P. 1
Makalah Kimia Organik - Karbanion

Makalah Kimia Organik - Karbanion

|Views: 1,233|Likes:
Published by Kenny Ryan Limanto
Makalah Kimia Organik - Karbanion
Makalah Kimia Organik - Karbanion

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Kenny Ryan Limanto on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

KARBANION

PENDAHULUAN
Banyak reaksi organik dalam metabolisme yang melibatkan pembentukan dan pemutusan ikatan karbon. Terdapat 3 cara untuk memutuskan ikatan antara C-X, yang dapat menghasilkan karbokation, karbanion, atau senyawa intermediet radikal bebas. Pada dasarnya, ketiga spesi ini bersifat tidak stabil dan sangat reaktif. Pada karbokation dan radikal bebas, keduanya merupakan spesi yang kekurangan elektron. Sedangkan, karbanion adalah suatu spesi yang mengandung atom karbon yang mengemban muatan negatif.

Karbanion dapat dibentuk dari reaksi pemecahan heterolitik dari ikatan kovalen yang melibatkan atom karbon, dimana atom yang berikatan dengan atom karbon, “pergi” tanpa membawa pasangan elektron. Hal ini akan membuat atom karbon tersebut menjadi bermuatan negatif karena memiliki pasangan elektron bebas. Contohnya, pelepasan atom H dari asetaldehid sebagai ion H+ yang menyebabkan atom karbon mempunyai sepasang elektron menyendiri.

KLASIFIKASI dan REAKTIVITAS KARBANION
Karbanion merupakan spesi yang sangat reaktif. Hal ini dikarenakan adanya pasangan elektron bebas pada atom karbonnya. Pada dasarnya, karbanion dapat dikelompokkan menjadi primer (1°), sekunder (2°) and tersier (3°). Pengelompokkan ini didasarkan dari jumlah substituen alkil yang terikat pada karbon yang bermuatan negatif.

Pada dasarnya, urutan kestabilan dari karbanion terbalik dari kestabilan karbokation (karbon yang bermuatan positif) maupun dengan radikal bebasnya (karbon yang mempunyai satu elektron tak berpasangan). Urutan kestabilan karbanion : CH3- > 1o > 2o > 3o Urutan dari stabilitas ini dapat dijelaskan dengan teori induksi. Hal ini dikarenakan efek induksi dari kelompok alkil. Kelompok alkil mempunyai kecenderungan untuk melepaskan elektronnya yang membuat terjadinya peningkatan kepadatan elektron pada atom karbon yang bermuatan negatif. Hal ini akan menyebabkan terjadinya ketidakstabilan. Semakin banyak gugus alkil yang terikat pada atom C yang bermuatan negatif, semakin besar pula kerapatan elektron-nya dan ini akan menyebabkan turunnya stabilitas dari karbanion tersebut. Banyak karbanion yang jauh lebih stabil daripada karbanion sederhana yang telah disebutkan di atas. Kestabilan ini meningkat karena adanya keistimewaan struktur tertentu. 1. Konjugasi pasangan elektron bebas dengan suatu ikatan tak jenuh.

α

α

Dalam hal ini terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga yang terletak pada posisi α terhadap posisi karbon karbanion maka ion tersebut akan distabilkan melalui resonansi dalam mana pasangan elektron bebas akan overlap dengan elektron π ikatan rangkap. Faktor ini bertanggung jawab terhadap kestabilan karbanion jenis allilik dan benzilik.

Bila karbon karbanion berkonjugasi dengan ikatan rangkap karbon-oksigen atau karbonnitrogen (Y=O atau Y=N), maka kestabilan ion tersebut akan lebih besar daripada anion trialkilmetil, R3C . Hal ini dikarenakan adanya atom yang lebih elektronegatif yang mampu membawa muatan negatif dari karbon. Akan tetapi, perlu diperhatikan kembali apakah ion jenis ini masih layak disebut karbanion. Hal ini dikarenakan ion seperti ini disebut juga sebagai enolat. Sebagai contoh, bentuk B lebih berkontribusi kepada hibridanya daripada bentuk A meskipun yang sering bereaksi adalah karbonnya.

2. Peningkatan kestabilan karbanion dengan meningkatnya bobot karakter s pada karbon karbanion. Perhatikan urutan kestabilan dari spesi-spesi berikut ini.

Dengan peningkatan karakter s, hal ini mengakibatkan elektron akan lebih dekat ke inti sehingga energinya menjadi lebih rendah. 3. Efek medan.

Kebanyakan gugus yang menstabilkan karbanion dengan efek resonansi mempunyai efek medan penarik elektron, dan dengan cara demikian maka gugus seperti itu menstabilkan karbanion melalui penyebaran muatan negatif, meskipun sulit untuk memisahkan efek medan dari efek resonansi. Sebagai contoh, R3N CR2 di mana

muatan positif dari nitrogen berdampingan dengan karbon yang bermuatan negatif. Pada kondisi ini, hanya efek medan yang bekerja, senyawa ini lebih stabil daripada karbanion sederhana. Karbanion yang dapat distabilkan oleh efek medan bilamana ada atom hetero (O, N, atau S) yang terikat pada karbon karbanion asalkan atom hetero yang memuat muatan positif ada dalam bentuk kanonik yang utama.

4. Karbanion tertentu stabil karena aromatik.

STRUKTUR KARBANION
Dalam teorinya, suatu karbanion sederhana dengan jenis R3C , dapat berkonfigurasi dalam bentuk piramida (limas; sp3) atau menyebidang (planar; sp2), atau dapat pula mengambil bentuk intermediet-nya, bergantung pada sifat R. Namun, pada kenyataannya, konfigurasi piramida akan lebih disukai pada energi rendah, karena pasang elektron menyendirinya kemudian akan ditampung dalam orbital sp3 bukan dalam orbital p yang tak terhibrida yang berenergi lebih tinggi pada konfigurasi menyebidang,

PEMBENTUKAN dan REAKSI KARBANION
Ada dua cara pembentukan karbanion, yaitu 1. Gugus yang terikat pada suatu karbon pergi tanpa pasangan elektronnya. Gugus yang pergi biasanya adalah proton.

Peristiwa ini adalah reaksi asam-basa sederhana, dan suatu basa diperlukan untuk mengambil proton. Akan tetapi, ada gugus pergi yang lain yang telah diketahui.

2. Ion negatif mengadisi ke ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga.

Tetapi, ada hal yang perlu diingat. Penambahan ion negatif ke ikatan rangkap karbonil tidak akan menghasilkan karbanion karena muatan negatif ada pada sisi oksigen.

Reaksi karbanion yang paling umum adalah reaksi dengan spesi yang bermuatan positif, atau dengan spesi lain yang mempunyai orbital kosong di dalam kulit terluarnya (reaksi asam-basa Lewis).

Karbanion juga dapat membentuk ikatan dengan karbon yang telah memiliki empat ikatan melalui pelepasan satu gugus dari empat gugus yang ada (reaksi SN2).

Selain itu, karbanion juga dapat bereaksi dengan cara mengkonversi spesies netral menjadi spesies yang tidak netral. Karbanion dapat mengadisi ke dalam ikatan rangkap dua, biasanya pada karbonil, C=O;

atau mengalami penataan ulang, meskipun hal ini jarang terjadi; atau teroksidasi menjadi radikal bebas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->