1. Menurut 4 ahli mendefinisikan ilmu sbagai berikut : a.

ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum. (Nazir, 1988) b. konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup tiga hal, yaitu adanya rasionalitas, dapat digeneralisasi dan dapat disistematisasi (Shapere, 1974) c. pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dengan realitas sosial (Schulz, 1962) d. ilmu tidak hanya merupakan satu pengetahuan yang terhimpun secara sistematis, tetapi juga merupakan suatu metodologi Dari empat pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa ilmu pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahun tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait

Sumber: http://id.shvoong.com/books/2083263-definisi-ilmu/#ixzz1KotZhQh1

Definisi ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum sebab-akibat dalam suatu golongan masalah yang sama sifatnya, baik menurut kedudukannya (apabila dilihat dari luar), maupun menurut hubungannya (jika dilihat dari dalam). --Mohammad Hatta-Definisi ilmu dapat dimaknai sebagai akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan -------Suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris.Ilmu dapat diamati panca indera manusia ------- Suatu cara menganalisis yang mengizinkan kepada para ahlinya untuk menyatakan -suatu proposisi dalam bentuk: "jika,...maka..." --Harsojo, Guru Besar Antropolog, Universitas Pajajaran--

Definisi ilmu bergantung pada cara kerja indera-indera masing-masing individu dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir setiap individu dalam memroses pengetahuan yang diperolehnya. Selain itu juga, definisi ilmu bisa berlandaskan aktivitas yang dilakukan ilmu itu sendiri. Kita dapat melihat hal itu melalui metode yang digunakannya. Sifat-sifat ilmu Dari definisi yang diungkapkan Mohammad Hatta dan Harjono di atas, kita dapat melihat bahwa sifat-sifat ilmu merupakan kumpulan pengetahuan mengenai suatu bidang tertentu yang...

dan meningkatkan ilmu. 6. Dengan akal dan pikiran inilah. memelihara. ilmu pertanian.com Content Team. ilmu tidak hanya diam di satu tempat atau di satu keadaan. Berkembang. banyak sekali sisi-sisi kehidupan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya. Sehingga. kita dapat melihat bahwa tidak semua pengetahuan dikategorikan ilmu. 4. Mengapa ilmu hadir? Pada hakekatnya. Communicable. 5. Berdiri secara satu kesatuan. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Tersusun secara sistematis. Tentang Penulis: AsianBrain. Ilmu pun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan cara berpikir manusia. seperti ilmu pengetahuan sosial. memelihara. Universal. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh. 2. luas. dan lain-lain. kunjungi pustaka anne di sidebar/ link list . Sebab. Jadi. ilmu kesehatan. Oleh sebab itulah. definisi pengetahuan itu sendiri sebagai berikut: Segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktivitas panca indera untuk mengetahui. ilmu dapat ditransfer kepada orang lain sehingga dapat dimengerti dan dipahami maknanya. ilmu sebaiknya mampu mendorong pengetahuan-pengatahuan dan penemuanpenemuan baru. 7. manusia mampu menciptakan pemikiran-pemikiran yang lebih berkembang dari sebelumnya.1. manusia mendapatkan ilmu. Ada dasar pembenarannya (ada penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan disertai sebabsebabnya yang meliputi fakta dan data). Sebab. ilmu pendidikan. Dari penjelasan di atas. dan dalam dari pengetahuan. dan meningkatkan ilmu? Pengetahuan kaidah berpikir atau logika merupakan sarana untuk memperoleh. Mendapat legalitas bahwa ilmu tersebut hasil pengkajian atau riset. Dengan apa manusia memperoleh. Akal dan pikiran memroses setiap pengetahuan yang diserap oleh indera-indera yang dimiliki manusia. 3. ilmu tidak terbatas ruang dan waktu sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja di seluruh alam semesta ini. yaitu terungkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya. yaitu dilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. manusia memiliki keingintahuan pada setiap hal yang ada maupun yang sedang terjadi di sekitarnya. Bagaimanakah manusia mendapatkan ilmu? Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna. timbul pengetahuan (yang suatu saat) setelah melalui beberapa proses beranjak menjadi ilmu.

kata al-‘ilm terdapat dalam firman Allah : Ingiatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya . tidak melihat dan tidak menolong kamu sedikitpun?. Subjek yang memahami itu adalah qalbu manusia. baik bersifat empiris. “Wahai bapakku. maka ikutlah aku. Antara lain. firman Allah ini juga menggambarkan tentang guna atau manfaat suatu pengetahuan. misalnya. yaitu dilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. Secara harfiah “ilmu” dapat diartikan kepada tahu atau mengetahui. Selain konsep ilmu. baik bagi diri sendiri maupun orang lain yaitu ia dapat. Ketika seorang ilmuwan mempelajari system pernafasan. Ada empat yang saling berkaitan dalam sistem perolehan ilmu yaitu subjek yang memahami.isim maful. Risalah itu berisikan tauhid dan ketentuan-ketentuan Allah mesti yang dipatuhi manusia. dan lain-lain. Secara istilah dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah ma’rifat (pengetahuan) sebagai lawan dari al jahl (ketidaktahuan). yaitu alima yang terdiri dari huruf ayn.Bagaimanakah manusia mendapatkan ilmu? Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna. Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar. seperti ilmu pengetahuan sosial. fi’il mudari. amr. Al-Qur’an sering menggunakan kata ini dalam berbagai sighat (pola). Dengan akal dan pikiran inilah. Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu. dia mendapat suatu kesimpulan yang ditangkap dari objek yang sedang dikaji. Kata “al-‘ilm” dalam ayat ini pengetahuan yang berisi risalah ilahi yang diterima Ibrahim dari Allah. ilmu adalah tasawwur hakikat sesuatu dan asalnya. dan berhasilnya makna atau surah (form) itu terlukis dalam jiwa subjek yang memahami. Kemudian setelah menganalisis. Menurut ulama yang lainnya ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui. makna atau surah (form) yang berkaitan dengan objek yang dipahami. Berdasarkan definisi ini. objek yang dipahami. ilmu kesehatan. . ilmu pertanian. atau memahami hukum yang berlaku atas sesuatu itu. “Ilmu” merupakan suatu istilah yang berasal dari Bahasa Arab. baik tasawwur hakikat seperti yang dikutip Jihami. Akal dan pikiran memroses setiap pengetahuan yang diserap oleh indera-indera yang dimiliki manusia. yaitu masdar. Kesimpulan itu merupakan surah (form) atau konsep objek yang telah sampai ke dalam jiwa dan tersimpan padanya. dan isim tafdil. Yang dimaksud dengan objek di sini adalah sesuatu yang ada. ilmu pendidikan. manusia mendapatkan ilmu. Secara istilah ilmu berarti memahami hakikat sesuatu. niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. maupun tidak. Saliba mendefinisikan ilmu itu dengan “Memahami secara mutlak. lam dan mim. segala daya (al-quwwah) yang dimilikinya – baik zahir maupun batin – secara aktif mengamati alat-alat pernafasan tersebut. yang selanjutnya itulah yang disebut dengan al-ma’lum (sesuatu yang diketahui Postingan Terkait Lainnya : Secara bahasa adalah lawan dari Al Jahl (kebodohan): yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti. isim fa’il. fi’il madi. Wahai bapakku. Ia merupakan wadah penyimpanan makna-makna (konsep) yang ada pada suatu objek yang dipelajari.

