MAKALAH KOLOKIUM Nama Pemrasaran/Nrp : Ricky Randhita/I34050536 Departemen : Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Pembahas

: M. Reza Maulana/I34052510 Dosen Pembimbing/NIP : Ir. Said Rusli. MA/130345011 Judul Rencana Penelitian : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dalam Organisasi Pemerintah Kelurahan Tanggal dan Waktu : 28 April 2009/ 10.00 WIB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kelurahan dilihat dari sistem pemerintahan Indonesia merupakan ujung tombak dari pemerintahan daerah yang langsung berhadapan dengan masyarakat luas. Citra birokrasi pemerintahan secara keseluruhan akan banyak ditentukan oleh kinerja organisasi tersebut. Kelurahan sebagai instansi pelayanan publik dituntut untuk memperbaiki dan senantiasa melakukan reformasi serta mengantisipasi perkembangan masyarakat yang terjadi. Dalam rangka meningkatkan citra, kerja dan kinerja instansi pemerintah menuju kearah professionalisme dan menunjang terciptanya pemerintahan yang baik (good governance), perlu adanya penyatuan arah dan pandangan bagi segenap jajaran pegawai Pemerintah yang dapat dipergunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melaksanakan tugas baik manajerial maupun operasional diseluruh bidang tugas dan unit organisasi Instansi Pemerintah secara terpadu. Berlakunya Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2008 Nomor 3 Seri D), maka perubahan yang sangat mendasar terjadi pada satuan unit kerja terbawah yaitu Kelurahan serta pada Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kota Bogor. Hal tersebut berlaku pula pada Kelurahan Ciparigi yang merupakan salah satu Kelurahan yang terdapat di wilayah Pemerintahan Kecamatan Bogor Utara. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kota Bogor selalu melakukan proses kegiatan untuk adanya perubahan yang dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan sesuai tuntutan perubahan dalam masyarakat. Pada sebuah organisasi pemerintahan, sumber daya manusia terdiri dari pemimpin dan pegawai. Kelurahan Ciparigi Kecamatan Bogor Utara merupakan suatu organisasi pemerintah yang memiliki personil berjumlah 12 pegawai. Untuk mewujudkan sikap kerja pegawai yang baik, diperlukan berbagai cara yang dapat dilakukan oleh seorang pemimpin suatu organisasi pemerintah, yaitu dengan menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat. Peranan seorang pemimpin penting untuk mencapai tujuan organisasi yang diinginkan termasuk organisasi pemerintahan di Kelurahan Ciparigi, kota Bogor

terutama berkaitan dengan peningkatan kinerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi. Menurut Kerlinger dan Padhazur (2002) faktor kepemimpinan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja pegawai karena kepemimpinan yang efektif memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang efektif dibutuhkan pemimpin untuk dapat meningkatkan kinerja semua pegawai dalam mencapai tujuan organisasi sebagai instansi pelayanan publik. Dengan demikian, gaya kepemimpinan dapat menjadi pedoman yang baik dalam peningkatan kinerja pegawai . Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu diteliti: “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dalam Organisasi Pemerintah Kelurahan”. 1.2. Perumusan Masalah 1. Bagaimana Gaya Kepemimpinan yang diterapkan Lurah dalam pengambilan keputusan? 2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan Gaya Kepemimpinan Lurah dalam pengambilan keputusan? 3. Bagaimanakah kinerja pegawai pada Kelurahan Ciparigi? 4. Bagaimanakah pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai pada Kelurahan Ciparigi? 5. Bagaimanakah pelayanan Kelurahan yang diberikan kepada masyarakat? 1.3. Tujuan Penelitian 1. Mengidentifikasi gaya kepemimpinan Lurah yang diterapkan dalam pengambilan keputusan. 2. Menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Gaya Kepemimpinan Lurah dalam pengambilan keputusan. 3. Menelaah kinerja pegawai pada organisasi Kelurahan Ciparigi serta pelayanan Kelurahan yang diberikan kepada masyarakat. 4. Menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai pada Kelurahan Ciparigi. 1.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan kepada pihak-pihak terkait, seperti Kelurahan, Institusi pendidikan dan mahasiswa selaku peneliti. Bagi Kelurahan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kinerja pegawai dan pemimpin dapat menerapkan gaya kepemimpinan pada pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan pegawai dalam memperbaiki kinerja dan produktivitas pegawai, sehingga Kelurahan dapat meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat sebagaimana fungsi Kelurahan sebagai instansi

. Bagi pihak akademisi diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti yang ingin mengkaji permasalahan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai secara lebih mendalam.pelayanan publik. penelitian ini dapat berguna sebagai sarana belajar untuk memahami permasalahan yang menjadi topik kajian. Bagi peneliti sendiri.

1. Susilo (1998) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan keseluruhan aktivitas dalam rangka mempengaruhi orang-orang agar mau bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang memang diinginkan bersama. Sedangkan menurut Wahjosumidjo (1984).1. Kebanyakan orang menganggap gaya kepemimpinan merupakan tipe kepemimpinan. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi orang lain seperti yang ia lihat (Thoha. 2. dimana para bawahan diikat dalam kelompok secara bersama-sama dan mendorong mereka ke suatu tujuan tertentu. dengan penuh semangat dan kegairahan dapat menyelesaikan pekerjaannya masing-masing dengan hasil yang diharapkan. Gaya kepemimpinan Direktif adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala kegiatan yang akan dilakukan diputuskan oleh pimpinan semata-mata. Pemimpin merupakan dampak interaktif dari faktor individu atau pribadi dengan faktor situasi. Gaya tersebut adalah sebagai berikut: 1. bawahan dan situasi.1 Tinjauan Pustaka 2. kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin. Perkataan pemimpin atau leader memiliki berbagai pengertian.1 Pengertian Dan Definisi Kepemimpinan Menurut Kerlinger dan Padhazur (1987). 1993). Gaya kepemimpinan Konsultatif adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan . bersedia bekerjasama dan mempunyai disiplin tinggi. 2. Hal ini antara lain dinyatakan oleh Siagian (2003) bahwa gaya kepemimpinan seseorang adalah identik dengan tipe kepemimpinan orang yang bersangkutan.2.II. PENDEKATAN TEORITIS 2. Wahjosumidjo (1994) mengatakan bahwa perilaku pemimpin dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah sesuai dengan gaya kepemimpinan seseorang. Karjadi (1983) mendefinisikan pemimpin adalah orang yang mampu menggerakkan orang-orang lain agar orang-orang dalam suatu organisasi yang telah direncanakan dan disusun terlebih dahulu dalam suasana moralitas yang tinggi. kepemimpinan adalah kemampuan tiap pimpinan di dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya sedemikian rupa sehingga para bawahannya bekerja dengan gairah.

1. 2. Sikap. yang perlu diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat terselesaikan. Pelayanan Masyarakat Hakikat berdirinya suatu organisasi publik seperti Kelurahan adalah bertujuan melayani kepentingan masyarakat di wilayah kerjanya. 63 Tahun 2003. misi dan visi organisasi yang tertuang dalam rencana strategi suatu organisasi. keterampilan dan keberhasilan kerja.cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. dan di lingkungan badan usaha milik negara/daerah dalam bentuk barang atau . pelayanan umum adalah segala bentuk kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat. Kuantitas kerja meliputi output. kerapihan dan kebersihan hasil pekerjaan. ketelitian. 4. Kualitas kerja meliputi ketepatan. ketelitian.1. kinerja merupakan prosedur yang meliputi (1) penetapan standar kinerja. Menurut Keputusan Menteri Negara Aparatur Negara No. Mengenai ukuran-ukuran kinerja pegawai. Pelayanan yang diberikan oleh Kelurahan termasuk dalam bentuk pelayanan umum. Gaya kepemimpinan Delegatif adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan lebih banyak diserahkan kepada bawahan.4. tujuan.3. Ranupandojo dan Husnan (2000) menjelaskan secara rinci sejumlah aspek yang meliputi: 1. Kualitas kerja adalah mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan. serta sikap hati-hati. Kuantitas kerja yaitu banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada. 2. Kinerja Pegawai Kinerja dapat diartikan sebagai gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran. 4. tetapi juga seberapa cepat dia dapat menyelesaikan pekerjaan yang ekstra. (2) penilaian kinerja aktual pegawai dalam hubungan dengan standarstandar ini. di daerah. 3. yaitu sikap terhadap pegawai perusahaan dan pekerjaan serta kerjasama. rajin. inisiatif. (3) memberi umpan balik kepada pegawai dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan kinerja atau terus berkinerja lebih tinggi lagi. 2. Menurut Dessler (1997). 3. serta perlu diperhatikan pula tidak hanya output yang rutin saja. Dapat tidaknya diandalkan termasuk dalam hal ini yaitu mengikuti instruksi. Kualitas kerja diukur dengan indikator ketepatan. Gaya kepemimpinan Partisipatif adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.

Pemimpin yang terdapat pada organisasi harus memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan bawahannya. 3. sehingga dapat menunjukkan kepada bawahannya untuk bergerak. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Gaya Kepemimpinan merupakan suatu cara yang dimiliki oleh seseorang dalam mempengaruhi sekelompok orang atau bawahan untuk bekerja sama dan berdaya upaya dengan penuh semangat dan keyakinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Atas dasar inilah selama perhatian pemimpin diarahkan kepada bawahannya. Reliability atau reabilitas adalah kemampuan organisasi untuk menyelenggarakan pelayanan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. menyusun agenda dan prioritas pelayanan. 1996) mengemukakan indikator. Dari definisi pelayanan umum tersebut. 2. Keberhasilan suatu organisasi baik sebagai keseluruhan maupun berbagai kelompok dalam suatu organisasi tertentu.1. sangat tergantung pada efektivitas kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi yang bersangkutan. sehingga perlu adanya suatu dorongan agar para pegawainya mempunyai minat yang besar terhadap pekerjaanya.2. Akan tetapi hanya mengerahkan seluruh pegawai saja tidak cukup. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi gaya Kepemimpinan yang diterapkan . Responsiveness atau responsivitas adalah kemampuan birokrasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat. bergiat.jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. khususnya tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawainya.5. misi. maka kinerja pegawainya akan tinggi. Dapat dikatakan bahwa mutu kepemimpinan yang terdapat dalam suatu organisasi memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi tersebut dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama terlihat dalam kinerja para pegawainya (Siagian. serta mengembangkan program-program pelayanan sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat. 1999). 2.indikator pelayanan masyarakat sebagai berikut 1. yaitu pegawai yang terdapat di organisasi yang bersangkutan. berdaya upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Kerangka Pemikiran Berikut ini dikemukakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini untuk memahami fenomena kepemimpinan pada organisasi pemerintahan Kelurahan. tujuan maupun program yang telah ditetapkan Kelurahan. 2. dapat dikatakan bahwa Kelurahan merupakan suatu organisasi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan sesuai dengan visi. Assurance atau kepastian adalah pengetahuan dan kesopanan para pekerja dan kemampuan mereka dalam memberikan kepercayaan kepada customers. Parasuraman dkk (dalam Zeithamil dan Bitner.

Ukuranukuran kinerja pegawai ini meliputi kualitas kerja. dan kuantitas kerja. juga dipengaruhi oleh karakteristik pegawai yang bersangkutan serta situasi yang terdapat pada lingkup organisasi. 2. kinerja pegawai dipandang sebagai hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk kepentingan penelitian ini. Kinerja pegawai selain dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpinnya (Lurah). sesuai dengan tujuannya diajukan hipotesis pengarah berikut: 1. Alur pemikiran tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Hipotesis Pengarah Untuk kepentingan penelitian ini.seorang pemimpin dalam suatu organisasi. . faktor karakteristik pegawai dan faktor situasi.3. Gaya kepemimpinan yang digunakan seorang pemimpin memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai. karakteristik pegawai dan situasi di lingkungan organisasi. Kinerja pegawai akan berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi pelayanan Kelurahan terhadap masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan yang diterapkan digolongkan dalam tiga kategori yaitu: faktor karakteristik pemimpin. Diduga faktor-faktor yang secara langsung mempengaruhi gaya kepemimpinan seorang pemimpin/Lurah adalah: karakteristik pemimpin. Diduga terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan yang diterapkan seorang pemimpin/Lurah dengan kinerja pegawai. 2.

Karakteristik pegawai adalah kondisi diri anggota organisasi sebagai pegawai. 2. Situasi adalah situasi dalam interaksi antara pemimpin dengan anggota organisasi sebagai bawahan seperti suasana atau iklim kerja. 10. 9. dalam hal ini kepemimpinan organisasi Kelurahan adalah kemampuan pemimpin (Lurah) untuk memberikan tugas. 6. keterampilan dan keberhasilan kerja. seperti pendidikan atau pengalaman. seperti latar belakang pendidikan. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka untuk mewujudkan tujuan organisasi. tingkah laku pimpinan secara keseluruhan dalam mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2. 5. bersikap dan berperilaku). Gaya kepemimpinan berdasarkan arah komunikasi dan cara-cara dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dibedakan menjadi empat kategori yang terdiri dari gaya direktif. motivasi kerja atau berprestasi dan tanggung jawab dalam bekerja.4. Pegawai adalah seseorang yang bekerja pada suatu lembaga pemerintah. Kepemimpinan organisasi. merasakan. 3. ketelitian. yang diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat terselesaikan. 7. suasana organisasi secara keseluruhan. gaya konsultatif. pengalaman dan nilai-nilai dalam pandangan hidup yang dihayati dan diamalkannya (dipedomani dalam berfikir. bimbingan terhadap para pegawai dalam menjalankan tugasnya. pengarahan. Pelayanan masyarakat adalah segala bentuk kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi Kelurahan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan. 4. dan gaya delegatif. 8. Definisi Konseptual Sejumlah definisi konseptual yang menjadi pegangan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Definisi Operasional . Kualitas kerja adalah mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan. Karakteristik pemimpin adalah kondisi diri seorang pemimpin yang berpengaruh dalam melaksanakan kepemimpinannya. Kuantitas kerja yaitu banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada. Kualitas kerja diukur dengan indikator ketepatan.2. Gaya kepemimpinan adalah suatu cara atau pola tindakan.5. gaya partisipatif. pribadi.

. pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah kepada bawahan. 5) Kegiatan yang berkaitan dengan pemberian pelayanan Kelurahan. 3) Kegiatan yang berkaitan dengan pemberian gaji/upah pegawai. 2) Kegiatan yang berkaitan dengan pendelegasian tugas dari pemimpin (Lurah) kepada pegawai. e. Kerapian hasil kerja pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan pekerjaannya. 4) Gaya Kepemimpinan Delegatif. pengolahan dan analisis data yang bersifat kuantitatif. 3) Gaya Kepemimpinan Partisipatif. Ketelitian hasil kerja pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan pekerjaannya. 1. 2. pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. b. Kinerja pegawai dinilai dengan sistem skor yang diukur dengan menggunakan indikator kualitas hasil kerja dan kuantitas hasil kerja yang terdiri dari: a. c. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin. Ketepatan hasil kerja pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan pekerjaannya.Untuk mengarahkan pengumpulan. 2) Gaya Kepemimpinan Konsultatif. Kategori dalam bidang/kegiatan pengambilan keputusan/pemecahan masalah yang dilakukan pemimpin dalam melaksanakan pekerjaan adalah: 1) Gaya Kepemimpinan Direktif. pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. Penentuan gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin (Lurah) dilakukan pada bidang atau lingkungan kegiatan pengambilan keputusan/ pemecahan masalah berikut 1) Kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan pegawai. Kebersihan hasil kerja pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan pekerjaannya. dalam penelitian dirumuskan sejumlah definisi operasional berikut. 4) Kegiatan yang berkaitan dengan musibah/bencana yang terjadi di lingkungan Kelurahan. Kelompok indikator berdasarkan penilaian pegawai yang bersangkutan. d. Kinerja Pegawai Kelurahan diukur dengan menggunakan dua kelompok indikator yang terdiri dari: A. Jumlah atau beban pekerjaan yang dapat diselesaikan pegawai.

Metode survei adalah metode yang mengambil contoh data dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Singarimbun dan Effendi. Kenyamanan dalam pelayanan untuk masyarakat oleh pegawai. Kecamatan Bogor Utara. i. Ketepatan waktu pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan. g. Berdasarkan hasil studi penjajakan pada bulan Maret 2009 diketahui bahwa Lurah Ciparigi telah menjabat lebih dari dua tahun sehingga diharapkan kepemimpinan yang telah dilaksanakannya dapat diteliti secara lebih mendalam. Keahlian dan kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Jaminan kebebasan bagi masyarakat dari pungutan liar. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Ciparigi. Penelitian lapangan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2009. Dengan memadukan kedua pendekatan tersebut diharapkan upaya pemahaman gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusan. 2. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan hal-hal berikut 1. Kemudahan masyarakat dalam proses pembuatan KTP/KK dan sebagainya.f. Kota Bogor. saran. Kecepatan pegawai dalam menanggapi keluhan masyarakat. c. Kelompok indikator berdasarkan penilaian warga masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan kepada warga masyarakat. . d. Pegawai memberi anjuran. Ketepatan waktu para pegawai dalam menyelenggarakan segala bentuk pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan yang dijanjikan. III.1. e. dan informasi secara jelas dan mudah dimengerti oleh masyarakat. h. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif (metode survei) dan pendekatan kualitatif. Jawa Barat. faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan dan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai serta pelayanan Kelurahan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih komprehensif. 3. Kelurahan Ciparigi merupakan juara pertama Lomba P2WKSS tingkat Propinsi. B. Kesopanan dan keramahan pegawai dalam melayani masyarakat. Masyarakat mudah mengakses informasi mengenai segala bentuk pelayanan yang diberikan Kelurahan. f. PENDEKATAN LAPANGAN 3. b. Kinerja pegawai Kelurahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dinilai dengan sistem skor yang diukur dengan menggunakan indikator yang terdiri dari: a. 1989).2.

4. Berdasarkan hasil studi penjajakan diketahui bahwa populasi seluruh pegawai Kelurahan Ciparigi berjumlah 12 orang. teknik yang digunakan dalam menetapkan responden pegawai Kelurahan adalah total sampling. 2. 3. Jumlah sampel yang dipilih adalah sebanyak 20 responden yang dipilih secara acak (simple random sampling). 2. Data kuantitatif diolah dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabulasi silang. untuk mengetahui kinerja pegawai Kelurahan dalam hal pelayanan Kelurahan terhadap masyarakat. Data sekunder dikumpulkan dari Kantor Kelurahan Ciparigi. mengarahkan. Disamping itu. Faktor-faktor yang mempengaruhi Gaya Kepemimpinan dalam mengambil keputusan. keadaan sosial demografi kelurahan. Data sekunder yang dikumpulkan terdiri dari: 1. Gambaran Gaya Kepemimpinan pada Kantor Kelurahan Ciparigi yang digunakan pemimpin/Lurah dalam pengambilan keputusan. membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga sesuai dengan keperluan . 4. Teknik Pemilihan Responden dan Informan Dalam penelitian ini. Tabulasi silang digunakan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Kinerja pegawai Kelurahan Ciparigi yang dilihat berdasarkan indikator kinerja pegawai serta pelayanan Kelurahan kepada masyarakat. 3. Data primer dikumpulkan dari para responden dan informan. Gambaran umum Kelurahan Ciparigi (kondisi geografis kelurahan. Teknik Pengolahan dan Analisis Data Data yang diperoleh dari kuesioner akan diolah secara kuantitatif. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Lurah terhadap Kinerja Pegawai.3. Data primer yang dikumpulkan terdiri dari: 1. populasi yang dijadikan sampel adalah warga masyarakat Kelurahan Ciparigi RT 02 dan 03 RW 05. sesuai dengan keperluan data untuk penelitian ini. Dinas Instansi yang relevan dan perorangan. kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai kepegawaian terutama berkaitan dengan kepemimpinan Lurah dan kinerja pegawai. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kelurahan Ciparigi dan Lurah Ciparigi. 3. Hal ini mengacu pada pendapat Surakhmad (1989:14) bahwa adakalanya masalah penarikan sampel ditiadakan sama sekali dengan memasukkan seluruh populasi sebagai sampel. Perda. yakni semua jumlah populasi itu diketahui terbatas. Pengolahan dan analisis data kualitatif dilakukan dengan mereduksi (meringkas) data dengan menggolongkan. yaitu pengambilan sampel sebesar populasi yang ada.5. dan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kehidupan kelurahan). Teknik Pengumpulan Data Data yang akan dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder meliputi data kuantitatif dan data kualitatif.3.

Yogyakarta: BPFEUGM. Surakhmad. H. 2006. Ranupandojo. 1989. Bandung: Alumi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. Metode Penelitian Survai.untuk menjawab pertanyaan analisis di dalam penelitian. 2000. 1997. 1993. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Thoha. . DAFTAR PUSTAKA Dessler. Manajemen Sumber Daya Manusia. Siagian. Singarimbun. Kepemimpinan dan Motivasi. 1984. Wahjosumidjo. Edisi Bahasa Indonesia Jilid 2. Data hasil wawancara yang relevan dengan fenomena yang dianalisis. Sondang P. Yogyakarta: BPFE-UGM. Jakarta:LP3ES. 1998. Martoyo. Miftah. Jakarta: PT. Jakarta: Rajawali Pers. Manajemen Sumber Daya Manusia. disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan. 1989. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar. Masri dan Sofian Effendi. Republik Indonesia. Suad Husnan. Prenhallindo. Analisis data kualitatif dipadukan dengan hasil interpretasi data kuantitatif. Jakarta: Ghalia Indonesia. Susilo. Winarno. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2008 Nomor 3 Seri D).

Peneliti juga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kesediaan Bapak/Ibu yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini dan tidak lupa peneliti mohon maaf apabila terdapat pertanyaan yang kurang berkenan. . peneliti berharap Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini dengan lengkap dan jujur. Wassalamu’alaikum Wr. 4. Nama : 2. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Kota Bogor) Assalamu’alaikum Wr. Identitas Responden 1. Institut Pertanian Bogor.KUESIONER PENELITIAN ”Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Pemerintah Kelurahan” (Kasus Di Kelurahan Ciparigi. Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan* 4. Wb. 2. identitas dan jawaban Bapak/Ibu dijamin kerahasiaannya dan semata-mata hanya akan digunakan untuk kepentingan penulisan skripsi ini. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. Wb. Maksud diadakannya penelitian ini adalah sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan dalam Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di Fakultas Ekologi Manusia. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) dalam pemecahan masalah berkaitan dengan kesejahteraan pegawai? 1. Demi tercapainya tujuan penelitian ini. Pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah kepada bawahan. Gaya Kepemimpinan 1. Golongan / Jabatan : Keterangan : * Coret yang tidak perlu Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (×) pada jawaban pertanyaan yang sesuai dengan pilihan Bapak/Ibu. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin. Pendidikan : 5. 3. Kecamatan Bogor Utara. Umur : 3.

6. Pemimpin melaksanakan dan mengambil keputusan sendiri. 4. 7. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan tugas tersebut dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. Pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dan bawahan. Bagaimanakah perlakuaan yang anda terima ketika sedang melaksanakan tugas pekerjaan? 1. 3. 2. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) ketika memperoleh tugas dari instansi Pemerintahan yang lebih tinggi seperti Kecamatan? 1. Bawahan memiliki kebebasan dalam melaksanakan pekerjaan. Menerima tetapi keputusan sepenuhnya ditentukan pemimpin. 5. 3. Menerima dan mendiskusikan saran/masukan dengan pegawai. Pemimpin memberikan keleluasaan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan. 3. 2. 4. Pemimpin mendelegasikan tugas dan pengambilan keputusan kepada bawahan. ketika anda memberikan saran/masukan? 1. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) anda. Tidak menerima saran/masukan. Pemimpin melakukan pengawasan pekerjaan yang ketat. Bawahan memiliki kebebasan dalam melaksanakan pekerjaan. 4. 4. bagaimanakah tindakan Pemimpin? 1. Pemimpin mendelegasikan pengaturan kepada bawahan. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengaturan pemberian upah/gaji. 4. 2. Pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin. 4. Pemimpin melakukan pengawasan pekerjaan yang ketat. Bagaimana cara pemimpin dalam pengambilan keputusan pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan pelayanan Kelurahan kepada masyarakat? 1. Pengaturan dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. 3. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.2. 3. 3. Menerima saran/masukan dan keputusan sepenuhnya ditentukan pegawai. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan. 2. Ketika anda mengerjakan tugas yang diberikan Pemimpin. 3. Pemimpin memberikan tanggung jawab pekerjaan kepada pegawai tetapi dalam pengawasan pemimpin. Bagaimanakah cara pemimpin terhadap pengaturan dalam pemberian gaji/upah terhadap pegawai? 1. Pengaturan dilakukan oleh pemimpin. 2. Pemimpin memberikan keleluasaan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan. 2. . Pemimpin memberikan tanggung jawab pekerjaan kepada pegawai tetapi dalam pengawasan pemimpin.

Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin. Pemimpin memberi hukuman kepada pegawai. 2. 2. 4. 3. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dan bawahan. 4. Pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan kepada bawahan. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. 9. Pemimpin bersama pegawai menyelesaikan konflik dengan musyawarah. Bagaimanakah cara pemimpin ketika terjadi konflik diantara sesama pegawai? 1. 8. 2. 4. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) dalam pengambilan keputusan ketika terdapat musibah/bencana yang terjadi di lingkungan? 1. 10. Pemimpin mendiskusikan penyelesaian masalah yang terjadi tetapi tetap memberikan hukuman kepada pegawai. Pemimpin bersama pegawai menyelesaikan masalah dengan musyawarah. . Pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah kepada bawahan. Pemimpin menyerahkan penyelesaiannya kepada pegawai. Bagaimanakah tindakan pemimpin ketika terdapat pegawai yang melakukan kesalahan kerja? 1. Pemimpin memberi hukuman kepada pegawai yang terlibat konflik. Pemimpin menyerahkan penyelesaiannya kepada pegawai.4. 3. Pemimpin mendiskusikan penyelesaian konflik yang terjadi tetapi tetap memberikan hukuman kepada pegawai yang terlibat konflik. 3.

5. Tepat. b. b. b. Selalu teliti. Tidak pernah bersih b. 90 – 76 % . Apakah hasil kerja Bapak/Ibu selalu menghasilkan pekerjaan yang rapi? a. < 75 % 8. Teliti. Tidak pernah rapi. Selalu teliti. Selalu rapi. c. Apakah hasil kerja Bapak/Ibu memiliki ketelitian dalam menjalankan tugas sesuai dengan pekerjaan? a. Selalu bersih. < 75 % b. Seberapa besar persentase jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam sehari? a. Seberapa besar persentase Bapak/Ibu dalam menunda pekerjaaan? a. Apakah setiap pegawai pernah dituntut untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dengan cepat dan baik? a. Tidak pernah teliti 4. Bersih.Kinerja Pegawai a. Tidak dituntut 7. b. Apakah Bapak/Ibu teliti dalam memeriksa kembali pekerjaan yang telah diselesaikan sebelum pekerjaan tersebut diperiksa pemimpin? a. Teliti. 90 – 76 % c. Tidak pernah tepat 2. c. Selalu dituntut. Kualitas hasil kerja 1. b. Kadang-kadang dituntut. c. c. Tidak pernah teliti 3. c. Selalu tepat. Rapi. Apakah hasil kerja Bapak/ibu selalu mengahasilkan pekerjaan yang bersih? a. > 90 % b. Apakah hasil kerja Bapak/Ibu memiliki ketepatan dalam menjalankan tugas sesuai dengan pekerjaan? a. Kuantitas hasil kerja 6. c. b.

c. Tidak pernah. b. 10. Selalu mendapat teguran . Kadang-kadang tepat waktu. Tidak pernah tepat waktu. c. > 90 % 9. c. Apakah Bapak/Ibu pernah mendapatkan teguran dari pimpinan karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu? a. Kadang-kadang. Selalu tepat waktu. Apakah Bapak/Ibu selalu melaksanakan tugas pekerjaan yang diberikan oleh pemimpin dengan tepat waktu? a. b.

apakah motivasi kerja pegawai dapat memiliki pengaruh terhadap kekuatan anggota organisasi sebagai pegawai? 3. Apakah Bapak/Ibu diberikan bimbingan dan pengarahan dari pimpinan dalam melaksanakan tugas? 5. Apakah latar belakang pendidikan. Menurut Bapak/Ibu. apakah situasi dapat memiliki pengaruh terhadap kekuatan anggota organisasi sebagai pegawai? . apakah pendidikan pegawai dapat memiliki pengaruh terhadap kekuatan anggota organisasi sebagai pegawai? 2. pribadi. Pada kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan.Panduan Pertanyaan Untuk Gaya Kepemimpinan (Pegawai dan Lurah) 1. motivasi kerja atau berprestasi dan tanggung jawab pegawai dalam bekerja dapat memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan Lurah? 9. pengalaman dan nilai-nilai yang dianut pemimpin memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin (Lurah)? 8. Apakah pendidikan atau pengalaman. Menurut Bapak/Ibu. dalam pengambilan keputusan lebih banyak diserahkan kepada pegawai? 6. Apakah suasana atau iklim kerja serta suasana organisasi secara keseluruhan dapat memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan Lurah? Panduan Pertanyaan Untuk Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi karakteristik pegawai 1. Menurut Bapak/Ibu. bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) dalam pengambilan keputusan? 2. apakah pengambilan keputusan dilakukan oleh pimpinan semata? Jika iya. Menurut Bapak/Ibu. Faktor-faktor apa sajakah yang memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin (Lurah)? Sebutkan sebanyak-banyaknya! 7. berikan contohnya! 4. berikan contohnya! 3. Pada kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan. Apakah pemimpin Bapak/Ibu bekerja. apakah pengambilan keputusan dilakukan secara bersama antara pemimpin dengan pegawainya? Jika iya.

Keandalan (reliability) 1. Wassalamu’alaikum Wr. . Institut Pertanian Bogor. b. Nama : 2. Sulit. Maksud diadakannya penelitian ini adalah sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan dalam Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di Fakultas Ekologi Manusia. Sangat mudah.KUESIONER PENELITIAN ”Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Pemerintah Kelurahan” (Kasus Di Kelurahan Ciparigi. peneliti berharap Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini dengan lengkap dan jujur. identitas dan jawaban Bapak/Ibu dijamin kerahasiaannya dan semata-mata hanya akan digunakan untuk kepentingan penulisan skripsi ini. c. Wb. Mudah. Demi tercapainya tujuan penelitian ini. Pelayanan Masyarakat (Untuk Masyarakat) a. Identitas Responden 1. Pendidikan : Keterangan : * Coret yang tidak perlu Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (×) pada jawaban pertanyaan yang sesuai dengan pilihan Bapak/Ibu. Wb. Kecamatan Bogor Utara. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu dalam proses pembuatan KTP/KK dan sebagainya di Kelurahan ciparigi? a. Umur : 3. Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan* 4. Kota Bogor) Assalamu’alaikum Wr. Peneliti juga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kesediaan Bapak/Ibu yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini dan tidak lupa peneliti mohon maaf apabila terdapat pertanyaan yang kurang berkenan.

Ada jaminan. apakah pegawai Kelurahan dalam memberikan informasi. c. Pegawai memiliki keahlian dan kemampuan. Pegawai sangat memiliki keahlian dan kemampuan. c. b. Selalu jelas dan mudah dimengerti. c. b. apakah pegawai Kelurahan memiliki keahlian dan kemampuan yang cukup baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat? a. 9. 5. Sulit. Cepat. Selalu cepat. Menurut Bapak/Ibu. . b. anjuran. c. Bagaimanakah kesopanan pegawai Kelurahan dalam melayani masyarakat? a. Menurut Bapak/Ibu. c. Lamban. Mudah. Menurut Bapak/Ibu. Tidak pernah tepat waktu. Apakah terdapat jaminan kebebasan bagi masyarakat terhadap pungutan liar yang diberikan oleh Kelurahan? a. apakah pegawai Kelurahan bersikap cepat dalam menanggapi keluhan masyarakat? a. Selalu tidak jelas dan tidak dimengerti. Pegawai kadang-kadang bersikap sopan. Pegawai selalu bersikap sopan. c. Sangat mudah. Selalu tepat waktu. b. Bagaimanakah keramahan pegawai Kelurahan dalam melayani masyarakat? a. b. Bagaimana ketepatan waktu yang telah dijanjikan Kelurahan dalam menyelenggarakan segala bentuk pelayanan kepada masyarakat? a. Pegawai selalu bersikap ramah. dan saran selalu jelas dan mudah dimengerti oleh masyarakat? a.2. 3. b. Pegawai tidak memiliki keahlian dan kemampuan. c. Kadang-kadang tepat waktu. b. Tidak ada jaminan 8. b. c. Daya Tanggap (responsiveness) 4. 7. Jelas dan dimengerti. Tidak selalu ada jaminan. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu dalam mengakses informasi mengenai segala bentuk pelayanan yang diberikan Kelurahan? a. Pegawai bersikap tidak sopan. Jaminan (assurance) 6.

Selalu nyaman. b. apakah pada saat ini pelayanan Kelurahan yang diberikan kepada masyarakat sudah cukup baik?Jelaskan alasannya! 2.b. Pegawai bersikap tidak ramah. Menurut Bapak/Ibu. Tidak nyaman Panduan Pertanyaan Pelayanan Kelurahan Kepada Mayarakat 1. c. Apakah harapan bapak/ibu terhadap Pelayanan yang diberikan Kelurahan kepada masyarakat untuk ke depannya? . Nyaman. c. Pegawai kadang-kadang bersikap ramah. 10. Bagaimanakah pegawai Kelurahan memberikan kenyamanan dalam pelayanan kepada masyarakat? a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful