meliputi aset tersebut. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 1900 MHz untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2005. 47 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 10.826 juta (Rp121. perusahaan telah sepenuhnya menyusutkan aset-aset tersebut. Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No.768 juta untuk peralatan dan instalasi transmisi dari aset telepon tidak bergerak nirkabel.89%. tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat satelit Perusahaan kemungkinan tidak dapat terpulihkan. Perusahaan mengoperasikan dua satelit. (iii) Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sedangkan untuk wilayah lain. Perusahaan mengakui penurunan nilai sebesar Rp616. Unit penghasil kas dari suatu aset. Dengan dikeluarkannya keputusan Pemerintah tersebut. Sebagai akibat dari keputusan Pemerintah tersebut.678 juta bersih setelah pajak) pada tahun 2006. Menkominfo mengeluarkan siaran pers yang mengumumkan bahwa untuk menyesuaikan dengan standar internasional dan sebagaimana direkomendasikan oleh International Telecommunications Union . Di samping itu. Perusahaan juga mengakui rugi atas kontrak yang tidak bisa dibatalkan untuk pengadaan peralatan dan instalasi transmisi 1900 MHz di wilayah Jakarta dan Jawa Barat sebesar Rp79. Pada tanggal 13 Januari 2006.818 juta. Perusahaan melakukan evaluasi atas nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas yang meliputi aset telepon tidak bergerak nirkabel tersebut dan pada tahun 2005. yang menghasilkan aliran kas masuk tanpa tergantung pada aliran kas masuk dari aset-aset atau kelompok aset lain. spektrum frekuensi 1900 MHz hanya akan digunakan untuk jaringan IMT-2000 atau 3G. ASET TETAP (lanjutan) c. 01/PER/M. pada tanggal 31 Agustus 2005. Perusahaan menggunakan spektrum frekuensi 800 MHz. Perusahaan juga mengubah estimasi sisa masa manfaat dari peralatan BSS di wilayah Jakarta dan Jawa Barat dan menyusutkan sisa nilai buku dari aset terkait sampai dengan 30 Juni 2007 dan mengakui tambahan beban penyusutan sebesar Rp173. Menkominfo juga mengumumkan bahwa jaringan teknologi berbasis Code Division Multiple Access (“CDMA”) yang digunakan Perusahaan untuk layanan telepon tidak bergerak nirkabel hanya dapat beroperasi di spektrum frekuensi 800 MHz. peralatan Base Station System (“BSS”) Perusahaan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi untuk jaringan telepon tidak bergerak nirkabel tidak dapat lagi digunakan mulai akhir tahun 2007 dengan total harga perolehan sebesar Rp1. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (ii) Selanjutnya.

Telkomsel dan pemasok setuju untuk mengurangi harga sebelumnya sebesar US$ 107. Perubahan masa manfaat tersebut memiliki dampak sebesar Rp71. ASET TETAP (lanjutan) c. (iii) Pada tahun 2008. (iv) Pada tahun 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. d. wilayah Divre VI Kalimantan. direncanakan akan digunakan sampai tahun 2010. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak tersebut. Pengalihan hak kepemilikan secara hukum atas tanah tersebut kepada Perusahaan masih dalam proses. kecuali dinyatakan lain) 10. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat. (vii) Perusahaan diberikan hak untuk menggunakan beberapa bidang tanah tertentu oleh Depkominfo (dahulu Departemen Pariwisata. peralatan tertentu Telkomsel (bagian dari infrastuktur) dengan harga perolehan sebesar Rp797. (ii) Rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.260. penyusutan peralatan tersebut dipercepat sampai dengan tahun tersebut. Lain-lain (i) Bunga yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan berjumlah Rp nihil masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.588 juta dan penyusutan sebesar Rp47. Secara berangsurangsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak Juli 2008. Pos. Dampak dari penyesuaian tersebut adalah pengurangan terhadap aset tetap yang dikapitalisasi sebesar Rp1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.013 juta dan sebesar Rp42. (v) Dari tanggal 1 Juli 2007 sampai dengan 31 Desember 2008.608 juta dibebankan pada laporan keuangan konsolidasi periode berjalan.ii). 48 .648 juta yang masih dapat mengalami penyesuaian harga (Catatan 47a.868 juta yang dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2008.208 juta dan masa manfaat yang diharapkan sebelumnya lebih dari tahun 2010. Sehingga. Telkomsel mencatat aset tetap sebesar Rp8.T. (vi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 20-30 tahun yang akan habis masa berlakunya antara tahun 2009 hingga 2038. dan Telekomunikasi (“DPPT”)) dimana tanah-tanah tersebut tercatat atas nama DPPT dan Departemen Perhubungan Republik Indonesia.05 juta.035. terjadi banjir besar di Balikpapan dan sekitarnya. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (lanjutan) (iv) Pada tanggal 9 Juli 2008. Pada bulan Maret 2009. Perusahaan melakukan reklasifikasi peranti lunak Perusahaan yang sebelumnya dicatat di aset tetap ke aset tidak berwujud (Catatan 13 dan 52).

753 61.123 juta. peralatan pengolahan data. Di samping itu.764 49 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta dengan Automatic Reinstatement of Loss Clause. senilai Rp67. dan peralatan kantor dengan hak opsi untuk membeli aset-aset tersebut pada akhir masa sewa pembiayaan.T. dan PT Asuransi QBE POOL Indonesia terhadap risiko kebakaran. gempa bumi. PT Asuransi Central Asia. (x) Aset tetap tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 22). PT Asuransi Tri Pakarta.335 11.391.261 (148. kendaraan.14 juta. aset tetap milik Perusahaan dan anak perusahaan kecuali tanah.198 10.24% dari nilai kontrak dengan perkiraan tanggal penyelesaian antara 1 Agustus 2009 sampai dengan 28 Mei 2010. (xi) Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan dengan sewa pembiayaan untuk peralatan dan instalasi transmisi. kecuali dinyatakan lain) 10.065 (48.629 56.473 juta dan US$4.425 (193.00 juta termasuk pemulihan kegiatan usaha sebesar Rp324. PT Asuransi Ramayana Tbk. dan risiko lainnya dengan nilai maksimum klaim kerugian sebesar Rp839.301) 225.196) 274. Lain-lain (lanjutan) (viii)Pada tanggal 30 Juni 2009. PT Asuransi Sinar Mas.060 juta diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (“Jasindo”).170 2008 100.463 48. PT Asuransi Bintang Tbk.939) 444.009 276 587. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. ASET TETAP (lanjutan) d.364 (142.22 juta basis kerugian pertama Rp5. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. PT Asuransi Wahana Tata. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.609 110.543 92. PT Asuransi Ekspor Indonesia. (ix) Pada tanggal 30 Juni 2009.48 juta dan US$47. US$13. dan Euro0. pencurian.31 juta. Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga Nilai kini bersih atas pembayaran minimum sewa pembiayaan Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 253.529.672 163. tingkat penyelesaian aset dalam pembangunan sekitar 68. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.058 276 422. Telkom-1 dan Telkom-2 diasuransikan terpisah dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$28.255) 251.804 100.

281) 949 27.435 169.547 726.207.091 116 100 11.688 179.535 181.072 461.313 338 152.982 285.625 168.785 583.701) (63.844) 30 Juni 2009 1.756) (109.257 80.412 703.335) 30 Juni 2008 4.055 1 Januari 2008 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 4.935 2.861) (260) (17.504) (46.863 7.663 90.658 (269) (16.051 2.203 27.707 476.521 52.602) (102.639) (47.730) (48.006 196. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.488 Sesuai dengan perjanjian PBH.193) (34. ASET TETAP POLA BAGI HASIL (“PBH”) 1 Januari 2009 Harga perolehan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah 1.648) (51.319 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 2.643 24.041 5.390) 3.141 144.940 449.138 (9) (2.995 Akumulasi penyusutan: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih 926 61 69.345 24.709 254.200 1.982 286.831 631. kecuali dinyatakan lain) 11.506 44.305 249.601 149. hak kepemilikan atas aset tetap PBH secara legal tetap berada di mitra usaha sampai dengan berakhirnya masa bagi hasil.234 9.646 3.418 53.315 10.172.282 116.786 502.717 11.641 146.478 Reklasifikasi (46) (3. 50 .060 20.353 149.054 252.480 104.654 Penambahan - Reklasifikasi (1.881 64.776 100.376 2.563 705.748 21.718 60.267 96.769 462.049 32.137 12.654 32 20 7.603 92.536) (752) (35.047) (33.T.201 48.189) (274.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.899 53.097 55.361 Penambahan Penyesuaian 3.162 123.883 540.646 3.200 1.249 582.660 92.108) (235.829 82.352 129.

085 62.090 102.028 11.811.319 (704. Beban penyusutan Telkomsel yang dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp14. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.775 531.335 (779.135.306 Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.919 1.193 2008 804.418 105.893) 22.672) 392.269) (110.564) 228.T. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan kas yang diterima dari Pemerintah sebagai pembayaran kompensasi terminasi dini hak eksklusif untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang telah ditentukan (Catatan 1a dan 28) dan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank.809 juta dan Rp6.366 (475.299 148.037) (70.172. 51 .704 21. Biaya hak atas tanah ditangguhkan merupakan biaya untuk memperpanjang hak atas tanah.715 2.179 65.773 92.vi). kecuali dinyatakan lain) 11.727 813. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Uang muka dan aset tidak lancar lainnya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: 2009 Sewa dibayar di muka .bersih Lain-lain Jumlah 891.888 159. Pada tanggal 30 Juni 2009.647 12.337 47. peralatan yang tidak digunakan dalam operasi merupakan Base Transceiver Station (BTS) dan peralatan lainnya milik Perusahaan dan Telkomsel yang untuk sementara tidak digunakan dalam operasi tetapi direncanakan akan dipasang kembali.setelah dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) Uang muka pembelian aset tetap Beban ditangguhkan Hak Penggunaan yang Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”) (Catatan 43c.431 2008 1.995 (427.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.738) 35. ASET TETAP PBH (lanjutan) Pendapatan PBH ditangguhkan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Nilai bruto Akumulasi amortisasi: Saldo awal Penambahan (Catatan 33) Pengurangan Saldo akhir Jumlah bersih 703.267 46.ii) Kas yang dibatasi penggunaannya Biaya hak atas tanah ditangguhkan Setoran jaminan Peralatan yang tidak digunakan dalam operasi .685 43.176 juta. yang ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu hak atas tanah (Catatan 10d.

lisensi peranti lunak Sigma Penambahan .614 189. 31 Desember 2007 Akumulasi .874 (50) 5.12 tahun (58.855. 31 Desember 2008 Penambahan .373) 2. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) Pada tahun 2009 dan 2008 peralatan tertentu Telkomsel dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp nihil dan R1.512.735 9.peranti lunak Perusahaan Saldo.393) (23.622 (80. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.000 436.peranti lunak GSD Reklasifikasi .939 19.33 tahun (6.072) (595.884) (3.735 8.419.000 Jumlah 9.900.144.746 52 . 31 Desember 2008 Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Reklasifikasi .080.08 tahun Aset tidak berwujud lainnya (105.107) (23.lisensi peranti lunak Sigma Beban amortisasi untuk periode enam bulan (Catatan 36) Saldo.688. kecuali dinyatakan lain) 12.536 9.304) 2.335) (627.072) (567.324.143 5.202.694) (13.944 99.peranti lunak Perusahaan Saldo.874 (50) 5.050) 9.599 5.135.539 (17.224) 3.peranti lunak Perusahaan Saldo.544 Lisensi 436.614 289.747.944 Lisensi 436.436 7.765.603.T.357) (81.000 436.349 112.660 (3.750) 354.166 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.33 tahun (5.906 25.060 20 tahun (5.995 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.594.276) 4 38.022.250 9.691 7.357) (128.akuisisi Sigma (Catatan 3) Penambahan .604 8.148 (6.405 112.464) 307.544 106. 30 Juni 2008*) Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi *) Disajikan kembali (Catatan 52) 99.913.443.048) (2.131 juta direklasifikasi sebagai aset tetap (Catatan 10).190) 4 38.17 tahun (6.858) 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.050) 8.peranti lunak Perusahaan Reklasifikasi . 31 Desember 2007 Penambahan .622 (80.884) 96. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.530.peranti lunak GSD Penambahan .969.283.180) (601.148 (6. 30 Juni 2009 Nilai Buku Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106.851) (5.peranti lunak Sigma Reklasifikasi .092) (5. 13.557) (19.605) 86.906 25. 30 Juni 2009 Akumulasi amortisasi: Saldo.000 Jumlah 8. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (i) Perubahan nilai tercatat goodwill dan aset tidak berwujud lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Aset tidak berwujud lainnya 8. 30 Juni 2008*) Akumulasi amortisasi: Saldo.301) (13.

958 161. kecuali dinyatakan lain) 13. Pramindo.119 70.571 1.418 258.923 298. barang.102 7.745 7.223 2.965.398.859 Rekening escrow pada Bank Mandiri dibentuk sehubungan dengan Perjanjian Konsorsium Konstruksi dan Pemeliharaan (Construction and Maintenance Agreement atau ”C&MA”) Palapa Ring sebagai setoran awal 5% dari nilai ikatan (Catatan 47c. Aset tidak berwujud lainnya timbul dari akuisisi Dayamitra.051.293. Rekening escrow pada Bank Danamon dibentuk sehubungan dengan kerja sama bagi hasil dalam pengoperasian peralatan telekomunikasi di Divre VII Kawasan Timur Indonesia.b dan 1d. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan) (ii) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma tahun 2008 (Catatan 3) dan Indonusa tahun 2008 (Catatan 1d.189 108 48.772 53.639 59.194 1.685. (iv)Estimasi beban amortisasi tahunan aset tidak berwujud lainnya untuk setiap tahun sejak 1 Juli 2009 adalah kurang lebih sebesar Rp1.180 108 42.077 53 .410 74. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. REKENING ESCROW Rekening escrow pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 terdiri dari: Bank Mandiri Bank Danamon Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 2009 47. TII. 14.689 5. (iii)Beban dibayar di muka yang dibayar Telkomsel di bulan Februari 2006 untuk lisensi 3G sebesar Rp436.055 6. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun (Catatan 2d). dan KSO VII.058. 15.784.iv).ii). barang.605 2008 1.503 9.914. dan jasa Hutang sehubungan dengan PBH Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Jumlah 1.000 juta diakui sebagai aset tidak berwujud lainnya dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi 3G (Catatan 2j dan 43a.457. HUTANG USAHA 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya hak penyelenggaraan Pembelian peralatan.499 1. dan merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO.c). KSO IV.921 657.240 juta per tahun.231.086.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan jasa Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Sub-jumlah Pihak ketiga Pembelian peralatan.491 2008 41.388 7.T. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

517.492.652.465 1.965. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2009 Kartu pulsa prabayar Jasa telekomunikasi lainnya Lain-lain Jumlah 2.978 774 7.883 54 .896.S.784.690 1.015.011 484.365 2. administrasi.289 638. dan pemasaran Bunga dan beban bank Jumlah 1.T.882.521 550.705 2008 1.175.802 89.727 2.614.678 141. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2009 Operasi.077 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. kecuali dinyatakan lain) 15.605 2008 4.083.964 62. 16.457.083 5.626 472.082 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.051 1. pemeliharaan. 17.454 35. Euro Dolar Singapura Lain-lain Jumlah 4.280.552 1.151 2.231 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.184 2008 1.856 4.952.361 70 9. dan jasa telekomunikasi Gaji dan tunjangan Umum.307 36. HUTANG USAHA (lanjutan) Hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Dolar A.221.266.530 204.

Berdasarkan amandemen terakhir.000 juta. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5).000 35. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7.500 juta untuk keperluan modal kerja.000 juta .500 juta.1 juta (setara dengan Rp11. Pada bulan September 2008. salah satu anak perusahaan Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$2 juta untuk keperluan modal kerja. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp5. pinjaman tersebut telah dilunasi.000.500 juta.000 28. Pada tanggal 23 Maret 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$380. HUTANG BANK JANGKA PENDEK 2009 Bank Ekonomi Bank CIMB Niaga Bank Syariah Mega Jumlah 29. Pada tanggal 14 Oktober 2008. Pada tanggal 14 November 2008.50% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 11 September 2008.50% per tahun dan dibayarkan selama 9 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 15 Juli 2009. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 6% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2009. Pada tanggal 1 Juni 2009 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar US$1. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$550. PT Sigma Solusi Integrasi. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar US$550. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar US$1. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha (Catatan 5).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. a. 55 .500 juta untuk keperluan modal kerja.221 juta).839 23. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 adalah sebesar Rp7.339 2008 7. Pada tanggal 11 Februari 2009.984 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 15. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 9% per tahun dan dibayarkan selama 3 bulan sejak tanggal penarikan.1 juta.000 untuk keperluan modal kerja.50% per tahun dan dibayarkan selama 12 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan berakhir pada tanggal 2 Desember 2009.50% per tahun sampai dengan 15.500 juta. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp7. Pada tanggal 30 Juni 2009. Pada tanggal 30 Juni 2009. Pada tanggal 22 Mei 2009. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 (setara dengan Rp5. Fasilitas kredit ini dijamin dengan Purchase Orders (”PO”) atau Setter of Intent dari beberapa perusahaan. kecuali dinyatakan lain) 18. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp14.000 juta untuk keperluan modal kerja.618 juta). Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp5. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank Ekonomi sebesar Rp7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pinjaman dikenakan tingkat bunga 12. Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha Sigma (Catatan 5). Bank Ekonomi Pada tanggal 11 Juni 2008.500 53. tanggal jatuh tempo diperpanjang menjadi 23 September 2009. Pada tanggal 2 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp3. Pada tanggal 30 Juni 2009. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12.984 70.

