APAKAH SAYA PEMIMPIN YANG BAIK ATAU GEMBALA YANG BAIK?

A. Latar Belakang Masalah Menjadi gembala yang memimpin suatu sidang bukanlah merupakan tugas pelayanan biasa. Perlu panggilan dari Tuhan untuk dapat menjadi gembala yang sesuai kehendak Tuhan. Dalam beberapa hal, pemimpin dan gembala memiliki banyak kesamaan perihal tugas dan karakteristiknya. Namun, apabila ditelaah lebih dalam, ada perbedaan yang sangat mendasar dari kedua jabatan tersebut. Pemimpin belum tentu memiliki hati gembala, sehingga segala sesuatunya dikerjakan berdasar tujuan organisasinya. Dampaknya, pemeliharaan jiwa dinomorduakan. Prioritasnya adalah tujuan organisasi tercapai. Dalam tulisan ini, penulis merefleksikan kehidupan penulis untuk dapat melihat secara jujur apakah penulis adalah seorang gembala yang baik ataukah seorang gembala yang baik. Untuk dapat mengambil kesimpulan, penulis akan membandingkan ciri dan sikap hidup penulis dalam kehidupan sehari-hari dengan ciri pemimpin dan gembala yang baik. Dari hasil perbandingan tersebut, akan dapat terlihat sebenarnya penulis termasuk dalam kategori pemimpin yang baik atau gembala yang baik. Dengan mengenali diri sendiri, penulis berharap akan dapat menentukan dengan benar arah hidup dan tujuan hidup penulis, serta meneguhkan panggilan apa yang sebenarnya ditentukan Tuhan bagi penulis. B. Mengapa Penting untuk Dibahas? Kebutuhan untuk mengenali diri sendiri apakah termasuk pemimpin yang baik atau gembala yang baik penulis anggap sangat penting. Sebab, dengan mengenali diri sendiri, penulis akan dapat menempatkan diri pada posisi yang tepat dan sesuai dengan kadar kecakapan serta panggilan penulis. Penyebab lain adalah banyaknya realita di lapangan, di mana seorang gembala tidak dapat berfungsi secara maksimal di dalam jemaatnya. Telisik punya telisik, ternyata panggilan hidup orang tersebut bukan untuk menjadi seorang gembala sidang. Ada juga gembala yang dapat mengorganisir gerejanya dengan baik tapi tidak memperhatikan dengan seksama perkembangan hidup jemaatnya, baik secara rohani

1

walaupun usia penulis masih muda. Beberapa indikasi yang membuat penulis merasa mendapat panggilan tersebut adalah : o o o tawaran o masalah tidak cuek saja) o jiwa agar mereka mengandalkan Tuhan dalam hidupnya Namun demikian. jika pilihan hidup penulis benar. Penulis tidak ingin sembarangan dan salah langkah ketika menanggapi suatu panggilan hidup. penulis ingin membahas hal ini karena penulis merasa mendapatkan panggilan sebagai hamba Tuhan. tentu masih banyak hal yang kurang dalam kehidupan penulis. Itu artinya dia hanya berfungsi sebagai pemimpin yang baik. Merasa bertanggung jawan untuk mempengaruhi kehidupan jiwaSuara hati ketika penulis berada dalam satu ibadah doa Hati yang terbeban bagi jiwa-jiwa Lebih tertarik kembali ke kota asal penulis ketimbang menerima kerja di luar kota sehabis lulus kuliah sekuler Merasa bertanggung jawab ketika ada jiwa yang mendapat 2 . dan hal-hal negatif lainnya. tentu penulis akan tetap merasa nyaman. maka walaupun dilanda masalah. yang tertuang dalam buku-buku yang mereka tulis. Dengan menulis makalah ini. Sebaliknya. Akan ada ketidaknyamanan. Pengertian tersebut dapat ditelusuri dengan memperhatikan karakteristik keduanya. Keputusan salah dalam hidup ini dapat memberi pengaruh yang cukup berarti ketika nantinya penulis harus menjalani umur-umur penulis dalam dunia ini.maupun jasmani. Penulis akan terlebih dahulu mendefinisikan arti peimimpin (termasuk dalam kepemimpinan) dan juga gembala. namun bukan gembala yang baik. penulis berharap dapat lebih mengoreksi diri dan panggilan penulis. perasaan frustasi. perasaan bersalah. Lebih penting lagi. melainkan penulis mengambil pengertian dan karakteristik keduanya dari pendapat-pendapat orang-orang yang berpengalaman di dalamnya. Penulis tidak menggunakan pendapat pribadi penulis mengenai pengertian-pengertian tersebut. sebab penulis berada di dalam panggilan hidup penulis.

