Di Susun Oleh

:
TRISNA NOVELA SARI

Kelas : X

SMA 4 TAPUNG
2011

bertugas memelihara keamanan dan ketertiban. di Indonesia pengguna jalan ada di kiri badan jalan. Jadi lembaga sosial bersifat konkret. tenteram dan harmonis. namun keduanya saling berkaitan. partai. sekolah. Dengan bahasa sehari-hari kita sebut ³aturan main/cara main´. CV. wujudnya berupa organisasi atau asosiasi. Contohnya KUA. . Polisi sebagai aparat negara. mesjid. sedangkan pranata sosial bersifat abstrak. tidak boleh melanggar hak orang lain.Peranan Pranata Sosial atau Lembaga Sosial Dalam Pengendalian Sosial Peranan lembaga sosial atau pranata sosial dalam pengendalian sosial yang terjadi di masyarakat adalah sangat besar dan dibutuhkan. Terlebih dahulu marilah kita perjelas pengertian lembaga sosial atau pranata sosial. Contoh: kalau makan tidak berbunyi. Sedangkan pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan yang mengatur perilaku dan hubungan antara anggota masyarakat agar hidup aman. mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang. tetapi juga membina dan mengadakan penyuluhan terhadap orang yang berperilaku menyimpang dari hukum. khususnya terhadap perilaku yang menyimpang demi keseimbangan sosial. Jadi peranan pranata sosial sebagai pedoman kita berperilaku supaya terjadi keseimbangan sosial. dan menyerahkan pelaku pelanggaran ke instansi lain seperti Kejaksaan. Pranata sosial merupakan kesepakatan tidak tertulis namun diakui sebagai aturan tata perilaku dan sopan santun pergaulan. dan sebagainya. Pranata sosial atau lembaga sosial apa yang terdapat dalam masyarakat yang dipakai sebagai pengendalian sosial? Pengendalian sosial itu dapat dilakukan oleh: 1 Polisi . menyidik. Lembaga sosial merupakan wadah/tempat dari aturan-aturan khusus. Peran Polisi bukan hanya menangkap. dan sebagainya.

2 Pengadilan . serta agar orang lain tidak meniru berbuat hal yang melanggar hukum atau merugikan orang lain. Ringan beratnya hukuman tergantung kesalahan pelaku menurut hukum yang berlaku. Bupati. 3 Adat . b. Pelanggaran terhadap hukum adat dan tradisi akan dikucilkan atau diusir dari lingkungan masyarakatnya tergantung tingkat kesalahannya berat atau ringan. dsb. Pengadilan merupakan alat pengendalian sosial untuk menentukan hukuman bagi orang yang melanggar peraturan. Adat merupakan lembaga atau pranata sosial yang terdapat pada masyarakat tradisional. Sanksi yang tegas akan diberikan bagi mereka yang melanggar hukum. berupa denda. ketua adat. misalnya Presiden. misalnya pimpinan agama. Lurah. Tujuannya agar orang tersebut jera dan sadar atas kesalahan yang diperbuatnya. Tokoh masyarakat diharapkan menjadi teladan. Adalah orang yang memiliki pengaruh atau wibawa (kharisma) sehingga ia dihormati dan disegani masyarakat. kurungan atau penjara. pimpinan masyarakat. tokoh masyarakat informal. Dirjen. penasehat dan petunjuk. 4 Tokoh Masyarakat . . Dalam hukum adat terdapat aturan untuk mengatur tata tertib tingkah laku anggota masyarakatnya. pembimbing. tokoh masyarakat formal. Adat yang sudah melembaga disebut tradisi. Ada dua macam tokoh masyarakat: a. Ketua DPR/MPR.

Pengendalian sosial bertujuan agar nilai-nilai dan norma-norma sosial dapat dijalankan oleh masyarakat sehingga tercipta suasana aman. Tindakan preventif. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba. b. ataupun masyarakat untuk dapat berperilaku selaras atau sesuai dengan normanorma dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. tertib. dalam upaya manusia untuk mengendalikan individu. Macam-Macam Pengendalian Sosial Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan penyimpangan sosial. pengendalian sosial dapat dibedakan. berikut ini.PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial adalah suatu cara dan proses. nyaman. 1. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan . pengarahan dan ajakan. Berdasarkan aspek-aspek tertentu. A. kelompok. dan damai di masyarakat. pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. a. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. baik yang terencana ataupun tak terencana. Tindakan represif. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. menjadi berikut ini.

Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. Berdasarkan Sifatnya a. sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. Pengendalian eksternal. c. b. melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Tindakan kuratif.penyimpangan siswa tidak berulang lagi. . Pengendalian internal. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik. Strategistrategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali 2.

misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan halhal yang menyimpang. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. 4. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial a. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja.3. Dalam hal ini. Bentuk pengendalian ini. bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. Tindakan coersif. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial a. baik . yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok. Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. Pengendalian pribadi. Tindakan persuasif. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. b. b. Pengendalian institusional. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan).

yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. kejaksaan. pola tidur. ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. Pengendalian tidak resmi. Pengendalian resmi. tutur sapa. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. dan sebagainya. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial. d. Meskipun demikian. c. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. Di dalam hal ini. namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren.dalam hal pakaian. B. 1. . Dalam hal ini. Pada tahap ini. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. tokoh adat. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. pengendalian sosial yang berlaku di masyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. sikap. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. pola pikir. satpol PP. seperti kepolisian. pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja.

diharapkan masyarakat segan dan tidak mau mela kukan berbagai perbuatan yang menyimpang. pengendalian sosial mempunyai beberapa bentuk. hukuman atau sanksi. 3. menjadi berikut ini. serta pendidikan dan agama. Pengendalian kelompok terhadap kelompok. misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini. misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. C. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain. Berdasarkan pelakunya. c. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Dalam penerapannya. Gosip disebut juga kabar . Pengendalian kelompok terhadap anggotanya. b. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. seperti gosip. Tahap ini dilakukan jika tahaptahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku.2. a. teguran. atau seorang kakak yang menjaga adiknya. tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan. misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya. Berikut ini uraian singkat mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial tersebut. Gosip Gosip adalah kabar yang tidak berlandaskan fakta. 1.

jika tidak. orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya. Teguran Teguran adalah kritik sosial yang bersifat terbuka. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan. terhadap orang atau lembaga yang melakukan tindak penyimpangan sosial. dikucilkan. maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh. gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. Pada umumnya. Dalam hal ini.burung atau desas-desus. misalnya didenda. Sanksi atau Hukuman Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. Teguran dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Suatu gosip tersebar di masyarakat jika pernyataan secara terbuka tidak dapat dilontarkan secara langsung atau belum menemukan bukti-bukti yang sah. dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya. . 2. baik lisan atau pun tertulis. 3.

Adapun pahala akan diterima manusia jika mereka melakukan hal-hal baik sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam kitab suci atau ajaran nabi. . memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy). Dosa yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan atau hukuman dari Tuhan YME kelak di kehidupan lain (akherat). sanksi atau hukuman hanya dapat diberikan oleh pihak yang memiliki kekuatan hukum atau resmi berdasarkan peraturan yang berlaku. menjalin hubungan baik antarmanusia. sanksi atau hukuman berfungsi untuk: a. Agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. Berdasarkan uraian tersebut. atau mengalami hukuman fisik. Pendidikan dapat berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. dan b. Dalam ajaran agama dikenal adanya dosa dan pahala. merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang telah melembaga. Dosa akan diterima manusia jika mereka melakukan penyimpangan dari aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama sesuai dengan petunjuk dari kitab suci atau nabi. maka agama merupakan bentuk pengendalian sosial yang tumbuh dari hati nurani berdasarkan kesadaran dan tingkat keimanan seseorang sesuai dengan agama atau kepercayaan yang dianutnya. Dalam ajaran agama. manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan.diskors. memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika. baik formal ataupun nonformal. dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya. Berbagai bentuk pengendalian sosial tersebut. Pendidikan dan Agama Pendidikan. Dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini. 4.

keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter . D. selaras. yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar. 3.pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi. 2. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku. Seperti telah dijelaskan pada bab di depan. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan. Berikut ini beberapa fungsi pengendalian sosial. Peran Pranata Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran pranata sosial di masyarakat. Pranata Keluarga Pranata keluarga merupakan bentuk basic institutions. Berikut adalah pranata sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. 1. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma-norma kemasyarakatan dan nilai-nilai yang berlaku. 5. 4. Peran pranata sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondi i kehidupan s masyarakat yang aman. 1. Menciptakan sistem hukum. Menimbulkan rasa takut. Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan normanorma kemasyarakatan.

yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat. Mereka akan beranggapan bahwa segala sesuatu akan dianggap baik bila menguntungkan bagi dirinya sendiri tanpa mengindahkan apakah h al tersebut dilarang agama ataupun tidak. aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang. Sebagai contoh. seringkali bentuk-bentuk pelanggaran norma akan muncul dari hasil pendidikan yang kurang terarah dari suatu keluarga. Untuk itu. Dalam perkembangannya. Hal ini terjadi karena seseorang telah dikondisikan atau dibiasakan untuk melakukan hal tersebut. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. dan mampu membedakan hal hal yang baik dan hal-hal yang buruk atau dilarang agama. sehingga dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh buruk saat dia bersosialisasi. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama.seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. 2. Dalam kehidupan bermasyarakat. . penanaman pemahaman tentang kebaikan dan disiplin diri yang kuat akan sangat membantu seseorang dalam bersosialisasi di masyarakat. Kondisi tersebut akan jauh berbeda terhadap seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak taat beribadah atau dalam keluarga yang tidak disiplin. rajin beribadah. antara manusia dengan alam. berdosa atau tidak berdosa. halal atau tidak halal. sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. Pranata Agama Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. dan antara manusia dengan Tuhannya. seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah akan selalu bersikap sesuai dengan aturan agama. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu.

tenaga. bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. . bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besar-besaran. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya. Dengan pranata pendidikan. bisa kalian bayangkan sendiri. Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. Pranata Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. Tanpa pranata ekonomi. distribusi. atau barang-barang berharga lainnya. Pranata Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Pranata pendidikan termasuk dalam basic institutions.3. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. seperti produksi. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. waktu. seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial. Berdasarkan uraian tersebut. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. 4. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi.

dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pelaksanaannya. Pranata Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik. Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. menjaga kehormatan hak -hak dan kewajiban warga negara. http://edukasi.5. adil.net/index. Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi. dan makmur. serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20O nline/view&id=82&uniq=1386 . politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukumhukum yang telah ditetapkan.