Makalah Biokimia Umum II

METABOLISME PROTEIN DAN ASAM NUKLEAT
D S U S U N

Oleh :
Nama : Fitra Jaya Burnama Nim : 0705105010056

FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM-BANDA ACEH 2011

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim… Puji syukur kita sampaikan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmad dan karuniaNya berupa nikmat dan kesehatan, iman dan ilmu pengetahuan. Ringkasan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas mahasiswa dalam pemahaman tentang proses dari METABOLISME PROTEIN DAN KARBOHIDRAT. Kami sepenuhnya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam menyusun makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu atas ide dan saranya, serta menilai dan memeriksa makalah ini. Akhirnya saya mengharapkan semoga makalah ini mendapatkan keridhaan dari Allah SWT, dan dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri dan kepada semua pembaca. Amin

Darussalam, 17 April 2011

dan buang air besar. Kedua arah lintasan metabolisime sangat diperlukan oleh setiap organisme untuk dapat bertahan hidup.I Latar Belakang Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme. Secara umum. untuk diserap oleh sel tubuh. Pada . tidur. Eksperimen terkontrol atas metabolisme manusia pertama kali diterbitkan oleh Santorio pada tahun 1614 di dalam bukunya. Dia mendeskripsikan rangkaian percobaan yang dilakukannya. Sedangkan untuk katabolisme itu sendiri yaitu reaksi yang mengurai molekul senyawa organik untuk mendapatkan energi. Dia menemukan bahwa bagian terbesar makanan yang dimakannnya hilang dari tubuh melalui “perspiratio insensibilis” (mungkin dapat diterjemahkan sebagai keringatan yang tidak tampak). termasuk yang terjadi di tingkat selular. Anabolisme yaitu reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekulmolekul tertentu. Secara umum. dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. berpuasa makan atau minum. Dan anabolisme merupakan reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekulmolekul tertentu. untuk diserap oleh sel tubuh. Katabolisme yaitu reaksi yang mengurai senyawa molekul organik untuk mendapatkan energy. bekerja. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa yang disebut sebagai hormon. metabolisme memiliki dua arah lintasan reaksi kimia organik yaitu: 1. “Ars de statica medecina” yang membuatnya terkenal di Eropa.BAB I PENDAHULUAN I. yang melibatkan penimbangan dirinya sendiri pada sebuah kursi yang digantung pada sebuah timbangan besar sebelum dan sesudah makan. 2. metabolisme memiliki dua arah lintasan reaksi kimia organik.

RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Asam nukleat dinamai demikian karena keberadaan umumnya di dalam inti (nukleus) sel. Asam nukleat adalah makromolekul biokimia yang kompleks. Asam nukleat merupakan biopolimer. Asam nukleat sering dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida sebagai monomernya. yaitu sebuah basa nitrogen heterosiklik (purin atau pirimidin). Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus fosfat. Selain itu.senyawa organik. gula pentosa. sebuah gula pentosa. dan tersusun atas rantai nukleotida yang mengandung informasi genetik. berbobot molekul tinggi. Struktur dasar RNA mirip dengan DNA. dan guanin dapat ditemukan pada RNA maupun DNA. basa nitrogen yang ditemukan pada kedua jenis asam nukleat tersebut memiliki perbedaan: adenin. DNA atau asam deoksiribonukleat mengandung 2deoksiribosa). satu gugus pentosa. dan satu gugus basa nitrogen (basa N). sedangkan timin dapat ditemukan hanya pada DNA dan urasil dapat ditemukan hanya pada RNA. . dan monomer penyusunnya adalah nukleotida. dan sebuah gugus fosfat. penentu arah reaksi kimia disebut promoter dan penentu mempercepatan reaksi kimia disebut katalis. dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N). Asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen. Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus pentosa dari nukleotida yang lain. sitosin. Jenis asam nukleat dibedakan oleh jenis gula yang terdapat pada rantai asam nukleat tersebut (misalnya. Asam nukleat ditemukan pada semua sel hidup serta pada virus. Asam nukleat yang paling umum adalah Asam deoksiribonukleat (DNA) and Asam ribonukleat (RNA). Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat.

termasuk reaksi yang sederhana seperti penguraian asamkarbonat menjadi air dan karbondioksida. proses pemasukan dan pengeluaran zat kimia dari dan ke dalam sel melalui membran proses biosintesis protein yang panjang dan rumit atau pun proses penguraian bahan makanan dalam sistem pencernaan mulai dari mulut. I. Semua reaksi metabolism dikatalisis oleh enzim.Metabolisme meliputi proses sintesis dan proses penguraian senyawa atau komponen dalam sel hidup. Proses sintesis itu disebut anabolisme dan proses penguraian disebut katabolisme.2 Tujuan Makalah ini Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk mengetahui proses metabolisme dan katabolisme protein dan asam nukleat dalam tubuh . begitu juga dengan proses sintesis dan penguraian berlangsung dalam berbagai jalur metabolisme. usus. lambung. dan penyerapan hasil penguraian tersebut melalui dinding usus. serta penyerapannya keseluruh bagian tubuh yang memerlukannya.

1 Metabolisme Protein Protein bersama karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi bagi tubuh. Di dalam tubuh mamalia asam amino terbagi menjadi dua bagian yaitu asam amino esensial dan non esensial. .BAB II PEMBAHASAN 2. Rantai karbon asam amino mengalami proses katabolisme yang diubah menjadi CO2. Biosintesis asam amino 4. Jalur katabolisme merupakan beberapa proses dengan zat yaitu: Jalur sangat panjang (contohnya triptophan) sementara yang lainnya pendek (contohnya alanin). Biosintesis protein Manusia memakan banyak protein untuk menggantikan protein endogen. protein tersusun dari molekul-molekul yang disebut asam amino. Metabolisme protein meliputi: 1. Asam amino esensial dapat disintesis oleh tubuh namun tetap diperlukan asupan dari makanan untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut di dalam tubuh. Asam amino esensial ialah asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Degradasi protein (makanan dan protein intraseluler) menjadi asam amino 2. Kelebihan asam amino tidak dapat disimpan karena langsung mengalami katabolisme dalam tubuh. H2O dan energi (ATP) melalui siklus asam sitrat dan rantai pernafasan. Oksidasi asam amino 3. Beberapa jalur asam amino menunjukkan hasil akhir produk katabolisme utama seperti pada gambar 1.

antibodi. protein plasma. Untuk beberapa asam amino seperti tirosin dan fenilalanin. hormon. hanya sebagian dari rantai karbonnya yang digunakan untuk mensintesis glukosa karena sisa rantai karbon di ubah menjadi asetil koa yang tidak dapat digunakan untuk sintesis glukosa. Jalur metabolisme asam amino dalam siklus asam sitrat Setiap asam amino didegradasi menjadi piruvat atau zat siklus asam sitrat lainnya dan dapat menjadi prekrusor sintesis glukosa di hepar yang disebut glikogenik atau glukoneogenik. Protein Tubuh Protein di dalam tubuh terdiri dari ¾ zat padat dari protein yaitu otot. enzim.Gambar 1. A. Protein Tubuh dan Fungsinya 1. Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptida dan banyak protein terdiri dari ikatan komplek dengan fibril menjadi .

glutamin. Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein d. lisin. isoleusin.protein fibrosa. Ada beberapa macam protein dan asam amino diantaranya sebagai berikut: a. Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk dalam darah 2. dan aktin-miosin. Polipeptide: 10 – 100 asam amino 3. valin → histidin. asam glutamat) c. Protein: > 100 asam amino 4. asam aspartat. Asam amino dibedakan: asam amino esensial dan asam amino non esensial 2. Penggunaan Protein Untuk Energi 1. . Transport protein 1. Lipoprotein: gabungan lipid dan protein b. ada beberapa macam protein fibrosa seperti: kolagen (tendon. tirosin. Asam amino 1. Macam-macam protein: 1. keratin (rambut. Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan 3. glisin. Jika jumlah protein terus meningkat → protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak. leusin. Peptide: 2 – 10 asam amino 2. alanin. triptofan. kartilago. Asam amino non esensial: SAGA SATGA (serin. tulang). fenilalanin) 3. elastin (arteri). Asam amino esensial: T2L2V HAMIF (treonin. arginin. metionin. Glikoprotein: gabungan glukose dengan protein 6. Didalam sel asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim) 4. asparadin → sistein. Antara asam amino saling berikatan dengan ikatan peptide 5. kuku).

Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses deaminasi atau transaminasi 3. yaitu sebagai bahan struktural dan sebagai mesin yang bekerja pada tingkat molekular. sebagai contoh α dan β -keratin yang terdapat pada kulit. rambut. Fungsi Protein Fungsi dari protein itu sendiri secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar. Struktur pertama adalah struktur primer. Sebelum kode genetik ini .2. dan kuku. maka protein struktural adalah dinding batu-batanya. Struktur ini terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen melalui ikatan peptida. Selain itu protein juga dapat berperan sebagai biokatalis untuk reaksi-reaksi kimia dalam sistem makhluk hidup. Informasi yang menentukan urutan asam amino suatu protein tersimpan dalam molekul DNA dalam bentuk kode genetik. berfungsi sebagai pelindung. B. Apabila tulang dan kitin adalah beton. Makromolekul ini mengendalikan jalur dan waktu metabolisme yang kompleks untuk menjaga kelangsungan hidup suatu organisma. Sedangkan protein struktural lain ada juga yang berfungsi sebagai perekat. Suatu sistem metabolisme akan terganggu apabila biokatalis yang berperan di dalamnya mengalami kerusakan. Deaminasi merupakan proses pembuangan gugus amino dari asam amino sedangkan transaminasi adalah proses perubahan asam amino menjadi asam ket 2. protein memiliki rantai yang panjang dan juga dapat mengalami cross-linking dan lain-lain. Struktur protein terdiri dari empat macam struktur. Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan struktural karena seperti halnya polimer lain. seperti kolagen. fibrous protein. Beberapa protein struktural. Struktur Protein Bagaimana suatu protein dapat memerankan berbagai fungsi dalam sistem makhluk hidup? Jawabnya adalah terletak pada strukturnya.

yaitu dalam bentuk molekul RNA. protein sudah mengalami interaksi intermolekul. didominasi oleh ikatan hidrogen antar rantai samping . Skema Aliran Informasi Genetik dari DNA ke Protein Struktur yang kedua adalah struktur sekunder. Urutan RNA inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi urutan asam amino (Gambar 1). Pada struktur sekunder.diterjemahkan menjadi asam-asam amino yang membangun struktur primer protein. mula-mula kode ini disalin kedalam bentuk kode lain yang berpadanan dengan urutan kode genetik pada DNA. Urutan RNA inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi. Ikatan yang membentuk struktur ini. Gambar 1. melalui rantai samping asam amino.

. yaitu: a-heliks dan b-sheet (Gambar 2). bergantung pada orientasi kedua rantai polipeptida yang membentuk struktur sekunder tersebut. hidropobik dll turut menentukan orientasi struktur 3 dimensi dari protein (Gambar 3). Ada dua jenis struktur sekunder.yang membentuk pola tertentu bergantung pada orientasi ikatan hidrogennya. a-heliks Gambar-2. b-sheet itu sendiri ada yang paralel dan juga ada yang anti-paralel. ikatan ion. Disini interakasi intra molekuler seperti ikatan hidrogen. Struktur Sekunder Protein b-sheet Struktur-struktur sekunder ini. Struktur ruang ini adalah struktur ketiga atau juga dinamakan struktur tersier. kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga membentuk struktur tiga dimensi yang paling pavorable secara termodinamika. van der Waals.

Gambar-4.Gambar-3. Karena banyaknya kemungkinan struktur ini. bila dalam protein ini ke dua puluh asam amino tersebut dipakai untuk mensintesis protein. Bisa dibanyangkan berapa peluang kemungkinan struktur 3 dimensi yang mungkin terbentuk dengan monomer sebanyak ini. Bila saja protein memiliki panjang 100 residu asam amino. dengan kata lain multi subunit. Struktur Kwaterner Protein. Setiap subunit protein dapat melakukan komunikasi dan saling mempengaruhi satu sama lain melalui interaksi intermolekular ini. Intraksi intermolekul antar sub unit protein ini membentuk struktur keempat/kwaterner (Gambar 4). Perubahan pada struktur . Jumlah monomer asam amino yang membangun suatu protein adalah 20 asam amino. maka jumlah struktur 3 dimensi yang mungkin adalah 20100 struktur. Hingga saat ini tidak satu sintetik polimerpun yang memiliki monomer sebanyak protein. Tentu saja struktur yang paling pavorable secara termodinamika saja yang akan terbentuk. maka protein dapat memerankan berbagai macam fungsi. Struktur Tersier Protein Banyak molekul protein yang memiliki lebih dari satu struktur tersier.

bagaimana protein ini bisa diturunkan dan bertambah jumlahnya di dalam tubuh tanpa adanya gen yang mengkodenya. Gen tersebut dikenal sebagai PrP. para ilmuan sangat sukar memahami bagaimana mungkin protein bisa menjadi desease agent dan dapat diturunkan. Penelitian lain juga mendapati bahwa saat DNAase dan RNAase dimasukan ke dalam sistem. sehingga aktifitasnya yang tertinggi ialah di dalam lambung. Di sini pepsin mencernakan protein dengan memutuskan ikatan peptida yang ada di sisi NH2 bebas dari asam-asam amino aromatik (fenilaalanin. metionin) atau dikarboksilat (glutamat dan aspartat). ternyata ditemukan bahwa gen yang mengkode prion terdapat disetiap organisma hidup yang menjadi inang untuk berkembangnya prion. tirosin. Protease adalah suatu enzim yang berfungsi untuk mengurai protein. triptofan). para ahli biokimia memprediksi adanya struktur lain diluar struktur protein PrP normal. yaitu penyakit sapi gila di Inggris. lalu bagaimana dengan prion? Dari hasil pencarian yang panjang. isoleusin. PH optimum ialah 2. C. yang menyebabkan penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa protein ini lebih tahan terhadap serangan protease dibanding protein biasa. Penyakit ini belakangan diketahui disebabkan oleh protein yang dikenal dengan nama prion. hidrofobik (leusin. Lalu. Beberapa penyakit pada manusia disebabkan oleh perubahan struktur dari protein yang merusak fungsi dari protein tersebut. saat gen ini diekspresikan dan proteinnya di injeksikan ke dalam tubuh tikus percobaan. Dari hasil ini. tetapi saat dimasukan protease aktivitasnya menurun. Dari sini para ilmuan lalu menyimpulkan bahwa prion tidak memiliki DNA ataupun RNA.akan mempengaruhi fungsi dari protein. aktivitas prion tidak menurun. Enzim ini tidak . Pencernaan Protein Proses pencernaan protein yang pertama berlangsung dalam lambung. Tetapi. Salah satu contoh pentingnya struktur tiga dimensi adalah pada fenomena yang sangat terkenal saat ini. Pada awalnya. tidak dideteksi adanya penyakit. Virus saja untuk berkembang biak harus memasukan DNAnya ke dalam inang.

bekerja lagi bila berada pada pH yang tinggi seperti yang terdapat di dalam usus halus. Pengaktifannya menjadi pepsin dilakukan oleh asam lambung dan secara otokatalisis juga oleh pepsin itu sendiri yang sudah terbentuk. Histamin meningkatkan proses sekresi H+ dengan cara meningkatkan konsentrasi cAMP intrasel. Hidrolisis ATP ini dikaitkan dengan pertukaran K+ dengan H+. karena konsentrasi H + di dalam sel ialah sebesar 10-7 M.-.– lis lis – – tir tir – – arg – gli gli – – ile ile – – I             Gambar . Pada proses pengaktifan ini. yang pada kenyataannya didapat dengan cara hidrolisis ATP. sedangkan di luar sel lambung sebesar 10-1M. Hormon gastrin menyebabkan hal yang sama. Ini pada gilirannya mengaktifkan suatu kinase protein. Pemecahan protein oleh pepsin. Dengan demikian jelaslah bahwa proses ini memerlukan energi. Peristiwa sekresi ini berlangsung dengan melawan gradien. Peristiwa ini mengubah konformasi dan mengaktifkan protein tersebut. maka perlu pulalah agaknya diuraikan secara singkat bagaimana pHyang tidak lazim ini dicapat ion H dalam lambung adalah hasil sekresi sel-sel parital. Pepsin disekresikan sebagai zmi ogen yang bernama pepsinogen. Melalui suatu jeram reaksi yang mirip dengan yang ditemukan pada metabolisme glikogen. seperti yang terlukis pada Gambar . I – I – phe – metval val – – leu leu – – trp trp – arg – – ala ala – – aspasp – I phe – met -. H+ intrasel berasal dari reaksi yang berkaitan dengan anhidrase karbonat. kinase tersebut memfosforilasikan anhidrase karbonat sehingga aktifitasnya pun bertambah. Zat seperti kafein yang menghambat pemecahan cAMP meningkatkan sekresi asam lambung. Oleh karena pH yang rendah dari lambung sangatlah musthak bagi kerja enzim dan pada kenyataannya mampu pula menghidrolisis beberapa ikatan peptida. Enzim ini bekerja dengan cara mengaktifkan enzim histidin dekarboksilase sehingga . dilepaskan 42 asam amino dari ujung NH2 bebas pada molekul \ imogen tadi.

Di dalam usus. Keadaan ini disebut “achlorhydrea”. prokarboksipeptidase dan poelastase. yang mengkoagulasikan susu. protein diolah oleh sejumlah enzim yang disekresikan oleh pancreas. yaitu tripsin. Dengan bantuan kalsium. Akibatnya. . dari sisi gugus karboksil bebas. sedangkan elastase selanjutnya bekerja terhadap ikatan peptida yang dibentuk asamamino alifatik. dan juga enzim aminopeptidase yang bekerja dengan cara yang sama dari sisi gugus amino bebas. Pada orang-orang dengan keadaan ini. yang selanjutnya dihidrolisis oleh pepsin. Selanjtnya yang bekerja ialah enzim karboksipeptidase yang bekerja memutus satu demi satu ikatan peptida yang tersisa pada berbagai peptida tadi. segala peristiwa yang telah diuraikan tadi meningkat dan hasil akhirnya ialah meningkatnya produksi asam lambung. Tripsin memutus ikatan peptida yang dibentuk oleh asam-asam amino basa. kimotripsin dan elastase mempunyai serin pada situs katalitik masingmasing dan karena itu enzim-enzim ini dikelompokkan dalam robongan protease serin. yaitu kimotripsinogen. kimotripsin. Oleh karena ada beberapa enzim yang khas mencernakan protein. Hal ini penting bagi anak kecil karena peristiwa ini mencegah pengosongan lambung yang terlalu cepat. Enteropeptidase atau enterokinase mampu mengubah tripsinogen menjadi tripsin. karboksipeptidase dan elastase. Kira-kira 4% dari seluruh orang dewasa dan 40% dari seluruh orang yang berusia lebih dari 60 tahun kekurangan sekresi HCl di lambung. lambung juga mensekresikan enzim rennin.terbentuklah histamin. Sebaliknya tripsin yang sudah aktif ini akan mengaktifkan enzim-enzim lain yang masih berbentuk zimogen. dipeptida dan tripeptida. Semua enzim ini disekresikan dalam bentuk zimogen. kasein yang terdapat di dalam susu diubah oleh rennin menjadi parakasein. keadaan ini tidaklah menimbulkan gejala klinik yang berat. Selama proses hidrolisis oleh enzim-enzim tersebut berlangsung. pepsin mereka tidaklah aktif dan proses pencernaan protein barulah dimulai di usus halus. Selain pepsin. Babungan hasil kerja enzim ini ialah monopeptida. Kimotripsin memutus ikatan peptida yang dibentuk oleh asam amino aromatik. Tripsin.

Otot menggunakan glutamin dan juga alanin untuk membawa kelebihan nitrogen.ujung karboksil dari suatu asam amino terikat secara kovalen dengan residu serin yang ada di situs katalitik. ialah reaksi yang dikatalisis oleh enzim glutamat dehidrogenase yang terdapat dalam mitokondria. Berbagai protease serin dapat dibuat tidak aktif dengan cara mengikatnya secara kovalen dengan diisopropil fluorofosfat. Alanin dibuat dari piruvat. Dalam reaksi yang pertama. Sekali pun demikian. Perlu diingat bahwa enzim yang diperlukan untuk sintesis glutamin berbeda dengan enzim yang diperlukan untuk memecahnya. ammonia yang dibentuknya dapat segera dipakai untuk sintesis urea. yang sebelumnya berasal dari reaksi transaminasi asam-asam amino yang lain. CO2 dan nitrogen dari aspartat menjadi urea. Selain itu ammonia juga dihasilkan oleh bakteri usus. Daur urea terdiri atas lima reaksi yang mengubah ammonia. serin dehidratase dan sistein dehidratase adalah penghasil ammonia yang lain di dalam sel. Amonia dibentuk pada pemecahan asam amino dan asam nukleat oleh sel. Histidase. Oleh karena en\im ini ada di dalam mitokondria. berbagai oksidase asam amino kesemuanya menghasilkan ammonia. Daur ini terlukis pada gambar . reaksipun selesai. sedangkan sisanya terjadi di sitoplasma. terutama dalam jaringan hati. Bagian lain dari peptida atau protein yang dioleh dibebaskan oleh enzim. Glutami yang sampai ke hati dapat membebaskan dua molekul ammonia dengan kerja sama dari glutaminase dan glutamat dihidrogenase. negatif ataupun keseimbangan yang normal. Sesudah hidrolisis ester serin tersebut oleh air. Nitrogen yang diikat oleh glutamat. Blutaminase. Perlu diperhatikan bahwa dua reaksi dalam daur ini berlangsung di dalam mitokondria. sumber terbesar dari ammonia sel. Glutamat ini sebaliknya dapat pula mengalami dehidrogenasi dan membebaskan ammonia. suatu zat yang mudah ditemukan di mana-mana sebagai hasil metabolisme glukosa atau glikogen dan siap untuk dipakai  ketoglutarat sehinggga terbentuklah glutamat. asparaginase. CO2 yang berada di dalam . Pemecahan berbagai \at dan menghasilkan ammonia ini terjadi baik pada keseimbangan nitrogen yang positif. dibebaskan dalam bentuk ammonia oleh kerja enzim ini.

Arginosuksinat yang terbentuk sebagai produk diubah dalam reaksi keempat menjadi arginin dan fumarat. Reaksi ini adalah reaksi kedua yang mengatur laju sintesis urea. Hasilnya terbentuklah karbamoil fosfat. Arginin dihidrolisis untuk menghasilkan urea dan ornitin. Dengan transaminasi maka aspartatpun terbentuk kembali. Dalam reaksi kedua yang juga terjadi de dalam mitokondria. termasuk NADPH. Selanjutnya sitrulin meninggalkan mitokondria. Enzim oksigenase yang merupakan metaloprotein besi pofirin. Triptofan oksigenase dihambat secara umpan balik oleh derivat asam nikotinat.mitokondria mengalami fosforilasi oleh ATP dan kemudian berkondensasi dengan ammonia dengan menggunakan energi yang berasal dari hidrolisis satu molekul ATP lainnya. Dalam reaksi ini ATP diubah menjadi AMP. karbamoil fosfat berkondensasi dengan ornitin sehingga terbentuklah sitrulin dan fosfat bebas. Reaksi ini adalah reaksi yang mengatur laju sintesis urea. Sebagian enzim yang baru disintesis ini akan berada dalam bentuk laten yang memerlukan pengaktifan. dapat diinduksi dalam hati oleh kortikosteroid adrenal dan triptofan. Ornitin ini kemudian masuk lagi ke dalam mitokondria dan menyelesaikan daur. Triptofan juga menstabilkan enzim oksigenase terhadap reaksi penguraian proteolitik. Dua ikatan diperlukan untuk menghasilkan karbamoil fosfat dan dua lagi untuk kondensasi aspartat dengan sitrulin. Secara keseluruhan diperlukan empat ikatan fosfat kaya – energi atau ekivalen ATP untuk sintesis satu molekul urea. Proses katabolisme triptofan pada manusia merupakan penguraian seluruh atom karbon pada rantai samping maupun pada cincin aromatik menjadi senyawaantara amfiolik melalui lintasan kinurenin-antranilat (Gambar 4). Fumarat dapat masuk ke dalam mitokondria dan dioksidasi menjadi oksaloasetat melalui daur Krebs. Enzim triptofan oksigenase (triptofan pirolase) mengkatalisis reaksi pemutusan cincin indol dengan penyatuan dua atom dari molekul oksigen sehingga terbentuk senyawa Nformilkinurenin. Di dalam sitoplasma sitrulin ini berkondensasi dengan aspartat dan inilah reaksi yang ketiga. dikatalisis oleh karbamoil fosfat sintetase dan memerlukan N-asetil glutamat sebagai suatu kofaktor. Pengeluaran hidrolitik gugus formil pada .

Hasil utama katabolisme triptofan dalam urin yang normal adalah senyawa 5. Proses Glikolisis . Dekarboksilase selanjutnya akan membentuk serotonin (5-hidroksitriptamin). Triptofan membentuk sejumlah derivat indol tambahan. Senyawa 2-amino-3-hidroksi benzoil piruvat yang dihasilkan akan kehilangan air dan penutupan cincin yang terjadi secara spontan akan membentuk kinurenat. Ginjal mamalia.N-formilkinurenin yang dikatalisis oleh enzim kinurenin formilase pada hati akan menghasilkan senyawa kinurenin. D. Senyawa ini pada manusia diekskresikan dalam urin (2-8 mg/dL).hidroksiindolasetat dan indol-3 asetat. Metabolisme selanjutnya kinurenin akan melibatkan konversi senyawa ini menjadi 3-hidroksikinurenin yang kemudian menjadi 3hidroksiantranilat. Hidroksilasi triptofan menjadi 5hidroksitriptofan dikatalisis selanjutnya oleh enzim tirosin hidroksilase hati. Katabolisme serotonin diawali oleh oleh reaksi deaminase oksidatif yang dikatalisis enzim monoamin oksidase menjadi senyawa 5-hidroksiindolasetat (Gambar 5). hati dan bakteri dalam feses manusia dapat mengadakan dekarboksilasi triptofan menjadi triptamin yang kemudian bisa teroksidasi menjadi senyawa inol-3 asetat. Hidroksilasi memerlukan oksigen molekuler dalam reaksi yang tergantung NADPH dan serupa dengan reaksi hidroksilasi fenilalanin. Kinurenin dapat mengalami deaminasi lewat reaksi transaminasi.

Sintesis protein (translasi) yaitu molekul Rna yang terbentuk menerjemahkan informasi genetik ke dalam proses pembentukan protein. Basa purin dan pirimidin yang berasal dari DNA ialah adenin. Nukleotida merupakan nukleosida yang gugus gula pada posisi 5’-nya mengikat asam fosfat (gugus fosfat) dengan ikatan ester. Berlangsung diribosom dan melalui 5 tahapan reaksi yakni aktivasi asam amino. Keempat. Pentosa yang berasal dari DNA ialah deoksiribosa dan dari RNA ialah ribosa. terjadi pengubahan secara kimia RNA yang terbentuk. Produk yang terbentuk adalah RNA yang komplementer dengan salah satu rantai DNA dupleks yang jadi cetakan. Sintesis RNA (transkripsi) terdiri 4 tahap reaksi :pertama enzim RNA polimerase mengikat urutan basa spesifik. Proses sintesis RNA menyerupai pembentukan Dna tetapi ada perbedaan prinsip dimana kalau sintesis DNA seluruh urutan nkleotida DNA digandakan seperti DNA induk. hanya gen atau kolompok gen yang ditarnskripsi. Nukleosida terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau ribosa) yang mengikat suatu basa (derivat purin atau pirimidin) melalui ikatan glikosida.ketiga. Sintesis RNA berdasarkan suatu cetakan DNA disebut proses transkripsi. Sedangkan sintesis protein berdasarkan suatu cetakan RNA disebut Translasi. terminasi dan pembebasan rantai polipeptida serta tahap pelipatan dan pengolahan. pada sintesis RNA tidak semua DNA ditranskripsi menjadi RNA.Protein pengikat. sesuai pesan yang diberikan DNA. Pada tahap ini asam-asam amino secara berurutan diikat satu dengan yng lain. komplemen DNA-RNA (hibrid DNARNA) yang dihasilkan membuka dengan melepaskan RNA yang terbentuk diikuti hibridisasi ulang rantai DNA membentuk untai DNA ganda. guanin. Arus informasi genetik pada sel normal berawal dari DNA ke RNA terus ke protein. sitosin . inisiasi rantai polipetida. DNA Girase. pemanjangan (elongasi) rantai polipetida.k edua RNA polimerase mengkatalisis pemanjangan ikatan fosfodiester antara ribonukleotia trifosfat dan ujung 3’-fosfat melalui cara seperti DNA polimerase I.

Metabolisme Asam Nukleat Asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. purin terdiri atas adenin (A) dan guanin (G). dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N). Pada DNA. Basa N. yaitu purin dan pirimidin. Kalau pada DNA basa pirimidin terdiri atas sitosin (C) dan timin (T). Timin berbeda dengan urasil hanya karena adanya gugus metil pada posisi nomor 5 sehingga timin dapat juga dikatakan sebagai 5-metilurasil. Asam nukleat sering dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida sebagai monomernya. gula pentosa. Pada RNA gula pentosanya adalah ribosa. pada RNA tidak ada timin dan sebagai gantinya terdapat urasil (U). mempunyai struktur berupa cincin aromatik heterosiklik (mengandung C dan N) dan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. . perbedaan di antara kedua macam asam nukleat ini terutama terletak pada komponen gula pentosanya. guanin. dan juga RNA. Dengan demikian nukleosida adalah penyusun nukleotida dan dapat diberi nama trivial dan nama sistematis seperti terlihat pada tabel berikut : II. sitosin dan urasil. Dilihat dari strukturnya. Perbedaan struktur lainnya antara DNA dan RNA adalah pada basa N-nya. untuk pirimidin ada perbedaan antara DNA dan RNA. Ada dua macam asam nukleat. Akan tetapi. sedangkan pada DNA gula pentosanya mengalami kehilangan satu atom O pada posisi C nomor 2’ sehingga dinamakan gula 2’-deoksiribosa. sedangkan basa pirimidin hanya mempunyai satu cincin (monosiklik). Basa purin mempunyai dua buah cincin (bisiklik).dan timin. Sedangkan basa RNA terdiri atas adenin. yaitu asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA) dan asam ribonukleat atau ribonucleic acid (RNA). Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus fosfat. baik pada DNA maupun pada RNA.

. nukleotidanya akan ada empat macam. Begitu pula. yaitu adenosin monofosfat. Di atas telah disinggung bahwa asam nukleat tersusun dari monomermonomer berupa nukleotida. Jika gula pentosanya adalah ribosa seperti halnya pada RNA. gula pentosa c). yang masing-masing terdiri atas sebuah gugus fosfat. Dengan demikian. dan uridin. sitidin. gugus fosfat b). Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup. sebuah gula pentosa. Sementara itu. dan sebuah basa N. hanya basa N-lah yang memungkinkan terjadinya variasi. jika gula pentosanya adalah deoksiribosa seperti halnya pada DNA. Sebagai contoh. Pada kenyataannya memang urutan (sekuens) basa N pada suatu molekul asam nukleat merupakan penentu bagi spesifisitasnya. molekul ATP (adenosin trifosfat) adalah nukleotida yang merupakan nukleosida dengan tiga gugus fosfat. maka (2’deoksiribo)nukleosidanya terdiri atas deoksiadenosin. maka nukleosidanya dapat berupa adenosin. deoksiguanosin. Dalam peran ini. Namun. deoksisitidin. dan deoksitimidin. Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet'. dan uridin monofosfat. RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. sitidin monofosfat. basa N Di antara ketiga komponen monomer asam nukleat tersebut di atas. guanosin. pengertian nukleotida secara umum sebenarnya adalah nukleosida dengan sebuah atau lebih gugus fosfat. Komponen-komponen asam nukleat a). guanosin monofosfat.A. identifikasi asam nukleat dilakukan berdasarkan atas urutan basa N-nya sehingga secara skema kita bisa menggambarkan suatu molekul asam nukleat hanya dengan menuliskan urutan basanya saja. Dengan perkataan lain. setiap nukleotida pada asam nukleat dapat dilihat sebagai nukleosida monofosfat.

b. pengaruh asam. sebenarnya tidaklah demikian. Permukaan basa yang bersifat hidrofobik menyebabkan molekul-molekul air dikeluarkan dari sela-sela perpasangan basa sehingga perpasangan tersebut menjadi kuat.tiga urutan basa N. A. Lihat ekspresi genetic untuk keterangan lebih lanjut. asam nukleat akan mengalami hidrolisis sempurna menjadi komponen-komponennya. monomer yang menyusun protein. Padahal. misalnya HClO4 dengan suhu lebih dari 100ºC. Ikatan hidrogen di antara pasangan-pasangan basa hanya akan sama kuatnya dengan ikatan hidrogen antara basa dan molekul air apabila DNA berada dalam bentuk rantai tunggal. Penelitian mutakhir atas fungsi RNA menunjukkan bukti yang mendukung atas teori 'dunia RNA'. Jadi. RNA merupakan bahan genetik universal sebelum organisme hidup memakai DNA. Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti). yang menyatakan bahwa pada awal proses evolusi. sepintas akan nampak bahwa struktur tersebut menjadi stabil akibat adanya ikatan hidrogen di antara basa-basa yang berpasangan. dan kerapatan apung. ikatan hidrogen jelas tidak berpengaruh terhadap stabilitas struktur asam nukleat. viskositas. denaturasi kimia. . tetapi sekedar menentukan spesifitas perpasangan basa. pengaruh alkali. Pengaruh asam Di dalam asam pekat dan suhu tinggi. Penentu stabilitas struktur asam nukleat terletak pada interaksi penempatan (stacking interactions) antara pasangan-pasangan basa. a. yang dikenal dengan nama kodon. Sifat-sifat Fisika-Kimia Asam Nukleat Di bawah ini akan dibicarakan sekilas beberapa sifat fisika-kimia asam nukleat. Stabilitas asam nukleat Ketika kita melihat struktur tangga berpilin molekul DNA atau pun struktur sekunder RNA. Sifat-sifat tersebut adalah stabilitas asam nukleat.

Bahkan pada pH netral sekalipun. Artinya. senyawa-senyawa tersebut dapat merusak ikatan hidrogen. Selanjutnya. RNA jauh lebih rentan terhadap hidrolisis bila dibadingkan dengan DNA karena adanya gugus OH pada atom C nomor 2 di dalam gula ribosanya. di dalam asam mineral yang lebih encer. Pada konsentrasi yang relatif tinggi. perubahan ini akan menyebabkan terputusnya sejumlah ikatan hidrogen sehingga pada akhirnya rantai ganda DNA mengalami denaturasi. Viskositas DNA kromosom dikatakan mempunyai nisbah aksial yang sangat tinggi karena diameternya hanya sekitar 2 nm. Denaturasi kimia Sejumlah bahan kimia diketahui dapat menyebabkan denaturasi asam nukleat pada pH netral. Kerapatan apung . Karena sifatnya itulah molekul DNA menjadi sangat rentan terhadap fragmentasi fisik. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri ketika kita hendak melakukan isolasi DNA yang utuh. hanya ikatan glikosidik antara gula dan basa purin saja yang putus sehingga asam nukleat dikatakan bersifat apurinik. peningkatan pH akan menyebabkan perubahan struktur guanin dari bentuk keto menjadi bentuk enolat karena molekul tersebut kehilangan sebuah proton. tetapi panjangnya dapat mencapai beberapa sentimeter. f. Hal yang sama terjadi pula pada RNA. DNA merupakan molekul yang relatif kaku sehingga larutan DNA akan mempunyai viskositas yang tinggi. Dengan demikian. Sebagai contoh. d. e. Selain itu. C. Contoh yang paling dikenal adalah urea (CO(NH2)2) dan formamid (COHNH2). stabilitas struktur sekunder asam nukleat menjadi berkurang dan rantai ganda mengalami denaturasi.Namun. DNA tersebut berbentuk tipis memanjang. Pengaruh alkali Pengaruh alkali terhadap asam nukleat mengakibatkan terjadinya perubahan status tautomerik basa.

Begitu juga. Nukleosida dan nukleotida Penomoran posisi atom C pada cincin gula dilakukan menggunakan tanda aksen (1’. Oleh karena dengan teknik sentrifugasi tersebut pelet RNA akan berada di dasar tabung dan protein akan mengapung. Sebagai contoh.098% (G + C). pengertian nukleotida secara umum sebenarnya adalah nukleosida dengan sebuah atau lebih gugus fosfat.66 + 0. Dengan demikian.Analisis dan pemurnian DNA dapat dilakukan sesuai dengan kerapatan apung (bouyant density)-nya. misalnya sesium klorid (CsCl) 8M. Kompleks gula-basa ini dinamakan nukleosida. DNA mempunyai kerapatan yang sama dengan larutan tersebut. B. maka garam CsCl yang pekat akan bermigrasi ke dasar tabung dengan membentuk gradien kerapatan. maka DNA dapat dimurnikan baik dari RNA maupun dari protein. Selain itu.7 g/cm3. Namun. molekul ATP (adenosin trifosfat) adalah nukleotida yang merupakan nukleosida dengan tiga gugus fosfat. sampel DNA akan bermigrasi menuju posisi gradien yang sesuai dengan kerapatannya. teknik tersebut juga berguna untuk keperluan analisis DNA karena kerapatan apung DNA (ρ) merupakan fungsi linier bagi kandungan GC-nya. yakni sekitar 1. sekedar untuk membedakannya dengan penomoran posisi pada cincin basa. setiap nukleotida pada asam nukleat dapat dilihat sebagai nukleosida monofosfat. Teknik ini dikenal sebagai sentrifugasi seimbang dalam tingkat kerapatan (equilibrium density gradient centrifugation) atau sentrifugasi isopiknik. Jika larutan ini disentrifugasi dengan kecepatan yang sangat tinggi. sebuah gula pentosa. Posisi 1’ pada gula akan berikatan dengan posisi 9 (N-9) pada basa purin atau posisi 1 (N-1) pada basa pirimidin melalui ikatan glikosidik atau glikosilik. Di dalam larutan yang mengandung garam pekat dengan berat molekul tinggi. . ρ = 1. yang masing-masing terdiri atas sebuah gugus fosfat. 2’. Di atas telah disinggung bahwa asam nukleat tersusun dari monomer-monomer berupa nukleotida. dan seterusnya). dan sebuah basa N. Dalam hal ini.

Dipecah lebih lanjut dg fosfodiesterase (ensim exonuclease non spesifik) menjadi monofosfat. Hampir semua organisme mampu mensintesis nukleotida dr prekursor yg lebih sederhana.Jika gula pentosanya adalah ribosa seperti halnya pada RNA. dan uridin sitidin. dan uridin monofosfat. maka (2’deoksiribo)nukleosidanya terdiri atas deoksiadenosin. jalur de novo untuk nukleotida. Begitu pula. mirip utk setiap organism. guanosin monofosfat. jika gula pentosanya adalah deoksiribosa seperti halnya pada DNA. Nukleotida juga dapat disintesis dari hasil pemecahan nukleotida yang telah ada  salvage pathway (recycle) yaitu dari degradasi pirimidin dan purin  dari sel yang mati (regenerasi) atau dari makanan. Dipecah lbh lanjut fosfomonoesterase . maka nukleosidanya dapat berupa adenosin. Degradasi nukleotida Di dalam usus halus tjd pemutusan ikatan fosfodiester oleh endonuklease (pankreas) à oligonukleotida. deoksisitidin. guanosin. dan deoksitimidin. yaitu adenosin monofosfat. nukleotidanya akan ada empat macam. sitidin monofosfat. C. . Sementara itu. deoksiguanosin.

. ureidopropionat (pyrimidine). Jika basa atau nukleosida tidak digunakan kembali utk salvage pathways. basa akan lebih lanjut didegradasi menjadi asam urat (purin).dikenal sebagai nukleotidase à menghasilkan nukleosida and orthophosphate. Nucleosida phosphorylaseà menghasilkan basa dan and ribose-1-phosphate.

.BAB III PENUTUP 3. Di sini pepsin mencernakan protein dengan memutuskan ikatan peptida yang ada di sisi NH2 bebas dari asam-asam amino aromatik (fenilaalanin. tirosin. . Perbedaan struktur lainnya antara DNA dan RNA adalah pada basa N-nya. Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup. Basa N. Jika gula pentosanya adalah ribosa seperti halnya pada RNA. 5. Antara ketiga komponen monomer asam nukleat tersebut di atas. dan uridin sitidin. yaitu purin dan pirimidin. berbobot molekul tinggi. guanosin. triptofan). 4. Asam nukleat adalah makromolekul biokimia yang kompleks. hanya basa N- lah yang memungkinkan terjadinya variasi. Proses pencernaan protein yang pertama berlangsung dalam lambung. mempunyai struktur berupa cincin aromatik heterosiklik (mengandung C dan N) dan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. 6. 7. 3. RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. baik pada DNA maupun pada RNA. Dalam peran ini. 2.1 Kesimpulan 1. Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup. maka nukleosidanya dapat berupa adenosin.

Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan struktural karena seperti halnya polimer lain. Metabolisme protein meliputi: Degradasi protein (makanan dan protein intraseluler) menjadi asam amino. 10. termasuk yang terjadi di tingkat selular.Oksidasi asam amino. protein memiliki rantai yang panjang dan juga dapat mengalami cross-linking dan lain-lain.8. 9. Biosintesis protein . Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme. Biosintesis asam amino.

. & Finglas. Academic Press. M. . In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition.In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition.C. Caballero. Academic Press. F. Exercise Muscle. Trugo.M... K... Mac donald. and Noakes. V. Rubinstein-Litwak. L. B.. Glucose : Properties and Analysis.. & Finglas.Eds. P. B. Energy Metabolism. 2nd Edition.Eds. L..In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition. P. H.M. Glucose : Function and Metabolism. Tester. P. T. J. 2003.. L. 2003.. I.Eds. B. S. Trugo. Academic Press. Glycogen..Eds.DAFTAR PUSTAKA Sreeranjit. Academic Press. P.C.. & Finglas. & Finglas. 2nd Edition Caballero.. .M.C. & Finglas. Trugo.In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition. Carbohydrates : Metabolism of Sugar. 2003. P.C.M. L. Academic Press. Caballero.. J. B. Trugo.. L. J..Eds.C. and Lal.. 2003. Academic Press. 2nd Edition.. B. Carbohydrates: Classification and Properties. D. Trugo. Caballero.C. 2003. P.C.. and Karkalas. D. S.. C. 2nd Edition. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition. L. P.M.M.C.M. L. Academic Press. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition.. R. 2nd Edition. B. B...Eds. & Finglas.. 2003. Trugo. M. 2nd Edition. Bender. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition. Dennis.Eds. Rocha Leao. Caballero. Caballero. 2nd Edition.. 2003.. A.. Caballero. Trugo. & Finglas.