P. 1
Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Ditjen-pla 2006

Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Ditjen-pla 2006

|Views: 149|Likes:
Published by vincent1111

More info:

Published by: vincent1111 on May 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2015

pdf

text

original

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA.

2006

PEDOMAN UMUM

DEPARTEMEN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR
JAKARTA, JANUARI 2006

Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2006

1

I. PENDAHULUAN

Dengan adanya Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, maka sejak TA. 2005 telah dilaksanakan sistem penganggaran yang baru, dimana anggaran pembangunan dan rutin menjadi satu kesatuan berupa penganggaran terpadu (unified budget) berbasis kinerja (performance

budget). Pada tahun 2005 pola ini belum sepenuhnya dapat dilakukan mengingat pada tahun 2005
merupakan masa transisi dan masih berupa spirit untuk memulai pendekatan anggaran berbasis kinerja. Namun pada tahun 2006 diharapkan pola ini dapat sepenuhnya dilaksanakan. Untuk itu diperlukan upaya pembenahan perencanaan anggaran maupun langkah-langkah operasional yang harus ditempuh. Perubahan pola penganggaran tersebut dimaksudkan guna mempermudah pencapaian sasaran kegiatan pembangunan nasional secara efektif, efisien, akuntable dan terukur.

Sejalan dengan UU No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, maka penyusunan kegiatan dan anggaran tahun 2006 telah mengakomodasikan ketentuan dalam UU tersebut. Adapun beberapa prinsip mengenai pemanfaatan dana Dekonsentrasi dan dana Tugas Pembantuan antara lain sbb: • Dana Dekonsentrasi yg dilimpahkan ke propinsi hanya boleh digunakan untuk kegiatan Non Fisik (Koordinasi, perencanaan, fasilitasi, pelatihan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian) • • • Dana Tugas Pembantuan hanya digunakan untuk kegiatan Fisik Tugas Pembantuan dapat dilimpahkan ke propinsi untuk kegiatan yang lintas kabupaten/ kota Tugas Pembantuan dapat dilimpahkan ke kabupaten/ kota untuk kegiatan fisik di daerah ybs sesuai dgn kebutuhan pembangunan pertanian

Berdasarkan ketentuan diatas maka kegiatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air pada tahun 2006 telah diarahkan untuk mengikuti ketentuan tersebut.

Tahun 2006 ini adalah merupakan tahun pertama bagi Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan kerja pengelolaan lahan dan air secara nasional. Untuk itu perlu koordinasi yang lebih solid antara pusat, propinsi dan kabupaten dalam melaksanakan, memonitor dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan di tingkat lapangan. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan kegiatan pengelolaan lahan dan air dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien serta sasaran pembangunan lahan dan air secara nasional dapat tercapai.

2

Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2006

II. KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR

Sebagai bagian integral pembangunan pertanian secara utuh, kegiatan pengelolaan lahan dan air diarahkan untuk mendukung terwujudnya Departemen yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat pertanian melalui penyelenggaraan birokrasi yang bersih dalam mencapai pembangunan pertanian berkelanjutan. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, maka kegiatan pengelolaan lahan dan air pada tahun 2006 diarahkan untuk mendukung subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan dalam mencapai sasaran produksi komoditas unggulan nasional.

Berikut ini secara garis besar diuraikan tujuan, sasaran dan struktur kegiatan pengelolaan lahan dan air TA. 2006.

A. TUJUAN Tujuan dari Kegiatan Pembangunan Lahan dan Air TA. 2006 adalah sebagai berikut : 1. 2. Mengendalikan laju alih fungsi lahan Memperluas areal pertanian pada kawasan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mendayagunakan lahan pertanian terlantar Melakukan upaya konservasi dan rehabilitasi lahan pertanian Penguatan hak atas tanah Melakukan upaya pengembangan sumber air irigasi Melakukan upaya optimasi pemanfaatan air irigasi Melakukan upaya konservasi air Melakukan upaya pemberdayaan kelembagaan pengelola air

10. Meningkatkan koordinasi kelembagaan dalam penanganan masalah lahan dan air 11. Meningkatkan kualitas SDM pertanian di bidang pengelolaan lahan dan air B. SASARAN Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : 1. 2. Terkendalinya laju alih fungsi lahan Meningkatnya luas areal pertanian pada kawasan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan 3. 4. 5. 6. 7. Terwujudnya pendayagunaan lahan pertanian terlantar Tercapainya konservasi dan rehabilitasi lahan pertanian Meningkatnya penguasaan hak atas tanah Tercapainya pengembangan sumber air irigasi Tercapainya optimasi pemanfaatan air irigasi
3

Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2006

propinsi dan kabupaten/kota. Satker Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air adalah penanggungjawab/ koordinator pelaksanaan kegiatan pengelolaan air secara nasional (propinsi seluruh Indonesia). 2006 . Pokok kegiatannya mencakup pembinaan. 2. Satker Dinas Pertanian/Perkebunan/Peternakan di Propinsi adalah pendamping pelaksanaan kegiatan pengelolaan lahan dan air di seluruh kabupaten/kota di wilayahnya. Sedangkan kegiatannya difokuskan pada : ”Perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang Pengelolaan Lahan dan Air”. fasilitasi dan koordinasi serta pemantauan dan evaluasi kegiatan/kegiatan kabupaten. evaluasi dan pelaporan. pedoman. Pelayanan administrasi dan pelayanan masyarakat. dengan penjelasan sebagai berikut: 1. dengan menyelenggarakan fungsi-fungsi : a. bertugas sebagai 4 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. Dalam rangka pembinaan teknis sesuai kebutuhan daerah. STRUKTUR PELAKSANAAN KEGIATAN TA. 2006 disusun berdasarkan pengorganisasian penyelenggaraan kegiatan dan anggaran kinerja secara hierarkis antara pemerintah pusat. monitoring. Tingkat Propinsi Kegiatan pokok pengelolaan lahan Propinsi dan mencakup air ada di Satker Dinas Pertanian/Perkebunan/Peternakan penyiapan petunjuk pelaksanaan. Terwujudnya konservasi air Terwujudnya pemberdayaan kelembagaan pengelola air 10. b. Meningkatnya koordinasi kelembagaan dalam penanganan masalah lahan dan air 11. Perumusan standar.8. norma. bertugas sebagai koordinator Satker Dinas Pertanian/Perkebunan/ Peternakan di Propinsi dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan lahan dan air. Meningkatnya kualitas SDM pertanian di bidang pengelolaan lahan dan air C. c. 2006 Struktur kegiatan bidang pengelolaan lahan dan air pada TA. fasilitasi. 9. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan lahan dan air. kriteria dan prosedur dibidang pengelolaan lahan dan air. Tingkat Pusat Kegiatan pengelolaan lahan dan air secara nasional menjadi tanggung jawab satuan kerja (satker) pusat yaitu Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air. pembinaan. maka Dinas Pertanian/Perkebunan/ Peternakan provinsi dimungkinkan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat percontohan lintas kabupaten/kota. Pemberian bimbingan teknis. koordinasi dan monev Propinsi. d.

bertugas sebagai pelaksana kegiatan pengelolaan lahan dan air di tingkat lapangan. Satker Dinas Pertanian/Perkebunan/Peternakan di Kabupaten/Kota adalah penanggungjawab/koordinator kegiatan pengelolaan air di wilayahnya. Tingkat Kabupaten/Kota Kegiatan pokok pengelolaan lahan dan air ada di Satker Dinas Pertanian/Perkebunan/ Peternakan kabupaten/kota mencakup penyiapan petunjuk teknis. 2006 5 .koordinator Satker Dinas Pertanian/Perkebunan/ Peternakan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan lahan dan air. Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. pelaksanaan kegiatan pengelolaan lahan dan air di tingkat lapangan. 3.

Tanaman Pangan Prioritas kegiatan pembangunan lahan dan air TA 2006 dalam mendukung produksi tanaman pangan terefleksi dari berbagai aspek sbb: 1. d.III. b. Pembukaan Lahan Hortikultura 6 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2006 . PRIORITAS KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA. Perluasan Areal Tanaman Pangan melalui Pencetakan Sawah 2. 2006 Prioritas Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA 2006 adalah tersedianya lahan dan air secara berkelanjutan untuk mendukung pemantapan ketahanan pangan. Aspek Perluasan Areal a. Aspek Perluasan Areal a. Pengembangan Sumber Air Rehabilitasi dan Optimasi Air Pembinaan Konservasi Air Irigasi Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran Pemberdayaan Kelembagaan B. peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani. Aspek Pengelolaan Air a. Optimasi Lahan Reklamasi Lahan Konservasi dan Rehabilitasi Lahan Pengendalian Lahan 3. Hortikultura Prioritas Kegiatan kerja Pembangunan Pengelolaan Lahan dan Air tahun anggaran 2006 dalam mendukung produksi tanaman hortikultura terefleksi dari berbagai aspek sbb: 1. Adapun prioritas kegiatan pengelolaan lahan dan air secara rinci per aspek adalah sbb: A. d. Aspek Pengelolaan Lahan a. c. c. e. b.

d. b. 2006 7 . Aspek Pengelolaan Lahan a. c. b. b. b. c. Perkebunan Prioritas Kegiatan kerja Pembangunan Pengelolaan Lahan dan Air tahun anggaran 2006 dalam mendukung produksi tanaman perkebunan terefleksi dari berbagai aspek sebagai berikut : 1. Pembukaan Lahan Perkebunan 2. Optimasi Lahan Reklamasi Lahan Konservasi dan Rehabilitasi Lahan Pengendalian Lahan 3. Aspek Perluasan Areal a. e. Aspek Pengelolaan Air a. c. Pengembangan Sumber Air Rehabilitasi dan Optimasi Air Pembinaan Konservasi Air Irigasi Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran Pemberdayaan Kelembagaan Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. c. Optimasi Lahan Reklamasi Lahan Konservasi dan Rehabilitasi Lahan Pengendalian Lahan 3. Pengembangan Sumber Air Rehabilitasi dan Optimasi Air Pembinaan Konservasi Air Irigasi Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran Pemberdayaan Kelembagaan C. d. d.2. d. e. Aspek Pengelolaan Air a. Aspek Pengelolaan Lahan a.

Optimasi Lahan Konservasi dan Rehabilitasi Lahan Pengendalian Lahan 3. 2006 . Pembukaan Lahan Hijauan Makanan Ternak (HMT) 2. b c. c. d.D. b. Peternakan Prioritas Kegiatan kerja Pembangunan Pengelolaan Lahan dan Air tahun aggaran 2006 dalam mendukung produksi peternakan terefleksi dari berbagai aspek sebagai berikut : 1. e. Aspek Pengelolaan Air a. Pengembangan Sumber Air Rehabilitasi dan Optimasi Air Pembinaan Konservasi Air Irigasi Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran Pemberdayaan Kelembagaan 8 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. Aspek Pengelolaan Lahan a. Aspek Perluasan Areal a.

Adapun pelaksanaan kegiatan di tingkat pusat. Perluasan Areal Tanaman Pangan melalui Pencetakan Sawah 1) 2) 3) 4) Identifikasi dan penetapan lokasi Survey/investigasi calon lokasi Disain pencetakan sawah Konstruksi pencetakan sawah e. Pelaksananaan kegiatan kontraktual dan swakelola mengacu pada Kepress Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Penyusunan Konsep Perangkat Peraturan Perluasan Areal Tanaman Pangan Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. sedangkan pelaksanaan kegiatan padat karya mengacu pada Buku Pedoman Teknis Kegiatan Padat Karya Ditjen. 2006 9 . Peningkatan Kemampuan Teknis Perluasan Areal Tanaman Pangan d. Aspek Perluasan Areal a. Kegiatan pengelolaan lahan dan air pada tahun 2006 dilaksanakan dengan pola kontraktual. swakelola dan padat karya. Pengelolaan Lahan dan Air Tahun 2006. Identifikasi Potensi Perluasan Areal Tanaman Pangan 1) Identifikasi potensi perluasan areal tanaman pangan ( cetak sawah ) 2) Koordinasi dan sinkronisasi antar instansi terkait dalam rangka perluasan areal tanaman pangan c. hortikultura. propinsi dan kabupaten harus terkait langsung dan secara sinergis mampu mendorong pembangunan sub sektor tanaman pangan.IV. propinsi dan kabupaten/ kota adalah sebagai berikut: A. PELAKSANAAN KEGIATAN TA 2006 Pelaksanaan kegiatan pengelolaan lahan dan air mulai di tingkat pusat. Mendukung Tanaman Pangan Kegiatan pengelolaan lahan dan air Tahun Anggaran 2006 untuk mendukung produksi tanaman pangan adalah sebagai berikut : 1. perkebunan dan peternakan. Penyusunan pedoman Perluasan Areal untuk Tanaman Pangan 1) 2) 3) 4) Identifikasi penyusunan pedoman perluasan areal untuk tanaman pangan Konsultasi penyusunan pedoman perluasan areal untuk tanaman pangan Koordinasi dan sinkronisasi penyusunan pedoman perluasan areal untuk tanaman pangan Sosialisasi hasil pedoman umum perluasan areal untuk tanaman pangan b.

2006 . Optimasi Lahan 1) Sasaran lokasi untuk kegiatan optimasi lahan diarahkan pada lahan-lahan sebagai berikut : .Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Optimasi Lahan.Lahan pertanian yang mempunyai intensitas pertanaman (IP) yang mempunyai potensi bisa di tingkatkan.Bimbingan Teknis Pengembangan Optimasi Lahan .Lahan pertanian dengan kesuburan yang rendah .Workshop Pengembangan Optimasi Lahan .Pengolahan dan Evaluasi Data Teknis Optimasi Lahan.Penyusunan Juklak dan Kuesioner Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan .Lahan pertanian yang diberakan oleh petani . Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan .Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Jalan Usaha Tani.Coaching Metoda Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan .Penyusunan Pedoman Umum Pengembangan Jalan Usaha Tani . Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) 10 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA.Sosialisasi Pedoman Umum Pengembangan Jalan Usaha Tani . Monitoring dan Evaluasi Perluasan Areal Tanaman Pangan 2.Penyusunan Pedoman Umum Pengembangan Optimasi Lahan .1) 2) Konsultasi konsep perangkat peraturan perluasan areal tanaman pangan Koordinasi dan sinkronisasi dengan instansi terkait dalam perumusan konsep perangkat peraturan perluasan areal tanaman pangan 3) Sosialisasi hasil perumusan konsep perangkat peraturan perluasan areal tanaman pangan f.Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan .Sosialisasi Pedoman Umum Pengembangan Optimasi Lahan .Bimbingan Teknis Pengembangan Jalan Usaha Tani . 2) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Optimasi Lahan . Pengembangan Jalan Usaha Tani Menunjang Optimasi Lahan . Bimbingan dan Pembinaan Teknis Perluasan Areal Tanaman Pangan g.Lahan pertanian terlantar/tidur . Aspek Pengelolaan Lahan a.

2006 . difokuskan pada kawasan yang telah selesai konstruksi jaringan drainase dan pembawa tersier. terutama Jawa.Pembangunan/rehabilitasi jalan usaha tani . 2) Reklamasi lahan rawa pasang surut dan lebak. Pengembangan Lahan Gambut c. 3) Reklamasi lahan rawa pasang surut dilokasi eks (PLG) Kalimantan Tengah. b.Pelatihan Teknis Pengelolaan Lahan .Pengolahan lahan adalah penyiapan bidang olah agar dalam kondisi siap tanam . Papua. Nusa Tenggara Barat. dan Kalimantan Selatan.Pelatihan Teknis Optimasi Lahan dengan Metode System of Rice Intensification (SRI) 3) Komponen kegiatan Ruang lingkup kegiatan optimasi lahan pertanian berupa : . Kalimantan. Konservasi dan Rehabilitasi Lahan Inventarisasi Data Teknis Lahan Kritis 1) Penyusunan Pedoman Inventarisasi Data lahan kritis pada Sentra Produksi Tanaman Pangan 2) 3) 4) Inventarisasi Data Potensi Lahan Kritis pada Sentra Produksi Tanaman Pangan Pemetaan Lokasi Lahan Kritis Perumusan Kebijakan Penanganan Lahan Kritis Sentra Produksi Tanaman Pangan Pengembangan Usahatani Konservasi Lahan 1) Penyusunan Pedoman Tanaman Pangan 2) Sosialisasi Pedoman Umum usahatani konservasi lahan 11 Umum usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. Sulawesi Selatan. agar sebesarbesarnya melibatkan masyarakat petani setempat sebagai tenaga kerja dan meningkatkan rasa memiliki. Reklamasi Lahan 1) Reklamasi Lahan sawah yang berkadar bahan organik rendah (<1%) difokuskan pada sentra produksi padi di daerah irigasi yang diusahakan secara intensif. Reklamasi ini difokuskan di Propinsi pulau Sumatera.Perbaikan kesuburan lahan. Tetapi lahannya perlu untuk direklamasi melalui berbagai penggunaan teknologi dan perbaikan fisik muka lahan. Bali. Sumatera Utara. dan Sulawesi.. dilakukan pada lahan-lahan yang tidak atau kurang subur Mekanisme pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara padat karya.

3. 2006 12 . Aspek Pengelolaan Air a. Pengendalian Lahan Kegiatan prioritas dalam aspek pengendalian lahan tanaman pangan adalah menekan terjadinya alih fungsi lahan pertanian tanaman pangan ke non pertanian tanaman pangan. Pengembangan Sumber Air 1) 2) Penyusunan Pedoman Teknis Pengembangan Sumber Air Bimbingan Pengembangan Irigasi Permukaan menunjang pengembangan Tanaman Pangan 3) 4) 5) 6) 7) Bimbingan Pengembangan Sumber Air Tanah Penyusunan data potensi pengembangan sumber air irigasi Bimbingan pengembangan air permukaan Pembuatan irigasi air tanah dangkal Pengadaan pompa air irigasi Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. Penetapan RTRW lahan pertanian Tanaman Pangan melalui Peraturan Daerah (PERDA). 3) 4) Sosialisasi kepada stakeholder tentang lahan pertanian tanaman pangan abadi. dengan kegiatan sebagai berikut : 1) Inventarisasi & pemetaan lahan pertanian tanaman pangan produktif sebagai lahan pertanian abadi. 5) Penguatan Hak Atas Tanah/Lahan Petani Tanaman Pangan.3) Pembinaan dan bimbingan teknis pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Pangan 4) Peningkatan kemampuan petugas dalam rangka pengembangan usahatani konservasi lahan 5) Koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka pengembangan usahatani konservasi lahan 6) Workshop dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penghematan Air (GNKPA) 7) Sosialisasi pengembangan usahatani konservasi lahan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) 8) Monitoring dan Evaluasi pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Pangan d. 2) Koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka lahan pertanian tanaman pangan abadi.

5. Pembinaan Konservasi Air Irigasi 1) 2) 3) Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Sumur Resapan. 6. Evaluasi Padat Karya Pengelolaan Air. 8. Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Embung. Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Dam Parit. Apresiasi sistem informasi geografis Latihan usahatani hemat air Identifikasi lokasi irigasi partisipatif Bimbingan dan evaluasi kelembagaan pengelola air irigasi Penyiapan bahan informasi dan evaluasi kinerja Dit Pengelolaan Air sesuai SAKIP Pemberdayaan kelembagaan tani pemakai air pada pilot proyek irigasi permukaan sosialisai kebijakan pengembangan dan pengelolaan irigasi Bimbingan pelaksanaan irigasi partisipatif Penyusunan basis data lahan dan air spasial temporal Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2. 3. 9.b. d. 2006 13 . 7. Kelembagaan 1. e. Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran 1) 2) 3) 4) 5) Monitoring Kondisi Waduk untuk Air Irigasi dan TMC Operasional Posko Bencana Alam Bimbingan dan Monitoring Fenomina Antisipasi Anomali Iklim Bimbingan Pemanfaatan Curah Hujan Efektif. Rehabilitasi dan Optimasi Air 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Apresiasi Pengelolaan irigasi tingkat usaha tani Pelatihan Desain Prasarana irigasi Penyusunan pedoman rehabilitasi jaringan irigasi dan optimasi air Bimbingan penerapan irigasi tepat guna Bimbingan rehabilitasi jaringan Bimbingan optimasi air Bimbingan pengembangan lahan rawa Pengembangan Tata Air Mikro Rehabilitasi JITUT JIDES c. 4.

Sarasehan 2) Bantuan Masyarakat Desa Kehutanan dan Desa Tertinggal . Aspek Perluasan Areal a.Penyusunan kuisioner dan blanko inventarisasi . Kemitraan Layanan Masyarakat 1) Sarana Kemitraan dengan Pengusaha .Bantuan Bibit Hortikultura.Sarasehan perluasan areal hortikultura kawasan masyarakat mandiri . Pengembangan Perluasan Areal Hortikultura Berwawasan Lingkungan 1) Perluasan Areal Hortikultura di kawasan masyarakat mandiri . Pengembangan Agropolitan 1) Inventarisasi potensi Lahan 2) Monitoring dan Supervisi 3) Penyusunan.Monitoring dan Supervisi .Identifikasi Pengembangan Hortikultura . Pupuk dan Pestisida . 2006 .Penyusunan dan pencetakan leaflet/poster . 2) 3) 4) Koordinasi dengan instansi terkait dalam penyusunan pedoman Penyusunan Pedoman Perluasan Areal Hortikultura Perbanyakan dan pengiriman pedoman b. Pencetakan dan Pengiriman Pedoman 4) Koordinasi dengan Instansi Terkait d. Mendukung Hortikultura Kegiatan pembangunan lahan dan air Tahun Anggaran 2006 untuk mendukung produksi hortikultura adalah sebagai berikut : 1.B.Identifikasi Masyarakat desa kehutanan dan tertinggal .Upah Tenaga Kerja c. Penyusunan Pedoman Perluasan Areal Hortikultura 1) Identifikasi dan Inventarisasi calon lokasi. Bimbingan Pelaksanaan Teknis Perluasan Areal Hortikultura 1) Bimbingan Pelaksanaan Teknis 2) Koordinasi dengan instansi terkait e.Bantuan masyarakat penguatan mandiri dalam perluasan areal hortikultura 2) Inventarisasi Perluasan Areal Tanaman Hias dan Biofarmaka .Pengumpulan data 14 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA.

2) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Optimasi Lahan • • • • • Penyusunan Pedoman Umum Pengembangan Optimasi Lahan Workshop Pengembangan Optimasi Lahan Sosialisasi Pedoman Umum Pengembangan Optimasi Lahan Bimbingan Teknis Pengembangan Optimasi Lahan Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Optimasi Lahan.f. Optimasi Lahan 1) Sasaran lokasi untuk kegiatan optimasi lahan diarahkan pada lahan-lahan sebagai berikut : • • • • Lahan pertanian terlantar/tidur Lahan pertanian yang diberakan oleh petani Lahan pertanian dengan kesuburan yang rendah Lahan pertanian yang mempunyai intensitas pertanaman (IP) yang mempunyai potensi bisa di tingkatkan. 2006 . Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) • Pelatihan Teknis Pengelolaan Lahan 3) Komponen kegiatan Ruang lingkup kegiatan optimasi lahan pertanian berupa : • • Pengolahan lahan adalah penyiapan bidang olah agar dalam kondisi siap tanam Pembangunan/rehabilitasi jalan usaha tani 15 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan • • • • Penyusunan Juklak dan Kuesioner Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Coaching Metoda Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Pengolahan dan Evaluasi Data Teknis Optimasi Lahan. Monitoring dan Evaluasi perluasan areal hortikultura g. Pertemuan Teknis Perluasan Areal 2. Aspek Pengelolaan Lahan a. Pengembangan Jalan Usaha Tani Menunjang Optimasi Lahan • • • • Penyusunan Pedoman Umum Pengembangan Jalan Usaha Tani Sosialisasi Pedoman Umum Pengembangan Jalan Usaha Tani Bimbingan Teknis Pengembangan Jalan Usaha Tani Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Jalan Usaha Tani.

agar sebesar-besarnya melibatkan masyarakat petani setempat sebagai tenaga kerja dan meningkatkan rasa memiliki. 2006 . 1) Konservasi dan Rehabilitasi Lahan Inventarisasi Data Teknis Lahan Kritis Penyusunan Pedoman Hortikultura • Inventarisasi Data Potensi Lahan Kritis pada Sentra Produksi Hortikultura • Pemetaan Lokasi Lahan Kritis pada Sentra Produksi Hortikultura • Perumusan Kebijakan Penanganan Lahan Kritis pada Sentra Produksi Hortikultura Pengembangan Usahatani Konservasi Lahan • Penyusunan Pedoman Hortikultura • Pengembangan tanaman hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi sesuai agroklimat melalui pola usahatani konservasi lahan • Sosialisasi Pedoman Umum usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Hortikultura • Pembinaan dan bimbingan teknis pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Hortikultura • Peningkatan kemampuan petugas dalam rangka pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Hortikultura • Koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Hortikultura • Workshop dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) Umum usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Inventarisasi Data lahan kritis pada Sentra Produksi 16 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. sehingga lahan dapat diusahakan dengan tanaman hortikultura dan tanaman pangan 2) 3) Reklamasi lahan rawa untuk tanaman tanaman buah-buahan melalui sistem tabukan Reklamasi Lahan Potensial. dilakukan pada lahan-lahan yang tidak atau kurang subur Mekanisme pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara padat karya. seperti di sepanjang Pantai Selatan Jawa.• Perbaikan kesuburan lahan. b. lahan berpasir untuk komoditas hortikultura. Reklamasi Lahan 1) Reklamasi lahan rawa pasang surut dan lebak melalui usaha tani Sistem Surjan sesuai dengan tingkat topografi dan kondisi muka air di lahan rawa. c.

Pengendalian Lahan Kegiatan prioritas dalam aspek pengendalian lahan tanaman hortikultura adalah menekan terjadinya alih fungsi lahan hortikultura ke non pertanian hortikultura. Pengembangan Sumber Air 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Penyusuna Pedoman Teknis Pengembangan Sumber Air Bimbingan Pengembangan Irigasi Permukaan menunjang pengembangan Hortikultura Bimbingan Pengembangan Sumber Air Tanah Penyusunan data potensi pengembangan sumber air irigasi Bimbingan pengembangan air permukaan Pembuatan irigasi air tanah dangkal Pengadaan pompa air irigasi b. Penetapan RTRW lahan pertanian hortikultura melalui Peraturan Daerah (PERDA). dengan kegiatan sebagai berikut : 1) Inventarisasi & pemetaan lahan pertanian hortikultura produktif sebagai lahan pertanian abadi. Aspek Pengelolaan Air a. 2006 . Rehabilitasi dan Optimasi Air 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Apresiasi Pengelolaan irigasi tingkat usaha tani Pelatihan Desain Prasarana irigasi Penyusunan pedoman rehabilitasi jaringan irigasi dan optimasi air Bimbingan penerapan irigasi tepat guna Bimbingan rehabilitasi jaringan Bimbingan optimasi air Bimbingan pengembangan lahan rawa Pengembangan Tata Air Mikro Rehabilitasi JITUT JIDES 17 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2) 3) 4) 5) Koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka lahan pertanian hortikultura abadi. Penguatan Hak Atas Tanah/Lahan Petani Tanaman Hortikultura.• Sosialisasi pengembangan usahatani konservasi lahan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penghematan Air (GNKPA) • Monitoring dan Evaluasi pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Hortikultura d. 3. Sosialisasi kepada stakeholder tentang lahan pertanian tanaman hortikultura abadi.

e. Investegasi. d. Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran 1) 2) 3) 4) 5) Monitoring Kondisi Waduk untuk Air Irigasi dan TMC Operasional Posko Bencana Alam Bimbingan dan Monitoring Fenomina Antisipasi Anomali Iklim Bimbingan Pemanfaatan Curah Hujan Efektif. Pembinaan Konservasi Air Irigasi 1) 2) 3) Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Sumur Resapan. Aspek Perluasan Areal a. Evaluasi Padat Karya Pengelolaan Air. 2006 18 . Kelembagaan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Apresiasi sistim informasi geografis Latihan usahatani hemat air Identifikasi lokasi irigasi partisipatif Bimbingan dan evaluasi kelembagaan pengelola air irigasi Penyiapan bahan informasi dan evaluasi kinerja Dit Pengelolaan Air sesuai SAKIP Pemberdayaan kelembagaan tani pemakai air pada pilot irigasi permukaan Sosialisasi kebijakan pengembangan dan pengelolaan irigasi Bimbingan pelaksanaan irigasi partisipatif D.10) Pengembangan irigasi bertekanan c. Mendukung Perkebunan Kegiatan pembangunan lahan dan air Tahun Anggaran 2006 untuk mendukung peningkatan produksi perkebunan adalah sbb: 1. 1) 2) Penyusunan Pedoman Perluasan Areal Kawasan Perkebunan Inventarisasi Penyusunan Pedoman Perluasan Areal Kawasan Perkebunan Konsultasi dalam rangka Penyusunan Pedoman Perluasan Areal Kawasan Perkebunan Koordinasi dalam rangka Penyusunan Pedoman Perluasan Areal Kawasan Perkebunan Sosialisasi dan Bimbingan Pelaksanaan SID (Survey. dan Desain) Bimbingan Pelaksanaan SID (Survey. dan Desain) Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 1) 2) 3) b. dan Desain) Sosialisasi Pelaksanaan SID (Survey. Investegasi. Investegasi. Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Dam Parit. Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Embung.

Inventarisasi dan Identifikasi Lokasi Pengembangan Jalan Areal Perkebunan Inventarisasi dan Identifikasi Lokasi Peremajaan Areal Perkebunan Profil Pengembangan Areal Perkebunan Monitoring danevaluasi Perluasan Areal Perkebunan 2. 2006 19 . Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) • Pelatihan Teknis Pengelolaan Lahan 3) Komponen kegiatan Ruang lingkup kegiatan optimasi lahan pertanian berupa : • • • Pengolahan Lahan untuk penyiapan bidang olah agar dalam kondisi siap tanam Pembangunan/rehabilitasi jalan produksi/koleksi Perbaikan kesuburan lahan. f. dilakukan pada lahan-lahan yang tidak atau kurang subur Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 1) 2) 3) Peningkatan Kemampuan Teknis Perluasan Areal Perkebunan Bimbingan Kemampuan Teknis Perluasan Areal Perkebunan Monitoring Kemampuan Teknis Perluasan Areal Perkebunan Pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Teknis Perluasan Areal Perkebunan d. Optimasi Lahan 1) Sasaran Lokasi Sasaran lokasi untuk kegiatan optimasi lahan diarahkan pada lahan pertanian terlantar/tidur. Aspek Pengelolaan Lahan a. e. g. Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan • • • • Penyusunan Juklak dan Kuesioner Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Coaching Metoda Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Pengolahan dan Evaluasi Data Teknis Optimasi Lahan.c. 2) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Jalan Produksi Menunjang Optimasi Lahan • • • • • Penyusunan Pedoman Umum Pengembangan Jalan Produksi Workshop Pengembangan Optimasi Lahan Sosialisasi Pedoman Umum Pengembangan Jalan Produksi Bimbingan Teknis Pengembangan Jalan Produksi Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Jalan Produksi.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara padat karya. misalnya tanaman lada. tanggul dan pintu-pintu air. Reklamasi Lahan 1) Reklamasi lahan rawa pasang surut dan lebak di beberapa propinsi telah diusahakan dengan tanaman kelapa. karet. Konservasi dan Rehabilitasi Lahan 1) Inventarisasi Data Teknis Lahan Kritis Penyusunan Pedoman Tanaman Perkebunan Inventarisasi Data Potensi Lahan Kritis pada Sentra Produksi pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan Pemetaan Lokasi Lahan Kritis pada Sentra ProduksiTanaman Perkebunan Perumusan Kebijakan Penanganan Lahan Kritis pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan 2) Pengembangan Usahatani Konservasi Lahan Penyusunan Pedoman Umum usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan Pengembangan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi sesuai agroklimat melalui pola usahatani konservasi lahan Sosialisasi Pedoman Umum usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan Pembinaan dan bimbingan teknis pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan Peningkatan kemampuan petugas dalam rangka pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan Koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan 20 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2006 Inventarisasi Data lahan kritis pada Sentra Produksi . 2) Reklamasi lahan bekas penambangan dan industri yang diusahakan petani atau kerja sama antara petani dengan perusahaan swasta pada berbagai komoditas perkebunan rakyat. kelapa sawit atau kelapa dalam. kelapa di lahan mineral melalui teknologi land clearing 3) Reklamasi lahan berbatu di perkebunan mete atau kakao rakyat akibat usaha penambangan batu apung dan kapur dari perusahaan swasta di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. c. melalui pembangunan saluran pembuangan. b. agar sebesarbesarnya melibatkan masyarakat petani setempat sebagai tenaga kerja dan meningkatkan rasa memiliki.

3. Penetapan RTRW lahan perkebunan melalui Peraturan Daerah (PERDA). Rehabilitasi dan Optimasi Air 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Apresiasi Pengelolaan irigasi tingkat usaha tani Pelatihan Desain Prasarana irigasi Penyusunan pedoman rehabilitasi jaringan irigasi dan optimasi air Bimbingan penerapan irigasi tepat guna Bimbingan rehabilitasi jaringan Bimbingan optimasi air Bimbingan pengembangan lahan rawa 21 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. dengan kegiatan sebagai berikut : 1) Inventarisasi & pemetaan lahan perkebunan produktif sebagai lahan perkebunan abadi. Pengendalian Lahan Kegiatan prioritas dalam aspek pengendalian lahan perkebunan adalah menekan terjadinya alih fungsi lahan perkebunan ke non perkebunan. 2006 .- Workshop dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) - Sosialisasi pengembangan usahatani konservasi lahan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penghematan Air (GNKPA) - Monitoring dan Evaluasi pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Tanaman Perkebunan d. Sosialisasi kepada stakeholder tentang lahan pertanian (perkebunan) abadi. 2) 3) 4) 5) Koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka lahan pertanian (perkebunan) abadi. Aspek Pengelolaan Air a. Penguatan Hak Atas Tanah/Lahan Perkebunan. Pengembangan Sumber Air 1) 2) Penyusunan Pedoman Teknis Pengembangan Sumber Air Bimbingan Pengembangan Irigasi Permukaan menunjang pengembangan Tanaman Pangan 3) 4) 5) 6) 7) Bimbungan Pengembangan Sumber Air Tanah Penyusunan data potensi pengembangan sumber air irigasi Bimbingan pengembangan air permukaan Pembuatan irigasi air tanah dalam Pengadaan pompa air irigasi b.

Aspek Perluasan Areal a. Kelembagaan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Apresiasi sistem informasi geografis Latihan usahatani hemat air Identifikasi lokasi irigasi partisipatif Bimbingan dan evaluasi kelembagaan pengelola air irigasi Penyiapan bahan informasi dan evaluasi kinerja Dit Pengelolaan Air sesuai SAKIP Pemberdayaan kelembagaan tani pemakai air pada pilot irigasi permukaan Sosialisasi kebijakan pengembangan dan pengelolaan irigasi Bimbingan pelaksanaan irigasi partisipatif D. Evaluasi Padat Karya Pengelolaan Air. d. Identifikasi Potensi Perluasan Kawasan Peternakan 22 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA.8) 9) Pengembangan Tata Air Mikro Rehabilitasi JITUT JIDES 10) Pengembangan irigasi bertekanan c. Penyusunan Pedoman Perluasan Kawasan Peternakan 1) Identifikasi penyusunan pedoman perluasan areal kawasan peternakan 2) Konsultasi penyusunan pedoman perluasan kawasan peternakan 3) Koordinasi dengan instansi terkait b. Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Dam Parit. Mendukung Peternakan Kegiatan pembangunan lahan dan air Tahun Anggaran 2006 untuk mendukung peningkatan produksi peternakan adalah sebagai berikut : 1. 2006 . e. Pembinaan Konservasi Air Irigasi 1) 2) 3) Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Sumur Resapan. Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Embung. Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran 1) 4) 5) 6) 7) Monitoring Kondisi Waduk untuk Air Irigasi dan TMC Operasional Posko Bencana Alam Bimbingan dan Monitoring Fenomena Antisipasi Anomali Iklim Bimbingan Pemanfaatan Curah Hujan Efektif.

Pengembangan Jalan Usaha Tani Menunjang Optimasi Lahan Penyusunan Pedoman Umum Pengembangan Jalan Usaha Tani Sosialisasi Pedoman Umum Pengembangan Jalan Usaha Tani Bimbingan Teknis Pengembangan Jalan Usaha Tani Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Jalan Usaha Tani. Bimbingan Teknis Perluasan Kawasan Peternakan g. Pencadangan Lahan untuk Kawasan Peternakan 1) Identifikasi pencadangan lahan 2) Koordinasi dengan instansi terkait e. Optimasi Lahan 1) Sasaran Lokasi Sasaran lokasi untuk Kegiatan optimasi lahan diarahkan pada lahan-lahan pertanian terlantar/tidur. Aspek Pengelolaan Lahan a. Profil Kawasan Peternakan 1) Pengumpulan bahan dan informasi 2) Koordinasi dengan instansi terkait f. Monitoring dan Evaluasi Perluasan Kawasan Peternakan 2.1) Identifikasi potensi perluasan kawasan peternakan 2) Koordinasi dengan instansi terkait c. Peningkatan Kemampuan Teknis Perluasan Kawasan Peternakan d. Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Penyusunan Juklak dan Kuesioner Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Coaching Metoda Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan Inventarisasi Data Teknis Optimasi Lahan 23 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Optimasi Lahan Penyusunan Pedoman Umum Pengembangan Optimasi Lahan Workshop Pengembangan Optimasi Lahan Sosialisasi Pedoman Umum Pengembangan Optimasi Lahan Bimbingan Teknis Pengembangan Optimasi Lahan Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Optimasi Lahan. 2006 .

agar sebesarbesarnya melibatkan masyarakat petani setempat sebagai tenaga kerja dan meningkatkan rasa memiliki. dilakukan pada lahan-lahan yang tidak atau kurang subur Untuk kawasan peternakan dapat dikembangkan Cropping Livestock System (CLS) yaitu usaha tani terpadu antar komoditas tanaman/hortikultura/ perkebunan dengan peternakan. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) 3) Pelatihan Teknis Pengelolaan Lahan Komponen kegiatan Ruang lingkup kegiatan optimasi lahan pertanian berupa : Pengolahan lahan untuk penyiapan bidang olah agar dalam kondisi siap tanam Pembangunan/rehabilitasi jalan produksi Perbaikan kesuburan lahan. b. 2006 . Mekanisme pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara padat karya. Konservasi dan Rehabilitasi Lahan 1) Inventarisasi Data Teknis Lahan Kritis Penyusunan Pedoman Peternakan Inventarisasi Data Potensi Lahan Kritis pada Sentra Produksi Peternakan Pemetaan Lokasi Lahan Kritis pada Sentra Produksi Peternakan Perumusan Kebijakan Penanganan Lahan Kritis pada Sentra Produksi Peternakan Inventarisasi Data lahan kritis pada Sentra Produksi 2) Pengembangan Usahatani Konservasi Lahan Penyusunan Pedoman Peternakan Sosialisasi Pedoman Umum usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Peternakan Pembinaan dan bimbingan teknis pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Peternakan Peningkatan kemampuan petugas dalam rangka pengembangan usahatani Umum usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi konservasi lahan pada Sentra Produksi Peternakan Koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Peternakan Workshop dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penghematan Air (GNKPA) 24 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA.- Pengolahan dan Evaluasi Data Teknis Optimasi Lahan.

Aspek Pengelolaan Air a. Rehabilitasi dan Optimasi Air 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Apresiasi Pengelolaan irigasi tingkat usaha tani Pelatihan Desain Prasarana irigasi Penyusunan pedoman rehabilitasi jaringan irigasi dan optimasi air Bimbingan penerapan irigasi tepat guna Bimbingan rehabilitasi jaringan Bimbingan optimasi air Bimbingan pengembangan lahan rawa Pengembangan Tata Air Mikro Rehabilitasi JITUT JIDES 10) Pengembangan irigasi bertekanan Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2006 25 . Pengendalian Lahan Kegiatan prioritas dalam aspek pengendalian lahan untuk peternakan adalah menekan terjadinya alih fungsi lahan peternakan ke non peternakan. Penguatan Hak Atas Tanah/Lahan Petani Peternakan. Penetapan RTRW lahan peternakan melalui Peraturan Daerah (PERDA). Sosialisasi kepada stakeholder tentang lahan peternakan abadi.- Sosialisasi pengembangan usahatani konservasi lahan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) - Monitoring dan Evaluasi pengembangan usahatani konservasi lahan pada Sentra Produksi Peternakan d. Pengembangan Sumber Air 1) 2) Penyusunan Pedoman Teknis Pengembangan Sumber Air Bimbingan Pengembangan Irigasi Permukaan menunjang pengembangan Tanaman Pangan 3) 4) 5) 6) 7) Bimbingan Pengembangan Sumber Air Tanah Penyusunan data potensi pengembangan sumber air irigasi Bimbingan pengembangan air permukaan Pembuatan irigasi air tanah dalam Pengadaan pompa air irigasi b. 3. dengan kegiatan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) Inventarisasi & pemetaan lahan peternakan produktif sebagai lahan peternakan abadi. Koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka lahan peternakan abadi.

Pembinaan Konservasi Air Irigasi 1) Bimbingan Teknologi Konservasi Air melalui Embung. 2006 . Upaya Antisipasi Kekeringan dan Kebanjiran 1) 2) 3) Monitoring Kondisi Waduk untuk Air Irigasi dan TMC Operasional Posko Bencana Alam Bimbingan dan Monitoring Fenomena Antisipasi Anomali Iklim e. d.c. Kelembagaan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Apresiasi sistem informasi geografis Latihan usahatani hemat air Identifikasi lokasi irigasi partisipatif Bimbingan dan evaluasi kelembagaan pengelola air irigasi Penyiapan bahan informasi dan evaluasi kinerja Pengelolaan Air sesuai SAKIP Pemberdayaan kelembagaan tani pemakai air pada pilot irigasi permukaan Sosialisasi kebijakan pengembangan dan pengelolaan irigasi Bimbingan pelaksanaan irigasi partisipatif 26 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA.

Tercapainya optimasi pemanfaatan air irigasi 14. melalui perlindungan kawasan pertanian produktif yang ditetapkan. Terlaksananya bimbingan teknis dan evaluasi pengelolaan lahan dan air Terwujudnya peningkatan pemanfaatan lahan dan peningkatan infrastruktur pertanian (optimalisasi) pada kawasan tanaman pangan. hortikultura. 16. Terwujudnya upaya reklamasi lahan-lahan pertanian yang secara inherent dikategorikan marginal. Tersedianya rumusan standar. peternakan dan pendayagunaan lahan pertanian terlantar. 6. 2006 27 . Terwujudnya pertambahan luas baku kawasan tanaman pangan. Terwujudnya perumusan kebijakan Departemen Pertanian di bidang pengelolaan lahan dan air. antara lain sebagai berikut : 1. 9. 2. perkebunan. 8. pedoman. Tercapainya pengembangan sumber air irigasi 13. Meningkatnya kualitas koordinasi kelembagaan dalam menangani masalah lahan dan air. 7. Terkendalinya laju alih fungsi lahan. INDIKATOR KEBERHASILAN PELAKSANAAN KEGIATAN / KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA. 2006 Keberhasilan pelaksanaan kegiatan kerja pengelolaan lahan dan air diindikasikan oleh beberapa indikator. Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani. 5. sehingga meningkatnya jumlah persil lahan petani yang bersertifikat. 11. Indikator keberhasilan untuk masing-masing aspek dalam rangka pengelolaan lahan secara rinci sebagaimana terdapat pada lampiran. Tersedianya lahan HMT dalam upaya mendukung peningkatan produksi peternakan. 3. hortikultura. Terwujudnya sawah-sawah baru dalam upaya mendukung peningkatan produksi tanaman pangan. 4. 12. Terwujudnya konservasi air 15. Meningkatnya kualitas SDM pertanian dalam menangani pengelolaan lahan dan air. perkebunan dan peternakan.V. 17. perkebunan dan peternakan. hortikultura. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan lahan dan air. Terwujudnya upaya konservasi dan rehabilitasi lahan pertanian melalui pengembangan usahatani konservasi dan pengembangan demplot-demplot konservasi. 10. norma. Terwujudnya peningkatan produksi tanaman pangan khususnya padi pada wilayah bukaan baru. Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA.

B. MONITORING. dan (3) Pusat 28 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA.VI. laporan dikirim paling lambat pada tanggal 5 setiap bulannya.210/A/6/2005. b. 2006 . Laporan Tahunan. (2) Propinsi. Evaluasi dan Pelaporan Program/Proyek yang disempurnakan dengan Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 391/RC. yaitu laporan kegiatan selama satu tahun dikirim paling lambat satu bulan setelah tahun anggaran berakhir. Jenis Laporan a. Untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan dalam jangka waktu tertentu. Ruang lingkup monitoring. evaluasi dan pelaporan kegiatan pembangunan lahan dan air yaitu : A. Laporan dibuat secara berjenjang mulai dari (1) Kabupaten. Laporan yang memuat perkembangan pelaksanaan kegiatan disusun dengan menggunakan Sistem Monitoring dan Evaluasi (Simonev). Secara garis besar laporan kegiatan masih tetap mengacu pada SK Menteri Pertanian Nomor 431/Kpts/RC. Sedangkan pelaporan adalah penyajian data dan informasi suatu kegiatan yang telah / sedang / akan dilaksanakan sebagai indikator pelaksanaan kegiatan sesuai yang direncanakan. c. Untuk mengetahui permasalahan/kendala yang dihadapi dan usaha-usaha pemecahannya. Evaluasi adalah penilaian terhadap suatu kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk melihat keberhasilan sebagaimana yang diharapkan dari kegiatan yang direncanakan. 2006 Monitoring merupakan kegiatan pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan sehingga pelaksanaan atau perkembangan pelaksanaan di lapangan secara berkala dan berkesinambungan dapat dideteksi. EVALUASI DAN PELAPORAN KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA. evaluasi dan pelaporan adalah : a. Tujuan dari monitoring. Untuk mengetahui keberhasilan penanganan kegiatan pembangunan lahan dan air sesuai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam periode tertentu. b.210/7/2004 tentang Sistem Monitoring. Hierarki Laporan a.

Laporan Fisik harus dilengkapi dengan foto-foto pelaksanaan 0% . d. e. Simonev harus dapat melaporkan kinerja pembangunan pertanian sesuai dengan rencana (Tujuan dan Sasaran) yang telah ditetapkan c. Laporan harus baik. 3 Ragunan.q. dengan tembusan ke satker pusat. jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.q.go. 50% dan 100% yang diambil dari titik tetap/titik yang sama Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. Kualitas Laporan a. 2006 29 . Setditjen Pengelolaan Lahan dan Air. b.b. Jakarta Selatan – 12550 Faximile 021 – 7816083 e-mail : Simonevpla@deptan. C. Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air dengan alamat sebagai berikut : Kantor Pusat Departemen Pertanian. Laporan dari satker kabupaten disampaikan ke propinsi. benar. Salah satu upaya kongkrit untuk mewujudkan transparasi dan akuntabilitas untuk menuju ”Good Governance” adalah penyampaian laporan tepat waktu dan akurat disusun dengan mengikuti petunjuk yang berlaku. Satker Propinsi/Kabupaten mengirimkan laporan ke pusat/Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air c. Gedung D Lantai 8 Jalan Harsono RM No. Ketaatan dan ketepatan waktu pengiriman laporan merupakan indikator keseriusan dalam melaksanakan pembangunan pertanian. Pengiriman Laporan Laporan ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air c.id D. Kualitas laporan akan dijadikan salah satu indikator reward dan punishment bagi setiap satker.

serta perluasan areal. hortikultura. pengelolaan air. 2006 . Selanjutnya sejalan dengan Otonomi Daerah. Melalui pemahaman kegiatan dan komponen-komponen kegiatan tersebut diharapkan para pelaksana akan mampu melaksanakan kegiatan kegiatan pembangunan lahan dan air dengan benar dalam rangka mendukung Kegiatan Peningkatan Ketahanan Pangan yang berbasis komoditas. PENUTUP Dalam melaksanakan kegiatan kegiatan lingkup Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air TA. Provinsi sampai ke tingkat Kabupaten / Kota serta partisipasi petani secara aktif dapat tercipta suatu sinergi guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera khususnya petani melalui pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing. 30 Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2006 baik Kegiatan APBN maupun Kegiatan Pinjaman Luar Negeri (PLN) diperlukan pemahaman para pelaksana terhadap kegiatan pokok dan komponen-komponen kegiatan pembangunan lahan dan air. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah maka diharapkan kerjasama terpadu antar unit-unit kerja terkait mulai dari tingkat Pusat. Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Lahan dan Air disusun sebagai acuan dalam melaksanakan/kegiatan pembangunan lahan dan air dalam rangka mendukung pencapaian sasaran produksi sektor tanaman pangan.VII. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. berkeadilan. serta UU No. berkelanjutan dan terdesentralisasi. peternakan dan perkebunan dari aspek pengelolaan lahan. Selain Pedoman Umum ini juga disusun Pedoman Teknis (daftar terlampir) yang dapat dijadikan dasar penyusunan Petunjuk Pelaksanaan di tingkat propinsi dan Petunjuk Teknis di tingkat kabupaten.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->