P. 1
Makalah Alat Pendidikan

Makalah Alat Pendidikan

|Views: 748|Likes:

More info:

Published by: Zulkifli Dt Rajo Lelo on May 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

Tafsir Surat al-Fath

Keutamaan Perjanjian Hudhaibiyyah 1. = Yang dimaksud dengan Fath dalam ayat ini yaitu Hudhaibiyyah (nota kesepahaman perdamaian kaum muslimin dengan kaum musyrikin Quraisy), ALLAH SWT menjanjikan kemenangan yang lebih besar lagi setelahnya yaitu Fathul Makkah, berkata Imam Az-Zuhri: Tidak ada kemenangan yang lebih besar dari tercapainya Shulhu (perdamaian) Hudhaibiyyah, dan kemenangan dalam ayat ini disebutkan dalam bentuk fi¶il-madhi (menunjukkan wajib/pasti atasnya). 2. = Bahwa jihadmu di Hudhaibiyyah tersebut wahai Muhammad SAW (yang di kemudian hari akan menyebabkan peristiwa Fathu Makkah) itu menyebabkan turunnya maghfirah dan pahala yang besar bagi kalian, ayat ini juga menjadi dalil bahwa jihad menjadi wasilah turunnya ampunan ALLAH SWT[1]. Dan ada juga syawahid atas hadits ini[2]. 3. = Secara balaghah ayat ini menunjukkan bahwa antara keduanya ada banyak tingkatan dosa-dosa manusia, yang keseluruhannya akan diampuni semuanya oleh ALLAH SWT, ayat ini juga menjadi dalil adanya ke-ma¶shum-an di kalangan para Nabi AS, yaitu pengampunan semua dosa baik besar maupun kecil. Dan penyebutan dosa Nabi SAW di sini sebagian mufassir menafsirkannya sebagai pahala para Al-Abrar dan kekurangan dari para muqarrabin (bukan sebagaimana dosa-dosa kita)[3] . 4. = Yaitu disempurnakan ni¶mat-NYA, melalui pengampunan dosa-dosa-mu wahai Muhammad serta akan tingginya bendera Islam di bawah kakimu kelak, sehingga berkumpulnya dunia (kekuasaan politik) dan akhirat (ibadah mahdhah) pada dirimu (wahai Muhammad). 5. = Yaitu tegaknya kemenangan di atas jalan yang lurus, juga tegaknya agama ini (yaitu Dinul Islam), penyampaian risalah-NYA dan tegaknya semua syi¶arsyi¶ar Islam tersebut. Imam Az-Zamakhsyari menyatakan bahwa jihad mendatangkan 4 manfaat: 1) Turunnya maghfirah, 2) Disempurnakan ni¶mat ALLAH SWT, 3) Diberi hidayah ke jalan yang lurus, 4) Pertolongan ALLAH SWT dan kemenangan. 6. = Yaitu pertolongan dan kemenangan yang tiada kekalahan lagi setelahnya dan kemuliaan yang tiada kehinaan lagi setelahnya, maka pribadi Nabi SAW disifati dengan kemenangan besar menunjukkan lil-mubalaghah (berlebihan). Yaitu tersebarnya Islam dan penaklukan bangsa-bangsa dari Timur sampai ke Barat yang belum pernah diberikan kepada Nabi AS yang manapun sebelumnya. Kesimpulan: Perjanjian Hudhaibiyyah ini menghasilkan banyak manfaat bagi kaum mu¶minin: 1. Pengakuan dari kaum musyrikin atas eksistensi kaum muslimin dalam masalah politik dan hubungan internasional yang seimbang dan setara, saling menghormati dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing. 2. Pemisahan kaum beriman dari orang-orang munafik, dari keraguan mereka yang terus-menerus dan penyelisihan mereka kepada kebijakan qiyadah tertinggi (Nabi SAW). 3. Perdamaian antara kaum muslimin dengan orang-orang musyrikin, yang dikemudian hari memberikan maslahat yang amat besar¬ yaitu lebih dapat mengajak

Tidak terpisahnya urusan agama dan politik. lalu jihad. demi Dzat yang diriku berada ditangan-NYA. Lalu Majma¶ berkata: Lalu setelah itu Khaibar dibagikan kepada Ahli Hudhaibiyyah (yang ikut ber jihad).dalam syarah-nya pula atas hadits ini bahwa jumlah kaum muslimin yang ikut saat itu antara 1400 sampai 1600 orang. Urutan tegaknya Daulah Islamiyyah. di antaranya seperti Ummu Salamah RA[6]. saat itu ada 1500 orang yang di antaranya 300 penunggang Kuda. maka Nabi . waLLAHu a¶lam. semuanya adalah urusan ALLAH SWT. lalu siyasah (politik). Menambahkan Imam Al-µAyni Al-Hanafi ±rahimahuLLAH..mereka kepada Al-Islam. apakah itu berarti kemenangan? Beliau SAW menjawab: Ya.dalam syarah-nya terhadap hadits ini: Keberangkatan nabi SAW dari Madinah adalah pada hari Senin awal bulan Dzulqa¶dah tahun ke-6 Hijrah.) menganggap Al-Fath adalah Bay¶aturRidhwan yaitu Hari Hudhaibiyyah«[4]´ Berkata Imam Ibnu Hajar ±rahimahuLLAH. Jadi jangan pula ada pemahaman ekstrem yang melarang menikmati harta dan perhiasan duniawi bagi mujahid. Lalu adakah ayat atau hadits yang mengisyaratkan tentang Fathu-Makkah? Maka aku jawab ada. maka saat kami pergi darinya turun QS Al-Fath:12. selain ampunan ALLAH SWT dan Jannah kelak. pujian ALLAH SWT kepada beliau dan tingginya derajat beliau SAW disisi ALLAH SWT. maka terjadilah perjanjian damai bahwa mereka akan masuk Makkah di tahun berikutnya[5]. 5. Maka hendaklah kita tidak salah dalam hal ini. Salah Satu Bentuk Kemenangan Yang Dijanjikan Ada Yang Berupa Harta Dunia (Fathu-Khaibar) Salah satu bentuk nashrun minaLLAH dalam jihad bagi para mujahid. memang Fathu-Makkah termasuk kemenangan. yang memberikan hasil yaitu datangnya kemenangan yang hakiki yaitu ad-diin (keagamaan) dan ad-daulah (politik dan pemerintahan). 1. dan ikut serta pula banyak sahabiyyah. berdasarkan hadits sebagai berikut: Dari Majma¶ bin Jariyyah Al-Anshari RA berkata: kami menyaksikan perjanjian Hudhaibiyyah bersama Nabi SAW. namun kami (para sahabat RA. Ujian bagi kaum muslimin terkait ketaatan mereka kepada qiyadah dan ketsiqahan mereka kepada janji ALLAH SWT dan kebenaran manhaj dakwah Nabi SAW. sebagai tanda kebenaran dan totalitas keimanannya kepada manhaj RasuluLLAH SAW. menyusun kekuatan kaum muslimin sehingga pada akhirnya mampu mengalahkan kekuasaan politik mereka (kaum musyrik). dimulai dengan pembinaan keimanan. 6. Sabab-Nuzul Surah Dari Abu Ishaq dari Al-Barra¶ RA berkata: ³Kalian menganggap Al-Fath (kemenangan dalam ayat ini) ialah Fathu-Makkah. beliau keluar dengan tujuan umrah tapi dihalangi oleh kaum musyrikin untuk sampai ke Makkah.menyebutkan dalam syarah-nya bahwa jumlah mereka ada 1400 orang[7]. dan hadits Nabi SAW: La hijrata ba¶dal Fath (tidak ada hijrah setelah Fath Makkah)[8]. 4. Sementara Al-Kasymiry ±rahimahuLLAH. 7. dan wajibnya orang beriman untuk memperhatikan dan mengikuti semuanya. sepanjang ia halal dan thoyyib serta tidak berlebih-lebihan maka hal tersebut tidak boleh dicela dan hukumnya tidaklah mengapa. adalah juga harta dan perhiasan dunia bagi orang yang berjihad. Keutamaan Nabi SAW. maka bertanya seseorang: Ya RasuluLLAH. yaitu ayat: Idza Ja¶a nashruLLAAHi wal fath. Jadi jelaslah bagi kita bahwa makna Al-Fath dalam ayat ini adalah ShulhuHudhaibiyyah bukan Fathu-Makkah sebagaimana dikira oleh sebagian orang. 2.

5. lalu mereka berkata: Qaswa (nama Unta Nabi SAW) menderum (mogok)! Maka Nabi SAW bersabda: ³Qaswa tidak menderum dan itu bukan kebiasaannya.´ Maka demi ALLAH Khalid tidak menyadari keberadaan mereka sampai mereka dikejutkan oleh debu hitam beterbangan dari pasukan Nabi SAW yang mengejar mata-mata Quraisy. Sebelum Terjadinya Hudhaibiyah Nabi SAW Bersabda: Siap Menerima Rencana Orang-Orang Musyrik Apabila Masih ada Pengagungan ALLAH SWT di dalamnya Ada sebagian orang yang menganggap strategi mengalah dan berkompromi dengan kaum musyrikin hanya terjadi saat Nabi SAW di Makkah saja dan telah di-mansukh saat Nabi SAW telah hijrah dan mulai memiliki sedikit kekuasaan di Madinah. maka mereka semua bersiap akan shalat. Tidak Terpisahnya Antara Urusan Politik Dengan Ibadah. yaitu ketika beliau SAW mengetahui posisi kaum musyrikin dibawah pimpinan Khalid bin Walid sudah amat dekat dengan mereka[11]. maka berkatalah Khalid dalam hatinya: ³Sungguh mereka tadi lalai..´ Saat tiba waktu shalat Ashar. di antaranya sikap kompromistis Nabi SAW dengan kaum musyrikin Makkah di bawah ini. karena siapakah yang memberi tahu orang-orang ini tentang taktik yang aku baru rencanakan dalam hatiku untuk menyergap mereka saat mereka lalai?´ 4.!! Hall.!! (bunyi yang diucapkan orang Arab jika Unta tidak mau berjalan). hal ini tertolak oleh beberapa dalil. saat datang waktu shalat Zhuhur maka seluruh kaum muslimin melakukan shalat berjama¶ah di belakang Nabi SAW.´ Lalu Nabi SAW menyentak Untanya dan Qaswa langsung bangkit[15]. karena bagi kaum muslimin shalat lebih mereka cintai dari nyawa mereka dan anak-anak mereka. seperti Bani Najjar dan sebagainya. melainkan beliau SAW . lalu datanglah Jibril membawa ayat[13] sehingga mereka melakukan shalat dengan aturan shalat Khauf.SAW membaginya menjadi 18 bagian[9]. tiba-tiba Unta beliau SAW itu menderum (mogok). Dengan Turunnya Syariat Shalat-Khauf Di Tengah-Tengah Peperangan Nabi SAW menunaikan shalat Khauf (shalat ditengah-tengah pertempuran) bersama para shahabatnya di daerah Asfan[10]. sehingga sampai di jalan bukit.. Menggunakan Cara dan Sarana Sesuai dengan Orang/Kelompok yang Dihadapi Nabi SAW tidak bersikap kaku dalam melakukan lobi-lobi dan teknik berdiplomasi dengan lawan politiknya yaitu kaum kuffar Quraisy. maka orang-orang pun berkata: Hall. melihat perubahan cara tersebut berkatalah Khalid dalam hatinya: ³Tahulah aku bahwa orang-orang ini ada pembelanya. yang kemudian berakhir dengan terjadinya kompromi Hudhaibiyah yang juga merupakan fakta koalisi kaum muslimin dengan beberapa Kabilah Musyrikin[14]. jika kita serang tadi niscaya mereka akan dapat dikalahkan. DEMI ALLAAH! TIDAKLAH MEREKA MEMINTA SEBUAH RENCANA KEPADAKU YANG MANA MASIH MENGAGUNGKAN HAK ALLAAH PADANYA KECUALI PASTI AKAN AKU BERIKAN KEPADA MEREKA. sebagai berikut: Dari Mushawwir bin Makhramah dan Marwan berkata: Nabi SAW keluar saat Hudhaibiyah hingga sampai di suatu jalan beliau SAW bersabda: ³Khalid bin Walid ada di Ghanim di barisan terdepan Quraisy. maka ambillah jalan kanan. 3. setelah selesai mereka kembali menempati posisinya. Dalam kitab Al-Imta¶ ada tambahan sebagai berikut [12]: Saat pasukan Khalid sampai ke dekat posisi kaum muslimin maka ia menempati posisi antara kaum muslimin dan arah Kiblat. tetapi ada yang menahannya disini yaitu Dzat yang menahan Gajah Abrahah dari Rumah itu (baituLLAAH).

namun tiap kali itu pula Mughirah bin Syu¶bah RA memukul tangan tersebut dengan gagang pedang sambil berkata: Jauhkan tanganmu dari wajah RasuluLLAH SAW! Demikianlah terjadi berkali-kali. maka giringlah unta-unta kita ke hadapannya. lalu bersabda: ³Tulislah BismiLLAHir Rahmanir Rahim. Maka iapun pulang dan berkata pada kaumnya: Hai kaumku! Demi ALLAH aku telah menjadi duta bagi para Raja. tapi demi ALLAH! Aku belum pernah melihat seorang Rajapun yang dimuliakan oleh para pengikutnya seperti sahabat Muhammad kepadanya. dan tiap kali ia berbicara dengan Nabi SAW. adalah kesediaan beliau SAW mengorbankan beberapa masalah yang mungkin oleh sebagian orang dianggap prinsip dan bahkan merupakan masalah µaqidiyyah. tangannya berusaha memegang janggut Nabi SAW. apabila ia memerintah mereka segera berlari mengerjakannya dan jika berwudhu maka seolah-olah mereka hampir berbunuhan mendapat sisa wudhu¶nya. informal leader. Dan sungguh ia telah menawarkan pada kalian usul yang baik maka terimalah![17] Maka seorang dari Bani Kinanah berangkat untuk menggantikannya berdiplomasi. Kaisar.. dalilnya sebagai berikut [16]: Saat Nabi SAW di Hudhaibiyah Quraisy mengirim Urwah bin Mas¶ud untuk berdiplomasi dengan Nabi SAW. karena itu menurutku mereka tidak boleh dilarang masuk Ka¶bah[18]! 6. Kisra dan Najasyi.´ Suhail menyela: Adapun Ar-Rahman maka demi ALLAH aku tidak mengetahuinya! Maka tulis saja: BismikaLLAHumma.´ Lalu saat ia datang para sahabat menyambutnya sambil menggiring unta-unta mereka sambil ber-talbiyyah. pengusaha. maka Urwahpun mulai memperhatikan semua sahabat Nabi SAW dan berkata: Demi ALLAH! Tidaklah ia berdahak kecuali selalu jatuh pada telapak tangan seseorang dari mereka dan mereka menggosokkannya ke wajah atau kulitnya. maka Nabi SAW bersabda: ³Ia adalah si Fulan. sebagaimana kami menulis! Maka Nabi SAW bersabda: ³Tulislah bismikaLLAHumma. namun Nabi SAW tetap menerima perjanjian tersebut. Maka Nabi SAW memanggil penulis. dan sebagainya) dengan tujuan mengoptimalkan diplomasi politik yang dilakukannya dengan kaum musyrikin tersebut.. sebagai berikut[19]: Ma¶mar berkata: Az-Zuhry berkata dalam sebuah hadits: Maka Suhail bin Amr datang lalu berkata: Berikan kertas tulislah antara kami dan kalian sebuah perjanjian. jika ia berbicara mereka semua diam mendengarkan dan mereka tidak berani lama memandang kepadanya.menggunakan berbagai sarana dan cara yang sesuai dengan tokoh yang akan dihadapinya (apakah latar-belakangnya tentara.´ Maka Suhail menyela lagi: Demi ALLAH! Kalau sekiranya kami tahu engkau adalah RasuluLLAH. dan ia adalah orang yang sangat menghormati Unta untuk Kurban. seperti penggantian kata µBismiLLAAHir Rahmaanir Rahiim¶ dengan bismiLLAAH versi mereka yaitu µBismikaLLAAHumma¶ dan kalimat µMuhammad RasuluLLAH¶ dengan penolakan mereka terhadap kerasulan Nabi SAW sehingga menjadi hanya µMuhammad bin AbduLLAAH¶ saja. melihat itu orang tersebut langsung kembali sambil berkata ke pasukannya: SubhanaLLAH! Tidak sepantasnya mereka dilarang memasuki BaituLLAH! Aku melihat unta-unta telah ditandai dan diberi nama (untuk Qurban). maka kami tidak akan menghalangimu ke baituLLAH dan tidak memerangimu! Maka tulis saja Muhammad . Digantinya Penulisan Basmalah Menurut Al-Qur¶an dan Penyebutan Rasulullah dengan Penulisan Menurut Tradisi Musyrikin Klimaks dari sikap kompromi Nabi SAW dalam diplomasi dengan kaum musyrikin tersebut. Ini yang diputuskan oleh Muhammad RasuluLLAH.

sesungguhnya aku ini adalah RasuluLLAH sekalipun kalian mendustakanku. tetapi datanglah tahun depan saja. dan Ash-Shiddiq-lah yang menegur Umar RA agar tetap memegang teguh ra¶yul qiyadah µulya yaitu Nabi SAW. sekiranya kami melihat akan ada pertempuran pasti kami akan berperang. Tanya Umar RA: Bukankah korban-korban dari kita masuk ke Jannah dan korban-korban dari mereka masuk ke Naar? Jawab beliau SAW: Benar. tidak pasti. 7. Lalu Suhail berkata: Ya Muhammad! Ini adalah yang pertama aku tuntut darimu supaya dikembalikan pada kami. Lalu kata Umar RA: lalu mengapa kita memberikan kehinaan pada agama kita (dengan berdamai dengan mereka) sehingga kita pulang padahal ALLAH belum . sebagai berikut[20]: Setelah ditulisnya nota-kesepahaman tersebut bersabda nabi SAW: ³Hendaklah kalian membiarkan kami ke baituLLAH sehingga kami bisa Thawaf padanya?´ Maka Suhail menjawab: Demi ALLAH! Janganlah sampai orang-orang Arab mengatakan kami mendapat tekanan. Suhail lalu menambahkan: Dan hendaklah tidak ada yang datang dari kami kepadamu. sekalipun ia dalam agamamu melainkan harus engkau kembalikan pada k ami! Maka kaum muslimin berseru: SUBHANALLAH! BAGAIMANA MUNGKIN MEREKA DIKEMBALIKAN PADA ORANG MUSYRIK PADAHAL MEREKA DATANG SEBAGAI MUSLIM?! Pada saat itu masuklah Abu Jandal (anaknya Suhail) melompat-lompat dalam keadaan dirantai. Dampak Shulhu-Hudhaibiyah Terhadap Ke-Tsiqah-an di Kalangan A¶dha Bahkan di Kalangan Sebagian Qiyadah Langkah-langkah yang ditempuh oleh qiyadah yaitu nabi SAW saat itu dianggap sangat kontroversial oleh kaum muslimin. 8. Dikorbankannya Sebagian Hak Kaum Muslimin Demi Maslahat yang Lebih Besar Bagi Jama¶ah Di Kemudian Hari Bahkan konsekuensi dari kompromi yang dilakukan oleh Nabi SAW dengan musyrikin Quraisy adalah terhapusnya hak pada sebagian kaum muslimin. Abu Jandal berkata: Duhai segenap kaum muslimin! Apakah aku akan dikembalikan lagi kepada kaum musyrik. maka ia menghempaskan dirinya di hadapan kaum muslimin. padahal aku telah datang dalam keadaan muslim?! Tidakkah kalian perhatikan apa yang aku dapatkan dari penyiksaan mereka. yang mungkin bagi sebagian orang yang berfikir pendek maslahat tersebut dianggap hanya bersifat spekulatif. Dan ia telah disiksa dengan penyiksaan yang berat di jalan ALLAH SWT. sebagai berikut: Sahl bin Hanif berkata: Tuduhlah diri-diri kalian sungguh aku telah melihat kami pada perjanjian Hudhaibiyah (perjanjian antara Nabi SAW dengan Kaum Musyrikin). Maka Umar RA datang dan berkata: Bukankah kita berada dalam kebenaran dan mereka dalam kebathilan? Jawab Nabi SAW: Benar.. bahkan oleh sebagian qiyadahnya yang selevel Umar bin Khattab RA. Maka nabi SAW bersabda: ³Demi ALLAH. sehingga ia tidak bisa menerima sikap qiyadah-µulya dan bertanya kepada qiyadah yang lain yaitu Ash-Shiddiq RA. demi maslahat yang jauh lebih besar di kemudian hari.´ Maka Az-Zuhry berkata: Semua itu disebabkan sabdanya sebelumnya: DEMI ALLAH! TIDAKLAH MEREKA MEMINTA SEBUAH RENCANA KEPADAKU YANG MANA MASIH MENGAGUNGKAN HAK ALLAH PADANYA KECUALI PASTI AKAN AKU BERIKAN KEPADA MEREKA. baiklah tulislah Muhammad bin AbdiLLAH. Ia telah keluar hijrah dari Makkah.bin AbdiLLAH. Maka ditulislah hal tersebut. dan mengorbankan hal yang sudah qath¶iy dalam ahkam-syariah.

perbedaan yang terjadi hanya karena tekanan kondisi yang mereka alami belaka. sehingga mereka semua mengikuti beliau SAW[23]. sehingga sampai saat Nabi SAW memerintahkan untuk melakukan tahallul (mencukur rambut ba¶da Thawaf dan Sa¶i) sampai 3 kali mereka diam dan tidak segera melaksanakannya. sesungguhnya beliau adalah utusan ALLAAH dan ALLAH tidak akan menyia-nyiakan beliau selamanya. selama masa itu tidak boleh ada peperangan. lalu beliau SAW mengutus orang kepada Umar RA dan membacakan kepadanya. bukankah kita berada dalam kebenaran dan mereka dalam kebathilan? Jawab Abubakar RA: Wahai Ibnul Khattab. maka tidaklah orang Quraisy yang masuk Islam dan melarikan diri kecuali menemui Abu Bashir hingga terbentuklah sebuah kelompok besar (sekitar 70 orang[25]). Maka Umar RA menjadi tenang[22]. sebaliknya jika ada pihak muslimin yang menyeberang ke Quraisy maka . sebagai berikut: Di antara nota kesepahaman tersebut adalah menghentikan peperangan selama 10 tahun. diantaranya dengan Bani Khuza¶ah. 9. Peristiwa perdamaian dengan kaum musyrikin dan mengalahnya kaum mu¶minin dalam banyak point-point perjanjian ini. yang pertama adalah pakta perdamaian antara harakah Islamiyyah dengan kelompok penentang yaitu kafir Quraisy dan yang kedua adalah dengan pakta koalisi dengan kelompok musyrikin yang netral.memberikan keputusan? Jawab Nabi SAW: Wahai Ibnul Khattab. Lalu turunlah surat ini[21]. apakah itu berarti kemenangan? Jawab beliau SAW: Ya. Salah Satu Point Perjanjian Hudhaibiyah Adalah Ditandatanganinya Pakta Perdamaian dengan Kelompok Musyrikin Penentang. Munculnya Kelompok yang Berbeda Ijtihad Hal lainnya yang merupakan pelajaran dari peristiwa Hudhaibiyah adalah munculnya kelompok kaum muslimin yang tidak siap dengan kebijakan operasional mainstream harakah Islamiyyah. sehingga Nabi SAW meminta pendapat istrinya Ummu Salamah yang menasihati beliau SAW agar memulai menyembelih dan bercukur. lalu ia bertemu dengan Abu Bashir (tokoh muslim lainnya yang ditawan oleh Quraisy dan juga meloloskan diri). Maka orang-orang Quraisy menyurati Nabi SAW dan bersumpah dengan nama ALLAH dan menyambung silaturrahim yang isinya agar orang-orang Quraisy yang datang kepadanya dijamin keamanannya dan memasukkan Abu Bashir dan teman-teman-nya kembali ke Madinah[26]. Serta Dicapainya Pakta-Koalisi dengan Musyrikin yang Netral Salah satu hasil yang fenomenal dari peristiwa Hudhaibiyah adalah terjadinya pakta kesefahaman (MOU) antara harakah Islamiyyah di masa tersebut dengan kelompok dua kelompok non-muslim yang berbeda secara diametral. kemudian mereka membentuk kelompok sendiri (sempalan). namun mereka masih loyal dengan qiyadah-¶ulya yaitu Nabi SAW. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim dengan tambahan: lalu turunlah ayat AlQur¶an (Al-Fath) kepada Nabi SAW. Lalu Umar RA pun kembali dalam keadaan kesal. apalagi juga dengan gagalnya umrah mereka ini demikian mengguncangkan. lalu Umar RA berkata: Wahai RasuluLLAH. dan ia tidak bisa bersabar sehingga ia pergi menemui Abubakar RA seraya berkata: Wahai Abubakar. 10. Maka demi ALLAH. sebagai berikut[24]: Maka ia (perawi) berkata: Abu Jandal bin Suhail kemudian lepas dari para penawannya. sesungguhnya aku adalah RasuluLLAH dan DIA tidak akan pernah menyia-nyiakan aku selamanya. tidaklah mereka mendengar adanya kafilah Quraisy yang keluar ke Syam kecuali mereka hadang dan dibunuhnya lalu diambil hartanya. lalu siapapun orang Quraisy yang menyeberang kepada Nabi SAW tanpa seizin walinya harus dikembalikan pada Quraisy.

12.. Pengiriman Syuja¶ bin Wahb Al-Khuzaimah RA ke Al-Harits bin Abi Syammar AlGhassani Raja Damsyik. dan siapapun yang mau berkoalisi dengan pihak Quraisy juga dipersilakan. Atau juga sebagaimana sabdanya: Makkah adalah tanah haram. Pengiriman AbduLLAAH bin Hudzafah As-Sahmi RA ke Kisra¶ Raja Persia.000 pasukannya. pada akhir tahun ke-6 Hijrah atau dalam riwayat lain di bulan Muharram tahun ke-7 Hijrah. menarik simpati publik. 11. kesewenang-kesewenangan. Dan perlu dicamkan bahwa peristiwa Fathu Makkah yang luar biasa besar ini terjadi karena Nabi SAW membela mitra koalisinya yaitu Bani Khuza¶ah (yang musyrik) yang telah dizhalimi oleh Bani Bakr (salah satu mitra koalisi kafir Quraisy)[35]. membangun harmoni dengan berbagai lapisan masyarakat. kejadian tersebut terjadi 8. Globalisasi Islam ke Seluruh Penjuru Dunia Hal lainnya yang merupakan perkembangan harakah Islamiyyah adalah dimulainya komunikasi Harakah Islamiyyah dengan berbagai negara di dunia. Pengiriman Salith bin Amr Al-Amiri RA ke Haudzah bin Ali Raja Yamamah. dan hendaklah diingat bahwa ini semua dilakukan oleh harakah Islam saat sebelum terjadinya Fathu Makkah. kediktatoran. Pengiriman Dhihyah bin Khulaifah Al-Kalby RA ke Kaisar (Hiraclius) Raja Byzantium Romawi Timur. Atau juga sabdanya: Setelah penaklukan Makkah tidak boleh lagi ada seorang Quraisy yang dibunuh sampai Hari Kiamat[34]. melakukan konsolidasi internal. Tahun itu Nabi SAW tidak boleh umrah dan memasuki Makkah. kedua pihak tidak boleh menyembunyikan niat jahat[27]. membuka diplomasi dengan berbagai negara. Pengiriman Al-A¶la bin Hadhrami RA ke Mundzir bin Sawa¶ Raja Bahrain. Dan pengiriman Amr bin µAsh ke Jaifar dan Abd Al-Jalandi penguasa Omman. tapi tidak boleh membawa senjata dan tidak boleh lebih dari 3 hari saja[30]. kemiskinan. maka Bani Khuza¶ah berkoalisi dengan Nabi SAW sementara Bani Bakr berkoalisi dengan Quraisy[29]. Pengiriman Hathib bin Abi Baltha¶ah RA ke Juraij bin Matta yang bergelar Muqauqis Raja Iskandaria Mesir.5 tahun dari kedatangannya ke Madinah[36]. yang dicirikan dengan dikirimnya para delegasi harakah ke berbagai negara untuk melakukan diplomasi dan penyampaian missi Islam. sehingga pada akhirnya mampu eksis mengalahkan penindasan. melainkan baru dibolehkan pada tahun depannya.. kebejatan moral. Bahkan kepada para musuhpun sang pemimpin tertinggi harakah yaitu Nabi SAW bersabda: Kami akan bersabar dan kami tidak akan menghukum kalian[32]. untuk memimpin dunia di dalam kedamaian dan kasih-sayang Islam. Terjadinya Kemenangan Besar Harakah Islamiyyah Yaitu Fathu-Makkah Hal terakhir setelah pakta perdamaian dan koalisi tersebut adalah memberikan kesempatan kepada harakah Islamiyyah untuk menyebarkan dakwah. Siapapun yang mau berkoalisi pada pihak Muhammad SAW dipersilakan. yaitu sebagai berikut[31]: Pengiriman delegasi yaitu Amr bin Umayyah Adh-Dhamri RA ke Najasyi raja Habasyah.tidak akan dikembalikan. tidak boleh lagi terjadi peperangan setelah itu[33]. tidak boleh melakukan pencurian dan tidak boleh berkhianat[28]. korupsi.. menyibakkan citra tidak baik yang disematkan oleh para musuh. pada tahun ke-6 atau ke-7 Hijrah. Dalam hadits lainnya . kejadian selengkapnya saat detik-detik bersejarah penaklukan makkah tersebut adalah sebagai berikut: Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA: Sesungguhnya Nabi SAW keluar pada bulan Ramadhan dari Madinah bersama 10.

maka perang pun mereda dan manusia merasa aman terhadap sesamanya. lalu ia diajak berdiskusi tentang Islam kecuali ia pun masuk kedalamnya. maka beliau SAW bersabda: Sungguh turun suatu ayat untukku yang lebih kucintai dari dunia dan seisinya. akan tetapi manusia waktu itu berfikir singkat hingga tidak mengetahui rencana Muhammad SAW dengan RABBnya. maka bagaimana kami ya RasuluLLAAH? Maka turunlah ayat: [2] Berkata Ibnu Abbas RA: Saat turun ayat . maka berkata orang-orang Yahudi: Bagaimana kita akan mengikuti laki-laki yang ia sendiri tidak mengetahui apa yang akan dilakukan ALLAAH pada dirinya?! Maka ALLAAH SWT menurunkan ayat ini. faliLLAAHil hamdu wal minah« Catatan Kaki: [1] Bahkan diriwayatkan oleh Syaikhan. sampai lewatlah suatu pasukan yang demikian menakjubkannya. bendera Nabi SAW dipegang oleh Az-Zubair bin Awwam RA[37]. Komentar Imam Az-Zuhri: Tidak pernah ada kemenangan dalam Islam melebihi kemenangan dalam pakta Hudhaibiyah. Berkata Abubakar Ash-Shiddiq RA: Tidak ada satupun kemenangan dalam Islam yang lebih besar dari kemenangan Hudhaibiyah. sejumlah besar orang telah masuk Islam sebanyak jumlah seluruh orang Islam sebelumnya. Demikianlah lewat pula Bani Sa¶d bin Hudzaim. tiba-tiba lewatlah suatu kelompok besar maka tanya Abu Sufyan: Wahai Abbas. tidakkah pantas aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?! [4] HR Bukhari. maka berkatalah Aisyah RA: Wahai RasuluLLAAH! Masihkan anda berbuat begini padahal ALLAAH SWT sudah mengampuni semua dosa anda yang terdahulu maupun akan datang?! Jawab beliau SAW: Wahai Aisyah. maka tidak seorang pun yang mengerti suatu pembicaraan. kata Abu Sufyan: Lalu siapakah mereka ini? Jawab Abbas: Ini adalah kaum Anshar yang dipimpin oleh Sa¶d bin Ubadah. Lalu lewatlah suatu kelompok yang paling mengesankan. Bab Ghazwah Al-Hudhaibiyyah. Tirmidzi. orang terlalu tergesa-gesa sedangkan ALLAH SWT tidak pernah tergesa-gesa. XI/474 [6] µUmdatul-Qari. XIV/38 [5] Fathul-Bari. XXV/500 [7] Faydhul-Bari. lihatlah benderanya. sesungguhnya hanya dalam 2 tahun itu. Maka mereka berkata: Sungguh telah turun ayat yang menjelaskan tentang ni¶mat ALLAAH SWT padamu. Maka jawab Abu Sufyan: Apa masalahku dengan Bani Ghiffar? Lalu lewatlah pasukan besar yang lain.disebutkan: Saat pasukan kaum muslimin bergerak maka Nabi SAW memerintahkan Al-Abbas RA agar mengajak Abu Sufyan melihat di tempat lewatnya para pasukan (untuk melihat betapa besar kekuatan harakah Islamiyyah saat itu). lalu mereka bisa berunding dan bertemu. [3] Ada hadits shahih riwayat Muslim dan Ahmad dari Aisyah RA: Adalah Nabi SAW jika shalat berdiri sampai pecah-pecah kakinya. karena peperangan hanya akan menyebabkan pergesekan antara manusia. Al-Hakim dari Anas RA: Turun pada Nabi SAW ayat ini. kitab Al-Maghazi. atau bahkan lebih banyak lagi. Ahmad. Selesai Bi-IdzniLLAAH. akan tetapi setelah terjadinya pakta kesefahaman. namun paling sedikit jumlahnya diantara mereka nampak RasuluLLAH SAW bersama para shahabatnya. ia bertanya lagi: Wahai Abbas siapakah mereka ini? Jawab Abbas: Ini adalah kabilah Juhainah. VI/168 [8] Riwayat Sai¶d bin Manshur dari Asy-Sya¶biy. hingga segala sesuatu mencapai targetnya[38]. di-shahih-kan oleh Imam Ibnu . siapakah mereka ini? Jawab Abbas: Ini adalah kabilah Bani Ghiffar.

III/257. [10] HR Abu Daud. lih. IV/102 [14] Untuk kajian lebih mendalam mengenai dalil-dalil hal ini. Kitabu Shalah. Al-Muqrizi. XI/478 [9] Ibnu Jarir. 215. Tarikh At-Thabari. Mu¶jam Ash-Shaghir At-Thabrani. hadits no. V/342 [25] Al-Muqrizi. silakan baca tulisan saya di millist dan website ini dengan judul: Koalisi Politik di Masa Nabi SAW [15] HR Bukhari. I/380 [13] QS An-Nisa¶. III/83 ia berkata: Hasan Shahih. Juga syarah-nya dalam Al-Fath. IV/325 dari riwayat Ibnu Ishaq dengan sanad hasan. III/412 dengan sanad shahih [35] Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir. Ahmad. 4280 [38] Al-Muqrizi. IV/361-362 [33] HR Tirmidzi. Al-Ishabah. Ahmad. XXVI/70 [23] HR Bukhari. II/789. Sunan Al-Kubra. ia menyatakan mendengar sendiri riwayat ini [31] Al-Muqrizi. Kitab Al-Maghazi. Al-Amwal Az-Zanjawaih. Bab Ghazwah Hudhaibiyah. 2731 dan 2732.Hajar dalam Al-Fath. III/412 dengan sanad yang hasan [34] HR Muslim. 4276 [37] Ibid. AbduRRAZZAQ. IV/331. II/392 dan III/380 [29] Sirah Ibnu Hisyam. Juga Sirah Ibnu Hisyam. Al-Maghazi Al-Waqidi. I/258. hadits no. hal. XXVI/71. Thabaqat Ibnu Sa¶d. V/329 hadits no. Tafsir Ibnu Katsir. no. Sirah Ibnu Hisyam. Imta¶ul Asma¶. Imta¶ul Asma¶. II/459. V/135. VI/275. I/304. 2731 [16] Ibid [17] Al-Fath. Tarikh At-Thabari. X/400 [32] HR Ahmad. Ibnu Jarir. III/338. Tirmidzi. VII/294). Imta¶ul Asma¶. Ibnu Jarir. II/288. XIV/72. I/296 . Ibnu Hajar menyebut secara pasti bahwa hal ini terjadi di Hudhaibiyyah (Al-Fath. ia berkata: Shahih sesuai syarat Muslim. II/73. VI/275 [24] HR Ahmad. Musnad Abu Ya¶la. IV/45. di beberapa tempat dalam shahih-nya: X/77. Fathu Makkah fi Ramadhan. II/98. III/327 [28]Ibid. XI/315 dan XVI/142 [22] HR Muslim. Ahmad. VII/423) [11 Ini berdasarkan pendapat yang menyatakan perang Dzatu Riqa¶ setelah perang Khaibar dan inilah yang lebih shahih waLLAAHu a¶lam [12] Imta¶ul-Asma¶. An-Nihayah fi Gharibil Hadits. I/401 [30] HR Ahmad. Al-Mustadrak. sementara sisanya dalam Al-Fath. haditsnya shahih (lih. III/308. lih. namun keduanya adalah tsiqah. Musnad Ahmad. Al-Hakim. III/486. I/548. I/304 [26] Ibid [27] Ibnul Atsir. IV/400 [36] HR Bukhari. II/394. II/141. IV/279. IV/324 [18] Ibid [19] Ibid [20] Riwayat ini disebutkan secara musnid-muttashil dalam Shahih Bukhari. Adz-Dzahaby mengomentarinya: Muslim tidak meriwayatkan bagi Majma¶ dan tidak pula bagi bapaknya. Siyar A¶lami Nubala¶ Adz-Dzahabi. XXVI/101. VIII/283 [21] HR Bukhari. Kitab Al-Maghazi.

Pengertian Metode Dan Alat Pendidikan Islam Metode berasal dari bahasa latin ³meta´ yang berarti melalui idan ³hodos´ yang berarti jalan atau ke atau cara ke. Dalam bahasa arab metode disebut ³Tariqah´ artinya jalan. atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan Islam kepada anak didik agar terwujud kepribadian muslim. Apabila timbul permasalahan di dalam Pendidikan Islam. cara. Metode dan alat pendidikan Islam yaitu cara dan segala apa saja yang dapat digunakan untuk menuntun atau membimbing anak dalam masa pertumbuhannya agar kelak menjadi manusia berkepribadian muslim yang diridai oleh Allah. 2. ) Artinya: ³Kami para Nabi. Misalnya dalam segi apa dari masalah metode dan/atau alat apa? Memang masalah metode ini sangat penting.MAKALAH AGAMA ISLAM TENTANG ALATALAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM 13 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar by eidelweis in MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ALAT-ALAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM 1. maka kita harus dapat mengklasifikasikan masalah yang kita hadapi itu ke dalam faktor-faktor yang ada. maka kitapun harus pandai memperinci dan mengklasifikasikan ke dalam klasifikasi masalah metode pendidikan yang lebih kecil dan terperinci lagi. Selanjutnya yang disebut metode pendidikan Islam disini adalah jalan. Apabila seluruh faktor telah dipandang baik terkecuali faktor metode alat ini.´ . Pentingnya Metode Dan Alat Pendidikan Islam Metode dan alat pendidikan Islam mempunyai peranan penting sebab merupakan jembatan yang menghubungkan pendidik dengan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Islam yang terbentuknya kepribadian muslim. Berhasil atau tidaknya pendidikan Islam ini dipengaruhi oleh seluruh faktor yang mendukung pelaksanaan pendidikan Islam ini. Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengtur suatu cita-cita Sedangkan pendidikan Islam yaitu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak yang masih dalam proses pertumbuhannya berdasarkan normanorma Islami agar berbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim. Rasulullah SAW bersabda: ). sitem atau ketertiban dalam mengerjakan sesuatu. berbicara kepada mereka sesuai dengan kemampuan akalnya. karena itulah Rasulullah mengajarkan kemampuan dan perkembangan anak didik. diperintahkan untuk menempatkan seseorang pada posisinya. Oleh karena itu metode dan alat pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur an dan As-Sunah atau dengan kata lain tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur an dan A-Sunah. Alat pendidikan Islam yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dengan demikian maka alat ini mencakup apa saja yang dapat digunakan termasuk di dalamnya metode pendidikan Islam.

manusia diperintahkan untuk mengkaji. walaupun diakui metode yang digunakan ada kekurangannya. Jika ada urusan keduniaanmu. psikologi. 3. Jenis-Jenis Metode Dan Alat Pendidikan Islam Apabila umat Islam mau memperlajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak jaman silam sampai sekarang ternyata para pendidik itu telah mempergunakan metode pendidikan Islam yang bermacam-macam. Bersabda´ Jika ada urusan agamamu. Berkenaan dengan masalah itu Rasulullah SAW. adalah merupakan scientific yang dimiliki dan dikembangkan manusia. maka umat Islam tinggal melaksanakannya. botani. hal ini diserahkan kepada kaum muslimin untuk memilih metode mana yang cocok dan yang tepat untuk digunakan. Kesemuanya menjadi wewenang manusia untuk mendalami.´ (Al-Hadits) Dari Hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk kesejahteraan hidup manusia termasuk di dalamnya penyelenggaraan (metode) pendidikan Islam mendasarkan kepada prinsip: a. Sebaliknya. Artinya: ³Mudahkanlah. ilmu kimia. Dalam memutuskan sesuatu hendaknya selalu memiliki kesatuan pandangan dan tidak berselisih paham yang dapat membawa pertentangan bahkan pertengkaran Dalam suatu Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad Abu Daud. maka kamu lebih mengetahui akan urusan duniamu itu. Memudahkan dan tidak mempersulit b. Tirmizi dan lainlain dan Muaz disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyambut gembira terhadap sikap sahabatnya (Muaz) sewaktu beliau memanggil untuk diutus sebagai qadli ke . serahkanlah ia kepadaku. tetapi dengan cara serta gaya yang menarik. teknologi. Prinsip-prinsip lain yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan hidup manusia di dunia yaitu sabda Rasul: . kita harus mengusahakan dengan jalan menyusun materi tersebut sedemikian rupa sesuai dengan taraf kemampuan anak. Sedangkan yang belum jelas maksudnya. mengembangkan bahkan menemukan hal-hal baru yang selama ini belum ada tetapi yang perlu diingat agar pertemuan baru tersebut tidak boleh bertentangan dengan sumber pokok ajaran Islam yaitu Al-Qur¶an dan Hadits Rasul. saling taatlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu. pendidikan dan lain sebagainya. janganlah engkau persulit. kedokteran. Kita tidak boleh mementingkan materi atau bahan dengan mengorbankan anak didik. berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu.´ Berbagai macam ilmu sperti antropologi. Pada dasarnya Islam tidak menggariskan secara jelas mengenai metode pendidikan Islam ini. Terhadap nash yang sudah jelas. Islam menjelaskan bahwa ajaran dalam kitab suci ada dua macam yaitu yang sudah jelas nashnya dan belum jelas apa yang dimaksdu nash tersebut.(Al-Hadits) Dari Hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan dalam menyampaikan materi dan bahan pendidikan Islam kepada anak didik harus benar benar disesuikan dengan keadaan dan kemampuan anak didik. meneliti dan berusaha untuk memecahkannya. Menggembirakan dan tidak menyusahkan c.

´ (HR Muslim) Pemberian kebebasan itu tentunya mutlak (tidak terbatas) melainkan dalam batasbatas tertentu sesuai dengan kebutuhan. Rasulullah bersabda: ³Kalau tidak kamu dapati baik dalam kitabullah maupun sunah Rasul?´ Muaz menjawab ³Saya akan berijtihad (berusaha) dengan pikiran saya´. sampai-sampai ia meninggalkan . Dari kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh umat Islam selama ini terutama di bidang pendidikan Islam ternyata mereka telah melaksanakan berbagai kegiatan antara lain: a. Tuhan telah memberi petunjuk utusan Tuhan kepada apa yang ridhoi Rasulullah).´ (HR. Melihat dan menerima pendapat atau ilmu dari siapapun asalkan ilmu tersebut mendatangkan keuntungan dan kemanfaatan bagi kehidupan manusia dan ilmu tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda: Artinya: ³Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina´ Kita semuanya mengetahui bahwa negara RRC.´ Dalam Al-Qur¶an surat Al-Hasyr ayat 2 dikatakan: 2: ) ) Artinya: ³Maka ambilah itibar (pelajaran) wahai orang ± orang yang mempunyai pandangan.Yaman. Tetapi dari Hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa Islam selalu menuntut umatnya untuk menuntut ilmu tanpa harus dibatasinya oleh agama. Rasulullah SAW.000 jiwa dari jumlah seuruhnya yang berjumlah 800 juta jiwa. sebab anak adalah masih dalam proses pertumbuhan dan belum memiliki kepribadian yang kuat. daerah dan subjek ilmu yang dipelajari. bersabda: Artinya: ³Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumur tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. Mendidik Dengan Cara Memberikan Kebebasan Kepada Anak Didik Sesuai Dengan Kebutuhan Tindakan ini dilakukan berkat adanya sabda Nabi Muhammad SAW: ) .« ) Artinya: ³Tidak seorangpun yang dilahirkan kecuali menurut fitrahnya. ia belum dapat memilih sendiri terhadap masalah yang dihadapi.000.´ Islam menganjurkan kepada umatnya agar mempunyai pandangan luas. yaitu bilamana kebebasan yang diberikan itu disalahgunakan seperti ia berbuat semaunya sendiri. Tirmizi) Dari Hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua (pendidik) harus dapat bersikap tegas sesuai dengan kebutuhan. mayoritas adalah komunis walaupun diakui pula bahwa di daerah itu terdapat warga negara yang beragama Islam berjumlah + 80. karena ini memerlukan petunjuk guna memilih alternatif dari beberapa alaternatif yang ada. maka Rasulullah menepuk dada (karena girang) sambil berkata ³Alhamdulillah.

jika diperlukan ia diperbolehkan memukul anaknya. b. berlomba-lomba dalam mencari kebajikan. Cara mendidik demikian disebut: Artinya: ³Metode pendidikan demokrasi yang luwes. Setiap amanah haruslah dijaga dan dipelihara. terbawa oleh pertalian darah dan turunan (biologis) dipertautkan oleh satu ikatan atau (unsur) yang paling erat dengan anaknya. Setiap orang tua. sekali waktu menguasai. dan setiap pemeliharaan mengandung unsur kewajiban dan tanggung jawab terhadap pemeliharaan yang telah dilakukannya. Mendidik Anak Dengan Pendekatan Perasaan Dan Akal Pikiran Setiap orang cinta dan sayang kepada anak keturunanya dan berusaha dengan segala kemampuannya untuk mendidik anaknya agar kelak menjadi orang yang baik dan berguna. Hubungan itu disebut naluri (instink) Tiap-tiap orang tua mempunyai naluri cinta dan kasih kepada anaknya. baik dalam pendidikan formal. Nabi Ibrahim As. maka pendidik harus berusaha keras untuk meluruskan perbuatan salat itu. informal maupun non formal pendekatan yang lebih mengena dan lebih tepat yaitu secara akal dan perasaan. Dilihat dari sudut sosiologisnya. Metode pendidikan demikian itu di dalam bahasa arab disebut: Artinya: Metode pendekatan yang mencakup akal.salat. As-Saffat: 100) Menurut ajaran Islam. .´ (QS. mengawasi dan membatasi anak agar tidak terjerumus kepada perbuatan salah dan sekali waktu pula berada di tengah-tengah anak didik agar dapat memacu. baik dilihat dari segi biologis maupun dari segi sosiologis. Karena itulah maka para Nabi dari zaman ke zaman selalu berdoa agar mereka dikaruniai anak yang saleh dan dapat melanjutkan perjuangannya. Cinta dan kasih itu adalah sedemikian rupa sehingga setiap orang tua dengan rela mengorbankan segala apa yang ada pada mereka untuk kepentingan anaknya. Demikian pula pendidikan terhadap anak. Berdoa: 100 : ) ) Artinya: ³Ya Tuhanku! Anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. maka pendekatan yang dilakukan ialah dengan jalur akal emosi/perasaan. Hakikat dan fungsi amanah tentang pemeliharaan anak itu mengandung arti dan nilai yang lebih jauh lebih luas daripada amanah-amanah yang lainnya.´ Metode pendidikan ini menuntut kepada pendidik sekali waktu membiarkan anak didiknya untuk berkembang sesuai dengan fitrahnya. menimbulkan semangat beramal. dapat memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan mendatangkan manfaat kepada orang lain Untuk menuntun anak agar tumbuh dan berkembang sebagaimana tersebut di atas. Sebab di dalamnya terjalin dan melekat secara langsung kepentingan manusia. yang tidak terdapat pada hubungan-hubungan yang lain. anak adalah amanah Tuhan kepada ibu bapak. orang tua berusaha supaya anaknya menjadi orang baik dalam masyarakat. Dan perasaan secara sekaligus Metode pendidikan ini menekankan segi pikiran yang tajam dan perasaan yang halus.

sebab pendidikan menjadi lebih baik. Mendidik Anak Secara Formal Sejak permulaan perkembangan Islam. Madarasah Diniyah atau non klasikal (non madrasah) seperti pesantren. Mahkamah aqliyah. Pada waktu perang Badar ada beberapa orang musuh (kaum Quraisy) yang tertawan oleh kaum muslimin.´ Allah berfirman: 6: )« ) Artinya: ³Hai orang-orang yang beriman : Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu««´ (OS.c. dengan menggunakan akal itu disebut dalam AlQur¶an sampai 29 kali. d. Dengan pendidikan formal ini membawa keuntungan yang sangat besar. sebab sasaran. mulai dari awal kejadiannya. kemudian perkembangannya baik fisik maupunn akal dan ilmunya ataupun mental spriritual. Pada saat-saat tertentu metode ini sangat baik digunakan. taqwa kepada Allah dan hidup bahagia di dunia dan akhirat. jam pelajaran dan lain-lain. mengetuk akal pikiran untuk memecahkan segala sesuatu. Sesudah itu umat Islam mengambangkan pendidikan formal dalam berbagai tingkat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak kaum muslimin. Mendidik Anaka Secara Informal Islam memerintahkan kepada umatnya untuk mendidik anaknya agar kelak menjadi manusia yang saleh. Setelah anak-anak itu pandai membaca dan menulis. tetapi kesemuanya dilakukan dengan santai tanpa dibatasi oleh tempat maupun waktu. yaitu: 1. pikiran 18x. mereka dibebaskan sebagai tawanan dan kembali ke negerinya. Dan lain sebaginya. namun diharapkan keberhasilan pendidikan sesuai dengan yang dicita-citakan. pemikiran yang mendalam (fih) 20x dan ilmu sampai 800 x (termasuk khusus kata-kata ilmu 105x). Ustadz Muhammad Said Ramadhan Al-Buwythi dalam bukunya yang berjudul AlManhajut tarbawi farid Fil quran. Sesudah itu dibawanya ke alam cakrawala yang luas terbentang ini. Attahrim: 6) Pendidikan di dalam keluarga umumnya dilakukan secar informal yaitu pendidikan yang telah menggunakan perencanaan. Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada tawanan yang pandai tulis baca untuk menebus dirinya dengan mengajarkan tulis baca kepada 10 orang anakanak Madinah. . Di antara tawanan itu banyak yang pandai membaca dan menulis. yang semuanya dengan menggunakan kata-kata yang dapat diikuti oleh orang-orang awam dan dapat dijadikan bahan penyelidikan secara ilmiah oleh para sarjana Berhakim kepada akal dan ilmu. Dewasa ini pendidikan sudah semakin berkembang dan meluas baik dilaksanakn dengan sistem madrasah (klasikal) seperti madrasah. kurikulum. ingatan (zikir) sampai 267x. materi yang diberikan dan tujuan yang hendak dicapai jelas. Di dalam tingkat ini Al-Qur¶an menyadarkan setiap akal manusia untuk memikirkan asal usul dirinya. Rasulullah bersabda: Artinya: ³Perhatikanlah anak-anak kamu dan bentuklah budi pekertinya sebaik-baiknya. umat Islam telah menyelenggarakan pendidikan formal. menyatakan bahwa ada 3 macam asas dasar yang dipakai Al-Qur¶an untuk menamkan pendidikan. Rasulullah sendiri seringkali mengajarkan wahyu yang diterimanya dari Allah (lewat malaikat Jibril) kepada para sahabat di rumah Arqam ibnu Arqam.

dan lain sebagainya Memberikan perangsang terhadap perasaan-perasaan ini menurut tempat dan waktunya yang tepat. Membangkitkan rangsangan perasaan ±perasaan. dan membuka lembaran-lembaran sejarah di masa lampau. Tuhan mengajak manusia supaya bercermin kepada fakta dan data di masa dahulu itu untuk melihat dirinya. yaitu rasa hormat dan kagum. dan c) Naziran (pembawa peringatan untuk menahan dari kejahatan) Menurut Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut tarbiyah islamiyah menyatakan bahwa teknik atau metode pendidikan Islam itu ada 8 diataranya 1. Sebab itu sebagai Pendidik Tertinggi maka Tuhan menyebutkan dalam Surat Al-Fatah ayat 8 bahwa Nabi Muhammad adalah memiliki sifat utama. harapan harat yang benar dan seumpamanya. Al-Isarah Al Widaniyah memberikan perangsang kepada perasaan-perasaan. lebih mudah meresapkan kepada anak mereka. berbagai cerita yang disebut oleh Al-Qur¶an menghidupkan sejarah-sejarah lama untuk memberanikan hat manusia untuk jaman yang dihadapnya dan masa-masa depan terbentang untuk diisi dengan pendidikan kepada anak-anak/pemuda-pemuda. Pendidkan melalui cerita 5. yaitu: a) Syahidan (penggerak perasaan-perasaan) b) Mubasysiran (pembaa berita gembira). rasa cinta.sehingga berjumlah: 1. rasa sedih (berbuat kedzaliman) dan seumpamanya dan c) Perasdaan kekaguman. Pendidkan melalui kekuatan 7. menurut manusia berhukum kepada akal dan ilmunya. Pendidkan melalui kebiasaan 6. rasa bakti dan pengabdian. adalah jalan yang terpendek untuk menanamkan suatu karakter kepada anak-anak/pemuda-pemuda. Dan perasaanperasaan itu terbagi kepada: a) Peraaan pendorong. Pendidkan melalui cerita cerita . Al-Qisas Wat Tarikh. Menemph jalan ini. menimbulkan kesan yang mendalam kepada anakanak/pemuda-pemuda yang kita didik. yaitu rasa gembira. yaitu rasa takut (berbuat kejahatan). yaitu cerita dan sejarah. Pendidkan melalui nasihat 3. 2.154 x. menggunakan cerita-cerita dan pengetahuan sejarah. Pendidkan melalui hukuman 4. 3. Pendidkan melalui keteladanan 2. Dengan mengemukakan berbagai cerita/peristiwa. Pendidkan melalui kekosongan 8. b) Peraaan penahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->