2. 5. tugas utama seorang pemimpin adalah: 1. 3. Weschler and Nassarik.B. 1990. Hemhiel & Coons. 46). 4. 3 . teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi. 281). Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas).1 Pemimpin (Kepemimpinan) Kepemimpinan memiliki banyak pengertian. 2. (Shared Goal. salah satu dengan atasannya. Kepemimpinan adalah sikap pribadi. 1984. John C. 7). Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya. yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. staf.Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum. Penulis mengambil referensi pengertian dari beberapa sumber. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling. Pemimpin bekerja dengan orang lain Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain. 1957. 1961. 24). adalah: 1. Beberapa di antaranya. Menurut James A.F Stonen.

mengadakan evaluasi. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan. penyebar informasi dan juru bicara. Peran Pemimpin adalah : 1. Peran Pembuat keputusan. Oleh karena itu. sumber alokasi. dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh. 4. berfungsi sebagai pengusaha. Menurut Henry Mintzberg. mentor konsultasi. dan negosiator 4 staf. 3. Fungsi Peran informal sebagai monitor. pelatih. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif. 7. pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). pembangun tim. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Manajer adalah seorang mediator Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas Proses kepemimpinan dibatasi sumber. Pemimpin membuat keputusan yang sulit Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah. 6. Sebagai seorang diplomat. direktur. seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada menyelesaikan masalah secara efektif. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. Pemimpin adalah politisi dan diplomat Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi.dan . 2. penanganan gangguan. jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas.Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas. untuk mencapai outcome yang terbaik. 3. Peran hubungan antar perorangan. 5.

Seorang yang belajar seumur hidup Tidak hanya melalui pendidikan formal. seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif. a. Coney) sebagai berikut: 1. tetapi juga diluar sekolah. Contohnya. sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Keseimbangan dalam kehidupan Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. observasi. belajar melalui membaca. Dalam memberi pelayanan. pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan 5 . seperti . 3. Oleh karena itu. istirahat dan rekreasi. menulis. 2. yang baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Percaya pada orang lain Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya. b. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga. Membawa energi yang positif Setiap orang mempunyai energi dan semangat.Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar. dan mendengar. Oleh karena itu. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat. sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Berorientasi pada pelayanan Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani.

Melihat kehidupan sebagai tantangan Kata ‘tantangan’ sering di interpretasikan negatif. yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan. Menjaga. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. e. dinamisasi dan kebebasan. kreatifitas.2 Gembala (Penggembalaan) Sementara itu. keberanian. dalam bukunya Pejabat Gereja sebagai Gembala Sidang (halaman 40-60) adalah : 1. (6) merefleksikan kepada hasil. Tugas gembala di Israel. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. (8) pemahaman baru. staf. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan. Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: (1) pemahaman materi. (2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman. teman sekerja.c. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Sinergi Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. mengenai pengertian dan karakteristik gembala. berdasar tulisan Charles Jefferson. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi. kemauan. (5) memonitoring hasil. ketrampilan. (3) mengajar materi kepada orang lain. Latihan mengembangkan diri sendiri Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. (4) mengaplikasikan prinsip-prinsip. penulis mengambil dari tulisan Charles Jefferson. 6 . Rasa aman tergantung pada inisiatif. d. Sinergi adalah satu kerja kelompok. mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary. B.

Domba adalah binatang yang tidak berdaya.Gembala di Israel mempunyai sebuah menara penjaga. ia harus memimpin mereka. dan hal-hal negative lain dapat dengan mudah mencerai beraikan jemaat. Seorang gembala adalah seorang penjaga. Pengawalan domba juga merupakan fungsi dari penggembalaan. 3. Memandu Domba-domba tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. atau pemakai kata-kata muluk. Domba tidak memiliki pengertian tentang arah. Ide-ide palsu. Ia membiarkan sidahng jemaatnya dirobek menjadi tercerai berai karena ia sendiri dalam keadaan setengah tidur. memperkirakan datangnya badai. Mengawal Seorang gembala bertugas melindungi. Seorang gembala hendaknya mengetahui bagaimana membangun kandang yang dapat menghalangi serbuan serigala-serigala. mematamatai keadaan dalam dari kuasa-kuasa yang sedang bekerja seperti ragi beracun. Tidak akan ada gembala sungguh-sungguh yang tidak diikuti dari belakang oleh orang-orangnya. Sifat domba adalah mengikut dari belakang. Seorang gembala yang baik bukanlah seorang tukang tegur atau tukang maki. pengajaran yang merusak moral. Ia menjadi pembela mereka. tafsiran-tafsiran yang merusak. Ia seharusnya menciptakan cara dan ukuran untuk menghadapi dan mengalahkan kuasa-kuasa jahat yang senantiasa berusaha menyerang gereja. ia harus menggiring domba-dombanya. dan menjadi teladan dengan menunjukkan perkara-perkara tertentu yang harus dilaksanakan. menyelidiki. mengawasi lapangan dari jauh. Gembala saat haruslah berjaga-jaga. Tugasnya membuka mata dan tetap memandang untuk dapat mengamat-amati kemungkinan datangnya musuh-musuh. Gembala tidak dapat menggiring domba-dombanya. memandang dengan tajam hari yang akan terbit kelak. Banyak orang gagal dalam jabatan sebagai gembala karena ia tidak waspada dan berjaga-jaga. Sifat waspada sangat diperlukan. 7 . 2. Domba sangat tergantung pada gembalanya. melainkan ia seroang yang berjalan di muka.

Ia tidak merasa jemu . 5. mengeluarkan kesusahan-kesusahan dalam pikiran. Domba mempunyai kecenderungan untuk hilang.4. Mereka kehilangan arah jalannya karena kebodohan dan juga karena ketidakpeduliaannya terhadap tuntunan gembala. dan kesanggupan untuk dapat melihat dengan tajam kuasa-kuasa misterius pada orang-orang yang dilayani. Seorang gembala yang membiarkan seekor domba jatuh dan hilang dari kawanannya tanpa merasa sakit dalam hatinya dan tanpa mengulurkan tangan untuk berusaha membawa domba itu kembali. Menyembuhkan domba-dombanya Domba dapat melukai dirinya sendiri. tetapi juga menderita mental. kemampuan untuk membeda-bedakan. Dalam sidang jemaat pasti ada yang menderita. termasuk merindukan jiwa-jiwa baru untuk datang kepada Tuhan dan diselamatkan. bukan hanya jasmani saja. Tugas seorang gembala adalah melayani penyakit pikiran. namun juga memperhatikan jiwa-jiwa. Memberi makan 8 yang indah. dapat disebut sebagai gembala yang tidak baik. dan rohaniah. Gembala seharusnya selalu mencari domba-domba yang sesat. Gembala diharapkan memiliki pandangan yang menembus ke dalam jiwa seseorang. moral. kakinya dapat luka atau patah. keahlian dalam membuat diagnosis. Pekerjaan penyelamatan merupakan pekerjaan mencari orang-orang yang terhilang. 6. Domba-domba dapat jatuh. Menyelamatkan Pekerjaan gembala yang berbahaya adalah tugas penyelamatan. Gembala hendaknya tidak hanya memperhatikan urusan administrasi atau sakramen-sakramen di gerejanya. menjadi korban dari penyakit dan bermacam kelemahan tubuh.

penulis menilai bahwa sebenarnya ada hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan antara pemimpin dan gembala. Seorang gembala pastilah memiliki karakteristik seperti yang dimiliki oleh seorang pemimpin. seperti 9 . watak. Dengan demikian ia mencoba sejauh mungkin memasuki kehidupan domba-domba yang masih memiliki banyak kekurangan.Memberi makan merupakan tugas pokok gembala. 7. Pendapat Firman Tuhan Dari penjelasan tentang pemimpin dan gembala tersebut. Mengasihi domba-dombanya Hubungan gembala dengan dombanya berbeda dengan hubungan seorang peternak dengan ternaknya. perhatiannya yang utama adalah agar domba-domba mendapat cukup makanan. Apabila hubungan sudah terjalin. Kasih akan membuat seorang gembala dapat melakukan enam tugas gembala yang sudah disebutkan sebelumnya. Kasih gembala akan melindungi domba-dombanya dari segala macam bahaya. Namun demikian. Akibatnya tentu saja domba-domba akan sangat terikat kepada gembalanya. tidaklah heran apabila gembala berani untuk memberikan nyawa bagi domba-dombanya. C. Gembala haruslah bersekutu dengan dombanya. Seorang gembala yang paham akan pekerjaannya tidak akan mengalami kegagalan dalam memberi persoalan memberi makan kepada kawanan dombanya. Dalam tiap-tiap gereja terdapat bermacam jenis usia. Demikian juga sebaliknya. Domba-domba tidak dapat mencari makanan atau minumnya sendiri. kadang bermain dengan mereka. dan lainnya. Gembala dan domba menjalin hubungan yang menunjukkan adanya keakraban. Sebuah khotbah bukan dipandang sebagai sebuah bentuk yang dapat disajikan dengan selera tertentu dan dibuat sedemikian rupa sehingga hanya dapat dicerna lambung tertentu. Persoalan yang rumit adalah bagaimana memberi makan kepada berbagai jenis anak-anak domba dan kepada domba-domba dengan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing Gembala mengarahkan pandangan matanya kepada kawanan dombanya.

baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajarpengajar. Sang Gembala Agung Gembala Agung kita adalah Tuhan Yesus Kristus (Ibr 13:20). seorang pemimpin belum tentu memiliki hati gembala dan belum tentu dapat menjadi gembala. pemimpin harus juga menjadi pelayan. 2. ingin dilayani dan mendapat 'susu' saja dari jemaatnya (Yeh 34:3). “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi. 1. Bila dihubungkan dengan konteks gembala. maka kita akan merasa tenang dan tidak akan iri ketika melihat orang yang dipanggil Tuhan dalam bidang lain. Ayat tersebut menunjukkan adanya panggilan-panggilan khusus dari Tuhan bagi orang percaya.”. Sebab. Sebaliknya. biasanya di lingkungan gereja. Karenanya. melainkan dilayani. khususnya pentakosta.yang penulis kemukakan di awal. berbeda dengan gereja-gereja yang tidak menggunakan konsep penggembalaan dalam tata gerejanya. maka seorang gembala jemaat haruslah juga berperan sebagai pemimpin yang melayani. Gembala merupakan panggilan khusus dari Tuhan Dalam Efesus 4:11 dikatakan. ciri seorang pemimpin yang dikatakan Tuhan Yesus adalah. kita akan mengerti apa sebenarnya tujuan hidup yang Tuhan inginkan untuk kita capai. Tujuan gembala yang baik akan membawa umat kepada Tuhan Yesus. di mana peran pendeta seakan kurang berpengaruh. pengikut atau bawahannya pun akan dimotivasi untuk mencapai tujuan 1 . Pemimpin pada umumnya bertujuan mencapai sebuah sasaran. peran gembala sangat penting. melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. misalnya sasaran perusahaan. Bukan sebaliknya. Walau menurut penulis batas perbedaan antara pemimpin dan gembala tipis. dibanding dengan di gereja-gereja yang menggunakan konsep gembala sebagai pemimpinnya. Ketika kita mengerti panggilan Tuhan.” Hal tersebut tentu berbeda dengan prinsip kepemimpinan pada umumnya. Penulis mengambil karakteristik pembeda tersebut dari alkitab. tentu ada karakteristik gembala yang membuatnya berbeda dengan pemimpin pada umumnya. Bila kita mengerti panggilan khusus atas hidup kita. di mana kebanyakan pemimpin bukannya ingin melayani. Berdasarkan firman Tuhan. khususnya para pemimpin di gereja. “Lukas 22:26 Tetapi kamu tidaklah demikian. seorang gembala haruslah dapat menjadi pemimpin pula.

Dengan selalu terhubung dengan Tuhan. Berbeda dengan pemimpin pada umumnya. Sehingga tak heran segala sesuatu yang dilakukan Yesus pastilah sesuai dengan kehendak Bapa. Sang Gembala Agung. Apabila ada pengikut yang dianggap tidak berfokus mencapai tujuan tersebut. Gembala yang menyadari dirinya adalah utusan Tuhan. 3. kita akan dapat seirama dan sekehendak dengan Tuhan. Tuhan Yesuspun ketika masih berada di dalam dunia bertujuan untuk melakukan kehendak pengutus-Nya. Hubungan yang intens antara kita dan Tuhan akan membuat kita sepikiran dan seperasaan dengan Tuhan (Fil 2:5). “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30).tersebut. melainkan pada Tuhan. Bahkan dikatakan. gembala bertujuan untuk membawa umat kepada Tuhan Yesus Kristus. dengan cara apapun. asalkan tujuan kelompoknya tercapai. Bertujuan melakukan kehendak Tuhan Sang Pengutus. sama seperti pikiran dan perasaan Kristus. bisa saja pengikut atau bawahan tersebut dipecat. Dengan demikian dia tidak akan mudah untuk kecewa dan putus asa ketika menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia penggembalaan. Gembala yang sepikiran dan seperasaan dengan Kristus tidak akan mudah kecewa bila dikecewakan. Sedangkan pemimpin pada umumnya memiliki kebebasan untuk melakukan kehendak-Nya sendiri. baik melalui doa maupun kegiatan lainnya. 4. yaitu Bapa (Yoh 4:34).Gembala hanyalah alat yang dipakai untuk tujuan kemuliaan-Nya. Gembala yang baik tidak membawa umat kepada dirinya sendiri. Gembala jemaatpun haruslah selalu bersekutu dan berkomunikasi dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. selalu memandang jiwa-jiwa sebagai hal yang sangat berharga. Karenanya. gembala yang baik tidak boleh melakukan segala sesuatu menurut kehendak dirinya sendiri. D. pasti mengerti bahwa tujuan hidupnya adalah untuk melakukan kehendak Tuhan sendiri. Kesimpulan (Jalan Keluar) 1 . Selalu terhubung dengan Sang Gembala Agung. Tuhan Yesus memberi contoh bagaimana dia begitu terhubung dengan Bapa.

tentu tidak mudah untuk mengatakan bahwa penulis adalah pemimpin yang baik atau gembala yang baik. hal-hal tersebut dapat menunjukkan kecenderungan penulis pada sifat gembala. Dan dari beberapa hal yang penulis pernah katakan di awal. penulis berikhtiar untuk dapat terus berhubungan intim dengan Tuhan Yesus Sang Gembala Agung. Melalui tulisan ini. 1 . sehingga kehidupan penulis dapat terus dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya. apakah penulis adalah gembala yang baik? Penulis belum merasa sebagai gembala yang baik. sesuai dengan panggilan-Nya atas hidup penulis. karena masih banyak kekurangan di sana sini. Namun demikian. Kalau toh harus memilih antara pemimpin dan gembala. Belum lagi proses hidup penulis yang masih panjang dan butuh perbaikan hari demi hari. penulis memang merasa mendapat panggilan sebagai gembala.Dengan melihat paparan di atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful