P. 1
Konsep Ketuhanan

Konsep Ketuhanan

|Views: 72|Likes:
Published by Hajariah Md Yusuf

More info:

Published by: Hajariah Md Yusuf on May 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2011

pdf

text

original

Konsep Ketuhanan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tuhan dalam agama Buddha Perlu ditekankan bahwa Buddha bukan Tuhan. Konsep ketuhanan dalam agama Buddha berbeda dengan konsep dalam agama Samawi dimana alam semesta diciptakan oleh Tuhan dan tujuanakhir dari hidup manusia adalah kembali ke surga ciptaan Tuhan yang kekal. Ketahuilah para bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan Yang , Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Ungkapan di atas adalah pernyataan dari Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Udana VIII : 3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak". Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapatmencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi. Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Maha Esa ini, kita dapat melihat bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep Ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain. Perbedaan konsep tentang Ketuhanan ini perlu ditekankan di sini, sebab masih banyak umat Buddha yang mencampur-adukkan konsep Ketuhanan menurut agama Buddha dengan konsep Ketuhanan menurut agama-agama lain sehingga banyak umat Buddha yang menganggap bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sama dengan konsep Ketuhanan dalam agama-agama lain. Bila kita mempelajari ajaran agama Buddha seperti yang terdapat dalam kitab suci Tripitaka, maka bukan hanya konsep Ketuhanan yang berbeda dengan k onsep Ketuhanan dalam agama lain, tetapi banyak konsep lain yang tidak sama pula. Konsep-konsep agama Buddha yang berlainan dengan konsep-konsep dari agama lain antara lain adalah konsep-konsep tentang alam semesta, terbentuknya Bumi dan manusia, kehidupan manusia di alam semesta, kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan. Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana satu makhluk tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir. Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya. Tidak ada dewa - dewi yang dapat membantu, hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai. Buddha hanya merupakan contoh, juru pandu, dan guru bagi makhluk yang perlumelalui jalan mereka sendiri, mencapai pencerahan rohani, dan melihat kebenaran & realitas sebenar -benarnya.

yang baik (kusala) maupun yang jahat (akusala). Kelima nilai-nilai kemoralan untuk umat awam adalah: Panatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami Kamesu Micchacara Veramani Sikhapadam Musavada Veramani Sikkhapadam Samadiyami Surameraya Majjapamadatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami yang artinya: aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup. Jadi. Setelah berkehendak. Saat ini. [sunting]Aliran Buddha . perbuatan yang baik m aupun buruk/jahat. perkataan (vaci) dan pikiran (mano). yang dilakukan oleh jasmani (kaya). agama Buddha juga amat menjunjung tinggi karma sebagai sesuatu yang berpegang pada prinsip sebab akibat. Kamma atau sering disebut sebagai Hukum Kamma merupakan salah satu hukum alam yang berkerja berdasarkan prinsip sebab akibat. Guru Buddha dalam Nibbedhika Sutta. ucapan atau pikiran.63 menjelaskan secara jelas arti dari kamma: Para bhikkhu. istilah karma sudah terasa umum digunakan. cetana (kehendak)lah yang kunyatakan sebagai kamma. Jadi ada aksi atau karma baik dan ada pula aksi atau karma buruk. orang melakukan suatu tindakan lewat tubuh. namun cenderung diartikan secara keliru sebagai hukuman turunan/hukuman berat dan lain sebagainya.[sunting]Moral Buddha Sebagai mana agama Islam dan Kristen ajaran Buddha juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemoralan. Anguttara Nikaya 6. kamma berarti semua jenis kehendak (cetana). Akibat atau hasil yang ditimbulkan dari kamma disebut sebagai Kamma Vipaka. aku bertekad akan melatih diri menghindari melakukan perbuatan asusila aku bertekad akan melatih diri menghidari melakukan perkataan dusta aku bertekad akan melatih diri menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran Selain nilai-nilai moral di atas. Kamma (bahasa Pali) atau Karma (bahasa Sanskerta) berarti perbuatan atau aksi. melakukan kamma (perbuatan) sebagai sebab maka akan menimbulkan akibat atau hasil. Nilai-nilai kemoralan yang diharuskan untuk umat awam umat Buddha biasanya dikenal dengan Pancasila. Selama suatu makhluk berkehendak. aku bertekad akan melatih diri menghindari pencurian/mengambil barang yangtidak diberikan.

Hong Kong Sutra Teratai merupakan rujukan sampingan penganut Buddha aliran Mahayana. Seorang Buddha bukannya dewa atau makhluk suci yang memberikan kesejahteraan. pulau Lantau. . Vihara Po Lin. Menekankan konsep ini. Mereka mempercayai mereka akan lahir semula di Sorga Barat untuk menunggu saat Buddha Amitabha memberikan khotbah Dhamma dan Buddha Amitabha akan memimpin mereka ke tahap mencapai 'Buddhi' (tahap kesempurnaan dimana kejahilan. Menurut sejarahnya Avalokitesvara adalah seorang lelaki murid Buddha. akan tetapi setelah pengaruh Buddha masuk ke Tiongkok. Tokoh Kwan Im yang bermaksud "maha mendengar" atau nama Sansekertanya "Avalokite vara" merupakan tokoh Mahayana dan dipercayai telah menitis beberapa kali dalam alam manusia untuk memimpin umat manusia ke jalan kebenaran. Ia merupakan pemahaman Buddha yang paling disukai oleh orang Tionghoa. Menurut Buddha Gautama . Sorga Barat merupakan tempat tujuan umat Buddha aliran Sukhavati selepas mereka meninggal dunia dengan berkat kebaktian mereka terhadap Buddha Amitabha dimana mereka tidak perlu lagi mengalami proses reinkarnasi dan dari sana menolong semua makhluk hidup yang masih menderita di bumi. kenikmatan Kesadaran Nirwana yang dicapainya di bawah pohon Bodhi. kebencian dan ketamakan tidak ada lagi). termasuk Buddha yang akan datang. Dia diberikan sifat-sifat keibuan seperti penyayang dan lemah lembut. Hasil amalan ajaran Buddha inilah yang akan membawa kesejahte raan kepada pengamalnya. Dalam Tipitaka suci .tidak terbilang Buddha yang lalu dan hidup mereka telah disebut "spoken of". Semua Buddha adalah pemimpin segala kehidupan ke arah mencapai kebebasan daripada kesengsaraan. profil ini perlahan-lahan berubah menjadi sosok feminin dan dihubungkan dengan legenda yang ada di Tiongkok sebagai seorang dewi. aliran Buddha Mahayana khususnya merujuk kepada banyak Buddha dan juga bodhisattva (makhluk yang tekad "committed" pada Kesadaran tetapi menangguhkan Nirvana mereka agar dapat membantu orang lain pada jalan itu). Buddha Maitreya . Penyembahan kepada Amitabha Buddha (Amitayus) merupakan salah satu aliran utama Buddha Mahayana. tersedia kepada semua makhluk apabila mereka dilahirkan sebagai manusia.Ada beberapa aliran dalam agama Buddha: Buddha Theravada Buddha Mahayana: Zen Buddha Vajrayana [sunting]Buddha Mahayana Artikel utama untuk bagian ini adalah: Buddha Mahayana Patung Buddha Tian Tan.intipati teks suci Buddha .

Diadakan pada tahun 543 SM (3 bulan setelah bulan Mei).A. Laos. dan vada berarti perkataan atau ajaran. berlangsung selama 2 bulan Dipimpin oleh Y. Mengulang Dhamma dan Vinaya agar Ajaran Sang Buddha tetap murni. sebuah aliran agama Buddha awal yang terbentuk pada Sidang Agung Sangha ke (443 SM). melebihi ajaran-ajaran lainnya. [sunting]Sejarah Sejarah Theravada tidak lepas dari sejarah Buddha Gotama sebagai pendiri agama Buddha. tiga bulan kemudian diadakan Sidang Agung Sangha (Sangha Samaya).M. Y. Kamboja. Kelompok yang ingin perubahan Vinaya memisahkan diri dan dikenal dengan Mahasanghika yang merupakan cikal bakal Mahayana. [sunting]Gramatika Theravada berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata yaitu thera dan vada. Mahinda (putra Raja Asoka) membawa Tipitaka ini ke Sri Lanka tanpa ada yang hilang . pada tahun 443 SM . Sidang diadakan di Goa Satapani di kota Rajagaha. Istilah Theravada muncul sebagai salah satu aliran agama Buddha dalam Dipavamsa. Maha Kassapa dan dihadiri oleh 500 orang Bhikkhu yang semuanya Arahat. di sisi lain kelompok yang mempertahankan Vinaya apa adanya. Saat itu pula Abhidhamma dimasukkan. Di satu sisi kelompok yang ingin perubahan beberapa peraturan minor dalam Vinaya. di tempat yang berlainan dan dalam waktu yang berlainan. Kemudian Y. sebuah catatan sejarah penting yang berasal dari abad ke-5 Di yakini Theravada merupakan wujud lain dari salah satu aliran agama Buddha terdahulu yaitu Sthaviravada (Bahasa Sanskerta: Ajaran Para Sesepuh) . Sedangkan yang mempertahankan Vinaya disebut Sthaviravada. Indonesia dan Thailand) dan juga sebagian Vietnam. Sidang ini memutuskan untuk tidak mengubah Vinaya. Setelah Sang Buddha parinibbana (543 SM). Sidang Agung Sangha ke-2.A. Jadi Theravada berarti Ajaran Para Sesepuh. Setelah itu ajaran-ajaran ini di tulis dan disahkan oleh sidang. Selain itu populer pula di Singapura dan Australia. Sponsor sidang agung ini adalah Raja Ajatasatu. Thera berarti sesepuh khususnya sesepuh terdahulu . Ananda mengulang Dhamma. Malaysia. Dan -2 juga merupakan wujud dari aliran Vibhajjavada yang berarti Ajaran Analisis (Doctrine of Analysis) atau Agama Akal Budi (Religion of Reason). Upali mengulang Vinaya dan Y. Myanmar. dan Moggaliputta Tissa sebagai pimpinan sidang menyelesaikan buku Kathavatthu yang berisi penyimpangan-penyimpangan dari aliran lain. catatan awal sejarah Sri Lanka pada abad ke-4 Masehi.[sunting]Buddha Theravada Artikel utama untuk bagian ini adalah: Buddha Theravada Aliran Theravada adalah aliran yang memiliki sekolah Buddha tertua yang tinggal sampai saat ini. Sidang Agung Sangha ke-3 (313 SM). Sidang ini hanya diikuti oleh kelompok Sthaviravada. dimana awal Buddhisme mulai terbagi menjadi 2. kuat. Istilah ini juga tercatat dalam Mahavamsa.A. Tujuan Sidang adalah menghimpun Ajaran Sang Buddha yang diajarkan kepada orang yang berlainan. dan untuk berapa abad mendominasi Sri Langka dan wilayah Asia Tenggara (sebagian dari Tiongkok bagian barat daya.

Sumber itu tidak mungkin dipengang atau diraba oleh manusia. Setiap penderitaan pasti memiliki sebab. Karena terdiri dari tiga kelompok tersebut.sampai sekarang dan menyebarkan Buddha Dhamma di sana. Ada 12 pokok permulaan yang menjadi fokus pratitya samutpada. artinya pokok permulaan yang bergantungan. Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha). contohnya: yang menyebabkan orang dilahirkan kembali adalah adanya keinginan kepada hidup. meliputi: Dukkha Ariya Sacca (Kebenaran Arya tentang Dukkha). dan Abhidhamma Pitaka. Dukha ialah penderitaan. . disatukan dengan yang tidak dikasihi. Dukha menjelaskan bahwa ada lima pelekatan kepada dunia yang merupakan penderitaan. Setiap kejadian pasti memiliki keterkaitan dengan pokok permulaan yang sebelumnya. tertulis dalam Bahasa Pali. umur tua. maka Buddha pun tidak akan menjelma di dunia. Saat hidup. Jalan kelepasan merupakan cara-cara yang harus ditempuh kalau kita ingin lepas dari kesengsaraan. sakit. Inti ajaran Buddha menjelaskan bahwa hidup adalah untuk menderita. [sunting]Kitab Suci Kitab Suci yang dipergunakan dalam agama Buddha Theravada adalah Kitab Suci Tripitaka yang dikenal sebagai Kanon Pali (Pali Canon). Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha). Semua hal yang terjadi pada manusia merupakan wujud dari penderitaan itu sendiri. Kesenangan atau kegirangan bergantung kepada ikatannya denga sumber n kesenangannya itu. mati. merupakan wujud penderitaan seperti yang sudah dijelaskan diatas. Kelima hal itu adalah kelahiran. Semua penderitaan disebabkan karena kehausan. Jika di dunia ini tidak ada penderitaan. dianggap sebagai sumber penderitaan karena tidak ada kesenangan yang kekal di dunia ini. Delapan jalan kebenaran akan dibahas lebih mendalam pada pokok pembahasan yang selanjutnya. dipisahkan dari yang dikasihi dan lain-lain. Samudaya ialah sebab. [sunting]Ajaran Ajaran dasar dikenal sebagai Empat Kebenaran Mulia. Dukkha Samudaya Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha). yang diketahui hingga sekarang. Di sana ajaran ini dikenal sebagai Theravada. maka Kitab Suci Agama Buddha dinamakan Tipitaka (Pali). Sutranta Pitaka. Nirodha ialah pemadaman. Untuk menerangkanhal ini diajarkanlah yang disebut pratitya samutpada. Kitab suci Agama Buddha yang paling tua. sakit. Marga ialah jalan kelepasan. yang terbagi dalam tiga kelompok besar (yang disebut sebagai "pitaka" atau "keranjang") yaitu: Vinaya Pitaka. padahal sumber kesenangan tadi berada di luar diri manusia. dan tidak mencapai yang diinginkan. Pemadaman kesengsaraan dapat dilakukan dengan menghapus keinginan secara sempurna sehingga tidak ada lagi tempat untuk keinginan tersebut. karena tidak ada sesuatu yang tetap berada. Bahkan kesenangan yang dialami manusia.

serta melakukan percakapan yang tidak senonoh. rencana atau emosi yang merusak kesehatan moral Semadi 8. maksudnya pengawasan akal. mudita (kesenangan dalam keuntungan dan akan segala sesuatu).Hidup yang benar (Sama ajiva).Ingatan yang benar (Samma sati). . 7. percaya menyerahkan diri kepada dharma atau ajaran buddha. sebagai yang membawanya kepada kelepasan. Persiapan atau upacara semadi ini maksudnya kita harus merenungi kehidupan dalam agamannya seperti 7 jalan kebenaran yang dibahas tadi dengan 4 bhawana. maksudnya orang harus menjauhkan diri dari kebohongan dan membicarakan kejahatan orang lain. mendapatkan damai batiniahnya.yaitu: metta (persahabatan yang universal). maksudnya bahwa dalam segala perbuatan orang tak boleh mencari keuntungan sendiri. Sesudah merenungkan hal hal tersebut barulah masuk kedalam semadi yang sebenarnya dalam 4 tingkatan yaitu: mengerti lahir dan batinnya.Maksud yang benar (Samma sankappa). samadhi (konsentrasi) dan panna (kebijaksanaan). Sila yaitu usaha untuk mencapai moral yang tinggi 2. Sraddha atau iman yang terdiri dari percaya yang benar ini memberikan pendahuluan yang terdiri dari: Percaya dan menyerahkan diri kepada Buddha sebagai guru yang berwenang mengajarkan kebenaran. musuh dan sebagainya. Dengan demikianlah orang sampai pada kelepasan dari penderitaan.Semadi yang benar (Samma samadhi) Semadi itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu persiapan atau upcara semadi dan semadinya sendiri.Perbuatan yang benar (Samma kammanta). dan rasa hatinya disudikan. maksudnya seperti pengawasan hawa nafsu agar jangan sampai terjadi tabiat-tabiat yang jahat. 4. Secara umum sama dengan aliran agama Buddha lainnya. sampai akhirnya sukha dan dukha lenyap dari semuanya. yaitu: Sradha / iman 1. 5. menghilangkan kegirangannya sehingga menjadi orang yang tenang. Theravada mengajarkan mengenai pembebasan akan dukkha (penderitaan) yang ditempuh dengan menjalankan sila (kemoralan). dan upakkha (tidak tergerak oleh apa saja yang menguntungkan diri sendiri. merupakan hasil percaya yang benar yakin bahwa jalan petunjuka budha adalah jalan yang benar 3.Kata-kata yang benar (Samma vaca).Percaya yang benar (Samma ditthi).Usaha yang benar (Samma vayama).Ajaran tentang Delapan Jalan Kelepasan Agar terlepas dari penderitaan mereka mereka harus melalui 8 jalan kebenaran yang dibagi menjadi 3 tahap bagian. dan percaya setel h menyerahkan a diri kepada jemaat sebagai jalan yang dilaluinya. teman. karuna (belas kasih yang universal). maksudnya secara lahir dan batin orang harus murni atu bebas dari penipuan diri 6. mengucapkan kata -kata yang kasar.

hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gautama. Kelima pertapa tersebut adalah Kondanna. Dhamma dan Sangha. Mahanama dan Asajji. Dalam Theravada terdapat 2 jalan yang dapat ditempuh untuk mencapai Pencerahan Sempurna yaitu Jalan Arahat (Arahatship) dan Jalan Kebuddhaan (Buddhahood). karena mereka mempunyai kesempatan mendengarkan Dhamma untuk pertama kalinya. dan hari Sang Buddha wafat atau mencapai Nibbana/Nirwana. Dalam kesempatan tersebut. baru ada Buddha dan Dhamma (yang ditemukan oleh Buddha). Tiratana merupakan pelindung umat Buddha. Namun satu-satunya yang dikenal luas masyarakat adalah Hari Raya Trisuci Waisak. Vesak di Malaysia dan Singapura. terdiri atas Buddha. sekaligus satu-satunya hari raya umat Buddha yang dijadikan hari libur nasional Indonesia setiap tahunnya. Setiap umat Buddha berlindung kepada Tiratana dengan . Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India. Selanjutnya. Buddha membentuk Arya Sangha Bhikkhu(Persaudaraan Para Bhikkhu Suci) yang pertama (tahun 588 Sebelum Masehi ). pada tahun 588 Sebelum Masehi. dan sesudah mendengarkan khotbah Dharma. maka Tiratana (Triratna) menjadi lengkap. Sebelumnya. Dengan terbentuknya Sangha. umat Buddha juga berdana kebutuhan pokok para Bhikkhu. dan Vesak di Sri Lanka. bekas teman berjuang Buddha dalam bertapa menyiksa diri di hutan Uruvela merupakan orang-orang yang paling berbahagia. Yaitu. Meskipun demikian Theravada mengakui pernah ada dan akan muncul Buddha-Buddha lainnya. Tiratana atau Triratna berarti Tiga Mustika. guna memperingati peristiwa dimana Buddha membabarkan Dharma untuk pertama kalinya kepada 5 orang pertapa (Panca Vagiya) di Taman Rusa Isipatana. selain memberikan persembahan jubah Kathina. Nama ini diambil dari bahasa Pali "Wesakha". mereka mencapai arahat. Visakha Bucha di Thailand.Agama Buddha Theravada hanya mengakui Buddha Gotama sebagai Buddha sejarah yang hidup pada masa sekarang. umat Buddha memasuki masa Kathina atau bulan Kathina. [sunting]Waisak Penganut Buddha merayakan Hari Waisak yang merupakan peringatan 3 peristiwa. [sunting]Hari Raya Terdapat empat hari raya besar dalam Agama Buddha. hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha). Vappa. Bhadiya. yang pada gilirannya juga terkait dengan "Waishakha" dari bahasa Sanskerta [sunting]Kathina Hari raya Kathina merupakan upacara persembahan jubah kepada Sanghasetelah menjalani Vassa. Jadi setelah masa Vassa berakhir. dan berdana untuk perkembangan dan kemajuan agama Buddha. [sunting]Asadha Kebaktian untuk memperingati Hari besar Asadha disebut Asadha Puja / Asalha Puja. Lima orang pertapa. bersama dengan Panca Vagghiya Bhikkhu tersebut. perlengkapan vihara. diperingati 2 (dua) bulan setelah Hari Raya Waisak. Hari raya Asadha.

memanjatkan paritta Tisarana ( Trisarana ). yang berarti Khotbah Pemutaran Roda Dhamma. Umat Buddha berlindung kepada Dhamma berarti umat Buddha yakin bahwa Dhamma mengandung kebenaran yang bila dilaksanakan akan mencapai akhir dari dukkha. [sunting]Li . Buddha mengajarkan mengenai Empat Kebenaran Mulia( Cattari Ariya Saccani ) yang menjadi landasan pokok Buddha Dhamma.250 Arahat yang kesemuanya arahat tersebut ditasbihkan sendiri oleh Sang Buddha (Ehi Bhikkhu). Tempat ibadah agama Buddha disebut Vihara. Inti Agama Buddha dan Etika Pokok para Bhikkhu. Sabda Sang Buddha bertempat di Vihara Veluvana. Sabda Sang Buddha di hadapan 1. yang kehadirannya itu tanpa diundang dan tanpa ada perjanjian satu dengan yang lain terlebih dahulu. Rajagaha. Umat Buddha berlindung kepada Sangha berarti umat Buddha yakin bahwa Sangha merupakan pewaris dan pengamal Dhamma yang patut dihormati. Dalam Khotbah tersebut. Khotbah pertama yang disampaikan oleh Buddha pada hari suci Asadha ini dikenal dengan nama Dhamma Cakka Pavattana Sutta. Umat Buddha berlindung kepada Buddha berarti umat Buddha memilih Buddha sebagai guru dan teladannya. [sunting]Magha Puja Hari Besar Magha Puja memperingati disabdakannya Ovadha Patimokha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->