P. 1
reaksi biuret

reaksi biuret

|Views: 588|Likes:
Published by andre_simarmata_1

More info:

Published by: andre_simarmata_1 on May 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

Nama : Ricky Johnatan Nim : 102010174 Laporan Praktikum Protein Landasan Teori Protein berasal dari kata Yunani

yaitu proteos yang artinya yang utama. Protein terdapat pada semua sel hidup, kira-kira 50% dari berat keringnya dan berfungsi sebagai pembangun struktur, biokatalis, hormone, sumber energy, penyangga racun, pengatur pH, dan bahkan sebagai pembawa sifat turunan dari generasi ke generasi. Protein merupakan polipeptida berbobot molekul tinggi. Protein dapat ditetapkan kadarnya dengan metode biuret. Prinsip dari metode biuret adalah ikatan peptida dapat membentuk senyawa kompleks berwarna ungu dengan penambahan garam kupri dalam suasana basa. Reaksi biuret terdiri dari campuran protein dengan sodium hidroksida(Larutan) dan tembaga sulfat(CuSO4). Warna violet adalah hasil dari reaksi ini. Reaksi ini positif untuk 2 atau lebih ikatan peptide. Penyerapan cahaya oleh protein terutama disebabkan oleh ikatan peptide residu ritosil, triptofonil, dan fenilalanil. Juga turut mempengaruhi, gugus-gugus non-protein yang mempunyai sifat menyerap cahaya. Penyerapan maksimum albumin serum manusia terlihat pada panjang gelombang kira-kira 230 nm(peptide) dan dengan puncak lebar pada 280nm karena serapan residu-residu asam amino aromatik. Spektrum absorbansi suatu larutan protein bervariasi tergantung pada pH dan sesuai dengan ionisasi residu asam amino. 2 molekul urea dapat menganggu reaksi biuret karena terjadi ikatan peptida. Alat dan Bahan 1. 2ml Albumin 2% 2. 6ml NaOH 10% 3. 1 tetes CuSO4 7% (tambahkan setetes lagi maksimal 10) 4. 2ml Kasein 2% 5. 2ml pepton 2%

Ulangi percobaan dengan kasein 2% dan pepton 2%. 1 2 3 Larutan Albumin 2% Kasein2% Pepton2% Warna larutan + + + Kesimpulan : Albumin2%. Bila belum terbentuk warna merah jambu atau lembayung. Kasein2%. Pipet tetes Cara Kerja : Campurkan 2ml larutan albumin 2% dengan 2ml NaOH dan tambahkan 1 tetes larutan CuSO4 7%. Tabung reaksi 7. dan Pepton2% memiliki ikatan peptida. .6. tambahkan 1 tetes CuSO4 (maksimal 10 tetes). Hasil Pengamatan: No.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->