P. 1
Pengertian Tumbuh Dan Berkembang

Pengertian Tumbuh Dan Berkembang

|Views: 4,014|Likes:
bineh.com
bineh.com

More info:

Published by: Aisha Mughny Shaliha on May 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

Pengertian Tumbuh Dan Berkembang (Pertumbuhan & Perkembangan) Perbedaan Keduanya

Tue, 02/12/2008 - 3:35pm — andrian deri Tumbuh dan berkembang adalah salah satu dari sekian ciri-ciri organisme yang ada. Pertumbuhan selalu berhubungan erat dengan perkembangan organisme. 1. Tumbuh Tumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme yang tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif. Atau secara bahasanya perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar. Contohnya : Batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg Berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg Ketika kita akan mengukur pertumbuhan tumbuhan ada sebuah alat ukur khusus yang dinamakan auksanometer. 2. Berkembang Berkembang merupakan salah satu perubahan organisme ke arah kedewasaan dan biasanya tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kualitatif. Contoh : Pematangan sel ovum dan sperma Pematangan hormon-hormon dalam tubuh

Pengertian Pertumbuhan Dan Perkembangan
Pengertian Pertumbuhan Pertumbuhan ( Growth ) adalah berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat ( gram, pound ) ukuran panjang ( cm, inchi ), umur tulang dan keseimbangan metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa misalnya mengenai makanan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dsb.

Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. 1. Tumbuh Tumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme yang tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif. Atau secara bahasanya perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar. Contohnya : Batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg Berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg Ketika kita akan mengukur pertumbuhan tumbuhan ada sebuah alat ukur khusus yang dinamakan auksanometer. 2. Berkembang Berkembang merupakan salah satu perubahan organisme ke arah kedewasaan dan biasanya tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kualitatif. Contoh : Pematangan sel ovum dan sperma Pematangan hormon-hormon dalam tubuh

Tugas–Tugas Perkembangan Individu
Posted on 2 Mei 2010 by AKHMAD SUDRAJAT Salah satu prinsip perkembangan bahwa setiap individu akan mengalami fase perkembangan tertentu, yang merentang sepanjang hidupnya. Pada setiap fase perkembangan ditandai dengan adanya sejumlah tugas-tugas perkembangan tertentu yang seyogyanya dapat dituntaskan.

Tugas–tugas perkembangan ini berkenaan dengan sikap, perilaku dan keterampilan yang seyogyanya dikuasai sesuai dengan usia atau fase perkembangannya. Havighurst (Abin Syamsuddin Makmun, 2009) memberikan pengertian tugas-tugas perkembangan bahwa: “A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task”.. Tugas perkembangan individu bersumber pada faktor–faktor: (1) kematangan fisik; (2) tuntutan masyarakat secara kultural; (3) tuntutan dan dorongan dan cita-cita individu itu sendiri; dan (4) norma-norma agama. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dikemukakan rincian tugas perkembangan dari setiap fase menurut Havighurst. 1. Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-Kanak Awal (0,0–6.0)
• • • • • • • • •

Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan. Belajar memakan makan padat. Belajar berbicara. Belajar buang air kecil dan buang air besar. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.

2. Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir dan Anak Sekolah (6,0-12.0)

• • • • • • • • •

Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis. Belajar bergaul dengan teman sebaya. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya. Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung. Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari. Mengembangkan kata hati. Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi. Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.

3. Tugas Perkembangan Masa Remaja (12.0-21.0)
• • • • • • • • • •

Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita. Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi. Memilih dan mempersiapkan karier. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara. Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial. Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku.

4. Tugas Perkembangan Masa Dewasa Awal
• • • • • • • •

Memilih pasangan. Belajar hidup dengan pasangan. Memulai hidup dengan pasangan. Memelihara anak. Mengelola rumah tangga. Memulai bekerja. Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara. Menemukan suatu kelompok yang serasi.

Sementara itu, Depdiknas (2003) memberikan rincian tentang tugas perkembangan masa remaja untuk usia tingkat SLTP dan SMTA, yang dijadikan sebagai rujukan Standar Kompetensi Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, yaitu : 1. Tugas Perkembangan Tingkat SLTP

Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

• • • •

• •

Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita. Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Mengenal kemampuan bakat, dan minat serta arah kecenderungan karier dan apresiasi seni. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karier serta berperan dalam kehidupan masyarakat. Mengenal gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial dan ekonomi. Mengenal sistem etika dan nilai-nilai sebagai pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan minat manusia.

2. Tugas Perkembangan Peserta didik SLTA
• • • •

• • • • •

Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi, dan kesenian sesuai dengan program kurikulum, persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Mencapai kematangan dalam pilihan karir Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang berkehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.

Tugas - tugas perkembangan menurut Havighurst Fri Feb 19, 2010 7:40 pm

Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan tersebut menurut Havighurst adalah: Kematangan pisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai dan aspirasi individu. Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masing-masing fase dari sejak masa bayi sampai usia lanjut dikemukakan oleh Havighurst sebagai berikut:

1. Masa bayi dan anak-anak
• • • • • • • •

Belajar berjalan Belajar mekan makanan padat Belajar berbicara Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh Mencapai stabilitas fisiologik Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga, dan orang lain Belajar mengetahui mana yang benar dan yang salah serta mengembangkan kata hati

2. Masa Anak Sekolah
• • • • • • • • •

Belajar ketangkasan fisik untuk bermain Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya Belajar peranan jenis kelamin Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis, dan berhitung Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai Belajar membebaskan ketergantungan diri Mengembangkan sikap sehat terhadap kelompok dan lembga-lembaga

3. Masa Remaja
• • • • • • • • • •

Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif Menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki Perkembangan skala nilai Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih adekwat Persiapan mandiri secara ekonomi Pemilihan dan latihan jabatan Mempersiapkan perkawinan dan keluarga

4. Masa Dewasa Awal
• • • • • • • •

Mulai bekerja Memilih pasangan hidup Belajar hidup dengan suami/istri Mulai membentuk keluarga Mengasuh anak Mengelola/mengemudikan rumah tangga Menerima/mengambil tanggung jawab warga Negara Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan

5. Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya
• • • • • •

Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

Tentang Fase-fase dan Tugas Perkembangan
OPINI | 15 November 2010 | 19:59 888 Pertumbuhan dan perkembangan Pada hakekatnya, manusia mengalami yang namanya pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah proses perubahan jasmani yang terjadi sampai mencapai kematangan fisik yang bersifat kuantitatif yang dialami oleh individu yang satu dengan yang lain berbedan. Sedangkan perkembangan adalah perubahan individu yang lebih ke arah rohaniah yang menjadi unik untuk setiap individu, karena perkembangan individu berbeda, perkembangan juga memiliki pola-pola tersendiri yang khas yang hanya bisa diamati tanpa bisa diukur. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut normanorma tertentu. Walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa, misalnya mengkonsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaana aman, pencegahan penyakit dan sebaginya. Oleh karena itu semua orang-orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya adlah faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk, maka keadaan tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. 0 Nihil

Fase dan tugas perkembangan Fase perkembangan manusia mulai dari bayi, anak - anak, remaja, dewasa, dan lansia. Setiap fase atau tahapan perkembangan kehidupan manusia senantiasa berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Tugas fase yang muncul dalam setiap perkembangan, merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis, seperti kegiatan belajar terampil melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi pada manusia normal. Selain itu, hal-hal lain yang juga menimbulkan tugas-tugas perkembangan antara lain, (1)adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembanangan tertentu. (2) adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang berkembang itu sendiri, dan (3) adanya tuntutan kultural masyarakat. Setiap anak atau individu berkembang melalui tahap perkembangan. Setiap tahap, terutama tahap-tahap perkembangan yang dikemukakan oleh Erickson dan Havigurst mempunyai tema yang menggambarkan tugas utama dari masa itu. Setiap tahap juga memiliki tugas-tugas perkembangan konkrit yang penting, yang harus dicapai si anak atau individu. Dalam rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu umpamanya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. Belajar melakukan kebiasaankebiasaan tententu pada saat atau masa perkembangan yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya. Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Menurut para ahli seperti Elizabeth B. Hurlock (1978) tugas perkembangan yaitu belajar menyesuaikan diri terhadap pola - pola hidup baru, belajar untuk memiliki cita - cita yang tinggi, mencari identitas diri dan pada usia kematangannya mulai belajar memantapkan identitas diri. Prinsip perkembangan Prinsip perkembangan yaitu menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan atau biass dikatakan generalisasi mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangandalam diri manusia itu sendiri. Menurut ahli seperti Elizabeth B. Hurlock (1978) Prinsip-prinsip ini merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh seorang anak seperti : (1) Manusia tidak pernah dalam keadaan statis dia akan selalu berubah dan mengalami perubahan mulai pertama pembuahan hingga kematian tiba. Perbuhan tersebut bisa menanjak, kemudian berada di titik puncak kemudian mengalami kemunduran.

(2) Lingkungan tempat anak menghaiskan masa kecilnya akan sangat berpengaruh kuat terhadap kemampuan bawaan mereka. Bukti-bukti ilmiaih telah menunjukkan bahwa dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak sepanjang hidupnya, terdapat 4 bukti yang membenarkan pendapat ini. (3) Perkembangan seorang anak akan sangat diperngaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya karateristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan genetik individu. (4) Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepalocaudal yaitu perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. Hukum yang kedua yaitu proxmodistal perkembangan dari yang dekat ke yang jauh. Kemampuan jari-jemari seorang anak akan didahului oleh ketrampilan lengan terlebih dahulu. (5) Karateristik tertentu dalam perkembangan juga dapat diramalkan, ini berlaku baik untuk perkembangan fisik maupun mental. Semua anak mengikuti pola perkembangan yang sama dari saatu tahap menuju tahap berikutnya (6) Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak, setiap anak akan megikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatanya sendiri. Beberapa anak berkembang dengan lancar, bertahap langkah demi langkah, sedangkan lain bergerak dengan kecepatan yang melonjak, dan pada anak lain terjadi penyimpangan. Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang berbeda. Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seorang anak. (7) Pola perkembangan tidak selamanya berjalan mulus, pada setiap usia mengandung bahaya yang dapat mengganggu pola normal yang berlaku. Beberapa hal yang dapat menyebabkan antara lain dari lingkungan dari dari anak itu sendiri. Bahaya ini dapat mengakibatkan terganggunya penyesuaian fisik, psikologis dan sosial. Sehingga pola perkembangan anak tidak menaik tapi datar artinya tidak ada peningkatan perkembangan. Dan dapat dikatakan bahwa anak sedang mengalami gangguan penyesuaian yang buruk atau ketidakmatangan. Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Faktor genetik yaitu meliputi faktor keturunan yang bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan. Bentuknya bias menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen. Sehingga diharapkan potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.

Faktor eksternal / lingkungan juga mempunyai peranan yang besar yaitu empengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya Aliran Psikologi dan Implikasinya dalam Pembelajaran Aliran gestalt menurut para pengikut gestalt perkembangan itu adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian adalah sekunder; bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lainnya, keseluruhan ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya. Bila kita bertenu dengan seorang teman misalnya, dari kejauhan yang kita saksikan terlebih dahulu bukanlah bajunya yang baru atau pulpennya yang bagus, atau dahinya yang terluka, melainkan justru teman kita itu sebagai keseluruhan, sebagai Gestalt; baru kemudian menuyusul kita saksikan adanya hal-hal khusus tertentu seperti bajunya yang baru, pulpennya yang bagus, dahinya yang terluka, dan sebagainya. Teori Behaviorisme menurut teori belajar ini adalah perubahan tingkah laku, seseorang dianggap belajar sesuatu bila ada menunjukkan perubahan tingkah laku. Misalnya, seorang siswa belum bisa membaca maka betapapun gurunya berusaha sebaik mungkin mengajar atau bahkan sudah hafal huruf A sampai Z di luar kepala, namun bila siswa itu gagal mendemonstrasikan kemampuannya dalam membaca, maka siswa itu belum bisa dikatakan belajar. Ia dikatakan telah belajar apabila ia menunjukkan suatu perubahan dalam tingkah laku ( dari tidak bisa menjadi bisa membaca). Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Teori Kognitif yaitu menjabarkan implikasi teori kognitif pada pendidikan antara lain memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut. mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. Dengan emaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan per- kembangan. Serta mengoptimalkan engutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi. Teori konstruktivisme dapat diterapkan pada pembelajaran seperti setiap guru akan pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi kepada sisiwa dengan baik, namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama sekali. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswanya. Karena, hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para siswa akan betul-betul memahami suatu materi yang diajarkan. Dengan tugas setiap guru dalam memfasilitasi siswanya, sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau

dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru. Para sisiwa harus dapat secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka kognitif. Diterapkan dengan mengajar secara baik, guru harus memahami model-model mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung model-model itu. Sebagai pengajar diharapkan menciptakan konsep teori dan menghasilkan situasi bagi siswa itu sendiri yang dapat membantu perkembanganya.

HUKUM PERTUMBUHAN YANG EKSPLOSIF
Untuk Menambah pertumbuhan, Pimpinlah Para Pengikut - untuk Melipatgandakan, Pimpinlah Para Pemimpin Pada tahun 1984, di usia dua puluh dua tahun, John Schnatter memulai usahanya sendiri. Ia mulai menjual pizza dari sebuah gudang yang telah diubah di Mick's Tavern, sebuah restoran yang salah seorang pemiliknya adalah Ayahnya sendiri. Walaupun ia masih muda, ia memiliki visi, dorongan, serta energi yang luar biasa - cukup besar untuk membuat toko pertamanya di sebelah restoran Mick di Jeffersonville, Indiana. Ia mulai tokonya itu Papa John's. selama beberapa tahun berikutnya, Schnatter bekerja keras untuk membangun perusahaannya. Pada waktunya, ia buka beberapa toko lainnya, dan belakangan, ia mulai menjual waralaba. Pada awal tahun 1991, ia sudah memiliki 46 toko. Itu saja sudah merupakan kisah sukses. Namun yang terjadi dalam beberapa tahun kemudian bahkan lebih baik lagi. Pada tahun 1991 dan 1992, papa John's telah menjadi usaha besar. Di akhir tahun 1991, jumlah tokonya telah berlipat menjadi 110 buah. Di akhir tahun 1992, jumlahnya telah berlipat menjadi 220. dan pertumbuhannya terus berlanjut secara dramatis. Di awal tahun 1998, jumlahnya telah lebih dari 1,600. Apakah yang membuat perusahaan ini tiba-tiba mengalami pertumbuhan yang luar biasa itu? Jawabannya dapat ditemukan dalam Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif.

Schnatter telah selalu merekrut orang-orang yang baik untuk stafnya, namun ditahuntahun awal ia benar-benar seorang pemimpin tunggal serta tenaga pendorong di balik sukses bisnisnya. Pada tahun 1980-an, ia tidak menyediakan cukup waktu untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin kuat lainnya. "dibutuhkan pertumbuhan yang sangat tinggi di pihak saya", katanya tentang sukses papa John's. "Antara usia 26 hingga 32 tahun, hal yang paling sulit adalah saya punya banyak John Schnatter di sekeliling saya (orang-orang yang memiliki potensi besar, yang perlu dibimbing). Mereka membutuhkan banyak bimbingan, sedangkan saya selalu sibuk mengembangkan diri

sendiri, berusaha membawa diri saya ketingkatan berikutnya, dan tidak mengembangkan orang-orang itu. Akibatnya, saya kehilangan mereka. Tugas saya adalah membangun orang yang akan membangun perusahaan ini. Ini akan jauh lebih sulit bagi saya ketimbang 1,200 toko yang pertama". KUNCI PERTUMBUHAN ADALAH KEPEMIMPINAN Diawal tahun 1990-an, Schnatter mulai memikirkan bagaimana caranya untuk benarbenar mengembangkan perusahaannya. Kuncinya adalah kepemimpinan. Secara pribadi, ia telah tumbuh sebagai pemimpin. Kemajuan besarnya dalam kepemimpinannya membuka pintu untuk menarik para pemimpin yang lebih baik ke perusahaannya dan memberi mereka waktu yang mereka butuhkan. Ketika itulah ia mulai merekrut beberapa orang seperti Wade Oney, yang sekarang menjadi direktur operasional perusahaan. Wade telah bekerja untuk Domino's Pizza selama empat belas tahu, dan John percaya bahwa dialah salah satu alasan mengapa perusahaannya telah demikian sukses. Ketika Wade meninggalkan Domino's, John segera memintanya menjadi bagian dari tim Papa John's Pizza. Schnatter telah membangun sebuah perusahaan yang mampu menciptakan pizza yang mengundang selera - dan mengumpulkan keuntungan yang sehat dalam prosesnya (ratarata penjualan pertokoannya lebih tinggi dari pada Pizza Hut, Domino's, atau Little Caesar's). sasaran mereka adalah membangun perusahaan yang lebih besar lagi. Bersamasama, mereka mulai membicarakan tentang bagaimana caranya agar mereka dapat membuka empat ratus hingga lima ratus restoran per tahunnya. Dan ketika itulah mereka memfokuskan perhatian mereka untuk mengembangkan pemimpin agar mereka dapat membawa perusahaannya ke tingkatan yang lebih tinggi. Kata Oney, "Alasan mengapa kami sukses di pasaran adalah focus kami pada kualitas serta hasrat kami untuk menjaga kesederhanaan. Alasan mengapa kami sukses sebagai perusahaan adalah karena kami memiliki orang-orang yang baik". Sejak awal tahun 1990-an, Schnatter dan Oney telah mengembangkan tim pemimpin kelas satu yang membantu perusahaan mengalami pertumbuhan yang eksplosif, orangorang seperti Blaine Hurst, presiden Papa John's dan wakil pimpinan puncak; Drucilla "Dru" Milby, Direktur Keuangan; Robert Waddell, prsiden papa John's Food Service; dan Hart Boesel, yang mengepalai operasi warabala. Pertumbuhan papa John's sungguh fenomenal dalam industri yang telah dianggap jenuh dengan pesaing satu decade yang lalu. Pada tahun 1997, mereka buka lebih dari 350 restoran baru. Pada tahun 1998, mereka juga melaksanakan berbagai rencana untuk meluncurkan Papa John's secara intenasional. Mereka tidak berencana untuk berhenti tumbuh hingga menjadi penjual pizza terbesar di dunia. "Tantangannya sekarang ini", kata Oney, "adalah mengembangkan pemimpin-pemimpin berikutnya. Perusahaan ini sangat sehat keuangannya. (Mengakuisisi) real estate selalu menjadi perjuangan, tapi kami bisa sukses disana. Dan perekonomian tidak pernah

menjadi penghambat jika anda memberikan nilai yang baik kepada pelanggan. Kuncinya adalah mengembangkan pemimpin baru dengan mengembangkan orang-orang anda." MATEMATIKA PEMIMPIN MEMBAWAKAN PERTUMBUHAN YANG EKSPLOSIF John Schnatter serta Wade Oney telah sukses karena mereka menerapkan Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif. Pemimpin manapun yang menerapkannya bergeser dari matematika pengikut ke apa yang saya sebut matematika pemimpin. Beginilah cara kerjanya. Para pemimpin yang mengembangkan para pengikutnya menumbuhkan organisasinya hanya satu orang satu kali. Namun para pemimpin yang mengembangkan pemimpin-pemimpin lain akan melipatgandakan pertumbuhannya, karena untuk setiap pemimpin yang mereka kembangkan, mereka juga mendapatkan seluruh pengikut pemimpin baru tersebut. Tambahkanlah sepuluh pengikut ke organisasi anda, maka anda hanya mendapatkan kuasa dari sepuluh orang. Tambahkanlah sepuluh pemimpin ke organisasi anda, maka anda mendapatkan kuasa dari sepuluh pemimpin dikalikan dengan seluruh pengikut serta pemimpin lain yang mereka pengaruhi. Itulah bedanya antara penambahan dengan pelipatgandaan. Itu adalah sperti menumbuhkan organisasi anda daengan tim ketimbanga dengan individu. Semakin baik pemimpin yang anda kembangkan, semakin baik kualitas serta kuantitas pengikutnya. PARA PEMIMPIN MENGEMBANGKAN PENGIKUT HANYA MENAMBAH SATU SETIAP KALINYA

PARA PEMIMPIN YAGN MENGEMBANGKAN PEMIMPIN LAIN MELIPATGANDAKAN PERTUMBUHANNYA

Untuk mencapai tingkatan tertinggi, anda harus mengembangkan pemimpinnya para pemimpin. Teman saya, Adale Galloway, menyatakan bahwa "ada pemimpin yang ingin merekrut pengikut. Saya ingin merekrut pemimpin lainnya. Bukan saja saya ingin merekrut pemimpin, melainkan juga ingin merekrut pemimpinnya para pemimpin". Begitu anda dapat mengikuti pola ini, pertumbuhan, pimpinlah para pengikut, namun untuk melipatgandakan pertumbuhan, pimpinlah para para pemimpin. Itulah Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif. FOKUS YANG BERBEDA Menjadi pemimpin yang mengembangkan pemimpin-pemimpin lainnya menuntut fokus dan sikap yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan mereka yang mengembangkan pengikut-pengikut. Renungkanlah beberapa perbuatannya: PEMIMPIN YANG MENGEMBANGKAN PENGIKUT Perlu dibutuhkan Memfokuskan perhatian pada kelemahan PEMIMPIN MENGEMBANGKAN PEMIMPIN LAINNYA Ingin sukses Memfokuskan perhatian pada kekuatan Mengembangkan 20 persen dari yang Mengembangkan 20 persen dari yang terbawah teratas Memberikan perlakuan yang sama kepada Memperlakukan para pemimpipnnya orang-orangnya demi "keadilan" sebagai individu demi dampak Menimbun kekuasaan Membagi kekuasaan Melewatkan waktu bersama-sama orang lain Menanamkan waktu pada diri orang lain Tumbuh menurut hukum pertambahan (deret Tumbuh berlipat ganda (deret ukur) hitung)

Memberi dampak hanya terhadap orang-orang Memberi dampak terhadap orang-orang yang mereka sentuh secara pribadi yang jauh dari jangkauannya Mengembangkan para pemimpin itu sulit karena pemimpin potensial lebih sulit dicari dan ditarik. Mereka juga lebih sulit dipertahankan, karena tidak seperti pengikut, mereka energik dan berjiwa wiraswata, dan mereka cenderung ingin memilih jalan sendiri. Mengembangkan pemimpin juga kerja keras. Mengembangkan kepemimpinan bukanlah seperti mengisi air dan mengaduknya. Dibutuhkan waktu, energi, serta sumber-sumber daya. PEMIMPIN YANG DIKEMBANGKAN DARI JAUH Selama dua puluh tahun terakhir, saya telah memprioritaskan pengembangkan pemimpin. Dampaknya terhadap organisasi saya tidak pernah percuma. Namun dalam sepuluh tahun terakhir, saya juga telah mendapatkan keistimewaan luar biasa melihatnya berdampak terhadap pemimpin lain serta oraganisasi mereka. itu terjadi karena banyak pempimin yang telah saya Bantu kembangkan selama sepuluh tahunterakhir bekerja di berbagai oragnisasi diluar oragnisasi saya. Akibatnya, sesekali saya terkejut menemukan seseorang yang telah saya kembangkaan bahkan tanpa mengetahuinya. Itulah yang terjadi ketika saya mengadakan sebuah konferensi di luar negeri musim gugur yang lalu. Seperti yang telah saya singgung di Bab-bab sebelumnya, terkadang saya mengajar kepemimpinan di luar Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, saya telah mengadakan konferensi di Australia, Brazil, Canada, India, Indonesia, Korea, New Zeland, Nigeria, dan Afrika Selatan. Selain itu, buku-buku saya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari dua puluh bahasa, dan kasket-kaset saya telah didistribusikan ke negara-negara di seluruh dunia. Maka saya tahu bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan saya telah melanglang buana. Namun saya masih juga terkejut senang ketika saya pergi ke India musim gugur yang lalu, berjumpa dengan David Mohan untuk pertama kalinya di kota Madras, dan mendengar kisahnya yang luar biasa. Pendeta Mohan memimpin gereja Kristen terbesar di seluruh India. Saya pergi ke sana untuk mengajarkan kepemimpinan kepada sebuah kelompok yang terdiri dari kira-kira dua ribu pendeta. Ketika saya tiba, ia menyambut saya agak terburu pagi itu, pesawat kami telah tertunda lima jam sebelum kami tiba, maka ia dan saya tidak punya cukup banyak waktu mengbrol sebelum konferensi dimulai. Sementara saya mengajarakan kepemimpinana, ia duduk di barisan depan, menyerap segala yang saya ucapkan. Ketika saya ajarkan Hukum Prioritas dan Prinsip Pareto, saya lihat ia kumpulkan para pemimpin top di sekelilingnya untuk memastikan mereka juga memahami apa yang saya ajarkan. Dan sesekali, ketika saya perkenalkan prinsip lainnya yang merupakan bagian dari ajaran mendasarkan saya tentang kepemimpinan, ia tampaknya sudah mengantisipasikan apa yang akan saya ucapkan. Setelah konferensi usai, ia mengucapkan terima kasih dengan penuh kehangatan dan bersikeras untuk mengantar saya ke bandara. Sementara kami menuju bandara, ia ceritakan kisahnya ia dijadwalkan berada di Pittsburg, Pennsylvania, namun ketika ia

dengar saya akan datang, ia mengubah rencananya karena ia ingin berjumpa dengan saya. Tujuh tahun sebelumnya, gerejanya terdiri dari kira-kira tujuh ratusan jemaat. Untuk ukuran India, gerejanya cukup besar. Namun ia ingin menjangkau lebih banyak orang dan membuat dampak lebih besar di negaranya. Dan ia sadar bahwa untuk itu, ia perlu mulai mengembangkan pemimpin di antara orang-orangnya sendiri. Kira-kira ketika itu, seseorang menceritakan kepadanya tentang buku-buku saya serta kaset-kaset saya tentang kepemimpinan. Selama tujuh tahun berikutnya, ia menjadi seperti karet penyerap busa (spon), membaca buku-buku saya, mendengarkan kaset-kaset saya, dan menyerap segalanya yang dapat dipelajarinya tentang kepemimpinan. Sementara ia bertumbuh, demikian juga gerejanya. Ketika saya berkunjung pada musim gugur tahun 1997 itu, empat belas ribu jemaat memenuhi gerejanya telah diletih dan dikembangkan menjadi pemimpin. Dan ia berterima kasih kepada saya atas bantuan yang tidak saya sadari telah saya berikan kepadanya. Saya merasa rendah hati oleh ceritanya itu; saya juga merasa sangat berbesar hati. Saya mulai bertanya-tanya berapa banyak lagi pria dan wanita di luar sana yang tidak pernah saya jumpai namun telah belajar tentang kepemimpinan sehingga memberikan dampak yang lebih besar pada diri orang lainnya. Perjumpaan serta percakapan dengannya itu membuat saya berkomitmen untuk terus mengajarkan kepemimpinan. Saya tidak tahu di mana posisi anda dalam perjalanan kepemimpinan anda. Anda mungkin sedang mengupayakan pertumbuhan kepemimpinan anda, atau mungkin anda sudah menjadi pemimpin yang sangat berkembang. Dimanapun posisi anda, saya tahu satu hal: anda akan mencapai tingkatan tertinggi hanya jika anda mulai mengembangkan pemimpin-pemimpin lainnya ketimbang pengikut. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin lainnya mengalami efek berlipatganda di dalam organisasinya, yang tidak mungkin di capai dengan car lain - bukan dengan menambah sumber daya, memangkas biaya, meningkatkan margin, menganalisa system, melaksanakan prosedur manajemen kualitas, atu yang lainnya. Satu-satunya cara untuk mengalami pertumbuhan yang eksplosif adalah dengan matematika pemimpin. Itulah kuasa yang luar biasa dari Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif. Hukum Perkembangan Suatu konsepsi yang biasanya bersifat deduktif dan menunjukkan adanya hubungan yang ajeg(continue) serta dapat diramalkan sebelumnya antara variabel-variabel yang empirik, hal itu lazimnya disebut sebagai hokum perkembangan. Hukum-hukum perkembangan tersebut antara lain : 1. Hukum Tempo Perkembangan. Bahwa perkembangan jiwa tiap-tiap anak itu berlainan, menurut temponya masing-masing perkembangan anak yang ada. Ada yang cepat (tempo singkat) adapula yang lambat. Suatu saat ditemukan seorang anak yang cepat sekali menguasai ketrampilan berjalan, berbicara,tetapi pada saat yang lain ditemukan seorang anak yang berjalan dan berbicaranya lambat dikuasai. Mereka memiliki tempo sendirisendiri.

2. Hukum Irama Perkembangan. Hukum ini mengungkapkan bukan lagi cepat atau lambatnya perkembangan anak, akan tetapi tentang irama atau rythme perkembangan. Jadi perkembangan anak tersebut mengalami gelombang “pasang surut”. Mulai lahir hingga dewasa, kadangkala anak tersebut mengalami juga kemunduran dalam suatu bidang tertentu. Misalnya , akan mudah sekali diperhatikan jika mengamati perkembangan pada anakanak menjelang remaja. Ada anak yang menampakkan kegoncangan yang hebat, tetapi adapula anak yang melewati masa tersebut dengan tenang tanpa menunjukkan gejalagejala yang serius. 3. Hukum Konvergensi Perkembangan. Pandangan pendidikan tradisional di masa lalu berpendapat bahwa hasil pendidikan yang dicapai anak selalu di hubung-hubungkan dengan status pendidikan orang tuanya. Menurut kenyataan yang ada sekarang ternyata bahwa pendapat lama itu tidak sesuai lagi dengan keadaan. Pandangan lama ini dikuasai oleh aliran nativisme yang dipelopori Schopen Hauer yang berpendapat bahwa manusia adalah hasil bentukan dari pembawaan. 4. Hukum Kesatuan Organ. Tiap-tiap anak itu terdiri dari organ-organ tubuh , yang merupakan satu kesatuan diantara organ-organ tersebut antara fungsi dan bentuknya, tidak dapat dipisahkan berdiri integral. Contoh : perkembangan kaki yang semakin besar dan panjang , mesti diiringi oleh perkembangan otak, kepala, tangan dan lain-lainnya. 5. Hukum Hierachi Perkembangan. Bahwa perkembangan anak itu tidak mungkin akan mencapai suatu phase tertentu dengan spontan, akan tetapi harus melalui tingkat-tingkat atau tahapan tertentu yang tersusun sedemikian rupa sehingga perkembangan diri seorang menyerupai derajat perkembangan. Contoh : perkembangannya pikiran anak, mesti didahului dengan perkembangan pengenalan dan pengamatan. 6. Hukum Masa Peka. Masa peka ialah suatu masa yang paling tepat untuk berkembang suatu fungsi kejiwaan atau fisik seseorang naka. Sebab perkembangan suatu fungsi tersebut tidak berjalan secara serempak antara satu dengan lainnya. Contoh : masa peka untuk berjalan bagi seorang anak itu pada awal tahun kedua dan untuk berbicara sekitar tahun pertama. Istilah peka pertama kali ditampilkan oleh seorang ahli biologi dari Belanda bernama Hugo de Vries (1848-1935), kemudian istilah tersebut dibawa kedalam dunia pendidikan, khussusnya psikologi oleh Maria Montessori (Italia 1870-1952). 7. Hukum Mengembangkan Diri. Dorongan yang pertama adalah dorongan mempertahankan diri, kemudian disusul dengan dorongan mengembangkan diri. Dorongan mempertahankan diri terwujud misalnya dorongan makan dan menjaga keselamatan diri sendiri. Contoh : * Anak menyatakan perasaan lapar, haus , sakit dalam bentuk menangis maka tangisan itu dianggap sebagai dorongan mempertahankan diri.* Seorang anak yang ingin menjadi juara, pandai dan sukses.

8. Hukum Rekapitulasi. Perkembangan jiwa anak adalah ulangan kembali secara singkat dari perkembangan manusia di dunia dari masa berburu hingga masa industri. Teori ini berlangsung dengan lambat secara berabad-abad. Jika pengertian rekapitulasi ini ditransfer ke psikologi perkembangan, dapat dikatakan bahwa perkembangan jiwa anak mengalami ulangan ringkas dari sejarah kehidupan umat manusia.

Karak teristik petumbuhan dan perkembangan remaja Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu, yaitu suatu proses menuju kedepan dan tidak dapat diulang kembali. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan perubahan yang sedikit banyak berisifat tetap dan tidak dapat diulang. Perkembangan menunjukkan pada perubahan-perubuahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju. Diantara para psikolog ada yang tidak membedakan antara istilah perkembangan dan pertumbuhan: namu ada yang lebih setuju akan istilah pertumbuhan. Hal ini mungkin untuk menunjukkan bahwa seseorang bertambah dalam berbagai kemampuannya yang bemacam-macam bahwa ia lebih mengalami diferensiasi dan juga bahwa ia pada tingkatan yang lebih tinggi, lebih mengalami integrasi. Disini pertumbuhan khusus dimaksudkan bagi pertumbuhan dalam ukuran badan dan fungsi-fungsi fisik murni. Menurut pendapat para psikolog istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifatsifat yang khas mengenai gejala-gejala psikologi yang menampak. Pertumbuhan fisik memang mempengaruhi perkembangan psikologi. Pertambahan fungsi-fungsi otak misalnya memungkinkan anak dapat tersenyum, berjalan, bercakapcakap dan lainsebagainya. Kemampuan berfungsi dalam tingkat yang lebih tinggi ini sebagai hasil pertumbuhan dapat disebut kematangan. Tumbuh adalah berbeda dengan perkembangan. Pribadi yang tumbuh mengandung arti yang berbeda dengan pribadi yang berkembang. Olehkarena itu dibedakan antara [ertumbuhan dan perkembangan. Dalam pribadi manusia, baik yang jasmaniah maupun yang rohaniah terdapat dua bagian yang berbeda sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju ke arah kesempurnaan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengeruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atu pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besr, dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas. Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif daripada fungsi-fungsi. Perubahan sesuatu fungsi adalah disebabkan oleh adanya proses pertumbuhan material yang memungkinkan adanya fungsi itu, dan disamping itu disebabkan oleh karena perubahan tingkah laku hasil belajar. Dengan demikian kita boleh merumuskan

pengertian perkembangan pribadi sebagai perubahan kualitatif daripada setiap fungsi kepribadian akibat adanya pertumbuhan dan belajar.

psikologi perkembangan remaja PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Setiap tahap usia manusia pasti ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilalui. Bila seseorang gagal melalui tugas perkembangan pada usia yang sebenarnya maka pada tahap perkembangan berikutnya akan terjadi masalah pada diri seseorang tersebut. Untuk mengenal kepribadian remaja perlu diketahui tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan tersebut antara lain: Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki teman, dan sebagainya. Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku "pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar. Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam tugas perkembangan remaja tersebut. Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai

kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi masalah untuk tugas perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua sekalipun). Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah "aku" ?, sehingga hal tersebut dijadikan pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya. Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain: - Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat - Emosinya tidak stabil - Perkembangan Seksual sangat menonjol - Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat) - Terikat erat dengan kelompoknya Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan. Dari kesimpulan yang diperoleh maka masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu: 1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya: - Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi - Anak mulai bersikap kritis b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya: - Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya - Memperhatikan penampilan - Sikapnya tidak menentu/plin-plan - Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya: - Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya - Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria 2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun

Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah: - Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis - Mulai menyadari akan realitas - Sikapnya mulai jelas tentang hidup - Mulai nampak bakat dan minatnya Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya.[sumber :www.iqeq.web.id] Posted by Panji_Psikologi Pendidikan at 10:14 PM 0 comments psikologi perkembangan remaja PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Setiap tahap usia manusia pasti ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilalui. Bila seseorang gagal melalui tugas perkembangan pada usia yang sebenarnya maka pada tahap perkembangan berikutnya akan terjadi masalah pada diri seseorang tersebut. Untuk mengenal kepribadian remaja perlu diketahui tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan tersebut antara lain: Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki teman, dan sebagainya. Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku "pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar. Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu

bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam tugas perkembangan remaja tersebut. Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi masalah untuk tugas perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua sekalipun). Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah "aku" ?, sehingga hal tersebut dijadikan pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya. Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain: - Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat - Emosinya tidak stabil - Perkembangan Seksual sangat menonjol - Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat) - Terikat erat dengan kelompoknya Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan. Dari kesimpulan yang diperoleh maka masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu: 1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya: - Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi - Anak mulai bersikap kritis b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya: - Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya - Memperhatikan penampilan - Sikapnya tidak menentu/plin-plan - Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib

c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya: - Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya - Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria 2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah: - Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis - Mulai menyadari akan realitas - Sikapnya mulai jelas tentang hidup - Mulai nampak bakat dan minatnya Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan j jiwanya

Pertumbuhan dan Perkembangan
(Keperawatan Anak) Proses pertumbang (Pertumbuhan dan Perkembangan) terdiri dari : 1. Pertumbuhan : Suatu proses peningkatan kuantitas (jumlah). Cth. Semakin besar, lebar. Luas, tinggi. 2. Maturasi : proses penuaan/kematangan atau peningkatan kompetensi dan adaptasi. 3. Diferensiasi: perubahan struktur sel menjadi lebih spesifik dan memiliki karakteristik fisik seta kriteria tertentu. 4. Perkembangan: perubahan dalam kualitas (mutu). Cth.kecerdasan emosi dan kecerdasan intelektual. Metode pelajari pertumbang 1. Cross sectional Mengobservasi kelompok anak dengan memperhatikan berbagai variabel sebelumnya yang mengakibatkan si anak seperti sekarang ini ketika saat diteliti sehingga kita dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mepengaruhi keadaan si anak sekaang. 2. Longitudinal Proses observasi dengan cara memberikan treatement terlebih dahulu kepada kelompok anak dan baru dapat diketahui setelah beberapa waktu ke depan akibat pemberian perlakuan tesebut. Pola-pola pertumbang 1. Directional trends

Pertumbang terjadi secara teratur, sesuai arah, mencerminkan perkembangan fisik dan kematangan fungsi neuromuskuler a. Pola chepalocaudal/head to tail/kepala ke ekor Arah perkembangan dimulai dari bagian kepala hingga kaki. Dan pola ini menunjkkan bahwa bagian kepala memiliki daya perkembangan lebih besar dan kompleks dibandingkan dngan bangian kaki yangsederhana dan berukuran kecil. Cth. Sang anak dapat mengontrol kepala terlebih dahulu sebelum ia dapat menggerakkan ekstremitas (kaki dan tangan). b. Proksimodistal-near to far-dekat ke jauh Cth. Perkembangan kontrol gerakan bahu dapat dilakukan bayi terlebiih dahulu sebelum si anak dapat melakukan gerakan tangannya. c. Diferensiasi Perkembangan si anak untuk melakukan suatu aktivitas dari proses yang sederhana hingga proses yang kompleks. Cth. Berguling  merangkak  jalan  berlari. 2. Sequential Trends Adanya kejelasan batasan atau parameter yang jelas terhadap tumbang anak. Misalkan pada usia 2 tahun anak harus dapat merangkak. 3. Developmental Pace Suatu kecepatan tumbang anak untuk dapat melakukan setiap tindakan berdasarkan sequential trends (parameter tersebut). Misalkan usia 2 tahun itu sehausnya anak sudah bisa merngkak, maka apabila dibawah usia itu si anak sudahdapat merangkak, maka dikatakan developmental pace anak lebih, dan pula sebaliknya bila usia 2 tahun lebih si anak belum juga bisa meranklak maka ia megalamai suatu keterlambatan dalam developmentalnya. 4. Periode sensitif Suatu pola tumbang dimana si anak mulai meniru keadaan di sekitarnya, sehingga apabila lingkungan sekitar baik maka akan baik, bila buruk maka buruk pula juga tumbanga anak itu. Oleh karena itu, lingkungan sekitarnya sangat mempengaruhi kedaan sianak selama proses tumbang saat masa-masa sensitif ini. Pertumbang Biologis 1. Proporsi Eksternal Perubahan biologi dari seseorang menjadi lebih tinggi, besar ini didominsai oleh perubahan cephalocaudal. Misalkan adanya perkembangan kaki terlebih dahulu pada usia remaja sehingga si anak terlihat lebih tinggi, lebar bahu laki-laki remaja lebih lebar daripada bahu wanita. 2. Proporsi wajah

3. Postur Lebih ditekankan pad proses pembengkokan tulang columna vertebrae. Sehingga adanya lekukan pada tulng belakang. Misalkan pada usia 3 bulan dimana bayi telah dapat mengontrol kepalanya, sehigga bengkokkan sekunder tampak di regio servikal. Perkembangan selanjutnya terjadi pada regio lumbal ketika si anak berusaha untuk dapat duduk. Determinasi Biologis Pertumbuhan Pada usia 2 tahun normalnya anak-anak telah mencapai 50 % tinggi badan dewasanya. Pada usia 3 tahun, pertumbuhan tinggi badan anak tetap dan stabil, yakni sekitar 5-6 cm/tahun yangb erjalan hingga 9 tahun ke depan. Pertumbuhan yang akan melonjak tinggi yakni pada usia remaja. Pada saat kelahirn berat badan lebih bervariasi dari variable lainnya, misalkan tinggi badan.Akan tetapi saat sesudah kelahiran akan sem,akin meninggakt berat badan tersebut dan jua akan turun. Hal tersebut dikarenakan aktivitas dari sang anak yang mulai aktif dan asupan makanan yang berkurang. Setelah tahun kedua, berat badan bertambah 2 – 2,75 kg/tahun dan akan tetap sama hingga masa remaja. Pertumbuhan dan Maturasi Skeletal Pertumbuhan berlangsung sekitar 19-20 tahun dan dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni : 1. osifikasi di diafisis 2. osifikasi di epifisis 3. invasi dan penempatan hasil petumbuhan lempeng kartilgo dengan gabungan tulang diafisis dan epifisis. Maturasi Neurologis Pertumbuhan sel otak pada fetus terjadi lebih cepat pada gestasi (usia bayi dalam kandungan) antara 15-20 minggu dan pada saat 30 mingggu yang berlanju sampai usia 1 tahun.

Individu dan Karakteristik
1. Pengertian Individu Manusia adalah makhluk yang dapat di pandang dari berbagai sudut pandang sejak ratusan tahun sebelumnya. Sebagaimana mahkluk yang berfikir atau homosapiens makhluk yang berbentuk atau homofaler berbagai pandangan itu membutuhkan bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks Pertumbuhan dan perkembangan itu merupakan sifat kodrat manusia yang harus mendapat perhatian secara seksama. 2. Karakteristik Individu Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang di peroleh dari pengaruh lingkungan karakteristik bawaan. Keturunan yang di miliki sejak lahir baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial.

3. Bidang-Bidang Perbedaan a. Perbedaan kognitif Kemampuan kognitif, efektif dan psikomotorik kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasa ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Perbedaan individual dalam kecakapan bahasa Kemampuan bahasa adalah kemampuan seseorang untuk mengatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna. c. Perbedaan dalam kecakapan motorik Kecakapan motorik, atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja saraf motorif yang dilakuakan oleh saraf pusat untuk melakukan kegiatan. d. Perbedaan dalam latar belakang Perbedaan dalam latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat mempelancar atau meperhambat prestasinya. e. Perbedaan dalam bakat Bakat merupakan kemampuan khusus yang di bawah sajak lahir. f. Perbedaan dalam kesiapan belajar, Perbedaan latar belakang tersebut, yang meliputi perbedaan sosio ekonomi dan sosiokultural, amat penting bagi perkembangan anak. 4. Emosi Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus yang di miliki oleh manusia. 5. Sosial Jadi, bayi begitu pula setiap orang memerlukan orang lain dalam proses pertumbuhan. 6. Bahasa Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi setiap orang senantiasa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya. 7. Bakat khusus Seorang yang memiliki bakat akan dapat mengamati sebab kemampuan yang di miliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol. 8. Sikap nilai dan moral Yaitu penguasa pengetahuan (kognitif), penguasaan nilai dan sikap (efektif) dan penguasa psikomotor. 1. Latar Belakang Awal masa remaja ditandai dengan pertumbuhan fisik yang pesat. Dengan mulai berfungsinya hormon-hormon sekunder. Pada permulaan masa remaja, pertumbuhan fisik yang sudah menyerupai manusia dewasa ini tidak didahului dengan perkembangan psikis yang sama besarnya. Banyak kesulitan yang di alami anak pada masa perubahan ini. Secara umum remaja memiliki ciri sebagai berikut :

1. Pertumbuhan fisik yang sangat pesat dan mulai berfungsinya hormon sekunder terutama hormon reproduksi. 2. Fase remaja adalah masa mencari identitas sehingga pada masa ini anak mempunyai pribadi yang sangat lebil baik dalam pemikiran, perasaan maupun emosionalnya. 3. Remaja mulai menginginkan kebebasan emosional dari orang tua dan mudah meningkatkan dirinya dengan kehidupan pergaulan. 4. Gampang tersinggung, sudah melampiaskan kemarahannya, malas, murung, ingin menangis sendiri. 5. Perkembangan penalaran yang pesat menjadikan kelompok remaja menjadi kelompok yang bersifat kritis dan idealis. 6. Pada masa ini juga berkembang sifat sangat besar, sehingga pada kelompok-kelompok remaja suka sekali menjadi pengelana. 7. Mulai berfungsinya hormon sekunder terutama hormon reproduksi menyebabkan mulai tertarik pada lawan jenis. 2. Rumusan Masalah Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja merupakan salah satu sistem yang tidak dapat dipisahkan. A. Pengertian dan Tugas Perkembangan Pengertian pertumbuhan dan perkembangan sepanjang rentang kehidupan manusia, semenjak dari masa kehamilan sampai dengan meninggal manusia selalu mengalami perubahan-perubahan tersebut. Terus berlangsung karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan pada dirinya. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal dalam perjalanan waktu tertentu. - Perkembangan merupakan suatu proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas organ-organ jasmaniah. - Meskipun antar pertumbuhan dan perkembangan mempunyai perbedaan. Tugas-Tugas Perkembangan Oleh Havighurs perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus di pelajari, dijalani dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya. Secara sadar pada akhir masa kanak-kanak seorang individu untuk dapat bersikap dan berprilaku lebih dewasa. Makna “dewasa” dapat di artikan dari berbagai segi, sehingga di kenal istilah dewasa secara fisik, secara psikologis, secara sosial. B. Tugas perkembangan sosial psikologis Hovigurst mengemukakan 10 jenis tugas perkembangan remaja antara lain : 1) Mancapai hubungan dengan teman lawan jenisnya 2) Mencapai perasaan seks dewasa yang di terima secara sosial 3) Menerima keadaan fisiknya 4) Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa

5) Mencapai kebebasan ekonomi 6) Memiliki dan meyediakan suatu pekerjaan 7) Menyiapkan perkawinan dan kehidupan keluarga 8) Mengembangkan keterampilan 9) Mencapai suatu perangkat nilai yang di gunakan. Di lihat dari perkembangan kedua dari secara menyeluruh, pertumbuhan dan perkembangan di masa remaja relatif. Karakteristik Perkembangan Remaja. Istilah asing yang sering di pakai untuk menunjukan remaja, antara lain adalah puberteit adolecenteia, dan Youth dalam bahasa Indonesia sering pula di katakan pubertas atau remaja (belanda) berasal dari bahasa latin : pubertas berarti usai kedewasaan ( the age of manhood). Istilah adolescentia berasal dari latin : adulescence dengan adulescentia maksudnya yaitu masa muda. Adulescentia manunjukan masa yang tercepat antara usia 12-22 tahun dan mencakup seluruh perkembangan psikis yang terjadi di masa tersebut. Oleh karena itu, di coba untuk memahami remaja menurut berbagai sudut pandang. Remaja Menurut Hukum Tampaknya hanya Undang-Undang saja yang kenal konsep itu walaupun tidak secara terbuka usia minimal untuk suatu perkawinan menurut Undang-Undang di sebutkan 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun pria 9 pasal 7 Undang-Undang 1974 tentang perkawinan waktu antara antara 10 dan 19 tahun sampai 22 tahun ini di sejajarkan dengan pengertian “ remaja dalam ilmu-ilmu sosial”. Remaja dari Sudut Perkembangan Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lainnya terkait remaja di kenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik di mana alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Remaja Menurut Pandangan Masyarakat Karena bangsa indonesia terdiri bermacam-macam suku, adat dan tingkat sosial. Maka tidak ada profik remaja yang seragam dan berlaku rasional, sehingga pedoman umum atas batasan remaja di gunakan usia 11-29 tahun dan belum menikah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Ada dua faktor yang di maksudkan di sini antara lain: 1. Faktor hereditas Hereditas yang berupa kecenderungan tersebut terdapat pada sel-sel benih, sehingga ganet sebagai pembawa sifat hereditas kecenderungan ini dapat berupa, kecenderungan fisik seperti kecederungan berbadan gemuk. 2. Faktor lingkungan Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang mengelilingi individu di dalam hidupnya baik dalam bentuk lingkungan fisik yang berupa kondisi rumah. Kebutuhan Remaja, Masalah, dan Konsekuensinya

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Masa juga di pandang sebagai masa “ strom stress “ yaitu masa di mana banyak sekali masalah yang di hadapi karena remaja itu berupaya untuk menentukan jati dirinya. Beberapap jenis kebutuhan remaja dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok : a. Kebutuhan organisasi yaitu makan, minum, bernapas, dan seks b. Kebutuhan emosional, yaitu kebutuhan untuk mendapatkan simpati dan pengakuan dari orang lain. c. Kebutuhan berprestasi atau need of ochievement, yang berkembang karena didorong untuk mengembangkan potensdi yang similiki di kebutuhan untuk mempertahankan diri. Remaja membutuhkan penghargaan dan pengakuan bahwa ia telah mampu berdiri sendiri, mampu melaksanakan tugas-tugas seperti yang dilakukan oleh orang dewasa, mampu melaksanakan tugas-tugas seperti orang dewasa dan dapat bertanggungjawab atas sikap dan perbuatan yanbg dikerjakan. Pemikiran telah bercakrawala luas, oleh karena itu kebutuhan pokoknya juga sudah berkembang. Masalah dan Konsekuensinya Beberapa masalah yang dihadapi oleh remaja sehubungan dengan kebutuhankebutuhannya : 1. Upaya untuk dapat mengubah sikap dan perilaku anak-anak untuk menjadi sikap dan perilaku dewasa, tidak semuanya dapat dengan mudah dicapai baik oleh remaja laki-laki maupun remaja perempuan. Dan akibat lebih lanjutdapat menjadikan remaja bersikap keras dan agresif. 2. Hal ini disebabkan pertumbuhan tubuhnya dirasa kurang serasi, ketidakserasian proporsi tubuh ini sering ditimbulkan kejengkelan, karena ia dapat pakaian yang pantas. 3. Sering terjadi salah tingkah dan perilaku yang menentang norma pandangan terhadap sebagian yang lain jenis kelamin dapat menimbulkan kesulitan dalam pergaulan. Bagi remaja laki-laki dapat menimbulkan perilaku yang menantang “menentang norma, dan bagi remaja perempuan akan perilaku-perilaku mengurung diri atau menjauhi pergaulan dengan sebagian yang lain jenis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->