P. 1
Funsi Dan Peranan Supervisi

Funsi Dan Peranan Supervisi

|Views: 540|Likes:
Published by Jerry Makawimbang
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peranan pengawas sangat strategik di dalam melakukan fungsi supervisi akademik dan manajerial di sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peranan pengawas sangat strategik di dalam melakukan fungsi supervisi akademik dan manajerial di sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan.

More info:

Published by: Jerry Makawimbang on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2012

pdf

text

original

Peranan dan Fungsi Pengawas Sekolah

A. PENDAHULUAN Peningkatan mutu pendidikan telah

menjadi komitmen Departemen Pendidikan Nasional yang ditunjukkan dengan

dibentuknya Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK). Ada beberapa direktorat di

lingkungan Ditjen PMPTK, satu di antaranya adalah Direktora t Tenaga Kependidikan. Direktorat ini bertugas meningkatkan mutu tenaga kependidikan yang terdiri atas : (1) Tenaga pengawas satuan pendidikan, (2) kepala sekolah (3) tenaga administrasi sekolah (4) tenaga laboratorium laboran/teknisi, dan (5) tenaga perpustakaan sekolah. Salah satu tenaga kependidikan yang dinilai strategik dan penting untuk meningkatkan kinerja sekolah dan kepala sekolah adalah

tenaga pengawas sekolah. Usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan mutu tenaga pengawas sekolah/madrasah antara lain adalah penyempurnaan sejumlah unsur mulai dari rumusan konsep dasar pengawasan, peranan dan fungsi pengawas, kompetensi kualifikasi dan sertifikasi, rekrutmen dan seleksi, penilaian kinerja,

pengembangan perlindungan

arir, pendidi an dan pelati an, penghargaan dan engingat

ampai pada pemberhentian dan pensiun.

banyaknya unsur ± unsur yang harus ditingkatkan pembinaannya dan dibahas, maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada peranan dan fungsi pengawas sekolah saja. asalahnya adalah

pengawas sekolah selama ini masih banyak yang belum mengetahui dan memahami peranan yang harus dimainkannya serta fungsi yang diembannya. erlebih-lebih melaksanakan peranan dan fungsi

tersebut. Permasalahan ini muncul karena sejak diberlakukannya otonomi daerah, banyak bupati/walikota mengangkat pengawas sekolah bukan berasal dari guru dan atau kepala sekolah. Ada pengawas sekolah yang diangkat dari mantan pejabat atau st af dinas dengan maksud untuk memperpanjang masa pensiunnya, pada hal mereka belum pernah menjadi guru atau kepala sekolah. Bahkan ada pula yang diangkat sebagai balas budi ³tim sukses´ bupati/walikota terpilih. Ironisnya, setelah mereka dilantik sebagai pe ngawas sekolah, mereka tidak pernah mendapatkan pelatihan pengawas sekolah. Pengangkatan dengan cara tersebut sebenarnya bertentangan dengan pendapat Wiles & Bondi 007 yang menyatakan :

Selection criteria for supervisors, based o n their training and experience : 1. Minimum of two years of classroom teaching experience. 2. Minimum of one year of leadership experience (such as principal). 3. Cerification as a teacher.

etapi, yang lebih parah lagi adalah pengangkatan tersebut di atas telah melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia ahun 00 tentang Standar omor 9 ,

asional Pendidikan, Pasal 9 ayat

yaitu : Kriteria minimal untuk menjadi pengawas satuan pe ndidikan meliputi : a. berstatus sebagai guru sekurang-kurangnya 8 delapan) tahun atau kepala sekolah sekurang-kurangnya empat) tahun pada jenjang

pendidikan yang sesuai dengan sat uan pendidikan yang diawasi, b. memiliki sertifikat pendidikan fungsional sebagai pengawas satuan pendidikan, c. lulus seleksi sebagai pengawas satuan pendidikan. Berdasarkan permasalahan diatas maka dibuat t ulisan ini dengan tujuan untuk memberikan sumbangan konsep dan teori tentang peranan dan fungsi pengawas sekolah bagi para pengawas sekolah dan pemerintah lebih khusus di Kabupaten/kota madya dengan harapan agar para pengawas sekolah semakin bertambah

pengetahuan dan pemahaman tentang peranan yang harus dimainkan dan fungsi yang diembannya serta yang lebih penting lagi me reka mampu mempraktikannya dengan baik di tempat tugasnya masing ± masing, serta bagi pembuat kebijakan dalam pengakatan pengawas sekolah bisa mengangkat pengawas sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

B. PEMBAHASAN. 1. PERANAN PENGAWAS SEKO AH

Peranan menurut Getzels

967), ³ hat roles are defined in

terms of role expectations-the normative rights and duties that define within limits what a person should or should not do under various circumtances while he is the incumbent a particular r ole within an intitution.´ ari pendapat Getzels tersebut, maka

perananperanan dapat didefinisikan dalam terminologi harapan harapan peranan yang bersifat kebenaran normatif dan

menetapkan batasan-batasan kewajiban-kewajiban apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan seseorang secara khusus di dalam suatu organisasi. Oleh sebab itu, setiap kita berbicara tentang peranan seseorang di dalam suatu organisasi termasuk juga organisasi sekolah/madrasah tentunya, selalu berupa peranan-peranan yang normatif atau yang ideal - ideal saja. Peranan adalah aspek dinamis yang melekat pada posisi atau status seseorang di dalam suatu organisasi seperti yang dinyatakan oleh Lipham & Hoeh 97 ), ³We indicate that a role is a dynamis

aspect of a position, office, or status in institution.´.Karena peranan bersifat dinamis, maka ia berkembang terus sesuai dengan tuntutan kebutuhan organisasi.

Peranan pengawas sekolah menurut Wiles & Bondi

007),

³The role of the supervisor is to help teacher s and other education leaders understand issues and make wise decisions affecting student education.´ Bertitik tolak dari pendapat Wiles & Bondi tersebut, maka peranan pengawas sekolah adalah membantu guru ± guru dan pemimpin ± pemimpin pendidikan untuk memahami isu ± isu dan membuat keputusan yang bijak yang mempengaruhi pendidikan siswa. ntuk membantu guru dalam melaksanakan tugas pokok

dan fungsinya serta meningkatkan prestasi belajar siswa . Adapun peranan umum pengawas sekolah adalah sebagai : a. observer pemantau), b. supervisor penyelia), c. evaluator pengevaluasi) pelaporan, dan d. successor penindak lanjut hasil pengawasan). Apa saja yang dilakukan setiap peranan akan dibahas pada subbab fungsi pengawas sekolah/madrasah di bawah ini. alam praktiknya, orang sering menyamakan antara arti pengevaluasian dengan penilaian. Pada hal, arti pengevaluasian berbeda dengan penilaian. Pengevaluasian pendidikan ialah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu

pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang,dan jenis pendidikan sebagai bentuk

pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan

penilaian ialah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa Peranan sebagai penyelia adalah melaksanakan supervisi. Supervisi meliputi : ) supervisi akademik, dan ) supervisi

manajerial. Kedua supervisi ini harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas sekolah/madrasah. Sasaran supervisi akademik antara lain adalah untuk

membantu guru dalam hal : a. merencanakan kegiatan pembelajaran dan atau bimbingan, b. melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan, c. menilai proses dan hasil pembelajaran/bimbingan, d. memanfaatkan hasil penilaian u ntuk peningkatan layanan pembelajaran/bimbingan, e. memberikan umpan balik secara tepat dan teratur dan terus menerus pada peserta didik, f. melayani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, g. memberikan bimbingan belajar pada peserta didik, h. menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, i. mengembangkan dan memanfaatkan alat bantu dan media pembelajaran dan atau bimbingan, j. memanfaatkan sumber ± sumber belajar, k. mengembangkan interaksi pembelajaran/bimbingan metode,

strategi, teknik, model, dan pendekatan) yang tepat dan berdaya guna,

l. melakukan

penelitian

praktis

bagi

perbaikan

pembelajaran/bimbingan, dan m. mengembangkan inovasi pembelajaran/bimbingan. alam melaksanakan supervisi akademik, pengawas sekolah hendaknya memiliki peranan khusus sebagai : a. patner mitra) guru dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dan bimbingan di sekolah binaannya, b. inovator dan pelopor dalam mengembangkan inovasi

pembelajaran dan bimbingan di sekolah binaannya, c. konsultan pendidikan dan pembelajaran di sekolah binaannya, d. konselor bagi guru dan seluruh tenaga kependidik an di sekolah, dan e. motivator untuk meningkatkan kinerja guru dan semua tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Sasaran supervisi manajerial adalah membantu kepala se kolah dan tenaga kependidikan di sekolah di bidang administrasi sekolah yang meliputi : ) administrasi kurikulum, ) administrasi keuangan, ) administrasi sarana prasarana/perlengkapan, ) administrasi tenaga kependidikan, ) administrasi kesiswaan, 6) administrasi hubungan/madrasah dan masyarakat, dan 7) administrasi persuratan dan pengarsipan.

alam melaksanakan supervisi manajerial, pengawas sekolah memiliki peranan khusus sebagai : ) konseptor yaitu menguasai metode, teknik, dan prinsip -prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah; ) programer yaitu menyusun program kepengawasan berdasarkan visi, misi,tujuan, dan program pendidikan di sekolah ; ) komposer yaitu menyusun metode kerja dan instrumen

kepengawasan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawas di sekolah ; ) reporter yaitu melaporkan hasil -hasil pengawasan dan

menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah ; ) builder yaitu : a) membina kepala sekolah/madrasah dalam dan administrasi sekolah pengelolaan berdasarkan

manajemen)

manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah dan b) membina guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan bimbingan konseling di se kolah ; 6) supporter yaitu mendorong guru dan kepala sekolah/madrasah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapai untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah;

7) observer

yaitu

memantau

pelaksanaan

standar

nasional

pendidikan di sekolah ; dan 8) user yaitu memanfaatkan kepala sekolah hasil-hasil dalam pemantauan untuk

membantu sekolah.

menyiapkan

akreditasi

Pengawas sekolah selama ini menurut pengamatan sekilas di lapangan cenderung lebih banyak melaksanakan supervisi

manajerial daripada supervisi akademik. Supervisi akademik misalnya seperti berkunjung ke kelas-kelas mengamati guru yang sedang mengajar tanpa mengganggu. Hasil pengamatan dianalisis dan didiskusikan dengan guru serta akhirnya dapat menjadi masukan guru dalam memperbaiki proses pembelajaran di kelas. engan demikian, hasil belajar siswa diharapkan manajerial akan dengan %

meningkat.Komposisi

kegiatan

supervisi

kegiatan supervisi akademik disarankan Pokja Pengawas, 006).

% berbanding 7

Istilah pengawasan dalam beberapa literatur asing sekurang ± kurangnya dapat dipahami dalam konteks: ) inspection, (2)

control, dan (3) supervision. Ketiga istilah di atas memiliki makna berbeda. Inspection memiliki esensi membangun legal complience, yaitu kepatuhan pada perundangan dan peraturan kelembagaan yang mengikat. Control mempunyai esensi membangun managerial compliance, yaitu kepatuhan pada kaidah manajerial,

kepemimpinan, kebijakan, keputusan, perencanaan dan program

institusi yang telah ditetapkan.

Supervision

memiliki esensi

professional compliance, yaitu kepatuhan profesional dalam arti jaminan bahwa seorang profesional akan menjalankan tugasnya didasarkan atas teori,konsep-konsep, hasil validasi empirik, dan kaidah-kaidah etik. Kontrol dan inspeksi dalam praktek pengawasan satuan pendidikan hanya dipe rlukan dalam batas-batas tertentu, sedangkan yang lebih utama terletak pada supervisi

pendidikan.Berdasarkan tuntutan profesionalisme, otonomi dan akuntabilitas profesional;pengawasan pendidikan dikembangkan dari kajian supervisi pendidikan. Supervisi pend idikan merupakan fungsi yang ditujukan pada penjaminan mutu pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Supervisi akademik sama maksudnya dengan konsep supervisi pendidikan. Educational supervision sering disebut pula sebagai Instructional Supervision atau Inst ructional Leadership. Fokusnya utamanya adalah mengkaji, menilai, memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan mutu proses pembelajaran yang dilakukan bersama dengan guru perorangan atau kelompok) melalui pendekatan dialog, bimbingan, nasihat dan konsulta si dalam nuansa kemitraan yang profesional. erujuk pada konsep

supervisi pendidikan di atas, maka pengawas sekolah/madrasah pada hakekatnya adalah supervisor penyelia) pendidikan, sehingga tugas utamanya adalah melaksanakan supervisi akademik yaitu membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal. i luar tugas itu,

pengawas

sekolah/madrasah

melaksanakan

juga

supervisi

manajerial yakni membantu kepala sekolah dan staf sekolah untuk mempertinggi kinerja sekolah agar dapat meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah yang dibinanya. Pengawasan pendidikan juga diartikan sebagai proses kegiatan monitoring dan evaluasi untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan pendidikan di satuan pendidikan terlaksan a seperti yang

direncanakan dan sekaligus juga merupakan kegiatan untuk mengoreksi dan memperbaiki bila ditemukan adanya penyimpangan yang akan mengganggu pencapaian tujuan Robbins, 997).

Pengawasan juga merupakan fungsi manajemen yang diperlukan untuk mengevaluasi kinerja satuan pendidikan atau unit -unit dalam suatu organisasi sekolah guna menetapkan kemajuan sekolah sesuai dengan arah yang dikehendaki Wagner dan Hollenbeck dalam antja, 00 ). Oleh karena itu pengawasan pendidikan

adalah fungsi manajemen pendidikan yang harus diaktualisasikan, seperti halnya fungsi manajemen lainnya antja, 00 ).

alam pendidikan, pengawasan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian 000) menegaskan b ahwa pengawasan atau

supervisi pendidikan tidak lain adalah usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama kepada guru -guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha

memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Atas dasar itu hakikat dari pengawasan pendidikan pada hakikat adalah bantuan profesional kesejawatan kepada

stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaan kualitas pembelajaran.

Bantuan profesional yang diberi kan kepada guru harus berdasarkan penelitian atau pengamatan yang cermat dan penilaian yang objektif serta mendalam dengan acuan perencanan program pembelajaran yang telah dibuat. Proses bantuan yang

diorientasikan pada upaya peningkatan kualitas proses da n hasil belajar itu penting, sehingga bantuan yang diberikan benar -benar tepat sasaran sehingga mampu memperbaiki dan mengembangkan situasi pembelajaran yang lebih bermutu dan berdaya guna. Atas dasar uraian di atas, maka kegiatan pengawasan pendidikan harus berfokus pada : harus diraih siswa, ) standar dan prestasi yang

) kualitas layanan siswa di sekolah

keefektivan belajar mengajar, kualitas program kegiatan sekolah dalam memenuhi kebutuhan dan minat siswa, kualitas bimbingan siswa), serta ) kepemimpinan dan manajemen sekolah. adi,

keutamaan supervisi adalah membantu guru untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi siswa sebagaimana yang

diungkapkan oleh Wiles & Bondi

007), ³Supervision is first about

helping people grow and develop. It is the job of the supervisor in education to work with others to provide an improved process for aiding the growth and development of students.´