artinya adalah ilmu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk. Banyak ulama yang menerangkan bahwa mempelajari teknologi merupakan fardhu kifayah.”[2] Satu hal yang sudah kita ma’lumi bahwa yang diwariskan oleh para nabi hanyalah ilmu tentang syariat Allah Azza Wajalla dan bukan yang lainnya. akan tetapi faidah itu memiliki dua batasan. maka baranga siapa yang telah mengambil ilmu maka dia telah mengambil kebaikan yang banyak..maka hukumnya sesuai dengan pemanfaatannya. akan tetapi sekalipun demikian saya tidak mengingkari bahwa ilmu yang lainnyapun mengandung faidah. Maka para nabi tidaklah mewariskan ilmu teknologi kepada manusia atau yang berkaitan dengannya. Bila dia bisa membantu dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah dan membela agama-Nya dan bermanfaat bagi manusia maka ilmu itu merupakan ilmu yang baik dan maslahat. beliau mendapatkan bahwa manusia disana mengawinkan pohon kurma. Maka apabila tidak ada orang yang menggarap industri di bidamg ini maka mempelajarinya jadi fardhu kifayah. Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda :” Barang siapa orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka Allah akan menajdikan dia faham tentang agamanya. lalu merekapun menurut dan tidak mengawinkannya akan tetapi pohon kurma itu rusak. Ini adalah materi yang diperdebatkan oleh para ulama. adapun ilmu selain itu bisa menjadi alat kebaikan atau alat kejelekan. Disalin dari Kitab Al-Ilmu oleh Syaikh Al-Utsaimin Penerjemah Abu Haidar . maka berkatalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam kepada mereka : Kalian lebih mengetahui tentang urusan dunia kalian. minum dan yang lainnya yang bermanfaat bagi mereka. Dengan demikian maka ilmu syar’i adalah ilmu yang di dalamnya terkandung pujian dan sanjungan bagi para pemiliknya.”[3] Seandainya hal ini termasuk ilmu yang terpuji maka pasti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam adalah orang yang paling mengetahui tentang hal ini. “ (Al Anfal : 60). bahkan ketika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam datang ke Madinah. hanyalah yang mereka wariskan adalah ilmu . berkatalah beliau kepada mereka bahwa hal itu tidak perlu. karena orang yang paling terpuji karena ilmu dan amalnya adalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam.”[1] Dalam hadis lainnya beliau bersabda :” Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham. hal itu disebabkan karena manusia pasti mempunyai peralatan memasak. Terkadang mempelajarinya menjadi wajib dalam kondisi tertentu apabila hal itu termasuk dalam firman Allah :” Dan hendaklah kalian mempersiapkan kekuatan dalam menghadapi mereka semampu kalian berupa pasukan berkuda….Adapun ilmu yang kita maksud adalah ilmu syar’i. Sekalipun demikian maka saya ingin katakan bahwa ilmu yang di dalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu syar’i yang merupakan pemahaman tentang kitab Allah dan sunnah Rasul Shalallahu ‘Alaihi wa Salam. Maka ilmu yang di dalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu yaitu ilmu yang diturunkan Allah saja.

Dari penelitian E. anomali dalam riset ilmiah yang tidak bisa dise-lesaikan oleh paradigma yang menjadi referensi riset. Teori-teori atom dan strukturnya masih terus disempurnakan. suatu kekeliruan mungkin terjadi terutama saat pembentukan paradigma baru.bab larangan meminta. Postulat ini diperbaiki oleh J. Atom merupakan partikel yang sangat kecil. pergan-tian dan penyerapan teori. bab : siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah. Thomson. Pergeseran paradigma terjadi ketika ternyata dibuktikan bahwa atom masih bisa dibagi dan memiliki elektron (J. Tumbuh kembangnya teori dan pergeseran paradigma adalah po-la perkembangan yang biasa dari sains yang telah matang. Tetapi. Contoh epistemologi ilmu dimana terjadi perubahan teori dan pergeseran paradigma terlihat pada perkembangan teori atom. Rutherford (1871-1937) disimpulkan bahwa elektron mengorbit mengelilingi nukleus. dimana elektron dan partikel positif terdistribusi merata. Thomson. proton dan netron masih bisa dibagi menjadi quark. 1886). Perkembangan teori ini diawali dengan dilema yang dihadapi Darwin: apa penyebab variasi dan apa yang . · Perkembangan teori atom Konsep atom dicetuskan oleh Leucippus dan Democritus (abad ke-6 SM): materi (segala sesuatu di alam) secara fisik disusun oleh sejumlah benda berukuran sangat kecil (atom). Berkembangnya peralatan analisis juga mendorong semakin berkembangnya ilmu. Untuk mencapai tujuan itu. termasuk pemanfaatannya bagi masyarakat. dan lalu disempurnakan oleh Niels Bohr yang mempertimbangkan efek kuantisasi energi atom. bab wajibnya melaksanakan apa yang beliau katakan berupa syariat tanpa diteranghkan oleh beliau Shalallahu ‘Alaihi wa Salam tentyang kehidupan dunia berdasarkan ro’yu. Chadwick (1891–1974): atom memiliki sebuah inti yang terdiri dari nuklei.1856–1940) dan proton (E. kitab Al Fadhail. Menurut John Dalton (1766–1844) setiap unsur kimia dibentuk oleh partikel yang tak bisa diurai (atom).Footnote ———————————————[1] Al Bukhari. Dalam perkembangan ilmu.J. bab dorongan mencari ilmu. Muslim. etika dan estetika. Ilmuwan yang berpikir filsafati. bergerak dalam ruang dan bersifat abadi. Saat ini mulai terjadi anomali yang menggugat paradigma yang sudah ada. mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga lebih arif dalam memahami sumber. kitab ilmu. hakikat dan tujuan dari ilmu yang ditekuninya. kebenaran. bab penjelasan tentang keutamaan ilmu dari ibadah [2] Dikeluarkan oleh Muslim. menganalogikan atom seperti roti tawar dengan kismisnya. Esensinya. setiap orang merupakan bayangan dari tipe ideal. Sehingga. Secara epistemologis dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan yang terjadi dengan pertumbuhan. manusia adalah sama dan keragaman di dunia tidak ada artinya. Goldstein. padat dan tidak bisa dibagi. menyebabkan berkembangnya paradigma baru yang bisa memecahkan masalah dan membimbing riset berikutnya (mela-hirkan revolusi sains). Pengetahuan bahwa atom bisa dibagi membuat ilmuwan lalu mereka-reka struktur atom. · Perkembangan teori pewarisan sifat Pemikiran tentang pewarisan sifat sudah ada sejak jaman dulu. kitab ilmu. At Tirmidzi. dan elektron-elektron yang mengorbit mengelilinginya. Kemunculan teori baru yang menguatkan teori lama akan memperkuat citra sains normal. kitab ilmu. [2] Abu Dawud. ilmuwan selain sebagai orang berilmu juga memiliki kearifan. maka proses pendidikan hendaknya bukan sekedar untuk mencapai suatu tujuan akhir tapi juga mem-pelajari hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Tetapi. yang harus dihindari adalah melakukan kesalahan yang lalu ditutupi dan diakui sebagai kebenaran. kitab zakat. Murray Gell-Mann (1964) mengatakan. teori pewarisan sifat dan penemuan alam semesta. diharapkan bisa memahami filosofi kehidupan. Plato dengan paham esensialismenya menjelaskan.

Sumber: http://id. Sementara menurut Darwin. fakta itu tidak berarti walaupun bisa menjadi instrumen jika tidak diaplikasikan. sosial ataupun aspek lain dari kehidupan masyarakat. keragamanlah yang penting. Tetapi. ketika akan diaplikasikan ke masyarakat sebagai alternatif untuk mengatasi masalah. lingkungan. menyimpulkan bahwa sifat-sifat yang diturunkan bersifat diskrit. bintang. misalnya aplikasi tanaman transgenik untuk mengatasi produksi pangan yang terus menurun. Konsep ini dipatahkan Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat sistem tata surya dan bumi bergerak mengelinginya dalam orbit lingkaran. pupuk kimia) dan tanaman transgenik telah meningkatkan factual knowledge yang dimi-liki. Seorang ilmuwan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi perspektif yang benar terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi dan alternatif pemecahannya secara keilmuan kepada mayarakat awam. Galton. ada yang dominan dan ada yang resesif. setiap anak menuju kecenderungan rata-rata dari sifat induknya. Tapi. Sebagai contoh. Teori Copernicus menjadi lan-dasan awal pengembangan ilmu tentang tata surya. Sampai dengan saat ini. Teori inilah yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pe-ngembangan teori pewarisan sifat.mempertahankan variasi? Menurut F. maka variasi tidak ada. Tetapi pengorganisasian ilmu oleh bangsa Yunani dengan pendekatan silogistik merintis perkembangan ilmu secara sistematis. Sehingga tidak terjadi kasus dimana aplikasi dari suatu factual knowledge ternyata pada akhirnya menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Tetapi. Sifatsifat hereditas konti-nyu dan bercampur. Aplikasi dari suatu kajian ilmu hendak-lah mempunyai nilai kegunaan (aksiologis) yang memberi makna terhadap kebenaran atau kenyataan yang dijumpai dalam seluruh aspek kehidupan Kajian filsafat berkenaan dengan pencarian kebenaran fundamental. kajian ilmu bioteknologi. Seorang ilmuwan. sekurang-kurangnya. anak adalah rata-rata dari kedua orang tua. 4000 tahun yang lalu. bukan rata-rata tetapi Darwin belum bisa menjelaskan mengapa keragaman tersebut bisa terjadi. maka kita perlu mempertanyakan kebenaran fundamental yang ada dibelakangnya. ekonomi dan sistim sosial masyarakat? Hal-hal ini harus dipelajari dan dijawab oleh ilmuwan sebelum alternatif ini benar-benar dipilih untuk mengatasi suatu masalah. · Perkembangan teori tata surya Prediksi peredaran matahari. Dengan penguasaan ilmunya. Mendell yang melakukan persilangan kacang dan menghasilkan varietas yang berbeda. Apa penyebab masalah yang sebenarnya? Apa saja alternatif pemecahan ma-salahnya? Apakah alternatif yang diajukan memang alternatif terbaik untuk mengatasi masalah? Bagaimana kajian keuntungan dan resiko dari alternatif yang dipilih ini? Bagaimana dampaknya terhadap kemanusiaan. pestisida.com/humanities/philosophy/1787020-perkembangan-ilmu-pengetahuan/#ixzz1KoxFHotM Pengetahuan telah berkembang sejak adanya manusia. revolusi hijau (bibit unggul. sebelum masa Renaissance yang ditandai oleh Galileo Galilei dengan teropong bintangnya. Kosmologi Yunani (4SM) menyatakan bumi pusat dan semua benda langit mengitari bumi. perjalanan sejarah ilmu perkembangan sel selanjutnya membuktikan bahwa hipotesis ini salah. lingkungan. seorang ilmuwan juga hendaknya bisa mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seharusnya mereka sadari. mulus dan keriput tapi tidak ada yang di tengah-tengah. Seorang ilmuwan berada pada posisi dimana dia memiliki pengetahuan yang berdasarkan pada fakta (factual knowledge). bulan dan gerhana sudah dilakukan bangsa Baylonia. Hipotesa sementaranya menjelaskan bahwa kopi sel dari setiap jaringan yang dimasukkan ke dalam darah (gemmules)-lah yang memproduksi keragaman ketika gemmule dibentuk dan dikonversi kembali menjadi sel tubuh pada saat reproduksi. logika .shvoong. hendaklah mengkaji kebenaran fundamental dari suatu alternatif pemecahan masalah yang disodorkannya. tapi tidak bisa bercampur.

Bahkan Aristoteles pun tak terhindar dari kesalahan ketika ia menyatakan beberapa perkiraan yang mengandalkan logika belaka.deduktif mengembangkan teori-teori yang terlepas dari pengalaman empirik. Dengan menggabungkan metode deduktif Aristoteles dan metode induktif Bacon. Tanpa hipotesis sebelumnya. Menurut dia. tahap ontologis. yakni ketika manusia menyadari bahwa gejala alam dapat diterangkan melalui telaah sebab-musabab alamiah. tak ada metode induktif yang mampu menuju pada konsep fundamental dari ilmu alam. bahkan di negara-negara yang peradabannya telah sangat maju. Pada tahap animisme. manusia menjelaskan gejala yang ditemuinya dalam kehidupan sebagai perbuatan dewa-dewi. Charles Darwin dapat dipandang sebagai pelopor metode keilmuan modern. hantu dan berbagai makhluk halus. ilmu empiris dan ilmu teoritis. sesuai peribahasa “Virtus stat in medio” (Kebijaksanaan berdiri di tengah-tengah). . Tetapi pengumpulan keterangan yang cukup mengenai sesuatu tanpa hipotesis terlebih dulu sekadar untuk mempertahankan kesempurnaan obyektivitas sungguh tidak efisien maupun efektif. Perumusan masalah dan kejelasan formulasinya akan membuahkan hipotesis yang membuat langkah pengumpulan data dan eksplorasinya tepat guna. Pandangan mistis itu hingga kini masih berlangsung juga. Observasi sistematis dan kritis yang kemudian dilakukan telah mengembangkan pengetahuan manusia ke tahap ilmu empiris. Francis Bacon pada permulaan abad XVII memelopori penggunaan metode induktif karena menurutnya alam jauh lebih misterius dibandingkan kepelikan argumen. Ilmuwan modern pada umumnya menggunakan metode induktif untuk mengembangkan hipotesis dari pengalaman. seorang peneliti akan cenderung tidak selektif dalam mengumpulkan data. Dalam kajiannya. George J. Manusia mulai mengambil jarak dari obyek di sekitarnya dan mulai menelaah obyek-obyek itu. Lavoiser dan Darwin menggunakan bukti-bukti empirik sekadar untuk menguji kebenaran hipotesis mereka. ia memanfaatkan pengetahuan yang telah ada untuk menguji hipotesisnya. Langkah paling penting yang menandai permulaan ilmu sebagai suatu pendekatan sistematis dalam pemecahan masalah terjadi pada tahap ini. Metode deduktif dan induktif yang digunakan secara komplementer dalam langkahlangkah pencarian kebenaran ilmiah telah menjadi pilihan cerdas untuk pengembangan ilmu ynag kini semakin pesat kemajuannya. Mouly membagi perkembangan ilmu pada tahap animisme. Fakta dan teori dijadikan alat konfirmasi terhadap hipotesis sehingga ia memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapinya. dan kemudian ternyata salah. Tetapi metode induktif pun tidak memuaskan pada tingkat kemajuan ilmu sebagaimana diragukan oleh Albert Einstein. Galileo. Pembagiannya ini mengingatkan kita pada tahap perkembangan kebudayaan yang dikemukakan oleh van Peursen: tahap mistis. Pendekatan ganda ini menjadikan kegiatan keilmuan bersifat efisien dan efektif. tahap fungsional.

Ilmu mulai dengan suatu observasi dan menggabungkannya dengan observasi-observasi lain sehingga diperoleh suatu kesamaan atau perbedaan untuk menyusun prinsip-prinsip dasar yang dapat digunakan untuk menerangkan terjadi atau tidak terjadinya serangkaian pengalaman. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->tingkat teoritis: penjelasan yang mengembangkan suatu struktur teoritis yang bukan hanya menerangkan hubungan empiris yang terpisah-pisah. Proses ini oleh Mouly dibagi menjadi dua tahap perkembangan yang saling bertautan: <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->tingkat empiris: ilmu terdiri dari hubungan empiris yang ditemukan dalam berbagai gejala dalam bentuk pernyataan serupa “X menyebabkan Y” tanpa mengetahui alasan mengapa hal itu terjadi. kemungkinan terjadinya penumpukan koleksi data tanpa makna dapat diminimalisasi. Maka. Kuantifikasi dapat memberikan ketelitian yang diperlukan bagi klasifikasi yang matang. Dengan mengetahui kelas suatu gejala lewat identifikasi sifat-sifatnya yang spesifik menurut tujuan penelitian. Namun pencarian hubunganhubungan itu perlu dilaksanakan secara teliti karena adanya faktor kebetulan. Maka analisis terhadap suatu hal atau peristiwa harus memperhatikan unsur-unsur fundamental untuk menentukan secara lebih jelas hubungan-hubungan dari berbagai aspek. Titik tolak ilmu adalah pengalaman. Tingkat yang paling akhir dari ilmu adalah ilmu teoritis yang menerangkan hubungan dan gejala yang ditemukan dalam ilmu empiris dengan dasar suatu kerangka pemikiran tentang sebab-musabab sebagai langkah untuk meramalkan dan menentukan cara untuk mengontrol kegiatan agar hasil yang diharapkan dapat dicapai. tidak mudah diterapkan . prosedur yang paling dasar untuk mengubah data terpisah menjadi dasar yang fungsional adalah klasifikasi. Tetapi observasi kualitatif saja kurang memadai. Jumlah dan ragam pengalaman yang terpisah-pisah itu harus direduksi sedemikian rupa hingga menjadi prinsip-prinsip dasar yang kokoh untuk menyatukan semua pengalaman yang bersifat lebih umum dan dapat diterapkan secara lebih luas. Dengan cara itulah diperoleh perkiraan kebenaran yang cukup untuk mendukung tujuan penelitian.Penemuan yang semula terpisah-pisah mulai diintegrasikan ke dalam suatu struktur yang utuh dengan menguji hipotesis-hipotesis dalam kondisi yang terkontrol. Kelebihan ilmu teoritis dibandingkan ilmu empiris dapat dilihat dengan memperhatikan keterbatasan ilmu empiris yang canggung. tetapi juga mulai mengintegrasikannya menjadi suatu pola yang berarti. Hubungan fungsional antara berbagai gejala dapat diobservasi antara lain lewat klasifikasi maupun urutan kejadian. Melalui klasifikasi yang demikian itu dapat diketahui adanya hubungan fungsional tertentu antara aspek-aspek komponennya.

Menemukan jawaban tentang apa yang terjadi relatif lebih mudah dibandingkan harus menjawab mengapa hal itu terjadi. Kelebihan ilmu teoritis nyata dalam merangsang penelitian dan dalam memberikan hipotesis yang berharga sebagaimana terdapat pada ilmu fisika. Ilmu teoritis dapat memperpendek proses untuk sampai pada pemecahan masalah. Namun kenyataannya kita masih harus menemukan lebih banyak lagi hubungan empiris yang terdapat dalam kelas.karena obyek/ subyek penelitian merupakan gejala yang terpisah-pisah. Sehingga dikatakan bahwa filsafat merupakan iPERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN oleh: anin Pengarang : Elvira Syamsir • • • • Summary ratin g: 2 stars (213 Tinjauan) Kunjungan : 17742 kata:900 . Tidak demikian dengan ilmu-ilmu alam yang tampak lebih maju. Kendati tak satu pun dari ilmu-ilmu itu memiliki kesamaan pendapat dalam keseluruhan aspeknya. melainkan sebaliknya. telah dikembangkan berbagai teori yang menerangkan sejumlah gejala psikologis. Hingga kini ilmu empiris gagal menyusun kerangka teoritis yang merupakan sintesis dari serangkaian penemuan empiris (khususnya di bidang/ kajian ilmu sosial). Bom atom tidak dibuat secara empiris kemudian diterangkan. Padahal empirisme merupakan tahap keilmuan yang belum lengkap dan memerlukan orientasi yang lebih besar teradap teori. Hampir seluruh ilmu pendidikan merupakan ilmu empiris. Hal itu terjadi karena ilmu-ilmu sosial terlalu menitikberatkan aspek empiris dan melalaikan aspek teoritis. Pada awalnya yang pertama muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus merupakan bagian dari filsafat. misalnya. Peralihan dari ilmu empiris ke ilmu teoritis adalah langkah yang sukar. Ilmu empiris sangat terbatas terutama dalam peramalan dan kontrol yang merupakan tujuan terakhir dari ilmu. Pada ilmu-ilmu sosial masih sulit ditemukan penjelasan secara keilmuan untuk sebagian besar masalah dari hal-hal yang paling elementer apa yang yang terjadi ketika seorang anak belajar. tetapi dalam fisika. gejala cahaya dapat dijelaskan dengan dua buah teori yang bertentangan: teori gelombang dan teori partikel. misalnya. Einstein dan para sejawatnya lebih dulu mengembangkannya secara teoritis dan mengujinya secara empiris sekadar untuk meminimalisasi kekurangan dalam pengoperasiannya. namun tak satu pun dari teori-teori itu yang dapat diterima oleh semua orang dan tak seorang pun mampu memberikan keterangan mengenai seluruh aspek kelakuan manusia. Dalam psikologi.

suatu kekeliruan mungkin terjadi terutama saat pembentukan paradigma baru. Contoh epistemologi ilmu dimana terjadi perubahan teori dan pergeseran paradigma terlihat pada perkembangan teori atom. menyebabkan berkembangnya paradigma baru yang bisa memecahkan masalah dan membimbing riset berikutnya (mela-hirkan revolusi sains). Tumbuh kembangnya teori dan pergeseran paradigma adalah po-la perkembangan yang biasa dari sains yang telah matang. Dalam perkembangan ilmu. mendalami unsurunsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga lebih arif dalam memahami sumber. Untuk mencapai tujuan itu. pergan-tian dan penyerapan teori. Tetapi. termasuk pemanfaatannya bagi masyarakat. Tetapi. diharapkan bisa memahami filosofi kehidupan. etika dan estetika.More About : perkembangan PERKEMBANGAN ilmu Ilmuwan yang berpikir filsafati. Secara epistemologis dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan yang terjadi dengan pertumbuhan. Berkembangnya peralatan analisis juga mendorong semakin berkembangnya ilmu. Sehingga. Kemunculan teori baru yang menguatkan teori lama akan memperkuat citra sains normal. ilmuwan selain sebagai orang berilmu juga memiliki kearifan. anomali dalam riset ilmiah yang tidak bisa dise-lesaikan oleh paradigma yang menjadi referensi riset. · . yang harus dihindari adalah melakukan kesalahan yang lalu ditutupi dan diakui sebagai kebenaran. kebenaran. teori pewarisan sifat dan penemuan alam semesta. maka proses pendidikan hendaknya bukan sekedar untuk mencapai suatu tujuan akhir tapi juga mem-pelajari hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. hakikat dan tujuan dari ilmu yang ditekuninya.

setiap anak menuju kecenderungan rata-rata dari sifat induknya. Teori Copernicus menjadi lan-dasan awal pengembangan . Thomson. · Perkembangan teori tata surya Prediksi peredaran matahari. perjalanan sejarah ilmu perkembangan sel selanjutnya membuktikan bahwa hipotesis ini salah. Menurut John Dalton (1766–1844) setiap unsur kimia dibentuk oleh partikel yang tak bisa diurai (atom). bergerak dalam ruang dan bersifat abadi. Goldstein. · Perkembangan teori pewarisan sifat Pemikiran tentang pewarisan sifat sudah ada sejak jaman dulu. Teori-teori atom dan strukturnya masih terus disempurnakan. Mendell yang melakukan persilangan kacang dan menghasilkan varietas yang berbeda. menganalogikan atom seperti roti tawar dengan kismisnya. Tapi. Sementara menurut Darwin. tapi tidak bisa bercampur. setiap orang merupakan bayangan dari tipe ideal. Hipotesa sementaranya menjelaskan bahwa kopi sel dari setiap jaringan yang dimasukkan ke dalam darah (gemmules)-lah yang memproduksi keragaman ketika gemmule dibentuk dan dikonversi kembali menjadi sel tubuh pada saat reproduksi.Perkembangan teori atom Konsep atom dicetuskan oleh Leucippus dan Democritus (abad ke-6 SM): materi (segala sesuatu di alam) secara fisik disusun oleh sejumlah benda berukuran sangat kecil (atom). maka variasi tidak ada. Esensinya. Atom merupakan partikel yang sangat kecil. keragamanlah yang penting. manusia adalah sama dan keragaman di dunia tidak ada artinya. menyimpulkan bahwa sifat-sifat yang diturunkan bersifat diskrit. Teori inilah yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pe-ngembangan teori pewarisan sifat.1856–1940) dan proton (E. Saat ini mulai terjadi anomali yang menggugat paradigma yang sudah ada. dan elektronelektron yang mengorbit mengelilinginya. Plato dengan paham esensialismenya menjelaskan. Pengetahuan bahwa atom bisa dibagi membuat ilmuwan lalu mereka-reka struktur atom. Chadwick (1891–1974): atom memiliki sebuah inti yang terdiri dari nuklei. anak adalah ratarata dari kedua orang tua. bukan rata-rata tetapi Darwin belum bisa menjelaskan mengapa keragaman tersebut bisa terjadi. 1886). Thomson. Kosmologi Yunani (4SM) menyatakan bumi pusat dan semua benda langit mengitari bumi. Sifat-sifat hereditas konti-nyu dan bercampur.J. proton dan netron masih bisa dibagi menjadi quark. Pergeseran paradigma terjadi ketika ternyata dibuktikan bahwa atom masih bisa dibagi dan memiliki elektron (J. Murray Gell-Mann (1964) mengatakan. 4000 tahun yang lalu. Rutherford (1871-1937) disimpulkan bahwa elektron mengorbit mengelilingi nukleus. Konsep ini dipatahkan Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat sistem tata surya dan bumi bergerak mengelinginya dalam orbit lingkaran. dimana elektron dan partikel positif terdistribusi merata. bulan dan gerhana sudah dilakukan bangsa Baylonia. Postulat ini diperbaiki oleh J. bintang. Perkembangan teori ini diawali dengan dilema yang dihadapi Darwin: apa penyebab variasi dan apa yang mempertahankan variasi? Menurut F. Galton. mulus dan keriput tapi tidak ada yang di tengah-tengah. dan lalu disempurnakan oleh Niels Bohr yang mempertimbangkan efek kuantisasi energi atom. padat dan tidak bisa dibagi. ada yang dominan dan ada yang resesif. Dari penelitian E.

fakta itu tidak berarti walaupun bisa menjadi instrumen jika tidak diaplikasikan. pestisida.ilmu tentang tata surya. maka kita perlu mempertanyakan kebenaran fundamental yang ada dibelakangnya. sosial ataupun aspek lain dari kehidupan masyarakat. hendaklah mengkaji kebenaran fundamental dari suatu alternatif pemecahan masalah yang disodorkannya. kajian ilmu bioteknologi. Tetapi. Karena objek material fils sekilas Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Zaman Islam Klasik A p r 2 1 . Seorang ilmuwan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi perspektif yang benar terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi dan alternatif pemecahannya secara keilmuan kepada mayarakat awam. pupuk kimia) dan tanaman transgenik telah meningkatkan factual knowledge yang dimi-liki. lingkungan. misalnya aplikasi tanaman transgenik untuk mengatasi produksi pangan yang terus menurun. lingkungan. revolusi hijau (bibit unggul. Sumber: http://id. Apa penyebab masalah yang sebenarnya? Apa saja alternatif pemecahan ma-salahnya? Apakah alternatif yang diajukan memang alternatif terbaik untuk mengatasi masalah? Bagaimana kajian keuntungan dan resiko dari alternatif yang dipilih ini? Bagaimana dampaknya terhadap kemanusiaan. ekonomi dan sistim sosial masyarakat? Hal-hal ini harus dipelajari dan dijawab oleh ilmuwan sebelum alternatif ini benar-benar dipilih untuk mengatasi suatu masalah. Sehingga tidak terjadi kasus dimana aplikasi dari suatu factual knowledge ternyata pada akhirnya menimbulkan dampak negatif bagi manusia. seorang ilmuwan juga hendaknya bisa mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seharusnya mereka sadari. Sebagai contoh. Seorang ilmuwan berada pada posisi dimana dia memiliki pengetahuan yang berdasarkan pada fakta (factual knowledge). Seorang ilmuwan. ' 0 7 . Dengan penguasaan ilmunya.com/humanities/philosophy/1787020-perkembangan-ilmu-pengetahuan/#ixzz1Kp3DfWiN nduk atau ibu dari semua ilmu (mater scientiarum). Tetapi.shvoong. ketika akan diaplikasikan ke masyarakat sebagai alternatif untuk mengatasi masalah. Aplikasi dari suatu kajian ilmu hendak-lah mempunyai nilai kegunaan (aksiologis) yang memberi makna terhadap kebenaran atau kenyataan yang dijumpai dalam seluruh aspek kehidupan Kajian filsafat berkenaan dengan pencarian kebenaran fundamental.

Banyaknya ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi SAW tentang ilmu antara lain memberi kesan bahwa tujuan utama hidup ini ialah memperoleh ilmu tersebut." Ilmu adalah salah satu dari sifat utama Allah SWT dan merupakan satu-satunya kata yang komprehensif serta bisa digunakan untuk menerangkan pengetahuan Allah SWT. ilmu bermula dari keinginan untuk memahami wahyu yang terkandung dalam Al-Qur'an dan bimbingan Nabi Muhammad SAW mengenai wahyu tersebut. Dalam hubungan ini. Keterangan tafsir sering kali ditekankan sehubungan dengan kelima ayat AlQur'an yang paling pertama diwahyukan (QS. Dalam bentuk kata yang berbeda. Nagib 04-07-2005 Dalam dunia Islam. antara lain bahwa ajaran Islam sejak awal meletakkan semangat keilmuan pada posisi yang amat penting. dari .1 0 : 4 3 A M f o r e v e r y o n e sekilas Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Zaman Islam Klasik M. yang artinya "Yang Mengetahui" atau "Yang Maha Tahu. sebagian ahli menerangkan perkembangan ilmu dalam Islam dengan melihat cara pendekatan yang ditempuh kaum muslimin terhadap wahyu dalam menghadapi suatu situasi di mana mereka hidup. Al-'ilm itu sendiri dikenal sebagai sifat utama Allah SWT. Allah SWT disebut juga sebagai al-'Alim dan 'Alim.96:l-5).

menilai situasi yang mereka hadapi dengan semangat wahyu yang telah mereka serap. Ilmu kalam semakin menegaskan dirinya sebagai disiplin ilmu tersendiri ketika serangan yang ditujukan kepada Islam memakai pemikiran filsafat sebagai alat. Oleh karena itu. khususnya pada masa kekhalifahan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Talib. jelas. dan merujuk pada situasi yang dihadapi.satu generasi ke generasi berikutnya. Munculnya sejumlah hadist yang digunakan untuk keperluan pemikiran hukum. Hadirnya Nabi SAW di tengah-tengah kaum muslimin pada generasi pertama sebagai pimpinan dan tokoh sentral menyebabkan semua situasi dan persoalanpersoalan yang muncul dipulangkan kepada dan diselesaikan oleh Nabi SAW. Menurut pendekatan ini. pemikiran tentang hukum adalah ilmu yang paling awal tumbuh dalam Islam. Metode tersebut adalah metode nass. yang menyaksikan proses berlangsung dan turunnya wahyu sehingga berhasil menginternalisasi dan menyerapnya ke dalam diri mereka. bahkan sebagian metode ilmu yang dikenal sekarang berasal dari generasi tersebut. Generasi sesudah Nabi SAW wafat. Metode yang lainnya disebut metode kias atau penalaran analogis. teologi atau ilmu kalam muncul menjadi ilmu yang berpangkal pada persoalan-persoalan politik. generasi pada masa Nabi Muhammad SAW telah menangkap semangat ilmu yang diajarkan oleh Islam yang disampaikan oleh Nabi SAW tetapi semangat itu baru menampakkan dampak yang amat luas setelah Nabi SAW wafat. Menurut pendekatan ini. atau mencari teks yang cukup dekat dengan situasi atau masalah yang dihadapi bila teks langsung tidak diperoleh. Penilaian terhadap situasi baru yang lebih bercorak intelektual berlangsung pada generasi tabiin dan tabiit tabiin (tabi'attabi'in) karena metode yang dipakai menyerupai metode ilmu yang dikenal kemudian. di samping ayat-ayat Al-Qur'an. menjadikan hadist pada masa-masa tersebut tumbuh menjadi ilmu tersendiri. yaitu mencari rujukan kepada ayat-ayat Al-Qur'an dan teks-teks hadis yang sifatnya langsung. dirasakan bahwa penyerapan filsafat merupakan suatu . Dengan alasan yang berbeda dengan lahirnya ilmu hukum.

Halaqad Al Fiqh. romawi. Di masjid ini terdapat kelompok studi yang disebut Halaqat Al Jadl. dan lain-lain. dan persia. serta berbagai sumber naskah yang ada di timur tengah dan afrika. Perkembangan ilmu paling pesat dalam Islam terjadi ketika kaum muslimin bertemu dengan kebudayaan dan peradaban yang telah maju dari bangsabangsa yang mereka taklukkan. seperti orang persia. Pada permulaan Daulah Abbasiyah. Dengan demikian berkembanglah kebudayaan dan ilmu pengetahuan dalam islam. Proses pengalihan ilmu pengetahuan dilakukan dengan cara penerjemahan berbagai buku karangan bangsa-bangsa terdahulu. misalnya masjid Basrah. Perkembangan tersebut semakin jelas sejak permulaan kekuasaan Bani Abbas pada pertengahan abad ke-8. Halaqad Al Tafsir wal Hadist.keharusan untuk dipakai dalam membela keyakinan-keyakinan Islam. Pada masa ini umat islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan sehingga ilmu pengetahuan baik aqli ( rasional ) maupun yang naqli mengalami kemajuan dengan sangat pesat. Pemindahan ibukota Damsyik (Damascus) yang terletak di lingkungan Arab ke Baghdad yang berada di lingkungan Persia yang telah memiliki budaya keilmuan yang tinggi dan sudah mengenal ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani. Banyak orang dari berbagai suku bangsa yang datang ke pertemuan ini. seperti mesopotamia dan mesir. belum terdapat pusat-pusat pendidikan formal. Halaqad Al Riyadiyat. Halaqad lil Syi’ri wal adab. Baru pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid didirikanlah lembaga pendidikan formal seperti Darul Hikmah yang kemudian . seperti sekolah-sekolah. Pada masa itu. yang ada hanya beberapa lembaga non formal yang disebut Ma’ahid. menjadi alat picu semaraknya semangat keilmuan yang telah dimiliki oleh kaum muslimin. pusat kajian ilmiah bertempat di masjid-masjid. Diantara banyak ahli yang berperan dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan adalah kelompok Mawali atau orang-orang non arab. seperti bangsa yunani.

Ibnu Wazih al-Yakubi. ilmu astronomi dan falak. ilmu hadis. suatu karya diterjemahkan dan dipelajari karena alasan praktis. Abu Ali al-Hasan bin Haisam (wafat 1039M) adalah nama besar di bidang ilmu optik. Misalnya. ilmu kalam. dan lain-lain. Abu Ali Hasan al-Mas'udi (wafat 956M). ilmu-ilmu yang bertolak dari nasnas Al-Qur'an dan hadis. ilmu sejarah. Adapun dalam bidang ilmu 'aqli atau ilmu rasional. untuk mendapatkan kesempurnaan pelaksanaan ibadah. ilmu farmasi. Muhammad bin Ibrahim alFazari dipandang sebagai astronom Islam pertama. ilmu hitung. ilmu falak berkembang dalam menentukan waktu shalat secara akurat. Sejarah juga mencatat. yang biasa pula disebut sebagai bidang ilmu naqli. bahwa untuk pengembangan ilmu-ilmu tersebut para pakar muslim bekerja sama dengan pakar-pakar lainnya yang tidak beragama Islam. Muhammad bin Musa alKhuwarizmi (wafat 847M) adalah salah seorang pakar matematika yang mashyur. Beberapa disiplin ilmu yang sudah berkembang pada masa klasik Islam adalah: ilmu fikih. sehingga tidak lagi terbatas untuk keperluan-keperluan praktis dan ibadah tetapi juga untuk keperluan yang lebih luas. Pada mulanya. Ali bin Rabban at-Tabari dikenal sebagai dokter pertama dalam Islam.dilanjutkan dan disempurnakan oleh Al Makmun. ilmu kedokteran. ilmu tafsir. baik orang Arab maupun muslim non-Arab. Akan tetapi. misalnya. Jabir bin Hayyan (wafat 812M) adalah "bapak" ilmu kimia dan ahli matematika. Dengan demikian. untuk pengembangan ilmu itu sendiri. di samping Abubakar Muhammad ar-Razi (wafat 925M) sebagai seorang dokter besar. yang berkembang antara lain ilmu filsafat. ilmu tasawuf. motif awal dipelajarinya ilmu-ilmu tersebut ternyata pada perkembangan selanjutnya mengalami pertumbuhan sedemikian rupa. ilmu kedokteran dipelajari untuk mengobati penyakit khalifah dan keluarganya. ilmu yang diserap itu ditambah dan dikembangkan lagi oleh kaum muslimin dengan hasil-hasil pemikiran dan penyelidikan mereka. Masa ini dicatat oleh sejarah sebagai masa kaum muslimin menyerap khazanah ilmu dari luar tanpa puas-puasnya. . ilmu usul fikih. Pada masa ini dikenal banyak sekali pakar dari berbagai ilmu. Dari lembaga inilah banyak melahirkan para sarjana dan ahli ilmu pengetahuan yang membawa kejayaan Daulah Abbasiyah dan umat islam pada umumnya.

tetapi juga pada pengakuan yang diberikan oleh dan dari berbagai kalangan ilmuwan. pada hal ilmu-ilmu membutuhkan objek khusus. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu. masih banyak lagi pakar-pakar ilmu lainnya yang sangat besar peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah . Yusuf. Disamping nama-nama besar diatas. dkk. Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus menjadi terputus. Toha Putra: Semarang afat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan. Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat. Banyak masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila . PT. Dengan kata lain tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. 2003. sumber rujukan : -Qardhawi. yang di zaman kita telah melahirkan ilmu pengetahuan yang canggih. Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat. Besarnya pengaruh bidang keilmuan yang ditinggalkan kaum ilmuwan muslim pada abad-abad yang lampau tidak hanya tampak pada banyaknya namanama pakar muslim yang disebut dan ditulis dalam bahasa Eropa. Zaman Kebangkitan atau Zaman Renaisans di Eropa.Murodi. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusian yang luas.dan Yakut bin Abdillah al-Hamawi adalah nama-nama tenar untuk bidang ilmu bumi (geografi) Islam dan Ibnu Khaldun untuk kajian bidang ilmu sejarah. hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas di antara masing-masing ilmu.Sejarah Kebudayaan Islam. Di sinilah filsafat berusaha untuk menyatu padukan masingmasing ilmu. tidak lahir tanpa andil yang sangat besar dari pemikiran dan khazanah ilmu dari ilmuwan muslim pada masa itu.

Dalam perkembangan berikutnya. Contohnya filsafat agama. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak mencakup keseluruhan. tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri. filsafat hukum. filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu. yang juga mengalami spesialisasi.pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah (Siswomihardjo. Diposkan oleh Monalia Sakwati di 04:51 Label: Tugas Kuliah i • . dan filsafat ilmu adalah bagian dari perkembangan filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu bidang tertentu. tetapi sudah menjadi sektoral. Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat sangat relevan untuk dikaji dan didalami (Bakhtiar. 2003). 2005).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful