P. 1
makalah-demokrasi

makalah-demokrasi

|Views: 1,277|Likes:
Published by Bank Ican

More info:

Published by: Bank Ican on May 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Semua negara mengakui bahwa Demokrasi sebagai alat ukur dari politik. Kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan

keabsahan

pemerintahan menjadi basis tegaknya system politik demokrasi. Demokrasi meletakkan rakyat pada posisi penting, hal ini karena masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Negara otoriterpun masih mengaku dirinya sebagai negara demokrasi. Ini menunjukkan bahwa demokrasi itu penting dalam kehidupan bernegara dan pemerintahan. Dalam realitanya perkembangan sistim ketatanegaraan mulai berkembang dari teori-teori para filsuf kuno yang banyak di adopsi oleh bangsa-bangsa yang ada di seluruh dunia. Setiap Negara menganut system ketatanegaraan. Salah satu contohnya adalah sistem pemerintahan demokrasi. Salah satu sistem pemerintahan klasik yang sudah ada sejak dulu kala. Sejak zaman Yunani kuno yang kemudian dikembangkan oleh para penganut aliran-aliran yang sependapat dengan pembuat sistem pemerintahan tersebut. Demokrasi sebagai dasar hidup bernegara pada umumnya memberikan pengertian bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya, termasuk dalam menilai kebijaksanaan tersebut menentukan kehidupan rakyat. Dengan demikian Negara demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Demikian juga dengan perkembangan HAM di dunia ini. Perjalanan panjang HAM yang sudah melalui banyak lika-liku yang naik turun. Perspektif sejarah dan sosial-kultural gagasan tentang HAM sebenarnya telah berlangsung selama berabad-abad. . Di dalam konstitusi-konstitusi Negara-negara demokrasi modern setelah itu perlindungan HAM menjadi isi pokoknya sehingga dapat disimpulkan bahwa

konstitusi sebenarnya merupakan instrument utama bagi perlindungan HAM sebab setiap pemerintahan kekuasaannya dibatas oleh konstitusi. Di dalam ilmu politik dan hukum tata Negara konstitusi memang memiliki fungsi untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak tampil secara sewenang-wenang. 1.2 Rumusan Masalah a. Apa pengertian demokrasi ? b. Bagaimana demokrasi di Indonesia serta pelaksanaannya? c. Apa pengertian hak asasi manusia? d. Bagaimana perkembangan hak asasi manusia di Indonesia? e. Bagaimana hubungan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia? 1.3 Tujuan a. Untuk mengetahui pengertian demokrasi, b. Untuk mengetahui demokrasi di Indonesia serta pelaksanaannya, c. Untuk mengetahui pengertian hak asasi manusia, d. Untuk mengetahui perkembangan hak asasi manusia di Indonesia, e. Untuk mengetahui hubungan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.

BAB 2. PEMBAHASAN

Di bawah sistem ini. oleh rakyat dan untuk rakyat.1 Pengertian Demokrasi Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Hal ini menjadi wajar. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. . Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.2. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. yaitu demos yang berarti rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. selain sesuai hukum dan peraturan. Namun. keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung. Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain.Selain pemilihan umum legislatif. diperoleh melalui pemilihan umum. suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. misalnya pemilihan presiden suatu negara. namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola. banyak keputusan atau hasil-hasil penting. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Sebagai tambahan. tetapi dalam arti yang lebih luas. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara. tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih). masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. misalnya umur 18 tahun. misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri . Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab. sebagai tokoh impian ratu adil. bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar. dan yang tak memliki catatan kriminal (misal. bukan sistem pemerintahan yang bagus. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warga negara. narapidana atau bekas narapidana).

misalnya melalui pemilihan wakil-wakil rakyat untuk parlemen secara bebas dan rahasia. yaitu kegiatan politik untuk memilih anggota-anggota parlemen. oleh dan untuk rakyat (Democracy is government of the people. 2. dengan ciri-ciri tambahan: a) konstitusional.2 Macam-macam demokrasi a. kehendak dan kepentingan rakyat diatur dan ditetapkan dalam konstitusi. pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak azasi manusia. c.1 Ciri-ciri pokok pemerintahan demokratis a. tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. Intinya. Pemerintahan berdasarkan kehendak dan kepentingan rakyat banyak. b) perwakilan. Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan. Demokrasi ditinjau dari cara penyaluran kehendak rakyat: . legislatif dan yudikatif. Menurut Abraham Lincoln (Presiden AS ke-16).anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat. d) kepartaian. Adanya tanggung jawab dari pelaksana kegiatan pemerintahan. setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable). by the people and for the people). yaitu bahwa partai politik adalah media atau sarana antara dalam praktik pelaksanaan demokrasi b.1. c) pemilihan umum. 2. tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.1. pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan. yaitu bahwa pelaksanaan kedaulatan rakyat diwakilkan kepada beberapa orang. yaitu bahwa prinsip-prinsip kekuasaan. Azas-azas pokok demokrasi dalam suatu pemerintahan demokratis adalah: a. misalnya pembagian/ pemisahan kekuasaan eksekutif. dan b. demokrasi adalah pemerintahan dari.

city state) pada zaman Yunani Kuno. tetapi parlemen tetap dikontrol oleh pengaruh rakyat dengan sistem referendum (pemungutan suara untuk mengetahui . kemudian orang-orang yang terpilih itu memilih anggota-anggota parlemen. Sistem pemilihan ada dua macam. seluruh rakyat dapat menyampaikan aspirasi dan pandangannya secara langsung. pemerintah dapat mengetahui – secara langsung pula – aspirasi dan persoalan-persoalan yang sebenarnya dihadapi masyarakat. demokrasi langsung sulit dilaksanakan karena: 1) sulitnya mencari tempat yang dapat menampung seluruh rakyat sekaligus dalam membicarakan suatu urusan. Aspirasi rakyat disampaikan melalui wakil-wakil mereka dalam parlemen. Pada pemilihan secara langsung. 2) tidak setiap orang memahami persoalan-persoalan negara yang semakin rumit dan kompleks. Pada masa itu.a) Demokrasi langsung Dipraktikkan di negara-negara kota (polis. setiap warga negara yang berhak secara langsung memilih orang-orang yang akan duduk di parlemen. b) Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan Sistem demokrasi (menggantikan demokrasi langsung) yang dalam menyalurkan kehendaknya. yang dipilih rakyat adalah orang-orang di lingkungan mereka sendiri. sehingga sulit menghasilkan keputusan yang baik. Tipe demokrasi perwakilan berlainan menurut konstitusi negara masing-masing. Dengan demikian. Sedangkan pada pemilihan bertingkat. yaitu: pemilihan secara langsung dan pemilihan bertingkat. 3) musyawarah tidak akan efektif. c) Demokrasi perwakilan dengan sistem referendum Dalam sistem demokrasi ini rakyat memilih para wakil mereka untuk duduk di parlemen. Tetapi dalam zaman modern. rakyat memilih wakil-wakil mereka untuk duduk dalam parlemen.

seperti Rusia. penerapan azas free fight competition (persaingan bebas) dalam bidang ekonomi menyebabkan kesenjangan antara golongan kaya dan golongan miskin kian lebar. Dalam sistem demokrasi yang demikian. Cekoslowakia. Demokrasi ini sering disebut demokrasi Timur. Sistem ini digunakan di salah satu negara bagian Swiss yang disebut Kanton. b. 2. Untuk mengurangi perbedaan dalam bidang ekonomi. Hak milik pribadi tidak diakui. kebebasan dan hak-hak azasi manusia di bidang politik diabaikan. Namun karena kesamaan itu. semua orang dianggap memiliki derajat dan hak yang sama. Demokrasi material menimbulkan perkosaan rohani dan spiritual.kehendak rakyat secara langsung). Demokrasi Formal (Demokrasi Liberal) Demokrasi formal menjunjung tinggi persamaan dalam bidang politik tanpa disertai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan kesenjangan rakyat dalam bidang ekonomi. Maka. Kepentingan umum pun diabaikan. karena berkembang di negara-negara sosialis/ komunis di Timur. Demokrasi Material (Demokrasi Rakyat) Demokrasi material menitikberatkan upaya-upaya menghilangkan perbedaan dalam bidang ekonomi sehingga persamaan dalam persamaan hak dalam bidang politik kurang diperhatikan. Polandia dan Hongaria dengan ciri-ciri: a) sistem satu (mono) partai.3 Demokrasi ditinjau dari titik berat perhatiannya a. b) sistem otoriter. Kaum komunis bahkan menyebutnya demokrasi kapitalis karena dalam pelaksanaannya kaum kapitalis selalu dimenangkan oleh pengaruh uang (money politics) yang menguasai opini masyarakat (public opinion). partai penguasa (sebagai representasi kekuasaan negara) akan menjadikan segala sesuatu sebagai milik negara. demi persamaan dalam bidang ekonomi. yaitu partai komunis (di Rusia). . bahkan mudah dihilangkan. Demokrasi formal/ liberal sering pula disebut demokrasi Barat karena pada umumnya dipraktikkan oleh negara-negara Barat.1. yaitu otoritas penguasa dapat dipaksakan kepada rakyat.

Selama penyelenggaraan negara oleh eksekutif disetujui dan didukung oleh parlemen. maka kedudukan eksekutif akan stabil. tetapi diperlukan pembatasan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat. dan Indonesia (pada masa UUDS 1950) dengan pelaksanaan yang bervariasi. Penyimpangan oleh seorang menteri pun dapat menyebabkan parlemen mengajukan mosi tidak percaya yang menggoyahkan kedudukan eksekutif.1. . d) sistem pemusatan kekuasaan di tangan penguasa tertinggi dalam negara. Belgia. Prancis.4 Demokrasi ditinjau dari hubungan antaralat perlengkapan negara a. Demokrasi parlementer lebih cocok diterapkan di negara-negara yang menganut sistem dwipartai: partai mayoritas akan menjadi partai pendukung pemerintah dan partai minoritas menjadi oposisi. Demokrasi perwakilan dengan sistem parlementer Demokrasi sistem parlementer semula lahir di Inggris pada abad XVIII dan dipergunakan pula di negara-negara Belanda. 2. Para menteri yang menjalankan kekuasaan eksekutif diangkat atas usul suara terbanyak dalam sidang parlemen. Mereka wajib menjalankan tugas penyelenggaraan negara sesuai dengan pedoman atau program kerja yang telah disetujui oleh parlemen. c. Pelaksanaan demokrasi ini bergantung pada ideologi negara masing-masing sejauh tidak secara jelas kecenderungannya kepada demokrasi liberal atau demokrasi rakyat. sesuai dengan konstitusi negara masing-masing. yaitu pemimpin partai merangkap sebagai pemimpin negara/ pemerintahan. Persamaan derajat dan hak setiap orang tetap diakui.c) sistem perangkapan pimpinan. Ciri khas demokrasi ini adalah adanya hubungan yang erat antara badan eksekutif dengan badan perwakilan rakyat atau legislatif. Demokrasi Gabungan Demokrasi ini mengambil kebaikan dan membuang keburukan demokrasi formal dan material. Negara-negara Barat banyak menggunakan demokrasi parlementer sesuai dengan masyarakatnya yang cenderung liberal.

2. pengaruh rakyat terhadap politik yang dijalankan pemerintah sangat besar. menteri-menteri akan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas karena setiap saat dapat dijatuhkan oleh parlemen. eksekutif tidak dapat menyelesaikan program kerja yang telah disusunnya. 3. sering terjadi pergantian kabinet. mudah mencapai kesesuaian pendapat antara badan eksekutif dan badan legislatif. b . karena pergantian eksekutif yang mendadak.Dalam demokrasi parlementer. Kelebihan demokrasi perwakilan bersistem parlementer: 1. Kelemahan demokrasi perwakilan bersistem parlementer: 1. Demokrasi perwakilan dengan sistem pemisahan kekuasaan . 4. 5. karena dapat diberhentikan setiap saat oleh parlemen melalui mosi tidak percaya. Sedangkan badan yudikatif menjalankan kekuasaan peradilan secara bebas. menteri-menteri yang diangkat merupakan kehendak dari suara terbanyak di parlemen sehingga secara tidak langsung merupakan kehendak rakyat pula. tanpa campur tangan dari badan eksekutif maupun legislatif. 6. 2. terdapat pembagian kekuasaan (distribution of powers) antara badan eksekutif dengan badan legislatif dan kerja sama di antara keduanya. pengawasan rakyat terhadap kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik. 3. pemerintah yang dianggap tidak mampu mudah dijatuhkan dan diganti dengan pemerintah baru yang dianggap sanggup menjalankan pemerintahan yang sesuai dengan keinginan rakyat. kebijakan politik pemerintah yang dianggap salah oleh rakyat dapat sekaligus dimintakan pertanggungjawabannya oleh parlemen kepada kabinet. 7. sehingga kebijakan politik negara pun labil. kedudukan badan eksekutif tidak stabil.

. Menurut Montesquieu. Kelebihan demokrasi perwakilan bersistem pemisahan kekuasaan: 1. kekuasaan eksekutif oleh Presiden dan kekuasaan yudikatif oleh Mahkamah Agung. eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang) dan yudikatif (kekuasaan mengatasi pelanggaran dan menyelesaikan perselisihan antarlembaga yang berkaitan dengan pelaksanaan undang-undang).Demokrasi ini berpangkal pada teori pemisahan kekuasaan yang dikemukakan oleh para filsuf bidang politik dan hukum. mencegah terjadinya kekuasaan yang absolut (terpusat pada satu orang). sehingga pemerintahan dapat berlangsung relatif stabil. Ketiga cabang kekuasaan itu harus dipisahkan. Ketiga badan tersebut berdiri terpisah dari yang lainnya untuk menjaga keseimbangan dan mencegah jangan sampai kekuasaan salah satu badan menjadi terlampau besar. kekuasaan negara dibagi menjadi: legislatif (kekuasaan membuat undang-undang). 3. 2. Kelemahan demokrasi perwakilan bersistem pemisahan kekuasaan: 1. baik organ/ lembaganya maupun fungsinya. yang membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bidang. Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. kekuasaan legislatif dipegang oleh Kongres. memodifikasi teori Locke itu dalam teori yang disebut Trias Politica pada bukunya yang berjudul L’Esprit des Lois. ketiga bidang itu harus dipisahkan. Charles Secondat Baron de Labrede et de Montesquieu (1688-1755) asal Prancis. Kesederajatan itu menjadikan ketiganya dapat berperan saling mengawasi (check and balance). yaitu eksekutif. pemerintah selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan oleh parlemen. pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh. Di negara itu. legislatif dan federatif. 4. sistem check and balance dapat menghindari pertumbuhan kekuasaan yang terlampau besar pada setiap badan. Pelopornya adalah John Locke (1632-1704) dari Inggris. Teori Montesquieu disebut teori pemisahan kekuasaan (separation du puvoir) dan dijalankan hampir sepenuhnya di Amerika Serikat. pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan programnya tanpa terganggu oleh adanya krisis kabinet.

3. maka persoalan itu dapat diserahkan keputusannya kepada rakyat tanpa melalui partai. tetapi kinerjanya dikontrol secara langsung oleh rakyat melalui referendum. adanya kebebasan anggota parlemen dalam menentukan pilihannya. misalnya tentang perubahan konstitusi. Dalam negara yang menganut demokrasi ini parlemen tetap ada. sejumlah rakyat meminta diadakan referendum. pembuatan undang-undang/ peraturan relatif lebih lambat dan sulit. Sedangkan mengenai hal lain. keputusan parlemen tidak dapat diberlakukan tanpa persetujuan rakyat. ciri khas demokrasi perwakilan dengan sistem referendum adalah bahwa tugas-tugas legislatif selalu berada di bawah pengawasan seluruh rakyat karena dalam hal-hal tertentu. Kelebihan demokrasi perwakilan dengan sistem referendum: 1. yaitu referendum obligator dan referendum fakultatif. 4. pada umumnya keputusan yang diambil merupakan hasil negosiasi antara badan legislatif dan eksekutif sehingga keputusan tidak tegas. 2. sehingga pendapatnya tidak harus sama dengan pendapat partai/ golongannya. Sedangkan referendum fakultatif merupakan pemungutan suara rakyat yang tidak bersifat wajib dilakukan mengenai suatu rencana konstitusional. Referendum fakultatif baru perlu dilakukan apabila dalam waktu tertentu setelah undangundang diumumkan pemberlakuannya. Jadi. Demokrasi perwakilan dengan sistem referendum Demokrasi ini merupakan gabungan antara demokrasi perwakilan dengan demokrasi langsung. Referendum ini bersifat wajib karena menyangkut masalah penting. Kelemahan demokrasi perwakilan dengan sistem referendum: 1. apabila terjadi pertentangan antara badan organisasi negara.2. c. Referendum obligator adalah pemungutan suara rakyat yang wajib dilaksanakan mengenai suatu rencana konstitusional. pengaruh rakyat terhadap kebijakan politik negara kurang mendapat perhatian. Ada dua macam referendum. Perubahan konstitusi tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan rakyat. keputusan parlemen dapat langsung diberlakukan sepanjang rakyat menerimanya. proses pengambilan keputusan memakan waktu yang lama. .

Tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara.2. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik. Terjaminnya hak asasi manusia oleh undang-undang 2. keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi yag tidak banyak disadari itu. 2. Tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang. Prinsip demokrasi yang didasarkan pada konsep di atas (rule of law). antara lain sebagai berikut : a.1. keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. Sebagian orang pernah berpendapat bahwa demokrasi . Indonesia juga bisa menjadi contoh. c. pada umumnya rakyat kebanyakan tidak berpengetahuan cukup untuk menilai atau menguji kualitas produk undang-undang. Meski pada awalnya banyak yang meragukan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. b. d. Penghormatan terhadap supremasi hukum. Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di Asia yang demokratis dan makmur. Kedudukan yang sama dalam hukum. membuka mata bangsa Indonesia. Pri Sulisto.5 Prinsip-prinsip Demokrasi a. c.5 Demokrasi di Indonesia Bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia. berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi.1. kenyataannya demokrasi di Indonesia saat ini telah berusia 10 tahun dan akan terus berkembang. membuat pihak luar termasuk Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC). Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC). b. Ia menilai. bahwa keberhasilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi. Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh para warga negara.

Dalam UUDS 1950.1. Sistem parlementer ini mulai berlaku sebulan setelah kemerdekaan diproklamasikan. Meskipun sistem ini dapat berjalan dengan memuaskan di beberapa negara Asia lain. 3. Orde Baru. mantan wakil perdana menteri Malaysia. Dia juga berharap agar perkembangan ekonomi juga makin meyakinkan sehingga demokrasi bisa disandingkan dengan kesuksesan pembangunan.6 Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia (Masa Orde Lama. Anwar Ibrahim. menyebutkan bahwa demokrasi telah berjalan baik di Indonesia dan hal itu telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan populasi 4 besar dunia yang berhasil melaksanakan demokrasi. Hal ini ditunjukkan dengan melemahnya persatuan bangsa. karena masyarakatnya belum siap. Hal ini juga membuat Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang telah berhasil menerapkan demokrasi.tidak akan berlangsung lama di Indonesia. Periode 1945-1959 Demokrasi Parlementer Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer. sistem ini ternyata kurang cocok diterapkan di Indonesia. Hal tersebut tentunya bisa terjadi bila demokrasi dapat mencegah korupsi dan penumpukan kekayaan hanya pada elit tertentu. dan Orde Reformasi) Perkembangan demokrasi di Indonesia dari segi waktu dapat dibagi dalam empat periode. 2. yaitu : 1. Mereka juga pernah mengatakan bahwa negara Indonesia terlalu besar dan memiliki persoalan yang kompleks. Keraguan tersebut bahkan menyerupai kekhawatiran yang dapat membuat Indonesia chaos yang dapat mengakibatkan perpecahan. Sementara itu. Sistem ini kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1949 (Konstitusi RIS) dan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950. Periode 1959-1965 (Orde Lama) . badan eksekutif terdiri dari Presiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.

Bergulirnya reformasi yang mengiringi keruntuhan rezim tersebut menandakan tahap awal bagi transisi demokrasi Indonesia. Selain itu. demokrasi terpimpin sebenarnya ingin menempatkan Soekarno seagai “Ayah” dalam famili besar yang bernama Indonesia dengan kekuasaan terpusat berada di tangannya. United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah . Dengan demikian. 3. DR. dalam Teaching Human Rights. 2. Turunnya presiden Soeharto disebabkan karena tidak adanya lagi kepercayaan dari rakyat terhadap pemerintahan Orde Baru. Habibie. berkembangnya pengaruh komunis.2 Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia. monolitisasi ideologi negara. pembatasan peran dan fungsi partai politik. B. Menurut M. campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik. dan inkorporasi lembaga nonpemerintah 4. Ing. Periode 1965-1998 (Orde Baru) Demokrasi Pancasila Ciri-ciri demokrasi pada periode Orde Lama antara lain presiden sangat mendominasi pemerintahan. Prof. rezim Orde Baru ditandai oleh. terbatasnya peran partai politik. birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. tidak ada ruang kontrol sosial dan check and balance dari legislatif terhadap eksekutif. dominannya peranan ABRI. Ir. Periode 1998-sekarang( Reformasi ) Orde reformasi ditandai dengan turunnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998.Demokrasi Terpimpin Pandangan A. Syafi’i Ma’arif. Transisi demokrasi merupakan fase krusial yang kritis karena dalam fase ini akan ditentukan ke mana arah demokrasi akan dibangun. Rusli Karim. dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik. masa mengambang.J. kekeliruan yang besar dalam Demokrasi Terpimpin Soekarno adalah adanya pengingkaran terhadap nilai-nilai demokrasi yaitu absolutisme dan terpusatnya kekuasaan hanya pada diri pemimpin. sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002). Jabatan presiden kemudian diisi oleh wakil presiden. Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB). .

Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. 3. 1994).2. hukum. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. ras. dan dilindungi oleh negara. pemerintah dan setiap orang. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” 2.2. agama. 2. 2. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: 1. 2003). HAM tidak perlu diberikan. John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. HAM tidak bisa dilanggar. dibeli ataupun diwarisi. (Mansyur Effendi. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II.2 Perkembangan Pemikiran HAM Perkembangan Pemikiran HAM dibagi dalam 4 generasi. . Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati.1 Ciri Pokok Hakikat HAM Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas.hak-hak yang melekat pada setiap manusia. yaitu : 1. pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa. etnis. dijunjung tinggi.

Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi. karena banyak hak-hak rakyat lainnya yang dilanggar. politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. sosial. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negaranegara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government. Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial. politik dan budaya. budaya. Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama. 2. ekonomi. 4. Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari: Magna Charta Pada umumnya para pakar di Eropa berpendapat bahwa lahirnya HAM di kawasan Eropa dimulai dengan lahirnya magna Charta yang antara lain memuat pandangan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolute . 3. hak ekonomi dan hak politik. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. Pada masa generasi kedua.totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru. sedangkan hak lainnya terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban. Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosial-budaya.

dimana ketentuan tentang hak lebih dirinci lagi sebagaimana dimuat dalam The Rule of Law yang antara lain berbunyi tidak boleh ada penangkapan tanpa alasan yang sah. b) The French declaration Selanjutnya.1994). pengurangan persenjataan. berhak dinyatakan tidak bersalah. sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu. Dalam kaitan itu berlaku prinsip presumption of innocent. c) The Four Freedom Ada empat hak kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. hak kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang diperlukannya. sehingga tidak satupun bangsa berada dalam posisi berkeinginan untuk melakukan serangan terhadap Negara lain ( Mansyur Effendi.1994). kemudian ditahan dan dituduh. menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggung jawabannya dimuka hukum(Mansyur Effendi. tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yang dibuatnya). sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ia bersalah. pada tahun 1789 lahirlah The French Declaration (Deklarasi Perancis). a) The American declaration Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The American Declaration of Independence yang lahir dari paham Rousseau dan Montesquuieu. hak kebebasan dari ketakutan. . yang meliputi usaha. hak kebebasan dari kemiskinan dalam Pengertian setiap bangsa berusaha mencapai tingkat kehidupan yang damai dan sejahtera bagi penduduknya.(raja yang menciptakan hukum. Mulailah dipertegas bahwa manusia adalah merdeka sejak di dalam perut ibunya. artinya orang-orang yang ditangkap.

3 Perkembangan pemikiran HAM di Indonesia Pemikiran HAM periode sebelum kemerdekaan yang paling menonjol pada Indische Partij adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakukan yang sama hak kemerdekaan.2. Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949. Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan piagam HAM pertama Indonesia yang lahir lebih dahulu dibanding pernyataan HAM se dunia oleh PBB pada tanggal 10 Desember 1948. Periode 17 Agustus sampai 5 Juli 1959. Sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan UUD 1945 yang mengamanatkan hendak dibangunnya Negara demokrasi tersebut. Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950. dijelaskan bahwa Negara Indonesia yang dicita-citakan dan hendak dibangun adalah Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat atau Negara demokrasi. oleh karena itu bangsa Indonesia selalu berusaha untuk menegakkannya sejalan dan selaras dengan falsafah bangsa Pancasila dan perkembangan atau dinamika jamannya. berlaku konstitusi Republik Indonesia Serikat 3. berlaku UUD 1950 4.3 Hubungan Demokrasi Dan Hak Asasi Manusia Dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang di Indonesia telah berlaku 3 UUD dalam 4 periode. yaitu: 1. . berlaku UUD 1945 2. maka UUD 1945 mengimplementasikan ke dalam pasal-pasalnya tentang hak-hak asasi manusia. Bangsa Indonesia sejak awal mempunyai komitmen yang sangat kuat untuk menjunjung tinggi HAM.2. Periode 5 Juli 1959 sampai sekarang. berlaku Kembali UUD 1945 2. Diantaranya terdapat dalam beberapa pasal yakni pasal 28A sampai pasal 28 J. Komitmen kuat tentan HAM sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 kemudian dijabarkan ke dalam pasal-pasal atau batang tubuh UUD 1945. HAM adalah salah satu tiang yang sangat penting untuk menopang terbangun tegaknya sebuah Negara demokrasi.

mengakkan dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat. BAB 3. oleh karena itu Tap tersebut menegaskan bahwa: 1. pengakan dan penyebarluasan hak asasi manusia oleh masyarakat dilaksanakan melalui gerakan kemasyarakatan atas dasar kesadaran dan tanggungjawab sebagai warga Negara dalam kehidupan bermasyarakat. Lahirnya ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998. berbangsa dan bernegara. Untuk itu perlu adanya ketetapan MPR yang khusus memuat tentang HAM.1 Kesimpulan . Selain itu juga terbentuknya UU No. 3. Tap MPR yang dimaksudkan sebagai HAM terbaru itu adalah ketetapan No. dilakukan oleh komisi nasional hak asasi manusia yang ditetapkan oleh Undang-undang. Pelaksanaan penyuluhan. Menugaskan kepada Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk meratifikasi berbagai instrument Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Hak asasi manusia sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. 39 Tahun 1999 tentang Hak asasi manusia merupakan salah satu bentuk perkembangan dari pengakuan HAM di Indonesia. Penghormatan. penelitian dan mediasi tentang hak asasi manusia. PENUTUP 3.Namun dengan adanya berbagai pelanggaran HAM yang begitu banyak. maka dipandang belum cukup apabila tentang HAM hanya sebagai mana tercantum dalam piagam HAM yang ada selama ini. XVII/MPR/1998 dimaksudkan untuk memperkuat dan memantapkan komitmen bangsa akan pentingnya perlindungan HAM sebagaimana telah diatur dalam Pembukaan dan UUD 1945. Menugaskan kepada Lembaga-lembaga Tinggi Negara dan seluruh aparatur Pemerintah untuk menghormati. pengkajian. pemantauan. 4. 2.

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.1. 2. .

com http://sakauhendro.wordpress.Demokrasi demokrasi/.co.2009.com http://hitsuke.com http://bluecryztal.[25 september 2010].php?id=547 DAFTAR ISI .blogspot.wordpress.org/berita/article.forum-politisi.wordpress.forum-politisi. Dan Politik.info.com/demokrasi-dan-politik/pengertianhttp://ruhcitra.wikipedia.org/berita/article.com http://id. [Serial online].DAFTAR PUSTAKA Anonim.com http://komunitasmahasiswa.cc/2009/01/sejarah-perkembangan-ham.irchan.com/2008/11/09/demokrasi/ http://www.com www.org.com/2008/11/09/demokrasi/ http://www.http://sakauhendro.com http://chaplien77.blogspot.wordpress.php?id=547 http://organisasi.com/demokrasi-dan-politik/pengertian-demokrasi/ http://ruhcitra.org.blogspot.

............2 Pembelajaran Biologi ....................................................... 1 Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan masalah Tujuan Manfaat ................. 6 2............... TINJAUAN PUSTAKA..........................................................12 Aktivitas Belajar................ i DAFTAR ISI ................................. 13 Hasil Belajar Fisika...................6 Unsur – unsur Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI...............................................................................................................................................................6 2............................2....1 2................................................................3 ...........................................................................................................................................2.......................................... 9 Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI .............................................................. PENDAHULUAN........ 14 BAB 2.....2 2............................4 .......................................................3 2......................3 2....... ...........................................1 2 3 .................4 Pengertian............................................... 6 Pembelajaran Kooperatif tipe TAI................................................................................................2.......Halaman HALAMAN JUDUL......................................1 2.................................................... ii BAB 1.............................................................................................................................

........2 Dokumentasi.................. ................ 24 3.......5.......................4 Tes ...........21 3............................................................6 Ketuntasan Hasil Belajar..................5....................4 Tempat dan Waktu Penelitian........................................ 17 3.......................25 Tekhnik Analisis Data.................... 24 3..................5 2........... 16 BAB 3...2............................................................ 17 Definisi Operasional.6 ................................. 25 3...............3 Wawancara....................................................1 3..............................................................................................2 3.................................................................................................. 24 3...... 15 Materi Pelajaran................................................. METODE PENELITIAN........................................................................1 Observasi..................................................................5.....................................21 3................ 18 Prosedur Penelitian................5 Tekhnik dan Instrumen Pengumpulan Data..........................3 3................................. 17 Jenis dan Desain Penelitian.................................................. ........2 Perencanaan Siklus......................................4................4.......... 21 3.................... 25 3......................................................................................................................................1 Observasi Awal..................................5..........................................................

..............................................................................26 ......... .............................DAFTAR PUSTAKA......................................................................................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->