P. 1
koloid

koloid

|Views: 201|Likes:
Published by septia lesmana
kegunaan sistem koloid
kegunaan sistem koloid

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: septia lesmana on May 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2015

pdf

text

original

MOHON PERHATIAN PRESENTATION SEGERA DIMULAI

Assalamualaikum Wr. Wb

DiSusun Oleh :
Septia Lesmana

Adam .M

XI. IPA 1
Shela P.U

M. Mulya .D

Apa sich Kegunaan Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari dan Industri itu?????

Kegunaan koloid dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan bahan-bahan koloid. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil. Berikut ini beberapa penggunaan kiloid dala kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa penggunaan koloid dalam kehidupan sehari-hari.

1. Detergen
Detergen termasuk dalam garam karboksilat, misal Na-oleat (Na+) terdiri atas ekor alkil non polar dan kepala ion karboksilat bersifat polar. Senyawa alkil larut dalam minyak dan ion karboksilat larut dalam air. Sehingga ekor non polar sabun itu menempel pada kotoran atau minyak, sedangkan kepalanya menempel pada air, akibatnya tegangan permukaan air berkurang, sehingga air jauh lebih mudah menarik kotoran.

2. Pemurnian Gula
Gula tebu yang masih berwarna dilarutkan dengan air panas. Kemudian di alirkan melewati sistem koloid, yaitu tanah di atom atau karbon. Zat warna pada gula tebu akan teradsorpsi sehingga akan diperoleh gula yang bersih dan putih.

3. Pembentukan delta
Tanah liat dan pasir yang terbawa oleh aliran sungai merupakan sistem kolid yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.

4. Penjernihan Air
Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Agar di peroleh air bersih, maka partikel-pertikel pengotor harus dinetralkan. Oleh karenanya dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3. Ion Al3+ terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O à Al(OH)3 + 3H+ Setelah itu, Al(OH)3 dapat menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. selain tawas, bahan lain yang juga digunakan dalam proses pengolahan air bersih adalah pasir, kapur tohor, klorin, dan karbon aktif. Pasir berfungsi seagai penyaring , klorin berfungsi untuk desinfektan (membasmi hama), sedangkan kapur tohor digunakan untuk menaikan PH, yaitu untuk menetralkan keasaman yang terjadi akibat penggunaan tawas. Karbon aktif digunakan jika tingkat kekeruhan air yang diproses terlalu tinggi.

5. Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.

Penggunaan koloid dalam industri
Selain digunakan di kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan bahan-bahan kimia berbentuk koloid. Bahan-bahan kimia tersebut dibuat oleh industri. Karena koloid merupakan satu-satunya cara untuk menyajikan suatu campuran dari zat-zat yang tidak saling melarutkan secara homogen dan stabil {pada tingkat makroskopis atau tidak mudah rusak}.

Berikut ini adalah tabel aplikasi koloid
Jenis Industri
Industri kosmetik Industri makanan Industri sabun dan detergen Industri farmasi

Contoh
Shampo, pasta gigi, deodoran, pembersih wajah,dll. Keju, mentega, susu, kecap dan saus. Sabun, deterjen Minyak ikan dan obat-obatan yang berbentuk sirup/ di kemasan. kain dan bahan..

Industri tekstil

Industri Kosmetik
Bahan kosmetik, seperti shampo, pembersih wajah, pasta gigi, deodoran umumnya berbentuk koloid yaitu emulsi.

Industri makanan
Banyak makanan dikemas dalam bentuk koloid untuk kestabilan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Industri sabun dan detergen
Sabun dan detergen merupakan emulgator untuk membentuk emulsi antara kotoran (minyak) dengan air, sehingga sabun dan detergen dapat membersihkan kotoran, terutama kotoran dari minyak.

Industri farmasi

Banyak obat-obatan yang dikemas dalam bentuk koloid agar stabil atau tidak mudah rusak.

Industri tekstil
Pewarna tekstil berbentuk koloid karena mempunyai daya serap yang tinggi, sehingga dapat melekat pada tekstil.

Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi kami....!!!

Cukup sekian dan terima kasih

Wassalamualaikum Wr.Wb

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->