Bab I

KONSEP DASAR THERMODINAMIKA
1.1 DEFINISI DAN APLIKASI THERMODINAMIKA Thermodinamika adalah ilmu tentang energi, yang secara spesificmembahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja. Sepertitelah diketahui bahwa energi didalam alam dapat terwujud dalamberbagai bentuk, selain energi panas dan kerja, yaitu energi kimia, energilistrik, energi nuklir, energi gelombang elektromagnit, energi akibat gaya magnit, dan lain-lain . Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuklain, baik secara alami maupun hasil rekayasa tehnologi. Selain itu energy di alam semesta bersifat kekal, tidak dapat dibangkitkan atau dihilangkan, yang terjadi adalah perubahan energi dari satu bentuk menjadi bentuk lain tanpa ada pengurangan atau penambahan. Prinsip ini disebut sebagai prinsip konservasi atau kekekalan energi. Prinsip thermodinamika tersebut sebenarnya telah terjadi secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Bumi setiap hari menerima energy gelombang elektromagnetik dari matahari, dan dibumi energi tersebut berubah menjadi energi panas, energi angin, gelombang laut, proses pertumbuhan berbagai tumbuh-tumbuhan dan banyak proses alam lainnya. Proses didalam diri manusia juga merupakan proses konversi energi yang kompleks, dari input energi kimia dalam maka nan menjadi energi gerak berupa segala kegiatan fisik manusia, dan energi yang sangat bernilai yaitu energi pikiran kita. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka prinsip alamiah dalam berbagai proses thermodinamika direkayasa menjadi berbagai bentuk mekanisme untuk membantu manusia dalam menjalankan kegiatannya. Mesin-mesin transportasi darat, laut, maupun udara merupakan contoh yang sangat kita kenal dari mesin konversi energi, yang merubah energi kimia dalam bahan bakar atau sumber energi lain menjadi energi mekanis dalam bentuk gerak atau perpindahan diatas permukaan bumi, bahkan sampai di luar angkasa.Pabrik-pabrik dapat memproduksi berbagai jenis barang, digerakkan oleh mesin pembangkit energi listrik yang menggunakan prinsip konversi energy panas dan kerja. Untuk kenyamanan hidup, kita memanfaatkan mesin air conditioning, mesin pemanas, dan refrigerators yang menggunakan prinsip dasar thermodinamila. Aplikasi thermodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena perkembangan ilmu thermodinamika sejak abad 17 yang dipelopori dengan penemuan mesin uap di Inggris, dan diikuti oleh para ilmuwan thermodinamika seperti Willian Rankine, Rudolph Clausius, dan Lord Kelvin pada abad ke 19. Pengembangan ilmu thermodinamika dimulai dengan pendekatan makroskopik, yaitu sifat thermodinamis didekati dari perilaku umum partikel-partikel zat yang menjadi media pembawa energi, yang disebut pendekatan thermodinamika klasik. Pendekatan tentang sifat thermodinamis suatu zat berdasarkan perilaku kumpulan partikel-partikel disebut pendekatan mikroskopis yang merupakan perkembangan ilmu thermodinamika modern, atau disebut thermodinamika statistik. Pendekatan thermodinamika statistik dimungkinkan karena

1

perkembangan teknologi komputer, yang sangat membantu dalam menganalisis data dalam jumlah yang sangat besar. 1.2 BENTUK-BENTUK ENERGI Telah disampaikan sebelumnya bahwa energi dapat terwujud dalam berbagai bentuk, yaitu energi kimia, energi panas, energi mekanis, energi listrik, energi nuklir, energi gelombang elektromagnetik, energy gaya magnit, dan lain-lain. Suatu media pembawa energi dapat mengandung berbagai bentuk energi tersebut sekaligus, dan jumlahenerginya disebut energi total (E). Dalam analisis thermodinamika sering digunakan energi total setiap satuan masa media (m), yang disebut sebagai energi per-satuan masa (e) yaitu,

e= E m

(1.1)

Berbagai bentuk energi diatas dapat pula dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu energi makroskopik dan energi mikroskopik. Energi makroskopik adalah keberadaan energi ditandai dari posisinya terhadap lingkungannya atau terhadap suatu referensi yang ditentukan. Contoh bentuk energi makroskopik adalah energi kinetik (KE) dan energi potensial (PE). Keberadaan energi mikroskopik ditentukan oleh struktur internal darizat pembawa energi sendiri dan tidak tergantung kepadalingkungannnya, yaitu struktur dan gerakan molekul zat tersebut. Energi mikroskopik ini disebut sebagai energi internal (U). Energi makroskopik berhubungan dengan gerakan masa pembawa energi, dan pengaruh luar seperti gaya gravitasi, pengaruh energi listrik, sifat magnit, dan tegangan pemukaan fluida. Energi kinetis KE adalah energi yang disebabkan oleh gerakan relatif terhadap suatu referensi, dan besarnya adalah:

2 KE = mV 2
atau dalam bentuk energi per-satuan masa:

(1.2.)

2 ke = V2 (1.3)
dengan, m = satuan masa media pembawa energy V = satuan kecepatan gerakan masa. Energi potensial adalah energi yang disebabkan oleh posisi elevasinya dalam medan gravitasi, dan besarnya adalah: PE = m g z Atau dalam bentuk energi per-satuan masa, (1.4)

2

pe = g z ( dengan, g = gaya gravitasi z = posisi elevasi terhadap suatu referensi.

1.5)

Energi internal meliputi semua jenis energi mikroskopik, yaitu akibat dari struktur dan aktivitas molekul dalam masa yang ditinjau. Struktur molekul adalah jarak antar molekul dan besar gaya tarik antar molekul, sedang aktivitas molekul adalah kecepatan gerak molekul. Energi laten adalah energi yang merubah jarak dan gaya tarik antar molekul, sehingga masaberubah fase antara fase padat atau cair menjadi gas. Energi sensible merubahkecepatan gerak molekul, yang ditandai oleh perubahan temperatur dari masa yang ditinjau. Energi kimia adalah energi internal sebagai akibat dari komposisi kimia sua tu zat, yang merupakan energi yang mengikat atom dalam molekul zat tersebut. Perubahan struktur atom menyebabkan perubahan energi pengikat atom dalam molekul, sehingga reaksinya dapat melepaskan energi (eksothermis) misalnya dalam reaksi pembakaran, atau memerlukan energi (indothermis). Bentuk energi internal lainnya adalah energi nuklir, yang merupakan energi ikatan antara atom denganintinya. Dalam bahasan thermodinamika efek dari jenis energi makroskopik lain yaitu energi magetik, dan tegangan permukaan fluida dapat daibaikan, sehingga energi total E dari masa pembawa energi tersebut adalah:
2

E = U + KE + PE = U + mV + mgz 2
atau dalam bentuk energi per-satuan masa,
2

(1.6)

e = u + ke + pe = u + V + gz
(1.7)

2
Dalam aplikasi bidang teknik masa atau sistem thermodinamika yang ditinjau biasanya tidak bergerak selama proses berlangsung, sehinggaperubahan energi potensial dan energi kinetisnya sama dengan nol. 1.3 SISTEM, PROSES, DAN SIKLUS THERMODINAMIKA Suatu sistem thermodinamika adalah sustu masa atau daerah yang dipilih, untuk dijadikan obyek analisis. Daerah sekitar sistem tersebut disebut sebagai lingkungan. Batas antara sistem dengan lingkungannya disebut batas sistem (boundary), seperti terlihat pada Gambar 1.1. Dalam aplikasinya batas sistem nerupakan bagian dari sistem maupun lingkungannya, dan dapat tetap atau dapat berubah posisi atau bergerak.

3

Satuan gaya merupakan kombinasi dari masa dan percepatan. temperatur (K). berat jenis. pesawat jet dan lain-lain adalah merupakan sistem thermodinamika terbuka. volume spesifik.4. Sistem satuan yang sekarangdipergunakan di seluruh dunia. Karakteristik yang menentukan sifat dari sistem disebut property dari sistem. Dalam sistem SI ada 7 macam dimensi dasar. dan lain-lain. energi dan masa dapat kelua r sistem atau masuk kedalam sistem melewati batas sistem. seperti tekanan P. volume V.1. Kondisi tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem. dan gas buang keluar sistem melalui knalpot. yang didefinisikan menurut Hukum Newton. turbin uap. yaitu sistem British dan sistem Metris. yaitu panjang (m). dan satuan molekul (mol). Contoh sistem tertutup adalah suatu balon udara yang dipanaskan. Sistem mesin motor bakar adalah ruang didalam silinder mesin. dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam balon. panas jenis. waktu (detik). masa m. termasuk Indonesia. DAN TEMPERATUR. konduksi panas. dimana sistem mempunyai nilai property yang tetap. Suatu sistem dapat berada pada suatu kondisi yang tidak berubah. masa (kg). Sistem ini menggantikan 2 sistem yang dipergunakan sebelumnya. satuan sinar (candela-c). Apabila property nya berubah. dimana campuran bahan bahanbakar dan udara masuk kedalam silinder. viskositas. 1. Sistem Internasional. Yang dapat-keluar masuk sistem tertutup adalah energi dalam bentuk panas atau kerja. tetapi volumenya bisa berubah. tetapi volumenya berubah. Dalam sistem tertutup masa dari sistem yang dianalisis tetap dan tidak ada masa keluar dari sistem atau masuk kedalam sistem. dan mempunyai besaran N (Newton). yaitu sistem tertutup dan sistem terbuka.BATAS SISTEM SISTEM LINGKUNGAN SISTEM TERMODINAMIKA Gambar 1. maka keadaan sistem tersebut disebut mengalami perubahan keadaan. apabila masingmasing jenis property sistem tersebut dapat diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya.4 SISTEM SATUAN. dan lain-lain. adalah Sistem SI. Dalam sistem terbuka. Suatu sistem satuan adalah sistem besarn atau unit untuk mengkuantifikasikandimensi dari suatu property. Sebagian besar mesinmesin konversi energi adalah sistem terbuka. karena secara simultan ada energi dan masa keluarmasuk sistem tersebut. dimana masa udara didalam balon tetap. temperatur T. arus listrik (A). Selain itu ada juga property yang disefinisikan dari property yang lainnya seperti. TEKANAN. 1. Suatu sistem yang tidak mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam keadaan seimbnag (equilibrium). Turbin gas. Skema sistem thermodinamika Dalam thermidinamika ada dua jenis sistem.1 Sistem Satuan. 4 .

dan disebut pula J (Joule) yaitu. 1. W=mg (1. sebagai berikut.4. dan biasanya ukurannya dalam kJ (kilojoule) atau MJ (Mega Joule). sedang besar gravitasi di bumi adalah 9. alat pengukur tekanan vakum disebut manometer vakum. 1 N = 1 kg. dengan percepatan sebesar medan gravitasi yang terjadi (g). manometer pegas.3 Temperatur 5 .11) Satuan Joule juga digunakan dalam dimensi energi panas.1 Mpa = 100kPa 1 atm = 101. 1 bar = 105 Pa = 0. atau megapascal (1 MPa = 106 Pa). sedang alat pengukur tekanan atmosfir disebut barometer. 01325 bar Alat pengukur tekanan diatas atmosfir adalah manometer.2 Tekanan. atau atm (standard atmosphere). m/det (1. 1 Pa = 1 N/m2 Karena satuan Pascal terlalu kecil. dan didefinisikan sebagai gaya tekan suatu fluida (cair atau gas) pada satu satuan unit luas area. Satuan tekanan adalah Pa (Pascal).8) Dan 1 N adalah gaya yang diperlukan untuk memberikan percepatan sebesar 1 m/det 2 pada suatu masa sebesar 1 kg sehingga. Terdapat banyak jenis metode pengukuran tekanan seperti pipa U. maka dalam analisis thermodinamika seringdigunakan satua kilopascal (1 kPa = 103 Pa). Istilah tekanan pada benda padat disebut tegangan (stress). atau transduser elektronik. Kerja yang merupakan salah satu bentuk energi.4. Satuan W adalah Newton.m.325 kPa = 1. adalah gaya kali jarak dengan satuan N.F=ma (1. 325 Pa = 101. Tekanan merupakan salah satu property yang terpenting dalam thermodinamika. Satuan tekanan yang cukup dikenal adalah satuan bar (barometric).10) dengan bertambahnya elevasi. sebagai berikut. yang didefinisikan sebagai.807 m/det 2 di permukaan laut dan semakin kecil 1 J = 1 N. 1.m ` (1.9) Ukuran berat (W) adalah gaya yang ditimbulkan oleh masa m kg.

Skala dari ukuran temperatur dalam derajad Celcius adalah sama dengan skala ukuran Kelvin. cair.Ukuran temperatur berfungsi untuk mengindikasikan adanya energy panas pada suatu benda padat. Prinsip pengukurannya adalah apabila suatu alat ukur ditempelkan pada benda yang akan diukur temperaturnya. Dalam analisis thermodinamika. Dalam sistem SI satuan temperatur adalah Kelvin (K) tanpa derajad. maka akan terjadi perpindahan panas ke alat ukur sampai terjadi keadaan seimbang. sedang apabila analisis berhubungan dengan perbedaan temperature maka baik ukuran oC maupu K dapat digunakan. seperti pemuaian. Bab II 6 . tetapi titik nol oC sama dengan 273. Metodenya biasanya menggunakan perubahan salah satu property suatu material karenapanas. Titik nol oC adalah kondisi es mencair pada keadaan standard atmosfir. dan sifat listrik. yaitu apabila dua benda dalam keadaan seimbang thermal dengan benda ketiga maka dua benda tersebut juga dalam keadaan seimbang thermal walaupuntidak saling bersentuhan. sedang kondisi 0 K adalah kondisi nol mutlak dimana semua gerakan yang menghasilkan energi pada semua materi berhenti. atau gas.15 K. Prinsip tersebut menghasilkan Hukum Thermodinamika Zeroth (Zeroth Law of Thermodynamics). Dengan demikian temperatur yang terterapada alat ukur adalah sama dengan temperatur pada benda yang diukur temperaturnya. apabila yang dimaksudkan adalah ukuran temperatur maka yang digunakan adalah ukuran dalam K.

tergantung kepada kondisi property nya. pada semua lingkup keadaan untuk masingmasing zat yang diteliti. dan lain -lain. temperatur. dengan koordinat tekanan dan temperatur. fasa cair mempunyai gaya ikat yang lebih kecil.PROPERTY ZAT MURNI DAN KARAKTERISTIK GAS IDEAL 2. dan fasa gas gaya ikat antar molekul paling kecil. Air berubah fasa menjadi gas pada temperatur sekitar 100 oC apabila tekanannya 1 atm. Posisi molekul pada fasa padat relatif tetap. dan pada fasa gas molekulmolekul bergerak bebas tidak beraturan dan saling bertabrakan satu sama lainnya. helium. energy internal. Persyaratan sebagai zat murni tidak perlu hanya satu jenis saja. dan dua property baru yaitu enthalpy (h) dan entropy (s) yang akan dibahas dalam bab selan jutnya. atau fasa gas. pada fasa cair molekul bergerak secara oscilasi. Karena itu data property biasanya dipresentasikan dalam bentuk Tabel Thermodinamika.2 DIAGRAM FASA Zat murni dapat mengalami perubahan fasa pada keadaan yang berbeda-beda. Data property untuk keadaan fasa campuran tidak dapat dilihat secaralangsung dalam Tabel Thermodinamika. tetapi dapat dihitung dengan menggunakan parameter kualitas campuran (x) yaitu: x = mg (2. yang dikumpulkan dari hasil pengukuran yang membutuhkan waktu yang lama.volume spesifik. srhingga sangat sulit untuk direpresentasikan dalam suatu persamaan yang sederhana. yang berisi data property dari beberapa zat yang sering digunakan dalam aplikasi thermodinamika. Udara merupakan campuran dari beberapa jenis zat tetapi masih bersifat zat murni.3 TABEL PROPERTY Dalam analisis thermodinamika selalu dibutuhkan data nilai property dari suatu zat. Zat murni dapat terwujud dalam fasa padat.. air. Jenis property yang biasanya ada dalam Tabel Thermodinamika adalah tekanan. 2. Fasa padat mempunyai struktur molekul dengan jarak antar molekul paling kecil dan gaya ikat antar molekul paling besar. menunjukkan diagram perubahan fasa cair-gas pada suatu zat murni. tetapi dapat berupa campuran zat asal campurannya homogin pada seluruh bagiannya. Contoh zat murni misalnya. Tabel tersebut membutuhkan data property yang sangat banyak. tetapi campuran antara minyak dengan air bukan merupakan zat murni karena tidak dapat bercampur secara homogin. 2. fasa cair.1 ZAT MURNI Zat murni adalah zat yang mempunyai komposisi kimia yang tetap pada semua bagiannya. nitrogin. tetapi pada tekanan lebih tinggi maka temperatur perubahan fasa nya lebih tinggi pula. CO2. udara.1) 7 . Nilai property dapat diprediksi dengan mengembangkan suatu persamaan matematis hubungan antar property dari zat yang bersangkutan. Namun biasanya bentuk hubungan antar property untuk semua zat sangat kompleks. panas laten.

dan pengaruh volume molekul sendiri. atau sering disebut persamaan keadaan gas ideal atau persamaan Boyle – Gay Lussac. Sifat-sifat gas ideal yang diinginkantersebut tersebut adalah: 1. Dari mekanisme gerakan molekul tersebut. Asumsi pertama memungkinkan bahwa semua energi kinetic molekul menghasilkan energi tumbukan molekul ke dinding.2) Pv = RT (2. (2. v. sedang x = 1 apabila mf = 0 atau mg = mtotal. hfg dimana: h = enthapy pada kondisi campuran hf = enthalpy pada keadaan liquid jenuh hfg = pana laten 2. maka dapat dibayangkan adanya suatu persamaan matematik hubungan antar variabel property gas didalam ruangan. sebagai berikut. adanya gaya tarik-menarik antar molekul. Namun untuk menurunkan persamaanhubungan secara analitis mengalami kesulitan. Hubungan antara parameter x dengan nilai property tertentu. Volume ruangan juga merupakan variabel karena menentukan jarak lintasan gerak molekul sebelum menabrak dinding. Dengan kedua asumsi tersebut. terutama tekanan (P). maka semakin besar kecepatan geraknya sehingga menyebabkan momentum tumbukan terhadap dinding semakin besar. temperatur (T). sebelum menabrak dinding batas ruangan. yaitu pada keadaan uap jenuh. dan volume ruangan (V). Tabrakan molekul ke dinding ruangan tersebut terjadi secara terusmenerus. dan T gas ideal. yang menimbulkan efek tekanan gas didalam ruangan tersebut. karena kompleksitas gerakan molekul. Semakin tinggi temperatur gas. sehingga dimungkinkan penurunan persamaan matematis hubungan antar beberapa variabel dari property gas. Akibatnya tekanan yang terjadi dida lam ruanganakan semakin besar pula. Karena itu kemudian diasumsikan adanya suatu jenis gas idea yang mempunyai sifat ideal. Gaya tarik-menarik antar molekul gas diabaikan. Total volume molekul gas diabaikan terhadap volume ruangan.4 GAS IDEAL Molekul-molekul gas didalam suatu ruangan yang dibatasi dindingbergerak kesegala arah dengan tidak beraturan (chaotic motion ). misalnya enthalpy (h) adalah: h = hf + x .Karena gerakan tidak beraturan tersebut kemungkinan sering terjadi tumbukan antar molekul.3) 8 . maka secara analitis dapat diturunkan persamaan hubungan antar variabel P. 2. sedang asumsi kedua memungkinkan tidak ada pengurangan energi kinetik molekul karena tumbukan antar molekul diabaikan.m lotal dimana : masa total campuran (mtotal)= masa liquid + masa uap = mf + m g Parameter x mempunyai nilai nol yaitu apabila mg = 0 atau pada kondisi liquid jenuh.

P1 T 1 = P2 T2 V1 V2 (2. anadaikan junlah molekulnya N. R ? = konstanta gas universal M = masa setiap molekul gas Besarnya konstanta gas universal adalah sama untuk semua jenis gas yaitu R? = 8. maka masa gas didalam ruangan tersbut: M=MN Dan volume ruangan adalah: V = m v Sehingga persamaan gas ideal dapat dituliskan dalam variabel volume ruangan sebagai berikut.dengan.7) (2. sehingga persamaan gas ideal dapat diaplikasikan pada gas sebenarnya apabila tekanannya sangat rendah.K).9) 9 .4) M dengan. P = tekanan absolut gas v = volume spesiifik gas R = konstanta gas T = temperatur absolut gas Boyle dan Gay Lussac mendapatkan persamaan tersebut melalui eksperimen pada kondisi gas pada tekanan sangat rendah.6) Dari persamaan (2.8) (2. R = Rµ (2. maka si fat suatu gas juga mendekati sifat gas ideal. Dalam penelitian selanjutnya didapatkan apabila pada temperatur tinggi. dengan masa gas(m) tetap sebagai berikut. Masa gas didalam ruangan dapat dihitung apabila jumlah molekulnya diketahui. Besarnya konstanta gas R berbeda untuk setiap jenis gas.7) dapat diturunkan hubungan antara variabel gas didalam ruangan pada dua keadaan yang berbeda. atau pada tekanan sangat tinggi sekitar tujuh kali tekanan kritisnya.314 kJ/(kmol. dan dapat dihitung dengan. PV=mRT P V = N RT (2.5) (2.

dengan indeks 1 dan 2 menunjukkan bahwa gas pada keadaan 1 danpada keadaan 2.10) a= 27 R T cr dan b= RT cr 64P cr 8 P cr (2. Persamaan Beattie-Bridgeman. Pada tahun 1873.5 PERSAMAAN KEADAAN GAS Persamaan gas ideal cukup sederhana. beberapa jenis gas seperti udara. dengan menggunakan lima konstanta sebagai berikut. 10 . namun seperti telah dibahas sebelumnya lingkup pemakaiannya terbatas. Gas yang dipadatkan seperti uap didalam ketel uap. zat refrigeran didalam mesin pendingin tidak boleh diperlakukan sebagai gas ideal. 2. 2. dengan lingkup pemaka ian yang lebih luas. 2 2 (2.11) Persamaan Van der Waals mempunyai ketelitian yang kurang baik. Data property nya harus dilihat dalam Tabel Thermodinamika untuk gas yang bersangkutan. oksigen. Banyak usaha dilakukan untuk mengembangkan persamaan keadaan gas. CO2 dapat dperlakukan sebagai gas ideal dengan penyimpangan hasil perhitungan terhadap kondisi sebenarnya hanya sekitar 1%. Menurut penelitian. neon. Persamaan Van del Waals. karena penyimpangan atau kesalahan perhitungannya menjadi terlalu besar. tetapi apabila konstanta a dan b dihitung menurut perilaku gas sebenarnya pada lingkup yang luas maka ketelitiannya menjadi lebih naik. Van der Waals mengajukan persamaan keadaan gas dengan tambahan dua konstanta a dan b sebagai berikut. Namun persamaan yang didapatkan umumnya lebih kompleks dibandingkan dengan persamaan gas ideal. helium. Persamaan Beattie – Bridgeman diajukan pada tahun 1928. argon. seperti pada persamaan Van der Waals dan persamaan BeattieBridgeman sebagai berikut: 1. (P + a )( v − b) = RT v2 dengan nilai konstanta a dan b sebagai berikut.hidrogen.

8 ? cr .13) Bab III 11 . A = A0 (1− a) dan B = B0 (1− b) v v Aplikasi persamaan ini adalah sampai dengan 0. P = R µ T (1 − c) (v − B ) − A (2.. cr (2.12) 2 3 2 V vT v dengan konstanta A dan B dihitung dengan persamaan sebagai berikut. dengan ? adalah titik krits dari densitas gas yang bersangkutan.

Suatu proses jika tidak terjadi perpindahan panas disebut dengan proses adiabatis. Kedua. 3. Enegi dapat melintasi batas dari suatu sistem tertutup dalam dua bentuk yang berbeda : panas (heat) dan kerja (work). Ketika Q bervariasi dengan waktu. jumlah heat transfer selama proses dilakukan dengan mengintegrasikan Q selama rentang waktu tertentu : Q =• Q dtçKj (3-2) 12 . Heat transfer perunit massa di simbolkan dengan q : q= m Q (kJ / kg) (3-1) Kadang sering digunakan untuk mengetahui rate of heat tranfer atau jumlah heat transfer perunit waktu dalam interval tertentu. Prinsip tersebut juga di kenal dengan istilah konservasi energi. Hukum pertama dapat dinyatakan secara sederhana .2 Panas (Heat) ⇒ Q Panas (heat) didefinisikan sebagai bentuk energi yang dapa berpindah antara dua sistem (atau dari sistem ke lingkungan) dengansifat perbedaan temperatur.1 PENDAHULUAN Hukum termodinamika pertama menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahka tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. selama interaksi antara sistem dan lingkungan. Panas adalah sebuah energi dalam keadaan transisi. Dari pengertian diatas. Ada dua cara suatu proses dapat dikatakan adiabatis. jumlah energi yang diperoleh sistem harus sama dengan energi yang dilepaskan oleh lingkungan. mempunyai satuan kJ/s (kW). kJ (atau Btu). dia di kenali jika hanya melewati batas sistem sehingga dalam termodinamika panas (heat) sering diistilahkan dengan tranfer panas (heat transfer). tidak harus disamakan pengertian proses adiabatis dengan proses isotermal.3. disimbolkan dengan Q.Pertama. sistem diisolasi sempurna sehingga tidak ada energi panas yang keluar. antara sistem dan lingkungan berada pada temperatur yang sama sehingga tidak terjadi aliran panas karna perbedaan temperatur. Satuan energi panas adalah Joule.

δ Q dan δ W. dapat disimpulkan bahwa jika suatu energi dapat melintasi batas sistem adalah bukan panas dapat dipastikan bahwa bentuk energy tersebut adalah kerja. kerja juga mempunyai konvensi tanda. maka hubungan diatas menjadi Q= Q∆t (3-3) dimana ∆ t = t2 . Untuk menandai arah dari panas ada suatu konvensi tanda (kesepakatan tanda) sebagai berikut : Heat transfer menuju sistem bertanda positif. differensialnya disebutdifferensial eksak.Ketika Q & konstan selama proses. Keduanya merupakan fenomena transient artinya sebuah sistemtidak bisa memiliki panas atau kalor. bukan state. dh. 3. Kerjayang dilakukan sistem adalah positif dan jika sistem dikenai kerja makakerja bertanda negatif. Keduanya merupakan ”path function ”. Keduanya merupakan fenomena batas sistem . dT. misalnya du. (berbeda dengan property yang merupakan point function . Macam-macam bentuk kerja : 1. hanya dikenaliketika melintasi batas sistem. Seperti pada pada penjelasan sebelumnya.t 1. 4. atau kW. Kerja juga merupakan bentuk energi.3 Kerja (Work) ⇒ W Kerja (work) seperti halnya panas adalah suatu bentuk interaksi antara sistem dan lingkungan. (kJ) Panas mempunyai jumlah dan arah. Kerja Listrik : 13 .Heat transfer dan kerja adalah interaksi antara sistem denganlingkungan dan terdapat beberapa kesamaan antara keduanya : 1.Seperti halnya panas. 2. differensialnya disebutdifferensial tidak eksak. Keduanya selalu terkait dengan proses. mempunyai satuan kJ. Lebih spesifik kerja dapat diartikan sebagai energy transfer yang berhubungan dengan gaya yang menempuh sebuah jarak. 3. Kerjaperunit massa dinotasikan dengan w : w= W (kJ /kg) (3-4) Kerja perunit waktu disebut power dan dinotasikan dengan W& mempunyai satuan kJ/s. dan keluar sistem bertanda negatif. dP dan lain-lain).

Pada umumnya V dan I bervariasi terhadap waktu. persamaanmenjadi We = VI ∆ t (3-7) 2 2 .1 Kerja akibat pergeseran batas system 2 W b δ = F ds= PA ds = (3-8) P dV W b = ∫ P dV (kJ) 1 2. sehingga kerja listrik dalam interval waktu tertentu dinyatakan : 2 W e = ∫ VI dt (kJ) (3-6) 1 Jika antara V dan I konstan dalam rentang waktu ∆ t. Kerja yang dibutuhkan untuk menaikkan benda dariketinggian z1 ke z2 adalah 14 . Bentuk-bentuk kerja mekanik : W= ∫ Fds 1 2.We = VN (kJ) atau (3-5) W e & = VI (kW) dimana e W& adalah daya listrik dan I adalah arus listrik.2 Kerja Gravitasi Gaya yang bekerja pada sebuah benda : F = mg (3-9) mana m adalah massa dan g adalah percepatan gravitasi .

2 2 Wg = 1 ∫ F dz = mg 1 ∫ dz = (3-10) m g(z 1 ) − ( z 2 ) kJ 2. Untuk sebuah Torsi tertentu konstan.3 Kerja akibat percepatan F = ma F = m dt (3-11) dV a = dV dt V= dt ds Substitusikan F dan ds ke persamaan kerja.4 Kerja Poros Transmisi energi dengan menggunakan sebuah poros yang berputar sangat sering dalam praktis keteknikan. kerja yang dilakukan selamaputaran n ditentukan sebagai berikut : τ= Fr → F = τ (3-13) Gaya tersebut bekerja sejauh jarak s yang jika dihubungkandengan radius r s= ( 2πr) n 15 . didapat : 2 2 2 ds = V dt W a = ∫ F ds = ∫ 1 m dV Vdt (3-12) dt ( ) = m ∫ 1 V dV = 1 m 2 ( V 2 − V1 ) kJ 1 .

4 HUKUM TERMODINAMIKA PERTAMA Persamaan umum hukum termodinamika pertama untuk sebuah siklus tertutup diekspresikan sebagai berikut : 16 . waktu yang dituliskan : Wsh = 2πnτ (3-15) 2.5 Kerja Pegas Jika panjang dari sebuah pegas berubah sebesar differensial dx karena pengaruh sebuah gaya F.kemudian kerja poros menjadi : W sh = Fs = τ ( 2πrn) = 2π τ (3-14) (kJ) Daya yang ditransmisikan melalui sebuah poros adalah kerja poros perunit. maka kerja yang dilakukan adalah W pegas = F dx (3-16) Untuk menentukan total kerja pegas diperlulan sebuah fungsional hubungan antara F dan x. perubahan panjang x proporsional dengan gaya : F = kx (kN) (3-17) dimana k adalah konstata pegas dengan satuan kN/m. maka kerja : W pegas = 2 1 k x2 − x1 (kJ) (3-18) 3. Untuk sebuah pegas elastis.

∑Qout) W = kerja bersih ( = ∑Wout . yang umumnya tidak melibatkan perubahan kecepatan dan ketinggian selama proses. Untuk sistem tertutup yang stasioner perubahan energi kinetik dan energi potensial dapat diabaikan. total energi E dari sistem terdiri dari tiga bagian : energi dalam U. Sehingga hukum termodinamika pertama dapar direduksi menjadi : Q − = ∆ U (kJ) W (3-22) atau q − w = ∆ u (kJ / kg) (3-23) 17 . energi kinetik KE dan energi potensial PE.∑Win ) ∆E = perubahan energi bersih sistem ( E2 − E1 ) Seperti pada bab sebelumnya. Sehin gga perubahan energi total sistem dapat ditulis sebagai berikut : ∆ E = ∆ U + ∆ KE + ∆ PE (kJ) (3-20) Jika disubstitusikan perubahan energi total ke persamaan termodinamika pertama.Net energy transfer to (or from) the syste system Q .W = ∆E (3-19) dimana : (kJ) Net increase(or decrease) = in the total energy of Q = transfer panas bersih melintasi sistem ( = ∑Qin . maka : Q − = ∆ U + ∆ KE + ∆ PE (kJ ) W (3-21) dimana : ∆ U = m ( u2 − u1 ) ∆ KE = 1 m (V2 − V1 ) ∆ PE = mg ( z2 − z1) Hampir semua sistem tertutup yang ditemui dalam praktis adalah sistem stationer.

dimana dT adalah perubahan differensial temperatur.5 PANAS JENIS (Spesific Heats) Panas jenis didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk meningkatkan temperatur suatu zat sebesar satu satuan massa sebesar satu derajat. menghasilkan : 18 . Hukum termodinamika pertama dapat diekspresikan dalam bentuk differensial sebagai berikut : δq− δw du = 0 batas system other . terdapat dua macam panas jenis. Pada umumnya energi akan tergantung pada bagaimana proses tersebut terjadi. sistem mengalami ekspansi dan hal tersebut memerlukan energi . sehingga. C v dt = du pada volume konstan atau C v = ∂u (kJ /(kg. Perhatikan sebuah sistem tertutup stasioner dengan volume konstan ( Wb = 0 kerja akibat pergeseran batas sistem). sisi kiri menunjukkan jumlah energi yang ditransfer dalam bentuk panas dan/atau kerja. energy tersebut harus setara dengan Cv dT. sehingga ∆ E = E2 − E 1 = 0. C)) (3-27) ∂ T v Dengan ekspresi yang sama. panas jenis tekanan konstan Cp dapat diperoleh dengan memperhatikan proses tekanan konstan ( wb + ∆u = ∆h ). Panas jenis pada tekanan konstan Cp selalu lebih besar dari pada Cv. panas jenis pada volume konstan Cv dan panas jenis pada tekanan konstan Cp.dimana wother merupakan kerja selain kerja akibat pergeseran Pada persamaan di atas. karena pada tekanan konstan.atau Q− = W dt (kW) (3-24) dE Persamaan Hukum termodinamika pertama dapat diekspresikan dalampersamaan differensial : δ Q − δ W = dE ( kJ ) (3-25) δ q − δ w = de ( kg / kJ ) Untuk sebuah siklus dimana kondisi awal dan akhir identik. Dari definisi Cv. persamaan Hukum termodinamika pertama menjadi : Q . Dalam termodinamika.W = 0 (kJ) (3-26) 3.

1843) bahwa untuk gas ideal energi dalam merupakan hanya fungsitemperatur.6 ENERGI DALAM. h. Cv dan Cp dapat juga berbentuk dalam basis molar. maka enthalpi dari gas ideal juga merupakan fungsi dari temperatur : h = h (T ) (3-30) Karena u dan h tergantung hanya pada temperatur untuk gas ideal. di dapat : h = u + Pv h = u + RT Pv = RT Karena R konstan dan u = u(T) .°C). sehinggamempunyai satuan J/ (kmol. Oleh karena itu pada temperatur tertentu u. u = u (T ) (3-29) Dengan menggunakan definisi enthalpi dan persamaan keadaan gas ideal.Cp= ∂h ∂T (kJ /(kg. 3. ENTHALPI . C)) (3-28) p Pada rumus di atas. tekanan dan volume spesifik dihubungkan oleh persamaan : Pv = RT Juga telah dibuktikan bahwa secara matematis dan eksperimental (Joule. Cv dan Cp dari gas ideal akan mempunyai harga yang tertentu tanpa memperhatikan 19 . Cv dapat didefinisikan sebagai perubahan energy dalam spesifik sebuah zat perunit perubahan temperatur pada volume konstan dan Cp adalah perubahan enthalpi sebuah zat perunit perubahan temperatur pada tekanan konstan. DAN PANAS JENIS GAS IDEAL Dalam bab-bab sebelumnya telah didefinisikan bahwa gas ideal adalah gas yang temperatur. panas jenis Cv dan Cp juga tergantung hanya pada temperatur.

Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan untuk menentukan perubahan energi dalan dan enthalpi gas ideal : 1. u2 − u1 = C v av (T2 − T1) (3-35) 1 (kJ / kg) ` h2 − h = C p av (T2 − T1 ) (kJ / kg). seperti : .volume spesifik atau tekanan. Metode ini paling mudah dan paling akurate jika data tabel telah tersedia. harga energi dalam dan enthalpi gas ideal dapat dihitung denganmenggunakan panas jenis rata-rata konstan. jika variasi panas jenis terhadap temperatur hampir mendekati linear. Dengan menggunbakan hubungan Cv dan Cp sebagai fungsi temperatur dan melakukan proses integrasi. untuk gas ideal. 2. tetapi untuk penggunaan 20 . Dengan menggunakan data tabel u dan h. ekspresi bentuk differensial perubahan energi dalam dan enthalpi menjadi : du = dh = atau C v (T ) dT (3-31) C p (T) dT (3-32) 2 ∆ u = u2− u1 = ∫ Cv (T ) dT ( 3-33) (kJ / kg ) ∆ h = h2 − h1 = ∫ (3-34) C p (T ) dT (kJ / kg) Pada pengamatan gas dengan molekul yang komplek (molekul dengan dua atom atau lebih).av dan Cp.av dicari dari tabel dengan menggunakan temperatur rata-rata (T2 – T1)/2. Karena hal di atas. Metode tersebut tidak disukai untuk perhitungan manual. (3-36) dimana Cv.

Dengan menggunakan panas jenis rata -rata. mempunyai harga k kira-kira 1. Beberapa gas diatomic. harga dari k mendekatikonstan 1. Jika panas jenis diberikan dalam basis molar. Hasil yang didapat akan lebih akurat jika interval temperatur tidak begitu besar.7 RELASI-RELASI PANAS JENIS GAS IDEAL Hubungan khusus antara Cp dan Cv gas ideal dapat diperoleh dengan mendifferensialkan h = u + RT. 3. ENTHALPI . termasuk udara. sehingga C p = C v + Ru (kJ /(kmol. yang menghasilkan dh = du + R dT gantilah dh dengan Cp dT dan du dengan Cv dT dan bagi denganhasilnya dengan dT.K)) (3-38) Dengan relasi-relasi diatas.8 ENERGI DALAM. Untuk gas monoa tomic.K)) (3-37) Hal tersebut merupakan hubungan penting karena kita akan dapat menentukan harga Cv dari harga Cp dan konstanta gas R. 3. kita dapat mendefinisikan properti gas ideal yang lain yang disebut dengan ratio panas jenis (spesific heat ratio)k.secara komputerisasi lebih disukai karena lebih akurate. sebagai berikut : k= Cp (3-39) Cv Rasio panas jenis juga bervariasi terhadap temperatur.4 pada temperatur ruangan.667. 3. R pada persamaan di atas harus diganti dengan konstanta gas universal Ru. tetapi variasinyatidak begitu ekstrim. didapatkan : Cp= Cv + R (kJ /(kg. Metode tersebut paling sederhana dan disukai jika data tabel tidak tersedia. 21 .

seperti kerjaakibat pergeseran batas sistem.P1) 22 .DAN PANAS JENIS ZAT PADAT DAN CAIR Suatu zat yang mempunyai spesifik volume konstan(atau densitas)disebut zat tak mampu tekan (incompressible substance). harga suku kedua dapat diabaikan tanpa menghilangkan keakuratan. sehingga enthalpy menjadi h2 . Spesifik volumezat padat dan cair pada dasarnya konstan ketika mengalami proses.Asumsi volume konstan pada kasus ini harus diambil jika diterapkan untukenergi yang berhubungan dengan perubahan volume. Sehingga Cp dan Cv zatpadat dan cair hanya disimbolkan dengan C.h1 = v (P2 . hal tersebut dapat diabaikandibandingkan dengan bentuk energi yang lain. Cp = Cv = C 40) (3- du = C v (T ) dT = C (T) dT . (3-41) 2 ∆ u = u2 − 1 = u ∫ 1 C(T) Dt (kJ / kg) (3-42) Untuk interval temperatur yang kecil. energi dalam = 0. Tetapi untuk temperatur (∆T = 0). C pada temperatur rata-rata dan dianggap konstan. menghasilkan: u2 − u 1 = C av (T2 − T 1 ) (kJ / kg) (3-43) Perubahan enthalpi untuk zat incompressible selama proses 1-2 dapat ditentukan dari definisi enthalpi (h = u + Pv) : (h2 − h1) = (u2 − 1) + v P2 − P 1 u (3-44) Atau ∆ h = ∆ u + v ∆ P (kJ / kg) Karena suku kedua umumnya kecil dibandingkan dengan suku pertama.

Pemanas air. radiator mobil. semuanya melibatkanaliran massa dan harus dianalisa sebagai volume atur (sistem terbuka)sebagai pengganti massa atur pada sistem tertutup.Bab IV HUKUM TERMODINAMIKA I : SISTEM TERBUKA ( VOLUME ATUR ) 4. oleh karena itu halkondisi yang demikian sering dimodelkan sebagai kontrol volume.1 ANALISA TERMODINAMIKA VOLUME ATUR Pada sebagian besar persoalan keteknikan pada umumnya akan melibatkan aliran massa masuk dan keluar sistem. turbin dan kompresor. 23 .

prinsip konservasi massa adalah telah jelas karena tidak ada perubahan massa dalam kasus tersebut. exit dan control volume. Kecepatan Aliran Massa dan Volume 24 . dengan membagi dengan satuan waktu.bagian dala m nosel merupakan batas riil sedangkan bagian masuk dan keluar nosel merupakan batas imajiner. jumlah massa yang masuk dan keluar sistem harus diperhitungkan. ∑m i −∑m e = ∆ m CV (4-1) dimana subskrip i. Tetapi untuk volume atur. karena pada bagian ini tidak ada batas secara fisik. Pembahasan lebih lanjut mengenai prinsip konservasi massa dan energi pada volume atur akan dijelaskan di bawah ini. Steady berarti tidak berubah terhadap waktu kebalikannya adalah unsteady atau transient. karena dalam kasus ini massa dapat melintasi bata s sistem. oleh karena itu adalah sangat penting untuk mengetahuipengertiannya. Sistem Volume Atur Istilah steady dan seragam (uniform) akan digunakan secara luaspada bab ini. dan hal tersebut dapat berupa batas riil maupunimajiner. Prinsip Konservasi Massa Untuk sistem tertutup. Kasus pada nosel misalnya.Batas dari sebuah volume atur disebut dengan permukaan atur (control surface). Persamaan diatas dapat juga dituliskan dalam bentuk rate. e dan CV menunjukkan inlet. Uniform mempunyai pengertian tidak berubah terhadap lokasi dalam region yang ditentukan. Gambar 4-1.

25 . Mass flow rates melalui differensial dA dapat dituliskan : dm = ρ Vn dA (4-2) dimana Vn adalah komponen kecepatan normal terhadap dA. Jika zat cair atau gas mengalir masuk dan keluar sebuah volume atur melalui pipa atau saluran. maka suku kedua dan ketiga akan hilang. massa yamg masuk adalah proporsional terhadap luas permukaan A dari pipa atau saluran. Massa yang melalui pipa atau saluran dapat diperoleh dengan mengintegrasikan : m= ∫ A p ρ Vn dA (kg/s) (4-3) Sedangkan volume flow rates : V = ∫ A Vn dA = VavA (m3/s) (4-4) Sehingga : m= v p = v V Prinsip Konservasi Energi Persamaan konservasi energi untuk sebuah volume atur ketika menjalani suatu proses dapat diungkapkan seperti : Q − + ∑ E In −∑E Out = ∆ E CV W (4-5) Jika tidak ada massa yang masuk dan keluar volume atur. Kerja Aliran (Flow Work) Energi yang diperlukan untuk mendorong fluida memasuki volumeatur disebut kerja aliran (flow work atau flow energi). Dan untuk sebuah volume atur yang diisolasi maka heat transfer adalah nol. sehingga persamaan menjadi persamaan untuk sistem tertutup.(Mass dan Volume Flow Rates) Jumlah massa yang mengalir melintasi sebuah seksi perunit waktu disebut mass flow rate dan dinotasikan dengan m& . densitas dan kecepatan dari fluida.Dalam volume atur seperti juga dalam sistem tertutup. dalam interaksinya dimungkinkan bekerja lebih dari satu bentuk kerja pada waktu yang bersamaan. Misalnya : kerja listrik. kerja poros untuk sebuah sistem compressibel dan lain -lain.

energi total dari sebuah sistem sederhana fluida kompresibel terdiri dari tiga bagian : energi dalam.kinetik dan potensial. Fluida pada bagian pangkal akanmemaksa elemen fluida memasuki volume atur. Fluida yang memasuki dan keluar volume atur memiliki bentuk energi tambahan --(energi aliran Pv). Sehingga kerja yang dilakukan ketika mendorong elemen fluida memasuki batas system adalah W flow = FL = PAL = PV (kJ) (4-7) atau dalam persatuan massa : w flow = Pv (kJ/kg) Energi Total Aliran (4-8) Seperti pada pembahasan sebelumnya. gaya menempuh melalui sebuah jarak L.sehinggapersamaan total energinya menjadi : sebelumnya sebagai 26 . perhatikan elemen fluida dari sebuahvolume V. yang elemen fluida F = PA (4-6) Untuk mendorong seluruh elemen ke volume atur. 4-2). Sehingga total energi perunit massa dari fluida yang mengalir adalah : θ = Pv + e = Pv + (u + ke+ pe) (4-10) Dan kombinasi Pv + u telah didefinisikan enthalpi. seperti gambar di samping (Gb. yang dalam unit massa : e = u + ke+ pe = u + V2+ gz (kJ / kg ) (4-9) 2 dimana V adalah kecepatan dan z adalah ketinggian sistem relative terhadap titik acuan.Untuk memperoleh hubungan kerjaaliran.

massa m dan total energi E. Proses aliran stedi mempunyai pengertian sebuah proses dimana aliran fluida ketika melalui sebuah volume atur tidak mengalami perubahan terhadap waktu. Tidak ada properti pada batas volume atur yang berubah terhadap waktu. Beberapa peralatan siklus. kompresor dan nosel dioperasikan untuk periode yang lama dan dalam kondisi yang sama. seperti mesin atau kompresor reciprocating.θ = h + ke+ pe = h + V2 + gz (kJ / kg) (4-11) 2 Profesor J. seperti volume V. 3. Konservasi Massa Selama proses aliran stead i. Persamaan konservasi massa untuk proses aliran stead i dengan multi inlet dan exit dapat diekspresikan dalam bentuk rate adalah sebagai berikut : Σ mi = Σ me (kg/s) dimana subskrip i dan e menunjukkan inlet dan exit. 4. Kestin memulai pada tahun 1966 bahwa istilah θ disebut dengan methalpy. sebenarnya tidak bisa memenuhi ketentuan di atas karena alirannya berpulsa dan tidak stea di. sehingga umumnya hanya disimbolkan dengan subskrip 1 untuk aliran masuk dan 2 untuk aliran keluar. Peralatan yang demikian disebut dengan peralatan aliranstedi. hal yang terpenting untuk dianalisa adalah mass flow rate m . Σ m1 = Σ m Atau 2 (kg/s) (4-12) ρ 1 V1 A1 = ρ 2 V 2 A2 (4-13) 27 . turbin dan kompresor umumnya hanya mempunyai satu aliran (hanya satu saluran masuk dan(keluar). Interaksi panas dan kerja antara sistem aliran steadi dan lingkungan tidak berubah terhadap waktu. Sebuah proses aliran steadi bisa dikarakteristikkan sebagai berikut : 1.2 PROSES ALIRAN STEADI Sejumlah peralatan-peralatan keteknikan seperti turbin. Untuk hampir semua peralatan keteknikan seperti nosel. difuser. Tetapi hal tersebut dapat dianalisa sebagai proses steadi dengan menggunakan nilai rata -rata dalam interval waktu tertentu pada seluruh batas sistem. Tidak ada properti dalam volume atur yang berubah terhadap waktu. 2. Artinya tidak ada perubahan terhadap waktu properti pada inlet dan exit.

atau 14) 1 V1A1 = 1 V2 A2 v2 (4- v1 dimana ρ = densitas. Q − = Σ m e θe − Σ mi θi W Atau (4-15) Q− = Σ W (4-16) m e (h e + V e 2 + gz e ) − Σ m i (h i + Vi2 \+ gzi) (KW) 2 2 untuk sistem aliran tunggal (satu inlet dan satu exit) persamaan di atas menjadi : 2 2 Q − W = m [h2 − h1 + V2− V1 + g( z1 − z2) ] (4-17) kW 2 2 jika persamaan di atas di bagi dengan m& . kg/m 3 v = volume spesifik. m2 Konservasi Energi Telah disebutkan sebelumnya bahwa selama proses aliran steadi total energi dalam sebuah volume atur adalah konstan (E CV = konstan) Sehingga perubahan total energi selama proses adalah nol (∆ E CV.= 0) Sehingga jumlah energi yang memasuki sebuah volume atur dalams emua bentuk (panas. transfer massa) harus sama dengan energy yang keluar untuk sebuah proses aliran stead i. m/s A = luas penampang (normal terhadap arah aliran). maka : q−w= [ ∆ h + ∆ ke+ + ∆ pe ] (4-18) (kW) dimana : q =m (panas perunit massa. kJ/kg) 28 . kerja. kJ/kg) Q w = m (kerja perunit massa. m3/kg (1/ρ) V = kecepatan aliran rata-rata.

Kerja untu k nosel dan difuser tidak ada. poros berputar dan turbin menghasilkan kerja.2 Turbin dan Kompresor Dalam pembangkit listrik tenaga uap. sama seperti pompa. Nosel dan difuser di atas adalah untuk fluidadengan kecepatan sub sonik. W& = 0. jika untuk kecepatan super sonik makabentuknya merupakan kebalikannya. Rate perpindahan panas antara fluida yang melalui noseldan difuser dengan lingkungan pada umumnya sangat kecil. Hal-hal penting yang berhubungan dengan persamaan energi untuk nosel dan difuser adalah sebagai berikut : Q &≅ 0. alat yangmenggerakkan generator listrik adalah turbin. Pada umumnya perbedaan ketinggian ketika fluidamengalir melalui nosel dan difuser adalah kecil. maka kerja pada kompresor adalah negatif. Nosel adalah alat untukmeningkatkan kecepatan fluida dan menurunkan tekanan. karena bentuknyahanya berupa saluran sehingga tidak melibatkan kerja porosataupun kerja listrik ∆ ke ≠ 0. Difuseradalah kebalikan dari nosel yaitu sebuah alat untuk menaikkan tekanandan menurunkan kecepatan fluida.W 4. Karena kerja dilakukan kepadafluida. kerja yang dihasilkan turbin adalah positif karena dilakukan oleh fluida.3. sehinggaperubahan energi potensial dapat diabaikan 4. Perpindahan panas pada alat tersebut umumnya kecil jika dibandingkan dengan kerja poros.1 Nosel dan Difuser Nosel dan difuser pada umumnya digunakan pada mesin jet. sehingga dapat diabaikan.3 BEBERAPA PERALATAN KETEKNIKAN DENGAN ALIRAN STEADI 4. Ketika fluida mengalirmelalui turbin maka kerja akan melawan sudu yang tertempel padaporos. kipas dan blower adalah alatuntuk meningkatkan tekanan fluida.bahkan meskipun alat tersebut tidak diisolasi. 29 . kecuali untuk kompresor yang menggunakan pendinginan intensif. ∆ pe ≅ 0. Kecepatan yang terjadi dalam nisel dan difuser adalahsangat besar. Sebagai hasilnya. Kerja harus disuplai dari sumbereksternal melalui poros yang berputar. Luas penampang nosel mengecildengan arah lairan dan sebaliknya luas penampang difuser membesardengan arah aliran fluida.3. Untuk turbin dan kompresor hal-hal penting yang berhubungan dengan persamaan energi Q≅ 0. sehingga perubahan energi kinetik tidak bisadiabaikan.roket. pesawat udara dan lain-lain. Hal tersebutdisebabkan karena kecepatan fluida yang relatif cepat. gas dan air.Kompresor.

30 . jikaenthalpi selama proses tetap. Tidak ada kerja yang terlibat ( w =0 ).3. ∆ ke ≅ 0. Semua alat ini melibatkan poros yang berputar. Alat-alat tersebut umumnya relatif kecil. tabung-tabung kapiler. dibandingkan dengan perubahan enthalpi yang terjadi.a Mixing Chamber Dalam aplikasi keteknikan. meskipun untuk turbin. 4. Untuk turbin W menunjukkan output power. Perubahan kecepatan pada alat-alat tersebut biasanyasangat kecil untuk menimbulkan perubahan energi kinetik yangsignifikan (kecuali untuk turbin). percampuran dua aliran tidak jarangterjadi. maka h = h(T). Pada umumnya alat-alat tersebut bentuknya relatif kecil sehingga perubahan energi potensial dapat diabaikan. Suatu tempat/ruang dimana proses percampuran terjadidinamakan ruang pencampuran (mixing chamber). Oleh karena itu kerja di sini sangatlah penting. maka persa maan energinya menjadi : h2 ≅ h1 (kJ/kg) atau (4-19) u1 + P1 v1 = u2 + P2 v2 (4-20) atau Energi dalan + Energi aliran = konstan Oleh karena iru peralatan tersebut umumnya disebut dengan alatisoenthalpi . hambatan berpori (porous) dan lain-lain .W≠ 0.3. Sehingga perubahan energi kinetikdianggap sangat kecil. Contoh sederhanaadalah T-elbow atau Y-elbow untuk percampuran aliran panas dandingin. sedangkan untuk kompresor dan pompa W menunjukkan power input power. ∆ pe ≅ 0. Perlu diingat bahwa untuk gas ideal.3.3 Katup Cekik (Throttling valve) Throttling valve adalah suatu alat yang aliran fluidanya diberi halangan sehingga menimbulkan penurunan tekanan yang signifikan Misalnya katup-katup umum. dan aliran yang melalui dianggap adiabatis (q ≅ 0). Perubahan energi kinetik sangat kecil (∆ ke ≅ 0) dan perubahan energy potensial juga sangat kecil (∆pe ≅ 0). 4. maka dapat dipastikan bahwatemperaturnya juga tetap.

Contoh yang palingsederhana dari alat penukar panas adalah alat penukar panas tabungganda (tube and shell). sehingga persamaan konservasi massa danenergi adalah sebagai berikut :Persamaan konservasi massa Σ mi = Σ me atau m1 + m2 = m3 Persamaan konservasi energinya : Q − W = Σ me (he + V e + gze )− Σ mi (h i+V i + gzi) 2 2 Atau e Σ mi hi = Σ mehe 4. yang terdiri dari dua pipa konsentrik dengandiameter yang berbeda.Pertukaran panas yang berhubungan dengan alat penukar panastergantung bagaimana volume atur yang dipilih (batas sistem).interaksi panas dan kerja antara sistem aliran steadi dan lingkungan juga berubah terhadap waktu.4 PROSES ALIRAN TIDAK STEADY (Unsteady flow processes) Proses tidak stedi atau proses transien adalah kebalikan dari prosesstedi dimana properti dalam volume atur berubah dengan waktu.3.Persamaan konservasi massa pada kondisi steadi adalah jumlahrate massa yang memasuki sistem sama dengan rate massa yang keluarsistem. Juga energi kinetik dan energi potensial dapatdiabaikan ( ∆ ke ≅ 0.b Penukar Panas (Heat Exchanger) Penukar panas adalah sebuah alat dimana dua aliran fluidasaling bertukar panas tanpa keduanya bercampur. Persamaan konservasi energi dari alat penukar panas padaumumnya tidak melibatkan interaksi kerja ( w = 0). 4. ∆ pe ≅ 0). 31 .3. hal tersbut untukmencegah pertukaran panas fluida dengan lingkungan. Panas ditranfer dari fluida panas ke fluida dinginmelalui dinding pipa yang memisahkan. energi kinetik danenergi potensial diabaikan ( ∆ ke ≅ 0.Mixing chamber biasanya diisolasi sempurna ( q ≅ 0 ) dan tidakmelibatkan kerja ( w = 0). ∆ pe ≅ 0) untuk setiap aliran fluida. Padamumnya batas yang dipilih adalah bagian diluar shell.

Gambar 4-3. karena memungkinkan ada pergeseranbatas sistem/kerja akibat pergeseran batas sistem. Contoh lainnya adalah proses pemompaanban/balon dan pressure cooker dan lain-lain Perbedaan lain dari prosesaliran stedi dan tidak stedi adalah untuk proses aliran stedi umumnyatempat. ukuran dan bentuk yang tetap. Konservasi massa Tidak seperti proses aliran steadi. jumlah massa dalam volume aturmengalami perubahan terhadap waktu. Perhatikancontoh sebuah bathtub. Aliran tidak stedi (the harging of rigid vessel from supply line Contoh yang paling tepat untuk menggambarkan sebuah prosesaliran tidak stedi adalah bejana/tangki pembuangan/pemasukan darisaluran suplai (the charging of rigid vessel from supply line). kemudian ada massa yang masuk sebesar m kg i = 50 .30 kg = m2 − 15kg m = 170 kg sehingga prinsip konservasi massa adalah Σ mi − Σ me = Σ mCV Σ mi− Σ me (m2− m1 ) CV (kg/s) (4-21) (4-22) dimana subskrip i dan e menunjukkan inlet dan exit dan subskrip 1 dan 2 menunjukkan kondisi awal dan akhir volume atur. massa yang keluar melalui saluran drainase m kg e = 30 . Sedangkan untuk proses alirantidak sted i tidak selalu demikian. Dalam bentuk umum persatuan waktu : 32 . sehingga massa akhir dari bathtub adalah : mi − me = (m1 − m2 ) bathtub 50 kg . Besarnya perubahan tersebuttergantung jumlah massa yang masuk dan keluar sistem. 4-3). dimana massa didalam bathtub awalnyaadalah m1 = 150 kg. yang berfungsiuntuk memasukkan atau membuang fluida dari sebuah bejanabertekanan (Gb.

dimana θ = h+ ke+ pe adalah energi total fluida persatuan massa. berarti sistem melakukan kerja. Jika persamaan diatas dituliskan dalam bentuk persatuan waktu : Q− W + ΣΘ (4-25) i − ΣΘ e = ∆E CV (kW) dt Energi total dari suatu fluida yang mengalir untu massa δ m adalah θ δm . maka persamaan energy sistem : Q−W + Θ i− Θ e = (E2 − 1 ) bathtub E -50 kJ .10 kJ + 300 kJ + 100 kJ = E2 .500 kJ E 2 = 640 kJ Sehingga persamaan konservasi energi untuk sebuah volume atur selama proses tidak stedi selama interval waktu ∆ t adalah : Atau Q − + ΣΘ i − ΣΘ W (4-24) e = ∆ ECV dimana Θ menunjukkan total energi ditransfer bersama massa yang masuk dan keluar volume atur. kemudian ada panas yangkeluar ke tanah sebesar Q = -150 kJ.Σ m e − Σ m e = dm CV (kg / s) (4-23) dt Konservasi Energi Perhatikan contoh sebuah bathtub. katakan sebesar W kJ b = 10 danenergi yang masuk sistem akibat pertambahan massa katakan sebesar Θ i = 300 kJ dan energi yang keluar akibat massa yang terbuang melalui saluran drainase katakan sebesar kJ e Θ = 100 . Jika ketinggian air dalam bathtubnaik. Kemudian energi total yang ditransfer oleh massa melalui inlet dan exit (Θ i atauΘ e ) dapat diperoleh melalui integrasi : Untuk inlet misalnya : Θ i= ∫ mi (4-26) θi δ i = ∫ mi hi + V i + gzi δm i 2 33 . dimana energi dalam volumeatur (bathtub) awalnya adalah 1 E = 500 kJ.

tetapibeberapa proses aktual dapat diperkirakan dengan alasan diatasdengan hasil yang memuaskan. Sehingga untukproses aliran tidak stedi akan lebih mudah jika disederhanakan denganmemodelkan sebagai suatu proses aliran seragam. tetapiharus seragam. 2. integrasi dari persamaan sebelumnya dapat lebih mudah dilakukan.Untuk idealisasi tersebut. Properti fluida mungkin berbeda dari satu inlet yang satu ke exit yang lain.Θ i = mi h i + Vi + gzi (4-27) 2 Kasus Khusus : Proses Aliran Seragam (Uniform-Flow Processes) Proses aliran tidak stedi pada umumnya sulit untuk dianalisa karenaintegrasi persamaan sebelumnya sulit untuk dilakukan. Mengenai derajad keakuratan danderajad kevalidan tergantung kepada asumsi yang dibuat. state dari massa yang keluar VA pada setiap saat adalah sama dengan massa yang masuk VA. (Asumsi ini bertentangan dengan asumsi aliran stedi yang state dari VA berubah terhadap lokasi tetapi tidak berubah terhadap waktu. DAFTAR PUSTAKA 34 . state dari volume atur adalah seragam. Pada waktu tertentu selama proses. sehingga persamaan konservasi energi : Jika energi kinetik dan potensial diabaikan maka : Q − W = Σ me he − Σ mi hi + ( m2 u2 − m1 u1) CV Meskipun proses stedi dan uniform merupakan sebuah idealisasi. Sebuah proses aliranseragam adalah sebuah proses idealisasi untuk memudahkan dalam sebuah analisa : 1. Tetapi aliran fluida pada inlet dan exit seragam dan stedi. Konsekuensinya. State dari VA bisa merubah terhadap waktu.

Bandung. William C. Henry C. Universitas Gunadarma. Armico. Perkins.Werlin S. Engineering thermodynamics. Dasar Termodinamika Teknik. Nainggolan. Mc Graw-Hill. Termodinamika Teori-Soal-Penyelasaian.1997 2. CV. Reynolds.1. 1997 3. Engkand. Soebiyantoro. 1987 35 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful