Makna Puisi Chairil Anwar

Berikut ini beberapa apresiasi penting akan makna puisi Aku karya Chairil Anwar di atas;
1.

Dari segi bentuk tipograpi penulisan, puisi ini sudah menampilkan kebebasan dalam menyajikan bait -bait. Puisi ini tak lagi dikekang dengan jumlah baris dalam bait. Namun puisi ini juga tetap mengutamakan rima (bunyi di akhir lirik) yang cukup indah untuk didengar. Keindahan rima ak an dirasakan pada saat membacakan puisi ini. Penyelaman makna puisi Aku karya Chairil Anwar ini pun akan terasa lebih indah jika dibarengi dengan rima yang cantik. Dalam konteks penyajian pesan, puisi ini memberi kekuatan energi yang cukup terhadap nilai semangat yang terkandung di dalamnya. Chairil Anwar memberikan amanat tentang bagaimana menghadapi salah satu fragmen kehidupan. Semangat, kegigihan dan nilai perjuangan sangat kental dalam puisi ini. Melalui bahasa-bahasa yang disajikan, penulis mampu mengekspresikan keinginannya yang cukup kuat terhadap sebuah tujuan hidup. Kata µkumau tak seorang kan merayu¶ merupakan bentuk ketegasan sikap yang cukup kuat. Lirik ini memperjelas kekokohan pesan makna yang dikandung puisi berjudul Aku ini. Sikap optimis terpancar jelas dari kalimat µAku ingin hidup seribu tahun lagi¶. Ini merupakan bentuk pesan tersirat yang perlu dimaknai mendalam oleh para penikmat sastra. Sebetulnya puisi itu akan muncul sebagai sajian yang menarik apabila kita mampu mengungkap makna tersirat dari sajian bahasanya. Tak hanya estetika yang akan kita dapatkan, namun juga ada makna yang membekas di hati dan pikiran. Di sanalah peran sebuah pesan itu muncul.

2.

3.

Secara bahasa, puisi Aku karya Chairil Anwar di atas menggunakan bahasa-bahasa lugas dan transparan, tidak terlalu sublim. Diksi -diksi disajikan secara tegas dan kekuatan emosi yang cukup tinggi. Memaknai untaian kata puisi ini tak akan membuat kepala Anda menjadi ruwet, hanya saja Anda perlu menarik benang merah pesan universal dari puisi di atas.

(sumber: http://www.anneahira.com/makna-puisi-aku-karya-chairil-anwar.htm)

Aku: Personifikasi Jiwanya

Berikut akan ditampilkan bunyi puisi Aku yang ditulis Chairil Anwar tahun 1943. Bait pertama:

Chairil mengutarakan asanya untuk hidup tak berbatas. 26 tahun. (sumber: http://www. sampai seribu tahun. bersedih dan berduka lara karena perjuangan diakhiri dengan kematian merupakan bagian dari keniscayaan. Akan ia bawa lari. Luka dan bisa kubawa lari Berlari Hingga hilang pedih peri Segala luka (fisik dan batin) bisa ia hadapi sendiri. Entah ada atau tidak ada lagi dalam seratus tahun ke depan. Menganggap dirinya.com/judul-puisi-chairil-anwar. Berdiri sendiri walau dalam (pe)sakit(an) adalah lebih berwibawa dan terhormat ketimbang mesti meminta bantuan orang lain yang belum tentu ikhlasakan perlakuannya. sebagai judul puisi Chairil Anwar memang mewartakan kesedihan namun begitu terkenang di benak siapapun. Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Sebagai penutup dari puisinya yang memiliki makna sangat dalam. Keinginan yang sesungguhnya tak menjadi kenyataan karena toh senyatanya ia berumur pendek.Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Sulit sekali untuk menginterpretasikan bait puisi diatas. Manusia langka ya ng diturunkan Tuhan ke bumi dengan jarak dasawarsa yang sulit terjaga. Ia menampilkan dirinya sebagai bagian dari kelompok terbuang. Pergi sampai tak seorangpun menemukannya. Ia ingin sendiri. Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya yang terbuang Chairil Anwar dalam bait ini bersikap ³rendah diri´. menjauh. Umur yang sangat belia terlebih bagi manusia berbakat seperti dirinya. biarkanlah Chairil pergi membawa luka dan bisa untuk dibawanya pergi. bahkan merayunya untuk kuat. Justru darah dan peluh dari perjuangan itulah yang akan menjadi sumber kebahagiaan ketika sudah meninggalkan fana ini. ia tak mempuyai arti apapun. Tak perlu sedan itu Artinya: tak mesti ada yang menangisi. hingga rasa pedih yang tiada terperi dirasakan. Namun kurang lebih seperti ini: jika suatu ketika Chairil sampai hendak dijemput oleh sang Maha Kuasa untuk menjemputnya. marjinal yang tak dipedulikan siapapun. Jadi. berlari. jangan ditangisi karena ia hanyalah ³binatang jalang´ sebagaimana pengakuannya. Aku. Jika pun ia mesti pergi.htm) .anneahira. maka ia tak mau seorang pun menguatkan. Berdiri dalam ketangguhan asanya akan hidup seribu tahun lagi sebagaimana diungkapkan dalam bait terakhir puisinya.

Karena di sana ia bisa bersembunyi di balik kata -kata yang dirangkaikannnya. Kecintaan pada Sastra Kalimat-kalimat yang terangkai dalam puisi Aku karya Chairil Anwar s arat akan kiasan-kiasan yang berpotensi ditafsirkan beragam oleh pembacanya. aku tetap meradang menerjang´ mengiaskan bahwa Chairil akan tetap pada prinsipnya walau berbagai rayuan dan bujukan dari keluarga dan lingkungannya datang bertubi memintanya untuk melepaskan prinsip tersebut. gagasan dan isi hati dari Chairil Anwar. Kalimat. Apalagi di sana ada kata-kata peluru. . Demikian juga halnya dengan puisi Aku karya Chairil Anwar. Perjuangan Masyarakat awam pada umumnya menafsirkan puisi Aku karya Chairil Anwar ini sebagai puisi perjuangan. Sementara kalimat. Termasuk puisi Aku karya Chairil Anwar ini. Banyak yang berpendapat bahwa itu merupakan representasi dari sik hidup. Sebagian pengagum puisi Aku karya Chairil Anwar mencoba menafsirkan puisi ini sebagai ungkapan kecintaan dan prinsip Chairil dalam berkarya. Sehingga wajar saja ketika dihadapkan dengan puisi µAku¶. Hal ini senada dengan pendapat sastrawan kondang. Hanya penulis itu sendirilah yang bisa menafsirkan makna puisi yang ia tulis dengan benar dan pas. ³biar peluru menembus kulitku. membuat Chairil dikucilkan oleh keluarganya sendiri. Jadi tidak mudah untuk menafsirkan makna yang terkandung di balik puisi. luka. ³dari kumpulannya yang terbuang´ pemb aca akan berkesimpulan bahwa sifat kerasnya. Sementara pembaca hanya bisa menafsirkan puisi dari sudut pandangnya masing -masing. setiap orang akan memberikan penafsiran yang berbeda. ³aku ini binatang jalang´ menggambarkan watak Chairil yang keras dan teguh pada pendirian. Pemberontakan Ada juga pendapat yang menafsirkan bahwa puisi Aku karya Chairil Anwar merupakan cermin pemberontakan Chairil Anwar terhadap orang-orang di sekelilingnya. menerjang dan sejenisnya yang menggambarkan heroisme seorang pejuang.Puisi merupakan sarana untuk mencurahkan perasaan yang nyaman bagi seorang penulis. Mereka menemukan semangat itu pada bait-bait puisi yang sarat akan kiasan-kiasan tajam. Ajib Rosidi bahwa penggunaan kiasan-kiasan yang tajam merupakan ciri khas puisi -puisi Chairil Anwar. ³tidak perlu sedu sedan itu´ Chairil seolah berpesan pada Ibunya bahwa ia tidak butuh dikasihani dan ditangisi. Sementara pada kalimat. Dan pada kalimat. Untaian kata -kata dalam puisi µAku¶ memang menggambarkan semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajah.

³aku ingin hidup seribu tahun lagi´. 3.Mari kita perhatikan kalimat. Kecintaan Chairil pada dunia sastra dan puisi semakin jelas pada kalimat terakhir. Chairil Anwar menuliskannya sebagai bentuk penghormatan pada para pejuang yang membela bangsa ini hingga titik darah penghabis an. yakni ³kalau sampai waktuku ku tak mau seorang kan merayu´. Keberanian dalam berjuang meski pun banyak resiko yang akan dihadapi. Dan harapannya itu sepertinya akan menjadi kenyataan. Kalimat ini mengiaskan bahwa Chairil Anwar mengharapkan karya-karyanya akan terus abadi dan bernilai sampai kapan pun. Wujud kesetiaan dan keteguhan hati atas pilihan kebenaran yang diyakininya. (sumber: http://www. Khususnya. ia akan terus berkarya sesuai dengan prinsipnya. Walau kritik tajam menyerang setiap karya yang dimunculkannya. ³aku ini binatang jalang´ mengiaskan bahwa Chairil Anwar memiliki sikap dan pendirian yang keras kadang bertentangan dengan teman-temannya dalam hal kesusastraan umum dan khususnya puisi. ³Biar peluru menembus kulitku aku akan tetap meradang menerjang´ mengiaskan bahwa tidak akan ada yang bisa menghentikannya untuk terus berkarya.com/puisi-aku-karya-chairil-anwar. 2. ada banyak hal yang bisa dipelajari.anneahira. Diharapkan. dengan mengetahui makna puisi Aku Chairil Anwar. Beberapa makna puisi Aku Chairil Anwar di antaranya adalah : 1. yang tersurat pada bait ketiga puisi tersebut. Inilah yang digelorakan oleh Chairil Anwar. Semangat yang tak pernah padam. Karena pada g enerasi ini. bagi generasi yang hidup di era kemerdekaan. Sementara pada kalimat. Hal tersebut adalah cermin . para pembaca mampu mewarisi semangat para pahlawan dan pendiri negara ini. Termasuk resiko untuk kehilangan nyawa atau terluka karena senjata musuh. Sampai saat ini puisi-puisi karya Chairil Anwar terus bernilai dan dijadikan referensi oleh banyak orang. tentu tidak pernah hidup dan mengalami secara nyata apa yang terjadi di era awal kemerdekaanIndonesia. Khususnya dalam masalah melanjutkan pembangunan bangsa agar menjadi lebih baik lagi. Hal ini tercermin melalui dua kalimat di awal puisi tersebut. Sebagaimana dinyatakan melalui kalimat ³aku mau hidup seribu tahun lagi´.htm) Makna Puisi Aku Chairil Anwar Dengan membaca dan memahami makna puisi Aku Chairil Anwar.

anneahira.dari betapa semangat Chairil Anwar untuk berjuang bersama bangsa ini.com/makna-puisi-aku-chairil-anwar. tidak ingin dibatasi oleh waktu.htm) AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi . (sumber: http://www.

Walaupun ia dikerangkeng dalam sangkar besi. Manusia rajawali adalah manusia yang bermata tajam sehingga dapat menyaksikan kedzoliman dan ketidakadilan yang menerjang banyak orang. paruhnya tetap runcing dan cakarnya tetap kokoh. dan berparuh kokoh. Oleh karenanya sejak lama Rajawali disimbolkan sebagai ³sosok kuat pembela kaum papa´. . semangat dan idealismenya tereduksi dengan sempurna. Sikap kritis dan vokal sebelumnya seolah sirna. Matanya tetap tajam. bila menyusut tak terlalu pendek. Raksa juga memiliki massa jenis yang besar. kebanyakan mereka seperti nuri yang jinak setelah dimasukkan ke dalam sangkar. sehingga wujud raksa tidak mudah berubah wujud untuk membeku atau menguap. sehingga kuat menghadapi tekanan atmosfer. rajawali tetaplah rajawali. diadaptasi dari puisi sosial ³Rajawali´ karya WS Rendra) Apa persamaan antara burung rajawali dengan air raksa? Burung rajawali dikenal sebagai burung yang kuat. Bila akhirnya harus dipenjara. Raksa lazim digunakan sebagai bahan pengisi termometer. sehingga kini sekan menjadi manusia amnesia. bermata tajam. bercakar runcing. pembelaannya terhadap kebenaran dan keadilan seolah terlupa. karena sifat alamiah yang dimilikinya. Satu luka perasaan Maki puji dan hinaan Tak merubah sang jagoan Menjadi makhluk picisan (Rajawali-Kantata Takwa. Hanya sedikit sosok manusia seperti rajawali ini. rantai kasar dan jeruji besi takkan bisa merubahnya menjadi burung nuri.Satu sangkar dari besi Tak bisa mengubah Rajawali Menjadi burung nuri. Kekuatan. Ia tak segan menggunakan paruh dan cakarnya untuk menolong kaum yang papa meski harus mempertaruhkan nyawanya. Ia dapat langsung menukik dengan gerakan yang cepat dan tak terduga untuk membela mereka yang terluka. Raksa memiliki rentang yang jauh antara titik didih dan titik bekunya. Lain halnya dengan raksa . Bila ia mengembang tak terlalu panjang. Sulit untuk menundukkan dan menjinakkan rajawali.

para penjilat yang hipokrit. panas tak menjadikannya lari dan menguap. senantiasa merugikan karena memiliki tabung panjang untuk menyenangkan handai taulan. manusia. Mereka tak bisa dibeli karena punya prinsip. ³Tidak mudah berubah wujud. Dingin tak membuatnya membeku dan takut. di saat dingin mereka membeku di saat panas mereka menguap.com/puisi-sosial.Di samping itu kalor jenis yang dimilikinya tergolong kecil. namun tetap tak tergoyahkan. Para politisi yang gemar loncat pagar. diburu. Tiga sifat itu pulalah yang merupakan kesamaan antara rajawali dan air raksa. jaksa yang suka bermain kasus. Mereka adalah manusia-manusia yang tidak mudah berubah wujud. sehingga raksa cepat tanggap terhadap lingkunga nnya. namun cepat tanggap terhadap lingkungan´.htm ) . pengusaha yang gemar main belakang. dan dibunuh. Lain halnya dengan orang -orang bertipikal bunglon. diasingkan. semuanya adalah orang -orang yang bertipikal termometer air. M. (Sumber: http://www. penegak hukum yang suka melecehkan hukum. kutu loncat. dan pragmatis yang hanya mencari aman demi kesenangan dirinya sendiri. Tak kuat menghadapi tekanan dan godaan. dipenjara. owner dan kaki tangannya yang suka sekehendaknya. Che Guevara.anneahira. Sama halnya dengan kita. Natsir dan Hasan Al Banna adalah sosok yang tepat untuk mewakili orang bertipikal termometer raksa. tidak langgeng dan akan terhempas zaman. kuat menghadapi tekanan. Pramudya Ananta Toer. alasan inilah yang menjadikan raksa digunakan sebagai bahan pengisi termometer. Pribadi -pribadi yang berkarakter kuat dan tahan menghadapi tekanan niscaya akan lebih teruji zaman. Mereka sangat mudah untuk berubah wujud. Orang seperti ini hanya akan tampil sesaat. Perubahan suhu sedikit saja sudah membuatnya bereaksi dengan cepat. Walau harus dicekal.