P. 1
MMPI

MMPI

|Views: 1,138|Likes:
Published by dimas_yudhatama

More info:

Published by: dimas_yudhatama on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2015

pdf

text

original

TUGAS INVENTORI REVIEW SALAH SATU ALAT TES INVENTORI

DISUSUN OLEH :

Disusun oleh : Dimas Aji Yudhatama (08013127)

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011

Awal terciptanya MMPI banyak digunakan sebagai alat kontemporer di bidang psikologi untuk mengukur kesehatan mental dengan didasarkan pada praktek kesehatan secara umum. Popularitas MMPI sampai saat ini masih sangat dipercaya. Jadi alat ini tidak selamanya digunakan untuk mendiagnosa gangguan klinis saja namun dapat melihat gambaran untuk kepribadian terutama dinamika psikologis yang terkait dengan aspek kesehatan jiwa secara umum. Evaluasi efek dari perawatan atau terapi. Secara umum MMPI/MMPI-2 dapat digunakan untuk : • • • • • Evaluasi pasien gangguan jiwa untuk membantu status kesehatan mentalnya.MMPI (Minnesota Multifase Personality Inventory) Sejarah dan Perkembangan Seorang psikolog bernama Starke Hathaway dan seorang psikiater bernama McKinley adalah orang yang pertama kali berupaya mengembangkan inventori dengan perspektif berbeda mengenai asesmen kepribadian menggunakan metode empiris untuk mengembangkan pengukuran permasalahan klinis secara objektif. TIDAK atau TIDAK TAHU. . Padahal selain penggunaan secara klinis. Alat menilai simptom untuk menentukan perawatan yang sesuai. Pada tahun 1972 Butcher dan Dahlstrom mengawali revisi MMPI menjadi MMPI-2 dan penelitian terus berlanjut sampai awal era 1990-an. alat ini dari dulu sudah diakui untuk mengukur fit and proper test oleh psikiater terhadap klien yang akan menduduki jabatan termasuk calon presiden RI yang dilakukan oleh psikiater dari RSPAD. Alat penelitian epidemilogi menggunakan kriteria kepribadian. Pada tahun 19401943 MMPI disusun menggunakan sampel yang meluas baik jumlah item dan pengetesan kepada sejumlah orang normal. Selama beberapa dekade dengan beragam penelitian sampai pada MMPI-2 (termasuk MMPI-2 RF atau diistilahkan MMPI-3) penggunaan MMPI bervariasi dalam mendiagnosa kesehatan mental dengan beragam setting termasuk konteks di luar kesehatan mental secara umum misal alat seleksi karyawan. secara empiris item valid dipilih untuk menyusun konstruk MMPI. Alat menilai pasien untuk melakukan perencanaan perawatan. terutama di Indonesia sebagai alat resmi diagnosa gangguan jiwa oleh psikiater dan di bidang psikologi kalah populer alat inventori ini dengan alat-alat tes lain. Jawaban dari pertanyaan tes MMPI sangat mudah dengan pilihan YA. program mendeteksi penggunaan alkohol atau obat terlarang. Dari 1000 item yang disajikan dengan menggunakan criterion keying test construction. Kemungkinan besar karena alat ini dianggap hanya untuk mengukur gangguan jiwa dan jumlah item yang dirasa cukup banyak sehingga para psikolog cenderung mengabaikan.

4. Alat penelitian genetika kepribadian. Evaluasi kesehatan mental tersangka (alat forensik kesehatan mental). TPA) • Negative Self-Views (LSE) • General Problem Areas (SOD.• Alat penilai kepribadian untuk posisi publik seperti polisi. Skala dalam MMPI Terdapat beberapa skala MMPI dengan beragam desain kegunaan. Evaluasi kesehatan mental orang tua. FRS. Dengan alasan ini maka Content Scales memiliki validitas muka yang cukup tinggi dan agak membingungkan dengan isinya. Ma). Sc. S. B. CYN. TRT). Skala Validitas Skala ini didesain untuk mengevaluasi protokol skala validitas. WRK. Skala Klinis Delapan dari sepuluh skala tradisional MMPI dikembangkan untuk membedakan antara kelompok klinis spesifik (Hs. ASP. kekhususan yang diterapkan pada Supplementary Scales adalah spesialisasi skala dan kegunaan hanya pada konteks . Skala ini tidak mementingkan daya beda tiap kelompok. calon bupati-gubernur-presiden. TRIN) • Akurasi(L. Pd. K. %T. Tiga tipe protokol validitas pada MMPI-2 adalah : • Kerjasama dalam tes (?. tentara. FAM. Pt. pilot. F. Skor T dari delapan skala dibuat rata-rata untuk menggeneralisir elevasi rerata profil. D. Skala Supplementary Dengan tidak adanya batasan yang jelas pada supplementary scales (dibandingkan dengan skala tambahan yang telah dibuat). 1. pemadam kebakaran. Content scales dapat dibedakan dalam empat area topik umum. Fp) 2. pejabat lain dan jabatan-jabatan lain yang penting untuk dilihat kesehatan jiwanya. yaitu : • Internal Symptomatic Behaviours or Distress (ANX. Fb. DEP. Hy. Skala Content Content scales dibentuk dari skala basic sepuluh item yang dipilih untuk tiap skala yang berhubungan dengan kesamaan tema. Berikut berbagai skala yang ada di MMPI. %F) • Konsistensi dan non-content related responding (VRIN. • • • • • Alat penelitian psikologi terutama menentukan perbedaan kriteria kepribadian. Pa. Alat penelitian dengan konteks budaya yang berbeda. 3. OBS. HEA) • External Aggressive Tendencies (ANG.

APS. Kita tidak yakin dengan pendekatan ini karena banyak kelemahan. Re. Subscales Subscales adalah pemecahan skala Basic. Mt. peserta rehabilitas dll). ada beberapa skala yang menggunakan titik potong seperti F. • Profil dengan beda antara 5 – 9 poin tiap skala memiliki definisi dan taraf keyakinan tinggi. Kelompok Critical Item Dengan banyak cara. 5. Do. Akan menjadi overlap dengan tema content scale. and AAS. atau Supplementary ke kelompok yang lebih kecil dan lebih homogen hubungan isinya.khusus. kelompok critical item adalah cara-cara lain skala content. Fb dan Fp atau mengadopsi nilai lebih tinggi untuk alasan psikometris seperti VRIN dan TRIN. Banyak skala supplementary dikembangkan dengan konteks populasi khusus (kerusakan otak. atau tiga skala tertinggi (threepoint). Stabilitas dan perbandingan dibutuhkan banyak literatur penguasaan codetype ini. GM. dan pengguna MMPI-2 harus mengerti ketika membaca literatur MMPI. pelajar-mahasiswa. 7. Codetype dikembangkan dari skala basic yang menunjukkan skala elevasi (puncak) atau 2 skala tertinggi (two-point). Sementara. Dengan membuat kekhususan kita berusaha mengingat bahwa skala supplementary hanya digunakan ketika menghadapi situasi khusus dan sesuai dengan hipotesa yang dibutuhkan. R. Skor skala supplementary umumnya adalah A. GF. 8. Elevation Skala dipertimbangkan melalui elevasi jika Skor T sesuai atau melebihi titik tertentu. Skala Psychopathology-5 adalaha sekumpulan skala baru yang diadopsi mulai tahun 2001. Titik potong MMPI adalah 70. PS. Es. Hampir semuanya skala MMPI-2 titik potong adalah 65. O-H. akan tetapi pengujian critical item dapat juga penting sebagai informasi tambahan melalui analisa item. asumsi salah dan lemahnya skala psikometri. narapidana dll) atau situasi (terapi pernikahan. karena tidak ada alat psikometrik yang dikembangkan untuk membuat norma critical item. MAC-R. 6. MDS. Code-type Analisa codetype dasar dari interpretasi tradisional MMPI/MMPI-2. 9. Content. Kekhususan utama adalah tidak ada data normatif yang mendukung untuk critical item ini. . PK. Definisi Profil Laporan Forensik MMPI-2 secara formal melalui kriteria stabilitas profil atau definisi: • Profil dengan beda 10+ poin antar skala dapat diinterpretasi dengan taraf meyakinkan. • Profil dengan beda < 5 poin memiliki definisi dan taraf keyakinan yang rendah.

waktu terbatas atau kerjasama dengan testee tidak memungkinkan lagi Kekurangan Item yang banyak Interview klinis terstruktur Klien/testee harus menjalankan tes Inventori Laporan Diri Pilihan hanya ya/tidak Sejarah panjang dengan literatur penelitian yang sedemikian banyak Isi berorientasi mendalam pada psikopatologi Dibutuhkan kemampuan baca.C. . yaitu gangguan psikis yang dimanifestasikan terhadap simptom psikis. Pasien mengembangkan gangguan psikis menjadi keluhan fisik yang sering diistilahkan sebagai keluhan hipokondrial. Kelebihan dan Kekurangan MMPI/MMPI-2 Kelebihan • • • • • • • • • • • • 2. 1. Skala content overlap D. • • • • • • • • • • Item yang banyak Interview klinis terstruktur Psikolog/Psikiater tidak perlu mengadministrasikan tes Inventori Laporan Diri Pilihan hanya ya/tidak Sejarah panjang dengan literatur penelitian yang sedemikian banyak Inventori kepribadian yang paling banyak digunakan di dunia Diterjemahkan (dan dibuat norma ulang) ke berbagai bahasa. 1. Lebih dari 250 skala atau sistem yang saat ini dikembangkan dengan variasi Terdapat skala yang secara eksplisit mengevaluasi validitas pelaksanaan tes Dapat diadministrasikan dalam bentuk “short form (370 Item awal)” ketika Versi tes yang secara khusus didesain untuk remaja dan dan dewasa. setting klinis yang berbeda-beda. paling tidak klien/testee lulus SMP Lembar jawab ‘memusingkan’ dan cenderung susah digunakan. Interpretasi Skala Klinis Hypochondriasis (Hs) Didefinisikan sebagai gejala gangguan somatoform.

Ia tampak sebagai orang yang kurang agresif.Dengan skor Hs tinggi menunjukkan perhatian terhadap kondisi tubuh yang berlebih dari gangguan-gangguan yang muncul. pasien dengan nilai Hs tinggi menunjukkan kecemasan yang lebih sedikit dibandingkan dengan gangguan lain. Terlihat dari ekspresi verbal ia kurang efektif. Menjauhkan diri secara sosial mungkin saja terjadi. berorientasi diri sendiri dan narsistik. kurang antusias terhadap sesuatu dan kurang ambisius. Dengan skor tinggi. merasa tidak puas dengan orang lain dan secara umum merasa kurang bahagia. Ia sangat mengkritisi diri sendiri dan merasa bersalah dengan seringkali tanpa alasan jelas. Sifat yang muncul biasanya mementingkan diri sendiri. mereka kurang responsif dan dengan cepat ingin menghentikannya apabila terapis dianggap kurang memberikan perhatian atau dukungan. Depression (D) Hampir keseluruhan orang dengan skor D tinggi mengalami gangguan depresi dan depresi manik. Mereka diindikasikan sebagai orang yang terhambat dan pesimis dengan masa depannya. hambatan dalam kepercayaan dirinya dan sering merasa cemas terhadap hal-hal kecil yang terjadi. pemalu. Aktivitas yang terlihat kurang dan tampak ia seorang yang membosankan. lambat dalam beraktivitas dan sering merasa lemah dan capek. Mereka akan sering mengeluh. Dalam terapi. pertahanan diri kuat. Banyak pula yang mengalami kecemasan dan tegang. gejala kronis dan lemah atau lesu secara umum. Mereka menunjukkan sinisme terhadap hidup. karena kecenderungan mereka menjaga jarak dengan kontak yang terjadi secara psikis khususnya hubungan emosional yang mendalam. seseorang akan tampak kurang efisien meskipun tanpa penurunan kemampuan. fatig. Hubungan interpersonal yang dilakukannya tidak lancar dan orang lain merasa bisa merasa sedih dengan keluhan-keluhan kronis yang dideritanya. Ia merasa kesehatannya menurun. mereka sering menuntut sesuatu yang tidak objektif kepada orang lain dan terkadang menunjukkan kekerasan meskipun secara tidak langsung.Penelitian menunjukkan mereka dengan kondisi Hs tinggi adalah orang yang pesimis. Orang dengan skor tinggi tidak dilaporkan adanya perasaan tidak berharga atau lemah dalam beraktivitas. sering pula merasakan tegang dan sensitif meskipun terhadap hal-hal yang sepele. . Banyak dari mereka menunjukkan 2. Digambarkan pasien mengalami perasaan sedih atau tidak bahagia. Karena terlalu peka. Pada terapi. ingin diperhatikan dan kritis terhadap orang lain. Mereka cenderung meyakini pengobatan medis dan kurang percaya apabila gangguannya adalah psikis. Gangguan tersebut meluas terhadap gejala somatis tidak jelas yang bervariatif seperti gangguan epigastrik.

namun seringkali disertai sedikit gangguan kecemasan. otot lemah. aktif berkomunikasi dan antusias. Pasien dengan tipe ini sulit mengikuti terapi dengan baik karena kecenderungan pengingkaran yang tinggi dan kecenderungan melihat dirinya pada posisi yang benar. Ia juga narsistik dan egosentris. Mereka dapat akrab. Skala ini dipahami dari munculnya simptom somatis dari penampilan kepribadian yang menunjukkan ketidakmampuan secara efektif dalam menghadapi stressor (tekanan). Orang dengan profil ini menunjukkan pengingkaran atau menekan konflik yang ada dan seringkali gagal dalam menyelesaikannya secara baik dan wajar. Mereka cenderung lambat untuk mengetahui sebab-sebab permasalahan sehingga untuk tipe pasien seperti ini akan lebih sesuai menggunakan “direct advice” dibandingkan dengan terapi yang berorientasi pada “insight-oriented”. Orang dengan skala tinggi tidak menunjukkan kemarahan atau ketidaksukaan secara terbuka namun dilakukan secara tidak langsung dari hubungan interpersonal yang terjalin. apalagi terapis yang memiliki intensitas tinggi terhadap perhatian dan dukungan kepada klien. Skor tinggi juga disertai sifat tidak dewasa secara mental. Mereka memanipulasi hubungan yang terjalin dengan orang lain untuk kebutuhan dirinya sendiri. Secara sosial mereka terlibat namun tidak disertai dengan ketulusan. Respon terhadap terapi cukup baik dimana mereka cenderung mengikuti tanpa dorongan membantah dari terapis. detak jantung tidak normal atau simptom fisik lain yang tidak jelas dengan tidak adanya diagnosa medis yang menunjukkan gangguan pada fisik. Mereka dapat bertindak namun dengan cara yang tidak wajar dan menunjukkan sedikit perhatian terhadap kepentingan orang lain. 3. pegal-pegal pada bahu. tegang atau depresi. halusinasi atau kecurigaan berlebih. Hysteria (Hy) Orang dengan skor tinggi pada skala ini menunjukkan simptom fisik yang tidak jelas seperti sakit kepala. Mereka menunjukkan ketidakmampuan mendapatkan insight terhadap sebab-sebab dari gangguan yang berdampak pada rendahnya motivasi atau perasaan untuk mencoba mencari jalan keluar. . Meski dapat mengikuti terapi dengan antusias. mereka kurang dapat merespon terhadap insight diri sendiri karena resistensi yang tinggi terhadap nasihat psikologis yang diberikan.keraguan dalam berpikir atau berperilaku. Tidak banyak dilaporkan muncul delusi. Mereka akan kesulitan dalam mengambil keputusan. kekanak-kanakan atau infantil dan berorientasi pada diri sendiri. simptom akan muncul berbarengan dengan adanya stressor dan secara tiba-tiba akan menghilang. Pada saat muncul kecemasan atau ketakutan. Ia menuntut perhatian dan afeksi yang tinggi dari orang lain.

ketegangan dalam hubungan keluarga dan tindakan berlebih dengan tanpa pertimbangan konsekuensi atau akibat yang akan dihasilkan. Prognosis pada treatmen buruk. Mereka bertindak secara impulsif tanpa dilakukan pertimbangan matang. egois dan narsistik. Meskipun dapat membuat kesan pertama yang menyenangkan dan mudah akrab. keras. Bermasalah dengan hukum mungkin saja terjadi. Mereka terkesan hedonis. agresif. perilaku buruk dalam bekerja atau hubungan perkawinan yang kurang harmonis. Secara individu akan tampak ekstrovert. sinis. Mereka cenderung didiagnosa sebagai gangguan kepribadian terutama perilaku anti-sosial atau kepribadian pasif-agresif. Mereka seringkali menghentikan treatmen tanpa ada perubahan. aktif berbicara. membangkang dan terkadang pendendam. termasuk perilaku membangkang terhadap figur otoritas. namun hubungan yang terjalin tidak bertahan lama karena berorientasi pada diri sendiri. Mereka seringkali bertindak sangat agresif dan sering mengajak berkelahi. Mereka akan dipandang sebagai kurang dewasa. depresi maupun simptom psikotik. lemah dalam mengambil keputusan dan akan mengambil resiko terhadap hal-hal yang secara umum tidak dilakukan oleh orang lain. dan akan mengulangi perilaku negatif tersebut meskipun seringkali mendapatkan imbalan buruk berupa teguran atau hukuman. Psychopatic Deviate (Pd) Orang dengan skor tinggi menunjukkan karakteristik perilaku anti-sosial. Selain itu pasien akan cenderung menyalahkan orang lain dan menggunakan intelektualisasi daripada menghadapinya sebagai tanggung jawab diri. Biasanya mereka tidak disertai gangguan kecemasan. suka pamer. kekanak-kanakan. Hubungan yang dijalin secara sosial tidak tulus dan menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri. Mereka akan cenderung menyalahkan orang lain terhadap masalahnya. yang dapat direfleksikan dari pengalamannya seperti kurang berprestasi dirinya di sekolah. hiperaktif dan tindakannya spontan dalam kelompok. . toleransi terhadap frustasi rendah dan seringkali bereaksi terhadap impulsifitasnya. Hubungan yang terjalin biasanya bersifat kasar. Tindakan tidak direncanakan dengan baik. Mereka tampak pintar dan percaya diri meskipun aktivitasnya tanpa tujuan jelas. Mereka tidak belajar dari pengalaman. mudah bergaul. hura-hura dan tidak sensitif dengan kebutuhan orang lain. Mereka juga tidak membangun kehangatan dalam berinteraksi. dimana pasien cenderung menunjukkan insight pada perilakunya karena tidak menunjukkan penyesalan atau kekhawatiran dari perilakunya selama ini.4.

Pada analisa klinis dapat menunjukkan kebingungan peran seksual atau permasalahan pada penyesuaian jenis kelamin. Masculinity-Femininity (Mf) Kecenderungan skala ini lebih melihat peran gender dan bukan skala psikopatologis. Mereka cenderung bertindak praktis dan non-teoritis. kompetitif. Mereka bersosialisasi dengan baik. sikapnya meyakinkan. teratur dan dapat mengambil keputusan dengan baik. toleran dan dapat mengekspresikan kehangatan kepada orang lain. pintar. Mereka kurang fleksibel dalam bertindak dan memiliki pendekatan permasalahan yang tidak original. gagah dan agresif. Skor < 35 menunjukkan dirinya “macho” dengan orientasi tinggi terhadap maskulinitas. insight dan toleran. Mereka memiliki ketertarikan luas terhadap budaya. sehingga mereka akan . Skor antara 70-79 terlihat sebagai figur sensitif. dan terkadang tenang dan pasif dalam menjalin hubungan interpersonal. dalam Mereka menjalin menunjukkan hubungan. Penelitian menunjukkan mereka menunjukkan intelegensi tinggi dan dapat melakukan aktivitas kognitif dengan baik. tergantung dan tenang dengan orientasi jauh dari agresivitas. peka terhadap orang lain.5. ketertarikan terhadap pencarian ragu sensasi dengan ketegangan adrenalin melalui aktivitas fisik. Mereka akan cenderung menyukai aestetik dan artistik melebihi laki-laki pada umumnya. keingintahuannya tinggi dan imajinatif. Mereka cenderung penurut terhadap situasi konflik untuk menghindari konfrontasi. berpikir jernih. petualangan dan cenderung vulgar Mereka sebenarnya tampak maskulinitasnya dan merasa perlu bukti dengan ketertarikan dan perilaku maskulin-nya. Dengan skala Mf rendah pada laki-laki menunjukkan keterbatasan pada intelektualitasnya dan kurang tertarik terhadap budaya. Mereka ingin menunjukkan dirinya secara fisik kuat. Mereka juga cenderung menghindari aktivitas yang membutuhkan pemikiran tinggi dan tidak suka mendiskusikan hubungan interpersonal yang dijalin. Mereka cenderung kreatif. Laki-laki dengan pendidikan tinggi menunjukkan skor tinggi dibandingkan dengan laki-laki dengan pendidikan rendah. Mereka digambarkan sebagai orang yang ambisius. Laki-laki Dengan skor > 80 memperlihatkan individu memiliki konflik terhadap identitas seksual dan merasa tidak aman dengan peran maskulin. Orang lain melihat pasif.

Mereka menganggap memiliki nasib buruk dalam kehidupannya. pasif. Mereka cenderung kurang sadar terhadap nilainilai sosial dan kurang ter-insight dari motif-motif yang dimiliki. Mereka menunjukkan sikap moral yang tinggi dan rigid. delusi persekusi atau delusi grande atau kedua-duanya dan delusi keyakinan seperti ideas of reference. Mereka tampak curiga. dominan. Penelitian menunjukkan skala rendah pada perempuan tidak diterapkan untuk kalangan yang berpendidikan tinggi. tenang. Mereka biasanya menunjukkan amarah dan rasa tidak suka. Orang dengan skor > 80 secara jelas dapat menunjukkan perilaku psikotik. gangguan pikir. olah raga atau aktivitas-aktivitas rutin harian. berjaga-jaga dan memungkinkan untuk bereaksi kasar. tidak suka atau menentang terhadap orang lain. tertarik dengan aktivitas feminin. Skor < 35 menunjukkan wanita dengan figur dan peran feminis. Ia dapat dikatakan ultra-feminist. Mereka akan mudah bergaul.resisten dengan terapi psikologis. cenderung tertarik dengan aktivitas maskulin yang sering dilakukan oleh laki-laki dalam pekerjaan. Mereka cenderung menggantungkan pada figur laki-laki atau figur yang lebih maskulin dalam mengambil keputusan atau bertindak. hobi. Perempuan Skor > 70 akan menolak perilaku atau peran tradisional wanita. pendiam dan cerewet dalam berinteraksi sosial. Mereka memiliki sensitivitas berlebih. Pasien dengan kondisi ini memiliki prognosis buruk terhadap terapi karena tidak suka . menentangnya atau melakukan sesuatu terhadap dirinya. Paranoia (Pa) Skala ini digunakan untuk melihat simptom atau karakteristik kepribadian dengan gangguan paranoid. Jika pasien akan melakukan rasionalisasi terhadap kesulitannya dan menyalahkan kepada orang lain permasalahan dirinya sendiri. curiga dan responsif terhadap reaksi orang lain. Mereka meyakini orang lain memanfaatkannya. Mereka terkesan aktif dan kompetitif. percaya diri dan akan mudah bertindak meskipun terkadang kurang perasa atau kurang akrab. Dengan skor moderat (65-79) menunjukkan predisposisi paranoid kalo tidak memunculkan simptom atau gangguan delusi. Mereka menunjukkan ketegaran dan lebih kuat secara fisik dibandingkan wanita pada umumnya. Pasien biasanya menggunakan mekanisme pertahanan diri proyeksi dan sering didiagnosa sebagai schizophrenia paranoid atau keadaan paranoid. Mereka menunjukkan pertentangan atau ketidaksukaan karena telah menerima kesalahan dimana orang lain bersekongkol melawan dirinya. agresif. energik.

Perlu dipertimbangkan terkadang pasien memiliki kecenderungan schizophrenia dan terkadang pula menunjukkan perilaku anti-sosial. terlalu teratur dalam aktivitasnya.Terkadang muncul kekacauan atau distorsi kepentingan masalah yang disebabkan terlalu bereaksi terhadap hal-hal kecil.untuk mendiskusikan permasalahannya dan sulit terbuka. Terkadang simptom fisik menyertainya terutama pada detak jantung. Pada kondisi lain dapat pula diasosiasikan terhadap gangguan psikis parah dengan perilaku kurang terkendali atau mengangsingkan diri secara sosial dengan tidak adanya pengalaman pikir yang buruk. Pasien dengan skor tinggi menunjukkan kecemasan. moralistik dan kaku. Insight sulit dimunculkan namun masih memungkinkan. Dalam berkonsentrasi sulit. Mereka merasa terancam dan takut. pemalu dan sulit bergaul dengan lingkungan sosial. Mereka merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang dan akan termotivasi dengan treatmen psikologis. Manifestasi rigid ditampilkan dengan tidak adanya basa-basi dalam bertindak. kurang percaya diri dan sering terpaku dengan keragu-raguan. Merasa tidak aman. tegang dan kegelisahan. Schizophrenia (Sc) Skala ini menunjukkan kompleksitas intepretasi dan memiliki cakupan luas sebelum melakukan diagnosa secara tepat. Orang lain melihat dirinya ragu-ragu dan khawatir dengan terlalu banyak introspeksi diri. atau istilah lainnya “lambat tapi pasti”. Umumnya rigid dalam pendekatan interpersonal. Resistensi terhadap terapi muncul karena kekakuannya (rigid). kaku dengan interaksi hubungan yang ada. Pasien tampak sangat mengkritisi diri sendiri. • Skor 80-90 . Seringkali pasien menganggapnya sakit jantung. Mereka akan mudah sekali khawatir dan sangat cemas meskipun terhadap masalah kecil. Psychastenia (Pt) Skala ini mudah dilihat sebagai pengukuran kecemasan dan gangguan penyesuaian diri secara umum. obsesif dan kompulsif hampir setiap waktu. Mereka sulit membuka diri untuk membangun hubungan dalam treatmen. Mereka terkesan perfeksionis. tidak kompromis. inferior. Mereka cenderung ragu dalam mengambil keputusan karena melihat terlalu banyak kemungkinan dari situasi yang dihadapi. Kecenderungan intelektualitas dan rasionalisasinya adalah kurang produktif. Pasien akan lebih lama bertahan dengan treatmen psikologis yang diberikan namun lambat.

perilaku eksentrik. Pasien akan menggeneralisasi stress atau depresi dengan menjauhkan diri dengan cara berkhayal atau berfantasi. Mereka merasa terasingkan dari kondisi sosial. yaitu: • Skor > 80 Individu dalam kategori ini menunjukkan perilaku mengganggu. Mereka akan bersikap kasar dan agresif dengan caracara atau perilaku yang tidak wajar. termasuk perilaku over-acting. tidak terkontrol perilakunya dan mengalami disorientasi. dan terkadang mengalami halusinasi. percepatan bicara dan terkadang gejala yang cukup lama gangguan pikir inkoheren atau flight of idea. Treatmen yang dilakukan banyak bersifat jangka panjang dan berorientasi directive-therapy dengan memperhatikan mental pasien. Mereka memiliki ketidakwajaran pikir atau sikap dengan delusi keyakinan (salah satunya ideas of reference). tidak puas dengan kehidupannya. menarik diri terhadap kondisi sosial yang dianggap tidak dapat menerima dirinya. impulsif dan kekanak-kanakan. gangguan afeksi dengan melibatkan gangguan mood. . Perasaan inferioritasnya tinggi. Pasien dengan tipe seperti ini biasanya merespon situasi dengan salah dalam waktu lama. Terkadang disertai pula halusinasi atau delusi grande. tidak beradaptasi dan perilaku aneh. Mereka menghindar dari orang lain dan tampak sebagai orang yang aneh.Individu dengan range skor ini dapat secara yakin menunjukkan perilaku psikotik. keras kepala. Treatmen psikologis dapat beragam hasilnya mempertimbangkan cara terapi yang harus dilakukan harus tepat. Pertimbangan keputusan perilaku yang buruk tampak dalam dirinya. hiperaktif.berenergi dan antusias. Mereka menghindar diri. merasa terisolasi dan salah dimengerti oleh orang lain. Terapi jangka panjang dapat efektif jika terapis menyediakan situasi atau keadaan yang dapat diterima sehingga tidak menutup kemungkinan pasien tipe ini dapat mempercayai terapis. Terdapat 3 kelompok definisi. menjauhkan diri dan tidak akrab. Mania (Ma) Skala ini berusaha menunjukkan manik atau perilaku hipomanik. Aktivitasnya meluas. pemalu. Individu seperti ini menunjukkan kecenderungan bingung. Namun pada umumnya prognosis buruk karena pasien sulit mendapatkan insight. • Skor 65-79 Skor dengan range ini menunjukkan gaya hidup schizoid. sulit menjalin kontak atau hubungan dengan terapis dan pada terapi jangka pendek akan tidak efektif karena keluasan masalah yang diderita pasien. bingung dengan peran seksual.

Sifat pribadinya terbuka. Mereka cenderung akan menolak intepretasi yang diberikan terapis yang berdampak kesulitan mendapatkan insight diri. Mereka menunjukkan ide atau aspirasi yang tidak realistis dan terkadang grande. Terkadang pada tahap tertentu menunjukkan kurang stabil. Pada skor tunggal cenderung perilakunya manipulatif demi kepentingan dirinya sendiri. Pada saat tertentu dan tidak lama mereka akan menunjukkan kebosanan dan merasa tidak suka secara cepat. Banyak dari mereka tidak dapat secara teratur mengikuti terapi karena perhatian terhadap aktivitas lain yang menarik seringkali mengganggu dirinya dalam mengikuti proses terapi secara rutin. tidak realistis dan mencampuradukkan kebenaran dan kebohongan pada pembicaraannya. Dapat dilihat mereka karakteristiknya adalah over-aktif. Pada saat tertentu mereka memiliki periode depresi.Mengalami gangguan pikir dan kurang dapat mengatur energi dengan baik. gangguan dalam kerja atau sekolah dll. menghibur dan hangat. sosial dan menyenangkan dihadapan orang lain. hangat dan bersahabat dan berusaha menunjukkan kesan pertama yang menyenangkan. Terkadang sering bermasalah dengan hukum atau sosial karena dorongan impulsif-nya menjadikan tindakan yang dilakukan bebas dengan sedikit atau tidak menghargai nilai-nilai etis atau norma yang berlaku. menunjukkan antusiasme namun kurang tulus. Mereka merasa kesulitan beraktivitas rutin dan kemampuan detailnya rendah. cerdas. Banyak yang menghentikan terapi di tengah jalan dan banyak pula yang bersifat kasar dan agresif terhadap terapis. Keinginan dan aktivitasnya banyak namun sulit untuk berhasil sampai tujuan yang diharapkan. Mereka menunjukkan kepercayaan diri. Kesan pertama dalam pergaulan tampak pintar. Treatmen dengan skor ini membutuhkan treatmen medis untuk mood-nya. . Mereka seringkali memutarbalikkan fakta. Mereka cenderung menunjukkan secara berlebih keyakinan diri dan tingkat kepentingannya. mereka sulit melihat keterbatasan dirinya. kreatif. agresif dan kekerasan terhadap objek atau orang lain. sopan. • Skor 65-79 Skor dengan kondisi seperti ini perlu berhati-hati dalam mengintepretasikan karena individu cenderung normal dengan tidak adanya gangguan afeksi. termasuk dorongan seksual. Mereka terkadang terlalu bergairah dalam beraktivitas namun kurang melihat tujuan dari aktivitasnya. Psikoterapi yang dibangun terkadang sering diganggu akibat ulah dari perilakunya misalkan masalah hukum. Mereka menunjukkan ketertarikan di berbagai bidang dan terkadang tidak realistis dengan ketertarikannya. energetik dan banyak berbicara. Mereka mudah berbicara dengan banyak orang.

Mereka senang dalam situasi sosial dengan menunjukkan karakteristik yang menyenangkan. Skor >65 memiliki sifat sangat malu dalam pergaulan sosial dan tertutup pribadinya. Apabila mengikuti terapi seringkali bolos atau dengan cepat menghentikan proses terapi. Treatmen psikologis dengan skor tinggi dalam kategori sulit. Mereka cenderung pada mood dan memiliki episode cemas atau depresi. banyak ketidaktertarikan aktivitas dalam sosial dan cenderung pendiam. konvensional dan penurut terhadap otoritas yang ada. terbuka dan mudah bergaul. Tempo yang ditunjukkan lambat. mudah frustasi. sopan dan antusias mekipun kurang tulus. Pada konteks interpersonal. Skala ini sifatnya unidimensional dan dapat diinterpretasikan pada tataran skor. agresif dan kasar. Banyak janji-janji akhirnya diingkari karena terlalu banyak aktivitas dan sifatnya setengah-setengah. Mereka sangat nyaman bila sendiri atau dengan segelintir teman dekatnya. dimana skor tinggi berarti cenderung introversion dan skor rendah cenderung ekstraversion. kurang berpartisipasi secara sosial. rutin dan sulit dimotivasi dalam treatmen. Terkadang menunjukkan episode tertentu yang sensitif. Terlalu sensitif terhadap reaksi dari orang lain. Mereka tampak sangat serius. menarik.Keterbatasan melihat dirinya sendiri dan merasa terlalu yakin terhadap apa yang akan diraih menjadikan realitasnya terhadap tujuan berbeda jauh dengan apa yang ada dalam pikirannya. Terkadang ketidaktulusannya ditunjukkan dengan berbicara bohong atau tidak realistis. sangat mengendalikan diri sendiri dan cenderung pasif dalam berinteraksi dengan orang lain bahkan tidak ekspresif. Terkadang mereka tidak nyaman dengan lawan jenis dan sulit dimengerti. . • Skor < 35 Orang dengan skor seperti ini terlihat kurang berenergi. Cepat bosan dan capek seringkali dirasakannya. berhati-hati sampai ragu-ragu. mereka sosial. Pada skala ini pasien tidak tertarik dengan treatmen psikologis karena “merasa menyenangkan”. Ada kecenderungan tidak menyukai rutinitas dan perhatian terhadap detail rendah. tidak original dalam pendekatan terhadap masalah dan seringkali mendapatkan kesulitan dalam mengambil keputusan meskipun terhadap hal-hal kecil. kurang bergairah. dalam kondisi “asik-asik aja” dan resisten terhadap intepretasi psikologis. Social Introversion (SI) Skala ini mengukur intraversion atau ekstraversion. karena mereka sulit atau terhambat mengekspresikan perasaannya.

Apabila skor <= 45 menunjukkan sangat sosial dan terbuka. sopan dan banyak bicara. Dengan skor sangat rendah dapat berarti kurang dewasa. impusif dan berorientasi pada kesenangan pribadi. Mereka terkesan spontan dan ekpresif dalam bersikap dan senang dengan situasi kompetitif. Tampak dirinya mudah bergaul.seringkali hambatan komunikasi oral dan terutama rigid dan tidak fleksibel dalam kondisikondisi tertentu. Dorongan untuk dikelilingi orang banyak tinggi dan banyak menghabiskan waktu dengan kongkow. . senang ngobrol atau berkecimpung dalam kelompok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->