Tolong Menolong dalam Kebaikan Allah Ta'ala berfirman: "Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan

takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat keras siksa-Nya." (Al-Maa`idah:2) Ayat ini sebagai dalil yang jelas akan wajibnya tolong menolong dalam kebaikan dan takwa serta dilarang tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Dalam ayat ini Allah Ta'ala memerintahkan seluruh manusia agar tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa yakni sebagian kita menolong sebagian yang lainnya dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan saling memberi semangat terhadap apa yang Allah perintahkan serta beramal dengannya. Sebaliknya, Allah melarang kita tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Di akhir ayat ini Allah mengancam dengan siksaan-Nya yang keras bagi siapa saja yang berbuat dosa dan pelanggaran ataupun tolong menolong di dalam perbuatan tersebut.

Rasulullah Saw, pernah bersabda: Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela jari jari lainnya) (HR. Muttafaqun alaih) Perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang di antara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota

" (HR. Maka dari itu. apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit. Menolong yang lemah. (HR. tolong-menolong adalah sebuah keharusan. Sampai-sampai Rasulullah Saw memerintahkan kepada kita tidak hanya menolong orang yang didzhalimi. Muttafaqun alaih) "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang di antara mereka bagaikan tubuh yang satu. juga dikategorikan sebagai bagian dari nilai tolong-menolong. mereka adalah satu tangan (kekuatan) untuk menghadapi pihak -pihak selain mereka (musuhmusuh mereka). yang kuat membantu yang lemah dan yang cepat menolong yang lambat. Bukhari) Dalam Islam. Membantu masyarakat yang masih menikmati riba menuju ke sistem yang islami atau syariah." Nabi ditanya. membutuhkan karyawan pabrik. Apalagi dapat membantu masyarakat ke luar dari lembah kemiskinan. maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur." (HR. Apa artinya kita berukhuwah jika kita tidak mau menolong saudara kita yang sedang mengalami kesulitan."Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. Para pelaku ekonomi Islam dituntut agar dapat membantu saudaranya keluar dari permasalahan yang dihadapi. bagaimana dengan orang yang menzhalimi wahai Rasulullah? Nabi SAW bersabda. Jadi dalam hidup ini. membantu orang yang memerlukan bantuan sudah sebuah kemestian. "Kalau yang dizhalimi kami bisa menolong. baik yang berbuat zhalim maupun yang dizhalimi. Pabrik yang dia dirikan tidak akan berjalan jika tidak ada bantuan dari yang lain. Muslim) "Orang-orang Muslim itu darahnya saling menyuplai. Seorang pengusaha yang mendirikan pabrik misalnya. tolong-menolong menjadi sebuah keharusan karena apapun yang kita kerj kan membutuhkan a pertolongan dari orang lain. (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela jari jari lainnya) (HR. itulah cara kita menolongnya. tolong-menolong ini menjadi salah satu nilai yang terkandung dalam ekonomi Islam. yang lemah di antara mereka akan berusaha membebaskan tanggungannya dan yang kuat di antara mereka berusa menyelamatkan yang ha lemah. Tentu saja untuk menjaga agar tolong menolong ini selalu dalam koridor ³kebaikan dan takwa´ diperlukan suatu sistem yang benar-benar sesuai ³syariah´. Tidak ada manusia seorang pun di muka bumi ini yang tidak membutuhkan pertolongan dari yang lain. Abu " Dawud dan Ibnu Majah) "Tolonglah saudaramu. "kamu pegang kedua tangannya atau kamu cegah dia dan kezhaliman. Wallaahu a¶lam Tetap update tulisan dari allah_mahapenolong di manapun dengan . tetapi juga turut membantu orang yang mendzhalimi agar orang yang mendzhalimi itu tidak lagi berbuat dzhalim. Sudah semestinya konsep tolong menolong tidak hanya dilakukan dalam lingkup yang sempit. tolong-menolong adalah kewajiban setiap Muslim.

Akan terbentuk bangunan yang kuat manakala batu bata itu disusun dengan teratur dalam susunan yang rapi dan kokoh sesuai dengan aturan yang berlaku.TA'AWUN. Abu Dawud dan Ibnu Majah) . maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur. Ketika itulah akan terbentuk dari batu-batu tersebut dinding yang kokoh dan dari dinding-dinding itu akan terbentuk rumah yang kuat pula." (HR. Sebagaimana dalam sabdanya: "Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. tanaashur (saling mendukung) dan taraahum (saling berkasih sayang) adalah merupakan buah dari ukhuwah. apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit. Muttafaqun 'alaih) Satu batu merah tentu saja lemah. Karena apalah artinya berukhuwah jika kamu tidak membantu saudaramu ketika memerlukan dan menolongnya ketika dia ditimpa oleh cobaan. Rasulullah SAW dalam hadits lainnya juga menggambarkan keterikatan masyarakat Islam antara yang satu dengan yang lainnya dalam bentuk cinta dan kasih sayang sebagai berikut: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang di antara mereka bagaikan tubuh yang satu. TANAASUR DAN TARAAHUM Ta'awun (saling tolong menolong). Rasulullah SAW juga bersabda: "Orang-orang Muslim itu darahnya saling menyuplai. Rasulullah SAW telah menggambarkan tuiuan saling tolong menolong dan keterikatan antara kaum Muslimin dalam bermasyarakat antara yang satu dengan lain dengan gambaran yang mantap. Maka tidak bisa terpisah antara alat pernafasan dengan alat pencernaan. Masing-masing saling menyempurnakan satu dengan yang lainnya. yang kuat membantu yang lemah dan yang cepat menolong yang lambat. Maka dengan kerjasama antar bagian tubuh dan saling membantu. seluruhnya akan hidup dan akan terus berkembang dan bisa berperan aktif. Dan seribu batu bata yang berserakan (tidak teratur). yang tidak mudah dirobohkan oleh tangan-tangan yang merusak. serta belas kasihan kepadanya ketika ia lemah. yang lemah di antara mereka akan berusaha membebaskan tanggungannya dan yang kuat di antara mereka berusaha menyelamatkan yang lemah. atau keduanya dengan tekanan darah. mereka adalah satu tangan (kekuatan) untuk menghadapi pihakpihak selain mereka (musuh-musuh mereka). (Rasulullah SAW sambil memasukkan jarijari tangan ke sela jari jari lainnya) (HR." (HR. tidak mampu berbuat apa-apa yang tidak bisa berbentuk bangunan. Muslim) Anggota tubuh yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan dan tidak bisa terpisah serta tidak akan bisa hidup sendiri-sendiri. meskipun terlihat kuat.

Hendaknya seorang yang alim mengajari yang bodoh. "Kalau yang dizhalimi kami bisa menolong. bagaimana dengan orang yang menzhalimi wahai Rasulullah? Nabi SAW bersabda. Allah SWT berfirman: "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa." (Al Maidaah: 2) Al Qur'an juga memerintahkan agar orang-orang yang benman antara sebagian dengan sebagian lainnya saling berwalat (mendukung). Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam keadaan berbaris (bershaf-shaf). itulah cara kita menolongnya."(AsShaf: 4) ." Nabi ditanya. itulah salah satu konsekuensi keimanan. yaitu dengan sabdanya: "Tolonglah saudaramu. seakan-akan mereka bagaikan bangunan yang tersusun kokoh. sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. begitu pun yang muda menghormati yang tua. mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma'ruf. yang kaya mengulurkan tangan kepada yang miskin. Ia mengharamkan dan melarang saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (At-Taubah: 71) Ini sebagai kebalikan dari sifat-sifat orang munafik yang juga berbuat demikian. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf mencegah dari yang munkar. yang tua mengasihi yang muda. tetapi berkasih sayang sesama mereka." (At Taubah: 67) Sebagaimana dilakukan juga oleh para sahabat. Allah SWT berfirman tentang mereka sebagai berikut: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. sebagaimana firman Allah SWT: "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagaimana dalam firman Allah SWT: "Dan orang-orang yang beriman. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama. baik yang berbuat zhalim maupun yang dizhalimi. dan hendaknya yang bodoh itu mengetahui kewajibannya terhadap yang alim." (Al Fath: 29) Maksud dari ayat di atas adalah agar yang kuat itu membantu yang lemah.Rasulullah SAW juga memasukkan unsur (pemahaman) baru dalam menolong Muslim terhadap Muslim lainnya. Bukhari) Al Qur'an Al Karim mewajibkan saling menolong dan memerintahkannya dengan syarat dalam hal kebaikan dan ketaqwaan." (HR. dan hendaknya seluruh kaum Muslimin berada dalan satu shaf untuk menghadapi tantangan dan konspirasi (persekongkolan) musuh baik dalam keadaan perang maupun dalam keadaan damai. lelaki dan perernpuan. "kamu pegang kedua tangannya atau kamu cegah dia dan kezhaliman.

(HR. Asysyihaab) 3. (Mutafaq'alaih) 2. Bukhari) 5. (HR. (HR. Kaum muslimin ibarat satu tangan terhadap orang-orang yang di luar mereka. Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang -orang yang lemah dari kalangan kamu. Kekuatan disertakan kepada jama'ah. Seorang menjadi kuat karena banyak kawannya. (Kemudian Rasulullah Saw merapatkan jari-jari tangan beliau). Ahmad) 7. (HR. Ibnu Abi Ad-Dunia dan Asysyihaab) . Ibnu Abi Ad-Dunia dan Asysyihaab) 6. Rabu. 02 Februari 2011 1.HADIST TENTANG TOLONG MENOLONG Diposkan oleh Bermanfaat Bagi Yang Lain di 10:17 . Tirmidzi) 4. Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu menolong saudaranya (semuslim). (HR. Barangsiapa menyimpang (serong dan memisahkan diri) maka dia menyimpang menuju neraka. Pertolonganmu terhadap orang lemah adalah sodaqoh yang paling afdol. Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling mengokohkan satu dengan yang lain. (HR.

dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (72) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin).2. untuk membentuk masyarakat yang baik. (Qs. Al Anfal/8: 72) [1] Yang dimaksud lindung melindungi Ialah: di antara muhajirin dan anshar terjalin persaudaraan yang Amat teguh. harta dan jiwa. = = Dari Abu Musa ra. Sabda Rasulullah saw. Firman Allah swt. Yaitu membantu dan menolong kaum muslimin dengan lisan. dan (terhadap) orang-orang yang beriman. Membantu dan menolong kaum Muslimin. bersabda: Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya sepert bangunan. sebagian menguatkan sebagian yang lain. dari Nabi saw. (HR. Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. masalah dunia dan agama. mereka itu satu sama lain lindungmelindungi[1]. sebelum mereka berhijrah. Muttafaqun Alaihi) . lalu ia menyilangkan antara jarijarinya. sehingga pada pemulaan Islam mereka waris-mewarisi seakan-akan mereka bersaudara kandung. Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka. (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama. tetapi belum berhijrah. demikian keteguhan dan keakraban persaudaraan mereka itu.

Karenanya akan timbul keinginan saling bekerjasama. Empati merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam interaksi antar pribadi. Untuk menumbuhkan sikap saling tolong-menolong dan mengantisipasi sifat egoistik yang ada pada diri kita diperlukan suatu ikhtiar. sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ´Lupakanlah kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain. Rasulullah SAW. Akhirnya terjalin rasa belas kasihan dan tenggang rasa terhadap sesama hamba Allah SWT. berat terasa olehnya penderitaanmu. sebaliknya ingatlah selalu kejelekan-kejelekan yang telah kita lakukan terhadap orang lain. bagaimana dengan orang yang menzhalimi wahai Rasulullah? Nabi SAW bersabda. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Selanjutnya akan timbul keinginan untuk mendahulukan kepentingan orang lain.´ (Al-Ma'idah : 2) Islam adalah dien yang rahmatan lil'alamin. Orang bijak mengatakan. "Kamu pegang kedua tangannya atau kamu cegah dia dari kezhaliman.´ Saling memahami antar pribadi yang timbul dari empati akan meningkatkan kesadaran akan saling ketergantungan. yang mencakup kebajikan seluruhnya. Lupakan pula kesalahankesalahan orang lain pada diri kita. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. "Kalau yang dizhalimi kami bisa menolong. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Nabii Shallallahu 'alaihi wa Salam telah menyerupakan ta'awun kaum muslimin. . Namun ingatlah selalu kebaikan-kebaikan orang lain pada diri kita. Dengan empati.³Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Rasulullah SAW juga memasukkan unsur (pemahaman) baru dalam tolong-menolong Muslim terhadap Muslim lainnya. Tolong menolong di dalam kebajikan dan ketakwaan merupakan kalimat yang luas cakupannya. kita bisa saling memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. yaitu rahmat bagi semesta alam. yaitu dengan sabdanya: "Tolonglah saudaramu. Pada dasarnya. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sehingga kita tidak akan meraih tujuan yang menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan pada orang lain. yang akan membawa akibat kepada kebaikan masyarakat muslim dan keselamatan umat manusia. Bukhari) Ta'awun (saling tolong menolong) diantara kaum muslimin merupakan kekuatan dan pelindung." Nabi ditanya. Islam adalah dien yang senantiasa mengajarkan untuk memberikan manfaat dan maslahat kepada sesama manusia maupun sesama ciptaan Allah SWT. itulah cara kita menolongnya. yaitu dengan menumbuhkan empati. baik yang berbuat zhalim maupun yang dizhalimi. empati itu telah tertanam pada diri setiap manusia. Suatu sunatullah yang telah dilekatkan pada penciptaan manusia oleh Allah SWT." (HR. mempunyai empati yang dalam terhadap orang lain seperti yang tergambar dalam ayat berikut ini. Islam merupakan agama yang sarat akan manfaat dan maslahat baik bagi individu maupun sosial. ´ (QS At Taubah:128). ³Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. panutan kita.

Akan terbentuk bangunan yang kuat manakala batu bata itu disusun dengan teratur dalam susunan yang rapi dan kokoh sesuai dengan aturan yang berlaku. semakin bertambah kokoh dengan saling tolong menolong di antara mereka. Dan seribu batu bata yang berserakan (tidak teratur). Ketika itulah akan terbentuk dari batu-batu tersebut dinding yang kokoh dan dari dinding-dinding itu akan terbentuk rumah yang kuat pula. "Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. yang tidak mudah dirobohkan oleh tangan-tangan yang merusak. meskipun terlihat kuat. Muttafaqun 'alaih) Satu batu merah tentu saja lemah. Nabi Muhammad Saw bersabda. Demikianlah kaum muslimin.persatuan dan berpegang teguhnya mereka (pada agama Allah). . (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela jari jari lainnya) (HR. tidak mampu berbuat apa-apa yang tidak bisa berbentuk bangunan.

tidak mampu berbuat apa apa yang tidak bisa berbentuk bangunan. serta belas kasihan kepadanya ketika ia lemah. maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur. Maka dengan kerjasama antar bagian tubuh dan saling membantu. Rasulullah masyarakat cinta SAW Islam dan dalam antara hadits lainnya juga menggambarkan keterikatan yang satu dengan yang lainnya dalam bentuk kasih sayang sebagai berikut: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang diantara mereka bagaikan tubuh yang satu. Rasulullah SAW telah menggambarkan keterikatan antara kaum Muslimin satu dengan lain dengan gambaran sabdanya: tuiuan dalam yang saling tolong menolong dan bermasyarakat antara yang mantap. Karena apalah artinya berukhuwah jika kamu tidak membantu saudaramu ketika memerlukan dan menolongnya ketika dia ditimpa oleh cobaan. sela jari jari 'alaih) "Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke lainnya) (HR. tanaashur (saling mendukung) dan taraahum (saling berkasih sayang) adalah merupakan buah dari ukhuwah. Akan terbentuk bangunan yang kuat manakala batu bata itu disusun dengan teratur dalam susunan yang rapi dan kokoh sesuai dengan aturan yang berlaku. Rasulullah SAW juga bersabda: . meskipun terlihat kuat. atau keduanya dengan tekanan darah. yang tidak mudah dirobohkan oleh tangan-tangan yang merusak." (HR. apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit. Sebagaimana dalam bangunan yang yang lainnya.TA'AWUN. Muttafaqun Satu batu merah tentu saja lemah. seluruhnya akan hidup dan akan terus berkembang dan bisa berperan aktif. Dan seribu batu bata yang berserakan (tidak teratur). Muslim) Anggota tubuh yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan dan tidak bisa terpisah serta tidak akan bisa hidup sendiri-sendiri. Maka tidak bisa terpisah antara alat pernafasan dengan alat pencernaan. Ketika itulah akan terbentuk dari batu-batu tersebut dinding yang kokoh dan dari dinding-dinding itu akan terbentuk rumah yang kuat pula. TANAASUR DAN TARAAHUM Ta'awun (saling tolong menolong). Masing-masing saling menyempurnakan satu dengan yang lainnya.

" (At-Taubah: 71) dari sifat-sifat sebagaimana orang firman munafik yang Allah juga SWT: "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. bagaimana dengan orang yang menzhalimi wahai Rasulullah? Nabi SAW bersabda. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama. salah satu konsekuensi keimanan. mereka adalah satu tangan (kekuatan) untuk menghadapi pihak-pihak selain mereka (musuh-musuh mereka). sebagaimana dalam firman Allah "Dan orang-orang yang mereka menjadi penolong (mengerjakan) yang ma'ruf Ini sebagai kebalikan berbuat demikian. yang kuat membantu yang lemah dan yang cepat menolong yang lambat." Nabi ditanya. sesama Fath: ayat di atas adalah agar yang kuat itu membantu ." (At Taubah: 67) Sebagaimana tentang "Muhammad dengan dia sayang (Al Maksud dari dilakukan juga mereka oleh para sahabat." (HR. lelaki dan perernpuan. Ia mengharamkan dan melarang saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. "kamu pegang kedua tangannya atau kamu cegah dia dan kezhaliman. itulah cara kita menolongnya. "Kalau yang dizhalimi kami bisa menolong. beriman. yang lemah di antara mereka akan berusaha membebaskan tanggungannya dan yang kuat di antara mereka berusaha menyelamatkan yang lemah. mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma'ruf. dan pelanggaran. Bukhari) Al Qur'an Al Karim mewajibkan saling menolong dan memerintahkannya dengan syarat dalam hal kebaikan dan ketaqwaan. Abu Dawud dan Ibnu Majah) Rasulullah Muslim SAW juga terhadap memasukkan Muslim unsur (pemahaman) lainnya." 29) yang itu adalah utusan Allah dan orang-orang adalah keras terhadap orang-orang kafir. sebagian bagi sebagian yang lain."Orang-orang Muslim itu darahnya saling menyuplai. baik yang berbuat zhalim maupun yang dizhalimi. Allah SWT berfirman: "Dan tolong taqwa. yaitu baru dalam menolong dengan sabdanya: "Tolonglah saudaramu. Mereka menyuruh mencegah dari yang munkar. Allah sebagai SWT yang tetapi berfirman berikut: bersama berkasih mereka." (HR." menolonglah kamu dalam jangan tolong menolong (Al (mengerjakan) kebajikan dalam berbuat dosa Maidaah: dan dan 2) antara itulah SWT: Al Qur'an juga memerintahkan agar orang-orang yang benman sebagian dengan sebagian lainnya saling berwalat (mendukung).

lemah. yang kaya mengulurkan tangan kepada yang miskin. begitu pun yang muda menghormati yang tua. Hendaknya seorang yang alim mengajari yang bodoh. dan hendaknya seluruh kaum Muslimin berada dalan satu shaf untuk menghadapi tantangan dan konspirasi (persekongkolan) musuh baik dalam keadaan perang maupun dalam keadaan damai. yang tua mengasihi yang muda."(As-Shaf: 4) jalanNya bagaikan . seakan-akan mereka bangunan yang tersusun kokoh. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di dalam keadaan berbaris (bershaf-shaf). dan hendaknya yang bodoh itu mengetahui kewajibannya terhadap yang alim.

akan mendapatkan banyak saudara dan mendapatkan kemudahan dari ALLAH SWT. mengasihi anak yatim. agar tidak merusak tali silaturahmi antar sesama manusia. . Betapa ruginya orang yang tidak mau saling menolong dan tidak mau membantu anak yatim.Dari buku paket Membiasakan tolong-menolong Dalam ajaran islam. orang yang menolong orang lain dan merawat anak yatim dalam kehidupannya sehari-hari. sepanjang sesuai dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam. sebab hanya sedikit orang yang mau berteman dengannya. Sebagai makhluk sosial. kita tidak boleh memandang rendah orang lain apalagi membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Dalam menjalin hubungan dan pergaulan. agar ia mendatangkan perdamaian dan kebaikan bagi semua orang. Sebaliknya. Islam adalah agama yang mengajarkan kebersamaan dan kesetaraan dalam segala hal. berbuat baik kepada sesama manusia tidak boleh memandang perbedaan agama. hendaknya kita saling menolong. membantu kaum duafa. kita tidak akan luput dari pergaulan dan komunikasi antar sesama manusia. Setiap muslim diajarkan untuk saling menolong dalam bergaul dengan sesama manusia. suku bangsa. dan status sosial. Sebab agama islam melarang umatnya melakukan perbuatan buruk dan tercela kepada sesama manusia. Sebab manusia tidak akan mampu hidup dan memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa pertolongan orang lain. Dalam pergaulan sehari-hari.

Masuk surga bersama rasulullah SAW. Mudah mendapatkan pertolongan 4. .Manfaat sikap saling menolong dan berbuat baik kepada anak yatim diantaranya : 1. Disukai banyak orang 2. Terhindar dari sikap permusuhan 3. Terhindar dari marabahaya 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful