P. 1
Apakah Saya Pemimpin Yang Baik Atau Gembala Yang Baik

Apakah Saya Pemimpin Yang Baik Atau Gembala Yang Baik

|Views: 1,197|Likes:
Published by Yesaya Sihombing

More info:

Published by: Yesaya Sihombing on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

APAKAH SAYA PEMIMPIN YANG BAIK ATAU GEMBALA YANG BAIK?

A. Latar Belakang Masalah Menjadi gembala yang memimpin suatu sidang bukanlah merupakan tugas pelayanan biasa. Perlu panggilan dari Tuhan untuk dapat menjadi gembala yang sesuai kehendak Tuhan. Dalam beberapa hal, pemimpin dan gembala memiliki banyak kesamaan perihal tugas dan karakteristiknya. Namun, apabila ditelaah lebih dalam, ada perbedaan yang sangat mendasar dari kedua jabatan tersebut. Pemimpin belum tentu memiliki hati gembala, sehingga segala sesuatunya dikerjakan berdasar tujuan organisasinya. Dampaknya, pemeliharaan jiwa dinomorduakan. Prioritasnya adalah tujuan organisasi tercapai. Dalam tulisan ini, penulis merefleksikan kehidupan penulis untuk dapat melihat secara jujur apakah penulis adalah seorang gembala yang baik ataukah seorang gembala yang baik. Untuk dapat mengambil kesimpulan, penulis akan membandingkan ciri dan sikap hidup penulis dalam kehidupan sehari-hari dengan ciri pemimpin dan gembala yang baik. Dari hasil perbandingan tersebut, akan dapat terlihat sebenarnya penulis termasuk dalam kategori pemimpin yang baik atau gembala yang baik. Dengan mengenali diri sendiri, penulis berharap akan dapat menentukan dengan benar arah hidup dan tujuan hidup penulis, serta meneguhkan panggilan apa yang sebenarnya ditentukan Tuhan bagi penulis. B. Mengapa Penting untuk Dibahas? Kebutuhan untuk mengenali diri sendiri apakah termasuk pemimpin yang baik atau gembala yang baik penulis anggap sangat penting. Sebab, dengan mengenali diri sendiri, penulis akan dapat menempatkan diri pada posisi yang tepat dan sesuai dengan kadar kecakapan serta panggilan penulis. Penyebab lain adalah banyaknya realita di lapangan, di mana seorang gembala tidak dapat berfungsi secara maksimal di dalam jemaatnya. Telisik punya telisik, ternyata panggilan hidup orang tersebut bukan untuk menjadi seorang gembala sidang. Ada juga gembala yang dapat mengorganisir gerejanya dengan baik tapi tidak memperhatikan dengan seksama perkembangan hidup jemaatnya, baik secara rohani

1

Dengan menulis makalah ini. Penulis akan terlebih dahulu mendefinisikan arti peimimpin (termasuk dalam kepemimpinan) dan juga gembala. sebab penulis berada di dalam panggilan hidup penulis. walaupun usia penulis masih muda. Sebaliknya. penulis berharap dapat lebih mengoreksi diri dan panggilan penulis. Pengertian tersebut dapat ditelusuri dengan memperhatikan karakteristik keduanya. tentu masih banyak hal yang kurang dalam kehidupan penulis.maupun jasmani. penulis ingin membahas hal ini karena penulis merasa mendapatkan panggilan sebagai hamba Tuhan. namun bukan gembala yang baik. Beberapa indikasi yang membuat penulis merasa mendapat panggilan tersebut adalah : o o o tawaran o masalah tidak cuek saja) o jiwa agar mereka mengandalkan Tuhan dalam hidupnya Namun demikian. Itu artinya dia hanya berfungsi sebagai pemimpin yang baik. Akan ada ketidaknyamanan. Penulis tidak ingin sembarangan dan salah langkah ketika menanggapi suatu panggilan hidup. Penulis tidak menggunakan pendapat pribadi penulis mengenai pengertian-pengertian tersebut. perasaan bersalah. perasaan frustasi. maka walaupun dilanda masalah. melainkan penulis mengambil pengertian dan karakteristik keduanya dari pendapat-pendapat orang-orang yang berpengalaman di dalamnya. jika pilihan hidup penulis benar. Lebih penting lagi. yang tertuang dalam buku-buku yang mereka tulis. dan hal-hal negatif lainnya. Merasa bertanggung jawan untuk mempengaruhi kehidupan jiwaSuara hati ketika penulis berada dalam satu ibadah doa Hati yang terbeban bagi jiwa-jiwa Lebih tertarik kembali ke kota asal penulis ketimbang menerima kerja di luar kota sehabis lulus kuliah sekuler Merasa bertanggung jawab ketika ada jiwa yang mendapat 2 . Keputusan salah dalam hidup ini dapat memberi pengaruh yang cukup berarti ketika nantinya penulis harus menjalani umur-umur penulis dalam dunia ini. tentu penulis akan tetap merasa nyaman.

teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi. 46). Weschler and Nassarik. yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. salah satu dengan atasannya. staf. 2. 1984. 7). Hemhiel & Coons.B.Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi. 4. 281). 24). Beberapa di antaranya. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi. 1990. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling. 3 . 1961. Menurut James A. 2. Penulis mengambil referensi pengertian dari beberapa sumber. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas). tugas utama seorang pemimpin adalah: 1. 1957. Pemimpin bekerja dengan orang lain Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain.1 Pemimpin (Kepemimpinan) Kepemimpinan memiliki banyak pengertian. 3. adalah: 1. John C.F Stonen. (Shared Goal. Kepemimpinan adalah sikap pribadi. 5.

mengadakan evaluasi. Peran hubungan antar perorangan. pelatih. jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. pembangun tim. Manajer adalah seorang mediator Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. mentor konsultasi. 3. 6. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin membuat keputusan yang sulit Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah. dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh.dan . Peran Pembuat keputusan. sumber alokasi. berfungsi sebagai pengusaha. 5. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas Proses kepemimpinan dibatasi sumber. Pemimpin adalah politisi dan diplomat Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). Peran Pemimpin adalah : 1.Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas. 3. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan. penyebar informasi dan juru bicara. direktur. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada menyelesaikan masalah secara efektif. Oleh karena itu. untuk mencapai outcome yang terbaik. 7. Fungsi Peran informal sebagai monitor. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. 2. penanganan gangguan. Sebagai seorang diplomat. dan negosiator 4 staf. 4. seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. Menurut Henry Mintzberg.

belajar melalui membaca. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga. observasi. sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. a. Percaya pada orang lain Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya. tetapi juga diluar sekolah. Dalam memberi pelayanan. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. seperti . yang baik. istirahat dan rekreasi. Oleh karena itu.Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan 5 . Contohnya. menulis. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat. Oleh karena itu. seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif. Coney) sebagai berikut: 1. Keseimbangan dalam kehidupan Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Berorientasi pada pelayanan Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani. 2. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar. Membawa energi yang positif Setiap orang mempunyai energi dan semangat. 3. dan mendengar. Seorang yang belajar seumur hidup Tidak hanya melalui pendidikan formal. kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. b. sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik.

dalam bukunya Pejabat Gereja sebagai Gembala Sidang (halaman 40-60) adalah : 1. Melihat kehidupan sebagai tantangan Kata ‘tantangan’ sering di interpretasikan negatif. teman sekerja. Latihan mengembangkan diri sendiri Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Rasa aman tergantung pada inisiatif. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses.2 Gembala (Penggembalaan) Sementara itu. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary. mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Menjaga. (8) pemahaman baru. e. d. Tugas gembala di Israel. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. (2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman. (4) mengaplikasikan prinsip-prinsip. kreatifitas. dinamisasi dan kebebasan.c. (6) merefleksikan kepada hasil. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. ketrampilan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan. 6 . staf. B. dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi. penulis mengambil dari tulisan Charles Jefferson. Sinergi Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. (5) memonitoring hasil. keberanian. yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi. (3) mengajar materi kepada orang lain. kemauan. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: (1) pemahaman materi. mengenai pengertian dan karakteristik gembala. berdasar tulisan Charles Jefferson. Sinergi adalah satu kerja kelompok.

Domba tidak memiliki pengertian tentang arah. Seorang gembala hendaknya mengetahui bagaimana membangun kandang yang dapat menghalangi serbuan serigala-serigala. dan menjadi teladan dengan menunjukkan perkara-perkara tertentu yang harus dilaksanakan. Tugasnya membuka mata dan tetap memandang untuk dapat mengamat-amati kemungkinan datangnya musuh-musuh. Gembala saat haruslah berjaga-jaga. mematamatai keadaan dalam dari kuasa-kuasa yang sedang bekerja seperti ragi beracun. tafsiran-tafsiran yang merusak. ia harus memimpin mereka. Ia menjadi pembela mereka. Domba adalah binatang yang tidak berdaya. pengajaran yang merusak moral. Ia seharusnya menciptakan cara dan ukuran untuk menghadapi dan mengalahkan kuasa-kuasa jahat yang senantiasa berusaha menyerang gereja. Sifat domba adalah mengikut dari belakang. Ia membiarkan sidahng jemaatnya dirobek menjadi tercerai berai karena ia sendiri dalam keadaan setengah tidur. 7 . Ide-ide palsu. 3. Pengawalan domba juga merupakan fungsi dari penggembalaan. dan hal-hal negative lain dapat dengan mudah mencerai beraikan jemaat. 2. menyelidiki. ia harus menggiring domba-dombanya. Banyak orang gagal dalam jabatan sebagai gembala karena ia tidak waspada dan berjaga-jaga. Tidak akan ada gembala sungguh-sungguh yang tidak diikuti dari belakang oleh orang-orangnya. mengawasi lapangan dari jauh. melainkan ia seroang yang berjalan di muka. atau pemakai kata-kata muluk. Memandu Domba-domba tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Mengawal Seorang gembala bertugas melindungi. Gembala tidak dapat menggiring domba-dombanya. Domba sangat tergantung pada gembalanya. Sifat waspada sangat diperlukan. memperkirakan datangnya badai. Seorang gembala yang baik bukanlah seorang tukang tegur atau tukang maki. memandang dengan tajam hari yang akan terbit kelak. Seorang gembala adalah seorang penjaga.Gembala di Israel mempunyai sebuah menara penjaga.

Gembala hendaknya tidak hanya memperhatikan urusan administrasi atau sakramen-sakramen di gerejanya. Gembala seharusnya selalu mencari domba-domba yang sesat. Memberi makan 8 yang indah. termasuk merindukan jiwa-jiwa baru untuk datang kepada Tuhan dan diselamatkan. Seorang gembala yang membiarkan seekor domba jatuh dan hilang dari kawanannya tanpa merasa sakit dalam hatinya dan tanpa mengulurkan tangan untuk berusaha membawa domba itu kembali. kemampuan untuk membeda-bedakan. keahlian dalam membuat diagnosis. tetapi juga menderita mental. moral. Gembala diharapkan memiliki pandangan yang menembus ke dalam jiwa seseorang. Domba-domba dapat jatuh. Dalam sidang jemaat pasti ada yang menderita. 5. menjadi korban dari penyakit dan bermacam kelemahan tubuh. Tugas seorang gembala adalah melayani penyakit pikiran.4. Ia tidak merasa jemu . dan kesanggupan untuk dapat melihat dengan tajam kuasa-kuasa misterius pada orang-orang yang dilayani. Menyelamatkan Pekerjaan gembala yang berbahaya adalah tugas penyelamatan. Domba mempunyai kecenderungan untuk hilang. 6. dapat disebut sebagai gembala yang tidak baik. mengeluarkan kesusahan-kesusahan dalam pikiran. Pekerjaan penyelamatan merupakan pekerjaan mencari orang-orang yang terhilang. namun juga memperhatikan jiwa-jiwa. kakinya dapat luka atau patah. Mereka kehilangan arah jalannya karena kebodohan dan juga karena ketidakpeduliaannya terhadap tuntunan gembala. bukan hanya jasmani saja. Menyembuhkan domba-dombanya Domba dapat melukai dirinya sendiri. dan rohaniah.

Gembala dan domba menjalin hubungan yang menunjukkan adanya keakraban. Persoalan yang rumit adalah bagaimana memberi makan kepada berbagai jenis anak-anak domba dan kepada domba-domba dengan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing Gembala mengarahkan pandangan matanya kepada kawanan dombanya. Mengasihi domba-dombanya Hubungan gembala dengan dombanya berbeda dengan hubungan seorang peternak dengan ternaknya. Namun demikian. kadang bermain dengan mereka. tidaklah heran apabila gembala berani untuk memberikan nyawa bagi domba-dombanya. watak. Gembala haruslah bersekutu dengan dombanya. perhatiannya yang utama adalah agar domba-domba mendapat cukup makanan. seperti 9 . Kasih akan membuat seorang gembala dapat melakukan enam tugas gembala yang sudah disebutkan sebelumnya. C. Seorang gembala yang paham akan pekerjaannya tidak akan mengalami kegagalan dalam memberi persoalan memberi makan kepada kawanan dombanya.Memberi makan merupakan tugas pokok gembala. Apabila hubungan sudah terjalin. dan lainnya. Dalam tiap-tiap gereja terdapat bermacam jenis usia. 7. Dengan demikian ia mencoba sejauh mungkin memasuki kehidupan domba-domba yang masih memiliki banyak kekurangan. Akibatnya tentu saja domba-domba akan sangat terikat kepada gembalanya. Domba-domba tidak dapat mencari makanan atau minumnya sendiri. Demikian juga sebaliknya. penulis menilai bahwa sebenarnya ada hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan antara pemimpin dan gembala. Sebuah khotbah bukan dipandang sebagai sebuah bentuk yang dapat disajikan dengan selera tertentu dan dibuat sedemikian rupa sehingga hanya dapat dicerna lambung tertentu. Pendapat Firman Tuhan Dari penjelasan tentang pemimpin dan gembala tersebut. Seorang gembala pastilah memiliki karakteristik seperti yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Kasih gembala akan melindungi domba-dombanya dari segala macam bahaya.

Karenanya. Sang Gembala Agung Gembala Agung kita adalah Tuhan Yesus Kristus (Ibr 13:20). “Lukas 22:26 Tetapi kamu tidaklah demikian. Gembala merupakan panggilan khusus dari Tuhan Dalam Efesus 4:11 dikatakan. tentu ada karakteristik gembala yang membuatnya berbeda dengan pemimpin pada umumnya. melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. khususnya pentakosta. Tujuan gembala yang baik akan membawa umat kepada Tuhan Yesus. ingin dilayani dan mendapat 'susu' saja dari jemaatnya (Yeh 34:3). Ketika kita mengerti panggilan Tuhan.”. Sebab. di mana kebanyakan pemimpin bukannya ingin melayani. peran gembala sangat penting. 2. ciri seorang pemimpin yang dikatakan Tuhan Yesus adalah. Bukan sebaliknya. Pemimpin pada umumnya bertujuan mencapai sebuah sasaran. maka seorang gembala jemaat haruslah juga berperan sebagai pemimpin yang melayani. “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi. dibanding dengan di gereja-gereja yang menggunakan konsep gembala sebagai pemimpinnya. Berdasarkan firman Tuhan. baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajarpengajar. maka kita akan merasa tenang dan tidak akan iri ketika melihat orang yang dipanggil Tuhan dalam bidang lain. Bila kita mengerti panggilan khusus atas hidup kita. Walau menurut penulis batas perbedaan antara pemimpin dan gembala tipis. di mana peran pendeta seakan kurang berpengaruh. Sebaliknya.yang penulis kemukakan di awal. biasanya di lingkungan gereja. Ayat tersebut menunjukkan adanya panggilan-panggilan khusus dari Tuhan bagi orang percaya.” Hal tersebut tentu berbeda dengan prinsip kepemimpinan pada umumnya. Bila dihubungkan dengan konteks gembala. kita akan mengerti apa sebenarnya tujuan hidup yang Tuhan inginkan untuk kita capai. pemimpin harus juga menjadi pelayan. seorang gembala haruslah dapat menjadi pemimpin pula. berbeda dengan gereja-gereja yang tidak menggunakan konsep penggembalaan dalam tata gerejanya. 1. Penulis mengambil karakteristik pembeda tersebut dari alkitab. melainkan dilayani. misalnya sasaran perusahaan. pengikut atau bawahannya pun akan dimotivasi untuk mencapai tujuan 1 . seorang pemimpin belum tentu memiliki hati gembala dan belum tentu dapat menjadi gembala. khususnya para pemimpin di gereja.

Selalu terhubung dengan Sang Gembala Agung. bisa saja pengikut atau bawahan tersebut dipecat. kita akan dapat seirama dan sekehendak dengan Tuhan. Dengan demikian dia tidak akan mudah untuk kecewa dan putus asa ketika menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia penggembalaan. gembala yang baik tidak boleh melakukan segala sesuatu menurut kehendak dirinya sendiri. Sedangkan pemimpin pada umumnya memiliki kebebasan untuk melakukan kehendak-Nya sendiri. sama seperti pikiran dan perasaan Kristus. 3. Apabila ada pengikut yang dianggap tidak berfokus mencapai tujuan tersebut. Gembala yang menyadari dirinya adalah utusan Tuhan. Karenanya. D. Sehingga tak heran segala sesuatu yang dilakukan Yesus pastilah sesuai dengan kehendak Bapa. Kesimpulan (Jalan Keluar) 1 . Gembala yang baik tidak membawa umat kepada dirinya sendiri. Tuhan Yesuspun ketika masih berada di dalam dunia bertujuan untuk melakukan kehendak pengutus-Nya. pasti mengerti bahwa tujuan hidupnya adalah untuk melakukan kehendak Tuhan sendiri. Gembala yang sepikiran dan seperasaan dengan Kristus tidak akan mudah kecewa bila dikecewakan. melainkan pada Tuhan. asalkan tujuan kelompoknya tercapai. dengan cara apapun. Berbeda dengan pemimpin pada umumnya. Sang Gembala Agung.Gembala hanyalah alat yang dipakai untuk tujuan kemuliaan-Nya. Bahkan dikatakan. “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30). gembala bertujuan untuk membawa umat kepada Tuhan Yesus Kristus. Hubungan yang intens antara kita dan Tuhan akan membuat kita sepikiran dan seperasaan dengan Tuhan (Fil 2:5). Gembala jemaatpun haruslah selalu bersekutu dan berkomunikasi dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberi contoh bagaimana dia begitu terhubung dengan Bapa. 4. baik melalui doa maupun kegiatan lainnya. Bertujuan melakukan kehendak Tuhan Sang Pengutus. selalu memandang jiwa-jiwa sebagai hal yang sangat berharga. yaitu Bapa (Yoh 4:34). Dengan selalu terhubung dengan Tuhan.tersebut.

penulis berikhtiar untuk dapat terus berhubungan intim dengan Tuhan Yesus Sang Gembala Agung. Dan dari beberapa hal yang penulis pernah katakan di awal. sesuai dengan panggilan-Nya atas hidup penulis. Belum lagi proses hidup penulis yang masih panjang dan butuh perbaikan hari demi hari. Kalau toh harus memilih antara pemimpin dan gembala.Dengan melihat paparan di atas. Melalui tulisan ini. penulis memang merasa mendapat panggilan sebagai gembala. 1 . apakah penulis adalah gembala yang baik? Penulis belum merasa sebagai gembala yang baik. Namun demikian. karena masih banyak kekurangan di sana sini. tentu tidak mudah untuk mengatakan bahwa penulis adalah pemimpin yang baik atau gembala yang baik. sehingga kehidupan penulis dapat terus dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya. hal-hal tersebut dapat menunjukkan kecenderungan penulis pada sifat gembala.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->