Menurut Staf

enaga Kependidikan

006) dalam Laporan

Rapat Kordinasi Pengembangan pokok pengawas adalah :

enaga Kependidika n, tugas

) menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester pada sekolah binaannya; ) melaksanakan penilaian, pengolahan, dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa dan kemampuan guru; ) mengumpulkan dan mengolah data sumber da ya pendidikan, proses pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap perkembangan hasil belajar/bimbingan siswa; ) melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya pendidikan sebagai bahan u ntuk melakukan inovasi sekolah; ) memberikan arahan, bantuan, dan bimbingan kepada guru tentang proses pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar/ bimbingan siswa; 6) melaksanakan penilaian dan pemantauan penyelenggaraan pendidikan di sekolah/madrasah binaan mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah; 7) menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah/madrasah binaannya dan melaporkannya kepada Komite Sekolah, dan stakeholder lainnya; inas Pendidikan ,

(8) melaksanakan

penilaian

hasil

pengawasan

seluruh

sekolah/madrasah sebagai bahan kajian untuk menetapkan program pengawasan semester berikutnya; (9) memberikan bahan penilaian kepada kepala sekolah dalam rangka akreditasi sekolah; dan (10) memberikan saran dan pertimbangan kepada pihak sekolah

dalam memecahkan masalah yang dihadapi sekolah berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. (11) Berdasarkan tugas pokok pengawas tersebut di atas, maka pengawas adalah sebagai: insp ector, observer, harma,

peranan

reporter,coordinator, dan performer leadership (Surya 006).
2. F NGSI PENGAWAS SEKO AH

engan mengacu pada Surat Keputusan Menteri Penertiban Aparatur tentang egara Republik Indonesia omor 118 tahun 1996

abatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya,

Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia omor 0 0/O/1996 dan Kepala Badan Administrasi omor 8 ahun 1996

Kepegawaian

egara Republik Indonesia

tentang Petunjuk Pelaksanaan abatan Fungsional Pengawas dan Keputusan Indonesia Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

omor 0 0/ /1998 tentang Petunjuk eknis Pelaksanaan

abatan fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, dapat diketahui tentang fungsi pengawas sekolah adalah sebagai berikut :

a. Pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan penugasannya pada K, S , SLB, SL P dan SL A. b. Peningkatkan kualitas proses pembelajaran/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Fungsi yang pertama merujuk pada pengawasan manajerial, sedangkan fungsi yang kedua merujuk pada pengawasan

akademik. Pengawasan manajerial pada dasarnya berfungsi sebagai pembinaan, penilaian dan bantuan/bimbingan kepada kepala sekolah/madrasah dan seluruh tenaga kependidikan lainnya di sekolah/madrasah dalam pengelolaan sekolah/madrasah untuk meningkatkan kinerja sekolah dan kinerja kepala sekolah serta kinerja tenaga kependidikan lainnya. Pengawasan akademik berkaitan dengan fungsi pembinaan, penilaian, perbantuan,dan pengembangan kemampuan guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran/bimbingan dan kualitas hasil belajar siswa. Sejalan dengan fungsi pengawas sekolah/madrasah di atas, maka kegiatan yang harus dilaksanakan pengawas ada lah : a. melakukan pembinaan pengembangan kualitas

sekolah/madrasah, kinerja sekolah/madrasah, kinerja kepala sekolah/madrasah,kinerja guru, dan kinerja seluruh tenaga kependidikan di sekolah ;

b. melakukan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya; c. melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah ; Berdasarkan kajian tentang fungsi pengawas sekolah

sebagaimana dikemukakan di atas, maka perspektif ke depan fungsi umum pengawas sekolah melakukan : (1) pemantauan, (2) penyeliaan, (3) pengevaluasian pelaporan, dan (4) penindaklanjutan hasil pengawasan. Fungsi pemantauan meliputi pemantauan pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk memperbaiki mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran yang relevan di sekolah, pemantauan terhadap penjaminan/standar mutu pendidikan,pemantauan terhadap

pelaksanaan kurikulum, pemantauan terhadap penerimaan siswa baru, pemantauan terhadap pr oses pembelajaran di kelas, pemantauan terhadap hasil belajar siswa, pemantauan terhadap pelaksanaan ujian, pemantauan terhadap rapat guru, pemantauan terhadap kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah, pemantauan terhadap hubungan sekolah dengan

masyarakat, pemantauan terhadap data statistik kemajuan sekolah, dan program-program pengembangan sekolah. Fungsi penyeliaan meliputi penyeliaan terhadap: kinerja

sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, kinerja tenaga

kependidikan di sekolah, pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran, proses pembelajaran,pemanfaatan sumberdaya, pengelolaan

sekolah, dan unsur lainnya seperti : keputusan moral, pendidikan moral, kerjasama dengan masyarakat. mensupervisi sumber sumber daya sekolah sumber daya manusia, material, kurikulum dan sebagainya, penyeliaan kegiatan antar sekolah binaannya, kegiatan in service training bagi kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di sekolah lainnya, dan penyeliaan pelaksanaan kegiatan inovasi sekolah. Fungsi pengevaluasian pelaporan meliputi pengevaluasian pelaporan terhadap kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan pendidikan mutu di pendidikan terhadap bentuk berbagai komponen

sekolah

sebagai

pertanggungjawaban

penyelenggaraan pendidikan, pelaporan pe rkembangan dan hasil pengawasan kepada Kepala Propinsi dan/atau pengawasan stakeholder ke inas Pendidikan Kabupaten/Kota,

asional, pelaporan perkembangan dan hasil sekolah binaannya, Fungsi laporan Komite Sekolah dan

lainnya.

penindaklanjutan hasil pengawasan di

meliputi untuk

penindaklanjutan perbaikan

terhadap

program

pengawasan

berikutnya

sekolah;

penindaklanjutan terhadap kelebihan -kelebihan dan kekurangan sekolah hasil refleksi guru, kepala sekolah, dan tenaga

kependidikan lainnya; penindaklanjutan t erhadap hasil - hasil pemantauan pelaksanaan standar nasional untuk membantu kepala

sekolah

dalam

menyiapkan

akreditasi

sekolah;

dan

penindaklanjutan terhadap karya tulis ilmiah yang telah dihasilkan oleh guru dan kepala sekolah. Peranan tidak dapat dipisahkan (inherent) dengan fungsi seperti yang dinyatakan Stoner & Freeman (2000), ³For the purpose of managerial thinking, a role is the behavioral pattern expected of someone within functional unit. Roles are thus inherent in functions.´ Sebagai konsekuensi dari pendapat Stoner & Freeman tersebut, maka dapat dimaknai bahwa peranan adalah orang yang memainkan fungsi, sedangkan fungsi adalah kegiatan atau proses yang harus dimainkan oleh pemeran. adi, peranan harus berkaitan dengan fungsi atau sebaliknya fungsi berkaitan dengan peranan. Atas rasional tersebut, maka fungsi umum dan fungsi khusus pengawas sekolah harus memiliki hubungan timbal balik dengan peranan umum dan peranan khusus seperti yang telah diutarakan di atas. Adapun fungsi umum dan fungsi khusus pengawas sekolah seperti berikut ini : a. Fungsi umum pengawas sekolah/madrasah adalah sebagai : (1) pemantauan,(2) penyeliaan (supervision), (3) pengevaluasian pelaporan, dan (4) penindaklanjutan hasil pengawasan. b. Fungsi khusus pengawas sekolah/madrasah adalah sebagai : (1) persekutuan (4) (kemitraan), konsultan, (2) (5) pembaharuan, pembimbingan, (3) (6) (9)

pempeloporan,

pemotivasian, (7) pengonsepan, (8) pemegrograman,

penyusunan, pendorongan,

(10) (13)

pelaporan, pemantauan,

(11) (14)

pembinaan, pemanfaatan,

(12) (15)

pengawasan, (16) pengkoordinasian, dan (17) pelaksanaan kepemimpinan.

C. KESIMP

AN

AN REKOMENDASI

1. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peranan pengawas sangat strategik di dalam melakukan fungsi s upervisi akademik dan manajerial di sekolah. Sebagai supervisor akademik, ia dituntut untuk memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan di bidang proses pembelajaran sehingga ia dapat memainkan peranan dan fungsinya membantu guru dalam meningkatkan proses dan strategi pembelajaran. Sedangkan sebagai supervisor manajerial, ia dituntut untuk memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan di bidang manajemen dan leadership sehingga ia dapat memainkan peranan dan fungsinya dalam membantu kepala sekolah/madrasa h dalam mengelola sumberdaya sekolah secara efisien dan efektif. Seorang pengawas juga harus dapat memainkan peranan dan fungsinya di dalam membina kepala sekolah untuk mampu membawa berbagai perubahan di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mentransformasikan perubahan organisasi sekolah

merupakan peranan yang sangat penting.

Dengan

demikian,pengawas

sekolah

dituntut

memiliki

pengetahuan dan wawasan untuk membina kepala sekolah dibidang leadership yang dapat menciptakaniklim dan budaya sekolah yang kondusif bagi proses pembelajaran sehingga mencapai kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, dan prestasi siswa yang maksimal.

2. Rekomendasi Peranan-peranan dan fungsi-fungsi pengawas

sekolah/madrasah di atas tentu saja masih dalam tataran teoritis. Oleh karena itu, direkomendasi kepada para pengawas sekolah/mandrasah untuk mengujicobanya di lapangan sehingga dapat diketahui peranan dan fungsi mana yang cocok dan tidak cocok. ntuk peran dan fungsi yang tidak cocok, pengawas

dapat merevisinya agar dapat diterapkan di lapangan sehingga kinerja kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya semakin meningkat dan pada gilirannya dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa dan mutu pendidikan di

sekolah/madrasah.

DAF AR P S AKA

Getzels, .W. 1967. Administration as a Social Process, in Administrative Theory in Education. Lipham, .M. & Hoeh, ew York: Macmillan.

.A. 1974. The Principalships: Foundations and Functions. ew Publisher. York : Harper & Row,

Mantja, W. 2001. Organisasi dan Hubungan Kerja Pengawas Pendidikan. Makalah,disampaikan dalam Rapat Konsultasi Pengawasan antara Inspektorat endral Departemen Pendidikan asional

dengan Badan Pengawasan Daerah di Solo,tanggal 24 s/d 28 September2001. Pokja enaga Pengawas. 2006. Manajemen Pengembangan Tenaga Pengawas Satuan Pendidikan . Direktorat akarta :

enaga Kependidikan. Direktorat

enderal Peningkatan Mutu Pendidik dan enaga Kependidikan Departemen

Pendidikan asional. Robins, S.P. 1984. Management : Concepts and Practices. Englewood Cliffs: Prentice-Hall Sahertian, P.A. 2000. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan. akarta: Rineka Cipta. Staf enaga Kependidikan , 2006. Laporan Rapat Kebijakan Kordinasi enaga

Pengembangan

Kependidikan. enaga

akarta

:

Direktorat Direktorat

Kependidikan

enderal Peningkatan Mutu Pendidik dan enaga Kependidikan Departemen Pendidikan asional. Stoner, .A.F. & Freeman, R.A. 2000. Management. Englewood Cliffs, ew ersey : Prentice-Hall International Editions. Surya Dharma. 2006. Kepemimpinan Pengawas Sekolah:

Mengembangkan Budaya Tanggung Jawab . Dalam urnal hal. 9. Wiles, . & Bondi. 2007. Supervision A Guide to Practice. Second Edition. London:Charles E. Merril Publi shing Company.Oleh : Surya DharmaDirektur enaga Kependidikan (Dalam enaga Kependidikan.Vol. 1, o. 2 -Agustus,

urnal enaga Kependidikan Vol. 3, o. 1, April 2008)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->