000 juta (Catatan 22f). Berdasarkan amandemen pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8).5% per tahun dan 30 Mei 2006 yang selanjutnya diubah pada tanggal 13 Juni 2006 menjadi masing-masing 16. Pada tanggal 23 November 2007. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.350 juta (Catatan 10). Di samping itu.25% per tahun menjadi 15. Perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali.500 juta dan Rp15.000 juta dengan suku bunga 13% per tahun untuk periode sampai dengan 29 Mei 2008. Pada tanggal 29 April 2008.000 juta dan Rp15.5% per tahun dan 30 Mei 2007. fasilitas kredit dinaikkan menjadi maksimum Rp15. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp3.000 juta dan Rp3. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas kredit sebesar Rp500 juta dengan suku bunga tetap 16. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit yang dapat diperpanjang ini diubah masing-masing dari 12% per tahun menjadi 12.000 juta dan Rp5. terakhir pada tanggal 3 November 2006 untuk perubahan tingkat bunga masing-masing dari 16. Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut telah diubah sebanyak dua kali. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 29 April 2008.5% per tahun serta tanggal jatuh tempo diubah menjadi 29 Mei 2010.5% per tahun (Catatan 22f).000 juta dan Rp500 juta dengan tingkat bunga masing-masing 11. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta. Balebat mendapatkan tambahan Fasilitas Transaksi Khusus dan Fasilitas Rekening Koran masing-masing sebesar Rp5.50% per tahun.5% per tahun dan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 18 Oktober 2007. Pada tanggal 26 Juli 2005.5% per tahun menjadi 14% per tahun dan 14. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp15. tingkat bunga diubah masing-masing dari 11.000 juta.600 juta dengan Bank CIMB Niaga.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo fasilitas kredit ini diubah masing-masing menjadi 14% per tahun dan 29 Mei 2010. terakhir pada tanggal 23 Desember 2008 dengan penambahan fasilitas pinjaman menjadi Rp19. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 23 Mei 2007 (amandemen perjanjian ke-4). Bank CIMB Niaga Pada tanggal 25 April 2005. dan jatuh tempo masingmasing pada tanggal 18 Oktober 2006. GSD menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga sebagai amandemen kedua perjanjian tersebut. Pada tanggal 18 Oktober 2005.000 juta. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) b. pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2009 dan perubahan tingkat suku bunga dari 13% menjadi 11%. Berdasarkan amandemen terakhir. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan aset tetap milik GSD yang berlokasi di Jakarta (Catatan 10). GSD menandatangani dua perjanjian pinjaman jangka pendek dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp12. kecuali dinyatakan lain) 18.000 juta dengan tingkat bunga masing-masing 14. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 29 Mei 2009.50% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2009.75% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2007. Balebat menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dengan tingkat suku bunga tetap 12% per tahun dan fasilitas kredit investasi sebesar Rp1. Fasilitas kredit ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat dengan nilai sampai dengan Rp3.000 juta dengan tingkat bunga 11% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta dijadikan satu dengan fasilitas pinjaman tetap jangka pendek sebesar Rp4. 56 . dan jatuh tempo pada tanggal 18 Oktober 2008. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5.000 juta dengan tingkat bunga 15. dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp15. Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 28 Juli 2009 (amandemen perjanjian ke-8).

T.535 juta untuk keperluan modal kerja.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 28 Desember 2008. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center.281. pinjaman telah dilunasi.812 juta dan pada tanggal 27 November 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp8. Bank Syariah Mega Pada tanggal 11 Desember 2007.535 juta dan pada tanggal 29 September 2008. Pada tanggal 31 Maret 2008. Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Catatan Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 23 20 10 21 2009 4.301 5. kecuali dinyatakan lain) 18.602. waktu jatuh tempo perjanjian kredit telah diperpanjang menjadi tanggal 11 September 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2008 sebesar Rp10. Berdasarkan amandemen pada tanggal 10 Juni 2008 (amandemen perjanjian ke-2).481 431. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp10.202.811 193.255 3. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5). Berdasarkan amandemen pada tanggal 25 September 2008 (amandemen perjanjian ke-2). Pada tanggal 28 September 2008. 19.812 juta untuk keperluan modal kerja.637 juta dan pada tanggal 27 November 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp9.958 468. pinjaman telah dilunasi. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG a.833. pinjaman telah dilunasi.604 2008 3.580 1. Pinjaman tersebut diperoleh melalui prinsip syariah dengan tingkat estimasi pengembalian pinjaman 14% per tahun dan dijamin dengan piutang dari contact center (Catatan 5).199.701. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp8. Pada tanggal 5 Juni 2008. dilakukan perpanjangan kembali jatuh tempo menjadi tanggal 28 Desember 2008. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Syariah Mega sebesar Rp9. Jangka waktu pelunasan adalah 3 bulan sejak perjanjian ditandatangani dan akan jatuh tempo pada bulan September 2008.622 48. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) c.637 juta untuk keperluan modal kerja.675 57 .000 6.271 1.

10% . Pinjaman penerusan adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah dari bank luar negeri.1 42.160.47% 2008 3.696 (431.622) 3.1 7.2 1. Rincian pinjaman penerusan adalah sebagai berikut: Suku bunga Kreditur Bank luar negeri Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 2009 3.6 123.3 1.12.1 1.066.2 0.811) 3.3 2.916.4 3.513.982.10% .1 113. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terhutang dalam valuta asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan. Bagian jangka panjang (Dalam miliaran Rupiah) Catatan Hutang bank Pinjaman penerusan (two-step loans) Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Hutang sewa pembiayaan Wesel Jumlah 22 20 23 10 21 Jumlah 2010 2011 2012 2013 Selanjutnya 565.2 2. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994 dicatat dan terhutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman.604.27% 2009 3.0 251.646.0 342.502 (468.0 206. kecuali dinyatakan lain) 19.986. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.11.4 3.2 - 11.632. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) b.2 27.4 75.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.8 2.074 58 .483.6 2.447.214.1 415.4 10. yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan.3 1.7 773.4 6.T.447.539.970.0 417.976.0 20.691 Saldo 2008 3.166. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) a.2 21.9 659.6 1.

47% 8. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam valuta asing dikenakan tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 0.970. Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. kecuali dinyatakan lain) 20. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.273.T.2:1 untuk pinjaman penerusan yang berasal dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (“ADB”).10% 3.5% per tahun.916.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.111. Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: a. Pada tanggal 30 Juni 2009.693 1.503 1.894 1.00% . Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan beban bunga) harus melebihi masing-masing 50% dan 20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman yang masing-masing berasal dari Bank Dunia dan ADB.12. Pada tanggal 30 Juni 2009. b.753 1.549. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.309. Rincian pinjaman penerusan yang diperoleh dari bank luar negeri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Suku bunga Valuta Dolar A. 59 . Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. dan tingkat bunga mengambang yang dikenakan oleh peminjam ditambah 5.25% per tahun. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) (lanjutan) b.97% .00% .502 Saldo 2008 1.440 3.696 4.27% 3.6.7.10% Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang telekomunikasi. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.5:1 dan 1.119. Pinjaman penerusan yang terhutang dalam Rupiah dikenakan berbagai tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang berdasarkan rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”) berjangka waktu tiga bulan selama 6 bulan terakhir sebelum jatuh tempo pembayaran angsuran ditambah 1% per tahun.11.39% 11.S. Rupiah Yen Jepang Jumlah 2009 2008 2009 1. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi masing-masing 1.915 3.67% 4.522.39% .

Pelunasan pokok masing-masing 10%.5.000 Pada tanggal 9 Juni 2009.5:1 (satu koma lima berbanding satu). Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. Maksimal 60% nilai pokok MTN yang masih terhutang.000) 27.000 juta. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. MTN dilaksanakan secara bertahap sebanyak-banyaknya dalam 4 (empat) tahap penerbitan dengan jumlah total sebanyak-banyaknya Rp50. Metra mengadakan perjanjian dengan PT Bahana Securities (bertindak sebagai “Arranger”) dan PT Bank Mega Tbk (bertindak sebagai Wali Amanat) untuk menerbitkan wesel bayar jangka menengah (Medium Term Notes atau “MTN”) dengan total pokok hutang sebesar Rp50. b. untuk tahun pertama sebesar 15.T. Bunga MTN dihitung dengan menggunakan tingkat bunga mengambang. tidak dijamin dan setiap saat diperlakukan sama (pari passu) dengan kewajiban Metra lainnya yang tidak dijamin. WESEL BAYAR 2009 Wesel bayar jangka menengah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) 30. dan ketiga Tanggal Penerbitan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Metra diharuskan untuk menaati semua pembatasan. Metra memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.000 (3.02%. 20%. 60 . untuk tahun kedua dan ketiga sebesar tingkat pengembalian rata-rata (yield) dari 3 (tiga) Surat Utang Negara (“SUN”) yang memiliki sisa jangka waktu yang sama yang sama dengan waktu MTN tahun kedua dan ketiga ditambah dengan premi sebesar 4. Pada tanggal 30 Juni 2009. dan 70% pada ulang tahun pertama. Bunga atas MTN terhutang setiap triwulan sejak Tanggal Penerbitan sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok. Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha dan modal kerja. Metra dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN.000 juta dengan masing-masing tahapan akan berjangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Penerbitan.000 juta.05%. Tahap pertama telah diterbitkan sebesar Rp 30. kecuali dinyatakan lain) 21. termasuk mempertahankan rasio keuangan sebagi berikut: a. Debt to Equity maksimal 1. Metra memberikan jaminan dengan nilai minimal 40% dari nilai Pokok MTN yang masih terhutang. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai Agen Pembayar dan Jasa Penitipan Kolektif (Kustodian). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kedua. yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni 2012.

580) 7. kecuali dinyatakan lain) 22.000 24.337 6. pinjaman telah dilunasi. a.316.000 600. (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006.0 Setara Rupiah 650. HUTANG BANK Rincian hutang bank jangka panjang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 2009 Saldo terhutang Setara Rupiah 480.100.020.271) 3.345 Kreditur The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) Bank Mandiri BCA Citibank BNI Bank CIMB Niaga Bank Bukopin BRI Bank Ekonomi Sindikasi bank Jumlah Hutang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 19a) Bagian jangka panjang (Catatan 19b) Mata uang US$ Rp Rp US$ Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah Mata uang fasilitas asal (dalam jutaan) (dalam jutaan) 124 2. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Korea Eximbank dengan fasilitas sebesar US$124 juta yang digunakan untuk membiayai pengadaan CDMA dari Konsorsium Samsung.513 2.0 - (4.000 2.747 1.000 3.000 47.600.080.000.411 1.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Bank Mandiri (i) Pada tanggal 20 Maret 2006.880.000 juta dan pada tanggal 29 Maret 2009. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.300 3.000 1.000 37. dan biaya lainnya sebesar 5.483.000 50.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman tersebut dikenakan bunga.250.000 500.000 31.000 36. Korea Eximbank Pada tanggal 27 Agustus 2003.540. komitmen.849. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 5.000 1.247. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp350.T.833.859 2008 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 71.0 4.750. Pinjaman ini tidak dijamin dan dibayar dalam 10 kali angsuran semesteran setiap tanggal 30 Juni dan 30 Desember setiap tahunnya sejak Desember 2006. pinjaman telah dilunasi.000 juta.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.546 4.68% per tahun.500.279 (3. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri untuk fasilitas sebesar Rp600.800 5. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140.000 300.602.000 12.074 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp240. b.338 2.000 900.000 juta.233 700. 61 .240.690 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.400 60.000 22.389 1. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.

000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp750. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 2. pinjaman telah dilunasi.000 juta.000 juta.000. Saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. 62 .25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.300.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp500. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Bank Mandiri sebesar Rp1. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. (iv) Pada tanggal 24 Oktober 2007. c.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. kecuali dinyatakan lain) 22. HUTANG BANK (lanjutan) b. BCA (i) Pada tanggal 16 Maret 2006. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp280.000 juta akan ditarik pada tanggal 30 Januari 2009. Pada tanggal 30 Desember 2008 pinjaman tersebut telah ditarik sebesar Rp1. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300.300.000 juta dan Rp600.000 juta. (v) Pada tanggal 23 Desember 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman dengan BCA sebesar Rp400.000 juta dan sisanya sebesar Rp300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000 juta dan Rp560. Pada tanggal 24 Juli 2007 perjanjian kredit diamandemen dengan menambah fasilitas kredit sebesar Rp200.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Bank Mandiri (lanjutan) (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp160.000 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.T.

dan uji coba jaringan high performance backbone di Sumatra sesuai dengan ”Perjanjian Kemitraan” tanggal 30 November 2001 dengan Pirelli Cables dan Siemens Indonesia untuk pembangunan dan pengadaan high performance backbone di Sumatra. Fasilitas tanpa jaminan tersebut diperoleh untuk mendanai hingga 85% biaya perlengkapan dan jasa yang terjadi di Jerman sehubungan dengan perancangan.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.4 juta. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Citibank (“Arranger”) dan Citibank International plc (“Agent”) yang didukung dengan jaminan kredit ekspor dari Hermes Kreditversicherungs AG (“Lender” dan “Guarantor”).25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 63 . Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.4% dari seluruh fasilitas. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu satu bulan ditambah 1. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp19. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta. dengan jumlah fasilitas sebesar US$23.000 juta yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. dimana 15% dibayar tunai dan 85% dimasukkan ke dalam jumlah pinjaman. BCA (lanjutan) (ii) Pada tanggal 15 Agustus 2006. pinjaman telah dilunasi.T. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp350. kecuali dinyatakan lain) 22. konstruksi. instalasi. Citibank 1. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp1. Pinjaman tersebut dilunasi dalam 10 kali angsuran semesteran yang dimulai pada bulan April 2004 dengan tingkat bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR) berjangka waktu enam bulan ditambah 0. d.000. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA sebesar Rp500.000 juta. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) Pada tanggal 10 April 2002. HUTANG BANK (lanjutan) c.333 juta) dan pada tanggal 15 September 2008 pinjaman tersebut telah dilunasi.75% per tahun.000 juta dan Rp300.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009. Kreditur berhak atas provisi sebesar 8.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. (iii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp140. Pada tanggal 30 Juni 2008. produksi. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008.000 juta.000 juta.

Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc terkait dengan pengabaian persyaratan untuk tidak memberikan pinjaman tersebut yang berlaku sampai dengan fasilitas pinjaman lunas. Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. sebagai berikut: 1. Citibank (lanjutan) 1. 3.5:1 untuk periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2004 dan b. Pada tahun 2006. Rasio hutang terhadap EBITDA tidak boleh melebihi: a. Pada tanggal 21 Juni 2007.5 juta yang terbagi dalam beberapa tahapan penarikan.T. Pada tanggal 12 Mei 2006. sesuai dengan perjanjian kemitraan dengan PT Ericsson Indonesia (“Ericsson Indonesia”) (Catatan 47a. Perusahaan memperoleh surat pengabaian (waiver) dari Citibank International plc sehubungan dengan pemberian pinjaman oleh Perusahaan kepada anak perusahaan tertentu yang jumlah keseluruhannya melebihi 3% dari ekuitas. Pada tanggal 30 Desember 2008.5:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan 1 Januari 2005. Tidak ada Fasilitas yang ditarik pada tahun 2008.52% per tahun ditambah 0. 3. 64 .5:1. c.5% per tahun dan tanpa jaminan. 3:1 untuk periode 2 Januari 2004 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. Perusahaan telah melanggar persyaratan dalam perjanjian pinjaman yang mensyaratkan Perusahaan untuk tidak memberikan pinjaman kepada pihak manapun dengan jumlah keseluruhan melebih 3% dari ekuitas. Perjanjian tersebut kemudian diubah pada tanggal 17 Desember 2004 untuk mengurangi jumlah Fasilitas menjadi US$68. pinjaman telah dilunasi. Pinjaman High Performance Backbone (“HP Backbone”) (lanjutan) Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian.75:1 selama periode 2 Januari 2003 sampai dengan 1 Januari 2004. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2008 dan sampai dengan tanggal pelunasan 15 September 2008. 2:1 untuk periode 2 Januari 2005 sampai dengan tanggal pelunasan hutang. b. Selain bunga.900 juta). 2. Rasio debt service coverage harus melebihi 1. dimana 15% dari jumlah tersebut dibayar tunai dan sisanya diselesaikan melalui penggunaan fasilitas. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$2 juta (setara dengan Rp17. 2. EKN-Backed Facility Pada tanggal 2 Desember 2002.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tanggal 30 Juni 2008. HUTANG BANK (lanjutan) d. cabang Jakarta (“Arranger”) berkaitan dengan penyediaan Fasilitas sejumlah US$70.ii). Telkomsel mengadakan perjanjian EKNBacked Facility (“Fasilitas”) dengan Citibank International plc (“Original Lender” dan “Agent”) dan Citibank. 2. Bunga akan dibayarkan semesteran yang dimulai sejak tanggal Fasilitas digunakan (31 Juli 2003). Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut di atas. 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi: a. dan d.9 juta. 3:1 selama periode 10 April 2002 sampai dengan 1 Januari 2003. Pada tahun 2005. Pada tahun 2008. kecuali dinyatakan lain) 22. Tingkat bunga per tahun atas Fasilitas tersebut ditentukan berdasarkan Commercial Interest Reference Rate (CIRR) sebesar 3. Telkomsel juga dikenakan premi asuransi jaminan yang diberikan oleh EKN kepada Telkomsel atas fasilitas pinjaman.

000 juta. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp200.000 737. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 juta dan Rp300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. BNI (i) Pada tanggal 15 Agustus 2006. kecuali dinyatakan lain) 22. 65 . saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp120.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.233 (437.000 juta.000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp300. (b) Pada tanggal 24 Oktober 2007. cabang Jakarta untuk fasilitas sebesar Rp500. pinjaman telah dilunasi. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp100.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. cabang Jakarta sebesar Rp500.000 juta. HUTANG BANK (lanjutan) d.000 2008 Valuta asing (dalam jutaan) 2 2 Setara Rupiah 19. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank. Citibank (lanjutan) 3. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.000 (200.09% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 300. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. (ii) Pada tanggal 15 Juni 2007. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.233) 300. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp500. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.000) 100. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang berdasarkan suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.333 17. Tabel di bawah ini menyajikan jumlah pokok pinjaman dari Citibank yang terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 300. Pinjaman jangka menengah (a) Pada tanggal 21 Maret 2006. yang akan dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta dan Rp 500.T.75% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 Pinjaman HP Backbone US$ EKN-Backed Facility US$ Pinjaman jangka menengah Rp Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang e.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. pinjaman telah dilunasi.900 700.000 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan Citibank. dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta dan pada tanggal 28 Maret 2009.

Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI untuk fasilitas pinjaman sebesar Rp2. Balebat mengadakan perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas sebesar Rp7.5% per tahun. pinjaman Fasilitas Investasi telah dilunasi.400 juta termasuk fasilitas kredit investasi sebesar Rp1.000 juta dan Rp600.600 juta yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2009.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.000 juta untuk membiayai pembangunan pabrik (“Fasilitas Investasi”) dengan tingkat bunga sebesar 13. f. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BNI sebesar Rp750. fasilitas ini dijadikan satu dengan fasilitas kredit yang dapat diperpanjang sebesar Rp800 juta (Catatan 18b).200 juta untuk membiayai pembelian mesin (“Fasilitas Transaksi Khusus”) dengan tingkat bunga sebesar 12% per tahun. Fasilitas Investasi dibayar dalam 36 kali angsuran bulanan. tingkat bunga dinaikkan menjadi 17% per tahun. Bank CIMB Niaga (i) Pada tanggal 28 Desember 2004. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap milik Balebat yang berlokasi di Jawa Barat (Catatan 10).200 juta yang terdiri dari Rp5. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp300. perjanjian kredit di atas diperbaharui termasuk fasilitas kredit jangka pendek sebesar Rp4.T. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp135 juta dan Rp534 juta. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp1. Balebat menandatangani perjanjian kredit dengan Bank CIMB Niaga dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp2. Pada tanggal 13 Juni 2006. Pada tanggal 1 Maret 2008. (iv) Pada tanggal 14 Juli 2008.000. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1.500 juta yang terdiri dari fasilitas sebesar Rp2. pada tanggal 25 April 2005. Balebat juga mendapatkan tambahan fasilitas sebesar Rp2. BNI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 24 Oktober 2007. terhitung sejak 31 Maret 2005. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.095 juta dan Rp nihil dan pada tanggal 23 Juni 2009. Fasilitas ini masing-masing akan jatuh tempo 30 Oktober 2011 dan 28 November 2009.000 juta.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Pada tanggal 22 Desember 2005.000 juta.600. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. 66 . HUTANG BANK (lanjutan) e. Pada tanggal 13 Juni 2006.5% per tahun. (ii) Sesuai penjelasan di Catatan 18b. Kemudian melalui amandemen pada tanggal 1 Desember 2005. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp403 juta dan Rp880 juta.000 juta dengan jangka waktu pengembalian kredit sampai dengan tanggal 22 Desember 2006 dan tingkat bunga 12. kecuali dinyatakan lain) 22. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp1.000 juta untuk pembelian mesin cetak dan Rp500 juta untuk pembelian kendaraan operasional kantor dengan tingkat bunga 16.450 juta (Catatan 10).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Fasilitas kredit investasi dibayar dalam 48 kali angsuran bulanan dengan jumlah yang tidak sama terhitung sejak November 2005 sampai dengan Oktober 2009.5% per tahun dan Rp2. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Fasilitas kredit investasi dikenakan tingkat bunga pasar ditambah 2% per tahun. Kedua fasilitas ini dijamin dengan aset tetap Balebat senilai Rp8.000 juta. Fasilitas Transaksi Khusus dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan terhitung sejak tanggal 29 Juni 2005. pinjaman telah dilunasi.000 juta. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

00% per tahun dan 15.400 juta.473 juta dan Rp7. Pinjaman dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan dan dikenakan tingkat bunga 15. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10).000 juta.300 juta untuk membiayai pembelian aset tetap. h. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp2. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. (v) Pada tanggal 23 November 2007. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. g. Bank Bukopin Pada tanggal 11 Mei 2005. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp5. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp400. Jangka waktu pinjaman 5 tahun diangsur dalam 60 kali angsuran bulanan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2012. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp80.25% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. (ii) Pada tanggal 24 Oktober 2007. BRI (i) Pada tanggal 15 Juni 2007.400 juta dan Rp19. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp7.000 juta dan Rp240.200 juta akan jatuh tempo pada bulan Juni 2010 dan sisanya sebesar Rp1. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 15. GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-3) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp8.500 juta untuk keperluan pendanaan investasi proyek call center dengan Telkomsel.100 juta akan jatuh tempo pada bulan Desember 2010.000 juta dan Rp2. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.069 juta. Bank CIMB Niaga (lanjutan) (iii) Pada tanggal 29 Mei 2006.T. Sebagian dari fasilitas ini. Infomedia menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp18. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp18.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 13% per tahun.000 juta. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik Infomedia (Catatan 10).000. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. Infomedia menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Bukopin untuk beberapa fasilitas kredit maksimum sebesar Rp5. HUTANG BANK (lanjutan) f. Fasilitas dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan GSD (Catatan 10). GSD menandatangani perjanjian pinjaman (transaksi pinjaman khusus ke-2) dengan Bank CIMB Niaga sebesar Rp20.000 juta.000 juta. 67 .200. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. pinjaman telah dilunasi.125 juta sampai dengan jatuh tempo pinjaman 36 bulan setelah pencairan (Catatan 5).000.5% per tahun dan dijamin dengan piutang dari kontrak call center dengan Telkomsel senilai Rp23. (iv) Pada bulan Maret 2007.360 juta dan pada tanggal 19 Juni 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 22.000 juta yang dikenakan tingkat bunga 11% per tahun. saldo pokok pinjaman atas fasilitas pinjaman tersebut masing-masing sebesar Rp1.75% per tahun pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. yakni sebesar Rp4.17% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Jangka waktu pinjaman 8 tahun diangsur dalam 33 kali angsuran triwulanan dan jatuh tempo pada bulan Mei 2015. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.

Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp14. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp33. saldo pokok pinjaman pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp8. Sigma memenuhi persyaratan tersebut di atas. yang bertindak sebagai agen fasilitas.103 juta. BRI (lanjutan) (iii) Pada tanggal 28 Juli 2008.400. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian.2% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI. Sindikasi Bank (i) Pada tanggal 29 Juli 2008. menjaminkan tanah tersebut ke bank lain atau pihak ketiga. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1.5% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan. Saldo pokok pinjaman terhutang pada tanggal 30 Juni 2009 sebesar Rp32. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp800. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan membayar piutang pemegang saham.000.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan.000 juta.420 juta. menyewakan tanah tersebut ke pihak ketiga. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BRI sebesar Rp1. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9. 68 . Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 12. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%. sebagai berikut: 1. Bank BNI.50% per tahun yang dibayar dalam 78 kali angsuran bulanan sejak tanggal 11 Maret 2009 dan berakhir 11 Maret 2015.50% per tahun yang dibayar dalam 60 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 Desember 2007 dan berakhir 12 Desember 2012. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang antara 9.000 juta. mengubah status hukum Sigma. saldo pokok pinjaman terhutang masing-masing sebesar Rp10. BRI. (ii) Pada tanggal 9 Maret 2007. dan Bank Jabar (sindikasi bank) sebesar Rp2. Pinjaman dikenakan tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu 1 bulan ditambah 1.50% per tahun sampai dengan 15.50% per tahun yang dibayar dalam 63 kali angsuran bulanan sejak tanggal 12 September 2007 dan berakhir 12 Desember 2012.917 juta. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2013. kecuali dinyatakan lain) 22. Bank Ekonomi (i) Pada tanggal 7 Desember 2006. Sigma menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank Ekonomi sebesar Rp13.000 juta.50% per tahun sampai dengan 15.50% per tahun sampai dengan 15. membayar atau menyatakan dividen. j. Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Sigma yang berlokasi di Surabaya (Catatan 10) dan piutang usaha Sigma (Catatan 5) dan juga memuat beberapa pembatasan tertentu yang mewajibkan Sigma untuk mendapatkan izin tertulis dari Bank Ekonomi sebelum menjadi penjamin atas hutang pihak ketiga. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2.400.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. (iii) Pada tanggal 10 September 2008. menarik dana fasilitas kredit melebih batas maksimum.188 juta dan Rp9. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Pinjaman dibayar dalam 5 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya periode ketersediaan fasilitas.000 juta.T.000 juta. 2.255 juta dan Rp12. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. i. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 1. HUTANG BANK (lanjutan) h. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 juta.

Bank BNI. dengan penjelasan sebagai berikut: 2009 Transaksi TII PT Aria Infotek The Asian Infrastructure Fund MediaOne International I B. 2.291 3. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%.148 Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah dikurangi diskonto (Catatan 19a) Bagian jangka panjang .310. kecuali dinyatakan lain) 22. membebankan bunga sebesar tingkat bunga mengambang JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 2. dan ke BSI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO VII. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2014.958) 773.853 Transaksi KSO VII BSI Dikurangi diskonto 831.T. 23.481) 1.000 juta.428) 744.929 1.669 25.V.976.357.576 (87.45% per tahun yang terhutang kuartalan dan tanpa jaminan.700. yang bertindak sebagai agen fasilitas. Dikurangi diskonto wesel bayar Transaksi KSO IV MGTI Dikurangi diskonto 1. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1.231. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN Nilai perolehan yang ditangguhkan merupakan kewajiban Perusahaan kepada para Pemegang Saham Penjual TII atas akuisisi Perusahaan terhadap 100% saham TII.904.512) 1.200.setelah dikurangi diskonto (Catatan 19b) 1. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan sindikasi BNI dan BRI (sindikasi bank) sebesar Rp2. ke MGTI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO IV.847.131.064) 1.917 (79.046.803 (226. sebagai berikut: 1. HUTANG BANK (lanjutan) j.159 70.716.650 1. Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian.001 (1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.389 69 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.199.234 (187.043 2008 105.623) 198.870 (1. Saldo pokok pinjaman terhutang pada 30 Juni 2009 sebesar Rp2.000 juta yang akan dibayar dalam 8 kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak berakhirnya masa ketersediaan. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 30 Juni 2009.445 (2. Sindikasi Bank (lanjutan) (ii) Pada tanggal 16 Juni 2009.202.305) 1.

1 juta (setara dengan Rp927. Wesel bayar tersebut akan dibayarkan dalam 10 kali angsuran semesteran dalam jumlah tetap terhitung mulai tanggal 31 Juli 2004.273 juta). Pada tanggal 30 Juni 2008.359. wesel bayar yang masih terhutang.8 juta (setara dengan Rp201. kecuali dinyatakan lain) 23.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.803 juta. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO IV.576 juta dan Rp1. Berdasarkan perjanjian. b.T. Berdasarkan perjanjian.917 juta) dan US$206. yang harus dibayar kepada MGTI sejak Februari 2004 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 8. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan BSI pada tanggal 19 Oktober 2006. Wesel bayar ini memiliki nilai nominal sebesar US$109.362 juta) yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar US$517.7 juta (setara dengan Rp788.1 juta). Transaksi KSO VII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO VII merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO VII oleh Perusahaan. 70 .7 juta (setara dengan Rp3. c.285. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN (lanjutan) a.230 juta). masing-masing sebesar US$128. dan pada tanggal 30 Januari 2009. Perusahaan menyetujui untuk membayar MGTI dengan nilai total pembelian berkisar US$390. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada MGTI.904. sebelum diskonto yang belum diamortisasi. masing-masing sebesar Rp831.4 juta (setara dengan Rp1. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO VII.770. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha.272 juta) dan nilai kini pada tanggal penutupan sebesar US$92.925 juta yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar Rp2.322 juta) pada tingkat diskonto sebesar 5. sebesar US$21.3%.357.3 juta (setara dengan Rp1. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan MGTI pada tanggal 20 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada BSI. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. wesel bayar telah dilunasi. Perusahaan menyetujui untuk membayar BSI dengan nilai total pembelian berkisar Rp1.310. yang harus dibayar kepada BSI sejak Oktober 2006 sampai dengan Desember 2010 dengan tingkat diskonto 15%. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. Transaksi KSO IV Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO IV merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO IV oleh Perusahaan.234 juta).16%. Transaksi TII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi TII merupakan wesel bayar tanpa bunga yang menjadi bagian dari harga perolehan atas akuisisi 100% saham TII (sebelumnya adalah mitra KSO Perusahaan di KSO III) pada tanggal 31 Juli 2003. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.

669.100 17.935 36.221.47 5.521 68.937 3.040.987 32.320.685.258.13 100.118 265.856 19.732 7.40 42.508 8.061.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.202.287.604 5.071.813 4.897.161.548 8.00 Jumlah modal disetor 2.190 63.470.669 7.702 4.500 20.495.252.667 2.917. MODAL SAHAM 2009 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.030 2.356 122.644 5.594 8.424.159.658 2. kecuali dinyatakan lain) 24.580.280 Persentase kepemilikan 52.000 71 .424.516 2009 Hak minoritas atas laba (rugi) anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah 2008 2.00 100.678. HAK MINORITAS 2009 Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan: Telkomsel Infomedia Metra Jumlah *) Disajikan kembali (Catatan 52) 2008*) 7.582 25.574.358 143.711 1.999.780 490.T.420 4 1 2.

976. dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.118 364.333) 1.181. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sebesar 5% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih Rp5.446.333.001 1.320.040.057.280 Persentase kepemilikan 52.T.446.) Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 27) Jumlah Jumlah saham 1 10.666 (373.780 426.457.733. kecuali dinyatakan lain) 25.573 5.971.640 saham Seri B pada tahun 1999 Jumlah 27.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Saham Seri B memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal kepada seluruh pemegang Saham Seri B.666 (373.000 saham di atas nilai nominal melalui IPO pada tahun 1995 Kapitalisasi menjadi 746. 26.764 4 1 1.580.500 20.000 juta.333 2008 1. para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana pembelian kembali tahap I modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. 1.459 19.00 Jumlah modal disetor 2.250.32 100.470. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007).984.666.496. TAMBAHAN MODAL DISETOR 2009 Hasil penjualan 933.333 72 .711 1. MODAL SAHAM (lanjutan) 2008 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah JPMCB US Resident (Norbax Inc.290.073.496 17.159.99 30.508 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.30 7.39 9. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005.00 100.999.046 4.000 Perusahaan hanya menerbitkan 1 Saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun.494 492.073.427 106.604 5.708.933. Inc.) The Bank of New York Mellon Corporation (dahulu The Bank of New York Company.333) 1.

B.000. Mutasi saham yang dibeli kembali yang berasal dari program pembelian kembali saham adalah sebagai berikut: 2009 Jumlah saham Saldo awal Jumlah saham yang dibeli kembali/ penambahan Saldo akhir 490.000 lembar saham Seri B yang ditempatkan dan beredar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp2.B. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap I saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap II modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.500 Jumlah saham 244. XI.162 Rp 2. dengan total pembelian masing-masing sebesar Rp4.000 426.000 juta.500 490.574. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (20 Juni 2008 sampai dengan 20 Desember 2009).611 1.264. menjual.798. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham seri B adalah 339.443. Rencana program pembelian saham tersebut memiliki persyaratan sebagai berikut: (i) maksimum pembelian kembali saham sejumlah 215.313 lembar dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.701 juta hingga 30 Juni 2008 (sudah termasuk biaya jasa perantara dan kustodian). Perusahaan telah membeli kembali 490. yang akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 3 bulan (13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009). atau menggunakan saham yang diperoleh kembali untuk tujuan lain sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK No.2 dan UU No.000. Pada tanggal 13 Oktober 2008.290.T.000 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. Perusahaan merencanakan untuk mempertahankan. masing-masing setara dengan 2. dan (ii) jangka waktu pembelian kembali saham tidak boleh melebihi 18 bulan (29 Juni 2007 sampai dengan 28 Desember 2008).090 3.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.574. kecuali dinyatakan lain) 27. Kep-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis.574.798.162 juta hingga 30 Juni 2009 dan Rp3.701 73 .073 89 4. berdasarkan Ketentuan BAPEPAM-LK No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.264.500 dan 426.43% dan 2. Perusahaan mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham Perusahaan yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI maksimum sebesar 20% dari modal disetor dengan total nilai pembelian tidak lebih dari Rp3.176.550.264.500 2008 Rp 4.000. XI.11% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.622. para pemegang saham Perusahaan menyetujui penghentian pembelian kembali tahap II saham Seri B dan menyetujui rencana pembelian kembali tahap III saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.500 181.740. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.500 saham dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar.000.290.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan) Selama periode dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham, sehingga harga beli per lembar untuk saham yang dibeli kembali untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:

Rp 2009 Rata-rata tertimbang Minimum Maksimum 2008 8.934 7.504 10.155

Harga beli per lembar saham sudah termasuk biaya jasa perantara. Sampai dengan tanggal neraca konsolidasian, tidak ada satupun saham yang dibeli, kemudian dijual kembali. Sampai dengan tanggal 30 Juli 2009, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali 490.574.500 lembar saham, setara dengan 2,43% saham Seri B yang ditempatkan dan beredar, dengan total pembelian sebesar Rp4.264.178 juta, termasuk biaya jasa perantara dan kustodian (Catatan 1c).

28. SELISIH TRANSAKSI SEPENGENDALI

RESTRUKTURISASI

DAN

TRANSAKSI

LAINNYA

ENTITAS

Saldo akun ini berjumlah Rp360.000 juta berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri. Seperti dijelaskan pada Catatan 1a, pada tanggal 15 Desember 2005, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Kompensasi Terminasi Dini Hak Eksklusifitas dengan Menkominfo - DJPT dan amandemennya pada tanggal 18 Oktober 2006. Berdasarkan perjanjian ini, Pemerintah menyetujui untuk membayar sebesar Rp478.000 juta, bersih setelah pajak, kepada Perusahaan secara bertahap selama lima tahun dimana pembayaran sebesar Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2005, Rp90.000 juta akan dibayarkan dari alokasi dana APBN tahun 2006 dan sisanya sebesar Rp298.000 juta akan dibayarkan secara bertahap atau sekaligus sesuai dengan kondisi keuangan negara. Selain itu, Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp416.773 juta dan Rp190.997 juta. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, Perusahaan telah menerima pembayaran dengan total masing-masing sejumlah Rp360.000 juta dan Rp270.000 juta terkait dengan kompensasi atas terminasi dini dan hak eksklusif yang dibayarkan oleh Pemerintah pada tanggal 30 Desember 2005, 28 Desember 2006, 13 Desember 2007, dan 12 November 2008 masing-masing sebesar Rp90.000 juta. Perusahaan mencatat jumlah ini sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas. Jumlah ini dicatat sebagai bagian dari ekuitas karena Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali atas Perusahaan. Perusahaan akan mencatat jumlah sisanya sebesar Rp118.000 juta pada saat diterima.

74

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. PENDAPATAN TELEPON 2009 Tidak bergerak Percakapan lokal dan SLJJ Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan pasang baru Kartu telepon Lain-lain Jumlah Seluler Pendapatan pemakaian Pendapatan abonemen bulanan Fitur Pendapatan jasa penyambungan Jumlah Jumlah Pendapatan Telepon 2.233.900 1.835.449 58.570 3.524 133.208 4.264.651 11.772.303 932.504 705.938 114.885 13.525.630 17.790.281 2008 3.299.598 1.839.933 58.335 4.788 58.032 5.260.686 11.569.584 179.673 319.993 107.318 12.176.568 17.437.254

30. PENDAPATAN INTERKONEKSI 2009 Pendapatan Beban Jumlah - Bersih 5.321.975 (1.468.893) 3.853.082 2008 5.864.545 (1.463.002) 4.401.543

Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 08/Per/M.KOMINFO/02/2006, menetapkan bahwa implementasi tarif interkoneksi berbasis alokasi biaya mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2007 (Catatan 46). Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 31. PENDAPATAN DATA, INTERNET, DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA 2009 Short Messaging Service (“SMS”) Internet Komunikasi data dan jasa teknologi informatika VoIP e-Business Jumlah 5.421.169 1.510.895 889.122 91.142 18.660 7.930.988 2008 5.139.420 986.722 1.224.205 69.832 13.499 7.433.678

75

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. PENDAPATAN JARINGAN 2009 Sewa sirkit Sewa transponder satelit Jumlah 373.139 156.577 529.716 2008 299.495 165.711 465.206

Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

33. PENDAPATAN POLA BAGI HASIL (“PBH”) 2009 Pendapatan PBH Amortisasi pendapatan ditangguhkan (Catatan 11) Jumlah 11.718 70.893 82.611 2008 74.041 110.738 184.779

34. BEBAN USAHA - KARYAWAN 2009 Gaji dan tunjangan Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya PPh karyawan Beban pensiun berkala bersih (Catatan 40a) Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih (Catatan 42) Perumahan Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) Beban LSA dan terminasi LSA (Catatan 41) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 40c) Pengobatan Lain-lain Jumlah 1.490.112 1.267.724 367.699 264.024 165.652 104.093 40.734 13.711 7.364 4.385 45.226 3.770.724 2008 1.444.948 1.341.399 488.149 353.734 450.660 136.902 41.785 9.955 7.083 4.089 15.138 4.293.842

76

165 42. PEMELIHARAAN.076 1.767.346 236.272 527.205 129.837 34.520 88.092 48.819 1.177 113. BEBAN USAHA .853 77 .720 306. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan RUIM Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal (”KPU”) Listrik.024 75. dan rekruitmen Sumbangan sosial dan umum Jasa profesional Sewa kendaraan Rapat Alat tulis dan cetakan Penelitian dan pengembangan Lain-lain Jumlah 627. kecuali dinyatakan lain) 35.898 182. kartu telepon.083 94.520 35.782 4.T.367 25.893.009 2.659 2008 2.611 29.894 159.977 1. pendidikan.838 31.v) Beban pokok penjualan pesawat telepon.643.652 569.394 226. DAN JASA TELEKOMUNIKASI 2009 Operasi dan pemeliharaan Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 47c.583 318.919 37.277 1.781 27.469 102.170.570 6.088.OPERASI.982 29. 36.222 337.792 332.172 5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.149 33.092 289.874. kartu SIM.449. gas. dan air Sewa sirkit dan CPE Asuransi Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung Beban pokok jasa teknologi informatika Perjalanan Lain-lain Jumlah 3.148.822 54.433 43.049 14.862 132. BEBAN USAHA .UMUM DAN ADMINISTRASI 2009 Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13) Beban penagihan Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang (Catatan 5d dan 6) Keamanan dan screening Perjalanan Pelatihan.530 127.050 93.801 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.319 2008 595.858 539.289 40.537 114.464 308.385 105.067 165.

168 255.565 75.765 17.Penyerahan jasa Pasal 26 .303 2 15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PERPAJAKAN a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Pajak final Pasal 21 .Angsuran PPh badan Pasal 26 .335 807.termasuk bunga 5. Hutang pajak 2009 Perusahaan PPh Pasal 4(2) .PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .PPh pribadi luar negeri Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) .650 1.Kurang bayar PPh badan PPN 2008 9.390 25.732 809.672 222.800 330 460.719 83.484 388 216.016 804.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .T.401 78 .Kurang bayar PPh badan PPN Anak perusahaan PPh Pasal 4(2) .165 1 28.712 25.331 5.Penyerahan jasa Pasal 25 .PPh pribadi Pasal 22 .Angsuran PPh badan Pasal 26 .Pajak final Pasal 21 .425 838. kecuali dinyatakan lain) 37. Klaim atas restitusi pajak 2009 Anak perusahaan PPh badan PPh .termasuk bunga Pasal 21 .PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .185 203.584 c.411 3.751 7.203 249.584 96.230 22.PPh pribadi Pasal 23 .587 265.932 318.891 38.840 96.646.Penyerahan jasa 255.Penyerahan jasa Pasal 25 .Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .203.326 408.550 7.934 327.930 86.814 16.232 6.544 2008 72.011 b.270 398.168 533.556 554.PPh pribadi Pasal 22 .900 2008 66.561 2.032 4.190 35.529 99.464 6.318 423.305 23.069 1.203 3.484 1.681 320. Pajak dibayar di muka 2009 Perusahaan PPh badan Anak perusahaan PPh badan PPN PPh Pasal 23 .751 15.

anak perusahaan Jumlah beban PPh konsolidasian 1.560.577 3.046 1.291.469 15.435.951 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.982 (343.010 3.156.382 e.039.242 488.291.299) 192.Perusahaan Beban PPh .939.628 77.957 2.336.471 2008 1.995 36.802.963) 6.bersih Beban PPh badan Beban PPh final Jumlah beban PPh .394) 153.705.894 Tangguhan Perusahaan Anak perusahaan 326.859.537.429) 6.377.335 162.991 (364.508.962 855. PERPAJAKAN (lanjutan) d.273.T.806 (913.574 4.539 2.514 3.034.935 2.265.028 Pajak dihitung dengan tarif progresif Penghasilan tidak kena pajak Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak Kewajiban (aset) pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan .443) 7.939.577 1. kecuali dinyatakan lain) 37.344 (1.906 818.537.382 3.080.628 (9.219.420 (8.999.065 3.326 41.110. PPh badan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai entitas yang terpisah (laporan keuangan konsolidasian tidak berlaku untuk perhitungan PPh badan di Indonesia).054 16. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.317 (76.272 2.704 1.612.677 69. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan dan beban PPh konsolidasian adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak konsolidasian Penambahan kembali eliminasi konsolidasian Laba konsolidasian sebelum pajak dan eliminasi Dikurangi: laba sebelum pajak anak perusahaan Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 11.471 2008 12.862. Komponen beban (manfaat) pajak adalah sebagai berikut: 2009 Kini Perusahaan Anak perusahaan 529.924.372 2.622 2.382 79 .646) 7.714.563) 153.495.

982 (343.317) 80 .T.559) (600.861 (437.575.466 165.664) 190.279) 501.888) (199.116) 445.417 162.539 491.081) (55.721 (1.712 (3.854) (161.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PERPAJAKAN (lanjutan) e.622) (174.560.296) 27.028 Perbedaan temporer: Amortisasi aset tidak berwujud Penyusutan aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan beban karyawan Penyusutan aset tetap PBH Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Amortisasi hak atas tanah Laba atas penjualan aset tetap Amortisasi pendapatan PBH ditangguhkan Penghapusan piutang Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih LSA Pembayaran nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Rugi atas komitmen pembelian Penyisihan lain-lain Jumlah perbedaan temporer Perbedaan tetap: Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar Bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan anak perusahaan Lain-lain Jumlah perbedaan tetap 491.656 (49.659) (66.184) (67.114.443) 7. (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Perusahaan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final 6.658 (953) 4.172 (4.303.377.376 (15.963) 6. kecuali dinyatakan lain) 37.311) 35.545 258.282) (98.924.580) 44.112 (1.626 55.463 6.910) 2008 7.989 (926. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.987) 232.991 (364.971.217.994) (3.813) (7.991 (3.034.173) 260.980 263.840 (1.547) (60.442) 5.652 520 (3.

317 .962 529. PERPAJAKAN (lanjutan) e.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Jumlah tagihan yang tidak diterima sebesar Rp52 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008. Telkomsel mengakui sebagai tagihan pajak termasuk bunga sebesar Rp39 miliar pada tanggal 31 Desember 2008.273. Pada tanggal 2 Oktober 2007.719. Pemeriksaan pajak (i) Perusahaan Pada tahun 2006.046 1.935 2. Selanjutnya. diterima pada Februari 2009.689 1.156.142. Berdasarkan hasil keputusan Pengadilan Pajak pada bulan Desember 2008.363 juta. Selisih antara hasil pemeriksaan pajak dengan pengajuan keberatan sebesar Rp70 miliar dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007.T. oleh karena itu dicatat sebagai kalim atas restitusi pajak pada tanggal 31 Desember 2008. Otoritas Pajak dapat mengajukan masalah yang sama untuk transaksi yang terjadi di tahun fiskal berikutnya. Telkomsel berkeyakinan bahwa nilai tersebut dapat diterima kembali.382 3. Telkomsel mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Pajak atas penolakan Otoritas Pajak terhadap keberatan yang diajukan Telkomsel terhadap SKPKB PPh pasal 23 dan 26 untuk tahun fiskal 2002 sebesar Rp21 miliar. 81 2. (lanjutan) 2009 Laba kena pajak Beban PPh badan kini Beban Pajak final Jumlah pajak kini . Nilai Rp 21 miliar tersebut telah tercatat sebagai tagihan restitusi pajak yang telah dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2007.862.115.anak perusahaan Jumlah pajak kini f.660 36.Perusahaan Pajak kini . Otoritas pajak menerima keberatan yang diajukan Telkomsel sebesar Rp141 miliar. Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keberatan PPN yang tidak disetujui sebesar Rp215 miliar. Telkomsel diperiksa oleh Otoritas Pajak dengan hasil kurang bayar PPh. Pada tanggal 23 Februari 2009. keberatan yang diajukan Telkomsel disetujui untuk dikembalikan sebesar Rp115 miliar termasuk bunga sebesar Rp52 miliar.889 41.894 2008 3. Kekurangan bayar tersebut telah dilunasi dengan mengkompensasi pembayaran PPh tahun fiskal 2006 sebesar Rp25 miliar dan pembayaran kas sebesar Rp453 miliar. pada 31 Desember 2008. (ii) Telkomsel Pada tahun 2007. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dari Kantor Pajak atas PPh Badan untuk tahun fiskal 2004 sebesar Rp4.802. Penyelesaian atas kurang bayar tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2006. dan PPh badan termasuk denda untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 sebesar Rp478 miliar. Pada tanggal 3 Januari 2008.705. Telkomsel telah mengajukan keberatan atas kekurangan bayar PPh dan PPN termasuk denda sebesar Rp408 miliar. PPN.622 2.272 2.001 492. setelah dikurangi kurang bayar berbagai tagihan pajak. kecuali dinyatakan lain) 37.

bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.149 327.155 (55. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2008 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan . Pemeriksaan pajak (lanjutan) Pada tanggal 25 Februari 2009.290 17.664 104.242) (488.774) (2.434) (2.577) (1.863 38.676) (3.745) (4. Telkomsel berkeyakinan bahwa keputusan Pengadilan telah ditetapkan secara tepat.048 259.204 (220.804 1.899) 68. Telkomsel mengajukan tanggapan (kontra memori) ke MA.494) (436.350 219. g.476.186.201 1. belum terdapat keputusan atas kontra memori tersebut.103.335) (162.035 22.794) (5.877 220. kecuali dinyatakan lain) 37.869) (573.710 17.393.598.918) (2.698) (38.616.247 (326.741 31. Otoritas Pajak mengajukan uji materiil kepada Mahkamah Agung (“MA”).324) 1.625) 137.873) (28.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .bersih 30 Juni 2009 698.034 16.829 (186.235) (557) (4.559) (4.582) 511.439) (2.570. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.878) 6. Oleh karena itu.254) (2.698 93.904.314.207. atas keputusan Pengadilan Pajak untuk menerima pengajuan banding Telkomsel untuk pengembalian sebesar Rp115 miliar. pada tanggal 3 April 2009.081 54.268) (590.922) (57.450) 82 .021) (916.479) (62.247 (1.195 275.603 (430. PERPAJAKAN (lanjutan) f.

657) (824.994 76. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut dipertimbangkan dapat direalisasi. Penolakan tersebut menyebabkan PPh badan Telkomsel tahun 2006 menjadi lebih bayar Rp12.543) (748. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.159 220.848.100) 101.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .594) (2.5 miliar yang merupakan bagian dari pajak dibayar di muka.071 40. menetapkan.770) (3.863) (5.063 (147.114 76.636) (54.563 (153. mana yang lebih awal.063 1.678) (24. kecuali dinyatakan lain) 37.824) (786.136) (70.527) 48.034.bersih Akuisisi Sigma 30 Juni 2008*) 1. namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari pada yang diestimasikan. sehingga Telkomsel melakukan pembalikan sebagian klaim terhadap kewajiban pajak tangguhannya.165.057 15. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun fiskal 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa Dirjen Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.013 340.788 (3.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .592) (59.031) (2.010.965) 122.801) (54.316 52.859) (909.512 (1.551) - 862.168) 1.609.861.338 (544) (10.065) - (1.889 17. atau akhir tahun 2013.T. 83 . Perusahaan dan tiap anak perusahaan menghitung.684 (35. Direktorat Jenderal Pajak (“Dirjen Pajak”) dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak. Aset dan kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) (Dibebankan) ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2007 Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan Penyisihan persediaan usang Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut buku dan pajak Hak atas tanah Pendapatan PBH Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .213 332.821.506) (3.636) *) Disajikan kembali (Catatan 52) Realisasi dari aset pajak tangguhan tersebut tergantung kepada kemampuan menghasilkan laba di masa depan.720) (2. Klaim kelebihan pembayaran PPh badan untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 atas perhitungan ulang penyusutan aset tetap pada tahun 2006 sebesar Rp338 miliar tidak disetujui oleh Otoritas Pajak.686 172.201) (4.329 375. PERPAJAKAN (lanjutan) g.746.997.859 36.285 212. Perusahaan dan anak perusahaan yakin bahwa kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba fiskal masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut.417. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia.822) 25.172 (135. h.035 306.628) (77.005) (2.209.891 1.

7 tahun 1983 tentang PPh. 38. Selain perubahan tarif. Administrasi (lanjutan) Pada tanggal 23 September 2008. 36 tahun 2008 juga diatur pengurangan tarif sebesar 5% dari tarif tertinggi diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat. 84 . dalam Undang-Undang Pajak No. sehingga berhak memperoleh insentif pengurangan tarif pajak tersebut dan telah diimplementasikan dalam penghitungan PPh badan. Otoritas Pajak telah mengeluarkan program sunset policy berupa pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan SPT Tahunan tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang bayar dengan imbalan dibebaskan dari sanksi administrasi dan tidak dilakukan pemeriksaan atas tahun fiskal tersebut. kecuali dinyatakan lain) 37. kecuali untuk tahun fiskal 2003. PERPAJAKAN (lanjutan) h. 2005.9 miliar.4 miliar.9 miliar.254 dan 19. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. GSD sampai dengan tahun fiskal 2002 dan 2007. dan 2006 masingmasing sebesar Rp1. kecuali jika ditemukan bukti baru yang mengharuskan Otoritas Pajak melakukan pemeriksaan dan penyidikan. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu 1 tahun fiskal. yang tercatat dan memperdagangkan sahamnya di BEI yang memenuhi persyaratan bahwa paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor dan diperdagangkan di BEI dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya masing-masing tidak boleh melebihi dari 5%. Perusahaan dan Telkomsel telah memanfaatkan program sunset policy tersebut melalui pembetulan SPT. Laba bersih per saham dasar masing-masing sejumlah 306. maka untuk perhitungan beban dan kewajiban pajak penghasilan untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan periode 30 Juni 2009.574. Presiden Republik Indonesia dan Menkumham telah menandatangani dan mengundangkan Undang-Undang Pajak No. Pada tahun 2008.83 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Pada tanggal 31 Desember 2008. Peraturan ini mengatur pengenaan tarif tunggal untuk perhitungan Pajak Badan sebesar 28% di tahun 2009 (dimana sebelumnya dihitung dengan tarif progresif dari 10% sampai 30%).T. Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilusi. Perusahaan menggunakan tarif pajak setelah memperhitungkan penurunan tarif pajak.8 miliar.04 dan Rp317. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar masing-masing sejumlah 19. kecuali untuk tahun fiskal 2003. Perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Ke Empat atas Undang-Undang Pajak No. Telkomsel sampai dengan tahun fiskal 2005. Selain itu.432. Kantor Pajak telah melakukan pemeriksaan atas pajak Perusahaan sampai dengan tahun fiskal 2004. Perusahaan dan anak perusahaan telah menghitung efek dari pemberlakuan tarif 28% dan 25% atas perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhannya sesuai dengan estimasi realisasinya. Perusahaan mendapatkan sertifikat dari Dirjen Pajak berupa pembebasan pemeriksaan pajak untuk tahun fiskal 2007. Perusahaan menyetor pajak kurang bayar untuk tahun fiskal 2003. dan 25% di tahun 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan Telkomsel untuk tahun fiskal 2003 sebesar Rp1. Sehubungan dengan hal tersebut. Telkomsel saat ini sedang dalam pemeriksaan Kantor Pajak untuk tahun fiskal 2006 dan 2008. dan PIN untuk 2007. Rp2.748.814. dan Rp2. Infomedia sampai dengan tahun fiskal 2003.934 untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

S.577 234. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 2009 Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pensiun Perusahaan Telkomsel Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar Imbalan pasca kerja lainnya Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban manfaat pensiun dibayar di muka Beban pensiun berkala bersih Perusahaan Telkomsel Infomedia Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 34) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 34) 2008 552. 41 tertanggal 20 Juni 2008. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. pembagian spesial dividen kas sebesar Rp1..734 7. No.943 70. LLM. dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.286. No.840.708 juta atau Rp296.T.360 juta atau Rp357.398 juta atau Rp48. kecuali dinyatakan lain) 39.080 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.018 95. 40.778.083 85 . Partomuan Pohan.552 943. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2007 sebesar Rp7. S. LLM.347 3 264.660 256 236.H..572 398 322.004. 215 tertanggal 12 Juni 2009.553 juta.87 per lembar saham (Rp965.857.492 638.674 27.010 185 353.94 per lembar saham dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp4.085 86.364 1.024 40.734 41.071.45 per lembar saham dibagikan sebagai dividen kas interim di bulan November 2007).922 59.140 909.928.539 31.H.106 juta.785 7.761 juta. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2008 sebesar Rp5.098 222. Partomuan Pohan.

727.531 juta.534) 8.346 (222.240) (909.415 444.356 822.411.316. Perusahaan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti. Pembayaran kontribusi Perusahaan dan anak perusahaan ke dana pensiun untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp444.083 319.419) (552.059 (3. kecuali dinyatakan lain) 40. Program ini dikelola oleh suatu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).095 1.642) 11. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.387. perubahan aset program pensiun.820 2008 10.018) . Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan yang untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp1.150 8.529.713.870) 1. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban manfaat pensiun.T.418 515.067 538.370 557. Program pensiun manfaat pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002.975 112.084.852 juta dan Rp1.085) 9. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).356 (1. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8.531 juta dan Rp444.904) 10. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.034.531 22.904.760 (205.787 22.812 141.275 1.616) 10. Pensiun 1.484 22.991 (202.4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.418 444. status pendanaan program pensiun dan nilai bersih yang tercatat pada neraca konsolidasian Perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 untuk program pensiun manfaat pasti: 2009 Perubahan kewajiban manfaat pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program pensiun (Laba) rugi aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada akhir periode Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Perkiraan pengembalian atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program pensiun Laba aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada akhir periode Status pendanaan Beban jasa lalu yang belum diakui Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar 86 9.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.282 juta. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002.392 465.597.531 22.516.134) (220.516.080. Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa kerja karyawan.092 (921.350.083 390.280 (1.

Hasil aktual aset program adalah Rp1.018 Pada tanggal 30 Juni 2009.082) 552. Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2007.054. Pada tanggal 30 Juni 2009.999 juta yang merupakan 3.T. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp698.097 236. Perusahaan memberlakukan uniformulation manfaat pensiun yang sama bagi peserta sebelum 20 April 1992 dengan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung 1 Februari 2009. aset program pensiun sebagian besar terdiri dari obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.087) 909.9 tahun hingga 2016. pada laporan tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh PT Watson Wyatt Purbajaga (“WWP”).674 367 (444.25% 10% 8% 87 .657 2008 1. Mutasi beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar selama periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada akhir periode 775.085 322.531) (16. Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) dilakukan berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. Pensiun (lanjutan) 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.261 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.539 (444. aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide (“WWW”).583 juta yang akan diamortisasi selama 9. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.407. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 12% 11. kecuali dinyatakan lain) 40.531) (23. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai wajar Rp308.5% 8% 2007 10.00% dari keseluruhan aset program Dapen.

Pensiun (lanjutan) 1.T. Perusahaan (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset atas program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Laba aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih Dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 2. perusahaan asuransi jiwa milik negara.539 - 236.674 322.340) 162. para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.492) (814) 121. Mulai tahun 2005.664 1.484 (465. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (“Jiwasraya”).787 (515. di bawah suatu kontrak asuransi anuitas.361) 237.080) 88 .660 (28. Sampai dengan tahun 2004.562 (86.740 (95.370 557.797 1.539 (751) 68. Berdasarkan program ini.254) 322.283) 107.373 (155. Rekonsiliasi antara program pensiun yang tidak didanai dan jumlah kewajiban yang disajikan di neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Yang tidak dilakukan pendanaan Komponen yang tidak diakui di neraca konsolidasian: Beban jasa lalu yang belum diakui Rugi aktuaria bersih yang belum diakui Kewajiban bersih yang belum diakui pada tanggal penerapan awal PSAK 24 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar (318.660 (2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.041 (367) 2008 141. kecuali dinyatakan lain) 40. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.967) 2008 (325. kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel.480 (217. kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel.415) 110.803) 112.067 538. Telkomsel Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya.418) 110.

010 Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dengan laporan tertanggal masingmasing 12 Februari 2009 dan 25 Maret 2008 yang dilakukan oleh WWP.634) (31) 2. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.873) 6. Telkomsel (lanjutan) Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban bersih pada tanggal Penerapan awal PSAK 24 Beban pensiun berkala bersih (Catatan 34) 16. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW. Pensiun (lanjutan) 2. 89 .5% 10. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 40.271 398 398 12% 12% 9% 2007 10.042 (7.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.347 2008 18.T.728) (32) 1.652 89 31.911 256 256 2008 (5.655) 5. Asumsi dasar aktuaris independen berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 3.974 17.647 15.287 (5.5% 8% Beban pensiun berkala bersih Infomedia adalah sebesar Rp3 juta dan Rp185 juta masingmasing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). Rekonsiliasi antara status pendanaan program pensiun dengan jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Status pendanaan Beban manfaat pensiun dibayar di muka (5.002 89 27. Infomedia Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya.

90 .083 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34).375 40.313 20. Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum. kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.924) 222. jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan.734 (16.943 2008 195.140 juta dan Rp59. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 40.T.922 Komponen beban imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 2008 Beban jasa Beban bunga Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Total beban imbalan pasca kerja lainnya . 10. transaksi ini disajikan sebagai bagian dari LSA.413 6.967 3.414 3.785 Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang No. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) b. Pada tahun 2006. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar Rp7. Mutasi imbalan pasca kerja lainnya untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan pasca kerja lainnya Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Total beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada akhir periode 210. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.734 11.364 juta dan Rp7.345 40.865 23. Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp70.136) 234.bersih (Catatan 34) c.061 41.092 41.552 juta.785 (13.080 3. Imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja.

dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. sebesar Rp114. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun.539 (3.059.138 386. dan jumlah bersih yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008: 2009 Perubahan kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada akhir periode Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Perkiraan pengembalian aset program Kontribusi pemberi kerja Laba aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Nilai wajar aset program pada akhir periode Status pendanaan (Laba) rugi aktuaria bersih yang belum diakui Total beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar 2008 5.168) 4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.998) 10.998) 4.453) 3.955 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 34). termasuk LSA dan LSL (Catatan 47c.120. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”) Telkomsel Telkomsel memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu.i).195 (132.711 juta dan Rp9.139.215 juta dan Rp79.224 36.974 (110.911) (2.870 (2. perubahan aset program imbalan kesehatan pasca kerja. Ketentuan untuk masa kerja selama 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal 1 November 1995.583) 91 .719.168) 4.328 3.978. 42. tergantung persetujuan manajemen.236.268 (110.936) (132.875 (6. Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja.947.612 71.855.376.018.T.925.991 451.172 169. status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja.655 juta masing-masing pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 43).372) 8.018. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar Rp13.508 4.433 500. LSA diberikan saat karyawan mencapai masa kerja tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja.189 500.693 205. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom.384 (1.047 823.000 84.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. kecuali dinyatakan lain) 41.154.400.749 800.004 343.

aset program meliputi saham Seri B yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar sebesar Rp66.991 451. kecuali dinyatakan lain) 42.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.25% 12% 8% 2011 2007 10.409) 165. aktuaris independen yang berasosiasi dengan WWW. Mutasi beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) Jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada akhir periode 2.923 165.672 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.189) (8.25% 9% 14% 8% 2011 92 .660 - 165.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.660 Pada tanggal 30 Juni 2009.000) 2. Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut: 2009 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian atas aset program (Laba) rugi aktuaria yang diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke Unit KSO dan anak perusahan berdasarkan perjanjian Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada Unit KSO dan anak perusahaan (Catatan 34) 36.749 (171.116 juta. Asumsi dasar yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: 2008 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 12% 9.790 (138) 2008 71.570.660 (500.384 (205. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Hasil aktual aset program adalah Rp168.720 2008 2.603 450.138) 2.768.683) 98.652 450.236.004 343.372 450. pada laporan masing-masing tertanggal 31 Maret 2009 dan 31 Maret 2008 oleh WWP.583 Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.652 138 (500.719.

dan 1.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Remunerasi Komisaris dan Direktur i.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Berikut adalah perjanjian/transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a.8% dan 1. yang mencerminkan 0. Pemerintah i. 15/Per/M. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 15. 93 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp73.267 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35) yang mencerminkan 2.000 juta dan mencatat sebagai aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13iii). yang mencerminkan 0. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.741 juta dan Rp1.148. b.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005.581 juta dan Rp36.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp147.390 juta dan Rp29.T. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Depkominfo (sebelumnya DPPT).088. Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp1. dan 6. dan 0.0%. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban KPU kepada Depkominfo sesuai dengan Peraturan Menkominfo No. dan 6.0%. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris.895 juta dan Rp78. ii.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.1%.416 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Mulai tahun 2005.2% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Beban KPU adalah sebesar Rp384. Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp155.079 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35).540 juta dan Rp302. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah. yang mencerminkan 0. iii.833 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha yang normal. pemegang saham mayoritas Perusahaan (Catatan 20).7%.792 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 (Catatan 35). Telkomsel membayar up front fee untuk lisensi 3G sebesar Rp436. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Direksi.42% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode. yang mencerminkan 6.7% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. ii.222 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.180 juta dan Rp225. kecuali dinyatakan lain) 43. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp27.

Kesepakatan ini berlaku efektif mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2008. Perusahaan menyediakan jaringan lokal bagi pelanggan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon internasional. iv. Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan STBS milik Indosat dengan PSTN Perusahaan. Indosat untuk menyelenggarakan jasa Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. dilakukan oleh Perusahaan. kecuali dinyatakan lain) 43. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan telekomunikasi internasional kepada masyarakat. Perusahaan dan Indosat bertanggung jawab atas sarana telekomunikasi masing-masing. Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995. Pada tanggal 28 Desember 2006. Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan SLI. ditambah dengan beban pemrosesan tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). iii.T. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung. 94 . Pada tanggal 28 Agustus 2008. dan teleconferencing. televisi. SLJJ. teleks. serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan dengan menekan “007”. kecuali untuk sirkit langganan dan telepon umum yang berada di sentral gerbang internasional. Pembuatan kuitansi tagihan dan penagihan kepada pelanggan. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan Sentra Telepon Bergerak Seluler (“STBS”) Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan kewajiban interkoneksi terkait. yang memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan STBS Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan. Perusahaan menerima kompensasi untuk jasa yang disebutkan dalam butir pertama di atas berdasarkan tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh Menhub. Jasa telekomunikasi internasional mencakup telepon. besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi tagihan dan penagihan. hotline. kecuali pelanggan di daerah perbatasan tertentu. Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada pelanggan untuk Indosat. Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP). TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. Indosat Perusahaan memperlakukan Indosat sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena Pemerintah masih memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan keuangan dan operasi Indosat terkait dengan hak untuk menunjuk satu Direktur dan satu Komisaris. telegram. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. ii. Indosat menyediakan jaringan internasional bagi pelanggan. Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. 8 tahun 2006 (Catatan 46). teleprinter. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan Indosat akan melakukan evaluasi untuk menentukan besaran tarif biaya layanan SLI yang akan diberlakukan pada tahun 2009. Alternate Voice/Data Telecommunications (AVD).

05% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. dan 0. Pihak-pihak telah membentuk komite manajemen yang terdiri atas seorang ketua dan seorang perwakilan dari setiap pihak yang terkait untuk mengarahkan pembangunan dan operasional sistem kabel. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dihubungkan dengan gerbang pertukaran internasional milik Indosat agar dapat melakukan atau menerima panggilan internasional. Telkomsel menanggung 19. Berdasarkan perjanjian.325% dari jumlah biaya pembangunan. Beban yang timbul sehubungan dengan pengadaan peralatan.921 juta dan Rp11. Telkomsel. Telkomsel juga mengadakan perjanjian atas penggunaan fasilitas telekomunikasi Indosat.481 juta. Perjanjian Pembangunan dan Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta-Surabaya (“J-S Cable System”) Pada tanggal 10 Oktober 1996. yang mencerminkan masing-masing 0. Beban atas penggunaan fasilitas tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp7. Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Atas interkoneksi ini.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Beban operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan formula yang telah disetujui bersama.11%. Lintasarta. Peralatan interkoneksi yang dipasang oleh salah satu pihak di lokasi milik pihak lain tetap merupakan milik pihak pemasang peralatan tersebut. PT Satelit Palapa Indonesia (“Satelindo”). pemasangan dan pemeliharaan ditanggung oleh Telkomsel. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dan milik Indosat telah dihubungkan untuk memungkinkan komunikasi antar jaringan oleh pelanggan dari kedua belah pihak. ii.T. Indosat (lanjutan) Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan seluler bergerak GSM. Pendapatan (beban) interkoneksi bersih Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp34.06% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.348 juta.803 juta dan Rp14. Indosat berhak atas sebagian pendapatan Telkomsel sebagai kompensasi atas jasa interkoneksi. iii.04%. dan Indosat (“Pihak-pihak”) mengadakan perjanjian pembangunan dan pemeliharaan Sistem Kabel J-S. 95 . yang mencerminkan 0. dan 0. Bagian Telkomsel dalam beban operasi dan pemeliharaan adalah sebesar Rp1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. iv. Pembangunan sistem kabel selesai pada tahun 1998. Perjanjian yang dibuat tahun 1997 dan berlaku selama sebelas tahun tersebut. dapat diubah berdasarkan tinjauan tahunan dan kesepakatan bersama kedua belah pihak.015 juta dan Rp187 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Perjanjian lainnya antara Telkomsel dan Indosat adalah sebagai berikut: i. kecuali dinyatakan lain) 43.

997 juta yang mencerminkan 0. atau jasa telekomunikasi lainnya.860 juta sebagai beban sewa sampai tahun 2024. Beban pemakaian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp17. dan PT Sistelindo Mitralintas. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. data. yang sebelumnya disewakan kepada Telekomindo.1 juta. Berdasarkan perjanjian pengalihan. Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan anak perusahaan. dan 0. Pada tahun 2001. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.476 juta yang mencerminkan 0. Pada tahun 2000. Perusahaan mengalihkan hak penggunaan sebidang tanah di Jakarta yang dimiliki Perusahaan kepada Satelindo. telegraf. Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon. teleks. Satelindo melakukan pembayaran tambahan sejumlah Rp59.3% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. 96 . pembayaran di muka dari Satelindo ini disajikan di neraca konsolidasian sebagai “Uang muka pelanggan dan pemasok”. Telkomsel juga dikenakan beban operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar US$0.612 juta dan Rp17. Satelindo diberi hak untuk menggunakan tanah tersebut selama 30 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh hak mendirikan bangunan di atasnya. Perjanjian IRU (IRU Agreement) Pada tanggal 21 September 2000.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Lintasarta (berlaku sampai dengan 31 Oktober 2010) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) (berlaku sampai dengan bulan Mei 2008) (39. Telkomsel diberikan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan kapasitas tertentu dari jaringan tersebut mulai tanggal 21 September 2000 hingga 20 September 2015 sebagai imbalan atas pembayaran di muka sejumlah US$2.7 juta (Catatan 12).210 juta pada tahun 1994 sementara sisanya sebesar Rp25. faksimili. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Indosat mengenai penggunaan SEA-ME-WE 3 dan tail link di Jakarta dan Medan. Satelindo telah membayar sejumlah Rp17.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c.8% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Indosat) untuk pemakaian sistem jaringan komunikasi data. Berdasarkan perjanjian.2%.981 juta dan Rp9.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.023 juta dan Rp82. kecuali dinyatakan lain) 43.929 juta yang mencerminkan kurang dari 0. yaitu Indosat Mega Media. Perusahaan dan Satelindo menyetujui alternatif penyelesaian dengan memperhitungkan pembayaran Satelindo di atas sebagai beban sewa sampai tahun 2006.023 juta kepada Perusahaan untuk hak penggunaan tanah tersebut selama 30 tahun.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode.813 juta belum dibayar karena Hak Pengelolaan Lahan (“HPL”) tidak dapat diperoleh sebagaimana disebutkan dalam perjanjian. Lintasarta menggunakan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp12. Satelindo setuju untuk membayar sejumlah Rp43. Indosat (lanjutan) ii. Pada tahun 1994. Lintasarta. Hak kepemilikan atas tanah tersebut tetap berada pada Perusahaan.

yang mencerminkan 0. PSN.9% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. dan 0. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tanggal 14 Maret 2001. (v) (vi) (vii) Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan aset tetap. INTI juga merupakan kontraktor dan pemasok utama yang menyediakan peralatan.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. Pembelian yang dilakukan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp92. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp74. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Premi asuransi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp158.378 juta dan Rp168.686 juta. dan 0.298 juta yang mencerminkan 0. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp110.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. yang mencerminkan 0. yang diperlakukan sebagaimana layaknya transaksi dengan pihak ketiga. Patrakom. yaitu CSM. faksimili.292 juta. Pembelian dari INTI untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp54. dan PSN untuk penggunaan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. persediaan. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Instansi Pemerintah dan perusahaan asosiasi yaitu CSM. telegraf. dan jasa telekomunikasi lainnya. Sirkit langganan ini dapat digunakan perusahaan asosiasi tersebut untuk hubungan telepon. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp22. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (“INTI”) dan Kopegtel. yang mencerminkan 1. Lain-lain Transaksi dengan seluruh BUMN diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. dan Gratika.6%.350 juta dan Rp30. (iv) Perusahaan membeli aset tetap termasuk jasa pembangunan dan pemasangan sarana dari sejumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa meliputi. yang mencerminkan 1. data.389 juta dan Rp51.134 juta dan Rp18.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.8%.460 juta dan Rp208.2% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode.122 juta. dan 0.T. yang mencerminkan 0.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing periode. kecuali dinyatakan lain) 43. yaitu: (i) Perusahaan menyediakan jasa telekomunikasi kepada Instansi Pemerintah di Indonesia. PT Asuransi Tenaga Kerja. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PSN untuk sewa jaringan transmisi PSN. diantaranya. dan menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya pada Jasindo. Perjanjian ini telah diperpanjang hingga 13 Maret 2011. dan 2.1%.8%. termasuk jasa konstruksi dan instalasi bagi Telkomsel. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. teleks.851 juta dan Rp66.385 juta. (ii) (iii) Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada perusahaan asosiasi. 97 . Patrakom.585 juta. dan Jiwasraya yang merupakan perusahaan asuransi milik negara.7% dari jumlah pembelian aset tetap pada masingmasing periode. jangka waktu sewa minimum adalah 2 tahun sejak pengoperasian jaringan transmisi dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

dan 1. membeli barang dan jasa pembangunan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan reksa dana masing-masing berjumlah Rp6.004% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. dan 3.950 juta pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.5% dari jumlah aset pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Untuk jasa-jasa ini. dan 35. yang mencerminkan 0.189 juta dan Rp115.2%.0% dari jumlah pendapatan bunga pada masingmasing periode.0%. dan jasa-jasa lainnya yang bermanfaat bagi Telkomsel. (xiii) Telkomsel mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Patrakom dan CSM sehubungan dengan penggunaan jaringan transmisi mereka untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang.281. dan 0. dan 8. Pendapatan bunga yang diakui untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp97. yang masing-masing mencerminkan 6. Beban sewa untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp122. Perusahaan menyewa bangunan.2% dari pendapatan usaha pada masing-masing periode. Beban bunga dari pinjaman tersebut untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp489. yang mencerminkan 3. yang mencerminkan 52. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp104 juta dan Rp1. Jumlah kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang yang dijual ke Kisel sebesar Rp1.118 juta dan Rp7. Di samping itu.6%.049. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penyaluran dengan Kisel untuk pendistribusian kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang.237 juta.610 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.726 juta dan Rp177. dan 1.468 juta.657 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. (xiv) Koperasi Pegawai Telkomsel (“Kisel”) adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel. sehubungan PBH.279 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. pencetakan dan distribusi tagihan pelanggan. 98 .132 juta dan Rp7.T. Kisel membebankan Telkomsel masing-masing Rp312. penagihan. bagian dari pendapatan yang harus dibagikan kepada Kopegtel adalah masing-masing sebesar Rp3.927 juta.02% dari jumlah pendapatan usaha pada masingmasing periode.380 juta. dan 41.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.839 juta dan Rp976. dan menggunakan jasa pemeliharaan dan kebersihan dari Kopegtel dan PT Sandhy Putra Makmur (“SPM”).355 juta dan Rp236.361. (x) (xi) (xii) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Kopegtel. dan 0.6%.yayasan yang dikelola oleh Dharma Wanita Telkom. Lain-lain (lanjutan) (viii) Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai rekening giro dan deposito berjangka pada beberapa bank milik negara. beberapa bank tersebut ditunjuk sebagai agen penagihan Perusahaan. dan 0. bergerak dalam jasa penyewaan mobil. Beban yang timbul dari transaksi tersebut berjumlah Rp178.7%.606 juta dan Rp72. menyewa mobil.2% dari jumlah beban bunga pada masing-masing periode. kecuali dinyatakan lain) 43. yang mencerminkan 0.4%.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.575 juta dan Rp244.003 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.01%. yang mencerminkan 0.4% dari beban usaha pada masing-masing periode. yang mencerminkan 42. Untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban interkoneksi bersih dari PSN. anak perusahaan dari Yayasan Sandikara Putra Telkom . Jumlah penempatan Perusahaan pada bank milik negara dalam bentuk rekening giro dan deposito berjangka.9%.0% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode. yang mencerminkan kurang dari 0. (ix) Perusahaan dan anak perusahaan melakukan pinjaman dari beberapa bank milik negara. yang mencerminkan 1.001%.

Piutang usaha .244 21.088 813 347 107.258 376 11.04 0.098 813 94.864 juta dan Rp23.21 0.827 2.000 41. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. Jumlah pengadaan untuk pemeliharaan peralatan sebesar Rp17.713 3. dan 0. Aset lancar lainnya (Catatan 8) BNI Bank Mandiri Jumlah g.248 juta dan Rp31.188 1.727 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.524 1. Rekening escrow (Catatan 14) 5.662 47.02 0. kecuali dinyatakan lain) 43.217 Jumlah 6.933 779.257 13.163 1.11 0. Di samping itu.11 0.11 0.51 0. (xvi) Telkomsel mengadakan perjanjian pengadaan dengan Gratika.139 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.62 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.01 2008 % terhadap jumlah aset 8.70 0.449 182. yang mencerminkan 0.4% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing periode. Jumlah pengadaan untuk pemasangan peralatan sebesar Rp38.bersih (Catatan 5) d. yang merupakan anak perusahaan dari Dapen untuk pemasangan dan pemeliharaan peralatan.08 0.673 24. Piutang lain-lain Patrakom Kopegtel Instansi Pemerintah Bank milik negara (bunga) Lainnya Jumlah e.901.02 Jumlah a.T.071 21.826 2.251 1. Kas dan setara kas (Catatan 4) b.304 28.235 4.544 10.942.8%.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing periode.244 104.01 0.685 536. Saldo akun dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2009 % terhadap jumlah aset 6. Beban dibayar di muka (Catatan 7) f.11 0.417 404 39.82 1.113 280.571 0. yang mencerminkan 0.664 603.05 99 .420.03 0.27 0.05 565 91.30 0. Perusahaan juga memberikan hak kepada pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa untuk menggunakan bangunan Perusahaan tanpa dikenakan biaya. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya (Catatan 12) BNI Bank Mandiri Kisel Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) BRI Jumlah h. Lain-lain (lanjutan) (xv) Perusahaan juga memperbantukan sejumlah karyawannya kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk membantu mereka menjalankan kegiatan usahanya.194 0.01 0.849 4. Penyertaan sementara c.084 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

719.400 4.539 3. Kewajiban LSA (Catatan 41) n.70 0.18 3.42 2008 % terhadap jumlah kewajiban 2.02 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.94 Jumlah i.286.01 0.626 68.T. kecuali dinyatakan lain) 43.020.932 1.561 2.540.03 0. Beban yang masih harus dibayar (Catatan 16) Karyawan Instansi Pemerintah dan bank milik negara PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Jasindo Jumlah k.33 2.572 79. Hutang bank jangka panjang (Catatan 22) BNI BRI Bank Mandiri Jumlah 100 .148 9.240.098.403 744.025 93 1.000 4.01 0.01 0.01 1.800.14 0.20 2.394 14.13 0.02 0.689 638.266. Hutang usaha (Catatan 15) Instansi Pemerintah Kopegtel Indosat Yakes SPM INTI Gratika Jasindo CSM PSN Lain-lain Jumlah j.000 9.696 1. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) 2009 % terhadap jumlah kewajiban 2.802 89. Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja (Catatan 42) o.997 4.866 21.23 10.088 25.215 2.655 2.580.70 3.804 1.01 0.970. Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40) 1.006 6.398.04 1.000 1.66 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.012 708.000 3.19 3.502 943.72 7.01 0.660 114.000 1.19 0.000 2.06 0.372 4.14 4.236.610 3.860.880.000 1.13 16.302 28.11 0.012 3.12 0.093 4.71 2.17 5.42 1.102 Jumlah 1.521 80.23 6. Pinjaman penerusan (Catatan 20) l.31 0.583 1.57 0.888 59.119 68.128 5.573 94.400.093 12.051.04 2.356.000 2.96 3.84 8.06 0.52 1.916.07 m.236.06 0.33 5.

153) - 94.058.635) 11.663) (287.095.635) (19.421.652) (1.097 (938. Goodwill dialokasikan pada segmen sambungan kabel tidak bergerak.729) (264.241) (2. teleks.893 32.650) (20.672.471) (2.598 - 55.288.634.444 Lain-lain 243.721) (371. yaitu sambungan kabel tidak bergerak.620) (8.520.420.813 Seluler 19.645.893) (1. satelit.896) (8.462) (42. dan internasional.129 (9.862) 8.587 94. dan VSAT).121.095.650 1.252) (627.732 (19.532.655 53.542 - 102.152 1.617.757 38.506.735) (1.149 165.577.494 (353.662 10.093) 231. Segmen seluler menyediakan jasa telekomunikasi dasar.265 550. khususnya jasa telekomunikasi seluler bergerak.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.794) (19.051.251) (31) (1.609. 2009 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .202.222) (308.980 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.260) (292.862) 101 .T.945) (28.732 1.421.252) (627.195.058.538.531 384.274) (18.747.538.228 7.209) (3.672.709.454 120.834) 2.814 (8.963 140.938) (380.094.222) (308.095.195.111. yang terdiri dari usaha buku petunjuk telepon dan pengelolaan gedung. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tiga segmen usaha utama yang seluruhnya beroperasi di Indonesia.645. kecuali dinyatakan lain) 44.460.771) (1.188 (1.132 9.970) (54.161.995) 12.962 38.226 1.bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.564.969) 8.700) (5.302 165.824) (637.625 (19. Segmen sambungan kabel tidak bergerak menyediakan jasa telepon lokal.197 (3.578.038.005.538.340 Jumlah konsolidasian 30.bersih Penghasilan lain-lain .650 116.149) (6. Pendapatan dan beban segmen meliputi transaksi antar segmen usaha dan dinilai sebesar nilai pasar. serta jasa pendukungnya.488) (8.456 20.189.732 30.111.170.174.302) (1.285) 11.359 698.825) (572.736 (51.993.291. dan seluler.417 Jumlah sebelum eliminasi 30.329.033) (10.989.421.958) (59. SLJJ. Segmen usaha yang secara individu tidak melebihi 10% dari pendapatan usaha Perusahaan disajikan sebagai “Lain-lain”.046.383.039.480 (2.893) 1.206) (31.737. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.672.045.149) (6.667) 6.771) 421.474 19. Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang menawarkan pelanggannya kemampuan untuk menggunakan pesawat telepon nirkabel dengan area terbatas (dalam kode wilayah lokal). sambungan nirkabel tidak bergerak.706 145.043.460.587 (8.499 Eliminasi (1.635) (1.685) 8.246. transponder. dan jasa telekomunikasi lainnya (termasuk di antaranya sirkit langganan.139.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

44. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2008 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs - bersih Penghasilan lain-lain - bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Beban non-kas lain-lain (26.559.879) (1.396.838) (1.745.128) (571.735) (290.582) (1.507.788) (210.369) (176.165) (28.754.375) (6.234.077) (3.225.909) (23.357) (27.931) (343.434) (19.661) (26.331) (17) (57.165.476) (7.860.945) (5.173.533) (595.092) (318.530) 9.519.046 15.995 10.001.964 661.836 10.663.800 (8.388.163) (169.532) (8.557.695) 2.106.105 Sambungan nirkabel tidak bergerak 1.638.808 (34.538) 1.604.270 (618.979) (618.979) 985.291 Jumlah sebelum eliminasi 30.211.078 1.067.686 31.278.764 (17.743.117) (1.149.266) (18.892.383) 12.386.381 Jumlah konsolidasian 30.211.078 30.211.078 (17.743.117) (17.743.117) 12.467.961 (573.805) 330.873 35.776 236.159 (3.939.382) (1.390) 8.556.192 (2.258.582) 6.297.610

Seluler 18.329.311 298.523 18.627.834 (8.442.962) (960.765) (9.403.727) 9.224.107

Lain-lain 240.995 141.865 382.860 (293.013) (18.969) (311.982) 70.878

Eliminasi (1.067.686) (1.067.686) 1.149.266 1.149.266 81.580

36.010.086 1.331.159

7.890.983 -

50.694.415 (1.193.357)

715.963 -

95.311.447 137.802

(9.519.046) -

85.792.401 137.802 85.930.203 (47.646.430) (7.860.945) (5.157.538) (595.092) (318.530)

45. POLA BAGI HASIL (“PBH”) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa mitra usaha secara terpisah berdasarkan perjanjian PBH yang dimaksudkan untuk membangun sambungan tidak bergerak, instalasi telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya), data, dan jaringan internet, dan fasilitas pendukung telekomunikasi terkait. Pada tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan memiliki 34 perjanjian PBH dengan 29 mitra usaha. Lokasi PBH paling banyak berada di Pekanbaru, Jawa Timur, Kalimantan, Makassar, Pare-pare, Manado, Denpasar, Mataram, dan Kupang dengan periode penyelenggaraan antara 48 sampai dengan 120 bulan.

102

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

45. PBH (lanjutan) Berdasarkan perjanjian PBH, mitra usaha menanggung biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan sarana telekomunikasi. Setelah pembangunan selesai, Perusahaan mengelola dan mengoperasikan sarana telekomunikasi tersebut dan menanggung beban perbaikan dan pemeliharaan selama periode bagi hasil. Secara hukum, mitra usaha berhak atas aset tetap yang dibangun mitra usaha selama periode bagi hasil. Pada akhir setiap masa bagi hasil, mitra usaha akan mengalihkan kepemilikan atas sarana telekomunikasi tersebut kepada Perusahaan pada harga nominal tertentu. Pada umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan untuk biaya pemasangan sambungan telepon menjadi hak mitra usaha sepenuhnya. Pendapatan dari pulsa telepon outgoing dan biaya bulanan pelanggan dibagi antara mitra usaha dan Perusahaan berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati. Nilai buku bersih aset tetap PBH yang telah dialihkan menjadi aset tetap yang dimiliki sendiri pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp39.563 juta dan Rp17.945 juta (Catatan 11). Pendapatan yang menjadi bagian mitra usaha adalah sebesar Rp82.573 juta dan Rp158.022 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008.

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi ditentukan oleh penyelenggara berdasarkan kategori tarif, struktur dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi tidak bergerak yang ditentukan oleh Pemerintah. a. Tarif telepon tidak bergerak Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 15/Per/M.KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Jasa Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap. Berdasarkan Peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan Berdasarkan Peraturan tersebut, Perusahaan menyesuaikan tarif yang berlaku sejak 1 Agustus 2008 sebagai berikut: • Tarif lokal mengalami penurunan berkisar dari 2,5% hingga kenaikan 8,9%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SLJJ mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 36,9% hingga kenaikan rata-rata 13,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SMS mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 42,8% hingga 49,7%, tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan

103

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) b. Tarif telepon seluler Berdasarkan Keputusan Menkominfo No. 28 Februari 2006 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan 12/Per/M.KOMINFO/02/2006 tanggal

Tarif ditetapkan berdasarkan formula tertentu dengan batas bawah (floor price). Untuk biaya penggunaan seluler, batas bawah adalah biaya originasi ditambah biaya terminasi (biaya interkoneksi total), sedangkan untuk biaya aktivasi dan biaya berlangganan bulanan, batas bawah tergantung pada struktur biaya dari masing-masing penyelenggara jasa seluler. Pelaksanaan atas tarif baru oleh penyelenggara dominan wajib mendapatkan persetujuan dari Pemerintah. Penyelenggara dominan adalah penyelenggara yang memiliki pendapatan usaha (operating revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. Pada tanggal 7 April 2008, Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. 12/PER/M.KOMINFO/02/2006. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Tarif jasa teleponi dasar • Tarif jelajah • Tarif jasa multimedia, dengan struktur sebagai berikut: • Biaya aktivasi • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaan • Biaya fasilitas tambahan. Tarif dihitung berdasarkan jenis formula yang terdiri dari : • Perhitungan biaya elemen jaringan (network element cost); • Perhitungan biaya aktivitas layanan retail ditambah margin (retail services activity cost plus margin). Biaya elemen jaringan dihitung dengan menggunakan Metode Long Run Incremental Cost (LRIC) Bottom Up. Penyelenggara dapat melakukan de-average biaya pengunaan jasa teleponi dasar dan menerapkan sistem pentarifan bundling, tidak melebihi jumlah dari tarif pungut dihitung dengan menggunakan metode tersebut di atas.

104

dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 10.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan jarak jauh) sebesar Rp203/menit.KOMINFO/02/2006.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp204/menit.Tarif layanan transit internasional sebesar Rp316/menit. Tarif layanan originasi internasional dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jaringan tetap internasional sebesar Rp612/menit 11. 14. kecuali dinyatakan lain) 46. 7. 3.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp613/menit.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.Tarif layanan transit jarak jauh sebesar Rp295/menit. Tanggal berlaku efektif keputusan tersebut kemudian ditunda menjadi tanggal 1 Januari 2007 berdasarkan Peraturan Menkominfo No.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan lokal) sebesar Rp73/menit. 13.T. 6. 32 tahun 2004 tanggal 11 Maret 2004 yang menetapkan bahwa beban interkoneksi berbasis biaya akan mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2005.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp626/menit. 9. Tarif interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan yang berlaku saat ini. 105 . berdasarkan DPI terbaru yang telah ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 4. 12.Tarif layanan transit lokal sebesar Rp69/menit. 205 tahun 2008 tanggal 11 April 2008. Tarif layanan originasi lokal untuk panggilan jarak jauh dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp203/menit.Tarif layanan terminasi domestik dari jaringan internasional sebesar Rp612/menit. Pada tanggal 28 Desember 2006.KOMINFO/02/2006 tanggal 8 Februari 2006. 5. Perusahaan dan seluruh penyelenggara jaringan menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. SLJJ.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp203/menit. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. 8. yang berlaku untuk periode satu tahun. tentang persetujuan terhadap DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (Operating Revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggaraan telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 08/Per/M. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap lokal sebesar Rp73/menit. adalah sebagai berikut : (a) Sambungan tidak bergerak 1. 2.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap domestik sebesar Rp560/menit. 08/Per/M. Tarif interkoneksi Menhub menerbitkan Keputusan No.

4. 10. Kualitas Layanan Sewa Jaringan.T.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. e.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp493/menit. dan formula tarif layanan untuk sewa jaringan. d. Menkominfo belum menetapkan tarif beban interkoneksi VoIP yang baru. 3. Besaran biaya aktivasi sewa jaringan mulai Rp2. Besaran tarif pemakaian bulanan untuk lokal (di bawah 25 km) bervariasi mulai Rp1. 106 . Sampai dengan ditetapkannya tarif yang baru tersebut. Pada tanggal 11 Maret 2004. Saat ini. 9. kecuali dinyatakan lain) 46. Tarif interkoneksi VoIP Sebelumnya.650.400.Tarif layanan originasi internasional ke penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap sebesar Rp261/menit.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang Sewa Jaringan. KM. Menhub menerbitkan Keputusan No. 6. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 12. 23 tahun 2002. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri tersebut. 12 penyelenggara telekomunikasi dan PT Pratama Jaringan Nusantara (“PJN”) menandatangani perjanjian pengoperasian Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”) yang menunjuk PJN untuk mengadakan proses kliring interkoneksi suara. 03/PER/M.Tarif layanan terminasi lokal dari penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan satelit sebesar Rp501/menit. dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan. sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan.893. Pada tanggal 2 Maret 2009.Tarif layanan terminasi internasional dari penyelenggara jasa SLI sebesar Rp498/menit. beban akses dan beban sewa jaringan untuk penyediaan layanan VoIP harus disepakati antara operator jaringan dan operator VoIP. Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan.000 tergantung pada kecepatan dan untuk pemakaian bulanan pemakaian jarak jauh (di atas 25 km) mulai Rp5. maka Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui Kepdirjen Postel No. 2. 5.000 hingga Rp88.000 hingga Rp3.Tarif layanan originasi jarak jauh ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp380/menit. 7. berdasarkan Keputusan Menhub No. Perusahaan masih akan tetap menerima jumlah per menit yang telah disepakati untuk panggilan yang berasal dari atau diakhiri di jaringan sambungan tidak bergerak milik Perusahaan. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. pemerintah mengatur bentuk.100. Tarif sewa jaringan Melalui Peraturan Menteri No.Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap sebesar Rp380/menit.000 tergantung pada kecepatan. Tarif interkoneksi (lanjutan) (b) Seluler 1.750.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan satelit sebesar Rp261/menit. 11. jenis. 8. Besaran Tarif sewa Jaringan.600. 115/Dirjen/2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan. struktur tarif.Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp261/menit.Tarif layanan originasi lokal ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp261/menit.000. 31 tahun 2004 yang menentukan bahwa tarif beban interkoneksi untuk VoIP akan ditetapkan oleh Menhub.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

dalam menyediakan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU). Perusahaan menurunkan tarif internet rata-rata 20% tergantung paket berlangganan. Tarif warung telekomunikasi (“wartel”) Menhub menerbitkan Keputusan Menteri No. untuk menyediakan serta mengoperasikan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU) senilai Rp1. besaran kontribusi diubah menjadi 1. 46 tahun 2002 tanggal 7 Agustus 2002 mengenai penyelenggaraan wartel yang digantikan oleh Peraturan Menkominfo No. h. Keputusan ini juga menentukan bahwa airtime dari operator seluler harus memberikan minimum 10% untuk pendapatan wartel. kecuali dinyatakan lain) 46. penyelenggara ditentukan melalui serangkaian proses seleksi oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan No.KOMINFO/I/2006 tanggal 30 Januari 2006 dimana Perusahaan berhak memperoleh maksimum 70% dari tarif dasar wartel atas percakapan dalam negeri dan maksimum 92% dari tarif dasar wartel atas percakapan internasional. yang meliputi seluruh wilayah Indonesia kecuali Sulawesi. Pemerintah hanya menetapkan formula tarif untuk layanan teleponi dasar. Pada tanggal 16 Januari 2009 dan 23 Januari 2009. Pada tanggal 18 Februari 2009 dan 16 Maret 2009. 35/PER/M. Maluku.KOMINFO/02/2009 tanggal 18 Februari 2009 dan Keputusan No.66 triliun. 15/PER/M.KOMINFO/10/2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No. Tarif jasa lainnya Tarif sewa satelit dan jasa teleponi dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar.T. Telkomsel ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP. yang mengatur kebijakan program KPU dan mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 0. KM.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Menkominfo memberikan Telkomsel izin prinsip untuk mengoperasikan jaringan tidak bergerak di bawah Program KPU dengan masa berlaku 6 bulan bergantung pada uji layak operasi.25% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban koneksi). TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) f. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasajasa lainnya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.KOMINFO/11/2006 tanggal 30 November 2006.75% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan beban interkoneksi) untuk pengembangan KPU. 7 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009. Pada tanggal 1 April 2009. Telkomsel juga akan mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal dan hak untuk menggunakan frekuensi radio pada pita frekuensi 2. g.390 MHz-2. 32/PER/M.05/PER/M. dan Papua.400 MHz. 11/PER/M. KPU Menkominfo menerbitkan Peraturan No.KOMINFO/04/2007 tanggal 13 April 2007 yang telah diamandemen dengan Surat Keputusan Menkominfo No. 62/KEP/M. Izin ini dapat diperpanjang untuk tiga bulan berdasarkan evaluasi dari DJPT Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.KOMINFO/02/2009 tanggal 16 Maret 2009. berdasarkan pada Keputusan No. 88/KEP/M. 38/Per/M. yang antara lain mengatur bahwa.KOMINFO/9/2007 tanggal 20 September 2007. PM. 107 .KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005.

7 juta dan Rp57.441 juta 10 Juli 2007 b. dan Papua) US$21. c.654. BSS.7 juta dan Rp41.237 juta US$6.7 juta dan Rp26.7 juta dan Rp210.955 6. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.4 juta dan Rp113. dan PDN FWA CDMA di : 13 Oktober 2006 a. dan PDN di : 28 November 2006 10 Juli 2007 a. jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak.9 juta dan Rp12.5 juta dan Rp18.2 juta dan Rp145. US$42.T.7 juta dan Rp41. Pembelian barang modal Pada tanggal 30 Juni 2009. Divre V (Jawa Timur) US$90.6 juta dan Rp28.9 juta dan Rp9.840 juta US$22.769 Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: (i) Perusahaan Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 16 September 2005 Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-1 di Divre II Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS. kecuali dinyatakan lain) 47.9 juta dan Rp249.5 juta dan Rp63. dan PDN FWA CDMA: a. BSS.05 juta dan Rp315.049 juta US$20.983 juta Perusahaan Konsorsium Samsung dan Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.770.5 juta dan Rp159. adalah sebagai berikut: Jumlah dalam mata uang asing (dalam jutaan) 663 11 Mata uang Rupiah Dolar A. BSS. terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi peralatan sentral telepon.018 juta US$10. Euro Jumlah Setara Rupiah 3.332 159.790 juta 8 Desember 2006 8 Desember 2006 b. Divre VI (Kalimantan) Divre VII (Sulawesi. Divre I (Sumatra) dan IV (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) Divre II (Jakarta) Divre III (Jawa Barat dan Banten) Jumlah nilai kontrak US$5.262 juta US$11.1 juta dan Rp99.557 juta US$3.326 juta 108 . peralatan transmisi.389 juta 6 Januari 2006 US$58.569 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$1. b. dan jaringan kabel.442 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Divre VII Tenggara) (Bali-Nusa Perusahaan dan Konsorsium ZTE Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan untuk Proyek Ekspansi Sistem NSS.218 juta US$5.S. IKATAN a. Maluku.503 juta US$2.168 juta US$16.724.578 juta US$23.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-3 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy di Divre VII (Sulawesi.966 juta Rp104. dan Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Softswitch dan MSAN Modernisasi Divre V dan lokasi trial Bali dan Timika Rp108. dan Papua) 31 Maret 2008 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Metro Ethernet paket-3 di Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-6 Divre V Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-8 Divre VII Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-9 Netre Sumbagut Area Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-11 Netre Sumbagsel Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik paket-12 Netre Jakarta dan Jawa Barat Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-13 di Netre Jawa Tengah dan Jawa Timur Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Inside Plan Backbone KalimantanSulawesi Perjanjian Pengadaan TENOSS Fase-4 Domain FWN Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Tera Router 2008 di Divre I.593 juta US$19.263 juta Rp38.558 juta Perusahaan dan PT Nokia Siemens Networks 5 Desember 2008 Rp78.7 juta dan Rp77. IKATAN (lanjutan) a. Maluku.587 juta US$0.3 juta dan Rp121.248 juta Rp80. Divre II.783 juta Rp39.980 juta Rp16.681 juta Perusahaan dan PT Lintas Teknologi Indonesia Perusahaan dan PT Sansaine Exindo Perusahaan dan PT Datacraft Indonesia 26 September 2008 Rp88.218 juta b.3 juta dan Rp130.334 juta Perusahaan dan Konsorsium G-Pas 18 April 2008 Rp111.739 juta Rp68. Bagian yang signifikan dari perjanjian Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Speedy Access paket-2 Jumlah nilai kontrak US$24.T.957 juta Perusahaan dan PT Konsorsium JemboKarteksi-Tridayasa Perusahaan Telekomindo dan 18 April 2008 Rp156.525 juta Perusahaan dan PT Horison Komunikasi 18 April 2008 Rp63.575 juta Rp42.5 juta dan Rp62.988 juta Rp60.086 juta 4 Desember 2008 Rp94.097 juta Rp78.132 juta Rp4.796 juta Perusahaan dan PT Brimbun Raya Indah (“Brimbun”) Perusahaan INTI dan 18 April 2008 Rp134.350 juta Rp53.174 juta Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.100 juta 109 .174 juta 18 April 2008 Rp120.367 juta 15 Oktober 2008 Rp97. kecuali dinyatakan lain) 47.100 juta Rp78.925 juta Rp5.597 juta 18 April 2008 Rp70. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Perusahaan Huawei dan Tanggal perjanjian 28 September 2007 28 September 2007 Perusahaan dan PT ZTE Indonesia (“ZTE”) Perusahaan Huawei dan 18 Desember 2007 a.

Mekanik dan Sipil (“Site Acquisition and Civil. Inc.5 juta US$13. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan serta jasa terkait yang terdiri dari: • • • • Perjanjian Perencanaan dan Pengerjaan Bersama (Joint Planning and Process Agreement) Perjanjian Penyediaan Peralatan (“Equipment Supply Agreement” atau “ESA”) Perjanjian Jasa Teknik (“Technical Service Agreement” atau “TSA”) Perjanjian Pengadaan Lokasi dan Rekayasa.4 juta Perusahaan Konsorsium Fujitsu dan NSW- 30 Desember 2008 3 Maret 2009 Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan Kapasitas Ring Proyek JaKa2LaDeMa Perjanjian Pengadaan Satelit Telkom-3 Perjanjian Kerjasama Posisi Orbit 142E Derajat (142E Degree Orbital Position Cooperation Agreement) a.054 juta 15 Juni 2006 US$3 juta dan Rp40.6 juta dan Rp56.T. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-3 b.4 juta Perusahaan dan ISS Reshetnev Perusahaan dan APT Satellite Company Limited Perusahaan dan Sansaine Huawei Consortium US$179. Nokia Corporation dan PT Nokia Network (“Nokia Network”).4 juta US$170. dan PT Motorola Indonesia.497 juta US$3 juta dan Rp40. IKATAN (lanjutan) a.3 juta 27 Mei 2009 US$3. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai kontrak Nilai ikatan pada tanggal 30 Juni 2009 US$115.6 juta dan Rp56.497 juta (ii) Telkomsel Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Motorola.054 juta US$3. Ericsson AB dan Ericsson Indonesia. kecuali dinyatakan lain) 47.2 juta 23 Maret 2009 US$18.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Mechanical and Engineering Agreement” atau “SITAC” dan “CME”) 110 . dan Siemens AG sejak Agustus 2004. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Pemasangan MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-1 US$115.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Perjanjian tersebut berisi daftar harga yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan kewajiban Telkomsel untuk seluruh peralatan dan jasa-jasa terkait selama masa perjanjian, berdasarkan penerbitan PO. Perjanjian tersebut berlaku valid dan efektif untuk 3 tahun sejak penandatanganan, dengan ketentuan bahwa para pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Bila para pemasok gagal memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, Telkomsel dapat memutuskan perjanjian secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak juga setuju bahwa biaya yang disebutkan dalam daftar harga juga akan berlaku untuk pengadaan peralatan dan jasa (ESA dan TSA) dan jasa (SITAC dan CME) yang diperoleh dari para pemasok antara tanggal 26 Mei 2004 dan tanggal efektif, kecuali untuk peralatan dan jasa yang diperoleh dari Siemens dengan TSA terkait dengan peralatan dan jasa pemeliharaan Switching Sub System (“SSS”) dan BSS Telkomsel yang diperoleh antara tanggal 1 Juli 2004 sampai dengan tanggal efektif. Harga akan ditinjau ulang secara kuartalan. Pada bulan Agustus 2007, disebabkan oleh telah berakhirnya masa berlaku perjanjian tersebut di atas, berdasarkan surat dari Ericsson AB dan Ericsson Indonesia dan Nokia Siemens Network (yang saat ini mewakili Nokia Corporation, Nokia Network, dan Siemens AG), perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui untuk: • memperpanjang masa berlakunya perjanjian tersebut di atas sampai dengan perjanjian yang baru antara Telkomsel dan perusahaan-perusahaan lainnya ini telah dibuat dan • sebelum tanggal berlakunya perjanjian yang baru secara efektif, secara retroaktif berlaku harga berdasarkan perjanjian yang baru (penyesuaian harga retroaktif) terhadap PO untuk pengadaan peralatan dan jasa BSS yang dikeluarkan oleh perusahaan setelah 1 Juli 2007 dengan menggunakan daftar harga sebelumnya (Catatan 10d.v).

Selanjutnya, pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Networks, Nokia Siemens Networks Oy, dan Nokia Siemens Network GmbH & Co. KG menandatangani perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network Rollout Agreements). Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya (17 April 2008, kecuali untuk PO tertentu yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2007 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2007); atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Untuk penyediaan jasa telekomunikasi berteknologi 3G, pada bulan September dan Oktober 2006, Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Nokia Corporation dan Nokia Network, Ericsson AB dan Ericsson Indonesia; serta Siemens Network GmbH & Co. KG, untuk pembangunan jaringan (Rollout Agreement) dan Nokia Network, Ericsson Indonesia dan Siemens Network GmbH & Co. KG untuk perawatan dan pengoperasian jaringan (Managed Operations Agreement and Technical Support Agreement). Perjanjian tersebut berlaku efektif pada saat tanggal pelaksanaan oleh semua pihak terkait (tanggal efektif) sampai dengan tanggal yang paling akhir antara 31 Desember 2008 atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum 31 Desember 2008, dengan ketentuan bahwa pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Berdasarkan surat dari Telkomsel, Perjanjian Perawatan dan Pengoperasian dengan perusahaan-perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 31 Maret 2008. 111

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 17 April 2008, Telkomsel, Ericsson Indonesia, dan PT Nokia Siemens Networks menandatangani TSA untuk dukungan teknik untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network). Perjanjian ini dimulai pada saat: • • • • berkaitan hanya dengan proyek bulan Agustus 2007 saja, pada tanggal jasa pengalihan (transition-out) telah diselesaikan sesuai dengan Perjanjian Pengoperasian Jaringan 3G (3G Managed Operations Agreement) untuk proyek-proyek yang lain, pada Tanggal Efektif. dan berlanjut sampai dengan tanggal yang paling akhir antara: tiga tahun setelah tanggal efektifnya; dan tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun.

Pada bulan Juli dan Agustus 2008, Telkomsel mengadakan perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia, ZTE, dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) sebagai peserta uji-coba (“Trial Participants”). Selanjutnya, pada September 2008, perjanjian dengan ZTE dan Huawei Tech telah diperpanjang. Perjanjian tersebut antara lain berisi: • Penyediaan rancangan, pasokan, pengiriman, pemasangan, integrasi, dan pengawasan pelaksanaan dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network dan jasa teknik untuk penyediaan sub-sistem dan jaringan tersebut oleh oleh peserta uji-coba melalui proses uji coba selama 9 bulan. Berdasarkan keputusan Telkomsel, peserta uji-coba harus mengalihkan kepemilikan kepada Telkomsel atas 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access networks tertentu (kecuali peranti lunak).

Pada tanggal 3 Maret 2009 dan 13 Maret 2009, Telkomsel, Ericsson Indonesia, Ericsson AB, PT Nokia Siemens Indonesia, Nokia Siemens Networks Oy, Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment menandatangani perjanjian pembangunan jaringan 2G BSS dan 3G UTRAN (2G BSS and 3G UTRAN Rollout Agreements) sebagai provisi dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network). Selama berlakunya perjanjian tersebut, pemasok (kecuali Huawei International Pte. Ltd., dan PT Huawei Tech Investment) setuju untuk menyediakan vaucer, peralatan gratis, dan insentif komersial lainnya pada Telkomsel. Sebagian dari vaucer sebesar US$107,5 juta, disediakan pemasok sebagai penyesuaian harga yang tercantum dalam PO yang terbit sejak 1 Juli 2007 (Catatan 10d.v) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (i) Telkomsel memiliki fasilitas obligasi dan bank garansi, fasilitas standby letter of credit, dan fasilitas untuk menukar mata uang asing sebesar US$3 juta dari SCB, Jakarta. Fasilitasfasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2009. Atas fasilitas-fasilitas ini, sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, Telkomsel telah menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp20.000 juta (setara dengan US$1,96 juta) untuk jaminan lisensi 3G (Catatan 47c.ii). Pinjaman yang berasal dari fasilitas ini dikenakan tingkat bunga Singapore Interbank Offered Rate (“SIBOR”) ditambah 1,25% per tahun (US$). Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, tidak ada saldo pinjaman terutang atas fasilitas tersebut.

112

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

47. IKATAN (lanjutan) b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan) (ii) Telkomsel tidak menjaminkan asetnya untuk pinjaman bank atau fasilitas kredit lainnya, kecuali deposito berjangka (Catatan 8 dan 46h). Persyaratan dari berbagai pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana, mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya, diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitas-fasilitas tersebut. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Manajemen berpendapat tidak ada pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan tidak melihat akan terjadi pelanggaran di masa depan. c. Lainnya (i) Imbalan kerja Pada tanggal 26 Mei 2008, Telkomsel dan Serikat Pekerja Telkomsel menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (”PKB”) yang berlaku sampai dengan 25 Mei 2010. Perjanjian tersebut menggantikan perjanjian sebelumnya yang telah berakhir pada tanggal 23 Maret 2008. Berdasarkan perjanjian tersebut, Telkomsel harus memberikan LSL kepada seluruh karyawannya (Catatan 41). (ii) Lisensi 3G Mengacu pada Surat Keputusan Menkominfo No. 07/Per/M.KOMINFO/2/2006, sebagai pemenang tender (Catatan 1d dan 2j), Telkomsel diharuskan antara lain untuk: 1. Membayar iuran tahunan BHP yang dihitung berdasarkan formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun). BHP untuk tahun keempat dan ketiga dibayar pada bulan Maret 2009 dan 2008. Pada tanggal 30 Juni 2009, komitmen yang timbul dari BHP sampai dengan masa kadaluarsa lisensi dengan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan adalah sebagai berikut:
Tarif penggunaan frekuensi radio 20% x HL 40% x I1 x HL 60% x I2 x HL 100% x I3 x HL 130% x I4 x HL 130% x I5 x HL 130% x I6 x HL 130% x I7 x HL 130% x I8 x HL 130% x I9 x HL

Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Catatan: Ri Harga Lelang (HL) Indeks

Kurs BI (%) R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9

Indeks (pengali) I1 = (1 + R1) I2 = I1(1 + R2) I3 = I2(1 + R3) I4 = I3(1 + R4) I5 = I4(1 + R5) I6 = I5(1 + R6) I7 = I6(1 + R7) I8 = I7(1 + R8) I9 = I8(1 + R9)

= tingkat bunga rata-rata BI tahun sebelumnya = Rp160.000 juta = penyesuaian atas harga tender untuk periode berjalan

BHP terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. 2. Menyediakan akses roaming untuk operator 3G lainnya. 3. Berkontribusi pada pengembangan KPU.

113

Konsorsium ini dibuat untuk membangun jaringan serat optik di 32 kota di kawasan Indonesia Timur dengan total investasi awal sekitar Rp2.164 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12).44 lambda (Catatan 14). Melalui konsorsium ini Perusahaan akan memperoleh bandwidth sebesar 4 lambda dari total kapasitas sebesar 8. Berdasarkan surat Menkominfo No.336 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dengan menandatangani C&MA dan Cable Network Supply Contract AAG serta mengeluarkan dana sebesar US$40 juta. Perusahaan masuk ke dalam keanggotaan Konsorsium AAG. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan masuk kedalam Konsorsium Palapa Ring dengan menandatangi C&MA dengan 5 perusahaan lainnya. Membangun jaringan 3G yang meliputi setidaknya sejumlah propinsi berikut: Tahun 1 2 3 4 5 6 Jumlah minimum propinsi 2 5 8 10 12 14 5. 320/M.005 juta (setara dengan Rp48 juta) sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 12). kecuali dinyatakan lain) 47. konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan. Lainnya (lanjutan) (ii) Lisensi 3G (lanjutan) 4. Berdasarkan surat tersebut. Melalui keanggotaan tersebut. mempertimbangkan bahwa Telkomsel telah memenuhi komitmen-komitmennya.000 juta. (iii) Konsorsium Asia-America Gateway (”AAG”) Pada tanggal 27 April 2007.070.T. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$0.000 juta atau 5% dari biaya tahunan untuk dibayarkan pada tahun berikutnya. Perusahaan akan memperoleh bandwidth internasional sebesar 40 Gbps pada akhir tahun 2008 dalam konfigurasi AAG yang membentang dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. Perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar US$34 juta (setara dengan Rp326. atau jika Telkomsel memutuskan untuk mengembalikan lisensi secara sukarela. 114 . Performance bond ini akan dicairkan oleh Pemerintah jika Telkomsel tidak mampu untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan tersebut di atas atau saat lisensi dibatalkan atau berakhir.KOMINFO/12/2008 tanggal 30 Desember 2008. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009. IKATAN (lanjutan) c.1 GHz ditawarkan pada Telkomsel dengan harga Rp160. Menerbitkan performance bond setiap tahun dengan jumlah mana yang lebih tinggi antara Rp20. Telkomsel telah menyampaikan tanggapannya bahwa Telkomsel menerima penawaran tersebut dengan syarat bahwa harga tersebut diterapkan kepada semua operator secara merata (Catatan 50e). satu blok frekuensi radio ( 2 x 5 MHz FDD) pada pita frekuensi 2. (iv) Konsorsium Palapa Ring Pada tanggal 10 November 2007.

kecuali dinyatakan lain) 47. Telkomsel menandatangani perjanjian dengan Apple. 300. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.000 unit.9 juta untuk tiap TRX.000. (vi) Apple. dan 500. Berdasarkan estimasi manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian dari kasus-kasus tersebut. Pada tanggal 3 Oktober 2007. dan 2011 masing-masing sebesar 125. Pengadilan Tinggi Jawa Barat menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Pengadilan Negeri Bandung menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan setiap tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp50 juta.533 Sewa operasi Sewa operasi merupakan perjanjian sewa kantor beberapa anak perusahaan yang tidak dapat dibatalkan. operator diwajibkan untuk mendaftarkan stasiun radionya kepada DJPT untuk mendapatkan lisensi penggunaan frekuensi. Perusahaan dan anak perusahaan mencadangkan sebesar Rp86. dengan beban berkisar dari Rp0.ii). IKATAN (lanjutan) c.1 GHz (Catatan 47c. kecuali stasiun radio yang menggunakan pita frekuensi 2. Beban untuk tahun 2009 akan ditentukan berdasarkan 288. Lainnya (lanjutan) (v) Beban pemakaian frekuensi radio Sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan telekomunikasi yang berlaku. Mantan Direktur Sumber Daya Manusia dan seorang karyawan Perusahaan telah didakwa melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Bandung sehubungan dengan penyalahgunaan wewenang dalam penyediaan jasa konsultasi yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sebesar Rp789 juta. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Tinggi tersebut. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Jawa Barat terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut.942 TRXs dalam operasi pada tanggal 30 Juni 2009. praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Beban ditentukan berdasarkan jumlah transceivers (“TRXs”) terdaftar dari stasiun radio. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya. b.319 63. Pada tanggal 2 Mei 2007. dan praktik kartel SMS.442 juta pada tanggal 30 Juni 2009. (vii) Sewa Operasi Jumlah Pembayaran sewa minimum Kurang dari 1-5 1 tahun tahun 341.377 250. Inc untuk pembelian produk iPhone dan pemasaran kepada para pelanggan bekerjasama dengan pihak ketiga (PT Trikomsel OKE). 2010.000. 115 . serta penyediaan layanan jaringannya. Jumlah minimum kumulatif iPhone yang harus dibeli pada 31 Desember 2009.035 juta hingga Rp15. Inc Pada tanggal 9 Januari 2009. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.409 Lebih dari 5 tahun 27. Beban pemakaian frekuensi radio tersebut terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. 48.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. belum terdapat keputusan atas pengajuan kasasi tersebut. KONTINJENSI a. Perusahaan dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan tanah.

1. salah seorang terdakwa di Pengadilan Tinggi Bali mengajukan kasasi ke MA. memberitahukan Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus No. kecuali dinyatakan lain) 48. Pada tanggal 5 November 2008. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan masing-masing tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun enam bulan dan satu tahun serta denda masing-masing Rp50 juta. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. Pada tanggal 3 Maret 2008.T.b Undang-Undang tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. KONTINJENSI (lanjutan) c. satu mantan karyawan dan dua karyawan Perusahaan didakwa di Pengadilan Negeri Makassar.1 Undang-Undang tersebut. Pengadilan Tinggi Bali menyatakan bahwa para terdakwa bersalah. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 116 . Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada masing-masing perusahaan dalam batas waktu dua belas bulan dari tanggal keputusan ini telah menjadi final dan mengikat secara hukum syaratsyarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 10%.b Undang-Undang tersebut. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. d. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp15 miliar. Kantor Kejaksaan Agung mengadakan suatu pemeriksaan terhadap pelanggaran atas penyalahgunaan fasilitas telekomunikasi dalam hubungannya dengan penyediaan jasa VoIP. • Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tarif tersebut. Hasil dari pemeriksaan tersebut. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 5%. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui suratnya tanggal 5 Desember 2007. menyatakan antara lain: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari tarif yang berlaku. Pada tanggal 9 Mei 2008. dan dua karyawan lainnya didakwa di Pengadilan Negeri Denpasar untuk pelanggaran korupsi yang mereka lakukan di KSO VII. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November 2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh Telkomsel. dimana satu mantan karyawan dan empat karyawan Perusahaan di KSO VII dijadikan tersangka.1 Undang-Undang tersebut. Pada tanggal 16 Januari 2009.1. Pengadilan Negeri telah mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara lain sebagai berikut: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai pelanggaran Undang-Undang No. Pengadilan Negeri Makassar telah menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Pada tanggal 29 Januari 2008. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. belum terdapat keputusan atas pengajuan kedua kasasi tersebut. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp25. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Bali terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. Pada tanggal 2 Januari 2006.

KONTINJENSI (lanjutan) d. Telkomsel. Atas kasus-kasus tersebut di atas. gugatan perwakilan kelompok (class-action) di Tangerang dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp18. dan berbagai wilayah lainnya. kecuali dinyatakan lain) 48. Indosat. masing-masing pada tanggal 14 Juli 2008 dan 11 Juli 2008. Para pihak digugat melakukan praktik pengenaan tarif tinggi yang berpotensi merugikan para pelanggan tersebut. Pada tanggal 14 Agustus 2008. Telkomsel. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. Pada tanggal 21 Januari 2009.000 juta. e. Sehubungan dengan Keputusan KPPU tanggal 17 Juni 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa dampak material terhadap keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan hukum ke MA. Temasek Holdings. dan beberapa operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No. MA mencabut keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel. dalam keputusannya. Tangerang. 117 . berdasarkan keputusan pengadilan. dan PT Excelcomindo Pratama (“Excelcomindo”) yang berdomisili di Bekasi. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada praktik kartel yang dilakukan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku. (lanjutan) Pada tanggal 22 Mei 2008. KPPU menyatakan bahwa Perusahaan. oleh karena itu. gugatan perwakilan kelompok (class-action) diproses secara terpisah pada masing-masing pengadilan. MA menyetujui tuntutan para pelanggan. Hasil dari pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008. Telkomsel sedang meninjau hasil keputusan tersebut untuk menentukan tindakan pembelaan selanjutnya termasuk opsi untuk uji materiil oleh MA. beserta tujuh operator telekomunikasi domestik lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan melakukan praktik kartel SMS. Perusahaan dan Telkomsel telah mengajukan keberatan masing-masing ke Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. dan perusahaanperusahaan afiliasinya (”Para Pihak”). Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Pada tanggal 9 September 2008.T. mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke pengadilan untuk menggugat Telkomsel.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. manajemen telah mengajukan keberatan hukum kepada MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. f. Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel telah mengenakan tarif sesuai dengan peraturan. Indosat. Pemerintah.000 juta dan Rp25. Perusahaan. yang diwakili oleh Penasehat Hukum. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Bekasi untuk menggugat Telkomsel oleh beberapa pelanggan tertentu. sehingga gugatan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. belum terdapat keputusan atas pengajuan keberatan tersebut. Perusahaan. Pelanggan tertentu Telkomsel. Pada tanggal 8 Juli 2008.

16 53.79 42.092 2.791 93 227 1 49. Euro Rinngit Malaysia Yen Jepang Dolar Singapura Investasi sementara Dolar A.S.06 42.933 100 22 81.T.329 26.04 1.21 7.10 45.58 59.599.075 5.136 5.01 0.63 0.231 41.794 72 8 1.00 0.S.568 4 272 209 184 5 6.02 0.665.00 38.59 0.96 - 1.90 0.758 1.03 0.866.02 0.S. Rekening escrow Dolar A.280.S.415 355.24 8.59 4.S.00 433.S.194 3. Jumlah aset Kewajiban Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.51 0.63 0.01 0.63 26.46 0.544 16.500 97.401 21.591 79.S. Euro Dolar Singapura Yen Jepang Franc Swiss Pound sterling Inggris Hutang lain-lain Dolar A.65 59.84 0.495 47.185 - 129.64 220.17 0.04 1.642 356 126. Dolar Singapura Pound sterling Inggris Biaya yang masih harus dibayar Dolar A.482 11 2 472.256 608.51 18.00 0.81 - 52.01 0.70 4.15 0.03 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.307 36.572 4.571 2. Euro Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Dolar A.190.S. Yen Jepang Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.72 0.432.20 0.965 434.62 2. Pihak ketiga Dolar A. Dolar Singapura Aset lancar lainnya Dolar A.906 45 729 13.S Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 182. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Aset Kas dan setara kas Dolar A.S.S.00 5.20 29.756 3 4.15 0.154 - 118 .54 3.00 0.048 699 3.00 173.39 0.336 608.59 33.358 55 15 1.276 2.S.617 19. kecuali dinyatakan lain) 49.255 484.01 0.51 0.272.87 0.S.56 5.02 13.15 9. Dolar Singapura Piutang lain-lain Euro Pound sterling Inggris Dolar A.00 51.947 781. Dolar Singapura Yen Jepang Euro Hutang bank jangka pendek Dolar A.42 87.00 0.006 96 276 1. Dolar Singapura Euro Pihak ketiga Dolar A.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.839 5.46 1.

000 miliar dari BCA.90 327.S.076 1.00% per tahun. dan Rp750 miliar.953 1.T.129.902. Pada tanggal 1 Juli 2009. dan Rp200 miliar dari BNI). Rp2.510 1.545) Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan membuka kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga pasar surat hutang dan efek.90 202.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.805) 122. kecuali dinyatakan lain) 49.188 2. dari keseluruhan fasilitas telah ditarik sebesar Rp4.75 11.681 (6. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan.44 767.000 miliar dari Mandiri. 50. Pada tanggal 3 Juli 2009.611 juta.000 miliar.552 67.200 miliar (Rp2.191.275. Pada tanggal 9 Juli 2009.142.069. nilai tukar mata uang asing dan tingkat bunga. Program manajemen risiko Perusahaan dan anak perusahaan secara keseluruhan memberikan perhatian pada sifat pasar uang yang tidak terduga dan berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi buruk terhadap kinerja Perusahaan dan anak perusahaan.360 3.044. Pinjaman dari BCA dan Mandiri tersebut masing-masing dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.513.080 9.477.56 14.52 1.41 1. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar A. Jika Perusahaan melaporkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2009 menggunakan kurs tanggal 30 Juli 2009. Yen Jepang Jumlah kewajiban Kewajiban bersih Setara Rupiah 2008 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 1.134.84 767.785. Pinjaman dari BNI dikenakan tingkat bunga rata-rata JIBOR berjangka waktu tiga bulan ditambah 3.S. Rp2.S. rugi selisih kurs yang belum terealisasi berkurang sebesar Rp134. Telkomsel menandatangani perjanjian pinjaman jangka menengah dengan BCA.023. Mandiri dan BNI masing-masing sebesar Rp2.897 (6.b) b.25% per tahun. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.27 12. Yen Jepang Hutang jangka panjang Dolar A. 119 . Metra melakukan pembayaran transaksi pembelian 49% saham Infomedia sebesar Rp598 miliar kepada Elnusa (Catatan 1d.55 11.000 miliar. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Kewajiban (lanjutan) Uang muka pelanggan dan pemasok Dolar A.431 124.727 9.348 82.

1 GHz kepada Telkomsel (Catatan 47c. Pada tanggal 9 Rp4. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA Standar Akuntansi Baru di Indonesia yang relevan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (i) PSAK 50 (Revisi 2006).296 juta. 51.01. Telkomsel melakuan pembayaran dividen kas sebesar d.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. g. Jawa bagian timur. AHU-32154. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) c. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. berdasarkan Surat Keputusan Menkumham No. Pada tanggal 27 Juli 2009. dalam aset keuangan. Pada tanggal 27 Juli 2009. Maluku dan Maluku Utara. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.ii).3 Ghz/7/2009. Pemerintah akan memberikan lisensi kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jaringan tetap lokal yang menggunakan pita frekuensi radio 2. “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. Juli 2009. Papua. pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga. 120 . “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” yang menggantikan PSAK 50. Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas sebesar Rp4.3 Ghz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) untuk wilayah Jawa bagian tengah.T. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 50 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. f. PSAK 50 (Revisi 2006) memberikan pedoman bagaimana mengungkapkan dan menyajikan instrumen keuangan pada laporan keuangan dan menentukan apakah instrumen keuangan adalah instrumen kewajiban atau ekuitas. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. e. kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. berdasarkan surat DJPT No. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” Pada bulan Desember 2006. PSAK 50 (Revisi 2006) melengkapi ketentuan pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan yang diatur pada PSAK 55 (Revisi 2006). dan Sulawesi bagian utara. Pemerintah mengizinkan tambahan pita frekuensi 2. 138/TIMSEL-BWA 2. Standar ini digunakan untuk klasifikasi atas instrumen keuangan dari prespektif penerbitnya. berdasarkan surat Menkominfo.196. kerugian dan keuntungan. Pada tanggal 7 Juli 2009.616 juta.AH. kecuali dinyatakan lain) 50.02 tahun 2009 kepada PIN tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah dilakukan perubahan penetapan kedudukan PIN yang semula berada di Medan menjadi di Jakarta Selatan. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Pada tanggal 16 Juli 2009.397. dividen. DSAK mengeluarkan PSAK 50 (Revisi 2006). 50 (Revisi 2006) dan PSAK No.

Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PPSAK 1 terhadap laporan keuangan konsolidasian. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara PSAK 26 (Revisi 2008) dan PSAK 26. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” yang menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999). PSAK 55 (Revisi 2006) memberikan pedoman pengakuan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DSAK mengeluarkan PPSAK 1. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 55 (Revisi 2006) terhadap laporan keuangan konsolidasian. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol” Pada bulan Juni 2009. pengukuran. penghentian sementara dan penghentian pengkapitalisasian biaya pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan suatu aset. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. dan PSAK 37. “Biaya Pinjaman” yang menggantikan PSAK 26. kecuali dinyatakan lain) 51. “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” Pada bulan Desember 2006. “Biaya Pinjaman” Pada bulan September 2008. DSAK menunda pemberlakuan PSAK 55 (Revisi 2006) hingga 1 Januari 2010 berdasarkan surat DSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. PSAK 26 (Revisi 2008) mengharuskan biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Standar tersebut juga memberikan pedoman pengakuan dan pengukuran kontrak penjualan dan pembelian item non-keuangan. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 26 (Revisi 2008) terhadap laporan keuangan konsolidasian. PSAK 26 (Revisi 2008) efektif berlaku sejak 1 Januari 2010. (iv) Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (“PPSAK”) 1. “Pengumuman Perubahan Tanggal Efektif PSAK No. PSAK 35. PPSAK 1 berlaku efektif sejak 1 Januari 2010 dan harus diterapkan secara prosepektif. 121 . STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (ii) PSAK 55 (Revisi 2006). “Biaya Pinjaman”. DSAK mengeluarkan PSAK 26 (Revisi 2008). dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol”. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan. “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi. Penerapan dini PPSAK 1 diperkenankan. Untuk meningkatkan daya banding laporan keuangan. konstruksi atau produksi suatu aset kualifikasian sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. “Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan.T. PPSAK 1 menghapus ketentuan yang ada pada PSAK 33. 55 (Revisi 2006)” tertanggal 30 Desember 2008. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 tentang. DSAK mengeluarkan PSAK 55 (Revisi 2006). PSAK 26 (Revisi 2008) memberikan pedoman terkait dengan permulaan. (iii) PSAK 26 (Revisi 2008). dan penghentian pengakuan aset keuangan dan kewajiban keuangan termasuk instrumen derivatif. DSAK menganjurkan penyajian kembali laporan keuangan untuk periode yang berakhir sebelum periode sajian.

863.239 ) 9.241 ) (66.148 ) 434.setelah dikurangi akumulasi penyusutan Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .umum dan administrasi Setelah penyajian kembali dan reklasifikasi Penyajian kembali Reklasifikasi 420.592) (34.239 (434.718 (5.T.589 - - (50.872 - 118.049 500.092 56.092 (59.209 ) (7.045 121.penyusutan Beban usaha .897.629 (35. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) (lanjutan) 30 JUNI 2009 DAN 2008 SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2009 DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.011 96.775.853 122 .nilai tercatat bruto Akumulasi amortisasi Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya .678 465.859 5.539 ) 12.setelah dikurangi akumulasi amortisasi Kewajiban pajak tangguhan .099 (3.165.bersih Hak minoritas Laporan laba rugi konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008: Pendapatan usaha .315.767. dan jasa teknologi informatika Pendapatan usaha .jasa telekomunikasi lainnya Beban usaha .329.858) 3.794 ) 495.688.701.106.264 ) 66.900 37.794 (495. internet.548) 7.104.297 (57.618 5.jaringan Pendapatan usaha .280.932.422) 62.550 84.604 (5.433.555 - 3.875 8.400) 929.191 (57. Perusahaan melakukan penelaahan kembali atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang berasal dari transaksi akuisisi Sigma dan memutuskan untuk menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2008 sehubungan dengan koreksi pencatatan tersebut. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN REKLASIFIKASI AKUN Pada tahun 2008.213.264 288.454 1.206 338.data.584 120.801) (7.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.harga perolehan Akumulasi penyusutan Aset tetap .213.147.530 37. Beberapa akun tertentu dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2009.539 (929.594.555 ) 408.666 ) 7. kecuali dinyatakan lain) 52. Ikhtisar saldo akun yang dilaporkan sebelumnya dan setelah disajikan kembali dan direklasifikasi pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut: Sebelum penyajian kembali dan reklasifikasi Neraca konsolidasian 30 Juni 2008: Piutang restitusi pajak Pajak dibayar di muka Aset tetap .105.619 ) 56.718 1.900 (12.283.661 ) 63.297.746 (3.193.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful