Mikroum…Pewarnaan Gram

Posted by: Qiqi on: 17 Oktober, 2008
• •

In: Laporan Comment!

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat), kokus, dan spirilum. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi beberapa macam. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal, diplobasil, dan tripobasil. Sedangkan pada kokus dibagi monokokus (satu buah bakteri berbentuk kotak), diplococcus, sampai staphylococcus (bentuknya mirip buah anggur. Khusus pada spirul hanya dibagi 2 yaitu setengah melengkung dan tidak melengkung. Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah (Textbook, 2008). Hal ini bertujuan untuk memberikan warna pada bakteri pada akhirnya dapat diidentifikasi dengan mudah. Selain itu, ada endospore yang bisa diwarnai. Endospora adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi, yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi, 2008). Teknik pewarnaan gram haruslah sesuai prosedur karena dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi data apakah gram positif atau gram negatif sehingga diperlukan adanya praktikum ini dilakukan agar mengetahui jalannya mekanisme pewarnaan gram. 1.2 Perumusan Masalah Rumusan masalah adalah faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap keberlangsungan pewarnaan pada bakteri dan endospora, bagaimanakah karakteristik dari ketiga spesimen, serta bagaimana teknik pengecatan 1.3 Tujuan Tujuan praktikum adalah mempelajari proses pewarnaan struktur sel bakteri, mempelajari bentuk-bentuk dan struktur sel bakteri dan memahami pentingnya setiap langkah dalam prosedur pewarnaan dan memahami reaksi kimia di dalam prosedur tersebut BAB II TINJAUAN PUSTAKA Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian gram pada tahun 1884. Dengan metode ini, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. (Tryana, S.T, 2008).

meningitis. styes dan furunculosis beberapa infeksi (radang paru-paru. radang urat darah. 4. Pada tahun 1884. Bacillus subtilis merupakan bakteri gram-positif yang berbentuk batang. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia.Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 1.dan secara alami sering ditemukan di tanah dan vegetasi. E. 2008). radang kelenjar dada. DNAnya berukuran BP 4214814 (4. 2008). Aureus merupakan patogen seperti bisul. klorosom. Akan tetapi pada strain baru dari E. indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi. ribosom. yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. pilus. . Beberapa karakterististik yang dimiliki Staphylococcus Aureus diantaranya hemolytic pada darah agar. (Mikrolibrary. 2008). membran plasma.coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). 2008). sitoplasma. Staphylococcus adalah bakteri Gram-positif yang berbentuk bola. Menurut Kenneath tahun (2008). Endospore adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi. catalase-oxidase-positif dan negatif. atau oxidative kondisi. osmosa. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah (Textbook. dan panas atau etanol Bakteri ini hanya memilikin satu molekul DNA yang berisi seperangkat set kromosom.100 kode gen protein. DNA. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Vakuola gas dan endospora Gambar Struktur Dasar Bakteri Gambar Bakteri Gram Positip dan Bakteri Gram Negatif (Edukasi. saluran kencing osteomyelitis dan endocarditis serta menyebabkan keracunan makanan yaitu dengan melepakan enterotoxins menjadi makanan sehingga menjadi toksik dengan melepasan superantigens ke dalam aliran darah (Kenneath. 2006). Beberapa keunggulan dari bakteri ini adalah mampu mensekresikan antibiotik dalam jumlah besar ke luar dari sel (Scetzer. fimbria. dan granula penyimpanan 2. Bacillus subtilis tumbuh di berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi tinggi hingga 15 persen dan menghasilkan enzim coagulase. Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentu seperti buah buah anggur. Selain itu. Rosenbach menjelaskan ada dua jenis warna staphylococci yaitu: Staphylococcus Aureus yang berwarna kuning dan Staphylococcus albus yang berwarna putih. 2008). bersifat alkali. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel. flagelum.2 Mbp) (TIGR CMR). Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air.biasanya S. Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Bacillus subtilis juga telah berevolusi sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan lebih cepat mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah (asam).

koloni mikroba agar miring ( bakteri. Proses pembuatan preparat ulas bakteri yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. Setelah itu tambahkan metilen biru 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni khamir tersebut dan didimakan selama 1 menit. setelah itu ambil koloni kapang pada agar miring PDA ( Potatoes Dextrose Agar ) secara hati – hati. Dalam pembuatan preparat ulas alat dan bahan yang digunakan yaitu mikroskop. lalu difiksasi.com/2009/05/mikrobiologi-umum. lalu taruh koloni khamir tersebut di atas objek glass. bunsen.html)(23/10/2009). Mikroorganisme yang ada dialam ini mempunyai morfologi. alkohol 95% dan metilen biru. Proses pembuatan preparat ulas kapang yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen.blogspot. setelah itu ambil koloni bakteri pada agar miring PCA ( Plate Count Agar ) secara hati – hati. setelah itu ambil koloni bakteri pada agar miring PCA ( Plate Count Agar ) secara hati – hati. lalu taruh koloni kapang tersebut di atas objek glass. Penempatan koloni kapang tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. Penempatan koloni bakteri tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. memperjelas pengamatan dibawah mikroskop. Penempatan koloni bakteri tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. lalu diamati di bawah mikroskop dan digambar. koloni mikroba agar miring ( bakteri. Setelah itu tambahkan metilen biru 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni bakteri tersebut dan didimakan selama 1 menit.html)(23/10/2009). setelah itu ambil koloni khamir pada agar miring PDA (Potatoes Dextrose Agar) secara hati – hati. dan khamir ). Proses pembuatan preparat native bakteri yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. pipet tetes. lalu diamati di bawah mikroskop dan digambar. dan khamir ).blogspot. setelah itu ambil koloni khamir pada agar miring PDA (Potatoes Dextrose Agar) secara hati – hati. lalu taruh koloni bakteri tersebut di atas objek glass. Setelah itu tambahkan aquades 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni bakteri tersebut lalu ditutup dengan cover glass. lalu taruh koloni bakteri tersebut di atas objek glass. dan membunuh mikroba. proses pembuatan preparat native kapang sistemnya sama yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. cover glas. (http://masrurenstein. alkohol 95% dan aquades. objek glass. Setelah itu tambahkan aquades 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni kapang tersebut lalu ditutup dengan cover glass. kapang. Proses pembuatan preparat ulas khamir yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar. lalu difiksasi dimana fungsi fiksasi yaitu melekatkan mikroba pada obyek glass. objek glass. lalu taruh koloni kapang tersebut di atas objek glass. .PEMBUATAN PREPARAT BAKTERI DAN PEWARNAAN TUNGGAL PEMBUATAN PREPARAT BAKTERI DAN PEWARNAAN TUNGGAL Dalam pembuatan preparat native alat dan bahan yang digunakan yaitu mikroskop. memperjelas pengamatan dibawah mikroskop. bunsen.com/2009/05/mikrobiologi-umum. Setelah itu tambahkan metilen biru 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni kapang tersebut dan didimakan selama 1 menit. (http://masrurenstein. pipet tetes. Penempatan koloni kapang tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar. kawat ose. lalu difiksasi dimana fungsi fiksasi yaitu melekatkan mikroba pada obyek glass. dan membunuh mikroba. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar. kawat ose. Penempatan koloni khamir tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. struktur dan sifat-sifat yang khas. kapang.

1994. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. substrat. memperjelas ukuran dan bentuk bakteri. Jika warna terdapat pada ion negatif. basil. maka pengecatan itu bernilai diagnosa dalam mengidentifikasi mikroorganisme tersebut. peluntur warna . intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. maka disebut zat warna asam. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Perbedaan sifat antara mycobacterium dengan mikroorganisme lainnya adalah dengan adanya suatu dinding tebal yang berlilin (lipoidal) yang menyebabkan penetrasi oleh zat warna menjadi sulit. Akan tetapi. Sel-sel warna dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya (Volk & Wheeler. netral red. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola. mikroorganisme yang demikian . tetapi beberapa genus anggota dari genus Mycobakterium. bersifat resisten dan hanya dapat dilihat dengan metode tahan asam. leprae bakteri yang patogenik bagi manusia. apabila zat warna sudah dapat masuk. Assani. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (http://blogkita. menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna. Jika warna terletak pada muatan positif dari zat warna. 1994). Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop. 1994). Kebanyakan bakteri dapat diwarnai dengan pengecatan sederhana atau pengecatan gram. Dengan sifat yang demikian. Karena M. spirilum. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Dwidjoseputro. Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagian-bagian inti sel. taberculosis dan M. peluntur warna. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri.begitu pula dengan bakteri. safranin. Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. dan lain-lain. Contoh zat warna basa adalah methylen blue.info/my-kampuz/my-kuliah/mikrobiologi/pembuatan-preparatpengecatannya/)(23/10/2009) Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. substrat. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : fiksasi. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. zat warna terssebut jadi tidak mudah dibuang meskipun dengan penggunaan asam alcohol yang kuat sebagai zat pelarutnya. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. maka disebut zat warna basa. 1993). dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.

vibrio. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif). 1) zat warna primer. dan khamir dengan . 2009). 2) zat peluntur warna.wordpress. Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. penyebaran dan manfaat jasad hidup termasuk mikroba yang lebih lazim disebut dengan mikrobiologi yang di dalamnya mencakup satu kelompok besar jasad hidup yang mempunyai bentuk dan ukuran sangat kecil. Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengisolasi bakteri. Seperti bakteri yang memiliki salah satu sifat penting adalah kemampuan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi struktur internal yaitu endospora. PEWARNAAN TUNGGAL MAJEMUK Tujuan : Mampu mempersiapkan sediaan/film bakteri secara benar. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. PEWARNAAN TUNGGAL DAN PEWARNAAN MAJEMUK PEMBUATAN DAN PEWARNAAN PREPARAT BAKTERI. Endospora ini umumnya terbentuk secara tunggal dalam sel guna menanggulangi keadaan lingkungan yang kurang baik. Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana. Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme. Spora yang sudah masak dilepas oleh sel ke alam sekitarnya. PENDAHULUAN Ilmu yang mempelajari bentuk. : Mampu melakukan pewarnaan bakteri dengan zat banyak macam warna. spora-spora tersebut tumbuh menjadi sel-sel vegetatif yang normal. yaitu karbon Fuchin. serta sifat hidup yang berbeda dengan jasad lain umumnya. : Mengamati dan menggambar bakteri yang telah diwarnai A.com/2009/04/19/teknik-pewarnaan-mikroorganisme/) (23/10/2009) PEMBUATAN PREPARAT BAKTERI. : Mampu melakukan pewarnaan bakteri dengan zat satu macam warna. 3) counterstain. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. dan bahan-bahan kimia pembasmi kuman dan dapat bertahan dalam keadaan tidur untuk beberapa tahun. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahanbahan kimia. kehidupan. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Pewarnaan negatif. sifat. dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. Metode ini mengunakan tiga macam zat kimia yang berbeda. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. yaitu metilen biru (Subandu. Spora-spora ini dapat dilihat di bawah mikroskop fase kontras dan tampak sebagai bagian yang bercahaya terang baik di dalam atau di luar sel. kekeringan. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (http://firebiology07.disebut mikroorganisme tahan-asam dan mokroorganisme lainnya yaitu yang mudah dilarutkan dengan asam alcohol disebut mikroorganisme tidak tahan asam. Spora-spora ini tahan terhadap keadaan fisik atau kimia yang ekstrim seperti suhu. fungi. 1990). basillus. Pada saat kondisi memungkinkan.

seperti pengenalan ose serta cara menggunakannya. lalu taruh koloni khamir tersebut di atas objek glass. Proses pembuatan preparat native bakteri yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. metode pengenceran serta micromanipulator. lalu taruh koloni kapang tersebut di atas objek glass. dan khamir ). (http://masrurenstein. alkohol 95% dan aquades. Setelah itu tambahkan metilen biru 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni bakteri tersebut dan didimakan selama 1 menit. (Hadioetomo. kawat ose. Penempatan koloni kapang tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. Proses pembuatan preparat ulas kapang yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. setelah itu ambil koloni bakteri pada agar miring PCA ( Plate Count Agar ) secara hati – hati.html)(23/10/2009). Penempatan koloni bakteri tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. dan membunuh mikroba. Setelah itu tambahkan aquades 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni kapang tersebut lalu ditutup dengan cover glass.com/2009/05/mikrobiologiumum. dan khamir ). setelah itu ambil koloni kapang pada agar miring PDA ( Potatoes Dextrose Agar ) secara hati – hati. koloni mikroba agar miring ( bakteri. Penempatan koloni kapang tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. lalu diamati di bawah mikroskop dan digambar. objek glass. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar. Setelah itu tambahkan metilen biru 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni kapang tersebut dan didimakan selama 1 menit. Setelah itu tambahkan aquades 1 tetes dengan pipet tetes pada koloni bakteri tersebut lalu ditutup dengan cover glass. dan membunuh mikroba. Proses pembuatan preparat ulas khamir yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. lalu difiksasi dimana fungsi fiksasi yaitu melekatkan mikroba pada obyek glass. setelah itu ambil koloni bakteri pada agar miring PCA ( Plate Count Agar ) secara hati – hati. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar. baik dalam hal pemindahan maupun pemilihan dari suatu koloni. 1993). setelah itu ambil koloni khamir pada agar miring PDA (Potatoes Dextrose Agar) secara hati – hati. Teknik plating dan ose merupakan satu kesatuan sehingga keduanya memiliki keterkaitan satu sama lainnya (karena teknik plating dilakukan dengan menggunakan ose). lalu taruh koloni kapang tersebut di atas objek glass. Dalam pembuatan preparat native alat dan bahan yang digunakan yaitu mikroskop. memperjelas pengamatan dibawah mikroskop. koloni mikroba agar miring ( bakteri. lalu difiksasi dimana fungsi fiksasi yaitu melekatkan mikroba pada obyek glass.blogspot. cover glas. bunsen. Dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah tekhnik cawan tuang dan cawan gores. memperjelas pengamatan dibawah mikroskop. objek glass. Dalam pembuatan preparat ulas alat dan bahan yang digunakan yaitu mikroskop.menggunakan metode gores. lalu taruh koloni bakteri tersebut di atas objek glass. Penempatan koloni khamir tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. lalu taruh koloni bakteri tersebut di atas objek glass. pipet tetes. kawat ose. kapang. metode sebar. bunsen. Proses pembuatan preparat ulas bakteri yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. metode tuang. setelah itu ambil koloni khamir pada agar miring PDA (Potatoes Dextrose Agar) secara hati – hati. Berbagai jenis ose yang dikenal serta penggunaannya disesuaikan dengan mikroorganisme yang akan diteliti. lalu diamati di bawah mikroskop dan digambar. Setelah itu tambahkan metilen biru 1 tetes dengan pipet tetes pada . dan teknik plating sehingga seorang praktikan dapat melakukan praktikum mikrobiologi yang sesuai dengan kaidah serta ketentuan yang berlaku merupakan hal yang terpenting. proses pembuatan preparat native kapang sistemnya sama yaitu kawat ose dipijarkan di atas api bunsen. kapang. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa sehingga individu spesies individu spesies dapat dipisahkan dari lainnya. alkohol 95% dan metilen biru. Penempatan koloni bakteri tersebut tidak boleh terlalu tebal karena untuk memudahkan pengamatan. pipet tetes. Pemahaman mengenai teknik dasar dalam praktikum mikrobiologi.

Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja. Jika warna terdapat pada ion negatif. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : fiksasi. 1989) Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop. bersifat resisten dan hanya dapat dilihat dengan metode tahan asam. peluntur warna . netral red. taberculosis dan M. substrat. 1993). Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Kebanyakan bakteri dapat diwarnai dengan pengecatan sederhana atau pengecatan gram. struktur dan sifat-sifat yang khas. serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya (Volk & Wheeler. (http://masrurenstein. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. safranin. spirilum.info/mykampuz/my-kuliah/mikrobiologi/pembuatan-preparat-pengecatannya/) (23/10/2009) Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. maka disebut zat warna asam. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). .blogspot. peluntur warna. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Sel-sel warna dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. maka disebut zat warna basa. Contoh zat warna basa adalah methylen blue. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Dwidjoseputro. Jika warna terletak pada muatan positif dari zat warna. Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. dan lain-lain.com/2009/05/mikrobiologi-umum. basil. Dengan sifat yang demikian. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. maka pengecatan itu bernilai diagnosa dalam mengidentifikasi mikroorganisme tersebut. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan.koloni khamir tersebut dan didimakan selama 1 menit. memperjelas ukuran dan bentuk bakteri. Setelah itu diamati di bawah mikroskop dan digambar. untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola. Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagian-bagian inti sel. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. begitu pula dengan bakteri. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (http://blogkita. Mikroorganisme yang ada dialam ini mempunyai morfologi. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. tetapi beberapa genus anggota dari genus Mycobakterium. 1989). menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna. apabila zat warna sudah dapat masuk. Perbedaan sifat antara mycobacterium dengan mikroorganisme lainnya adalah dengan adanya suatu dinding tebal yang berlilin (lipoidal) yang menyebabkan penetrasi oleh zat warna menjadi sulit. lalu difiksasi. Akan tetapi. zat warna terssebut jadi tidak mudah dibuang meskipun dengan penggunaan asam alcohol yang kuat sebagai zat pelarutnya. Karena M. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. leprae bakteri yang patogenik bagi manusia. substrat. mikroorganisme yang demikian disebut mikroorganisme tahanasam dan mokroorganisme lainnya yaitu yang mudah dilarutkan dengan asam alcohol disebut mikroorganisme tidak tahan asam.html)(23/10/2009). Metode ini mengunakan tiga macam zat kimia yang berbeda.

2009). Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme.wordpress. No 1 2 3 4 5 6 7 ALAT Pembuatan Alat Mikroskop objek ose Bunsen Baki Tisu Pewarnaan Alat Mikroskop Kaca Jarum Pipet 1 Preparat objek ose tetes 3 4 bakteri DAN Preparat No 1 2 3 Metylen Alkohol BAHAN Bakteri Bahan Fuchsin blue 75% Kaca Jarum No Bacillus dan 2 Gentian Methylene Kertas Pewarnaan Alat Mikroskop Kaca Jarum Pipet 1 objek ose tetes Preparat 2 3 4 bakteri No Bacillus dan Fuchsin / Gentian Methylene Tungga Bahan Sarcina Fuchsin violet blue Aquades Alcohol hisap Majemuk Bahan Sarcina safranin violet blue Aquades Alkohol hisap Kertas . Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (http://firebiology07. basillus. yaitu karbon Fuchin. 1990). Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif). yaitu metilen biru (Subandi. vibrio. 1.com/2009/04/19/teknik-pewarnaan-mikroorganisme/) (23/10/2009) B. 2) zat peluntur warna. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). Pewarnaan negatif.1) zat warna primer. No 1 2 3 4 5 6 2. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. No 1 2 3 4 5 6 7 3. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. 3) counterstain. maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat.

1. Larutan pewarnaan dengan air menggumpal Preparat sterilkan Larutan Minyak CARA Bakteri objek dan bakteri Dan glas pijarkan Pewarnaan pakai jarum sedikit lugol imersi KERJA Tunggal alkohol ose saja glas Bunsen kultur pada tetesi (dibilas objek air dan hisap pake api kertas dengan hisap 3x) kering dengan sampai (fuchsin untuk atau metylene zat blue) warna 20 yang detik lebih menghilangkan di mikroskop Pewarnaan Gentian Majemuk detik) aquades Preparat Pembuatan bakteri tetesi dengan violet (30 lugol (30 detik) Bilas Alkohol 3. Gram (-) Pembuatan Preparat Bakteri Objek Methylene Gelas Bacillus Subtillis blue . Bilas Keterangan D.8 9 C. 95 Safranin / % Fuchsin (15 (30 aquades detik) detik) aquades Merah PENGAMATAN : Gram (+) HASIL Ungu. Bilas 2. Pembuatan Bersihka atau Nyalakan Ambil Gesekan Kalau Fiksasi Diamkan Beri Bilas Amati 2. 1. a.

Kalau bakteri terlalu tebal tetesi dengan air. Bakteri Gambar Pengamata Pewarnaan Basilus di bawah Mikroskop Tunggal Subtilis Gambar Sumber Literatur (http://www.hati. PEMBAHASAN Membuat preparat bakteri Pada praktikum ini kita membuat preparat bakteri. namun yang lebih umum digunakan di laboratorium pengajaran dan lebih murah harganya ialah kawat nikrom (nichrome) dengan diameter lingkaran pada ujung lup berkisar antara 2 sampai 4 mm (Hadioetomo. 1993). setelah itu ambil sedikit saja bakteri dari biakan induk bakteri lalu gesekan pada kaca objek secara hati.microbelibrary. Sebelum memindahkan bakteri ke kaca objek kita harus memijarkan dulu jarum ose dan tabung reaksi bakteri.org/microbelibrary/files/ccImages/Articleimages/Chamberlain/Bacillu s%20subtilis%20spores%20fig1.uk/SBMS/ACADEMICS_homepage/mcfadden_johnjoe/img/bacillus_anthra cis_spore_forming. artinya tebal . sebelum membuat preparat bakteri usahakan semua alat dan media yang digunakan tersebut harus steril.jpg) (26/11/2009) c.surrey. dan sebarkan secara merata.ac. Bakteri Gambar Pengamata di Pewarnaan Basilus bawah Mikroskop Gambar Sumber Majemuk Subtilis Literatur (http://www. Ose (lup inokulasi) merupakan alat dasar dalam praktikum mikrobiologi yang terbuat dari bahan tertentu seperti kawat platina. Sel bakteri berukuran sangat kecil dan tebal lapisan air tipis diantara cover glass dan object glass masih bisa menampung beberapa bakteri bacillus yang ditumpuk vertikal.jpg) (26/11/2009) E.b.

Fiksasi yaitu suatu metode persiapan untuk menyiapkan suatu sampel agar tampak realistik (seperti kenyataannya ) dengan menggunakan glutaraldehid dan osmium tetroksida.com/2008/09/kunci-awal-identifikasi-bakteri. Kontrol sangatlah penting. 1983). Dehidrasi yaitu suatu metode persiapan dengan cara menggantikan air dengan bahan pelarut organik seperti misalnya ethanol atau aceton. Dengan pengembangan dari Mikroskopi cryo-elektron dari potongan menyerupai kaca (vitreous) atau disebut cryo-electron microscopy of vitreous sections (CEMOVIS). salah satunya adalah sel vegetatif yang aktif secara metabolik. 2. meskipun kita sulit untuk mendapatkannya. Akan tetapi lebih baik jika bakteri yang dilihat dapat dibandingkan dengan bakteri lain yang telah diketahui bentuknya dengan pasti (http://ekmonsaurus. tipe-tipe sel inaktif secara metabolik disebut spora. maka sekarang telah dimungkinkan untuk melakukan penelitian secara virtual terhadap specimen biologi dalam keadaan aslinya. Suatu bidang ilmu yang disebut mikroskopi cryo-elektron (cryo-electron microscopy) telah dikembangkan berdasarkan tehnik ini. Kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan untuk keberlangsungan aktivitas sel vegetatif. antara lain : 1. Kriofiksasi yaitu suatu metode persiapan dengan menggunakan teknik pembekuan spesimen dengan cepat yang menggunakan nitrogen cair ataupun helium cair. sel ini mempunyai kapasitas untuk mengalami sporogenesis dan memberikan reaksi untuk pembentukan struktur intraseluler baru (endospora) yang dilindungi oleh lapisan yang tidak dapat ditembus air (tahan penetrasi) dikenal sebagai jaket spora (spore coats) (Cappuccino & Sherman.tersebut masih bisa digunakan sel untuk berenang ke atas dan ke bawah. Klasifikasi Bacillus Kingdom Phylum Class Order Family Genus Species Sarcina Kingdom Filum Kelas Ordo Family : subtilis Bacteria Firmicutes Bacilli Bacillales Bacillaceae Bacillus subtilis Basil Bacteria Firmicutes Bacilli Lactobacilales Sarcinacaceae : : : : : : : Bacillus : : : : : . Bacillus adalah contoh-contoh organisme yang mempunyai kapasitas untuk pertahanan.wikipedia. biasanya pada saat kurangnya sumber nutrisi karbon.org/wiki/Mikroskop_elektron#Teknik_pembuatan_preparat_yang_digunakan _pada_mikroskop_elektron) (23/11/2009).blogspot. 3. Penanaman (Embedding) yaitu suatu metode persiapan dengan cara menginfiltrasi jaringan dengan resin seperti misalnya araldit atau epoksi untuk pemisahan bagian (http://id. dimana air yang ada akan membentuk kristal-kristal yang menyerupai kaca.html) (23/10/2009) Teknik yang digunakan dalam pembuatan preparat ada berbagai macam tergantung pada spesimen dan penelitian yang dibutuhkan. Jangan menganggap gambar yang terlihat pada mikroskop adalah gambar datar. 4.

Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. Pewaranaan gram pertama kali mulai dikembangkan pada tahun 1884 oleh ahli histology yaitu Cristian gram (Capucino dan Sherman. substrat. Com) (23/11/09). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu : fiksasi. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. Metode pengecatan tersebut pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. Morfologi mikroskopik mikroorganisme yang diperiksa dan sifatnya yang khas terhadap pengecatan tertentu (pengecatan Gram) dapat digunakan untuk identifikasi awal. Dengan metode pengecatan Gram. memperjelas bentuk dan ukuran bakteri seperti dinding sel dan vakuol. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cepat dan biaya murah serta. menghasilkan sifat.com/2008/10/17/mikroumpewarnaan-gram/) (23/11/2009).wikipedia. pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp (Dwidjoseputro. 1994).wordpress. Pewarnaan bakteri dilakukan pada isolat staphylococcus aereus adalah gram positif yang berbentuk kokus atau lingkaran sterik dengan diameter sel mencapai 1µm. Pada bacillus subtilis. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua.sifat fisik dan kimia yang khas dari pada bakteri dengan zat warna. 2008).wikipedia. Pada Eschericia coli.1983) Pengecatan Gram Pengecatan Gram merupakan salah satu teknik pengecatan yang dikerjakan di laboratorium mikrobiologi untuk kepentingan identifikasi mikroorganisme. pada saat diwarnai menunujukkan warna merah. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Teknik pewarnaan gram haruslah sesuai prosedur karena dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi data apakah gram positif atau gram negatif sehingga diperlukan adanya praktikum ini dilakukan agar mengetahui jalannya mekanisme pewarnaan gram. koloninya berbentuk seperti buah anggur (Textbook. . ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Oleh karena itu.org/wiki/Bacillus_subtilis) Membuat pewarnaan tunggal dan pewarnaan majemuk Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri denagn mikroskop. gram-positif dan gram-negatif. dalam kasus tertentu. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka.Genus Spesies : : Sarcina Sarcina basil (15/11/2009) (http://en. koloninya bergerombol sedikit erpisah-pisah bahkan membentuk rantai panjang (hasil pengamatan). Pewarnaan gram. (http://qi206. (http: www. koloninya tersusun rantai memanjang. Pada bakteri ini tidak ditemukan endospora. serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya. dapat membantu dokter untuk memulai terapi suatu penyakit tanpa menunggu hasil kultur. peluntur warna.

blogspot. Wesky.G & Natalie S. D. 2009. Pewarnaan gram. Ratna Siri.com/2009/04/19/teknik-pewarnaan-mikroorganisme/) (23/10/2009) (http: www.html) (23/10/2009) . Com) (23/11/09)...wikipedia. Mikrobiologi Dasar Jilid I. Hadiotomo.org/wiki/Bacillus_subtilis) (15/11/2009) (http://id. Dasar-dasar Mikrobiologi. Microbiologi A laboratory manual Addison.blogspot. Djambatan: Malang. Volk. Wesley A dan Margareth F. (http://qi206. (http://en.com/2008/09/kunci-awal-identifikasi-bakteri. DAFTAR PUSTAKA Capuccino. 1989. New york Subandi. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Erlangga: Jakarta.wikipedia. 1993.org/wiki/Mikroskop_elektron#Teknik_pembuatan_preparat_ http://ekmon-saurus. (http://masrurenstein.Dwidjoseputro.Gunung Djati Press : Bandung. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Wheeler. Gramedia: Jakarta. 1983. (http://blogkita.F. J.info/my-kampuz/my-kuliah/mikrobiologi/pembuatan-preparat-pengecatannya/) (23/10/2009) (http://firebiology07.wikipedia.html) (23/10/2009).com/2008/10/17/mikroumpewarnaan-gram/) (23/11/2009)..com/2009/05/mikrobiologi-umum.wordpress.Publishing Company. 1998.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful