an PKI Pada Saat Demokrasi Terpimpin

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe rtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa Tugas Sejarah sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg Makalah G30S/PKI hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz AYU MEILIASARI DEDED PERMANA xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv

GEMALA PRADIPTA M ROBBY KURNIAWAN bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe rtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg Sejarah SMA NEGERI 1 PADANG 2011 hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe rtyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopa
DISUSUN OLEH:

Guru Pembimbing:Mastitip Sailar

Sekilas Info tentang PKI…… Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. Dalam sejarahnya, PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah kolonial Belanda pada 1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948, serta dituduh membunuh 6 jenderal TNI AD di Jakarta pada tanggal 30 September 1965 yang di kenal dengan peristiwa G30S/PKI. Latar belakang sejarah Sebelum Revolusi Indonesia Gerakan Awal PKI Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda [1] Pada Oktober 101 SM ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah Adolf Baars. Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia. Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu, "Soeara Merdeka". Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti Indonesia. Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentaratentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang. Pada akhir 1917, para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya, sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk sebuah dewan soviet. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke Belanda,

termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan di kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun. ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain, Soeara Ra’jat. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam, keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia. Pembentukan Partai Komunis Pada awalnya PKI adalah gerakan yang berasimilasi ke dalam Sarekat Islam. Keadaan yang semakin parah dimana ada perselisihan antara para anggotanya, terutama di Semarang dan Yogyakarta membuat Sarekat Islam melaksanakan disiplin partai. Yakni melarang anggotanya mendapat gelar ganda di kancah perjuangan pergerakan indonesia. Keputusan tersebut tentu saja membuat para anggota yang beraliran komunis kesal dan keluar dari partai dan membentuk partai baru yang disebut ISDV. Pada Kongres ISDV di Semarang (Mei 1920), nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia. Semaoen diangkat sebagai ketua partai. PKH adalah partai komunis pertama di Asia yang menjadi bagian dari Komunis Internasional. Henk Sneevliet mewakili partai ini pada kongresnya kedua Komunis Internasional pada 1920. Pada 1924 nama partai ini sekali lagi diubah, kali ini adalah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pemberontakan 1926 Pada November 1926 PKI memimpin pemberontakan melawan pemerintahan kolonial di Jawa Barat dan Sumatra Barat. PKI mengumumkan terbentuknya sebuah republik. Pemberontakan ini dihancurkan dengan brutal oleh penguasa kolonial. Ribuan orang dibunuh dan sekitar 13.000 orang ditahan. Sejumlah 1.308 orang, umumnya kader-kader partai, dikirim ke Boven Digul, sebuah kamp tahanan di Papua [2]. Beberapa orang meninggal di dalam tahanan. Banyak aktivis politik non-komunis yang juga menjadi sasaran pemerintahan kolonial, dengan alasan menindas pemberontakan kaum komunis. Pada 1927 PKI dinyatakan terlarang oleh pemerintahan Belanda. Karena itu, PKI kemudian bergerak di bawah tanah. Rencana pemberontakan itu sendiri sudah dirancang sejak lama. Yakni di dalam perundingan rahasia aktivis PKI di Prambanan. Rencana itu ditolak tegas oleh Tan Malaka, salah satu tokoh utama PKI yang mempunyai banyak massa terutama di Sumatra. Penolakan tersebut membuat Tan Malaka di cap sebagai pengikut Leon Trotsky yang juga sebagai tokoh sentral perjuangan Revolusi Rusia. Walau begitu, beberapa aksi PKI justru terjadi setelah pemberontakan di Jawa terjadi. Semisal Pemberontakan Silungkang di Sumatra. Pada masa awal pelarangan ini, PKI berusaha untuk tidak menonjolkan diri, terutama karena banyak dari pemimpinnya yang dipenjarakan. Pada 1935 pemimpin PKI Moeso kembali dari pembuangan di Moskwa, Uni Soviet, untuk menata kembali PKI dalam gerakannya di bawh

Hasil kesepakatan perundingan Renville dianggap menguntungkan posisi Belanda. Kelompok politik ini berusaha menempatkan diri sebagai oposisi terhadap pemerintahan dibawah kabinet Hatta. Dalam aksi ini beberapa pejabat. Puncak aksi PKI adalah pemberotakan terhadap RI pada 18 September 1948 di Madiun. Setelah itu. pimpinan partai. Uni Soviet. perwira TNI. Ia terpaksa menyerahkan mandatnya kepada presiden dan digantikan kabinet Hatta. PKI mulai bergerak di antara mahasiswa-mahasiswa Indonesia di kalangan organisasi nasionalis. PKI mengambil posisi sebagai partai nasionalis di bawah pimpinan D. menculik dan membunuh lawan-lawan politik. Dalam operasi ini Muso berhasil ditembak mati sedangkan Amir Syarifuddin dan tokoh-tokoh lainnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Panglima Besar Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk menjalankan operasi penumpasan pemberontakan PKI. Aidit. PKI memulai kembali kegiatan penerbitannya. Pada 30 September 1948. Selanjutnya Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada 28 Juni 1948.tanah. Tokoh-tokoh pejuang dan pasukan TNI memang sedang menghadapi Belanda. alim ulama dan rakyat yang dianggap musuh dibunuh dengan kejam. Sejalan dengan peristiwa itu. Madiun dapat diduduki kembali oleh TNI dan polisi. Tindakan kekejaman ini membuat rakyat marah dan mengutuk PKI.RI menjadi pihak yang dirugikan dengan semakin sempit wilayah yang dimiliki. datanglah Muso seorang tokoh komunis yang sejak lama berada di Moskow. Sebaliknya. Namun Moeso hanya tinggal sebentar di Indonesia. mengadu domba kesatuan-kesatuan TNI dan menjelekjelekan kepemimpinan Soekarno-Hatta. ia dan kawankawannya meningkatkan aksi teror. yang tak lama kemudian berada di dalam kontrol PKI [3].T ujuan pemberontakan itu adalah meruntuhkan negara RI dan menggantinya dengan negara komunis. Ia menggabungkan diri dengan Amir Syarifuddin untuk menentang pemerintah. Jawa Timur. termasuk . seperti misalnya Gerindo dan serikat-serikat buruh. mengadakan demonstrasi-demonstrasi. kabinet Amir Syarifuddin diaggap merugikan bangsa. FDR bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) merencanakan suatu perebutan kekuasaan. Peristiwa Madiun 1948 Pada 8 Desember 1947 sampai 17 Januari 1948 pihak Republik Indonesia dan pendudukan Belanda melakukan perundingan yang dikenal sebagai Perundingan Renville. kabinet tersebut dijatuhkan pada 23 Januari 1948. Aidit dan kelompok di sekitarnya. Bangkit kembali Pada 1950. Pada 1950-an. pemogokan. dengan organ-organ utamanya yaitu Harian Rakjat dan Bintang Merah.Oleh karena itu. Di Belanda. dan mendukung kebijakan-kebijakan anti kolonialis dan anti Barat yang diambil oleh Presiden Soekarno. serta menggerakkan kerusuhan dibeberapa tempat. Perhimpoenan Indonesia . Beberapa aksi yang dijalankan kelompok ini diantaranya dengan melancarkan propaganda antipemerintah.N. bahkan ia berhasil mengambil alih pucuk pimpinan PKI. tetapi pemerintah RI mampu bertindak cepat. Kini PKI bergerak dalam berbagai front.

Pada 1959. Perjuangan melawan para kapitalis asing memberikan PKI kesempatan untuk menampilkan diri sebagai sebuah partai nasional.000 anggota pada 1950. Di bawah Aidit. Masjumi secara terbuka menuntut supaya PKI dilarang [5]. PKI menempati tempat ke empat dengan 16% dari keseluruhan suara. Pada 3 Desember 1957. Namun demikian. PKI maupun Partai Komunis Malaya menolaknya. Pada Februari 1958 terjadi sebuah upaya koreksi terhadap kebijakan Sukarno yang mulai condong ke timur di kalangan militer dan politik sayap kanan. PKI mendukung upaya-upaya Soekarno untuk memadamkan gerakan ini. PKI berkembang dengan sangat cepat. Dengan demikian peranan PKI sebagai mitra dalam politik Soekarno dilembagakan. yang diikuti oleh tindakantindakan tegas terhadap PKI di Medan dan Jakarta. menjadi 165 000 pada 1954 dan bahkan 1. dan melihatnya sebagai sebuah front bersatu yang multi-kelas. Pada September 1957. dari sekitar 3. para pemimpin PKI kembali bergerak di bawah tanah untuk sementara waktu. . kantor PKI di Jakarta diserang dengan granat. serikat-serikat buruh yang pada umumnya berada di bawah pengaruh PKI. Soekarno melancarkan slogan Nasakom yang merupakan singkatan dari Nasionalisme. kongres ini berlangsung sesuai dengan jadwal dan Presiden Soekarno sendiri memberi angin pada komunis dalam sambutannya. Ketika gagasan tentang Malaysia berkembang. Pada bulan yang sama PKI memperoleh banyak kemajuan dalam pemilihan-pemilihan di beberapa kota. Gerakan yang berbasis di Sumatera dan Sulawesi. selain itu pembagian hasil bumi yang tidak merata antara pusar dan daerah menjadi pemicu. menguasai pimpinan partai pada 1951. Pada saat itu. Gerakan ini pada akhirnya berhasil dipadamkan. dan Komunisme. Partai ini memperoleh 39 kursi (dari 257 kursi yang diperebutkan) dan 80 dari 514 kursi di Konstituante. Akibatnya. Pemerintahan yang disebut revolusioner ini segera menangkapi ribuan kader PKI di wilayah-wilayah yang berada di bawah kontrol mereka.pemimpin-pemimpin muda seperti Sudisman. PKI memimpin serangkaian pemogokan militan. Lukman. PKI membalasnya dengan menanggapi konsep Nasakom secara positif. Agama. militer berusaha menghalangi diselenggarakannya kongres PKI. mengumumkan pada 15 Februari 1958 telah terbentuk Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemilu 1955 Pada Pemilu 1955. Pada Juli 1957.000-5. mulai menguasai perusahaan-perusahaan milik Belanda. Penguasaan ini merintis nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh asing. tak satupun di antara mereka yang berusia lebih dari 30 tahun. Pada 1960. termasuk pemberlakuan UndangUndang Darurat. Njoto dan Sakirman.5 juta pada 1959 [4] Pada Agustus 1951. Mereka juga menuntut agar pemerintah pusat konsisten dalam melaksanakan UUDS 1950.

Menurut perkiraan seluruh anggota partai dan organisasi-organisasi yang berada di bawah payungnya mungkin mencapai seperlima dari seluruh rakyat Indonesia. Ia memberlakukan kembali konstitusi presidensial tahun 1945 pada tahun 1959 dengan dukungan kuat dari angkatan darat. kemungkinan besar PKI ingin mempunyai semacam militer partai seperti Partai Komunis Cina dan Nazi dengan SS nya. Barisan Tani Indonesia (BTI). Aidit dan Njoto. terlepas dari pelaksanaannya yang dianggap otoriter. Dari . PKI menjadi partai komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. sehingga ia mendorong kegiatan-kegiatan dari kelompok-kelompok sipil sebagai penyeimbang terhadap militer. pemerintah Malaysia. Namun demikian kebanyakan dari mereka ditangkap begitu tiba. suatu sistem yang lebih otoriter diciptakan dimana peran utama dimainkan oleh Presiden Soekarno. PKI menyelenggarakan kongres partainya. seperti SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia). Gerwani. diangkat menjadi menteri penasihat. Akan tetapi Soekarno menyadari bahwa keterikatannya dengan tentara dapat membahayakan kedudukannya. Partai itu mempunyai basis yang kuat dalam sejumlah organisasi massa. Pemuda Rakjat. Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) dan Himpunan Sardjana Indonesia (HSI). Sebagian kelompok berhasil mencapai Malaysia lalu bergabung dalam perjuangan di sana. dapat dianggap sebagai suatu alat untuk mengatasi perpecahan yang muncul di dataran politik Indonesia dalam pertengahan tahun 1950-an. Para pemimpin PKI. Diosdado Macapagal. PKI bergabung dengan pemerintah. Pada 1963. sebuah gagasan yang dikemukakan oleh presiden Filipina. Salah satu hal yang sangat aneh yang dilakukan PKI adalah dengan diusulkannya Angkatan ke-5 yang terdiri dari buruh dan petani. Perkembangan PKI Pada Saat Demokrasi Terpimpin Manipol-Usdek dan Nasakom: Struktur Konstitusi dan Ideologi Demokrasi Terpimpin Demokrasi Terpimpin sebenarnya. Para anggota PKI yang militan menyeberang masuk ke Malaysia dan terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan pasukan-pasukan Inggris dan Australia. PKI menolak gagasan pembentukan Maphilindo dan federasi Malaysia. Indonesia dan Filipina terlibat dalam pembahasan tentang pertikaian wilayah dan kemungkinan tentang pembentukan sebuah Konfederasi Maphilindo. Hal inilah yang membuat TNI AD merasa khawatir takut adanya penyelewengan senjata yang dilakukan PKI dengan "tentaranya".2 Untuk menggantikan pertentangan antara partaipartai di parlemen. Pada Maret 1962.Dengan berkembangnya dukungan dan keanggotaan yang mencapai 3 juta orang pada 1965. Pada bulan April 1962.

Meskipun pemimpin PKI maupun Angkatan Darat mengaku setia kepada Presiden Soekarno. yaitu khususnya yang diwakili oleh NU yang tergabung dalam poros nasakom soekarno semasa pemberlakuan demokrasi terpimpin. Soekarno bermaksud menciptakan suatu kesadaran akan tujuan nasional yang akan mengatasi persaingan politik yang mengancam kelangsungan hidup sistem Demokrasi Terpimpin. terutama dengan tindakan dan janjijanjinya yang langsung ditujukan kepada pembentukan kembali struktur konstitusional. Pancasila ditekankan olehnya dan dilengkapi dengan serangkaian doktrin seperti Manipol-Usdek dan Nasakom. yang bertujuan untuk menghilangkan pengaruh Nekolim (neokolonialis. tekananannya kemudian mulai bergeser kepada tindakan simbolis dan ritual.3 Demokrasi terpimpin . Soekarno berusaha mengumpulkan seluruh kekuatan politik yang saling bersaing dari Demokrasi Terpimpin dengan jalan turut membantu mengembangkan kesadaran akan tujuantujuan nasional. Presiden Soekarno dalam hal ini menciptakan doktrin negara yang baru. ia menyatakan bahwa Indonesia berperan sebagai salah satu pimpinan “kekuatan-kekuatan yang sedang tumbuh” di dunia. Presiden Soekarno adalah pemegang inisiatif politik. kolonialis dan imperialis). serta khususnya kepada perumusan ideologi seraya melemparkan gagasan-gagasannya berulang kali. mereka sendiri masing-masing terkurung dalam pertentangan yang tak terdamaikan.kelompok sipil ini yang paling utama adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan juga walau tidak begitu signifikan peranan dari golongan agama. Dalam usahanya mendapatkan dukungan yang luas untuk kampanye melawan Belanda di Irian Barat dan Inggris di Malaysia. Akan tetapi. Sampai dengan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945 pada bulan Juli 1959. Sebagai lambang dari bangsa. Ia menciptakan suatu ideologi nasional yang mengharapkan seluruh warga negara memberi dukungan kesetiaan kepadanya.

Sejak itu tidak mungkin bagi surat kabar atau majalah berani terangterangan mengecam Demokrasi Terpimpin. Masyarakat politik ini. Dengan mengambil huruf pertama masing-masing gagasan itu maka muncullah singkatan USDEK. Pidato kenegaraan yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”. UndangUndang Dasar 1945. dan ajaran baru itu dikenal dengan nama “ManipolUSDEK”. yang didominasi pegawai negeri. keempat. presiden selalu mengungkapkan bahwa revolusi Indonesia memiliki lima gagasan penting.4 Pertama. Bersamaan dengan itu presiden mengesahkan rincian sistematikanya yang disusun oleh Dewan Pertimbangan Agung. kepribadian Indonesia. menempatkan kepentingan nasional diatas . Ketiga. Demokrasi Terpimpin. dan yang terakhir kelima. Pada paruh kedua 1959. Sesungguhnya hanya sedikit tema-tema baru dalam pidato presiden. “Manifesto politik Republik Indonesia” disingkat “Manipol”. lambang dan semboyan-semboyan baru. Dalam pidato-pidatonya di awal tahun 1959. kedua. Tiga bulan setelah pidato kenegaraannya itu. tetapi pidato itu penting karena berkaitan dengan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar revolusioner tersebut. Ekonomi Terpimpin. Presiden Soekarno menyatakan naskah pidato itu menjadi “manifesto politik Republik Indonesia”. sebagian besar memuat alasan-alasan yang membenarkan mengapa harus kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. sosialisme ala Indonesia. sudah lama mendukung apa yang selalu ditekankan presiden mengenai kegotong-royongan. Manipol-USDEK benar-benar memiliki daya pikat bagi banyak masyarakat politik.dan gagasan presiden yang sehubungan dengan itu sudah menguasai komunikasi massa sejak pertengahan tahun 1958. Dalam hubungan ini yang terpenting ialah pidato kenegaraan presiden pada ulang tahun kemerdekaan RI tahun 1959 dan selanjutnya hasil kerja Dewan Pertimbangan Agung dalam penyusunan secara sistematis dalil-dalil yang terkandung dalam pidato tersebut. Presiden Soekarno semakin mementingkan lambang-lambang.

sehingga timbul keinginan yang kuat untuk mencari perumusan yang dogmatis dan skematis mengenai apa yang baik dalam politik. mereka menemukan makna yang sesungguhnya dalam berbagai skema rumit yang disampaikan presiden itu ketika mengupas cara pandang secara panjang lebar Manipol-USDEK. Satu tanggapan umum terhadap ManipolUSDEK ialah bahwa Manipol-USDEK bukanlah merupakan ideologi yang sangat baik atau lengkap tetapi pada akhir tahun 1950an dibutuhkan sebuah ideologi dalam kerangka pembangunan Indonesia. Yang pokok ialah bahwa presiden menawarkan sesuatu pada saat terjadi ketidakjelasan arah yang dituju. Selain itu. sedangkan di sebagian yang lain menaruh kecurigaan dan kekhawatiran. Manipol-USDEK itu sendiri tidaklah begitu jelas. Dan kedua. keselarasan dan kesetiakawanan merupakan nilai yang dijunjung masyarakat-masyarakat Indonesia. Ada dua sebab mengenai hal ini pertama. bangsa Indonesia benar-benar menyadari betapa berat kehidupan yang mereka rasakan akibat keterpecahbelahan mereka dalam tahun-tahun sebelumnya. Selain itu. Barangkali daya tarik terpenting Manipo-USDEK terletak pada kenyataan bahwa ideologi ini menyajikan sebuah arah baru.kepentringan golongan dan kemungkinan mencapai mufakat melalui musyawarah yang dilakukan dengan penuh kesabaran. banyak yang tertarik kepada gagasan bahwa apa yang diperlukan Indonesia dewasa ini adalah orang-orang yang berpikiran benar. berjiwa benar dan patriot sejati. Bagi anggota beberapa komunitas Indonesia. Mereka tidak begitu banyak tertarik pada makna dasar dari arah tersebut. yang menjelaskan arti dan tugas-tugas khusus tahapan sejarah sekarang ini. bukan pula suatu upaya unutk menyelaraskan semua . terutama bagi orang-orang Jawa. Nilai-nilai dan pola-pola kognitif berubah terus dan saling berbenturan. Sebenarnya hanya di sebagian masyarakat politik saja Manipol-USDEK diterima sepenuh hati.

Pandangan Soekarno terhadap sistem liberal ini pada akhirnya berpengaruh terhadap kehidupan partai politik di Indonesia. parlemen sudah tidak mempunyai kekuatan yang nyata. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan Soekarno akan keseimbangan kekuatan yang labil dengan kalangan militer. Partai-partai yang ada pada waktu itu berjumlah sebanyak 40 partai dan ditekan oleh Soekarno untuk dibubarkan. penerapan sistim Demokrasi Barat menyebabkan tidak terbentuknya pemerintahan kuat yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia. Penyakit inilah yang menyebabkan tidak adanya satu kesatuan dalam membangun Indonesia. banyak kalangan Islam yang kuat keyakinannya. Beberapa partai dapat dimanfaatkan oleh Soekarno untuk dijadikan sebagai penyeimbang. Namun demikian. Karena itulah maka pelaksanaan manipol Usdek dapat disimpulkan dilakukan dengan paksaan. Dengan demikian partai-partai itu tidak dapat .5 Menurut Soekarno. Kehidupan Politik Masa Demokrasi Terpimpin Soekarno dengan konsep Demokrasi Terpimpinnya menilai Demokrasi Barat yang bersifat liberal tidak dapat menciptakan kestabilan politik. Demokrasi Terpimpin masih menyisakan sejumlah partai untuk berkembang. Pada masa Demokrasi Terpimpin. melihat rumusan baru itu sebagai pemikiran yang asing. Ideologi negara apapun belum mampu menjembatani perbedaan perbedaan besar orientasi politik kutub aristokratis Jawa dan kutub kewiraswastaan Islam.pola penting dari orientasi politik yang ada di Indonesia. khususnya dari suku bukan Jawa. Partai politik dianggap sebagai sebuah penyakit yang lebih parah daripada perasaan kesukuan dan kedaerahan. Sementara itu partai-partai lainnya dihimpun oleh Soekarno dengan menggunakan suatu ikatan kerjasama yang didominasi oleh sebuah ideologi. Jadi. Manipol-USDEK tidak mampu mengatasi permasalahan tersebut. Pada pelaksanaannya.

juga dibubarkan dengan paksa. . seperti Masyumi dan PSI.7 Dalam penggambaran kiprah partai politik di percaturan politik nasional. maka ada satu partai yang pergerakan serta peranannya begitu dominan yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI). Partai politik seperti NU dan PNI dapat dikatakan pergerakannya dilumpuhkan karena ditekan oleh presiden yang menuntut agar mereka menyokong apa yang telah dilakukan olehnya. Penetapan Presiden (Penpres) adalah senjata Soekarno yang paling ampuh untuk melumpuhkan apa saja yang dinilainya menghalangi jalannya revolusi yang hendak dibawakannya. ternyata dalam pelaksanaannya lebih mengarah kepada praktek pemerintahan yang otoriter. kecuali 9 partai yang dianggap dapat menyokong atau dapat dikendalikan. dibubarkan pula. dibubarkan. Demokrasi terpimpin yang dianggapnya mengandung nilai-nilai asli Indonesia dan lebih baik dibandingkan dengan sistim ala Barat. tetapi semua wajib menyatakan dukungan terhadap gagasan presiden pada segala kesempatan serta mengemukakan ide-ide mereka sendiri dalam suatu bentuk yang sesuai dengan doktrin presiden. Beberapa partai yang dianggap terlibat dalam pemberontakan sepanjang tahun 1950an.lagi menyuarakan gagasan dan keinginan kelompok-kelompok yang diwakilinya. Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum tahun 1955 yang didalamnya terdiri dari partai-partai pemenang pemilihan umum. Partai politik tidak mempunyai peran besar dalam pentas politik nasional dalam tahun-tahun awal Demokrasi Terpimpin. Bahkan pada tahun 1961 semua partai politik. Sebaliknya. termasuk NU dan PNI.6 Partai politik dalam pergerakannya tidak boleh bertolak belakang dengan konsepsi Soekarno. Pada dasarnya sepuluh partai politik yang ada tetap diperkenankan untuk hidup. golongan komunis memainkan peranan penting dan temperamen yang tinggi.

sehingga di negara nonkomunis. Hal ini dianggap sebagai sebuah upaya untuk menyaingi kekuatan TNI-Angkatan Darat dan memecah belah militer untuk dapat ditunggangi. MPRS mengangkatnya menjadi presiden seumur hidup. Soekarno. Keputusan ini mendapat dukungan dari PKI. Sikap militan yang radikal yang ditunjukkan PKI melalui agitasi dan tekanan-tekanan politiknya yang semakin meningkat. telah memiliki tiga juta orang anggota ditambah 17 juta pengikut yang menjadi antek-antek organisasi pendukungnya. Sementara itu di unsur kekuatan lainnya dalam Demokrasi Terpimpin. Keretakan hubungan antara Soekarno dengan pemimpin militer pada akhirnya muncul. TNI-Angkatan Darat. PKI memanfaatkan popularitas Soekarno untuk mendapatkan massa. Pergerakan PKI yang sedemikian progresifnya dalam pengumpulan massa membuat PKI menjadi sebuah partai besar pada akhir periode Demokrasi Terpimpin.Pada masa itu kekuasaan memang berpusat pada tiga kekuatan yaitu. melihat perkembangan yang terjadi antara PKI dan Soekarno. pergerakan PKI pada masa ini tidak dapat dilepaskan. dengan curiga. Pada tahun 1965. antara lain Aidit dan Nyoto. dan PKI. Keadaan ini dimanfaatkan PKI untuk mencapai tujuan politiknya. membuat jurang permusuhan yang terjadi semakin melebar. Hubungan antara PKI dan Soekarno sendiri pada masa Demokrasi Terpimpin dapat dikatakan merupakan hubungan timbal balik. mendapatkan dukungan dari Soekarno. Pada bulan Mei 1963. Oleh karena itu untuk mendapatkan gambaran mengenai kehidupan partai politik pada masa demokrasi terpimpin. . seperti TNI-Angkatan Udara. menghimpun massa dengan intensif dan segala cara. PKI di bawah pemimpin mudanya. Konflik yang terjadi itu kemudian mencapai puncaknya pada pertengahan bulan September tahun 1965. TNI-Angkatan Darat. baik secara etis maupun tidak. Terlebih pada saat angkatan lain. PKI merupakan partai terbesar.

Melalui Keppres No. Sampai dengan tahun 1961. 4. yang programnya diarahkan untuk merongrong politik pemerintah atau yang secara resmi tidak mengutuk anggotanya partai. 129 tahun 1961 menolak untuk diakuinya PSII Abikusno. Menggunakan cara-cara damai dan demokrasi untuk mewujudkan cita-cita politiknya. 128 tahun 1961.Seperti yang telah disebutkan di atas. PKI. yang membantu pemberontakan. hanya ada 10 partai yang diakui dan dianggap memenuhi prasyarat di atas. Partai Rakyat Nasional Bebasa Daeng Lalo dan partai rakyat nasional Djodi Goondokusumo. 3. Partai Indonesia. 6. 440 tahun 1961 telah pula diakui Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Persatuan Tarbiyah Islam (Perti). Tambahan……. Partai Katolik. Peraturan tersebut menyangkut persyaratan partai. partai politik pada masa Demokrasi Terpimpin mengalami pembubaran secara paksa. Presiden berhak membubarkan partai. 5. Menerima dan membela Konstitusi 1945 dan Pancasila. Pembubaran tersebut pada umumnya dilakukan dengan cara diterapkannya Penerapan Presiden (Penpres) yang dikeluarkan pada tanggal 31 Desember 1959. NU. PSII dan IPKI. Presiden berhak menyelidiki administrasi dan keuangan partai. Partai-partai harus mempunyai cabang-cabang yang terbesar paling sedikit di seperempat jumlah daerah tingkat I dan jumlah cabang-cabang itu harus sekurang-kurangnya seperempat dari jumlah daerah tingkat II seluruh wilayah Republik Indonesia. Selanjutnya melalui Keppres No. Partai Murba. partai-partai yang diakui adalah PNI. sebagai berikut:8 1. Menerima bantuan luar negeri hanya seizin pemerintah. 2. Sedangkan Keppres No. .

Penyakit inilah yang menyebabkan tidak adanya satu kesatuan dalam membangun Indonesia. Pada masa Demokrasi Terpimpin. Partai politik tidak mempunyai peran besar dalam pentas politik nasional dalam tahun-tahun awal Demokrasi Terpimpin. Partai politik dianggap sebagai sebuah penyakit yang lebih parah daripada perasaan kesukuan dan kedaerahan. Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh). Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan Soekarno akan keseimbangan kekuatan yang labil dengan kalangan militer. Sementara itu partai-partai lainnya dihimpun oleh Soekarno dengan menggunakan suatu ikatan kerjasama yang didominasi oleh sebuah ideologi. Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. parlemen sudah tidak mempunyai kekuatan yang nyata. Latar belakang . Sebaliknya. GERAKAN 30 S/PKI Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI. Pandangan Soekarno terhadap sistem liberal ini pada akhirnya berpengaruh terhadap kehidupan partai politik di Indonesia. Kehidupan Politik Masa Demokrasi Terpimpin Soekarno dengan konsep Demokrasi Terpimpinnya menilai Demokrasi Barat yang bersifat liberal tidak dapat menciptakan kestabilan politik. Demokrasi Terpimpin masih menyisakan sejumlah partai untuk berkembang. G-30S/PKI.Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi. Beberapa partai dapat dimanfaatkan oleh Soekarno untuk dijadikan sebagai penyeimbang. Pada dasarnya sepuluh partai politik yang ada tetap diperkenankan untuk hidup. golongan komunis memainkan peranan penting dan temperamen yang tinggi. Dengan demikian partai-partai itu tidak dapat lagi menyuarakan gagasan dan keinginan kelompok-kelompok yang diwakilinya. Namun demikian. Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat. tetapi semua wajib menyatakan dukungan terhadap gagasan presiden pada segala kesempatan serta mengemukakan ide-ide mereka sendiri dalam suatu bentuk yang sesuai dengan doktrin presiden. terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965). penerapan sistim Demokrasi Barat menyebabkan tidak terbentuknya pemerintahan kuat yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia. Menurut Soekarno. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional. termasuk NU dan PNI. Partai-partai yang ada pada waktu itu berjumlah sebanyak 40 partai dan ditekan oleh Soekarno untuk dibubarkan. sedangkan di pihak lain. PNI dan PKI. peranan presiden sangat kuat. Partai politik seperti NU dan PNI dapat dikatakan pergerakannya dilumpuhkan karena ditekan oleh presiden yang menuntut agar mereka menyokong apa yang telah dilakukan olehnya.

PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis. Pada era "Demokrasi Terpimpin". Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan 100. penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. Pada awal tahun 1965 Bung Karno atas saran dari PKI akibat dari tawaran perdana mentri RRC. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI.000 pucuk senjata chung. gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden . Termasuk pergerakan wanita (Gerwani). Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting.sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". Perdana Menteri Zhou Enlai memberikan 100. Pada era "Demokrasi Terpimpin". foreign reserves menurun. Pendapatan ekspor menurun. organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. Angkatan kelima Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok. Anggotanya berjumlah sekitar 3. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting.5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota.5 juta. Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok. Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung. ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. Pendapatan ekspor menurun. Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. di luar Tiongkok dan Uni Soviet. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3. foreign reserves menurun. .sekali lagi dengan hasutan dari PKI. kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan nasionalis dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani. gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak.PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia. Penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden .000 pucuk senjata jenis chung.

Di bulan Mei 1965. mengimbau semua pengarang dan seniman sayapkiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka. Pada waktu yang sama. Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah. tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat". Di bulan Agustus 1964. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM. Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikapsikap sektarian" kepada angkatan bersenjata. para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat. Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata. kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha memprovokasi bentrokanbentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer. jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. dan lain-lain). termasuk para komunis". Pada permulaan 1965. tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Mereka. di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat. Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini. Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia. Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu. Pemimpin-pemimpin PKI juga menginfiltrasi polisi dan tentara denga slogan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi.Dari tahun 1963. Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab. Menpangad. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Politbiro PKI masih . Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. depan jendral-jendral militer.

membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda. menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober). Namun menurut Subandrio. di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI. Konfrontasi Indonesia-Malaysia merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI. dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian. Keributan antara PKI dan islam (tidak hanya NU. Isu sakitnya Bung Karno Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. di Jawa Barat. dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat. tapi juga dengan Persis dan Muhammadiya) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia.mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek antirakyat dalam alat-alat negara. jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut. Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja. Jawa Timur. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. “ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur. Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja dihembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyaraka Isu masalah tanah dan bagi hasil Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan UndangUndang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. PKI di beberapa tempat bahkan sudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut). Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya. Panitia Agraria yang menghasilkan UUPA terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. Faktor Malaysia Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini[1]. merobek-robek foto Soekarno. melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. amarah Soekarno terhadap Malaysia pun ” . Walaupun undang-undangnya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA.

antek nekolim. Soekarno juga mengetahui hal ini. manusia jang mengakui bahwa ia mentjintai dirinja sendiri tidak mungkin mendjadi satelit jang melekat pada bangsa lain. padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya.meledak. Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng"ganyang Malaysia" ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris. dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengubah keinginannya meng"ganyang Malaysia". Soekarno tidak mungkin menghambakan diri pada dominasi kekuasaan manapun djuga. Soekarno. khususnya dengan adanya poros Jakarta-Beijing-Moskow-Pyongyang-Phnom Penh. jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis.H. Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya. mengakui bahwa ia adalah seorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan. mereka menjadi pendukung terbesar gerakan "ganyang Malaysia" yang mereka anggap sebagai antek Inggris. mengeluh. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia. seperti yang ditulis di otobiografinya. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri. konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang[3]. dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang. Tak heran. Manusia jang tjongkak dengan suara-batin yang menjala-njala. Pada saat PKI memperoleh angin segar. ditambah hubungan internasional PKI dengan Partai Komunis sedunia. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut. justru para penentangnyalah yang menghadapi keadaan yang buruk. Brigadir Jenderal Suparjo. mereka melihat posisi PKI yang semakin menguat sebagai suatu ancaman. ” Di pihak PKI. Dia tidak mungkin menjadi boneka. Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. namun ia . komandan pasukan di Kalimantan Barat. sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A. “ Soekarno adalah seorang individualis. Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[2] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia" kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia.

dan hingga akhir Oktober masih terjadi kebingungan atas pembantaian di Jawa Tengah. Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu "giliran PKI akan tiba. Dalam telegram kepada Presiden Johnson tanggal 6 Oktober. dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. Pandangan lain. "Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. . Faktor ekonomi Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. terutama dari kalangan korban dari insiden ini. Namun hingga saat ini kedua pandangan tersebut tidak memiliki banyak bukti-bukti fisik. "Soekarno berkata. berperang hanya dengan setengah hati.memutuskan untuk mendiamkannya karena ia masih ingin meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang sedang berlangsung. Suatu saat saya akan membereskan PKI. karena posisi Indonesia yang melemah di lingkungan internasional sejak keluarnya Indonesia dari PBB (20 Januari 1965). hal ini dapat dilihat dari telegram Duta Besar Green ke Washington pada tanggal 8 Agustus 1965 yang mengeluhkan bahwa usahanya untuk melawan propaganda anti-Amerika di Indonesia tidak memberikan hasil bahkan tidak berguna sama sekali. Jawa Timur. menyebutkan bahwa Amerika menjadi aktor di balik layar dan setelah dekrit Supersemar Amerika memberikan daftar namanama anggota PKI kepada militer untuk dibunuh. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini. Salah satu pandangan mengatakan bahwa peranan Amerika Serikat dalam hal ini tidak besar. ."[2] Dari pihak Angkatan Darat. Untukku. Politisi Amerika pada bulanbulan yang menentukan ini dihadapkan pada masalah yang membingungkan karena mereka merasa ditarik oleh Sukarno ke dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia ini. tetapi tidak sekarang. Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. Faktor Amerika Serikat Amerika Serikat pada waktu itu sedang terlibat dalam perang Vietnam dan berusaha sekuat tenaga agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunisme. Malaysia itu musuh nomor satu.. agen CIA menyatakan ketidakpercayaan kepada tindakan PKI yang dirasa tidak masuk akal karena situasi politis Indonesia yang sangat menguntungkan mereka. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan "ganyang Malaysia" yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia. Peranan badan intelejen Amerika Serikat (CIA) pada peristiwa ini sebatas memberikan 50 juta rupiah (uang saat itu) kepada Adam Malik dan walkie-talkie serta obat-obatan kepada tentara Indonesia. dan Bali dilakukan oleh PKI atau NU/PNI. perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia.. Itu terserah kamu.

yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB Rusia. Panjaitan. Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut. dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. GBU Isu Dokumen Gilchrist Dokumen Gilchrist yang diambil dari nama duta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. Untung. terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani. Isu Dewan Jenderal Pada saat-saat yang genting sekitar bulan September 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang tidak puas terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya. Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut. Peristiwa Pada 1 Oktober 1965 dini hari. Bali serta tempat-tempat lainnya. dan Harjono. banyak rakyat Indonesia yang sehari-hari hanya makan bonggol pisang. umbi-umbian. Sebagai akibat dari inflasi tersebut. gula. serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya. salah satunya seperti yang ditulis John Hughes. Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. yang dijadikan basis skenario film "The Year of Living Dangerously". Namun yang tidak diduga-duga. rakyat kelaparan dan terpaksa harus antri beras. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu. ia sering menukar data-data apa yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita. Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk "ditindaklanjuti". enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol.Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi. Jawa Timur. Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber. minyak. menyebutkan adanya "Teman Tentara Lokal Kita" yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat[4]. dalam operasi penangkapan jenderal-jenderal tersebut. gaplek. Menanggapi isu ini. wartawan The Nation yang menulis buku "Indonesian Upheaval". EFERON BATUBARA . Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orang-orang yang dituduh anggota PKI di Jawa Tengah. Dokumen ini. pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka.

Banyak penelitian ilmiah yang sudah dipublikasikan di jurnal internasional mengungkap keterlibatan Suharto dan CIA. John Roosa (Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto's Coup d'État in Indonesia). W. Roger Channel. Ralph McGehee (The Indonesian Massacres and the CIA).J. Anderson and Ruth T. Special Handling).F. Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. McVey (Cornell University). Indonesia. Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Government Printing Office of the US (Department of State. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban: • • Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr. Dr. Pasca kejadian . Wertheim (Serpihan Sejarah Th65 yang Terlupakan). Secret. selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Leimena) Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas.Isu Keterlibatan Soeharto Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. Beberapa diantaranya adalah karya Benedict R. Meski demikian. 1963-1965. putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau. Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada zaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan. berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat. Suharto merupakan pihak yang paling diuntungkan dari peristiwa ini. Yogyakarta) Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede. Sebaliknya. INR/IL Historical Files. Yogyakarta) Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas.O'G. Prof. Korban Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah: • • • • • • Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi) Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi) Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan) Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen) Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik) Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat) Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama. Priority. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".. Soeharto. Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika. yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia. dan sebagai Menteri dalam kabinetku. Oleh Angkatan Darat. Mongolia. Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini. dijalankan. yang sama sekali berdiri diatas Trisakti. perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI." Pada tanggal 16 Oktober 1965. dan penghentian kekerasan. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau! ” Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966. saya perintahkan engkau. yang berhasil . Angkatan Udara. Asia dan Amerika Latin.Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan. maka barulah revousi kita bisa jaya. Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesia. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya. buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia.Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. menyatakan "penghargaan penuh" atas usahausaha perwakilan-perwakilan dari Nepal. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah[5]: “ Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto.. Pada tanggal 12 Oktober 1965. Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari. Angkatan Kepolisian Negara. Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional". sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu. dipupuk oleh semua kita. Angkatan Laut. kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaikbaiknya. kita semuanya.. maka dia harus dijunjung tinggi. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK. yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia.Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam. yang sama sekali berdiri diatas Nasakom. pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev.. sebagai panglima Angkatan Darat. Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik.

Di daerah-daerah lain." Penangkapan dan pembantaian Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini. adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober). antara 500. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu. semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Orang-orang dari daerahdaerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA [1] menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka." Di pulau Bali.000 orang. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galiangalian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus. paling sedikit 35. kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhanpembunuhan massal. Pada akhir 1965. majalah "Time" memberitakan: "Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis "antiTionghoa" terjadi. . untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat. Di sana para Tamin. atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI. terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. semua anggota dan pendukung PKI. Dihasut dan dibantu oleh tentara.perkiraan yang konservatif menyebutkan 500. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat". yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI. para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. tanpa adanya perlawanan sama sekali. Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis .000 orang menjadi korban di permulaan 1966.menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September. dan para pemimpin dan pelindung mereka. di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember).

Pada akhir tahun 1963. mulai meletakkan siasat-siasat untuk melawan komando puncak AD.000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Menyebarluaskan pengaruh dan ideologi PKI ke dalam tubuh ABRI. Para petani dan buruh. a. PKI melancarkan sebuah gerakan yang disebut “aksi sepihak”. Ketegangan politik antara PKI dan TNI AD mencapai puncaknya setelah tanggal 30 September 1965 dini hari. Berikut ini siasat-siasat yang ditempuh oleh Biro Khusus PKI. Memojokkan dan mencemarkan komando AD dengan tuduhan terlibat dalam persekongkolan (konspirasi) menentang RI. Safar Suryanto. Dengan adanya nasakomisasi tersebut. melakukan aksi demonstrasi dan pemogokan. d.Paling sedikit 250. Untuk melancarkan kudeta. Empat tapol.000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. a. Aidit sebagai pemimpin PKI beserta Biro Khususnya. . Mendata dan mencatat para anggota ABRI yang telah dibina atau menjadi pengikut PKI agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya. Tambahan…………… 1. Usaha PKI untuk mencari pengaruh didukung oleh kondisi ekonomi bangsa yang semakin memprihatinkan. dibantu para kader PKI. e. b. c. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang.N. Pada saat itu terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira Angkatan Darat. Memasuki tahun 1965 pertentangan antara PKI dengan Angkatan Darat semakin meningkat. Mengusahakan agar setiap anggota ABRI yang telah bersedia menjadi anggota PKI dan telah disumpah dapat membina anggota ABRI lainnya. Mengorganisir perwira militer yang tidak mendukung adanya “Dewan Jenderal”. Diperkirakan sekitar 110. Mengisolir komando AD dari angkatan-angkatan lain. maka PKI membentuk Biro Khusus yang diketuai oleh Syam Kamaruzaman. atau awal tanggal 1 Oktober 1965. dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu. Menuduh komando puncak AD telah membentuk “Dewan Jenderal” yang tujuannya menggulingkan Presiden Soekarno. termasuk belasan orang sejak tahun 1980an. karena bekerja sama dengan Inggris dan Amerika Serikat. c. Biro Khusus tersebut mempunyai tugastugas berikut. Mengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari para buruh dan petani yang dipersenjatai. Kondisi Politik Menjelang G 30 S/PKI Doktrin Nasakom yang dikembangkan oleh Presiden Soekarno memberi keleluasaan PKI untuk memperluas pengaruh. PKI menjadi salah satu kekuatan yang penting pada masa Demokrasi Terpimpin bersama Presiden Soekarno dan Angkatan Darat. mengambil alih tanah penduduk. D. Johannes Surono Hadiwiyino. b. Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan.

Di Yogyakarta 1) Kolonel Katamso D. Deputi II Men/Pangad.M. Diumumkan pula bahwa pimpinan Angkatan Darat untuk sementara waktu berada langsung di tangan presiden sebagai Panglima Tertinggi ABRI. 7) Lettu Piere Andreas Tendean. Ajudan Menko Hankam/ Kepala Staf Angkatan Bersenjata.. 8) Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubun. Seputar Penculikan Para Jenderal AD. mayat tiga jenderal. Leimena. Akan tetapi putrinya Ade Irma Suryani tertembak yang akhirnya meninggal tanggal 6 Oktober 1965. dan tiga jenderal lainnya yang masih hidup dibawa menuju Halim. para jenderal yang masih hidup dibunuh secara kejam. Komandan Korem 072 Yogyakarta Kolonel Katamso dan Kepala Stafnya Letkol Sugiyono diculik dan dibunuh oleh kaum pemberontak di Desa Kentungan. dan Operasi Penumpasan Peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira AD. Setelah mendengar pidato Letkol Untung di RRI.I.00 WIB Letkol Untung berpidato di RRI Jakarta. Pagi hari sekitar jam 07. Kudeta itu direncanakan oleh suatu dewan yang terdiri atas jenderal-jenderal Jakarta yang korup yang menikmati penghasilan tinggi dan menjadi kaki tangan CIA (Agen Rahasia Amerika). Peristiwa pembunuhan juga terjadi di daerah Yogyakarta. Asisten I Men/Pangad. b. Di Halim. Komandan Korem 072 Yogyakarta. Ketujuh mayat kemudian dimasukkan dalam sebuah sumur yang sudah tidak dipakai lagi di Lubang Buaya. II Dr. Ajudan Nasution (Lettu Pierre A. 6) Brigjen Sutoyo S. Asisten IV Men/Pangad. J. Selain itu melaksanakan tugas seharihari ditunjuk . di Lubang Buaya dibangun Monumen Pancasila Sakti. Dalam pidatonya. Kepala Staf Korem 072 Yogyakarta.T. 3) Mayjen R. 5) Brigjen D. M. Inspektur Kehakiman/Oditur Jendral TNI AD. Presiden mengeluarkan perintah agar seluruh rakyat Indonesia tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Letkol Untung mengatakan bahwa “Gerakan 30 September” adalah suatu kelompok militer yang telah bertindak untuk melindungi Presiden Soekarno dari kudeta. Usaha Kudeta. Presiden Soekarno berangkat menuju Halim. timbul kebingungan di dalam masyarakat. Di Jakarta 1) Letjen Ahmad Yani. Panjaitan. Jenderal Nasution berhasil meloloskan diri. Deputi III Men/Pangad. yaitu 8 orang di Jakarta dan 2 orang di Yogyakarta. 2) Mayjen S. Untuk mengenang peristiwa yang mengerikan tersebut. serta menjaga persatuan. Sejumlah anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut. 4) Mayjen Haryono. Tendean).Parman. Suprapto. dan salah satu ajudannya ditangkap. Men/Pangad. Mereka diangkat sebagai Pahlawan Revolusi. 2) Letnan Kolonel Sugiyono M. Pengawal rumah Wakil P.2. Secara rinci para pimpinan TNI yang menjadi korban PKI ada 10 orang. kemudian dikenal Gerakan 30 S/PKI. a.

. a. Penyelesaian aspek politik akan diselesaikan sendiri oleh presiden.Mayjen Pranoto. Penyelesaian aspek militer dan administratif diserahkan kepada Mayjen Pranoto c. keamanan. b. Secara politik telah lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara AD. Dampak Sosial Politik dari Peristiwa G 30 S/PKI Berikut ini dampak sosial politik dari G 30 S/PKI. Namun. b. Penumpasan G 30 S/PKI Pada tanggal 2 Oktober 1965 Presiden Soekarno memanggil semua panglima angkatan ke Istana Bogor. c. Dalam pertemuan tersebut Presiden Soekarno mengemukakan masalah penyelesaian peristiwa G 30 S/PKI. Sampai bulan Desember 1965 PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia. Kekuasaan dan pamor politik Presiden Soekarno memudar. Dalam rangka penjelasan G 30 S/PKI. 3. presiden menetapkan kebijaksanaan berikut. di saat yang sama. tanpa sepengetahuan presiden Mayjen Soeharto mengangkat dirinya sebagai pimpinan AD. a. Penyelesaian militer teknis. dan ketertiban diserahkan kepada Mayjen Soeharto 4.

Tri Tuntutan Rakyat ( TRITURA ) . Peristiwa pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948. pada pelaksaannya krisis politik muncul karena rakyat melihat bahwa penyelesaian masalah G 30 S / PKI ini tidak kunjung membawa perubahan seperti yang telah diamanatkan kepada Presiden Soekarno dalam siang Kabinet Dwikora. badan ini menyimpulkan bahwa rakyat Indonesia menginginkan agar Presiden Soekarno mengambil tindakan yang jitu untuk menyelesaikan permasalahan G 30 S / PKI dan ekses – ekses politiknya. Secara sosial telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI atau”dianggap PKI”. mulai survei. Pemerintah Indonesiabernisiatif untuk membentuk paniatia ad hoc yang bertugas untuk menyelidiki akibat dan kenaikan harga – harga barang. dan fakta mengenai peristiwa G 30 S /PKI di berbagai daerah di Indonesia. Tugas badan ini adalah mengumpulkan segala data. . serta pemberontakan G 30 S / PKI telah menjadi bukti serjarah kejamnya potensi teror dan anacaman keamanan yang dapat dihindarkan oleh kekuatan PKI. yang tidak semuanya melalui proses pengadilan dengan jumlah yang relatif banyak. pemerintah membentuk sebuah badan yuang dinamakan Fact Finding Commission KOTI. Tingginya tingkat inflasi yang mencapai 650 %. keamanan dan ekonomi pasca pemberontakan G-30-S/PKI (Partai Komunis Indonesia).d. Akibatnya krisis politik ini membuat rakyat khawatir akan munculnya kembali potensi teror yang pernah dilakukan oleh PKI pada masa sebelumnya. Kondisi ini menjadi pemicu munculnya gelombang ketidakpercayaan masyarakat. Sukarno dalam menangani persoalan-persoalan politik. Kekhawatiran rakyat Indonesia terhadap praktek pembebasan PKI yang telah terlaksan secara optimal makin meningkat dengan adanya kondisi ekonomi makin merosot pada masa itu. Dampak sosial politik dari peristiwa G 30 S/PKI di dalam masyarakat Pemberontakan G 30 S / PKI membawa Indonesia ke dalam kresis pemerintah dan sosial politik. Berbagai tuntutan masyarakat terhadap pemerintah pun bermunculan.10 Januari 1966 Pasca pemberontakan G-30-S/PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tanggal 30 September 1965 telah menimbulkan krisis kepemimpinan nasional yang berdampak buruk terhadap segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Akan tetapi. keterangan. Sidang Kabinet Dwikora pada tanggal 6 Oktober 1965 telah menetapakan bahwa penyelesaian aspek politik dari peristiwa Gerakan 30 September 1965 akan ditangani secara langsung oleh Presiden Soekarno. terutama gerakan-gerakan mahasiswa terhadap kebijakankebijakan yang dilaksanakan Presiden Ir. jasa. serta meningkatnya harga minyak dunia pada tanggal 3 Januari 1966 membuat kondisi sosial politik Indonesia mulai begejolak. Selanjutnya. dan harga minyak dunia. diterapkannya kebijakan devaluasi nilai rupiah mencapai skala 1 : 10. Hasil kerja badan ini disampaikan kepada Presiden Soekarno pada tanggal 10 Januari 1966. Anggotanya terdiri atas parapemimpin atau tokoh partai polotik dan pejabat – pejabat pemerintah. Badan ini bekerja selama sekitar 1 bulan dari 27 Desember 1965 sampai 6 Januari 1966.

Armansyah.Menjelang akhir tahun 1965 pemerintah membuat kebijakan mendevaluasikan rupiah dan menaikkan harga minyak bumi. Musyawarah Exponen Angkatan ’45 dalam pernyataan tersebut yang telah diedarkan menyatakan dukungannya.Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Oleh karena itu.Penurunan Harga/Perbaikan Ekonomi. salah seorang tokoh angkatan ’45. untuk mengadakan konsultasi atas dasar musjawarah dan mufakat dengan segenap pihak yang bersangkutan. bahwa tuntutan para mahasiswa akhir-akhir ini melalui demonstrasi-demonstrasi perlu mendapat sambutan baik atas dasar factor-faktor obyektif serta situasi kongrit dewasa ini. Brigadir Jenderal Pol. Ismael Agung Witono dan Soekandja. Herman Wanggamihardja. Gaji pegawai. terutama di bidang ekonomi. Letnan Kolonel Chandra Hasan. Sujono. perlu diingatkan pentingnya mempertahankan gotong royong dan persatuan progresif revolusioner guna mengatasi situasi tanah air dari ancaman G-30-S/PKI. buruh dan prajurit setiap bulan minimal harus berada di atas kebutuhan fisik minimum keluarga mereka. Tuntutan mahasiswa yang tercermin dalam demonstrasi terus-menerus setiap hari dan dipimpin oleh Kesatuan Aksi Mahsiswa Indonesia (KAMI) berpokok pada soal pembubaran PKI dan ormas-ormasnya. Dalam menunjukkan keinginan membantu Wakil Perdana Menteri III untuk mengadakan konsultasi dengan segenap pihak yang bersangkutan. Letnan Kolonel Dominggus Nanlohy. SH. maka kebutuhan barang-barang pokok harus dicukupi jumlahnya dengan cara apa pun. 3. Drosek Zakaria Raib. Mengenai tuntutan melakukan retooling cabinet yang sekarang ini. 2. Segenap alat distribusi harus diawasi secara ketat hingga seluruhnya dikuasai oleh pemerintah sambil melaksanakan Keputusan MPRS tentang pelaksanaan alat-alat distribusi yang dipegang oleh koperasi rakyat. Pada tanggal 10 Januari 1966 Mahasiswa melancarkan tuntutan yang dikenal dengan nama Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) meliputi: 1. Musyawarah Exponen Angkatan ’45 menyarankan agar kebijakan ekonomi menekankan pada pendekatan produksi dalam rangka memberantas inflasi. Alizar Thaib. retooling Kabinet Dwikora dan penurunan kenaikan tarifharga. Brigadir Jenderal Djuhartono. Dikemukakan selanjutnya bahwa sementara menunggu perkembangan produksi sebagai alat satu-satunya mencegah inflasi. Kebijakan tersebut menyulut demontrasi besar-besaran dikalangan mahasiswa. Pernyataan dari Musyawarah Exponen Angkatan ’45 ditandatangani oleh Mayor Jenderal Djamin Gintings. Chaerul Saleh. Ishak Djanggawirana. Tuntutan mahasiswa mendapat sambutan positif dari Team Pelaksana Musyawarah Exponen Angkatan ’45. Berita Antara 14 Januari 1966 memberitakan bahwa Team tersebut telah mengemukakan pandangannya. Musyawarah Exponen Angkatan ’45 juga menandaskan hendak membantu Wakil Perdana Menteri III. .Retooling Kabinet.

KAMI Akademi-Akademi. Kurang lebih tiga jam mahasiswa-mahasiswa dan pelajar-pelajar Bandung berdemonstrasi di halaman kotapraja. “kita perlu industri”. HMI. Diserukan agar mahasiswa itu merapatkan barisan dan menyelamatkan revolusi Indonesia di bawah komando Presiden Sukarno dari rongrongan “nekolim” dan antekantek “gestapu”/PKI. CSB. Dalam demonstrasi tersebut mahasiswa dan pelajar meneriakan yel-yel “turunkan harga”. IMADA. Walikota Priatnakusumah tidak bisa menyampaikan pendiriannya sewaktu menghadapi demonstrasi tersebut. di Bandung hari kamis tanggal 13 Januari 1966 terjadi demonstrasi yang diikuti kurang lebih 2. Dalam kesempatan itu. Dewan-Dewan Mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia diserukan oleh Presidium Pusat KAMI agar tetap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya tindakan-tindakan kasar seperti yang terjadi pada demonstrasi mahasiswa sebelumnya. PMKRI. MAPANTJAS. Awalnya demonstrasi tersebut nyaris tidak terkendali. “hancurkan gestapu”. GERMAHII. Kepada pimpinan organisasi-organisasi mahasiswa seperti PMII. akhirnya pihak keamanan dapat membubarkan demonstrasi mahasiswa dan pelajar itu. GMKI. dan dalam kesempatan itu seorang pimpinannya membacakan petisi dan resolusi yang akan mereka sampaikan pula kepada Presiden/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. GMRI. karena kabel pengeras suara yang digunakan Walikota berbicara. GMNI. SEMMI. teriakan “kita bosan dengan pidato” menyebabkan pidato Walikota Priatnakusumah tidak terdengar sampai jauh. PELMASI. Disebutkan pula bahwa mahasiswa dan pelajar Bandung solider dengan aksi yang telah dilaksanakan mahasiswa-mahasiswa Ibukota baru-baru ini di Jakarta dalam membela kepentingan rakyat. Insiden Istana Merdeka ini telah membawa korban. Mereka dikoordinasi oleh KAMI. karena setiap ia akan berbicara. KAMI Universitas-Universitas. diputuskan orang. “kita tidak perlu monumen-monumen lagi”. beberapa orang mahasiswi terpaksa diangkut ke rumah sakit karena terluka.000 mahasiswa dan pelajar untuk menuntut penurunan harga dan pembubaran PKI. “bubarkan PKI”. dalam penjelasannya mengenai insiden di Istana Merdeka menerangkan antara lain bahwa beberapa rombongan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI ketika sedang khidmatnya mendengarkan amanat Presiden Sukarno . GMD.Masih terkait dengan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). GMS. Ketua Umum Presidium Pusat KAMI. Cosmas Batubara. Instruksi itu diberikan berhubung dengan terjadinya insiden antara unsur-unsur Front Marhaenis (Ali-Surachman) dengan mahasiswa-mahasiswa dari kalangan KAMI ketika mereka sedang mendengar amanat Presiden/ Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno di Istana Merdeka. Menindaklanjuti demonstrasi mahasiswa yang semakin gencar di berbagai daerah Presidium Pusat KAMI telah menginstruksikan mahasiswa Indonesia khususnya yang berada di Jakarta dan yang bernaung di bawah panji KAMI untuk mempertinggi kewaspadaan dan jangan bertindak sendiri-sendiri. IMABA. Dijelaskan dalam petisi dan resolusi tersebut bahwa tuntutan para mahasiswa dan pelajar Bandung ini adalah mengingat penderitaan rakyat dewasa ini.

Tetap merapatkan barisan perjuangan mahasiswa. adu-domba serta pancingan-pancingan dari pihak nekolim ataupun antek-antek Gestapu/PKI. Terus meningkatkan penghayatan tritunggal Bung Karno-Rakyat-ABRI dalam satu front demi kepentingan rakyat. tindakan liar yang mengakibatkan terjadinya insiden tersebut telah menodai barisan Sukarno yang dikomandokan oleh Pemimpin Besar Revolusi untuk mempersatukan segenap kekuatan rakyat yang progresif revolusioner dalam menghancurkan nekolim dan “Gestapu”/PKI. Dalam insiden yang terjadi dengan Resimen Cakrabirawa. 2. Dalam hubungan ini.“telah dicegat dan dan diprovokasi dan akhirnya dikeroyok oleh segerombolan orang-orang yang bertindak liar dan mata gelap”. Tujuan dari Tri Tuntutan Rakyat dapat terwujud dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang memerintahkan kepada Mayor Jenderal Suharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan ormas-ormasnya. nusa dan bangsa menghadapi rongrongan nekolim dan unsur-unsur Gestapu/PKI. pada tanggal 21 Januari 1966 ketua KAMI Pusat tersebut menginstruksikan kepada segenap mahasiswa yang tergabung dalam KAMI Pusat di seluruh kota-kota Universitas dan perguruan tinggi di Indonesia harus bersikap sebagai berikut: 1. Menggalang kekompakan kesatuan segenap potensi mahasiswa dengan semangat rela berkorban. 3. namun hal itu tidak mengurangi gerakan-gerakan mahasiswa untuk melanjutkan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Terjadinya insiden tertsebut yang menurut Cosmas Batubara telah ditimbulkan oleh golongan Front Marhaenis yang menurut keyakinannya disusupi oleh anasir-anasir CGMI. Akhirnya. Tanggal 24 Februari 1966 mahasiswa memboikot pelantikan menteri-menteri baru. Pada tanggal 25 Februari 1966 KAMI dibubarkan. serta ikhlas mengabdi menjadi satu front yang bisa diuji kemampuannya oleh Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. Mendaftarkan dengan segera pada barisan pendukung Bung Karno pada Gabungan V KOTI untuk tingkat pusat dan Pepelrada setempat untuk tingkat daerah. seorang mahasiswa Arief Rahman Hakim Gugur. Pasukan Pengawal Presiden Sukarno. Tetap waspada akan usaha pecah belah. Menurut pendapat anggota pimpinan KAMI tersebut. intrik. Dalam kabinet itu duduk para simpatisan PKI. 5. Selain itu. tetap berdiri di belakang Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. . 4. berdisiplin. Pada tanggal 21 Februari 1966 Presiden Sukarno mengumumkan reshuffle cabinet. Kenyataan ini menyulut kembali mahasiswa meningkatkan aksi demonstrasinya. Supersemar juga mengamanatkan agar meningkatkan perekonomian Indonesia sehingga dapat terwujud kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia. telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto. Siemens. Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. pada tanggal 11 Maret 1966. Tim Ekonomi Indonesia menawarkan: tenaga buruh yang banyak dan murah. ICI. British American Tobacco. pada bulan Nopember 1967. cadangan dan sumber daya alam yang melimpah. Leman Brothers. Goodyear. Aidit. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. yang telah melarikan diri. diselenggarakan pertemuan antara para ekonom orde baru dengan para CEO korporasi multinasional di Swiss. Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967. Mobil Oil mendapatkan ladang gas di Natuna. Pertemuan Jenewa. Swiss Menyusul peralihan tampuk kekuasaan ke tangan Suharto. perusahaan lain mendapat hutan tropis. dan pasar yang besar. General Motors. . dan Chase Manhattan. Imperial Chemical Industries. Kebijakan ekonomi pro liberal sejak saat itu diterapkan. Hal ini didokumentasikan oleh Jhon Pilger dalam film The New Rulers of World (tersedia di situs video google) yang menggambarkan bagaimana kekayaan alam Indonesia dibagi-bagi bagaikan rampasan perang oleh perusahaan asing pasca jatuhnya Soekarno. Korporasi multinasional diantaranya diwakili perusahaan-perusahaan minyak dan bank. Freeport mendapat emas di Papua Barat. ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya. Caltex mendapatkan ladang minyak di Riau. American Express. The International Paper Corporation. Asian Development Bank. tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.Supersemar Lima bulan setelah itu. British Leyland. US Steel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful