P. 1
PERATURAN MENTERI NEGARA

PERATURAN MENTERI NEGARA

|Views: 79|Likes:
Published by Bonie Aries

More info:

Published by: Bonie Aries on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2011

pdf

text

original

Sections

  • Pasal 1
  • Pasal 2
  • Pasal 3
  • Pasal 4
  • Pasal 5
  • Pasal 6
  • Pasal 7
  • Pasal 8
  • Pasal 9
  • Pasal 10
  • Pasal 11
  • Pasal 12
  • Pasal 13
  • Pasal 14
  • Pasal 15
  • Pasal 16
  • Pasal 17
  • Pasal 18
  • Pasal 19
  • Pasal 20
  • Pasal 21
  • Pasal 22
  • Pasal 23
  • Pasal 24
  • Pasal 25
  • Pasal 26
  • Pasal 27
  • Pasal 28
  • Pasal 29
  • Pasal 30
  • Pasal 31
  • Pasal 32
  • Pasal 33
  • Pasal 34
  • Pasal 35
  • Pasal 36
  • Pasal 37
  • Pasal 38

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009

TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA,

Menimbang

: a.

bahwa Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/66/M.PAN/6/2005 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/22/M.PAN/4/2006 tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi; bahwa sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu mengatur kembali Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya; Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

b.

Mengingat

: 1.

1

2.

Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2797); Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1976 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3093); Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332); Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4016), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4192);

3.

4.

5.

6.

7.

2

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193); Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019);

9.

10. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 12. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 13. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 14. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah empat kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;

3

Memperhatikan: 1.

Usul Kepala Lembaga Administrasi Negara dengan surat Nomor 18/Kep/III/2009 tanggal 23 Maret 2009; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.134-1/93 tanggal 22 Juli 2009; MEMUTUSKAN:

2.

Menetapkan:

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Jabatan Fungsional Widyaiswara adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lembaga Diklat Pemerintah, yang diduduki oleh PNS dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang; Widyaiswara adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih PNS pada Lembaga Diklat Pemerintah; Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang selanjutnya disebut Diklat PNS adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS; Lembaga Diklat Pemerintah adalah satuan unit organisasi pada Kementerian, Non Kementerian, Kesekretariatan Lembaga Negara, dan Perangkat Daerah yang bertugas melakukan pengelolaan Diklat dan pengembangan SDM; Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan adalah Diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural;
4

2.

3.

4.

5.

dan/atau melatih PNS. Pendidikan dan Pelatihan tingkat menengah adalah Diklat bagi PNS untuk mencapai persyaratan kompetensi jabatan struktural Eselon III. Diklat Fungsional jenjang Tingkat Muda. 7. dan kompetensi substantif. yang terdiri dari Diklat Kepemimpinan Tingkat IV. 10. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional adalah Diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi jabatan fungsional yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan masing-masing. mengajar. Standar kompetensi Widyaiswara adalah kemampuan minimal yang secara umum dimiliki oleh Widyaiswara dalam melaksanakan tugas. yang terdiri dari Diklat Kepemimpinan Tingkat I dan Tingkat II. tanggung jawab dan wewenangnya untuk mendidik. 9. Pendidikan dan Pelatihan tingkat lanjutan adalah Diklat bagi PNS untuk mencapai persyaratan kompetensi jabatan struktural Eselon IV. Spesialisasi Widyaiswara adalah keahlian yang dimiliki oleh Widyaiswara yang didasarkan pada rumpun keilmuan tertentu sesuai latar belakang pendidikan dan/atau pengalaman kerjanya. dan kompetensi jabatan fungsional jenjang muda atau yang setara. 8. dan Diklat Teknis lainnya yang setara. dan Diklat Teknis lainnya yang setara. dan Diklat Teknis lainnya yang setara. dan kompetensi jabatan fungsional jenjang madya. 11.6. kompetensi sosial. 5 . Diklat Fungsional jenjang Tingkat Utama. dan kompetensi jabatan fungsional jenjang utama. Pendidikan dan Pelatihan tingkat tinggi adalah Diklat bagi PNS untuk mencapai persyaratan kompetensi jabatan struktural Eselon I. 12. yang terdiri atas kompetensi pengelolaan pembelajaran. Diklat Fungsional jenjang Tingkat Madya. Pendidikan dan Pelatihan Teknis adalah Diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas PNS. yang terdiri dari Diklat Kepemimpinan Tingkat III. kompetensi kepribadian. Eselon II.

merupakan jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh PNS. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengajar. 6 (2) (3) (1) (2) . Tim penilai angka kredit adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Jabatan Fungsional Widyaiswara termasuk dalam rumpun pendidikan lainnya. BAB II RUMPUN JABATAN. dan bertugas menilai prestasi kerja Widyaiswara. (1) Pasal 3 Widyaiswara berkedudukan sebagai pejabat fungsional di bidang kediklatan pada Lembaga Diklat Pemerintah. 14. bertanggung jawab kepada Pimpinan Lembaga Diklat Pemerintah yang bersangkutan. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh Widyaiswara dalam rangka pembinaan karier jabatan dan kepangkatannya. dan/atau melatih PNS pada Lembaga Diklat Pemerintah masing-masing. Widyaiswara dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan dan Pelatihan tingkat dasar adalah Diklat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mencapai persyaratan kompetensi PNS yaitu Diklat Prajabatan. Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Widyaiswara harus mendapatkan penugasan secara tertulis dari Pimpinan Lembaga Diklat Pemerintah yang bersangkutan. 15.13. dan Diklat bagi PNS untuk mencapai persyaratan kompetensi jabatan fungsional yang terdiri dari Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional dan Diklat Teknis lainnya yang setara. Pasal 4 Tugas pokok Widyaiswara adalah mendidik. KEDUDUKAN.

g.(3) Widyaiswara yang melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Lembaga Diklat Pemerintah di luar instansinya. d. c. menetapkan pedoman formasi Jabatan Fungsional Widyaiswara. b. harus mendapat surat penugasan dari Pimpinan Lembaga Diklat Pemerintah masing-masing. 7 . menyusun kurikulum Diklat Jabatan Fungsional Widyaiswara. f. menyelenggarakan dan memfasilitasi seleksi dan pengembangan Jabatan Fungsional Widyaiswara. h. e. menetapkan pedoman sertifikasi Jabatan Fungsional Widyaiswara. BAB III INSTANSI PEMBINA DAN TUGAS INSTANSI PEMBINA Pasal 5 (1) Instansi Pembina Jabatan Fungsional Widyaiswara adalah Lembaga Administrasi Negara (LAN). menyelenggarakan Widyaiswara. menetapkan standar kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara. melakukan monitoring dan evaluasi Jabatan Fungsional Widyaiswara. (2) Lembaga Administrasi Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melakukan tugas pembinaan antara lain meliputi: a. melakukan evaluasi dan penempatan Jabatan dan memfasilitasi Diklat Fungsional Widyaiswara dan Diklat Teknis bagi Fungsional Widyaiswara.

pelaksanaan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya. j. dan 3. 7. 4. Diklat dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP)/sertifikat. pembimbingan peserta Diklat pada Diklat Struktural sesuai spesialisasinya. 8 . mensosialisasikan Jabatan Fungsional Widyaiswara serta petunjuk pelaksanaannya. terdiri dari: 1. pemeriksaan ujian Diklat sesuai spesialisasinya. BAB IV UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 6 (1) Unsur dan sub unsur kegiatan Widyaiswara yang dinilai angka kreditnya. penganalisisan kebutuhan Diklat. pengelolaan program Diklat di instansinya. 2. penyusunan kurikulum Diklat. dan memperoleh b. dan l. dan 8. Pengembangan dan Pelaksanaan Diklat.i. memfasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi dan kode etik Widyaiswara. Diklat Prajabatan STTPP/sertifikat. 6. Pendidikan. penyusunan bahan Diklat sesuai spesialisasinya. k. terdiri dari: 1. 5. Pendidikan sekolah yang terakreditasi memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan. menyelenggarakan dan memfasilitasi proses sertifikasi Jabatan Fungsional Widyaiswara. 3. terdiri atas: a. mengembangkan sistem informasi Jabatan Fungsional Widyaiswara. pengevaluasian program Diklat. dan 2.

keanggotaan dalam organisasi profesi. Pengembangan Profesi. dan dalam lingkup 4. pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang terkait lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya. pembimbingan kepada Widyaiswara jenjang di bawahnya. Widyaiswara Madya. d.c. c. 2. d. Penilai Jabatan 4. pembuatan peraturan/panduan kediklatan. pelaksanaan orasi ilmiah sesuai spesialisasinya. peran serta dalam seminar/lokakarya dalam rangka pengembangan wawasan/kompetensi Widyaiswara. Widyaiswara Utama. perolehan gelar kesarjanaan yang tidak sesuai spesialisasinya. 9 yang . 3. Widyaiswara Pertama. keanggotaan dalam Tim Fungsional Widyaiswara. Widyaiswara Muda. BAB V JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 7 (1) Jenjang Jabatan Fungsional Widyaiswara dari terendah sampai dengan yang tertinggi. 5. perolehan piagam kehormatan/tanda jasa. 2. 3. meliputi: 1. b. Penunjang. terdiri dari: 1. penerjemahan/penyaduran buku dan bahan ilmiah lainnya selain buku yang terkait lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya. (2) Unsur dan sub unsur kegiatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan rincian angka kreditnya adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. yaitu: a. 6.

Pembina.(2) Jenjang pangkat Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Widyaiswara Madya: 1. golongan ruang III/a. 2. golongan ruang III/b. Penata Muda Tingkat I. (3) Jenjang pangkat untuk masing-masing jabatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah jenjang pangkat dan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki masing-masing jenjang jabatan sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. golongan ruang IV/d. 2. 2. golongan ruang IV/b. Penetapan jenjang jabatan Widyaiswara untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. golongan ruang IV/c. golongan ruang IV/e. yaitu: a. c. Widyaiswara Utama: 1. 2. Penata Tingkat I. Pembina Utama. Pembina Utama Muda. sesuai dengan jenjang jabatannya. sehingga dimungkinkan jabatan dan pangkat tidak sesuai dengan jabatan dan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (2). golongan ruang III/c. Penata. golongan ruang IV/a. (4) 10 . b. Penata Muda. Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d. 3. Pembina Utama Madya. d. Widyaiswara Muda: 1. Widyaiswara Pertama: 1.

menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan golongan I dan II. 8. 9. 2. menyusun kurikulum Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Menengah. menyusun Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)/ Rancang Bangun Pembelajaran Mata Diklat (RBPMD) dan Satuan Acara Pembelajaran (SAP)/Rencana Pembelajaran (RP) sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II. menyusun kurikulum Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. menyusun kurikulum Diklat Teknis. menyusun kurikulum Diklat Fungsional PenjenjanganTingkat Lanjutan. 4. 14.BAB VI RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Widyaiswara sesuai jenjang jabatan. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. menyusun kurikulum Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. 6. menyusun kurikulum Diklat Prajabatan Golongan III. 11. 7. 5. menyusun kurikulum Diklat Prajabatan Golongan I dan II. 11 . 3. Widyaiswara Pertama. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan golongan III. 12. menyusun kurikulum Diklatpim Tingkat III. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. menyusun kurikulum Diklatpim Tingkat IV. 13. yaitu: 1. 10. adalah sebagai berikut: a.

23. 12 . menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 17. menyusun Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)/ Rancang Bangun Pembelajaran Mata Diklat (RBPMD) dan Satuan Acara Pembelajaran (SAP)/Rencana Pembelajaran (RP) sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan III. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II.15. menyusun Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)/ Rancang Bangun Pembelajaran Mata Diklat (RBPMD) dan Satuan Acara Pembelajaran (SAP)/Rencana Pembelajaran (RP) sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan III. 24. 16. 19. 25. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan III. 20. 18. 22. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. menyusun Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)/ Rancang Bangun Pembelajaran Mata Diklat (RBPMD) dan Satuan Acara Pembelajaran (SAP)/Rencana Pembelajaran (RP) sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. 26. 21.

13 sesuai . 31. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II. memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. 41. 36. 33. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 28. mengelola program Diklat di instansinya. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Teknis. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan III. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Prajabatan Golongan III. memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan III. memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklat Teknis. 40. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II. 42.27. 38. 39. 29. 35. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 37. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan III. 34. 32. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II. 30.

14. menyusun Tingkat II. 3. 11. 14 . menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional.b. kurikulum kurikulum kurikulum Diklat Diklat Diklat pada pada pada Diklatpim Diklatpim Diklatpim Diklat 7. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Dikat Teknis. yaitu: 1. 6. 15. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Prajabatan Golongan III. 2. 16. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Prajabatan Golongan I dan II. menyusun Tingkat IV. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Dasar. 5. 10. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 13. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Teknis. melaksanakan analisis kebutuhan Diklat. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Dikat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. 8. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Menengah. 12. 18. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat IV. menyusun kurikulum Diklat pada Pembentukan Jabatan Fungsional. 4. menyusun Tingkat III. 17. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat IV. 9. Widyaiswara Muda. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional.

menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. 15 . menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat IV. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. 21. 33. 24. 23. 32. 22. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. 27. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. 34. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. 31. 29. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 25. 28. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis.19. 30. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat IV. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat IV. 20. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat IV. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. 26.

36. melaksanakan evaluasi Diklatpim Tingkat IV. memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. membimbing peserta Diklat dalam penulisan Kertas Kerja (KK) pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. 16 . 42. memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. mengelola program Diklat di instansinya sebagai anggota. memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklat Teknis. 37. 47. menjadi moderator/narasumber seminar/lokakarya/diskusi dalam kelas Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. 45.35. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Teknis. sesuai 38. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 39. 43. program Diklat pada 46. pada pada 44. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat IV. membimbing peserta Diklat dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL)/Observasi Lapangan (OL) pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. 40. 48. sesuai 41.

3. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat III. 18. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. menyusun kurikulum Diklat Penjenjangan Tingkat Lanjutan. 5. menyusun kurikulum Diklat Prajabatan Golongan I dan II. 8. menyusun kurikulum Diklatpim Tingkat II. 9. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat III. Widyaiswara Madya. menyusun kurikulum Diklat Teknis. menyusun kurikulum Diklat Penjenjangan Tingkat Tinggi. menyusun kurikulum Diklat Penjenjangan Tingkat Dasar. menyusun kurikulum Diklatpim Tingkat I. 19. Fungsional Fungsional Fungsional Fungsional 14. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Tingkat Menengah. 2. menyusun kurikulum Diklat Prajabatan Golongan III. menyusun kurikulum Diklatpim Tingkat III. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat III. 16. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis.c. 7. 13. yaitu: 1. 11. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Tingkat Menengah. 12. 20. 17. 17 . menyusun kurikulum Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional. menyusun kurikulum Diklat Penjenjangan Tingkat menengah. menyusun kurikulum Diklatpim Tingkat IV. 15. 6. 10. melaksanakan analisis kebutuhan Diklat. 4.

22. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat III. 24. 36. 26. 27. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Tingkat Menengah. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Tingkat Menengah. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 28. 29. memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklat Teknis. 23. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat III. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Tingkat Menengah. membimbing peserta Diklat dalam penulisan KK pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. 18 . 34. membimbing peserta Diklat dalam PKL/OL pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat III. 32. 37. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. membimbing peserta Diklat dalam penulisan KK pada Diklatpim Tingkat III sesuai spesialisasinya. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Tingkat Menengah. 31.21. memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Tingkat Menengah. 25. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. sesuai 33. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat III. 30. sesuai 35. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis.

6. d. kurikulum kurikulum kurikulum Diklat Diklat Diklat pada pada pada Diklatpim Diklatpim Diklatpim 5.38. yaitu: 1. Widyaiswara Utama. membimbing peserta Diklat dalam PKL/OL pada Diklatpim Tingkat III sesuai spesialisasinya. 10. menyusun Tingkat I. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Menengah. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat I. menyusun Tingkat II. melaksanakan evaluasi program Diklat Teknis. 44. 2. mengelola program Diklat di instansinya sebagai penanggung jawab. 41. 8. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat II. menjadi moderator/narasumber pada seminar/ lokakarya/diskusi dalam kelas pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. melaksanakan Tingkat III. 4. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Teknis. 7. melaksanakan evaluasi program Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Menengah. 40. 39. 42. menjadi moderator/narasumber pada seminar/ lokakarya/diskusi dalam kelas pada Diklatpim Tingkat III sesuai spesialisasinya. melaksanakan analisis kebutuhan Diklat. evaluasi program Diklatpim 43. menyusun Tingkat III. menyusun kurikulum Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Lanjutan. 3. 9. 19 .

20 . menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 14. 19. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat II. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 20. 15. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 22. 12. 18. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. 16. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat II. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat I. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat I. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. menyusun modul Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat II. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat II. 13. menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 23. 25. 17. menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 21.11. menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat I. 24.

memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklat Teknis. 31. memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat I. membimbing peserta Diklat dalam penulisan KK pada Diklatpim Tingkat III sesuai spesialisasinya. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat II. 40. 36. membimbing peserta Diklat dalam penulisan KK pada Diklatpim Tingkat I sesuai spesialisasinya. 28.26. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 33. 41. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat I. membimbing peserta Diklat dalam penulisan KK pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. sesuai sesuai 35. 21 . 30. 34. memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 29. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Teknis. membimbing peserta Diklat dalam penulisan KK pada Diklatpim Tingkat II sesuai spesialisasinya. sesuai 37. memeriksa jawaban ujian Diklat spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat II. 32. melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklatpim Tingkat I. membimbing peserta Diklat dalam PKL/OL pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. 39. 38. 27.

menjadi moderator/narasumber dalam kelas pada pada seminar/lokakarya/diskusi Diklatpim Tingkat II sesuai spesialisasinya. 22 . 46. menjadi moderator/narasumber pada seminar/ lokakarya/diskusi dalam kelas pada Diklatpim Tingkat I sesuai spesialisasinya. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Teknis. 44. menjadi moderator/narasumber pada seminar/ lokakarya/diskusi dalam kelas pada Diklatpim Tingkat IV sesuai spesialisasinya. membimbing peserta Diklat dalam PKL/OL pada Diklatpim Tingkat I sesuai spesialisasinya. membimbing peserta Diklat dalam PKL/OL pada Diklatpim Tingkat III sesuai spesialisasinya. 51. 52. 43. menjadi moderator/narasumber pada seminar/ lokakarya/diskusi dalam kelas pada Diklatpim Tingkat III sesuai spesialisasinya. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Tinggi. mengelola program Diklat di instansinya sebagai penanggung jawab. 50. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklatpim Tingkat I. (2) Widyaiswara Utama yang Pertama sampai dengan kegiatan kredit Widyaiswara sub unsur melaksanakan diberikan angka pengembangan profesi dan unsur penunjang tugas Widyaiswara sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. 53. 49. 47. 48. 45.42. melaksanakan evaluasi program Diklat pada Diklatpim Tingkat II. membimbing peserta Diklat dalam PKL/OL pada Diklatpim Tingkat II sesuai spesialisasinya.

d. mengajar dan/atau melatih non PNS diberikan angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Apabila pada suatu lembaga Diklat terdapat pelaksanaan kegiatan Diklat Teknis dan Diklat Fungsional yang belum ada penetapan jenjang Diklatnya oleh Instansi Pembina Teknis dan Instansi Pembina Jabatan Fungsional. ditetapkan sebagai berikut: a. Pasal 10 Penilaian angka kredit pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1). menyusun bahan ajar diklat. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. . c. Angka kredit pada kegiatan Diklat Teknis yang dijenjangkan oleh Instansi Pembina Teknis diperhitungkan sama dengan angka kredit pada kegiatan Diklat Fungsional sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Widyaiswara yang melaksanakan kegiatan satu tingkat di atas jenjang jabatannya. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 100% (seratus persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Widyaiswara harus mendapatkan penugasan secara tertulis dari pimpinan Lembaga Diklat Pemerintah yang bersangkutan. maka angka kredit kegiatannya akan diperhitungkan sama dengan angka kredit pada kegiatan Diklat Teknis jenjang Tingkat Dasar sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Widyaiswara yang melaksanakan kegiatan satu tingkat di bawah jenjang jabatannya. GBPP/SAP. dan bahan tayang pada suatu Lembaga Diklat Pemerintah yang memiliki tugas pokok dan fungsi mendidik.Pasal 9 (1) Widyaiswara yang melaksanakan butir kegiatan tatap muka. 23 (2) b.

paling tinggi 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. (3) Ketentuan lebih lanjut tentang sertifikasi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut oleh instansi pembina. termasuk didalamnya paling rendah 30 % (tiga puluh persen) harus berasal dari sub unsur pengembangan dan pelaksanaan Diklat. dari angka kredit kumulatif yang disyaratkan paling rendah 8 (delapan) angka kredit harus berasal dari sub unsur pengembangan profesi. dari angka kredit kumulatif yang disyaratkan paling rendah 4 (empat) angka kredit harus berasal dari sub unsur pengembangan profesi. Pasal 12 Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh Widyaiswara untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. paling rendah 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Widyaiswara Muda yang akan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I golongan ruang III/d sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a. 24 b. (2) . (2) Widyaiswara dapat melaksanakan kegiatan pada beberapa jenjang diklat sepanjang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang dan tingkatnya. Pasal 13 (1) Widyaiswara Pertama yang akan naik pangkat menjadi Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b sampai dengan Widyaiswara Muda pangkat Penata golongan ruang III/c. dengan ketentuan: a.Pasal 11 (1) Widyaiswara yang melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) pada suatu Lembaga Diklat diutamakan Widyaiswara yang sesuai dengan jenjang jabatannya.

(4) Widyaiswara Madya yang akan naik pangkat menjadi Widyaiswara Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d sampai dengan Widyaiswara Utama pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e. (2) Widyaiswara Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d untuk naik pangkat setingkat lebih tinggi selain memenuhi angka kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi angka kredit kumulatif yang disyaratkan sebagaimana tersebut dalam Lampiran II.(3) Widyaiswara Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c. Pasal 14 (1) Widyaiswara Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d sampai dengan Widyaiswara Utama pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan paling rendah 25 (dua puluh lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan dan pelaksanaan Diklat dan sub unsur pengembangan profesi. dari angka kredit kumulatif yang disyaratkan paling rendah 16 (enam belas) angka kredit harus berasal dari sub unsur pengembangan profesi. dari angka kredit kumulatif yang disyaratkan paling rendah 12 (dua belas) angka kredit harus berasal dari sub unsur pengembangan profesi. 25 . kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. Pasal 15 Widyaiswara yang telah memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang telah ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.

Pasal 17 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan Widyaiswara adalah sebagai berikut: angka kredit (2) (3) a. Sekretaris Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota untuk Widyaiswara Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan instansi masing-masing.BAB VII PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 16 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. b. Sekretaris Utama LAN untuk Widyaiswara Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan Instansi Pembina. Penilaian dan penetapan angka kredit Widyaiswara dilakukan paling sedikit 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. 26 . Pejabat Eselon I yang membidangi Pembinaan Widyaiswara untuk Widyaiswara Madya pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Instansi Pembina dan instansi lainnya. Kepala LAN untuk Widyaiswara Utama di lingkungan Instansi Pembina dan instansi lainnya. Sekretaris Jenderal Lembaga Negara. Sekretaris Jenderal atau Kepala Badan Diklat Kementerian. atau Pejabat Eselon I yang setingkat dengan itu untuk Widyaiswara Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan instansi masingmasing. c. secara hierarki Widyaiswara wajib mengajukan usul penetapan angka kredit ke Tim Penilai paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. d. e. Sekretaris Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat PNS. Dari hasil catatan dan inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Widyaiswara diwajibkan mencatat dan menginventarisasi seluruh kegiatan yang dilakukan.

dapat aktif melakukan penilaian. Tim Penilai Angka Kredit Widyaiswara daerah. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat (TPP). dan c. Seorang ketua merangkap anggota. Pasal 18 (1) Tim Penilai Angka Kredit Widyaiswara terdiri dari unsur teknis yang membidangi kediklatan. Tim Penilai Angka Kredit Widyaiswara pusat. (3) Anggota Tim Penilai Angka Kredit Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Susunan keanggotaan Tim Widyaiswara. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Widyaiswara. c. b. Paling kurang 4 (empat) orang anggota. bagi pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b. dan pejabat Widyaiswara. memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Widyaiswara. Seorang wakil ketua merangkap anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Daerah (TPD). pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh: a. b. bagi pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dan huruf d selanjutnya disebut Tim Penilai Instansi (TPI). unsur kepegawaian.(2) Dalam menjalankan kewenangannya. bagi pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e. Seorang sekretaris merangkap anggota. sebagai berikut: Penilai Angka Kredit (2) a. dan d. (4) Persyaratan untuk menjadi anggota Tim Penilai adalah: a. b. 27 . Tim Penilai Angka Kredit Widyaiswara instansi. menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat Widyaiswara yang dinilai.

Sekretaris Jenderal atau Kepala Badan Diklat Kementerian. d. b. Penetapan angka kredit hasil penilaian Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) pada instansi Tim Penilai. Sekretaris Jenderal Lembaga Negara. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota. Apabila TPD Provinsi/Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan. maka penilaian prestasi kerja dilakukan oleh TPD Provinsi/Kabupaten/Kota lain yang terdekat secara geografis atau TPP. atau Pejabat Eselon I atau yang setingkat dengan itu untuk TPI. c. Dalam hal terdapat Anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. dapat diangkat kembali setelah melampaui masa tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. maka penilaian prestasi kerja dilakukan oleh TPP. (1) Pasal 19 Apabila TPI belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan.(5) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. 28 (2) (3) (1) (2) (3) . Pasal 20 Masa jabatan anggota Tim Penilai Angka Kredit Widyaiswara adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. Kepala LAN untuk TPP. Kabupaten/Kota untuk TPD (6) Pembentukan dan keanggotaan TPI dan TPD Provinsi/ Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (5) harus mendapat rekomendasi dari Kepala LAN selaku Pimpinan Instansi Pembina. Sekretaris Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Sekretaris Daerah Provinsi untuk TPD Provinsi. maka Ketua Tim Penilai mengangkat Anggota Tim Penilai Pengganti.

Pasal 21 Tata Kerja Tim Penilai Angka Kredit Widyaiswara dan Tata Cara Penilaian Angka Kredit Widyaiswara ditetapkan oleh Kepala LAN selaku Pimpinan Instansi Pembina. . Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Lembaga Diklat Pemerintah atau pejabat di bidang kediklatan serendah-rendahnya setingkat Eselon II kepada Deputi Bidang Pembinaan Diklat Aparatur LAN atau Pejabat Eselon I yang membawahi unit Pembinaan Widyaiswara untuk angka kredit Widyaiswara Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b dan Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Instansi Pembina dan instansi lainnya. Pasal 22 Usul penetapan angka kredit Widyaiswara diajukan oleh: a. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Lembaga Diklat Pemerintah serendah-rendahnya setingkat Eselon II kepada Sekretaris Jenderal atau Kepala Badan Diklat Kementerian. Sekretaris Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian. 29 b. Sekretaris Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian. atau Pejabat setingkat Eselon I lainnya untuk Widyaiswara Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing. Sekretaris Jenderal Lembaga Negara. d. atau Pejabat setingkat Eselon I lainnya serta Sekretaris Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota kepada Kepala LAN untuk angka kredit Widyaiswara Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d dan Pembina Utama golongan ruang IV/e. Sekretaris Jenderal Lembaga Negara. Sekretaris Jenderal atau Kepala Badan Diklat Kementerian. c. Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat di bidang kediklatan serendah-rendahnya setingkat Eselon II kepada Sekretaris Utama LAN untuk angka kredit Widyaiswara Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Instansi Pembina.

Keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit tidak dapat diajukan keberatan oleh Widyaiswara yang bersangkutan. b. BAB VIII PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA Pasal 24 Pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Widyaiswara adalah Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. digunakan untuk mempertimbangkan Widyaiswara (2) sesuai jabatan/pangkat ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.e. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Lembaga Diklat Pemerintah serendah-rendahnya setingkat Eselon II kepada Sekretaris Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota untuk Widyaiswara Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Widyaiswara Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing. c. Pasal 23 (1) Angka kredit yang ditetapkan kenaikan dengan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) rata-rata harus bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a. 30 . (1) Pasal 25 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan Widyaiswara harus memenuhi syarat: a. berijazah paling rendah sarjana (S-1)/Diploma IV sesuai kualifikasi yang ditentukan.

Pasal 26 (1) Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan Widyaiswara harus memenuhi syarat: a. telah mengikuti dan yang lulus Diklat Fungsional Instansi Kewidyaiswaraan Pembina. d. c. 31 . (4) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a. yang tidak lulus Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan diberhentikan dari jabatan Widyaiswara. paling lama 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Widyaiswara harus mengikuti dan lulus Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan yang ditentukan oleh Instansi Pembina.(2) Kualifikasi pendidikan untuk jabatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan oleh instansi Pembina (3) Pengangkatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengangkatan yang dilakukan untuk mengisi lowongan formasi Widyaiswara dari CPNS. b. ditentukan oleh e. telah mendapat rekomendasi pengangkatan dalam jabatan Widyaiswara dan rekomendasi Penetapan Angka Kredit awal yang ditetapkan oleh Kepala LAN selaku Pimpinan Instansi Pembina. pada saat pengangkatan sebagai Widyaiswara usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun. berijazah paling rendah sarjana (S-1)/Diploma IV sesuai kualifikasi yang ditentukan. (5) Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (4).

sehat jasmani dan rokhani serta lulus uji kompetensi untuk Tingkat I. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. (6) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan ayat (3) adalah bagi PNS yang menduduki Jabatan Struktural Eselon II dan Eselon I. memenuhi formasi Widyaiswara yang melaksanakan tugas pokok pada Diklatpim Tingkat II dan 32 . (2) Pangkat yang ditetapkan bagi PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. (7) Pelaksanaan Uji kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilakukan oleh instansi terkait yaitu Lembaga Administrasi Negara.f. (3) Jenjang jabatan Widyaiswara ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit setelah mendapatkan rekomendasi dari Instansi Pembina. (4) Jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dari unsur utama dan unsur penunjang. (5) Pengalaman dalam menduduki jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional lainnya yang dapat diberikan nilai angka kredit adalah jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional lainnya yang terkait dengan bidang tugas pengajaran yang akan dilaksanakan. Badan Kepegawaian Negara dan Instansi Pengusul/ Pengguna. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 rata-rata harus bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. sehat jasmani dan rohani dan dibuktikan dengan surat keterangan sehat (general check-up/medical record) yang dikeluarkan oleh rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah. dan g.

Pasal 27 (1) Pengangkatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dan Pasal 26 dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Widyaiswara. Setelah mendapat rekomendasi paling lambat 3(tiga) bulan harus telah diajukan kepada Pejabat yang berwenang mengangkat. Pegawai Negeri Sipil pusat dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Widyaiswara yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.(8) Pengajuan pengangkatan pejabat Struktural Eselon I dan Eselon II sebagaimana dimaksud pada ayat (6) selambatlambatnya 9 (sembilan) bulan sebelum yang bersangkutan mencapai batas usia pensiun dari jabatan strukturalnya. untuk seorang Widyaiswara jumlah jam pelajaran minimal pertahun dari kegiatan tatap muka yaitu 500 Jam Pelajaran (JP). (2) Formasi Jabatan Fungsional Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) 33 . paling lambat 3 (tiga) bulan rekomendasi dapat atau tidaknya Pegawai Negeri Sipil diangkat sebagai Widyaiswara dari Lembaga Administrasi Negara. b. Instansi pemerintah pusat dan daerah yang tidak memiliki Lembaga Diklat tidak dapat mengangkat Widyaiswara. b. (9) Pedoman pengangkatan dan penetapan angka kredit untuk penetapan jenjang jabatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan oleh Instansi Pembina. Tiga bulan setelah diajukan oleh pejabat pembina kepegawaian. Pegawai Negeri Sipil daerah dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Widyaiswara yang ditetapkan oleh pejabat pembina kepegawaian masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan berdasarkan pertimbangan teknis Kepala BKN. dengan ketentuan sebagai berikut : a. sebagai berikut: a.

BAB X DIKLAT KEWIDYAISWARAAN Pasal 30 (1) Widyaiswara yang diangkat pertama kali dalam jabatan Widyaiswara wajib mengikuti dan lulus Diklat Kewidyaiswaraan yang ditetapkan oleh Instansi Pembina. melakukan orasi ilmiah. penetapan angka kreditnya hanya akan digunakan untuk pemeliharaan dalam jabatan Widyaiswara Madya pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c. (2) (3) 34 .BAB IX KENAIKAN JABATAN/PANGKAT WIDYAISWARA UTAMA Pasal 28 Untuk diangkat dalam jabatan Widyaiswara Utama di samping memenuhi angka kredit kumulatif yang disyaratkan. harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Widyaiswara Madya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwajibkan mengumpulkan angka kredit setiap tahun paling rendah 20 (dua puluh) dari sub unsur pengembangan dan pelaksanaan Diklat serta sub unsur pengembangan profesi. tersedianya formasi jabatan Widyaiswara Utama. Widyaiswara Madya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. dimungkinkan untuk naik jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi apabila telah memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Pasal 29 (1) Widyaiswara Madya pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c yang telah memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi namun tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.

d. dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki jabatan/pangkat terakhir dalam jabatan Widyaiswaranya tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. sampai dengan Widyaiswara Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d. menjalani cuti di luar tanggungan negara. DAN PEMBERHENTIAN JABATAN Pasal 31 (1) Widyaiswara Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a. b. diberhentikan sementara sebagai PNS. ditugaskan secara penuh di luar jabatan Widyaiswara. atau e. dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap 1 (satu) tahun sejak menduduki jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 14 ayat (1).(2) Widyaiswara yang akan diangkat dalam jabatan setingkat lebih tinggi. PENGANGKATAN KEMBALI. tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. c. selain memenuhi angka kredit kumulatif yang telah ditetapkan wajib mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan yang pedomannya ditetapkan oleh instansi Pembina. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. Widyaiswara dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. BAB XI PEMBEBASAN SEMENTARA. (2) Widyaiswara Utama. 35 . dan ayat (2). dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. (3) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

ayat (2). Pasal 33 Widyaiswara diberhentikan dari jabatannya.Pasal 32 (1) Widyaiswara yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1). 36 (2) (3) (4) (5) (6) . Pengangkatan kembali dalam jabatan Widyaiswara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Widyaiswara yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) huruf b dapat diangkat kembali dalam jabatan Widyaiswara apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap dinyatakan tidak bersalah. Pengangkatan kembali dalam jabatan Widyaiswara yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1). dan huruf e dapat diangkat kembali dalam jabatan Widyaiswara. dapat dilaksanakan apabila berusia paling tinggi 2 (dua) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun sesuai jabatan terakhir yang didudukinya. dan ayat (2) dapat diangkat kembali dalam jabatan Widyaiswara. c. Widyaiswara yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) huruf a. d. huruf d. dapat mengajukan usul penetapan angka kredit Widyaiswara dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara dari jabatan Widyaiswara. Widyaiswara yang diangkat kembali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) butir a. apabila: a. dan ayat (3) menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki sebelum dibebaskan sementara dari jabatannya. dan e. huruf c.

sehingga ketentuan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini dianggap tidak sesuai lagi. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/66/M.PAN/6/2005 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/22/M. Pasal 37 Apabila ada perubahan mendasar. Pasal 32. ditetapkan oleh pejabat pembina kepegawaian pada instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.b. kecuali hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. dan pemberhentian dari jabatan Fungsional Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. dan Pasal 33. maka Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini dapat ditinjau kembali. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (2) tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang disyaratkan. Pasal 36 Pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini ditetapkan. pengangkatan kembali. Pembebasan sementara. BAB XII PENUTUP Pasal 35 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini diatur lebih lanjut oleh Kepala LAN dan Kepala BKN. atau dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 37 .PAN/4/2006 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 34 c.

Pasal 38 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan : di Jakarta pada tanggal: 25 September 2009 38 .

6 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid. Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP)/sertifikat B. sebagai: a) Ketua b) Anggota 3) Diklatpim Tingkat II. jenjang: a.30 0. sebagai: a.LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 14 TAHUN 2009 TANGGAL : 25 SEPTEMBER 2009 RINCIAN KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA NO 1 I UNSUR 2 UTAMA SUB-UNSUR 3 A.50 2 Laporan Laporan 2 Penyusunan kurikulum Diklat Menyusun kurikulum Diklat pada: b.20 0.60 0.20 Laporan Laporan Laporan Laporan 5 6 1 1. sebagai: a) Ketua b) Anggota 7 8 9 10 0.10 0.30 0. PENDIDIKAN 1 KEGIATAN 4 Pendidikan sekolah yang terakreditasi dan memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan BUTIR KEGIATAN 5 Mengikuti pendidikan sekolah yang terakreditasi dan memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan. Doktor (S-3) Pascasarjana (S-2) Sarjana (S-1) 1 2 3 4 200 150 100 1 200 150 100 1 200 150 100 1 200 150 100 1 Ijazah Ijazah Ijazah STTPP/ Sertifikat. Ketua Anggota Diklat Prajabatan: 1) Golongan I dan II. sebagai: a) Ketua b) Anggota 2) Golongan III. b. PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN DIKLAT 1 Penganalisisan Kebutuhan Diklat Melaksanakan analisis kebutuhan Diklat (AKD).72 0.15 0. a. c.30 0.20 0. 11 12 13 14 0. Wid. sebagai: a) Ketua b) Anggota Diklat Struktural : 1) Diklatpim Tingkat IV.10 0. Pertama Muda Madya Utama 7 8 9 10 SATUAN HASIL 11 2 Pendidikan dan Pelatihan dan Mengikuti Diklat dan memperoleh STTPP/sertifikat memperoleh Surat Tanda minimal 30 jam pelajaran (JP). Wid.30 0.54 Laporan Laporan 39 .36 0. KODE BUTIR KEG.45 Laporan Laporan Laporan Laporan 15 16 0. b. sebagai: a) Ketua b) Anggota 2) Diklatpim Tingkat III. Wid.10 0.

10 0.20 0. Wid.30 0. Wid.10 0.40 0.40 0. 19 20 0.10 0.NO 1 UNSUR 2 SUB-UNSUR 3 KEGIATAN 4 BUTIR KEGIATAN 5 4) Diklatpim Tingkat I. sebagai: 1) Ketua 2) Anggota Menyusun bahan ajar sesuai spesialisasinya.10 0. 6 17 18 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid.40 0.20 0. sebagai: 1) Ketua 2) Anggota d) Tingkat Tinggi. sebagai: 1) Ketua 2) Anggota Diklat Teknis.20 0.40 0.10 0.40 0. 31 32 33 34 35 36 37 0.10 0. pada: 1) Diklat Prajabatan: a) Golongan I dan II Tin Golongan III b) 2) Tin Struktural: Diklat a) Diklatpim Tingkat IV Tin Diklatpim Tingkat III b) Tin Diklatpim Tingkat II c) Tin Diklatpim Tingkat I d) 3) Tin Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional a) b) Diklat Fungsional Penjenjangan: Tin (1) Tingkat Dasar (2) Tingkat Lanjutan (3) Tingkat Menengah (4) Tingkat Tinggi 4) Diklat Teknis KODE BUTIR KEG.20 0.30 0. Pertama Muda Madya Utama 7 8 9 10 0. sebagai: 1) Ketua 2) Anggota c) Tingkat Menengah.20 0.40 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan d.20 Naskah Naskah Naskah Naskah Naskah Naskah Naskah 38 39 40 41 42 0.30 0.10 0.30 0.10 Naskah Naskah Naskah Naskah Naskah 40 .40 Laporan Laporan 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 0.10 0. sebagai: a) Ketua b) Anggota Diklat Fungsional: 1) Diklat pembentukan jabatan fungsional.30 0.20 0.60 SATUAN HASIL 11 Laporan Laporan c.20 0. Wid.40 0.30 0. 3 Penyusunan bahan Diklat sesuai spesialisasinya a. sebagai: 1) Ketua 2) Anggota b) Tingkat Lanjutan.60 0.80 0.30 0.10 0. sebagai: a) Ketua b) Anggota 2) Diklat Fungsional Penjenjangan a) Tingkat Dasar.10 0.20 0.

6 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid.10 0. Pertama Muda Madya Utama 7 8 9 10 SATUAN HASIL 11 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 0. pada: 1) Diklat Prajabatan: a) Golongan I dan II b) Golongan III 2) Diklat Struktural: a) Diklatpim Tingkat IV b) Diklatpim Tingkat III c) Diklatpim Tingkat II d) Diklatpim Tingkat I 3) a) Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional Diklat Fungsional Penjenjangan: (1) Tingkat Dasar (2) Tingkat Lanjutan (3) Tingkat Menengah (4) Tingkat Tinggi 4) Diklat Teknis d.40 0.40 0.20 Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang 0.10 0.30 0.40 0.30 0.10 0. BUTIR KEGIATAN 5 Menyusun GBPP/RBPMD dan SAP/RP sesuai spesialisasinya. pada: 1) Diklat Prajabatan: a) Golongan I dan II Tin Golongan III b) Tin b) b) KODE BUTIR KEG.60 0.10 0.NO 1 UNSUR 2 SUB-UNSUR 3 KEGIATAN 4 b.20 0.40 0.10 0.10 0.30 0.10 0.10 GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP c. Wid. 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 0.60 Modul Modul 41 . pada: 1) Diklat Prajabatan: a) Golongan I dan II b) Golongan III 2) Diklat Struktural: a) Diklatpim Tingkat IV b) Diklatpim Tingkat III c) Diklatpim Tingkat II d) Diklatpim Tingkat I 3) a) Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional Diklat Fungsional Penjenjangan: (1) Tingkat Dasar (2) Tingkat Lanjutan (3) Tingkat Menengah (4) Tingkat Tinggi 4) Diklat Teknis Menyusun bahan tayang sesuai spesialisasinya.40 0.30 0.10 0.20 0.10 0. Wid. Wid.20 0.10 0.20 GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP GBPP dan SAP 0.10 0.10 0.20 0. Menyusun Modul Diklat sesuai spesialisasinya.10 Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang Bahan Tayang 67 68 0.40 0.

Wid.40 1.08 0. 6 69 70 71 72 73 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid.20 1.02 0.04 0.80 0. Wid.08 0.02 0.80 2.NO 1 UNSUR 2 SUB-UNSUR 3 KEGIATAN 4 BUTIR KEGIATAN 5 2) Diklat Struktural: a) Diklatpim Tingkat IV Tin Diklatpim Tingkat III b) Tin Diklatpim Tingkat II c) Tin Diklatpim Tingkat I d) 3) Tin Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional a) b) Diklat Fungsional Penjenjangan: Tin (1) Tingkat Dasar (2) Tingkat Lanjutan (3) Tingkat Menengah (4) Tingkat Tinggi 4) Diklat Teknis e.025 0.02 0.20 1.02 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 4 Pelaksanaan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya 91 92 93 94 95 96 0.08 0.60 1.02 0.40 2.06 0.06 0. Wid.04 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0. pada: a.60 Modul Modul Modul Modul Modul 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 0. Diklat Prajabatan: 1) Golongan I dan II 2) Golongan III b. pada: 1) Diklat Prajabatan: a) Golongan I dan II Tin Golongan III b) 2) Tin Struktural: Diklat a) Diklatpim Tingkat IV Tin Diklatpim Tingkat III b) Tin Diklatpim Tingkat II c) Tin Diklatpim Tingkat I d) Tin 3) a) Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional b) Diklat Fungsional Penjenjangan: Tin (1) Tingkat Dasar (2) Tingkat Lanjutan (3) Tingkat Menengah (4) Tingkat Tinggi 4) Diklat Teknis Melaksanakan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya.60 2.02 0. Menyusun soal ujian Diklat sesuai spesialisasinya.20 9 10 SATUAN HASIL 11 Modul Modul Modul Modul Modul 74 75 76 77 78 0.05 0. Diklat Struktural: 1) Diklatpim Tingkat IV 2) Diklatpim Tingkat III 3) Diklatpim Tingkat II 4) Diklatpim Tingkat I KODE BUTIR KEG.40 0.60 0.04 0.04 0.02 0.06 0.06 Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran 42 . Pertama Muda Madya Utama 7 8 1.025 0.60 0.

40 0.025 0.10 0.02 0.02 0.04 0.60 Membimbing peserta Diklat dalam PKL/OL pada Diklat Struktural sesuai spesialisasinya: 1) 2) 3) 4) Diklatpim Tingkat IV Diklatpim Tingkat III Diklatpim Tingkat II Diklatpim Tingkat I 119 120 121 122 0. Wid.04 0.02 0.10 0. 6 97 98 99 100 101 102 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid.06 0. Wid.04 0.40 0. Pertama Muda Madya Utama 7 8 0. pada: a.05 0. pada Diklat Struktural sesuai spesialisasinya 115 116 117 118 0.025 0.15 0.06 0.025 0.08 0.025 0. Diklat Teknis 5 Pemeriksaan jawaban ujian Memeriksa jawaban ujian Diklat sesuai Diklat sesuai spesialisasinya spesialisasinya.15 0. Diklat Prajabatan: 1) Golongan I dan II 2) Golongan III b.025 9 10 SATUAN HASIL 11 Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran Jam Pelajaran Diklat Fungsional: 1) Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional 2) Diklat Fungsional Penjenjangan: a) Tingkat Dasar Tin Tingkat Lanjutan b) Tin Tingkat Menengah c) Tin Tingkat Tinggi d) Tin d.24 0. Diklat Fungsional: 1) Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional 2) Diklat Fungsional Penjenjangan: a) Tingkat Dasar Tin Tingkat Lanjutan b) Tin Tingkat Menengah c) Tin Tingkat Tinggi d) Tin Diklat Teknis Membimbing peserta Diklat dalam penulisan KK pada Diklat Struktural sesuai spesialisasinya: 1) 2) 3) 4) b. Diklat Struktural: 1) Diklatpim Tingkat IV 2) Diklatpim Tingkat III 3) Diklatpim Tingkat II 4) Diklatpim Tingkat I c.02 0.10 0.60 Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK 43 .02 0.04 0.10 0.15 0.02 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 109 110 111 112 113 114 d.02 0. Wid. 6 Pembimbingan peserta Diklat a.24 0.15 0. Diklatpim Tingkat IV Diklatpim Tingkat III Diklatpim Tingkat II Diklatpim Tingkat I 103 104 105 106 107 108 0.10 0.02 0.10 0. BUTIR KEGIATAN 5 KODE BUTIR KEG.04 0.NO 1 UNSUR 2 SUB-UNSUR 3 KEGIATAN 4 c.

03 0. diterbitkan. sebagai: a. Diklat Fungsional: 1) Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional 2) Diklat Fungsional Penjenjangan: a) Tingkat Dasar Tin Tingkat Lanjutan b) Tin Tingkat Menengah c) Tin Tingkat Tinggi d) Tin d.50 1 5 2. Wid.06 0.01 0. BUTIR KEGIATAN 5 Menjadi moderator/ narasumber pada seminar/lokakarya/diskusi dalam kelas pada Diklat Struktural sesuai spesialisasinya: 1) 2) 3) 4) Diklatpim Tingkat IV Diklatpim Tingkat III Diklatpim Tingkat II Diklatpim Tingkat I KODE BUTIR KEG.06 0.03 0.03 0.02 0.50 1 5 2. yang dimuat dalam: 1) Jurnal Ilmiah: a) Internasional b) Nasional terakreditasi c) Instansi 141 142 20 5 20 5 20 5 20 5 127 128 0.50 1 Artikel Artikel Artikel 44 . pada: a.08 0. Diklat Struktural: 1) Diklatpim Tingkat IV 2) Diklatpim Tingkat III 3) Diklatpim Tingkat II 4) Diklatpim Tingkat I c. anggota (minimal 30 JP) Melaksanakan evaluasi program Diklat. dalam bentuk: a. sebagai: 1) Penulis 2) Editor b.12 0.NO 1 UNSUR 2 SUB-UNSUR 3 KEGIATAN 4 c. penanggung jawab (minimal 30 JP) b. dan diedarkan secara nasional. 6 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid.12 0.50 1 5 2.06 0. Wid. Buku dengan ISBN.16 0. Pertama Muda Madya Utama 7 8 9 10 SATUAN HASIL 11 123 124 125 126 0.03 0.12 0. Wid.08 0.03 0. Diklat Prajabatan 1) Golongan I dan II 2) Golongan III b.09 0.16 7 Pengelolaan Program Diklat di Instansinya Mengelola program Diklat di instansinya.04 Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK Laporan Pembimbingan KK 8 Pengevaluasian program Diklat 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 0.12 0.03 0.08 0. Diklat Teknis Membuat KTI yang terkait lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya. Non Buku.09 0.03 0.03 C Pengembangan Profesi 1 Pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang terkait lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya Buku Buku 143 144 145 5 2.12 0.

Naskah: 1) disajikan dalam pertemuan Ilmiah 2) didokumentasikan di perpustakaan instansi/lembaga 3) diakui oleh instansi yang bersangkutan a. Wid.50 3 1.75 0.04 Setiap Tahun Setiap Tahun DUPAK C Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Widyaiswara 45 .50 3 1.50 3 1. Pengurus b.75 0.50 3 1. Pertama Muda Madya Utama 7 3 1.50 3 1.04 1 0.50 1 7 1. Anggota Menjadi anggota dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Widyaiswara 164 165 166 1 0.75 0.50 5 2. Menerjemahkan/menyadur buku yang terkait lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya.50 2 3 2 1 SATUAN HASIL 11 Artikel Artikel Artikel Artikel Artikel Artikel Artikel Naskah Naskah Naskah 2 Penerjemahan/ penyaduran buku dan bahan ilmiah lainnya selain buku yang terkait lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya 156 157 158 7 1.50 2 3 2 1 9 3 1.50 5 2.04 1 0. Wid. dalam bentuk: a.50 2 3 2 1 8 3 1.50 3 1.NO 1 UNSUR 2 SUB-UNSUR 3 KEGIATAN 4 BUTIR KEGIATAN 5 2) Majalah Ilmiah: a) Terakreditasi b) Tidak terakreditasi 3) Buku Proceeding: a) Internasional b) Nasional 4) Surat Kabar: a) Nasional b) Lokal 5) Website c.50 5 2. Narasumber/pembahas/penyaji/ ketua panitia Moderator/peserta/anggota panitia KODE BUTIR KEG.04 1 0.50 5 Peraturan Panduan Berita Acara dan Sinopsis 162 163 2 1 2 1 2 1 2 1 Setiap Kali Setiap Kali Mengikuti keanggotaan organisasi profesi. Menerjemahkan/menyadur dari bahan lainnya selain buku yang terkait lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya dalam bentuk naskah.75 0.50 3 1. Wid.50 1 Buku Naskah Naskah 3 Pembuatan peraturan/panduan dalam lingkup kediklatan 4 Pelaksanaan Orasi Ilmiah sesuai spesialisasinya II PENUNJANG PENUNJANG TUGAS WIDYAISWARA A Peran Serta dalam seminar/ lokakarya dalam rangka pengembangan wawasan kompetensi Widyaiswara B Keanggotaan dalam Organisasi Profesi 159 160 161 3 1.50 2 3 2 1 10 3 1.50 5 2.50 1 7 1. Panduan Kediklatan Melaksanakan Orasi Ilmiah sesuai spesialisasinya Mengikuti seminar/lokakarya sebagai: a.50 1 7 1. sebagai: a. Membuat peraturan/panduan dalam lingkup kediklatan. dalam bentuk: 1) Buku 2) Naskah b. Produk Perundang-undangan b. 6 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid. b.

lamanya: 1) 30 (tiga puluh) tahun 2) 20 (dua puluh) tahun 3) 10 (sepuluh) tahun b c. b. Pertama Muda Madya Utama 7 0. pada program: a. Wid.25 SATUAN HASIL 11 Laporan E Perolehan gelar kesarjanaan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai yang tidak sesuai spesialisasinya dan/atau lebih dari satu kali pada spesialisasinya jenjang pendidikan yang sama. Doktor (S-3) Pasca Sarjana (S-2) Sarjana (S-1) Memperoleh penghargaan Satya Lencana Karya Satya. c.25 10 0. F Perolehan Piagam Kehormatan/ Tanda Jasa a.25 8 0.NO 1 UNSUR 2 SUB-UNSUR 3 KEGIATAN 4 D Pembimbingan kepada Widyaiswara jenjang dibawahnya BUTIR KEGIATAN 5 Membimbing kepada Widyaiswara jenjang dibawahnya KODE BUTIR KEG. Wid. Wid. 6 167 PELAKSANA/ANGKA KREDIT Wid.25 9 0. Memperoleh penghargaan lainnya dari pemerintah Memperoleh gelar kehormatan akademis 171 172 173 174 175 3 2 1 1 10 3 2 1 1 10 3 2 1 1 10 3 2 1 1 10 Piagam Piagam Piagam Piagam Gelar 168 169 170 15 10 5 15 10 5 15 10 5 15 10 5 Ijazah Ijazah Ijazah 46 .

UNSUR PERSENTASE JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA PERTAMA III/a 1 UNSUR UTAMA A Pendidikan 1. Diklat B Pengembangan & Pelaksanaan Diklat ≥ 80% C Pengembangan profesi 40 80 160 240 360 480 600 760 III/b III/c MUDA III/d IV/a MADYA IV/b IV/c UTAMA IV/d IV/e 100 100 100 100 100 100 100 100 100 2 UNSUR PENUNJANG Penunjang tugas di bidang diklat JUMLAH ≤ 20% 100 10 150 20 200 40 300 60 400 90 550 120 700 150 850 190 1050 47 . Pendidikan sekolah 2.LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 14 TAHUN 2009 TANGGAL : 25 SEPTEMBER 2009 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT WIDYAISWARA DENGAN PENDIDIKAN SARJANA (S1)/DIPLOMA IV JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT NO.

Pendidikan sekolah 2.LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 14 TAHUN 2009 TANGGAL : 25 SEPTEMBER 2009 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT WIDYAISWARA DENGAN PENDIDIKAN PASCA SARJANA (S2) JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT NO. Diklat B Pengembangan & Pelaksanaan Diklat C Pengembangan profesi III/c MUDA III/d IV/a MADYA IV/b IV/c UTAMA IV/d IV/e 150 150 150 150 150 150 150 150 ≥ 80% - 40 120 200 320 440 560 720 2 UNSUR PENUNJANG Penunjang tugas di bidang diklat JUMLAH ≤ 20% 150 10 200 30 300 50 400 80 550 110 700 140 850 180 1050 48 . UNSUR PERSENTASE JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA PERTAMA III/b 1 UNSUR UTAMA A Pendidikan 1.

UNSUR PERSENTASE III/c 1 UNSUR UTAMA A Pendidikan 1.LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 14 TAHUN 2009 TANGGAL : 25 SEPTEMBER 2009 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT WIDYAISWARA DENGAN PENDIDIKAN DOKTOR (S3) JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT NO. Pendidikan sekolah 2. Diklat B Pengembangan & Pelaksanaan Diklat ≥ 80% C Pengembangan profesi 80 160 280 400 520 680 JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA MUDA III/d IV/a MADYA IV/b IV/c UTAMA IV/d IV/e 200 200 200 200 200 200 200 2 UNSUR PENUNJANG Penunjang tugas di bidang diklat JUMLAH ≤ 20% 200 20 300 40 400 70 550 100 700 130 850 170 1050 49 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->